<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>SEJARAH PERKEMBANGAN PERS PRA KEMERDEKAAN by Chevina Hanaya</title>
      <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-24 12:25:48 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-16 01:50:26 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f516.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Sejarah Pers Pra Kemerdekaan</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135605038</link>
         <description><![CDATA[<p>Dosen pengampu : Maimon Herawati S.sos., M.Litt.</p><p><br></p><p>(Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Lingkup Jurnalistik)</p><p><br></p><p>Oleh : <strong>Kelompok 1</strong></p><p>Azzahra Nurfitriyani (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240001</a>)</p><p>Widya Putri Pramesti (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240005</a>)</p><p>Indri Safitri (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240009</a>)</p><p>Chevina Hanaya Feisya (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240013</a>)</p><p>Raditya Galuh (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240017)</a></p><p>Naduma Najma Aura (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240021</a>)</p><p>Trixie Estrolita Lolo (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240025</a>)</p><p>Mahira Reva Dylana Putri (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240029</a>)</p><p>Shafira Salsabila (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240033</a>)</p><p>Syazwanindya Kayla Akbar (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240037</a>)</p><p>Hafrizal Zaki (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240045</a>)</p><p>Apsan Faizal Andri (<a rel="noopener noreferrer nofollow">210610240049</a>)</p><p><br></p><p><br></p><p><strong>KELAS A</strong></p><p><strong>PROGRAM STUDI JURNALISTIK</strong></p><p><strong>FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI</strong></p><p><strong>UNIVERSITAS PADJAJARAN</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2768096982/79ecd0e9bebb118728169bbeb0d4fd18/IMG_4606.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-24 12:40:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135605038</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135681179</link>
         <description><![CDATA[<p>Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas padlet dengan tema "Perkembangan Pers Tanah Air Pra Kemerdekaan" dengan baik dan tepat waktu. </p><p><br></p><p>Tujuan dari pembuatan padlet ini adalah untuk memenuhi tugas kami pada mata kuliah Lingkup Jurnalistik. Selain itu, padlet ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang latar belakang sospolektikum masyarakat Indonesia pra kemerdekaan, serta sejarah perkembangan pers di masa pra kemerdekaan Indonesia.</p><p><br></p><p>Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Maimon Herawati S.sos., M.Litt. selaku dosen pengampu kata kuliah Lingkup Jurnalistik yang telah memberi tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait materi yang kami pelajari.</p><p><br></p><p>Penyusunan padlet ini ditulis berdasarkan sumber dari buku Sejarah Perkembangan Pers serta jurnal-jurnal tertentu yang berhubungan dengan tema terkait. Kami menyadari bahwa padlet ini masih kurang dari kata sempurna. Oleh karena itu, diharapkan berbagai kritik dan saran yang bersifat membangun, demi kesempurnaan padlet ini.</p><p><br></p><p>Jatinangor, 24 September 2024</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 13:17:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135681179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Sosial Masyarakat</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135688236</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada masa penjajahan Belanda, surat kabar pada masa itu lebih mirip dengan majalah karena bukan merupakan berita aktual, melainkan artikel-artikel pengetahuan umum dan resep-resep kehidupan. Selain itu masyarakat juga sangat menggemari cerita dongeng, pantun dan syair, sehingga banyak di muat di surat kabar. Koran-koran yang terbit juga memiliki banyak bahasa, seperti bahasa Belanda, Melayu, Jawa dan Cina. Hal ini dikarenakan belum adanya bahasa nasional dan terdapat keanekaragaman etnis.</p><p><br></p><p>Sementara pada masa penjajahan Jepang, surat kabar digunakan sebagai bentuk propaganda kepada masyarakat. Koran juga hanya terdapat di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan dan Kutaradja. Surat kabar milik Belanda juga dilarang untuk terbit karena wartawannya ditangkap dan dipenjara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 13:20:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135688236</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Ekonomi Masyarakat</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135696993</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Saat pra-kemerdekaan, kondisi ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan Kolonial Belanda. Pada masa tersebut, ekonomi Indonesia lebih banyak terfokus pada pengembangan sektor perkebunan. Sistem ekonomi pada masa penjajahan ini didasarkan pada monopoli perdagangan yang dipegang oleh perusahaan perusahaan Belanda. Selain itu, sistem pajak juga menjadi sumber utama penerimaan pemerintah kolonial, dengan pungutan pajak yang tinggi terhadap petani dan buruh. </p><p><br></p><p>-Pada masa kerajaan, perekonomian Indonesia sangat tergantung pada sektor pertanian dan perdagangan internasional, namun pada saat yang sama, kerajaan- kerajaan di Indonesia telah mengembangkan sistem ekonomi yang kompleks dan maju dalam mengelola kekayaan alam dan hasil bumi.</p><p><br></p><p>-Di pedesaan, ekonomi rakyat masih bertumpu pada pertanian subsisten, seerti menanam padi, jagung, dan bahan pangan lainnya utk kebutuhan hidup sehari-hari. adanya sistem tanam paksa dan perpajakan yang ketat menyebabkan kemiskinan meluas, kelaparan, dan menurunnya kualitas hidup.</p><p><br></p><p>-Saat pendudukan Jepang, Kondisi ekonomi semakin memburuk. Sistem ekonomi semakin diperas, rakyat menderita akibat kekurangan pangan, inflasi tinggi, serta adanya kerja paksa (romusha). Banyak sumber daya dialihkan untuk kebutuhan Jepang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 13:23:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135696993</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Politik &amp; Hukum Masyarakat</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135698583</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Politik Pintu Terbuka (1870-1900)</p><p>Berlaku untuk perusahaan swasta barat yang membuka pabriknya dan memonopoli beberapa tanaman. </p><p>Beberapa undang-undang di antaranya :</p><ol><li><p>Undang-undang gula tahun 1870 yang memindahkan monopoli gula ke tangan swasta </p></li><li><p>Undang-undang agraria, pada tahun 1870, mengatur pertanaha</p></li></ol><p><mark>Dampak dari politik pintu terbuka ini adalah hadirnya banyak perusahaan swasta dan meningkatnya buruh tani dan juga buruh terampil.</mark></p><p><br></p></li><li><p>Politik Etis (1900-1942)</p><p>upaya memperbaiki kondisi rakyat Indonesia setelah sistem tanam paksa yang menghisap keringat kaum tani dan beberapa priyayi.</p><p>Program politik etis yaitu :</p><ol><li><p> Irigasi, bertujuan untuk menunjang kesehatan rakyat.</p></li><li><p>Edukasi, upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan meminimalisir masyarakat buta huruf.</p></li><li><p>Imigrasi, pemindahan penduduk dari Jawa dan Madura ke daerah Sumatra untuk meratakan persebaran penduduk  di Hindia Belanda.</p></li></ol><p><mark>Dampak politik etis pada pergerakan nasional dan pers adalah kaum priyayi yang bersekolah di sekolah tinggi Belanda banyak yang justru menjadi seorang nasionalis radikal, Pan-Islamisme, bahkan Komunis. </mark></p><p><br></p></li><li><p>Masa Penjajahan Fasis Jepang</p><p>Kebijakan politik sangat ketat serta beberapa undang-undang dibuat untuk melarang perserikatan atau perkumpulan. </p><p>Undang-undang di antaranya :</p><ol><li><p>Undang-undang no. 2 tanggal 8 maret tahun 1942, tentang larangan kepada orang Indonesia untuk berserikat dan berkumpul </p></li><li><p>Undang-undang Nomor 3 tanggal 10 Mei tahun 1942, tentang larangan kepada orang-orang Indonesia untuk memperbincangkan perherakan atau propaganda perihal peraturan dan susunan negara.</p></li><li><p>Undang-undang tanggal 22 Juli tahun 1942, tentang larangan pendirian organisasi yang bersifat politik.</p></li></ol><p><mark>Dampak dari kebijakan ini yaitu membuat banyak pergerakan nasionalis menjadi pergerakan bawah tanah, tapi banyak juga yang menerima kooperatif dengan jepang.</mark></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 13:24:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135698583</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembabakan Sejarah Pers Indonesia</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135836928</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><mark>Babak Pertama (1744-1854)</mark></p></li></ol><p>Tradisi cetak Hindia Belanda menjadi simbol kolonialisme modern yang kemudian memicu kemunculan surat kabar di Hindia Belanda. Namun, bahasa yang digunakan dalam surat kabar pada masa itu masih menggunakan bahasa Belanda. Pers pada masa ini juga didominasi oleh orang-orang Eropa dan Cina. Sementara itu, bangsa Pribumi kurang berperan dalam perkembangan pers era ini sebab kemampuan baca dan literasi bangsa Pribumi yang masih minim.</p><p>Fungsi pers pada era ini adalah sebagai alat kontrol sosial oleh pemerintah Hindia Belanda. Dengan begitu, pemerintah turut memonopoli penerbitan pers sampai awal abad ke-19. Wujud dari monopoli ini dapat dilihat dari surat kabar Belanda yang terbit pada era ini serta berdirinya Kantor Berita Aneta, pada tahun 1917 yang memonopoli penyiaran RI.</p><p>&nbsp;</p><ol start="2"><li><p><mark>Babak Kedua (1854 – 1907)</mark></p></li></ol><p>Tahun 1854 merupakan tahun kemenangan bagi kaum liberal di Belanda. Hal ini kemudian berefek kepada adanya kelonggaran dalam kegiatan pers di Hindia Belanda. Pada era ini, pers tidak lagi dimonopoli oleh orang-orang Eropa, namun masyarakat Indo-Eropa dan Cina juga mulai tampil dalam dunia pers di Hindia Belanda. Selain itu, berlakunya politik etis pada awal abad ke-20 juga sangat berpengaruh pada kaum intelektual terutama priyayi Jawa yang berimbas pada kontribusi pribumi dalam kegiatan pers. Hal ini kemudian didukung dengan program edukasi pada politik etis yang memberikan wadah serta kesempatan bagi bangsa Pribumi untuk mendapatkan pengajaran membaca dan menulis meski masih dengan kapasitas yang sederhana.</p><p>&nbsp;</p><ol start="3"><li><p><mark>Babak Ketiga (1907-1945)</mark></p></li></ol><p>Pers pada awal abad 20 disebut sebagai pers perjuangan atau “Masa Pergerakan Pers”. Hal ini dikarenakan pers menjadi media informasi sekaligus propaganda pada masa pergerakan nasional. Pada era ini, pers semakin memiliki peranan penting dalam perkembangan pergerakan nasionalisme bangsa Indonesia yang dapat dibuktikan dengan munculnya sejumlah surat kabar yang berasal dari bangsa Pribumi. Selain itu, berdiri pula Kantor Berita Antara pada tanggal 13 Desember 1937 di Jakarta pusat untuk menyaingi Aneta. Hal ini kemudian menunjukkan bahwa pada era ini, bangsa pribumi sudah aktif dalam perkembangan pers nasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2788168840/fad261110ca4e2de16027f24341e4e42/Kantor_Berita_ANTARA_Tepo_Dulu_2.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 14:21:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135836928</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pers di Bawah Pemerintahan Hindia Belanda</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135866924</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 14:33:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135866924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PEMBRITA BETAWI</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135872682</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembrita Betawi merupakan koran harian yang berasal dari Batavia (kini Jakarta), Hindia Belanda, terbit mulai dari tahun 1884-1916. Pembrita Betawi berdiri atas kerja sama wartawan Indo yaitu J. Kieffer dan W. Meulenhoff. Penulis Pembrita Betawi yang terkenal pada masa itu ialah Lie Kim Hok dan Tirto Adhi Soerjo. Pers berbahasa Melayu pasar mulai berkembang di Hindia Belanda pada pertengahan abad ke-19. Pada awalnya koran-koran ini tidak awet, namun pada tahun 1880-an koran berbahasa Melayu lebih awet. Pembrita Betawi awal mula diterbitkan pada tanggal 24 Desember 1884. Wartawan Indo J. Kieffer menjadi kepala redaksi saat itu, dan seorang wartawan lain, W. Meulenhoff menyumbangkan dana. Lalu koran ini dicetak oleh W. Bruining Co. dan dijual ke seluruh Batavia.</p><p><br></p><p>Pada awalnya Kieffer pernah memimpin beberapa koran, akan tetapi tidak ada satupun koran yang bertahan lama. Sampai akhirnya pada tanggal 8 Juni 1885 koran ini telah dimiliki seutuhnya oleh Meulenhoff dan Kieffer telah meninggalkan Pembrita Betawi. Pada tahun berikutnya Meulenhoff mengundang Lie Kim Hok sebagai penulis peranakan Tionghoa, sebagai rekan. Dengan uang sebanyak 1.000 gulden Lie membeli separuh saham Pembrita Betawi. Hak terbit pun diperoleh Lie dan percetakan dimulai pada 1 Juni 1886. Saat itu Lie dan Meulenhoff bekerja sama untuk tugas redaksi dan administratif.</p><p><br></p><p>Pada tanggal 2 Juni 1887 telah dinyatakan bahwa Pembrita Betawi telah dibeli Karsseboom &amp; Co., dengan Meulenhoff tetap menjadi kepala redaksi. Percetakan Lie Kim Hok ini digunakan hanya untuk beberapa bulan kemudian hingga akhirnya dijual ke Albrecht. Setelah itu Lie tidak ikut campur lagi dengan koran ini hingga koran tersebut bangkrut pada 1916, karena mulai pada tahun 1910-an koran milik pribumi telah menjadi lebih umum, sehingga sirkulasi Pembrita Betawi mulai berkurang.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2768096982/7e7981bba615246d5541d6d37c43b30e/2.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 14:35:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135872682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pers Indonesia Masa Pendudukan Jepang</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135873533</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 14:36:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135873533</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tirto Adhi Soeryo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135899360</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu penerbit surat kabar "Medan Prijaji" dan dijuluki sebagai tonggak jurnalistik Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2789012493/6c7551987960187bd50dbadc8d507cd8/Tirto_Adhi_Soerjo.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 14:47:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135899360</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Semaoen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135908800</link>
         <description><![CDATA[<p>Semaoen adalah Penulis di koran Soeara Ra'jat, sekaligus pemimpin di Partai Komunis Indonesia </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2789054490/e3b2c8fe4b9e4e78cfff52982d7e7216/Semaoen.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 14:51:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135908800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bataviase Noovelles</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135956978</link>
         <description><![CDATA[<p>Bataviasche Nouvelle adalah iklan pertama di Belanda yang terbit pada 8 Agustus 1744, sekaligus surat kabar pertama di Batavia (Jakarta). Surat kabar ini merupakan milik Belanda karena yang menerbitkan adalah Vereenigde Oost Compagnie (VOC). </p><p><br></p><p>Nama Bataviasche dipakai dari kata "Batavia" yaitu nama Jakarta pada abad 18, karena surat kabar ini diterbitkan di Batavia. "Bataviasce" merupakan sebutan yang diharapkan berlaku pada orang Batavia (orang yang hidup di dalamnya). Sedangkan "Nouvelle" menunjukkan kebaruan dan semangat menjadi yang terdepan.</p><p><br></p><p>Surat kabar ini diprakarsai oleh Jan Pieterszoon Coon dan ia adalah penerbit dari Bataviasche Nouvelle. Surat kabar ini didirikan oleh kosmopolit dan penjajah bernama Jan Erdman Jordens. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2788168840/ca8ce7866166957578db11661c1c9d9e/WhatsApp_Image_2024_09_24_at_21_53_30_f2932356.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 15:12:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135956978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Raden Aria Taher Tjindarbumi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135986018</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2789172500/407b7670763bc98068f2267d0e795997/IMG_6117.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-24 15:26:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135986018</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Medan Prijaji</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135995598</link>
         <description><![CDATA[<p>Medan Prijaji adalah koran yang Radikal dengan sentimen nasionalisme dan banyak kritikan kepada Belanda. Medan Prijaji ini dibuat oleh Tirto karena ketidakpuasannya atas Soenda berita (dibuat tahun 1904) yang tidak terlalu radikal karena dibiayai oleh bupati cianjur, karena melihat penindasan yang dilakukan oleh pemerintahan belanda di berbagai daerah pada kaum tani, Tirto akhirnya membangun Medan Prijaji. Tirto menggunakan metode baru dalam pembangunan Medan Prijaji, yaitu dengan metode pembiayaan oleh pembelinya. Dalam koran Medan Prijaji, isi dari koran tersebut adalah pembelaan terhadap kaum pribumi yang ditindas oleh pemerintahan belanda. Tirto banyak sekali menulis artikel tentang penindasan yang dilakukan oleh belanda seperti contohnya adalah kekejaman di banten. Tirto adalah pendiri sekaligus jurnalis dalam korannya sendiri, beberapa kali ia keliling ke Jawa untuk meneliti kasus kasus penindasan.</p><p><br></p><p><strong>Reaksi Belanda Atas Medan Prijaji </strong></p><p>Karena kritiknya pada pemerintahan Belanda, Tirto mendapat jeratan hukuman oleh belanda seperti Pada 1907, dan dibuang ke lampung selama 3 bulan. Selama di pembuangan itu, Tirto terus menulis artikel dan kemudian setelah bebas dari pembuangan, artikel-artikel yang ia tulis ia terbitkan di koran Medan Prijaji tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2788168840/fdb493342b8ba8cb7ee9f9bd00fe568b/Medan_Prijaji__1_.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 15:31:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3135995598</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Surat Kabar Keturunan Cina</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136002819</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 15:34:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136002819</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SURAT KABAR SIN PO</title>
         <author>putriwidyapramesti21</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136034447</link>
         <description><![CDATA[<p>Sin Po merupakan sebuah surat kabar Tionghoa berbahasa Melayu yang terbit di Hindia Belanda sejak tahun 1910 hingga era setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1965. Sin Po didirikan oleh Lauw Giok Lan dan Yoen Sin Gie. Pertama kali diterbitkan di Batavia pada 1 Oktober 1910 sebagai surat kabar mingguan. kemudian, Sin Po berubah menjadi surat kabar harian pada 1 April 1912.<br></p><p>Surat kabar ini sejak awal mempunyai misi yaitu menyuarakan aspirasi golongan Tionghoa yang kerap menjadi korban tindakan diskriminatif pemerintah kolonial Belanda. Sikap politik yang dimiliki Sin Po sempat membuat koran itu terlibat polemik dengan media yang sudah ada di Tanah Air karena mereka dianggap tak berkontribusi terhadap pergerakan nasional. Nasib Sin Po harus berakhir saat era Orde Baru akan lahir. Sin Po dianggap simpatisan Partai Komunis Indonesia dan terlibat Gerakan 30 September 1965.</p><p><br></p><p>Koran tersebut kemudian dilarang terbit sejak 1 Oktober 1965. Kekerasan yang terjadi pasca-G30S 1965 itu tidak hanya mematikan eksistensi Sin Po tetapi juga peranannya dalam pergerakan kebangsaan. Akhirnya, Sin Po menghilang dari catatan sejarah.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2768096982/4db502306991f52e7f08ada7864c43d4/3.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 15:49:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136034447</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>putriwidyapramesti21</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136036203</link>
         <description><![CDATA[<p>Semenjak tahun 1916, orang Jepang sudah mempunyai perhatian pada jurnalistik di Indonesia. Sebelum pasukan Jepang mendarat, radio tokyo setiap malam sebelum mengadakan siaran bahasa Indonesia, slalu mengumandangkan lagu Indonesia Raya terlebih dahulu untuk menarik perhatian dan simpati rakyat indonesia seluruhnya. Saat peristiwa pecahnya perang pasifik terjadi, Indonesia pun disekap dalam tahanan, kemudian diasingkan ke Nusakambangan. Setelah Jepang mendarat, maka langkah pertama dalam bidang massa media yang dilakukannya ialah membiarkan penerbitan surat surat kabar untuk sementara.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 15:50:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136036203</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengasingan Tokoh-Tokoh Pers</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136050848</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengasingan pada para tokoh pers seperti Tirto Adhi Soerjo (sebagai penulis Medan Prijaji) diasingkan ke Maluku pada 1912, Haji Misbach (sebagai penulis di Medan - Moeslimin) diasingkan ke Manokwari pada 1924, dan Mas Marco Kartodikromo (sebagai penulis di Medan Prijaji dan Doenia Bergerak) diasingkan ke Boven Digoel pada 1926.</p><p><br></p><p>Pengasingan ini banyak dikarenakan artikel kritikan yang tajam pada belanda, dan polemik dengan aturan Haatzai Artikelen atau dalam bahasa Indonesianya adalah Ujaran Kebencian. Yang dimana para tokoh yang di asingkan banyak dijerat oleh pasal ini. Beberapa juga diasingkan karena tuduhan menjadi dalang kerusuhan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2788168840/5cb1604b5a2d27178cfd1063595d0885/5533.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 15:58:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136050848</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pers menjadi alat penting dalam menyebarluaskan ideologi dan memperkuat gerakan perlawanan terhadap kolonialisme  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136054916</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong> Sarekat Islam </strong></p></li></ol><p>Tujuan awalnya adalah melindungi pedagang pribumi, namun berkembang menggunakan pers seperti Oetoesan Hindia (1913) untuk menyebarkan gagasan anti-kolonial dan memperkuat perlawanan politik Islam. Pers SI berperan dalam menyebarkan kesadaran politik pribumi .</p><ol start="2"><li><p><strong>Indische Partij (IP)</strong></p></li></ol><p>Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara, IP menggunakan pers, bawah pimpinan Tiga Serangkai menjadikan Het Tijdsichrift dan De Expres sebagai alat propagandanya. Melalui kedua media ini, tulisan-tulisan tokoh Indische Partij dimuat. Seperti tulisan Als Ik een Nederlander Was (1913), untuk mengkritik kebijakan kolonial dan membangkitkan semangat nasionalisme. </p><ol start="3"><li><p><strong>Perhimpunan Indonesia (PI)</strong></p></li></ol><p>Organisasi ini memiliki peran besar dalam pergerakan kemerdekaan, bertransformasi dari organisasi mahasiswa menjadi organisasi politik. Melalui majalah Indonesia Merdeka (1922), PI menyebarkan ide kemerdekaan dan memperkuat kesadaran nasional di kalangan elit pribumi dan internasional .</p><ol start="4"><li><p><strong>Partai Nasional Indonesia (PNI)</strong></p></li></ol><p>PNI bertujuan untuk mencapai kemerdekaan melalui non-kooperasi dengan pemerintah kolonial Belanda. Soekarno dan PNI menggunakan pers, seperti “Fikiran Ra'jat”, untuk menyebarkan ideologi nasionalisme dan kemerdekaan, seringkali digunakan untuk menyerikan kemerdekaan dan memperluas pengaruh PNI di kalangan masyarakat luas.</p><ol start="5"><li><p><strong>Oranisasi Paguyuban Pasundan</strong></p></li></ol><p>Organisasi Paguyuban Pasundan memainkan peran krusial dalam perkembangan pers di Kota Tasikmalaya dari tahun 1900 hingga 1942. Didirikan pada tahun 1913, Paguyuban ini awalnya fokus pada pendidikan dan pengembangan masyarakat Sunda, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka menyadari pentingnya media sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dan membangun kesadaran kolektif. </p><p><br></p><p>Pada awal abad ke-20, di tengah berbagai tantangan sosial dan politik, Paguyuban Pasundan mulai mendirikan media cetak yang berfokus pada isu-isu lokal, menerbitkan surat kabar dan majalah yang tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berfungsi sebagai alat pendidikan untuk meningkatkan kesadaran budaya dan identitas Sunda. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 16:00:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136054916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mas Marco Kartodikromo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136082057</link>
         <description><![CDATA[<p>Mas Marco Kartodikromo adalah penulis di Medan Prijaji, Doenia Bergerak, dan Soeara Ra’jat, beliau juga salah satu pendiri <em>Inlandsche Journalisten Bond</em> (IJB). </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2789537344/3bc138f5eb856662605cbc88abe02767/IMG_4728.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-24 16:13:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136082057</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Soeara Ra’jat </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136087194</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada tahun 1919-1926 terbit sebuah koran bernama Soeara Ra’jat, koran ini adalah koran dari Persarekatan Kommunist India yang akan berubah menjadi Partai Komunis Indonesia. Didirikan oleh Semaoen karena dalam Indische Social Democratie Vereeniging atau ISDV sempat membuat koran  bernama Het Vrije Woord, yang menginspirasi Semaoen agar membuat surat kabar komunis berbahasa Indonesia. Koran ini terbit 2 kali dalam sebulan. Penulis dari surat kabar ini adalah anggota partai dan juga anggota serikat rakyat. </p><p><br></p><p>Isi dari koran ini adalah teori-teori Marxisme, Kabar kondisi di luar negri seperti di Soviet, Eropa dan Negara lainnya, Kabar mogok kerja di jawa dan sumatra, Berita penindasan yang dilakukan oleh pemerintah belanda, dan Kabar internal seperti hasil kongres. Pembaca koran ini adalah buruh terutama buruh kereta api, pedagang kecil, dan terkadang bangsawan. Tokoh penulis yang tulisannya sangat terkenal adalah diantaranya Tan Malaka dan Semaoen.</p><p><br></p><p>Surat kabar ini berhenti terbit karena kekalahan pemberontakan di Banten dan juga Prambanan pada 12 november 1926, yang berujung ke di eksilkan seluruh anggota partai ke Boven Digul.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2789537344/2a070d6c3a9cad7b660b45467b32f545/8d521f4a_0b4f_4aac_945d_1e8370f4a059.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-24 16:16:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136087194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abdoel Rivai</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136118769</link>
         <description><![CDATA[<p>Abdoel Rivai adalah seorang dokter dan wartawan Indonesia. Ia merupakan orang Indonesia pertama yang menerbitkan surat kabar berbahasa Melayu dari luar negeri, serta pribumi Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dari Universitas Gent, Belgia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2788168840/474aef7d485fff85b962228594614ce6/WhatsApp_Image_2024_09_24_at_22_32_47_0d7a18fb.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 16:32:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136118769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Soetopo Wonoboyo</title>
         <author>cycyfioo</author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136123941</link>
         <description><![CDATA[<p>Seorang tokoh pers dan pejuang yang berperan dalam berdirinya Persatuan Djoernalis Indonesia (PERDI). Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam pendidikan Taman Siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2788168840/b969d7d5eafd5671568800e5e39c7f7c/WhatsApp_Image_2024_09_24_at_22_44_31_ebcc76f4.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 16:35:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136123941</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136145560</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://repository.usm.ac.id/files/journalmhs/G.231.16.0042-20220307102256.pdf">https://repository.usm.ac.id/files/journalmhs/G.231.16.0042-20220307102256.</a></p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5483/17012">https://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5483/17012</a></p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1060&amp;context=paradigma">https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1060&amp;context=paradigma</a></p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/bihari/article/view/867/577#">https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/bihari/article/view/867/577#</a></p><p><br></p><p>AM, Sardiman. (2017) Sejarah Indonesia Kelas XI Semester 2. Jakarta: Kemendikbud RI.</p><p><br></p><p>Yacob, D. W. U., &amp; Syam, F. (2016). Gerakan Politik Tirto Adhi Soerjo. POLITIK, 12(1), 1749-1749.</p><p><br></p><p>Crawford, O. (2022). The Communist Manifesto in Indonesia. Journal of Southeast Asian Studies, 53(3), 562-582.</p><p><br></p><p>Susilo, A., &amp; Isbandiyah, I. (2018). Politik Etis dan Pengaruhnya Bagi Lahirnya Pergerakan Bangsa Indonesia. HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 6(2), 403.</p><p><br></p><p>Sardiman, A.M. (2017) Sejarah Indonesia Kelas XI Semester 2. Jakarta: Kemendikbud RI.</p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/MRkWkW6oSIc">https://youtu.be/MRkWkW6oSIc</a></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 16:46:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cycyfioo/nortb1p4032cbs0s/wish/3136145560</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
