<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>𝑩𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈, 𝒎𝒚 𝒇𝒂𝒗𝒐𝒓𝒊𝒕𝒆 𝒄𝒊𝒕𝒊𝒆𝒔 𝒎𝒐𝒓𝒆 𝒕𝒉𝒂𝒏 𝒂𝒏𝒚 𝒄𝒊𝒕𝒚 𝒊𝒏 𝑰𝒏𝒅𝒐𝒏𝒆𝒔𝒊𝒂. by Regaf Prince, Soerijo.</title>
      <link>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity</link>
      <description>Made with love, confident and proudly for one of the most popular city that become my fav city, Bandung - West Java.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-16 13:20:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-29 09:31:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://images.unsplash.com/photo-1590476355683-96c1859f4658?ixid=Mnw3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8Nnx8YmFuZHVuZ3xlbnwwfHx8fDE2MjkxMjA0OTA&amp;ixlib=rb-1.2.1</url>
      </image>
      <item>
         <title>𝑩𝒊𝒓𝒕𝒉 𝒐𝒇 𝑩𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈, 𝒕𝒉𝒆 𝑭𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓 𝑪𝒊𝒕𝒚 𝒐𝒇 𝑾𝒆𝒔𝒕 𝑱𝒂𝒗𝒂.</title>
         <author>PRlNCE</author>
         <link>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680412887</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Pada Zaman Tersier <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kala">Kala</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Oligosen">Oligosen</a> (27 juta tahun yang lalu), pulau Jawa sekarang ini masih merupakan bagian dari laut dangkal yang memanjang dari <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rajamandala&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rajamandala</a> hingga <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pelabuhan_Ratu">Pelabuhan Ratu</a>. Bukti mengenai hal ini adalah ditemukannya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Terumbu_karang">terumbu karang</a> purbakala di perbukitan kapur kawasan karst <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Citatah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Citatah</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rajamandala&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rajamandala</a>. Proses pengangkatan kerak bumi selama jutaan tahun membentuk lipatan, patahan, dan retakan, sehingga pantai utara Pulau Jawa berada di titik <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pangalengan">Pangalengan</a>.<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Kota_Bandung#cite_note-b22-2"><sup>[2]</sup></a> Bukit-bukit kapur yang terangkat itu juga mengalami proses pelarutan dan <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karstifikasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">karstifikasi</a>, sehingga terbentuk saluran-saluran air yang terus membesar menjadi sungai bawah tanah dan goa-goa, antara lain <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gua_Sanghyang_Poek&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gua Sanghyang Poek</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gua_Bancana&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gua Bancana</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gua_Pawon">Gua Pawon</a>.<br><br></div><div><br>Sekitar empat juta tahun lalu (Kala <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pliosen">Pliosen</a>) terjadi akitivitas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vulkanik">vulkanik</a> di selatan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cimahi">Cimahi</a>. Di tempat itu muncul beberapa gunung seperti <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_Lagadar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gunung Lagadar</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_Selacau&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gunung Selacau</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Lalakon">Gunung Lalakon</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_Paseban&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gunung Paseban</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_Singa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gunung Singa</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_Pasir_Pancir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gunung Pasir Pancir</a> dan lain-lain.<br><br></div><div><br>Lama kelamaan, aktivitas vulkanik bergeser ke arah utara. Pada Kala <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pleistosen_Akhir">Pleistosen Akhir</a> (sekitar 500.000 tahun yang lalu), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sunda">Gunung Sunda</a> purba di bagian utara Bandung sekarang meletus berkali-kali, sehingga mengambrukkan tubuhnya dan membentuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kaldera_Sunda">Kaldera Sunda</a> yang dipagari jajaran perbukitan di Bandung Utara dan Timur. Bentukan alam inilah yang merupakan cikal bakal wilayah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cekungan_Bandung">Cekungan Bandung</a> sekarang. Pada kala yang sama terjadi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Patahan_Lembang">Patahan Lembang</a> yang memanjang dari arah barat (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cisarua">Cisarua</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lembang">Lembang</a>) ke timur (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Manglayang">Gunung Manglayang</a>).<br><br><br>Sekitar 125.000 tahun yang lalu terjadi letusan Gunung <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tangkuban_Parahu">Tangkuban Parahu</a> berkali-kali. Material letusannya sebagian mengisi Patahan Lembang, dan sebagian lagi membendung sungai <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ci_Tarum">Ci Tarum</a> purba di utara <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Padalarang">Padalarang</a> sehingga terbentuklah <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Danau_Bandung_Purb&amp;action=edit&amp;redlink=1">Situ Hyang</a> atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Bandung_Purba">Danau Bandung Purba</a> di Cekungan Bandung yang terbentang dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cicalengka">Cicalengka</a> di timur sampai Padalarang di barat dan dari <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bukit_Dago&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bukit Dago</a> di utara sampai <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Soreang">Soreang</a> di selatan.<br><br></div><div><br>Letusan berikutnya terjadi sekitar 55.000 tahun yang lalu, material letusannya mengalir ke selatan, menutupi wilayah yang sangat luas dan memisahkan Danau Purba Bandung menjadi dua bagian, yaitu Danau Bandung Purba Barat dan Danau Bandung Purba Timur.<br><br></div><div><br>Pada saat Bandung menjadi danau yang sangat besar, air genangannya mulai mengikis tebing di perbukitan sisi barat. Gempa bumi di jalur patahan yang yang banyak mengiris Cekungan Bandung telah memberikan jalan bagi air untuk membobol Danau Bandung Purba. Pelepasan air danau terjadi pada saat memasuki celah-celah antara <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasir_Kiara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pasir Kiara</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasir_Larang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pasir Larang</a> hingga akhirnya Situ Hyang menyusut di suatu lembah sempit yang dikenal dengan sebutan <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cukang_Rahong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Cukang Rahong</a> untuk Danau Bandung Purba Barat, dan <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Curug_Jompong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Curug Jompong</a> untuk Danau Bandung Purba Timur.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1605953370/bjbb9luprcsct1u9x1nn.jpg" />
         <pubDate>2021-08-16 13:37:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680412887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>𝑻𝒉𝒆 𝑷𝒂𝒓𝒊𝒔 𝑽𝒂𝒏 𝑱𝒂𝒗𝒂.</title>
         <author>PRlNCE</author>
         <link>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680417926</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Pada bulan Desember 1799, VOC mengalami kebangkrutan sehingga seluruh aset dan kekuasaannya diambil alih oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Batavia">Republik Batavia</a> (1795-1806). Pada tahun 1806, Kaisar Prancis <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Napoleon_Bonaparte">Napoleon Bonaparte</a> mendirikan Republik Batavia sebagai penerus Kerajaan Belanda, dengan mengangkat adiknya, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Louis_Napoleon">Louis Napoleon</a> (Lodewijk Napolen), sebagai raja.<br><br></div><div><br>Untuk mempertahankan wilayah koloninya dari ancaman Inggris, Louis Napoleon mengangkat seorang yang berpengalaman dalam militer bernama <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Herman_Willem_Daendels">Herman Willem Daendels</a> sebagai Gubernur jenderal Hindia Belanda antara tahun 1808-1811, dengan misi utama mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Daendels berpendapat bahwa mobilisasi darat lebih sesuai untuk mempertahankan Jawa dari serangan Inggris, sebab Inggris mempunyai kekuatan armada laut yang unggul pada saat itu.mOleh karena itu salah satu misinya adalah membangun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Raya_Pos">Jalan Raya Pos</a> (<em>Groote Postweg</em>) yang membentang menghubungkan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Anyer">Anyer</a> di ujung barat Pulau Jawa hingga <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Panarukan">Panarukan</a> di ujung timur Jawa sepanjang 1000 km.</div><div><br>Jalan Raya Pos berdampak besar, tidak hanya terhadap perkembangan pulau Jawa secara umum namun juga kota-kota yang dilaluinya. Bandung salah satu contohnya. Pada awalnya, Jalan Raya Pos berjarak 11 km di utara Krapyak, ibu kota Kabupaten Bandung saat itu. Daendels memerintahkan kepada Bupati Bandung ke-6, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/R.A._Wiranatakusumah_II">R.A. Wiranatakusumah II</a> (1794-1829)<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Kota_Bandung#cite_note-h20-12"><sup>[</sup></a>untuk membangun ibu kota Bandung yang baru di sekitar jalan tersebut. Ucapan Daendels yang terkenal adalah: <em>"Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd"</em> (Usahakan, bila saya datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun).<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://i.pinimg.com/originals/46/d1/25/46d125328f22a650f6495f00484c6664.jpg" />
         <pubDate>2021-08-16 13:40:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680417926</guid>
      </item>
      <item>
         <title>𝑪𝒊𝒕𝒚 𝒐𝒇 𝑲𝒊𝒏𝒅𝒏𝒆𝒔𝒔 𝑷𝒆𝒐𝒑𝒍𝒆.</title>
         <author>PRlNCE</author>
         <link>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680422401</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Wiranatakusumah II kemudian memilih sebuah lokasi di dekat sumber mata air yang bernama <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sumur_Bandung">Sumur Bandung</a>. Dalam <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sunda">Bahasa Sunda</a>, Sumur Bandung berarti sumur yang berpasangan atau berhadapan (dari kata <em>bandungan</em>). Kedua sumur tersebut berada di tepi barat <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Cikapundung">Sungai Cikapundung</a>. Satu sumur terletak di <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bale_Sumur_Bandung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bale Sumur Bandung</a> atau Gedung PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, Jalan Asia Afrika. Sedangkan sumur lainnya berada di bawah bangunan bekas kompleks pertokoan Miramar, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Alun-alun_Bandung">Alun-alun Bandung</a>.<br><br></div><div><br>Sesuai dengan konsep tata ruang tradisional, Bupati R.A. Wiranatakusumah II dan sejumlah rakyatnya membangun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pendopo_Kabupaten_Bandung">Pendopo</a> di sisi selatan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Alun-alun_Bandung">Alun-alun Bandung</a>, menghadap ke arah Gunung Tangkuban Parahu yang merupakan simbol kepercayaan sejarah masyarakat Sunda. Sedangkan Masjid Agung Bandung (sekarang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Bandung">Masjid Raya Bandung</a>) dibangun di sisi barat alun-alun, dan pasar terletak di sisi timur.<br><br></div><div><br>Dengan sebuah <em>besluit</em> pemerintahan Hindia Belanda tanggal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/25_September">25 September</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1810">1810</a>, Kota Bandung dinyatakan sebagai ibu kota Kabupaten Bandung, sehingga tanggal 25 September ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bandung.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSJmR0BgGfuyMC6bOgyPiLv_bi869_BvkD7jkd_QLpeLzBmVpadMqORwsQWjNgeZLUL_rE&amp;usqp=CAU" />
         <pubDate>2021-08-16 13:43:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680422401</guid>
      </item>
      <item>
         <title>𝑪𝒐𝒐𝒍, 𝑪𝒐𝒎𝒇𝒚 𝒂𝒏𝒅 𝒕𝒉𝒆 𝒔𝒘𝒆𝒆𝒕𝒏𝒆𝒔𝒔 𝒐𝒇 𝑩𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈.</title>
         <author>PRlNCE</author>
         <link>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680425960</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Pada masa pemerintahan Bupati <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=R.A._Wiranatakusumah_IV&amp;action=edit&amp;redlink=1">R.A. Wiranatakusumah IV</a> (1846-1874) yang dikenal dengan julukan Dalem Bintang, ibu kota <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Priangan">Karesidenan Priangan</a> dipindahkan dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cianjur">Cianjur</a> ke Bandung berdasarkan <em>besluit</em> Nomor 18 tanggal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus">17 Agustus</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1864">1864</a>. Rumah Residen Priangan yang terletak di <em>Residentsweg</em> (Jalan Pasar Baru, sekarang Jalan Otto Iskandar Dinata) dibangun tahun 1867, sedangkan Kantor <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Residen">Residen</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Priangan">Priangan</a> dibangun di sisi timur Hotel <em>Post Road</em> yang kemudian menjadi Hotel <em>Savoy Homann</em>.<br><br></div><div><br>Pada tanggal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1_April">1 April</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1906">1906</a> Gubernur Jenderal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Yohannes_Benedictus_van_Heutsz">J.B. Van Heutz</a> dengan <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ordonansi&amp;action=edit&amp;redlink=1">ordonansi</a> tanggal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2_Februari">2 Februari</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1906">1906</a> yang diundangkan tanggal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1_Maret">1 Maret</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1906">1906</a> menetapkan Kota Bandung ditingkatkan statusnya menjadi Pemerintah Kota (<em>Gemeente</em>). Sejak itulah Kota Bandung resmi lepas dari Kabupaten Bandung, walaupun ibu kota Kabupaten Bandung masih terletak di Kota Bandung.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://mooibandoeng.files.wordpress.com/2013/06/bandung-jalan-braga-toko-van-dorp.jpg?w=640" />
         <pubDate>2021-08-16 13:45:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680425960</guid>
      </item>
      <item>
         <title>𝑻𝒉𝒆 𝑴𝒆𝒕𝒓𝒐𝒑𝒐𝒍𝒊𝒕𝒂𝒏, 𝑩𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈 𝑷𝒂𝒓𝒊𝒔 𝑽𝒂𝒏 𝑱𝒂𝒗𝒂.</title>
         <author>PRlNCE</author>
         <link>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680435310</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br>Suasana Sejuk</strong></div><div>&nbsp;</div><div>Sudah bukan rahasia lagi Bandung memiliki iklim yang sejuk. Dikelilingi bukit dan pegunungan ditambah dengan masih banyaknya pepohonan, membuat Bandung menjadi kota yang asri dan menenangkan.</div><div>&nbsp;</div><div>Tak heran bila di sini juga&nbsp; banyak tujuan wisata alam. Selain pegunungan ada hutan lindung, kebun teh hingga air terjun.</div><div>&nbsp;<br><strong><br>Banyak Lokasi Bersejarah</strong></div><div>&nbsp;</div><div>Bandung juga merupakan kota dengan peninggalan sejarah yang tak sedikit, terutama pada zaman kolonial.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Kita bisa melihat banyak bangunan tua yang estetis misalnya saja Gedung Merdeka, Gedung Sate, hingga deretan bangunan yang ada di Jalan Braga. Bahkan ada banyak pusat pendidikan dan rumah sakit yang bentuknya tidak diubah sejak zaman Belanda.<br><br><strong><br>Kota yang Romantis<br></strong><br></div><div>Julukan Paris van Java yang disematkan tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya Bandung terkenal akan arsitektur <em>art deco</em>-nya yang merupakan salah satu ciri khas bangunan di Paris.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Tak hanya corak bangunannya yang mengingatkan kita akan romantisme Kota Paris, Bandung pun sudah dikenal sebagai kota mode sejak lama seperti halnya Paris sebagai pusat mode dunia.</div><div>&nbsp;</div><div><strong><br>Surga Kuliner<br></strong><br></div><div>Salah satu keuntungan dari tinggal di Bandung ialah kita bisa dengan mudah menemukan makanan enak hampir dimana saja.</div><div>&nbsp;</div><div>Ada banyak restoran yang menyuguhkan makanan lokal, <em>western food</em>, <em>Chinese food </em>dengan cita rasa yang tidak main-main.</div><div>&nbsp;</div><div>Tak hanya restoran, makanan pinggir jalan alias <em>street food </em>di Bandung juga memiliki tempat istimewa di hati banyak orang.</div><div>&nbsp;</div><div>Selain itu, café atau tempat <em>ngopi</em> juga banyak ditemukan di hampir setiap sudut. Jadi, jika kita ingin <em>hangout </em>dengan teman, tak akan sulit menemukan pilihan tempat yang menarik dan nyaman.</div><div>&nbsp;<br><strong><br>Memiliki Fasilitas Pendidikan yang Berkualitas</strong><br><br></div><div>&nbsp;</div><div>Bandung juga unggul dalam fasilitas pendidikannya, sehingga tak heran banyak pelajar luar daerah yang mengenyam pendidikan di Kota Kembang ini.</div><div>&nbsp;</div><div>Kita bisa dengan mudah menemukan sekolah negeri dan swasta yang berkualitas. Bahkan, perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Telkom, Universitas Maranatha, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia ada di sini.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://d3p0bla3numw14.cloudfront.net/news-content/img/2021/06/15114953/Tinggal-di-Bandung.jpg" />
         <pubDate>2021-08-16 13:51:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/PRlNCE/favoritcity/wish/1680435310</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
