<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Bahasa Indonesia (2) - Tugas Diskusi Individual  by sari klentengsari</title>
      <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-03 07:07:52 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-09 05:46:50 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>R_084</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3570104691</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, topik artikel ini menarik karena membahas kerja sama antar dua negara, yaitu Indonesia dan Jerman, dalam mengurangi emisi karbon lewat pengembangan transportasi umum. Tema ini relevan dengan kondisi sekarang, dimana isu perubahan iklim sedang banyak dibicarakan secara global. Selain itu, saya merasa topik ini berhubungan dengan keadaan sekitar saya, karena solusinya berupa transportasi umum  di Semarang, kota tempat saya belajar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 04:35:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3570104691</guid>
      </item>
      <item>
         <title>D_178</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3570363464</link>
         <description><![CDATA[<p>Objek pembahasan yang menjadi fokus dalam artikel yang kelompok saya pilih menarik perhatian saya. Kerja sama bilateral antara Jerman dan Indonesia dalam artikel ini membahas bagaimana mengurangi gas emisi karbon melalui pengembangan transportasi umum yang ramah lingkungan. Inovasi yang dihasilkan yaitu BRT (Bus Rapid Transit) yang menggunakan listrik sebagai bahan bakar tentunya bisa menjadi solusi di daerah perkotaan yang umumnya banyak terjadi pencemaran udara. Selain itu, sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro dan warga di Semarang, saya juga dapat mencoba dan mendapatkan manfaat dari </p><p>fasilitas BRT itu sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 07:48:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3570363464</guid>
      </item>
      <item>
         <title>E_104</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3570515320</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya artikel yang kelompok saya ambil ini sangat relevan dan sangat menarik untuk di baca karena di dalam artikel ini di jelaskan bagaimana pak prabowo ber diplomasi dengan PRESIDEN A.S Donald Trump hanya di bahasa melalui telepon yang berlangsung selama 17 menit dan di dalam artikel tersebut kedua presiden tersebut sedang membahas masalah pajak tarif,yang membuat menarik dari artikel tersebut adalah diplomasi yang di lakukan oleh pak prabowo dan donald trump hanya di lakukan via telepon jarak jauh,dan dari sini kita juga tau ternyta kemajuan teknologi juga menjadi salah satu alat untuk berkomunikasi antar negara tanpa harus datang  negara tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 10:28:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3570515320</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>renowndewo</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3570636791</link>
         <description><![CDATA[<p>R_026</p><p>Artikel yang dipilih berjudul "Diplomasi di Ujung Jari </p><p>Prabowo dan Telepon-telepon Strategis" </p><p><br/></p><p>Topik artikel ini tentang diplomasi dan telepon, yang mana mengangkat suatu cerita tentang Presiden RI, Prabowo Subianto yang membahas masalah pajak tarif dengan Presiden AS, Donald Trump. Perbincangan mereka dibahas melalui telepon yang berlangsung kurang lebih 17 menit, uniknya kita bisa mengetahui bahwa perbincangan diplomasi sekelas presiden pun dapat dilakukan lewat telepon, diplomasi tersebut juga berhasil menghasilkan solusi untuk kedua pihak yaitu, penurunan pajak tarif Indonesia dan kebebasan akses produksi ekspor AS. Selain itu artikel ini juga memberikan kita informasi singkat tentang pengalaman telepon Pak Prabowo untuk memperkuat kekuatan diplomasi Indonesia, ada cerita tentang Pak Prabowo memberi selamat kepada beberapa presiden lain yang baru dilantik, adapun beberapa kali Pak Prabowo berdiplomasi dengan petinggi negara di Eropa. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 12:25:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3570636791</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_081</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571004833</link>
         <description><![CDATA[<p>Kami memilih artikel berjudul “Pertemuan dengan KfW Development Bank Germany: Menhub Bahas Integrasi Transportasi Perkotaan Ramah Lingkungan di Semarang dan Surabaya”. Saya rasa topik yang saya bawakan sangat menarik karena menyangkut kerja sama Indonesia dengan salah satu negara Eropa yang letaknya cukup jauh, yaitu Jerman. Jerman juga memberikan pendanaan pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) yang sangat besar, yaitu sebesar 2,5 miliar Euro. Proyek ini sangat relevan untuk dikaji kembali efektivitas dan keberjalanannya, terutama karena dilaksanakan di Kota Semarang, di mana Universitas Diponegoro (UNDIP) juga berada. Selain di Kota Semarang, proyek ini juga rencananya akan diterapkan di Kota Surabaya.</p><p><br></p><p>Tidak tanggung-tanggung, proyek BRT ini akan menggunakan bus listrik besar dan bus listrik menengah besar yang nantinya akan melayani 35 trayek di Semarang dan 94 trayek di Surabaya. Dalam artikel juga disoroti alasan mengapa Jerman ikut berpartisipasi dalam pembangunan ini, dengan fokus utama pada proyek Green Infrastructure Initiative (GII) yang mendukung upaya mitigasi pengurangan dampak emisi karbon di Indonesia.</p><p><br></p><p>Saya juga tertarik dengan kutipan yang saya ambil dari artikel tersebut, yaitu: “Pola pikirnya perlu diubah. Bukan lagi jalan sempit sebagai sumber kemacetan, melainkan karena pola pergerakan manusia yang tidak diimbangi dengan ketersediaan ruang publik yang nyaman.” Topik ini menarik karena menyadarkan masyarakat bahwa kerja sama internasional dapat sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Saya percaya, dengan mengkaji artikel ini, saya dapat lebih memahami diplomasi dan kerja sama internasional yang sangat sesuai dengan jurusan saya di perkuliahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-05 16:47:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571004833</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571484687</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel kelompok saya menarik, sebab dalam satu artikel terdapat banyak bahasan berita, hal ini sangat membantu saya yang notabenenya jarang membaca berita. selain itu, artikel tersebut juga mengutip beberapa ucapan pakar serta menjelaskan peristiwa yang sebenarnya, tidak sampai situ, keingintahuan saya juga tumbuh dengan membaca artikel yang kelompok saya pilih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 07:36:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571484687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>O_076</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571503195</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang kelompok saya pilih mengenai kerja sama antara Jerman dan Indonesia untuk mengembangkan transportasi ramah lingkungan di Indonesia. Artikel ini tentunya menarik karena hasil dari kerja sama dua negara tersebut relevan atau sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sebagai warga Semarang. Saya sebagai warga lokal pun pernah merasakan sendiri salah satu hasil dari kerja sama dua negara ini yaitu menggunakan BRT (Bus Rapid Trans) untuk perjalanan. Selain itu, fokus utama dari kerja sama tersebut adalah pengurangan dampak emisi karbon yang termasuk ke dalam salah satu dari 17 misi pembangunan berkelanjutan dunia (SDGs). Hal ini tentunya menarik untuk ditunggu keberlanjutannya apakah berhasil untuk mengurangi dampak emisi karbon di Indonesia khususnya Semarang di mana kampus kita berada. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 08:18:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571503195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>F_176</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571511937</link>
         <description><![CDATA[<p>Topik pada artikel ini menarik karena membahas isu transportasi perkotaan ramah lingkungan yang sangat relevan dengan tantangan di zaman sekarang ini, khususnya dalam upaya mengurangi emisi gas karbon. Pemerintah yang bekerja sama dengan KfW Development Bank menunjukkan dukungan internasional yang kuat sekaligus komitmen nyata pemerintah untuk mewujudkan sistem transportasi modern dan berkelanjutan di Semarang dan Surabaya. Framing berita yang menekankan langkah konkret seperti pembangunan BRT serta integrasi antarmoda membuat topik pada artikel ini semakin menarik untuk diperhatikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 08:37:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571511937</guid>
      </item>
      <item>
         <title>C_029</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571708783</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan mengapa saya menganggap bahwa artikel yang kelompok kami pilih menarik adalah karena isu yang dibahas oleh artikel tersebut menyinggung konflik antara dua negara di ASEAN, yaitu antara Thailand dan Kamboja. Selain itu, artikel tersebut juga menyinggung peran Indonesia yang suaranya nyaris tidak terdengar dalam menyikapi konflik tersebut, dimana Indonesia selama ini dijuluki sebagai "natural leader" ASEAN. Beberapa hal tersebut menimbulkan rasa tertarik bagi saya pribadi, karena saya menjadi penasaran akan asal-usul dari konflik antara Thailand dan Kamboja ini. Selain itu, saya jadi lebih memahami dinamika antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN dan bagaimana pentingnya peran Indonesia sebagai aktor besar dalam konflik ini, diikuti dengan Malaysia yang dapat memanfaatkan peluang tersebut dan menjadi mediator bagi Thailand dan Kamboja. Menurut saya, artikel tersebut juga relevan karena sebagai mahasiswa jurusan Hubungan Internasional, konflik ini dapat menambah wawasan saya mengenai dinamika negara-negara ASEAN dan juga karena konflik yang dibahas dalam artikel tersebut kembali memuncak tidak lama ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 15:00:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571708783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>K_022</title>
         <author>katarinashella06</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571727931</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang dipilih oleh kelompok kami memiliki judul "<strong>Kepala Badan Perbatasan NTT: Timor Leste Langgar Kesepakatan"</strong></p><p><br/></p><p>Menurut saya, ada beberapa alasan mengapa topik yang dibahas dalam artikel ini menarik. Pertama, peristiwa/topik yang dibahas dalam artikel ini masih sangat aktual. Hal ini dikarenakan peristiwa tersebut baru terjadi pada akhir bulan Agustus kemarin sehingga menimbulkan rasa penasaran untuk mengikuti kelanjutan peristiwa tersebut. Kedua, topik artikel ini sangat relevan bagi mahasiswa HI. Artikel ini membahas konflik yang terjadi antara NTT dengan Timor Leste. Hal ini menunjukkan konflik terjadi antara dua negara yang secara tidak langsung menyangkut kedaulatan negara tersebut. Tentunya ini sangat relevan sebagai mahasiswa HI yang diharapkan bisa update terkait dengan masalah yang ada antar negara-negara. Terakhir, menurut saya salah satu hal yang membuat artikel ini semakin menarik adalah struktur dari artikel itu sendiri. Mulai dari judul yang sudah membuat penasaran terkait dengan "kesepakatan" apa yang dilanggar hingga paragraf pertama yang cukup meringkas isi artikel tersebut. Hal ini cukup menimbulkan rasa ingin tahu saya dan kelompok saya untuk membaca artikel dengan lengkap serta mencari informasi tambahan misalnya terkait kelanjutan konflik tersebut. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 15:32:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571727931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_021</title>
         <author>astielin317</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571744184</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengapa topik artikel yang saya pilih menarik? </p><p>Menurut saya artikel ini menarik bukan hanya karena terjadi baru-baru ini, melainkan topik di dalamnya juga kontroversial. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Pancasila serta melibatkan dua menteri luar negeri ini membahas beberapa isu yang bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman di berbagai sektor. Menteri Sugiono mengatakan bahwa program prioritas nasional Indonesia di pemerintahan presiden Prabowo utamanya di bidang penghapusan kemiskinan dan kelaparan. Tentunya ini sangat bertolak belakang dengan ucapan-ucapan yang telah dilontarkan presiden dan juga kebijakan-kebijakan yang telah diprakarsai.</p><p>Tak lupa, menteri Sugiono menyebutkan Danantara guna menarik Jerman untuk berinvestasi. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa sejak lama Danantara sudah mengalami konflik internal yang tak kunjung selesai. Pertemuan yang didasari oleh pembahasan mengenai implementasi Indonesia-EU CEPA ini pun berisikan pula dengan penyampaian undangan presiden Jerman kepada presiden Prabowo untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Berlin pada paruh kedua tahun ini. Tentunya saya sebagai pembaca juga akan menunggu saat momen ini terjadi. Apakah presiden Prabowo dapat menyelesaikan konflik-konflik yang saat ini sedang terjadi di Indonesia sebelum menghadiri undangan presiden Jerman nanti?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-06 16:00:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3571744184</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_173</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572063466</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan  saya menganggap artikel yang sudah dipilih kelompok kami menarik, karena isu yang diangkat sangat menarik. Dengan judul berita menggunakan lontaran penghinaan dan sebuah kiasan, menjadikannya sangat terlihat menarik untuk dibaca. Pun dengan isinya yang jelas, tertata rapih dan ter struktur dengan benar, memudahkan kelompok kami untuk mengulik info dari artikel tetsebut dengan mudah. Selain itu, isi dari artikek tersebut sangat relevan dengan apa yang sedang kelompok kami cari terkait sebuah konflik. Di dalam artikel tersebut, terdapat konflik antara pemerintah dengan masyarakat adat setempat yang sedang dalam proses negosiasi namun terlontar kata penghinaan "monyet" tersebut dari mulut pemerintah kepada kepala suku, dan juga adanya dominasi. Setelah membaca habis artikel ini, kelompok kami pada akhirnya setuju untuk mengangkat isu dalam artikel untuk dibahas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 07:04:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572063466</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_165</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572091758</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel ini menarik bagi saya karena membahas konflik antara Indonesia (NTT) dan Timor Leste, yang merupakan bagian dari hubungan internasional yang telah mapan dan relevan. Sengketa Perbatasan tetap menjadi topik krusial karena mencerminkan identitas nasional, keamanan wilayah, dan kedaulatan nasional. Artikel ini juga relevan karena menjelaskan bagaimana suatu kesepakatan dapat menjadi rapuh jika seseorang terlibat dalam tindakan sepihak. Dalam hal ini, patok batas Timor Leste patut diperhatikan. Menurut strategi framing berita, artikel ini ditulis dengan mengungkapkan reaksi penduduk lokal yang menghambat pemasangan patok hingga mengakibatkan bentrokan. Hal ini menunjukkan bahwa isu tersebut tidak hanya kuat di tingkat diplomatik tetapi juga secara diam-diam mengamati kehidupan masyarakat perbatasan. Menurut saya, topik ini juga berkembang karena konflik dalam pertempuran tersebut seringkali menjadi topik kepentingan publik, bahkan di suatu negara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 08:01:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572091758</guid>
      </item>
      <item>
         <title>S_171</title>
         <author>sararezasamanistudy</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572130871</link>
         <description><![CDATA[<p>(1) Mengapa topik artikel yang saudara pilih menarik? </p><p><br/></p><p>Berdasarkan artikel terkait, saya memiliki ketertarikan tersediri dengan diplomasi yang di lakukan oleh negara China dan hampir seluruh negara Asia yang memilih untuk berpartisipasi menerima "bantuan" tersebut dari China. Diplomasi ini menarik karena membahas mengenai diplomasi yang menguntungkan antara ASEAN dan China. Hal menarik dari artikel tersebut adalah China memberikan kebebasan visa bagi pelaku bisnis. Mungkin terdengar eksklusif, namun China memberikan kesempatan bagi seluruh negara di ASEAN untuk mampu mengembangkan dan membuka lapangan pekerjaan baru dengan berkunjung ke China. Sebagai contoh, banyak sekali pameran yang di adakan di China dengan target audiens yaitu negara ASEAN.Dari artikel tersebut, kesimpulan yang dapat di ambil adalah diplomasi terkait kebebasan VISA bagi negara ASEAN dapat menguntungkan kedua belah pihak. Di sisi China, China berhasil mendukung UMKM nya expand sampai ke luar negeri.  Jikapun tidak expand, ide yang dibawa oleh UMKM di China mampu di implementasikan di negara ASEAN, seperti MIXUE sebagai contoh nyata.</p><p>Selanjutnya, dari negara ASEAN. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 09:24:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572130871</guid>
      </item>
      <item>
         <title>D_174</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572133211</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang saya dan kelompok saya ambil menarik karena tema nya memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana kerjasama internasional tidak hanya soal pertemuan antar pemimpin atau perjanjian formal, tetapi juga tentang inovasi, kerja sama teknis, dan realisasi pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 09:29:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572133211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>S_028</title>
         <author>qwintering</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572157450</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Menurut saya, mengapa artikel tersebut menarik karna masih membahas adanya masalah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste yang dimana sampai sekarang masih belum selesai. Topik ini relevan karena menyangkut kedaulatan negara, keamanan, dan kehidupan masyarakat di sekitar perbatasan, Yang membuat artikel ini penting adalah adanya pelanggaran kesepakatan secara sepihak yang menimbulkan ketegangan. dari sini kita bisa melihat isu perbatasan bukan soal garis-garis yang ditarik di peta, tetapi juga ada ekspresi yang berupa penentangan konflik di masyarakat dan negaranya.</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 10:21:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572157450</guid>
      </item>
      <item>
         <title>S_023</title>
         <author>shofianamufti</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572199729</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan artikel yang kelompok kami pilih, mengenai diplomasi China yang membuka jalan bagi 10 negara ASEAN, untuk menikmati kebijakan bebas visa kunjungan bagi tokoh ekonomi dan bisnis, hal ini tentunya sangatlah menarik. Beberapa hal yang membuat artikel ini menarik untuk dibahas adalah temanya yang sesuai dengan diplomasi. Kemudian, sudut pandangnya bukan lagi berasal dari negara kita Indonesia, tetapi berasal dari negara lain yakni China yang menerapkan suatu kebijakan baru. Lalu, menariknya lagi, dari kebijakan yang diterapkan oleh China tersebut, secara tidak langsung China telah mengizinkan negara negara ASEAN lain untuk bisa datang dan mempelajari ilmu baru mengenai bisnis dan ekonomi untuk kemudian bisa dibawa pulang dan diaplikasikan di negara asalnya. Dengan begitu, kedua belah pihak, baik kesepuluh negara anggota ASEAN maupun China akan saling mendapatkan keuntungan. Dan kedepannya, pemerintah China masih ingin mengembangkan kebijakan ini, supaya tidak hanya berfokus pada sepuluh negara anggota ASEAN saja.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 11:41:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572199729</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B_024</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572200144</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang saya dan kelompok saya pilih saya pikir menarik karena di dalam artikel yang berjudul "Pajak Super Mencekik di Pati" tersebut terdapat perbandingan data antara Kota Pati dengan kota lainnya di Jawa Tengah sehingga saya bisa mengambil kesimpulan dari data tersebut mengapa penulis memilih judul artikel tersebut dan mengapa kenaikan pajak tersebut merugikan bagi warga Pati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 11:42:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572200144</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B_157</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572202063</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengapa menurut saya topik dari artikel ini menarik? karna membahas tentang diplomasi ASEAN dengan China yang memberikan Visa gratis selama beberapa waktu untuk pebisnis yang melakukan bisnis di China ( Business Purpose ) yang menguntungkan ke dua pihak karna</p><p>1. Pebisnis dari Negara ASEAN terutama Indonesia dapat Visa Gratis ke China</p><p>2. China mendapat timbal balik dengan cara mendapat keuntungan dari negara yang melakukan bisnis di negaranya</p><p><br></p><p>Sekian😁</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 11:46:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572202063</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_173</title>
         <author>cy82mjtknv</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572202380</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan  saya menganggap artikel yang sudah dipilih kelompok kami menarik, karena isu yang diangkat sangat menarik. Dengan judul berita menggunakan lontaran penghinaan dan sebuah kiasan, menjadikannya sangat terlihat menarik untuk dibaca. Pun dengan isinya yang jelas, tertata rapih dan ter struktur dengan benar, memudahkan kelompok kami untuk mengulik info dari artikel tetsebut dengan mudah. Selain itu, isi dari artikek tersebut sangat relevan dengan apa yang sedang kelompok kami cari terkait sebuah konflik. Di dalam artikel tersebut, terdapat konflik antara pemerintah dengan masyarakat adat setempat yang sedang dalam proses negosiasi namun terlontar kata penghinaan "monyet" tersebut dari mulut pemerintah kepada kepala suku, dan juga adanya dominasi. Setelah membaca habis artikel ini, kelompok kami pada akhirnya setuju untuk mengangkat isu dalam artikel untuk dibahas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 11:46:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572202380</guid>
      </item>
      <item>
         <title>N_166</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572206539</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan mengapa menurut kami artikel inimenarik adalah karena kerja sama antara Eropa dan Jawa Timur sendiri memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan masyarakat. Seperti berkurangnya emisi gas rumah kaca sebesar 13, 8 persen di tingkat penggilingan, mengurangi biaya energi, meningkatkan kualitas beras dan mata pencaharian petani. Bahkan kerja sama ini mendorong para produsen untuk beralih dari penggilingan bertenaga diesel ke penggilingan berbasis energi listrik. Artikel ini membuka pandangan saya mengenai kerja sama yang ternyata memberikan dampak yang sangat positif bagi negara dan masyarakat.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 11:55:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572206539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>K_073</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572212589</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang kelompok saya pilih adalah mengenai diplomasi yang dilakukan oleh Prabowo dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui telepon pribadi untuk membahas terkait tarif bea masuk produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat. </p><p><br/></p><p>Menurut saya, topik dalam artikel ini merupakan isu terbaru sehingga masih cocok untuk dibahas sekarang ini. Dalam artikel disebutkan bahwa negosiasi ini dilakukan langsung oleh Prabowo melalui telepon. Ini menarik karena dapat menunjukkan bahwa dengan berkembangnya teknologi, memungkinkan untuk terjadi nya diplomasi secara online (melalui sambungan telepon) tanpa harus berada dalam pertemuan-pertemuan resmi. Selain itu, dalam artikel juga disebutkan bahwa diplomasi yang dilakukan secara langsung oleh Presiden Indonesia ini rentan untuk birokrat. Hal ini dapat mendemotivasi para birokrat dan diplomat karena kredit pembangunan kerja sama (diplomasi) antarnegara menjadi milik presiden. Hal ini juga yang membuat artikel ini menarik untuk dibahas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 12:07:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572212589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>S_162</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572214436</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang saya pilih yaitu "Pajak Super Mencekik di Pati".</p><p><br/></p><p>Pertanyaan nya : Kenapa artikel yang saudara pilih menarik?</p><p><br/></p><p>Menurut saya, artikel ini menarik karena didalamnya terdapat perbandingan antara beberapa daerah yang dapat dijadikan sebagai acuan, apakah kebijakan yang diberikan itu berlebihan atau tidak? juga didalam artikel ini terdapat data data yang relevan dan juga faktual sehingga keaslian nya bisa dipercaya. Dari data ini kita bisa melihat bagaimana sikap dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat dan apakah kebijakan itu berpihak pada masyarakat sekitar, juga dari artikel ini kita bisa melihat sebuah isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari kita(seperti persoalan tentang pajak ini). </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 12:11:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572214436</guid>
      </item>
      <item>
         <title>alasan kelompok saya memilih artikel ini karena topik nya menarik dan sangat relevan dengan isu perubahan iklim dan kebutuhan mendesak untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian. Selain itu,kolaborasi internasional antara Uni Eropa dan Pemerintah Jawa Timur, lewat proyek inovatif seperti SWITCH-Asia Low Carbon Rice Project, memberikan perspektif baru dalam penerapan teknologi ramah lingkungan yang sekaligus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan petani lokal.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572217302</link>
         <description><![CDATA[<p>f_025</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 12:15:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572217302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B_080</title>
         <author>heavenmaniac</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572221370</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, artikel dengan judul "<strong>Daya Ungkit Diplomasi Indonesia" </strong>yang saya dan kelompok saya ambil itu menarik bagi saya karena artikel tersebut meng-<em>highlight </em>kekurangan/kelemahan Indonesia di dunia diplomasi, yang dimana disebutkan bahwa Indonesia masih bertindak tanpa melihat dan mengukur <em>leverage </em>yang kita miliki. </p><p><br/></p><p>Di artiket disebutkan, <em>"Kita selalu merasa paling depan, nomor satu atau satu-satunya dalam bertindak, tanpa menyadari banyak negara lain juga ingin berperan memecahkan konflik internasional."</em> Indonesia sering<em> cawe-cawe</em>/mengurusi negara yang sedang berkonflik dan berusaha menjadi negara yang mendamaikan/meluruskan konflik tersebut. Padahal, kita ngga punya suatu <em>power</em> yang mumpuni untuk bisa melakukan itu.</p><p><br/></p><p>Kita juga sering merasa Ge-er (Gedhe Rumongso)/besar kepala karena dulunya kita memiliki <em>leverage </em>dimana kita adalah, "Salah satu pendiri GNB", "Berperan aktif dalam "OKI"", "Negara mayoritas Islam terbesar". Padahal, itu adalah <em>leverage </em>masa lalu dan untuk saat ini, Indonesia masih tidak bisa move on dari situ. </p><p><br/></p><p>Indonesia juga mudah terlena karena pujian-pujian yang ada tanpa menyadari bahwa hal tersebut hanya sebatas gestur/basa-basi dalam dunia diplomasi, besar/kecilnya suatu negara yang dikunjungi negara lain pastinya akan dipuji sebegitunya untuk menguntungkan negara yang mengunjungi, and <em>somehow, it works well in Indonesia</em>.</p><p><br/></p><p>Kesimpulannya adalah, saya bisa menganggap artikel ini menarik karena saya jadi lebih tau, lebih <em>melek</em> tentang bagaimana <em>power/leverage </em>yang dimiliki oleh Indonesia. Bagaimana kita sebagai negara memang harus lebih memperhatikan apa daya kita di kancah internasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 12:22:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572221370</guid>
      </item>
      <item>
         <title>S_179</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572223194</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan saya dan teman teman saya memilih artikel ini karena terdapat isu perbatasan dan isu strategis yang dimana ini sudah termasuk ke dalam isu global. Selain itu artikel ini relevan bagi masyarakat NTT, karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat lokal dan keamanan. Konflik ini juga ada tentang pentingnya menghormati hasil negosisasi antar negara dan menegakkan hukum tentang perbatasan internasional. Dalam konflik ini dapat menunjukkan gambaran nyata tentang bagaimana proses negosiasi bilateral berjalan dan tantangan yang dihadapi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 12:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572223194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_088</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572227359</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel dengan judul ”Daya Ungkit Diplomasi Indonesia” keluaran Kompas yang ditulis oleh Supriyanto adalah pilihan saya. Alasan saya tertarik dan memilih artikel tersebut karena cara artikel ini melakukan pendekatan terhadap isu yang sedang diberitakan. Topik tentang diplomasi yang berlangsung dan di Indonesia menjadi pembahasan artikel ini tetapi yang menjadi sorotan. Sorotan utamanya adalah kritik terhadap sifat Indonesia yang biasanya terlihat seperti hanya mencari pencitraan saat acara-acara internasional ini berlangsung. Mengutip dari artikel “Tampaknyaa masyarakat kita memang senang dengan kegiatan diplomasi yang terlihat heboh, gegap gempita, dan gemerlap ketika Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan internasional seperti KTT ASEAN (2023), KTT G20 (2022), Asian Games. (2018), dan KTT Luar Biasa OKI membahas Palestina (2016). Media massa dan media sosial ramai menyebutnya sebagai capaian besar.” Terlihat dari kutipan ini bahwa Indonesia dan media-medianya suka membesarkan hal-hal untuk terlihat bagus diluar yang justru membuatnya hanya seperti mencari muka dengan isi dan tindakan yang kosong. Padahal hanya sebuah acara diplomat yang rutin dilakukan, dan saya sangat setuju. Ada juga kunjungan oleh Raja Salman dari Arab tahun 2017 yang tak membawa hasil yang diharapkan. Walau ketika kunjungan tersebut media ikut andi dalam meramaikan dengan sangat meriah. Semua hal ini justru terkesan hanya sebagai basa-basi. Artikel ini menarik bagi saya karena berbeda dari artikel lain yang juga membahas hal serupa yang justru hanya menyoroti rangkaian acara dan hal menarik yang terjadi dan bukan mencoba untuk mengkritik.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 12:33:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572227359</guid>
      </item>
      <item>
         <title>N_160</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572268378</link>
         <description><![CDATA[<p>Topik yang saya pilih yaitu konflik negara thailand dan kamboja. Saya memilih konflik ini sebagai topik pembahasan kelompok saya karena topik ini membuat pemahaman baru untuk saya tentang pentingnya peran suatu negara dalam memaksimalkan potensi mereka. Konflik ini membahas tentang bagaimana konflik politik dosmetik mempengaruhi posisi dan peran Indonesia di ASEAN. Peran Indonesia tampaknya semakin redup dalam konflik Thailand Kamboja, hal ini bisa berdampak pada posisi Indonesia sebagai mediator. Negara Malaysia justru mulai menunjukkan reputasinya agar dapat berimbas terhadap domestiknya. Politik luar negeri Indonesia berubah dari bebas-aktif menjadi bebas-pasif. Konflik ini tampaknya semakin panas dan jika Indonesia terus menerus absen terhadap konflik konflik saat ini ataupun kedepannya, ini membuat ancaman bagi negara Indonesia bahwa posisinya dapat tergantikan permanen oleh negara lain yang lebih berkontribusi </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 13:41:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572268378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I0_078</title>
         <author>aliooglio</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572290935</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan saya memilih artikel yang berjudul “Pajak Super Mencekik di Pati” ini adalah karena menurut saya artikel tersebut menarik. Saat membaca artikel ini, bahkan dari judulnya saja, saya merasa isu yang dibicarakan relevan dengan kehidupan saya sebagai masyarakat yang taat pajak. Di dalam artikel ini juga terdapat perbandingan data pajak antara Kabupaten Pati dan kabupaten atau kota lain di Jawa Tengah yang dapat dijadikan tolak ukur, apakah kebijakan pajak tersebut memberatkan warganya atau tidak. Dengan disajikannya data tersebut dalam artikel, saya dapat dengan mudah menarik kesimpulan alasan mengapa kenaikan pajak tersebut merugikan bagi warga Kota Pati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 14:06:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572290935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>J_077</title>
         <author>vinojonathan5446</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572342084</link>
         <description><![CDATA[<p>Kami memilih artikel dengan judul <strong>"Prabowo Diundang Presiden Jerman untuk Kunjungan Kenegaraan ke Berlin"</strong>, menurut saya artikel yang kami pilih itu menarik karena beberapa hal, yang pertama adalah karena artikel tersebut baru saja dipublikasi pda tanggal 20 Agustus 2025 dan ada nama Prabowo di judul, yang belakangan ini masih diperbincangkan karena pemerintahannya. Berikutnya adalah karena adanya pembahasan antara menteri luar negeri Indonesia dengan menteri luar negeri Jerman mengenai isu-isu ekonomi seperti penghapusan kemiskinan dan kelaparan. Walau tidak dijelaskan apakah pembahasan mengenai isu ekonomi dilakukan secara mendetail tapi di artikel tersebut dituliskan bahwa penghapusan kemiskinan dan kelaparan merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo, itulah yang membuat saya tertarik karena pernyataan tersebut masih jauh dengan kenyataan yang terjadi sekarang. </p><p><br></p><p>Kesimpulannya adalah menurut saya artikel yang kami pilih menarik karena masih relevan dan membahas isu-isu yang akhir-akhir ini sedang kontroversial&nbsp;di&nbsp;masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 15:09:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572342084</guid>
      </item>
      <item>
         <title>D_159</title>
         <author>davisaputra2006</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572380581</link>
         <description><![CDATA[<p>artikel tersebut berjudul "Produksi beras berkelanjutan,Uni Eropa dan Jatim jalin kerjasama". Menurut saya ini adalah salah satu artikel yang sangat menarik karena m adanya kerjasama serta kolaborasi antara pemerintah Jawa Timur dengan Perwakilan dari Uni Eropa yang membahas tentang produksi beras yang berkelanjutan serta yang lebih menariknya lagi Proyek kolaborasi ini nantinya akan dijalankan melalui SWITCH-Asia Low Carbon Project (proyek beras rendah karbon SWITCH-ASIA.SWITCH-Asia Low Carbon Rice Project ini nantinya juga akan mendukung produsen beras lokal untuk mempraktikkan penanganan pascapanen padi yang berkelanjutan dengan mendorong para produsen untuk beralih dari penggilingan bertenaga diesel ke penggilingan berbasis energi listrik.<br><br> </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 16:10:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572380581</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572854546</link>
         <description><![CDATA[<p>R_170</p><p>Artikel yang kelompok saya pilih adalah "daya ungkit indonesia"</p><p>Menurut saya dengan topik diplomasi, artikel ini adalah sebuah evaluasi untuk pemerintah indonesia karena kurangnya daya tarik indonesia untuk mengundang negara lain untuk berdiplomasi kepadanya, Indonesia selalu hiperbola akan sesuatu dan selalu memakai cara kuno seperti di masa kerajaan masa lalu padahal ini sudah tidak relevan lagi untuk zaman sekarang. Indonesia di rasa tidak punya pemantik untuk terus menngembang kan diplomasi nya karena cara yang usang, itu seperti di artikel dimana Indonesia tidak serius dalam membantu konflik di asean malah mengirim menlu saat itu dan bukan presiden langsung yang turun di mana itu tidaklterlihat komitmen yang konkret dari indonesia tentang ber diplomasi dan kesannya hanya omon omon saja</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 02:02:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572854546</guid>
      </item>
      <item>
         <title>N_172</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572879896</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan saya dan kelompok saya memilih artikel dengan judul <strong>“Monyet Itu Pintu: Membaca Kasus Konflik Agraria di Pulau Sumba”</strong> adalah karena topik ini mengangkat isu agraria yang sangat relevan dengan kondisi sosial-politik Indonesia saat ini, terutama konflik antara pembangunan modern dengan hak-hak tanah adat masyarakat lokal. Penggunaan kata “monyet” oleh pejabat daerah dijadikan pintu masuk untuk membongkar persoalan relasi kuasa, penghinaan, dan perampasan tanah yang kerap dialami kelompok masyarakat kecil. Artikel ini tidak sekadar menyoroti sisi sensasional, tetapi menghadirkan framing yang kritis dengan menghubungkan kasus lokal Sumba pada teori global seperti kapitalisme, kolonialisme internal, dan analisis kelas. Dengan cara itu, artikel ini mampu memperlihatkan bahwa konflik agraria bukan hanya masalah lokal, melainkan bagian dari pola struktural yang lebih luas, sehingga penting untuk dipelajari dan dipahami.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 02:14:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572879896</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A-075</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572913737</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, artikel yang saya pilih ‘Absennya Indonesia di Konflik Vietnam-Thaild’ menarik karena melihat dinamika Indonesia  yang dipandang sebagai pemimpian ASEAN, kini menunjukkan penurunan partisipasinya dalam konflik Vietnam - Thailand yang tentunya membawa dampak tersendiri bagi masa depan Indonesia. Suatu konflik yang terlihat biasa, membawa perubahan besar bagi keamanan, kestabilan dan ‘wajah’ dua negara terkait. Tak mau mengalah, karena takut kehilangan legitimasi di mata rakyat. Politik luar negeri Indonesia, “bebas-aktif” kini dipertanyakan oleh berbagai negara, apakah masih difungsikan atau hanya sekedar ornamen. Artikel ini juga membuat kami mengkaji lebih dalam, “Apa yang sebenarnya menbuat Indonesia absen dalam konflik ini?”, “Apakah tindakan Malaysia yang gencar ini menunjukkan keinginannya memperoleh posisi pemimpin ASEAN?” , “Apa jadinya jika Indonesia benar - benar kehilangan posisi sebagai pemimpin” hingga “Apa yang harus dilakukan Indonesia kedepannya untuk mengembalikan wibawa mereka?” membuat saya bertanya-tanya tentang langkah yang akan dilakukan Indonesia dan negara di ASEAN kedepannya, terkhusus Malaysia, menarik untuk diselami proses-prosesnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 02:29:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3572913737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>S_169</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573033441</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengapa saya memilih artikel "Monyet itu Pintu : Membaca Kasus Konflik Agraria di Pulau Sumbawa"? Saat pertama kali melihat judulnya, saya langsung merasa tertarik karena judul artikel tersebut berbeda dengan kebanyakan artikel. Istilah " Monyet" yang diberikan para pejabat kepada masyarakatnya menarik perhatian saya karena saya merasa kata tersebut sangat tidak sesuai dengan pancasila sila ke empat yang berbunyi "Kerakyatan yang dipimipin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan". Penyematan istilah "Monyet" kepada rakyatnya sangat tidak mencerminkan kebijaksanaan yang seharusnya dimiliki oleh seoarang pemimpin. Artikel tersebut juga membahas mengenai persoalan yang jarang disoroti oleh publik, yaitu Agraria. Padahal, jika kita telaah lagi konflik Agraria sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat adat setempat. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 03:29:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573033441</guid>
      </item>
      <item>
         <title>D_087</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573080664</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan saya dan kelompok saya memilih artikel yang berjudul “Produksi Beras Berkelanjutan, Jatim-Eropa Jalin Kerjasama” adalah karena topik artikel ini membahas program SWITCH-Asia Low Carbon Rice yang menjadi bentuk kerja sama antara Pemerintah Jawa Timur dan Uni Eropa dalam mewujudkan produksi beras berkelanjutan. Artikel ini tidak hanya menyoroti inovasi teknologi pertanian yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga mengangkat isu penting seperti ketahanan pangan, pengurangan emisi karbon, dan peningkatan kesejahteraan petani. </p><p><br/></p><p>Artikel ini juga relevan karena beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, sehingga peningkatkan kualitas produksi beras berhubungan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, artikel ini memperlihatkan bagaimana persoalan lokal di Jawa Timur bisa masuk dalam lingkup global, membuka ruang diplomasi sekaligus memperkuat kerja sama lintas negara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 04:02:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573080664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>G_027</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573119400</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang saya pilih menarik karena bukan merupakan suatu artikel berita tetapi evaluasi kembali mengenai kegiatan diplomasi Indonesia selama ini. Hal ini membuka pikiran saya terhadap cara Indonesia ber-diplomasi.</p><p><br/></p><p>Dengan membaca artikel itu saya menyadari bahwa sejatinya Indonesia seringkali tidak memikirkan leverage dengan matang. Hal itu dapat menjadi kunci dalam berdiplomasi, mungkin juga mengapa beberapa kegiatan diplomasi Indonesia hasilnya tidak memuaskan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 04:31:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573119400</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_167</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573261056</link>
         <description><![CDATA[<p>berdasarkan artikel terkait, topik yang kami pilih menarik karena membahas mengenai diplomasi yang menguntungkan antara ASEAN dan China. Hal menarik dari artikel tersebut adalah China memberikan kebebasan visa bagi pelaku bisnis. Mungkin terdengar eksklusif, namun China memberikan kesempatan bagi seluruh negara di ASEAN untuk mampu mengembangkan dan membuka lapangan pekerjaan baru dengan berkunjung ke China. Sebagai contoh, banyak sekali pameran yang di adakan di China dengan target audiens yaitu negara ASEAN. </p><p>Dari artikel tersebut, kesimpulan yang dapat di ambil adalah diplomasi terkait kebebasan VISA bagi negara ASEAN dapat menguntungkan kedua belah pihak. Di sisi China, China berhasil mendukung UMKM nya expand sampai ke luar negeri, jikapun tidak expand.. ide yang dibawa oleh UMKM di China mampu di implementasikan di negara ASEAN, seperti MIXUE sebagai contoh nyata. </p><p>Selanjutnya, dari negara ASEAN. Dengan diberikan kesempatan untuk melihat perkembangan ekonomi di China, negara ASEAN bisa membuka peluang yang sama di negara nya sendiri dengan harapan mampu mempertahankan ataupun memperkuat pertumbuhan ekonomi di negara nya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 05:54:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573261056</guid>
      </item>
      <item>
         <title>K_175</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573511848</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan saya tertarik dengan artikel <strong>Ketentuan Visa ASEAN yang Baru Diluncurkan Pemerintah Cina, </strong>itu karena saya merasa ada yang perlu saya pahami terkait programnya, terutama benefit program tersebut terhadap negara Indonesia. Karena rasa penasaran tersebut, saya dan kelompok saya memilih Artikel ini. Yang dimana dalam artikel tersebut menjelaskan negara-negara Asean yang mendapatkan kesempatan serta kategori atau golongan orang yang mendapat kesempatan tersebut. Nah Indonesia masuk dalam kategori negara yang diizinkan namun hanya untuk pelaku usaha atau para pengusaha saja.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 08:34:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573511848</guid>
      </item>
      <item>
         <title>T_158</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573519138</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan saya memilih artikel ini karena saya menyajikan kisah nyata diplomasi efektif melalui telepon yang berdampak signifikan. Karena disini menunjukkan ketertarikan saya pada kebijakan luar negeri yang dinamis, namun juga kritis terhadap aspek keamanan dan kelembagaan. Pengetahuan yang saya peroleh untuk memperluas perspektif soal bagaimana diplomasi bisa berubah bentuk dan apa implikasinya bagi negara. </p><p>Sebagai pembaca, saya tidak hanya terpukau oleh efektivitas yang dilakukan oleh pak Prabowo, tapi juga reflektif terhadap kualitas, keamanan, dan kesinambungan diplomasi Indonesia. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 08:39:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573519138</guid>
      </item>
      <item>
         <title>D_164</title>
         <author>dianagracielanatalia</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573541963</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya topik artikel ini menarik karena mengangkat isu yang sangat penting, yaitu pelanggaran kesepakatan di wilayah perbatasan antara Indonesia (NTT) dan Timor Leste yang menimbulkan ketegangan dan konflik. Isu ini penting karena menyangkut kedaulatan negara, keamanan warga di daerah perbatasan, serta hubungan bilateral yang sedang menjadi sorotan publik dan pemerintah. Selain itu, kejadian penembakan yang terjadi menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya konflik yang dapat berdampak luas secara sosial dan politik. Framing berita yang menjelaskan sudut pandang dari berbagai pihak yang terlibat memberikan gambaran yang detail mengenai kronologi kejadian, dampak yang dirasakan masyarakat, dan upaya penanganan yang dilakukan. Dengan menggabungkan aspek politik, sosial, keamanan, dan hubungan antar negara dalam konteks yang sedang ramai diperbincangkan, artikel ini menjadi sangat penting dan menarik untuk diikuti oleh masyarakat luas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 08:55:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573541963</guid>
      </item>
      <item>
         <title>F_083</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573568724</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, artikel yang saya pilih menarik karena pada judul artikel tersebut disebutkan bahwa monyet adalah pintu. Di mana kata monyet tersebut dapat dimaknai sebagai kata yang membuka cerita atau kasus di balik kata monyet, sehingga diberi judul sedemikian rupa. Cerita dibalik kata monyet tersebut adalah konflik agraria yang timbul ketika Gubernur NTT dan seorang kepala suku memiliki pendapat yang berbeda dan pada akhirnya Gubernur NTT menggunakan kata penghinaann kepada kepala suku tersebut. Artikel ini menarik karena isi dalam artikel tidak terhenti ketika Gubernur NTT melayangkan penghinaan, tetapi artikel ini menjelaskan bagaimana hinaan tersebut digunakan sebagai upaya untuk merampas tanah. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa penghinaan menggunakan kata monyet sudah dilakukan sejak zaman kolonial. Pada zaman itu, koloni sering menggunakan kata monyet untuk merampas tanah, karena masyarakat pribumi dianggap sebagai monyet atau entitas yang bodoh, tidak berpendidikan, dan terbelakang sehingga mereka bersikap superior dan ingin menunjukkan bahwa mereka adalah entitas yang lebih tinggi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 09:17:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573568724</guid>
      </item>
      <item>
         <title>C_030</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573594013</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang dipilih oleh kelompok saya adalah "Krisis Thailand–Kamboja 2025: Realisme, Game Theory, dan Absennya Indonesia"</p><p>Menurut saya, artikel ini menarik karena isu Thailand-Kamboja masih terbilang baru dan sangat dekat dengan Indonesia. Juga, gencarnya warga negara dari kedua belah pihak dalam menyuarakan pembelaan terhadap tindakan yang mereka lakukan membuat isu ini naik ke permukaan media internasional dengan cepat. Konflik serius ini sebenarnya termasuk konflik jangka panjang akibat sengketa batas wilayah yang tidak jelas. Akan tetapi, justru puncak panasnya ialah setelah hal yang terlihat sepele namun fatal, yakni bocornya rekaman telepon perdana menteri Thailand dengan mantan perdana menteri Kamboja.</p><p>Selain itu, di forum online internasional khususnya ASEAN, ada sangat banyak orang yang mempertanyakan peran Indonesia yang terlihat tidak mengambil sikap apa-apa. Padahal, biasanya Indonesia selalu menjadi mediator aktif bagi konflik-konflik di ASEAN.</p><p>Saya juga secara pribadi tertarik dengan penjelasan mengapa kedua negara tidak ada yang mundur dari keteguhannya, sebagaimana yang dijelaskan dalam artikel ini dengan game theory. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 09:38:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573594013</guid>
      </item>
      <item>
         <title>R_074</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573612653</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, artikel ini menarik karena tema dari artikel ini. Artikel ini membahas hal yang baru baru ini terjadi, yaitu pertemuan Prabowo dan Presiden Jerman pada 20 Agustus 2025 yang membahas bermacam-macam isu seperti sosial, ekonomi, dan politik, serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman di berbagai sektor. Dan terakhir, di dalam artikel tersebut dijelaskan program-program prioritas nasional Indonesia dalam pemerintahan Bapak Prabowo Subianto utamanya di bidang penghapusan kemiskinan dan kelaparan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 09:54:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573612653</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_161</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573621441</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan saya memilih artikel yang berjudul Diplomasi Di Ujung Jari Kisah Prabowo dan Telepon-telepon Strategis untuk di bedah atau di analisis adalah yang pertama karena saya tertarik dengan judul artikel inii, dari judulnya sudah sangat menarik perhatian saya apalagi pada bagian "Prabowo dan Telepon-telepon Strategisnya" itu menimbulkan banyak sekali pertanyaan maka dari itu saya tertarik untuk membaca lebih detail serta menganalisis isi dari artikel ini. Selain karena judul, saya juga tertarik karena isi dari artikel ini sangat bersinggungan langsung dengan tema yang diberikan yaitu DIPLOMASI dimana di dalam artikel ini membahas tentang kegiatan berdiplomasi antar pemimpin negara yaitu Prabowo sebagai presiden RI dan Donald Trump sebagai presiden AS. Uniknya hal tersebut dilakukan dengan menggunakan media yang bisa di bilang tidak terlalu formal karena menggunakan telepon dan durasi telepon tersebut selama kurang lebih 17 menit. Dan isi dari percakapan via telepon antara dua pemimpin negara itu juga sangat menarik yakni tentang kenaikan tarif pajak. Lebih jelasnya dari percakapan antara Presiden RI,<strong>Prabowo Subianto </strong>dan Presiden AS,<strong>Donald Trump</strong> berhasil menghasilkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Indonesia mendapat penurunan pajak tarif, sementara AS memperoleh kebebasan akses untuk ekspor produksinya. Dari hal tersebut dapat dijadikan contoh nyata dari bagaimana komunikasi langsung dan strategis dapat mempercepat proses diplomasi dan mencapai hasil yang konkret dalam waktu singkat. Saya juga memilih artikel ini karena tertarik dengan tumbnail dari artikel tersebut yang dimana itu adalah foto dari bapak Prabowo sendiri sedang memegang teleponnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 10:02:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573621441</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M_079</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573645806</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang kelompok saya pilih berjudul "Ketentuan Visa ASEAN yang baru diluncurkan China", diterbitkan oleh <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://www.tempo.co">www.tempo.co</a> pada 8 Juni 2025. Artikel ini membahas tentang hubungan diplomasi yang Cina bangun melalui pembebasan visa untuk negara yang menjadi anggota ASEAN dan negara pengamat ASEAN yaitu Timur-Leste, pembebasan visa ini dimaksudkan untuk perjalanan bisnis sehingga dapat memudahkan segala urusan bisnis baik untuk negara Cina sendiri maupun negara yang mendapat hak istimewa ini termasuk Indonesia. Hubungan diplomasi ini membuktikan bahwa Cina sebagai salah satu negara maju mampu memposisikan dirinya untuk mewujudkan ekonomi antar negara ASEAN yang inklusif dan juga terbuka. Menurut saya, hal tersebut menarik untuk didiskusikan karena kebijakan ini bukan hanya menguntungkan Cina, tapi juga negara-negara yang mendapat hak istimewa ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 10:25:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573645806</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B_156</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573654980</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya dan kelompok saya memilih berita ini karena menurut saya menarik sekali melihat kerja sama antara Indonesia dan Jerman yang tentunya membahas banyak hal termasuk perdagangan dan investasi melalui Indonesia-EU CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) dalam rangka mendorong perdagangan yang lebih terbuka sekaligus membuka peluang investasi baru, dibahas juga soal teknologi dan inovasi termasuk kerja sama di bidang AI, digitalisasi, dan infrastruktur modern, lalu mereka juga membahas tentang ketenagakerjaan dan program yang sedang dijalankan oleh presiden Prabowo saat ini yaitu MBG (Makan Bergizi Gratis) dan soal keamanan pangan. Jadi, menurut saya dan kelompok saya berita ini sangat menarik karena berita ini relevan sekaligus bisa membuka banyak sekali peluang baru seperti diplomasi, investasi, teknologi, bahkan lapangan pekerjaan untuk orang Indonesia di masa yang mendatang. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 10:34:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573654980</guid>
      </item>
      <item>
         <title>R_168</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573737342</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari artikel kelompok yang saya pilih, menurut saya artikel yang sedang membahas konflik terkalit Thailand–Kamboja 2025 dengan pendekatan realisme dan game theory yang jarang dipakai dalam pemberitaan biasa. Dari saya mendapat pengetahuan baru bagaimana politik domestik lebih sering menjadi faktor utama daripada diplomasi, sehingga kedua negara tersebut enggan mundur. Yang membuat saya makin tertarik adalah terkait absennya Indonesia, padahal biasanya kita dikenal aktif sebagai motor integrasi ASEAN. Justru pada kasus ini negara Malaysia lah yang muncul sebagai mediator, dan hal ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan terkait apakah peran kepemimpinan di kawasan mulai bergeser. Konfliknya pun masih hangat, dekat dengan Indonesia, dan relevan untuk dipelajari karena memberi gambaran nyata tentang bagaimana keputusan kecil bisa memicu dampak besar di tingkat regional.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 11:46:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573737342</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>rbc7s5pb9z</author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573752870</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya merasa topik artikel yang kami pilih sangat menarik karena di dalam artikel tersebut disajikan perbandingandata antara Kota Pati dengan kota-kota lain di Jawa Tengah. Perbandingan ini tidak hanya memberikan gambaranmengenai besaran pajak, tetepi juga memperlihatkanbagaimana kebijakan pajak dapat berbeda di tiap daerahsesuai dengan kondisi ekonomi maupun kebijakanpemerintah setempat. Perbandingan data yang tertera dalamartikel tersebut memudahkan kami untuk melihat perbedaankebijakan pajak antar daerah serta dampak sosial ekonomiyang akan di timbulkan bagi masyarakat. Selain itu, konflikyang dibicarakan dalam artikel tidak sekedar menjadi isulokal di Pati, tetapi juga memiliki kesinambungan dengankehidupan kami sebagai warga negara yang taat membayarpajak. Hal ini menumbuhkan kesadaran bagi kami bahwamemahami isu perpajakan penting untuk membangun sikapkritis sekaligus meningkatkan kepedulian terhadapdinamika sosial ekonomi di sekitar kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 11:58:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573752870</guid>
      </item>
      <item>
         <title>R_085</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573900243</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang berjudul “Monyet Itu Pintu: Membaca Kasus Konflik Agraria di Pulau Sumba” ini</p><p>menjadi menarik bagi saya, karena penggunaan kata “monyet” dan “agraria” dalam nama judul mampu menciptakan suatu tanda tanya untuk diri saya sendiri, apakah penggunaan kata “monyet” pada judul berarti sebuah umpatan kepada suatu pihak yang berkaitan dengan suatu kawasan tertentu?, atau kata “monyet” pada judul memang digunakan untuk penyebutan hewan monyet yang juga seringkali berkaitan dengan kawasan habitatnya?. Setelah ditelaah ternyata kata “monyet” digunakan sebagai simbol penghinaan oleh gubernur setempat kepada kepala adat setempat, topik mengenai konflik antar pemerintah dan masyarakatnya inilah yang membuat saya lebih tertarik lagi dengan artikel tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 13:24:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3573900243</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_082</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3574165755</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel yang berjudul "Pajak Super Mencekik di Pati" menarik perhatian saya karena kondisi ini terasa familiar dan relate dengan kebanyakan diri kita. Kenaikan pajak drastis dimana-mana yang menyusahkan masyarakat dan respon masyarakat akan hal tersebut menarik perhatian saya. Selain itu, kasus yang terjadi di Pati juga menjadi contoh pergerakan masyarakat yang berani melawan kebijakan yang tidak masuk akal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 15:41:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3574165755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A_177</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3575372559</link>
         <description><![CDATA[<p>Topik artikel yang saya pilih adalah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Berlin atas undangan Presiden Jerman Frank Walter Steinmiere. Menurut saya artikel ini menarik karena, kunjungan ini merupakan langkah strategis yang memungkinkan Indonesia untuk memperkuat diplomasi internasionalnya. Selain itu, kunjungan ini penting untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, dan pembangunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-09 05:46:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sararezasamanistudy/myty6ksr9aled061/wish/3575372559</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
