<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>#Karangan by Lvin</title>
      <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam</link>
      <description>Selamat datang tuk&#39; para saksi atma yang ingin membaca titisan pena</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-10-06 08:21:21 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-05-21 12:06:01 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://elvis.padletcdn.com/1/fetch/e_in/pixabay.com/get/ge411587b2868f77daef8a73c2e9c91c8d386df291182464df02ffc58a6f596343142ff41c7386791460f1251adc20f6a.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Dinding Bunga </title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735255747</link>
         <description><![CDATA[<div>Untuk pertama kalinya kulihat sosoknya seperti bunga yang mekar di musim semi. Selalu dikelilingi oleh kupu-kupu tetapi tidak ada satupun yang terlihat cocok untuknya. Bisakah aku menjadi kupu-kupu untuk bunga seperti dirimu dan membiarkanku membantu hatimu mekar?<br><br>Dan kini aku membencinya karena tidak kusangka aku tidak bisa membantumu. Kulihat dinding tebal membatasi duniaku dengan duniamu, kenyataan dengan imajinasi. Tidak adakah cara untuk menghancurkannya?<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/77dfad8a2815adb38c0c1bb9c64bed2c/WhatsApp_Image_2023_10_06_at_15_34_24_fe9d57e8.jpg" />
         <pubDate>2023-10-06 08:31:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735255747</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jembatan Bersama</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735268805</link>
         <description><![CDATA[<div>Langit dilukis senja di mana matahari mulai terbenam dan digantikan oleh rembulan yang bersinar di tengah kemalaman bersama sinar-sinar kecil yang bertebaran di langit.<br><br>Jembatan tempat pertemuan kedua insan bagaikan takdir yang tertulis di buku cerita. Ditemani oleh hembusan angin senja - menerbangkan daun-daun yang berguguran.<br><br><em>"Alkoholnya...."</em><br><em>"Rokok dan aku tidak peduli, kemarilah."</em><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/43b69ad34708db2286a67b717f6fd812/WhatsApp_Image_2023_10_06_at_15_43_03_3f352d0e.jpg" />
         <pubDate>2023-10-06 08:43:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735268805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mawar Merah</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735278632</link>
         <description><![CDATA[<div>Cipratan merah menyentuh mawar putih menutupi seluruh kelopaknya. Perasaan yang kini diliputi oleh gairah dan hasrat yang kuat, tidak mudah menghilangkan warna tersebut darinya.<br><br>Lilin bersinar di tengah kegelapan lorong dengan sinar rembulan yang terpancar dari jendela di mana kesunyian mendampingi mereka yang tengah berdiri berhadapan dengan kedua netra mata yang kentara.<br><br><em>"Saya tidak percaya."<br>"Dan akan saya buktikan 'nilai' berharga yang saya miliki kepada anda, my fair lady."</em><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/a45e9fef72cf1fcd0995978cdbb017cd/WhatsApp_Image_2023_10_06_at_15_51_46_458fafd7.jpg" />
         <pubDate>2023-10-06 08:52:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735278632</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bunga Tidur - Parafrase</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735295118</link>
         <description><![CDATA[<div>Lihatlah betapa malangnya gadis kecil ini. Dirinya merasa asing akan dunia sekitarnya ketika dia baru saja memejamkan matanya dan dalam waktu sekejap dia sudah terlempar atau lebih tepatnya bukan terlempar melainkan terjatuh menuju jurang yang begitu dalam.<br><br>Lalu apa ini? Seperti dunia yang berlawanan dengan kenyataan. Benar-benar dunia yang aneh. Ada tanaman yang bisa berbicara? Bahkan hewan-hewan di sini juga bisa berbicara. <br><br>Dan dengarkan seekor ulat berwarna biru yang mengatakan untuk bertemu dengan pria bertopi yang akan menuntun gadis tersebut di dunia ini, tetapi sebaiknya berhati-hatilah karena pria tersebut gila.<br><br><em>"Halo, Alice. Kamu terlambat 5 menit untuk pesta teh. Dan Oh ya! Dia bilang aku akan menuntunmu tetapi kelinci lah yang akan menuntunmu."<br>"Jadi, yang benar Tuan Kelinci?"<br>"Aku tidak bilang siapa yang benar."<br>"Lalu siapa?"<br>"Tergantung siapa yang kamu pilih."</em><br><br>Perbincangan yang membuat otak berputar seperti akan keluar dari kepala membuat Alice bingung. Apakah ini sebuah petunjuk menuju perjalanan selanjutnya atau justru hanya membuang-membuang waktunya?<br><br><em>"Oh, tidak! Aku terlambat!"<br>"Hey kamu! Jangan pergi dahulu. Kita punya banyak makanan penutup di sini."<br>"Tinggalah di sini selama 5 menit.... 10.... 30.... Oh oh 1 jam! Tik tok tik tok begitulah apa yang dikatakan jam sakuku hehehe."<br></em><br>Kelinci putih yang tiba-tiba muncul hampir saja terjebak ke dalam pesta teh yang penuh kegilaan. Alice yang melihat kelinci itu beranjak dari tempat duduknya lalu mengendap meninggalkan tempat tersebut dan kembali mengikuti jejak kelinci sampai dia menemukan pintu yang terletak di batang pohon.<br><br>Taman besar dihiasi mawar-mawar putih.... Oh lebih tepatnya itu adalah labirin yang dihiasi mawar-mawar putih. Ingin tahu yang lebih mengejutkannya? Beberapa mawar putih itu dilukis cat berwarna merah oleh sekelompok kartu.<br><br><em>"Ini adalah perintah dari Ratu Hati."<br>"Kalau tidak melaksanakannya...."<br>"Kalau ada yang salah...."<br>"Kita akan dipenggal!"</em><br><br>Begitulah yang dikatakan kartu-kartu tersebut. Semua makhluk yang ada di dunia ini gila tapi Ratulah yang paling gila dan berbahaya. Melanggar bahkan kesalahan sedikitpun, kepala sudah tidak berada di tempatnya jadi jaga sikap dengan baik selama berada di wilayah Ratu Hati.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/60b5cc3c2f44d9eb3526ff1750396058/WhatsApp_Image_2023_10_13_at_19_33_24_b4b1e209.jpg" />
         <pubDate>2023-10-06 09:06:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735295118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karnaval - Songfiction</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735297066</link>
         <description><![CDATA[<div>Menarik perhatian dan membuat terkagum para pengunjung dengan netra mata mereka yang bersinar bersama kilauan-kilauan berwarna yang mengitari mereka. Penghidupan karnaval sudah dimulai dan orang-orang mengangkat kaki mereka dengan tinggi lalu mulai menari. Menari dengan gerak tubuh yang ringan dan lincah seakan-akan lantai tersebut sudah menjadi panggung penyaksian bagi mereka yang ingin bersenang-senang.<br><br>Cahaya sinar penghidupan lalu dentuman musik keras menyesuaikan suasana karnaval - tempat jatuh hatinya pengunjung itu. Karnaval dunia bebas peraturan tanpa ada yang mengekang - dimabukkan oleh suasana yang penuh dengan guncangan. Karnaval penuh dengan jebakan manis yang membuat jatuh ke dasar kecanduan dimana sulit untuk keluar dari sana.<br><br>Penghidupan karnaval tidak akan pernah berhenti karena itu adalah penjara manis - ilusi di mana apa pun yang diinginkan ada di sana. Mengendalikan pikiran dan gerak tubuh untuk terus bersenang-senang, menari, menari, menarilah. Nikmatilah karnaval dunia ilusi penuh kemanisan dan panggung penyaksian kehidupan penuh kebebasan. Sekali masuk jangan coba-coba untuk mengulurkan tangan ke pintu yang terkunci. Apakah dirimu ingin datang ke karnaval?<br><br><em>"We're in love with this carnival."</em><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/5278c6b8aacb987306aa0f80b8f3b852/WhatsApp_Image_2023_10_13_at_19_33_24_609382b7.jpg" />
         <pubDate>2023-10-06 09:08:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735297066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Waktu Bersama</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735301241</link>
         <description><![CDATA[<div>Bagaimana dokumen itu tiap kali di baca dan di balik secara berulang kali membuat kening pria tersebut mengerut. Tampaknya untuk beberapa hari kedepan kesibukan akan melanda jadwal sehari-harinya untuk membereskan kekacauan yang terjadi di pusat kota. <br><br><em>"Liv."</em> Ezekiel memanggil namanya ketika tatapannya melihat wanita itu berjalan mendekatinya sambil membawa secangkir teh yang hangat. <br><br><em>"Sebaiknya kamu beristirahat dulu."</em> Lavinia meletakkan cangkir di atas meja kerjanya yang dipenuhi tumpukan dokumen.<br><br><em>"Ini harus segera diselesaikan."</em><br><em>"Haruskah aku mengatakan kembali perkataanmu ketika aku berada di situasi yang sama?"</em> Balas Lavinia sambil menyilangkan kedua lengan di depannya. <br><br>Ezekiel terdiam ketika mendengar pernyataan itu yang membuat pikirannya memutar kembali situasi itu. Detik kemudian, pipinya ditangkup oleh kedua tangan yang membuatnya kembali menatap ke arah wanita yang berdiri di depannya. <br><br><em>"Istirahatlah walaupun hanya sebentar saja."</em> Ucap Lavinia sambil mengelus sisi kiri pipinya dengan ibu jarinya. <br><br><em>"Baiklah."</em> Pada akhirnya Ezekiel menurut pada perkataannya, dia meletakkan tangan kiri di pinggangnya lalu tangan kanan yang memegang tangan kirinya yang terus mengelus sisi pipinya. Lalu dia mengecup tangan kiri Lavinia, <em>"Jika sudah seperti ini kamu pasti ikut membantu."</em><br><br>Lavinia terkekeh dan tersenyum, <em>"Tentu saja, sudah menjadi pekerjaanku untuk membantumu."</em><br><br>Seketika badannya ditarik dan membuatnya duduk di atas pangkuan Ezekiel. Dia memeluk tubuhnya dari belakang sambil menghirup aroma parfumnya. <em>"Kalau begitu bantu aku merilekskan diri."</em><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/9e280b54b1f04fa9ad127f8abd8e9d26/WhatsApp_Image_2023_10_13_at_19_33_25_4bcb90ec.jpg" />
         <pubDate>2023-10-06 09:11:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735301241</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mekar di Kegelapan </title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735306648</link>
         <description><![CDATA[<div>Tidak ada yang tahu bagaimana pria itu tertarik kepada seorang wanita yang bahkan tidak pernah meliriknya sekalipun. Seorang bangsawan yang terkenal dengan reputasinya memimpin kota dunia bawah dengan putri Duke yang memiliki kepribadian tajam layaknya duri mawar. <br><br>Dengan kecantikannya yang memiliki surai berwarna kuning keemasan seperti matahari yang terbit dengan netra matanya yang berwarna semerah mawar. Penampilannya seperti mawar yang mekar di pagi hari tapi tidak dengan kepribadiannya yang memiliki banyak duri. <br><br>Ini pertama kalinya Benjamin mendapatkan perlakuan dingin yang tidak pernah dia terima sebelumnya. Menurutnya, wanita yang berada di depannya memiliki keberanian yang tinggi untuk bersikap arogan di depan Duke seperti dirinya. <br><br><em>"Ah, tidak sopan meninggalkan tamu sendirian di tengah perbincangan."</em> Mata ungunya menatap lekat ke arahnya.<br><em>"Dan saya tidak peduli."</em> Balasnya dengan tatapan yang menusuk. <br><em>"Lalu saya harus membicarakan topik seperti apa supaya anda tidak pergi? Ah benar, saya dengar para wanita selalu membicarakan tentang pasangan atau kisah cinta mereka. Nah, putri seperti anda seharusnya sudah mendapatkan pasangan, bukankah begitu?"</em> Ucapnya sambil tersenyum miring. <br><br>Tapi sayangnya sebelum Benjamin menyelesaikan perkataannya, wanita itu sudah meninggalkannya sendirian di tengah kerumunan tamu-tamu pesta.<br><br><em>"Betapa lancangnya dia."</em> Tatapannya mengarah ke segelas wine yang dipegangnya dan bisa dilihat kalau dia mulai tertarik dengan wanita tersebut.<br><br><strong>Bunga mawar akan mekar lebih indah jika berada di kegelapan.</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/f2c546a22d64151b2c20acef4378268d/WhatsApp_Image_2023_10_13_at_19_33_24_1c6fb3d9.jpg" />
         <pubDate>2023-10-06 09:16:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2735306648</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Takdir - Songfiction</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2736263322</link>
         <description><![CDATA[<div>Ditemani lentera di tiap sisi dinding dan tetesan air yang berasal dari bocornya saluran air. Suara cicitan tikus dengan degungan serangga bersayap memenuhi kesunyian tempat. Gelapnya langit-langit dan basahnya lantai lalu hewan dan serangga kotor yang mengelilingi tiap sudut area membuat tempat itu terlihat layaknya penjara ruang bawah tanah. Tempat kotor untuk orang berjiwa kotor, tetapi apakah benar tempat itu hanya dipenuhi orang-orang yang melakukan perbuatan berdosa?<br><br>Suara langkah kaki terdengar dengan jelas walaupun pemilik kaki tersebut berjalan dengan cukup pelan. Tanpa terlihat raut wajah yang menunjukkan ekspresi mual ataupun menjijikan karena kondisi tempat yang terlihat sangat kotor. Berjalan menuruni tangga dan melewati lorong-lorong di mana sel penjara yang ditempati tahanan terletak di tiap sisi kanan dan kiri. Dan disinilah sel penjara yang terletak di sudut kanan bagian ujung yang terlihat paling gelap dibandingkan dengan yang lainnya.<br><br><em>"Lama tidak berjumpa, Eva. Aku sangat senang kamu baik-baik saja."</em> Salamnya yang terdengar ramah dengan senyumannya yang sekilas terlihat sangat manis. Sylvia, dengan tidak ragu dia memasuki sel penjara itu lalu mendekati Evanora dimana kedua tangannya digantung dengan rantai dan tubuhnya yang penuh luka. Kantung mata gelap dan pucatnya Evanora terlihat dengan jelas di wajahnya. <br><br><em>"Aku menghargai bentuk 'pengorbananmu', para rakyat dan bangsawan bahkan keluarga kerajaan juga berterima kasih banyak. Bukankah itu bagus, Eva?"</em> Senyumnya yang semula terlihat manis kini berubah menjadi seringai. Sylvia memegang tangan kanan Evanora yang sedikit berdarah lalu mengusapnya pelan dengan ibu jari manisnya dan menjilatnya. <em>"Eva, 'pengorbananmu' akan berakhir begitu aku berhasil mencapai tujuanku."</em><br><br><em>".... Kamu selalu mengatakan 'pengorbanan' dan 'tujuan'. Aku tidak mengerti, apa yang kamu maksud?"</em> Evanora mulai berbicara dan mempertanyakan apa yang dimaksud oleh Sylvia. Yang diberikan pertanyaan hanya memberikan tatapan tajam seolah menusuk diri Evanora. <em>"Aku melakukan tugasku sebagai pelayan dewa dan sekarang aku ingin memberikan mereka yang terbaik layaknya Dewa yang memberikan keberkahan kepada makhluk hidup ciptaannya. Aku yakin kamu bisa langsung tahu karena kamu orang yang peka."</em> <br><br>Evanora yang mendengar jawabannya dan berusaha mencerna apa artinya langsung terkejut dan menatapnya dengan penuh kemarahan. <em>"Sylvia, kamu gila! Jika selangkah lagi kamu maju, kamu akan.... Akan...."</em> Mulutnya seketika tertutup rapat ketika melihat ekspresi lawan bicaranya. <em>"Tujuanku adalah hal yang mulia, kuharap kamu bisa mengerti dan tidak mengeluarkan ocehan tidak jelas." </em><br><br>Sylvia berbalik arah dan untuk beberapa detik dia menoleh ke arah belakang dan melihat Evanora yang terpuruk di tengah sakitnya penyiksaan dan takdir yang keji ketika dikendalikan oleh tangan manusia sendiri. <em>"Oh Evanora sayangku, tidak lama lagi kamu akan menuju tempat yang indah."</em> Dan disaat itulah jalinan takdir yang dipegang manusia berubah menjadi kenyataan yang paling kejam.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/9e476b4dd1fc7ebcbabf9630423ed741/WhatsApp_Image_2023_10_13_at_19_44_00_d03c5d38.jpg" />
         <pubDate>2023-10-07 04:42:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2736263322</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Takdir Mawar Hitam - Songfiction</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2888024465</link>
         <description><![CDATA[<p>Seorang gadis muda bernama Layla sedang duduk di meja belajarnya. Dia sedang membaca novel zaman penjajahan Jepang. Judul novelnya adalah <strong>"Kelopak Bunga Desa"</strong>. Kisah ini menceritakan tentang protagonis utama, seorang gadis desa yang bernama Dahlia Cahyati yang menjadi musuh bebuyutan wanita belanda dan antagonis utama Selena Van Amsberg<em> </em>akibat kalah mendapatkan sang pujaan hati. Kini Dahlia bertunangan dengan Hendrik van Dijk, komandan angkatan darat. Namun, ketegangan mulai muncul. Selena Van Amsberg kehilangan kesempatan untuk bisa bersama sang pria, memutuskan untuk melakukan apa pun untuk merebut kembali yang seharusnya menjadi miliknya dan membuat dia menjadi sosok antagonis.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Layla yang hampir menyelesaikan isi novel tersebut mulai merasa mengantuk. Sungguh, ceritanya mengandung banyak konflik berat bahkan politik juga ada di dalamnya dan itu membuat kepalanya berasap. Dia menutup buku tersebut dan melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 11 malam, sulit dipercaya dia sudah membaca novel lebih dari 2 jam. Wajar saja karena novel itu memiliki banyak bagian mengenai perebutan hak atau kekuasaan dan perseteruan antara&nbsp;rakyat Pribumi dan bangsawan Belanda, jadi butuh waktu untuk memahami konfliknya. Untungnya besok hari libur jadi tidak perlu pergi ke kampus, Layla pun langsung tertidur di meja belajarnya karena sudah mengantuk berat. Tanpa dia sadari, keesokan harinya dia bangun di tempat yang berbeda atau lebih tepatnya di dunia yang berbeda.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Dan seperti itulah apa yang diingat Layla setelah dia terbangun di kamar yang mewah dimana para pembantu dan pelayan sibuk melakukan pekerjaannya, ruangan yang megah bagaikan rumah bangsawan dan dia yang&nbsp;memakai gaun seperti model abad pertengahan.<br></p><p><em>"Hah....? Ini pasti mimpi."&nbsp;</em></p><p><br/></p><p>Layla mulai menampar dirinya sendiri, tidak hanya sekali bahkan sampai berkali-kali. Tapi, yang didapat bukanlah bangun dari mimpinya melainkan kondisinya tetap sama, dia bingung apa yang sebenarnya terjadi dan itu membuat beberapa pembantu kebingungan dan menatapnya dengan aneh.</p><p>&nbsp;</p><p><em>"Ada apa dengan Nona?"&nbsp;</em></p><p><em>"Entahlah, aku tidak tahu."&nbsp;</em></p><p><em>"Psst.. Aku yakin Nona sudah gila karena hari itu! "&nbsp;</em></p><p><em>"Hey kecilkan suaramu, bisa-bisa lidahmu akan dipotong."&nbsp;</em></p><p><em>"Kan benar, Nona muda sudah gila! Dari dulu seperti itu."&nbsp;</em></p><p><br/></p><p>Berbagai macam bisikan mulai keluar dari mulut para pembantu, ada satu perkataan yang membuat Layla tersadar. Nama Selena Van Amsberg, tokoh antagonis utama di cerita "Kelopak Bunga Desa". Layla langsung becermin dan melihat penampilannya, dia kaget. Dia benar-benar ada di dalam tubuh antagonis.&nbsp;</p><p><br/></p><p><em>"Apa.. Ini tidak mungkin.. Selena?"&nbsp;</em></p><p><br/></p><p>Sulit dipercaya bahwa dia kini menjadi antagonis utama di novel yang dia baca semalam, terlebih lagi tidak dibaca sampai akhir cerita. Dia kesal karena tidak tahu apa yang akan terjadi pada Selena di akhir cerita.&nbsp;</p><p><br/></p><p><em>"Nona, anda tidak apa-apa?"</em></p><p><br/></p><p>Tanya salah satu pembantu yang memiliki surai berwarna coklat dan netra berwarna coklat, penampilannya membuat Layla tahu kalau pembantu itu adalah satu-satunya orang yang selalu mendukung Selena walaupun pada akhirnya mati mengenaskan di tangan Selena sendiri akibat tidak menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.&nbsp;</p><p><br/></p><p><em>"Ya, tidak apa-apa.... Emily?"</em></p><p><em>"Ya, Nona? Apa ada yang bisa saya bantu?"</em></p><p><br/></p><p>Emily, nama pembantu itu. Kini bertanya dengan senyum kecil, Layla bisa merasakan aura kesetiaan yang dikeluarkannya.&nbsp;</p><p><br/></p><p><em>"Buatkan saya teh."</em></p><p><em>"Bagaimana dengan sarapannya?"</em></p><p><em>"Roti saja juga cukup."</em></p><p><em>"Baiklah, segera saya bawakan."</em></p><p><br/></p><p>Setelah Emily pergi, Layla langsung terbaring di kasur dan menghela napas panjang. Kini, dia benar-benar harus menghadapi situasi sulit di masa depan. Layla mulai beranjak dari kasur dan duduk di meja kerja. Mengambil pena dan kertas lalu mulai menulis ringkasan dari novel yang dibacanya dan menandai poin penting. Dengan ini, ia bisa memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya. Tidak hanya itu, ia tidak akan menjadi antagonis tapi tidak juga menjadi orang baik layaknya protagonis. Melainkan ia akan menyelesaikan masalah yang dibuat Selena sebelumnya dan menjadi karakter sampingan yang tidak ikut campur.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Layla atau kini Selena Van Amsberg, seorang antagonis yang akan mengubah takdir ceritanya dan mencari cara untuk kembali ke dunia asalnya.&nbsp;</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/3185b6b36958a492fd946db5896677d6/WhatsApp_Image_2024_02_19_at_18_22_00_222b7244.jpg" />
         <pubDate>2024-02-19 11:22:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2888024465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Catatan Merah</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2889278038</link>
         <description><![CDATA[<p>Semenjak kematian Lana, Dinda merasakan keanehan yang mengikutinya seminggu setelah hari pemakaman. Tidak ada yang tahu penyebab keaslian dari kematian Lana dan karena itulah pihak polisi mengasumimkannya sebagai upaya bunuh diri akibat depresi. Tetapi, Dinda tahu kebenarannya dan itulah yang membuatnya dihantui perasaan bersalah.</p><p><br/></p><p>Lana dikenal sebagai murid pendiam dan penyendiri yang kerap dijadikan sasaran pembulian Dinda dan teman-temannya untuk melepaskan rasa bosan dan menjadikan Lana sebagai mainan mereka. Mereka tidak sadar bahwa apa yang dilakukan memberikan pengaruh besar terhadap mental Lana. </p><p><br/></p><p>Dinda yang sadar terdapat buku harian di meja Lana mulai penasaran dan membaca isi buku tersebut. Dinda terkejut begitu mengetahui isinya karena dituliskan nasib dirinya bersama teman-temannya di masa depan dengan tragis. Semenjak itulah banyak kejadian mengerikan menimpa mereka satu per satu, bagaimanakah mereka menyelamatkan diri mereka dan menghindari teror amarah Lana?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/b19f56be8df605503bbd4fe65e554bf4/WhatsApp_Image_2024_02_20_at_18_11_48_9aa9f608.jpg" />
         <pubDate>2024-02-20 11:12:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2889278038</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suatu Kenangan - Songfiction</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2890824904</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiap detik tiap menit tiap jam bahkan tiada satu haripun pikiranku tidak pernah terjebak akan mengenang seluruh memori tentang dirimu, tidak peduli seberapa cepat atau lambat waktu berjalan. Kenangan yang selalu menghantui jiwa dan raga ini. </p><p><br></p><p>Diriku hanya bisa menatap sosokmu dalam kegelapan tanpa adanya secercah sinar yang menerangimu. Hanya ada aku dan kamu tapi pada kenyataannya yang tersisa adalah diriku sendiri, tanpa ada yang sosok yang menemani. </p><p><br></p><p>Satu-satunya kesedihan yang amat besar yang pernah ku rasakan adalah kehilanganmu, bahkan jika kamu benar-benar pergi dari dunia, aku tidak akan mengubah perasaan sampai hembusan terakhir nafasku.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/30b4c9e6699b28da923d7d2441adaf3b/IMG_20240221_183600.jpg" />
         <pubDate>2024-02-21 11:38:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/2890824904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lingkaran Kehidupan</title>
         <author>lukina_lvin</author>
         <link>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/3461209195</link>
         <description><![CDATA[<p>Jarum jam terus berputar, menandakan waktu yang terus berjalan. Matahari perlahan memanjat dari arah timur, sinarnya menembus sela-sela tirai jendela. Tak lama, terdengar suara nyaring dari meja kecil di samping kasur—alarm yang menandakan bahwa hari harus segera dimulai.</p><p><br/></p><p>Dengan gerakan malas, tangan langsung mematikan suara itu sebelum menjadi semakin mengganggu. Ia menguap, duduk perlahan, memandang ke arah jendela, lalu melihat jam. Ia menarik napas panjang—tak ada semangat yang terasa untuk memulai hari yang terasa... biasa saja.</p><p><br/></p><p>Kedua kakinya ia paksa keluar dari selimut yang hangat, lalu melangkah menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri, ia mengenakan pakaian kerja dan merapikan penampilannya. Di depan cermin, ia hanya melihat satu hal—rutinitas. Tidak ada yang berubah, hari ini pun terasa sama seperti kemarin.</p><p><br/></p><p>Sarapan pun ia siapkan: roti dan teh, menu yang sama setiap hari. Ia bisa saja membuat atau membeli makanan lain, tapi menurutnya tak ada bedanya. Sarapan hanyalah sarapan—makanan pagi untuk mengisi energi sebelum beraktivitas.</p><p><br/></p><p>Baru saja ia selesai makan, puluhan notifikasi sudah memenuhi layar ponselnya. Bagi sebagian orang itu mengganggu, tapi tidak baginya. Justru itu pertanda bahwa ada pekerjaan yang menantinya. Ia memang menyukai pekerjaannya—dari situlah ia bisa makan, minum, dan memenuhi kebutuhan hidup. Ia tidak hidup mewah, tapi juga tidak kekurangan. Sederhana, dan itu cukup baginya.</p><p><br/></p><p>Begitulah hidupnya. Bangun, makan, bekerja, pulang, istirahat. Terus berulang, seperti lingkaran tanpa ujung.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2169214964/5ce7df6123e96350a18490c74e50ee65/upscalemedia_transformed.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-21 12:03:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukina_lvin/nkw1n4ael1pzyuam/wish/3461209195</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
