<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Social Conflict by Edutech Nassa</title>
      <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-01-07 06:19:01 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-04-24 07:39:31 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>SOCIAL CONFLICT QUESTION</title>
         <author>nassaschool</author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3281985290</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Apa yang menurut kalian menjadi penyebab utama konflik dalam kehidupan sehari-hari, baik di tingkat individu maupun masyarakat?</p></li><li><p>Apakah konflik selalu berakhir dengan hal negatif? Bisakah konflik membawa perubahan yang positif? Berikan contohnya.</p></li><li><p>Bagaimana kalian menyelesaikan konflik dengan teman atau keluarga? Apakah cara tersebut selalu berhasil?</p></li><li><p>Menurut kalian, apakah media sosial lebih banyak memperburuk atau membantu menyelesaikan konflik sosial saat ini? Mengapa?</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-07 06:23:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3281985290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abyaz </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283496411</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Karena manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya selalu berdampingan dengan individu dan kelompok lain dan pastinya dalam kehidupan bermasyarakat dengan individu dan kelompok tidak selalu berjalan dengan sesuai seperti apa yang kita inginkan, jadi ketidak puasan tersebut dapat menyebabkan konflik sosial</p></li><li><p>Tidak karena dengan konflik kita bisabelajar untuk saling mengenal satu sama lain antar individu atau kelompok yang terlibat konflik, jadi konflik tidak selalu berakhir dengan hal negatif</p></li><li><p>Jika konflik baru saja terjadi l, Kita tunggu suasana mereda lalu baru kita ngobrol dari hati ke hati sama orang/kelompok yang terlibat dalam konflik, kita juga tidak boleh memulai percikan2 yang dapat menyebabkan konflik terjadi kembali dan ya cara itu berhasil untuk kehidupan saya</p></li><li><p>Media sosial mempunyai dampak positif dan negatif dalam menyelesaikan konflik, positifnya adalah kedua belah pihak dapat saling mengetahui info satu sama lain apalag jika satu pihaknya ingin berdamai, dengan adanya medsos perdamaian bisa ditempuh dengan indah, negatifnya adalah kedua belah pihak bisa berperang melalui medsos dan memperburuk situasi konflik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:24:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283496411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aufa Noor Rahman 11.2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283503435</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Karena Adanya Diskriminasi Terhadap Satu Individu. </p><p>2.Bisa Hal Yang Positif Jika Konflik Bisa Diselesaikan Dan Membuat Hubungan Sesama Menjadi Semakin Erat. </p><p>3.Harus Menegaskan Berbicara Dengan Baik-Baik. </p><p>4.Bisa jadi, Karena Dengan Adanya Media Sosial Masyarakat Sering Kali Tidak Menghargai Satu Sama Lain. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:30:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283503435</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shofia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283504417</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Penyebab konflik dalam kehidupan sehari hari bisa karena faktor keluarga, kemiskinan, maupun perasaan. Misalkan ibu tidak setuju anaknya ingin masuk kuliah jurusan desain tapi anaknya ingin sekali. Akhirnya berantem dan tidak berkomunikasi lagi. </p></li><li><p>Terkadang konflik terjadi atas emosi. Biasanya yang terlibat tidak berpikir jernih. Ketika saat sudah reda, biasanya orang yang terlibat baru membuka pikirannya dan akhirnya mendatangkan hal positif. Ada juga yang tetap mengarah ke hal negatif. Contohnya sang ayah kekurangan uang untuk biaya makan, akhirnya sang ayah memarahi anaknya dan menyuruhnya mencuri uang. Namun anaknya tidak mau, namun karena paksaan akhirnya dia melakukannya, karena kalau tidak, dibunuh. </p></li><li><p> Cukup dengan berkomunikasi dan mengimprovisasi apa yang semestinya kita lakukan dan meninggalkan yang buruk. </p></li><li><p>Sosial media bisa menjadi pembantu dalam menyelesaikan konfilk, tidak membantu, atau pun tidak keduanya. Terkadang sosial media membuka kebenaran, namun terkadang juga kebencian. Lalu ada contoh selanjutnya. Coach STY dipecat, banyak yang mengupload konten mengenai hal tersebut namun tidak mengubah apapun. Keputusan tetap keputusan, thank you coach</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:31:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283504417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Randi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283506538</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Perbedaan pendapat individu maupun kelompok</p><p>     </p><p>2.Contoh nya adalah perbedaan para anggota dpr saat membuat suatu perturan karena ada perbedaan itu maka di jadi satu peraturan yang lebih bagus karena banyak nya perbedaan pendapat </p><p><br/></p><p>3.bermusyarah dan mencari titik terang lalu bermaaf maafan</p><p><br/></p><p>4.lebih banyak buruk nya karena terkadang media sosial banyak yang hoax jadi para masyarakat tidak tau berita asli nya nah biasa nya berita hoax merujuk kepada berita negatif </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:33:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283506538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aila </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283506848</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>perbedaan pendapat sering ditemukan dan seringkali juga membuat pertikaian kecil yang terkadang tidak dapat diselesaikan dengan baik. </p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>konflik tidak selalu negatif. ada yang bisa menghasilkan suatu yang positif. contohnya debat, didalam debat kita bisa menghasilkan semua solusi yang justru membantu untuk menyelesaikan konflik </p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>menyelesaikannya bisa dengan berbicara baik baik. tidak dengan membentak/ tidak bersifat difensif kalau memang salah. cara ini untuk beberapa orang efektif untuk menyelesaikan konflik </p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p>sebenarnya, sosial media juga membantu untuk membuka pikiran kita dalam menyelesaikan suatu konflik namun, apabila tidak diolah dengan baik maka akan tetap menghasilkan suatu hal yang negatif. ( tergantung siapa yang membaca ) </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:33:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283506848</guid>
      </item>
      <item>
         <title>aletha</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283507916</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menurut saya&nbsp; penyebab utama dri konflik masyarakat dan induvidu berawal dri sebeuah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yg berupa apapun. hal itu yg memicu konflik internal dan external</p></li></ol><p><br></p><ol start="2"><li><p>tidak semua konflik berujung ke hal negatif, bisa jika konflik tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana. ( diadakan uu yg membahas rasisme, adanya uu tersebut berawal dri kasus masyarakat yg sering memberikan perlakukan rasis kepada masyarakat lainnya yg berbeda dgnnya)</p></li></ol><p><br></p><ol start="3"><li><p>selalu di bicarakan dengan berawalan dengan tukar pikiran dan berujung dengan evaluasi yg diberikan oleh masing” individu</p></li></ol><p><br></p><ol start="4"><li><p>mungkin bisa cenderung negatif, masyarakat sering kali memperkeruh suasana dengan memperpanas isu” dengan cara mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:34:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283507916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>raffi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508067</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perbedaan Nilai dan Pandangan</p><p>Ketidaksepahaman tentang prinsip, budaya, atau keyakinan sering memicu konflik, baik di tingkat individu maupun masyarakat.</p></li><li><p>Mendorong Inovasi dan Kreativitas</p><p>Contoh: Di tempat kerja, perbedaan ide dalam tim dapat memicu diskusi yang produktif dan menghasilkan solusi yang lebih baik untuk sebuah masalah</p></li><li><p>Berusaha memahami sudut pandang orang lain tanpa menyela atau menghakimi.</p></li><li><p>Media sosial dapat memperburuk konflik melalui hoaks dan polarisasi, tapi juga membantu dengan menyebarkan informasi dan membangun solidaritas. Dampaknya tergantung penggunaannya.</p><p><br/></p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:34:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508067</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TALITHA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508228</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menurut saya secara general penyebabnya adalah karena adanya sebuah perlakuan atau perbedaan yang berbeda sehingga sulit untuk diterima. </p></li><li><p>konflik tidak selalu berdampak negatif, konflik bisa saja berdampak positif. contoh, seperti adanya suatu perdebatan serius akibat suatu masalah, masalah tersebut lantas diselesaikan dengan musyawarah yang baik dan benar. hal tersebut dapat berdampak positif dengan peristiwa tersebut dijadikan suatu pembelajaran.</p></li><li><p>dalam keluarga saya, menyelesaikan konflik itu sangat jarang dibahas. jadi kami hanya membiarkan waktu berjalan sembari kami menyelesaikan masalah tersebut masing masing.</p></li><li><p>menurut saya media sosial sangat mempengaruhi konflik yang terjadi. apalagi dengan beberapa akun yang tidak diketahui identitasnya (anonymus) membuat orang orang dapat melakukan hal sebebas mungkin. mereka dapat mengkritik/mempengaruhi/mengancam/mencemooh dan melakukan hal hal negatif lain secara massal dan mudah akibat media sosial yang dapat di akses selama 24 jam walaupun mereka tidak mengetahui konflik tersebut secara mendalam dan hanya tahu dasarnya saja.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:34:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508228</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508295</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Karena mereka tidak bisa menghargai budaya dan agama dan perbedaan individu</p><p><br/></p><p>2. Konfilik bisa berhakir dangen baik jika diselesaikan secara baik </p><p><br/></p><p>3. Harus mengakui kesalahan yang dibuat dan menita maaf kepada teman atau kelurga </p><p><br/></p><p>4. Lebih banyak menimbul kan masalah seperti masyarakat yang suka menghujat seenaknya </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:34:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508295</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aul</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508447</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menurut saya penyebab utama konfik dalam sehari hari adalah tidak bisa mengatur waktu dengan baik </p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>menurut saya dengan ada nya konfik tidak bisa mengatur waktu itu menjadi berahkir postif, saya menjadi lebih bijak untuk mengatur waktu</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>dengan adanya konflik dengan teman saya, saya dan teman saya menyelesaikan nya dengan bersama sama yaitu dengan membahas konflik tersebut sampai masalah tersebut selesai </p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p>menurut saya dengan media sosial membantu menyelesaikan konfik tersebut karena adanya saran dari media sosial yaitu dari Twitter,Tiktok dll tetapi juga jangan terlalu overshare di media sosial karena bisa menyebabkan hal Negatif</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:35:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508447</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafky</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508608</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Sering terjadi konflik individu karena ada nya perbedaan pendapat dan konflik yang biasa terjadi dalam masyarakat itu konflik karena perbedaan agama dan budaya</p></li><li><p>Tidak semua konflik berakhir nagatif, ada juga konflik seperti perbedaan pendapat tidak selalu berujung negatif, dengan adanya konflik dapat mengetahui setiap kekurangan pendapat</p></li><li><p>Diselesaikan dengan cara melihat dari sudut pandang lain dan bermaafan</p></li><li><p>Sebenernya media sosial ada positifnya namun sangat banyak negatif dari media sosial yang dapat terjadinya konflik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:35:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>fidzaa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508650</link>
         <description><![CDATA[<p>1. menurut saya, penyebab utama konflik dalam kehidupan sehari-hari adalah jika kita menyimpan rasa kesal atau tidak suka terhadap orang lain</p><p>2. menurut saya, konflik bisa berakhir dengan positif jika dua belah pihak bisa berakhir dengan damai</p><p>3. menyelesaikan konflik dengan cara berkomunikasi secara efektif walau cara tersebut terkadang tidak efektif dikarenakan sulitnya terbuka dengan satu sama lain</p><p>4. menurut saya, media sosial dapat lebih banyak memperburuk keadaan karena dapat menyinggung pihak lain</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:35:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508650</guid>
      </item>
      <item>
         <title>abelle</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508695</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>penyebab utama konflik menurut saya adalah perbedaan pendapat, karena dengan pendapat yang berbeda dapat memicu permasalahan tak perlu yang akhirnya dapat menjadi konflik besar karena mengalami perselisihan.</p></li><li><p>tidak selalu negatif, kadang kontlik dapat mengeratkan hubungan karena sudah memahami persepsi masing masing melalui konflik tersebut. kita juga bisa belajar dari kesalahan.</p></li><li><p>komunikasi sering menjadi cara penyelesaian masalah yang ada, karena dengan komunikasi kita bisa meluruskan kesalahpahaman yang ada, dan bisa bonding lagi sm orang yang terlibat dalam permasalahan tsb.</p></li><li><p>media sosial bisa memperburuk konflik sosial karena orang orang yang tidak terlibat masalah bisa memperburuk keadaan dengan memicu, menebar hoax, dsb. tapi juga bisa mempermudah penyelesaian masalah sosial karena ada medianyaaa (contoh: long text di wa atau dm atau tele atau line hehe)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:35:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508695</guid>
      </item>
      <item>
         <title>raffa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508745</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Perbedaan Individu</strong>: Kepribadian dan pandangan yang berbeda.</p><p><strong>Perbedaan Budaya</strong>: Latar belakang budaya yang beragam.</p><p><strong>Perbedaan Kepentingan</strong>: Tujuan atau kebutuhan yang saling bertentangan.</p><p><strong>Perubahan Sosial</strong>: Transformasi sosial yang cepat menciptakan ketegangan.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Meningkatkan Solidaritas</strong> Memperkuat ikatan kelompok</p><p><strong>Melahirkan Norma Baru</strong>: Mendorong pembaruan norma </p><p><strong>Perubahan Sosial</strong>: Menjadi pendorong perubahan positif </p><p><br/></p><p>Konflik bisa menghasilkan dampak positif jika dikelola dengan baik </p><p><br/></p></li><li><p>cara menyelesaikan nya yaitu meminta maaf dan menurut saya cara tersebut bisa berhasil </p></li><li><p>menurut saya lebih banyak memperburuk karena media sosial bisa menyebarkan konten konten negatif sehingga bisa menyebarkan ketidak pastian </p></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:35:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508745</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arvin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508810</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>perbedaan keyakinan</p></li><li><p> melahirkan norma baru jadi dari kedua pihak menyetujui pendapat barunya</p></li><li><p>saling memaafkan kadang kadang berhasil kadang kadang ngga</p></li><li><p>membantu karna dapat saran dari media sosial untuk menyelesaikan konfliknya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:35:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283508810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aura </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283509545</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>toleransi yang rendah pemikiran yang tidak luas, ketidakadilan, perbedaan pendapat</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>bagi saya bisa, karena bisa jadi dari hasil konflik salah satu pihak belajar satu hal yang ia sebelumnya belum tau atau tidak kepikiran; contoh sebuah laki sedang bermain bola dan ada satu wanita dateng ikut bermain, dan laki itu&nbsp; mengatakan wanita itu bahwa ia tidak bisa main dan wanita tsb membuktikan dimana bahwa dia bisa bahkan lebih jago dari pada si lakinya. karena itu lakinya terbukti bahwa pemikiran dia awalnya itu ternyata salah</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Bicarakan dengan anggota keluarga tersebut, menyampaikan sisiku dan mendengar sisi sebelah juga. Secara garis besar cara ini mostly berhasil tetapi juga ada beberapa saat di mana tidak berhasil</p><p><br/></p></li></ol><ol start="4"><li><p>Bagi saya lebih memburukkan karena bisa menyebarkan bahan negatif kepada dunia yang di mana itu bisa membuat orang lain ikut ingin terlibat dan juga lebih banyak opini yang terlibat yang di mana seharusnya konflik tersebut terselesaikan hanya oleh pihak yang terlibat dengan konflik awalannya saja. Ditambah juga bisa melibatkan miskomunikasi antara pihak berkonflik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:36:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283509545</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ARKA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283510097</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Penyebab utama konflik sosial adalah teman yang memiliki perbedaan suku , ras , dan budaya.</p><p><br/></p></li><li><p>Konflik tidak selalu berakhir dengan hal yang negatif. ada juga konflik yang berakhir positif contoh perang dunia 1 </p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p> Melakukan perjanjian damai kepada orang yang membuat konflik kadang berhasil kadang juga gagal total</p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Justru memperburuk konflik karna warga indonesia banyak yang blm bijak dalam memakai media sosial</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:36:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283510097</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gyanendra </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283511405</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dalam skala individu, konflik umumnya disebabkan oleh perbedaan pendapat dan mereka yang tidak dapat menemukan titik kesamaan antara pendapat mereka. Dalam masyarakat, konflik umumnya disebabkan oleh persaingan tidak sehat antar kelompok yang merasa golongannya lebih baik.</p></li><li><p>Konflik tidak selamanya berakhir negatif. Konflik bisa berakhir dengan tiap kelompok belajar dari kesalahan sebelumnya dan membuka pikiran untuk bekerja sama dengan kelompok lain.</p></li><li><p>Jika terlibat konflik dengan teman/keluarga, hal yang biasanya dilakukan adalah menemukan titik persamaan antara pendapat kita. Cara ini tidak dijamin selalu berhasil. </p></li><li><p>Tergantung dari konten yang dikonsumsi masyarakat di media sosial. Medsos bisa menjadi media untuk menyebarkan rasa toleransi dan peduli sesama.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:37:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283511405</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adit</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283512457</link>
         <description><![CDATA[<p>1.komunkasi yang buruk dan perbedaan prinsip yang sangat menonjol</p><p>2.tidak juga, karena kita bisa belajar cara menghadapi konflik dan menambah inovasi</p><p>3. Tergantung siapa yang pakai</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:38:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283512457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Azziru</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283512912</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan bisa membentuk pribadi-pribadi <strong>yang</strong> berbeda. Pemikiran dan pendirian <strong>yang</strong> berbeda akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu <strong>yang</strong> dapat memicu <strong>konflik</strong>.<strong> </strong></p></li><li><p><strong>Konflik tidak selalu menyebabkan perubahan yang negatif, terkadang bisa juga menyebabkan perubahan yang positif, seperti peramg dingin antara US dengan Soviet, yaitu :</strong></p><p>Di bidang teknologi, persaingan Perang Dingin antara AS dan Soviet mencakup eksplorasi luar angkasa.</p><p>Kedua negara sama-sama berlomba untuk mencapai luar angkasa, yang kelak menjadi landasan untuk mempelajari ilmu astronomi.</p></li><li><p><strong>Terkadang, jika kita meminta maaf atau mengakui kesalahan kita, merupakan cara tercepat untuk menyelesaikan sebuah konflik, walau bukan kita yang salah, terkadang kita harus menjadi orang yang lebih bijak, demi kedamaian.</strong></p></li><li><p><strong>Menurut saya, sosial media cendrung malah membuat masalah yang baru, hal ini karena memang kebanyakan orang orang pasti membela hal yang mereka dukung.</strong></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:38:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283512912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Raysa A. M.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283518368</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut saya, konflik itu biasanya muncul karena perbedaan cara pandang, kepentingan, atau latar belakang budayanya. Misal kayak yang tadi dijelasin di video yang kita tonton, kalau nilai-nilai budaya seseorang itu berbeda dengan orang lain, bisa muncul konflik karena nggak semua orang langsung bisa menerima perbedaan itu. Atau yang paling simpel, kalau ada kepentingan yang bertabrakan, katak di dunia kerja atau politik, konflik jadi lebih mudah terjadi.</p></li><li><p>Ga selalu negatif. Ada banyak contoh konflik yang justru memunculkan perubahan kearah yang lebih positif. Misal, gerakan yang muncul karena suatu ketidakadilan. Kalau ada pihak yang terlibat, terus dia memanfaatkan konflik itu buat mencari solusi, bisa jadi hasilnya tuh bikin perubahan besar (yang positif). Contohnya, munculnya kebijakan yang lebih adil.</p></li><li><p>Biasanya cara paling efektif itu komunikasi terbuka. Supaya masing-masing pihak punya kesempatan menyampaikan pandangan mereka, terus cari solusi bareng-bareng. Tapi ga selalu berhasil juga. Kadang ada emosi atau ego yang ngebikin penyelesaiannya makan lebih banyak waktu. Jadi harus sabar juga..</p></li><li><p>Justru, dimata saya tuh, media sosial kayak pisau bermata dua. Di satu sisi, sering dijadiin tempat penyebaran hoax atau tempat hate comment, yang jelas hal ini ngebuat situasi lebih buruk. Tapi di sisi lain, media sosial juga bisa jadi alat yang kuat banget buat nyelesain konflik, misalnya misal online campaign, atau online discuss di Twitter, Instagram, dan banyak sosmed lain.. yang akhirnya ngepertemuin banyak sudut pandang masing-masing individu. Ya pokoknya, tergantung pilot aja.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:43:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283518368</guid>
      </item>
      <item>
         <title>viyaenes g.s</title>
         <author>viyaenesgovina</author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283518399</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berdasarkan ego masing-masing individu yang mengarah hal negatif (disosiatif) sehingga menyebabkan rasa ketidaksukaan pada individu maupun kelompok.</p></li><li><p>Tidak, konflik juga bisa diselesaikan dengan positif, Contoh: penyelesaian masalah pada rapat organisasi dapat diselesaikan dengan komunikasi yang jelas dan baik</p></li><li><p>Melalui komunikasi yang baik tanpa rasa ketidaksukaan sehingga menyelesaikan konflik dengan tentram</p></li><li><p>Menurut saya untuk situasi tersebut sangat campur aduk, karena media sosial memperoleh banyak media yang dapat menyesuaikan kepribadian pengguna perangkat, hal negatif dapat diperkuat apabila kontra punya kejelasan dalam interaksi, maupun sebaliknya. Namun, pastinya juga bisa diselesaikan dengan baik jika terselesaikan dengan kesepakatan yang jelas dan aman</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-08 07:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3283518399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indhi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3284823572</link>
         <description><![CDATA[<p>1. konflik biasanya muncul krn beda pendapat, kebutuhan, atau kepentingan. kalau di tingkat pribadi seringnya krn miskomunikasi atau salah paham. kalau di masyarakat lebih besar sprt masalah politik, agama, atau ketimpangan sosial</p><p><br/></p><p> 2. menurut sy tidak juga krn konflik bisa jadi jalan buat sesuatu yg lebih baik, asal cara mengatasinya benar. contoh simpel, pas teman kerja beda pendapat soal cara kerja, ujung-ujungnya malah dapat solusi yg lebih efektif. kalau di masyarakat, protes sosial yg awalnya konflik bisa bikin perubahan besar, sprt keadilan atau reformasi.  </p><p><br/></p><p> 3. - Dengerin dulu, krn kadang orang cuma ingin curhat dan didengar agar emosinya turun.  </p><p>- ngomong baik-baik, kalo ngomongnya pelan dan santai biasanya lebih enak diterima.  </p><p> - cari solusi bareng” dan fokus ke masalahnya, jgn menyalahkan siapa”.  </p><p><br/></p><p> menurut saya cara ini berhasil krm bikin suasana jadi adem, terus nunjukin kalo kita niat menyelesaikan masalah, bukan malah memperkeruh.  </p><p><br/></p><p>4. menurut sy dua-duanya. di satu sisi, medsos sering bikin masalah makin parah krn ada hoax atau komentar pedes yg bikin orng makin panas. tapi di sisi lain bisa juga jadi tempat buat edukasi, ngumpulin dukungan, atau kampanye positif. contoh, banyak gerakan toleransi yg muncul dari medsos. jadi menurut sy yaa balik lagi ke cara orang memakai medsosnya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-09 05:31:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nassaschool/n9ewfzust9uakohh/wish/3284823572</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
