<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Yuk berbagi cerita tentang apa yang kalian baca by Tri Ade Mustaqim</title>
      <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf</link>
      <description>Dibuat dengan bahagia</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-25 11:50:53 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-25 09:18:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f331.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Nama: Ula Atiqah Jeconia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1359394551</link>
         <description><![CDATA[<div>Efek rumah kaca<br><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer , 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantug kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP.</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-27 04:04:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1359394551</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bennettgorky</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366345976</link>
         <description><![CDATA[<div>Test:)<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 01:40:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366345976</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366375934</link>
         <description><![CDATA[<div>Test 😀</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 01:52:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366375934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Athalla Ramadhansyah EFEK RUMAH KACA</title>
         <author>athallaramadhansyah</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366384839</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi.&nbsp;<br><br>Green house effect atau lebih kita kenal dengan<br>sebutan efek rumah kaca adalah sebuah kondisi<br>di mana suhu dari sebuah benda permukaan<br>langit, seperti planet dan bintang , meningkat secara<br>drastis. Meningkatnya suhu ini disebabkan karena<br>adanya perubahan kondisi dari komposisi serta<br>keadaan atmosfir yang mengelilingi benda langit<br>tersebut. Sebenarnya, penggunaan istilah efek rumah<br>kaca diadopsi dari petani di negara Eropa dan<br>Amerika , karena mekanisme pemanasan bumi ini<br>sama seperti yang terjadi di rumah kaca yang<br>digunakan untuk perkebunan di negara tersebut . jika bumi tidak memiliki gas rumah<br>kaca, maka suhu di bumi akan terlalu dingin<br>untuk kehidupan makhluk di dalamnya. Sebagai<br>contoh, planet Mars tidak memiliki gas rumah kaca,<br>sehingga suhu di sana berada di sekitar -30°C. Meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca<br>diakibatkan berbagai aktivitas manusia yang memicu<br>pancaran gas tersebut ke atmosfir. Dengan adanya<br>pancaran gas ini, maka konsentrasinya di lapisan<br>atmosfir bumi akan semakin tinggi. Kondisi ini<br>akan mengakibatkan sinar matahari yang<br>dipantulkan oleh permukaan bumi akan sulit lewat<br>dan menjadi terperangkap di permukaan bumi. </em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 01:56:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366384839</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer,20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O.GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan man</title>
         <author>persijapersib3030</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366391328</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 01:58:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366391328</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: M.Rizki.Ramadhani kelas: 7.1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366397292</link>
         <description><![CDATA[<div>Tentang rumah kaca<br><strong>Apa itu rumah kaca ?<br><br>Apakah rumah kaca menguntungkan atau merugikan bagi ekosistem di bumi?<br><br>Silahkan baca artikel penelitian berikut ini ya.</strong></div><div><br></div><div><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer.</em></div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-30 02:01:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366397292</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366397517</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Muhammad Ihsan Kamil<br>Kelas:7,2<br><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain.</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:01:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366397517</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366400860</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA : MUHAMMAD FAATIH DLIYAAULHAQ<br>KELAS :7.1<br>Gas-gas di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi.<br><br></div><div>Normalnya, pada siang hari matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi mendingin.<br><br></div><div>Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Inilah mengapa bumi menjadi makin hangat dari tahun ke tahun.<br><br></div><div><a href="https://www.bola.com/tag/efek-rumah-kaca"><strong>Efek rumah kaca</strong></a> mampu menghangatkan bumi hingga rata-rata 59 derajat Fahrenheit atau 15 derajat Celcius sehingga membuat kehidupan di bumi menjadi lebih baik dan layak huni.<br><br></div><div>Tanpa adanya efek rumah kaca, dunia hanya akan menjadi tempat yang beku dan tidak dapat dihuni. Untuk beberapa kondisi mungkin menguntungkan, tetapi lebih banyak dampak merugikannya.<br><br></div><div>Adapun untuk penjelasan lebih dalam tentang efek rumah kaca, kamu bisa membaca pengertian dari para ahli, penyebab, efek yang timbul, dan cara menanggulanginya.<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-30 02:03:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366400860</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rumah kaca</title>
         <author>nandanazaidan29</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366418802</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA:Nandana Neal Zaidan&nbsp; &nbsp; &nbsp;   Kelas:7.2                                         Efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_dioksida">karbon dioksida</a> (CO<sub>2</sub>) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO<sub>2</sub> ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_minyak">bahan bakar minyak</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara">batu bara</a> dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.&nbsp;</div><div>Energi yang masuk ke Bumi:&nbsp;</div><ul><li>25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer</li><li>25% diserap awan</li><li>45% diserap permukaan bumi</li><li>10% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi</li></ul><div>Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO<sub>2</sub> dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.&nbsp;</div><div>&nbsp;&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:11:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366418802</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366428427</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama=Najwa Surya Ramadhani&nbsp;<br>Kelas=7.1<br><br><br></div><div><br></div><div><br></div><h1><br></h1><div><br></div><h1>EFEK RUMAH KACA</h1><div><br></div><div><br><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:15:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366428427</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366429478</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: destyta Candra kyrani<br>Kelas: 7.1<br><br>Penyebab efek rumah kaca dan pemanasan global<br><br>efek rumah kaca dan gas rumah kaca adalah penyebab terjadinya pemanasan global.<br><br>Melansir NASA, efek rumah kaca adalah proses alami yang terjadi saat gas di atmosfer Bumi menyerap panas sinar Matahari dari Bumi.<br><br>Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca yaitu gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida.<br><br>Sinar Matahari berupa gelombang elektromagnetik menyimpan energi. Saat sinar Matahari mengenai Bumi, Bumi menjadi panas.<br><br><br>Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan secara global terjadi karena kenaikan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas Matahari yang dipantulkan dari Bumi.<br><br>Berikut ini penjelasan singkat tentang penyebab efek rumah kaca dan dampaknya:<br><br>Penyebab efek rumah kaca dan pemanasan global<br>Mengutip Sumber Belajar Kemdikbud RI, efek rumah kaca dan gas rumah kaca adalah penyebab terjadinya pemanasan global.<br><br>Melansir NASA, efek rumah kaca adalah proses alami yang terjadi saat gas di atmosfer Bumi menyerap panas sinar Matahari dari Bumi.<br><br>Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca yaitu gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida.<br><br><br>Sinar Matahari berupa gelombang elektromagnetik menyimpan energi. Saat sinar Matahari mengenai Bumi, Bumi menjadi panas.<br><br><br>Sebagian energi panas ini dipantulkan kembali oleh Bumi ke atmosfer. Tetapi sebagian terperangkap di atmosfer sebagai gelombang panas, berupa sinar infra merah.<br><br>Gelombang panas tersebut frekuensinya lebih rendah jika dibandingkan dengan ketika dipancarkan Matahari mengenai Bumi.<br><br>Dalam atmosfer, sinar infra merah ini diserap oleh berbagai molekus gas, sehingga suhu atmosfer naik. Kenaikan suhu atmosfer ini disebut efek rumah kaca.<br><br>Jadi terjadinya efek rumah kaca disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer. Efek rumah kaca tidak berkaitan dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang dindingnya terbuat dari kaca.<br>&nbsp;<br>&nbsp;<br>Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<br><br>Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.<br><br>Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.<br><br>Akhir-akhir ini, kandungan gas rumah kaca berupa karbon dioksida dan gas lain dalam atmosfer mengalami kenaikan.<br><br>Naiknya gas rumah kaca berakibat akan menaikkan efek rumah kaca. Peristiwa naiknya intensitas efek rumah kaca ini disbeut pemanasan global.<br>&nbsp;<br>Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<br><br>Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.<br><br>Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.<br><br>Akhir-akhir ini, kandungan gas rumah kaca berupa karbon dioksida dan gas lain dalam atmosfer mengalami kenaikan.<br><br>Naiknya gas rumah kaca berakibat akan menaikkan efek rumah kaca. Peristiwa naiknya intensitas efek rumah kaca ini disbeut pemanasan global.<br><br><br>Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia dengan efek rumah kaca.<br><br>Dampak pemanasan global antara lain:<br><br>Perubahan iklim atau cuaca (meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem);<br>Kenaikan frekuensi dan intensitas badai;<br>Mencairnya es di kutub;<br>Menaikkan suhu permukaan laut sehingga terjadi penambahan ketinggian air laut atau meningkatnya level permukaan laut.<br>Akibat pemanasan global yang lain adalah memengaruhi hasil pertanian, hilangnya gletser, dan kepunahan berbagai jenis hewan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:15:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366429478</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366442910</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Nazril fahmi<br>7.2<br><br><br>BIOLOGI<br><br>EFEK RUMAH KACA<br><br>Apa itu rumah kaca ?<br><br>Apakah rumah kaca menguntungkan atau merugikan bagi ekosistem di bumi?<br><br>Silahkan baca artikel penelitian berikut ini ya.<br><br>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:21:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366442910</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366444720</link>
         <description><![CDATA[<div>husvina sarahbillah 7.1<br><br><br><br>BIOLOGI<br><br>EFEK RUMAH KACA<br><br>Apa itu rumah kaca ?<br><br>Apakah rumah kaca menguntungkan atau merugikan bagi ekosistem di bumi?<br><br>Silahkan baca artikel penelitian berikut ini ya.<br><br>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:22:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366444720</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366451170</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Hazizah mutiara Rahmah<br>Kls : 7.1<br><br>Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan secara global terjadi karena kenaikan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas Matahari yang dipantulkan dari Bumi.<br>Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca yaitu gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida.<br>Jadi terjadinya efek rumah kaca disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer. Efek rumah kaca tidak berkaitan dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang dindingnya terbuat dari kaca.<br>Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<br>Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.<br>Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:25:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366451170</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366457567</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Ananda yulistyo<br>Kelas:7.2<br><br><br><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 %</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:27:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366457567</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366469386</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Muhammad Rifky Arindanu<br>Kelas: 7.1<br><br><br></div><h1>EFEK RUMAH KACA</h1><div><strong>Apa itu rumah kaca ?<br><br>Apakah rumah kaca menguntungkan atau merugikan bagi ekosistem di bumi?<br><br>Silahkan baca artikel penelitian berikut ini ya.</strong></div><div><br></div><div><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi.</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:32:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366469386</guid>
      </item>
      <item>
         <title>https://padlet.com/persijapersib3030/Bookmarks</title>
         <author>persijapersib3030</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366476625</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:36:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366476625</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366489722</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama :FARREL RIFQI HERMAWAN<br>Kls : 7.1<br><br>Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan secara global terjadi karena kenaikan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas Matahari yang dipantulkan dari Bumi.<br>Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca yaitu gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida.<br>Jadi terjadinya efek rumah kaca disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer. Efek rumah kaca tidak berkaitan dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang dindingnya terbuat dari kaca.<br>Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<br>Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.<br>Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:41:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366489722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Athalla Ramadhansyah EFEK RUMAH KACA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366518175</link>
         <description><![CDATA[<div>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi.&nbsp;<br><br>Green house effect atau lebih kita kenal dengan<br>sebutan efek rumah kaca adalah sebuah kondisi<br>di mana suhu dari sebuah benda permukaan<br>langit, seperti planet dan bintang , meningkat secara<br>drastis. Meningkatnya suhu ini disebabkan karena<br>adanya perubahan kondisi dari komposisi serta<br>keadaan atmosfir yang mengelilingi benda langit<br>tersebut. Sebenarnya, penggunaan istilah efek rumah<br>kaca diadopsi dari petani di negara Eropa dan<br>Amerika , karena mekanisme pemanasan bumi ini<br>sama seperti yang terjadi di rumah kaca yang<br>digunakan untuk perkebunan di negara tersebut . jika bumi tidak memiliki gas rumah<br>kaca, maka suhu di bumi akan terlalu dingin<br>untuk kehidupan makhluk di dalamnya. Sebagai<br>contoh, planet Mars tidak memiliki gas rumah kaca,<br>sehingga suhu di sana berada di sekitar -30°C. Meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca<br>diakibatkan berbagai aktivitas manusia yang memicu<br>pancaran gas tersebut ke atmosfir. Dengan adanya<br>pancaran gas ini, maka konsentrasinya di lapisan<br>atmosfir bumi akan semakin tinggi. Kondisi ini<br>akan mengakibatkan sinar matahari yang<br>dipantulkan oleh permukaan bumi akan sulit lewat<br>dan menjadi terperangkap di permukaan bumi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:54:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366518175</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366518835</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:meisya aurelia rasyad<br>Kelas:7.1<br><br><br><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi.</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 02:54:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366518835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Renyta Ayu Ambarwati
Kls : 7.1

Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan secara global terjadi karena kenaikan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas Matahari yang dipantulkan dari Bumi.
Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca yaitu gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida.
Jadi terjadinya efek rumah kaca disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer. Efek rumah kaca tidak berkaitan dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang dindingnya terbuat dari kaca.
Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.
Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366574562</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 03:22:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366574562</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366610833</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Ayu shaphira<br>Kelas 7.2<br><br>Efek rumah <em>kaca(Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential).</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 03:40:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366610833</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Muhammad Fadillah Jasaputra </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366627817</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kelas : 7.2<br>Efek Rumah Kaca</strong></div><div><br>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi.&nbsp;<br><br>Green house effect atau lebih kita kenal dengan<br>sebutan efek rumah kaca adalah sebuah kondisi<br>di mana suhu dari sebuah benda permukaan<br>langit, seperti planet dan bintang , meningkat secara<br>drastis. Meningkatnya suhu ini disebabkan karena<br>adanya perubahan kondisi dari komposisi serta<br>keadaan atmosfir yang mengelilingi benda langit<br>tersebut. Sebenarnya, penggunaan istilah efek rumah<br>kaca diadopsi dari petani di negara Eropa dan<br>Amerika , karena mekanisme pemanasan bumi ini<br>sama seperti yang terjadi di rumah kaca yang<br>digunakan untuk perkebunan di negara tersebut . jika bumi tidak memiliki gas rumah<br>kaca, maka suhu di bumi akan terlalu dingin<br>untuk kehidupan makhluk di dalamnya. Sebagai<br>contoh, planet Mars tidak memiliki gas rumah kaca,<br>sehingga suhu di sana berada di sekitar -30°C. Meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca<br>diakibatkan berbagai aktivitas manusia yang memicu<br>pancaran gas tersebut ke atmosfir. Dengan adanya<br>pancaran gas ini, maka konsentrasinya di lapisan<br>atmosfir bumi akan semakin tinggi. Kondisi ini<br>akan mengakibatkan sinar matahari yang<br>dipantulkan oleh permukaan bumi akan sulit lewat<br>dan menjadi terperangkap di permukaan bumi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 03:50:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366627817</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bennettgorky</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366680509</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : BennettGorky Deofavente Namara<br>Kelas : VII 1<br>EFEK RUMAH KACA<br>Efek rumah kaca adalah kejadian di mana panas di Bumi terperangkap karena terhalang oles gas emisi seperti karbon dioksida pada atmosfer gas-gas yang berkontribusi pada efek rumah kaca antara lain, uap air (H2O), karbondioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), nitrous oksida (N2O), CFC (Chloro Fluoro Carbon), dan HFC (Hidro Fluoro Carbon).<br>&nbsp;<br>&nbsp;Sebenarnya, gas-gas tersebut di atas diperlukan agar Bumi tidak terlalu dingin, akan tetapi sejak revolusi industri, gas-gas seperti karbon dioksida, methana, dan gas berbahaya lainnya menjadi makin bertambah di atmosfer sehingga konsentrasinya makin meningkat akibat ulah manusia.<br>&nbsp;<br>&nbsp;Jika konsentrasi gas-gas rumah kaca makin meningkat di atmosfer, maka efek rumah kaca akan makin besar.<br>&nbsp;<br>&nbsp;1. Penebangan liar dan Pembakaran Hutan<br>&nbsp;<br>&nbsp;Keberadaan tumbuhan sangat bermanfaat bagi manusia. Selain sebagai sumber makanan, tumbuhan bisa digunakan sebagai media untuk mengurangi efek rumah kaca karena untuk melakukan fotosintesis, tumbuhan membutuhkan karbondioksida dan uap air.<br>&nbsp;<br>&nbsp;Dengan makin maraknya penebangan liar, akan menjadikan berkurangnya media untuk mengurangi efek rumah kaca. Tak hanya itu, pembakaran hutan secara besar-besaran juga menjadi penyebab meningkatnya efek rumah kaca.<br>&nbsp;<br>&nbsp;Jika hutan dibakar, akan terbentuk hasil samping berupa gas rumah kaca seperti CO2. Gas ini akan dilepaskan ke udara dan menjadi penahan radiasi sinar Matahari.<br>&nbsp;<br>&nbsp;2. Penggunaan Bahan Bakar Fosil secara Berlebihan<br>&nbsp;<br>&nbsp;Penggunaan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi dan batu bara yang terlalu berlebihan tak hanya berdampak buruk pada kualitas udara, tetapi juga dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.<br>&nbsp;<br>&nbsp;3. Pencemaran Laut<br>&nbsp;<br>&nbsp;Lautan dapat menyerap karbon dioksida dalam jumlah yang besar, akan tetapi akibat pencemaran laut oleh limbah industri dan sampah, laut menjadi tercemar sehingga banyak ekosistem di dalamnya yang musnah, yang menyebabkan laut tidak dapat menyerap karbon dioksida lagi.<br>&nbsp;<br>&nbsp;4. Industri Pertanian<br>&nbsp;<br>&nbsp;Penggunaan pupuk nonorganik untuk meningkatkan hasil pertanian ternyata membawa dampak buruk bagi lingkungan. Penggunaan pupuk tersebut bisa menghasilkan gas rumah kaca, seperti nitrous oksida (N2O), yang nantinya dilepaskan ke udara.<br>&nbsp;<br>&nbsp;5. Limbah Rumah Tangga<br>&nbsp;<br>&nbsp;Limbah rumah tangga jika dibiarkan akan menghasilkan gas methana dan karbon dioksida yang dihasilkan dari bakteri-bakteri pengurai sampah.<br>&nbsp;<br>&nbsp;6. Industri Peternakan<br>&nbsp;<br>&nbsp;Limbah industri peternakan, seperti kotoran sapi, ternyata bisa menghasilkan gas rumah kaca, seperti karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Makin banyak limbah peternakan yang dibiarkan begitu saja, makin besar pula gas rumah kaca yang dilepaskan ke udara.<br>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 04:20:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366680509</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366702465</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Aline Dwi Aryani<br>Kelas : 7.2&nbsp;<br><br>Efek rumah kaca ( Green House Effect ), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkap nya sinar matahari gelombang panjang ( infra merah ) oleh gas - gas rumah kaca. ( GRK ) yang berada di lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20% diserap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51% yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4, CFC, O3 dan NO2.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 04:35:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366702465</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366857632</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Danang evan saputra wibowo&nbsp;<br>Kelas: 7,2<br>Efek rumah kaca ( Green House Effect ), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkap nya sinar matahari gelombang panjang ( infra merah ) oleh gas - gas rumah kaca. ( GRK ) yang berada di lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20% diserap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51% yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4, CFC, O3 dan NO2</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 06:01:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366857632</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : SYAMSUTA
Kls : 7.1

Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan secara global terjadi karena kenaikan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas Matahari yang dipantulkan dari Bumi.
Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca yaitu gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida.
Jadi terjadinya efek rumah kaca disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer. Efek rumah kaca tidak berkaitan dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang dindingnya terbuat dari kaca.
Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.
Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366867463</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 06:06:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366867463</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366926114</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Rayya Ainun Hijjah<br>Kelas : 7.1&nbsp;<br><br>EFEK RUMAH KACA</div><div><br><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential).</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 06:31:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366926114</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Efek Rumah Kaca</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366938078</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : dude cahaya A.M<br>7.2<br><br>Efek rumah kaca adalah proses meningkatnya suhu rata rata permukaan bumi karna lapisan atmosfir bumi yg kian menipis bahkan bocor. Hal ini menjadikan cuaca di bumi makin panas karna sinar matahari tidak lagi terhalang oleh lapisan atmosfir</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 06:36:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366938078</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Efek rumah kaca</title>
         <author>msyukron2007</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366986093</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Muhammad Syukron&nbsp;<br>Kelas : 7.2<br><br>Efek rumah kaca adalah proses meningkatnya suhu rata rata permukaan bumi karna lapisan atmosfir bumi yg kian menipis bahkan bocor. Hal ini menjadikan cuaca di bumi makin panas karna sinar matahari tidak lagi terhalang oleh lapisan atmosfir<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 06:57:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1366986093</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367226107</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Sri Rahma Maulida<br>Kls:7.2<br><br></div><div><br></div><h1>EFEK RUMAH KACA</h1><div><br></div><div><br><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi.&nbsp;</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 08:44:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367226107</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Efek Rumah Kaca</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367458911</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ahmad Fairuz Januar<br>Kelas : 7,1<br><br>Efek rumah kaca Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas-gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer , 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4, CFC, 03 dan N20. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantug kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 10:34:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367458911</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367501578</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Syifa Yaumil Sahira<br>&nbsp;Kelas : 7.2</div><div>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca.<br><br></div><div>Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 10:58:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367501578</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Nevrida Alexandra Tarman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367524577</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelas : 7.2<br><br><br>Efek rumah kaca<br><br><br>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 11:11:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367524577</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367713994</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Zikran Muhammad Furqon<br>kelas:7.2<br><br><br>Efek rumah kaca<br><br><br>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 12:28:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367713994</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367896024</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Muhamad Bagas Banyu<br>Kelas : 7.1<br><br>Efek rumah kaca merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca di atas, di mana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi.<br><br>Gas-gas di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi.<br><br>Normalnya, pada siang hari matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi mendingin.<br><br>Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Inilah mengapa bumi menjadi makin hangat dari tahun ke tahun.<br><br>Efek rumah kaca mampu menghangatkan bumi hingga rata-rata 59 derajat Fahrenheit atau 15 derajat Celcius sehingga membuat kehidupan di bumi menjadi lebih baik dan layak huni.<br><br>Tanpa adanya efek rumah kaca, dunia hanya akan menjadi tempat yang beku dan tidak dapat dihuni. Untuk beberapa kondisi mungkin menguntungkan, tetapi lebih banyak dampak merugikannya.<br><br>Adapun untuk penjelasan lebih dalam tentang efek rumah kaca, kamu bisa membaca pengertian dari para ahli, penyebab, efek yang timbul, dan cara menanggulanginya.<br><br>Berikut in rangkuman perihal pengertian efek rumah kaca dari para ahli, penyebab, efek, dan cara menanggulanginya.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 13:18:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1367896024</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1368432642</link>
         <description><![CDATA[<div>DARELLIO MUHAMMAD SAHADA7.2<br><br><br><br>BIOLOGI<br><br>EFEK RUMAH KACA<br><br>Apa itu rumah kaca ?<br><br>Apakah rumah kaca menguntungkan atau merugikan bagi ekosistem di bumi?<br><br>Silahkan baca artikel penelitian berikut ini ya.<br><br>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi<br><br>Jadi terjadinya efek rumah kaca disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer. Efek rumah kaca tidak berkaitan dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang dindingnya terbuat dari kaca.<br>Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<br>Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.<br>Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 15:22:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1368432642</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1368439658</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Azzmisakha Rizky Hazimah<br>Kls : 7.1<br><br>Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan secara global terjadi karena kenaikan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas Matahari yang dipantulkan dari Bumi.<br>Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca yaitu gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida.<br>Jadi terjadinya efek rumah kaca disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer. Efek rumah kaca tidak berkaitan dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang dindingnya terbuat dari kaca.<br>Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<br>Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.<br>Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 15:24:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1368439658</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1368443179</link>
         <description><![CDATA[Tugas IPA saya]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1111968153/3778344b2cf71caabe9da8c35968c0d1/IMG_20210330_222311_930.jpg" />
         <pubDate>2021-03-30 15:25:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1368443179</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1368459770</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : VALENTTA ZAMZAMI AWANDA ALIYANTO&nbsp;<br>Kls : 7.2<br><br>Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan secara global terjadi karena kenaikan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas Matahari yang dipantulkan dari Bumi.<br>Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca yaitu gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida.<br>Jadi terjadinya efek rumah kaca disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer. Efek rumah kaca tidak berkaitan dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang dindingnya terbuat dari kaca.<br>Dalam kondisi normal, efek rumah kaca bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup karena membuat Bumi menjadi tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.<br>Adanya efek rumah kaca membuat suhu rata-rata di Bumi menjadi sekitar 33 derajat Celcius.<br>Bila tidak ada efek rumah kaca, suhu rata-rata di Bumi bisa mencapai -18 derajat Celcius. Suhu ini terlalu rendah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 15:28:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1368459770</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>wicaksonohabi</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1370169936</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Raden Mochammad Habi wicaksono<br>Kelas : 7.2<br>EFEK RUMAH KACA<br>Efek rumah kaca adalah kejadian di mana panas di Bumi terperangkap karena terhalang oles gas emisi seperti karbon dioksida pada atmosfer gas-gas yang berkontribusi pada efek rumah kaca antara lain, uap air (H2O), karbondioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), nitrous oksida (N2O), CFC (Chloro Fluoro Carbon), dan HFC (Hidro Fluoro Carbon).<br>&nbsp;<br>&nbsp;Sebenarnya, gas-gas tersebut di atas diperlukan agar Bumi tidak terlalu dingin, akan tetapi sejak revolusi industri, gas-gas seperti karbon dioksida, methana, dan gas berbahaya lainnya menjadi makin bertambah di atmosfer sehingga konsentrasinya makin meningkat akibat ulah manusia.<br>&nbsp;<br>&nbsp;Jika konsentrasi gas-gas rumah kaca makin meningkat di atmosfer, maka efek rumah kaca akan makin besar.<br>&nbsp;<br>&nbsp;1. Penebangan liar dan Pembakaran Hutan<br>&nbsp;<br>&nbsp;Keberadaan tumbuhan sangat bermanfaat bagi manusia. Selain sebagai sumber makanan, tumbuhan bisa digunakan sebagai media untuk mengurangi efek rumah kaca karena untuk melakukan fotosintesis, tumbuhan membutuhkan karbondioksida dan uap air.<br>&nbsp;<br>&nbsp;Dengan makin maraknya penebangan liar, akan menjadikan berkurangnya media untuk mengurangi efek rumah kaca. Tak hanya itu, pembakaran hutan secara besar-besaran juga menjadi penyebab meningkatnya efek rumah kaca.<br>&nbsp;<br>&nbsp;Jika hutan dibakar, akan terbentuk hasil samping berupa gas rumah kaca seperti CO2. Gas ini akan dilepaskan ke udara dan menjadi penahan radiasi sinar Matahari.<br>&nbsp;<br>&nbsp;2. Penggunaan Bahan Bakar Fosil secara Berlebihan<br>&nbsp;<br>&nbsp;Penggunaan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi dan batu bara yang terlalu berlebihan tak hanya berdampak buruk pada kualitas udara, tetapi juga dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.<br>&nbsp;<br>&nbsp;3. Pencemaran Laut<br>&nbsp;<br>&nbsp;Lautan dapat menyerap karbon dioksida dalam jumlah yang besar, akan tetapi akibat pencemaran laut oleh limbah industri dan sampah, laut menjadi tercemar sehingga banyak ekosistem di dalamnya yang musnah, yang menyebabkan laut tidak dapat menyerap karbon dioksida lagi.<br>&nbsp;<br>&nbsp;4. Industri Pertanian<br>&nbsp;<br>&nbsp;Penggunaan pupuk nonorganik untuk meningkatkan hasil pertanian ternyata membawa dampak buruk bagi lingkungan. Penggunaan pupuk tersebut bisa menghasilkan gas rumah kaca, seperti nitrous oksida (N2O), yang nantinya dilepaskan ke udara.<br>&nbsp;<br>&nbsp;5. Limbah Rumah Tangga<br>&nbsp;<br>&nbsp;Limbah rumah tangga jika dibiarkan akan menghasilkan gas methana dan karbon dioksida yang dihasilkan dari bakteri-bakteri pengurai sampah.<br>&nbsp;<br>&nbsp;6. Industri Peternakan<br>&nbsp;<br>&nbsp;Limbah industri peternakan, seperti kotoran sapi, ternyata bisa menghasilkan gas rumah kaca, seperti karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Makin banyak limbah peternakan yang dibiarkan begitu saja, makin besar pula gas rumah kaca yang dilepaskan ke udara.<br>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-31 01:06:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1370169936</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1370217187</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Debi Indriyani<br>Kelas:7.2<br><br>Efek Rumah Kaca<br><br><br>Gas-gas di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi.<br><br></div><div>Normalnya, pada siang hari matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi mendingin.<br><br></div><div>Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Inilah mengapa bumi menjadi makin hangat dari tahun ke tahun.<br><br></div><div><a href="https://www.bola.com/tag/efek-rumah-kaca"><strong>Efek rumah kaca</strong></a> mampu menghangatkan bumi hingga rata-rata 59 derajat Fahrenheit atau 15 derajat Celcius sehingga membuat kehidupan di bumi menjadi lebih baik dan layak huni.<br><br></div><div>Tanpa adanya efek rumah kaca, dunia hanya akan menjadi tempat yang beku dan tidak dapat dihuni. Untuk beberapa kondisi mungkin menguntungkan, tetapi lebih banyak dampak merugikannya.<br><br></div><div>Adapun untuk penjelasan lebih dalam tentang efek rumah kaca, kamu bisa membaca pengertian dari para ahli, penyebab, efek yang timbul, dan cara menanggulanginya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 01:25:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1370217187</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>salmadefa0412</author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1373884334</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Salma Defa Kaylanie<br>Kelas : 7.2 <br><br>EFEK RUMAH KACA <br><em>Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas–gas rumah kaca. (GRK) yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang berada dipermukaan bumi sampai radius 10 Km ke angkasa. Naiknya suhu ini dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara total, 29 % energi matahari akan dipantulkan oleh atmosfer, 20 % di serap oleh gas-gas atmosfer, dan hanya 51 % yang sampai dipermukaan bumi. GRK yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4,CFC, O3 dan N2O. Seberapa besar kontribusi dari masing-masing GRK tergantung kepada lama waktu tinggal GRK di atmosfer dan besarnya nilai GWP(Global Warming Potential). CO2 menjadi fenomena belakangan ini karena kontribusinya yang sangat besar terhadap efek rumah kaca yaitu 50 % di antara GRK yang lain. Selain itu CO2 dihasilkan dari kegiatan manusia yang akan menambah emisi CO2 yaitu Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak efisien dan peniadaan atau pengurangan vegetasi termasuk pembabatan hutan. Efek rumah kaca dapat berdampak kepada rusaknya ekosistem yang akhirnya akan memutus rantai makanan dan berpengaruh kepada seluruh kehidupan di muka bumi. Penghematan penggunaan BBM dan pengelolaan sumber daya hutan merupaan salah satu tindakan prefentif terhadap peningkatan emisi gas CO2 di lapisan troposfer. Semakin banyak luasan vegetasi dan luasan hutan maka akan semakin banyak jumlah CO2 yang bisa diambil oleh permukaan daun untuk proses fotosintesa dan salah satu produk akhirnya adalah O2 yang dimanfaatkan oleh makluk hidup pada saat respirasi.&nbsp;</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-01 01:19:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1373884334</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1381779756</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama :Naesheilla Octa Vheanty<br>Kelas : 7.1<br><br>Efek rumah kaca adalah kemampuan atmosfer untuk mempertahankan suhu udara panas yang nyaman dalam perubahan nilai yang kecil. Unsur pembentuk efek rumah kaca ialah gas rumah kaca yang menahan panas keluar dari Bumi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-05 02:09:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mustriad15/n212jo6448bvuysf/wish/1381779756</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
