<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Internal Control Assessment Over Binus @Bekasi Canteen by Gatot Soepriyanto</title>
      <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n</link>
      <description>Post your observation on internal control of Binus Bekasi Canteen</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-15 05:44:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-18 04:09:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585018760</link>
         <description><![CDATA[<p>Member : </p><p>1. Anthony Marcellino Budiyanto (2802393200)</p><p>2. Arya Satya Kriscahyadi (2802524581)</p><p>3. Gracia Vercelli Derahap (2802392280)</p><p>4. Septiana Mutmainah (2802567901)</p><p><br/></p><p>Berikut adalah hasil wawancara/observasi kelompok kami untuk internal comtrol di kantin Binus Bekasi (Rustic Grill).</p><p><br/></p><p>Control Environment</p><p>Q: Siapa yang punya wewenang untuk mengambil keputusan penting seperti pembelian bahan baku ataupun menetapkan harga jual?</p><p>A: Pemegang wewenang utama untuk keputusan penting seperti pembelian bahan baku dan penetapan harga adalah pemilik usaha, Ibu Tina.</p><p><br/></p><p>Risk Assessment</p><p>Q: Kalau semisalnya kehabisan uang kembalian bagaimana cara mengelolanya?</p><p>A: Kebijakan utama Rustic Grill adalah.  Jika pelanggan ingin membayar menggunakkan cash maka perlu dipastikan nominal uang yang diberikan jumlahnya tepat (tidak perlu kembalian). Apabila nominal uang yang diberikan tidak tepat, maka Rustic Grill tidak akan menerima pesanan tersebut.</p><p><br/></p><p>Control Activities</p><p>Q1: Apakah ada pemisahan tugas?</p><p>A1: Ada pemisahan tugas di Rustic Grill. Ada 3 orang pekerja dan memiliki jobdesknya masing-masing. Ada yang serving (melayani pelanggan), kasir dan di bagian dapur (masak, memisahkan dan mencuci piring kotor)</p><p><br/></p><p>Q2: Untuk pendapatan (cash) apakah hitung total kas awalnya dan kas ahirnya lalu dicocokan dengan total penjualan?</p><p>A2: Omset disediakan perhari dan langsung ditotal, jadi tidak diakumulasikan dari hari sebelumnya. Untuk keesokan harinya akan dimulai dari nol. </p><p><br/></p><p>Information and Communication</p><p>Q: Bagaimana pencatatan transaksi harian?</p><p>A: Pencatatan harian dilakukan secara manual (buku) oleh owner, Bu Tina. Rekap penjualan dari mesin EDC&nbsp;digunakan oleh pegawai sebagai sumber data untuk diserahkan kepada owner.</p><p><br/></p><p>Monitoring</p><p>Q: Apakah Rustic Grill ini ada meminta atau mendapatkan pendapat (feedback) dari pelanggan tentang kualitas makanan dan service?&nbsp;</p><p>A: Selama ini Rustic Grill mendapatkan feedback langsung yang bagus dari pelanggan. </p><p><br/></p><p>Hanya saja, beberapa hari kemarin banyak pelanggan yang mengeluh untuk ukuran potongan dagingnya lebih kecil, porsi lebih sedikit. Hal ini karena bahan baku sedang naik jadi untuk memastikan Rustic Grill tetap mendapat profit maka harga tetap sama (tidak dinaikkan) tetapi porsi dikurangi, namun saat harga bahan baku kembali normal maka porsi dan ukuran potongan dagingnya akan kembali seperti awal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 08:04:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585018760</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585039078</link>
         <description><![CDATA[<p>Member:</p><p>	⁃	Benedict Rolland 2802419875</p><p>	⁃	Najwa Haliza Zahra 2802545043</p><p>	⁃	Raisya Alifia Putri 2802442253</p><p>	⁃	Vania Ziby Azaria 2802556532</p><p><br></p><p>Hasil wawancara:</p><p>5 Komponen COSO untuk UMKM Mamadora</p><p>	1.	Control Environment (Lingkungan Pengendalian)</p><p>	•	Concept: Nilai, etika, dan struktur dasar pengendalian di Mamadora.</p><p>	•	Example: Pemilik Mamadora menetapkan standar kejujuran dalam mengelola kas, membagi tugas sederhana (ada yang khusus melayani pelanggan, ada yang khusus mencatat transaksi), dan memberi arahan kepada pegawai agar selalu menjaga kebersihan serta pelayanan ramah.</p><p>	2.	Risk Assessment (Penilaian Risiko)</p><p>	•	Concept: Identifikasi risiko yang bisa menghambat tujuan bisnis.</p><p>	•	Example: Risiko kehabisan bahan baku waffle di jam sibuk, risiko jus basi jika stok buah terlalu lama disimpan, atau risiko kehilangan kas karena pencatatan manual. Pemilik menilai risiko mana yang paling sering terjadi dan dampaknya bagi usaha.</p><p>	3.	Control Activities (Aktivitas Pengendalian)</p><p>	•	Concept: Kebijakan/prosedur untuk mengurangi risiko.</p><p>	•	Example: Membuat daftar belanja harian untuk memastikan bahan selalu segar, menggunakan aplikasi kasir sederhana (POS) untuk mencatat penjualan, serta memastikan ada pengawasan saat tutup kas harian.</p><p>	4.	Information and Communication (Informasi &amp; Komunikasi)</p><p>	•	Concept: Penyampaian informasi yang relevan agar operasional lancar.</p><p>	•	Example: Pemilik Mamadora memberikan catatan harian penjualan kepada pegawai agar tahu target yang harus dicapai. Feedback pelanggan mengenai rasa waffle atau kebersihan tempat juga dicatat dan disampaikan ke pemilik untuk perbaikan.</p><p>	5.	Monitoring Activities (Kegiatan Pemantauan)</p><p>	•	Concept: Pemantauan untuk memastikan kontrol tetap berjalan.</p><p>	•	Example: Pemilik secara rutin memeriksa stok bahan, membandingkan catatan penjualan dengan kas yang ada, dan sesekali melakukan pengecekan mendadak untuk memastikan prosedur dipatuhi. Jika ada keluhan pelanggan, langsung ditindaklanjuti.</p><p>⸻</p><p>✨ Dengan penerapan COSO ini, Mamadora bisa menjaga kualitas produk, pelayanan, dan keuangan tetap terkontrol, meskipun skala usahanya kecil.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4372417376/8ea7bff8ec8d0dbe9f558beac10edc03/IMG_4624.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-15 08:17:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585039078</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585052457</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota:</p><ol><li><p>Gabriel Fernandus Alexander Batubara (2802431924)</p></li><li><p>Katherine Feodora Gunawan (2802433274)</p></li><li><p>Nayla Fara Azalea (2802547080)</p></li><li><p>Yesaya Sammy Ezekiel Torindatu (2802427321)</p></li></ol><p><br/></p><p>Selamat sore, Prof Gatot.</p><p>Berikut kami lampirkan hasil dari observasi kelompok kami untuk internal control dalam kantin Rocky Chicken Binus Bekasi.</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Control Environment:</strong> </p><p>Pemilik (Freedy) adalah satu-satunya entitas yang bertanggung jawab. Terdapat aturan jelas tentang penggunaan seragam, kebersihan, dan persiapan alat-alat serta bahan baku yang dibutuhkan sebelum kegiatan bisnis dimulai. Hal ini menunjukkan adanya komitmen dari pemilik untuk menciptakan lingkungan yang teratur dan rapi.</p></li><li><p><strong>Risk Assessment:</strong> </p><p>Risiko yang diidentifikasi dan dikhawatirkan adalah kehabisan stok minyak goreng dari pemilik, beserta risiko kerugian akibat stok yang tidak habis yang ditanggung oleh karyawan. Hal ini menunjukkan respons yang sederhana dan praktis, menunjukkan pemahaman dasar akan manajemen risiko, meski lebih mengandalkan solusi darurat dari pemilik bisnis.</p></li><li><p><strong>Control Activities:</strong> </p><p>Prosedur yang dilakukan berupa pencatatan yang dicatat secara manual di buku oleh karyawan dan terdapat penerimaan pembayaran QRIS yang langsung masuk ke rekening pemilik sebagai bentuk pengecekan pemilik terdapat laporan pemasukan yang telah dibuat oleh karyawan. Namun prosedur pencatatan keuangan tidak ada pembagian tugas, karena hanya ada satu karyawan yang bertanggung jawab untuk beberapa hal sekaligus.</p></li><li><p><strong>Information &amp; Communication:</strong> </p><p>Terdapat bentuk komunikasi antara pemilik dan karyawan setiap harinya, terutama jika ada perubahan penting (seperti perubahan harga produk). Laporan keuangan dikirim kepada pemilik di akhir minggu, berdasarkan data laporan yang telah dicatat oleh karyawan per harinya. Kesalahan pencatatan juga dikomunikasikan melalui penggunaan aplikasi.</p></li><li><p><strong>Monitoring Activities:</strong> </p><p>Pemantauan dilakukan setiap hari, dimulai dari ketersediaan bahan baku. Pemilik juga memantau transaksi-transaksi yang masuk melalui aplikasi merchant untuk memverifikasi pencatatan. Seringkali terjadi kesalahan pencatatan oleh karyawan, dan jika setelah diverifikasi terdapat kerugian/kekurangan, maka karyawan yang menalangi uang tersebut untuk menutup kerugian bisnis.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 08:26:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585052457</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585082484</link>
         <description><![CDATA[<p>Berikut hasil wawancara dan observasi dari kelompok kami dengan pelaku UMKM MamaBento di kantin BINUS @Bekasi</p><p><br/></p><p>Anggota:</p><p>1. Daniel Sebayak Simbolon (2802550876)</p><p>2. Farra Ayda Nursetyo (2802433974)</p><p>3. Haidar Putra Pratama (2802444826)</p><p>4. Rara Alfairuz Widyadhari (2802568690)</p><p><br/></p><p>Control Environment:</p><p>💬 Bagaimana aturan atau kebiasaan yang Bapak/Ibu terapkan untuk menjaga kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam usaha?</p><p>➡ Selalu jujur, memberi tarif sesuai dengan harga menu yang tersedia. </p><p><br/></p><p>Risk Assessment:</p><p>💬 Menurut Bapak/Ibu, apa risiko terbesar yang bisa merugikan usaha (misalnya kehilangan barang, salah catat, atau penipuan), dan bagaimana cara mengantisipasinya?</p><p>➡ Resiko terbesar yang dialami itu adanya kompetitor lain sehingga penjualan menurun. Cara mengantisipasinya bikin menu baru lagi. </p><p><br/></p><p>Control Activities:</p><p>💬 Apa langkah konkret yang dilakukan untuk memastikan transaksi usaha tercatat dengan benar dan stok barang terjaga?</p><p>➡ Supaya transaksi tercatat dengan benar dan stok barang terjaga, kami melakukan pengecekan berkala. Jadi setiap beberapa waktu kami cocokkan antara catatan penjualan dengan stok barang yang ada. Kalau ada yang tidak sesuai, langsung kami perbaiki agar tidak merugikan usaha.</p><p><br/></p><p>Information &amp; Communication: </p><p>💬 Bagaimana cara Bapak/Ibu menyampaikan informasi penting (misalnya laporan penjualan atau masalah keuangan) kepada karyawan atau mitra usaha?</p><p>➡ Untuk komunikasi sehari-hari, kami masih pakai WhatsApp karena lebih praktis. Kalo di WA, kami bisa langsung berbagi informasi penting, mulai dari laporan penjualan, kebutuhan bahan, sampai kalau ada masalah atau keluhan pelanggan. Menurut kami ini cara paling mudah untuk saat ini.</p><p><br/></p><p>Monitoring:</p><p>💬 Apakah Bapak/Ibu secara rutin memeriksa catatan keuangan atau kegiatan karyawan, dan bagaimana cara menindaklanjuti jika menemukan kesalahan?</p><p>➡ Catatan keuangan rajin kita cek dan cocokan, bila ada kesalahan langsung cepat kami konfirmasi letak kesalahannya. </p><p><br/></p><p>Kesimpulan yang kelompok kami dapatkan adalah penerapan Internal Control sudah ada di UMKM, namun penerapannya masih dilevel dasar dengan sumber daya seadanya saja. Dengan begitu perlunya peningkatan sistem yang lebih terstruktur, misalnya dengan menggunakan software sederhana seperti Microsoft Excel atau aplikasi kasir digital untuk mencatat transaksi dan stok secara otomatis. Selain itu, penerapan prosedur standar operasional (SOP) juga penting, contohnya SOP penerimaan barang yang mewajibkan pengecekan jumlah dan kualitas sebelum dicatat ke dalam pembukuan, serta SOP pencatatan penjualan yang harus dilakukan setiap hari. Tidak kalah penting, pembagian tugas juga perlu diterapkan, misalnya satu pegawai bertanggung jawab mencatat transaksi, sementara pemilik usaha melakukan pengecekan dan rekonsiliasi agar ada pemisahan fungsi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 08:45:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585082484</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585093404</link>
         <description><![CDATA[<p>Member: </p><p>- Aika Atifa Wardani (2802529664)</p><p>- Alvina Damayanti (2802455470) </p><p>- ⁠Astri Aulia Gustiyani (2802550913)</p><p>- ⁠Tabita Agnesia Barasa&nbsp;(2802404886)</p><p><br/></p><p>Mie ayam bangka &amp; asen</p><p>1. Control environment: menetapkan jam operasional yg jelas</p><p>2. Risk assesment : </p><p>- Risiko sepi pembeli, misalnya pada hari sabtu karena jumlah mahasiswa yang ada di kampus pada hari sabtu lebih sedikit daripada hari-hari lainnya </p><p>- Risiko pelanggan kabur tanpa bayar</p><p>- ⁠Risiko mangkok, garpu, dan sendok tidak dikembalikan</p><p>3. Control activities: </p><p>- Segregation of duties : terdapat dua karyawan dengan pembagian tugas ada yang memasak mie dan melayani customer </p><p>- ⁠Pendapatan yang diterima dan check secara manual</p><p>- ⁠Sistem yang digunakan adalah harus membayar dahulu baru setelah itu pesanan akan diberikan</p><p>- ⁠Bahan-bahan makanan disimpan di kulkas agar masa penyimpanan bisa tahan lama</p><p>4. Information and communication </p><p>- Jumlah makanan yang terjual sudah otomatis tercatat di dalam sistem </p><p>- ⁠Pembelian bahan baku dibeli ketika barang sudah habis </p><p>5. Monitoring :</p><p>- Pemilik melakukan perhitungan kas harian berdasarkan transaksi QRIS yang diterima&nbsp;setiap&nbsp;hari</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 08:53:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585093404</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>angelinarasyahumaira</author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585093902</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Member :</strong></p><blockquote><p>1. Emilia Anindya Astari - 2802431836</p><p>2. Angelina Rasya Humaira - 2802532734</p><p>3. Andika Putra Supriyadi - 2802433186</p></blockquote><p><br/></p><p>Selamat sore Prof. Gatot. Berikut adalah hasil observasi kelompok kami mengenai internal control COSO di kantin Binus Bekasi (Bakso Malang Mahkota).</p><p><br/></p><p><strong>Control Environment</strong></p><p><strong>Q : </strong>Apakah usaha ini punya aturan atau kebiasaan khusus supaya karyawan bekerja dengan jujur dan disiplin?”</p><p><strong>A :</strong> Dalam pelaksanaan operasional sehari-hari ada peraturan yang memuat kedisiplinan dan kejujuran yang juga diterapkan seperti datang tepat waktu ke toko dan selalu menjaga kebersihan toko.</p><p><br/></p><p><strong>Risk Assessment</strong></p><p><strong>Q : </strong>Apakah ada risiko atau masalah yang paling ditakuti dalam menjalankan usaha ini?</p><p><strong>A : </strong>Toko menyadari adanya resiko keuangan berupa transaksi yang terhambat masuk ke sistem (mesin EDC) akibat banyaknya pesanan yang masuk. </p><p><br/></p><p><strong>Control Activities</strong></p><p><strong>Q :</strong> Apa ada cara atau langkah khusus untuk memastikan uang, stok, atau transaksi tidak salah atau hilang?</p><p><strong>A :</strong> Untuk memastikan transaksi dan pencatatan sehari-hari berjalan dengan lancar, toko selalu mengecek stok, pengeluaran, dan pemasukkan secara real time dan up to date.</p><p><br/></p><p><strong>Information and Communication</strong></p><p><strong>Q : </strong>Bagaimana biasanya informasi penting disampaikan, baik ke karyawan maupun ke pelanggan atau pemasok?</p><p><strong>A : </strong>Dalam berkomunikasi dengan pihak internal (staf) ataupun eksternal (pemasok), toko mengutamakan adanya laporan yang jelas dan lengkap kepada pihak-pihak tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>Monitoring</strong></p><p><strong>Q : </strong>Siapa yang biasanya yang mengecek ulang pencatatan atau aturan usaha ini sudah dijalankan dengan benar?</p><p><strong>A :</strong> Dalam monitoring, staf melakukan pengecekan atau monitoring operasional secara mandiri sebelum dilanjutkan dengan monitoring atau pengecekan dari boss&nbsp;atau&nbsp;atasan.</p><p><br/></p><p>Secara keseluruhan, Bakso Malang Mahkota telah menerapkan internal control dalam operasional tokonya. Mereka sudah mengenal dan mengidentifikasi risiko-risiko yang dapat terjadi, sehingga mereka mampu menerapkan internal control yang sesuai. Usaha ini kemudian diperkuat dengan adanya penyaluran information dan communication yang baik, serta proses monitoring yang mendukung.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 08:53:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585093902</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585139189</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota:</p><p>- Genoveva Rachel (2802431804)</p><p>- Dhyandra Kayla (2802435866)</p><p>- Fatimah Asma Rasyidi (2802543290)</p><p>- Achmad Riandi Nurul Fadillah (2440075826)</p><p>- Michael Octavian Handaya (2802454985)</p><p><br></p><p>1. Control Environment: Apakah ada pengendalian untuk mengontrol kualitas makanan dan pelayanan? Ada, setiap harinya menu selalu dimasak sebelum buka di pagi hari, kemudian, makanan sisa kemarin yang tidak habis dibuang. Hal ini untuk menjaga kualitas makanan dengan fresh setiap harinya. Untuk pelayanan, setiap harinya menerima semua masukan dan saran untuk menu yang dijual&nbsp;di&nbsp;hari&nbsp;itu</p><p><br></p><p>2. Risk Assessment: Resiko yang dihadapi Warung Nusantara biasanya sebatas dengan konsumen atau mahasiswa/i, karena konsumen bisa makan ditempat, maka warung menyediakan mangkuk dan sendok, maka resiko yang terjadi adalah mangkuk dan sendok tidak dikembalikan atau hilang jika dibawa keluar area kantin maka akan terjadi persediaan alat makan berkurang atau termasuk Asset Misappropriation. Sedangkan untuk harga makanan sedikit tinggi tapi disesuaikan dengan keadaan salah satunya menyamakan harga dengan warung/outlet lainnya yaitu.</p><p><br></p><p>3. Control Activities: Warung menerapkan segregation of duties untuk mencegah kecurangan dan menjaga efisiensi: Karyawan A menangani masakan tek-tek sekaligus pembayaran dengan sistem payment first dan pencatatan manual, sedangkan Karyawan B fokus pada prasmanan. Standar keamanan pangan dijaga melalui penyimpanan terpisah, pemasakan matang, serta penyajian higienis maksimal empat jam. Karyawan wajib menjaga kebersihan pribadi dan menggunakan alat saji terpisah. Monitoring harian serta pencatatan sederhana memastikan SOP dijalankan konsisten.</p><p><br></p><p>4. Information and Communication: Owner menyampaikan SOP kepada karyawan melalui pengarahan langsung dari pemilik warung. Selain itu, aturan seperti menjaga kebersihan, berpakaian rapi, dan menjaga kerapihan tempat kerja juga ditempel di dinding dapur agar karyawan selalu ingat.</p><p><br></p><p>5. Monitoring: Untuk memahami jalannya SOP, para pegawai warung nusantara sudah melakukan tahap training, dimana mereka diharuskan untuk mengerti cara bekerja sesuai dengan SOP yang ada. Mereka sudah menyadari pentingnya kualitas layanan dan kebersihan makanan. Selain itu, pemilik usaha juga melakukan pengawasan secara berkala&nbsp;setiap&nbsp;harinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 09:25:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsoepriyanto/n8j8tvk8lvfcpx9n/wish/3585139189</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
