<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>ORBA 12S1 by Inggita Adya Rari</title>
      <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-29 04:21:32 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-19 03:58:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Politik Luar Negeri (Abigail/26, Bi/5)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191826969</link>
         <description><![CDATA[<p>Politik luar negeri Indonesia dikembangkan dengan usaha meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan negara melalui kerja sama internasional.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Masa kepemimpinan Soekarno yang sangat nasionalis ingin menyaingi kedua blok dengan membuat kekuatan nya sendiri Indonesia memiliki hubungan internasional Soeharto berusaha memperbaiki relasi dengan negara-negara Blok-Barat. Berbeda dengan Orde Lama yang cenderung lebih memihak terhadap Blok-Timur, bahkan Non-Blok. Soeharto juga lebih berusaha meningkatkan eksistensi Indonesia pada tingkat internasional, misalnya dengan bergabung lagi dalam PBB atau dengan menjalankan relasi dengan Tiongkok. Pasukan Garuda juga merupakan salah satu upaya Indonesia memperbaiki hubungan internasional, pasukan TNI dikirim keluar negeri untuk menjadi pasukan perdamaian internasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:43:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191826969</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertumbuhan Ekonomi Modern                         (Olivia/8, Laura/23)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191827692</link>
         <description><![CDATA[<p>Beberapa program pembangunan yang pernah digagas dan diwujudkan pemerintah Orde Baru sumbangan Pak Harto yang terbesar adalah:</p><ul><li><p>Membangun fondasi ekonomi modern bagi Indonesia yang lebih kokoh ketimbang di zaman sebelumnya</p></li><li><p>Menambahkan pembangunan ekonomi yang secara umum dengan berbagai kelemahannya selama hampir 30 tahun (menjadi contoh salah satu di negara berkembang yang dulu sangat miskin)</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:43:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191827692</guid>
      </item>
      <item>
         <title>♡ Pertumbuhan Ekonomi | Jeannette/19 &amp; Keisha/22 ♡</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191828092</link>
         <description><![CDATA[<p>Presiden Soeharto secara signifikan meningkatkan perekonomian Indonesia mencapai pertumbuhan PDB dan pembangunan yang signifikan di berbagai sektor. Program yang ditetapkan oleh Presiden Soeharto adalah Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Repelita bertujuan untuk meningkatkan sarana ekonomi, kegiatan ekonomi, serta kebutuhan sandang dan pangan. Repelita diadakan sebanyak enam kali, Repelita 1-5 berhasil sedangkan Repelita ke-6 terjadi krisis moneter. Akan tetapi, Repelita tetap menghasilkan banyak kemajuan dalam berbagai bidang. yang dihasilkan dari Repelita investasi besar-besaran di sektor pertanian yang berhasil meningkatkan produksi pangan sekaligus memperbaiki mata pencaharian masyarakat pedesaan. Prestasi ini mendapat pengakuan internasional. Program kedua yang ditetapkan adalah Revolusi Hijau. Revolusi Hijau bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dengan merubah cara bercocok tanam dari cara tradisional ke cara modern. Terdapat empat usaha pokok yang harus dilakukan yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Dengan Revolusi Hijau, dampak positif yang dihasilkan sangat signifikan.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:43:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191828092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumbangan terbesar Soeharto (Maureen/3 Dea/27)</title>
         <author>mariaamadea</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191829206</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pembangunan Ekonomi dan Swasembada Pangan:</p><p>Soeharto berhasil membawa Indonesia menuju swasembada pangan pada tahun 1984, menjadikannya salah satu negara pengekspor pangan setelah sebelumnya bergantung pada impor. Melalui program intensifikasi pertanian dan pengembangan infrastruktur pertanian, produksi beras meningkat secara signifikan.</p><p><br/></p><p>2. Stabilitas Politik dan Keamanan:</p><p>Soeharto menciptakan stabilitas politik setelah periode ketidakpastian di bawah pemerintahan Soekarno. Dengan mengendalikan berbagai konflik sosial dan politik, ia berhasil memulihkan keamanan dan ketertiban yang diperlukan untuk pembangunan nasional.</p><p><br/></p><p>3. Pertumbuhan Ekonomi yang Signifikan:</p><p>Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,8% per tahun. Pendapatan per kapita meningkat dari sekitar $70 pada tahun 1968 menjadi $1,000 pada tahun 1996, berkontribusi pada pengurangan angka kemiskinan yang signifikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:44:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191829206</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ekonomi Modern (Rachel-31 &amp; Karine-34)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191829499</link>
         <description><![CDATA[<p>Kontribusi terbesar Soeharto adalah menciptakan pondasi ekonomi modern untuk Indonesia yang lebih kuat. Soeharto melanjutkan dan menambahkan dengan pengembangan ekonomi secara umum selama hampir 30 tahun. Ekonomi modern yang dimaksud adalah pengembangan infrastruktur, masuknya investasi asing, perencanaan ekonomi terencana melalui Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun), dan stabilitas makroekonomi (menjaga inflasi dan nilai tukar yang stabil) sehingga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi asing.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:44:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191829499</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berkembangnya Sektor Minyak Indonesia (Allyn/1 &amp; Ina/20)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191831682</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:46:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191831682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ekonomi Modern</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191832143</link>
         <description><![CDATA[<p>Michelle/7 Nevina/30</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:46:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191832143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Katya-21, Mara-32</title>
         <author>katyanalyla</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191833391</link>
         <description><![CDATA[<p>Sumbangan Presiden Soeharto terbesar adalah ekonomi dan pembangunan Indonesia menjadi lebih modern seperti perluasan pasar investasi di berbagai sektor seperti contohnya pertanian yang diberlakukannya investasi besar-besaran untuk irigasi, bibit baru, pupuk, dan pestisida. Hal ini terbukti sukses dengan meningkatkan produksi beras. Hal ini mendorong swasembada beras pada tahun 1984. Tak hanya swasembada beras, namun beliau juga dapat mendorong produksi di sektor lain sehingga mengalami swasembada gula, jagung, dan daging yang membuat Indonesia mendapatkan penghargaan dari FAO di forum dunia.</p><p><br/></p><p>Sektor lain yang mengalami kemajuan berkat pembangunan Presiden Soeharto adalah sektor pendidikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan dibangunnya 100.000 sekolah baru dan tercatat 97% anak berusia 7-12 menduduki bangku sekolah pada tahun 1984.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:47:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191833391</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(Felia/4, Christy/10)</title>
         <author>bernadettefelia</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191833435</link>
         <description><![CDATA[<p>Sumbangan terbesar Presiden Soeharto menurut pandangan Rizal Malarageng:</p><ol><li><p>Membuat pondasi ekonomi modern bagi Indonesia yang lebih kokoh melanjutkan dan menambahkan dengan pembangunan ekonomi</p></li><li><p>Meningkatkan pembangunan ekonomi secara cukup baik, rencana pembangunan Soeharto bisa berlangsung relatif baik terutama program-program pembangunan yang menjadi prioritas dan direncanakan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:47:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191833435</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(Feodora/14, Dinda/16)</title>
         <author>gabrieldinda</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191834311</link>
         <description><![CDATA[<p>Sumbangan terbesar oleh Presiden Soeharto kepada Indonesia, antara lain: </p><ul><li><p><strong><mark>Membangun fondasi ekonomi modern</mark></strong> untuk Indonesia yang lebih kuat dari sebelumnya sehingga mampu melawan krisis ekonomi. Hal ini dilakukan dengan cara investasi yang lebih terbuka dalam mengatur ekonomi domestik secara akademis sehingga ekonomi menjadi lebih rasional. Hal ini pun mengakibatkan <strong>angka kemiskinan di pedesaan mampu dikurangi hingga 20% </strong>karena ada keseimbangan dan laju inflasi yang cenderung rendah.</p></li></ul><ul><li><p><mark>Meningkatkan pembangunan ekonomi</mark> </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:47:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191834311</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembangunan Ekonomi Modern (Brynne/6, Mandy/17)</title>
         <author>gabriellemandy</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191835317</link>
         <description><![CDATA[<p>Rizal Mallarangeng mengatakan bahwa <strong>kontribusi terbesar Presiden Soeharto adalah membangun fondasi ekonomi modern</strong> untuk Indonesia. Salah satu cara yang beliau lakukan adalah <strong>dengan pembangunan infrastruktur</strong> dalam upaya memprioritaskan stabilitas ekonomi negara. </p><p><br/></p><p>Dilihat dari salah satu kalimat dalam video yang mengatakan, "Berbagai program pembangunan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1970-an oleh pemerintah Orde Baru <strong>berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat</strong>." Dapat disimpulkan bahwa pembangunan infrastrukur merupakan bagian penting dari sumbangan Presiden Soeharto di era Orde Baru.  </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:48:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191835317</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengakuan Indonesia oleh PBB (Flaudie/15 - Margie/25)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191836439</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu keberhasilan terbesar yaitu dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Hasil yang dapat dilihat yaitu laju pertumbuhan populasi tahunan menurun dari 2,32% (1960-an) menjadi 1,97% (180-an). Karena kesuksesan program KB, PBB mengakui negara Indonesia dan memberikan Penghargaan Populasi. Dengan adanya pendekatan kepada masyarakat dalam pelaksanaan program KB yang berbeda dengan negara lain. Dengan berbagai pembangunan negara dan stabilitas ekonomi, Indonesia disebut sebagai salah satu "Macan Asia". </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:49:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191836439</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alexa/24 &amp; Tara/33</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191836760</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p>Sumbangan terbesar dari Presiden Soeharto adalah keberhasilan pada <strong>kemajuan ekonomi modern dan pembangunan infrastruktur </strong></p></blockquote><p><br/></p><ul><li><p><mark>Pertumbuhan ekonomi semakin naik</mark>, yang dilihat dari <strong>peningkatan PDB</strong> tidak pernah dibawah 5% hingga tahun 1981 (pendapatan minyak tetap tinggi selagi terjadinya perang Iran-Irak). Kebijakan makroekonomi dilakukan untuk menjaga inflasi tetap rendah, menarik investasi asing, dan mendorong ekspor. </p></li><li><p><mark>Banyaknya pembangunan dalam sektor pertanian</mark> seperti investasi besar besaran untuk irigasi, jenis bibit baru, dan pestisida. Investasi besar besaran ini terbukti sukses, terlihat pada peningkatan produksi beras dan bahan pokok lainnya. → Pada tahun 1984 berhasil terjadi <strong>swasembada pangan</strong>.</p><p><br/></p><p><br/></p></li></ul><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:49:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191836760</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helena/18 &amp; Rafa/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191836821</link>
         <description><![CDATA[<p>Sumbangan terbesar dari Presiden Soeharto adalah keberhasilannya dalam <strong>mengatasi hiperinflasi</strong> pada era orde lama dan <strong>membangun ekonomi Indonesia</strong> ke arah yang lebih baik. Hal ini dilakukan melalui program pembangunan yang menjadi prioritas dan direncanakan serta dijalankan oleh para teknokrat. Hingga <strong>pertumbuhan PDB Indonesia mencapai 7.7%</strong> dan tidak pernah berada dibawah 5%. </p><p>Tidak hanya melalui program pembangunan, Presiden Soeharto juga meningkatkan kesejahteraan rakyat di sektor pendidikan. Soeharto <strong>membangun lebih dari 100 ribu sekolah</strong> dan <strong>memfasilitasi 97% anak usia 7-12 tahun</strong> di Indonesia untuk mengenyam pendidikan SD</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:49:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191836821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chelsea/9, Elaine/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191838937</link>
         <description><![CDATA[<p>Sumbangan terbesar dari Presiden Soeharto adalah saat beliau berhasil membawa Indonesia melewati masa-masa sulit di bidang ekonomi. Caranya dengan membuat fondasi <strong>ekonomi modern</strong> untuk Indonesia yang lebih kokoh dengan bantuan sistem ekonomi yang lebih terbuka terhadap investasi dan pengaturan ekonomi domestik. Soeharto juga membangun infrastruktur dengan fungsi berkepanjangan yang juga berguna untuk menopang pertumbuhan ekonomi negara.&nbsp;Bukti nyata lainnya adalah reintegrasi Indonesia ke dalam ekonomi dunia dengan bergabung ke dalam IMF, PBB, dan Bank Dunia. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:50:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191838937</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Konsep Ekonomi Modern  (Ajeng/2 - Lala/28)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191839680</link>
         <description><![CDATA[<p>Sumbangan terbesar Presiden Soeharto adalah dalam membangun pondasi ekonomi modern Indonesia yang kuat dan lebih stabil. Pemerintahannya Soeharto meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten dengan menerapkan program pembangunan. Program tersebut tidak hanya membawa Indonesia mencapai swasembada pangan, tetapi juga menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan di pedesaan. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi Indonesia menjadi lebih kokoh dan berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:51:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191839680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ekonomi Modern (Estelle/12, Eugene/13)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191857637</link>
         <description><![CDATA[<p>Sumbangan terbesar dari Presiden Soeharto dari pernyataan yang diberikan oleh Rizal Malarangeng adalah mengubah ekonomi politik pada masa Orde Lama menjadi ekonomi modern. Hal ini dibuktikan melalui adanya investasi yang lebih terbuka, terutama untuk mengatur ekonomi lokal secara akademis sehingga ada teknokrat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sangat baik hingga awal 1980-an. Laju pertumbuhan PDB sekitar 7,7% dari tahun 1971 sampai 1981 sehingga pendapatan negara dari sektor minyak tetap tinggi meskipun terdapat perang Irak-Iran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 05:01:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3191857637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kenaikan Pendapatan Indonesia Akibat Oil Boom (Allyn/1 &amp; Ina/20)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201738925</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Soeharto dibantu dengan kenaikan pendapatan industri minyak akibat oil boom. Pada tahun 1973-1974 terjadi kenaikan harga minyak sebesar 481% karena negara-negara OPEC termasuk Indonesia sedang memotong ekspor minyak. Terjadi pula oil boom kedua pada 1978-1979 akibat revolusi Iran yang mengganggu produksi dan menghambat ekspor-impor minyak di dunia. Indonesia diuntungkan karena akibat kenaikan harga tersebut, Indonesia mendapat pendapatan lebih dari hasil penjualan sektor minyaknya. Pendapatan Indonesia mengalami kenaikan sebesar 619% yaitu mencapai 246,2M. </p><p><br/></p><p>Sumber:</p><ul><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.indonesia-investments.com/id/budaya/ekonomi/keajaiban-orde-baru/item247">https://www.indonesia-investments.com/id/budaya/ekonomi/keajaiban-orde-baru/item247</a>?</p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://indonesiabaik.id/infografis/berkah-bonanzaminyak">https://indonesiabaik.id/infografis/berkah-bonanzaminyak</a></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:05:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201738925</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ekonomi Modern </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201764104</link>
         <description><![CDATA[<p>Michelle/7 &amp; Nevina/30</p><p><br/></p><p>Menurut Rizal Malarangeng, sumbangan terbesar Presiden Soeharto pada masa Orde Baru ialah berhasil <strong>membangun fondasi ekonomi modern yang lebih kokoh</strong> dibandingkan sebelumnya. Pembangunan infrastruktur dan <strong>peningkatan kesejahteraan masyarakat</strong> berhasil dicapai meski dengan beberapa kelemahan. Sektor pertanian, pendidikan, kependudukan, dan kesehatan berkembang pesat, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat baik antara 1971-1981, mencatatkan PDB tahunan rata-rata <strong>7,7%</strong> dan tidak pernah di bawah 5%. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh tingginya pendapatan negara dari sektor minyak hingga 1981. Awalnya Pak Harto memiliki misi yaitu ekonomi yang dikelola dengan cara lama yaitu secara serampangan tanpa pertimbangan ekonomi, terlalu banyak nasionalisme sehingga sistem ekonomi menjadi tidak terlalu sehat. Akhirnya, beliau mengubah hal tersebut dengan membuka ekonomi seperti mengatur investasi lebih terbuka terutama mengatur ekonomi domestik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:25:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201764104</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jeannette/19 &amp; Keisha/22 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201777324</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertumbuhan memang cukup tinggi tapi disertai stabilitas, yaitu dengan adanya kenaikan harga tetapi terkendali. Sembilan kebutuhan pokok dikendalikan harganya karena pemerintah punya instrumen untuk mengendalikan. Signifikan dampaknya terhadap ke inflasi. Inflasi relatif lambat dan relatif ga banyak gejolak harga maupun hari-hari raya. Lalu adanya pemerataan,pemerataan antara kota dan desa relatif dekat, kemiskinan di desa terkikis besar. Dalam 10 tahun bisa berkurang 20% kemiskinan di pedesaan. Lalu, Program-program swasembada pangan dulu sangat dinikmati. Satu sisi konsumen bisa mengakses bahan-bahan pokok dengan terjangkau dan sisi produsen nya juga terlindungi.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:34:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201777324</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lala/28 &amp; Ajeng/2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201779692</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut pandangan ibu Enni Sri Hartati selaku peneliti indef, pada masa orde baru sektor pertanian, pendidikan, kependudukan dan kesehatan mengalami kemajuan yang pesat. Kemajuan yang pesat ini disertai dengan adanya stabilitas yang membuktikan adanya kendali penuh oleh pemerintah. Hal ini berdampak pada inflasi yang cenderung terjadi lebih lambat meskipun pada hari raya dan akhir tahun.  Selain itu, angka kemiskinan di daerah pedesaan juga terkikis sebesar 20% selama kurang lebih 10 tahun. Swasembada pangan yang terjadi bukan hanya dalam bentuk beras, tetapi juga gula, jagung dan daging. Masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan terjangkau sementara produsen juga terlindungi oleh adanya HPP yang ditetapkan pemerintah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:35:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201779692</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felia/4 &amp; Christy/10</title>
         <author>bernadettefelia</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201780098</link>
         <description><![CDATA[<p>Enni Sri Hartati mengungkapkan bahwa meskipun Orde Baru berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi, terutama dalam 12 tahun pertama, keberhasilan ini dianggap semu karena fondasi ekonomi yang dibangun tidak kokoh. Dengan pendapatan minyak dan dukungan teknokrat, Soeharto memprioritaskan pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan melalui Trilogi Pembangunan, GBHN, dan REPELITA. Sektor pertanian dan pendidikan berkembang pesat, termasuk pencapaian swasembada beras dan kesuksesan program KB, yang membuat Soeharto mendapatkan penghargaan dari PBB. Namun, pemerataan masih menjadi masalah, khususnya di wilayah Indonesia Timur, dan ketergantungan pada hutang serta praktik korupsi melemahkan dasar ekonomi jangka panjang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:36:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201780098</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jeannette/19 &amp; Keisha/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201784912</link>
         <description><![CDATA[<p>Bapak Hillman Farid mengatakan bahwa ketidakadaan demokrasi yang efektif yang memicu banyak masalah bisa dihindari. Salah satu poin penting dalam demokrasi adalah bahwa kemakmuran sejatinya bisa berjalan dengan sendirinya, meskipun seringkali ada anggapan bahwa kemakmuran harus dicapai dengan upaya keras. Pada masa Orde Baru pencapaian kuantitatif terlihat nyata, tetapi secara kualitas masih terdapat banyak problem, terutama akibat ketidakbebasan politik.</p><p><br/></p><p>Keterbatasan tersebut sangat ketat, tanpa adanya partai politik yang efektif seperti pada masa sekarang. Dengan pengawasan yang ketat, masyarakat kehilangan inisiatif dan inovasi terhambat karena komunikasi dan pertukaran ide dibatasi. Hierarki mirip feodal memperkuat sikap pasif, dengan masyarakat hanya menunggu arahan dari atas.</p><p><br/></p><p>Pada awal Orde Baru, partisipasi politik dibatasi dan diwarnai kekerasan. Banyak orang ditangkap, menyebabkan kelumpuhan budaya dan sosial. Bahkan interaksi antarwarga diawasi, membatasi keberanian untuk bertindak atau berpikir bebas.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:39:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201784912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Olivia/8, Katya/21, Laura/23</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201785409</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Ibu Enny Sri Hartati, pada masa orde baru pertumbuhan yang terjadi tinggi tetapi tetap stabil dan terkendali. Sembilan kebutuhan pokok dikendalikan dengan sangat baik menggunakan bulog. Inflasi yang terjadi berjalan dengan lambat dan tidak bergejolak, termasuk pada saat hari hari raya dan akhir tahun. Selain itu, pemerataan pada waktu masih baik sehingga kemiskinan di pedesaan saat orde baru berkurang cukup banyak. Lalu mengenai program swasembada pangan, dulu tidak hanya beras, tetapi juga gula, jagung, dan daging. Hal ini sangat dinikmati dengan seluruh <em>stakeholder</em>. Konsumen dapat membeli barang-barang tersebut dengan harga terjangkau dan produsennya pun terlindungi. Pemerintah dulu menerapkan HPP untuk melindungi petani. Pemerintah tidak hanya menyediakan bulog, tetapi ada pula Koperasi Unit Desa (KUD) yang tersebar di seluruh desa-desa di indonesia. KUD dijadikan perpanjangan tangan bulog, sehingga para petani dapat mengakses ke bulog dan menjual dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:39:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201785409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helena/18 &amp; Rafa/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201786190</link>
         <description><![CDATA[<p>Langkah konsolidasi kekuasaan melalui kebijakan penyederhanaan partai politik (1973) dengan menyisakan tiga partai meliputi P3, PDI, dan Golkar. Namun, cara ini menimbulkan konflik dan ketidakkompakkan antara anggota dalam partai. Karena itulah orang-orang mengatakan ini malah menjadi salah satu cara melemahkan kekuatan partai.</p><p><br/></p><p>Pemerintah orde baru menganggap orang yang mengkritik pemerintahan berarti mengkritik Pancasila. Kesuksesan di masa orde baru memang bisa dilihat mengalami kemajuan dari data statistik. Tetapi terjadi juga banyak praktik penyimpangan demokrasi dan ketidakstabilan politik.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:40:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201786190</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Feodora/14 &amp; Dinda/16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201786402</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada masa orde baru, ada berbagai <strong>pencapaian dalam pembangunan dan stabilitas pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan</strong> hingga Indonesia disebut sebagai salah satu "spesies" Asia. Akan tetapi dibalik kejayaan dan pencapaian-pencapaian besar yang ada, pada masa ini dianggap <strong>tidak memiliki demokrasi</strong>. Hal ini dikarenakan pada masa pemerintahan Soeharto, beliau sering menjadikan politik dan hukum sebagai alat untuk mengamankan kepentingan kekuasaan mereka sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:40:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201786402</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helena/18 &amp; Rafa/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201787516</link>
         <description><![CDATA[<p>Meski diwarnai dengan berbagai isu korupsi, saat itu pemerintah berhasil menyelesaikan beberapa pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan kependudukan yang maju pesat. “Pertumbuhan memang cukup tinggi, tetapi disertai juga stabilitas karena kenaikan harga sangat terkendali. Maka, inflasi relatif lambat juga sekalipun hari-hari raya maupun akhir tahun.” Kemiskinan di pedesaan juga berkurang secara signifikan sehingga perbedaan antara desa dan kota tidak terlalu besar.&nbsp;</p><p><br></p><p>Di sektor pertanian, pemerintah juga melakukan investasi besar-besaran sehingga berhasil menggenjot produksi beras dan bahan pangan lainnya. Pada tahun 1984, Indonesia juga sempat berswasembada pangan (beras, jagung, gula, bahkan daging). Swasembada pangan ini benar-benar dinikmati seluruh <em>stakeholder. </em>Konsumen dapat membeli produk-produk pangan dengan harga terjangkau dan petani juga terlindungi.&nbsp;&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:41:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201787516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rachel/31 dan Karine/34</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201789477</link>
         <description><![CDATA[<p>Sejarawan Hilman Farid mengatakan seandainya ada demokrasi pada masa Orde Baru, maka banyak masalah dapat dihindari. Point penting yang disampaikan oleh beliau adalah demokrasi dan kemakmuran berjalan beriringan. Sehingga, ketika tidak adanya demokrasi, maka banyak masalah yang muncul hingga kehadiran parlemen, DPR, dan partai politik tidak ada yang berjalan dengan efektif. Hilman Farid mengatakan bahwa semua saluran komunikasi diawasi begitu ketat yang mengakibatkan lambatnya pembangunan manusia karena kurangnya asupan informasi dan terbatasnya kesempatan bertukar pikiran. Hal tersebut mengakibatkan orang-orang menjadi kehilangan inisiatif dan pengerahan sumber daya manusia terhambat terutama dalam berinovasi. Pada awal berdirinya Orde Baru, terdapat pembatasan partai politik yang prosesnya penuh dengan kekerasan. Peristiwa tersebut mengakibatkan kelumpuhan secara kultural dan sosial, bahkan untuk berkumpul dengan tetangga juga dibatasi sehingga orang tidak bisa mengambil inisiatif apapun.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:42:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201789477</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helena/18 &amp; Rafa/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201789665</link>
         <description><![CDATA[<p>Hilman Farid, seorang sejarawan mengatakan bahwa pers dan semua saluran komunikasi dibatasi secara sangat ketat. Tidak ada partai politik maupun parlemen. Akibatnya, pembangunan manusianya melambat karena asupan informasi tidak cukup, kesempatan untuk bertukar pikiran juga terbatas. Seperti umumnya di masyarakat feodal, hierarki menjadi sangat menentukan sehingga orang kehilangan inisiatif. Pengerahan sumber daya manusia juga terhambat karena tidak adanya ruang inovasi.&nbsp;</p><p><br></p><p>Dalam proses, pembatasan jumlah partai politik dipenuhi dengan tindak kekerasan. Efek dari hal ini diantaranya orang menjadi lumpuh secara kultural dan sosial, bahkan untuk berkumpul di antara tetangga saja waktu itu dibatasi sehingga orang tidak berani mengambil inisiatif apapun, lebih baik tiarap dan menunggu keadaan saja. Lemahnya pengawasan dan tidak terbentuknya praktik dominasi oleh pemerintahan membuat KKN tumbuh subur di kalangan pejabat pemerintahan maupun pegawai rendahan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:42:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201789665</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felia/4 &amp; Christy/10</title>
         <author>bernadettefelia</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201789895</link>
         <description><![CDATA[<p>Hilman Farid menyebut bahwa Orde Baru di bawah Soeharto membangun fondasi ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan stabil melalui program-program seperti Trilogi Pembangunan dan REPELITA. Beberapa sektor, seperti pertanian dan pendidikan, berkembang pesat berkat kebijakan swasembada pangan dan program Keluarga Berencana (KB). Namun, Hilman menilai keberhasilan ini bersifat semu karena dibayangi oleh ketimpangan regional, terutama di Indonesia Timur, dan ketergantungan pada sektor minyak, yang menghambat perkembangan ekonomi yang benar-benar berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:42:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201789895</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rachel/31 &amp; Karine/34 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201791464</link>
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pada saat itu pertumbuhan ekonomi memang cukup tinggi, namun pertumbuhan tersebut disertai dengan adanya stabilitas. Meski disertai juga dengan adanya kenaikan harga tetapi sudah aman terkendali oleh Bulog dengan pengendalian<strong> 9 harga bahan pokok. </strong>Pemerintah punya cara untuk mengendalikan harga sembilan bahan pokok tersebut. Ini berdampak besar pada inflasi. Dimana Inflasi pada masa itu relatif lambat dan tidak begitu berpengaruh ke masyarakat,meskipun pada hari raya dan akhir tahun sedikit bergejolak.&nbsp;</p><p><br></p><p>Meski inflasi sudah terkendali, pemerintah masih memiliki tugas yang banyak khususnya di Indonesia Timur. Dimana kemiskinan di desa terkikis cukup besar selama orde baru yang setiap tahun berkurang 20%. Program swasembada pangan ini ditujukan untuk mengurangi kemiskinan di desa dengan berfokus untuk meningkatkan produksi beras, gula, dan daging. Disini Kedua konsumen dan produsen diuntungkan, konsumen mendapatkan bahan pokok dan produsen tetap terlindungi. Pemerintah menetapkan <strong>HPP (Harga Pembelian Pemerintah) </strong>dengan harga <em>floor price </em>guna untuk melindungi petani juga. Bulog juga memperpanjang tangan<strong> KUD (Koperasi Unit Desa) </strong>dengan tujuan agar para petani bisa mengakses harga yang diterapkan pemerintah.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:43:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201791464</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rachel/31 dan Karine/34</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201796118</link>
         <description><![CDATA[<p>Terdapat ketidak kompakan dalam partai yang melemahkan kekuatan partai. Sejarawan Peter Caseda menyampaikan bahwa Pak Soeharto menganggap beliau lah yang memegang kebenaran. Ketika di Pekanbaru, Pak Soeharto mengidentifikasi dengan Pancasila seolah-olah apabila orang mengkritik Pak Soeharto, orang tersebut juga mengkritik Pancasila.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:46:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201796118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alexa /24 &amp; Tara /33</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201803734</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut pandangan Ibu Enny Sri Hartati, walaupun adanya kenaikan harga, namun inflasi yang terjadi saat itu terkendali dengan laju yang lambat. Pemerintah saat itu berhasil melaksanakan beberapa programnya seperti pembangunan infrastruktur, memperbaiki pertumbuhan ekonomi, kemajuan dalam bidang pendidikan, dan kemajuan dalam sektor pertanian.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Salah satu program yang terbukti sukses saat itu adalah swasembada pangan. Adanya Investasi besar besaran oleh pemerintah pada sektor pertanian untuk irigasi, jenis bibit baru, dan pestisida membuat suksesnya peningkatan produksi beras hingga mencapai swasembada beras.Tidak hanya beras, Indonesia juga sempat swasembada gula dan daging. Dengan diadakannya program swasembada pangan, konsumen bisa membeli bahan pokok dengan harga yang murah, dan sebagai produsen (petani) juga terlindungi. Pemerintah menerapkan HPP untuk melindungi petani, dan ini terbukti efektif karena produsen yang bisa secara langsung terakses ke bulog.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:51:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201803734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estelle/12 &amp; Eugene/13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201818343</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p><strong>Apa yang menjadi produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia?</strong></p><p>Produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia adalah minyak. Hal tersebut membuat pertumbuhan PDB di Indonesia pada 1971-1981 mencapai 7,7% dan tidak pernah di bawah 5%.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Jelaskan korelasi antara TRILOGI PEMBANGUNAN-GBHN-REPELITA!</strong></p><p>Trilogi pembangunan adalah pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan yang dijaga Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Hal ini kemudian diturunkan dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) I, II, III, IV sehingga konsistensi terpelihara dengan baik.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Sektor apa saja yang mengalami perkembangan secara pesat? Berikan contoh!</strong></p><ul><li><p><mark>Pertanian:</mark>  pemerintah sejak 1970-an berinvestasi besar-besaran untuk irigasi, jenis bibit baru, pupuk, dan pestisida yang terbukti sukses karena menggenjot produksi beras dan bahan pangan lain hingga Indonesia pernah swasembada beras pada 1984. Selain beras, Indonesia juga swasembada gula, jagung, dan daging.</p></li><li><p><mark>Pendidikan:</mark> lebih dari 100.000 sekolah, terutama SD Inpres dibangun hingga daerah pedalaman sehingga pada 1984 tercatat 97% anak usia 7-12 tahun mengenyam sekolah yang membuat angka buta huruf menurun drastis.</p></li><li><p><mark>Kependudukan:</mark> program KB. Adanya kampanye besar-besaran oleh pemerintah menyebabkan angka kelahiran setiap tahun turun. Tingkat pertumbuhan penduduk tahunan yang turun dari 2,32% pada 1960-an menjadi 1,97% pada 1980-an sehingga Soeharto dianugerahkan penghargaan kependudukan (<em>population award</em>) oleh PBB. Indonesia disorot PBB pada 1987-1989 karena program KB-nya menggunakan pendekatan kemasyarakatan yang berbeda dari negara lain.</p></li></ul></li></ol><p><br/></p><p><strong>Sumber</strong>:</p><ul><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.youtube.com/watch?v=bHByUNlTf-U&amp;authuser=0">https://www.youtube.com/watch?v=bHByUNlTf-U&amp;authuser=0</a> (Melawan Lupa - Kejayaan Semu Orde Baru)</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=bHByUNlTf-U&amp;authuser=0" />
         <pubDate>2024-11-05 05:00:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3201818343</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alexa /24 &amp; Tara /33</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211447609</link>
         <description><![CDATA[<p>Seorang sejarawan Bapak Hilman Farid mengatakan bahwa, demokrasi dengan kemakmuran berjalan seiring, tidak semuanya harus dicapai secara keras. Pencapaian pencapaiannya berfokus pada kuantitas, banyak program yang terlaksanakan, tetapi muncul berbagai masalah secara kualitasnya, khususnya pada ketidakbebasan politik. Menurut beliau, salah satu alasan munculnya berbagai masalah adalah karena ketiadaan demokrasi.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Ketidakbebasan politik dan ketatnya pers memperlambat pembangunan SDM dengan terbatasnya asupan informasi, kesempatan bertukar pikiran dan aspirasi masyarakat. Hal ini berdampak pada masyarakat yang hilang inisiatif, menutup suara, terbatasnya inovasi dan pengerjaan yang berkualitas karena tidak diberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan hal-hal tersebut.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 15:43:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211447609</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alexa /24 &amp; Tara /33 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211488648</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebijakan penyederhanaan partai politik menjadi 3 fraksi yaitu PPP, PDI, dan Golkar menimbulkan permasalahan, yaitu keributan di dalam fraksi. Seperti pada P3 banyaknya keributan antara para pimpinan, di PDI juga terjadi keributan antar kalangan PNI. Kebijakan ini menimbulkan menimbulkan ketidak kompakan antar anggota dalam partai, hal ini membuat orang-orang mengatakan bahwa kebijakannya menjadi salah satu upaya untuk melemahkan kekuasaan partai.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Pak Soeharto memerintah secara otoriter. Beliau menganggap bahwa pemegang kebenaran adalah dirinya. Ia mengidentifikasi dengan Pancasila seolah olah jika orang mengkritik Pak Soeharto, berarti orang tersebut mengkritik Pancasila.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 16:10:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211488648</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alexa /24 &amp; Tara /33 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211494144</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em><mark>Apa yang menjadi produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia? </mark></em></strong></p><p>Produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia merupakan <strong>minyak</strong>.&nbsp; Hal ini dibuktikan dari peningkatan PDB mencapai 7,7%, dimana peningkatan tidak pernah di bawah 5% sampai tahun 1981, disaat terjadinya perang Iran-Irak.</p><p><br/></p><p><strong><em><mark>Jelaskan korelasi antara TRILOGI PEMBANGUNAN-GBHN-REPELITA</mark></em></strong></p><p>Korelasi antara Trilogi Pembangunan, Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) adalah bahwa ketiga program ini saling membentuk siklus perencanaan pembangunan di masa Orde Baru. GBHN memberikan kerangka visi untuk pembangunan jangka panjang, Trilogi Pembangunan memberikan pilar pembangunan, dan REPELITA memberikan tahapan pembangunan dalam jangka pendek atau 5 tahun.&nbsp;</p><p><br/></p><p>→ Trilogi Pembangunan berisi soal pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan akan dirancangkan dalam GBHN yang memberikan kerangka visi pembangunan jangka panjang, dan akan diimplementasikan dalam REPELITA atau Rencana Pembangunan Lima Tahun (di masa ORBA ada 6 REPELITA). Hal ini untuk mendorong pembangunan yang terencana dan terstruktur.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong><em><mark>Sektor apa saja yang mengalami perkembangan secara pesat?</mark></em></strong></p><ul><li><p>Salah satu sektor kehidupan yang berhasil dibangun dan mengalami perkembangan pada orde baru adalah <strong>sektor pertanian. </strong>Pemerintah melakukan investasi besar besaran untuk irigasi dalam pupuk, jenis bibit baru, dan pestisida, hingga berhasil melakukan swasembada beras, gula, bahkan daging pada 1984. </p></li><li><p>Selain dari itu, pada <strong>sektor pendidikan</strong> juga mengalami perkembangan. Hal ini terlihat pada dibangunnya 100.000 sekolah di daerah pedalaman (7-12 tahun mengenyam pendidikan), hingga membuat angka buta huruf menurun drastis.</p></li></ul><p><br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 16:14:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211494144</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ajeng/2 - Lala/28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211939130</link>
         <description><![CDATA[<p>Ajeng/2 - Lala/28</p><p>3. Produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia adalah minyak bumi. Pada era ini, pendapatan minyak memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, Harga minyak dunia memiliki kenaikan tajam pada 1970 dan Indonesia memanfaatkan hal ini untuk mengekspor minyak besar-besaran. Pendapatan yang dihasilkan dipakai untuk mendanai proyek pembangunan infrastruktur nasional. Namun, akibat dari hal tersebut timbulnya permasalahan saat harga minyak dunia turun. Pemerintah orde baru terpaksa mencari alternatif untuk menjaga kestabilan ekonomi negara.&nbsp;</p><p><br></p><p>4. Korelasi antara TRILOGI PEMBANGUNAN-GBHN-REPELITA dimulai dari trilogi pembangunan yang merupakan kebijakan pokok yang ditetapkan untuk mewujudkan pembangunan nasional. Hal ini mencakup 3 hal yaitu pertumbuhan ekonomi, stabilitas nasional, dan pemerataan pembangunan. Untuk melakukan trilogi pembangunan, pemerintah membuat GBHN sebagai panduan utama dalam menyusun kebijakan pembangunan nasional agar sesuai dengan visi misi pemerintah orde baru. Kemudian GBHN diterjemahkan dalam REPELITA yang berfokus pada target yang harus dicapai dalam jangka waktu 5 tahun. Setiap repelita diarahkan harus memenuhi sasaran dengan prinsip trilogi pembangunan dimana pemerintah memastikan keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil pembangunan ke seluruh wilayah indonesia. Oleh karena itu, korelasi yang kuat antara ketiga hal tersebut agar menciptakan pembangunan yang lebih terencana dan berkelanjutan, tetapi nyata nya implementasi di lapangan tidak berjalan sesuai dan ideal.&nbsp;</p><p><br></p><p>5. Sektor yang mengalami perkembangan secara pesat adalah pertanian. Pemerintah melakukan investasi besar-besaran untuk meningkatkan produksi pertanian dengan pembangunan irigasi, penggunaan bibit unggul, dan subsidi pupuk serta pestisida. Dampak yang dihasilkan dari hal ini adalah adanya swasembada beras , dimana tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan tapi juga melindungi petani dengan HPP, sehingga mendapatkan harga yang layak. Melalui pihak seperti BULOG dan Kooperasi Unit Desa dengan menjual harga yang stabil.DI sektor lain juga yaitu pendidikan, pemerintah membangun lebih dari 100.000 sekolah dasar terutama di pedalaman. Sehingga meningkatkan usia anak yang mendapat pendidikan sebanyak 97% di usia 7 - 12 tahun dalam bersekolah dan angka buta huruf menurun drastis.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 23:49:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211939130</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estelle/12 &amp; Eugene/13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211940233</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu Enni Sri Hartati mengungkapkan bahwa pertumbuhan cukup <strong>tinggi</strong> disertai <strong>stabilitas</strong>. Dulu ada <strong>kenaikan harga</strong> dan lain-lain, tetapi <strong>terkendali</strong>. <strong>9 kebutuhan pokok</strong> dikendalikan betul oleh <strong>BULOG</strong>. <strong>Dampak</strong>nya adalah inflasi relatif <strong>lambat</strong>, tidak banyak <strong>gejolak</strong> harga meskipun hari raya/akhir tahun. Selain itu, <strong>pemerataan</strong> masih menjadi PR, terutama di Indonesia Timur. Namun, per-<em>region</em> antara kota dan desa relatif <strong>mendekat</strong>. Kemiskinan di pedesaan <strong>terkikis</strong> cukup besar (dalam 10 tahun bisa berkurang sekitar 20%).</p><p><br/></p><p>Dalam mencapai swasembada pangan, pemerintah sejak 1970-an <strong>berinvestasi</strong> besar-besaran untuk <strong>irigasi</strong>, <strong>jenis bibit baru</strong>, <strong>pupuk</strong>, dan <strong>pestisida</strong>. Hal ini terbukti sukses karena <strong>menggenjot</strong>nya produksi beras dan bahan pangan lain hingga Indonesia sempat <strong>swasembada beras</strong> pada 1984. Selain beras, Indonesia juga swasembada <strong>gula</strong>, <strong>jagung</strong>, dan <strong>daging</strong>. Hal ini dinikmati semua <em>stakeholder</em>, yaitu konsumen yang membeli bahan pokok dengan <strong>terjangkau</strong> dan produsen (petani) <strong>terlindungi</strong>. Dulu pemerintah menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (<strong>HPP</strong>) untuk <strong>melindungi petani</strong> dan efektif karena pemerintah memiliki instrumen tidak hanya BULOG. BULOG memiliki perpanjangan tangan bernama <strong>KUD</strong> yang tersebar di desa-desa seluruh Indonesia sehingga para petani bisa mengakses BULOG, harga yang ditetapkan pemerintah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 23:51:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211940233</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felia/4 &amp; Christy/10</title>
         <author>bernadettefelia</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211943559</link>
         <description><![CDATA[<p>Peter Kaseda menjelaskan bahwa pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto berhasil menciptakan fondasi ekonomi yang kuat bagi Indonesia. Melalui Trilogi Pembangunan yang mencakup pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan, pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menurunkan angka kemiskinan, khususnya di pedesaan. Sektor-sektor penting seperti pertanian dan pendidikan mengalami kemajuan signifikan, didukung program swasembada pangan dan pembangunan sekolah. Namun, capaian tersebut juga dibayangi ketergantungan pada pendapatan minyak dan masih adanya kesenjangan regional, terutama di wilayah timur Indonesia, yang menjadi tantangan bagi pemerataan pembangunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 23:54:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211943559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felia/4 &amp; Christy/10</title>
         <author>bernadettefelia</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211945058</link>
         <description><![CDATA[<p>Peter Kaseda menjelaskan bahwa pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto berhasil menciptakan fondasi ekonomi yang kuat bagi Indonesia. Melalui Trilogi Pembangunan yang mencakup pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan, pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menurunkan angka kemiskinan, khususnya di pedesaan. Sektor-sektor penting seperti pertanian dan pendidikan mengalami kemajuan signifikan, didukung program swasembada pangan dan pembangunan sekolah. Namun, capaian tersebut juga dibayangi ketergantungan pada pendapatan minyak dan masih adanya kesenjangan regional, terutama di wilayah timur Indonesia, yang menjadi tantangan bagi pemerataan pembangunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 23:56:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211945058</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estelle/12 &amp; Eugene/13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211952151</link>
         <description><![CDATA[<p>Hal yang dijabarkan oleh Bapak Hilman Farid adalah jika pada masa itu ada demokrasi yang efektif, berbagai masalah yang muncul dapat dihindari. Hal ini dikarenakan oleh <strong>demokrasi</strong> dengan <strong>kemakmuran</strong> berjalan <strong>seiring</strong>. Dari segi kualitas, banyak masalah muncul karena ketiadaan demokrasi di masa Orde Baru.&nbsp;Di Orde Baru, ada pembatasan partai dan prosesnya penuh kekerasan (orang ditangkap, dibunuh) sehingga orang menjadi lumpuh secara kultural/sosial, bahkan untuk berkumpul di antara tetangga dibatasi. Hal ini menyebabkan orang tidak berani mengambil inisiatif apa pun. Pembatasan kebebasan pers menyebabkan saluran komunikasi diawasi dengan ketat sehingga <strong>pembangunan manusia melambat</strong> karena asupan informasi tidak cukup dan kesempatan bertukar pikiran terbatas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 00:02:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211952151</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rachel/30 dan Karine/34 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211962076</link>
         <description><![CDATA[<p>    Disebut sebagai kejayaan SEMU karena meski tampak sukses, banyak masalah mendasar yang tersembunyi di balik keberhasilannya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebagian besar didorong oleh utang luar negeri dan eksploitasi sumber daya alam, membuat hal tersebut mudah runtuh. Ketika krisis moneter melanda pada 1997, ekonomi Indonesia runtuh, memperlihatkan rapuhnya fondasi yang dibangun.</p><p><br></p><p>    Stabilitas politik yang dihasilkan juga lebih banyak bergantung pada represi ketat terhadap lawan politik dan kontrol ketat atas kebebasan berpendapat. Selain itu, hasil pembangunan lebih banyak dinikmati oleh elite dan kroni Soeharto, sementara ketimpangan sosial tetap sangat jomplang. Jadi, di balik "kejayaan" tersebut, banyak masalah yang akhirnya meletus menjadi krisis besar di akhir masa Orde Baru sehingga dinamakan kejayaan semu.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 00:11:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211962076</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Allyn/01 &amp; Ina/20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211981735</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p><strong>Produk Unggulan untuk Pemasukan Indonesia</strong></p><p>Tingkat pemasukan Indonesia pada tahun 1971-1981 tergolong sangat baik dengan angka PDB (Produk Domestik Bruto) berada di 7,7% dan tidak pernah di bawah 5%. Pemasukan Indonesia disumbang sebagian dari penjualan produk unggulan yaitu minyak bumi. Pada saat itu, sempat terjadi era booming minyak yang menyebabkan harga minyak di pasar internasional melambung tinggi.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Korelasi antara Trilogi Pembangunan, GBHN, dan REPELITA</strong></p><p>Trilogi Pembangunan merupakan sebutan dari strategi pembangunan yang digunakan pada zaman Orde Baru yang meliputi tiga tahap yaitu: pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan. Pertama, pembangunan ditumbuhkan di pulau Jawa terlebih dahulu sehingga Presiden Soeharto menggunakan para teknokrat atau Mafia Berkeley untuk menarik investor asing, khususnya dari Amerika Serikat. Setelah itu, pembangunan mulai distabilisasi barulah dikembangkan di pulau-pulau lain di luar Jawa. Trilogi Pembangunan itu dipertahankan dalam GBHN (Garis Besar Haluan Negara) yang merupakan pedoman pemerintahan Soeharto dan turunannya atau pelaksanaannya tertuang dalam REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun).&nbsp;</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Sektor yang Berkembang Pesat</strong></p><p>Selama awal masa Orde Baru, beberapa sektor mengalami perkembangan pesat yaitu sektor pertanian, pendidikan, kependudukan, juga bidang kesehatan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 00:24:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211981735</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Allyn/01 &amp; Ina/20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211990644</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Apa Arti Orde Baru = Kejayaan Semu?</strong></p><p>Orde Baru sempat memajukan masyarakat Indonesia dengan gebrakan-gebrakannya dalam bidang ekonomi, pangan, dan kesehatan. Orde Baru runtuh karena pada akhirnya pencapaian-pencapaian yang baik di awal tidak dipertahankan dengan baik. Menjelang akhir masa Orde Baru, pemerintahan dipenuhi praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) sehingga mencegah adanya pelatihan politisi-politisi yang cakap dan melalui kaderisasi yang semestinya. Terjadi juga penyelewengan hak demokrasi rakyat sehingga masyarakat yang dipimpin kaum mahasiswa turun ke jalan untuk protes yang nantinya dikenal dengan Gerakan Reformasi ‘98. Setelah aksi protes yang berlangsung sekian lama, Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya menjadi presiden Indonesia selama 32 tahun.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 00:30:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3211990644</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michelle/7 dan Nevina/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212018354</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p><strong>Apa yang menjadi produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia?</strong></p><p>Produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia berada pada sektor minyak. Hingga awal tahun 1980an, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sangat baik. Dari tahun 1971-1880, pertumbuhan angka domestik bruto atau PDB berkisar 7,7% dan tidak pernah dibawah 5%. Kondisi ini dipengaruhi oleh harga minyak yang terus melambung tinggi, seiring dengan Perang Iran-Iraq.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Jelaskan korelasi antara TRILOGI PEMBANGUNAN - GBHN - REPELITA!</strong></p><p><strong><mark>Trilogi pembangunan</mark></strong> adalah pertumbuhan stabilitas dan pemerataan yang dijaga oleh Garis-Garis Besar Haluan Negara (<strong><mark>GBHN</mark></strong>) dan kemudian diturunkan ke dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (<strong><mark>REPELITA</mark></strong>) sehingga konsistensi terpelihara dengan baik. Berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah orde baru berhasil meningkatkan standar hidup rakyat.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Sektor apa saja yang mengalami perkembangan secara pesat?</strong></p><p>Sektor yang mengalami perkembangan pesat:</p><ul><li><p><strong><mark>Pertanian</mark></strong></p><p>Pemerintah melakukan investasi besar-besaran untuk irigasi, jenis bibit baru, pupuk, dan pestisida. Investasi tersebut terbukti sukses karena berhasil menggenjot bahan pangan lainnya hingga tahun 1984, Indonesia sempat swasembada beras.</p></li><li><p><strong><mark>Pendidikan</mark></strong></p><p>Pada masa orde baru, terdapat lebih dari 100.000 sekolah, terutama SDN Inpres yang dibangun hingga daerah pedalaman. Hasilnya, pada tahun 1984, tercatat 97% dari usia anak 7-12 tahun mengenyam bangku sekolah. Keberhasilan ini membuat angka buta huruf menurun drastis.</p></li><li><p><strong><mark>Pendudukan</mark></strong></p><p>Adanya program Keluarga Berencana (KB) yang mendorong penurunan angka kelahiran setiap tahunnya. Hasilnya, tingkat pertumbuhan penduduk tahunan turun dari 32% (tahun 1960) menjadi 1,97% pada tahun 1980an. Kesuksesan dari program KB membuat Presiden Soeharto dianugerahi penghargaan kependudukan oleh PBB dan Indonesia dijuluki sebagai macan Asia.</p></li><li><p><strong><mark>Kesehatan</mark></strong></p></li></ul><p><br></p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 00:46:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212018354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jeannette/19 &amp; Keisha/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212022302</link>
         <description><![CDATA[<p>Kejayaan semu disebut demikian karena meskipun terlihat adanya pencapaian dan kemajuan yang signifikan, pencapaian tersebut tidak bertahan lama atau berlanjut. Banyak program dan kebijakan yang berhasil pada masa itu seperti program swasembada beras tidak mampu bertahan setelah pemerintahan berakhir karena ketidakberlanjutan dan kelemahan struktural dalam pemerintahan dan masyarakat, yang kerap menghasilkan ketidakadilan sosial serta kesenjangan ekonomi. Selain itu, keberhasilan sering kali diikuti oleh krisis atau reformasi yang tidak konsisten, yang menunjukkan bahwa pencapaian tersebut lebih bersifat sementara. Bahkan, banyak pencapaian dicapai dengan mengorbankan hak asasi manusia dan kebebasan sipil, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai legitimasi dan moralitas dari "kejayaan" tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 00:48:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212022302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michelle/7 dan Nevina/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212065631</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>Ibu Enni Sri Hartati</mark> </strong>mengatakan bahwa pertumbuhan cukup tinggi dan disertai oleh stabilitas sehingga kenaikan harga dapat dikendalikan. Bu Eni menambahkan bahwa dahulu, terdapat 9 kebutuhan pokok yang dikendalikan oleh BULOG. Hasilnya, inflasi pada zaman Orde Baru tidak terlalu tinggi dan berjalan lambat sehingga tidak banyak terjadi gejolak harga, termasuk pada hari raya. Kemiskinan di daerah pedesaan terkikis cukup besar, dalam 10 tahun telah berkurang sebesar 20%. Program-program swasembada pangan pada zaman Orde Baru tidak hanya beras, melainkan ada jagung, gula, dan daging. Swasembada pangan dinikmati oleh  seluruh <em>stakeholder</em>, yaitu produsen, dan konsumen. Konsumen dapat membeli bahan pokok dengan harga yang terjangkau dan produsen atau para petani terlindungi. Instrumen yang dimiliki pemerintah tidak hanya BULOG, tetapi memiliki perpanjangan tangan yaitu Koperasi Unit Desa (KUP) yang tersebar di seluruh desa di Indonesia. Hal ini membuat para petani dapat mengakses BULOG, harga pangan yang telah ditetapkan pemerintah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 01:12:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212065631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rachel/31 &amp; Karine/34</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212113746</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Apa yang menjadi produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia</strong></p><p>      Produk unggulan sebagai salah satu sumber pemasukan besar Indonesia adalah <strong><mark>minyak</mark></strong>. Pada 1971 hingga 1980 awal, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat baik. Dari tahun 1971 sampai 1981, laju <mark>pertumbuhan PDB sekitar 7,7%</mark> dan tidak pernah di bawah 5%. Kondisi ini sangat mempengaruhi pendapatan Indonesia dari sektor minyak yang tetap tinggi hingga tahun 1981 saat perang Irak-Iran.</p></li><li><p><strong>Jelaskan korelasi antara TRILOGI PEMBANGUNAN-GBHN-REPELITA!</strong></p><p>      Trilogi Pembangunan adalah konsep dasar pembangunan pada masa Orde Baru yang terdiri dari tiga sasaran utama, yaitu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dan stabilitas nasional yang sehat serta dinamis. GBHN atau Garis-Garis Besar Haluan Negara menjadi arah kebijakan pembangunan agar sesuai dengan visi misi Orde Baru yang mencakup unsur-unsur dari Trilogi Pembangunan. GBHN inilah yang kemudian diwujudnyatakan dalam REPELITA atau Rencana Pembangunan Lima Tahun. <mark>REPELITA dibuat berdasarkan GBHN</mark> yang bertujuan <mark>untuk mencapai tiga sasaran utama dari Trilogi Pembangunan</mark>.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Sektor apa saja yang mengalami perkembangan secara pesat? Berikan contoh!</strong></p><ul><li><p><strong>Pertanian</strong>. Pemerintah Orde Baru menaruh perhatian besar pada sektor pertanian, terutama pada <mark>produksi pangan</mark> seperti beras. Melalui <mark>investasi di infrastruktur irigasi, bibit unggul, pupuk, dan pestisida</mark>, produktivitas pertanian meningkat pesat. Indonesia bahkan mencapai <mark>swasembada beras</mark> pada tahun 1984. Pemerintah juga menetapkan <mark>Harga Pembelian Pemerintah</mark> (HPP) yang dikelola oleh Bulog dan Koperasi Unit Desa (KUD) untuk melindungi petani dan memastikan stabilitas harga bahan pangan.</p></li><li><p><strong>Pendidikan</strong>. Orde Baru meluncurkan program besar-besaran dalam bidang pendidikan dasar. Lebih dari <mark>100.000 sekolah</mark>, terutama sekolah dasar, dibangun hingga ke daerah-daerah pedalaman. Hal ini berhasil membuat sekitar <mark>97% anak usia 7–12 tahun sudah bersekolah</mark> pada tahun 1984. Program ini <mark>menurunkan angka buta huruf </mark>secara signifikan dan <mark>memperluas akses pendidikan</mark> di seluruh Indonesia.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Kependudukan</strong>. Sektor kependudukan menjadi salah satu fokus penting pemerintah pada masa Orde Baru, terutama melalui program <mark>Keluarga Berencana (KB)</mark>. Program KB pada masa ini diimplementasikan dengan sangat serius untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dan mencegah pertumbuhan populasi yang berpotensi membebani ekonomi dan sumber daya negara.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Ekonomi dan industri.</strong> Dengan dukungan Mafia Berkeley, Presiden Soeharto membuka perekonomian yang secara tidak langsung mengarah pada perdagangan bebas, tetapi <mark>membuka peluang investasi asing</mark>. Hal ini berhasil menciptakan <mark>pertumbuhan ekonomi yang stabil</mark>, dengan rata-rata 7–8% per tahun, menjadikan Indonesia sebagai salah satu “<mark>Macan Asia</mark>” pada 1980-1990-an awal. Pemerintah Orde Baru juga memperkenalkan tiga serangkai pembangunan, yaitu pertumbuhan, stabilitas, dan keseimbangan yang dilaksanakan melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) dalam&nbsp; jangka panjang.<br></p></li></ul></li></ol><p><br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 01:36:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212113746</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keterangan Bapak Hilman Farid (Flaudie/15 - Margie/25)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212126075</link>
         <description><![CDATA[<p>Bapak Hilman Farid mengatakan bahwa, bila terdapat nilai demokrasi di masa orde baru yang efektif, banyak masalah yang muncul sebenarnya dapat dihindari. Nilai demokrasi dan kemakmuran harus berjalan seiring. Banyak pihak yang mengatakan bahwa semua hal harus dijalankan dengan keras untuk mencapainya tetapi di masa orde baru yang didapati hanyalah pencapaian sifat yang relatif secara kuantitas tapi dari segi kualitas banyak masalah. Berarti, pencapaian-pencapaian pada masa orde baru lebih mengejar target kuantitatif tanpa memperhatikan dampak kualitas terhadap kehidupan masyarakat dan kinerja pemerintah. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak terdapat nilai demokrasi yang di dapati di masa orde baru yang lalu.&nbsp;</p><p><br></p><p>Proses awal beridirnya orde baru, salah satu penandanya dengan adanya proses perubahan sistem tiga partai menjadi bertambah jumlahnya. Pada masa itu, sangat penuh dengan kekerasan rakyat ditangkap dan dibunuh. Dari hal tersebut menimbulkan efek lumpuh secara kultural dan sosial di lingkup masyarakat. Contohnya saat berkumpul bersama tetangga dibatasi sehingga tidak berani untuk mengambil inisiatif apapun.&nbsp;&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 01:44:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212126075</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keterangan Bapak Peter Caseda (Flaudie/15 - Margie/25)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212127314</link>
         <description><![CDATA[<p>Bapak Peter Caseda mengatakan bahwa di masa orde baru saat Pak Soeharto di gencar dengan tujuan merampingkan partai tapi justru disitu menjadi sarana perselisihan paksi di dalam. Berarti, pada masa orde baru pemerintah berusaha untuk mengurangi jumlah partai politik yang sudah ada dengan tujuan menyederhanakan sistem politik dan memperkuat kekuasaan pemerintah, tetapi upaya tersebut memicu persilisihan antara partai-partai politik yang sudah ada. Contohnya di dalam partai P3 antara RU dan PARMUSI terdapat perselisihan terus menerus seperti kalangan PNI di dalam PDI. Dari hal tersebut, menunjukan ketidakkompakan dan melemahkan kekuatan partai-partai di Indonesia.&nbsp;</p><p><br></p><p>Pak Peter juga berkata bahwa di masa orde baru Pak Soeharto memerintah dengan sikap otoriter dengan maksud beliau menganggap bahwa pemegang kebenaran adalah Pak Soeharto sendiri. Pak Soeharto sempat mengatakan bahwa beliau mengidentikkan dirinya dengan Pancasila seolah-seolah bila rakyat memberikan kritik terhadap Pak Soeharto, rakyat tersebut secara langsung sekaligus memberikan kritik juga terhadap Pancasila yang berarti menghancurkan ideologi negara.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 01:45:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212127314</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nomoe 3-5 (Flaudie/15 - Margie/25)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212129692</link>
         <description><![CDATA[<p>3. Apa yang menjadi <strong>produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia</strong></p><p>Produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia adalah minyak bumi. Dibandingkan dengan negara negara miskin lain yang memiliki banyak minyak, seperti Nigeria dan Venezuela, Indonesia masih relatif lebih baik. Dari tahun 1971 sampai 1981,<strong> </strong>angka pertumbuhan PDB sekitar 7,7% dan tidak pernah di bawah 5%. Kondisi ini sangat mempengaruhi pendapatan negara dari sektor minyak, yang tetap tinggi sampai tahun 1981 saat perang Irak-Iran.</p><p><br></p><p>4. Jelaskan korelasi antara <strong>TRILOGI PEMBANGUNAN-GBHN-REPELITA</strong></p><p>Setelah era booming minyak berakhir, pemerintah melakukan deregulasi sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan memungkinkan pembangunan terus berlanjut. Rumus yang dilakukan adalah Trilogi Pembangunan, yaitu pertumbuhan, stabilitas, dan dan keseimbangan. Lalu, trilogi pembangunan tersebut dipertahankan dengan GBHN, dan diringkas menjadi pembangunan lima tahun (REPELITA).&nbsp;&nbsp;</p><p><br></p><p>5. <strong>Sektor apa saja yang mengalami perkembangan secara pesat </strong>(berikan contoh)</p><ul><li><p><strong>Sektor ekonomi </strong>= perekonomian mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dan diimbangi dengan stabilitas. Contohnya, dulu terdapat kenaikan harga, tetapi sudah mulai terkontrol. Pemerintah juga mengontrol harga sembilan bahan pokok dan berdampak pada inflasi yang relatif lambat sehingga tidak berpengaruh pada masyarakat, bahkan saat hari raya dan akhir tahun. Saat itu juga terdapat kesenjangan ekonomi yang cukup besar di antara kota dan pedesaan. Namun, dilihat dalam 10 tahun, kemiskinan di daerah pedesaan berkurang sekitar 20%.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Sektor pertanian </strong>= Sejak tahun 1970-an, pemerintah sudah menginvestasikan banyak uang untuk irigasi, benih baru, pupuk, dan pestisida. Investasi tersebut terbukti berhasil karena mampu meningkatkan produksi beras dan bahan pangan lainnya. Sampai tahun 1984, Indonesia sudah bisa panen padi, gula, jagung, dan bahkan daging. Selain konsumen dapat mengakses dan membeli bahan baku terjangkau, produsen dan petani juga dilindungi. Harga pembelian HPP ditetapkan pemerintah untuk melindungi petani. Selain Bulog (perusahaan umum bergerak di bidang pangan), ada KUD yang menjadi perpanjangan tangan Bulog agar petani dapat mengakses harga yang ditetapkan pemerintah.</p></li><li><p><strong>Sektor pendidikan</strong> = Saat itu, lebih dari 100.000 sekolah, terutama sekolah dasar, dibangun hingga ke daerah pedalaman sehingga pada tahun 1984, 97% anak-anak usia 7 hingga 12 tahun sudah bisa duduk di bangku sekolah. Prestasi ini membuat jumlah buta huruf turun drastis.</p></li><li><p><strong>Sektor kependudukan </strong>= Karena saat itu pertumbuhan penduduk sangat tinggi, sedangkan tidak diseimbangkan dengan persediaan pangan, pemerintah membuat program KB (keluarga berencana). Program KB tersebut berhasil menurunkan laju pertumbuhan populasi dari 2,32% di tahun 1960-an menjadi 1,97% di tahun 1980-an.&nbsp;</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 01:46:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212129692</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Allyn/01, Ina/20 (Revisi)</title>
         <author>agathaallyn</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212306611</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Bapak Rizal Magelang, sumbangan Soeharto yang terbesar adalah munculnya ekonomi modern yang dianggap sukses karena menjadi inspirasi bagi negara berkembang. Ekonomi lama yang dikelola tanpa pertimbangan ekonomi itu tidak sehat sehingga Presiden Soeharto mengubah ekonomi dengan melakukan investasi terbuka. Pengaturan ekonomi domestik dilakukan dengan melibatkan ahli-ahli ekonomi agar penataan ekonomi dapat dilakukan secara operasional. </p><p>Ekonomi Indonesia mengalami kenaikan berkisar 7,7% yang dipengaruhi oleh pendapatan sektor minyak yang tetap stabil pada masa krisis minyak akibat perang Irak-Iran. Dibanding dengan negara miskin yang memiliki banyak minyak, Indonesia masih lebih unggul. Hal ini dikarenakan selama pengelolaan sektor  minyak,  Presiden Soeharto melibatkan para teknokrat (Ahli). Setelah era booming minyak, pemerintah berhasil melakukan deregulasi sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:17:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212306611</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Allyn/1 &amp; Ina/20</title>
         <author>agathaallyn</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212311894</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Ibu Enny Sri Hartanti, keberhasilan Soeharto dapat dilihat dari adanya keberhasilan dalam sektor pertanian berkat swasembada pangan yang dilaksanakan. Pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat. Pada tahun 1970an pemerintah sudah banyak berinvestasi dalam sistem irigasi, benih, pupuk, dan pestisida untuk membantu kaum petani. Terbukti dari tahun 1984, Indonesia dapat memanen hasil padinya sendiri. Tidak hanya menghasilkan beras, Indonesia juga memiliki kelebihan untuk menghasilkan gula, , jagung, dan daging yang bisa dinikmati siapapun. Para produsen atau para petani juga dilindungi oleh pemerintah mengenai hal penentuan harga HPP&nbsp; sehingga&nbsp; konsumen pun bisa membeli bahan baku makanan dengan harga yang cukup terjangkau dan para petani juga tidak mengalami kerugian.&nbsp;</p><p><br/></p><p>“Pertumbuhan cukup tinggi tetapi disertai stabilitas”&nbsp;</p><p>Terdapat pemerataan pembangunan selama masa orde baru yang ditandai dengan kurangnya angka persen kemiskinan di sebuah pedesaan berkurang kurang lebih 20%.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:20:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212311894</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jeannette/19 &amp; Keisha/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212312373</link>
         <description><![CDATA[<p>Bapak Peter Caseda mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak konflik di masing-masing partai (PDI, PPP, GOLKAR) yang melemahkan kekuatan dalam tiap partai. Pada masa itu juga, pemerintah menganggap kritik terhadapnya sebagai kritik terhadap Pancasila. Meskipun kemajuan terlihat dalam data statistik, masa ini juga diwarnai oleh banyak praktik penyimpangan demokrasi dan ketidakstabilan politik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:20:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212312373</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Allyn/1 &amp; Ina/20</title>
         <author>agathaallyn</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212313466</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Bapak Hilman Farid, seandainya ada demokrasi pada masa orde baru dapat menjadi nilai plus. Banyaknya masalah dan persoalan yang muncul disebabkan karena tidak adanya demokrasi. Poin pentingnya, demokrasi dan kemakmuran bisa berjalan beriringan. Pencapaian-pencapaian di masa orde baru hanya mengalami keberhasilan dalam segi kuantitas, tetapi segi kualitasnya masih belum terlalu diperhatikan.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:21:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212313466</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Allyn/1 &amp; Ina/20</title>
         <author>agathaallyn</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212314494</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Bapak Peter Kaseda, pada masa orde baru terdapat tiga fraksi besar yaitu Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Partai Persatuan Pembangunan(P3), dan Partai Golongan Karya (Golkar). Sayangnya, di antara ketiga fraksi sering terdapat konflik antara para pemimpin sehingga adanya ketidak kompak antara satu fraksi dengan fraksi lainnya yang akhirnya menjadi kelemahan kekuasaan.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:21:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212314494</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estelle/12 &amp; Eugene/13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212319303</link>
         <description><![CDATA[<p>Hal yang dijabarkan oleh Peter Kaseda adalah perampingan partai mendorong perselisihan di antara faksi di dalam (di PPP, NU selalu berselisih dengan Parmusi, sedangkan PNI selalu berselisih di PDI) sehingga timbul ketidakkompakan di dalam partai. Selain itu, Soeharto memerintah dengan otoriter dan menganggap dirinya sebagai pemegang kebenaran. Beliau mengidentifikasi dengan Pancasila, maka apabila ada orang yang mengkritik Soeharto berarti ia mengkritik&nbsp;Pancasila. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:24:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212319303</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estelle/12 &amp; Eugene/13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212323285</link>
         <description><![CDATA[<p>Orde Baru disebut sebagai kejayaan semu sebab pembangunan ekonomi <strong>kurang</strong> <strong>diikuti</strong> upaya pembangunan politik dan hukum yang <strong>sehat</strong>. Soeharto kerap menjadikan politik dan hukum sebagai alat untuk <strong>mengamankan</strong> kepentingan kekuasaan mereka sendiri. Pengawasan yang lemah dan dominasi pemerintah menyebabkan penyelewengan kekuasaan tidak terkontrol seperti <strong>KKN</strong> di kalangan pejabat pemerintahan dan pegawai rendahan. Selain itu, pembatasan kebebasan pers pada masa itu menyebabkan pembangunan manusia melambat. Pemerintah Orde Baru juga dituduh melakukan pelanggaran HAM kepada kelompok/individu yang secara sepihak dianggap <strong>anti</strong>-<strong>Pancasila</strong>/<strong>pembangunan</strong>.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:27:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212323285</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Feodora/14 &amp; Dinda/16</title>
         <author>gabrieldinda</author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212333770</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Bapak Hilman Farid, demokrasi yang efektif dapat menghindari banyak permasalahan pengembangan ekonomi di masa orde baru. Namun, kala itu kurang diimbangi dengan upaya pengembangan politik dan hukum yang sehat sehingga sering disalahgunakan untuk kekuasaan sendiri, terutama oleh Presiden Soeharto. Tanpa demokrasi, maka kemakmuran tidak dapat tercapai dan peristiwa inilah yang menyebabkan banyak masalah dan persoalan dalam segi kualitas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:34:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212333770</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brynne/6 &amp; Mandy/17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212335883</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Apa yang menjadi produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia?<br>Pada masa Orde Baru, produk unggulan bagi Indonesia adalah minyak dan gas bumi, produk sangat unggul pada tahun 1970 hingga 1980 dimana harga minyak dunia menggejolak. Sektor agraris Indonesia seperti pertanian juga unggul dimana pemerintah melakukan investasi besar dalam infrastruktur irigasi, benih unggul, pupuk, dan pestisida. Industri manufaktur dan perkebunan, termasuk karet dan kelapa sawit, juga berkembang pada masa orde baru, dimana banyak terjadinya investasi dari dalam negeri maupun luar.&nbsp;</p></li></ol><p><br></p><ol start="2"><li><p>Jelaskan korelasi antara TRILOGI PEMBANGUNAN-GBHN-REPELITA<br>Trilogi Pembangunan, GBHN dan Repelita adalah kebijakan pada masa orde baru Orde Baru yang saling berkaitan dan mendorongnya pembangunan dalam negeri. Trilogi Pembangunan bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,&nbsp; mencapai kestabilan nasional, dan meratakan kesejahteraan yang dilakukan dengan menerapkan GBHN sebagai yang mencakup prioritas kebijakan. Kemudian dibentuknya Repelita, yaitu rencana pembangunan lima tahun yang berfokus pada infrastruktur, produksi pangan, dan industri. Repelita dibuat untuk mendukung tujuan utama Trilogi Pembangunan, yaitu menciptakan kestabilan nasional dan kesejahteraan yang merata. Tetapi, pemerintahan yang otoriter dalam kebijakan ini menimbulkan masalah, seperti aksi korupsi dan ketimpangan pembangunan,<br><br></p></li><li><p>Sektor apa saja yang mengalami perkembangan secara pesat? (berikan contoh)</p></li></ol><p>Sektor infrastruktur berkembang secara pesat dimana adanya pembangunan infrastruktur secara besar-besaran dimana dibangunnya jalan raya, irigasi, dan transportasi. Investasi besar dalam irigasi kemudian membantu sektor pertanian peningkatan produksi pertanian, khususnya beras dan terjadinya swasembada beras.&nbsp;<br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:35:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212335883</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brynne/6 &amp; Mandy/17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212336895</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut peneliti Enny Sri Hartati, Indonesia mencapai Swasembada Pangan melalui peningkatan produksi di sektor pertanian, terutama beras dengan membangun infrastruktur irigasi, membagikan benih unggul, pupuk, dan pestisida. Harga beras kemudian diatur melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah dimana pemerintah yang menetapkan harga pokok agar keuntungan petani tetap stabil. Badan Urusan Logistik bertugas untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan, sedangkan Koperasi Unit Desa membantu petani mendapatkan akses ke Bulog dan mempermudah petani dalam memasarkan hasil pertanian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:36:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212336895</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brynne/6 &amp; Mandy/17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212337673</link>
         <description><![CDATA[<p>Bapak Hilman Farid menjelaskan keberhasilan pembangunan yang dicapai pemerintah Orde Baru, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan pertanian. Ia menguraikan bagaimana pemerintahan Soeharto berhasil meningkatkan produktivitas pangan, membuka akses pendidikan hingga pelosok, dan menjaga stabilitas harga sembako untuk kebutuhan masyarakat. Meski demikian, Hilman juga menyoroti kelemahan yang mendasar, yaitu kurangnya pengembangan politik yang sehat dan akuntabel. Stabilitas politik di masa itu diupayakan melalui pendekatan represif, yang akhirnya justru membuat pemerintahan tidak responsif terhadap perubahan atau kritik dari masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:37:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212337673</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brynne/6 &amp; Mandy/17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212338711</link>
         <description><![CDATA[<p>Peter Kasenda membahas cara Orde Baru mengkonsolidasikan kekuasaannya melalui pengendalian ketat terhadap partai politik dan lembaga-lembaga pendidikan. Salah satunya adalah kebijakan penyederhanaan partai politik pada tahun 1973 yang hanya menyisakan tiga partai besar: Golkar, PPP, dan PDI, di mana Golkar selalu dominan di setiap pemilu. Peter juga mencatat bagaimana pemerintah mengendalikan kegiatan kampus melalui kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus dan Badan Koordinasi Kampus (NKK-BKK), membatasi kegiatan mahasiswa yang dianggap berbahaya bagi pemerintah. Dengan tindakan ini, Orde Baru berhasil menekan kritik dan mempertahankan kekuasaannya, namun di sisi lain mengorbankan kebebasan politik dan hak-hak masyarakat sipil.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212338711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felia/4 &amp; Christy/10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212343991</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada masa Orde Baru, minyak menjadi produk unggulan yang berkontribusi besar pada pemasukan negara hingga tahun 1981, yang kemudian dialokasikan untuk pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Trilogi Pembangunan, yang mencakup pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan, dijadikan dasar dalam GBHN dan dijalankan melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) untuk mencapai kesejahteraan nasional. Sektor-sektor seperti pertanian, pendidikan, dan kependudukan mengalami kemajuan pesat, dengan pencapaian swasembada pangan pada 1984, pembangunan lebih dari 100.000 sekolah, serta suksesnya program Keluarga Berencana (KB) yang menekan angka kelahiran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:41:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212343991</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helena/18 &amp; Rafa/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212344520</link>
         <description><![CDATA[<p><mark>Apa yang menjadi produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia</mark></p><p>Produk unggulan yang menjadi pemasukan bagi negara Indonesia adalah minyak (1971-1981) yang mendorong terjadinya pertumbuhan PDB Indonesia yang mencapai kisaran 7.7% dan tidak pernah dibawah 5%. Serta sektor pertanian berupa beras, jagung, gula, bahkan daging (1984) yang membuat Indonesia berhasil mengalami swasemabda pangan.</p><p><br/></p><p><mark>Jelaskan korelasi antara TRILOGI PEMBANGUNAN-GBHN-REPELITA</mark></p><p>Rumusan Trilogi Pembangunan meliputi pertumbuhan, stabilitas, dan pemerataan sebagai landasan dasar, GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) sebagai dokumen yang menjadi acuan dalam mempertimbangkan keputusan terkait langkah yang akan diambil dalam REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun), sebagai perwujudan </p><p><br/></p><p><mark>Sektor apa saja yang mengalami perkembangan secara pesat (berikan contoh)</mark></p><p>Sektor yang mengalami perkembangan pesat adalah perekonomian dimana pada masa Soeharto sistem perekonomian yang sebelumnya nasionalisme diubah menjadi modern dengan melakukan investasi dengan para investor dari Berkeley. Selain ekonomi, sektor pertanian Indonesia pun juga mengalami perkembangan dimana Indonesia sempat mengalami swasembada pangan di tahun 1984.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:41:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212344520</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michelle/7 dan Nevina/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212362663</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut <strong><mark>Bapak Hilman Farid</mark></strong>, perhatian yang besar terhadap berbagai aspek pembangunan ekonomi selama masa orde baru kurang diikuti dengan upaya pembangunan politik dan hukum yang sehat. Pemerintah Soeharto kerap menjadikan politik dan hukum sebagai instrumen untuk mengamankan kepentingan-kepentingan kekuasaan mereka sendiri. Apabila pada masa tersebut terdapat demokrasi yang efektif, berbagai masalah yang muncul bisa dapat dihindari. Hal tersebut karena demokrasi dengan kemakmuran berjalan seiring. Pada masa orde baru, kita mendapat capaian-capaian yang sifatnya sangat relatif secara kuantitas. Akan tetapi, secara kualitas banyak muncul masalah yang salah satunya karena ketidakadaan demokrasi.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 03:54:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212362663</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michelle/7 dan Nevina/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212406200</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut <strong><mark>Bapak Peter Caseda</mark></strong>, pemerintahan Orde Baru telah melakukan langkah kosolidasi kekuasaan lewat kebijakan penyederhanaan partai politik. Lewat kebijakan tersebut, semua partai politik <strong>dipaksa berdifusi </strong>dalam 3 kekuatan politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (<strong>P3</strong>), Partai Demokrasi Perjuanga (<strong>PDI</strong>), dan Golongan Karya (<strong>Golkar</strong>). Perampingan partai tersebut mendorong perselisihan antarfaksi terutama kalangan P3 antara RU, Parmusi selalu berselisih dengan pimpinannya dan  PDI berselisih dengan PNI. Perselisihan ini menimbulkan ketidakkompakan dalam partai dan menjadi salah satu alasan yang melemahkan kekuasaan dan kekuatan. Lewat kebijakan difusi, Golkar yang merupakan kekuatan milik kekuasaan Orde Baru sukses menang dalam pemilu. Pemerintah tidak hanya mendominasi dalam parlemen, tetapi juga semakin percaya diri dan kurang memedulikan kritik dari masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 04:31:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3212406200</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chelsea/9 Elaine/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3219282407</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Apa yang menjadi produk unggulan untuk pemasukan bagi negara Indonesia?</strong></p><p>→  Hal yang menjadi produk unggulan yang memberi pemasukan bagi Indonesia pada masa Orde Baru adalah minyak bumi. Di tengah krisis minyak global akibat perang Iran-Irak minyak ini meningkatan pendapatan negara hingga menciptakan ekonomi yang stabil dibuktikan dengan PDB negara selalu diatas angka 5% sampai 1981.</p><p><br/></p><p><strong>Jelaskan korelasi antara TRILOGI PEMBANGUNAN-GBHN-REPELITA!</strong></p><p>→&nbsp;Trilogi pembangunan adalah program kerja dengan tujuan stabilitas, pembangunan dan pemerataan pada masa pemerintahan Orde Baru. Trilogi ini menjadi dasar pembuatan dokumen GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) yang menjadi tujuan negara. Kemudian REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) adalah bentuk realisasi dari GBHN berupa program pembangunan yang dirancang per 5 tahun, dan berhasil dilakukan selama kurang lebih 30 tahun.</p><p><br/></p><p><strong>Sektor apa saja yang mengalami perkembangan secara pesat ?</strong></p><p>Indonesia mengalami perkembangan pesat pada masa Orde Baru pada sektor ekonomi, pendidikan dan pertanian.</p><p>→ Dalam sektor ekonomi Indonesia berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi dan hiperinflasi dari era sebelumnya dengan bantuan para teknokrat terpilih oleh Soeharto.</p><p>→ Sektor pangan di Indonesia juga berkembang pesat lewat adanya investasi skala besar yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan bibit unggul, pupuk, pestisida dan teknologi irigasi. Hal ini pun akhirnya terbukti sukses dengan swasembada pangan yang dirasakan Indonesia pada tahun 1984.</p><p>→ Pada masa Orde Baru lebih dari 100.000 sekolah terutama sekolah dasar dibangun hingga daerah-daerah pedalaman di Indonesia. Aksi ini terbukti menghasilkan hal positif dengan data 97% anak usia 7-12 tahun dapat mengenyam pendidikan.&nbsp;</p><p><br></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-15 16:55:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3219282407</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chelsea/9 &amp; Elaine/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3220644339</link>
         <description><![CDATA[<p>Keterangan Ibu Enni Sri Hartati</p><p><br/></p><p>Pertumbuhan ekonomi pada masa Orde Baru disertai dengan stabilitas sehingga kenaikan harga, dan hal lain yang terjadi dapat terkendali. Untuk menjaga stabilitas ekonomi pemerintah mempunyai instrumen yakni BULOG (Badan Urusan Logistik) yang mengendalikan harga-harga SEMBAKO (Sembilan Bahan Pokok) sehingga tidak banyak terjadi gejolak harga yang dihadapi masyarakat. Pemerintah pada saat itu juga melakukan pemerataan terutama daerah-daerah timur, hal ini membuat kemiskinan pada daerah pedesaan pada masa Orde Baru semakin mengecil. Program-program swasembada pangan yang berhasil hasilnya dapat dinikmati bagi setiap orang pada masa itu, baik konsumen maupun produsennya. Pemerintah menerapkan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) dengan harga yang melindungi petani juga. Hal ini dinilai efektif karena BULOG tidak menjadi satu-satunya instrumen tetapi juga memiliki instrumen panjangan yakni KUD (Koperasi Unit Desa) yang membuat petani dapat memiliki akses kepada BULOG.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 15:14:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3220644339</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chelsea/9 &amp; Elaine/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3220696417</link>
         <description><![CDATA[<p>Keterangan Bapak Hilman Farid</p><p><br/></p><p>Menurut Bapak Hilman Farid masalah-masalah yang timbul pada masa Orde Baru dikarenakan tidak adanya demokrasi. Dengan adanya demokrasi yang efektif banyak masalah yang sebenarnya dapat dihindari pada masa ini. Karena seharusnya demokrasi berjalan beriringan dengan kemakmuran. Namun ketidakadaannya demokrasi ini dapat terjadi karena miskonsepsi bahwa untuk dapat membangun dengan lancar harus dilakukan dengan tegas dan keras.&nbsp;</p><p><br></p><p>Di masa Orde Baru saluran komunikasi diawasi dengan sangat ketat menyebabkan pembangunan manusia melambat karena asupan informasi tidak cukup dan kesempatan bertukar pikiran yang terbatas. Sehingga dalam masyarakat feodal hierarki menjadi sangat menentukan posisi yang membuat orang kehilangan inisiatifnya. Sumber daya manusia pun menjadi terhambat pada masa ini sehingga tidak dapat menghasilkan inovasi dan berkembang menciptakan terobosan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 16:06:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3220696417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chelsea/9 &amp; Elaine/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3220714980</link>
         <description><![CDATA[<p>Keterangan Bapak Peter Caseda</p><p> Konsolidasi kekuasaan dilakukan pemerintah dengan penyederhanaan partai politik pada 1973 menyisakan semua partai politik yang ada menjadi 3 partai besar saja yakni PDI, Golkar, dan PPP. Kebijakan ini membuat timbulnya konflik dan ketidakkompakan antar fraksi yang tergabung dalam partai. Karena permasalahan ini banyak orang mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan upaya melemahkan kekuatan partai.</p><p><br></p><p>Pak Soeharto memerintah dengan otoriter dan menganggap kebenaran adalah dirinya. Hal ini terlihat dari salah satu aksinya di Pekan Baru ketika ia mengidentifikasi dirinya sebagai Pancasila sehingga ketika seseorang mengkritik dia orang tersebut juga mengkritik Pancasila. Korban tingkat pelanggaran HAM pada masa Orde Baru sangat banyak mulai dari warga dan kelompok yang menolak penggusuran tanah dan tokoh serta kelompok masyarakat yang dianggap radikal dan melawan negara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 16:32:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3220714980</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chelsea/9 &amp; Elaine/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3220729407</link>
         <description><![CDATA[<p>Masa Orde Baru disebut sebagai Kejayaan Semu karena kesuksesan pembangunan dan pencapaian yang ada dibangun pada masa itu tidak bertahan lama. Hal ini dikarenakan pembangunan dilakukan dalam kondisi stabilitas politik yang represi membuat banyak hasil pembangunan tidak memiliki pondasi yang kokoh. Menjelang akhir masa Orde Baru pemerintahan diwarnai dengan tindak KKN (Korupsi-Kolusi-Nepotisme) di kalangan pejabat pemerintahan dan juga pada kalangan pegawai rendahan. Banyaknya terjadi praktek penyimpangan demokrasi yang dilakukan untuk menegakkan stabilitas menyisakan banyak ekses yang melahirkan penderitaan dan merugikan kalangan tertentu. Rangkaian masalah yang terjadi berpuncak pada krisis moneter dan demonstrasi besar pada tahun 1998 memperlihatkan bahwa ketika berakhirnya masa pemerintahan Soeharto semua pencapaian serta pembangunan yang dia lakukan harus runtuh bersamaan dengannya.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-17 16:53:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3220729407</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ajeng/2 &amp; Lala/28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3223460906</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Hilman Farid, tidak adanya demokrasi pada saat itu menyebabkan munculnya banyak masalah. Dengan adanya demokrasi akan menyebabkan berjalannya kemakmuran. Namun, pada kenyataannya pada saat itu jalur komunikasi dijaga dengan ketat yang menyebabkan lambatnya penyebaran informasi diantara masyarakat. Hal ini lah yang menyebabkan pertukaran pikiran yang terjadi di masyarakat menurun. Pembatasan partai politik yang penuh kekerasan yang ada di awal orde baru ini juga mengakibatkan kelumpuhan secara kultural dan sosial sehingga inisiatif masyarakat berkurang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-19 03:58:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/inggitarari99/o2gq2mjw3j7beach/wish/3223460906</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
