<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Where I&#39;m from by Sitti Hajrah</title>
      <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b</link>
      <description>Post where you&#39;re from with a brief description of what it was like!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-28 06:28:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-01 00:20:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f91d.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>BBGTK Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Adiyaksa, Pandang, Makassar City, Sulawesi Selatan</title>
         <author>hajrah4</author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3529897007</link>
         <description><![CDATA[<p>Hajrah</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4167086548/98b33a7f0a536a3abb38e7e3c8e8def3/20221001_083130.jpg" />
         <pubDate>2025-07-28 06:33:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3529897007</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Katolik Makale, Tondon Mamullu, Tana Toraja Regency, South Sulawesi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3531977491</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang saya dapatkan hari ini yaitu bagaimana penerapan dimensi pembelajaran, assessment, dan elemen utama deep learning diaplikasikan dengan baik dan tepat dalam langkah-langkah pembelajaran </p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Perubahan yang dilakukan untuk menerapkan pembelajaran mendalam yaitu "student center", artinya pembelajaran harus berfokus pada siswa. Hal penting lainnya juga yaitu Metode pembelajaran harus tepat</p></li><li><p>Cara mengimplementasikan di kelas yaitu semua proses ataupun langkah-langkah pembelajaran yang disusun harus bisa mengeksplorasi kemampuan siswa, tentunya dengan memperhatikan kebutuhan siswa.</p></li><li><p>Tantangan yang akan dihadapi adalah sikap siswa yang selalu didominasi oleh rasa kurang percaya diri dan tdk punya motivasi belajar serta penetapan metode belajar yang kurang tepat oleh guru.</p></li><li><p>Selalu dan semakin berusaha untuk merefleksi proses pembelajaran serta mengapa dan juga merefleksi diri sendiri </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 09:47:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3531977491</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Katolik Pato Nonongan, Nonongan Utara, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3531999309</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang saya pelajari? Penerapan deep learning dalam langkah-langkah pembelajaran, asesment</p></li><li><p>Perubahan yang akan dilakukan yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai subjek utama dalam proses belajar, dan mendorong mereka mendesain perencanaan pembelajaran untuk lebih aktif</p></li><li><p>Cara mengimplementasikannya yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memimpin dan mendorong mereka untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran</p></li><li><p>Tantangan yang akan dihadapi yakni sikap tidak percaya diri pada siswa</p></li><li><p>Strategi untuk mengatasi tantangan yaitu terus berproses, merefleksi proses pembelajaran dalam kelas.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 10:35:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3531999309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP KATOLIK SUDIANG, Pai, Kota Makassar, Sulawesi Selatan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532121318</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang saya dapatkan dalam materi pelatihan ini adalah adanya perubahan dimensi profil lulusan, prinsip-prinsip pembelajaran, perbedaan PPB dengan PPT, serta kerangka pembelajaran yang lebih terstruktur dan mendalam</p></li><li><p>Perubahan yang akan saya lakukan untuk mewujudkan pembelajaran mendalam di kelas adalah menjadikan siswa sebagai pusat proses pembelajaran dan guru sebagai fasilitator </p></li><li><p>Cara mengimplementasikan: menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, melibatkan siswa dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, memberikan ruang kepada siswa untuk berekspresi, merancang lingkungan belajar yang kondusif, dan selalu memberikan umpan balik yang bermakna untuk hasil belajar siswa</p></li><li><p>Tantangan yang mungkin dihadapi adalah perubahan pemahaman dan kebiasaan (terlalu fokus pada konten dan dominan berorientasi pada hasil), serta karakteristik siswa yang beragam</p></li><li><p>Strategi untuk mengatasi tantangan tersebut adalah  mengubah mindset, mengikuti pelatihan dan berusaha menerapkannya secara bertahap.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 13:17:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532121318</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Frater Makassar, Jalan Thamrin, Baru, Makassar City, South Sulawesi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532166024</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 13:34:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532166024</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Katolik Renya Rosari Lili&#39;kira&#39;, Lili&#39;kira&#39;, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan</title>
         <author>franricardlangka13</author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532202410</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya belajar bahwa penilaian formatif sangat penting untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa, bukan hanya menilai hasil akhirnya.</p></li><li><p>Saya akan mengurangi ceramah dan lebih banyak memakai kegiatan nyata serta pembelajaran berbasis masalah agar siswa lebih mudah paham.</p></li><li><p>Saya akan mengajak siswa praktik langsung, bekerja kelompok, memakai media sederhana, serta memberi kuis atau pertanyaan singkat selama belajar.</p></li><li><p>Perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan media dan waktu, serta ada siswa yang masih kurang percaya diri.</p></li><li><p>Memberi bantuan tambahan bagi yang kesulitan, memakai benda sederhana di sekitar, melibatkan orang tua, memberi motivasi, dan memanfaatkan teknologi sederhana seperti Google Form atau kuis interaktif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 14:07:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532202410</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Frater Parepare, Jalan Veteran, Mallusetasi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan</title>
         <author>felisiatupa62</author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532237864</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 15:02:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532237864</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Frater Parepare, Jalan Veteran, Mallusetasi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan</title>
         <author>felisiatupa62</author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532266215</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang saya pelajari tentang asesmen adalah perbedaan antara asesmen formatif dan sumatif, tujuan dan fungsi asesmen formatif dan sumatif, jenis-jenis asesmen formatif dan tekhnik-tekhnik asesmen formatif.</p></li><li><p>Perubahan yang sy akan lakukan dalam mewujudkan pembelajaran yang mendalam adalah menggunakan metode pembelajaran aktif, mengembangkan keterampilan berfikir kritis.</p></li><li><p>Cara yang dapat saya gunakan saat mengimplementasikan asesmen adalah observasi, tes dan kuis, proyek dan tugas, diskusi dan presentasi, umpan balik</p></li><li><p>Tantangan yang saya hadapi saat melakukan asesmen adalah keterbatasan waktu, keterampilan asesmen, objektivitas, keterampilan siswa, keterbatasan sumber daya.</p></li><li><p>Usaha apa untuk mengatasi tantangan dalam melakukan asesmen adalah kerja sama, pengalokasian waktu yang efektif.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 16:00:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532266215</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Frater Raha, Lagasa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532419369</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 23:53:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532419369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Frater Parepare, Jalan Veteran, Mallusetasi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan</title>
         <author>ria261816</author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532419833</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>hal baru yang saya pelajari tentang asesmen, terutama dalam konteks <strong>pembelajaran mendalam</strong>, antara lain:</p><p>1. <strong>Asesmen bukan hanya untuk menilai, tapi untuk membimbing belajar</strong></p><ul><li><p>Asesmen bukan semata-mata untuk memberi nilai, tapi sebagai alat untuk <strong>mendampingi proses belajar siswa</strong> dan memberikan <strong>umpan balik yang membangun</strong>.</p></li></ul><p>2. <strong>Asesmen autentik lebih penting daripada tes pilihan ganda</strong></p><ul><li><p>Dalam pembelajaran mendalam, penilaian dilakukan lewat <strong>tugas nyata</strong>, seperti proyek, portofolio, debat, atau studi kasus—bukan hanya tes tertulis biasa.</p></li></ul><p>3. <strong>Fokus pada proses dan refleksi</strong></p><ul><li><p>Yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya, tapi juga <strong>proses berpikir, kerja sama, dan refleksi siswa</strong> atas apa yang mereka pelajari.</p></li></ul><p>4. <strong>Asesmen terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila</strong></p><ul><li><p>Asesmen dalam Kurikulum Merdeka juga bertujuan melihat sejauh mana siswa mengembangkan dimensi-dimensi <strong>Profil Pelajar Pancasila</strong>, seperti bernalar kritis, mandiri, dan gotong royong.</p></li></ul><p>5. <strong>Guru dan siswa sama-sama terlibat</strong></p><ul><li><p>Asesmen bersifat <strong>kolaboratif</strong>. Siswa bisa dilibatkan dalam penilaian diri dan teman sejawat, agar mereka belajar merefleksikan kekuatan dan kelemahan masing-masing.</p></li></ul></li><li><p> <strong>perubahan utama</strong> yang dilakukan untuk mewujudkan <strong>pembelajaran yang mendalam</strong>:</p><p> <strong>1. Perubahan Peran Guru</strong></p><ul><li><p>Dari <strong>pemberi materi</strong> menjadi <strong>fasilitator dan pendamping belajar</strong>.</p></li><li><p>Guru membimbing siswa membangun pemahaman, bukan sekadar menyampaikan informasi.</p></li></ul><p> <strong>2. Perubahan Metode Pembelajaran</strong></p><ul><li><p>Dari ceramah dan hafalan menjadi <strong>pembelajaran berbasis proyek, masalah, dan inkuiri</strong>.</p></li><li><p>Mendorong siswa <strong>meneliti, mengeksplorasi, dan memecahkan masalah nyata</strong>.</p></li></ul><p> <strong>3. Perubahan Tujuan Pembelajaran</strong></p><ul><li><p>Dari sekadar menguasai konten menjadi <strong>memahami konsep secara bermakna</strong> dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.</p></li><li><p>Fokus pada <strong>kompetensi dan karakter</strong>, bukan hanya nilai akademik.</p></li></ul><p> <strong>4. Perubahan Asesmen</strong></p><ul><li><p>Dari hanya menilai hasil akhir menjadi <strong>menilai proses, produk, dan refleksi siswa</strong>.</p></li><li><p>Lebih banyak menggunakan <strong>asesmen formatif dan autentik</strong>.</p></li></ul><p> <strong>5. Perubahan Sumber Belajar</strong></p><ul><li><p>Tidak terpaku pada buku teks, tetapi juga menggunakan <strong>sumber digital, lingkungan sekitar, dan kolaborasi antar siswa</strong>.</p><ol start="3"><li><p>Berikut adalah <strong>cara yang digunakan saat mengimplementasikan pembelajaran mendalam</strong>:</p><p><strong>1. Merancang Pembelajaran Berbasis Proyek atau Masalah</strong></p><ul><li><p>Guru menyusun aktivitas yang menantang siswa untuk <strong>menyelesaikan masalah nyata</strong> atau <strong>mengerjakan proyek kolaboratif</strong>.</p></li></ul><p> <strong>2. Mengaitkan Materi dengan Kehidupan Nyata</strong></p><ul><li><p>Materi pelajaran dikaitkan dengan <strong>isu kontekstual</strong>, agar siswa memahami relevansi pembelajaran dengan dunia sekitar.</p></li></ul><p> <strong>3. Mendorong Kegiatan Reflektif dan Kolaboratif</strong></p><ul><li><p>Siswa diajak untuk <strong>berdiskusi, bekerja sama, dan merefleksikan proses belajar</strong> mereka.</p></li></ul><p> <strong>4. Menggunakan Asesmen Formatif dan Autentik</strong></p><ul><li><p>Guru melakukan <strong>observasi, memberikan umpan balik, dan menilai proyek/tugas nyata</strong> siswa, bukan hanya tes pilihan ganda.</p></li></ul><p> <strong>5. Memberikan Ruang untuk Inkuiri dan Eksplorasi</strong></p><ul><li><p>Siswa diberi kesempatan untuk <strong>bertanya, mencoba, dan mengeksplorasi ide</strong> sendiri dengan bimbingan guru.</p></li></ul><p><strong>6. Menyesuaikan Peran Guru sebagai Fasilitator</strong></p><ul><li><p>Guru tidak dominan di depan kelas, tapi <strong>mendampingi proses belajar siswa secara aktif</strong>.</p></li></ul></li><li><p> <strong>tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam</strong>:</p><p> <strong>1. Keterbatasan Waktu</strong></p><ul><li><p>Pembelajaran mendalam membutuhkan waktu lebih lama karena fokus pada <strong>proses, diskusi, eksplorasi, dan refleksi</strong>, bukan sekadar menyelesaikan materi.</p></li></ul><p> <strong>2. Kesiapan Guru</strong></p><ul><li><p>Tidak semua guru terbiasa dengan peran sebagai <strong>fasilitator</strong> dan menggunakan metode pembelajaran aktif atau berbasis proyek.</p></li></ul><p> <strong>3. Kesiapan Siswa</strong></p><ul><li><p>Sebagian siswa belum terbiasa berpikir kritis, reflektif, dan mandiri, karena terbiasa dengan metode hafalan atau ceramah.</p></li></ul><p> <strong>4. Sarana dan Prasarana Terbatas</strong></p><ul><li><p>Pembelajaran mendalam sering membutuhkan <strong>alat, ruang belajar fleksibel, dan akses teknologi</strong> yang belum merata.</p></li></ul><p><strong>5. Penilaian yang Kompleks</strong></p><ul><li><p>Asesmen autentik dan proses sulit dilakukan jika guru tidak memiliki <strong>strategi dan instrumen yang tepat</strong>.</p></li></ul><p> <strong>6. Kurangnya Dukungan Lingkungan Sekolah</strong></p><ul><li><p>Tidak semua sekolah siap bertransformasi ke pendekatan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan fleksibel.</p><ol start="5"><li><p><strong>usaha atau solusi untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran mendalam</strong>:</p><p><strong>1. Perencanaan Waktu yang Efektif</strong></p><ul><li><p>Guru menyusun <strong>jadwal pembelajaran yang fleksibel</strong>, memprioritaskan kualitas pemahaman daripada kuantitas materi.</p></li></ul><p><strong>2. Pengembangan Kompetensi Guru</strong></p><ul><li><p>Mengikuti <strong>pelatihan, workshop, komunitas belajar</strong> untuk meningkatkan kemampuan dalam <strong>fasilitasi, asesmen autentik, dan desain proyek</strong>.</p></li></ul><p> <strong>3. Pembiasaan Bertahap kepada Siswa</strong></p><ul><li><p>Melatih siswa secara bertahap untuk <strong>berpikir kritis, reflektif, dan bekerja kolaboratif</strong>, melalui tugas-tugas sederhana yang meningkat tingkat kesulitannya.</p></li></ul><p> <strong>4. Pemanfaatan Sumber Belajar Alternatif</strong></p><ul><li><p>Gunakan <strong>alat seadanya, lingkungan sekitar, sumber digital, atau kerja sama antar siswa</strong> jika sarana terbatas.</p></li></ul><p> <strong>5. Penyederhanaan dan Variasi Penilaian</strong></p><ul><li><p>Membuat <strong>rubrik sederhana</strong>, memberi <strong>umpan balik lisan/tulisan</strong>, dan melakukan <strong>penilaian diri serta teman sejawat</strong>.</p></li></ul><p><strong>6. Dukungan dari Pihak Sekolah</strong></p><ul><li><p>Melibatkan kepala sekolah, rekan guru, dan orang tua dalam mendukung penerapan pembelajaran mendalam sebagai bagian dari <strong>budaya sekolah</strong>.</p></li></ul></li></ol></li></ul></li></ol><p><br/></p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 23:54:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532419833</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMPS REX MUNDI POMALAA, Jalan Poros Kolaka - Pomalaa, Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532596552</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal yang baru saya dapatakan bahwa dalam pembelajaran Deep Learning ini adalah penilaian Formatif, karena dari situ bisa melihat pemahan siswa apakah sudah tercapai pembelajaran yang diberikan atau belum. </p></li><li><p>Ketika dalam pembelajaran berlangsung Saya harus melihat keadaan siswa apa yang harus saya lakukan dalam kegiatan pembelajaran hari ini agar siswa mampu menerima dan mengerti dari pbelajaran yang di ajarkan hari ini. </p></li><li><p>Dalam mengimplementasikan saya memberikan kesempatan kepada siswa membentuk kelompok dan saling menyampaikan ide sehingga apa yang mereka peroleh bisa saling shering pendapatnya</p></li><li><p>Tantangannya sebagian  siswa kurang merespon atau memahami pembelajaran dengan baik kemudian keterbatasan media </p></li><li><p>Strategi.  Memberikan pembekalan bagi siswa dengan bantuan org tua atau media digital</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-31 04:09:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532596552</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Frater Makassar, Jalan Thamrin, Baru, Makassar City, South Sulawesi, Indonesia</title>
         <author>margarethaverawati1</author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532663906</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yg saya dapatkan selama mengikuti diklat ini adalah lebih memahami mengenai pembelajaran mendalam dimana bukan sekedar mengetahui tetapi mengerti dan mampu mengaplikasikannya di kehidupan .</p></li><li><p>Pembelajaran yg menggunakan metode ceramah diubah menejadi pembelajaran yg lebih aktif,kreatif,dan interaktif</p></li><li><p>Cara mengimplementasikan di kelas bisa dilakukan dengan cara kolaborasi antar murid dan mendorong murid untuk lebih aktif dalam pembelajaran.</p></li><li><p>Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu dan perbedaan karakteristik murid</p></li><li><p>Terus mencoba memperbaiki metode pembelajaran ,dan melakukan refleksi rutin terhadap proses pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-31 06:04:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3532663906</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Katolik Rajawali, Jalan Arief Rate, Losari, Makassar City, South Sulawesi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3533161945</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang saya pelajari hari ini yaitu asesmen sangat penting di lakukan dalam pembelajaran dimana asesmen membantu guru dan peserta didik untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai dan juga terlebih pada asesmen formatif berfokus pada bagaimana siswa belajar, bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka memecahkan masalah, dan bagaimana mereka berinteraksi dalam proses pembelajaran. Hasil produk (misalnya, nilai akhir tugas) hanya menjadi salah satu aspek dari penilaian, bukan satu-satunya fokus.&nbsp;</p></li><li><p>Perubahan yang dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran mendalam yaitu mengurangi metode ceramah dan juga pembelajaran harus kontekstual.</p></li><li><p>Cara mengimplementasikannya di kelas yaitu lebih banyak memberikan siswa kesempatan untuk berdiskusi/memberikan studi kasus, praktek langsung dan menggunakan media pembelajaran yang relevan.</p></li><li><p>Tantangan yang di hadapi yaitu ada peserta didik ada yang kurang fokus/ tidak tertarik dalam pembelajaran</p></li><li><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-31 15:01:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3533161945</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Katolik Rajawali, Jalan Arief Rate, Losari, Makassar City, South Sulawesi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3533179723</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang saya pelajari hari ini yaitu asesmen sangat penting di lakukan dalam pembelajaran dimana asesmen membantu guru dan peserta didik untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai dan juga terlebih pada asesmen formatif berfokus pada bagaimana siswa belajar, bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka memecahkan masalah, dan bagaimana mereka berinteraksi dalam proses pembelajaran. Hasil produk (misalnya, nilai akhir tugas) hanya menjadi salah satu aspek dari penilaian, bukan satu-satunya fokus.&nbsp;</p></li><li><p>Perubahan yang dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran mendalam yaitu mengurangi metode ceramah dan juga pembelajaran harus kontekstual.</p></li><li><p>Cara mengimplementasikannya di kelas yaitu lebih banyak memberikan siswa kesempatan untuk berdiskusi/memberikan studi kasus, praktek langsung dan menggunakan media pembelajaran yang relevan.</p></li><li><p>Tantangan yang di hadapi yaitu ada peserta didik ada yang kurang fokus/ tidak tertarik dalam pembelajaran.</p></li><li><p>Untuk mengatasi tantangan kita sebagai guru perlu mengetahui karakteristik peserta didik dan juga menyesuaikan metode pembelajaran yang digunakan, agar peserta didik tertarik mengikuti pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-31 15:35:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3533179723</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP Frater Raha, Lagasa, Muna Regency, South East Sulawesi</title>
         <author>merlinpado36</author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3533181653</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya belajar bahwa penilaian folrmatif sangat penting untuk diperhatikan karna dapat membantu perkembangan belajar siswa.</p></li><li><p>Mengubah metode yang digunakan dal am proses pembelajaran sehingga menjadi yang menggembirakan sehingga anak2 tidak merasa bosan.</p></li><li><p>dalam membuat siswa untuk bisa belajar materi yang mendalam dalam artian memahami dan mampu menerapkannya maka perlu menggunakan media yang tepat dan memberikan stimulus yang bagus guna menunjang peningkatan mutu belajar siswa.</p></li><li><p>karakteristik siswa yang berbeda, serta latar belakang serta kondisi mental atau psikis siswa yang kurang siap.</p></li><li><p>melakukan pendekatan dengan siswa, memberikan apresiasi dalam hal kecil sekalipun, memberi pujian dan membantu siswa yang kesulitan dalam menghadapi masalah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-31 15:40:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3533181653</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP KATOLIK BELIBIS, Jalan Belibis, Lette, Makassar City, South Sulawesi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3533317473</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang saya peroleh adalah pentingnya menggunakan student center daripada teache center dalam pemebelajaran</p></li><li><p>lebih sering menggunakan student center di kelas</p></li><li><p>memperhatikan gaya belajar siswa dan menerapkan metode belajar sesuai denganb kemam siswa</p></li><li><p>pelaksanaan RP yang tidak sesuai karen keterbatasan waaktu atau kondisi kelas yang tidak kondusif</p></li><li><p>lebih memperhatikan estimasi waktu saat membuat RP</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-31 22:53:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sittihajrah/nhefwrbcu8vvlu1b/wish/3533317473</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
