<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>ANEKDOT 2021 by Andrean Fahreza Nur W.</title>
      <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks</link>
      <description>Tema: Instrospeksi Diri</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-10 15:24:31 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-11-12 00:28:36 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f609.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>muhammad arsyad setiawan x2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1806607266</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;|Di suatu hari yang cerah, ada seorang anak bernama Adi yang sedang menaiki sepeda saat pulang sekolah. Tiba tiba sepeda adi tiba tiba tersandung batu dan akhirnya jatuh ke kali,kejadian itu dilihat oleh Budi dan teman temannya.Melihat kejadian itu,Budi dan teman temannya tertawa terbahak bahak saat melihat Adi yang terjatuh kesungai.Keesokan harinya saat Adi datang kesekolah dan memasuki kelas,dia bingung melihat teman teman dikelasnya yang menatap adi sambal tertawa tawa,ternyata Budi dan teman temannya menyebarkan tentang kejadian yang dialai Adi kemarin,alhasil Adi menjadi bahan perbincangan anak anak di kelasnya.Mengetahui hal itu Adi awalnya tetap sabar,namun semua itu berubah semenjak Budi dan teman temannya yg selalu mematamatai adi untuk mencari kesalahan yang adi buat.Aib Aib milik Adi tersebar luas disekolahnya,mengetahui hal itu pun adi menjadi sering menangis karena dijadikan bahan olok olokan selalu,Budi dan teman temannya pun senang sekali dan tertawa terbahak bahak setiap kali mereka membuat Adi menangis.Setelah beberapa saat berlalu Adi pun akhirnya pindah sekolah karena tidak tahan akan masalah yang dia hadapi.Mengetahui hal tersebut Budi dan teman temannya menjadi rishi karena tidak ada bahan untuk mereka ceritakan didepan kelas.Saat mereka sedang memikirkan siapa sasaran mereka selanjutnya untuk mereka sebar aib nya tiba tiba motor yang Budi dan kawan kawannya terkena tilang polisi karena tidak membawa sim,kejadian itu dilihat oleh Denis dan teman temannya yang mana mereka adalah kakak kelas Budi teman temannya.Kesokan harinya saat kesekolah Budi dan teman temannya tiba tiba di tertawakan oleh semua siswa di sekolah,alhasil Budi dan teman temannya mengalami hal yang sama seperti Adi dulu,Budi dan teman temannya diperlakukan sama seperti yang mereka lakukan kepadan Adi dulu.Budi dan teman temannya yang mulai sadar bahwa seharusnya mereka lebih mengintrospeksi diri mereka sendiri dan tidak mencari kesalahan&nbsp; yang ada di orang lain</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 04:03:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1806607266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Monica Keisya N X2 (Wisata Jalan Berlubang)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807047954</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Wisata Jalan Berlubang</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pada hari minggu Edo dan Beni gowes pagi keliling kota. Mereka sangat menikmati udara pagi yang masih sejuk. “Sejuk banget yaa udara hari ini” ucap Beni. “ Halah ini gara - gara masih pagi, nanti siangan juga panas banyak asap kendaraan.” jawab Edo. Mereka melanjutkan perjalanan hingga mulai masuk di daerah pedesaan. Di jalan mereka bertemu dengan pohon yang bertuliskan <strong>Selamat Datang di Wisata Jalan Berlubang. </strong>Mereka berfikir di daerah sini ada tempat wisata baru dan menanyakan ke penduduk daerah situ. Beni bertanya pada Ibu - ibu yang sedang berbelanja di tukang sayur. “ Permisi bu, apa disini baru dibangun tempat wisata baru? bulan lalu saya lewat di jalan ini&nbsp; belum ada tulisan itu.” Ucap Beni sambil menunjuk tulisan ditembok tadi. “ hahahahaahahahaha kamu ini bercanda ya?” Jawab salah satu ibu. ” ini nih wisata jalan berlubangnya” jawab salah satu ibu sambil tertawa juga. Beni dan Edo kebingungan karena tidak tahu ibu - ibu ini menertawakan apa. “Maksutnya jalanan yang banyak lubang ini bu, wisatanya?” tanya Edo.&nbsp; “Itu hanya tulisan untuk perumpamaan jalan-jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki.” Jawab ibu lain yang ada disitu. “ Ya ampun, saya pikir disini ada wisata baru apa.” jawab Edo yang menahan tawanya. “ Terima kasih ya bu, kalau begitu kami permisi dulu mau melanjutkan perjalanan” lanjut Beni. Mereka melanjutkan perjalanan gowesnya dan akhirnya mereka pulang karena sudah kelelahan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 08:44:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807047954</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Raditya Arsyad X2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807117677</link>
         <description><![CDATA[<div>Andi memiliki seorang teman bernama&nbsp;<br>Reno dan ia tergolong kaya. Suatu hari Reno datang ke sekolah dengan memakai&nbsp; jam tangan dari merek terkenal yang harganya cukup mahal. Melihat itu, Andi merasa iri dan ingin juga memiliki jam tersebut. Setelah pulang sekolah, Andi mengambil seluruh uang tabungannya untuk membeli jam dengan merek yang sama. Keesokan harinya, ia memakai jam tersebut dan memamerkannya kepada teman temannya. Teman-temannya mengagumi sesaat tapi kemudian sudah tidak peduli dan melupakannya.&nbsp; Seminggu kemudian&nbsp; Reno memakai tas yang baru. Melihat hal itu Andi seperti kebakaran jenggot, ia pun tidak ingin kalah dari reno dan ingin membeli tas tersebut tetapi seluruh uang tabungannya telah habis untuk membeli jam. Kemudian Andi menceritakan hal ini kepada Ayahnya dan meminta uang untuk membeli tas baru. Ayahnya menolak dan meminta Andi untuk menabung lagi hingga uangnya cukup untuk membeli tas baru. Andi terlihat kecewa.&nbsp;Ketika waktu luang, Ayahnya menasehati Andi “Janganlah melihat apa yang dimiliki orang lain karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama.” Mendengarkan hal itu Andi&nbsp; menyesal telah menghabiskan seluruh uangnya hanya untuk sebuah jam tangan yang sebenarnya tidak dibutuhkannya. Andi bertanya “Bagaimana agar kita tidak merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain?” Ayahnya menjawab “selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki, Insya Allah semua rasa iri itu akan hilang”.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 09:21:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807117677</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amanda Aurielia X2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807118330</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; Melesetnya Ekspetasi Berlebih&nbsp;<br><br>&nbsp; &nbsp;Pada suatu hari sekolah yang normal, seorang pelajar bernama Aila sedang berbincang-bincang dengan kedua temannya Nera dan Kehi di sebuah bangku halaman sekolah. Ketiga pelajar ini sudah berteman dekat sejak masih di bangku SMP hingga sekarang walaupun tidak ditempatkan di kelas yang sama. Mereka berbincang hingga tertawa terbahak-bahak karena Nera yang menceritakan kejadian dimana ia terciduk gurunya sedang melakukan drama di depan ruang kelasnya.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;Ditengah-tengah perbincangan mereka, Kehi tiba-tiba terlihat kaget dan berkata. “Eh, kalian udah pernah dikasi tugas mat wajib yang ini ga?”, sambil membongkar tas nya dan menunjukkan soal yang diberikan gurunya. “Udah si, tapi beda soal jadi ga bisa bantu hehe”, jawab Aila. “Nih punya ku, kalo punya Aila kan beda gara-gara beda guru Ke”, jawab Nera. “Yeyy makasi Ner suka deh, iya si Aila sendiri yang beda guru”, ucap Kehi.<br>&nbsp; &nbsp; “Hmmm, tugas ya? EH AKU BARU INGET ADA TUGAS PENELITIAN!”, ucap Aila setengah berteriak. “Eh buset ni anak jangan teriak woi, kecoret nih liat!”, keluh Kehi sambil menunjuk buku yang terlihat memiliki garis bolpen memanjang secara horizontal melewati dua halaman. “eh itu… ITU BUKU PUNYA KU KEHI, AAAAA TIDAK BAYIKU MANA PAS DI BAGIAN TUGAS NYA JUGA!!”, ucap histeris Nera. Selama terjadinya kejadian tragis tersebut Aila sibuk bergumam dengan panik. “Aduh gimana ini penelitian aku belum kepikiran bahan penelitiannya apa, caranya gimana? Nanti kalo salah gimana? Nanti kalo ga berjalan lancar terus gagal gimana? Apa gurunya bakal marah kalo sampe gagal? Kalo kayak gini agak terlalu sederhana, nanti kalo diketawain gimana? Kalo kayak gini dapet nilai jelek kan ya? Kemungkinannya tinggi sih. Terus penelitiannya kalo dalam bentuk gini apa aku jadi harus mengubah jadwal harianku? Ah kalo diubah nanti susah lagi banyak yang keganti. Kalo kayak gitu gimana lagi dong?”. Semakin lama, Aila pun mulai menangis karena rasa takut dan kekhawatirannya. Kehi dan Nera pun yang sedari tadi mengeluh dan histeris langsung mengalihkan perhatian mereka ke Aila. “Eh lah Aila kok nangis si? Kita berisik banget ya? Maafin temanmu ini ya”, ucap Nera dengan nada dan ekspresi yang di melas-melas kan. “Agh tidak telinga dan mata saya ternodai! Aduh!”,&nbsp; komentar Kehi yang kemudian dipukul oleh Nera.</div><div>&nbsp; &nbsp;“Engga kok gapapa, aku cuma khawatir sama sedikit takut aja sama penelitiannya Selasa nanti”, ucap Aila seusai nangis nya mereda. “Owala penelitian yang itu aku kurang lebih 1 minggu yang lalu, aku juga awalnya khawatir si tapi pas di jalanin ternyata biasa aja. Ya walaupun aku hampir gagal karena salah ngatur waktu dari 2 menit ke 20 menit dan akhirnya bikin lagi deh”, ujar enteng Kehi. “Itu namanya udah gagal Kehiiii! Aku tu paling takut ya disitu, takut kalo penelitiannya gagal”, kesal Aila. “Iya deh iya, tapi aku kasih tau gini aja dulu. Kegagalan itu biasa, asal kita ga takut dan menyerah duluan”, ujar Kehi. “Betul tuh, normal aja sih takut sama perubahan dan yang akan datang karena kita emang gatau seperti apa perubahan dan masa itu asal kita mau bertahan dan berusaha pasti bisa!”, ujar Nera. “Hmmm, oke deh makasih banget ya kalian. Aku dah lebih tenang sekarang, kalo dipikir lagi ga ada yang bener-bener perlu aku khawatirin banget”, ucap Aila lega. “Kapan aja lah, kan kamu temen ku.”, kata Kehi riang. “Masama Aila kuuu, yuk pulang udah jam 5 nih”, kata Nera sambil mengecek jam tangannya. “Besok lagi ya semua! Aku kabarin hasil penelitiannya hari Rabu minggu depan”, teriak Aila yang sudah berada di depan mobil orang tuanya. “Besok Sabtu woe! Rajin banget hari libur ke sekolah lagi!”, kekeh Kehi. Nera dan Aila pun tertawa dan Aila segera menaiki mobil untuk pulang.&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp;Hari Rabu seusai hari penelitian Aila di hari Selasa, ketiga pelajar itu kembali bertemu dan berbincang di tempat dan waktu yang sama seperti sebelumnya. “Ailaaa, gimana jadinya penelitianmu? Lancar?”, tanya Nera. “Alhamdulillah lancar Ner, sempet gagal sih tapi gurunya hanya geleng-geleng terus bilang ga masalah gagal terus aku disuruh coba lagi dan yang kedua ini berhasil!”, ucap Aila senang. “Alhamdulillah, tuh kan gak ada masalah-masalah yang kamu khawatirin kan? Yakin deh sebelum penelitiannya mulai udah keringetan duluan ni anak”, ucap Kehi menebak. “Lah kok tau, aku sempet khawatir lagi sampe keringetan banget tapi nginget ucapan kalian aku jadi ga begitu takut lagi dan aku jadi sadar kalo rasa takut ku ini gak ada artinya, cuma perasaan sesaat aja terus cuma bikin capek sendiri.”, jelas Aila. “Bagus lah kalo gitu jadinya, berarti traktiran yaa kan kita udah bantu nih”, ujar Kehi cengengesan. “Iya dongg, tapi kalau gamau ga masalah si...”, ucap Nera. “Aduduh anak-anakku pada laper ya? Yuk deh emak traktirin, jangan yang mahal-mahal loh ya!”, canda Aila. “Yeyyy!! Gratisan I’m comingg!!”, seru Kehi dan Nera.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 09:22:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807118330</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizqika Shabrina X2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807227324</link>
         <description><![CDATA[<div>Kembali ke Diri Sendiri<br><br>&nbsp;Di suatu pagi yang cerah,&nbsp; Icha dan Dhito masuk ke kelas bersama. Sesampainya di kelas, mereka melihat Yaya yang sudah dulu datang. Saat itu mereka melihat Yaya sedang menyapu kelas. Bukannya malah membantu, namun Icha dan Dhito justru mengabaikan Yaya ketika melihatnya. Tidak lama kemudian, satu per satu teman mulai datang ke kelas. Lalu Dhito teringat bahwa pagi ini adalah jadwalnya untuk membagikan kartu tabungan yang di simpan di loker guru di kelas. Segera ia mengambil kunci loker dan membagikan buku tabungan teman temannya. Namun dari sekian banyaknya buku tabungan siswa kelasnya, ia tidak menemukan buku tabungannya sendiri. Mengetahui hal itu, Icha mengompori. Icha menuduh Yaya yang mengambil buku tabungan Dhito. Dhito menyetujui karena ia mengetahui bahwa Yaya adalah&nbsp; orang yang datang pertama di kelas. Teman teman pun ikut menuduh Yaya. Tidak ada satupun yang percaya pada Yaya. Yaya membela dirinya, ia membuktikan kepada teman temannya dengan mempersilahkan teman temannya untuk menggeledah tas Yaya. Icha menggeledah, mengobak abik tas Yaya dengan kasar. Ia mencari dari satu kantung ke kantung lain namun tidak ada hasil. Yang ada malah kotak pensil Yaya jatuh dan pecah karena Icha yang menggeledah terlalu kasar. Yaya kehilangan kesabarannya, ia meneriaki Icha. Namum Dhito membalasnya, tetap kukuh menuduh Yaya. Yaya yang sudah kehilangan kesabarannya lari keluar dari kelas, menuju ruang guru. Yaya menemui Guru BK dan melaporkan semua kejadian pagi ini. Guru BK bergegas menelfon orang tua Dhito dan Icha, mengundang mereka&nbsp; untuk datang ke sekolah. Tak lama kemudian Yaya kembali ke kelas bersama Guru BK, Mama Dhito dan Ayah Icha. Mama Dhito menunjukkan buku tabungan Dhito kepada Icha dan Dhito. Memarahi keduanya di depan teman teman di kelas. Ayah Icha pun melakukan hal yang sama. Guru BK menenangkan kondisi di kelas. Lalu Guru BK mengajak Icha dan Dhito ke ruangannya. Icha dan Dhito hanya bisa diam ketakutan. Di dalam ruangan guru BK mereka berdua menangis dan menyesal. Guru BK menasehati mereka "Memenuhi pikirandengan membicarakan orang lain dan berkata kebohongan adalah sebuah dosa dan termasuk ke dalam ciri-cir orang munafik. Kalaupun ada kekurangan darinya biarkanlah, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah.". Icha dan Dhito menyesal, mereka berdua mendapatkan point. Dan mereka juga meminta maaf kepada Yaya juga membelikan Yaya kotak pensil yang baru.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 10:21:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807227324</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adelia Fatma X2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807366353</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Buanglah Sampah Pada Tempatnya!<br></strong><br></div><div><strong>&nbsp;<br></strong><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pada hari Sabtu siang hari, ada 4 orang anak yang pergi ke tempat makan, mereka adalah Budi, Edo, Beni, dan Arie. Mereka mendatangi sebuah sebuah café di pinggir jalan yaitu café Gemilang. Mereka pun memesan Tahu krispi, ayam krispi, lumpia goreng, dan es teh.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kemudian pada tembok tersebut terdapat tulisan buanglah sampah pada tempatnya, dan jangan buang sampah sembarangan. Selang beberapa saat, makanan mereka pun tiba. Sambil makan, mereka berbincang mengenai tulisan yang terdapat pda dinding tersebut. “kenapa pesannya tentang sampah, bukan kata Mutiara?” tanya Budi. “Karena ini bukan toko Mutiara” jawab Beni. “Lalu kenapa bukan tentang motivasi? Kan dengan motivasi para pengunjung bisa semangat menghabiskan ayam dan uang juga HAHAHA” canda Arie. “dan kenapa bukan kesehatan?” tanya Budi lagi.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Beni menghela nafas, “Ya kalau tentang kesehatan, pasti kamu gaakan beli makanan disini karena mayoritas makanan disini bikin kolesterol naik” jawab Beni. “Hmmm iya ya, benar juga” timpa Edo. Pertanyaan beruntun tersebut membuat Beni Lelah. Sembari makan, Arie bingung mengapa Edo memakan ayam sampai ke tulangnya. Lalu Arie pun bertanya kepada Edo “Do, kenapa kamu makan tulang ayamnya juga?”. Dan Edo pun menjawab “Itu kan buanglah sampah pada tempatnya, jadi aku sudah membuangnya ke perutku dan nantinya akan jadi sampah juga di toilet hehehe”. Budi, Beni, dan Arie menggeleng dan menepuk jidat mereka bersamaan. “Yaampun Edoo bukan gitu maksudnya, maksud tulisan itu kamu gaboleh buang sampah sembarangan soalnya nanti bisa menyebabkan banjir, terus kalau sudah banjir kan kita kita juga yang rugi. Jadi makanya jangan buang sampah sembarangan!” ujar Arie. “Ooohhh jadi gitu maksudnyaa” jawab Edo.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 11:43:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807366353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alandra Althaf Defa X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807459563</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>&nbsp;</strong>&nbsp;<strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Jangan menilai buku dari<br>sampulnya</strong></div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pada suatu hari di pinggir jalan, saya berjalan di trotoar dan melihat seorang preman membantu seorang nenek nenek untuk menyeberang jalan.</div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Beberapa saat setelah preman tersebut mengantar nenek itu seseorang tiba-tiba menghampiri nenek tersebut dan berkata, “Nek, nenek tidak apa apa, di palak kah nek!?, memang dasar preman..!.” Bahkan nenek itu tidak sempat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Setelah itu saya melanjutkan jalan dan melihat seorang vlogger yg sedang membuat konten berbagi dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan, saya mendengar orang yang memujinya di belakang, "Vlogger itu sangat suka berbagi ya, kontennya selalu memuji orang lain."padahal konten tersebut hanya akal akalan untuk mencari adsense. &nbsp;</div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Di saat itulah saya mulai berintropeksi, mengapa orang jika ingin melakukan baik harus selalu memperhatikan orang-orang dari luarnya?saat itulah saya tidak sadar, saya tidak boleh menilai orang-orang dari penampilan luarnya saja.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;kadang seseorang "Berandal" ingin berbagi saja harus di cap tidak suci. Sementara orang kaya, youtuber maha suci berbagi dengan KAMERA di tangan kiri. Mene untungbar tapi diambil kembali, memberi untuk KONTEN dapatkan ADSENSE. kadang-kadang bukan segalanya untuk menebak seseorang</div><div><br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 12:29:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807459563</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natasya Putri Femy G X-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807600015</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;&nbsp;<strong>Tidak disiplin waktu.</strong>&nbsp;<br>Di suatu hari yang cerah ada seorang anak ceria bernama Ara dan sedang merapikan seragam nya. Ara akan sekolah secara offline dan di hari pertamanya masuk sekolah ara hampir saja terlambat karena bangun kesiangan. Ara bangun kesiangan karena hampir setiap hari di bulan ini Ara selalu bangun terlambat dan selalu terburu-buru untuk menyiapkan peralatan sekolahnya bahkan tidak sempat untuk memakan sarapan nya. &nbsp; Saat waktu malam tiba Ara dan mama nya berbincang ringan di dapur. "Ara, kenapa akhir-akhir ini kamu selalu susah untuk dibangunin?", ujar sang mama sambil menyiapkan makan malam. “Karena masih ngantuk ma”, jawab Ara cengengesan dari tempat duduk meja makan. "Makanya kalau malam jangan suka tidur telat terus", ucap mama sambil menaruh piring berisi makanan di meja makan di depan Ara. "Iya ma Ara mengerti, makasi ma", jawab Ara lagi dan mulai memakan makanannya. Sudah dua minggu ini Ara terus saja tidur melewati waktu tidur yang sudah ditentukan oleh orang tuanya. Ara selalu mengulur-ulur waktu kalau diingatkan untuk tidur lebih awal karena terlalu asyik dengan kegiatan barunya yaitu menonton film dan membaca novel dan berakhir lupa waktu hingga tengah malam. "Ma, bangunin Ara lebih pagi lagi ya", ujar Ara. Sang mama pun mengiyakan ucapan anaknya. Keesokan paginya, sang mama membangunkan Ara akan tetapi walau sudah berkali-kali Ara menjawab dengan jawaban yang sama. "Lima menit lagi ma", gumam Ara. "Lima menitmu itu berapa lama? Ini sudah lewat 30 menit nak", jawab mama dengan nada sedikit kesal. "Iya ma, ini Ara bangun", jawab Ara akhirnya bangun dan berjalan sempoyongan&nbsp; menuju kamar mandi. &nbsp; Pada akhirnya Ara kesiangan lagi karena terus menunda-nunda waktu dengan terus berkata 5 menit lagi hingga lewat lebih dari 30 menit dan berakhir harus terburu-buru untuk bersiap ke sekolah. Karena itu, Ara menyadari kesalahannya akan seberapa tidak disiplin dan meremehkan nya ia terhadap waktu. Sejak saat itu, Ara mencoba untuk belajar menghargai waktu dengan tidur teratur.</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:18:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807600015</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Haidar Rafi X2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807630755</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;      <strong>Piket Rumah Yang Sering Terlupakan</strong></div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;Disuatu hari yang cerah namun suasana dalam rumah terasa tenang, hening, sejuk, dan tak ada suara berisik karena kucing peliharaan si Rinu juga berada diluar rumah. Sudah menjadi kebiasaan rumah si Rinu masing-masing anggota keluarga mempunyai tugas piket harian kebetulan si Rinu kebagian piket cuci piring. Karena si Rinu sendirian di rumah jadi dia bebas ngapain aja tanpa ada orang yang tahu tanpa dia sadari habis makan piringnya tarok aja.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp;Disore hari ketika kedua orangtuannya sudah pulang kerja tentunya mendapati rumah yang berantakan terutama di dapur karena ternyata piring dan gelas menumpuk. Si Rinu ditanya mamanya “Apa kamu gak melaksanakan piket hari ini?”, Rinu menjawab “oh iya ma aku kelupaan”. Kemudian mama menjawab ulang “kucing aja gak lupa pulang kamu kok malah lupa sama tugasnya”. Rinu lalu menjawab “oke mama mohon maaf aku akan menjalankan tugas piketku”&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:28:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807630755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Zulfan Azizi X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807643190</link>
         <description><![CDATA[<div>Pentingnya Patuh Kepada Orang Tua<br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pada saat itu Aziz sedang asik menonton live streaming di malam hari, sampai-sampai dia lupa dengan waktu.Dia bahkan terlambat mengumpulkan tugas dan makan malam. Hingga akhirnya Aziz ditegur oleh ayahnya “nak jangan dibiasakan telat makan nanti kesehatanmu bisa terganggu” dan Aziz hanya menjawab “iya”. Waktu terus berjalan, Aziz tidak menyadari bahwa sekarang sudah pukul 12 malam, namun Aziz tetap nekat bermain hp, dan akhirnya saat ayahnya membuka pintu kamarnya Aziz pun terkejut,ia panik karena bermain hp sampai larut malam.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ayahnya pun menasehati “nak,kan sudah ayah bilang kalau begadang itu tidak baik, nanti imun tubuhya bisa turun dan gampang sakit lo” Aziz pun merenung dan menjawab “iya ayah maafkan aku, lain kali aku berjanji untuk tidak begadang lagi”.Setelah dinasehati oleh ayahnya, Aziz tetap melajutkan bermain hp hingga dia tertidur. Keesokan harinya Aziz terbangun dari tempat tidurnya dalam keadaan lemas,meriang,dan pilek.Dia menyadari bahwa apa yang dikataka oleh ayahnya itu benar bahwa begadang bisa membuat kesehatan imun menurun,Aziz sangat menyesal karena tidak menuruti perkataan ayahnya.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>         Dan sejak hari itu Aziz berjanji dia tidak akan begadang lagi dan patuh kepada nasehat ayahnya.Setelah Aziz tidak tidur larut malam, keesokan harinya tubuh Aziz sagat bugar, diai tidak merasakan gejala-gejala yang diakibatkan karena begadang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:32:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807643190</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tanaya Nasywa Bulan C./ X2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807645749</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada suatu hari hiduplah seorang anak gadis bernama alex, ya dia memiliki nama seperti laki laki dan bahkan berpenampilan layaknya laki laki. Pada saat dia mulai meranjak remaja orang orang yang ada di sekolahnya mulai<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; membully atau mengejek dia, temannya alex yang bernama fita berkata“hai, namamu seperti laki laki ya sedikit aneh dan jelek dimata teman teman hahaha” bahkan dia digunjingkan dengan orang orang bahwa dia sangat tomboi, alhasil alex tidak memiliki teman tetapi walaupun begitu alex tetap kekeh dan tidak mempedulikan mereka. Sampai saat alex melihat fita yang pernah membully dia telah mendapat masalah yaitu sedang di kucilkan dengan temannya yang berhianat kepada fita sendiri. Saat itu alex mulai membela fita dikarenakan teman teman fita memukul mukul fita berkali kali. Akhirnya fita berterima kasih terhadap apa yang alex lakukan terhadap dia dan menjadi teman. Jadi, setiap saat orang telah memperlakukan kita dengan buruk, kita tetap harus memperlakukan dia dengan baik dan tidak balas kejahatan dengan kejahatan. kita akan mendapat pahala dan lebihnya kita akan dipandang menjadi orang yg baik hati.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:32:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807645749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wedyson Dastar Rosella Purtra X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807656811</link>
         <description><![CDATA[<div>Kejadian Waktu Bermain<br><br>Suatu hari ada dua Anak sedang bermain Hp yang bernama Saya dan Dendi.Kami berdua selepas pulang sekolah langsung menuju rumah untuk bermain Hp.Saat tengah bermain tiba-tiba Ibu memberikan coklat batangan tetapi hanya 1 batang,mulailah terjadi konflik.Dendi berbicara “hmm bagaimana kalau kita beradu yang menang bisa memakan coklat batangan ini”,aku pun setuju.Permainan berakhir Saya lah pemenangnya,Dendi tampak murung dan tidak terima dia berbicara “gak adil kamu curang tadi” kemudian Saya menjawab “lah mana ada curang kamu aja yang nggak bisa main”.Disitu dendi egois dan mengambil coklat batangan tersebut.Disitu Saya juga tidak terima dan terjadilah adu mulut.Disaat adu mulut Ibu tiba tiba datang dan bicara “Apa yang terjadi?”,Dendi menjawab “itu bu si Saya curang”,Saya melanjutkan “lah kalo nggak bisa main mah kalah aja”,Ibu menjawab “Sudah seharusnya kamu mengalah sama Dendi karena itu adik kamu,kamu kan sudah besar nanti ibu belikan lagi yang lebih besar,sudah sekarang minta maaf.Dan pada akhirnya Saya dan Dendi pun Berdamai.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:36:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807656811</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Izminisa Anindita Vibi X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807666199</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>Harus Yakin pada Diri Sendiri<br><br></strong>Di suatu hari saat pembelajaran matematika secara daring, seorang guru sedang menerangkan materi yang sedang dibahas hari itu.<br><br></div><div><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;</strong>Semua murid mendengarkan sang guru menjelaskan, sampai suatu ketika guru tersebut memberikan pertanyaan kepada muridnya. Bagi yang berani menjawab akan dikenakan poin plus.<br><br></div><div><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;</strong>“kira kira berapa hasil dari hitungan tersebut?” tanya seorang guru matematika. “ah soalnya gampang. Jawabannya pasti ini” kata salah satu siswi disana. Ia ingin sekali mencoba menjawab pertanyaan tersebut namun ia takut jika jawabannya salah dan ia makin tidak percaya diri untuk menjawab pertanyaan lagi. Akhirnya salah satu temannya ada yang menjawab. Ternyata hasil hitungannya sama dengan hitungan siswi tersebut dan jawabannya benar. Saat pertanyaan kedua diberikan, lagi lagi ia tidak yakin dengan jawabannya dan takut salah. Ia terselip terus&nbsp; oleh teman temannya yang berani menjawab. “oke, kali ini aku akan benar benar on mic dan menjawab pertanyaannya” batinnya lagi. Saat pertanyannya sudah diberikan, semua murid murid terdiam tidak ada yang mau menjawab. “duhh, jawab sekarang tidak ya?” batin siswi tersebut. Akhirnya ia memberanikan diri untuk on mic dan mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Ternyata mikrofone zoomnya eror dan ia terselip oleh temannya lagi dan lagi.<br><br></div><div><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;</strong>Siswi ini terdiam dan kesal dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menjawab soal yang dianggapnya mudah itu. Ternyata pertanyaan tersebut adalah pertanyaan terakhir yang diberikan oleh sang guru.<strong> </strong>Akhirnya ia memilih diam dan hanya memperhatikan sang guru meneruskan materi yang sedang dibahas.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:38:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807666199</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Callysta Shandria Winata X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807666208</link>
         <description><![CDATA[<div>Rinda dan Tingkahnya<br><br><br>Suatu hari yang cerah, Rinda hendak berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Rinda berjalan membawa tas sekolahnya bernyanyi dengan riang gembira, dia anak yang periang dan ramah. Lalu di tengah perjalanan rinda tak sengaja menabrak Pak Botak yang sedang membawa banyak belanjaan. “Maaf ya Pak, Rinda tadi tidak lihat” ucap Rinda sambil membantu memungut belanjaan Pak Botak. Lalu Pak Botak menjawab “Kamu ini gimana sih dek, Kalau jalan itu ya pakai mata, masa masih sekolah sudah ceroboh”. lalu Rinda menjawab “Maaf Pak, rinda tidak bisa jalan pakai mata”. Pak Botak kaget dan merasa bersalah, lalu berkata “Ya Allah dek!saya minta maaf ya, saya tidak bermaksud untuk membuat kamu sedih”. Lalu Rinda menjawab “Loh kenapa minta maaf pak?kan saya yang salah” sambil memungut sisa belanjaan Pak Botak. Pak Botak bertanya lagi “Tadi kamu bilang kalau tidak bisa pakai mata, kamu tidak bisa melihat kan?”. Rinda membelalakkan matanya, “Ya saya memang tidak bisa berjalan menggunakan mata pak, saya berjalan menggunakan kaki”. Pak Botak menjawab “Iya juga ya, adek kalau ngomong yang benar dong!kan saya jadi salah paham!”. Rinda menjawab “Saya berkata benar kan pak?bapak saja yang tidak cermat” ucap Rindak sambil tergelak. “Oh anak kurang ajar!” ucap Pak Botak sambil mengejar Rinda, dan rinda telah berlari karena ia telat datang ke sekolah.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:38:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807666208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vania Widyadhari A X1/28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807672688</link>
         <description><![CDATA[<div>pentingnya disiplin waktu<br><br>Di suatu sore Asti dan ayu ingin berangkat mengaji menggunakan sepeda pancal karna jarak antara rumah dan masjid lumayan jauh. Asti membonceng ayu menggunakan sepeda lipat putih baru yang mungkin akan menjadi kesayangannya,namun mereka berdua tergesa gesa karna jam sudah menunjukkan pukul 15.20 sedangkan mengaji dimulai pukul 15.30. tapi pada saat tergesa gesa di jalan Asti dan Ayu masih sempat bercanda “eh asti,bawa sepedanya pelan pelan dong santai gausa tergesa gesa gitu,nanti jatoh repot”,ucap ayu. “dih nanti kalo kita telat gimana? Aku gamau ya di suru bersihin toilet mulu capek tau!”, Asti pun kesal karna mendengar ucapan Ayu sehingga dia menambah kecepatan sepedanya dan menyetir dengan zig zag. “eh Asti aku bilang pelan pelan,kok kamu malah nambah kecepatan,terus jalan zig zag si? Kalo kita jatoh gimanaa?” protes ayu dengan kesal. Tak lama kemudian ternyata di jalan ada sedikit tumpahan tanah yang membuat jalanan licin sehingga mengakibatkan Asti dan Ayu terjatuh dari sepedanya,tak disangka ternyata banyak warga yang menyaksikan. “awas jatoh dek,jalannya licin”,ucap salah satu warga sekitar sambil bercanda. “kita udah jatuh bu,aduh si ibu mah bisa aja bercandanya” balas Asti dengan wajah tersenyum terpaksa namun juga menanggung rasa sakit dan malu. “tuh aku bilang juga apa,pelan pelan bawa sepedanya! Kita jadi jatoh kan,udah sakit,nanggung malu,telat lagi. Udah di marahin ustadz,di suru bersihin toilet” ujar ayu dengan menahan rasa sakit dan menanggung rasa malu. “iyaa aku minta maaf,lain kali aku ngga bakal ngulangin. Tapi kalo lagi kepepet ya aku kayak tadi hehe” ucap asti yang masih sempat sempatnya bercanda. Ayu masih kesal dengan Asti karna kejadian barusan,tetapi Ayu tetap memaafkan Asti karna Asti teman baik dari Ayu.<br><br></div><div>Dari teks di atas harus kita ketahui bahwa kita sebagai manusia harus tetap berhati hati saat ingin mengendarai kendaraan agar tidak terjatuh dalam berkendara,dan harus disiplin waktu,karna waktu itu penting sekali dalam kehidupan sehari hari.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:40:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807672688</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aliyan Habri Ramdani X2 </title>
         <author>habri2505</author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807681342</link>
         <description><![CDATA[<div>Ghibah Orang Lain Tanpa Sadar Kita Lebih Buruk dari Yang Lain.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Di suatu hari yang terik sepulang sekolah, Kenzi, Dinda dan teman teman lainnya yang sedang nongkrong di sebuah kafe. Mereka nongkrong sambil minum kopi dan tidak lupa dengan menghibah orang lain. “He, kalian tau gak Jamil sekarang nilainya tambah turun, kira kira kenapa ya?” Kenzi. “Gak tau juga ya, mungkin karena akhir akhir ini kan punya pacar, jadi gak fokus belajarnya” Saut salah satu teman Kenzi. “Bodoh ya bodoh aja kali, gak usah dihubung hubungin sama pacaran.” Nada Dinda yang agak keras.<br><br></div><div>“HA HA HA…. HAHA.. HA … HA HA” Sorak mereka ketika mendengar Dinda berkata seperti itu.&nbsp;<br><br></div><div>“Yo gak ngono pisan Din, hihihi” Saut salah satu temannya.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Salah satu barista mendengar percakapan mereka. Sebut saja Napli. Datang dan berkata pada mereka, “Dek, kalian bagai memakan daging bangkai saudara yang telah mati”. “Iuhh, maksudnya?” Tanya Kenzi. Napli berkata, “Maksudnya janganlah kalian menghibah orang lain, karena kalian sendiri belum tentu nilai kalian diatas Jamil dan yang kalian katakan belum tentu benar”. Mereka pun terdiam sejenak dan mengganti topik yang lain, tapi bukan ghibah lagi. Napli juga kembali untuk membuat kopi.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:43:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807681342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diandra Rasendriya M X-1/07</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807682990</link>
         <description><![CDATA[<div>Bijak dalam bersosial media<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Sore hari di sebuah Cafe, terdapat lima orang remaja sedang asyik mengobrol. Mereka bernama Ayesha, Alia, Kiyya, Elma, dan Rahma. Kempatnya memiliki hobi membicarakan orang lain sedangkan Putri hanya menjadi pendengar setia obrolan mereka.<br>Elma : “Eh, teman-teman coba lihat deh akun instagram-nya Vibi, dia memposting foto memakai baju yang sedang trend itu lohpostingannya baru satu jam yang lalu” (keempat remaja langsung membuka telepon pintarnya masing- masing kecuali Rahma)<br>Alia : “Wah benar, ah paling juga itu dapat barang gratis. Istilahnya itu apa sih lupa.”<br>Kiyya : “Endorse, iya mana mampu dia beli barang semahal itu. Kalian juga belum tahu kan Vibi itu katanya diam-diam dekat dengan Kak Reyy . Aku sering melihat di akun Zenly nya, kemana-mana selalu bersama orang yang memakai inisial R, dan memang ramai di bicarakan dengan kakak kelas ”<br>Ayesha : “Ih apalagi postingan di akun facebook-<br>nya, gak banget deh.”<br>Keempatnya mengiyakan dan tertawa bersamaan kecuali Rahma.<br>Elma : “Eh Rahma, kamu kenapa sih dari tadi diam saja?” Alia : “Rahma kan kurang gaul, mana ngerti dia media sosial, telepon pintar saja tidak punya.”<br>Rahma : (tersenyum kecil) “Aku memang tidak punya telepon pintar dan tidak mengerti cara memakai media sosial tapi aku bersyukur karena itu mencegahku mengurusi urusan orang lain yang tidak berpengaruh apapun kepadaku.”<br>Keempat remaja tersebut langsung diam mendengar perkataan Rahma.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:43:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807682990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Larasati Az-Zahra/X2/17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807696714</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><strong>Salah Menggandeng Tangan</strong></blockquote><div><strong><br></strong>Di sore hari yang terik terdapat seorang ibu yang menggandeng anaknya. Anak itu bernama Ani. Mereka berdua akan pergi ke pasar untuk membeli beberapa bahan makanan dan juga peralatan lainnya. Ketika itu pasar sedang ramai-ramainya, banyak orang yang juga sedang membeli keperluan mereka. Mengetahui hal itu, sang ibu berkata pada Ani bahwa Ani tidak boleh melepaskan pegangan tangannya karena takut terpisah dari ibunya. Di pasar ibu membeli berbagai macam sayur-mayur,pakaian,sandal dan lain-lain. Sedangkan Ani tetap menggandeng ibunya sambil melihat orang-orang yang berjualan di pasar. Ketika sedang melihat-lihat, Ani tertarik akan mainan yang digantung di sebuah toko mainan. Ia berkata pada ibunya "Ibu, ayo kita pergi ke sana" (sambil menunjuk toko mainan). Karena suara yang sangat ramai, ibu tidak bisa mendengar Ani. Akan tetapi Ani mengira ibu mendengarkan dia. Tanpa sadar, ini melepaskan gandengan tangannya karena ia sudah terhipnotis dengan mainan yang ada di toko itu. Ibu pun juga tidak sadar bahwa Ani telah melepaskan gandengan dari tangannya. Saat sampai di toko mainan, Ani langsung melihat mainan itu. Sambil melihat mainan, ia menggandeng tangan yang ia kira itu tangan ibunya. Sedangkan sang ibu langsung kaget saat menoleh ke kanan dan ke kiri tapi sang anak tidak ada di sekitarnya. Langsung ia bertanya-tanya pada orang-orang di pasar mengenai anaknya akan tetapi tidak ada yang menyadari hal itu. Orang-orang di pasar langsung ikut membantu mencari seorang anak perempuan tersebut. Lalu, ada seorang penjual di pasar yang berkata bahwa ia melihat seorang anak perempuan menggandeng wanita tua ke arah toko mainan. Sedangkan Ani baru menyadari setelah 10 menit berlalu, bahwa yang ia gandeng bukan ibunya melainkan seorang nenek-nenek tua yang sudah pikun. Ani langsung terkejut dan ketakutan sekaligus malu akan hal itu. Iya kebingungan mencari ibunya, karena banyak sekali orang berkerumun di pasar itu. Tidak lama setelah itu, ibu menemukan Ani yang berdiri di pojok toko mainan. Langsung mereka berdua saling berpelukan. Ibu juga menasehati Ani, ia berkata " nak, jangan lagi kamu ulangi hal ini. Ibu kan sudah bilang bahwa kamu tidak boleh melepaskan tangan ibu apapun keadaannya, jika kamu tidak menuruti itu kamu akan menerima konsekuensinya. Bagaimana jika kamu hilang? Untung saja ibu menemukanmu"</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:48:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807696714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama:zidan athaillahkelas:X1	keluyurandi suatu pagi yang cerah ada anak yang bernama dandiss,dandiss ini anak yang sering banget keluar rumah hingga ada perkataan tetangga “keluar terus seperti gapunya rumah”.di hari minggu pagi yang harusnya digunakan untuk berkumpul dengan keluarga namun dandiss tidak ia malah pergi keluyuran tidak jelas yang awal pamit ke orangtuanya membeli sarapan namun sampai malam belom juga pulang dan akhirnya dandis pulang kerumah sekitar pukul 22.00, gerbang rumah sudah ditutup oleh orangtuaanya namun dandis tak habis pikir ia memanjaat pagar gerbang daan dia masuk ke kamar dia dengan melompat masuk ke jendela dan di kamar dandis sudah ada kedua orangtuanya dan ketikadandis sudah masuk ke kaamar ia kaget karena tiba”orangtuanya sudah berdiri di depan jendelanya dan berkata “kamu kemana aja sih keluar pagi pulangnya malam” dan dandis hanya terdiam seketika itu dandis tidak diperbolehkan keluar kemana”oleh orangtuanya selama 1 bulan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807699083</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:48:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807699083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama/Kelas:Muhammad Usman/X-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807714667</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada suatu pagi, Yanto sedang asyik menikmati makan&nbsp;<br>soto madura di warung makan tempat favoritnya. Setelah&nbsp;<br>merasa kenyang, Yanto pun langsung berdiri dan&nbsp;<br>bersegera untuk pulang.<br>Di tengah perjalanan pulang, Yanto tertimpa suatu&nbsp;<br>musibah yaitu kecelakaan karena kena serempet oleh&nbsp;<br>sepeda motor yang sedang ugal-ugalan. Dan akibat dari&nbsp;<br>kecelakaan itu, akhirnya sandal Yanto pun putus.<br>Dengan terpaksa, Yanto pun berjalan kaki dengan tanpa&nbsp;<br>memakai sandal. Kemudian karena jarak rumahnya&nbsp;<br>sangat jauh, akhirnya dia memilih untuk pergi ke toko&nbsp;<br>terdekat untuk membeli sandal baru. Namun, apa boleh&nbsp;<br>buat, ternyata setelah membuka dompet, jumlah uangnya&nbsp;<br>tidak cukup.<br>Dikarenakan jumlah uang yang tidak cukup, kemudian&nbsp;<br>Yanto pun berniat untuk mencuri sandal di masjid yang&nbsp;<br>lokasinya tidak begitu jauh dari toko sandal tersebut.<br>Yanto akan mencuri sandal yang paling bagus yang ada&nbsp;<br>di masjid tersebut. Dia kemudian duduk di teras masjid&nbsp;<br>sambil juga melihat-lihat sekitar dan melihat setiap orang&nbsp;<br>yang akan masuk ke masjid. Sehingga saat nanti target&nbsp;<br>incarannya sedang sibuk beribadah, maka ia segera&nbsp;<br>mengambil sandal tersebut.Beberapa waktu kemudian,&nbsp;<br>keadaan aman, sehingga aksinya pun berlangsung lancar&nbsp;<br>dengan tanpa adanya hambatan.<br>Yanto pun sukses mendapatkan sandal yang yang paling&nbsp;<br>bagus diantara semua sndal yang ada di masjid tersebut,&nbsp;<br>sandal itu berwarna hitam yang merupakan warna&nbsp;<br>kesukaannya. Namun secara tidak terduga, si pemilik&nbsp;<br>sandal ternyata mengetahui kalau Yanto sudah mencuri&nbsp;<br>sandalnya.<br>Hingga akhirnya langsung saja secara spontan si pemilik&nbsp;<br>sandal berteriak dan mengejar Yanto. Malang sekali nasib si Yanto ini, perutnya yang buncit membuat dia tidak bisa&nbsp;<br>untuk lari sekencang mungkin, hingga akhirnya Yanto pun&nbsp;<br>ditangkap dan dibawa ke kantor polisi.<br>Setelah dilaksanakan pemeriksaan dan penyelidikan,&nbsp;<br>Yanto dijatuhi hukuman berupa pasal pencurian, dan&nbsp;<br>kasusnya ini akan disidangkan pada satu minggu depan.&nbsp;<br>Malang sekali si Yanto, hanya karena hal sepele saja bisa&nbsp;<br>membuat dia dibawa ke hadapan meja hijau.<br>Singkat cerita akhirnya tiba juga di hari persidangan,&nbsp;<br>Yanto pun duduk dan berada di kursi tersangka dengan&nbsp;<br>mukanya yang terlihat terus menunduk.<br>Hakim: “Baiklah, Yanto, usia 21 tahun, sudah terbukti&nbsp;<br>mencuri sandal yang berharga 30.000 rupiah. Oleh sebab&nbsp;<br>itu, Anda akan dikenai hukuman selama 5 tahun penjara”.<br>Yanto: “Looh? Pak, ini tidak adil bagi saya pak, kenapa&nbsp;<br>hukuman yang saya terima ini sangat lebih berat jika&nbsp;<br>dibandingkan dengan para koruptor di luar sana?”.<br>Kemudian sang hakim pun menjelaskan ke si Yanto&nbsp;<br>bahwa ia telah mencuri sandal, maka dia telah merugikan&nbsp;<br>seseorang dengan nilai kerugian sebesar 30.000 rupiah&nbsp;<br>saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi dengan&nbsp;<br>mengambil duit 2 miliar, maka ia sama saja telah&nbsp;<br>merugikan 200 juta rakyat Indonesia.<br>Nah jika dihitung-hitung, koruptor itu hanya membuat&nbsp;<br>kerugian sebesar 10 rupiah saja untuk setiap orang rakyat&nbsp;<br>Indonesia. Sehingga kerugian karena aksi mencuri yang&nbsp;<br>dilakukan oleh Kokom lebih besar dibandingkan dengan&nbsp;<br>aksi korupsi yang dilakukan oleh para koruptor.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:53:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807714667</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elmaila Maulidiyah Zainudin/X-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807728035</link>
         <description><![CDATA[<div>Bandel<br>di suatu pagi yang gerimis ada anak yang bernama farel, dia meminta ijin ibunya untuk pergi keluar rumah bermain dengan teman-temannya. farel sering keluar rumah hingga tidak pulang dan hingga ada perkataan tetangga yang julid lihat itu farel anak bandel kepada ibunya “tidak pernah pulang seperti anak liar dan gak berpendidikan aja”. padahal ibunya sering memberitahu untuk selalu pulang dan tidak pulang terlalu larut malam. hingga suatu hari dia meminta ijin untuk keluar lagi dan tidak diijini oleh ibunya dan ibunya mengunci dia di kamarnya, pikiran kotor farel pun mulai bertindak yaitu dia melompat lewat jendela yang ada di kamar mandi di dalam kamarnya dan jatuh, 2 jam kemudian ibunya ke kamar farel dan farel sudah kabur.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 13:57:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807728035</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tsabita Artika P/X-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807814980</link>
         <description><![CDATA[<div>Santai Santai Berujung Lalai<br><br>Di Selasa sore, seorang anak bernama Dimas terlihat sedang asyik bermain hp di kamarnya. Ibu Sinta yang merupakan ibu dari Dimas terlihat baru pulang arisan dan geram melihat Dimas yang asyik bermain hp dan belum mengganti seragamnya. “ayo ganti baju habis itu mandi dulu ayoo!.” ujar ibu Dimas. “bentar bu 5 menit lagi.” saut dimas. Ibu dimas pun pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Jam sudah menunjukkan waktu magrib dan Dimas masi berada di kamarnya dengan kondisi belum mengganti seragamnya. “astaghfirullahaladzim Dimas udah magrib kamu masi belum ganti, ayo ayo bangun ganti baju habis itu sholat magrib terus makan.” geram ibu Dimas terhadap dimas. “hmm iya iya bu.” jawab dimas dengan malas. Dimaspun bergegas mengganti pakaian dan sholat magrib setelah itu terus makan. Setelah makan ibu dimas memperingatkan dimas, “hayo jangan main hp lagi pr nya dikerjakan dulu hayoo.” ujar ibu Dimas. “iya iya bu cerewet banget.” jawab Dimas malas. Dimas menuju kamarnya fikirnya pr itu bisa dikerjakan besok pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, akhirnya Dimas melanjutkan main hp nya hingga tertidur. Pagi hari pun tiba Dimas bangun karena teriakan ibunya menyuruhnya untuk mandi karena sudah siang. Dimas loncat begitu menyadari dirinya hampir telat dan pr nya belum ia kerjakan. Akhirnya dengan kebut-kebut an dimas menyelesaikan pr nya berlanjut ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap ke sekolah, tanpa ia sadari bahwa ia menggunakan seragam yang salah. Sesampainya di sekolah teman-teman Dimas menertawakan Dimas akibat seragamnya yang tidak sesuai. “Dimas, Dimas kamu ngantuk ya sekarang kan hari Rabu kenapa pakai seragam hari Jumat.” ujar salah satu teman dimas. “hah, o iyaaa ya ampunnnnn aku ga fokusss gimana iniiiii maluuuuu!.” ujar Dimas dengan panik. Hari rabu dimas dilewati dengan rasa malu, sesampainya di rumah ibu Dimas menertawainya. “siapa suruh kemarin main hp bukannya ngerjain pr jadi buru-buru kan jadi ga fokus make seragamnya!.” ledek ibu Dimas. “iya iya bu aku salah ga dengerin ibu kemaren.” ucap Dimas dengan nada memelas. “Dimas dengerin ya, ibu cerewet itu bukan karena ga ada sebab, ibu cerewet karena ibu perhatian sama dimas, kemaren ibu sudah ingetin berapa kali hayoo, makanya kalo dikasi tau orang tua itu nurut bukan malah diabaikan gitu aja.” ujar ibu Dimas. “iya, iya ibu dimas ngaku salah maaf ya bu.” ucap Dimas dengan menyesal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 14:24:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807814980</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adhelya Ivana X2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807815082</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Manfaatkan Kesempatan yang Ada</strong></div><div><br></div><div>Pada hari Minggu yang cerah Koi, Mail, dan Jui berencana untuk bermain layang-layang di lapangan desa, kemarin mereka sudah berjanji untuk berangkat jam 9 pagi. Koi dan Mail berangkat menjemput Jui di rumahnya. “Ayo!”, ucap Koi dan Mail. “Sebentar, aku belum mengerjakan tugas matematika untuk besok”, balas Jui. “Tenang, besok bapak dan ibu guru ada rapat. Pasti tidak ada pelajaran, karena kita dipulangkan cepat”, ucap Koi. “Iya nih kan bisa dikerjakan nanti malam”, ucap Mail. Akhirnya Jui setuju dan meminta izin pada emaknya, “Mak, Jui main layangan di lapangan desa ya?”. “Yasudah, pulang sebelum makan siang ya!”, ucap emak.<br>Jui bergegas mengambil layang-layangnya dan segera ke lapangan bersama Koi dan Mail. Hari semakin siang dan terik, tapi semakin siang lapangan semakin ramai orang bermain layangan. Bahkan sampai sore pun orang di lapangan masih belum surut. Maklum bulan itu memang musimnya bermain layangan di desa.<br>Jui pulang ke rumah menjelang maghrib. “Ckckck...anak emak sibuk sekali sampai 1 abad tidak pulang, rupanya sudah kaya sehingga tidak ingat emak di rumah. Waktunya makan pun tak ingat”, ucap emak.&nbsp; “Iya mak maaf”, balas Jui yang tidak berani membantah. Karena terlalu lelah, Jui ketiduran dan melupakan tugas matematikanya.&nbsp;<br>Pada esok hari, ia datang ke sekolah dengan amat riang gembira. Ia sangat yakin akan pulang cepat. Mendekati jam pelajaran matematika, ia semakin cemas karena tak kunjung pulang dan terus mengingat tugas yang belum ia kerjakan. Jam pelajaran matematika pun tiba. Ia memberanikan diri bertanya pada bu guru. “Bu, hari ini tidak jadi rapat?”, tanya Jui, Bu Guru menjawab “Rapat?? Kata siapa ada rapat Jui?”. Jui terkaget-kaget sambil&nbsp;melongo dan berkata dalam hati “Apaaa?! Mail?! Koi?!”, ujar Jui yang masih kaget sambil menyesali perbuatannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 14:24:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807815082</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayesha Vira K/ X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807884006</link>
         <description><![CDATA[<div>Kecanduan Bermain Game<br><br>Suatu Hari Ada Seorang anak ber nama Alex, Alex<br>adalah anak yang malas belajar karena sering bermain&nbsp;<br>game di HP dan biasannya dia kalau bermain game tidak&nbsp;<br>ingat waktu.<br>Suatu Hari Alex pulang sekolah dan ia langsung bermain&nbsp;<br>game yang ada di HP nya hingga batre nya&nbsp;<br>habis,akhirnya alex mengecas nya, ke esoknya hp alex<br>mati dan tidak bisa menyala mungkin itu error karena&nbsp;<br>sering digunakan hingga batrai habis.<br>Sehingga setelah hari itu ia tidak bisa bermain hp,dan&nbsp;<br>membuat alex sadar bahwa bermain hp adalah hal yg&nbsp;<br>kurang baik dan menjadikan alex malas belajar,&nbsp;<br>semenjak alex mengurangi memainkan hp ia menjadi&nbsp;<br>lebih rajin dan giat belajar dan itu membuatnnya&nbsp;<br>semakin pintar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 14:45:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807884006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Saffira nadya l/X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807913771</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Malas belajar karena sosmed<br><br>Suatu Hari Ada Seseorang Bernama Doni,Doni adalah siswa pemalas di Kelas nya karena sering terlambat,dan tidak mengerjakan pr,itu semua karena HP.<br>Suatu Hari Ketika Doni pulang sekolah ia langsung memainkan HP nya dan ketika itu pula Doni memainkan hp nya hingga batre nya habis,akhirnya doni mengecas nya,tetapi esok esoknya hp doni masih tetap Error atau masih tidak bisa dimainkan.<br>Hingga akhirnya setelah hari itu ia tidak bisa bermain hp,dan membuat nya sadar bahwa bermain hp adalah hal yg membuat doni menjadi malas,semenjak doni tidak memainkan hp lagi,kepintaran doni bertambah dan menjadi anak pintar.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 14:54:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807913771</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Neyza Ratu A. / X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807939652</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Gadget Membuat Tidak Displinnya Waktu<br></strong><br></div><div>Pada suatu hari, ada dua orang anak perempuan bernama Lia dan kakaknya yang memiliki sifat saling bertolak belakang. Kakak Lia adalah seorang anak yang rajin dan disiplin waktu dimanapun ia berada, sedangkan&nbsp; Lia sendiri adalah seorang yang selalu mementingkan gadgetnya dari pada kegiatan yang lainnya.<br><br></div><div>Di sore hari itu, Lia berbaring dikasur terus sambil menatap gadgetnya dan tidak keluar kamar sama sekali. Kemudian ada suara dari luar kamar yang sedang memanggil&nbsp; Lia “Lia!, dimana kamu nak?”, ternyata dia adalah Ibu Lia yang kebingung mencari keberadaan Lia. Lia pun menjawab panggilan ibunya “iya bu, ada apa mencari saya?, saya sedang bermain gadget dikamar”. Lalu, Ibu Lia menghampiri kamar Lia dengan tampang kesal (marah), Lia terkejut dengan kedatangan Ibunya dengan tampang yang begitu marah. “ibu mengapa ibu begitu kesal?” tanya Lia, Ibu Lia menjawab dengan Nada agak tinggi “bagaimana ibu tidak marah, kamu dari pagi terus saja bermain gadget, kamu tidak memikirkan tugas sekolah dan pekerjaan rumahmu sama sekali nak!, jika terus begini kamu akan menjadi&nbsp; orang yang pemalas dan tidak pernah disiplin dalam melakukan sesuatu”.&nbsp; Kakak Lia yang mendengar keributan diluar segera keluar kamar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.<br><br></div><div>Di saat kakak Lia keluar dari kamar ternyata keributan yang dari tadi terdengar dari kamar berasal dari Ibu Lia yang menasehati Lia karena bermain gadget terus. Tidak lama kakak Lia memanfaatkan kesempatan itu untuk meledek adiknya, “hayolo Lia gadget kamu akan disita oleh ibu”, ujar kakak Lia. Tangisan Lia pun pecah mendengar ledekan kakaknya tadi, lalu ibu Lia berusaha menenangkan Lia yang sedang menangis dan menasehatinya, “sudah Lia kakak kamu hanya bercanda. Oh iya Lia, ibu hanya berpesan kepada kamu jika kamu bisa disiplin membagi waktu kamu dengan baik antara bermain gadget dan mengerjakan tugasmu, kamu tidak akan membuat ibu kesal seperti ini dan juga kamu tidak akan menjadi seorang yang pemalas seperti apa yang ibu katakan sebelumnya. Jadi manfaatkanlah waktumu sebaik mungkin nak”.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 15:02:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807939652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Attar Zidane X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807968699</link>
         <description><![CDATA[<div>Bambang Bergadang<br><br></div><div>Jam 9 malam hari minggu bambang disuruh ibu nya untuk bergegas tidur karena besok bambang harus menghadiri sekolah tatap muka, bukan nya malah tidur bambang malah bermain game semalaman hingga bambang tidur jam 2 malam, di pagi hari nya bambang susah dibangunkan sehingga ibu bambang marah dan melemparkan air kepada bambang sambil berteriak “sudah ibu bilang kalau tidur jangan terlalu malam kan jadi susah bangun” bambang pun terbangun dan bergegas ke ruang makan untuk sarapan, setelah itu ibu bambang menitipkan uang jajan dan pergi kepasar, bambang pun makan sarapan tapi bambang masih mengantuk sarapan belum habis bambang pun tertidur di meja makan dan terbangun kembali tanpa disadari ternyata jam sudah menunjukan jam 8 bambang panik dan bergegas berangkat ke sekolah, sampai nya disekolah bambang pertemu pak agus dan ditanya kamu dari mana saja kok baru datang bambang pun menjawab “maaf pak saya ketiduran” pak agus memerahi bambang dan segera memberi poin setelah itu bambang dan pak agus masuk ke kelas, pak agus meminta para siswwa untuk membuka buku pelajaran bambang pun baru sadar semua buku dan tas nya tertinggal pak agus pun menyuruh bambang untuk meminjam buku di perpustakaan dan menegur bambang untuk lebih fokus lagi&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 15:11:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1807968699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abdu Rizal Alfadhila R - X2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1808009040</link>
         <description><![CDATA[<div>Suatu hari&nbsp; ada seorang siswa yang terlambat untuk masuk sekolah di mana pada saat itu semua siswa sudah masuk kedalam kelasnya masing masing, dengan terburu-buru siswa tersebut memasuki kelas. Saat membuka pintu begitu terkejutnya sang guru melihat siswa tersebut datang terlambat, guru: “dari mana saja kamu?! Jam segini baru datang”</div><div>siswa: “maaf pak,”</div><div>guru: “sekarang kamu keluar dari kelas!”</div><div>siswa: “t-tapi pak, saya hanya terlambat 10 menit”</div><div>guru: “kamu tau aturan di sekolah kan?,”</div><div>siswa: “iya pak”</div><div>guru: “Kamu tahu mengapa aturan itu saya buat? Itu untuk mendidik kita semua untuk disiplin terhadap apapun, khususnya waktu, paham?! Karena tanpa kedisiplinan, sepintar apapun kamu akan percuma, tidak ada artinya!”</div><div>siswa: “iya pak saya mengerti”</div><div>dengan rasa kesal dan malu siswa tersebut pun keluar dari kelas.</div><div>Keesokan harinya siswa yang dating terlambat kemarin kini ia dating tepat waktu, dan saat bel sudah berbunyi guru yang mengajar siswa tersebut belum datang. Dan tiba itba guru tersebut datang terlambat.</div><div>&nbsp;</div><div>guru: “maaf anak anak bapak terlambat karena macet di jalan”</div><div>siswa: “bapak tahu kan aturannya bagi yang datang terlambat”</div><div>guru: ”Itu kan berlaku hanya untuk kalian saja para murid, kalau bapak tidak diizinkan masuk kelas siapa yang akan mengajarkan kalian??”</div><div>siswa: “bapak tahu kan tujuannya peraturan ini di buat?, untuk kedisiplinan dan tidak dihukum di luar kelas!”</div><div>guru: "dasar murid tak tahu diuntung, bukannya bersyukur bapak bisa datang malah ngelunjak, keluar kamu sekarang!"</div><div>dengan keadaan bingung dan terheran heran, siswa tersebut berjalan keluar kelas&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 15:24:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1808009040</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tsalitsa Ayu/X-2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1808251598</link>
         <description><![CDATA[<div>Fokus pada Diri Sendiri</div><div><br></div><div>Pada hari minggu, ada dua gadis SMA bernama Yuna dan Yeji. Mereka berencana pergi ke salah satu café yang baru saja buka di daerah rumah Yeji. Yuna datang tepat waktu sesuai jam yang ditentukan, tetapi saat sampai di sana Yuna tidak menemukan Yeji yang artinya Yeji lupa jika mereka ada janji. Yuna menelpon Yeji tetapi tidak di jawab. Yuna terus mencoba menelpon Yeji berkali-kali tetap tidak di jawab. Akhirnya Yuna memutuskan untuk menunggu Yeji 15 menit-20 menit jika tidak datang juga Yuna akan pulang.&nbsp;<br><br></div><div>Setelah ditunggu 15 menit akhirnya teman yang ia tunggu dengan sabar datang. Yeji langsung menghampiri Yuna dengan tergesa-gesa. Yeji duduk disamping Yuna dan minta maaf karena terlambat datang.</div><div><br></div><div>Yuna: ”Lagi-lagi kau terlambat sampai kapan kau akan terus seperti ini?”</div><div>Yeji: ”Aku minta maaf, tadi saat aku perjalanan ke sini sesuatu terjadi begitu saja.”</div><div>Yuna: “Memangnya apa yang terjadi?”</div><div>Yeji: “Ada seseorang yang tiba-tiba menghalangi jalanku padahal aku tidak melakukan kesalahan padanya ia benar-benar membuatku kesal.”</div><div>Yuna: “Mungkin kau pernah berbuat kesalahan padanya? coba kau ingat-ingat.”</div><div>Yeji: ”Ahh entahlah yang aku ingat baru pertama kali aku bertemu dia.”</div><div>Yuna: “Aku harap kau tidak terlambat lagi jika kita janji bertemu. Setiap janji dengan kau, aku yang selalu terus menunggumu.”</div><div>Yeji: “Kau pikir aku saja yang selalu terlambat, kau juga pernah saat itu aku menunggumu hampir setengah jam lalu kau mengirimkanku pesan “maaf aku tidak bisa datang, lain kali saja ya” tanpa ketahui saat itu aku benar-benar menyesal menunggumu.”</div><div>Yeji: “Aku harap sama-sama fokus dan introspeksi diri masing-masing. Jika terulang cukup ingatkan saja.”</div><div>Yuna: “Ahh benar, maaf aku membuatmu kesal. Aku selalu mencari kesalahan orang lain tanpa introspeksi diriku sendiri.”</div><div>Pada akhirnya, Mereka berdua sama-sama mengoreksi diri masing-masing dan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 16:50:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1808251598</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zaky Ahmady S/X1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1808471686</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelalaian Wudi<br>Pada Minggu tengah malam, terdapat seorang pelajar bernama Wudi sedang asyik bermain game menggunakan&nbsp; komputer pribadinya. Wudi sudah bermain game sejak pukul 18.00, Wudi menjadi berisik sekali saat tengah malam hari itu lantaran tidak dapat menahan emosinya saat kalah bermain game. Mendengar Wudi yang berisik, Ibu Wudi jadi terbangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar Wudi. Melihat Ibunya datang dengan raut muka kesal Wudi spontan langsung terdiam dan menunduk, Wudi ditegur lantaran tidak kunjung tidur dan berisik saat tengah malam.</div><div>“kamu ini gimana sih, larut malam begini sudah belum tidur berisik lagi, besok kan kamu harus pergi kesekolah jam 07.00 pagi!” mendengar teguran itu dengan wajah menunduk Wudi menjawab “iya bu habis ini saya bakal langsung tidur”. Mendengar jawaban itu, Ibu Wudi pun segera kembali menuju kamarnya untuk melanjutkan tidurnya dikarenakan besok pagi beliau harus pergi untuk rapat penting yang memakan waktu 2 hari 1 malam. Mendengar pintu kamar ibunya yang sudah tertutup, Wudi melanjutkan bermain game dengan suara pelan. Tanpa disadari jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, Wudi kaget saat melihat jam karena tidak menyangka akan kelewatan begadang hingga selama ini. Wudi pun bergegas menuju ranjangnya untuk tidur karena dia sendiri sebenarnya sudah menahan ngantuk sejak lama.<br><br></div><div>Keesokan paginya Wudi terbangun jam 06.50, sadar dia akan telat Wudi bergegas mempersiapkan diri untuk menuju sekolah lalu langsung berangkat menggunakan sepeda motornya, ia tidak lupa untuk mengunci pintu rumah karena sudah tahu bahwa ibunya sudah berangkat pergi. Tidak mengejutkan, wudi telat masuk sekolah lalu ditegur oleh gurunya lantaran ini sudah telat yang kelima kali dalam&nbsp;</div><div>satu semester. Gurunya memberi peringatan kalau besok terlambat lagi, wudi akan diberi poin minus 30 karena sebenarnya banyak keterlambatan Wudi dalam 1 semester sudah ditoleransi, Wudi pun hanya mengiyakan saja.</div><div>Singkat cerita, Wudi pulang dari sekolah dan langsung terlelap dikarenakan hari ini dia belum cukup tidur. Saat sudah terbangun, Wudi kaget lantaran jam sudah menunjukan pukul 17.00. Wudi pun segera mandi dan makan lantaran dia hari ini belum mandi dan belum makan sama sekali. Setelah selesai, Wudi baru ingat kalau hari ini dia dapat pr matematika dari sekolah. Wudi ingin mengerjakan pr tersebut tapi teringat bahwa ibunya hari ini tidak ada dirumah jadi pikirnya dia bebas melakukan apa saja. Tanpa berpikir panjang, Wudi menyalakan komputernya untuk bermain game dan berpikir untuk besok berangkat kesekolah pagi sekali agar bisa mengerjakan prnya disana. Begadang untuk bermain game hingga pagi, Wudi tidak kuat menahan ngantuknya dan tanpa sadar dia terlelap didepan komputernya dengan keadaan komputernya yang masih menyala.</div><div>Keesokan paginya, Wudi terbangun pukul 07.30 dan langsung panik lantaran dia sudah telat masuk sekolah. Tidak mencuci muka ataupun mandi, Wudi langsung ganti baju dan mengambil tas beserta kunci motornya, lalu mengebut menuju sekolah. Karena ini menjadi keterlambatannya yang keenam kali dalam satu semester, Wudi mendapat poin minus 30 dari sekolah. Saat sudah sampai kelas, gurunya langsung menagih pr matematikanya lalu Wudi bilang kalau dia belum mengerjakan pr tersebut, karena itu Wudi pun mendapat 0 untuk nilai tugasnya.</div><div>Singkat cerita, Wudi pulang dengan penuh rasa kecewa pada dirinya sendiri. Sesampainya dirumah, terlihat ibu Wudi sudah pulang dari rapatnya dan menunggu Wudi untuk memarahinya. Wudi pun dimarahi habis-habisan “kamu ini gimana sih bikin malu saja, baru juga kemarin lusa diitegur sudah berulah lagi, karena ini komputer kamu akan ibu sita selama 2 bulan dari sekarang!. Akhirnya Wudi pun menyesal atas perbuatannya, dia berjalan menuju kamar dengan penuh penyesalan serta merasa kesal dan kecewa pada dirinya sendiri.<br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 18:23:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1808471686</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mirza Anayatullah X3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812626177</link>
         <description><![CDATA[<div>Menabrak Orang dan Kaget<br><br>Pada hari senin di jakarta Rudi berangkat ke sekolah Rudi sadar bahwa ia berangkat terlambat karena semalah Rudi bermain game sampai larut malam, lalu ia tancap gas menggunakan motor ke sekolah, setelah 10 menit perjalanan Rudi mengantuk saat perjalanan dan tidak sengaja ia menabrak seorang kuli yang sedang menyebrang, Rudi langsung bangun dari jatuhnya dan memarahi seorang kuli yang di tabrak "BUTA LO??? NYEBRANG LIAT LIAT DULU DONG" seorang kuli itu dengan sedih dan kesakitan menjawab "SAYA EMANG BUTA MAS"&nbsp; Rudi pun kaget dan merasa sedih telah memarahi kuli tersebut&nbsp; lalu Rudi mengintropeksi dirinya agar ia tidak bermain game larut malam yang menyebabkan dia tidak fokus dalam segala hal lalu keesokan harinya Rudy tidur dengan teratur</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 02:36:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812626177</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narendra Ryang Bhagaskara X3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812671190</link>
         <description><![CDATA[<div>di ospek guru saat telat zoom<br><br>Pada hari senin di pagi yang sangat cerah di malang iqmall terbangun dari tidurnya karena hari senin dia ada pelajaran dan dia terlupa karena ada zoom meeting,di saat itu dia telat hampir satu jam,lalu dia bergegas membuka Laptop untuk memulai pelajaran,setelah masuk zoom dia di tanya oleh bapak guru"Iqmall kenapa kamu telat saat pelajaran bapak hampir selesai???" kemudian iqmall menjawab"Yaa saya telat karena tadi malam saya bergadang bermain game bersama teman ku pak,lagian bapak juga tidak memberitahu saya kalo ad zoom di hari senin" dan teman teman iqmall menertawakan dan mengatakan"Hahahaha mending lu kagak usah masuk sekalian mall,kagak butuh juga sama orang kek lu" di saat itu bapak guru menyindir iqmall dengan perkataan nya "Yaudah lebih baik kamu tidak mengikuti zoom daripada,kamu harus berdebat di pagi hari bersama saya yang tidak mempunyai attitude kepada guru" dan Iqmall Meminta maaf kepada bapak guru tersebut dan dia berjanji tidak akan telat dan bergadang dan mulai keesokan harinya iqmall mulai teratur tidak telat lagi saat masuk zoom</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 02:55:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812671190</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aryo Maruti X-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812788293</link>
         <description><![CDATA[<div>Baumu tidak enak</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;Pada suatu malam Mirza asik bermain game sampai pagi hari. Di pagi hari Mirza telat bangun dan langsung berangkat tanpa mandi terlebih dahulu. Dijalan Mirza naik motor dengan mengebut dan akhirnya sampai sekolah. Mirza datang terlambat, pagar sekolah sudah ditutup dan akhirnya diizinkan masuk oleh guru langsung bergegas menuju kelas.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;Pelajaaran pun dimulai seperti biasanya. Bu guru hanya memberikan tugas dan ketika selesai akan Kembali ke kelas. Di tengah jam pelajaran Yudha yang duduk disebelah menghirup bau tidak sedap. Yudha berteriak “Aduh bau siapa ini tidak enak!” anak-anak dikelas pun menjawab “Iya aku juga membau sesuatu tidak sedap.” Mirza pun panik karena dia sadar bahwa dirinya belom mandi. Yudha tiba-tiba menanyai Mirza “Mir..kamu udah mandi a?” Mirza menjawab “Sudah dong.”</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;Bu guru pun kembali ke kelas untuk mengambil tugas anak-anak. Saat ingin meninggalkan kelas anak-anak sekelas berteriak “Bu guru..Mirza belom mandiii!!!!” bu guru pun kaget dan meminta Mirza untuk maju. Di dalam hati Mirza panik dan kaget kenapa teman-teman tau kenapa dia belom mandi. Bu guru bertanya kepada Mirza “Nak kamu ndak mandi ya?” Mirza menjawab “sudah kok bu”. Lalu bu guru kembali bertanya “Kamu tadi sarapan telor ya nak?” Mirza menjawab dengan kaget “Loh iya bu kok bisa tau?” “lha itu digigimu masih ada telor di gigimu.” Mirza pun malu karena ditertawakan teman-temannya karena ketahuan tidak mandi saat bersekolah. Lalu Bu guru berkata kepada Mirza “Lebih baik jujur walau itu menyakitkan ya mir dan juga jangan telat kalau sekolah.” Mirza pun mejawab “Baik bu” sambil garuk-garuk kepala.</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 03:48:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812788293</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shavira Putri Dyandra X3/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812847049</link>
         <description><![CDATA[<div>Drakor dari Pagi Hingga Malam<br><br>Di sore hari yang cerah disertai angin semilir. Dyana sedang bersantai sambil menonton drakor di kamar, Dyana terus menerus menatap jam berharap waktu berjalan lambat.&nbsp;Tiba-tiba Dyana mendengar suara ibunya dari arah dapur , ibunya berkata "Dyana ibu minta tolong angkat jemuran di atas,sepertinya mau hujan!", Dyana pun dari kamar membalas perkataan ibunya "bentar ini drakornya pas bagian seru-serunya"<br><br>Kemudian ibunya memasuki kamar Dyana "kamu ini setiap hari nonton drakor terus,mau jadi apa kamu?!" , Dyana menjawab, "mau ketemu sama Gong Yoo ahjussi". Ibunya tidak menanggapi dan pergi keluar kamar karna malas berdebat dengannya. Keesokan harinya Dyana bersiap untuk join zoom sekolah,namun ia tidak menemukan seragamnya,dia pun bertanya kepada ibunya, ibunya menjawab "baju kamu basah kena hujan,salah sendiri ibu suruh malah lanjut drakor". Dyana pun kesal dan menjawab "ibu kan bisa ngangkat sendiri,masa semua harus Dyana" Ibunya menjawab "ibu sengaja,biar kamu itu sadar kalau yang kamu lakukan itu buang-buang waktu,masa ibu suruh gitu aja banyak alasan".<br><br>Dyana pun terpaksa join zoom dengan hanya menggunakan kerudung sekolah saja dengan bawahan piyama. Keesokan harinya Dyana pun mulai memperhatikan jam nya untuk menonton drakor ,dia sadar bahwa yang dikatakan ibunya benar, dan sesekali ia juga mengajak ibunya untuk menonton drakor bersama,dan ibunya pun jadi nge fans dengan Gong Yoo ahjussi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 04:22:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812847049</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aquilla Pramesti Angkasa X3 (06)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812962969</link>
         <description><![CDATA[<div>Menunda tugas demi drakor<br><br>Dia siang hari sesudah sekolah online Fika membuka GC di handphonenya untuk melihat apakah ada tugas atau tidak, dan ternyata disitu ada tugas yaitu MAT, BIN, dan BD yang dikumpulkan jam 21.00. Tapi dia sangat ingin menonton drakor untuk itu Fika melihat kembali tugasnya dan ternyata hanya sedikit, Fika memutuskan hanya menonton 2 episode kemudian mengerjakan tugas “mungkin melihat drakor cuman 2 eps cukup, lalu aku akan mengerjakan tugas.” 1 eps selesai, 2 eps selesai dan Fika melihat jam ternyata masih jam 3 sore “mungkin 2 eps lagi cukup.” Tapi hingga jam 19.00 Fika masih keterusan nonton, sampai akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 00.00 yang artinya Fika sudah selesai menonton drakor hingga habis dan telat mengumpulkan tugasnya, “hhh sudah jam 12 malam dan aku belum mengerjakan tugas satu pun berarti aku telat mengumpulkan dan kena poin dong.” Fika buru – buru mengerjakan tugas dan ternyata sangat susah, Fika langsung menelepon Joe untuk meminta contekan “Joe pliss aku nyontek tugas MAT, BIN, BD pliss, aku kaasikan nonton sampai lupa dgn tugasku.” Joe berkata “makanya untamakan tugas dan menyampingkan nonton, kan bisa drakor hari sabtu / minggu, kalau gini kamu sudah mengumpulkan telat, dapet poin lagi, nambah deh poinmu sekarang” “iya – iya maaf, ini salahku” kata Fika, dan Joe memberikan contekan kepada Fika<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>Sejak kejaadian tersebut Fika menginstropeksikan diri dan berjanji untuk mengerjakan tugas dulu dan menyampingkan nonton drakornya, dia sangat menyesal dan berharap kejadian ini tidak terulang lagi ke dirinya<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 05:31:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1812962969</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berliana Lossus M.R/X4/07</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813107719</link>
         <description><![CDATA[<div>Hidup Kelewat Santai<br><br>Pagi-pagi buta sekitar pukul 05.00 seorang anak perempuan terbangun dari tidurnya dengan rasa malas, sehingga ia memutuskan untuk bermain ponsel sebentar.&nbsp;<br><br>Saat Lani sedang asik bermain ponsel terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya, " Lani, cepatlah bangun! ", Namun yang dipanggil pura-pura tidak mendengar dan terus bermain ponsel dibalik selimut. Satu jam berlalu dan waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi namun Lani belum juga bangkit dari ranjangnya, pintu kamarnya diketuk lagi dari luar, " Ladalah ini anak masih belum bangun juga, Lani bangun! Mau latihan mati kamu ya? ". Kata ibu yang sudah tidak sabar lagi dengan kelakuan anaknya yang tidak kunjung bangun. Waktu terus berjalan kini menunjukkan pukul 06.30, sambil membawa spatula penggorengan, ibu datang lagi ke depan pintu kamar Lani dan mengetuknya, tok..tok..tok. " Mau ibu panggilkan warga untuk shalatin kamu sekalian? SEKARANG SUDAH PUKUL SETENGAH TUJUH LANI! " Secara tiba-tiba pintu terbuka membuat ibu yang berdiri di depan pintu terkejut, " Ayam ayam, ih mbok ya pelan-pelan kalau buka pintu, hampir saja kamu ibu pukul dengan spatula panas ini. ",&nbsp;<br>" Ibu, ini sudah setengah tujuh? ", tanya Lani panik. " Iya", jawab ibu seadanya.&nbsp;<br>"Lah bu Lani telat ini! ",&nbsp;<br>" Mangkanya dari tadi bangun! Oh iya kakakmu tidak bisa antar, dia sedang sakit",&nbsp;<br>"Hah?! Waduh bagaimana dong ini? " Lani semakin panik. Alhasil Lani terlambat ke sekolah karena menunggu ojek online untuk mengantarnya.&nbsp;<br><br>"Haduh gara-gara bermain ponsel aku jadi telat masuk sekolah" Ucap Lani menyesal.&nbsp;<br>"Pokoknya aku besok tidak boleh malas-malasan supaya aku tidak terlambat lagi masuk sekolah! " Lani bertekat penuh. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 06:55:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813107719</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Grigakya Acintya H./X3-17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813223957</link>
         <description><![CDATA[<div>Akibat datang terlambat<br><br>&nbsp;Suatu hari ada seorang siswa terlambat datang ke kelas di mana pada saat itu yang mengajar adalah seorang guru killer. siswa dengan napas terengah-engah membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam kelas.</div><div>Siswa :”Permisi pak, maaf saya terlambat. Boleh saya masuk pak?”</div><div>Guru :” Dari mana saja kamu?! Jam segini baru datang, kamu tahu kan aturan di dalam kelas saya apa?!”</div><div>Siswa :”Maaf pak, saya tahu aturannya. Bagi yang datang terlambat lebih dari 15 menit dari jadwal yang telah ditentukan diperkenankan masuk ke dalam kelas namun wajib menutup pintu dari luar pak.”</div><div>Guru :”Itu kamu sudah hafal. Kamu bapak izinkan masuk tapi dengan syarat tadi, kamu harus menutup pintu kelas ini dari luar!”</div><div>Siswa :”Yah, itu sama saja dengan bapak menyuruh saya untuk keluar.”</div><div>Guru :”Memang itu maksud saya. Kamu tahu mengapa aturan itu saya buat? Itu untuk mendidik kita semua untuk disiplin terhadap apapun, khususnya waktu, paham?! Karena tanpa kedisiplinan, sepintar apapun kamu akan percuma, tidak ada artinya!”</div><div>Siswa&nbsp; :”Iya pak saya sangat paham. Tapi kan saya baru pertama kali pak datang terlambat.”</div><div>Guru&nbsp; :”Tidak ada alasan untuk itu. Sekarang lekas kamu tutup pintu itu dari luar!”</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Akhirnya dengan kesal siswa tersebut keluar kelas dan menutup pintu kelas itu dari luar sesuai dengan aturan. Minggu berikutnya, siswa yang sebelumnya datang terlambat kini ia datang tepat waktu. Sebaliknya, sang guru lah yang kali ini datang terlambat. Sang guru pun masuk kelas dan meminta maaf kepada para siswa karena keterlambatannya.</div><div>Guru :”Maaf anak-anak, bapak datang terlambat karena ada urusan mendadak yang harus bapak selesaikan terlebih dahulu.”</div><div>Siswa :”Bapak tahu kan aturan bagi yang datang terlambat apa?”</div><div>Guru&nbsp; :”Itu kan berlaku hanya untuk kalian saja para siswa, kalau bapak tidak diizinkan masuk kelas siapa yang akan mengajarkan kalian? Siapa yang akan mendidik kalian menjadi generasi emas bangsa ini?”</div><div>Siswa :”Bapak tahu kan maksud tujuan aturan itu dibuat untuk apa? Untuk kedisiplinan. Tanpa kedisilipinan, sehebat apapun ilmu yang bapak berikan kepada kami akan percuma karena bapak menunjukan sikap tidak disiplin terhadap waktu yang telah dibuat sejak awal.”<br>Guru :”Bapak paham dan benar-benar meminta maaf, tapi bapak harus menyelesaikan hal yang penting terlebih dahulu.”</div><div>Siswa :”Apakah mendidik generasi emas harapan bangsa itu bukanlah suatu hal yang penting untuk bapak? Kami kira tidak ada alasan atas perbuatan tidak disiplin bapak ini serta tidak mementingkan kepentingan orang banyak terlebih dahulu sebagai kewajiban bapak sebagai pengajar, oleh karena itu silahkan bapak menutup pintu itu dari luar.”</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Sang guru tak bisa membalas ucapan dari siswa tersebut dan mengaku salah. Akhirnya dia pun menutup pintu kelas dari luar atas akibat perbuatan tidak disiplinnya terhadap waktu.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 07:59:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813223957</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M.ZAYYAN NUHAD X3/26</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813230693</link>
         <description><![CDATA[<div>Menjaga pola makan dalam kehidupan sehari-hari<br><br>Pada suatu hari,budi sedang makan pagi.lalu budi mengambil nasi dan lauk yg sangat banyak,sehingga orang lain tidak mendapatkan jata untuk makan.budi memiliki berat badan yg berlebih,sehingga budi mengambil nasi dan lauk yg banyak karena,badan budi memiliki isi/bobot yg sangat banyak.budi sangat malas untuk berolahraga.padahal sudah sering ibu nya meminta budi untuk berolahraga.tetapi,budi tidak mau melaksanakan perintah yg diminta oleh ibu nya untuk berolahraga,dan lebih memilih untuk makan.saat budi makan,ibu nya datang dan menghampiri budi yg sedang menyantap makanannya.ibu nya sangat marah,karena budi makan dengan porsi yg sangat banyak,tanpa memikirkan kesehatan tubuh nya.budi menghiraukan ibu nya yg marah.lalu budi melanjutkan menyantap makanan nya dengan lahap,tanpa memikirkan yg lain.keesokan harinya,budi sedang menyantap makanan nya,lalu budi melihat ibu nya sedang berjalan untuk menghampiri dia.budi lalu menyembunyikan makanan yg dia santap,agar ibu nya tidak mengetahui kalau dia sedang makan.lalu ibu nya bertanya kepada budi,apa budi sudah makan/belum?.lalu budi menjawab dengan tegas kalau dia belum makan.tetapi,ibu nya tidak bisa untuk dibohongi,karena dimulut budi,terdapat sisa nasi yg menempel.saat ibu nya tahu kalau dia berbohong,budi langsung melarikan diri dari rumah agar tidak terkena marah dari ibu nya.saat budi pulang,ibu nya bingung,kenapa budi sekarang memiliki berat badan yg ideal.budi menjawab,karena dia berlari dari kemarahan ibu nya,sehingga dia bisa berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh nya.lalu budi meminta maaf kepada ibu nya,dan ibu nya memaafkan kesalahan yg telah diperbuat oleh budi.kita tidak boleh berbohong kepada orang tua kita,dan kita harus menjaga pola makan kita sehari-hari,agar kita memiliki berat badan yg ideal,dan organ tubuh yg bekerja dengan normal tanpa mengalami gangguan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 08:02:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813230693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dzaky abdullah mannan/X4/12</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813445953</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok Malas<br><br>Suatu hari guru di SMA BSS Malang masuk ke kelas 10D. Susasana kelas tersebut tampak ramai karena terdapat dua golongan yang berbeda, yaitu golongan rajin dan golongan malas. Yang membedakan kedua golongan tersebut adalah kerajinan dan kemalasannya.<br>Di setiap kelompom terdapat 5 orang anak yaitu kelompok malas dengan anggota Gandy,Fery,Hakim,Rafif dan Farel lalu kelompok rajin anggotanya adalah Dimas,Putri,Adit,Salwa dan Ciko. Kedua kelompok tersebut sangatlah berbeda.<br><br>Suatu ketika guru tersebut meng absen muridnya satu persatu. "Kelompok rajin?" Lalu dimas putri adit salwa dan Ciko&nbsp; pun mengacungkan tangannya. "Kelompok malas?" Kemduian Gandy, Farel, rafif dan hakim pun mengacungkan tangannya sambil menjawab "hadir bu", tetapi ada satu anggota malas yang tidak mengacug kan tangannya yaitu si Rafif. Seteleah itu guru tetsebut bertanya, "mengapa kamu tidak mengacungkan tangan?" Lalu si Rafly menjawab "karena saya malas bu kan saya bagian dari kelompok malas tentu saja saya selalu malas." Setelah mendengar jawaban si Rafif lalu murid murid langsung tertawa dan ibu guru tersebut hanya menggeleng kan kepalanya. Beberapa menit kemudian kelas kembali seperti normal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 09:53:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813445953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dyna Aliifia Isyana/X4/11</title>
         <author>dynaisyana</author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813507301</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br>Hukuman Pencuri Sandal Vs Koruptor<br></strong><br></div><div>Di pagi hari yang indah, Diwan lagi asyik menyantap makanan kesukaanya yaitu soto, di warung langganan sebelah Masjid Jami'. Setelah merasa kenyang, Diwan kemudian berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang menuju rumah. Dalam perjalanannya pulang menuju rumah, tak di sangka tiba-tiba Diwan tertimpa musibah. Diwan terserempet oleh kawanan pemuda pengendara motor yang melaju kencang dan ugal-ugalan. Kejadian tersebut mengakibatkan diwan jatuh ke jalan. Tidak ada luka berat yang di alami oleh Diwan, namun yang membuatnya marah adalah tali sandal putus dan tidak dapat digunakan kembali. Dengan rasa penuh marah, Diwan terpaksa pulang menuju rumah dengan berjalan kali tanpa menggunakan sandal. Karena jarak rumah masih cukup jauh, di tengah perjalanan Diwan merasakan sakit pada kaki karena tidak menggunakan sandal. Diwan pun memutuskan untuk membeli sandal di toko terdekat. Sesampainya di toko terdekat, Diwan mulai melihat-lihat dan bertanya merek dan jenis sandal serta harganya. Namun, lagi-lagi nasib sial menghampirinya saat Diwan melihat isi dompetnya. Ternyata tak ada satu pun merek sandal yang harganya sesuai dengan isi dompetnya. Dengan perasaan sangat terpaksa, Diwan pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah tanpa menggunakan sandal. Diwan melintas di Masjid Jami' dan dia melihat banyak sandal yang ditinggalkan pemiliknya berjamaah. Kemudian, tanpa berpikir panjang Diwan langsung mengambil sandal paling bagus yang ada di Masjid Jami' tersebut. Malangnya nasib Diwan saat mengambil sandal. Sang pemilik mengetahui sandalnya diambil oleh Diwan. Diwan pun dikejar-kejar oleh pemilik sandal tersebut. Sang pemilik sandal kemudian membawa Diwan ke kantor polisi atas tindakan kriminalitas yang telah dilakukan. Setelah dilakukan penyeledikian, Diwan dijatuhi sanksi pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu pekan kembali. Malang banget si Diwan, hanya perkara sepele saja dapat bikin dia dibawa di hadapan meja hijau. Akhirnya tiba juga hari persidangan, Diwan berada di tempat duduk tersangka disertai muka yang tertunduk. Hakim: Baiklah, Diwan, umur 23 tahun, saudara ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 5 tahun penjara. Diwan: Looh?! Pak, ini tak adil bagi saya, mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman koruptor? Lalu hakim menjelaskan kepada Diwan bahwa ia mencuri sandal dan merugikan seseorang dengan nilai 30.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai 2 miliar, dan itu sama saja merugikan 200 juta rakyat Indonesia. Nah, bila dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Diwan lebih besar dibandingkan aksi yang dikerjakan oleh para koruptor.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 10:28:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813507301</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sheril Maharani X3(31)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813518806</link>
         <description><![CDATA[<div>Gaji Buta&nbsp;<br><br>Suatu pagi di kelas&nbsp; , semua murid kesulitan mengerjakan tugas&nbsp; matematika. Sedangkan Bu Dita duduk di bangku guru dan sibuk dengan hp nya . Para murid merasa kesusahan pada saat mengerjakan tugas karena materinya tidak pernah dijelaskan oleh Bu Dita. Bu Dita hanya memberikan cacatan dan latihan soal tanpa menjelaskan cara mengerjakannya. Di tengah kebingungan para murid jefri berbicara ke Santi ," eh Santi sepertinya Bu Dita itu main saham deh"&nbsp;<br>Santi&nbsp; ,"kenapa memang?kamu tahu dari mana?"<br>jefri, "Beliau gak&nbsp; pernah ngajar tapi dapat gaji".<br>Santi ," Haha benar juga ya"<br>Jefri pun memberanikan diri berbicara ke Bu Dita ,"Bu Dita saya tidak bisa mengerjakan tugasnya karena Ibu tidak pernah menjelaskan ".<br>Bu Dita merasa bersalah setelah mendengar pernyataan Jefri.&nbsp; "Baik akan saya jelaskan " kata&nbsp; Bu Dita . Setelah selesai menjelaskan Bu Dita meminta maaf kepada muridnya karena tidak menerangkan materi dan sibuk dengan hp nya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 10:36:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813518806</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adellia Putri Dwi Ihsani X3/01</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813525648</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>&nbsp;Manfaat lain menonton film<br></strong><br>Pada siang hari di kantin sekolah banyak anak yang menghabiskan waktunya untuk membeli makanan, minuman, serta bergurau dengan temannya sebelum pembelajaran selanjutnya dimulai. Namun kali ini Elio melihat temannya yaitu Nadhira dengan raut wajah seperti memikirkan suatu hal yang sangat penting sehingga Nadhira tidak fokus pada pembicaraan dengan teman-temannya, sesampainya di ruang kelas elio pun menghampiri Nadhira. “ Nadh dari tadi kaya ngga focus, lagi ada beban pikiran ya?” tanya elio. “Ohhh, engga kok. Aku Cuman mikir apa teori segitiga Bermuda itu beneran ada,Menurut kamu gimana? Balas Nadhira<br>Elio : “Hahaha kirain mikir apaan, memangnya kenapa?”<br>Nadhira : “ Aku kemarin habis nonton film terus kebawa emosi gitu,anaknya namanya Ezra pemalas banget. masa disuruh sekolah aja gamau, bahkan ayahnya sampai beliin hp yang dia mau dengan syarat dia mau berangkat sekolah. Dan dia juga ngomong kasar dengan ibunya, karena ibunya maksa dia buat pergi ke sekolah”<br>Elio : “Kok dia sampai segitunya, padahal cuman disuruh sekolah, dan itu buat kebaikan dia juga kan”<br>Nadhira : “Diceritain di filmnya itu katanya dia mau jadi Youtuber, dengan cita-citanya yang mau jadi youtuber itu dia ngerasa pelajaran disekolah gabakal berguna buat dia”<br>Elio : “ooo gitu, eh terus apa hubungannya sama segitiga Bermuda tadi?”<br>Nadhira : “ aku mau kesana, Biar bisa buang sampah sekalian buang Ezra juga hahaha”<br><br>Elio : “Ya ampun nad, ingat ini Cuma film. Dan kalo pun ada di dunia nyata anak kayak gitu harus di rehabilitasi, jangan dikasarin nanti si anak malah makin bandel. Daripada mikirin karakter buruk Ezra di film lebih baik kita lihat Kembali diri kita, Kita jadikan pelajaran agar tidak menjadi seperti Ezra</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 10:40:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813525648</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Athallah Raziqo Zaydan F X4/05</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813619035</link>
         <description><![CDATA[<div>Vaksin itu Benar apa Salah<br><br>&nbsp; &nbsp;Pada suatu siang yang cerah di sebuah puskesmas ada dua orang yang sedang menunggu giliran untuk vaksin.Kedua orang itu bernama Bambang dan Kepin.Saat menunggu giliran mereka mengobrol tentang banyak hal selagi menghilangkan bosan.Setelah mengobrol cukup lama Bambang melihat Kepin yang sedang membaca artikel tentang vaksin di grup whatsapp<br><br>&nbsp; &nbsp;Melihat itu pun Bambang pun menanyakan tentang apa isi dari artikel tersebut.<br>"Kamu baca apa Pin?" ujar Bambang<br>"Oh ini lho aku baca artikel,masak katanya vaksin itu mengandung babi" Kepin menjawab<br>Bambang:"itu siapa yang nge share Pin?"<br>Kepin:"pamanku yang nge share Bang"<br>Bambang:"jaman sekarang masih percaya hoax kayak gitu,kok lucu wkwk"<br>Kepin:"Iya juga ya,pamanku emang kayak gitu Bang,dari dulu selalu percaya ama berita yang gajelas"<br>Bambang:"terus kenapa nggak kamu nasihati Pin'<br>Kepin:"sudah Bang,cuma orangnya masih tetep gapercaya"<br>Bambang:"oh ya,kamu bilang saja kalau tidak vaksin tidak bisa pergi ke mall Pin,mungkin nanti pamanmu mulai mau untuk divaksin"<br>Kepin:"iya juga ya,ok deh"<br><br>&nbsp; &nbsp;    Akhirnya setelah menunggu lama mereka pun divaksin oleh nakes.Setelah selesai vaksin Kepin pun menjelaskan ke pamannya kalau vaksin itu tidak berbahaya.dan akhirnya paman dari kepin pun mau untuk divaksin.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 11:35:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813619035</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luna Aprilia Fitri Nasuha X4/18</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813629388</link>
         <description><![CDATA[<div>Hukuman Pencuri Sandal Vs Koruptor<br>Abstraksi<br><br>Di pagi hari yang indah, Diwan lagi asyik menyantap makanan kesukaanya yaitu soto, di warung langganan sebelah Masjid Jami'. Setelah merasa kenyang, Diwan kemudian berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang menuju rumah.<br><br>Orientasi<br><br>Dalam perjalanannya pulang menuju rumah, tak di sangka tiba-tiba Diwan tertimpa musibah. Diwan terserempet oleh kawanan pemuda pengendara motor yang melaju kencang dan ugal-ugalan. Kejadian tersebut mengakibatkan diwan jatuh ke jalan.<br><br>Tidak ada luka berat yang di alami oleh Diwan, namun yang membuatnya marah adalah tali sandal putus dan tidak dapat digunakan kembali.<br><br>Dengan rasa penuh marah, Diwan terpaksa pulang menuju rumah dengan berjalan kali tanpa menggunakan sandal. Karena jarak rumah masih cukup jauh, di tengah perjalanan Diwan merasakan sakit pada kaki karena tidak menggunakan sandal. Diwan pun memutuskan untuk membeli sandal di toko terdekat.<br><br>Sesampainya di toko terdekat, Diwan mulai melihat-lihat dan bertanya merek dan jenis sandal serta harganya. Namun, lagi-lagi nasib sial menghampirinya saat Diwan melihat isi dompetnya. Ternyata tak ada satu pun merek sandal yang harganya sesuai dengan isi dompetnya. Dengan perasaan sangat terpaksa, Diwan pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah tanpa menggunakan sandal.<br><br>Krisis<br><br>Diwan melintas di Masjid Jami' dan dia melihat banyak sandal yang ditinggalkan pemiliknya berjamaah. Kemudian, tanpa berpikir panjang Diwan langsung mengambil sandal paling bagus yang ada di Masjid Jami' tersebut.<br><br>Malangnya nasib Diwan saat mengambil sandal. Sang pemilik mengetahui sandalnya diambil oleh Diwan. Diwan pun dikejar-kejar oleh pemilik sandal tersebut. Sang pemilik sandal kemudian membawa Diwan ke kantor polisi atas tindakan kriminalitas yang telah dilakukan.<br><br>Setelah dilakukan penyeledikian, Diwan dijatuhi sanksi pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu pekan kembali. Malang banget si Diwan, hanya perkara sepele saja dapat bikin dia dibawa di hadapan meja hijau.<br><br>Respons<br><br>Akhirnya tiba juga hari persidangan, Diwan berada di tempat duduk tersangka disertai muka yang tertunduk.<br><br>Hakim: Baiklah, Diwan, umur 23 tahun, saudara ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 5 tahun penjara.<br><br>Diwan: Looh?! Pak, ini tak adil bagi saya, mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman koruptor?<br><br>Koda<br><br>Lalu hakim menjelaskan kepada Diwan bahwa ia mencuri sandal dan merugikan seseorang dengan nilai 30.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai 2 miliar, dan itu sama saja merugikan 200 juta rakyat Indonesia.<br><br>Nah, bila dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Diwan lebih besar dibandingkan aksi yang dikerjakan oleh para koruptor</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 11:40:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813629388</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sally Savista Anindya X4/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813684679</link>
         <description><![CDATA[<div>Prioritas tanpa batas<br><br>&nbsp; Suatu malam Karina sedang asyik menonton drakor karena tugasnya sudah tuntas. Saat sedang asyik-asyiknya ,Dikta menelepon Karina berkali-kali, dan itu sangat mengganggunya. Karina pun mengangkat panggilan itu dengan kesal. Dan ternyata Dikta menelepon karena ingin meminta contekan. Karina yang semakin kesal pun memaki Dikta yang seenaknya minta contekan. Karina segera mengakhiri panggilan tersebut dan melanjutkan kegiatan menonton drakor yang sempat tertunda. Tanpa sadar jam di handphone Karina menunjukkan pukul 23.00, tetapi Karina sama sekali tidak mengantuk, akhirnya Karina memutuskan untuk melanjutkan kegiatannya. Sampai tiba-tiba mama Karina masuk ke kamarnya dan mengomelinya, "Astaga Karina,ini jam berapa?! Nonton drakor kok tidak tau waktu, coba saja kalau kamu mama suruh belajar, tidak ada setengah jam pasti kamu sudah mengeluh capek kan??" ucap mama Karina dengan kesal. "Ya kan beda maa" rengek Karina. "Udah sana tidur tidak usah banyak alasan! Atau mama sita itu laptopnya!" marah mama Karina. Karina diam tidak berkutik dan terpaksa ia mengikuti perintah mamanya.<br><br>&nbsp; Keesokan harinya, Karina bangun terlambat karena tidur terlalu malam, ia buru-buru memakai seragamnya dan join zoom. Karina terlambat 15 menit dan guru tersebut membiarkannya tetap berada di waiting room sampai jam pelajaran selesai. Karina merasa gelisah karena ia tertinggal satu jam mata pelajaran. Setelah jam pertama selesai, ia bergegas menghubungi guru mata pelajaran untuk menjelaskan apa yang terjadi. Sayangnya guru tersebut tidak memberi toleransi, "Karina, kamu udah sering terlambat masuk pelajaran saya, tugas kamu juga sering tidak tepat waktu, kali ini saya tidak memberi toleransi, kamu saya beri point sesuai peraturan sekolah." ucap guru tersebut dengan tegas. Karina yang tidak terima pun menjawab, "Loh pak, kemarin saya mengumpulkan tugas tepat waktu, ada buktinya ini pak ". jawab Karina. "Mana coba foto dan kirim ke saya" jawab guru itu. Karina segera membuka google classroom dan melihat tugas yang kemarin ia kerjakan. Nahasnya, tugas tersebut sudah selesai dan ia kumpulkan tetapi lupa untuk klik serahkan. "Astagaaa, lagi dan lagi aku lupa klik serahkan" gumam Karina menyesal. Ia pun menjelaskan kepada guru tadi dan beliau menjawab, "Nah itu Karina, kamu ceroboh, tugas itu prioritas, jangan disepelekan, jangan mengerjakan asal dan terburu-buru melakukan kegiatan lainnya, begini kan hasilnya, tugas minggu lalu juga, mengumpulkan tepat waktu, tetapi sama persis dengan jawaban si Irene, dikira bapak tidak tahu" nasihat guru Karina.<br><br>&nbsp; Karina langsung diam seribu bahasa, ia tidak sadar bahwa ia tidak jauh beda dengan temannya, si Dikta. Selalu terburu-buru mengerjakan tugas dan mengumpulkan tepat waktu, tetapi dengan cara melihat jawaban temannya. Karena bagi dia yang penting selesai dan lanjut melakukan kegiatan lainnya yang jauh dari kata penting. Tidak berpikir konsekuensinya bahwa dengan selalu mencontek jawaban temannya, akan membuat ia malas berpikir dan ketergantungan.&nbsp;<br><br>&nbsp; Mulai detik itu juga Karina bertekad untuk merubah kebiasaan buruknya, ia berusaha untuk mengerjakan tugasnya sendiri tanpa bantuan teman. Dan mengurangi menonton drakor serta memperbanyak belajar demi masa depannya.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 12:08:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813684679</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gesit Naqa Asmara X3/16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813801316</link>
         <description><![CDATA[<div>Terlalu fokus pada gadget<br><br>     Pada hari senin, di sekolah ada seorang anak bernama Budi, dia adalah anak penyendiri di kelasnya karena dia selalu asik dengan dunianya sendiri. Tiap jam istirahat dia hanya menghabiskan waktunya dengan menatap layar gadgetnya, tanpa pernah memperhatikan lingkungan kelasnya yang ramai. Pada suatu hari Budi lupa untuk membawa HP nya, dan dia baru sadar ketika sudah di kelas. Saat itu Budi mulai memperhatikan seisi kelas, mulai dari teman temanya hingga peralatan kelas. Pada saat jam istirahat ia kebingungan karena bingung apa yang harus ia lakukan. Pada biasanya yang ia lakukan hanyalah melihat layar HP nya. Namun hari ini berbeda, temanya Anton mendatangi Budi dan berkata "Bud, kamu mau main bareng di luar ngga??" lalu Budi menjawab "kamu kok tau aku?" lalu Anton membalasnya kembali "Kamu lihat Hp trus sih, sebetulnya kami selalu mengajak mu bermain namun kamu selalu asik dengan HP mu makanya kamu tidak pernah menyadari kita" Lalu Budi menyesal baru menyadari bahwa selama ini ia di kelilingi orang yang ingin bermain bersamanya namun ia selalu hanya memperhatikan layar hpnya saja. Anton berkata kembali "makanya lihat lingkungan mu" sembari mengulurkan tangan seolah olah ingin mengajak Budi bermain. lalu Budi menjabat tangan itu dan mulai bermain bersama orang orang di sekitarnya.  </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 12:53:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813801316</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M.Satria Yudha B X3/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813816522</link>
         <description><![CDATA[<div>Karena tugas kelompok<br><br>Pada sore hari itu banyak anak sekolahan yang telah pulang dan menuju ke rumah masing-masing, termasuk Alya. Namun tak seperti anak sekolah lainnya yang senang karena pembelajaran sudah berakhir dan mereka bisa beristirahat di rumah, Alya justru bingung dan sedih memikirkan tugas kelompok yang diberikan gurunya dan harus dikumpulkan besok. Itu artinya dia dan kelompoknya harus menyelesaikannya malam ini. Mengingat bahwa alya memiliki orangtua yang bisa dibilang strict-parents. Ia bingung cara meminta izin agar diperbolehkan keluar malam untuk mengerjakan tugas kelompok Bersama temannya.Lalu Alya ingat bahwa malam ini adalah jadwal kontrol jantung ayahnya, yang artinya hanya ada dia dan nenek dirumah. Lalu dia berbicara pada nenek perihal tugas kelompok nya dan neneknya setuju untuk tinggal sendirian di rumah. Karena Alya yakin jika meminta izin untuk mengerjakan tugas kelompok kepada ayahnya adalah hal yang sia-sia. Belum tepat 30 menit Alya mengerjakan tugas kelompok nya ia sudah di jemput ayahnya dengan tatapan yang mengerikan, sesampainya dirumah ia di marahi habis-habisan karena ayahnya menganggap Alya telah berbohong kepada ayahnya dan malah keluar bersama teman-temannya bahkan meminta nenek ikut berbohong,neneknya pun mengalihkan per hatian ayah alya dengan keluar rumah lalu tidak sengaja terpeleset kulit pisang seketika itu ayah alya keluar dan melihat nenek pingsan segera ayah alya memanggil ambulace dan mencoba menelpon alya&nbsp; ternyata Handphone nya alya ada di saku nenek ayah melihat Hanphone alya dan membaca semua percakapan rencana mereka yang akan melakukan tugas kelompok.Nenek yang baru bangun dari pingsannya menasehati anaknya yang terlalu mengekang anaknya sendiri."Pahamilah anakmu"Jangan mau menang sendiri, tapi cobalah introspeksi diri. Menurut mu apa Alya sengaja berbohong? Jika kau tidak begitu mengekangnya dia tidak akan pernah berani membohongi mu</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 12:58:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813816522</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Derrick M. Hanif / X3 / 12</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813836495</link>
         <description><![CDATA[<div>Kecanduan Bermain Game<br><br></div><div>Suatu malam ada seorang pelajar SMA bernama Andi, Andi sangat suka sekali bermain game hingga lupa waktu. Hingga pada suatu hari Andi bermain sampai larut malam dirumahnya dan lupa mengerjakan tugasnya, setelah Andi selesai bermain, Andi langsung menuju kasurnya dan tertidur pulas karena kecapekan bermain game tanpa mengerjakan tugasnya terlebih dahulu.<br><br></div><div>Pada besok paginya Andi&nbsp; mengikuti pembelajaran seperti biasa sambil terkantuk – kantuk karena kurang tidur pada malam harinya. Hingga pada akhirnya, Andi dipanggil oleh Bu Guru, dan Andi pun langsung panik. Bu Guru bertanya kepada Andi “Andi mana tugasmu, kok belum dikumpulkan?” Andi pun menjawab “Maaf bu kemarin saya lupa mengerjakan tugas yang diberikan” pada akhirnya Andi pun dihukum, disuruh hormat pada bendera dilapangan selama 45 menit.<br>&nbsp;<br>&nbsp;Sejak kejadian tersebut Andi merasa harus mengubah kebiasaan buruknya dan mengubah dengan kebiasaan yang lebih baik, dengan cara membagi waktu dan lebih memprioritaskan mana yang lebih penting terlebih dahulu.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 13:04:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813836495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aufy khawasy El Hasany X3/ 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813854340</link>
         <description><![CDATA[<div>Tahan Amarahmu&nbsp;<br><br><br>pada suatu hari ada seorang anak lelaki bernama Adi yang sukanya marah marah. kemudian ayahnya membuat pagar kayu lalu memberikan anak tersebut palu dan paku. ia berpesan padanya untuk memaku 1 paku setiap si adi marah.<br>setiap anak lelaki itu marah, ia akan mengambil 1 paku dan menancapkanya dipagar. awalnya hingga 37 paku menancap dipagar. semakin hari smakin penuh paku yang ditancapkan kepapan, setelah itu sang ayah menyuruh anaknya menyabut 1 paku di pagar setiap hari saat dia tidak marah.<br><br>lalu sang ayah berkata "lihatlah pagar itu nak, tiap kali kamu marah kepada seseorang, kamu seperti memancapkan paku pada papan. nah ketika kamu sudah tidak marah kamu akan mengambil paku tersebut, meski paku sudah tidak ada tetapi lubang tidak akan hilang kan nak? nah lubang itulah seperti luka yang kamu torehkan ke orang - orang saat marah" .&nbsp;<br>akhirnya si adi pun sadar dan ia meminta maaf kepada ayahnya, dan mereka saling bercanda gurau bersama agar mencairkan suasana.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 13:09:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813854340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maudy Kusuma Ramadhani X4/19</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813870708</link>
         <description><![CDATA[<div>Berkaca dari Pembullyan<br><br>&nbsp; &nbsp; Beberapa bulan lalu, Hani merupakan siswa pindahan dari salah satu SMA di Bandung yang pindah ke salah satu SMA di kota Malang. Dia merupakan anak yang cantik dan berprestasi, banyak yang kagum kepada Hani dan banyak pula yang iri kepadanya. Awalnya semua berjalan baik-baik saja menurut Hani, sampai pada waktu itu Hani tidak sengaja menumpahkan jus jeruk ke tubuh Clarissa selaku kakak kelas Hani, "prangg!" Suara gelas yang jatuh. "Maaf kakk maaff, saya benar benar ga sengaja kak, tolong maafkan saya" ucap Hani yang ketakutan. "Punya mata gak si, makanya kalo punya mata dipake, jangan cuma dijadiin pajangan" bentak Clarissa kepada Hani. "iya kak, saya benar-benar tidak sengaja, kakak boleh pakai sweater saya dulu untuk menutupi baju yang basah, saya benar-benar minta maaf." Ucap Hani sambil merasa bersalah. Clarissa dan resty pun melengah pergi tidak lupa dengan tatapan sinisnya.&nbsp;<br><br>&nbsp; &nbsp; "Eeh sa, dia bukanya anak yang pernah kamu serempet pakai motor waktu itu?" Ucap resty sambil bertanya tanya. Clarissa pun terdiam dan mengingat-ingat kejadian waktu dimana dia kabur setelah membawa motor ugal-ugalan dan tidak sengaja menyerempet siswi berseragam sekolah, "eum iya si, ehh tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya Res tentang kejadian itu," ucap Clarissa yang panik. Resty pun terdiam dan mulai merenungkan hal salah yang telah diperbuat oleh sahabatnya itu. "Kamu ga boleh gitu sa, kamu juga bersalah, harusnya kamu juga introspeksi diri, masih mending Hani mau meminta maaf dan bertanggung jawab, lah kamu? Kamu harusnya ngaca dulu Clarissa!" Ucap Resty yang sedang menyadarkan sahabatnya itu. Clarissa pun mulai mencerna apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu, dia segera berkaca didepan kaca kamar mandi sekolah sambil bergaya sok imut "cantik juga anaknya mamah" ucap Clarissa dengan penuh percaya diri. Resty pun menepuk jidatnya sendiri "gak gitu konsepnya Jubaedah!, Sekarang gini aja deh kamu juga harus minta maaf ke Hani karena ulahmu yang kemarin," Clarissa pun terdiam dan malu kepada sikapnya sendiri.<br><br>&nbsp; &nbsp; "Kringg!!!" Alarm pulang sekolah berbunyi, Clarissa dan Resty pun datang menemui Hani. "Maaf kak, saya tadi benar-benar tidak sengaja" ucap Hani yang ketakutan. "Iya gapapa, aku juga udah maafin kamu kok, saya juga mau minta maaf karena kemarin saya tidak sengaja nyerempet kamu pakai sepeda motor, maafkan saya juga ya Hani," Hani pun tersenyum manis "iya kak gapapa kok saya juga sudah ikhlas."</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 13:14:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813870708</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Sekolah Pagi                                                        Nathan adalah seorang pelajar ia gemar membaca buku bermain game dll.Pada tanggal 17 Oktober dia dijadwalkan untuk Pembelajaran tatap Muka dan ia sangat bersemangat.Dan pada pagi harinya nathan Bangun Jam 5 Karna saking semangatnya Tetapi disaat selesai sholat shubuh nathan berpikiran jika tidur sebentar agi tidak bermasalah dikarenakan waktunya yang kurang 2 Jam lagi,tetapi hal tersebut malah merugikan nathan dikarenakan saat nathan kembali tidur Nathan malah terlalu nyenyak tidurnya yang membuat ia gagal PTM Karna bangun jam 11 Siang,Nathan pun kecewa dan berjanji tidak akan mengulangi hal Tsb lagi.                              </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813903589</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 13:24:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813903589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Altaira Nabila Puja .P / X-4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813904294</link>
         <description><![CDATA[<div>PAHALA</div><div><br></div><div>Suatu hari di siang yang panas , adzan dzuhur berkumandang , membuat hati terasa sejuk kembali . Di taman , anak anak yang bermain pun bergegas untuk pulang karena sudah masuk waktu dzuhur . Jake dan Jay berjanjian untuk sholat berjamaah di masjid dekat rumah Jay . “Jake habis ini sholat berjamaah yok!” ucap Jay , “Ayok tapi aku harus pulang terlebih dahulu untuk mandi “ jawab Jake . “ Okey Jake , aku juga mau mandi dulu “ imbuh Jay.&nbsp;</div><div><br></div><div>Setelah Jay selesai mandi ia menunggu Jake ,&nbsp; di depan masjid . Namun setelah beberapa jam Jay menunggu , Jake tak kunjung datang . “ Jake kemana si lama banget , aku sudah menunggu sampai kulit saya kepanasan “ batin Jay . waktu menunjukkan pukul 13:00 namun Jake belum tiba juga , padahal sholat dhuhur berjamaah sudah lewat. Akhirnya Jay memutuskan menjemput Jake karena khawatir . Saat dalam perjalanan Jay melihat jake yang baru saja sampai di depan rumahnya dengan memakai baju yang sama , YANG ARTINYA DIA BELUM MANDI DAN BELUM SAMPAI RUMAH DARI TADI?!. “JAKEEE!!!”teriak Jay . “kenapaa udah sejam aku tunggu ga kunjung datang , dan kenapa belum mandi ktanya mau sholat berjamaah?”sambung Jay sedikit marah . “ Aku mau sholat&nbsp; berjamaah. Namun kata Pak ustad setiap langkah kaki menjadi pahala. Jadi aku berjalan sedikit-sedikit biar pahalaku banyak, begitu!” Jawab Jake . “ Hey darimana?? kamu salah , yang benar itu kata pak ustad setiap langkah kaki jika tujuannya ke masjid , baru itulah menjadi pahalaaa Jakee!!!”jawaban ngegas Jay . “Oh gitu , tapi kamu kenapa malah kesini emang sudah sholat ?”Ucap Jake . “ Ya belum jugaa , mangkannya aku menyusul kamu untuk sholat berjamaah !!”lanjut Jay . “ah sama saja dong , udah ngegas sama sama salah pula haha , ayok sholat berjamaah di masjid dekat rumahku saja “jawab kesal Jake .&nbsp;</div><div><br></div><div>Bersambung…</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 13:24:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813904294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NATHAN PUTRA UTAMA X4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813929007</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp;"BERUNTUNG ATAU MERUGI"</div><div>pada suatu pagi dua orang siswi sedang melakukan sebuah tarian yang sangat unik, mereka menyebutnya tarian "Tiktok". Namun tidak hanya mereka saja, beberapa siswa dan siswi juga ada yang melakukan hal itu. Ketika pelajaran Bu Sisca telah dimulai dan ketika beliau menjelaskan mereka berdua malah asik mengobrol dan menghibah sana-sini.<br>&nbsp; &nbsp; Ketika istirahat mereka pun melanjutkan obrolannya, "Eh Laura kamu tau gak si cewek dari kelas itu, katanya dia suka gonta-ganti pacar dong... parah gak sih?" Tanya Rennata membuka pembicaraan,<br>"Oh si cewek itu... ya aku tau, parah banget. kemarin katanya dia lagi Deket sama cowok dari sekolah itu tuh..." balas Laura. Setelah berbincang lama mereka baru ingat kalau jam istirahat sudah lewat, mereka pun bergegas ke kelas. Alhasil mereka pun telat dan dipanggil ke kantor guru setelah pelajaran tersebut, "kalian berdua kenapa kok bisa sampai terlambat?" tanya Bu Sisca penasaran,<br>"Kami tadi mengobrol Bu dan ketika kami sadar ternyata jam istirahat sudah habis." jawab mereka berdua sambil menundukkan kepala,<br>"Seharusnya waktu kosong kalian itu melakukan hal bermanfaat, bukannya main Tiktok, menghibah sana-sini, dan berakhir telat kayak gini... memang nya kalian terkenal kayak artis?" Ucap Bu Sisca tertawa.<br>&nbsp; &nbsp; akhirnya, keesokan hari hingga seterusnya mereka mulai memperbaiki sikap dan menjadi lebih baik. Isilah waktu luang kalian dengan hal baik, positif, dan bermanfaat untuk dirimu dan orang disekitar mu. Gunakanlah Waktu sebaik mungkin, jangan sampai waktu yang mengendalikan kita.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 13:31:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813929007</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aurellia Athallah X4/06</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813993612</link>
         <description><![CDATA[<div>Kesantaiannya Membuat Malapetaka<br><br>Pada siang hari yang cerah, Dayu baru selesai sekolah daring. Setelah sekolah, dia berencana untuk istirahat, sholat, dan makan. Kemudian Dayu akan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru pada saat di zoom tadi. Setelah sholat dan makan, Dayu pun berencana untuk rebahan dikasurnya dan bermain hp selama 15 menit. Tetapi setelah 15 menit istirahat, Dayu pun tidak kunjung mengerjakan tugasnya. Ia keasikan main&nbsp; hp ditambah dengan suasana kamarnya yang sejuk. Dayu pun berjanji dengan diri sendiri akan mengerjakan tugasnya 5 menit lagi. Tetapi setelah 5 menit, ternyata Dayu ketiduran di kamarnya.&nbsp;<br><br></div><div>Jam sudah menunjukkan pukul 17.00. “Waktu berjalan sangat cepat sekali?! Aku belum mengerjakan tugas sama sekali. Hari ini semua mata pelajaran ada tugas. Bagaimana ini?!”. Ia pun bergegas untuk segera mandi lalu mengerjakan tugas-tugasnya. Setelah mandi, Bayu diajak oleh orangtuanya untuk makan. Ia pun tertunda lagi untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Selesai makan, ia izin ke orangtuanya untuk mendahului dan pergi ke kamarnya untuk mengerjakan tugas-tugasnya.&nbsp;<br><br></div><div>Ia telah menyelesaikan 2 tugasnya dan masih tersisa 2 tugas lagi. Ia pun segera bergegas mengerjakannya. Tak lama kemudian, jam sudah menunjukkan pukul 20.30. Dayu sudah ada firasat bahwa dia akan telat mengumpulkan tugasnya. 20 menit kemudian, Dayu telah selesai mengerjakan 1 tugasnya. Berarti ada 1 tugas yang belum ia kerjakan. Sedangkan tenggat waktu yang diberikan oleh guru pukul 21.00.&nbsp;<br><br></div><div>Sekarang sudah menunjukkan pukul 21.00. Dayu belum selesai mengerjakan tugasnya. Ia pun panik. 15 menit kemudian ia telah menyelesaikan tugasnya dan segera dikumpulkan ke google classroom.&nbsp;<br><br></div><div>Seminggu kemudian, Dayu pun ditegur oleh gurunya. Dayu pun mendapat point 10 karena telat mengumpulkan tugasnya. Ia pun berjanji tidak akan bersantai-santai lagi jika ia mempunyai tugas yang banyak. Kesantaian Dayu membuat malapetaka.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 13:50:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1813993612</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aisha Thufaila / X3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814014897</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kue Bolu Gagal Total<br></strong><br>Pada suatu hari yang mendung, Nana sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat kue. Akhir-akhir ini, dia sangat suka membuat aneka kue maupun dessert lainnya. Kali ini ia akan membuat bolu kukus andalannya<br>Dia pun mulai menakar bahan-bahan dan mencampurnya. Kemudian ia harus menunggu hingga air dalam kukusan mendidih untuk mengukus adonan bolu tadi. Sambil menunggu, ia beristirahat dan membaringkan tubuhnya. Ibunya yang melihatnyapun menghampirinya dan bertanya "lho, sudah selesai ta buat kuenya?". "belum bu tinggal mengukus aja" jawab Nana. "Oh gitu, awas lupa lho. lbu mau ke rumahnya Bu Yoona dulu, ada kakak dirumah " balas ibunya sekalian pamit. "Iya bu" sahut Nana. Tak lama Kemudian entah kenapa dia merasa mengantuk sekali hingga akhirnya tertidur pulas.<br>Tiba-tiba terdengar suara jeritan kakaknya dari dapur "AAAAAAAA", seketika Nana terkejut dan bangun dari tidurnya lalu ia berjalan menuju dapur untuk melihat hal apa yang sebenarnya terjadi. "Ada apa sih kak? ngagetin orang aja" tanya Nana dengan kesal. "Tuh, liat aja adonan kue mu" balas kakaknya jengkel. Nana pun terkejut yang kedua kalinya "Hah, yaampun ada banyak banget semutnya.. ini dari mana?"&nbsp; ternyata terdapat semut di seluruh permukaan adonan kue Nana. "ah, aku kira ini salah satu ide kreatifmu, bolu semut HAHAHA" goda kakaknya sambil bercanda. "iihh enggaklah! apaan sih kak, trus ini dikemanain adonannya ?" tanya Nana yang kebingungan. "Makan aja" balas kakak nya dengan bercanda lagi. "Yang bener aja kak..." jawab Nana yang masih sedih karenan adonannya gagal. "Nah mangkanya kalau melakukan sesuatu itu jangan lalai, kalau masih belum selesai ya ditutup dulu. Lah kamu cuma ditaruh gitu aja terus ditinggal tidur, lain kali Jangan gitu ya! mubazir kalau dibuang-buang" nasihat kakaknya.&nbsp; "Iya kak maaf, nanti bantuin bilang ke ibu ya.." Jawab Nana. "Hadehh iyaaa... mending beresin ini aja dulu " balas kakaknya dengan jengkel.&nbsp;<br>Sejak saat itu, Nana mengintropeksi dirinya dan menjadi seorang yang bertanggung jawab dan tidak lalai lagi terhadap semua pekerjaan yang ia lakukan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 13:56:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814014897</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Titus Zuriel Hariyoso (X4)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814038339</link>
         <description><![CDATA[<div>"Masih Membutuhkan Cermin"<br><br>Riki dan Thomas berjalan kaki menuju sekolah pada pagi hari, ditengah perjalanan Riki melihat seekor ayam yang sedang mencari makan di lumpur. "Jorok sekali, kenapa ya ada hewan seperti ayam? Udah bau, jorok lagi" ucap Riki. Namaun, Thomas merespon ucapan Riki dengan pandangan yang berbeda. "Tidak baik merendahkan semua yang sudah diciptakan Tuhan, apa lagi sampai merendahkan sesama manusia. Memang benar ayam bau dan hidupnya jorok, namun tidak sadarkah kamu kalau ayam rajin sekali bangun pagi. Setiap pagi buta, ayam sudah berkokok menandakan matahari akan terbit. Kamu bahkan kalah rajin dengan ayam, orang kamu selalu bangun kesiangan kok" respon Thomas dengan nada sedikit menyindir. Setelah mendengar ucapan Thomas tersebut, Riki terkejut dan mulai merenungkan perkataan yang telah ia ucapkan. "Makanya sebelum mengomentari tentang sesuatu, ada baiknya jika kita mengoreksi diri sendiri. Apakah hidup kita sudah lebih baik dari orang ataupun makhluk lainnya? Jadi jangan lupa bercermin dulu ya" kata Thomas sambil sedikit tertawa. "Iya-iya lain kali aku akan bercermin dulu. Makasih ya Thomas, mulai sekarang aku akan belajar mengintrospeksi diri sendiri dahulu." Ucapan terimakasih Riki.</div><div>Lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju sekolah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 14:02:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814038339</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Althaf Kamal X3/03</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814046440</link>
         <description><![CDATA[<div>Jangan suka menuduh orang lain<br><br>disuatu pagi hari yang cerah ada seorang murid SMA bernama boby,boby adalah anak yang ceroboh dan suka menuduh orang lain dan teman sekelasnya,pagi itu adalah hari senin jadi semua siswa wajib upacara,boby pun langsung menuju kelas untuk mengambil topi namun tidak menemukannya, boby merasa sangat yakin bahwa dia sudah membawa topi untuk upacara,padahal topi boby terselip dibuku bukunya boby pun mencurigai teman sekelasnya,bahwa teman temannya sudah merencanakan untuk menyembunyikan topinya boby,boby pun berdebat dengan teman sekelasnya,”kalian pasti menyembunyikan topiku kan”kata boby”lalu teman sekelasnya menjawab”tidak kami tidak punya niatan itu sama sekali”sampai sampai boby mengambil paksa topi salah satu temannya bernama tobi alhasil temannya dihukum oleh guru-guru karena tidak memakai topi,sementara boby aman aman saja.<br><br></div><div>Teman yang dihukum itu akhirnya menjelaskan kronologinya ke guru bk dan boby pun dipanggil keruang bk melalui speaker sekolah”UNTUK BOBY KELAS XII1 SILAHKAN MENUJU KE RUANG BK”semua mata tertuju kepada boby bahkan teman sekelasnya ada yang berkata”MAMPUS KAU BOBY” sambil tertawa.boby pun malu dan langsung berlari ke ruang bk.<br><br></div><div>Setelah itu guru bk menyuruh Boby meminta maaf kepada tobi namun boby tidak mau meminta maaf karena masih yakin bahwa bobylah yang benar,setelah itu guru bk mengajak keduanya untuk pergi kekelasnya dan mencari topi lagi,akhirnya topi boby ketemu terselip di buku bukunya boby pun meminta maaf didepan teman sekelasnya”tobi dan teman teman,aku minta maaf ya… karena suka menuduh kalian,aku janji tak akan menuduh kalian tanpa dengan alasan yang jelas”teman teman sekelasnya menjawab”ok kami maafkan kok asal tidak diulangi lagi”boby pun berencana mentraktir teman temannya dikantin namun tiba tiba guru bk menjawab”tenang boby tidak akan mengulanginya lagi karena akan dikeluarkan dari sekolah”karena boby terlalu banyak menuduh dan sering keruang bk,boby dikategorikan sebagai anak yang bermasalah dan mendapatkan poin minus yang paling banyak.boby pun tidak jadi mentraktir temannya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 14:05:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814046440</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amaliya Zahra Aprilita X3/04</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814170091</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada siang hari yang terasa panas itu, Aji sudah berencana akan bermain game dan menonton YouTube sehabis pulang sekolah hingga dini hari. Saat Aji sudah datang ke kediamannya, Aji langsung menyiapkan laptop dan berbagai cemilan juga makanan untuk melakukan 2 kegiatan tersebut. Malam hari pun tiba, Aji masih terlihat tampak sibuk bermain game dan menonton YouTube yang lucu sampai ia lupa bahwa masih ada kegiatan yang seharusnya dilakukan dan lebih penting.&nbsp;<br><br>Aji melihat jam sudah menunjukkan pukul 2.15 dini hari, hingga akhirnya Aji merasakan bahwa dirinya sudah mengantuk dan bergumam “Wah, tanpa disadari aku sudah terlalu larut hanya untuk bermain game dan menonton YouTube” “Baiklah aku akan segara tidur”. Aji pun langsung menuju ke kasurnya untuk beristirahat.<br><br>Alarm Aji telah berbunyi pada pukul 6.30, tetapi Aji mematikannya dan lanjut tidur lagi, sampai sampai ia terbangun pada pukul 6.50, sedangkan pada jam 7.00 ia sudah harus masuk sekolah dan pembelajaran akan dimulai. “Oh tidak, 10 menit lagi aku sudah harus sampai sekolah” “Ya ampun bagaimana inii” kata Aji. Aji pun tanpa basa basi lagi langsung bergegas untuk memakai seragam tanpa harus pergi ke kamar mandi terlebih dahulu dan lanjut sarapan. Akhirnya aji sudah sampai kesekolah pada pukul 7.01 dan langsung berlari menuju kelasnya.<br><br>Sesampai di kelas, iya tampak terlihat ngos-ngosan dan langsung menuju bangkunya. Aji beruntung kali ini, karena sesampai di kelas ia tidak melihat keberaaan gurunya. Bayu menghampiri Aji dan bertanya “Hey, tumben sekali kamu telat, memangnya kenapa kau telat?” tanya bayu “Huft ini kesalahanku sih, aku tadi malam begadang sampai dini hari cuma buat nonton YouTube sama main game hehe” Bayu “Astaga sudah berapa kali aku bilang, jangan begadang pas waktunya lagi sekolah ginii” Aji “hehe ya maaf”.<br><br>“Eh gurunya udah mau dateng nih, kalian jangan ribut ya” Ucap Ino sang ketua kelas. Saat gurunya sudah sampai di kelas, Ino langsung menyuruh seluruh teman sekelasnya untuk bersiap dan berdoa untuk memulai pembelajarannya. Guru “Baik, keluarkan tugas fisika yang ibu berikan kemarin lalu setelah ini kumpulkan ke saya. Saya lihat tugasnya sebagai absen juga ya”. Murid-murid langsung saja bergegas ke meja guru tersebut untuk mengumpulkan tugasnya. Aji tampak terlihat panik karena ia belum sama sekali mengerjakan tugasnya. Aji bergumam “Aduh gimana nih tugasku belum kukerjain ternyata”, setelah itu ia mendapat panggilan dari guru fisikanya dan gurunya bertanya “Aji tugas kamu mana? kok belum dikumpulkan?” Aji menjawab dengan gugup “Emm maaf bu, kemarin saya lupa mengerjakan tugas fisikanya bu” guru “Aduh Aji kamu ini ya, yasudah ibu beri hukuman ke kamu. Hukumannya putari lapangan sekolah sebanyak 5 kali” Aji menjawab dengan pasrah “Baik bu, akan saya lakukan”.&nbsp;<br><br>Aji akhirnya sudah menyelesaikan tugas hukumannya dan ia merasa sangat lelah karena hukuman ini. Aji memutuskan untuk pergi ke pinggir lapangan dan beristirahat terlebih dahulu. Sambil beristirahat, Aji mulai berpikir kesalahan yang ia perbuat kemarin. “Astaga kenapa aku bermain game dan menonton YouTube mulu sih, kan aku jadi kena hukuman gini” gumam Aji. <br><br>Tak lama bel istirahat pun telah berbunyi, Bayu tanpa basa basi langsung bergegas menuju pinggir lapangan dan menghampiri Aji yang sedang terlihat murung di sana. Bayu “Hey sudah lah jangan terlalu dipikirkan ya, mari kita pergi ke kantin yuk!” Aji “Ahh aku rasanya masih bersalah karena perbuatanku kemarin” Bayu “Hmm lain kali jangan diulangi lagi ya, jangan begadang lagi nanti kamu kelupaan ngerjain tugas tugasmu lho. Lagian begadang itu juga ngga baik buat kesehatan tubuhmu lho!” nasihat Bayu. Aji “Iya juga sih, kamu bener. Iya maaf ya lain kali aku gak mau begadang lagi” Bayu “NAAHH gitu dong! yuk sekarang kita ke kantin, aku traktir deh” “WAH kalo gitu aku mau, yuk ke kantin” ucap Aji yang senang mendengar kata ‘traktir’. “Ah kamu ini kalau mendengar kata traktir langsung semangat ya” ucap Bayu. “hehe” ucap Aji sambil menggaruk tengkuknya walaupun tengkuknya tidak terasa gatal karena ia merasa malu.&nbsp;<br><br>Setelah kejadian itu, Aji sangat menyesali perbuatannya. Aji tidak pernah lagi begadang demi kesehatannya. Dan juga ia tidak mau mendapat hukuman lagi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 14:39:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814170091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mahesa Haryo Torayoga/X3/23</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814202163</link>
         <description><![CDATA[<div>TEPUKAN SETENGAH MATI<br><br></div><div>Reza harus kerja kelompok sampai larut malam di rumah temannya. Ketika ingin pulang Reza memesan GO-CAR untuk mengantarnya pulang. “Perumahan Oma View ya Pak“. Sopir itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Reza dan Sopir , mungkin Reza merasa capek karena bekerja sampai larut malam.&nbsp;</div><div>20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Reza ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos GO-CAR. Reza lalu menepuk pundak Sopir GO-CAR dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.</div><div>Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Reza Sopir GO-CAR itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya GO-CAR itu menabrak sebuah pohon.</div><div>Untung Reza dan sopir GO-CARnya tidak mengalami luka yang cukup parah. sopir GO-CAR itu kemudian meminta maaf kepada Reza, “Maaf ya mas, mas nggak apa-apa? mas sih make nepuk pundak saya, kagetnya setengah mati mas!!”. “Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget??” tanya Reza. “Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir GO-CAR, mas” jawab sopir. “Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa?? Tanya Reza kembali. Sopir pun menjawab, “Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH”</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 14:48:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814202163</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Calista Putri Ramadhani X3/10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814331304</link>
         <description><![CDATA[<div>Lupa Membawa Atribut<br><br>Di pagi hari riska terbangun secara terburu buru karena jam telah menunjukan waktu pukul 7 pagi. Setelah ia mandi dan menggunakan baju secara terburu buru ia langsung mengambil&nbsp; buku bukunya untuk di masukan kedalam tas. Saat ia turun dari tangga ibunya memberi tahu “Riska makan dulu nak” tetapi riska menjawab “engga bu udah nggak keburu nih” setelah itu ibu riska mengatakan “nanti kamu lapar loh” dan riska pun menjawab “udah telat nih bu riska berangkat dulu yah” “hati hati di jalan nak” setelah riska berpamitan dengan ibunya ia buru buru menaiki ojek yang sudah menunggunya sedari tadi. Waktu pun makin berjalan dan riska pun semakin cemas karena jalan yang ia tuju untuk pergi ke sekolah benar benar macet. Hingga akhirnya ia pun tiba di sekolah tepat 07.30 di mana para murid-murid bersiap untuk melakukan upacara bendera yang biasa di lakukan di hari Senin. Setelah ia menaruh tasnya riska pun buru buru mengambil topinya yang belum terpakai di kepalanya tetapi nihil ia tidak bisa menemukan topinya di dalam tasnya hingga tiba-tiba kepala sekolah menyuarakan “cepat ke lapangan, upacara akan segera di mulai.. saya hitung sampai 3 jika tidak segera turun ke lapangan akan saya hukum” dan riska pun semakin cemas karena ia tidak bisa menemukan topinya. Hingga akhirnya ia pun turun ke lapangan dengan tidak membawa topinya. Saat dia turun tiba tiba ada guru yang mengatakan “yang atributnya tidak lengkap di mohon untuk baris di depan” dan akhirnya riska pun berjalan kedepan. Setelah upacara selesai murid-murid yang tadi tidak menggunakan atribut dengan lengkap di tanyai oleh guru secara satu persatu hingga saat riska yang di tanya&nbsp;<br><br></div><div>Guru: “riska kenapa kamu tidak menggunakan atribut dengan lengkap?”<br>Riska: “maaf pak saya tadi terburu buru karena kesiangan”<br>Guru: “bagaimana bisa kamu kesiangan memang kamu ini tidur jam berapa?”<br>Riska: “jam 12 pak”&nbsp;<br>Guru: “lain kali jika besok itu hari senin jangan tidur larut malam dan jangan lupa semua di siapkan di malam hari agar tidak lupa”<br>Riska: “baik pak sekali lagi saya minta maaf”<br>Guru: “sebagai hukumannya kamu lari putar lapangan ini sebanyak 3 kali lalu Kembali ke kelas”<br>Riska: “baik pak”<br><br></div><div>akhirnya riska pun menyesal karena ia lupa untuk membawa atributnya dan harus berakhir di hukum dan dia pun tidak ingin tidur larut malam lagi agar ia tidak kesiangan dan terburu buru hingga lupa membawa barang yang seharusnya ia bawa.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 15:25:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814331304</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kanaka Adely Nafeesha/X3/19</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814554311</link>
         <description><![CDATA[<div>EFEK BEGADANG<br><br></div><div>Pada jam 8 di pagi hari, murid murid di SMA BSS sudah bersiap siap dengan semangat untuk mengikuti sekolah daring. Sedangkan Ryan masih tertidur lelap karena efek begadang kemarin, satu jam kemudian dia terbangun dan melihat jam “ASTAGA! Aku sudah telat sekolah 1 jam!” kemudian ia tergesa gesa memakai seragam dengan memakai pakaian atas saja sambil join zoom.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;Saat Ryan sudah join, dia ditanya oleh guru “ kenapa kamu telat terus menerus Ryan?”, Ryan pun menjawab “maaf pak saya ketiduran”. Guru pun memberi point Ryan karena telat dan kembali menjelaskan materi, Ryan yang belum cuci muka dia tertidur lagi disaat penjelasan guru.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Saat sudah masuk ke sesi pertanyaan, guru pun menunjuk Ryan untuk menjawab pertanyaan yang ditanyakan guru “saya ingin menunjuk Ryan untuk menjawab pertanyaan saya, apa jawabanmu Ryan?”. Ryan yang masih tertidur tiba-tiba kaget dan spontan menjawab “eee anu pak jawabannya sebelas”. Murid-murid yang lain pun tertawa terbahak-bahak, kemudian guru itu menjelaskan “saya menanya pendapatmu terhadap kawasan ini Ryan, kamu pasti begadang ya” dengan malu Ryan menjawab “ hehe iya pak maaf”, “lain kali kalau tidur, tidur yang cepat jangan sampai begadang gini, sudah dapat banyak efek nya kan”, “iya pak saya menyesal begadang, saya tidak akan mengulanginya lagi”.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Setelah kejadian itu Ryan pun menjadi anak yang selalu tepat waktu dalam pelajaran dan bisa menjawab dengan tepat pertanyaan-pertanyaan yang dijawab oleh guru.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 16:36:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814554311</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syekha Virgi X3/32</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814689201</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>Mau Jadi Apa</strong><br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; Pada suatu hari, Rae seperti biasa bangun pagi untuk pergi ke sekolah, sesampainya di sekolah dia berbincang-bincang dengan teman-teman nya sampai bel masuk kelas berbunyi, dan pada saat itu juga Mr. Ken masuk ke kelas yang membuat murid-murid di kelas itu buru-buru kembali ke kursi nya masing-masing karena takut Mr. Ken marah. Yaps benar sekali, Mr. Ken merupakan guru killer di sekolah Rae. Dan pada akhir pembelajaran Mr. Ken memberi tugas yang banyak sekali, “Baik anak-anak tugas untuk hari ini adalah kerjakan soal halaman 20-70, ditulis di buku beserta soal nya!” ucap Mr. Ken yang sontak membuat seisi kelas tak terima karena Mr. Ken semena-mena dalam memberi tugas, namun tak ada satu pun yang berani protes akan sikap Mr. Ken.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; Setelah pulang sekolah, Rae cepat-cepat mengerjakan tugas nya yang banyak tadi, tidak hanya tugas dari Mr. Ken namun tugas dari guru lain juga, setelah berjam-jam mengerjakan tugas, tugas dari Mr. ken saja yang belum selesei, dan karena itu Rae harus begadang untuk menyelesaikan nya dan membuat ia sangat kelelahan karena belum sempat istirahat dari awal pulang sekolah sampai malam hari.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; Keesokan hari nya, Rae sangat amat mengantuk di kelas karena begadang tadi malam, dan bel masuk kelas berbunyi beserta Mr. Ken yang masuk ke kelas, “Selamat pagi semua nya, kemarin saya memberikan tugas bukan? Sekarang keluarkan tugas kalian!” ucap Mr. Ken yang segera diangguki oleh semua murid di kelas itu. Setelah Rae mengeluarkan tugas nya, entah mengapa mata Rae sangat berat untuk dibuka sehingga ia ketiduran di kelas, Mr. Ken yang mengetahui itu segera menghampiri Rae dan menggebrak meja Rae cukup keras sambil berkata “HEH RAE KAMU MASIH PAGI SUDAH TIDUR, MAU JADI APA KAMU HA?!!!” Rae yang mendengar itu segera bangun dan menjawab “mau jadi DPR mr.”&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-13 17:26:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1814689201</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RICO FERDINAND (X3/28) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1815901489</link>
         <description><![CDATA[<div>SEORANG SELEBGRAM<br>Di waktu sore menuju malam hari Bima sedang sibuk akan pekerjaannya menjadi seorang selebgram. Sampai Bima lupa tentang tugasnya yang akan di kumpulkan besok hari disekolah. Keesokan harinya Bima baru saja menyadari bahwa tugasnya belum terselesaikan dan dirinya merasa gelisah saat berangkat kesekolah dan sesampainya di sekolah ia bertemu dengan sakti dan sakti Nampak heran dengan wajah sedih dan gelisah seorang Bima lalu bima menghampiri Sakti&nbsp; kemudian ia berkata kepada sakti “aku belum ngerjakan tugas untuk hari ini” ucap Bima dengan raut wajah sedih lalu Sakti bertanya kepada Bima “kenapa kamu belum mengerjakan tugas kan sekarang waktunya pengumpulan” Bima menjawab “iya, kemarin aku sibuk karena banyak tawaran dari produk-produk yang harus aku sponsorkan, jadi semalam aku tidak sempat untuk mengerjakan” tanpa sengaja omongan dari Bima dan Sakti terdengar oleh teman satu kelasnya dan mereka menanggapinya dengan tertawa dengan mengatakan “untung aku nggak sepertimu Bima (emote tertawa) ternyata menjadi selebgram itu nggak mudah juga yaa” lalu Sakti menanggapi omogan teman sekelasnya itu dengan berkata “Sabar ya bima…” lalu bima menjawab “iya aku akan berjanji untuk bisa mengatur waktu ku agar tidak menggangu waktu sekolah” </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 03:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1815901489</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1815907679</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Muhammad fadlil/X5/19<br><br>Hukum Penjara Seumur Hidup Untuk Pencuri Ikan<br></strong>•Abstraksi<br>Pada suatu hari ada seorang nelayan muda yang baru saja dijebloskan ke dalam penjara.<br>•Orientasi<br>Di hari pertama ia mendekam di penjara, narapidana yang disebelahnya menanyakan kenapa ia sampai dipenjara.</div><div>Napi: Kamu masih muda, tapi kenapa sudah masuk penjara, kejahatan apa yang sudah kamu lakukan?</div><div>Nelayan: Yang saya lakukan hanya mencuri ikan.</div><div>Napi: Terus kamu divonis hingga berapa tahun?</div><div>Nelayan: "Saya divonis dengan hukuman seumur hidup dan masa percobaan selama 2 tahun.<br>•Krisis<br>Si Napi melongo karena merasa heran dan menanyakan lebih jauh lagi karena masalah ini tergolong sangat aneh.</div><div>Napi: Hanya mencuri ikan kamu dihukum seberat ini? Memang kamu mencuri ikan apa? Paus langka atau apa?</div><div>Nelayan: "Begini, aku mencoba membom ikan di dalam waduk dengan sebuah detonator atau bom kecil. Setelah bom saya lempar, kemudian ada 3 ekor ikan yang mengambang di permukaan air setelah alat yang saya gunakan sudah meledak.</div><div>Napi: Wah, cuma seperti itu seharusnya kamu hanya dihukum beberapa hari saja, tidak sampai seumur hidup dong?!</div><div>Nelayan: Nah, yang menjadi permasalahan utamanya yaitu terdapat 2 mayat penyelam yang ikut mengapung setelah ikan yang mengapung!<br>•Reaksi<br>Napi: (tertawa terbahak-bahak) Wahahaha ternyata tidak hanya ikan yang berhasil kamu bom. Bahkan penyelam yang tak berdosa saja ikut terkena bom, pantas saja kamu masuk penjara.<br>•Koda<br>Setelah membahas singkat mengenai kasus yang dialami nelayan muda tersebut yang masuk penjara dan divonis seumur hidup, mereka melanjutkan pembicaraan pembahasan yang lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 03:45:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1815907679</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abimanyu Tangguh Wijaya / X6/ 01</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1815957990</link>
         <description><![CDATA[<div>Riski Selalu Berkomentar<br>Pada siang hari , Riski dan teman teman berada di kelas bersiap untuk makan siang . riski mendekati roni dan melihatnya dari ujung rambut hingga ujung kakinya setelah itu , riski mendekati riska dari ujung kaki hingga ujung kepala lalu riski dengan sengaja tertawa sekencang kencang nya melihat riski yang tertawa keras , teman sekelas langsung melihat riski . lalu riska bertanya "mengapa kamu tiba tiba&nbsp; tertawa kencang?" Lalu riski menjawab " apakah kamu dan roni adalah saudara?" Lalu riska menjawab " jelas saja bukan, kenapa?" Riki menyaut "rambut kalian terlihat mirip keriting seperti mie ayam" samvil tertawa riski melanjutkan "selain itu, kulit kalian juga sangat putih seperti berendam tepung" roni lalu menjawab" apa yang kamu maksut, kamu sangat menyebalkan" riski lalu menjawab " memang benar, aku tidak berbogong. Tanyakan saja pada teman teman yang lain , yankan teman teman?" Mendengar perkataan riski , teman teman yang lain dan seseorang menjawab " kalian dengar ada suara sapi nggak? Dari tadi aku mendengar sapi yang banyak bicara mengenai oenampilan temannyamendengar komentar tersebut, riski hanya terdiam<br>Roni lalu berkata "bagaimana perasaanmu mendengar komentar orang lain, tidak nyaman kan? Sama, aku dan riska juga merasa tidak nyaman."</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 04:13:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1815957990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diana Fehdilla X5/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816045002</link>
         <description><![CDATA[<div>Akibat mencuri ikan&nbsp;<br><br><br>Pada suatu hari ada seorang nelayan muda yang baru saja dijebloskan ke dalam penjara.</div><div>Di hari pertama ia mendekam di penjara, narapidana yang disebelahnya menanyakan kenapa ia sampai dipenjara.</div><div>Napi: Kamu masih muda, tapi kenapa sudah masuk penjara, kejahatan apa yang sudah kamu lakukan?</div><div>Nelayan: Yang saya lakukan hanya mencuri ikan.</div><div>Napi: Terus kamu divonis hingga berapa tahun?</div><div>Nelayan: "Saya divonis dengan hukuman seumur hidup dan masa percobaan selama 2 tahun.</div><div>Si Napi melongo karena merasa heran dan menanyakan lebih jauh lagi karena masalah ini tergolong sangat aneh.</div><div>Napi: Hanya mencuri ikan kamu dihukum seberat ini? Memang kamu mencuri ikan apa? Paus langka atau apa?</div><div>Nelayan: "Begini, aku mencoba membom ikan di dalam waduk dengan sebuah detonator atau bom kecil. Setelah bom saya lempar, kemudian ada 3 ekor ikan yang mengambang di permukaan air setelah alat yang saya gunakan sudah meledak.</div><div>Napi: Wah, cuma seperti itu seharusnya kamu hanya dihukum beberapa hari saja, tidak sampai seumur hidup dong?!</div><div>Nelayan: Nah, yang menjadi permasalahan utamanya yaitu terdapat 2 mayat penyelam yang ikut mengapung setelah ikan yang mengapung!</div><div>Napi: (tertawa terbahak-bahak) Wahahaha ternyata tidak hanya ikan yang berhasil kamu bom. Bahkan penyelam yang tak berdosa saja ikut terkena bom, pantas saja kamu masuk penjara.</div><div>Setelah membahas singkat mengenai kasus yang dialami nelayan muda tersebut yang masuk penjara dan divonis seumur hidup, mereka melanjutkan pembicaraan pembahasan yang lain<br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 05:01:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816045002</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816057297</link>
         <description><![CDATA[<div>Muhammad Rafli /X5/20<br><br>Suatu hari Nia sedang duduk memperhatikan ibunya mencuci piring di dapur. Tiba-tiba perhatiannya beralih pada helai-helai uban yang mencolok mata di rambut ibunya. Kemudian ia bertanya: “Ma, mengapa beberapa lembar rambut Mama ubanan sih?” Ibunya menjawab: “Ya, setiap kali engkau nakal dan membuat Mama menangis atau sedih hati, selembar rambut Mama menjadi putih.” Nia merenung sesaat dan kemudian berkata: “Mama, lalu mengapa rambut nenek menjadi putih semuanya?”</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 05:08:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816057297</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Satya Abid Argani /X6/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816142259</link>
         <description><![CDATA[<div>Kereta dan Tukang Kupat Tahu<br>Pada suatu hari, seperti biasa, dari pagi sampai siang tukang kupat tahu berdagang di SMP 4 Tasikmalaya; jam 12 siang, dia biasanya menyusuri rel kereta untuk mengambil jalan pintas menuju ke lokasi dagang selanjutnya, yakni Pasar Pancasila.<br>Tetapi kebetulan hari itu, dagangannya sudah habis. Pembeli terakhirnya membeli kupat tahu di sisi rel kereta. Sesuah pembeli terakhir itu selesai, tukang kupat tahu itu membersihkan piringnya yang berwarna merah lalu mengeringkannya dengan cara dikibas-kibaskan.<br>Kebetulan lagi, saat itu ada kereta yang melintas. Melihat ada tanda merah dikibas-kibaskan dari jauh, masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem keras-keras. Sangkanya ada hal darurat yang membahayakan. Lalu kereta berhenti tepat di samping tukang kupat tahu tadi.<br>Masinis: “Ada apa, pak?”<br>Tukang Kupat Tahu: “Gak ada apa-apa, pak, tinggal bumbunya saja.”<br>Seketika itu Masinis turun lalu memukuli tukang kupat tahu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 06:01:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816142259</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sherell Najla N / X5 /29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816148949</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada suatu hari ada seorang tukang bajaj bernama bang agus yang ingin kembali ke tempat “pangkalan bajaj” tetapi saat itu kondisi jalan sedang macet bang agus pun mengambil jalan pintas agar bisa sampai lebih cepat, tiba – tiba di tengah jalan bang agus di berhentikan oleh pak polisi.&nbsp;<br>“permisi pak, apakah bapak tadi tidak melihat rambu – rambu yang menandakan bajaj tidak boleh masuk?” Tanya pak polisi<br>”tadi sih saya liat rambu -&nbsp; rambunya pak” jawab bang agus<br>”lalu kenapa bapak masih lewat jalan ini?” Tanya pak polisi dengan menaikin nada bicaranya<br>“Lah kan rambunya – rambunya bajaj roda 3 pak” jawab bang agus dengan santai<br>“ya kan memang begitu rambu – rambu bajaj roda 3 bapak gatau gambar rambu- rambu bajaj atau gimana?, coba sini ikut saya ” jawab pak polisi dengan nada semakin tinggi<br>Akhirnya bang agus pun mengikuti arah pak polisi itu berjalan, ternyata pak polisi itu berjalan ke arah rambu – rambu itu tadi&nbsp;<br>“bapak lihat?, ini rambu – rambu bajaj di larang masuk kawasan sini” kata pak polisi tersebut<br>“ iya, saya lihat pak, kan tadi saya juga sudah lihat” jawab bang agus<br>“ya lalu kenapa bapak masih tetap masuk?” Tanya pak polisi&nbsp;<br>“kan rambu – rambunya bajaj roda 3, bajaj saya kan roda 4” jawab bang agus&nbsp;<br>Pak polisi pun berfikir sambal melihat ke atas&nbsp; “oh iya juga rambu – rambunya kan roda 3 bajaj bapak ini roda 4.”&nbsp;<br>“ ya sudah kalau begitu mending bapak putar balik saja, disini bukan jalur bajaj pak.”<br>Jawab pak polisi&nbsp;<br>“siap pak, lain kali liat kendaraan sama rambu – rambunya pak!” kata bang agus sambil tertawa&nbsp;<br>Akhirnya bang agus kembali ke bajaj keudian putar balik dan melanjutkan perjalanannya sementara polisi tersebut menahan malu sambil memikirkan nasibnya di hari pertama ia bekerja.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 06:05:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816148949</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aryasatya Abhinaya Bintang Agraha/X5/6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816174098</link>
         <description><![CDATA[<div>Penjual barang illegal di distrik Kamurocho<br><br>Suatu hari di distrik Kamurocho, ada seorang penjual film dewasa yang sedang menjual koleksinya kepada anak-anak di Kamurocho. Penjual film dewasa tersebut adalah Aoki Ryo, yang memang terkenal suka mengoleksi dan menjual film dewasa. Namun bisnisnya hari itu tidak berjalan lancar, karena dia sedang diburu oleh seorang Yakuza dari keluarga Arakawa yang merupakan bagian dari organisasi Tojo-kai. Dia adalah Ichiban Kasuga, seorang yakuza muda yang direkrut oleh Masumi Arakawa setelah dia diculik oleh organisasi Omi Alliance. Ichiban yang melihat Aoki sedang menjual film dewasa kepada anak-anak langsung berteriak “apa yang kau lakukan Aoki?”. Aoki yang mengetahui keberadaan Ichiban langsung kabur melewati jalanan ramai distrik Kamurocho. Ichiban yang kesusahan mengejar Aoki karena jalanan Kamurocho terlalu ramai memutuskan untuk melewati jalanan kecil agar bisa menghindar dari keramaian. Ichiban kemudian memiliki inisiatif untuk naik ke sebuah gedung untuk mencari Aoki. Betapa beruntungnya Ichiban saat dia naik ke atap gedung, dia melihat Aoki yang berada tepat di depan gedung yang dia naiki. Ichiban pun langsung melompat dari atap gedung untuk menangkap Aoki. Ichiban mendarat tepat diatas Aoki dan langsung mencekiknya sambil menagih uang yang didapat Aoki. Ichiban kemudian bertanya kepada Aoki "Apa yang kau pikirkan sampai mau menjual film dewasa kepada anak-anak?" Aoki menjawab "Karena anak-anak memiliki banyak uang yang diberikan orang tua mereka, jadi aku ingin mendapat keuntungan lebih dengan menjual film itu kepada anak-anak" Ichiban lalu berkata "Serahkan semua uang yang telah kau dapatkan!" Aoki pun terdiam dan hanya bisa memberikan uang tersebut. Alih-alih ingin memukul Aoki, Ichiban justru tertawa terbahak-bahak saat mengetahui uang 10.000 Yen yang didapat Aoki ternyata adalah uang mainan. Ichiban bertanya pada Aoki "Apa ini sebuah lelucon? Ini adalah uang mainan." Aoki pun membalas "Apa? aku tidak tahu kalau itu adalah uang mainan." Ichiban kemudian membalas Aoki dengan berkata "Terserah kau saja, uang ini kuserahkan padamu." Pada akhirnya, Ichiban mengembalikan uang mainan yang didapatkan Aoki. Ichiban pun meninggalkan Aoki yang sedang merenungkan perbuatannya. Setelah kejadian tersebut, Aoki Ryo memutuskan untuk meninggalkan hal-hal illegal dan memperbaiki hidupnya. Aoki kemudian mendirikan organisasi bernama Bleach Japan, yang bertugas untuk membasmi hal-hal illegal dari distrik Kamurocho.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 06:20:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816174098</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Surya Pradipta X-4.</title>
         <author>suryapradipta06</author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816374257</link>
         <description><![CDATA[<div>"Sudah Menasihati, Malah Dilakukan Sebaliknya dari Nasihat Tersebut"<br><br>Pada suatu malam, 3 siswa dari rumah masing-masing berbaring di tempat tidur mereka. Pada keesokan hari ada ujian, dan mereka berbincang-bincang tentang ujian esok hari dan juga hasil belajar mereka. Salah satu dari 3 anak tersebut adalah Arya, sebuah laki-laki berumur 15 tahun yang suka menasihati orang dan juga berfilosofi tentang hal-hal yang tidak jelas, Tomon, adalah teman dari Arya, yang juga berumur 15 tahun yang bersifat ramah dan introvert di publik. Yang terakhir adalah Lara, sebuah perempuan yang berumur 14 tahun dan suka berbincang dengan teman-temannya, Lana memulai dialog dengan menanyakan kedua temannya apakah mereka sudah belajar. Tomon, merespon bahwa dia sudah belajar untuk kebanyakan dari apa yang harus dia pelajari, dan dia sudah lelah berat tentang apa yang harus dia tampung untuk keesokan harinya. Arya, malah merespon dengan bagaimana dia sudah belajar ini dan itu, dan juga sampai menghafal dan belajar yang lebih jauh lagi dari Tomon dan Lana, dan juga menasihati kawan-kawannya untuk tidak mencontek pada keesokan hari nanti. Mereka berdua mentertawai Arya dengan masukannya, bukan dalam konteks mentertawai dalam hal yang buruk, akan tetapi dalam hal percandaan saja. Akan tetapi, Arya serius dalam percakapannya, dan mereka hanya mengirimkan emoji tepuk tangan dan juga jempol ke atas. Pada keesokan hari, ketiga anak tersebut mandi, makan pagi, dan juga jalan ke sekolah bersama. Akan tetapi, Tomon dan juga Lana sedikit takut dalam apa yang mereka pelajari akan lupa pada saat ujian nanti, dan pada saat di sekolah, kedua anak tersebut merevisi apa yang mereka pelajari. Akan tetapi, Arya, di ujung tangan yang berbeda, malah memainkan handphone pribadi milik dia dan bermain game disana. Dia ditanya oleh teman sebelahnya, kenapa dia tidak belajar dan juga merevisi seperti 2 teman dia yang lain. Dan Arya menjawab bahwa dia sudah mengerti semuanya dan sangat percaya diri bahwa dia akan mendapatkan 100. Pada saat itu juga temannya bilang kepada dia, bahwa janganlah dia (Arya), minta minta contekan dengan membayar dia. Arya tertawa dan juga menggelengkan kepalanya kiri ke kanan, sifat egois dan juga percaya dirinya itu bilang bahwa dia tidak akan membayar dan menyuap teman tersebut untuk memberikan contekan. Singkat cerita, bel berbunyi dan semua mengerjakan ujiannya. Pada saat itu juga Arya terbingung-bingung atas apa yang dia kerjakan, dia tidak ingat sepeser pun apa yang dia pelajari. Pada saat itu dia ingin menyontek, akan tetapi ingat apa yang dia katakan sebelumnya. Akan tetapi lagi, dia juga tidak peduli dan membayar teman yang berbeda untuk memberikan jawabannya. Teman yang ia bayar tersebut, sudah mengerti percakapan Arya bagaimana dia tidak akan menyuap untuk jawaban, akan tetapi dia biarkan, dengan jawaban yang dia berikan, salah semua. Pada saat akhir, semua mendapatkan hasil ujiannya. Kecuali 1 anak, Arya. Arya mendapatkan nilai yang paling rendah, dan dia sedih, melainkan teman yang telah dibayar olehnya mendapatkan nilai baik. Dia bingung dan mendatangi temannya dengan marah, meminta klarifikasi atas apa yang dia perbuat. Teman tersebut menjelaskan, dan bilang kepada dia, "Dasar munafik, kamu ini, haha, aku dengar apa yang kamu katakan dengan temanmu tadi itu, akan tetapi, yah dalah, kamu malah lupa sama perkataanmu tadi itu. Tapi lupanya sih, disengaja ya, hehe. Kayak DPR saja kamu ini, sudah sumpah dan berjanji akan merubah Indonesia, lah, tapi malah sama saja kualitasnya sebelum menjabat." </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 08:08:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816374257</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gerindra Precise Zehara X3/15</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816442125</link>
         <description><![CDATA[<div>Mau aku belikan cermin?<br><br>Jumat pagi ini Agries, Aletheia dan Pradana, tiga sejoli akan berangkat ke sekolah bersama-sama. Rumah mereka hanya berbeda beberapa komplek dan mereka bertemu didepan gerbang sekolah. Melihat gerbang yang masih sepi, sepertinya mereka datang terlalu awal.&nbsp;<br>Pradana terheran-heran melihat Agries dan Aletheia memakai seragam olahraga, ia pun bertanya "Kok kalian pake baju olahraga? bukannya hari jumat memakai seragam batik?" Pradana membuka jaketnya, dia menunjukkan seragam batik yang dikenakannya bersama celana putih sambil tertawa mengejek Agries dan Aletheia. Agries dan Aletheia mengernyitkan dahi, lalu mereka saling berpandangan dan tertawa. "Ahahaahahaha, Agries, Lihat teman kita satu ini, sudah salah seragam malah menertawakan" sambung Aletheia disela tawanya. "hahahaha, bener banget, makannya kalau masuk grup angkatan itu dibaca infonya, kita hari ini bersih2 kelas, makannya disuruh pake baju olahraga". tawa mereka berdua belum berhenti, sementara Pradana mukanya sudah semerah tomat. Dia malu lalu  menutup jaketnya rapat2 dan berlari ke kelas. Agries yang masih tertawa tiba tiba berteriak "mau ku belikan cerminn sebesar gajah dana? biar sadar dulu kalo dirinya salah baru ketawain orang". Pradana yang malu menyahut dan berjalan tergesa menuju kelas "Diam kalian berdua". Meninggalkan Agries dan Aletheia yang terlihat sakit perut karena tertawa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 08:44:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816442125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Charissa Adela Meta Limesa X5/07</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816443532</link>
         <description><![CDATA[<div>Hukuman Pencuri Sandal Vs Koruptor<br><br>Di pagi hari yang indah, Diwan lagi asyik menyantap makanan kesukaanya yaitu soto, di warung langganan sebelah Masjid Jami'. Setelah merasa kenyang, Diwan kemudian berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang menuju rumah.<br><br>Dalam perjalanannya pulang menuju rumah, tak di sangka tiba-tiba Diwan tertimpa musibah. Diwan terserempet oleh kawanan pemuda pengendara motor yang melaju kencang dan ugal-ugalan. Kejadian tersebut mengakibatkan diwan jatuh ke jalan.<br><br>Tidak ada luka berat yang di alami oleh Diwan, namun yang membuatnya marah adalah tali sandal putus dan tidak dapat digunakan kembali.<br><br>Dengan rasa penuh marah, Diwan terpaksa pulang menuju rumah dengan berjalan kali tanpa menggunakan sandal. Karena jarak rumah masih cukup jauh, di tengah perjalanan Diwan merasakan sakit pada kaki karena tidak menggunakan sandal. Diwan pun memutuskan untuk membeli sandal di toko terdekat.<br><br>Sesampainya di toko terdekat, Diwan mulai melihat-lihat dan bertanya merek dan jenis sandal serta harganya. Namun, lagi-lagi nasib sial menghampirinya saat Diwan melihat isi dompetnya. Ternyata tak ada satu pun merek sandal yang harganya sesuai dengan isi dompetnya. Dengan perasaan sangat terpaksa, Diwan pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah tanpa menggunakan sandal.<br><br>Diwan melintas di Masjid Jami' dan dia melihat banyak sandal yang ditinggalkan pemiliknya berjamaah. Kemudian, tanpa berpikir panjang Diwan langsung mengambil sandal paling bagus yang ada di Masjid Jami' tersebut.<br><br>Malangnya nasib Diwan saat mengambil sandal. Sang pemilik mengetahui sandalnya diambil oleh Diwan. Diwan pun dikejar-kejar oleh pemilik sandal tersebut. Sang pemilik sandal kemudian membawa Diwan ke kantor polisi atas tindakan kriminalitas yang telah dilakukan.<br><br>Setelah dilakukan penyeledikian, Diwan dijatuhi sanksi pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu pekan kembali. Malang banget si Diwan, hanya perkara sepele saja dapat bikin dia dibawa di hadapan meja hijau.<br><br>Akhirnya tiba juga hari persidangan, Diwan berada di tempat duduk tersangka disertai muka yang tertunduk.<br><br>Hakim: Baiklah, Diwan, umur 23 tahun, saudara ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 5 tahun penjara.<br><br>Diwan: Looh?! Pak, ini tak adil bagi saya, mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman koruptor?<br><br>Lalu hakim menjelaskan kepada Diwan bahwa ia mencuri sandal dan merugikan seseorang dengan nilai 30.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai 2 miliar, dan itu sama saja merugikan 200 juta rakyat Indonesia.<br><br>Nah, bila dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Diwan lebih besar dibandingkan aksi yang dikerjakan oleh para koruptor.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 08:45:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816443532</guid>
      </item>
      <item>
         <title>X6-26 Rayhan Ghaffar Wahyu Purnomo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816456079</link>
         <description><![CDATA[<div>KAKAK DAN ADIK.&nbsp;<br><br>Suatu hari di sebuah supermarket terdapat seorang Kakak beradik yang berjalan dengan membawa anjing kesayangan mereka pada hari itu mereka terlihat bahagia tanpa ada masalah sampai pada suatu saat mereka sampai di suatu tempat supermarket yang ramai akan pembeli, mereka di tetapi dengan tatapan sinis pada saat itu salah seorang pembeli berkata "Lihat lah mereka berdua membawa anjing ke dalam sini" Kata seorang pembeli dgn tatapan sinis lalu seorang pembeli lain berkata "mengapa satpam tidak datang dan mengusir mereka" Kata pembeli itu. Lalu emosi sang adik pun terpancing dan hampir membalas mereka untung saja sang kakak langsung menenangkan kan adik nya dengan berkata "sudah lah dik mungkin mereka tidak punya pliharaan" Dan akhirnya mereka berdua pergi dari tempat yang ramai itu dngn tidak membalas mereka dan tetap sabar. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 08:52:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816456079</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Bintang Al Barid X6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816466935</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>&nbsp;"KOPI JENAKA"<br>Pada suatu malam, disebuah Cafe.<br>Terdapat dua orang sahabat yang sedang duduk, <br>Dian: " Eh, kamu udah berapa kali pesan es kopi?"<br>Andi: " Ahhh,Baru juga 3 kali. Kamu tau gak es kopi disini enak banget loh"<br>Dian: "Tapi kamu tau gak kalo minum kopi terlalu banyak bisa bikin perut kamu sakit loh"<br>Andi:" Ah yang bener kamu, jangan nakut-nakutin lahh"<br>Dian:"ih Bener loohhh, Mending kopi ini buat aku, kamu pesan air mineral saja sana"<br>Andi:"Yaudah deh ini buat kamu, mana udah dibayar lagi. Aku pesan air mineral aja deh" <br><br>Andi pun masuk kedalam untuk memesan Air mineral<br><br>Dian:" Aseekkk, dapet minuman gratis"<br>Andi:"Emang sebahaya itu ?"<br>Dian:"Nggak juga sih,ehehehe"<br>Andi:"Yahh kena tipu dah aku"<br>Dian:"Tapi kan kopi mengandung Kafein,yang dimana gak baik kalo dikonsumsi berlebihan"<br>Jangan terlalu percaya kepada orang lain walaupun dia adalah teman atau sahabat kita.<br></strong><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 08:57:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816466935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daniswara Adyuta Siwinatra X5/08</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816571919</link>
         <description><![CDATA[<div>  "PELAJARAN DARI BEGADANG"<br><br><br>Rize adalah anak perempuan SMA yang mengambil jam kerja paruh waktu di cafe kopi,pada suatu hari Rize pun begadang, dengan santai nya Rize berucap"siapa yang membutuhkan tidur lebih baik aku menonton anime hingga pagi" ucap Rize dalam hati,&nbsp;<br>di ke esokan harinya Rize pun terbangun dari tidurnya dan melhat jam pada dinding rumahnya, Rize pun merasa kaget dan berteriak "whoaa! lihat jam berapa ini aku harus segera bersiap siap berangkat ke sekolah!"Rize pun bergegas menyiapkan dirinya dan mengambil 1 iris roti untuk sarapan nya.<br><br>Sesampainya berada di sekolah dia pun ditanyai oleh Gurunya "kenapa kamu terlambat?" Rize membalas pertanyaan Gurunya "anuu-saya semalam begadang dan bangun kesiangan" Rize membalas dengan rasa takut yang di iringi rasa malu, Guru tersebut menjawab "baik, segera ke tempat duduk mu dan ikut i pelajaran nya"<br>Rize pun bergegas duduk di bangku nya,<br>Dari awal pelajaran hingga selesai yang dilakukan oleh Rize hanyalah tidur, Rize pun di bangun kan oleh Gurunya "Rize,bukan kah sekarang adalah waktu jam mu berkerja?" tanya Guru pada Rize<br>Rize menjawab dari bangun tidurnya "huaaaah terimakasih sudah membangunkan ku, hmm iya aku harus bergegas menuju tempat kerja ku" ucap Rize yang setengah sadar,&nbsp;<br>Gurunya pun memberi nasihat "Rize sebaiknya kamu tidak tidur terlambat atau begadang melakukan hal yang tidak penting, kamu juga sudah besar dan membutuhkan istirahat yang cukup" ucap Guru nya, Rize pun menjawab &nbsp;<br>"Baik lah,terimakasih telah memberiku nasihat mwehee"<br><br>Rize pun berjalan menuju tempat kerjanya, dia merasa sudah cukup mendapatkan pelajaran di sekolah nya bukan karena Gurunya yang memberikan pelajaran sekolah namun nasihat yang diberikan kepada Gurunya kepada dia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 09:55:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816571919</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reyhananta Odyssey Wijaya/27/X6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816621577</link>
         <description><![CDATA[<div>Akibat tidak makan sebelum ngopi</div><div>&nbsp;</div><div>Disuatu pagi Budi Toy Story ingin menikmati pagi nya dengan ngopi ke Warkop DKI, sebelum berangkat ia bingung enak nya sarapan dulu atau tidak namun Budi memutuskan tidak sarapan karena ia menganggap tidak penting ketika sampai disana dia memesan kopi dari pelayan warkop tersebut”mbak saya pesen kopi nya 1” kata Budi “Baik mas” kata pelayan lalu budi pun duduk dan menunggu kopi yang ia pesan&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Tak lama kopi pun datang dan budi langsung membayarnya “ini kopi nya mas” kata pelayan “Berapa mbak kopi nya” kata budi “50rb mas” kata pelayan “ini uang nya” kata budi “terimakasih” kata pelayan “sama sama” kata budi akhirnya budi langsung meminum kopinya tak lama kemudian budi merasa perutnya sakit&nbsp; dalam Budi “Duh coba kalo tadi aku sarapan pasti aku gak bakal begini” lalu budi ber lari ke toilet dan mencret, dan semenjak saat itu budi tidak ngopi sebelum makan.</div><div>&nbsp;</div><div>Jangan menganggap remeh hal kecil dan Harus sadar kalau salah ketika terkena masalah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 10:24:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816621577</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Rahmanda Fulvian X5/21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816715074</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Korupsi</strong><br>Di sore hari yang indah, Yoga lagi asyik menyantap makanan kesukaanya yaitu soto, di warung langganan sebelah Masjid Al Kausar’. Setelah merasa kenyang, Yoga kemudian berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang menuju rumah.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Dalam perjalanannya pulang menuju rumah, tak di sangka tiba-tiba Yoga tertimpa musibah. Yoga terserempet oleh kawanan pemuda pengendara motor yang melaju kencang dan ugal-ugalan. Kejadian tersebut mengakibatkan diwan jatuh ke jalan.Tidak ada luka berat yang di alami oleh Yoga, namun yang membuatnya marah adalah tali sandal putus dan tidak dapat digunakan kembali.Dengan rasa penuh marah, Yoga terpaksa pulang menuju rumah dengan berjalan kali tanpa menggunakan sandal. Karena jarak rumah masih cukup jauh, di tengah perjalanan Yoga merasakan sakit pada kaki karena tidak menggunakan sandal. Yoga pun memutuskan untuk membeli sandal di toko terdekat.Sesampainya di toko terdekat, Yoga mulai melihat-lihat dan bertanya merek dan jenis sandal serta harganya. Namun, lagi-lagi nasib sial menghampirinya saat Yoga melihat isi dompetnya. Ternyata tak ada satu pun merek sandal yang harganya sesuai dengan isi dompetnya. Dengan perasaan sangat terpaksa, Yoga pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah tanpa menggunakan sandal.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Yoga melintas di Masjid Al Kausar’ dan dia melihat banyak sandal yang ditinggalkan pemiliknya berjamaah. Kemudian, tanpa berpikir panjang Yoga langsung mengambil sandal paling bagus yang ada di Masjid Al Kausar’ tersebut. Malangnya nasib Yoga saat mengambil sandal. Sang pemilik mengetahui sandalnya diambil oleh Yoga. Yoga pun dikejar-kejar oleh pemilik sandal tersebut. Sang pemilik sandal kemudian membawa Yoga ke kantor polisi atas tindakan kriminalitas yang telah dilakukan.Setelah dilakukan penyeledikian, Yoga dijatuhi sanksi pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu pekan kembali. Malang banget siYoga, hanya perkara sepele saja dapat bikin dia dibawa di hadapan meja hijau.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Akhirnya tiba juga hari persidangan, Yoga berada di tempat duduk tersangka disertai muka yang tertunduk.<br>Hakim: Baiklah, Yoga, umur 25 tahun, saudara ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 3 tahun penjara.<br>Yoga: Looh?! Pak, ini tak adil bagi saya, mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman koruptor?<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Lalu hakim menjelaskan kepada Yoga bahwa ia mencuri sandal dan merugikan seseorang dengan nilai 30.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai 1 miliar, dan itu sama saja merugikan 100 juta rakyat Indonesia.Nah, bila dihitung-hitung, koruptor Cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Yoga lebih besar dibandingkan aksi yang dikerjakan oleh para koruptor.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 11:22:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816715074</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chiquita Vania Laila F/ X4/ 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816743843</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Thena dan Diare</strong><br><br>&nbsp; &nbsp;Pada suatu hari, di sebuah sekolah Thena sedang memperhatikan gurunya menjelaskan mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat hingga tidak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi.&nbsp; "Baiklah anak-anak ibu cukupkan sampai disini sampai bertemu besok" kata Ibu guru sambil berlalu keluar kelas. "Thena ayo pulang bersama!" ucap seorang teman Thena. "Ayo!" balasnya sambil mengambil tasnya dan beranjak keluar kelas. Dijalan Thena berpisah dengan temannya karena arah jalan yang di lalui berbeda. "Thena duluan yaaa!" ucap temannya sambil melambaikan tangan, "Iyaa sampai jumpa besok" Balasnya. Ditengah perjalanan Thena bertemu dengan pedagang jajanan dia pun mampir dan membeli jajanan tersebut, setelahnya dia langsung memakannya dijalan.<br>&nbsp; &nbsp;Sesampainya dirumah. "Assalamualaikum, Thena pulang!" ucapnya seraya memasuki rumah. "Waalaikumsalam, makan siang dulu nak" jawab Mama. Thena pun segera mengambil makan siangnya. Setelah makan siang dia segera mandi dan bersiap untuk mengerjakan tugas. Disaat mengerjakan tugas tiba-tiba Thena merasakan sakit di perutnya dia pun segera bertanya ke mamanya. "Ma, perutku kok sakit ya jangan-jangan gara-gara makan pedas?" ucapnya sambil menghampiri mamanya. "Masak gara-gara pedas dikit kamu sakit perut, kamu jajan sembarangan lagi ya!" jawab mamanya.&nbsp; "Loh bukan, aku sakit perut karna makanan pedas buatan mama" jawab Thena. "Halah, bilang aja kalau kamu jajan sembaraangan lagi. Udah sana minum obat" balas mamanya. Thena pun mencari obat yang dimaksud mamanya tapi tidak menemukannya. "Haduh, gak ada apa nggak perlu minum obat ya tidur saja deh pasti sembuh." ucap Thena sambil beranjak menuju kamarnya dan tidur.<br>&nbsp; &nbsp;"Hai Thena! apa yang kamu lakukan disini?" ucap sebuah suara. "Ha? aku dimana? kamu siapa?" jawab Thena sambil menatap sekelilingnya. "Loh kamu tidak tau aku? padahal tadi gurumu menjelaskan tentang aku loh, panggil saja diriku Diare" balas&nbsp; Si Diare. "Ha? mana mungkin" balas Thena. "Ya sudah kalau tidak percaya, tapi apakah kamu sadar apa yang membuatmu sakit perut?" kata Diare. "Karena makanan pedaskan!" jawab Thena dengan semangat.<br>&nbsp; &nbsp;"Hahaha, mana mungkin hanya dengan makan pedas nyatanya kamu sakit perut karena diriku!" balas Diare dengan tidak kalah semangat. "Hah manamungkin ada maling yang ngaku!" jawab Thena. "Kan gak percaya, kamu sakit perut karena aku sang Diare dan kamu jajan sembarangan serta tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan" jawab Diare. "Mana mungkin..." sebelum Thena menyelesaikan kalimatnya Diare pun membalas "Mana kamu tidak meminum obatnya lagi, aku ini bisa jadi berbahaya tahu kalau kamu sepelekan sana segera cari obatnya sebelum hahaha" jawab Diare dengan tatapan seram.<br>&nbsp; &nbsp;Thena pun terbangun dengan nafas tidak teratur, karena ketakutan ia segera mencari obat dan meminumnya. Setelahnya ia merasa jera karena jajan sembarangan dan tidak mencuci tangan. Kedepannya ia berjanji akan mengurangi jajajn sembarangan dan sering mencuci tangan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat lainnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 11:39:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816743843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arvanni julya p.s /X5/5</title>
         <author>vannijulya</author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816754563</link>
         <description><![CDATA[<div>Penyuluhan tentang sampah<br><br>Pada minggu pagi yang sangat cerah dimana hari itu di desa Tanjung senang, tengah dilangsungkan sebuah seminar terkait mengenai kebersihan sampah yang ada di desa tersebut.<br><br>Dimana pada saat itu kepala desa memberikan sebuah arahan mengenai sampah plastik yang merupakan jenis sampah yang dapat berdampak sangat buruk terhadap lingkungan.<br><br>Dalam membuang sampah yang berjenis plastik&nbsp; buang lah pada tempatnya atau kalu bisa di daur ulang atau akan lebih baik jika dapat dimanfaatkan kembali.<br>Kepala Desa: “Para Ibu-ibu dan bapak, jika nanti dintara kalian semua ada yang melihat sampah plastik, maka sebaiknya dibuang di tempat sampah.<br><br>Jangan di buang disembarang tempat karena jenis sampah tersebut nbisa mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan kita yang indah ini. Hal yang harus kalian ketahui bahwa sifat dari Ssampah plastik ini tidak dapat terurai oleh tanah dalam waktu yang singkat”.<br><br>Kemudian ketika acara tersebut telah usai, pada semua para peserta dikasih makanan dan minuman gratis yang memakai wadah dari bahan dasar plastik.<br><br>Hal tersebut dilakukan sebab warga baru saja mendapat penyuluhan mengenai bahayanya sampah yang berjenis plastik, sehingga pada akhirnya semua warga berbondong bondong membantu mengumpulkan bekas sampah plastik dari wadah makanan dan minumannya tersebut dan kemudian sampah yang mereka kumpulkan tadi dikemas ke dalam tas milik kepala desa. Kemudian Pak kepala desa merasa bingung dan membuatnya bertanya.<br>Kepala Desa: “Loh, kenapa ibu-ibu dan bapak-bapak, memasukan sampah sampah tersebut ke dalam tas saya?”<br><br>Ibu dan Bapak: “Tadi kan bapak sendiri yang menyampaikan bahwa sampah plastik ini tidak mudah terurai dalam waktu yang singkat sehingga tak boleh di buang sembarangan dan harus di daur ulang, maka oleh sebab itu, kami semua bersama-sama mengumpulkan sampah tersebut dan memasukannya kedalam tas bapak supaya bisa di daur ulang”<br>Kepala desa langsung pamit pulang</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 11:44:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816754563</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rakha Hilmi Almer Novendy</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816757575</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahu diri dong </strong><br><br>Di suatu siang yang cerah, ada anak yang bernama Radit dan Dika, mereka memiliki rencana ingin berkunjung ke rumah David, sesampai nya dirumah David mereka melihat barang baru yang dibeli David, Dika bertanya kepada David “David, memangnya berapa harga handphone yang kamu beli itu ?”, jawab David “handphone keren seperti ini, sudah jelas sekali harganya jutaaaan dong”, sontak Radit dan Dika terkejut dengan jawaban David yang seperti itu, Radit bertanya “Vid, kamu mau ikut kita ke pasar tidak ?, kita ini mau beli layangan”, David menjawab “Hmmm iya deh aku ikut, sekalian mau nyoba handphone jutaan ini, lumayan buat selfie selfie, bentar ya aku mau ambil dompet dulu sama mau minta uang” dan akhirnya mereka bertiga pergi bersama ke pasar untuk membeli layangan<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Sesampainya di pasar, mereka menuju toko yang menjual layangan, David berkata “aduh aku haus nih, beli apa ya enak nya” tanya David kepada Radit dan Dika, Dika menjawab “lebih baik kita beli es krim saja di belakang pasar” akhir nya mereka memutuskan untuk membeli es krim sebagai penyegar di siang hari, ketika dijalan tak disangkah es krim David meleleh dan jatuh, sontak David berkata “lah yah es krim ku, duh ini semua salah nya penjual es krim itu, buat es nya nggak beku” lalu Radit membalas “penjual itu tidak salah, es krim itu meleleh karena terik nya sinar matahari, sudah sudah sebentar lagi kita sampai di lapangan” akhirnya mereka sampai di lapangan dan bermain layangan bersama hingga sore hari.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Saat sore tiba, David ingin membeli minuman lagi tetapi uang ia habis untuk membeli es krim dan layangan “duh uang ku habis lagi, emak kalau ngasih uang pelit, selalu dikit”, Radit menjawab “seharusnya kamu beruntung masih diberi uang banyak daripada tidak diberi uang sama sekali”, Dika menjawa “kamu itu harus mensyukuri apa yang kamu punya, coba kamu lihat orang orang pinggiran itu, kasihan mereka tidak punya uang, ditambah tidak punya handphone seperti kamu, rumah bahkan tidak bisa beli makanan dan minuman, ingat vid, semua yang kamu punya ini berasal dari usaha dan kerja keras orang tuamu demi membahagiakan kamu, kamu nya malah tidak syukur sama apa yang orang tuamu berikan” sontak Radit berkata “dan pelru diingat juga vid, orang tuamu bisa mendapatkan hasil yang mereka inginkan, itu semua dari yang maha kuasa, mereka beribadah agar dilancarkan rezeki nya oleh tuhan”, David menyadari dari nasehat teman teman nya&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 11:46:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816757575</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816772861</link>
         <description><![CDATA[<div>Roro Justisya Jasmine X6/28<br><br>"Akibat menjadi seseorang yang terlalu baik"<br><br>Di pagi hari yang cerah tepatnya di SMA BINA BANGSA, Raka seorang siswa laki laki yang tergolong pintar dikelasnya mulai memasuki gerbang sekolah. Disana Raka lalu dihampiri oleh teman sekelasnya yang bernama Yuda. Bisa dibilang Yuda dan Raka ini tidak terlalu akrab sih tetapi, Karena Yuda ini termasuk anak yang bandel dan nakal ia berusaha dekat dengan Raka agar mendapat bantuannya dalam mengerjakan tugas tugas sekolah. Raka dan Yuda pun mulai masuk kelas, jam pelajaran pertama pun di mulai yaitu pelajaran PPKN. Miss Sika selaku guru PPKN ia memberikan beberapa tugas kepada murid muridnya setelah menerangkan materi. Kemudian para murid murid pun terlihat frustasi karena kesusahan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Miss Sika. Tetapi lain dengan Raka terlihat begitu santai dan lihai dalam mengerjakan semua tugas tugas yang diberikan oleh Miss Sika. Yuda pun yang melihat Rakai a mulai meminta bantuannya untuk mengerjakan tugas pertama, Raka pun meng iyakan kemauan Yuda, tetapi selang beberapa menit Yuda meminta Raka untuk mengerjakan semua Tugas PPKN nya mulai dari Tugas pertama hinngga Tugas ke lima. Karena Raka menganggap Yuda hanya sebatas meminta pertolongan yang biasa dilakukan seperti orang orang lainnya ia pun mulai menyelesaikan semua tugas tugas Yuda. Thea yaitu salah satu teman sekelas Raka yang mengetahui kejadia tersebut kemudian ikut ikutan meminta tolong ke Raka untuk mengerjakan semua tugas nya, begitu pula dengan teman dekat Thea yaitu Miya ia ikut ikutan jeja sahabatnya itu untuk meminta Raka mengerjakan semua tugas tugasnya. Raka bias dibilang terlalu baik kepada teman temannya akan hal ini, Ia mulai berpindah dari satu kursi ke kursi yang lain iuntuk menyelesaikan tugas tugas teman temannya. Setelah beberapa saat kemudia Miss Sika mulai mengetahui bahwa Raka membantu teman temannya menyelesaikan tugas tugas PPKN. Kemudian saat diakhir pelajaran Miss Sika pun memanggil Raka untuk segera menemuinya di ruangan BK untuk bertemu Miss Mega selaku guru BK. Raka pun segera bergegas menemui Miss Mega, ia pun memasuki ruangan BK, “Assalamualaikum Miss..ada keperluan apa ya Miss..?” Miss Mega pun menjawab “Waalaikumsalam Raka..duduk dulu nak, saya mendengar dari Miss Sika bahwa kamu membantu teman temanmu untuk mngerjakan semua tugas tugas dari Miss Sika dan kenapa kamu membantu mereka nak..?” Raka pun menjawab “Karena mereka semua teman teman saya Miss saya pikir saya harus membantu mereka.” Miss Mega pun menyahut “Tidak apa apa nak bila kamu membantu mereka selaku sebagai teman tetapi kamu juga harus tahu Batasanmu dalam membantu maupun berlaku baiuk ke orang lain karena terkadang mereka hanya memanfaatkanmu saja. Pesan Miss.. Jangan terlalu banyak korbanin diri sendiri maupun berlaku baik demi orang lain Karena terkadang mereka hanya akan memanfaatkanmu ataupun mereka belum tentu melakukan hal yang sama ke kamu, memang betul bila didunia ini tidak ada istilah terlalu baik mungkin memang mereka yang teralu buruk untukmu. Terakhir dari Miss meman wajar untuk membantu orang lain tapi ingat kamu harus tau batasannya ya dalam hal itu. Bagaimana Raka mengerti..?” Raka pun menjawab “Mengerti Miss..terimakasih banyak Miss.”<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 11:54:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816772861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dawam sapto hadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816811035</link>
         <description><![CDATA[<div>X5<br><br>Hukuman Pencuri sandal vs koruptor<br><br><br><br>Di pagi hari yang indah, Diwan lagi asyik menyantap makanan kesukaanya yaitu soto, di warung langganan sebelah Masjid Jami'. Setelah merasa kenyang, Diwan kemudian berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang menuju rumah.<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>Dalam perjalanannya pulang menuju rumah, tak di sangka tiba-tiba Diwan tertimpa musibah. Diwan terserempet oleh kawanan pemuda pengendara motor yang melaju kencang dan ugal-ugalan. Kejadian tersebut mengakibatkan diwan jatuh ke jalan.<br><br></div><div>Tidak ada luka berat yang di alami oleh Diwan, namun yang membuatnya marah adalah tali sandal putus dan tidak dapat digunakan kembali.<br><br></div><div>Dengan rasa penuh marah, Diwan terpaksa pulang menuju rumah dengan berjalan kali tanpa menggunakan sandal. Karena jarak rumah masih cukup jauh, di tengah perjalanan Diwan merasakan sakit pada kaki karena tidak menggunakan sandal. Diwan pun memutuskan untuk membeli sandal di toko terdekat.<br><br></div><div>Sesampainya di toko terdekat, Diwan mulai melihat-lihat dan bertanya merek dan jenis sandal serta harganya. Namun, lagi-lagi nasib sial menghampirinya saat Diwan melihat isi dompetnya. Ternyata tak ada satu pun merek sandal yang harganya sesuai dengan isi dompetnya. Dengan perasaan sangat terpaksa, Diwan pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah tanpa menggunakan sandal.<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>Diwan melintas di Masjid Jami' dan dia melihat banyak sandal yang ditinggalkan pemiliknya berjamaah. Kemudian, tanpa berpikir panjang Diwan langsung mengambil sandal paling bagus yang ada di Masjid Jami' tersebut.<br><br></div><div>Malangnya nasib Diwan saat mengambil sandal. Sang pemilik mengetahui sandalnya diambil oleh Diwan. Diwan pun dikejar-kejar oleh pemilik sandal tersebut. Sang pemilik sandal kemudian membawa Diwan ke kantor polisi atas tindakan kriminalitas yang telah dilakukan.<br><br></div><div>Setelah dilakukan penyeledikian, Diwan dijatuhi sanksi pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu pekan kembali. Malang banget si Diwan, hanya perkara sepele saja dapat bikin dia dibawa di hadapan meja hijau.<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>Akhirnya tiba juga hari persidangan, Diwan berada di tempat duduk tersangka disertai muka yang tertunduk.<br><br></div><div>Hakim: Baiklah, Diwan, umur 23 tahun, saudara ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 5 tahun penjara.<br><br></div><div>Diwan: Looh?! Pak, ini tak adil bagi saya, mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman koruptor?<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>Lalu hakim menjelaskan kepada Diwan bahwa ia mencuri sandal dan merugikan seseorang dengan nilai 30.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai 2 miliar, dan itu sama saja merugikan 200 juta rakyat Indonesia.<br><br></div><div>Nah, bila dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Diwan lebih besar dibandingkan aksi yang dikerjakan oleh para koruptor.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 12:12:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816811035</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Annis Nur Alifatul Kamila X5/4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816822192</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Contoh Baik Tidak Harus Dari Orang Tua</strong><br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>“Apakah contoh baik harus berasal dari orang yang lebih tua?” ujar Dino sambil meminum kopi di sebuah angkringan dekat rumahnya. “ah tidak juga, terkadang saya melihat anak anak yang justru lebih mempunyai etika daripada orang tua” jawab Toni. “iya nih, terkadang orang tua merasa yang paling harus di hormati karena umur mereka yang lebih tua, padahal etika sopan tidak harus diterapkan kepada orang yang lebih tua saja” saut Cika.<br><br></div><div>Toni pun membalas “iya nih, aku pernah dengar cerita. Di suatu malam, Dinda dan ibunya sedang pergi ke toko baju dekat rumahnya, sesampai di toko baju dinda pun mulai memilih beberapa baju untuk dipakai besok. Setelah memilih pun Dinda memberikan baju yang telah dipilihnya ke ibunya agar diserahkan kepada kakak SPG untuk dituliskan nota pembayaran. Namun saat berbicara kepada kakak SPG itu nada ibunya kurang sopan “nih mbak, minta nota nya ya” dengan muka mengkerut seperti merendahkan kakak SPG. Dengan sopan pun kakak SPG menjawab “ini saja bu? Saya buatkan nota nya ya”.<br><br></div><div>Setelah sesampai nya di kasir, ibu Dinda pun mulai ketus “berapa mbak?” lalu kakak kasir pun menjawab “totalnya 150 ribu bu, apa ada kartu member agar bisa kami berikan diskon?” dengan sombongnya ibu Dinda pun menoleh ke arah Dinda sambil berkata “ih 150 ribu aja kok ditawarin diskon, ngapain” Dinda pun terdiam menahan kesal. Setelah membayar dan pergi dari toko itu, Dinda pun mengungkapkan kekesalannya kepada ibunya “kenapa sih bu harus berbicara seperti itu? Meskipun kita pembeli tidak boleh seenaknya dong berbicaranya”&nbsp;<br><br></div><div>Karena masih belum menyadari kesalahannya, ibu Dinda menjawab “apasih orang ibu berbicara seperti biasa kok” karena merasa bertengkar tidak akan menyelesaikan masalah, Dinda menasihati ibunya “ibu, kalau berbicara dengan siapapun, mau dengan yang lebih tua, lebih muda, harus tetap sopan dan menjaga etika, masa kalah sama anak sendiri sih” gurau Dinda sambil meredam rasa kesalnya terhadap perbuatan ibunya di toko tadi. Ibunya pun menyadari kesalahannya dan meminta maaf “oh, maafkan ibu ya Dinda, aduh anak ibu sudah besar ini” ucap ibu Dinda dengan merasa bersalah tetapi senang anaknya mengingatkan ibunya bila berbuat salah. Pada akhirnya pun mereka pulang ke rumah dengan perasaan senang.”<br><br></div><div>“wah, menginspirasi ceritamu Ton!” ujar Dino kagum dengan cerita yang diceritakan Toni. “sudah mengerti kan kalau contoh baik tidak harus berasal dari orang tua?” tanya Toni kepada Dino. “iyanih, makasih banyak ya Ton, jadi tidak takut mengingatkan orang yang lebih tua hehe”. Karena sudah larut, Dino dan teman temannya pun pulang kerumah dengan aman.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 12:17:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816822192</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dyana Syahira S/X6/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816837729</link>
         <description><![CDATA[<div>"IHHH CEMEN DEH"&nbsp;<br><br>&nbsp;</div><div>"AHHHH ancur sudah outfitku pagi ini" geram Hera sambil berjalan cepat menuju ke depan gerbang sekolah.&nbsp;<br>&nbsp;"Ada apa toh ? masi pagi begini kok sudah cemberut jadi nanti cantiknya ilang loh " canda Aron yang sedang turun dari motor<br>kebanggaanya.<br>&nbsp;"Ini masih pagi jangan bikin pagiku ini tambah<br>buruk" kata Hera dengan geram.<br>&nbsp;" Ada apa cerita sini ?" tanya Aron.&nbsp;<br><br></div><div>“Ini loh-“&nbsp;<br><br></div><div>“Ehhh apanih..,sepatu apa tuuu”dengan sekejap perbincangan Hera dan Aron pun terputus karna ejekan Genk.&nbsp;<br><br></div><div>“Apalagi?” sinis Aron.&nbsp;<br><br></div><div>“ Heyyy Hera engga malu apa pake sepatu itu ? jangan ikutin styleku lah,udah tau palsu masih aja dipake HAHAHA” kata Genk dihadapan Hera.&nbsp;<br><br></div><div>“Jangan salah sangka,mana mungkin aku memakai barang palsu kalaupun palsu aku lebih memilih yang tidak ada merknya atau ada logo brand nya” jelas Hera dengan ramah.&nbsp;<br><br></div><div>“Udahlah bilang aja itu palsu” Ejeknya sambil mendorong pundak Hera.&nbsp;<br><br></div><div>“Eh apa.. gausah megang megang dong” ucap Aron sambil mendorong pundak Genk.&nbsp;<br><br></div><div>Secara tiba tiba Genk langsung menginjak sepatu yang dikenakan oleh Hera dan Hera pun reflek seketika untuk menghindar.&nbsp;<br><br></div><div>“Eh iya kan itu palsu HAHAHA,Kenapa malah menghindar ? kenapa takut gabisa beli lagi ya HAHAHA”ejeknya.&nbsp;<br><br></div><div>“Sudahlah Hera,biarin aja” ucap Aron dengan lembut sambil menarik tanganya untuk segera menuju ke dalam kelas.&nbsp;<br><br></div><div>“Kenapa lari HAH?” bentak Genk menarik tangan Hera kembali  dengan kasar.&nbsp;<br><br></div><div>Dengan Tiba tiba Ludwig datang dan melerai mereka.<br><br></div><div>“Ini ada apa sih, kok main kasar dari tadi” kata Ludwig dengan kesal.&nbsp;<br><br></div><div>“Ludwig ini palsu atau ori?”Tanya Genk dengan muka yang meremehkan Hera dan  menunjuk nunjuk kearah sepatu yang digunakan oleh Hera.&nbsp;<br><br></div><div>“ihhh apan sih Genk,Kamu itu ya suka nya membandingin dirimu dengan orang yang lebih mampu” kata Ludwig.<br><br></div><div>“Engga cape apa ngomongin kekurangan diri sendiri ke orang lain yang lebih dari kamu”&nbsp;<br><br></div><div>“sejak kapan sepatu brand yang kau gunakan itu memiliki corak seperti itu,jahitan yang tidak rapi dan warna yang norak,tapi.. kalau dipikir-pikir lagi sepertinya cocok juga denganmu”&nbsp;<br><br></div><div>“Apa maksudmu?”&nbsp;<br><br></div><div>“Apakah kau perlu cermin?” Tanya Ludwig kembali.&nbsp;<br><br></div><div>Dengan seketika air muka Genk berubah, dan dia termenung sambil berjalan balik menuju ke ruang kelas menutupi matanya yang tergenang air mata.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 12:23:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816837729</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabila Araminta Pramesti X4 / 21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816853829</link>
         <description><![CDATA[<div>Penyebaran Virus Difteri<br><br>Pada suatu pagi yang tenang , sebuah virus difteri melewati suatu pegunungan untuk berjalan mengelilingi dunia. Di tengah perjalanan Virus Difteri itu menemukan sebuah gubuk kecil yang ditinggali oleh nenek tua yang pekerjaannya sebagai petani. Ketika Virus Difteri melihat gubuk tersebut Virus Difteri langsung menghampiri gubuk dan mengetuk pintu gubuk tersebut “ selamat pagi apakah ada orang di dalam ? “ lalu nenek tua berjalan  dan membuka pintu untuk melihat siapa yang mengetuk rumah nya di pagi buta seperti ini , “ selamat pagi anda siapa dan mengapa mengetuk pintu sepagi ini  ? “ , “ perkenalkan  saya Virus Difteri nek “ , jawab Virus Difteri . Kemudian Nenek Tua menjawab “ ada perlu apa ? “ ,  “ Saya mau keliling dunia nek mau menyebarkan virus saya “ jawabnya  , Lalu nenek menjawab “ Untuk apa anda menyebar virus hingga keliling dunia “ , “  Sudah tugas saya nek “ jawab Virus Difteri , “ oh baik kalau begitu silahkan melaksanakan tugas anda “ jawab si nenek tua. Setelah beberapa waktu virus difteri kembali lagi ke gubuk kecil yang pernah dikunjungi beberapa waktu lalu. Virus Difteri mengetuk pintu gubuk kecil tersebut “ Selamat pagi nek “ lalu sang nenek tua membuka pintu dan menjawab  “ selamat pagi anda virus difteri ya ? “ , “ Iya nek ada apa “ jawabnya , “ Gara – Gara anda mengunjungi gubuk saya , saya jadi terserang Virus anda “ jawab sang nenek tua , “ loh saya tidak tau apa apa nek , karena saya hanya menyebarkan untuk urusan terinfeksi atau tidak itu dari diri nenek sendiri “ jawab Virus Difteri , “ Kenapa jadi saya yang anda salahkan “ tutur si nenek , “ saya bukan menyalahkan anda nek tapi biasanya yang terinfeksi virus saya itu karena pola hidupnya kurang sehat nek “ . Kemudian si Nenek Tua menjawab “oh seperti itu ,  saya juga merasa pola hidup saya kurang sehat , saya akan mencoba untuk merubah pola hidup saya menjadi lebih sehat “ , “ Iya nek usahakan untuk menjaga pola hidup ya nek agar tidak terinfeksi Virus Virus jahat , sudah ya nek saya pamit dulu tugas saya sudah selesai . Akhirnya si Nenek sadar bahwa pola hidupnya kurang sehat , “ terimakasih ya karena anda saya jadi sadar “ jawab si nenek “ sama sama nek saya pergi dulu ya “. Setelah kejadian ini  Nenek Tua merubah pola hidupnya menjadi lebih sehat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 12:29:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816853829</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Kevin Robbani X6/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816896087</link>
         <description><![CDATA[<div>Nasib Sial Maling Sendal Jepit<br><br><br><br>Di sore hari yang cerah, resi sibuk mengobrol bareng di warkop dekat rumah mereka, kemudian resi beridiri dari kursinya untuk pergi meninggal kan warkop.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Dalam perjalanan menuju rumah, tak disangka resi kepleset dijalan yang licin.hal itu disebabkan karena ada seseorang yang membuang kulit pisang sembarangan.kejadian itu membuat resi terjatuh di jalan.<br><br></div><div>Tubuh resi tidak terluka dan masih bisa berjalan dengan normal, namun yang membuat jengkel resi adalah sendalnya yang rusak dan tidak bisa digunakan Kembali.<br><br></div><div>Dengan penuh rasa emosi, resi harus pulang ke rumah tanpa menggunakan alas kaki.dengan jarak dari warkop menuju rumah resi sangat jauh , kaki resi kesakitan dan tidak bisa melanjutkan perjalan ke rumah.Resi memutuskan untuk membeli sandal di toko.<br><br></div><div>sesampai pada toko ,Resi melihat banyak jenis sandal di toko tersebut. Resi melihat Sandal yang dijual pada etalase, sandal tersebut dari brand brand yang terkenal sehingga harganya cukup mahal. Setelah itu resi akan membeli sandal tersebut namun resi lupa bahwa uang yang digunakan sudah habis buat ngopi. Resi pun terpaksa berjalan ke rumah tanpa menggunakan alas kaki.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Resi kemudian melintas di tempat rental Playstation dan ia melihat banyak sandal yang ber merk milik orang yang sedang bermain game disana. Lalu , tapa berfikir Panjang resi langsung mengambil salah satu sandal milik orang yang paling unik yang ada di rental playstation tersebut.<br><br></div><div>Malangnya nasib resi saat mengambil sandal milik orang .sang pemilik dari awal mencurigai gerak gerik resi, dan resi mengambil sandalnya dengan cepat. Resi pun dikejar oleh pemilik sendal tersebut dan malanya resi tertangkap. Sang pemilik sendal tersebut membawa resi ke pihak berwajib atas Tindakan criminal yaitu pencurian sendal.<br><br></div><div>Setelah pihak berwajib melakukan penyelidikan, resi&nbsp; kena sanksi pasal pencurian, lalu resi disidang 1 minggu Kembali. Kasian si resi gara gara hal yang sepele bisa ketangkep pihak berwajib.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Tiba juga dihari peridangan, resi duduk di tempat tersangka dengan mukak yang cemberut.” Baiklah, Resi , umur 23 tahun, saudara ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 100.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 5 tahun penjara”, ucap hakim. “Looh?! Pak, ini tak adil bagi saya, mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman koruptor?”, ucap resi.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Kemudian hakim menjelaskan bahwa resi telah mencuri sendal jepit seharga 100.000 rupiah dan merugikan pihak korban, Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai Rp 1 miliar, dan itu sama saja merugikan 100 juta rakyat Indonesia.<br><br></div><div>“Nah, bila dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang”, ucap hakim. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Diwan lebih besar dari aksi yang dikerjakan oleh para koruptor.<br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 12:45:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816896087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ghiandi Rizky S/X5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816927764</link>
         <description><![CDATA[<div>Percaya diri terhadap pendapat sendiri<br><br></div><div>Pada suatu&nbsp; hari di siang hari yang sangat terik di lapangan sekolah harry sedang sendirian disitu,dia lalu mengecek hp nya tiba tiba di grub ada info perlombaan antar kelas.<br><br></div><div>Lina dan ara menyarankan harry mengikuti perlombaan basket karena harry jago dibidang itu dan harry setuju tetapi temen temen sekelasnya ingin harry mengikuti lomba kasti karena lari nya cepat di situ harry bimbang dan harry mengikuti pendapat orang lain dari pada mengikuti pendapat sahabat nya dan dirinya sendiri.<br><br></div><div>Di hari perlombaan harry mengiuti lomba kasti setelah pertandingan kasti nya selesai kelas harry kalah karena harry banyak membuat kecerobohan seperti saat menangkap bola ,bolanya selalu menggelinding ke arah lain karena posisi tangan nya harry selalu salah, Temen temen sekelas harry Kaget karena tim nya kalah telak melawan kelas lain teman teman sekelas harry menganggap penyebab kekalahan tim kasti kelasnya adalah harry,tetapi lina dan ara bilang kasti itu permainan tim maka jika kalah seharusnya bukan satu / dua orang yang di salahkan tetapi satu tim tersebut ,lina dan ara bilang lagi bahwa lebih baik harry mengikuti lomba basket dari pada kasti tetapi kalian malahan menyarankan harry mengikuti kasti dari pada basket,temen temen sekelas nya merasa bersalah dan meminta maaf kepada harry dan harry menerima maaf temen sekelas nya dan harry meminta maaf karena tim kasti nya kalah telak karena ulah dia,temen sekelasnya mengatakan bukan salah harry tapi salah kita semua.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 12:55:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816927764</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zahra Izzati Najwa Ramadhani X5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816932280</link>
         <description><![CDATA[<div>Di hari minggu yang cerah ini Haikal ingin mengajak dua temannya, Jendra dan Narendra untuk bermain game bersama di rumah nya. Haikal berteman dengan Narendra dan Jendra terhitung sudah 5 tahun sejak SD. Setiap minggu mereka selalu berkumpul di satu rumah, bisa dibilang sebagai ‘tradisi’ mereka.<br><br></div><div>“Pagi gini pasti Jendra baru tidur, kebiasaan sekali anak itu tidur pagi bangun malam. Seperti kelelawar saja. Aku telfon Narendra dulu deh” baru saja Haikal ingin menelfon Narendra, Narendra sudah mengetuk pintu terlebih dahulu. Saat membuka pintu dia mendapati dua temannya bersama orang asing seumuran dengannya. Narendra berkata “Haikal aku membawa sepupu ku kesini, apakah tidak apa-apa?” Haikal tertawa menghina sejenak, lalu menjawab “Oh tidak apa-apa na, santai. Siapa nama mu?”.<br><br></div><div>Sepupu Narendra itu menjawab “Aku Renandra” lalu haikal tertawa keras “HAHAHAHA nama kamu bagus tapi kenapa kamu pendek dan kurus?ditambah dengan kaca mata bulat seperti itu”. Renandra yang mendengar itu hanya bisa tersenyum terpaksa walau sebenarnya dia sedih akan ucapan Haikal. Haikal yang menangkap raut perubahan dari wajah renandra langsung berkata “Becanda elah Ren baperan amat” lalu lelaki yang biasa dipanggil Ren itu menyahut “Iya tidak apa-apa Haikal hahaha”.&nbsp;<br><br></div><div>Narendra yang melihat sepupu nya di bercandakan seperti itu berkata ”Haikal tidak seharusnya kamu bercanda berlebihan. Bercanda boleh saja, namun ada batasannya. Tidak semuanya bisa kamu anggap bercanda apalagi membercandakan fisik seseorang. Itu termasuk menghina Haikal apa kamu tahu akan itu?”. Haikal yang mendengar ucapan Narendra langsung tersadar “Astaga kamu benar Narendra, tidak seharusnya aku membercandakan seseuatu secara berlebihan. Maafkan aku yang sering berbicara tanpa di fikir terlebih dahulu”. Haikal menghadap ke Renandra dan berkata “Renandra maafkan aku sudah bercanda berlebihan tentang fisik kamu”. Laki-laki yang memiliki gingsul manis tersebut menjawab “Tidak apa-apa Haikal, aku sudah memaafkanmu sebelum kamu minta maaf”.<br><br></div><div>&nbsp;Jendra yang meilhat hal tersebut tersenyum dan merangkul mereka bertiga “Kan gini enak. dan kamu Kal, kedepannya sebelum berbicara dipikir terlebih dahulu”. Haikal membalas dengan tubuh tegap&nbsp; dan hormat, Jenandra yang melihat hal tersebut tertawa. “Sekarang ayo bermain game bersama, yang sampai ruang tv terakhir traktir kita makan di kantin. 1..2..3..GO!”&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 12:57:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816932280</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Agrivisesa/18 X-5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816961083</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Dapa si pencuri sarung dan Koruptor<br><br></div><div><br>&nbsp;<br><br></div><div>Di sore hari yang indah, Dapa yang habis shalat Ashar sedang menyantap makanan kesukaanya yaitu mie goreng, di warung langganan depan Masjid At-Taqwa. Setelah merasa kenyang, Dapa kemudian berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang menuju rumah.<br><br></div><div><br>&nbsp;<br><br></div><div>Dalam perjalanannya pulang menuju rumah, tak di sangka tiba-tiba Dapa tertimpa musibah. Dapa terserempet oleh kawanan pemuda pengendara motor yang melaju kencang dan ugal-ugalan. Kejadian tersebut mengakibatkan Dapa jatuh ke jalan.<br><br></div><div>Tidak ada luka berat yang di alami oleh Dapa, namun yang membuatnya marah adalah Sarungnya yang mengalami sobekan yang cukup besar.<br><br></div><div>Dengan rasa penuh marah, Dapa terpaksa pulang menuju rumah dengan sarung yang sudah robek. Karena jarak rumah masih cukup jauh, di tengah perjalanan Dapa merasa tidak enak karena Dapa merasa dilihat oleh orang yang dijalan karena keadaan sarungnya yang robek.Dapa akhirnya memutuskan membeli sarung baru sebelum pulang kerumah.<br><br></div><div>Sesampainya di toko itu, Dapa mulai melihat-lihat dan bertanya merek dan jenis Sarung serta harganya. Namun, lagi-lagi nasib sial menghampirinya saat Dapa melihat isi dompetnya. Ternyata tak ada satu pun merek sarung yang harganya sesuai dengan isi dompetnya. Dengan perasaan sangat terpaksa, Dapa pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah dengan keadaan sarung yang robek.<br><br></div><div><br>&nbsp;<br><br></div><div>Dapa kembali melintasi Masjid At-Taqwa dan ia melihat sarung tanpa pemilik yang ditingglkan pemiliknya Wudhu. Melihat Masjid yang sepi, Dapa kemudian tanpa berpikir panjang langsung mengambil sarung tersebut.<br><br></div><div>Malangnya nasib Dapa saat mengambil sarung. Sang pemilik yang baru kembali setelah Wudhu mengetahuiDapa akan mencuri sarungnya. Ia pun dikejar-kejar oleh pemilik sandal tersebut. Sang pemilik sarung kemudian membawa Dapa ke kantor polisi atas tindakan kriminalitas yang telah ia lakukan.<br><br></div><div>Setelah dilakukan penyelidikan, Dapa kena sanksi pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu pekan kembali. Malang banget si Dapa, hanya perkara sepele saja dapat bikin ia sampai masuk ruang persidangan.<br><br></div><div><br>&nbsp;<br><br></div><div>Akhirnya tiba juga hari persidangan, Dapan berada di tempat duduk tersangka dengan muka yang tertunduk.<br><br></div><div>Hakim: Baiklah, Dapa, umur 25 tahun, saudara ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 50.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 3 tahun penjara.<br><br></div><div>Dapa: <em>Looh</em>?! Pak, ini tak adil bagi saya, mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman koruptor?<br><br></div><div><br>&nbsp;<br><br></div><div>Lalu hakim menjelaskan kepada Dapa bahwa ia mencuri sarung dan merugikan seseorang dengan nilai 50.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai Rp 2 miliar, dan itu sama saja merugikan 200 juta rakyat Indonesia.<br><br></div><div><em>Nah</em>, bila dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Dapa lebih besar dari aksi yang dikerjakan oleh para koruptor.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:06:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816961083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gebril Ratu P. X4/17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816963910</link>
         <description><![CDATA[<div>"UDAH TUA KESIANGAN PULA"<br><br>Suatu hari, pada saat anak luqman sedang mencari ayahnya (luqman) yang ternyata masih tidur atau kesiangan. saat anaknya berjalan keluar dan amndapatkan ayahnya masih tertidur lelap dikasur (kamar), melihat hal itu diapun berteriakan dengan maksud membangunkan ayahnya katanya "ayahhhhhhhhhh bagunnnnnnnnn ......... !, orang tua kok kesiangan" dengan sangat lantang, akibatnya luqmanpun terkaget bangun dari tidurnya. saat luqman bergegas bagun dari kasur, anaknyapun bertanya "yahhh kok bisa sih ayah kesiangan", lalu jawab luqman "ayah bermimpi kalau ayah hidup dialam tanpa ada orang-orang penggosip, dan itu membuat ayah merasa sangat nyaman dibandingkan dengan alam yang nyata", jawab anaknya "memangnya penggosip itu apa yah?'', lalu jawab luqman ''penggosip itu orang-orang yang suka mengurusi hidup orang lain, bahkan menceritakan keburukan orang lain padahal belum tentu hidup mereka jauh lebih baik dari orang yang mereka gosipi". maka dari itu nak!, kamu jangan sampai atau bahkan berniat untuk bergosip, karena hal itu tidak bermamfaat dan hanya membuang-buang waktumu saja.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:07:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1816963910</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Davina Abriella X5/09</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817002022</link>
         <description><![CDATA[<div>- <strong><em>Secara tak langsung sakit hati </em></strong><br><br>Dhika dan Ezra adalah sahabat dekat. Pada suatu pagi di kelas yang sangat tenang Dhika menceritakan tentang Kiela, perempuan yang sedang di taksir oleh Dhika dan mereka teman sekelas. Dhika menceritakan jika dia sangat menyukai Kiela lebih dari teman dan dia ingin mengakui perasaannya di depan kelas kepada Kiela. Lalu Ezra tertawa terbahak-bahak akan ucapan yang dikatakan oleh Dhika tanpa sebab, kemudia dia melihat seluruh penampilan Ezra dari pucuk kepala sampai ke bagian kaki. Dhika memasang raut muka yang kebingungan karena Ezra tertawa terbahak-bahak sembari melihat ke arahnya.<br><br>Tanpa aba-aba Ezra membawa Dhika keluar dari kelas menuju kamar mandi, di dalam ada cermin yang bisa digunakan untuk melihat satu badan. Disitulah Ezra berbicara sambil bercanda bersama Dhika.<br>"Eh dhik saya kasih tau ini, coba kamu menghadap ke kaca? gimana penampilanmu? ganteng? cakep?"<br>"Ngga juga zra saya biasa aja, ngga ganteng juga ngga cakep hampir mirip sama Jungkook coboy junior lah" balas Dhika.<br>"Ahahaha ngarang kamu dhik, lihat sekali lagi. Kulit kamu cenderung hitam gosong, rambut tidak terurus, bibir pun tebal, hidung seperti perosotan yang gagal dibuat" jawab Ezra dengan tawaan yang cukup keras.<br>"Lalu kenapa? apa ada yang salah dengan penampilan saya?'' balas Dhika dengan perasaan yang cukup sakit hati.<br>"Kenapa kata kamu? penampilan Kiela tidak beda jauh dengan model shampoo di televisi. aku jadi duta shampoo lain?" jawab Ezra dengan mengucapkan lantunan nada iklan shampoo.<br>"Ooh benar juga, dia persis sekali dengan model ikan shampoo yang terkenal itu hahaha sedangkan saya seperti gembel yang ada di Brunei" balas Dhika dengan nada sedikit tak suka, lalu dia berkata untuk yang terakhir kalinya ke Ezra.<br>"Terimakasih untuk sarannya zra, saya mau balik ke kelas dan berhenti untuk menyukai Kiela". Dhika pun kembali ke kelas dengan raut muka sedih dan marah. &nbsp;<br>"Loh loh kenapa Dhika? kenapa raut mukanya mengatakan gal yang berbeda? apa ucapanku menyakiti hatinya ya?, ah sudahlah balik aja ke kelas pelajaran akan di mulai" ucap Ezra pada dirinya sendiri kemudian dia ikut kembali ke dalam kelas.&nbsp;<br><br>2 mata pelajaran sudah selesai di lewati oleh murid-murid termasuk Ezra dan Dhika. Tetapi sejak mereka kembali dari kamar mandi Dhika menghiraukan Ezra. Ezra sadar akan hal itu dan dia merenungkan akan kelakuannya yang dia perbuat tadi pagi. Akhirnya dia memutuskan berdiri dari tempat duduknya dan berpindah ke tempat duduk yang ada di sebelah Dhika.&nbsp;<br>"Dhika, saya minta maaf ya atas perkataan saya yang tadi. Jangan cuekin saya seperti ini saya jadi sendirian"&nbsp;<br>"Iya Ezra saya maafkan, ingat ya sebelum kamu berkata sebaiknya di pikir terlebih dahulu. Takutnya orang itu sakit hati dan memiliki rasa insecure atau rasa iri terhadap orang lain karena diri sendiri tidak sesempurna orang lain" Dhika membalas dengan ramah kepada Ezra&nbsp;<br>"Iya saya salah disini, berkata sebelum memikirkan kalimanya. Terimakasih Dhika sudah memaafkan saya, tetap berjuang untuk Kiela jangan mundur" Ezra berkata sembari menyemangati Dhika<br>"Siapp Ezra, terimakasih juga karena berkat kamu saya ingin merawat diri saya lebih baik agar terlihat ganteng di semua orang".<br><br>Setelah peristiwa yang terjadi di hari itu, Dhika lebih mengurus dirinya agar terlihat lebih baik. Dan Ezra lebih mengkontrol akan ucapannya kepada orang lain agar tidak sakit hati.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:18:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817002022</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadine Alzena Putri Wicaksono X5/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817021318</link>
         <description><![CDATA[<div>MEREDAM EMOSI<br>Sore itu Hanna, Putri, Jimbo dan Anis bertemu di sebuah cafe, namun saat itu Putri datang terlambat dan membuat temanya menunggu. Saat datang Putri membawa minuman dan membuka pintu secara perlahan, tidak lupa melambaikan tanganya sebagai sapaan. “udah lama nunggu?” ucap Putri dengan nada datar, Anis pun menanggapinya dengan santai “Iya nih, ngomong ngomong mau nganterin ke toilet ga?”. Segera setelah itu putri pun beranjak dari duduknya dan meninggalkan minumanya bersama Jimbo juga Hanna.</div><div><br></div><div>Sampai di toilet Putri bertanya pada Anis “Udah rapi belum” sembari merapikan pakainya, “Sudah kok, balik yuk” mereka pun kembali. Sesampainya di meja Putri menjadi sedikit kesal lantaran minumanya tadi menghilang tanpa sebab.</div><div><br></div><div>Putri marah hingga orang disekitar mengalihkan pandangan padanya. Ia menggerutu tidak jelas dengan mata yang masih sibuk mencari kesana kemari. Tidak lama setelah itu Jimbo tertawa sambil menunjuk kearah minuman putri disembunyikan. Putri yang sudah kesal memukul Jimbo.</div><div>Putri: “Kenapa ga bilang dari tadi sih”</div><div>Jimbo: “Kamu aja yang kurang teliti, padahal minuman tadi ada didepan mata”</div><div>Hanna: “Iya nih, makanya dong lain kali lebih teliti dan jangan menaruh barang sembarangan”</div><div>Putri hanya terdiam dan menyadari perbuatanya tersebut, Ia pun berpikir untuk menjadi lebih teliti serta berhati hati kedepanya .</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:23:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817021318</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keefa Dzakiy Fulvianto C. X5/16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817033582</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Ucok si pencuri dan para koruptor</strong><br><br><br><br>Di minggu siang yang agak panas, ucok lagi asik makan makanan kesukaanya yaitu rawon, di warung cak agus. Setelah merasa kenyang, Ucok kemudian berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang menuju rumah.<br><br></div><div>Dalam perjalanannya pulang menuju rumah, tak di sangka tiba-tiba Ucok terserempet oleh kawanan pemuda pengendara motor yang ugal-ugalan. Kejadian tersebut mengakibatkan Ucok jatuh ke jalan.<br><br></div><div>Tidak ada luka berat yang di alami oleh Ucok, namun ada sesuatu yang membuatnya marah yaitu tali sandal nya putus dan tidak dapat digunakan kembali.<br><br></div><div>Dengan rasa penuh marah, Ucok terpaksa pulang menuju rumah dengan nyeker. Karena jarak rumah masih cukup jauh, di tengah perjalanan Ucok merasakan sakit pada kaki karena tidak menggunakan sandal. Ucok pun memutuskan untuk membeli sandal di toko terdekat.<br><br></div><div>Sesampainya di toko terdekat, Ucok mulai melihat-lihat dan bertanya merek dan jenis sandal serta harganya. Namun, lagi dan lagi nasib sial menghampirin Ucok melihat isi dompetnya. Ternyata dompetnya sudah tidak berisi . Dengan perasaan sangat terpaksa dan kecewa, Ucok pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah tanpa menggunakan sandal.<br><br></div><div><br></div><div>Ucok melintas di Masjid AL JAMI' dan dia melihat banyak sandal yang ditinggalkan pemiliknya berjamaah. Kemudian, tanpa berpikir panjang Ucok langsung mengambil Salah satu sandal paling bagus yang ada di Masjid AL JAMI' tersebut.<br><br></div><div>sayang nasib Ucok tidak berakhir dengan baik. Udin Sang pemilik memergoki ucok yang sedang mencuri sendal nya. Ucok pun dikejar-kejar oleh Udin. Udin kemudian membawa Ucok ke kantor polisi atas tindakan pencurian yang telah dilakukan.<br><br></div><div>Setelah dilakukan penyeledikian, Ucok dijatuhi sanksi pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu pekan kembali. Kasian banget si Ucok.</div><div><br></div><div>Akhirnya tiba juga hari persidangan, Ucok berada di tempat duduk tersangka disertai muka yang tertunduk.<br><br></div><div>Hakim: Baiklah, Ucok, umur 29 tahun, anda ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 50.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 9 tahun penjara.<br><br></div><div>Ucok: Looh?! Pak, ini tak adil , mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman para koruptor?<br><br></div><div><br></div><div>Lalu hakim menjelaskan kepada Ucok bahwa ia mencuri sandal dan merugikan seseorang dengan nilai 50.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai 50 miliar, dan itu sama saja merugikan 500 juta rakyat Indonesia.<br><br></div><div>Nah, kalau dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 100 rupiah saja masing masing orang. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Ucok lebih besar dibandingkan aksi yang dilakukan oleh para koruptor.<br><br></div><div><br>Keefa Dzakiy Fulvianto C./X5<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:27:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817033582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nauval Aziz Rabin/X5/23</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817069704</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Bingung dan Bingung</strong><br><br>Pada suatu pagi yang cerah banget dan terang benerang, dirumah terdapat seorang anak yang sedang bersekolah melewati via zoom tapi sebelum mau zoom dia bingung mau sarapan apa lalu ada sebuah kue tapi Asep memakannya sedikit "Sedikit aja la makannya" meskipun begitu itu masih kurang untuk sarapan tapi Asep langsung mengikuti meetingnya,karena sebentar lagi dimulai.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;Di saat pelajaran dimulai Asep terlihat agak lemas tapi bersemangat. Saat jam pelajaran pertama,kelas berjalan dengan seru siswa diberi quiz Asep dapat menjawab quiz itu dengan lancar "alhamdulilah bisa" pelajaran pun selesai para murid berterima kasih kepada gurunya "Terima kasih ms".&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Setelah itu parasiswa istirahat sebentar tapi Asep tidak makan meskipun ada waktu istirahat "nanti aja la makannya sesudah sekolah"lalu pelajaran kedua pun di mulai,Asep masih bersemangat mengikuti pelajaran mesikpun sedikit lapar,saat pelajaran gurunya menanyakan sesuatu kepada Asep tentang latihan untuk tugas&nbsp;</div><div>yang akan dikumpulkan hari minggu "Asep sudah latihan berapa kali?" Asep pun menjawab dengan sedikit bohong "Saya baru latihan 2 kali ms" (padahal baru latihan 1 kali) lalu gurunya menanyakan ke siswa lain.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Setelah beberapa jam pelajaran kedua telah selesai,pelajaran ketiga akan segera dimulai dan Asep pun tak kunjung sarapan meskipun perut Asep sudah merasa lapar,pelajaran ketiga pun dimulai lalu gurunya juga mulai menerangkan materi dan juga memberi tugas kepada para siswa ,saat gurunya menerang kan tentang tugasnya Asep kurang memperhatikan karena lapar dan juga asik sendiri.&nbsp; Satu jam pun sudah berlalu dan pelajaran ketiga pun sudah selesai Asep pun mulai makan karena masih ada banyak waktu sebelum meeting selanjutnya di mulai "akhirnya bisa makan".<br>&nbsp; &nbsp;Setelah makan Asep pun menunggu meetingnya dimulai,tetapi meetingnya tidak segera dimulai "ini kok meetnya gak dimulai mulai" temannya pun ikut bertanya kepada Asep "woy sep ini kok meetnya tidak dimulai mulai" Asep pun menjawab "Ya Ndak Tau Kok Tanya Saya" dan ternyata Asep dan temannya salah kode meeting,Asep pun telat beberapa menit dan juga temannya.&nbsp; Gurunya masih menoleransi keterlambatan Asep dan temannya "untung aja telatnya gak lama" dan Asep melanjutkan mendengarkan meetingnya,lalu gurunya memberi absensi dan tempat pengumpulan tugas minggu lalu.<br>&nbsp; &nbsp;Setelah itu meeting pun selesai dan Asep mau tidur tetapi Asep mengumpulkan absen dan tugasnya dulu lalu tidur "Akhirnya.... selesai juga,tidur sebentar ah" Asep pun ingin tidur sebentar,tetapi Asep tertidur terlalu lama lalu terbangun dan kaget karena keingat tugasnya ada yang belum selesai"Waduhhh tugas ku belom selesai" dan waktu itu deadline nya sudah dekat,Asep pun kebingungan tentang tugas nya karena dia saat pelajaran ketiga tidak memperhatikan apa yang dijelaskan "Tugasnya tadi disuruh ngapain ya???" temannya juga ada yang bertanya kepada Asep "eh tugasnya tadi disuruh ngapain??" "ini aku juga bingung".<br>&nbsp; &nbsp; Lalu Asep sudah mengerti tentang tugas nya setelah bertanya ke temannya,Asep pun langsung mengerjakannya dengan cepat,dia akhirnya dapat mengumpulkan tugasnya dengan tepat waktu meskipun waktunya sangat dekat dengan deadline.<br>&nbsp; &nbsp; Setelah itu Asep sadar kalau Asep harus sarapan sebelum sekolah agar bisa fokus dan Asep juga harus lebih memperhatikan gurunya saat menjelaskan.<br><br><br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:37:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817069704</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Harry Aditya Akbar/ X6/ 17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817083465</link>
         <description><![CDATA[<div>"Wuoh Kaget"<br><br>Di tengah senja, seorang pejabat korup bernama Juniari Biribiri memancing di sungai. Sangking asyiknya memancing, si pejabat tidak sadar air sungainya meluap. Banjir! Pejabat korup itu bernama Juniari Biribiri, Alasan Juniari Biribiri tak menyadari ada banjir karena dia sibuk mengomel ketika para warga tersebut menggunjing Juniari Biribiri. Para warga tersebut berkata “lihat tuh pejabat Juniari Biribiri yang korupsi Bansos! Dia tidak tahu malu, padahal kinerja nya dikit dan bisa dihitung menggunakan jari masih saja memancing tanpa merasa bersalah”. Juniari Biribiri yang mendengarkan hal tersebut pun berteriak pada warga itu “ Woi kalian dasar warga tidak tahu terimakasih! Aku sudah bekerja payah demi kalian setiap malam tidak tidur, dasar para warga hanya bisa berkomentar!” padahal faktanya Juniari Biribiri saat rapat kerja hanya tidur dan tidak membantu sama sekali, jadi hanya gaji buta. Sudah begitu makan uang rakyat lagi.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Sangking sibuknya mengoceh, si pejabat juniari tidak sadar air di sungainya meluap. Banjir! Kemudian si pejabat Juniari Biribiri hanyut dan tidak sadarkan diri. Begitu bangun, dia sudah berada di rumah warga . Betapa beruntungnya dia karena masih ada orang yang mau menyelamatkannya. Merasa utang budi, si pejabat Juniari Biribiri ingin berterimakasih pada Budikarya yang telah menyelamatkannya. “kamu tidak tau saya siapa?” tanya pejabat Juniari Biribiri tersebut. Laki-laki bernama Budikarya ini pun sontak bertanya laki-laki itu berkata “Tidak. Tetapi wajah Bapak sepertinya tidak asing. “Si laki-laki berusaha mengingat. “Memangnya bapak siapa?”</div><div>“Aku ini pejabat negara” si laki-laki Budikarya ini akhirnya ingat. Orang ini pernah ia tonton di salah satu acara televisi. “Bisakah saya tahu siapa namamu orang yang telah menyalamatkan ku” ujar si pejabat Juniari Biribiri, “nama saya Budikarya pak Pejabat Juniari Biribiri”.&nbsp;<br><br></div><div>“Karena sudah menolongku, kamu boleh minta apa saja. Katakan saja keinginanmu”, Budikarya pun merasa senang “Benar, pak pejabat Juniari Biribiri?” si pejabat pun mengangguk. “Ya, ya, ya. Pasti kupenuhi.” Kemudian Budikarya mencoba berpikir permintaan apa yang ingin dimintanya, namun dia teringat sesuatu “Oh, ya! Kalau begitu, tolong bapak&nbsp; jangan bilang ke siapapun bahwa saya yang menolong Bapak!”. Sontak Juniari Biribiri pun terkejut “Woah kaget!” karena dia tidak menyangka itu, langsung pejabat Juniari Biribiri bertanya “Kenapa kamu minta hal seperti itu? Bukankah ada hal lain yang kamu inginkan? Ayolah pasti kamu harus mendapatkan balasan setelah menolong orang!”. Ternyata Budikarya memang ikhlas menolong dari hatinya. Akhirnya si pejabat Juniari Biribiri menyadari bahwa tidak semua org membantu ingin mendapatkan imbalan dan mengintrospeksi dirinya bahwa dirinya salah.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:41:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817083465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M. Afief Abid Riady X6/19</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817109783</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>"Hembusan Angin"</strong><br><br></div><var><br></var><div><br></div><pre>Pemuda berjenggot tipis, berkumis lumayan lebat, berperawakan tinggi berisi,Raksa panggilannya. Terseok-seok mengikis aspal, babak belur dengan lebam dihatinya, disebabkan mulut manusia yang hampir memecah sebuah "PERSAHABATAN". Abu namanya. Singkat cerita di Kantin sekolah, Abu dengan gemuruh kakinya yang ribut tanpa mempedulikan teman sekitarnya. Bergegas pergi ke kantin untuk memenuhi nafsu perut yang sudah ia tahan di dentingan bel pelajaran kedua sebelum istirahat. Orang yang dikenal agak ceroboh dan suka menerima berita mentah-mentah itu telah tiba di ubin pertama dari ruang pemuas nafsu perut para siswa. Kantin yang ramainya bagaikan simulasi semut yang mengerubungi makanan untuk disimpan beberapa bulan sebagai pasokan logistik. </pre><div><br></div><pre>ia mendengar dari kejauhan ada yang berkata, "Tau gak? Raksa tuh sebenernya suka banget sama ceweknya Soka deh". Abu yang tidak dekat dengan siapa-siapa. Namun, dengan mulutnya yang suka asal "ceplas-ceplos", setelah mengantri dan membayar. Ia pun bergegas pergi ke Soka dengan membawa sebungkus nasi ayam dan rumor yang ia telah siapkan diujung bibirnya.Ia mengitari seisi gedung sekolah, ruang demi ruang ia hampiri, lorong demi lorong ia tapaki, dan sampai di penghujung langkahnya tepat di kelas 11-C. Nasi bungkus yang awalnya masih beruap beralih dengan bungkusan nasi yang basah dibagian bawahnya. Dengan mulut yang sudah semakin panas untuk menyampaikan sepatah kata yang akan menghancurkan pertemanan seseorang. Dengan ciri khasnya yang suka menepuk bahu orang. ia pun dengan santai menyentuh pelan dengan keempat ujung jari ke pundak soka. belum sempat soka mangatakan ,"ada apa?" . Abu yang tak kuasa menahan rumor yang sudah ada di ujung kulit bibirnya yang kering dan nampak sudah mau lepas. Ia berkata "Ehh Soka, itu temen baik kamu katanya mau nikung cewek kamu". Soka Yang memiliki kepribadian <em>Hyper Protective. </em>Tanpa berpikir panjang, ia dengan genggaman tangan yang keras, layaknya fosil kayu yang terkubur di dalam tanah selama sepuluh tahun itu, pergi ke tempat Raksa berada. Tak perlu waktu lama, Raksa yang selalu berada didalam kelas sewaktu istirahat langsung dipertemukan dengan sahabat karibnya yang wajahnya berubah merah layaknya gigitan nyamuk yang di garuk. Seketika itu Raksa menyapa ke sahabat karibnya,"Ada apa bro? tumben nyamperin ke kelas". Soka dengan kepalan tangan yang ikut memerah pun langsung menonjok keras tepat di pelipis Raksa. </pre><div><br></div><pre>"Dasar penghianat, bangsat, anjing kamu", Teriak Soka ke Raksa. Raksa yang berupaya menahan sakit karena pukulan Soka, menjawab dengan nada agak sedikit merintih "Heiii, ada apa brooo, kita masih teman kan?, kenapa kok tiba -tiba mukul gitu". Soka dengan tegas setengah mengamuk berteriak, "AHLAAHH, GAUSAH PURA-PURA KAMU HAH!!, APA MAKSUDNYA MAU NIKUNG AKU!?", Tanpa memberikan kesempatan berbicara ke Raksa, Soka dengan liar menghajar habis-habisan wajah Raksa. Hingga pada akhirnya pukulan terakhir yang ditargetkan ke kepala Raksa mengenai bagian bola mata Raksa dan membuat ia jatuh dengan posisi kepala mengahantam keras lantai kelas. Raksa dengan mata yang setengah tertutup sempat disangka pingsan oleh siswa yang melihat pemukulan Raksa oleh Soka.</pre><div><br></div><pre>Selama Raksa tidak sadarkan diri. Ia seperti bermimpi dan berbicara pada dirinya sendiri. Ia bertengkar, berdebat, kebingungan dengan dirinya sendiri. Bercakap-cakap dengan jiwa lainnya yang terpisah. Keributan yang terjadi di alam bawah sadar Raksa, cukup membuat Satu daratan Cina bergemuruh hanya karena percakapan dua orang satu jiwa ini. yang memperdebatkan kawan karibnya tiba-tiba datang dengan Pukulan matang, yang disimpan tidak kurang dari tiga puluh menit. Ketika Sang jiwa merasa lelah dan cukup berdebat. ia berkata ,"Bahkan sahabat karibmu akan membencimu karena seorang wanita". Raksa yang cerdas menjawab jiwa yang berdebat dengannya, "Mungkin bukan karena wanita, karena aku tau persis bagaiamana sifat dari Soka". Jiwa itu pun menyeloteh, "Akan kita selesaikan setelah ini". </pre><div><br></div><pre>Raksa terbangun dari pingsannya. ia melihat jam telah menunjukkan angka 8. Ia melihat sekitar, dan ternyata ia sadar bahwa bintang yang sudah kerlap-kerlip dilangit bagaikan kota Tokyo yang dilihat dari ketinggian tiga puluh ribu kaki diatas tanah, cahaya bulan bersinar hangat mencoba membelai kepalanya yang bersimbah darah. Masih di ruang tempat ia di hajar, ada sosok yang berdiri masih dengan menggunakan seragam SMA. Sosok itu menyapa dengan suara rendah ke Raksa yang baru saja terbangun dari tidur yang terpaksa "Malam broo, masih sakit kah", sambil memberikan kompres yang diisikan es. Sosok itu semakin dekat dan jelas. Sinar bulan yang mulai menggerayangi tubuh sosok tadi nampak jelas wajahnya. Dan ternyata wajah itu adalah wajah yang Raksa kenal, sosok yang telah menemani Raksa dari Sekolah menengah pertama hingga dua tingkat sebelum akhir dari sekolah menengah akhir. Soka, dengan air mata yang berlinang, menyesali perbuatannya bersujud di depan Raksa. "Lupakan semua, ayo pulang, kita bicarakan esok". Dengan perasaan yang acak-acakan, Raksa bangun dari tempatnya ia dihajar sambil di bantu sang pelaku. Dibopongnya Raksa kembali ke kediamannya. Sekali lagi ia terseok-seok diatas aspal dengan jiwa raga yang babak belur karena kesalah pahaman. Dan salah paham itu sekarang hanyalah Hembusan Angin.</pre>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:48:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817109783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Faqih Abqari Sutopo X6/13 &quot;akibat ceroboh&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817120709</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Pagi itu pukul enam, adi sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Tinggal pakai kaos kaki dan sepatu adi sudah bisa jalan ke sekolah. Namun hal tak terduga terjadi, saat adi mencari kaos kaki, adi tidak dapat menemukannya, adi mulai panik dan memberitahu ibunya untuk membantu mencari kaos kakinya, sudah di banyak ruangan digeledahi, tinggal kamar adi yang belum digeledah. Saat memasuki kamar adi, ibunya kaget buka kepalang melihat kamar adi bak `kapal pecah` Sontak ibu memarahi adi karena tidak merapikan kamarnya. Sambil membantu dan mengomel , ibu pun mengangkat selembar kain di meja belajar, dan menemukan sepasang kaos kaki yang dicari adi, ibu lanjut mengomel sambil memberi kaos kaki kepada adi. "Makanya, kalo naruh barang jangan sembarangan! Nanti yang susah bukan cuma kamu tapi orang lain juga". Begitu omel ibu kepada adi, adi pun hanya bisa mengagguk. Akhirnya dia pakai kaos kaki itu memakai sepatu dan langsung lari menuju sekolah. Untung saja adi belum telat.</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:51:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817120709</guid>
      </item>
      <item>
         <title>X5/31/WAFA HANIF SHAFI NADHIRA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817141829</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br>"obat sakit kepala"<br><br>&nbsp;<br>Pada suatu hari di saat bulan puasa, ada seorang anak bernama loki yang hidup bersama dengan kakaknya yang sedang fokus menonton televisi.<br><br>Seperti biasanya loki menonton acara kesukaannya yaitu “peppa pig” setiap dua puluh menit sekali selalu muncul iklan obat sakit kepala. Iklan obat tersebut menyebutkan tentang kelebihan obat yang dapat diminum kapan saja.<br><br>Ketika sedang seru menonton tv, loki tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya. Kemudian loki memanggil kakaknya yang sedang bermain game dan meminta tolong kepada kakaknya untuk membelikan obat sakit kepala untuk loki.&nbsp;<br><br>Setelah kakaknya sampai di rumah loki langsung mengambil air dan meminum obat yang telah dibelikan oleh kakaknya tersebut.<br>&nbsp;<br>Kakak loki tersebut menyadari ada keanehan lalu ia bertanya kepada loki, “loki bukannya kamu lagi puasa, Kenapa kamu minum obat?”<br><br>Dengan percaya diri yang tinggi, Wajah tidak berdosa loki pun menjawab “itulah kerennya obat param*x ini kak bisa diminum kapan saja!”</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:57:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817141829</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fathur Ilham Firdauzy J. X5/13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817143568</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>“Sering Keluar Rumah”<br><br><br>&nbsp; </strong>&nbsp; &nbsp;Di sore hari,rayhan dan putra sedang ngopi di kafe dekat sekolah. Kemudian rayhan mengobrol dengan putra tentang tugas sekolah kemarin.rayhan bertanya “hey put tugas sekolah mu yang kemarin sudah belum?” kata putra “sudah dong.” Rayhan ingin menanyakan tentang tugas itu karena belum mengerjakan.&nbsp;<br><br><br>&nbsp; &nbsp; Saat mengobrol dengan rayhan,putra ingin memesan kopi ke kasir. Putra pun menuju kebawah dimana kasir itu&nbsp; berada. Saat melihat kantongnya “ehhh kok bisa aku lupa bawa uang I loo.” Rayhan bertanya “ loh gajadi pesen kopi?” putra membalas “lupa bawa duit hann.” Rayhan tertawa terbahak bahak.&nbsp;<br><br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Orang orang di kafe sedang membicarakan rayhan karena rayhan sangat sering ke kafe itu dan berkata “hee itu loo anak sering banget ke kafe ini apa tidak pernah dipedulikan sama orang tuanya.” rayhan merasa marah karena sempat mendengar percakapannya. Putra di telpon terus oleh orang tuanya karena orang tuanya sedang cemas di karena masih masa pandemi.<br><br><br>&nbsp; &nbsp;Putra menasehati rayhan “han jangan sering sering keluar rumah sesekali saja,orang tua kan juga cemas han,lagian ini masih masa pandemi juga.” Putra membalas “ iyaa put gabakal sering sering ngopi lagi kok mungkin 2 minggu sesekali.”&nbsp; Rayhan pun pulang ke rumahnya karena sudah sadar jika orang tuanya cemas dan tidak sering sering keluar rumah lagi dikarenakan adanya pandemi.&nbsp;<br><br><br><br><br><br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><br><br><br><br><br><br><br><br>&nbsp; &nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 13:57:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817143568</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Malka Rexa Abhiska / x5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817152929</link>
         <description><![CDATA[<div>Suatu hari di distrik Kamurocho, ada seorang penjual film dewasa yang sedang menjual koleksinya kepada anak-anak di Kamurocho. Penjual film dewasa tersebut adalah Aoki Ryo, yang memang terkenal suka mengoleksi dan menjual film dewasa. Namun bisnisnya hari itu tidak berjalan lancar, karena dia sedang diburu oleh seorang Yakuza dari keluarga Arakawa yang merupakan bagian dari organisasi Tojo-kai. Dia adalah Ichiban Kasuga, seorang yakuza muda yang direkrut oleh Masumi Arakawa setelah dia diculik oleh organisasi Omi Alliance. Ichiban yang melihat Aoki sedang menjual film dewasa kepada anak-anak langsung berteriak “apa yang kau lakukan Aoki?”. Aoki yang mengetahui keberadaan Ichiban langsung kabur melewati jalanan ramai distrik Kamurocho. Ichiban yang kesusahan mengejar Aoki karena jalanan Kamurocho terlalu ramai memutuskan untuk melewati jalanan kecil agar bisa menghindar dari keramaian. Ichiban kemudian memiliki inisiatif untuk naik ke sebuah gedung untuk mencari Aoki. Betapa beruntungnya Ichiban saat dia naik ke atap gedung, dia melihat Aoki yang berada tepat di depan gedung yang dia naiki. Ichiban pun langsung melompat dari atap gedung untuk menangkap Aoki. Ichiban mendarat tepat diatas Aoki dan langsung mencekiknya sambil menagih uang yang didapat Aoki. Alih-alih ingin memukul Aoki, Ichiban justru tertawa terbahak-bahak saat mengetahui uang 10.000 Yen yang didapat Aoki ternyata adalah uang mainan. Pada akhirnya, Ichiban mengembalikan uang mainan yang didapatkan Aoki. Ichiban pun meninggalkan Aoki yang sedang merenungkan perbuatannya. Setelah kejadian tersebut, Aoki Ryo memutuskan untuk meninggalkan hal-hal illegal dan memperbaiki hidupnya. Aoki kemudian mendirikan organisasi bernama Bleach Japan, yang bertugas untuk membasmi hal-hal illegal dari distrik Kamurocho.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 14:00:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817152929</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Varrel Alfathaya Zanettilendra X5/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817159328</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br>Kaos Tahanan KPK<br><br></strong>Terdapat dua orang dari partai politik, sebut saja namanya Danu dan Zaky, yang mempunyai niat yang sama dengan maksud untuk mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Setelah selesai memberikan berkas-berkas pencalonannya ke KPU di wilayah masing-masing, Danu dan Zaky ngobrol sekaligus meminum kopi di sebuah kantin. Mereka kemudian terikat ke dalam sebuah percakapan yang sangat seru.<br><br>Danu: Zak, kamu tahu kan di negara kita sudah terdapat banyak politis-politis yang kaya raya?!</div><div>Zaky: Emm, masalah itu aku juga udah tahu, Dan!</div><div>Danu: Dengan kekayaan yang mereka miliki, mereka semua sanggup untuk membeli baju yang termahal di Indonesia.</div><div>Zaky: Lho, maksud kamu apa ya?</div><div>Danu: Ya, apalagi kalo bukan baju tahanan KPK.<br>Zaky: Kok malah kaos tahanan KPK si dan, aku gak paham?</div><div>Danu: Ya iyalah, coba aja deh kamu pikir Zak, seorang politis terlebih dahulu harus bisa mengambil uang negara minimal 1 miliar baru mereka semua bisa menggunakan kaos tersebut.</div><div>Wahyu: Ohh, aku baru paham kalau maksud kamu seperti itu, Dan Kemudian mereka memesan kopi untuk yang kedua kalinya dan mengingat masa lalu mereka yang sudah pernah mengenakan kaos termahal KPK itu.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 14:01:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817159328</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nayla Salsabila 24/X5 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817163003</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Akibat tidak pernah belajar dan suka bermalas-malasan.</strong>&nbsp;<br><br>Jasmine merupakan anak yang pemalas, tidak pernah belajar dan sering mencontek jawaban PR&nbsp; teman-temannya. Suatu hari, jam pelajaran telah dimulai dan&nbsp; di kelas jasmine salah satu ibu guru berkata .&nbsp; "Hari ini, Ibu adakan ulangan IPS&nbsp; mendadak ya..." ucap, ibu tersebut. Mendengar hal itu, jasmine pun kaget dan tak siap untuk mengerjakan soal ulangan.Sedangkan, teman-teman nya siap untuk mengerjakan. Tak lama, kemudian Ibu guru membagikan lembar kertas ulangan dengan berkata "Durasi pengerjaan ulangan selama 45 menit." Seluruh murid pun menjawab "siap bu!". " Baik ulangan dimulai". Kata bu guru. Saat Jasmine mulai mengerjakan soal ulangan&nbsp; ia kebingungan dan tidak tahu jawabannya.&nbsp; beberapa menit kemudian waktu ulangan&nbsp; telah habis dan seluruh siswa mengumpulkan lembar ulangan tersebut ke meja guru.Lalu, seminggu kemudian, Bu Guru mengumumkan hasil ulangan.Baik, ibu akan membacakan nilai nya dari yang tertinggi, pertama nilai 100! Diperoleh lia. Selamat, lia! Jawabanmu Sudah lengkap, tanggal benar, dan&nbsp; mengumpulkan dengan cepat. Lalu Janshen&nbsp; 97, kurang teliti sedikit saja. Putri 90, ada beberapa yang kurang lengkap, tetapi sudah bagus secara keseluruhan. Pasti nilaiku bagus, karena yang lain juga bagus,” gumam jasmine dengan&nbsp; santai. “Terakhir, jasmine&nbsp; nilaimu 20,” kata Bu Guru. Jasmine sangat terkejut. “APA?! 20?!” seru jasmine.&nbsp; Seketika mukanya memerah malu juga kaget. "Ya, karena jawaban mu sangat singkat dan yang benar hanya 2 soal, kamu tidak pernah belajar ya?"Tanya Bu Guru,&nbsp; Jasmine sangat menyesal atas perilaku malas nya&nbsp; dan berkata " Iya bu, saya minta maaf bu... dan akan belajar sungguh-sungguh." Sejak saat itu, jasmine belajar dengan giat dan selalu mengerjakan pr sendiri. Karena, kerja kerasnya. Sekarang ia mendapatkan nilai yang bagus dan jasmine berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 14:02:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817163003</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggun Denisa Catur Putri X5/03</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817240267</link>
         <description><![CDATA[<div>Cara Keledai Membaca Buku<br><br><br><br>Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.<br>Namun, Timur Lenk memberi syarat agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada Nasrudin.<br>Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu, ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah. Namun, jika tidak, maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.<br>Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktikkan apa yang telah ia ajarkan kepada keledai. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut dan membuka sampulnya.<br>Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir.<br>Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.<br>"Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya," kata Nasrudin.<br>Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban "Bagaimana cara mengajari keledai membaca?"<br>Nasrudin berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu, kalau tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu."<br>"Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?" tukas Timur Lenk.<br>Nasrudin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya."<br>"Jadi kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?" kata Nashrudin dengan mimik serius.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 14:24:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817240267</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Regina Assaudah Mahmuddin 27/X4</title>
         <author>sheranaaqyla</author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817287530</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Akibat terlalu meremehkan mata pelajaran <br><br></strong>Rani adalah seorang siswa SMA yang duduk di bangku kelas 10. Minggu ini dia sedang melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS), ia sudah memasuki hari kelima PTS. Besok adalah hari terakhir PTS, mata pelajaran yang akan diujikan adalah Matematika dan SBD (Seni Budaya). Pada malam ini, ia sedang belajar Matematika, ia sangat fokus belajar Matematika mulai dari pukul 8 malam hingga 11 malam. Tiga jam ia habiskan untuk mempelajari Matematika, karena baginya Matematika merupakan pelajaran yang amat sangat penting dan dia harus serius dalam mengerjakan ujian besok. Pada saat ia sudah selesai belajar Matematika, ia baru ingat bahwa besok tidak hanya Matematika saja yang akan diujikan, akan tetapi ada mata pelajaran SBD. Rani langsung bergegas membuka <em>e-modul</em> SBD, akan tetapi belum genap setengah jam mempelajari SBD, ia sudah bosan dan mengantuk. Tiba-tiba terlintas dalam otaknya, apa faedah mempelajari SBD, karena Rania masuk jurusan IPA, ia merasa mata pelajaran yang penting hanya Matemtika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Rania pun menutup laman <em>e-modul</em>nya dan membuka <em>whatsapp </em>untuk membaca pesan dari grup teman sekelasnya. Ternyata teman sekelasnya juga malas belajar SBD untuk ujian besok, mereka bilang kita hanya tinggal mencontek saja di laman pencarian apabila sekiranya ada soal yang sulit. Ucapan teman sekelasnya itu pun semakin meyakinkan niat Rani untuk tidak belajar SBD. Pada akhirnya, Rani memutuskan untuk beristirahat dan bangun besok pagi.<br><br>Keesokan paginya, Rani sudah mandi dan tinggal bersiap melaksanakan ujian online. Ujian pertama, yakni Matematika akan dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 09.00. Sebelum mengerjakan ujian, Rani berdoa dulu, setelah berdoa ia pun memulai membuka soal yang telah disiapkan, ia pun berkata "Alhamdulillah, soal-soal yang diujikan sesuai dengan yang aku pelajari kemarin, ternyata tidak sia-sia jika kita belajar dengan sungguh-sungguh". Rani pun melewati PTS Matematika dengan lancar dan sekarang saatnya istirahat, waktu istirahat hanya 10 menit, PTS selanjutnya, yakni SBD akan dimulai pada pukul 09.10. Pada saat istirahat, Rani hanya memainkan ponselnya dan minum tanpa membuka sedikitpun materi SBD. <br><br>Waktu sudah menunjukkan pukul 09.10, saatnya ujian SBD dimulai, Rani pun langsung membuka soal yang diberikan, dia pun terkaget,"Hah?Gila!Susah banget, kok tumben sih PTS SBD susah, perasaan biasanya gampang deh!." Rani pun mengerjakan PTS SBD dengan kebingungan, bukan hanya karena soal yang diujikan sangat susah, akan tetapi juga karena minimnya ilmu Rani, karena kemarin malam ia malas belajar, dan juga soal yang diujikan tidak ada jawabannya di laman pencarian. Akhirnya, Rani pun pasrah dengan hasil PTS SBD-nya. Ia hanya bisa berdoa kepada Allah supaya diberikan hasil yang maksimal. Ujian pun berakhir pada pukul 10.00. Setelah ujian, Rani pun penasaran dengan reaksi teman-temannya di grup <em>chat </em>pada saat mengerjakan ujian SBD tadi, ternyata tidak jauh beda, mereka juga kesulitan dan kebingungan dalam mengerjakan PTS SBD. Memang pada dasarnya, semua ilmu itu penting, apapun itu mata pelajarannya, pasti ada manfaat dan hikmah yang bisa kita peroleh. Setelah mengerjakan Ujian SBD tadi, Rani dan teman-teman sekelasnya menyesal dan mereka berjanji bahwa mereka tidak akan mengulangi kesalahan mereka, Rani dan teman-temannya berjanji untuk introspeksi kesalahan pada diri mereka.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 14:37:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817287530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Intan Sari Permata X-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817382079</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Duit Lagi Duit Lagi<br></strong><br></div><div>Hari Senin ini Budi dan ibunya dapat uang arisan, mereka berencana untuk nongkrong sambil menikmati pemandangan luar. Pas di perjalanan Budi lupa bawa dompet, lah kok malah ketemu polisi lagi razia di lampu merah. Mau mundur sudah tidak bisa tapi mau maju juga gabisa karna takut ketilang. Akhirnya Budi memutuskan untuk tetap maju, polisi menyadari gerak gerik Budi yang mencurigakan dan memberhentikan Budi.<br><br></div><div>“coba liat SIM sama KTP kamu.” kata salah satu polisi. Budi yang panik pun mencari alasan “waduh pak dompet saya ketinggalan ini pak.” pak polisi yang tidak percaya itu pun membalas “gausah alasan kamu, kamu bonceng ibu kamu gitu ya harus ada SIM toh.” Budi terus menerus mencari dompetnya namun hasilnya nihil. Akhirnya Budi bertanya “pake SIM ibu saya aja gapapa ta pak?” pak polisi pun menjawab dengan tegas “yo gaboleh to le, kamu yang nyetir kok SIMnya pake punya mama ya harus punya mu sendiri” setelah mendengar perkataan pak polisi si Ibu Budi pun turun tangan.<br><br></div><div>Pak polisi melihat Ibu Budi turun tangan pun langsung bilang “gimana ini bu, dompet anak ibu kok bisa ketinggalan” sebelum Ibu Budi menjawab sudah dicela lagi oleh polisi “sudah saya kasih surat tilang dan motornya saya bawa ke kantor polisi terdekat ya nanti bisa ditebus apa bila sudah ketemu SIMnya.”. Ibu Budi yang tidak sabaran pun tanya “masa gabisa di lolosin aja pak kan saya ada SIM, KTP, dan STNKnya” pak polisipun kembali menegaskan bila harus ditilang. &nbsp;<br><br></div><div>Sebelum Ibu Budi berbicara lagi pak polisi menawarkan sebuah perjanjian yang lumayan meggiurkan “bisa sih bu saya lolosin tapi ya harus ada ini” pak polisi mengatakan hal itu sembil nggesek gesekan jarinya yaitu mengode bahwa asalkan ada uang. Ibu Budi yang tidak peka akan hal itu pun kembali bertanya “apa itu pak? Kalau ngomong yang jelas dong pak” pak polisi pun menjelaskan dan Ibu Budi mulai mengerti. Setelah mengerti Ibu Budi bilang “oalahh asal ada uang semuanya beres ya pak? Ngomong dong pak kok ngode ngode aja!”</div><div><br></div><div>Bapak polisi yang mendengar perkataan Ibu Budi pun mengagguk malu. Ibu Budi yang kesal akhirnya memberikan duit sebesar 100 ribu kepada pak polisi. Pak polisi mendengus sembari berkata “ya kalua segini kurang bu, 300 gitu lo bu” Ibu Budi makin kesal karna pada awalnya uang arisan itu mau dibuat keluar bareng anak malah dipalak polisi “yaudah ini gausah minta lagi pak jatuhnya kaya pengemis” pak polisi yang merasa kesal mendengarkan perkataan Ibu Budi ikut kesal akhirnya membiarkan Ibu Budi dan anaknya lewat.</div><div><br></div><div>Setelah itu Ibu Budi menasehati Budi di motor&nbsp; “nanti kalua besar, bias cari uang sendiri jangan seperti itu ya le, ngga perlu kamu nerima uang suap kaya gitu. Uang suap ngga bikin kita kaya tetapi bikin kita melanggar peraturan yang ada.” Budi yang mendengar itu hanya bisa mengangguk.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 15:05:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817382079</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evelyn Agustina X4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817678985</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>Jangan menggunjing jika tidak mengerti<br></em></strong><br>Disuatu sekolah, ada anak yang bernama Anya. Dia duduk dibangku 1 SMA dan dia memiliki sahabat bernama Grace dan Gema. Anya, Grace dan Gema selalu pergi bersama kemanapun. Pada suatu hari, mereka pergi ke suatu cafe bernama cafe sahabat. Saat mereka berada dicafe sahabat, mereka bercerita tentang banyak hal satu sama lain. Gema bercerita tentang seorang anak yang berada dikelas, Gema menuturkan bahwa salah satu anak dikelas ini memiliki sifat yang baik, namun dia selalu dibully oleh teman temannya karena kesalahpahaman tentang sifat yang ada pada anak tersebut. Lalu Grace melanjutkan cerita dari Gema dan mereka (Grace dan Gema) asik bercerita untuk Anya karena Anya belum tahu apa apa. Tak lama kemudian, minuman yang Anya, Grace dan Gema pesan sudah jadi dan diantarkan ke meja mereka bertiga. Grace dan Gema tetap melanjutkan ceritanya sampai mereka kegirangan, lalu mereka tidak sengaja meminum kopi mereka yang masih panas dan mereka kepanasan karena mereka terlalu asik bercerita.<br><br>Anya yang melihat mereka berdua kepanasan hanya bisa tertawa terbahak-bahak karena ulah mereka sendiri. Anya mengatakan bahwa mungkin kejadian yang Grace dan Gema alami adalah karma untuk mereka karena mereka banyak menceritakan orang lain di belakang mereka.<br><br>Setelah beberapa waktu, tiba tiba mereka melihat Tania, teman sekelas mereka dan mengajak Tania untuk bergabung dengan mereka karena Tania sendirian. Lalu Tania pun juga ikut bercerita, namun Tania seperti tidak bercerita tetapi menggunjing orang lain. Dia mengatakan bahwa dia tau semuanya dari teman temannya yang lain.<br><br>Keesokan harinya, mereka berempat kembali bertemu disekolah. Lalu Anya, Grace, dan Gema mengajak Tania dan teman temannya untuk membuktikan perkataan mereka. Akhirnya selesai juga penyelidikan mereka dan mereka mendapati bahwa semua gunjingan Tania dan teman temannya kepada salah satu anak dikelas terbukti tidak benar dan Anya&nbsp; menyuruh Tania dan teman temannya untuk meminta maaf kepada orang yang telah mereka gunjing dan juga Anya tidak lupa mengingatkan bahwa jika tidak mengerti apa apa mereka tidak boleh menjelek jelekkan orang lain atau bahkan sampai menggunjing mereka karena berbuat seperti itu sangatlah salah.&nbsp;<br><br>Selesai, terimakasih:)<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 16:48:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817678985</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Azka Fahrezi tri Baskoro 8/X6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817736344</link>
         <description><![CDATA[<div>Gunjingan Coach Justin<br><br></div><div>Sudah menjadi hal yang wajar, di malam yang dingin coach Justin seorang Pandit sepak bola di Indonesia memberi pernyataan tentang hasil rekap sebuah pertandingan bola liga Inggris, Tiba-tiba datang dari antah berantah seorang pemuda yang biasa dipanggil Tuan muda Edo berani mengeluarkan pernyataan tentang coach Justin yang bertuliskan “Kok masih banyak ya media yg panggil beliau. Kompetensi dan pengetahuannya di dunia sepak bola gak ada. Bahkan di youtube channelnya aja hanya berdasarkan suka atau tidak suka terhadap club. Bukan analisis. Gak pantas utk di panggil”. Dan disinilah Pangeran mulai mengambil celah dengan cara mempertemukan coach Justin dengan Tuan muda Edo.<br><br></div><div>Saat tiba di Studio disitulah Tuan muda Edo menyatakan pernyataannya “bahwa pernyataan coach Justin yang sekarang berisi tentang subjektivitas dan hanya berpihak pada beberapa club saja” dan coach Justin langsung meminta contoh pernyataannya yang menyinggung Tuan muda Edo itu apa saja. Ketika Tuan muda edo memberi contohnya coach Justin langsung menjawab “kamu tidak paham apa yang saya katakan atau kamu hanya melihat sekilas dan kamu harus mempertanyakan konteks apa dibelakang pernyataan saya”. Tuan muda Edo menjawab dengan jawaban yang tidak jelas dan tidak memiliki tujuan lalu coach Justin menjawab “saya memberi kamu waktu 3 menit dan kamu hanya mengulangi kata kata saja dan tidak memiliki arti dan tujuan yang jelas, berani beraninya kamu menggunjing saya.”<br><br></div><div>Layaknya seorang pengkhianat, Pangeran langsung berpihak kepada coach Justin dan memojokkan Tuan muda Edo, “jelaskan ke saya sekarang, kamu bilang saya tidak mengerti bola kan? Sekarang jelaskan kritikmu itu tentang pertandingan kemarin” ucap coach Justin, Tuan muda Edo menjawab “Tapi kan di dalam perdebatan, orang itu mengkritik tidak harus paham akan sesuatu coach, dan itu cukup adil” coach Justin menjawab “Itu sangat tidak adil, saya jika mengkritik saya paham apa yang saya ucapkan, jadi sekarang jelaskan kritikmu terhadap pertandingan kemarin.” Tuan muda Edo terdiam, hingga sampai coach Justin memojokkan Tuan muda Edo “begitu saja kamu tidak bisa, dan sekarang kamu terdiam” di titik ini lah Pangeran dan coach Justin benar benar mendesak mundur Tuan muda Edo sampai mengakui kekalahannya.<br><br></div><div>Pangeran dan coach Justin menertawakan Tuan muda Edo yang datang jauh-jauh dari antah berantah, dan ia terlihat menyesal datang ke studio. Perdebatan telah berakhir, Tuan muda edo mengakui kekalahannya dan coach Justin membuktikan ke banyak orang bahwa ia adalah seorang pandit sepak bola di Indonesia.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 17:12:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1817736344</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hibban Jundi Antarfida 18/X6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1819293616</link>
         <description><![CDATA[<div>salah pergaulan<br><br>pada suatu malam yang di penuhi obrolan anak tongkrongan di sebuah kedai kopi, ada anak yang bernama agus sedang nongkrong dengan teman teman nya . udara dingin khas malam hari dengan campuran asap rokok terbang bebas malam ini. teman teman agus sedang mengobrol sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya, teman agus yang heran terhadap agus akhirnya menawarkan satu batang rokok . agus yang akhirnya termakan gengsi akhirnya mengambil dan menyulut rokok tersebut.</div><div><br></div><div>	pada keesokanya agus ada latihan rutin sepak bola pada sore hari, agus berangkat ke tempat latihan. setelah sampai ke tempat latihan agus di suruh pemanasan dan keliling lapangan. saat sedang berlari bersama teman temanya agus tiba tiba sadar napasnya tidak teratur, saat setengah perjalanan agus sudah kecapekan dengan nafas nya yang ter engah engah . teman agus yang menyadari agus sedang ter engah engah langsung mengejek agus dengan kata kata yang kurang sopan. agus sadar paru paru nya sudah tidak sehat lagi karena rokok yang agus hisap kemarin.</div><div><br></div><div>	agus menyadari hal yang di lakukan dan tau akibatnya tapi tetap dilakukan merupakan hal bodoh</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 09:46:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1819293616</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hanna Rahmadhea J. X5/15</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1819348436</link>
         <description><![CDATA[<div>Kaos Tahanan KPK<br><br></div><div>Terdapat dua orang dari partai politik, sebut saja namanya Haidan dan Jenar, yang mempunyai niat yang sama dengan maksud untuk mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Rakyat Daerah.<br><br></div><div>Setelah selesai memberikan berkas-berkas pencalonannya ke KPU di wilayah masing-masing, Haidan dan Jenar mengobrol sekaligus meminum kopi di sebuah kantin. Mereka kemudian terikat ke dalam sebuah percakapan yang sangat seru.&nbsp;<br><br></div><div>“Jenar, kamu tahu kan di negara kita sudah terdapat banyak politis-politis yang kaya raya?!” Seru Haidan setelah menyeruput kopi hangatnya.<br><br></div><div>“Emm, masalah itu aku juga udah tau, Dan!” balas Jenar.<br><br></div><div>“Dengan kekayaan yang mereka miliki, mereka semua sanggup untuk membeli baju yang termahal di Indonesia.” Kata-kata Haidan tidak cukup dimengerti oleh Jenar. “Lho, maksud kamu apa ya?” Tanya jenar.<br><br></div><div>“Ya, apalagi kalo bukan baju tahanan KPK.” Jawab Haidan.<br><br></div><div>Jenar semakin tidak paham, “kok malah kaos tahanan KPK sih Dan? Aku gak paham..”<br><br></div><div>“Ya iyalah, coba aja deh kamu pikir Zak, seorang politis terlebih dahulu harus bisa mengambil uang negara minimal 1 miliar baru mereka semua bisa menggunakan kaos tersebut.” Jelas Haidan lalu kembali menyeruput tetes terakhir kopi hangatnya di cangkir itu.&nbsp;<br><br></div><div>“Ohh, aku baru paham kalau maksud kamu seperti itu, Dan.” Ujar Jenar.<br><br></div><div>Kemudian mereka memesan kopi untuk yang kedua kalinya dan mengingat masa lalu mereka yang sudah pernah mengenakan kaos termahal KPK itu.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 10:31:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1819348436</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ABDUL AZIZ/X5/1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1819351527</link>
         <description><![CDATA[<div><mark>KISAH ANDI</mark><br><br>Andi adalah seorang mahasiswa jurusan Teknik Informatika di salah satu Perguruan Tinggi favorit di Jogjakarta. Setiap hari ia bertemu dengan aku di kampus. Suatu hari, dia bercerita kepadaku tentang masalah hidupnya. Dia berpikir kalau orang lain selalu terlihat senang dan bahagia terlepas dari masalah yang dialami dalam hidupnya. Mereka terlihat seperti orang-orang yang tak memiliki beban di pundaknya. Namun anehnya, Andi merasa tidak terlalu suka saat melihat temannya tersenyum bahagia.<br><br></div><div>“Haikal, kok aku aneh ya selalu merasa bahwa kehidupan orang lain selalu baik-baik aja bahkan kelihatan seperti tidak punya masalah, beda banget sama kehidupan aku yang rasanya kayak punya banyak beban terus aku juga merasa tidak bisa bahagia.” Kata Andi waktu itu.<br><br></div><div>Pada waktu itu juga aku mengatakan kepada Andi bahwa setiap orang memiliki permasalahan dan beban hidup yang ditanggung di pundaknya. Tentunya masing-masing beban hidup yang dialami setiap orang pasti berbeda-beda. Jika beban hidupmu selalu dibandingkan dengan orang lain maka percayalah bahwa semua itu akan semakin berat.<br><br></div><div>Yang selama ini dipikirkan Andi tentang orang lain tidak semuanya benar. Padahal dia sendiri tidak tahu betul bagaimana kondisi orang lain yang menurutnya selalu baik-baik saja bisa jadi kebalikannya, serta perjuangan orang-orang untuk menenangkan dirinya sendiri. Bisa saja mereka telah berhasil melalui masa-masa terberat dalam hidupnya.<br><br></div><div>Setelah itu, dia hanya terdiam merenungi perkataanku. Dia memikirkan apa yang aku katakan saat itu. Meskipun terkadang menasehati orang lain tidak semudah menasehati diri sendiri. Terkadang aku sendiri masih suka membanding- bandingkan diri dengan orang lain.<br><br></div><div>Waktu dulu aku juga pernah merasakan seperti di posisi Andi saat ini. Saat itu juga ada yang menasehati aku bahwa Tuhan selalu memberikan beban masalah sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Oleh karena itu respon dari orang-orang pun juga berbeda-beda, terkadang ada yang merasa dibebani ada juga yang tidak.<br><br></div><div>“Tuhan tahu seberapa kuat kita untuk bisa menghadapi masalah yang diberikan oleh-Nya, maka dari itu kalau soal porsi jangan ditanyakan ya, karena kita tahu kalau Tuhan itu memang Maha Adil,” ujar seseorang kepadaku.<br><br></div><div>Mulai saat itu aku mulai introspeksi perihal diriku sendiri. Aku berusaha untuk menyelesaikan segala permasalahan yang menimpaku dengan hati yang lapang. Karena dengan begitu aku bisa menjadi bahagia. Aku juga tidak perlu membandingkan diriku dengan orang lain. Aku hanya perlu membandingkan diriku dengan aku yang kemarin. Maka dari itu aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik hingga saat ini.<br><br></div><div>Aku juga percaya jika setiap masalah yang menimpaku nantinya bisa menjadi pelajaran dalam hidupku. Karena selalu ada hikmah yang bisa aku ambil dari setiap suka dan duka ku. Yang membuat aku selalu yakin adalah setiap permasalahan ini datang dan dirancang oleh-Nya.<br><br></div><div><br><br></div><h1><br></h1><div><br><br></div><h1><br></h1><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 10:34:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1819351527</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1820857992</link>
         <description><![CDATA[<div>Arya Dafa Wahyu Permana X3<br><br>Pada sore hari itu banyak anak sekolahan yang telah pulang dan menuju ke rumah masing-masing, termasuk Alya. Namun tak seperti anak sekolah lainnya yang senang karena pembelajaran sudah berakhir dan mereka bisa beristirahat di rumah, Alya justru bingung dan sedih memikirkan tugas kelompok yang diberikan gurunya dan harus dikumpulkan besok. Itu artinya dia dan kelompoknya harus menyelesaikannya malam ini. Mengingat bahwa alya memiliki orangtua yang bisa dibilang strict-parents. Ia bingung cara meminta izin agar diperbolehkan keluar malam untuk mengerjakan tugas kelompok Bersama temannya.<br><br>Lalu Alya ingat bahwa malam ini adalah jadwal kontrol jantung ayahnya, yang artinya hanya ada dia dan nenek dirumah. Lalu dia berbicara pada nenek perihal tugas kelompok nya dan neneknya setuju untuk tinggal sendirian di rumah. Karena Alya yakin jika meminta izin untuk mengerjakan tugas kelompok kepada ayahnya adalah hal yang sia-sia. Belum tepat 30 menit Alya mengerjakan tugas kelompok nya ia sudah di jemput ayahnya dengan tatapan yang mengerikan, sesampainya dirumah ia di marahi habis-habisan karena ayahnya menganggap Alya telah berbohong kepada ayahnya dan malah keluar bersama teman-temannya bahkan meminta nenek ikut berbohong<br><br>neneknya yang baru bangun dari pingsannya menasehati anaknya yang terlalu mengekang anaknya sendiri."Pahamilah anakmu"Jangan mau menang sendiri, tapi cobalah introspeksi diri. Menurut mu apa Alya sengaja berbohong? Jika kau tidak begitu mengekangnya dia tidak akan pernah berani membohongi mu<br><br>neneknya pun mengalihkan per hatian ayah alya dengan keluar rumah lalu tidak sengaja terpeleset kulit pisang seketika itu ayah alya keluar dan melihat nenek pingsan segera ayah alya memanggil ambulace dan mencoba menelpon alya&nbsp; ternyata Handphone nya alya ada di saku nenek ayah melihat Hanphone alya dan membaca semua percakapan rencana mereka yang akan melakukan tugas kelompok</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-16 07:59:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1820857992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aisyah Rahma Zahidah X6/05</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1821077894</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Aku dan Mama</strong></div><div><br>Seharian ini adalah hari Rabu yang biasa buat Jeje. Sekolah, ngerjain tugas, makan, tidur dan males-malesan. Mood nya juga bagus sampai Jeje bilang ke&nbsp; mamanya kalau capek dan kaget sama rutinitas SMA dan mamanya bilang "Hahahaha, kamu ngapain sih emangnya sampai stress banget? Kan cuman ngerjain tugas, kamu dikamar juga main HP aja kan? Makanya belajar bagi waktunya"&nbsp;<br><br>Jeje pun kaget sama omongan mamanya, Jeje kira mamanya bakal semangatin Jeje, tapi nyatanya enggak. Jeje pun langsung nangis, walaupun dia gamau nangis karena mamanya pasti makin bilang kalau dia cengeng dan baperan. Jeje pun ngomong ke mamanya, "Mama, aku kan juga lagi adaptasi, baru juga masuk sekolah berapa bulan, adaptasi juga nggak yang secepat itu ma, aku juga udah tau kok, aku harus belajar bagi waktu kan? Iya ini aku lagi belajar tapi pelan pelan, Jeje cerita ke Mama barusan, maunya biar Mama tau yang Jeje rasain terus di semangatin, bukan dinasehatin dulu, iya Jeje tau tujuan Mama baik kan ke Jeje? Tapi kan ada saatnya Jeje cerita maunya didengar dulu, ditemenin, disemangatin." Jeje pun masuk ke kamar nangis.&nbsp;<br><br>Nggak lama, Mama masuk ke kamar, Jeje diam dan ngelamun. "Jeje, mama minta maaf ya? Mama salah tadi harusnya dengerin Jeje dulu, maafin Mama ya?"<br><br>Jeje berbalik menghadap ke Mamanya, pandangannya kosong, "iya, Jeje juga minta maaf ke Mama, Jeje belum bisa penuhi ekspektasi Mama ke Jeje"<br>"Enggak nggak papa sayang, sekarang makan dulu yuk?" Ajak mamanya yang sekaligus jadi permintaan maaf Mama ke Jeje. Jeje pun menganggguk dan berdiri lalu mengikuti Mamanya ke ruang makan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-16 13:08:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1821077894</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizkia nur yaswa X4 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1821309497</link>
         <description><![CDATA[<div>Pagi ini ditempat sidang kejaksaan Agung daerah Jakarta Selatan dipenuhi wartawan. Terbongkarnya kasus suap yang aku lakukan dan kasus korupsi dia membuat masyarakat kesal "Hakim saya dipaksa dia untuk tutup mulut" ucap aku dengan lantang. "Hei, aku tidak memaksamu! Hakim, sebenarnya dia juga akan melakukan korupsi dana bansos covid" Balas dia dengan penuh emosi.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;Sidang kasus suap aku dan dia tidak cukup lancar pasalnya menurut aku keputusan hakim tidak adil. Hakim mengetok palu "Perhatian, Keputusannya untuk saudara aku dipenjara 8 tahun. Sedangkan saudara dia dipenjara 4 tahun" Aku yang mendengar itu terkejut. "Hakim saya ingin bertanya, bagaimana bisa dia yang korupsi 2 triliun hanya dipenjara 4 tahun sedangkan saya hanya 20 miliar dipenjara 8 tahun?" Tanya aku dengan bingung "Dia memang&nbsp; korupsi 2 triliun tapi hanya mengambil&nbsp; uang masyakarat sebanyak 10.000/orang. Lah kamu 10 miliar tapi mengambil 15.000/orang." jawab hakim. "Tidak bisa begitu hakim bagaimanapun juga dia lebih bersalah karena lebih banyak mengambil uang rakyat!" balas aku dengan penuh emosi. Hakim yang mendengar itupun langsung berdiri dan berbicara dengan lantang " Sodara aku anda sudah melakukan suap dari Sodara dia dan juga berencana melakukan korupsi".&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;Keputusan hakim tetap bulat yaitu memenjarakan saudara aku 8 tahun dan saudara dia 4 tahun. Diakhir sidang hakim mengatakan kepada aku dan dia&nbsp; " Renungkanlah perbuatan kalian masing masing.Kalian sama sama melakukan keburukan".</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-16 17:40:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1821309497</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fayyaza Nabila Khanza X3/14</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1821360914</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelalaian<br><br>Di hari yang terik, ibu guru memberikan tugas kelompok untuk berdiskusi dan presentasi di gazebo. Yasmin, Nadia, Lea, dan Sohe menjadi satu kelompok. Sohe adalah ketua kelompok. Yasmin, Nadia, dan Lea pun senang karena Sohe menjadi ketua kelompok mereka.<br><br></div><div>Tetapi, saat mereka sedang berdiskusi, tiba-tiba Sohe menghilang. Ternyata, Sohe sedang asyik bermain dengan temannya yang berada di kelompok lain. Melihat Sohe asyik bermain dengan temannya, Nadia pun geram karena Sohe melalaikan tugas dan kewajibannya sebagai ketua kelompok.<br><br></div><div>“Sohe! Ayo kita berdiskusi supaya tidak bingung saat presentasi nanti.” Teriak Yasmin.<br><br></div><div>“Ayo Sohe, nanti waktunya keburu habis!” Sambung Lea.<br><br></div><div>Nadia yang sudah tidak tahan pun langsung menghampiri Sohe dan berbicara dengan nada sedikit tinggi.<br><br></div><div>“Hei Sohe, sekarang waktunya untuk berdiskusi dengan kelompok masing-masing. Kita semua sedang berdiskusi, eh kamu asyik sendiri dengan temanmu. Tolong jangan lalai dengan tugas dan kewajibanmu sebagai ketua kelompok!”<br><br></div><div>Mendengar Nadia yang berbicara dengan nada sedikit tinggi, Sohe pun langsung meminta maaf kepada Nadia, Yasmin, dan Lea atas kelalaiannya. Setelah itu mereka melanjutkan diskusi dan bekerja sama kembali.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-16 19:05:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1821360914</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khalisah Afraah NJ/ X3/ 21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1823533204</link>
         <description><![CDATA[<div>TIMBAL BALIK<br><br>Zainal baru saja pulang sekolah. Setelah bersih - bersih badan dan makan siang, Zainal pergi ke tempat temannya yang kebetulan tetanggaan. Namanya Zainul.&nbsp;<br><br>Cukup jalan kaki sebentar, Zainal sudah sampai di rumah Zainul. Ia mengenakan kaos hitam dan celana bola, sambil membawa beberapa alat tulis. Dengan beberapa ketukan di pintu, Ibu Zainul datang. "sebentar!" katanya sambil membuka kunci pintu.<br><br>"oh, Zainal. Mau ketemu Zainul, ya?" kata Ibu Zainul yang mengenakan celemek masak.&nbsp;<br><br>"iya tante. Seperti biasa" jawab Zainal.<br><br>"sini masuk - masuk" Zainal masuk kedalam. "itu, Zainul ada di kamarnya"<br><br>Zainal langsung pergi ke kamar Zainul. Tanpa mengetuk pintu dahulu, Zainal masuk saja. Sudah seperti rumah sendiri.<br><br>Terlihat Zainul yang sedang merebahkan badan sambil bermain game di ponsel canggihnya. Buku-buku catatan sekolah tersebar di meja belajar Zainul. Sudah di pastikan, bahwa Zainul sudah mengerjakan tugas.&nbsp;<br><br>"wih! PR sudah kelar semua, nih?" kata Zainal.<br><br>"belum. Baru aku lihat doang" jawab Zainul.<br><br>Zainal yang mendengar jawaban temannya itu, sedikit kesal. Ia lantas mendekat ke kasur Zainul. Ponsel canggihnya di ambil.&nbsp;<br><br>"kok belum? Harusnya di selesaikan dahulu baru bermain game. Dasar teman ku ini selalu menunda kewajibannya sebagai seorang siswa. Mau sampai kapan seperti ini?"&nbsp;<br><br>Zainul menatap Zainal heran, lalu terkekeh. "HAHAHAHA.. astaga, seperti yang sedang kupikirkan sekarang. Kau datang kerumah ku untuk menyontek bukan?"<br><br>Zainal menggaruk tengkuknya. Tersenyum seperti orang bodoh. "kau tahu saja. Memang kau teman terbaik"</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-18 08:19:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1823533204</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rawinda z.y X5/27</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1844472617</link>
         <description><![CDATA[<div>Burung Kecil Pindah Rumah&nbsp;<br><br>Seekor burung kecil sedang sibuk untuk persiapan pi dah rumahnya, lalu bertemu si burung ini dengan tetangganya.&nbsp;<br><br>Tetangganya bertanya: "kamu mau kemana?"&nbsp;<br>Burung kecil menjawab: "saya mau indah ke hutan yang berada di sebelah timur."&nbsp;<br>Tetangga bertanya lagi: "disini kamu hidup lumayan baik, mengapa mau pindah?"&nbsp;<br>Burung kecil pun menjawab, "tidakkah kau mengetahui nya, bahwa semua orang disini tidak suka dengan suaraku, mereka mengatakan bahwa suara saya sangat jelek, jadi saya harus pindah rumah."&nbsp;<br>Tetangga nya pun berkata "sebenarnya kamu tidak perlu pindah, tapi kamu hanya perlu mengubah suara nyanyianmu. jika kamu tidak bisa mengubah atau memperbaiki saat bernyanyi, maka walaupun kamu pindah ke hutan yang berada di sebelah timur atau sebelah manapun, mereka yang disana akan tidak suka padamu."&nbsp;<br>Burung kecil itu punn menangis dan akhirnya menyadari kesalahan nya. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-26 09:49:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1844472617</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bimaariaperthama</author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1881176484</link>
         <description><![CDATA[<div>Bima Aria P&nbsp; X2<br><br>||Takdir Yang Sama||<br>Aku masih termenung di sini, di pinggir jalan dekat rumahmu. Suasana malam yang lengang kian menambah kekalutan nalar, nyanyian jangkrik saling bersahutan di balik kios yang lapuk makin menambah beban pikiran. Namun, aku menikmati iramanya, ikut bersenandung bersama, meski tak tahu lagu apa yang sedang hewan itu nyanyikan. Seakan membawaku Takdir Yang Sama&nbsp;<br><br>"Maafkan aku, Bang. Ayah telah menjodohkanku dengan anak sahabatnya. Aku menerima, karena tidak mau dianggap anak durhaka, Bang," katamu diselingi derai tangis yang membanjiri kedua 🤬 halus itu. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi, kuasa orangtua lebih mengikat dirimu dibandingkan dengan ikatan kasih yang telah kau dan aku sepakati bersama selama ini.&nbsp;<br><br>Kulepas dirimu tanpa harus menghadirkan rasa kecewa. Walau untuk saat ini, tak ada yang bisa menggantikan posisimu di hati, setidaknya ada kejelasan. Melepas ikatan cinta demi suatu ikatan yang lebih sakral di mata Tuhan, karena aku tahu takdir selalu memihak kepada siapa yang rela menerima kenyataan. Seperti saat ini, minggu depan akan datang sahabat ibu dari pulau seberang. Berkehendak pula menjodohkan aku dengan anak gadisnya yang pernah menjadi teman masa kecil saat masih tinggal bersama di panti asuhan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 13:04:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1881176484</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arifatul Insaninya X2/08</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1882626052</link>
         <description><![CDATA[<div>pada bulan puasa, ada seorang kakaek yang tinggal bersama<br>cucunya yang sedang menonton TV.<br>Kakek sedang menonton acara faforitnya ‘Si Boy’ seperti<br>biasanya. Dan selalu mucul iklan, salah satu iklan tersebut<br>adalah obat sakit kepala. dan disebutkan oleh iklan tersebut<br>bahwa obat nya dapat diminum kapan saja.<br>Saat sedang menonton, kakek tiba tiba sakit kepala. dan ia<br>menyuruh si cucu yang sedang bermain di kamar untuk<br>membelikanya obat untuknya. setelah cucunya telah kembali<br>ke rumah, tak tunggu lama si kakek langsung meminum obat<br>tersebut.<br>merasa aneh, si cucu bertanya ke kakek, “kakek bukanya<br>sedang puasa ya kek? kenapa minum obat?”<br>Dengan percaya diri si kakek dengan santainya, dengan<br>wajah tanpa dosa menjawab “inilah hebatnya obat sakit<br>kepala yang ni cu, Bisa diminum kapan saja!”.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 23:21:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/andreanw72/Bookmarks/wish/1882626052</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
