<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PERLAWANAN RAKYAT KALIMANTAN by Melysa Sara Nikmah</title>
      <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-12 08:02:09 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-12 12:03:46 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas pandang rakyat Kalimantan </title>
         <author>melysasaranikmah</author>
         <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf/wish/2291913823</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Kalimantan melawan Belanda dipimpin oleh pangeran Antasari. Ia memimpin pasukan rakyat untuk mengepung benteng Belanda di Martapura dan juga Pangaron.<br><br>Kemudian, ada juga Kyai Demang Loman dan pengikutnya yang bergerak di sekitar Riam Kiwa dan mengancam benteng Belanda. Sementara di pos Belanda Istana Martapura, Haji Nasrun juga melakukan penyerangan.<br><br>Pada bulan Agustus 1859, tiga tokoh setempat, Haji Buyasin, Kyai Lang Lang, dan Kyai Demang Loman bersama-sama menyerang benteng Belanda di Tabanio. Sedangkan, pangeran Hidayat tetap mengadakan perlawanan gerilya.<br><br>Sayang, di tahun 1862 pangeran Hidayat ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Cianjur. Sedangkan Pangeran Antasari diketahui meninggal dunia di tahun yang sama.<br><br>Selanjutnya, tokoh kepemimpinan dilanjutkan oleh Gusti Matsaid, Pangeran Mas Natawijaya, Tumenggung Surapati, Tumenggung Naro, Penghulu Rasyid, Gusti Matseman, dan Pangeran Perbatasari dengan melakukan perlawanan gerilya.<br><br>Perlawanan tersebut dilakukan menyebar ke berbagai wilayah guna menyulitkan Belanda. Diketahui, perlawanan itu berlangsung hingga awal abad ke-20 atau tahun 1905.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800967774/13abd2c8055abee4a889cd81418c1eb3/materi_sma_com.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:17:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf/wish/2291913823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang perlawanan rakyat Kalimantan </title>
         <author>melysasaranikmah</author>
         <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf/wish/2291915868</link>
         <description><![CDATA[<div>Penyebab perlawanan rakyat Kalimantan terhadap Jepang sangat kompleks. Pasukan Jepang pertama kali mendarat di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 19 Desember 1941.<br><br>Setelah berhasil mengusir Belanda tanpa mendapat perlawanan berarti, Jepang pun mudah menguasai kota-kota pedalaman seperti Putussibau dan Sanggau, hingga kota besar seperti Banjarmasin.<br><br>Kedatangan Jepang segera menyebabkan kondisi perekonomian menjadi macet hingga menimbulkan bencana kelaparan yang merajalela.<br><br>Selain itu, pada awal pendudukan Jepang di Kalimantan Barat, ada dua buah perusahaan yang masuk, yaitu Nomura (pertambangan) dan Sumitomo (perkayuan).<br><br>Untuk menjalankan kedua perusahaan itu, Jepang mempekerjakan sekitar 80.000 rakyat dengan sistem kerja paksa (romusha). Hal inilah yang kemudian memicu perlawanan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800967774/aa4297b74782425da689456b49b0a43e/PERLAWANAN_JEPANG.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:18:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf/wish/2291915868</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya rakyat Kalimantan </title>
         <author>melysasaranikmah</author>
         <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf/wish/2291917049</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Makassar merupakan konflik terbuka yang dimulai sejak 1615, ketika terjadi insiden penipuan terhadap bangsawan Gowa di atas kapal VOC Enkhuysen, yang dikenal peristiwa Enkhuysen. Kapten Kapal, Abraham Sterck dan De Vires (Komisaris VOC di Makassar) mengundang pembesar Gowa untuk bersilaturahmi di atas kapal</div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-JKDUkSA1ytU/V0XZLLb_EVI/AAAAAAAAGy8/AHRmNmDS9F0eHA-9hUf8MrGa0aR6G4iQACLcB/s1600/sultan_hasanudin.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:19:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf/wish/2291917049</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan rakyat Kalimantan </title>
         <author>melysasaranikmah</author>
         <link>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf/wish/2291917609</link>
         <description><![CDATA[<div>Peperangan antara Kesultanan Makassar yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin melawan Belanda, berakhir pada 18 November 1667 melalui Perjanjian Bongaya</div>]]></description>
         <enclosure url="https://pict.sindonews.net/dyn/620/content/2017/07/15/29/1221010/perang-kuning-perlawanan-sengit-rakyat-lasem-rembang-melawan-voc-6JL-thumb.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:20:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/melysasaranikmah/o0qlsqv0qewj2zaf/wish/2291917609</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
