<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Resume Guru Munas VI JSIT by Nursianah Hiuraflides</title>
      <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-01-04 07:23:57 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-05 03:39:01 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>&quot;Manajemen Penjaminan Mutu Internal Sebagai Strategi Pencapaian Standar Pendidikan Nasional Melalui Prinsip Perbaikan Berkelanjutan&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3539084890</link>
         <description><![CDATA[<p>OLEH : Prof Arism Munandar M.Pd (Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan Sandeq C/Sesi 1)</p><p><br></p><p>Suatu perubahan adalah perubahan yang dahsyat. Itu membangun suatu platform pendidikan. yang di luar dari sistem yang konvensional yang diatur oleh pemerintah.</p><p>Pemerintah saja mengatur pendidikan puluhan tahun, tapi enggak ada yang beres-beres. Tapi JSIT punya sekolah sedikit tapi hasilnya luar biasa. Di mana-mana JSIT berdiri di masyarakat, orang tua itu nyekolahkan anaknya itu bagus.</p><p><br></p><p> JSIT satu Komunitas gerakan masyarakat yang selalu disampaikan oleh pemerintah ekosistem partisipatif dan segala macamnya belum ada yang terbukti tapi JSIT bisa membuktikan menjadi suatu gerakan harus besar dalam pendidikan. </p><p><br></p><p>1.) Sekolah yang bagus karena memiliki semangat  dan yang paling pertama ada dalam JSIT itu adalah semangat dari para guru-gurunya dan kepala sekolahnya. </p><p>2.) Fasilitas,</p><p>3.) Substansi dari program-program pendidikan yang ditawarkan yang memberi nilai plus dibandingkan dengan sekolah-sekolah umum. </p><p><br></p><p>Jumlah murid-murid disekolah umum mulai berkurang karena diambil oleh JSIT. Jadi, JSIT jadi tersangka." Tersangka yang baik. karena Pemerintah tidak membaca aspirasi masyarakat. Harapan masyarakat itu mau anaknya bukan cuma cerdas intelektual, tapi juga cerdas emosional, cerdas spiritual. dan itu disiapkan oleh JSIT. </p><p> </p><p>Di penjaminan mutu itu karena inti manajemen adalah perubahan yang berkelanjutan. Tidak ada manajemen kalau tidak ada perubahan. Perubahan setahap demi setap. Boleh kita punya masalah yang besar, tapi ada tahapan untuk bisa menyelesaikan satu demi satu sampai kita mencapai standar-standar yang lebih tinggi. </p><p><br></p><p>Penjamminan mutu dibagi dua yaitu,</p><p>1.) Penjaminan mutu eksternal dan satu penjaminan mutu internal. Penjaminan mutu eksternal itu dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional yang dilakukan per 5 tahun yang mengeluarkan kualifikasi akreditasi A, B, dan C atau Tidak terakreditasi atau belum terakreditasi 5 tahun. Dan itu berarti cukup panjang waktu untuk bisa mendapat masukan perbaikan-perbaikan.  </p><p><br></p><p>2.) Penjaminan mutu internal itu dilakukan setiap tahun bahkan setiap saat dilakukan, Apa yang kurang, apalagi yang mau diperbaiki dan segala macam. Dan temuan-temuan dari penjaminan mutu internal ini menjadi dasar bagi penyusunan program-program setiap tahun.</p><p><br></p><p>Bedanya penjaminan mutu eksternal dan internal adalah kalau penjaminan eksternal itu adalah keinginan pemerintah. Sedangkan penjaminan mutu internal adalah keinginan di dalam lingkungan sekolah sendiri.  </p><p>Yang paling penting adalah kerelaan, tanggung jawab manajemen untuk bisa melakukan penilaian-penilaian event. </p><p>Mutu guru yang rendah satu karena mengajar tidak sesuai dengan bidang keahlian. guru itu mengajarkan terlalu banyak mata pelajaran melampaui kemampuannya. Terutama di sekolah dasar. semua diajarkan oleh guru. Bahkan kalau tidak ada guru agama dia juga mengajar agama. Kalau tidak ada guru olahraga ngajar juga guru olahraga. Itu tidak sesuai dengan standar. Jangan sampai ada guru beban mengajarnya itu terlalu banyak.</p><p><br></p><p>Penjaminan mutu pendidikan adalah suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu. </p><p><br></p><p> Penjaminan mutu internal itu sama ketika orang bercermin di depan cermin. kita mengoreksi sendiri penampilan kita dan memperbaiki penampilan kita dengan kesadaran sendiri. Beda dengan akreditasi, dipaksa orang lain yang menilai kita. Tapi penjaminan mutu internal kita sendiri yang mengritik diri kita. Setelah sempurna itu baru kita keluar. Seperti itu hakikat kita. Itu yang kita sebut dalam bahasa akademiknya disebut evaluasi diri. Evaluasi diri dengan bercermin itu mengevaluasi. Kalau tidak mampu melakukan sendiri, minta guru lain bikin tim. </p><p><br></p><p>Tujuan penjaminan mutu yaitu:</p><p>1.) Peningkatan kualitas pembelajaran. Kalau dicapai standar tadi seperti misalnya guru yang berkompeten, punya sertifikasi profesi, tentu dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Sarpras yang bagus tentu diharapkan berdampak pada kualitas pembelajaran. Delapan standar ini penting sekali. Standar pengelolaan, standar proses, standar isi dan sebagainya. itu semua ujungnya kepada peningkatan kualitas.</p><p><br></p><p>2.) Ada efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Efisien kita bisa menempatkan orang sesuai dengan keahliannya. Kita bisa merekrut guru sesuai dengan keahliannya. </p><p><br></p><p>3.) Peningkatan efektivitas manajemen. Tentu manajemen ini kita mau mencari mencapai efisiensi tapi juga efektif hasilnya Yang dihadapkan sebesar-besarnya dampak sebesar-besarnya yang  transparansi dan akuntabilitas. Kalau tata kelola keuangannya standar pembiayaannya bagus, tentu akuntabilitasnya juga diharapkan bagus. </p><p><br></p><p>4.) Perbaikan yang berkelanjutan. setiap tahun itu harus ada perubahan-perubahan. Itu sebabnya di dalam tata kelola pendidikan, perlu membangun milestone, tonggak-tonggak penting pencapaian supaya bisa merefleksi ketika pertama bangun sekolah sampai 20 tahun usianya, tonggak-tonggak yang kita lakukan pencapaian yaitu akreditasi sekolah. Tonggaknya yang satu kualitas lulusan makin baik, makin banyak alumni diterima di perguruan tinggi negeri yang berkualitas, makin banyak gurunya berprestasi juara-juara di tingkat nasional. </p><p><br></p><p><br></p><p> Prinsip penjaminan mutu itu ada lima. </p><p>1. Partisipatif. membentuk tim penjaminan mutu merekrut sekolah, merekrut komite sekolah, merekrut orang tua, mereka bisa datang di situ melihat menilai sendiri. Itu adalah bagian dari partisipasi. Mereka dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan tentang program-program yang akan kita kembangkan ke depan untuk sekolah, Itu adalah model partisipatif. </p><p><br></p><p>2. Komprehensif. mencakup delapan standar itu seluruh aspek . Input masuk, proses masuk, output masuk, standar kurikulumnya masuk, standar gurunya masuk, standar sarprasnya masuk, standar pembiayaannya masuk.</p><p><br></p><p><br></p><p>3. Guru penggerak, master teachers Tetapi maaf ada di sini guru penggerak, guru itu terlalu sering berbagi-berbagi ke guru lain, tapi kepada muridnya sendiri enggak pernah masuk. Banyak pelatihan-pelatihan yang dilakukan tapi tidak sampai berujung kepada perubahan-perubahan di kelas. Gurunya pintar pintar menyerap semua ilmu-ilmu itu. Semua bahan-bahan ajar diambil semua dibaca, semua platform mandiri, mengajar dilihat, semua diisi, semua mengunggah karya-karya semua bagus. Tapi enggak pernah sampai ke siswa. Bahkan banyak guru enggak pernah kalau ngajar tetap saja seperti dulu ngajar buka halaman sekian PR besok dikerja, prinsip pembelajaran mendalam penyadar menyenangkan, menginspirasi gak ada. Inti pembelajaran itu adalah menggugah, menginspirasi anak-anak untuk bisa mencapai pencapaian yang tertinggi. Jangan pernah kehilangan kesempatan untuk memuji anak-anak, memberi semangat sekecil apapun. Bayangkan tepukan bahu saja. </p><p><br></p><p> Alat pendidikan yang paling berharga untuk melakukan transformasi adalah pendidikan. Dari keadaan miskin menjadi tidak miskin itu karena pendidikan. Ilmu nomor dua tapi memberi semangat, memberi harapan pada anak-anak itu adalah yang paling penting di dalam proses pendidikan kita. </p><p> Jadi numerasi literasi itu mungkin bisa menjadi nomor dua, tapi memberi semangat harapan pada anak-anak untuk bisa mencapai cita-cita setinggi mungkin itu tidak kalah pentingnya di dalam proses pendidikan.  Yang terakhir, konsistensi. Dan untuk bisa menciptakan konsistensi kita perlu membangun pembiasaan-pembiasaan yang bagus itu harus dituliskan harus didokumentasikan kalau perlu menjadi tata tertib sekolah. bahwa jangan cuma individual, jangan cuma guru yang suka memberi nasihat, memberi harapan, memberi motivasi, tapi kita bikinkan tata tertib untuk guru bahwa semua guru harus memberi nasihat 5 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Memberi motivasi sebelum 5 itu tertulis supaya itu tadi konsistensi di dalam proses-prosesnya.</p><p> </p><p>Teori dinamika kelompok mengatakan semakin kecil kelas semakin besar partisipasi. Semakin besar kelas semakin kecil partisipasi. tidak ada riset-riset yang membuktikan bahwa rasio itu berpengaruh terhadap hasil belajar. </p><p><br></p><p>Kalau kita mau membangun komitmen untuk perubahan mutu ini yang akan sangat bagus sekali. Oke. Melaksanakan pemenuhan mutu, melakukan monitoring dan evaluasi dan menyusun strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Intinya rencanakan, laksanakan, evaluasi. Itu tiga perbaikan-perbaikan, basisnya perbaikan. Penjaminan mutu internal itu adalah perencanaan. Langkah ini mencakup analisis kebutuhan penyusunan rencana strategis yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan sekolah menetapkan target, program, strategi termasuk standar-standar yang diperlukan. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan kerangka kerja yang detail untuk pelaksanaan selanjutnya. plan yang kedua laksanakan, rencana yang telah disusun itu dilaksanakan tentu yang melaksanakan ini tim management kepala sekolah, wakil kepala sekolah atau yang bertanggung jawab untuk melaksanakan program itu. Dan yang terakhir peningkatan. Kalau sudah berhasil naik lagi gak seperti biasanya banyak orang sudah bagus diabaikan, akhirnya kedodoran lagi karena tidak ada peningkatan. Tidak ada progres peningkatan. Pertama mereka melakukan evaluasi diri sekolah, menyusun instrumen, mengumpulkan data, mengolah. Lalu menyusun rekomendasi perbaikan-perbaikan. ada survei-survei yang dilakukan oleh sekolah yang rasanya kalau kita di sekolah sendiri tidak terlalu sulit melakukannya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-09 14:45:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3539084890</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MODEL PEMBINA GURU &amp; ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KOLABORASI SEKOLAH &amp; RUMAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3539196012</link>
         <description><![CDATA[<p>Narasumber : Parina, M. pd</p><p><br></p><p>Barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama sama dengan orang yang di berikan nikmat  oleh Allah Swt yaitu : parah nabi, para cinta kebenaran ,orang orang yang mati syahid.</p><p>👉🏻Tujuan dan Harapan</p><p> Memahami filosofi guru</p><p> Merefleksikan peran guru dan orang tua</p><p> Menemukan langkah nyata kolaborasi</p><p>Mendidik adalah kerja sama, bukan saling menyerahkan tanggung jawab.</p><p> Guru pertama , adalah orang tua  (dirumah)</p><p> Anak anak tak hanya di bentuk oleh ruang kelas, tapi oleh ruang hati yang di penuhi makna, cinta, dan kerja sama atas kehendak Robb nya.</p><p>👉 Setiap anak di didik oleh 3 guru</p><p> Orang tua</p><p> Guru</p><p> Lingkungan</p><p>Untun membentuk atau mendidik anak itu butuh sebuah kekuatan spiritual dari seorang pendidik baik itu seorang guru, maupun orang tua.</p><p> Anak anak atau pun siswa perlu cinta kasih sayang dan ketulusan dari guru dan orang tua dan lingkungan di sekitarnya.</p><p>Guru di sekolah bukan hanya mengajar tapi penutan jiwa yang menyalakan makna!agar murid terhubung .</p><p>👉SETIAP KAMANUSIA INGIN MASUK SURGA</p><p> Yaitu surga-surga and, mereka memasukinya bersama orang sholeh dari leluhur pasangan-pasangan dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan  malaikat -malaikat masuk ketempat mereka dari semua pintu (QS. 13:23) </p><p>MODEL PEMBINA ORANG TUA</p><p>Para orang tua memiliki 3 kunci</p><p> Value</p><p> Sistem</p><p> Relaksi</p><p>👉Adab bukan hanya permulaan, tapi jalan dan puncak ilmu.</p><p> Adab adalah akar pendidik kita.</p><p> Keberkahan adalah arah perjalanan kita</p><p> Mari berjalan bersama antara rumah dan sekolah, menuntun anak-anak menuju cahaya.</p><p>Bekal perjalanan kita ? beramal cerdas di usia terbatas.</p><p> Doa anak sholeh</p><p> Ilmu yang bermanfaat</p><p> sekolah jariah</p><p>Membangun Sistem</p><p>Maka orang tua bukan sekedar tunduk aturan ,tapi merasa jadi bagian dari visi besar.</p><p> Parenting wajib diawal dan berkala (IPAK)</p><p> Kontrak kesepahaman sejak awal</p><p> Kalender sinergi : komunikasi, forum, pendampingan.</p><p>👉HIKMAH YANG DI PETIK</p><p> 1. Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah atau keluarga.</p><p>2. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua akan menghindarkan kesalah pahaman dan memperkuat dukungan terhadap anak.</p><p>3. Keselarasan nilai antara rumah dan sekolah membentuk karakter anak yang konsisten.</p><p>4. Keterlibatan orang tua dapat meningkatkan prestasi dan kepercayaan diri anak.</p><p>5. Kolaborasi membentuk lingkungan belajar yang positif dan berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-10 01:28:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3539196012</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AGUSTUS 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3539328263</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Membangun ekosistem pendidikan Islam yang mandiri dan berdaya saing global</em> .</p><p>Oleh : Abdullah Mukti,M.Pd</p><p><br/></p><p>Kesadaran masyarakat sekarang dalam menyekolahkan anaknya ke sekolah Islam sudah bertumbuh pesat.</p><p>Sehingga tantangan di era globalisasi dan digitalisasi menuntut pendidikan Islam untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing secara mandiri dan global.</p><p>Pendidikan itu harus :</p><p>1. Bermutu</p><p>2. Berkualitas</p><p><br/></p><p>Tujuan kebiasaan anak Indonesia hebat :</p><p>a. Bangun pagi</p><p>b. Beribadah</p><p>c. Berolahraga</p><p>d. Makan sehat</p><p>e. Senang belajar</p><p>f. Bermasyarakat</p><p>g. Tidur cepat.</p><p><br/></p><p>Kekuatan sekolah terdapat :</p><p>1. Kinerja kepala sekolah</p><p>2. Management sekolah</p><p>3. Kinerja guru</p><p><br/></p><p>Membangun Ekosistem Pendidikan Islam yang Mandiri dan Berdaya Saing Global</p><p>1. Pengertian Ekosistem Pendidikan Islam</p><p>2. Ciri-Ciri Ekosistem Pendidikan Islam yang Ideal</p><p>Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek pendidikan.</p><p>Mandiri: Mampu berdiri tanpa terlalu tergantung pada bantuan luar.</p><p>Inklusif: Menerima keberagaman dan mendorong partisipasi semua elemen umat.</p><p>Berdaya Saing Global: Memiliki standar mutu dan inovasi yang dapat bersaing di tingkat internasional.</p><p>3. Komponen Utama yang Perlu Diperkuat</p><p>a. Kurikulum</p><p>Mengintegrasikan ilmu agama dan sains.</p><p>b. Sumber Daya Manusia (SDM)</p><p><br/></p><p>Mendidik guru dan tenaga kependidikan dengan kompetensi pedagogik dan spiritualitas Islam.</p><p>Membangun kepemimpinan transformasional dalam lembaga pendidikan.</p><p>c. Kelembagaan</p><p>Membangun institusi pendidikan yang kuat secara tata kelola, keuangan, dan teknologi.</p><p>Kolaborasi antara pesantren, madrasah, sekolah Islam, dan perguruan tinggi Islam.</p><p>d. Teknologi dan Inovasi</p><p>Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran (edutech).</p><p>Riset dan pengembangan ilmu yang berbasis Islam.</p><p>4. Strategi Membangun Kemandirian</p><p>Ekonomi Pendidikan: Mendirikan unit usaha mandiri di lingkungan pendidikan.</p><p>Kemitraan Produktif: Kolaborasi dengan dunia usaha, filantropi Islam, dan pemerintah.</p><p>5. Langkah Menuju Daya Saing Global</p><p>Standarisasi Mutu: Akreditasi internasional, sertifikasi guru dan lulusan.</p><p>Bahasa Global: Penguatan penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris).</p><p><br/></p><p>REFLEKSI</p><p>A. Secara Pribadi</p><ol><li><p>Mengaplikasikan tujuan kebiasaan anak Indonesia dalam kehidupan sehari-hari,</p></li><li><p>Berusaha meningkatkan kinerja guru dalam hal ini, berusaha menyelesaikan amanah ( tugas,Yaumian dll)</p><p><br/></p><p>B. Untuk Sekolah</p><ol><li><p>Belajar dalam meningkatkan kualitas SDM guru,</p></li><li><p>Terus mengikuti pelatihan tentang kurikulum,</p></li><li><p>Penguatan penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris).</p></li><li><p>Administrasi sekolah perlu di evaluasi</p><p><br/></p><p>C. Untuk Siswa</p><ol><li><p>Shering ke orang tua tentang 7 Tujuan kebiasaan anak Indonesia hebat</p></li><li><p>Mengoptimalkan standar lulusan siswa.</p></li></ol></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-10 11:53:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3539328263</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3539460922</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Model Pembinaan Guru dan Orang Tua dalam Membangun Kolaborasi antara Sekolah dan Rumah</em></strong></p><p><br/></p><p><em>Pemateri:</em> Ustadz Parina M. Pd</p><p><br/></p><p><strong><em>Model Pembinaan Guru</em></strong></p><p><br/></p><p>Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa ilmu yang penting bukanlah banyaknya pengetahuan yang diperoleh, melainkan keberkahannya. Keberkahan dapat diartikan sebagai melahirkan kebaikan yang banyak dan istiqomah. Guru memiliki tugas untuk memantaskan diri di hadapan Allah SWT, agar Allah berkenan mengalirkan ilmunya melalui dirinya.</p><p><br/></p><p>Tujuan dan harapan dari pembinaan ini adalah:</p><p>1. Memahami filosofi guru</p><p>2. Merefleksikan peran guru dan orang tua</p><p>3. Menemukan langkah nyata kolaborasi</p><p><br/></p><p>Terdapat tiga guru, yaitu:</p><p>1. Orang Tua di rumah</p><p>2. Guru di sekolah</p><p>3. Lingkungan keseharian</p><p><br/></p><p>Model pembinaan guru meliputi makna, cinta, dan pengalaman hidup. </p><p>Pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang selaras dengan fitrah dan patuh pada Sunatullah. Guru harus pandai membaca makna, guru di sekolah bukan hanya pengajar tapi panuntu jiwa yang menyalahkan makna agar murid terhubung dengan Rabb-Nya</p><p><br/></p><p>Totalitas Guru Bukan karena Aturan, tapi Cinta. Cinta melahirkan kesungguhan tanpa pamri karena dari cinta untuk cinta, mereka hadir bukan hanya pengajar tapi pembangun jiwa. </p><p><br/></p><p><strong><em>Model Pembinaan Orang Tua</em></strong></p><p><br/></p><p>Kesolehan orang tua menjadi kunci dan jaminan bagi kesolehan anaknya. Dan kesolehan anak menjadi jaminan bagi kebahagiaan kedua orang tuanya. Oleh karena itu, kita berusaha untuk bekerja sama dalam membentuk kesolehan anak-anak kita dengan visi bersama untuk mencapai surga.</p><p><br/></p><p><em>Tiga Kunci untuk Orang Tua</em></p><p>1. <em>Value</em> (Nilai)</p><p>2. <em>Sistem</em> (Sistem)</p><p>3. <em>Relasi</em> (Relasi)</p><p><br/></p><p><em>Membina Orang Tua dari Nilai</em></p><p>Masalah utama bukanlah sikap orang tua, tetapi cara pandang mereka. Oleh karena itu, kita perlu:</p><ul><li><p>Menyaring sejak awal apakah orang tua memiliki cara pandang yang materialistik, formalistik, atau mekanistik.</p></li></ul><ul><li><p>Membangun pemahaman bahwa:</p></li></ul><p>- Orang tua adalah guru utama bagi anak-anak.</p><p>- Pendidikan bukanlah hasil instan, tetapi pengalaman hidup anak yang dapat membawa mereka ke surga.</p><p>- Anak bukanlah proyek duniawi, tetapi investasi untuk akhirat. </p><p><br/></p><p>Adab bukanlah hanya permulaan, tetapi jalan dan puncak ilmu.</p><ul><li><p>Adab adalah Akar pendidikan kita</p></li><li><p>Keberkahan adalah arah perjalanan kita</p></li><li><p>Mari berjalan bersama Antara Rumah dan Sekolah menuntun Anak menuju cahaya</p></li></ul><p><br/></p><p><em>Membangun Sistem</em></p><p>Orang tua bukan hanya sekedar tunduk pada aturan, tetapi merasa menjadi bagian dari visi besar. Oleh karena itu, kita perlu:</p><p>- Mengadakan parenting wajib di awal dan berkala (IPAK).</p><p>- Membuat kontrak kesepahaman sejak awal.</p><p>- Mengembangkan kalender sinergi yang mencakup komunitas, forum, dan pendampingan.</p><p><br/></p><p><em>Bekal Perjalanan Kita</em></p><p>Beramal cerdas di usia terbatas dengan:</p><p>- Ilmu yang bermanfaat.</p><p>- Doa anak yang shaleh.</p><p>- Sedekah jariyah.</p><p><br/></p><p>Dengan demikian, kita dapat bekerja sama dalam membentuk kesolehan anak-anak kita dan mencapai visi bersama untuk mencapai surga.</p><p><br/></p><p>Hikmah yang bisa diambil dari resume ini adalah:</p><p>1. Pentingnya keberkahan dalam ilmu dan peran guru/orang tua.</p><p>2. Kolaborasi sekolah dan rumah untuk keselarasan pendidikan.</p><p>3. Memahami makna dan cinta sebagai kunci pendidikan.</p><p>4. Kesolehan orang tua sebagai kunci kesolehan anak.</p><p>5. Membangun sistem dan relasi yang baik untuk membentuk kesolehan anak-anak.</p><p><br/></p><p>Refleksi :</p><p>➡️ Terus Memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu dekat dengan Allah SWT. </p><p>➡️ Menjaga Adab dan Berdoa semoga Allah Slalu memberikan keberkahan ilmunya..</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-10 20:55:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3539460922</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3540038741</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul   :  Model Pembinaan Guru dan Orangtua dalam membangun Kolaborasi Sekolah dan Rumah</p><p>                </p><p>Nara Sumber : Parina, M.Pd</p><p><br/></p><p>MODEL PEMBINAAN GURU</p><p><br/></p><p>Imam Alghasali mengatakan Ilmu itu yang penting berkanya bukan banyaknya yang kita cari.Berkah artinya melahirkan kebaikan yang banyak,dan Istiqomah sebaiknya memperhatikan adab dalam menuntut Ilmu.</p><p><br/></p><p>kata NAQIB AL ATTAS masalah besar kita hari ini adalah loss adab atau kehilangan ADAB karena hilangnya ADAB maka hilanglah keberkahan dlm menuntut Ilmu adab dibutuhkan untuk berilmu disisi lain adab lahir dari Orang berilmu dan lahir dari perjalanan panjang diawali dari pemahaman yang kokoh kesadaran yang jernih dan yang paling penting adalah terhubung dengan RABBNYA dan berusaha menjaga adab bukan karena karena yang lain tapi karena ALLAH SWT.</p><p><br/></p><p>Para Guru berjuang agar taat pada Allah Swt dan kita bertanggung jawab untuk membuat mereka siswa kita kembali ke Syurga dan penduduk SYURGA akan kembali saat dia taat pada RABBNYA siapa teman terbaik di Qs An-Nisa 69 Allah memberi tahu mereka akan bersama</p><p><br/></p><p>1.Nabiyyin (Teman terbaik)</p><p>2.Washiddikin</p><p>3.Wasyuhada</p><p>4.Washolihah</p><p><br/></p><p>Kita harus memastikan diri kita teregister menjadi Orang baik dan ternyata Sebaik-baik teman adalah Orang Sholeh dan Shiddiq.</p><p><br/></p><p>Filosofi Guru itu adalah panggilan JIWA ,menjadi Guru itu luar biasa dipendidikan hanya bicara tentang pengabdian, jika tujuan hanya cari materi maka salah alamat , GURU bekerja karena CINTA dan CINTA akan melahirkan kesunguhan luar biasa,jika kita hitung hitungan maka Allah juga akan hitung hitungan guru harus paham bahwa program pembinaan itu CINTA dan hanya untuk cinta .Pastikan kita sebagai GURU jika berbicara layak anak-Anak dengar dan jika melakukan sesuatu layak anak2 lihat dakwah adalah cinta dan cinta meminta segalanya</p><p>Sebagai Guru sebaiknya kita tidak sekedar memberi Ilmu tapi juga memberi Rahmah (akan melihat kebaikan-kebaikan Anak)</p><p><br/></p><p>MODEL PEMBINAAN ORANG TUA</p><p><br/></p><p>Rumus untuk bahagia memantaskan diri masuk Syurga syarat masuk syurga adalah sholeh bukan hanya keturunannya namun kesholehan Kedua Orang Tunya menjadi jaminan dan kunci untuk anaknya begitupun sebaliknya.Dan Orang Tua bekerja sama mengsholehkan diri karena punya misi bersama masuk surga </p><p><br/></p><p>3 kunci untuk Orang Tua</p><p> # Membina Orang Tua dari nilai (Value)</p><p>  #Sistem</p><p>  # Relasi</p><p><br/></p><p>1.Membina Orang Tua dengan Value</p><p>   - Menyaring sejak awal</p><p>   - bangun kesadaran Kedua Orang Tua dengan Pemahaman</p><p>  - Orang Tua adalah Guru utama</p><p>  - Pendidikan bukan hasil instan namun holistik berkelanjutan</p><p> </p><p>Adab bukan hanya permulaan tapi jalan dan puncak Ilmu</p><p><br/></p><p>* Adab adalah akar pendidikan kita</p><p>* Keberkahan adalah arah perjalan kita</p><p>* Mari berjalan bersama antara rumah dan sekolah menuntun anak2 menuju cahaya</p><p><br/></p><p>Apa bekal perjalanan kita?? Beramal Cerdas diusia terbatas</p><p><br/></p><p>Membangun Sistem</p><p>   Maka Orang Tua bukan hanya tunduk pada aturan tapi menjadi bagian dari Visi besar</p><p>☆ Parenting wajib di awal dan berkala (Ipak)</p><p>☆ Kontak kesepahaman sejak awal</p><p>☆Kalender Sinergi : Komunikasi, forum pendampingan</p><p><br/></p><p>HIKMAH YAND DI DAPATKAN </p><p> Sebagai guru terus memperbaiki diri khususnya Adab, mengajar karena mencari keberkahannya Allah terus belajar dan refleksi diri</p><p>RTL = memohon kepada Allah agar diberi keberkahan dalam menerapkan adab, terus belajar, refleksi diri, meningkatkan kemampuan dan mengajar karena mengharapkan keberkahan dari Allah Swt</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-11 08:21:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3540038741</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irma tugas 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3540060520</link>
         <description><![CDATA[<p>KELAS PARALEL A SESI 1</p><p><br/></p><p>NARA SUMBER       : ABDULLAH MUKTI, M.Pd</p><p><br/></p><p>JUDUL.                     : MEMBANGUN EKOSISTEM PENDIDIKAN ISLAM YANG MANDIRI DAN    </p><p>BERDAYA SAING GLOBAL</p><p><br/></p><p>1.Ekosistem Pendidikan Islam mandiri dan nerdaya global </p><p>Ekosistem memberikan banyak andil dalam tumbuh kembang suatu Negara ,kesadaran masyarakat untuk memilih sekolah Islam meningkat di Indomesia . </p><p><br/></p><p>Data terupdate Indonesia sudah dikalahkan dengan Vietnam baik dalam pendidikan, Swasembada pangan, dan Ekonomi .</p><p>BAhkan Demografi untuk anak usia dasar mengalami angka yang menurun, kecendrungan menikah dengan jumlah anak yang sedikit, sedangkan di cina sudah mengeluarkan kebijakan Nasional yaitu keluarga yang memiliki anak lebih dari satu (1) diberi tunjangan.</p><p><br/></p><p>Di dalam Qs An-Nisa dijelaskan janganlah meninggalkan anak dalam keadaan lemah,baik lemah ekonomi pendidikan maipun karakter</p><p><br/></p><p>7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT MENJADIKAN GENERASI INSAN KAMIL</p><p>1. Bangun Pagi</p><p>2.Beribadah</p><p>3.Beolahraga</p><p>4.Makan makanan bergizi dan sehat</p><p>5.Gemar belajar</p><p>6.Bermasyarakat</p><p>7.Tidur Cepat</p><p><br/></p><p>Pendidikan harus memuat 4 hal</p><p># Pancasila</p><p>#Iman dan Takwa</p><p>#Karakter</p><p>#Kebudayaan</p><p><br/></p><p>Wajib hukumnya menghadirkan pendidikan yang unggul,transformasi suatu hal yang mutlak menghadirkan Islam yang beragama di alam lamgit dan membumi</p><p>Pendidikan Holistik berkemajuan harus dimulai dari kepala sekolah, guru dan oknum2 lainnya sehinggah melahirkan generasi yang bisa menjadi penentu atau memimpin bukan hanya banyak jumlahnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-11 09:01:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3540060520</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelas Paralel C sesi 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3542097928</link>
         <description><![CDATA[<p>KELAS C PARALEL SESI 1</p><p>NARA SUMBER : PROF.Dr.Aris Munandar, M.pd</p><p>JUDUL.             : </p><p>MANAJEMEN PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEBAGAI STRATEGI  PENCAPAIAN STANDAR PENDIDIKAN NASIONAL MELALUI PRINSIP PERBAIKAN BERKELANJUTAN</p><p><br></p><p>Penjaminan mutu external dilakukan yaitu Akreditasi nasional yang dilakukan/5tahun</p><p>Kalao penjaminan mutu internal sebaiknya dilakukan setiap tahun setiap saat temuan2 dalam penjaminan mutu menjadi dasar dalam penyusunan program.</p><p><br></p><p>Perbedaan penjaminan mutu External &amp; Internal yaitu</p><p>Kalau External keinginan dari pemerintah sedangkan </p><p>Internal keinginan dari sekolah.</p><p><br></p><p>Jika mau maju harus berani melakukan evaluasi diri,dan butuh setiap saat dievaluasi </p><p>Saat ini Indonesia dibawah rangking 60, padahal konsumsi pangan kita sama dengan negara lainnya ,contoh vietnam sekarang yang terus meningkatkan kualitasnya</p><p>Kesenjangan mutu pendidikan nasional literasi dan numerasi</p><p><br></p><p>Posisi indonesia sedang tidak baik2 saja,numerasi literasi hanya 60% numerasi dibawah </p><p>Indeks kejujuran indonesia diperingkat 33 dari negara lainnya bersyukur</p><p>Jsit masuk untuk mengisi kelemahan2 dari sisi pendidikan kita.</p><p><br></p><p>Ilustrasi model penjaminan mutu di indonesia tahun 2000-an menurut hadil yg di petakan </p><p><br></p><p>1.mutu guru yg rendah karena ketidaksesuai bidang keahliannya</p><p>2.banyaknya guru yang tidak tersertifikasi </p><p>3.guru terlalu banyak mengajarkan mata pelajaran terutama disekolah dasar sehingga tidak sesuai dengan standarnya</p><p><br></p><p>Apa yg dimaksud STANDAR MUTU PENDIDIKAN DAN AKREDITASI?</p><p>YAITU Penjaminan mutu pendidikan adalah mekanisme yang sistematis terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu</p><p><br></p><p>Penjaminan mutu internal= Evaluasi diri sama ketika kita bercermin diri sendiri koreksi dan memperbaiki</p><p>Klo akreditasi dipaksa org lain yg menilai kita dlm bhs akademix EVALUASI DIRI </p><p><br></p><p>TUJUAN PENJAMINAN MUTU </p><p>- Peningkatan kualitas Pembelajaran </p><p>- Efisiensi dalam Pengolahan Sumber Daya</p><p>- Peningkatan Efisiensi Manajemen pendidikan- </p><p>-Transparansi dalam Akuntabilitas</p><p>-Peningkatan partisipasi Stekholder dalam Pendidikan</p><p>-Perbaikan Berkelanjutan</p><p><br></p><p>PRINSIP PENJAMINAN MUTU</p><p>1.Partisipasi</p><p>2.Komprehensif</p><p>3.Keberlanjutan</p><p>4.Berorientasi pada Hasil </p><p>5.Konsistensi </p><p>Perlu membangun pembiasaan2 yg bagus</p><p>Jangan pernah kehilangan kesempatan untuk memuji anak di kls</p><p><br></p><p>SIKLUS KEGIATAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (PASAL 5 PERMENDIKBUD 28/2016 )</p><p>Rencanakan laksanakan evaluasi berbasis data,berbasis kebutuhan</p><p>Temukan masalahnya cari solusi evaluasi</p><p>Rencana dan pelaksanaan di evaluasi.</p><p><br></p><p>Hikmah yang bisa di petik bahwasanya Seorang Guru khususnya perlu melakukan EVALUASI SETIAP hari agar kita mengetahui apa saja kekurangan2 yang harus dibenahi , butuh perombakan terus menerus dalam hal pembuatan program pembelajaran melakukan Observasi Evaluasi dan perencanaan yang matang agar dapat tercapai standar mutu dalam pendidikan</p><p><br></p><p>RTL = senantiasa Melakukan Refleksi dan Evaluasi dlm mengajar, Istiqomah terus belajar dan berbenah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-13 05:54:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3542097928</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nursianah89</author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3589698237</link>
         <description><![CDATA[<p>"Model Pembinaan Guru dan Orangtua dalam membangun Kolaborasi Sekolah dan Rumah"</p><p><br/></p><p>Oleh: Parina, M.Pd</p><p><br/></p><p>MODEL PEMBINAAN GURU</p><p><br/></p><p>Imam Alghasali mengatakan Ilmu itu yang penting berkahnya bukan banyaknya yang kita cari.Berkah artinya melahirkan kebaikan yang banyak dan Istiqomah. Sebaiknya memperhatikan adab dalam menuntut Ilmu,kata NAQIB AL ATTAS masalah besar kita hari ini adalah kehilangan Adab, karena hilangnya adab maka hilanglah keberkahan dlm menuntut Ilmu. Adab dibutuhkan untuk berilmu disisi lain, adab lahir dari Orang berilmu dan lahir dari perjalanan panjang diawali dari pemahaman yang kokoh kesadaran yang jernih dan yang paling penting adalah terhubung dengan RABBNYA dan berusaha menjaga adab bukan karena yang lain tapi karena ALLAH SWT.</p><p><br/></p><p>Para Guru berjuang agar taat pada Allah Swt dan kita bertanggung jawab untuk membuat siswa kita kembali ke Syurga dan penduduk Surga akan kembali saat dia taat pada RABBNYA, Qs An-Nisa 69 Allah memberi tahu mereka akan bersama:</p><p><br/></p><p>1.Nabiyyin (Teman terbaik)</p><p>2.Shiddikin (Orang-orang Jujur)</p><p>3.Wasyuhada (Orang Mati Dijalan Allah)</p><p>4.Washolihah (Orang-orang sholeh)</p><p><br/></p><p>Kita harus memastikan diri kita teregister menjadi Orang baik dan ternyata Sebaik-baik teman adalah Orang Sholeh dan Shiddiq.</p><p><br/></p><p>Filosofi Guru itu adalah panggilan jiwa ,menjadi Guru itu luar biasa dipendidikan hanya bicara tentang pengabdian, jika tujuan hanya cari materi maka salah alamat , Guru bekerja karena CINTA dan Cinta akan melahirkan kesunguhan luar biasa,jika kita hitung hitungan maka Allah juga akan hitung hitungan guru harus paham bahwa program pembinaan itu Cinta .Pastikan kita sebagai GURU jika berbicara layak anak-anak dengar dan jika melakukan sesuatu layak anak2 lihat dakwah adalah cinta dan cinta meminta segalanya.</p><p><br/></p><p>Sebagai guru sebaiknya kita tidak sekedar memberi Ilmu tapi juga memberi Rahmah.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>👉Model Pembinaan Orang Tua</p><p><br/></p><p>Sholeh bukan hanya keturunannya, namun kesholehan Kedua Orang Tuanya menjadi jaminan dan kunci untuk anaknya.Dan Orang Tua bekerja sama mensholehkan diri karena punya misi bersama masuk surga</p><p><br/></p><p>3 kunci untuk Orang Tua</p><p>1. Membina Orang Tua dari nilai (Value)</p><p>2.Sistem</p><p>3. Relasi</p><p><br/></p><p>1. Membina Orang Tua dengan Value, Menyaring sejak awal danBangun kesadaran Kedua Orang Tua dengan Pemahaman, Orang Tua adalah Guru utama, Pendidikan bukan hasil instan namun holistik berkelanjutan. Adab bukan hanya permulaan tapi jalan dan puncak Ilmu, adab adalah akar pendidikan kita dan Keberkahan adalah arah perjalan kita. Mari berjalan bersama antara rumah dan sekolah menuntun anak2 menuju cahaya.</p><p><br/></p><p>2. Membangun Sistem</p><p>Maka Orang Tua bukan hanya tunduk pada aturan tapi menjadi bagian dari Visi besar</p><p><br/></p><p>☆ Parenting wajib di awal dan berkala (Ipak)</p><p>☆ Kontak kesepahaman sejak awal</p><p>☆Kalender Sinergi : Komunikasi, forum pendampingan</p><p><br/></p><p>📚 HIKMAH DAN INSIGHT 📚</p><p><br/></p><p>--&gt;*Hikmah dan Insight Pembinaan Guru*&lt;--</p><p><br/></p><p>👉Adab adalah syarat utama dalam menuntut dan mengajarkan ilmu.</p><p><br/></p><p>Insight: </p><p>👉Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi penjaga adab. Maka, sebelum mentransfer pengetahuan, guru harus menjadi teladan dalam akhlak.</p><p><br/></p><p>Insight:</p><p>👉 Profesi guru adalah jalan dakwah. Bukan sekadar pekerjaan, tapi ibadah dan misi spiritual.</p><p><br/></p><p>👉Guru harus layak didengar dan dilihat anak-anak sebagai panutan.</p><p><br/></p><p>Insight: </p><p>👉Mengajar bukan hanya soal metode, tapi tentang hati. Anak-anak tidak hanya meniru kata-kata guru, tapi juga meniru sikapnya.</p><p><br/></p><p>👉Pendidikan yang membawa berkah adalah yang menyentuh hati dan menumbuhkan cinta serta kasih sayang kepada Allah, Rasul, dan sesama.</p><p><br/></p><p>🧡 Hikmah dan Insight Pembinaan Orang Tua</p><p>👉Kesalehan Orang Tua sebagai Jaminan Kebaikan Anak, Anak yang sholeh lahir dari orang tua yang juga sholeh.</p><p><br/></p><p>Insight: </p><p>👉Pendidikan anak tidak bisa dipisahkan dari kondisi spiritual orang tua. Perbaikan diri orang tua adalah bagian dari mendidik anak.</p><p><br/></p><p>Insight: </p><p>👉Orang tua perlu diberi pemahaman bahwa peran mereka tidak bisa digantikan sekolah.</p><p><br/></p><p>✅️ Rencana Tindak Lanjut (RTL)</p><p><br/></p><p>💥 Mengadakan Sosialisasi Bersama Orang Tua</p><p>💥 Mengadakan Pertemuan Rutin Perbulan Bersama Orang Tua</p><p><br/></p><p>📚🧡🧡🧡</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-17 11:47:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3589698237</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Manajemen Penjaminan Mutu Internal sebagai Strategi Pencapaian Standar Pendidikan Nasional</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3589899808</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemateri : Prof. Arism Munandar, M.Pd</p><p><br/></p><p>Pentingnya penjaminan mutu internal dalam meningkatkan kualitas pendidikan. JSIT telah membuktikan bahwa dengan semangat dan fasilitas yang memadai, sekolah dapat mencapai standar pendidikan yang tinggi.</p><p><br/></p><p><strong><em>Kunci Keberhasilan JSIT</em></strong></p><p>1. Semangat guru dan kepala sekolah</p><p>2. Fasilitas yang memadai</p><p>3. Substansi program pendidikan yang berkualitas</p><p><br/></p><p><strong><em>Penjaminan Mutu</em></strong></p><p>1. Eksternal: Dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional setiap 5 tahun</p><p>2. Internal: Dilakukan setiap tahun atau setiap saat untuk mengevaluasi dan memperbaiki kualitas pendidikan</p><p><br/></p><p><strong><em>Tujuan Penjaminan Mutu</em></strong></p><p>1. Peningkatan kualitas pembelajaran</p><p>2. Efisiensi pengelolaan sumber daya</p><p>3. Peningkatan efektivitas manajemen</p><p>4. Perbaikan yang berkelanjutan</p><p><br/></p><p><strong><em>Prinsip Penjaminan Mutu</em></strong></p><p>1. Partisipatif</p><p>2. Komprehensif</p><p>3. Guru penggerak (master teachers)</p><p>4. Pembelajaran mendalam yang menginspirasi</p><p>5. Konsistensi</p><p><br/></p><p><strong><em>Langkah-langkah Penjaminan Mutu Internal</em></strong></p><p>1. Perencanaan (analisis kebutuhan, penyusunan rencana strategis)</p><p>2. Pelaksanaan (tim manajemen kepala sekolah)</p><p>3. Evaluasi (monitoring dan evaluasi untuk menyusun strategi peningkatan mutu)</p><p><br/></p><p>Penjaminan mutu internal dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai standar pendidikan nasional.</p><p><br/></p><p><strong><em>Hikmah yang bisa diambil dari resume ini adalah</em></strong>:</p><p>1. Pentingnya penjaminan mutu internal dalam meningkatkan kualitas pendidikan.</p><p>2. Perlu adanya semangat dan fasilitas yang memadai untuk mencapai standar pendidikan yang tinggi.</p><p>3. Penjaminan mutu internal dapat membantu sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai standar pendidikan nasional.</p><p>4. Pentingnya partisipasi semua pihak dalam proses penjaminan mutu internal.</p><p>5. Perlu adanya konsistensi dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-17 13:43:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3589899808</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelas Pararel 1 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3590685212</link>
         <description><![CDATA[<p>1. <em>Ringkasan Materi Abdullah Mukti, M.Pd.</em></p><p>📌🔭Pada acara Munas VI JSIT Indonesia di Hotel Claro, 24 Juli 2025, Abdullah Mukti menyampaikan pentingnya:</p><p>🌏Membangun ekosistem pendidikan Islam yang kuat, tidak hanya sebatas lembaga formal, tetapi melibatkan keluarga, masyarakat, organisasi, dan negara.</p><p>🌏Kemandirian pendidikan Islam, baik secara manajerial, kurikulum, maupun pembiayaan, sehingga tidak terlalu bergantung pada pihak luar.</p><p>🌏Daya saing global, yaitu bagaimana lembaga pendidikan Islam mampu menghasilkan generasi yang unggul, berkarakter Islami, dan siap menghadapi tantangan zaman.</p><p>🌏Kolaborasi dan sinergi antar lembaga pendidikan Islam, khususnya melalui jaringan (networking) yang solid agar bisa berbagi sumber daya dan inovasi.</p><p>🌏Inovasi pembelajaran berbasis teknologi, sehingga pendidikan Islam tidak tertinggal dalam arus digitalisasi.</p><p>🌏Penguatan nilai-nilai akhlak dan spiritualitas, yang menjadi ciri khas utama pendidikan Islam dibandingkan dengan pendidikan umum.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-17 23:55:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3590685212</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Islamic project Based learning ( PJBL ) 

Oleh : Parina,M.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3611329381</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Project Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran berbasis proyek, di mana peserta didik belajar melalui pengalaman nyata dengan mengerjakan suatu proyek untuk menjawab permasalahan tertentu.</p><p>Dalam konteks Islamic PjBL, setiap proyek dikaitkan dengan nilai-nilai, ajaran, dan etika Islam, sehingga tidak hanya melatih keterampilan abad 21, tetapi juga membentuk kepribadian islami.</p><p>Nilai-nilai PJBL : </p><p>1. Nilai Islam : adab, akhlak, nilai Islam (Al Qur'an)</p><p>2. Siswa atau anak diharapkan dapat belajar dalam memecahkan masalah secara kontekstual di masyarakat </p><p>3. Menumbuhkan ukhuwah serta kerjasama.</p><p>    Salah satu adab dalam berilmu adalah ikhlas ilmu yang bercahaya karena adab yang utama sehingga Jika Kita berorientasi kepada akhirat maka urusan dunia Allah yang akan menyelesaikannya. Pendidikan hadir bukan sekedar sebagai pengajaran tapi juga sebagai penyelamat jiwa. Tantangan di abad ke-21 adalah nilai moral di mana 85% gen z tidak mengetahui tujuan hidupnya. Karena itu tidak adanya pembekalan hidup dari orang tua maka akan merusak generasi kedepannya menjadikan Allah sebagai alasan utama bagi anak-anak untuk beribadah di mana ungkapan imam Al Ghazali yakni" rusaknya suatu negara itu diawali dengan rusaknya di para penguasa dan rusaknya para penguasa itu diawali dengan rusaknya para ulama dalam ( pendidikan ).</p><p>Jiwa dalam konsep Islam:</p><p>1. Akal</p><p>2. Nafs</p><p>3. Hati</p><p>4. Ruh</p><p>Seorang pendidik ( Guru, Orang tua )harus memperhatikan:</p><p>1. Anak-anak diberikan untuk mengolah dalam berpikir, </p><p>2. Menghadirkan didikan yang sejati ( mengembangkan potensinya ) </p><p>3. Guru itu sebagai penuntun kehidupan ( pahami fitrahnya dan pahami sunnatullah ).</p><p><br/></p><p>PJBL pada masa Rasulullah Saw dengan pendidikan berbasis proyek nyata yang membentuk iman ilmu, dan amal secara aplikatif, dengan Rasulullah SAW sebagai model pembelajaran dan para sahabat sebagai pelaku yang belajar melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan peradaban Islam.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Refleksi :</p><ol><li><p>Ilmu yang bercahaya karena adab yang utama,</p></li><li><p>Berusaha mendidik dengan hati ( mengembangkan potensi siswa)</p></li><li><p>Memberikan pembelajaran kepada siswa dalam olah berfikir ( pemecahan masalah sejak dini )</p></li><li><p>Mengajarkan ukhuwah islamiah/saling bekerjasama.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 12:52:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3611329381</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3618320765</link>
         <description><![CDATA[<p>KELAS PARAREL B (sesi 1)</p><p>Pemater : Prof. Dr. Toru Toharudin, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://S.si">S.si</a>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://M.sc">M.sc</a></p><p>   </p><p>         <em>TOPIK : PEMBELAJARAN MENDALAM</em></p><p>Beliau berkata kita selalu beriktiar terus untuk menuju pendidikan berkualitas untuk semua, dan salah satu iktiar adalah : pembelajaran mendalam</p><p>👉 Ketua dewan pembina mengatakan : Pembelajaran mendalam dikaitkan dengan Al -Qur'an .</p><p> 👉🏻Di dalam Al-Qur'an Surah Al-Sumar ayat 9: Artinya : Katakanlah Apakah semua orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya hanya orang yang berakal yang dapat mengambil pelajaran. </p><p>🩷 maknanya adalah : pengetahuan yang bernilai bukan sekedar informasi tapi, yang bisa dicerna  oleh Ulul Abah. </p><p>Mereka  berpikir : </p><p>1. Reflektif</p><p>2. Berpikir kritis </p><p>3. Dan berpikir bijak</p><p>Prof Pembina menyampaikan: bahwa data visua kita menunjukkan bahwa:</p><p> 👉🏻75% visual usia 15 tahun di Indonesia masih memiliki kemampuan membaca di bawah standar</p><p>👉🏻 82% memiliki kemampuan matematika yang juga berada di bawah standar. Artinya : sebagian besar murid kita mengalami kesulitan di dalam memahami teks yang panjang maupun menerapkan konsep matematika di dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi tantangan besar buat kita semua di dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam para murid di tanah air.</p><p>☘️ kemendikdasmen menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam agar tercipta suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran,, bermakna dan menggembirakan. Pembelajaran mendalam menggembirakan seluruh aspek peserta didik dari mulai: </p><p>1. Pola pikir</p><p>2. Pola hati </p><p>3. Pola rasa </p><p>4. Dan olahraga.</p><p>Pendekatan pembelajaran mendalam dilakukan untuk mewujudkan 8 dimensi profil lulusan di dalam pendekatan.    </p><p>👉🏻pembelajaran mendalam bahwa guru memegang perang yang sangat Sentral sebagai fasilitator utama.</p><p>👉🏻pembelajaran guru bertindak sebagai aktivator yang mendorong peserta didik mencapai tujuan dari belajar.</p><p>👉🏻 kelaborator  yang membangun pemitraan pembelajaran dengan berbagai pihak serta pengembangan budaya belajar yang menciptakan ruangan aman untuk kreativitas inovasi . </p><p>Pendekatan pembelajaran mendalam dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari </p><p>1. Perencanaan </p><p>2. Pelaksanaan</p><p>3. Dan juga asesment yang harus dilaksanakan</p><p>👉🏻Perencanaan dilakukan dengan refleksi guru atas berkarakter siswa dan lingkungan belajar. </p><p>👉🏻 pada aspek pelaksanaan difokuskan pada pengalaman belajar yang bermakna , berkesadaran, dan menggembirakan. </p><p>👉🏻 assessment tentunya menekankan pada aspek umpan balik dan juga pemahaman konseptual melalui asesmen mendorong keterampilan : </p><p>   1.Berpikir kritis </p><p>   2. Dan aplikatif</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-05 03:37:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nursianah89/novcxkeunc2oheeh/wish/3618320765</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
