<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Unbalanced Supply Chain by RIZKY CAESARIO PRABOWO</title>
      <link>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d</link>
      <description>Made with a creative frenzy</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-11-25 12:11:40 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2020-11-27 06:25:12 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Unbalanced Demand in Supply Chain</title>
         <author>rizkyprabowo</author>
         <link>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/959605627</link>
         <description><![CDATA[<div>Bahasan ini cukup penting mengingat demand yang tidak balance pada supply chain dapat menyebabkan operasi supply chain itu sendiri tidak berjalan sesuai dengan kodratnya. Perlu diketahui dari pembelajaran sebelumnya, satu rantai saja tidak beroperasi dengan baik, dapat menyebabkan rantai yang lain juga tidak dapat beroperasi secara maksimal. Untuk Demand yang tidak balance ini, pada supply chain akan memengaruhi proses produksi dan stock barang di inventory yang dikhawatirkan dapat terjadi overstocking. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://i0.wp.com/www.opuchowdhury.com/wp-content/uploads/2017/06/Customer-Demand.jpg?resize=1024%2C768" />
         <pubDate>2020-11-25 12:15:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/959605627</guid>
      </item>
      <item>
         <title>OverStocking</title>
         <author>rizkyprabowo</author>
         <link>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/959751413</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan pandangan supply chain, overstocking dapat diartikan sebagai beberapa maksud dan dampaknya, diantaranya:</div><ul><li>Terbatasnya kapasitas di warehouse untuk menyimpan stock dan mengakibatkan tingginya inventory holding cost.</li><li>Meningkatnya biaya yang dikenakan atas penyimpanan stock apabila kapasitas untuk menyimpan stock itu sendiri sudah tidak cukup.</li><li>Adanya kekhawatiran keusangan produk yang memiliki ketahanan penyimpanan singkat sehingga dapat terbuang sia-sia apabila tidak dijualkan kepada pelanggan.</li><li>Beralih dari poin ketiga, menyangkut profitability perusahaan, yang mana juga dapat dipengaruhi karena poin ketiga tersebut perusahaan terdesak untuk menjual barang dengan harga yang murah untuk menarik pembeli.</li><li>Adanya peningkatan biaya pekerja di warehouse untuk mengatur stock yang lebih dari kapasitasnya (menjadi sulit untuk dikelola).</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://assets.entrepreneur.com/content/3x2/1300/what-you-need-know-managing.jpg" />
         <pubDate>2020-11-25 13:16:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/959751413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Managing Unbalanced Demand in Supply Chain</title>
         <author>rizkyprabowo</author>
         <link>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/959791760</link>
         <description><![CDATA[<div>Hal yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatur ketidakseimbangan demand ini dengan peran Supply Chain Manager ialah:</div><ul><li>Melakukan forecasting/perkiraan terhadap jumlah permintaan pelanggan dari waktu ke waktu (periodic). Mengetahui hal ini dapat memberikan gambaran kepada manufaktur kapan dan berapa banyak goods yang harus diproduksi. Dengan begitu, diharapkan adanya keteraturan dan pencegahan produksi yang berlebih.</li><li>Dari forecasting yang telah dilakukan itu, maka didapatkanlah gambaran untuk inventory planning, production planning, production scheduling, dan procurement planning. Semua planning itu dapat berjalan sesuai skema (gambar) yang dicantumkan dalam post ini.</li><li>Inventory planning ini berdalih pada kuantitas yang optimal disertai timing yang pas juga untuk menyimpan stock di warehouse, yang dalam prosesnya sejajar dengan kapasitas perusahaan untuk memproduksi (production plan) dan melakukan penjualan.</li><li>Apabila inventory planning dapat dilaksanakan dengan baik, maka dampak bagi perusahaan ialah adanya perputaran uang (cash flow) bagi perusahaan secara berkala dan teratur, dimana akan ada anggaran baru lagi untuk membeli material atau bahan mentah untuk melakukan produksi lagi di manufaktur sehingga distribusi dan target penjualan dapat dicapai.</li><li>Melakukan planning dalam pengiriman bahan-bahan tersebut secara teratur dan berkala untuk mengejar schedule produksi dan memperhitungkan ketahanan dari bahan-bahan tersebut untuk sampai ke manufaktur. Gunanya, untuk dapat mem-erkirakan transportasi apa yang efisien dalam proses 'moving goods' ini.</li><li>Melakukan diskusi dengan channel-channel yang berperan dalam produksi seperti pemilik atau penjual bahan mentah, untuk melakukan kalibrasi terhadap perencanaan produksi dan pengaturan inventory.</li><li>Scheduling dan forecasting yang telah diterapkan, akan menghasilkan keputusan-keputusan apa saja yang harus diambil untuk mengorganisir supply chain agar lebih efisien. Contohya seperti perencanaan anggaran untuk inventory (biaya sewa dan pekerja), pembelian material, biaya pengiriman, dan biaya produksi (secara keseluruhan).</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://demand-planning.com/wp-content/uploads/2018/04/Linear-supply-chain.jpg" />
         <pubDate>2020-11-25 13:29:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/959791760</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggota Kelompok</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/960104714</link>
         <description><![CDATA[<div> Kelompok 3 <br>1.Fernando - 2201754324<br>2.Rio - 2201735331<br>3.Erni - 2201796251<br>4.Havez all ayyas - 2201819085<br>5.Muhammad Faiq - 2201803282<br>6.Angela Brigita Hamson - 2201813794<br>7.Regina Emilia - 2201728622<br>8.Vianny Ariesta - 2201735376<br>9.Michael bezita -2201732544</div>]]></description>
         <pubDate>2020-11-25 15:02:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/960104714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Conclusion</title>
         <author>Viannyariesta</author>
         <link>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/960679506</link>
         <description><![CDATA[<div>Faktor paling penting yang dapat mengakibatkan rendahnya efisiensi kegiatan logistik dan tingginya biaya logistik adalah ketidakpastian pada penawaran dan permintaan logistik. Penawaran dan permintaan logistik sangat penting dalam membangun respon yang cepat pada permintaan pelanggan dan supply chain management. Permasalahan yang mungkin terjadi adalah fluktuasi pada permintaan pasar yang dapat mengakibatkan overstocking. Untuk menghindari permasalahan tersebut, perusahaan perlu melakukan forecasting secara periodic untuk memperkirakan permintaan serta membuat inventory planning, production planning, production scheduling dan procurement planning. Dengan begitu, arus kas perusahaan dapat berjalan dengan lancar serta dapat meningkatkan efisiensi  kegiatan logistik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-25 17:24:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rizkyprabowo/njx9ujsyjf0kqv3d/wish/960679506</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
