<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>OnlineProject by Rahma Aulia</title>
      <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt</link>
      <description>attach ur blog&#39;s content here!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-23 03:52:49 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-10-25 15:03:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f433.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Dampak COVID 19 terhadap sistem pendidikan di Indonesia : </title>
         <author>rahmaulia999</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2352049291</link>
         <description><![CDATA[<div><br>1. Abstrak (COVID tersebar di Indonesia)<br>2. Dampak (COVID terhadap proses KBM &amp; kesulitan)<br>3. Pergantian kurikulum<br>4. Kebijakan pemerintah&nbsp;<br>5. Solusi dari pemerintah<br>6. Tindakan langsung yang kita implementasikan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-23 03:55:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2352049291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Coretan bagian Abstrak</title>
         <author>suciwahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2352916963</link>
         <description><![CDATA[<div>Saat ini, dunia menghadapi masalah besar. Berawal dari merebaknya penyakit yang disebabkan oleh virus yang biasa dikenal dengan Covid 19, dunia dihebohkan dengan perubahan yang semakin mengkhawatirkan di hampir setiap aspek kehidupan.<br>Perekonomian dunia yang semakin melemah dan hubungan sosial yang semakin menurun mengakibatkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama,<br>Semua orang merasakan dampak dari virus COVID-19, terutama di bidang pendidikan. Kita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pandemi COVID-19 akan membawa perubahan dramatis dalam pendidikan.<br>Saat ini pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan, salah satunya membatalkan semua kegiatan institusi pendidikan (tatap muka), hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid 19. Hal ini tentunya berdampak signifikan terhadap perkembangan pendidikan anak, saat ini anak perlu belajar mandiri, pembelajaran online (dalam jaringan).<br>Pembelajaran online adalah sistem pembelajaran dimana tidak ada tatap muka langsung antara guru dan siswa, tetapi pembelajaran berlangsung melalui jaringan internet. Hal ini menjadi tantangan besar bagi guru, karena dalam hal ini guru juga harus mampu mengelola, merancang media pembelajaran (media online) untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mencegah atau memprediksi kebosanan siswa selama proses pembelajaran. model online.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 03:27:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2352916963</guid>
      </item>
      <item>
         <title>coretan abstrak 2</title>
         <author>suciwahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2352936285</link>
         <description><![CDATA[<div>Awal kemunculan Covid-19 pertama kali muncul diduga di pasar hewan kota Wuhan, China. Sampai akhirnya menyebar dan menjadi pusat perhatian Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu. Untuk pertama kalinya, pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid - 19 di Indonesia. Sejak munculnya wabah <a href="https://www.suara.com/tag/virus-corona"><strong>virus corona</strong></a>, timbul berbagai masalah. Sebab virus tersebut tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian dunia, serta mempengaruhi kehidupan sosial di berbagai negara.<br><br></div><div>Salah satunya yaitu dalam dunia <a href="https://www.suara.com/tag/pendidikan-di-indonesia"><strong>pendidikan di Indonesia</strong></a>, yang sebelumnya pembelajaran dilakukan secara tatap muka (luring), tetapi pada masa Pandemi ini sistem pembelajaran tersebut tidak lagi berlaku, guna mengurangi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.<br><br></div><div>Pada awalnya pemerintah menerapkan Kebijakan berupa <em>Social Distancing</em> atau pembatasan sosial yang dilakukan di Indonesia selama dua minggu. Pemerintah berharap dengan di lakukannya kebijakan <em>Social Distancing</em> tersebut dapat mengurangi penyebaran Virus Covid-19.<br><br></div><div>Namun, ternyata kebijakan tersebut tidak dapat mengurangi penyebaran Covid–19. Hingga pada akhirnya pemerintah meliburkan berbagai tingkat jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.<br><br></div><div>Pemerintah melakukan berbagai cara agar Pendidikan bisa terus berjalan di era Pandemi ini, karena pendidikan merupakan aset yang sangat penting bagi sebuah bangsa demi kemajuan suatu negara.<br><br></div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 03:48:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2352936285</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CORETAN ABSTRAK 3</title>
         <author>suciwahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2352965089</link>
         <description><![CDATA[<div>The temporary closure of all educational institutions to prevent the global spread of Covid-19 has affected millions of students, including in Indonesia. Disruption of the teaching and learning process directly between teachers and students and the cessation of learning assessments can have a psychological effect on students which leads to a decrease in the quality of skills. This burden is the responsibility of all education sectors, especially the government, to encourage the sustainability of schools and distance learning for all stakeholders in the education sector. How Indonesia should plan, prepare for, and address collective recovery19 to reduce future education losses.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 04:25:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2352965089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FINAL ABSTRACK </title>
         <author>suciwahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2353135713</link>
         <description><![CDATA[<div>We are already familiar with the Covid-19 virus which has spread widely throughout the country, not only in Indonesia but also throughout the world. The beginning of emergence of Covid-19 first appeared allegedly in the animal market of the city of Wuhan, China. Until it finally spread and became the center of Indonesia's attention in March 2020. For the first time, the government announced two positive cases of Covid-19 patients in Indonesia. Since the emergence of the coronavirus outbreak, various problems have arisen. Because the virus does not only attack humans, but also has an impact on the world economy and affects social life in various countries, including the field of education. <br>In the field of education in Indonesia, previously learning was carried out face-to-face (offline), but during this Pandemic, the learning system is no longer valid, to reduce the spread of the Covid-19 virus in Indonesia.<br>Disruption of the teaching and learning process directly between teachers and students and the cessation of learning assessments can have a psychological effect on students, leading to a decrease in the quality of skills. This burden is the responsibility of all education sectors, especially the government, to encourage the sustainability of schools and distance learning for all stakeholders in the education sector.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 07:14:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2353135713</guid>
      </item>
      <item>
         <title>coretan bagian 2</title>
         <author>suciwahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2353512910</link>
         <description><![CDATA[<div>Awalnya, pemerintah menerapkan kebijakan dua minggu di Indonesia berupa social distancing atau pembatasan sosial. Pemerintah berharap kebijakan social distancing akan mengurangi penyebaran virus Covid-19.<br><br>Namun, kebijakan tersebut belum terbukti mampu menekan penyebaran Covid-19. Hingga akhirnya, pemerintah menutup semua jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga universitas, untuk jangka waktu yang belum ditentukan.<br><br>Berbagai cara ditempuh pemerintah agar pendidikan tetap berjalan di era pandemi ini karena pendidikan merupakan aset yang sangat penting bagi suatu bangsa untuk maju.<br>Pemerintah akhirnya membuat kebijakan baru dengan cara menerapkan sistem pembelajaran dari rumah masing-masing yaitu daring (Pembelajaran dalam jaringan) melalui berbagai platfrom mulai dari aplikasi zoom, google meet, e- learning, e- student dan media pembelajaran lainnya.<br><br>Metode tersebut memanfaatkan jaringan online yang sudah pasti terhubung dengan internet dengan tetap berada di rumah masing- masing dan mengerjakan seluruh kegiatan pembelajaran melalui online.<br>Teknik Pendidikan daring tersebut dilakukan oleh berbagai tingkatan jenjang Pendidikan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Dalam pembelajaran daring, biasanya para siswa dan mahasiswa dituntut agar lebih kreatif seperti diberi tugas untuk membuat konten di Youtube yang berisi materi pembelajaran, membuat artikel yang informatif, memposting video yang berisi pengetahuan di berbagai sosial media. <br>Namun, di samping itu terdapat sisi positif dalam sistem pembelajaran daring, salah satunya yaitu orang yang tadinya tidak mengerti menggunakan teknologi seperti handphone atau laptop, jadi mengerti semenjak diberlakukannya pembelajaran daring serta <em>work from home, </em>karena masyarakat di Indonesia diharuskan untuk menggunakan teknologi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 12:44:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2353512910</guid>
      </item>
      <item>
         <title>coretan bagian 2</title>
         <author>suciwahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2353540026</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memindahkan proses pembelajaran dari sekolah/madrasah menjadi di rumah, membuat kelimpungan banyak pihak. Ketidaksiapan stakeholder sekolah/madrasah melaksanakan pembelajaran daring menjadi faktor utama kekacauan ini, walaupun sebenarnya pemerintah memberikan alternatif solusi dalam memberikan penilaian terhadap siswa sebagai syarat kenaikan atau kelulusan dari lembaga pendidikan disaat situasi darurat seperti saat ini.</div><div><br>Peralihan cara pembelajaran ini memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur yang sekiranya bisa ditempuh agar pembelajaran dapat berlangsung, dan yang menjadi pilihan adalah dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran daring. Penggunaan teknologi ini juga sebenarnya bukan tanpa masalah, banyak faktor yang menghambat terlaksananya efektifitas pembelajaran daring ini antara lain :</div><div><br>Pertama, Penguasaan teknologi yang masih rendah Harus diakui bahwa tidak semua guru melek teknologi terutama guru generasi X (lahir tahun 1980 ke bawah) yang pada masa mereka penggunaan teknologi belum begitu masif. Sebenarnya mereka bukan tidak bisa kalau mau belajar, pasti mampu karena prinsipnya guru adalah manusia pemelajar yang harus selalu siap menghadapi perubahan zaman sekaligus mengikuti perkembangannya.</div><div><br>Keadaan hampir sama juga di alami oleh para siswa, tidak semua sudah terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Di sekolah pun mereka harus rebutan dalam menggunakan perangkat teknologi pendukung pembelajaran karena keterbatasan sarana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah bahkan mungkin mereka tidak dikenalkan teknologi dalam pembelajaran.</div><div><br>Kedua, keterbatasan sarana dan prasarana Kepemilikan perangkat pendukung teknologi juga menjadi masalah tersendiri. Bukan rahasia umum bahwa kesejahteran guru masih sangat rendah, jadi jangankan untuk memenuhi hal-hal tersebut, untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya saja masih banyak guru yang kesulitan.</div><div><br>Hal yang sama pun terjadi pada siswa, karena tidak semua orangtua mereka mampu memberikan fasilitas teknologi kepada anak-anaknya. Bahkan kalau pun mereka punya fasilitas namun tidak digunakan untuk media pendukung pembelajaran, karena ketidaktahuan orang tua dalam membimbing anaknya untuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.</div><div><br>Ketiga, jaringan internet Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari penggunaan jaringan internet. Tidak semua sekolah/madrasah sudah terkoneksi ke internet sehingga guru-gurunya pun dalam keseharian belum terbiasa dalam memanfaatkannya. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang jaringan yang tidak stabil karena letak geografis yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler.</div><div><br></div><div><br>Keempat, biaya Jaringan internet yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran daring menjadi masalah tersendiri bagi guru dan siswa. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak dan banyak diantara guru juga orang tua siswa yang tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet.</div><div><br>Metode pembelajaran daring ini sebenarnya sudah bukan barang baru, sebab di beberapa negara terutama di negara maju kegiatan ini sudah terbiasa. Proses pembelajaran di perguruan tinggi apalagi, tidak hanya di luar negeri namun di Indonesia juga sudah terbiasa dilaksanakan, namun untuk pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah belum begitu populer sehingga diperlukan persiapan yang sungguh-sungguh agar bisa berjalan dengan baik.</div><div><br>Peran pemerintah sangat penting dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan sistem pendidikan nasional. Semua lembaga pendidikan harus taat dan patuh terhadap aturan yang ditetapkanya, sebab pendidikan nasional memiliki tujuan yang sama dalam upaya membangun bangsa. Dalam situasi darurat seperti saat ini karena pandemic covid-19, pemerintah dengan cepat mengeluarkan kebijakan mengenai pelaksanaan pembelajaran daring yang harus dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan, walaupun aturannya belum mengikat.</div><div><br>Dalam situasi yang lain, kebijakan ini mungkin saja akan dilanjutkan dengan sudut pandang yang lain. Kemajuan teknologi yang memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran daring, juga melihat budaya masyarakat yang sudah melek teknologi, tidak mustahil kebijakan ini akan berlanjut dan menjadi ketetapan yang dibuat oleh pemerintah untuk dilaksanakan. Saya menyakini bahwa metode ini akan menjadi cara yang biasa dilakukan dalam PBM di masa yang akan datang.</div><div><br>Pemerintah pasti sudah menyiapkan aturan untuk menetapkan kebijakan ini, sebab memperhatikan masyarakat global yang tidak bisa lepas dari teknologi/internet saat ini. Indonesia mau tidak mau harus mengikuti trend yang sedang berjalan kalau tidak mau tertinggal oleh negara-negara lain. Setelah menetapkan kebijakan ini pemerintah juga seharusnya memperhatikan perangkat pendukung agar masyarakat bisa mengikuti kebijakan ini dengan baik tanpa ekses negatif dan membuat permasalahan baru, sebab keberagaman kemampuan ekonomi, sosial, geografi dan lain sebagainya yang ada di Indonesia.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 13:00:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2353540026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>what i discovered</title>
         <author>rahmaulia999</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2355617092</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia is one of the countries infected with the Covid-19 pandemic. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by the acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). So that it has an impact on the community and students cannot meet directly on campus or in public places. Based on Nielsen's research entitled "Race Against the Virus, Indonesian Consumer Response towards COVID-19," revealed that as many as 50% of Indonesians have begun to reduce their activities outside the home, and 30% of them said that they plan to shop online more often. Likewise, teaching and learning activities are carried out from home, and even work is carried out from the home to reduce the transmission of Covid-19.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-25 15:01:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2355617092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>curriculum change</title>
         <author>rahmaulia999</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2355619533</link>
         <description><![CDATA[<div>Curriculum the function of the curriculum is as a means to measure self-efficacy and education consumption. This is also related to the pursuit of targets that make students able to easily understand various materials or carry out the learning process every day with ease. The curriculum is a very important thing. Without the right curriculum, students will not get the appropriate learning targets. Of course, everything is adjusted to the needs of students in their respective eras. In February 2022, the Ministry of Education and Culture officially launched an independent curriculum.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-25 15:02:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2355619533</guid>
      </item>
      <item>
         <title>coretan dlu ya</title>
         <author>rahmaulia999</author>
         <link>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2355620754</link>
         <description><![CDATA[<div>The announcement was made after the outbreak from Wuhan, China, spread to at least 114 countries. Where as many as eight countries of which reported cases of infection of more than 1,000. This is the first time the WHO has labeled the outbreak a pandemic since the last one in 2009. That year it designated the H1N1 "swine flu" outbreak a pandemic. At that time the H1N1 swine flu killed more than 18,000 people in more than 214 countries and territories, according to the WHO.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-25 15:03:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmaulia999/ndnnfs3cwc9g4fyt/wish/2355620754</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
