<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) by Amira Hanania A.</title>
      <link>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp</link>
      <description>bahasa Jepang: 独立準備調査会 Dokuritsu Junbi Chōsa-kai)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-04-20 12:25:31 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-04-20 13:36:09 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4c1.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>PENGERTIAN BPUPKI</title>
         <author>amiraahn_</author>
         <link>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437526391</link>
         <description><![CDATA[<div>BPUPKI merupakan kependekan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam bahasa Jepang, BPUPKI dikenal dengan sebutan Dokuritsu Junbi Chosakai.<br>BPUPKI dibentuk pertama kali pada 1 Maret 1945. Kala itu, yang membentuk BPUPKI adalah dari pemerintah Jepang.<br><br>Awalnya BPUPKI dibentuk oleh pemerintah Jepang sebagai upaya mendapatkan simpati dan dukungan dari bangsa Indonesia agar bersedia membantu dalam perang melawan Sekutu. Adapun sebagai gantinya, Jepang menjanjikan akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. Sementara, yang ditunjuk menjadi ketua adalah Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Radjiman Wedyodiningrat, dan wakil ketuanya ialah Hibangase Yosio dari pihak Jepang dan Raden Pandji Soeroso dari pihak Indonesia. BPUPKI beranggotakan 67 orang, yang terdiri dari 60 orang Indonesia dan 7 orang Jepang.<br><br>Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan karena dianggap telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, dan digantikan dengan dibentuknya "Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia" (PPKI)</div>]]></description>
         <pubDate>2021-04-20 12:28:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437526391</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>amiraahn_</author>
         <link>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437539448</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.cerdika.com/wp-content/uploads/2019/11/Anggota-BPUPKI-2.jpg" />
         <pubDate>2021-04-20 12:32:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437539448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUJUAN BPUPKI</title>
         <author>amiraahn_</author>
         <link>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437541354</link>
         <description><![CDATA[<div>Tujuan utama dibentuknya BPUPKI ialah untuk mengkaji, mendalami, serta menyelidiki bentuk dasar yang cocok guna kepentingan sistem pemerintahan negara Indonesia setelah kemerdekaan. Jadi, BPUPKI dibentuk untuk mempersiapkan proses kemerdekaan Indonesia.<br><br></div><div>Sedangkan bagi Jepang, tujuan dibentuknya BPUPKI adalah untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu dengan cara memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 12:32:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437541354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUGAS BPUPKI</title>
         <author>amiraahn_</author>
         <link>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437544845</link>
         <description><![CDATA[<div>Tugas utama dari BPUPKI adalah untuk mempelajari, menyelidiki, dan mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal penting yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka.<br><br></div><div><strong>Tugas BPUPKI Berdasarkan Sidang</strong></div><div>Berdasarkan pembahasan dalam sidang, berikut merupakan tugas-tugas BPUPKI secara lebih spesifik:</div><ul><li>Membahas dan menyusun rancangan dasar negara Indonesia.</li><li>Sesudah sidang pertama, BPUPKI bertugas membentuk reses selama satu bulan</li><li>Membentuk panitia sembilan yang bertugas untuk menampung saran-saran dan konsepsi dasar negara dari para anggota.</li><li>Membantu panitia sembilan bersama panita kecil.</li><li>Panita sembilan menghasilkan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 12:33:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437544845</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SIDANG PERTAMA BPUPKI (28 Mei 1945)</title>
         <author>amiraahn_</author>
         <link>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437557493</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada tanggal <strong><em>28 Mei 1945</em></strong>, diadakan upacara pelantikan dan sekaligus seremonial pembukaan masa persidangan BPUPKI yang pertama di gedung "<em>Chuo Sangi In</em>", yang pada zaman kolonial Belanda gedung tersebut merupakan gedung Volksraad<br>Namun masa persidangan resminya sendiri (masa persidangan BPUPKI yang pertama) diadakan selama empat hari dan baru dimulai pada keesokan harinya, yakni pada tanggal <strong><em>29 Mei 1945</em></strong>, dan berlangsung sampai dengan tanggal <strong><em>1 Juni 1945</em></strong>, dengan tujuan untuk merumuskan dasar negara Indonesia, membahas bentuk negara Indonesia serta filsafat negara "<em>Indonesia Merdeka</em>".<br><br></div><ol><li>Sidang tanggal 29 Mei 1945, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Yamin">Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H.</a> berpidato mengemukakan gagasan mengenai rumusan lima asas dasar negara Republik Indonesia, yaitu: “<em>1. Peri Kebangsaan; 2. Peri Kemanusiaan; 3. Peri Ketuhanan; 4. Peri Kerakyatan; dan 5. Kesejahteraan Rakyat</em>”.</li><li>Sidang tanggal 31 Mei 1945, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Soepomo">Prof. Mr. Dr. Soepomo</a> berpidato mengemukakan gagasan mengenai rumusan lima prinsip dasar negara Republik Indonesia, yang beliau namakan "<strong><em>Dasar Negara Indonesia Merdeka</em></strong>", yaitu: “<em>1. Persatuan; 2. Kekeluargaan; 3. Keseimbangan lahir batin; 4. Musyawarah; dan 5. Keadilan Sosial</em>”.</li><li>Sidang tanggal 1 Juni 1945, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno">Ir. Soekarno</a> berpidato mengemukakan gagasan mengenai rumusan lima sila dasar negara Republik Indonesia, yang beliau namakan "<strong><em>Pancasila</em></strong>", yaitu: “<em>1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan; 3. Mufakat atau Demokrasi; 4. Kesejahteraan Sosial; dan 5. Ketuhanan Yang Maha Esa</em>”.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 12:36:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437557493</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MASA ANTARA SIDANG RESMI PERTAMA DAN KEDUA</title>
         <author>amiraahn_</author>
         <link>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437592109</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Sampai akhir dari masa persidangan BPUPKI yang pertama, masih belum ditemukan titik temu kesepakatan dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat, sehingga dibentuklah "<em>Panitia Sembilan</em>" tersebut di atas guna menggodok berbagai masukan dari konsep-konsep sebelumnya yang telah dikemukakan oleh para anggota BPUPKI itu. Adapun susunan keanggotaan dari "<em>Panitia Sembilan</em>" ini adalah sebagai berikut:<br><br></div><ol><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno">Ir. Soekarno</a> (ketua)</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta">Drs. Mohammad Hatta</a> (wakil ketua)</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Achmad_Soebardjo">Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo</a> (anggota)</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Yamin">Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H.</a> (anggota)</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wahid_Hasjim">Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim</a> (anggota)</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Abdoel_Kahar_Moezakir">Abdoel Kahar Moezakir</a> (anggota)</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Abikoesno_Tjokrosoejoso">Raden Abikusno Tjokrosoejoso</a> (anggota)</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Agus_Salim">Haji Agus Salim</a> (anggota)</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Alexander_Andries_Maramis">Mr. Alexander Andries Maramis</a> (anggota)</li></ol><div><br>Akhirnya, diputuskanlah dasar negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut:<br><br></div><ol><li>Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,</li><li>Kemanusiaan yang adil dan beradab,</li><li>Persatuan Indonesia,</li><li>Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,</li><li>Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 12:44:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437592109</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SIDANG KEDUA BPUPKI (10 Juli 1945 - 17 Juli 1945)</title>
         <author>amiraahn_</author>
         <link>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437612354</link>
         <description><![CDATA[<div>Masa persidangan BPUPKI yang kedua berlangsung sejak tanggal 10 Juli 1945 hingga tanggal 17 Juli 1945. Agenda sidang BPUPKI kali ini membahas tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kewarganegaraan Indonesia, rancangan UUD, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Pada persidangan BPUPKI yang kedua ini, anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia kecil yang terbentuk itu antara lain adalah: Panitia <em>Perancang UUD</em>, Panitia <em>Pembelaan Tanah Air</em>, dan Panitia <em>Ekonomi dan Keuangan.<br></em><br>Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang pleno BPUPKI menerima laporan panitia <em>Perancang Undang-Undang Dasar</em>, yang dibacakan oleh ketua panitianya sendiri, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno">Ir. Soekarno</a>. Dalam laporan tersebut membahas mengenai rancangan UUD yang di dalamnya tercantum tiga masalah pokok yaitu:</div><ol><li>Pernyataan tentang <em>Indonesia Merdeka</em></li><li>Pembukaan UUD</li><li>Batang tubuh UUD yang kemudian dinamakan sebagai "Undang-Undang Dasar 1945", yang isinya meliputi:</li></ol><ul><li>Wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu</li><li>Bentuk negara Indonesia adalah <em>Negara Kesatuan</em>,</li><li>Bentuk pemerintahan Indonesia adalah <em>Republik</em>,</li><li>Bendera nasional Indonesia adalah <em>Sang Saka Merah Putih</em>,</li><li>Bahasa nasional Indonesia adalah <em>Bahasa Indonesia</em>.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 12:49:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amiraahn_/nqk2w8t0h64qr6dp/wish/1437612354</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
