<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Modul 1.1. BBGP Jabar Group 23 by Sari Suksesi</title>
      <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-06-28 05:27:11 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-07-05 03:43:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sari Suksesi</title>
         <author>sarisukses22</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040517284</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>&nbsp;&nbsp; 4 Pertanyaan Reflektif:</strong></p><p>1.Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p><p>2.Bagaimana perwujudan <strong>‘menuntun’ </strong>yang saya lihat<strong> </strong>dalam konteks <strong>sosial budaya </strong>di daerah saya?</p><p>3.Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman</em>?&nbsp;&nbsp;</p><p>4.Apa relevansi pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” </em>dalam peran saya sebagai pendidik?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 05:28:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040517284</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban 4 Pertanyaan Reflektif (Zeni Zaelani, SD Negeri Pamoyanan 1, Kota Bogor)</title>
         <author>zenizaelani01</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040609952</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2554698845/2fabe66511a5a3894a66c9440ac24291/Soal_Elaborasi_Pemahaman_Zeni_Zaelani_Kota_Bogor.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 07:29:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040609952</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mei Sukaryati, S.Pd - CGP A11 (Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040610371</link>
         <description><![CDATA[<p>saya ingin dan mau menjadi guru dengan memiliki wawasan yang selalu baru dengan mengikuti perkembangan pembelajaran moderisasi pembelajaran digital, saya juga belajar banyak hal yang mengubah paradigma saya terhadap dunia pendidikan, saya juga mulai belajar menerapkan untuk program guru penggerak mulai dari pemikiran ki hajar dewantara tentang keuinikan seorang anak sehingga kita belajar bagaimana memandang peserta didik sebagai generasi yang potensial dalam bidangnya masing-masing.</p><p><br></p><p>Gagasan Ki Hadjar Dewantara, “ing ngarso sung tulodo” (pendidik memberikan teladan), “in madyo mangun karso” (pendidik selalu berada di tengah, terus memulai dan memotivasi), dan “tut wuri handayani” (pendidik selalu mendukung dan mendorong peserta didik untuk maju), tidak hanya merupakan slogan dan kata-kata indah semata. Sistem pendidikan yang masih membatasi perlu diperbaiki agar sejalan dengan dedikasi Ki Hadjar Dewantara dalam mengembangkan identitas budaya anak bangsa, sehingga menciptakan generasi cerdas dan berkarakter.</p><p><br></p><p>Setelah mempelajari dan memahami perjalanan pendidikan nasional sebelum dan sesudah kemerdekaan serta peran tokoh-tokoh penting dalam pergerakan pendidikan, saya menyadari bahwa melalui pendidikan, nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dapat dilestarikan dan membentuk kepribadian bangsa. Penanaman nilai-nilai budaya dan karakter melalui pendidikan pada akhirnya akan menciptakan identitas bangsa yang kuat. Dalam hal ini, Pancasila menjadi landasan utama yang perlu diimplementasikan secara menyeluruh dan mendalam dalam jiwa generasi bangsa. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang sesuai, beberapa langkah yang dapat diambil di sekolah adalah:</p><ol><li><p>Menerapkan pembelajaran yang disesuaikan dengan potensi individu peserta didik agar mereka dapat mengoptimalkan bakat dan kemampuan masing-masing.</p></li><li><p>Menjadi inspirator bagi peserta didik, selalu menjadi pendorong bagi peserta didik agar terus berkembang.</p></li><li><p>Menjadi pendidik yang menyenangkan, memiliki keahlian dalam ilmu pengetahuan, dan berperilaku baik sebagai contoh yang patut diikuti sesuai dengan nilai – nilai yang diturunkan oleh Ki Hadjar Dewantara.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:29:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040610371</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RAMLI, CGP ANGKATAN 11 KOTA BEKASI</title>
         <author>ramli2312</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040610990</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya menerapkan pembelajaran yang memerdekan dalam pembelajaran, tidak ada paksaan dan tekanan dari guru,dan selalu mengedepankan pendapat siswa, yang tidak menargetkan dalam sisi kognitifnya saja tetapi dalam berbagai bakat yang di miliki oleh peserta didik,agar siswa merasa dihargai bakat dan minatnya.</p></li></ol><p>2. perwujudan menuntun,saya melihat dalam kontek sosial budaya didaerah saya adalah adanya pendampingan terhadap anak - anak ketika mereka mau berangkat kesekolah dan keluar rumah  diajarkan untuk selalu membaca doa dan berpamitan terhadap orang yang ada di dalam rumah, ayah, ibu ,kakak atau kakek dan nenek selalu cium tangan.</p><p>3.karena ketika setiap manusia lahir membawa kodratnya masing masing namun dalam menyelenggarakan pendidikannyamenjadi manusiayang utuh dan bisa bergabung ke dalam masyarakatdisesuaikan dengan kodrat zaman,karena hal itu didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang.</p><p>4.bahwa pendidik harus berpusat pada peserta didik yaknipeserta didik bukan dilihat sebagai obyek namun dijadikan sebagai subjek,berikan mereka dalammencapai tujuan pembelajarannya,</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:30:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040610990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka Budi_CGP A11 Kota Bekasi</title>
         <author>ekabudi97</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040611509</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya menerapkan pendekatan yang menghargai keunikan setiap anak dalam belajar. Saya tidak hanya fokus pada materi pelajaran, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi minat mereka sendiri.</p></li><li><p>Perwujudan 'menuntun' dalam konteks sosial budaya terlihat dalam pembiasaan gotong royong yang menghargai proses pendampingan dan bimbingan. Misalnya, dalam pembelajaran dengan diskusi kelompok, piket kelas.</p></li><li><p>Dengan memahami kodrat alam, pendidikan dapat mengembangkan potensi unik setiap anak sesuai dengan bakat dan minat mereka. Sementara itu, memperhatikan kodrat zaman memastikan bahwa pendidikan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman modern untuk mempersiapkan anak-anak menjadi anggota masyarakat yang produktif dan adaptif.</p></li><li><p>Sebagai pendidik, pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan yang berpihak pada anak mengingatkan saya untuk selalu menghargai dan memahami keunikan setiap murid. Saya berperan sebagai pembimbing dan fasilitator yang membantu mereka mengembangkan potensi mereka secara optimal. Hal ini juga mengingatkan saya untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kemampuan sosial mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:31:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040611509</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban Gilang Ramadhan A11 (SDN AREN JAYA X Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040611970</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Guru di sebuah sekolah dasar menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek untuk mengajak siswa belajar tentang budaya Indonesia. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk membuat proyek yang berkaitan dengan budaya Indonesia, seperti membuat poster, pertunjukan tari, atau drama</p></li><li><p>Menuntun merupakan proses yang penting dalam kehidupan sosial budaya. Dengan menuntun, kita dapat membantu orang lain untuk mencapai tujuannya dan menjadi pribadi yang lebih baik.</p><p>Sebagai individu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menuntun orang lain, baik dalam keluarga, di lingkungan tempat tinggal, maupun di masyarakat luas.</p><p>Dengan saling menuntun, kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.</p></li><li><p>Mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan merupakan langkah penting untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu bagi anak-anak Indonesia. Dengan demikian, diharapkan generasi penerus bangsa dapat menjadi generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p></li><li><p>Meskipun dunia terus berkembang dan berubah, pemikiran KHD tentang pendidikan yang berhamba pada anak tetap menjadi landasan yang kokoh untuk membangun pendidikan yang berkualitas di era modern. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, kita dapat membantu anak-anak Indonesia untuk berkembang menjadi individu yang cerdas, kreatif, kritis, berkarakter baik, dan siap menghadapi tantangan masa depan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:32:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040611970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban 4 Pertanyaan Reflektif (Putri Andika Yuliani, SDN Jatimelati 1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040612118</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2323328922/92e1c43271d5509a073bf705b3e1635b/Refleksi_Modul_1_1_BBGP_Jabar_Group_23.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 07:32:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040612118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Endah Purbasari , S.Pd (CGP A11) KOTA BEKASI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040612884</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) adalah dengan mengajar berpusat pada murid, mendampingi dengan menuntun mereka menyesuiakan kodrat alam dan kodrat zamannya. Salah satu nya dalam praktek pembelajaran seni tari / Ekstrakurikuler seni.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan memberikan pendampingan dalam pembelajaran serta pelaksanaan pembelajaran secara berdiskusi dan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai gotong royong saling menghormati, dan kepedulian terhadap antara sesama siswa.&nbsp;</p><p>Memberikan pembelajaran berdiferensiasi menyesuiakan dengan minat dan bakatnya, sebagai wujud dari memahami kebutuhan murid</p><p>Mengajarkan materi dengan memadukan kebudayaan sekitar dengan materi ajar saya.</p><p>Melibatkan orang tua dan tokoh Masyarakat dalam proses pembelajaran, yaitu dalam kegiatan orang tua menyapa di program literasi sekolah.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam mendidik perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, karena :</p><p>Kodrat alam : masing-masing individu siswa memiliki keunikan, kelebihan, bakat dan minat yang berbeda-beda</p><p>Kodrat zaman : Pendidikan menyesuiakan dengan kodrat zaman berdasarkan kebutuhan manusia.</p><p>Dari kondisi di atas dalam memberikan pendampingan dibutuhan penyesuaian kodrat alam dan kodrat zamannya. Karena masing-masing individu siswa tidaklah sama sehingga kita tidak bisa memberikan perlakuan yang sama untuk setiap siswa. Selain itu tidak kita pungkiri dalam mendampingi siswa kita harus mengikuti perkembangan zaman. Karena tujuan kita mendidik anak adalah menyiapkan diri mereka untuk siap secara mandiri di lingkungan Masyarakat dengan mengikuti perkembangan zaman</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Makna berhamba pada siswa&nbsp; adalah saya sebagai pendidik mendampingi dengan berfokus pada kebutuhan, minat dan bakat siswa. Selain itu saya juga memberikan pembelajaran yang menyenangkan agar siswa tidak merasakan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan terpaksa. Pelaksanaan Pendidikan dirasakan oleh siswa menjadi sebuah kegiatan kewajiban tanpa ada paksaan. Selain itu saya memberikan bimbingan dan dukungan untuk meningkatkan karakter siswa berdasarkan bakat dan minatnya masing-masing.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:33:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040612884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meilani Rajmeiyanti-CGP A11 (SDN Pekayon Jaya VI, Kota Bekasi)</title>
         <author>meilanispd15</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613343</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah mengajak siswa untuk berperan dalam proses pembelajaran. Menggali potensi kepada para siswa untuk bisa mengembangkan kemampuan mereka yang sesuai dengan keunikannya.</p></li><li><p>Menuntun menurut saya adalah membimbing para siswa untuk berkembang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.</p></li><li><p>Sebagai seorang guru, menuntun siswa dengan mempertimbangan kodrat alam dan kodrat zaman karena siswa akan berkembang sesuai dengan proses perkembangannya sebagai seorang manusia, dan mereka pun akan berkembang mengikuti perkembangan zaman yang akan mereka masuki.</p></li><li><p>Pembelajaran yang berpusat pada anak, memberikan keleluasaan kepada siswa untuk belajar mengeksplorasi, membuat siswa lebih aktif dengan menggunakan metode pengajaran yang berdiferensiasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:34:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613343</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul Khasanah (Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613419</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembelajaran yang menghargai keunikan dan keragaman siswa, yaitu dengan melakukan asesmen kebutuhan belajar terlebih dahulu serta mengenali minat bakat siswa masing-masing.</p></li><li><p>Menuntun dengan cara membimbing dan memperkuat karakter siswa melalui pembiasaan positif, kegiatan keagamaan, latihan dasar kepemimpinan serta program pendidikan karakter lainnya.</p></li><li><p>Kodrat alam terkait dengan alam dimana siswa berada sedangkan kodrat zaman karena masing-masing zaman memiliki tantangan tersendiri. </p></li><li><p>Seorang pendidik harus berorientasi pada anak, memandang siswa bukan sebagai obyek tetapi sebagai subyek pembelajaran. Pendidik perlu mengetahui profil dan kebutuhan siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:34:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613419</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laras Murniati CGP A11 (Jatirasa II) KOTA BEKASI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613720</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pembelajaran yang dilakukan harus berpusat pada siswa. Selain itu, siswa berperan sebagai peserta aktif dalam proses pembelajaran yang dilakukan, bertanggung jawab, dan memiliki daya inovasi yang baik. &nbsp;seperti melakukan tanggung jawab, gotong royong.</p></li><li><p>Yang saya lakukan untuk mewujudkannya mendidik muridnya harus menunjukkan contoh yang baik ketika berbicara, menyampaikan materi, bersosialisasi, bertoleransi, menghargai orang sekitar, memperkenalkan budaya yang ada pada daerah tersebut. Agar anak paham mengenai budaya di daerah sendiri. contohnya saya memiliki peserta didik yang memiliki bakat dan potensi yang baik namun dia belum terbiasa dan percaya diri. yang saya lakukan menuntun dia untuk mengikuti berbagai kompetisi agar menggembangkan potensi tersebut</p></li><li><p>kodrat alam mengacu pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ini mencakup potensi, kekuatan, dan kelemahan yang secara alamiah melekat pada diri masing-masing individu. kodrat zaman berkaitan dengan kondisi dan tuntutan zaman yang selalu berubah.</p><p>jadi kesimpulannya kita dapat membentuk pendidikan yang holistik dan relevan untuk masa depan murid.</p></li><li><p>Dari sini dapat saya lihat bahwa nilai-nilai ini sudah diterapkan dengan baik untuk perkembangan anak terutama di sekolah. Saya menyadari bahwa &nbsp;pendidikan bukan hanya tentang mengasah kemampuan, dan pemahaman intelektual semata, akan tetapi juga membentuk karakter dan moral yang kokoh untuk anak-anak. Oleh karena itu, saya mencoba untuk berperan ganda, menjadi &nbsp;pendidik dan fasilitator. Hal ini dilakukan agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengembangan pikiran anak-anak, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, emosional, dan spiritual mereka. Dengan konsep ini diyakini dapat mengantarkan mereka pada mendapatkan kenyamanan dan kebahagiaan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:34:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613720</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dzikri Biamrillah (CGP 11 SMAN 6 Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613882</link>
         <description><![CDATA[<p>Budaya dan kultur dibekasi ialah kota patriot banyak sejarah perjuangan dibekasi filosofi budaya bambu runci sebagai simbol perjuangan kita harus memaparkan filosofi ini dilingkup pendidikan. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:34:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613882</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Medi Kapriany Purwaningrum_TK Islam Najwa_CGP A11_Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613890</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yg merefleksikan pemikiran KHD adalah: kita ibarat petani yang tugasnya merawat, memupuk, menyiram tanaman danbiarkan tumbuh sesuai kodratnya. Seperti di TK selama ini saya mengajar, anak dengan segala kepolosannya yang sangat cepat meyerap masukan sosial budaya baik positif maupun negatif tanpa disaring. tugas kita membimbing mana saja yang boleh diambil dan mana yang tidak bpleh.</p></li></ol><ol start="2"><li><p><strong>Menuntun</strong> murid dengan membimbing sesuai bakat dan minat anak.</p></li><li><p>Kodrat alam yaitu karakter bawaan anak serta lingkungan mereka dibesarkan dan kodrat zaman adalah keadaan mereka tumbuh di era dulu atau sekarang  harus diselaraskan karena kita harus menuntun anak sesuai dengan kodrat tersebut agar pendidikan yg kita berikan selalu relevan dan dapat diterima disegala zaman manapun. </p></li><li><p><strong>Berpihak</strong> pada murid maksudnya kita harus memahami type belajar anak misalnya ada yg gaya belajarnya kinestetik (bergerak) maka pendekatan belajarnya dengan banyak permainan atau yang gaya belajarnya visual maka diperbanyak gambar serta media nyata, diharapkan pembentukan karakter baik  yang harus kita <strong>tebalkan</strong>.</p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:34:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040613890</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Liln Susanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040614149</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman proses pembelajaran yang merefleksikan KHD : Terkait dengan kodrat zaman saat ini dimana teknologi berkembang sangat pesat. Sehingga murid perlu dibekali bagaimana beretika dalam menggunakan teknologi. Kita juga perlu menuntun teknologi yang mereka ketahu dalam pembelajaran.</p></li><li><p>Menuntun dalam kontek sosial budaya: Menuntun dapat diartikan dalam memberikan bimbingan, motivasi, serta mengajarkan nilai nilai luhur yang terkandung dari setiap kebudayaan seperti: gotong, royomg, jujur, kerja keras dll</p></li><li><p>Kodrat alam dan zaman diperhatikan agar setiap anak dapat tumbuh dengan baik sesuai dengan minat bakat serta perkembangan teknologi</p></li><li><p>Pendidikan berhamba pada anak : Sebagai pendidik harus dapat mengetahui apa potensi yang dimiliki anak agar dapat dengan baik memfasilitasi kebutuhan mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:35:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040614149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eva Fauzah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040614206</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yang pernah saya lakukan adalah melakukan pembelajaran kontekstual. Misalnya mempelajari budaya indonesia dengan berkunjung ke museum Indonesia</p></li><li><p>Menuntun berarti usaha membawa sesorang kepada hal yang baik untuk hidup di masyarakat. Karena sekolah berada di lingkungan masyarakat perkotaan padat penduduk. Saya berupaya menanamkan nilai-nilai baik yang selayaknya anak tunjukan ketika hidup di masyarakat dan mendorong mereka untuk memberikan teladan serta mengajak teman dari sekolah lain untuk melakukan hal baik pula.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam, karena kebiasaan di suatu daerah akan berbeda dengan daerah lain. Agar seusai konteksnya, perlu mempertimbangkan kodrat alam. Dan agar sesuai dengan tuntutan zaman, maka perlu mempertimbangkan kodrat zaman. Sehingga anak anak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup sesuai zamannya.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada anak berarti guru mengarahkan/menuntun dengan penuh perhatian dan memperhatikan perkembangan sosioemosional anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:35:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040614206</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RINI SURYAWATI -CGP ANGKATAN 11 SMPN 31  KOTA BEKASI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040614261</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pengalaman saya yang sudah saya laksanakan di dalam kelas sebagai pendidik yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah memanang atau melihat murid sebagai pribadi merdeka yang memiliki bakat dan minat masing sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamanya,contohnya saya melaksanakan diferensiasi dalam proses dan diferensiassi produk.murid saya bebaskanuntuk memilih pengerjaan tugas sesuai dengan kemampuanya ada yang mengumpulkan tugas mengenal negara ASEAN  dalam bentuk video, lagu atau tuisan</p><p>2.Dalam hal menuntun sebagai pendidik yang saya lakukan di sekolah adalah melakukan pembiasaan pembiasaan budaya positif di sekolah</p><p>3.Pendidikan di Indonesia saat ini sedang menyelaraskan dengan perkembangan zaman,memasukan mata pelajaran Informatika,dimana murid diajarkan untuk mengenal penggunakan teknologi.</p><p>4,berpihak pada anak artinya adalah memahami bahwa anak adalah pribadi yang merdeka memiliki minat dan kemampuanya sendiri,kita tinggal menebalkan laku yang yang masih samar  tadi ke arah yang positif. tanpa menuntut untuk keinginan kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:35:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040614261</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yuniarsuprihatini76</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040614323</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya?</p><p>2. Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>3. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</p><p>4. Bagaimana gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p><p>Jawaban Nomor 1</p><p>Makna kata menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya merujuk pada peran dan tindakan yang diambil untuk membimbing dan membentuk anak-anak agar sesuai dengan nilai-nilai, norma, tradisi, dan budaya yang ada dalam masyarakat. Dalam konteks ini, menuntun berarti menggabungkan aspek-aspek budaya lokal ke dalam pendidikan anak-anak sehingga pendidikan menjadi relevan dan sesuai dengan lingkungan sosial dan budaya mereka.</p><p>Berikut ini beberapa langkah yang dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya:</p><p>1. Memahami nilai-nilai lokal.</p><p>2. Menggabungkan konteks budaya dalam pembelajaran.</p><p>3. Menggunakan bahasa lokal dan mengadakan kegiatan budaya.</p><p>Jawaban Nomor 2</p><p>Kodrat alam merujuk pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ini mencakup potensi, kekuatan, dan kelemahan yang secara alami dimiliki oleh setiap individu. Dalam konteks pendidikan, memahami dan menghormati kodrat alam setiap anak sangat penting. Berikut adalah alasan mengapa hal ini penting:</p><p>1. Mengakui Keunikan</p><p>Setiap anak memiliki potensi dan kelemahan yang berbeda. Dengan memahami kodrat alam, pendidik dapat mengenali keunikan setiap anak dan memberikan pendekatan yang sesuai.</p><p>2. Pendekatan Personal</p><p>Menghormati kodrat alam memungkinkan pendidik untuk mengajar dengan cara yang lebih personal dan efektif, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak.</p><p>3. Pengembangan Potensi</p><p>Dengan memahami kodrat alam, pendidik dapat membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka secara maksimal, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.</p><p><br/></p><p>Kodrat zaman berkaitan dengan kondisi dan tuntutan zaman yang terus berubah. Perkembangan teknologi, budaya, dan lingkungan sosial sangat memengaruhi cara</p><p>hidup dan interaksi kita. Dalam konteks pendidikan, mempertimbangkan kodrat zaman sangat penting untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi masa depan. Berikut adalah alasan mengapa hal ini penting:</p><p>1. Keterampilan Relevan</p><p>Pendidikan harus membekali anak-anak dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi.</p><p>2. Kesiapan Masa Depan</p><p>Dengan memperhatikan kodrat zaman, pendidikan dapat membantu anak-anak siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis.</p><p>3. Penerapan Teknologi</p><p>Memahami kodrat zaman memungkinkan pendidikan untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, sehingga anak-anak lebih terbiasa dengan alat dan metode modern.</p><p><br/></p><p>Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, kita dapat menciptakan pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak. Pendekatan ini akan membantu membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan dengan baik.</p><p>Jawaban Soal Nomor 3</p><p>Berikut ini relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik:</p><p>1. Fokus pada kepentingan anak</p><p>Sebagai pendidik harus memastikan bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambil selalu mempertimbangkan kesejahteraan, perkembangan, dan kebutuhan anak di kelas.</p><p>2. Mendukung pembelajaran yang berpusat pada anak</p><p>Sebagai pendidik harus memberikan kesempatan bagi anak untuk mengemukakan pendapat, mengeksplorasi minat mereka, dan mengembangkan potensi mereka sesuai dengan kebutuhan individu mereka.</p><p>3. Mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat</p><p>Sebagai pendidik harus membangun kemitraan yang kuat dengan orang tua untuk memahami konteks sosial, budaya, dan lingkungan anak serta melibatkan mereka dalam proses pendidikan anak.</p><p>4. Pemberdayaan siswa</p><p>Sebagai pendidik harus memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengambil tanggungjawab atas pembelajaran mereka, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, dan menjadi pengambil keputusan yang bertanggungjawab dalam kehidupan mereka.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Pengakuan atas keanekaragaman dan keterampilan individu</p><p>Sebagai pendidik harus menghargai keberagaman bakat, minat, dan keterampilan siswa. Ciptakanlah lingkungan inklusif di mana setiap siswa merasa dihargai dan didukung dalam mengeksplorasi potensi mereka yang unik.</p><p><br/></p><p>Melalui penerapan konsep “Pendidikan yang berhamba pada anak” dalam praktik pendidikan saya, akan menjadi agen perubahan yang berkomitmen untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna, inklusif, dan relevan bagi setiap siswa di kelas.</p><p><br/></p><p>Jawaban Soal Nomor 4</p><p>Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) yaitu Konsep Menghamba pada Anak. Latar belakang gagasan utama menghamba pada anak saat ini digemakan kembali, tentu bukan tanpa alasan, karena fakta yang terjadi di lapangan, tidak sedikit ketika guru bersikap otoriter memaksakan kehendaknya dalam pembelajaran di kelas. Kelas terkesan kaku dan angker, murid nampak dalam tekanan, takut, sampai tidak ada keberanian untuk menyampaikan pendapat, alhasil mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan dan alhasil menjadi kosong keilmuannya. Tentu hal tersebut bukan lagi pembelajaran yang memerdekakan tetapi pembelajaran yang meresahkan. Menghamba pada anak juga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Ketika guru mampu memenuhi kebutuhan peserta didik dan memberikan perhatian yang cukup, maka murid akan merasa dihargai sehingga terdorong untuk belajar dengan semangat yang lebih tinggi.</p><p>Penguatan tentang menghamba pada anak bahwa guru harus tunduk dan menuruti keinginan murid tanpa batasan dan kontrol yang jelas, itu jelas salah. Guru tetap harus menjalankan tugasnya sebagai pendidik dengan memberikan bimbingan dan arahan yang tepat serta mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang baik ditambah menyajikan pembelajaran yang menyenangkan.</p><p><br/></p><p>Selain menyenangkan ada satu hal prinsip yang saat ini sedang digaungkan yaitu pembelajaran yang memerdekakan melalui kurikulum merdeka, yang dapat dimaknai guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan diri mereka secara maksimal. Guru harus banyak memberikan ruang dan waktu yang</p><p>cukup bagi peserta didik untuk mengeksplorasi potensi dan minat mereka, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal. Sederhananya sebagai bentuk refleksi filosofi KHD yaitu bahwa murid bukanlah kertas kosong, namun telah nampak samar-samar, jadi tugas kita sebagai guru semestinya mampu menebalkan laku dan menuntun peserta didik sesuai apa yang dikehendakinya dan bakatnya. Namun, ada hal prinsip yang diingatkan oleh KHD adalah bahwa dalam menuntun kodrat anak harus disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam adalah lingkungan alam tempat peserta didik berada, baik itu kultur budaya maupun kondisi alam geografisnya. Sedangkan kodrat zaman adalah perubahan dari waktu ke waktu. Pendidikan dapat diperoleh di mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Sekolah bukan satu-satunya tempat untuk memperoleh pendidikan. Merdeka belajar memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi, berinovasi, berkarya dan berkolaborasi, serta yang terpenting jauh dari unsur paksaan dan ancaman hukuman. Hal inilah yang hendaknya menjadi pembiasaan oleh seluruh guru agar semua pemikiran filosofis KHD yang sangat bermanfaat hingga saat ini menjadi membudaya sehingga menjadi guru yang menghamba unt</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:35:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040614323</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rachmawati SMAN 4 Bekasi - A11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040615233</link>
         <description><![CDATA[<p>Rachmawati SMAN 4 Bekasi</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu pelaksanaan kegiatan P5 (oleh murid, untuk muridn, dengan murid). Saya selaku Komite Pembelajaran hanya sebagai fasilitator dalam pelaksanaan P5. Murid-murid diberikan kebebasan berekspresi dalam merancang kegiatan Panen Karya P5 sesuai kodrat alam dan kodrat zaman murid.</p></li><li><p>Perwujudan "menuntun" dalam konteks sosial budaya yaitu kearifan lokal yang dimunculkan dalam kegiatan murid, pengenalan adat istiadat, kuliner tradisional, kesenian tradisional, pariwisata daerah . Semuanya terealisasikan dalam kegiatan P5. Kunjungan Homestay Lebak Muncang juga menuntun murid pada nilai gotong royong, adat istiadat, kolaborasi.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia jelas perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Kedua kodrat tersebut saling bersinergis tidak terlepaskan satu sama lain. Pendidikan tetap menomorsatukan potensi, bakat, karakter murid diimbangi dengan perkembangan teknologi .</p></li><li><p>Saya harus dapat mendidik murid sesuai dengan kodratnya, berkomunikasi baik, mendampingi murid dalam pendidikan dan pengajaran dengan baik. Menuntun murid, pembelajaran berpihak pada murid</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:37:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040615233</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuniar Suprihatini SDN Bantarkemang 1 Kota Bogor </title>
         <author>yuniarsuprihatini76</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040616001</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya?</p><p>2. Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>3. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</p><p>4. Bagaimana gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p><p>Jawaban Nomor 1</p><p>Makna kata menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya merujuk pada peran dan tindakan yang diambil untuk membimbing dan membentuk anak-anak agar sesuai dengan nilai-nilai, norma, tradisi, dan budaya yang ada dalam masyarakat. Dalam konteks ini, menuntun berarti menggabungkan aspek-aspek budaya lokal ke dalam pendidikan anak-anak sehingga pendidikan menjadi relevan dan sesuai dengan lingkungan sosial dan budaya mereka.</p><p>Berikut ini beberapa langkah yang dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya:</p><p>1. Memahami nilai-nilai lokal.</p><p>2. Menggabungkan konteks budaya dalam pembelajaran.</p><p>3. Menggunakan bahasa lokal dan mengadakan kegiatan budaya.</p><p>Jawaban Nomor 2</p><p>Kodrat alam merujuk pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ini mencakup potensi, kekuatan, dan kelemahan yang secara alami dimiliki oleh setiap individu. Dalam konteks pendidikan, memahami dan menghormati kodrat alam setiap anak sangat penting. Berikut adalah alasan mengapa hal ini penting:</p><p>1. Mengakui Keunikan</p><p>Setiap anak memiliki potensi dan kelemahan yang berbeda. Dengan memahami kodrat alam, pendidik dapat mengenali keunikan setiap anak dan memberikan pendekatan yang sesuai.</p><p>2. Pendekatan Personal</p><p>Menghormati kodrat alam memungkinkan pendidik untuk mengajar dengan cara yang lebih personal dan efektif, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak.</p><p>3. Pengembangan Potensi</p><p>Dengan memahami kodrat alam, pendidik dapat membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka secara maksimal, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.</p><p><br/></p><p>Kodrat zaman berkaitan dengan kondisi dan tuntutan zaman yang terus berubah. Perkembangan teknologi, budaya, dan lingkungan sosial sangat memengaruhi cara</p><p>hidup dan interaksi kita. Dalam konteks pendidikan, mempertimbangkan kodrat zaman sangat penting untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi masa depan. Berikut adalah alasan mengapa hal ini penting:</p><p>1. Keterampilan Relevan</p><p>Pendidikan harus membekali anak-anak dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi.</p><p>2. Kesiapan Masa Depan</p><p>Dengan memperhatikan kodrat zaman, pendidikan dapat membantu anak-anak siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis.</p><p>3. Penerapan Teknologi</p><p>Memahami kodrat zaman memungkinkan pendidikan untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, sehingga anak-anak lebih terbiasa dengan alat dan metode modern.</p><p><br/></p><p>Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, kita dapat menciptakan pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak. Pendekatan ini akan membantu membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan dengan baik.</p><p>Jawaban Soal Nomor 3</p><p>Berikut ini relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik:</p><p>1. Fokus pada kepentingan anak</p><p>Sebagai pendidik harus memastikan bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambil selalu mempertimbangkan kesejahteraan, perkembangan, dan kebutuhan anak di kelas.</p><p>2. Mendukung pembelajaran yang berpusat pada anak</p><p>Sebagai pendidik harus memberikan kesempatan bagi anak untuk mengemukakan pendapat, mengeksplorasi minat mereka, dan mengembangkan potensi mereka sesuai dengan kebutuhan individu mereka.</p><p>3. Mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat</p><p>Sebagai pendidik harus membangun kemitraan yang kuat dengan orang tua untuk memahami konteks sosial, budaya, dan lingkungan anak serta melibatkan mereka dalam proses pendidikan anak.</p><p>4. Pemberdayaan siswa</p><p>Sebagai pendidik harus memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengambil tanggungjawab atas pembelajaran mereka, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, dan menjadi pengambil keputusan yang bertanggungjawab dalam kehidupan mereka.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Pengakuan atas keanekaragaman dan keterampilan individu</p><p>Sebagai pendidik harus menghargai keberagaman bakat, minat, dan keterampilan siswa. Ciptakanlah lingkungan inklusif di mana setiap siswa merasa dihargai dan didukung dalam mengeksplorasi potensi mereka yang unik.</p><p><br/></p><p>Melalui penerapan konsep “Pendidikan yang berhamba pada anak” dalam praktik pendidikan saya, akan menjadi agen perubahan yang berkomitmen untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna, inklusif, dan relevan bagi setiap siswa di kelas.</p><p><br/></p><p>Jawaban Soal Nomor 4</p><p>Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) yaitu Konsep Menghamba pada Anak. Latar belakang gagasan utama menghamba pada anak saat ini digemakan kembali, tentu bukan tanpa alasan, karena fakta yang terjadi di lapangan, tidak sedikit ketika guru bersikap otoriter memaksakan kehendaknya dalam pembelajaran di kelas. Kelas terkesan kaku dan angker, murid nampak dalam tekanan, takut, sampai tidak ada keberanian untuk menyampaikan pendapat, alhasil mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan dan alhasil menjadi kosong keilmuannya. Tentu hal tersebut bukan lagi pembelajaran yang memerdekakan tetapi pembelajaran yang meresahkan. Menghamba pada anak juga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Ketika guru mampu memenuhi kebutuhan peserta didik dan memberikan perhatian yang cukup, maka murid akan merasa dihargai sehingga terdorong untuk belajar dengan semangat yang lebih tinggi.</p><p>Penguatan tentang menghamba pada anak bahwa guru harus tunduk dan menuruti keinginan murid tanpa batasan dan kontrol yang jelas, itu jelas salah. Guru tetap harus menjalankan tugasnya sebagai pendidik dengan memberikan bimbingan dan arahan yang tepat serta mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang baik ditambah menyajikan pembelajaran yang menyenangkan.</p><p><br/></p><p>Selain menyenangkan ada satu hal prinsip yang saat ini sedang digaungkan yaitu pembelajaran yang memerdekakan melalui kurikulum merdeka, yang dapat dimaknai guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan diri mereka secara maksimal. Guru harus banyak memberikan ruang dan waktu yang</p><p>cukup bagi peserta didik untuk mengeksplorasi potensi dan minat mereka, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal. Sederhananya sebagai bentuk refleksi filosofi KHD yaitu bahwa murid bukanlah kertas kosong, namun telah nampak samar-samar, jadi tugas kita sebagai guru semestinya mampu menebalkan laku dan menuntun peserta didik sesuai apa yang dikehendakinya dan bakatnya. Namun, ada hal prinsip yang diingatkan oleh KHD adalah bahwa dalam menuntun kodrat anak harus disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam adalah lingkungan alam tempat peserta didik berada, baik itu kultur budaya maupun kondisi alam geografisnya. Sedangkan kodrat zaman adalah perubahan dari waktu ke waktu. Pendidikan dapat diperoleh di mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Sekolah bukan satu-satunya tempat untuk memperoleh pendidikan. Merdeka belajar memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi, berinovasi, berkarya dan berkolaborasi, serta yang terpenting jauh dari unsur paksaan dan ancaman hukuman. Hal inilah yang hendaknya menjadi pembiasaan oleh seluruh guru agar semua pemikiran filosofis KHD yang sangat bermanfaat hingga saat ini menjadi membudaya sehingga menjadi guru yang menghamba untuk memfokuskan terhadap murid.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:38:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040616001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewi Sumarni CGP_11 SDN Ciketingudik 4_Kota Bekasi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040616007</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Selama proses pembelajaran di sebuah sekolah, saya melihat bagaimana pendekatan inklusif dan holistik yang diusung Ki Hadjar Dewantara tercermin dalam pendidikan siswa-siswa dari berbagai latar belakang. Di sekolah tersebut, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademis semata, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepedulian sosial siswa.</p></li><li><p>Konsep menuntun sering kali terlihat dalam praktik gotong royong dan solidaritas sosial di masyarakat. Ketika ada masalah atau kebutuhan bersama, tokoh-tokoh masyarakat atau pemuka adat dapat menuntun masyarakat untuk bekerja sama dan saling membantu dalam upaya menyelesaikan masalah tersebut.</p></li><li><p>Kodrat alam mengacu pada keterbatasan sumber daya alam dan perlunya menjaga keseimbangan ekologis. Pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam akan mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan, perlindungan lingkungan, dan pemahaman akan ketergantungan manusia terhadap alam.</p><p>Kodrat zaman mengindikasikan perubahan teknologi, ekonomi, dan sosial yang terus berlangsung. Pendidikan perlu mengintegrasikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti keterampilan digital, pemikiran kritis, dan kreativitas yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan.</p></li><li><p>menerapkan pendekatan personalisasi dalam mengajar, yaitu menyusun strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masing-masing siswa. Ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa tetapi juga memperkuat pengalaman belajar mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:38:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040616007</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan Reflektif (Ratnawati_SMKN 5 Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617032</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Harus bisa menyesuaikan  kemampuan pada siswa. Sebagai contoh : Pada saat mengajar Basis data, dimana komptensi yang harus tercapai adalah mampu membuat database dengan menggunakan cmd. Kebetulan ada sebagian yang merasa susah menggunakan cmd lebih mudah menggunakan mysql. Karena capaian kompetensinya adalah mampu membuat database, maka saya perkenankan membuat database sesuai kemampuan siswa masing-masing</p></li><li><p>Menuntun dalam arti mendukung dan memfasilisasi kemampuan siswa serta saling menghormati budaya yang bermacam-macam sosial budaya, ditungkatkan gotong royong, saling menghargai perbedaan agama</p></li><li><p>Setiap manusia mempunyai kodrat / fitrah masing-masing, dimana sebagai pendidik hanya bisa mengarahkan dan memupuk sesuai kemampuan siswa</p></li><li><p>Seorang pendidik harus berpihak pada siswa serta bisa memahami kemampuan siswa masing-masing, tidak boleh memaksakan sesuai dengan kehendak pendidik. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:39:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617032</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhani Omnia CGP 11 (SMPN 31 Kota Bekasi)</title>
         <author>dhaniomnia94</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617393</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> Dalam Pembelajar PJOK materi senam lantai. Sebelum memulai guru melihat kesiapan belajar siswa baik secara fisik maupu psikis, meberkan layanana pembelajar disesuaikan dengan kemampuan siswa kita, untuk itu guru memfasilitasi pembelajaran yang berdiferensial. Dan tahap penilaian diberikan berbagai alternatif tagihan tidak hanya unjuk kerja namun bisa bentuk yang lainya. </p></li><li><p>Perwujudan menuntun yaitu saat pembelajaran guru membantu kesulitan siswa dan peka terhadap karakteristik dan kebutuhan siswa. siswa yang memiliki kelainan fisik bisa diberi layanan khusus.</p></li><li><p>Pendidikan yang mengacu pada latarbelakan kehidupan siswa dan lingkungan sosial budaya setempat, namun tetap adaptif dengan perubahan dari luar.</p></li><li><p>Menghamba pada siswa, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna pada siswa sebagai upaya mencapai keselamatan dan kebahagiaan siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:40:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617393</guid>
      </item>
      <item>
         <title>jemina sontiar simangunsong CGP Angkatan 11 Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617447</link>
         <description><![CDATA[<p>pembelajaran yang pernah saya lakukan yang mencerminkan pemikiran KHD adalah pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, ada seorang anak ketika pebelajaran saya lakukan, anak ini tidak dapat memahami secara maksimal, lalu pada saat ada kegiatan anak ini saya lihat mampu memperagakan sebuah cerita, dari situ saya melakukan pembelajaran berdiferensiasi, yang berbeda dengan anak lain. dan selalu saya menuntun anak didik saya dengan cara menyelipkan motivasi dalam pembelajaran.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:40:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617447</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban 4 Pertanyaan Reflektif : Nurrila Risnida - SMA Negeri 21 Kota Bekasi - CGP Angkatan 11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617689</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang saya rasakan terkait proses pembelajaran yang merefleksi pemikiran KHD adalah kegiatan P5 di sekolah. Anak-anak betul-betul dituntun untuk kreatif, inovatif, dan mengasah kemampuannya.</p></li><li><p>Perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah digalakkannya program-program pengenalan budaya asli daerah. Daerah saya Bekasi, maka program yang sudah berjalan adalah tari ronggeng bekasi yang dibawakan oleh ratusan pelajar di Bekasi.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena zaman terus berubah, begitupun alam. Tantangan-tantangan makin memaksa anak untuk berpikir aktif, kreatif, dan inovatif sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Tanpa mengasah kemampuan mereka, anak-anak tentu akan kesulitan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik adalah melakukan pendekatan kepada anak, menanyakan harapan-harapannya, menanyakan bagaimana caranya belajar, menanyakan apa rencananya ke depan, dan meyakinkan anak bahwa saya ada untuk mereka, mendukung semua harapannya, dan bekerja bersama untuk mewujudkan rencananya dengan mencari metode pengajaran yang sesuai dengan gaya belajarnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:40:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617689</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teguh Aji Putra (SDN Bekasi Jaya XIII Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617746</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan budaya lokal lingkungan</p></li><li><p>Menuntun berarti menanamkan pembiasaan baik untuk dicontoh murid</p></li><li><p>Pendidikan disesuaikan perkembangan zaman</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada murid</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:40:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617746</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi modul 1.1 BBGP Jabar Grup 23 (Cucu Nurjanah, Fasil Munnabi, Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617755</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah dengan menghambakan murid juga mengikuti kodrat alam dan kodrat zaman. Dimana saya dalam pembelajaran selalu menyelipkan gamefikasi yang sangat disukai anak-anak. Memahami karakter murid dan menuntunnya sesuai kodratnya. Sehingga menghasilkan murid yang memiliki kemampuan di bisang oengetahuan/intelektual dan memiliki budi pekerti yang luhur.</p></li><li><p>Pendidikan yang memperhatikan nilai-nilai budaya dan konteks sosial di daerah kita akan membantu menciptakan generasi yang menghargai warisan budaya dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.</p><p>Dengan menuntun anak-anak kita secara bijaksana, kita dapat mewujudkan pendidikan yang relevan dan berdaya saing.</p></li><li><p>Pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.</p><p>Mari bersama-sama menciptakan generasi yang siap menghadapi perubahan dengan baik dan berkontribusi positif dalam masyarakat dan dunia.&nbsp;</p></li><li><p>Dengan memahami pemikiran KHD, saya dapat mengarahkan pendidikan dengan lebih bijaksana, memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia.</p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:40:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desy Rizkawati CGP A11 SDN Sukasari Kota Bogor</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617801</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Mengajak anak sambil bermain supaya anak lebih memahami materi yang disampaikan dan mencapai tujuan pembelajaran. Dengan cara bimbingan secara terbimbing dan kelompok sehingga pendidik menuntun anak sesuai dengan kodratnya dan mencapai kebahagiaan dan keselamatannya</p></li><li><p>Membuat kesepakatan kelas bersama murid sebelum pembelajaran dimulai. Kesepakatan dibuat bersama sebagai rambu-rambu yang akan digunakan saat KBM</p></li><li><p>Karena pendidikan  merupakan upaya untuk memajukan budi pekerti yang diharuskan menggunakan syarat kodrat alamdan kodrat zaman sehingga pendidik dapat menuntun anak sesuai kodratnya supaya tidak salah arah. Karena sejatinya kodrat anak adalah bermain. Dari bermain cipta, rasa, karsa dan tenaga sudah ada pada diri setiap anak sehingga pendidik mengantarkan anak tidak hanya pada ketajaman pikiran, keharusan rasa, dan kekuatan kemauan, namun kebulatan jiwa dan kebijaksanaan</p></li><li><p>relevansinya yaitu menebalkan laku anak dengan cara mengetahui konteks diri anak yaitu mengetahui tahap tumbuh kembang anak. Sedangkan sosio kultural adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan, sehingga pendidik memberi tuntunan sesuai dengan tahap-tahap perkembangan anak secara budi (cipta, rasa, karsa) dan pekerti sesuai dengan kodrat anak </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:40:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617801</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A. Syahroni ( SMPIT Raudhatul Muttaqin - Kota Bekasi )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617934</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya sebagai guru Agama selalu menuntut anak-anak untuk menghafal materi yang saya berikan, tetapi banyak anak yang tidak hafal dan hal ini membuat saya mengeluh. dengan memahami filosofi KHD ini saya saya memahami bahwa setiap anak mempunyai bakat-bakat yang berbeda. </p></li><li><p>ada seorang anak bertanya, pak? saya suka dengaan menari, apakah menari dilarang oleh agama? dalam hal ini saya menuntun anak-anak dengan menjelaskan bahwa menari tidak dilarang selama hal ini tidak melanggar hukum agama, silakan lakukan apa yang ingin kamu lakukan selama tidak bertentangan dengan hukum agama.</p></li><li><p>setiap wilayah di indonesia memiliki alam dan budaya yang berbeda-beda, dengan memahami kodrat alam di tempat kita mengajar hal ini akan menimbulkan rasa cinta dan bangga peserta didik dengan budaya yang ada di daerahnya. pendidikan juga harus sesuai dengan kodrat zaman supaya para peserta didik bisa mengikuti perkembangan zamannya</p></li><li><p>sebagai seorang guru niat kita yang paling utama adalah membimbing anak-anak, seorang guru tidak bisa mencerdas seorang anak tetapi seorang Guru bisa membimbing anak-anak untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berkahlak mulia.  bisa memberikan kebahagiaan kepada mereka baik sebagai anggota masyarakat atau negara</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:41:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040617934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4 Pertanyaan Reflektif</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040618387</link>
         <description><![CDATA[<p>Dewi Ranti (SMKN 5 Kota Bekasi)</p><ol><li><p>Pengalaman yang terkait dengan proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah pada saat kami dikelas mempelajari materi turunan fungsi aljabar. Pada saat itu, saya (sebagai guru) membagi siswa dalam kelompok dan mempersilahkan masing-masing anggota kelompoknya sesuai dengan potensi masing-masing. Setelah saya amati, para siswa sadar akan potensinya. Ada siswa yang bagus dianalitis bersedia menjawab soal-soal, siswa yang mampu secara public speaking bersedia mempresentasikan hasil diskusi, siswa yang bagus secara geometris bersedia membuat kotak-kotak tanpa tutup sebagai media. Sehingga pembelajaran hari itu sangat berkesan dan bermakna bagi guru dan siswa.</p></li><li><p>Permainan bentengan, sebagai konteks sosial budaya, ini biasa dimainkan tiap sore di lapangan RT. Di dalam permainan ini ketua regu/kelompok membagi tugas dan terus mengingatkan tuugas masing-masing anggotanya. Dengan tuntunan ini, grup akan menang.</p></li><li><p>Kodrat alam dan kodrat zaman sangat diperlukan karena dengan memahami kodrat alam siswa, kita sebagai pendidik akan mampu menemukan potensi terbaiknya. Begitu juga dengan kodrat zaman, dengan mampu memanfaatkan kodrat zaman, kita sebagai pendidik akan jauh lebih mudah mengadakan pendekatan dengan siswa dalam melakukan proses pembelajaran.</p></li><li><p>Peran guru pada pemikiran "Pendidikan yang berhamba pada anak" yaitu membuat seluruh proses pendidikan dan pembelajaran selalu berpusat pada siswa. Pemilihan metode, alat dan bahan yang akan digunakan hendaknya memperhatikan kebutuhan dan kesiapan siswa. Asesmen juga ditujuan untuk perkembangan siswa, bukan hanya sebagai ujian. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:41:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040618387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Egi Rizkiyarno - CGP Angkatan 11 (SMAN 2 Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040618878</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya mencoba melakukan pemetaan minat dan bakat siswa diawal pembelajaran yang selanjutnya saya gunakan untuk pemilihan materi yang akan diberikan ke siswa.</p></li><li><p>Dikarnakan saya guru mapel PJOK Saya akan berusaha memperkenalkan permainan tradisional dalam pembelajaran.</p></li><li><p>Perkembagan zaman terus berubah yang mana sistem pengajaran kita juga harus dikembangkan mengikuti perubahan tersebut.</p></li><li><p>Peran saya dalam mengajar saya akan memfasilitasi kebutuhan siswa dalam pembelajaran dengan melakukan analisis kemampuan siswa diawal pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:42:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040618878</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040619609</link>
         <description><![CDATA[<p>Nesih ( SDN Mustikajaya IV </p><ol><li><p>Pembelajaran yang dilakukan harus berpihak kepada peserta didik , peserta didik harus berperan aktif  dalam proses pembelajaran .</p></li><li><p>yang saya lakukan untuk mewujudkan adalah memberi contoh yang baik ketika bersikap, kebiasaan , kebiasaan yang baik yang terus di tanamkan  , berani dan tanggung jawab </p></li><li><p>kodrat alam , bahwa setiap anak mempunyai potensi masing masing yang harus di kembangkan, kodarat zaman , bahwa anak harus di ajarkan /dididik sesuai zamannya </p></li><li><p>menjadi fasilitator dan pemandu atas kebutuhan anak dalam pembelajaran </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:43:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040619609</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suheryati, S.Pd Bekasi </title>
         <author>suheryati37</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040620893</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu dalam kelas saya selalu mengadakan permainan bermakna dengan bermain membuat siswa enjoy dan happy.</p><p>selain bermain saya menerapkan dengan bernyanyi terutama pembelajaran matematika yang dianggap sulit menjdi lebih mudah dan cepat hapal. </p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan memfasilitasi menuntun peserta didik ke arah yang lebih baik. Sesuai dengan bakat minat dan keunikan nya tersendiri </p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman. Karena apabila hanya menitik beratkan pada kodrat alam nya saja maka akan tercipta generasi yang tidak siap dengan perubahan zaman. akan tercipta generasi gaptek. Namun jika hanya menitikberatkan pada kodrat zaman nya saja maka akan tercipta generasi yang lupa akan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. sehingga harus ada keseimbangan antara kodrat alam dan kodrat zaman. agar tercipta generasi yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa melupakan jati dirinya </p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD pendidikan yang berhamba pada anak dalam artian kita guru harus menjadi petani kehidupan yang siap menuntun mereka sesuai bakat dan kemampuan serta keunikannya tersendiri sehingga mereka siap menjadi diri sendiri dan anggota masyarakat yang baik .</p><p><br/></p></li><li><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:44:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040620893</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vera Kelas B CGP Angkatan 11 (TK Islam Ar-rahman Pondokmelati Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040620968</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya di sekolah salah satunya adalah mengajarkan anak kegiatan meronce. Kegiatan meronce yang kita ketahui banyak sekali manfaat yang anak-anak dapatkan, melatih kesabaran, melatih disiplin dan lain sebagainya. Yang ternyata, dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara pun kegiatan tersebut menjadi salah satu pembelajaran anak. Saya rasa permainan yang banyak melatih karakter anak yang diinspirasikan beliau, mungkin perlu banyak saya ulik sehingga siswa kami dapat belajar dengan maksimal tanpa terbeban.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Mengapa perlu mempertimbangkan kedua kodrat?</p><p>kodrat alam merupakan kodrat anak yang berkaitan dengan lingkungan, dimana ia tinggal, dengan siapa ia berteman, bagaimana pola asuhnya yang tentunya akan berperan penting dalam karakter anak, kodrat zaman pun membentuk anak bagaimana anak disiapkan dalam menghadapi zaman ini yang banyak berhadapan dengan gadget dan lainnya. sehingga kedua ini sebagai guru sangat harus dipertimbangkan dalam metode, cara penyampaian dan sebagianya.</p></li><li><p>menuntun menurut kami membimbing anak sesuai dengan kodrat anak dengan baik sehingga dapat maksimalkan menggali potensi anak kami.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada anak yaitu menghargai potensi, dan kararkter unik anak karena semua anak itu istimewa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:44:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040620968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tateng Maulana (SMAN 2 Bekasi)</title>
         <author>tatengmaulana17</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040621198</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya sering melibtakan siswa aktif dalam pembelajaran dengan melaksanakan diskusi dan pembelajaran sehingga terjadi pemebaljaran aktif.  Siswa juga berani untuk menyampiakan pemikirannya yang kritis.</p></li><li><p>di daerah saya, konsep menuntun dalam sosial budaya adalah dengan menerapkan pembelajaranbergotong royong di lingkugan sekolah</p></li><li><p>pembelajaran harus sesuai kodrat zama, dulu sumber belajar hanya pada buku dan guru, sekarang pembelajaran dengan berbagai sumber.</p></li><li><p>Pendidiakn emnghamba kepada siswa, bahwa kita sebagai pendidik harus mampu meplayani siswa berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:45:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040621198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ratri Anggraeni -CGP A11 (SDIT Nur Hikmah, Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040621404</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran sesuai pemikiran KHD: Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran selalu mempertimbangkan kemampuan masing-masing siswa, memperhatikan setiap keunikan siswa. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bisa melibatkan siswa untuk berperan aktif sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.</p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial budaya yaitu memberikan pendampingan dan pengajaran kepada siswa namun bertahap sesuai dengan kemampuan awal yang siswa miliki, serta mengadopsi sosio kultur yang ada di lingkungan tempat tinggal untuk dijadikan acuan dalam memberikan pengajaran, termasuk juga fokus pada pendidikan karakter dan adab siswa.</p></li><li><p>Pendidikan perlu memperhatikan kodrat alam dan zaman agar siswa dapat tumbuh sesuai kebutuhan zaman dan lingkungannya. Dan siswa mampu mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakatnya.</p></li><li><p>Relevansi pendidikan berhamba kepada siswa dengan peran saya pendidik yaitu kita mampu untuk mendampingi dan mendidik siswa secara menyeluruh. Dan sebagai pendidik mampu memfasilitasi siswa sesuai dengan kemampuan dan keunikan masing-masing.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:45:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040621404</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laksari Lu&#39;luil Maknuna CGP 11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040621621</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan/mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah pembelajaran berpusat pada siswa, memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar berdasarkan pengalamannya sendiri sehingga siswa dapat berpartisipasi secara aktif, dan selalu ditantang untuk berpikir kritis. Saya berusaha menuntun siswa,&nbsp; memberikan teladan atau contoh&nbsp; dengan tindakan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik, memberikan dorongan dan arahan.agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki peserta didik.<br>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan penerapan 5S dalam kehidupan sehari-hari.<br>3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dalam diri anak. Seorang anak akan lahir dari kodrat alam ⟮potensi, bakat, kemampuan⟯ yang berbeda-beda satu sama lain sehingga sebagai seorang guru kita diharapkan mampu membantu, memotivasi mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad 21, untuk itu seorang pendidik harus melek tehnologi serta memiliki keterampilan abad 21 dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.<br>4. Relevansi pendidikan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang pendidik itu harus menghamba pada anak maksudnya seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kondisi ini akan bisa memudahkan siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan yang guru berikan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan.<br>Peran saya sebagai seorang pendidik adalah menuntun siswa,&nbsp; memberikan teladan atau contoh&nbsp; dengan Tindakan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik, memberikan dorongan dan arahan.agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki peserta didik, serta melakukan pembelajaran berpusat pada siswa, memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar berdasarkan pengalamannya sendiri sehingga siswa dapat berpartisipasi secara aktif, dan selalu ditantang untuk berpikir kritis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:45:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040621621</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irwandi, CGP A11 SMKN 4 Bekasi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040621834</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya sebagai guru dalam merefleksikan pemikiran KHD setelah saya mengikuti pendidikan PGP angkatan 11, ternyata bahwa proses pembelajaran tidak hanya dalam aspek pengetahuan, tetapi juga budi pekerti sangat penting, menebalkan laku anak adalah dengan selalu mengajak siswa agar selalu terbuka dalam segala hal baik kehidupan di rumah, bergaul dengan teman atau hormat dengan guru. Perwujudannya bisa dengan memberikan video motivasi sebelum proses belajar, atau dengan berbagi pangalaman dengan teman</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya sebagai guru muslim selalu mengajak siswa yang mempunyai keyakinan agar selalu mendekatkan dan berdoa agar mendapatkan petunjuk dari Allah, hal itu bisa&nbsp; dilakukan dengan cara sholat dhuhur secara berjamaah, kemudian kita harus menghargai setiap perbedaan baik dalam keyakinan maupun budaya. Karna kita hidup mempunyai perbedaan tidak semua sama</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai seorang guru harus paham kodrat anak, apakah siswa dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada atau tidak, banyak di sekolah kami, yang mempunyai latar belakang ekonomi yang kurang, maka dengan otomatis untuk informasi yang bersumber dari internet akan kurang di dapatkan, sedangkan di sekolah fasilitas sarana saat ini menggunakan teknologi IT, kita sebagai guru wajib menuntun agar siswa dapat berinteraksi dengan teknologi saat ini</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Guru saat ini jangan hanya memberi punishment jika siswa itu melanggar tata tertib, tetapi kita sebagai guru harus terbuka tidak otoriter maunya sendiri, tetapi mau mendengarkan keluhan dari siswa yang melanggar tata tertib</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:45:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040621834</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifki Abdurrahman-CGP Angkatan 11 SDN Ciranjang Kota Bogor</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040622804</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2554699949/ec799bccca37a6881024286277c2fb8e/Tugas_Elaborasi_Pemahaman_Modul_1_1.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 07:47:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040622804</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MARIA FITRIANI_SMAN 15 BEKASI_CGP A 11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040623100</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2544367627/d90af686f600c3b49891284a275a38c1/REFLEKSI_ELABORASI_PEMAHAMAN_1.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 07:47:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040623100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ida Widayanti S.Pd.I  (CGP A 11 Kota Bekasi)</title>
         <author>idawidayanti18</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040623221</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya siswa diajak belajar di luar kelas, misalnya di taman sekolah, kebun, atau lingkungan sekitar. Mereka belajar tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan pentingnya menjaga lingkungan.</p></li><li><p>Menuntun minat bakat siswa sesuai dengan potensi siswa </p></li><li><p>Kodrat zaman mencerminkan perubahan yang terus menerus dalam masyarakat, ekonomi, dan teknologi. Pendidikan yang adaptif terhadap perubahan ini memungkinkan siswa untuk lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.</p></li><li><p>Pembelajaran yang berpusat pada anak menekankan pentingnya pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi siswa. Pendidik berperan sebagai fasilitator yang mendukung dan menuntun proses belajar siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:47:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040623221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Winarto_SMKN 3 Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040623884</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1.Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran KHD adalah mengajar sesuai dengan kodrat anaknya yaitu menumbuh kembangkan potensi diri dengan segala karakter yng berbeda</p><p>Pendidikan yang berpusat pada anak bukan pada guru sehingga siswa lebih aktif dalam mengembangkan potensi diri ,sebagai pendidika selalu berkolaborasi dan membimbing siswa</p><p>2.menuntun yaitu mengarahkan segala potensi siswa,Pendidik bukan mencetak tetapi mengembangkan potensi diri,menuntun susuai kultur budaya masing-masing di sesuaikan dengan P5 misal nya nilai karakter agama,kerjasasma atau dalam seni budaya</p><p>3.mengajar sesuai kodrat agar tetap sesuai dengan masanya</p><p>Kodrat alam di daerah gunung dan pantai akan berbeda dalam penerapannya,pendidik harus bisa mengembangkan potensi daerah masing-masing yang bukti nyata bisa langsung terasa di daerah masing-masing,misala belajar meembuat garam,rumput laut &nbsp;di pesisir panta</p><p>Di dataran rendah bisa bertaani dan beternak</p><p>Kodrat zaman yaitu mendidik sesuai kebutuhan zamannya ,ketika generasi 21 maka tantangan di bidang teknologi informasi sangatlah tinggi, maka itu akan menjadi prioritas.</p><p>4.Berhamba dengan anak maksundya Siswa sebagai student center yang perlu di kembangkan minat dan bakatnya,kita tinggal menebalkan garis-garis sesuai dengan kodratnya masing-masing</p><p>Pendidik memfasilitasi,megarahkan sebagai fasilitator,teman untuk menumbuh kembangkan sesuia potensi dan tetap menjaga budi pekerti yang baik</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:48:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040623884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desy A11 Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040624383</link>
         <description><![CDATA[<p>SDN Pekayon Jaya IV</p><p><br/></p><p>Setelah saya mengetahui dan merasapi hasil pemikiran Ki Hadjar Dewantara, saya mempunyai keinginan untuk merefleksikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara pada kelas saya. hal-hal itu antara lain,  </p><p>1.	Saya akan mengembangkan pendidikan karakter, selama pembelajaran saya akan mencoba menghadirkan kegiatan kerjasama, memperkuat toleransi dengan sesama teman maupun semua warga sekolah, sopan santun kepada sesama manusia dan melatih mereka untuk bisa bertanggungjawab dengan apa yang mereka hadapi </p><p>2.	Mendorong kreativitas peserta didik, saya mencoba mengarahkan peserta didik untuk mengenal potensi yang dimiliki dirinya masing-masing dengan memberikan waktu untuk mereka bereksplorasi dan membuat inovasi </p><p>3.	Menerapakan pembelajaran yang menjunjung tinggi kodrat alam dan zaman, yaitu dengan memberikan pembelajaran yang menghormati setiap potensi peserta didik dengan tidak membedakan namun kita selaku guru dapat memberikan tuntunan atau arahan agar mereka bisa berkembang lagi dan selama pembelajaran saya akan berusaha mengenalkan hal-hal yang sesuai dengan zamannya agar peserta didik tidak tertinggalan zaman dan dapat memanfaatkannya dengan baik, mulai dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi seperti peserta didik diminta membuat PPT, membuat sebuah produk dari hasil editan mereka dengan menggunakan aplikasi editor dan sebagainya. </p><p>Hal-hal tersebut yang nantinya akan saya terapkan pada pembelajaran mandiri, banyak sekali PR dan tantangan bagi saya sendiri karena hal ini merupakan hal baru juga untuk saya oleh karena itu saya sebagai guru pun tidak menutup kemungkinan untuk selalu mengembangkan pengetahua maupun menggali kemampuan dengan selalu belajar karena memahami peserta didik dengan berbagai macam karakteristik yang berbeda bukanlah hal mudah selain itu, perubahan dalam Pendidikan juga selalu berkala berubah sehingga kita selaku guru harus selalu bisa beradaptasi dengan perubahan itu. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:49:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040624383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mohamad Indra Jaya CGP A11 (Kota Bekasi) SDIT Al Muzzammil</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040624691</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya menerapkan pendidikan budi pekerti dengan cara pembiasaan dalam KBM sehari hari. misal budaya 5S, pembiasaan karakter positif di rumah melalui lembar pemantauan aktifitas positif di rumah. </p></li><li><p>menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah membawa ke pada kebahagiaan sejati. dalam konteks sosial budaya di daerah saya nampak sekali karakter religius dengan amalan kepada ketaatan kepada sang pencipta. juga karakter-karakter gotong royong, berani seperti yang ditunjukkan oleh tokoh besar bekasi yang juga merupakan pahlawan nasional yaitu KH Nur Ali</p></li><li><p>Kodrat alam adalah segala potensi yang sudah dimiliki oleh anak namun masih samar, maka tugas pendidik lah yang menemukan dan menebalkan potensi yang dimiliki oleh anak, disamping itu juga potensi tersebut dikaitkan dengan nilai-nilai luhur yang ada di tengah masyarakat. sedangkan kodrat zaman adalah memberikan pendidikan sesuai dengan pendekatan yang ada pada zaman sekarang. jika kodrat alam dan kodrat zaman ini dapat beriringan maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar yang akan memimpin peradaban dunia dengan jatidiri nya yang kuat sebagai sebuah bangsa.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD yang berhamba pada anak adalah memberikan pendidikan yang berpusat pada anak, maksud nya adalah dengan mengembangkan segala potensi minat bakat anak sesuai dengan karakter masing-masing anak yang unik tanpa memaksa anak sesuai dengan keinginan kita sebagai pendidik. biarkan anak berkembang sesuai dengan ciri khas dan potensi nya masing-masing</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:49:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040624691</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fathul Bachri_CGP A11_SMKS Bisnis Dan Teknologi Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040625366</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman dalam pembelajaran yang terkait pemikiran Ki Hadjar Dewantara di sekolah saya adalah tentang Holistik dan Humanis saya merefleksikan nya bahwasanya peserta didik dan guru saling berkolaborasi dan sama sama saling mendukung pada dasarnya guru memiliki tanggung jawab untuk membimbing dengan kebutuhan siswa nya. sedangkan murid memiliki tanggung jawab atas pembelajaran nya sendiri.</p></li><li><p>Nilai-nilai "menuntun" Ki Hadjar Dewantara selaras dengan filosofi hidup masyarakat Bekasi yang menjunjung tinggi <strong>gotong royong</strong>, <strong>saling menghormati</strong>, dan <strong>semangat kebersamaan</strong>. Dalam konteks ini, "menuntun" diwujudkan melalui berbagai tradisi dan praktik sosial, seperti:</p><ul><li><p><strong>Pendidikan informal dari orang tua dan tetua kepada anak-anak:</strong> Generasi muda dididik tentang nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan keterampilan hidup melalui interaksi sehari-hari.</p></li><li><p><strong>Keberadaan tokoh-tokoh panutan:</strong> Tokoh agama, pemimpin adat, dan sesepuh komunitas dihormati dan diteladani sebagai figur pembimbing dalam kehidupan sosial.</p></li><li><p><strong>Tradisi gotong royong:</strong> Semangat kolaborasi dan saling membantu dalam menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan bersama menjadi ciri khas masyarakat Bekasi.</p></li></ul></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena dua alasan utama:</p><p><strong>1. Memahami dan Memenuhi Kebutuhan Anak Didik:</strong></p><ul><li><p><strong>Kodrat Alam:</strong> Setiap anak dilahirkan dengan potensi dan bakat yang unik. Memahami kodrat alam anak didik, seperti tahap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial-emosional, memungkinkan pendidik untuk merancang pembelajaran yang sesuai dan efektif.</p></li><li><p><strong>Kodrat Zaman:</strong> Dunia terus berkembang dengan pesat, menghadirkan tantangan dan peluang baru. Memperhatikan kodrat zaman, seperti kemajuan teknologi dan perubahan sosial, membantu pendidik mempersiapkan anak didik untuk masa depan.</p></li></ul><p><strong>2. Mengembangkan Generasi yang Berkarakter dan Berwawasan Luas:</strong></p><ul><li><p><strong>Kodrat Alam:</strong> Memanfaatkan kodrat alam anak didik dapat membantu membangun karakter yang kuat dan positif. Memberikan ruang untuk eksplorasi, kreasi, dan pengembangan bakat sesuai minat dan kemampuan mereka.</p></li><li><p><strong>Kodrat Zaman:</strong> Memahami kodrat zaman memungkinkan pend didik untuk membekali anak didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang relevan untuk menghadapi masa depan.</p></li></ul><p><strong>Contoh Penerapan Kodrat Alam dan Kodrat Zaman dalam Pendidikan:</strong></p><ul><li><p><strong>Metode Pembelajaran yang Berpusat pada Anak:</strong> Menerapkan metode belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, seperti bermain, belajar sambil melakukan, dan belajar mandiri.</p></li><li><p><strong>Kurikulum yang Berbasis Kompetensi:</strong> Mengembangkan kurikulum yang fokus pada pengembangan kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di era digital.</p></li><li><p><strong>Pemanfaatan Teknologi:</strong> Memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif.</p></li><li><p><strong>Penanaman Nilai-nilai Karakter:</strong> Menanamkan nilai-nilai karakter seperti gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab untuk mempersiapkan anak didik menjadi individu yang berkarakter dan berwawasan luas.</p></li></ul></li><li><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang pendidikan yang berhamba pada anak (berpihak pada anak) memiliki relevansi yang sangat tinggi bagi peran pendidik di masa kini. Konsep ini menekankan pentingnya <strong>menempatkan anak sebagai pusat proses belajar mengajar</strong>, dengan <strong>pendidik sebagai fasilitator dan pembimbing</strong>.</p><p><strong>Relevansi Pemikiran KHD dalam Peran Pendidik:</strong></p><ol><li><p><strong>Memfokuskan Pembelajaran pada Kebutuhan dan Minat Anak:</strong> Pendidik perlu memahami kebutuhan, minat, dan bakat individu anak didik untuk merancang pembelajaran yang efektif dan bermakna.</p></li><li><p><strong>Menciptakan Suasana Belajar yang Nyaman dan Menyenangkan:</strong> Suasana belajar yang positif dan menyenangkan dapat memotivasi anak didik untuk belajar secara aktif dan kreatif.</p></li><li><p><strong>Menghargai Keberagaman dan Potensi Anak:</strong> Setiap anak memiliki potensi dan kemampuan yang unik. Pendidik harus menghargai keberagaman ini dan membantu setiap anak mencapai potensinya secara optimal.</p></li><li><p><strong>Mengembangkan Karakter dan Moral Anak Didik:</strong> Pendidikan tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga karakter dan moral anak didik. Pendidik harus menjadi teladan dan membimbing anak didik dalam mengembangkan nilai-nilai luhur.</p></li><li><p><strong>Melibatkan Orang Tua dan Masyarakat dalam Proses Pendidikan:</strong> Kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan anak secara holistik.</p></li></ol><p><strong>Penerapan Pemikiran KHD di Era Modern:</strong></p><ol><li><p><strong>Penerapan Kurikulum Merdeka:</strong> Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi pendidik untuk berinovasi dan berkreasi dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak didik.</p></li><li><p><strong>Penggunaan Teknologi Pembelajaran:</strong> Pemanfaatan teknologi dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran yang menarik dan interaktif, serta membantu anak didik dalam mengakses informasi dan belajar secara mandiri.</p></li><li><p><strong>Penilaian yang Berbasis Autentik:</strong> Penilaian tidak hanya fokus pada hasil tes, tetapi juga pada proses belajar dan perkembangan karakter anak didik.</p></li><li><p><strong>Pembelajaran Berdiferensiasi:</strong> Pendidik menyediakan berbagai pilihan pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan individu anak didik.</p></li><li><p><strong>Pembelajaran Kolaboratif:</strong> Pendidik mendorong anak didik untuk belajar secara kolaboratif dan saling membantu dalam proses pembelajaran.</p></li></ol><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Pemikiran KHD tentang pendidikan yang berhamba pada anak merupakan landasan yang kuat untuk membangun pendidikan yang berkualitas dan berpusat pada anak didik. Dengan menerapkan pemikiran KHD dalam peran sebagai pendidik, kita dapat membantu anak didik mencapai potensi optimalnya dan menjadi individu yang berkarakter mulia, cakap, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:50:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040625366</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mohamad Husnul Zhony_CGP AXI BOGOR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040626572</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya biasanya dengan melihat terlebih dahulu minat anak seperti apa, agar saya bisa menggali lebih dalam potensi anak-anak dengan segala keberagamannya.</p></li><li><p>perwujudan "menuntun" dalam konteks sosial budaya, pembiasaan saling membantu dan perhatian terhadap lingkungan agar terbebas dari sampah dengan cara kita bukan hanya menyuruh, tetapi kita memberikan contoh secara langsung dan operasi semut sebelum pulang. dan contoh berikutnya dalam sikap saling menghargai pendapat saat di dalam kelas.</p></li><li><p>mempertimbangkan kodrat alam dan zaman, kita harus memperhatikan asal usul daerah siswa/i yang kita akan ajar karena kita harus membuat strategi dalam mengajar, ke dua kodrat zaman, sepagai guru kita harus melihat perkembangan zaman agar kita bisa lebih update dalam pembelajaran</p></li><li><p>saya berusaha untuk benar-benar mengenal setiap anak sebagai individu yang unik dengan kebutuhan, bakat, dan tantangan mereka masing-masing. Ini melibatkan mendengarkan dengan penuh perhatian, mengamati perkembangan mereka secara holistik, dan berinteraksi secara empatik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:52:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040626572</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahmad Toyib_ CGP11. SMA N 18 Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040626595</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan konsep 'menuntun' dalam konteks sosial budaya dapat bervariasi tergantung pada nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di daerah Anda. Secara umum, 'menuntun' bisa diinterpretasikan sebagai bertindak sebagai panutan atau memainkan peran yang memberikan arahan, inspirasi, atau bimbingan kepada orang lain untuk kebaikan bersama.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua konsep ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cara kita memahami dan merespons dunia di sekitar kita.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Konsep "Pendidikan yang berhamba pada anak" (PBA) dari KHD (Konsep Humanis Diniyah) menekankan pentingnya memahami dan menghargai keunikan serta kebutuhan individu setiap anak dalam proses pendidikan. Relevansi konsep ini dengan peran saya sebagai pendidik sangat signifikan.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) dalam konteks pendidikan sangat menekankan pentingnya pendidikan yang menghargai keunikan individu, mempromosikan kemandirian, dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi kehidupan dengan berbagai keterampilan yang diperlukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:52:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040626595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yatino</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040626756</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2554715827/d0c341fe5e97a9a958f1687f5eba4e42/Soal_Elaborasi_Pemahaman_1_.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 07:53:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040626756</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Modul 1.1. Chandra Setya Putra_CGP A11_SMAN 17 Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040626794</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman dalam mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang saya lakukan adalah melakukan pendekatan terhadap anak secara holistik, memperhatikan kebutuhan anak, dan pembelajaran berpusat pada siswa (Student Center)</p></li><li><p>Menuntun dapat diartikan dalam penerapan slogan Ki Hadjar Dewantara dimana Guru dapat memberikan contoh dan teladan yang baik terhadap siswa (Ing Ngarso Sung Tulodo), Guru juga dapat menjadi leadership dalam mengajak dan memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran (Ing Madyo Mangun Karso). Serta Guru selalu mendorong semangat siswa agar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan (Tut Wuri handayani).</p></li><li><p>Pada dasarnya anak memiliki minat dan bakatnya masing-masing. Guru diharapkan dapat berperan dan menumbuhkembangkan kodrat alam siswanya masing-masing. Seperti pemikiran Ki Hadjar Dewantara apabila guru diibaratkan sebagai petani jagung, yang akan dihasilkan adalah tanaman jagung, bukan padi atau lainnya. Sama halnya dengan siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Tugas guru adalah mendampingi anak tersebut sampai mencapai tumbuhan yang subur dan bermanfaat.</p><p>Selain itu guru juga harus mempertimbangkan kodrat zaman dimana siswa juga diajak bereksplorasi terkait dengan penggunaan teknologi digital agar terus mengikuti perkembangan zaman dan tidak tertinggal.</p></li><li><p>Relevansi terhadap pendidikan yang berperan pada anak adalah guru harus dapat memfasilitasi anak, memperhatikan karakteristik anak yang beragam. Pembelajaran yang berdiferensiasi dapat dilakukan dalam hal ini, disesuaikan dengan penerapan kurikulum merdeka dengan tujuan memerdekakan anak tanpa meninggalkan tujuan dari proses pembelajaran di kelas atau sekolah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:53:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040626794</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SAKIM SUNARYA (CGP_11 KOTA BEKASI)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040627177</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) berfokus pada pendekatan holistik yang menempatkan anak sebagai pusat dari seluruh kegiatan pendidikan. proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan rasa cinta terhadap lingkungan dan budaya lokal, sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.</p><p><br/></p><p>2. Perwujudan konsep "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah, seperti di Kota Bekasi, dapat melibatkan berbagai pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai dan kebutuhan komunitas setempat.</p><p><br/></p><p>3. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman menekankan pentingnya pendidikan yang kontekstual dan relevan dengan lingkungan dan waktu Dengan menggabungkan pendekatan-pendekatan ini, pendidikan dapat lebih relevan dan bermanfaat bagi siswa, membantu mereka berkembang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman seperti yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara.</p><p><br/></p><p>4. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang "pendidikan yang berhamba pada anak" memiliki relevansi yang mendalam dengan peran Anda sebagai pendidik. Konsep ini menekankan pentingnya pendidikan yang berpusat pada anak, di mana setiap aspek pendidikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan, potensi, dan perkembangan individu anak. Dengan menerapkan prinsip "pendidikan yang berhamba pada anak," Anda dapat memastikan bahwa setiap siswa menerima pendidikan yang bermakna, personal, dan relevan dengan kebutuhan mereka. Ini tidak hanya membantu siswa mencapai prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan mereka menjadi individu yang seimbang dan berdaya guna dalam masyarakat.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:53:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040627177</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Budi Cahyo A_CGP A11 (Bekasi)_Refleksi Modul 1.1</title>
         <author>blokdkemalajasmine</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040627585</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman yang pernah saya alami sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pentingnya pendidikan yang berpusat pada anak dan relevan dengan kehidupan nyata mereka. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplorasi, bereksperimen, dan memimpin proyek mereka sendiri, saya melihat mereka tumbuh tidak hanya secara akademis tetapi juga sebagai individu yang lebih sadar dan bertanggung jawab sosial. Ini mengajarkan saya bahwa peran guru bukan hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu siswa menemukan dan mengembangkan potensi mereka. Saya mengajar mata pelajaran PPKn &nbsp;&nbsp;di mana saya mencoba menerapkan prinsip "Ing Madya Mangun Karsa" (Di tengah membangun semangat) dan "Tut Wuri Handayani" (Memberikan dorongan dari belakang). Salah satu proyek yang saya gunakan adalah proyek berbasis komunitas yang berfokus pada masalah lingkungan lokal.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan prinsip "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah saya terlihat melalui berbagai aktivitas komunitas yang mencerminkan kebersamaan, bimbingan dari yang lebih tua atau berpengetahuan, dan upaya kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai ini sangat sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan pentingnya pendidikan yang berakar pada budaya dan konteks lokal, serta peran penting guru atau pemimpin sebagai penuntun yang bijak.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, pendidikan Indonesia dapat menjadi lebih holistik dan relevan. Pendekatan ini memastikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif tetapi juga mencakup aspek emosional, sosial, dan lingkungan. Selain itu, hal ini membantu membangun generasi yang sadar akan identitas budaya mereka, tanggap terhadap perubahan global, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang berpihak pada anak, saya dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan mendukung perkembangan optimal siswa. Hal ini tidak hanya membantu siswa mencapai potensi akademis mereka tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan yang akan berguna sepanjang hidup mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://simplebooklet.com/komik1#page=3" />
         <pubDate>2024-06-28 07:53:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040627585</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Linda siska - SMP Negeri 40 Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040627735</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya saat mengajar mata pelajarn Prkarya di kelas, sy memerdekakan anak2 utk menentukan apa yg ingin dibuat, sy hanya menggaris bawahi hal apa yg menjadi capaian pembelajaran. Misal membuat kerajinan dari limbah keras, anak2 bebas menentukan asal bahan limbah yang digunakan, misal bisa sampah plastik, sampah logam dll. Selain itu sy hanya menyampaikan bbrp teknik yg dapat digunakan, kembali anak2 yg menentukan mau menggunakan teknik apa tentu yang sesuai dengan bahan baku yang dipilih.</p></li><li><p>Perwujudan daei menuntun yang saya terapkan adalah tetap mengarahkan anak sesuai aturan dan kaidah yang benar, bersama-sama dalam mereka berproses kesehariannya, serta mendorong dan memotivasi murid untuk selalu kreatif dan inovasi sehingga keluar bakat dan minat mereka.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman. Karena dengan dapat mengerti apa yang sudah ada pada murid seperti karakter dan sifat dasar anak, guru dapat lebih menggali potensi dan bakat murid sesuai dengan kodrat zamannya. </p></li><li><p>Relevansi dari pemikiran KHD dalam peran saya sebagai pendidik adalah aaya sebagai pendidik merasa bertanggungjawab baik dalam hal membimbing dan menuntun murid saya agar lebih bahagia dalam belajar. Sehingga saya bisa membantu mereka dalam pengembangan potensi-potensi yang mereka miliki. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:54:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040627735</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Puji Astuti CGP A11 (SMAN 18 Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040628741</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang akan saya lakukan adalah sesuai dengan pemikiran KHD adalah dengan menuntun mendidik siswa sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman nya sehingga perkembangan siswa akan sesuai dengan minat dan bakat yang sudah dimiliki dan berpihak kepada siswa</p></li><li><p>menuntun dalam proses pendidikan dapat dianalogikan seperti petani yang menanan benih padi atau tanaman, membersamai mereka sampai besar dengan cara menyiram memupuk hingga tunbuh berkembang dan berbuah. buah yang dimaksud adalah adanya budi pekerti  dan karakter yang menjadi ciri khas dari budaya bangsa</p></li><li><p>Dalam mendidik menurut KHD  sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman agar siswa mampu berkembang dengan ciri khas masing masing yang unik dan istimewa sesuai dengan kodrat yang diberikan dari sang pencipta dan mereka akan tumbuh dengan masa dan zaman yang berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga pada proses perkembangan pendidikannya harus ada kesesuaian antara kodrat alam dan kodrat zaman  </p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD terkait dengan pendidikan yang berpihak pada anak adalah tidak ada paksaan dalam kegiatan proses belajar, anak tidak dalam kondisi tertekan atau tidak happy, tetapi menjadikan anak sebagai pusat belajar dengan mengenali karakter dan potensi anak siswa akan di dilakukan kegiatan belajar secara kelompok kemudian masing masing akan mengeksplore kelebihan ddan kekurangan nya dalam materi pembelajaran yang sedang dilaksanakan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:55:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040628741</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yulinarti Prihatiningrum, S.Pd. (SDIT Gema Nurani Bekasi)</title>
         <author>yulinartip1</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040629197</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya saat sedang mengajar membuat cerita pengalaman, memberikan pilihan kepada siswa untuk mengerjakan dengan cara mereka masing-masing, sepeti menulis, gambar atau mind mapping, kemudian mempresentasikannya di depan kelas.</p></li><li><p>Menuntun yang dilihat penerapan budaya positif dalam setiap fase pembelajaran, di mana menuntun anak sesuai minat dan bakatnya serta guru sebagai fasilitator pembelajar dan pengarah budi pekerti</p></li><li><p>Dalam pendidik kita perlu memperhatikan kodrat alam dan zaman karena setiap anak memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing, sehingga kita tidak bisa memberikan perlakuan yang sama. Juga dengan zaman yang berbeda dengan zaman dahulu, sehingga dalam mendidik dan memberikan pengajaran harus menyesuaikan dengan zaman anak didik kita, yaitu Gen-Z dan abad-21. Guru dituntut untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif.</p></li><li><p>Makna berhamba menurut saya adalah pembelajaran yang berlangsung harus berpihak pada siswa, dimana siswa dapat merasakan pembelajaran yang  bahagia dan bermakna serta merasakan lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan siswa</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:55:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040629197</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban 4 refleksi (Yatino SDN Margahayu XIII)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040629217</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2554715827/92efd16550e690721f83480b80dfdbbd/Soal_Elaborasi_Pemahaman_1_.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 07:55:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040629217</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Miftahul Anwar CGP Angkatan 11 ( SD Labschool Cibubur) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040629596</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>melakukan tes fromatif untuk memetakan Kompetensi siswa ( Kodrat siswa) sehingga dalam proses pemebelajaran sesuia dengan bakat dan minta peserta didik </p></li><li><p>dalam sikap menuntun dapa mengajar, saya memeberikan arahan dan tugas. dengan tidak memaksakan </p></li><li><p>dalam proses pembelajaran mengkaitkan pemebelajaran dengan kondisi diaman sosio budaya di lingkungan. </p></li><li><p>pemikiran KHD sangat relevan dan bisa diterapkan di sakolah kmai. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:56:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040629596</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HAZRUL EP_CGP A-11</title>
         <author>hazrul1211</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040629654</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengajaran menurut Ki Hajar dewantara adalah suatu cara atau metode untuk menyampaikan ilmu yang bermanfaat kepada siswa. baik secara lahiriyah maupun secara bathiniah. Dalam&nbsp; menyampaikan ilmu baik yang bersifat abstrak dan nyata oleh Ki Hajar Dewantara amatlah dibutuhkan dasar dan pijakan yang kuat. sehingga guru dapat merencanakan tujuan atau maksud yang&nbsp; &nbsp;hingga proses terselenggaranya pendidikan nantinya.&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Agar guru dapat memberi arah yang jelas dalam pengajaran dalam ruang lingkup waktunya. maka dibutuhkan&nbsp; adanya serangkaian tuntuan dalam bentuk pendidikan yang utuh dan memiliki makna yang jelas. Alhasil kodrat pada siswa dapat terbuka di setiap aksi dan interaksinya di masyarakat luas. Dengan tidak lain dan tidak bukan pendidikan dan pengajaran siswa diharapkan membawa kepada kemaslahatan diri dan lingkungan masyarakatnya serta bangsa.</p><p>Mengenalkan harapan kemajuan masa depan anak dengan tetap membangun karakternya secara utuh dgn tuntunan dan bimbnga&nbsp; yg terarah. Anak diajak kepada pemahaman nyata dalam bentuk mau dan terbuka untuk berinteraksi dengan sesamanya dalam praktik laku yang baik. Misal. Anak dilibatkan pada acara sosial sekolah atau di lingungan rumah tinggal.</p><p>Mengenalkan nilai-nilai &nbsp;lokal dan nasional (sosio kultural) secara umum &amp; menerapkannnya di ingkungan sokolah dn rumah.&nbsp; Dalam bentuk menegnalkan contoh2 budaya2 daerah.&nbsp; Misal berkunjung ke pameran budaya atau ke museum. Dan mengajak anak untk tampil di kegaitan pentas seni budaya. Baik di sekolah ayau di sekitar RT RW.&nbsp; Misal.&nbsp; Pada event peringatan 17 an di tk RT RW.&nbsp; Anak diajak tampil dalam kelompok nya unjuk pentas dlm tari kolosal.. pentas drama singkat.&nbsp; Puisi dan pantun daerah. Dll</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi pemikiran KHD mengandung makna filosofis yang mengakar pada akar budaya yang kuat. Pendidikan tidak bisa dibangun tanpa landasan filosofi suatu bangsa secara luas yang sudah barang tentu indonesia yang meiliki corak kebhinekaan. Harus tetap memiliki jiwa kebersamaan dan kekeluargaan yang solid&nbsp; dalam menata dan membangun bangsa lewat pendidikan. Filosofi&nbsp; &nbsp;KHD memberikan ruh kepada guru di Indonesia untuk sadar bahwa pembangunan manusia bukan untuk kebutuhan diri sendiri (materialistis) atau untuk kesenangan sendiri (Hedonistik). Namun membangun manusia harus&nbsp; seimbang baik jasmani dan rohani dengan tetap memandang perubahan paradigma pemikiran dan peradaban global sebagai referensi kritis untuk dicari dan dipilih pendekatan yang tepat dalam terapannya di pendidikan saat ini. Untuk itu warga sekolah saya harus melek akan beragam perubahan konteks pendidikan&nbsp; namun tetap memilih dan memilah aspek positif prilaku yang akan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan yang berhamba pada anak artinya guru harus memiliki upaya kesadaran diri untuk bertanggung jawab &nbsp;terhadap proses pembinaan anak dengan mengupayakan kebutuhan lahir dan bathin. Sesuai dengan kodrat alam adan zamannya. Guru harus ikhlas membimbing anak untuk terus menjadi pribad yang seimbang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:56:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040629654</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agus Pamungkas  A11, Sman 6 Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630018</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya saat mengajar kelas XII, saya coba memberikan pengajaran berupa materi seni lukis. Dan saya ingin para siswa mencari suatu ide melalui media sosial untuk menambah inspirasi, saya coba mengikuti maunya siswa dengan tidak membatasi aliran lukis apa saja yang ingin dijadikan referensi untuk media gambar siswa. dari jumlah siswa 36 orang, ada berbagai macam aliran lukis yang dijadikan referensi siswa untuk melukis.</p></li><li><p>Memberi arahan yang saat adzan berkumandang untuk sholat, mungkin itu suatu hal yang sering dilakukan disekolah saya. Agar para peserta didik bisa lebih taat dan disiplin waktu sholat.</p></li><li><p>Karena struktur daerah di INdonesia yang berbeda-beda, ada yang di pisisir laut, ada yang di kota-kota, ada yang di daerah pegunungan dan pedesaan, sehingga membuat pola pengajaran yang berbeda dan unik. Sedangkan kodrat zaman lebih menuntut kita melek tekhnologi, yang memang era saat ini adalah sebagai era globalisasi digital. </p></li><li><p>Menurut saya ini sabagai bukti bahwa dedikasi kita sebagai pendidik memang harus peduli dan sayang kepada pesrta didik, karena diibaratkan masa depan pendidikan dan pengalaman mereka berasal dari sekolah. Karena hampir sepanjang perjalanan hidup seseorang adalah belajar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:57:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630018</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irfan Awaludin Ramdhan (SDN Jatisari III Kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630097</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Filosofi Pendidikan dari pemikiran Kihjar Dewantara yang sudah saya terapkan di SDN Jatisari III Kota bekasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari diantaranya adalah filosofi ingarso sun tulodo yaitu pendidik memberikan contoh keteladanan dengan melaksanakan pembiasaan sambut peserta didik setiap pagi secara bergantian, kemudian filosofi ing madya mangun karso dengan mengaktifkan komunitas belajar guru untuk menciptakan prakarsa atau membuat ide-ide baru untuk memotivasi pesert didik dalam pembelajaran dan Filosofi tut wuri handayani dengan melaksanakan program peminatan dan bakat para peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler</p></li><li><p>Menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di sekolah kami adalah mewujudkan pelestarian budaya lokal dengan cara mengajak para peserta didik untuk menggali nilai-nilai budaya kearifan lokal dengan cara mengajak para peserta didik bermain permainan tradisional yang ada di daerah sekitar, diantaranya adalah Sondah ( Permainan Engklek, Bentengan, Gobak sodor, congklak, dll)</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pendidikan harus senantiasa menggali potensi dari masing-masing peserta didik itu sendiri dengan perpaduan zaman pada masa sekarang ini perlu adanya perhatian agar potensi yang dimiliki peserta didik seimbang dengan kemjuan zamn, selain itu juga kompetitif .</p></li><li><p>Saya sebagai pendidik mempunyai peran yang dapat memfasilitasi seluruh potensi yang di miliki peserta didik, dengan melaksanakan pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, itu mempunyai relevansi dengan pemikiran KHD yang bahwasannya Pendidikan yang berhamba (Berpihak) pada anak</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:57:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630097</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Septriyani - CGP REKOG</title>
         <author>triyaseptriyani</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630426</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya yang mencerminkan KHD adalah pada tema binatang, saya memberikan kebebas kepada murid untuk memilih bahan yang ingin digunakan dalam topik tersebut contoh ( topik kupu-kupu, anak dipersilakan untuk berburu kupu-kupu lalu menggambarkan apa yang dilihatnya, boleh menggunakan bahan alam, menggambar dan menggunakan origami)</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya didaerah saya adalah dengan mengenalkan dan mengintegrasikan nilai-nilai dari sosial budaya, yaitu kebudayaan tari topeng kepada anak. dari tarian tersebut anak dapat mengambil pelajaran atau pesan yang disampaikan dari tarian tersebut.</p></li><li><p>dikarenakan kita hidup di era zaman sekarang sehingga kita harus mengikuti perkembangan zaman yang ada namun tidak meninggalkan kodrat alam kita. kita harus tetap bisa menggunakan kecanggihan tekhnologi namun kita tidak bisa meninggal adat dan budaya yang melekat pada diri kita (budaya lokal).</p></li><li><p>relevansinya adalah dalam kegiatan pembelajaran kita memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali potensinya dengan memfasilitasi kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakter siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:57:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Sudarminingsih, S.Pd (CGP A.11 Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630703</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pada saat pembelajaran terkadang banyak anak yang kurang termotivasi dalam belajar, biasanya karena masalah keluarga atau memang mereka sedang tidak mood untuk itu saya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dimana dengan tujuan yang sama namun dengan proses yang berbeda, setelah saya melakukan itu anak-anak mulai termotivasi untuk belajar artinya mereka memerlukan hal menyenangkan bagi mereka atau berpihak pada murid.</p></li><li><p>Menuntun dalam arti mengarahkan dan membimbing anak didik untuk melakukan hal yang mereka inginkan dalam konteks pembelajaran sehingga mereka mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.</p></li><li><p>Karena agar pendidikan dapat berhasil dan berkembang di masa yang serba maju dan peningkatan teknologi ini namun tetap tidak melupakan kultur budaya daerah artinya disesuaikan dengan kultur daerah masing-masing. Kita tidak mungkin menolak perkembangan zaman yang semakin pesat ini.</p></li><li><p>Pendidik hendaknya selalu menciptakan suasana pembelajaran maupun proses pendidikan ini yang mengedepankan pada anak sehingga dapat menimbulkan kenyamanan dan semangat dalam belajar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:58:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630703</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mega Laura Murni Sidabalok</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630914</link>
         <description><![CDATA[<p>Mega Laura Murni Sidabalok</p><p>Jawaban Pertanyaan Reflektif:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya terkait dengan proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara yaitu memberikan pembelajaran yang berpihak pada anak, dalam kegiatan pembelajaran saya memberikan pembelajaran yang membangkitkan semangat dan juga motivasi anak, dan menyesuaikan dengan lingkungan atau daerah tempat tinggal anak serta menggunakan teknologi sebagai pendukung proses belajar di era zaman yang memang teknologi sudah sangat berkembang.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya yang saya lihat di daerah saya yaitu, mengarahkan peserta didik sesuai dengan budaya yang ada di masyarakat, tentunya dengan mengenalkan terlebih dahulu dan bisa juga ditindak lanjutin dalam bentuk tuntunan apabila ada anak yang memiliki bakat dalam hal budaya tersebut bisa dalam bentuk tari, palang pintu dan sebagainya.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena dengan demikian maka anak didik akan menemukan kemerdekaan dan kebahagiaan itu, dan anak merasa benar hidup dan berkembang di zamannya. Seperti anak di kota maka mereka perlu diberikan pendidikan yang sesuai dengan kehidupan di perkotaan seperti jenis pekerjaan, cara berinteraksi dan sebagainya, kemudian dengan zaman yang semakin canggih secara teknologi maka dalam pembelajaran perlu menggunakan alat teknologi sebagai pendukung atau media sehingga mengajarkan anak juga bahwa teknologi yang dimiliki bisa digunakan sebagai sumber belajar.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi pemikiran KHD&nbsp; “pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik yaitu bahwa saya harus mendidik anak sesuai dengan kebutuhan, bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh anak. Jadi fokus dari pembelajaran yang disajikan adalah pada diri anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:58:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040630914</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Puji Purwanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040631000</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya yang mencerminkan pemikiran KHD menerapkan pembelajaran berpusat pada siswa, melibatkan anak secara langsung dalam proses pembelajaran, dengan metode praktik.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya yaitu pendampingan murid dalam berdiskusi untuk berkembang sesuai dengan bakatnya. menjadi teladan dalam tindakan, membantu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan peserta didik.</p></li><li><p>Pendidikan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman yaitu disesuaikan dengan bakat dan minat peserta didik, serta di sesuaikan dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal kemajuan teknologi.</p></li><li><p>Peran saya sebagai pendidik, pendidikan yang berhamba pada anak yaitu pendidik harus memenuhi kebetuhan anak yang berbeda-beda sesuai dengan bakat dan minatnya.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:58:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040631000</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Donna Violita</title>
         <author>violitadonnadv</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040631465</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat terkait dengan konteks sosial budaya di daerah yaitu membimbing dan menuntun anak anak sesuai dengan nilai nilai tradisi dan budaya serta menggabungkan budaya lokal yang ada sehingga pendidikan relevan dengan budaya di masing masing daerah. dengan begitu akan semakin menguatkan jati diri bangsa.</p></li><li><p>kodrat alam dan kodrat zaman adalah kedua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam diri seorang anak. Seorang anak akan lahir dari kodrat alam yang memiliki potensi, bakat,serta kemampuan yang berbeda-beda dengan yang lainnya. sehingga sebagai seorang guru kita diharapkan mampu membantu, mendampingi, memotivasi mereka agar bisa tumbuh sesuai yang di harapkan dan sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad dimana tekhnologi sudah berkembang dengan pesat, untuk itu seorang pendidik harus mampu memahami tehnologi serta memiliki keterampilan abad 21 dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai zaman tanpa meninggalkan nilai nilai luhur dan budaya yang sesuai dengan KHD.</p></li><li><p> Relevansi pendidikan KHD yaitu seorang pendidik harus menghamba pada anak maksudnya seorang guru harus memiliki rasa santun, hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. karena kita sebagai pendidik harus memberikan contoh dan menerapkan rasa hormat dan santun karena guru itu di gugu dan di tiru, maka, kita terapkan nilai nilai luhur yang baik ke pada peserta didik kita. Kondisi ini akan bisa memudahkan mereka untuk menyerap ilmu pengetahuan sehingga akan membawa hasil yang sesuai kita harapkan.</p><p><br></p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:58:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040631465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bayu Megantoro (SMAN 2 BEKASI_CGP A11_KOTA BEKASI)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040631807</link>
         <description><![CDATA[<p>Jawaban Pertanyaan Refelektif :</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yaitu saat mengawali pembelajaran dengan melakukan pemetaan terlebih dauhulu kemampuan murid masing-masing baik dipetakan berdasarkan Kodrat Alam maupun Kodrat Zamannya, kemudian mendampingi proses menuntut melalui pembelajaran berkelompok agar berkembang juga sesuai potensi masing-masing.</p></li><li><p>Menuntut dengan cara membimbing peserta didik agar tumbuh dengan baik sesuai kodratnya masing-masing melalui pembiasaan-pembiasaan yang positif.</p></li><li><p>Kodrat alam dan kodrat zaman perlu dan penting sekali dalam pendidikan di Indonesia karena negara kita negara yang sangat beragam baik budaya maupun letak geografisnya sehingga potensi yang dimiliki juga sangat beraneka ragam.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD mengenai pendidikan yang berhamba kepada anak bagi saya adalah dalam mendidik kita harus benar-benar memperhatikan potensi yang dimiliki oleh anak didik kita, bukan berarti menuruti apapun yang dimaui anak melainkan kita bisa memaksimalkan potensi mereka dengan cara menuntut dan membimbing mereka agar lebih dapat menebalkan garis bayang yang sudah dimiliki oleh mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:59:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040631807</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Surohman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040633023</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya punya pengalaman dalam hal menuntun murid. saat menjadi walikelas 12 (SMA) ada murid ingin daftar jalur Undangan ke ITB tetapi tidak boleh oleh oleh Orang Tuanya, ortu menyarankan masuk Hukum UGM karena ortunya Pengacara. murid itu datang ke saya minta dukungan agar memilih ITB. saya memberi dukungan dengan mengajak diskusi orang tuanya. di akhir cerita alhamdulillah murid itu diterima di ITB. murid itu sangat bahagia sekali hingga kini anak tersebut masih ingat saya dan selalu silaturahmi ke rumah saya. </p></li><li><p>Makna menuntun dikaitkan dengan budaya setempat, adalah kita membimbing dan mengarahkan ke arah orientasi yang benar tentang tradisi atau budaya daerahnya. agar murid tersebut memiliki pegangan hidup kelak. tidak tercabut dari budayanya. contohnya anak bekasi maka harus menjiwai budaya betawi dan nilai nilai lhur adat Betawi. </p></li><li><p>Pendidikan Indonesia harus memperhatikan kodrat alam dan zaman, karena murid itu memiliki karakter yang beda beda yang dipengaruhi oleh alam lingkungan disekitar murid itu tinggal, ini harus menjadi pijakan dalam mendidik. sedangkan kodrat zaman kita harus membekali murid dengan nilai nilai atau keahlian tertentu yang akan digunakan siswa itu pada zamannya nanti.</p></li><li><p>Mendidik harus menjadikan muris sebagai patokannya pusatnya, karena kita ingin menuntun murid itu agar tumbuh dan berkembang sesuai potensinya maka kita sebagai pendidik marus menjadikan dia pusat perhatian (student center0. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:01:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040633023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Herry </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040633259</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>mereflesikan pemikiran KHD dalam pembelajaran dengan melakukan asesmen awal /diagnostik dalam pemetaan anak sesuai denagn kodrat dalam mencapai tujuan pemeblajaran. </p></li><li><p>Menuntun dalam kontek sosial budaya  berkolaborasi dengan anak sesuai dengan kulture dan  budaya positif  yang miliki bisa dalam sosial budaya betawi maupun jawa barat / Jabar Masagi   yang akan menuntun anak menemu kenali kompetensi dan laku budaya positifnya.</p></li><li><p>Iya karna setiap manusia / Murid  berbeda kodratnya  yang bergaam yang membangun sebuah peningktan mutu sumberdaya yang dimilkinya dalam mencapai tujuan pendidikan/pembelajaran.</p></li><li><p> relevansi pemikiran KHD  sangat relevan  dan terintegrasi dengan kebutuhan zaman yang terus berkembang  sehingga kebutuhan /kodrat  manusia /murid yang beragam mampu menjadi sebuah nilai bermakna dalam pengembangan kompetensi dan peningkatan mutu  SDM diri dan sekitarnya .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:01:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040633259</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Santi lusidah,S.Pd CGP A11 BEKASI SDN BINTARA JAYA VII</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040633849</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Saya akan melakukan pendekatan uuntuk menghargai keunikan yang ada pada siswa agar lebih berkembang sesuai dengan bakat atau potensi anak</p></li><li><p>menuntun menurut saya mengarahkan membimbing peserta didik untuk berkembang sesuai qodratnya  sesuai dengan bakat dan minat siswa</p></li><li><p>pendikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan jaman agar menghasilkan pembelajaran yang maksimal artinya pembelajaran yang memberikan kebebasan siswa untuk menggali potensi yang dimilikinya dan  menanamkan budi pekerti untuk menyempurnakan pembelajaran yang lebih berkualitas </p></li><li><p>pendidikan yang berhamba pada anak artinya seorang guru harus memahami ,mengetahui bakat siswa  serta mengarahkan siswa sesuai dengan kemampuan bakat yang ada ,memberikan pembelajaran yang menyenangkan yang anak merasa tidak terpaksa dalam proses pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:02:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040633849</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban ATI SUSIAWATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040634002</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Penerapan di sekolah saya  dengan menerapkan proses pembelajaran yang asik, menarik dan menyenangkan  dan menjadikan anak seperti raja dan perioritas utama semua berpusat pada murud melalui bermain peran contohnya, kerja kelompok dan Permainan  adat Rangku alu  dan di selingi ice breaking agar tidak jenuh dan proses  pembelajaran berdiferensiasi</p></li><li><p>Menuntun yaitu membimbing dan mengarahkan perilaku baik agar anak mendapat kebahagian dan keselamatan agar tidak terpengaruh budaya luar yang tidak baik dengan memberi contoh Perilaku baik di mulai dari kita sendiri serta menumbuhkan bakat dan minatnya serta peka akan kebutuhannnya melalui Eskul eskul yang ada di Sekolah dan mereka yang memilih sendiri sesuai bakat dan minatnya seperti Eskul Pramuka, seni Tari,BTQ, dll</p></li><li><p>Mempertimbangkan kodrat alam dan Zaman karena Anak Lahir sudah membawa Kekuatan bakat dan minat yang Allah ciptakan dengan sempurna dibandingkan dengan mahluk lainnya kita sebagai tukang kebun harus memberi pupuk baik dan senang untuk menumbuhkan atau menanamnya dengan hati dan perasaan senang dan kodrat Zaman artinya sesuai dengan Perkembangan Zaman sekarang dan perkembangan Teknologi dan pendidik harus terus belajar,berlatih agar  menambah wawasan dan keterampilan  serta kreatif dan  inovatif </p></li><li><p>Berpihak kepada anak maksudnya berpusat pada anak dan kita sebagai pendidik harus peka kepada kebutuhannya dan harus mengetahui minat dan gaya belajarnya melalui asesmen awal agar memfasilisasinya dengan benar sesuai bakatnya dan berkomunikasi dengan baik dari hati ke hati agar kita paham akan perasaaannya dan menumbuhkan kepercayaan dirinya pasti kalian bisa dan berhasil </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:02:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040634002</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CENI LISWATI_ SMAN 14 BEKASI -CGPA11 Kota Bekasi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040634585</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah menerapkan pendekatan yang menghargai keunikan latar belakang bakat dan minat anak dalam belajar, dengan pembelajaran berdiferensiasi, tetap menuntun mereka untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya. </p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah pembiasaan gotong royong mulai dari lingkungan rumah sekolah dan juga masyarakat, selalu memberi contoh 5S senyum sapa salam sopan dan santun </p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam adalah masing-masing murid memiliki keunikan bakat dan minat yang beragam sedangkan kodrat zaman adalah pendidikan menyesuaikan dengan kodrat zaman berdasarkan kebutuhan manusia </p></li><li><p>Relevansi pemikiran khd pendidikan yang berhamba atau berpihak pada anak dalam peran saya sebagai pendidik adalah pendidik mengarahkan atau menuntun dan memfasilitasi dengan sepenuh hati juga perhatian kebutuhan peserta didik dan perkembangan sosial emosional anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:03:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040634585</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rika Rachman, SMPN 28 Kota bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040636214</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Melakukan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Pembelajaran dengan menyelipkan permainan di dalamnya. Pengalaman saya sebagai guru IPS melakukan strategi pembelajaran games tournament antar kelompok siswa. Diberikan games adu kecepatan menjawab pertanyaan dari materi yang telah dikerjakan. Dimana ada apresiasi hadiah kecil-kecilan bagi tim yang menang. Untuk tim yang kalah jangan berkecil hati. Sama-sama menghargai pendapat antar siswa. Intinya adalah pembelajaran yang berpihak pada anak. Terbentuk sikap gotong royong, persaudaraan, persatuan dan hal baik lainnya.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan memupuk sikap budi pekerti yang baik yang berlaku di masyarakat. Memberikan contoh teladan yang baik, membimbing mereka berada di jalan yang benar, tidak menghakimi apabila anak salah memilih langkah, sebaliknya kita rangkul, kita beri semangat dorongan bahwa selalu ada kesempatan kedua untuk seseorang yang mau memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. karena manusia dilahirkan telah memiliki alurnya. Seperti yang dikatakan rezeki, jodoh, maut itu sudah tertulis dalam diri manusia. Tinggal bagaimana usaha mereka menjalaninya.  Begitu pula dengan anak, bukanlah tabula kosong, melainkan sudah ada garisnya meski sama-samar. tugas pendidik adalah bagaimana menebalkan garis samar-samar tersebut, memupuk, merawat memperlakukan dengan cara yang baik sesuai dengan caranya masing-masing. Menumbuhkan bakat dan minat anak yang memang sudah ada sebelumnya. Membimbing mereka memperlakukan melalui sistem among asah, asih, asuh. Pendidikan pun juga memperhatikan kodrat zaman, karena setiap zaman memiliki caranya masing-masing dalam memaknai hidup, bisa mengikuti perkembangan zaman demi  keberlangsungan hidup.</p></li><li><p>Pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" berfokus kepada anak dengan memperhatikan minat dan bakatnya. Dengan ikhlas tulus hati memang murni untuk anak.  Membuat suasana yang aman menyenangkan serta memfasilitasinya yang dapat menumbuhkan minat mereka dalam belajar dan berkreasi. Pembelajaran yang memang muncul ikhlas dari mereka hasilnya akan lebih baik dibanding dengan anak yang melakukan keterpaksaan dalam pembelajaran. Selain pengembangan bakat dan minat mereka, perlu juga ditebalkan perilaku budi pekerti yang luhur yang memperhatikan aspek lainnya yaitu emosional, sikap sosial mauppun keimanan dan ketakwaan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:06:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040636214</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marthalia, S.Pd (CGP A11 Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040636548</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD yaitu saat saya memberikan kesempatan untuk anak dalam mempresentasikan hasil belajar dalam kelompoknya dimana masing-masing anak bebas berpendapat menurut pemahamnnya</p></li><li><p>Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial Budaya di daerah saya adalah dengan melihat kebiasaan baik ataupun positif yang dilakukan oleh para leluhur di Kampung sawah ini terlebih dalam hal sikap saling menghargai orang lain yang berbeda suku, agama dan ras</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena dengan adanya kodrat alam setiap anak pasti memiliki potensi dan bakatnya sendiri yang sudah di anugerahkan oleh Tuhan, serta kodrat zaman perlu dipertimbangkan juga dimana anak dari setiap zaman pasti memilki perbedaan dalam hal pengalaman yang mereka alami</p></li><li><p>Dari pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" relevansinya dengan peran saya sebagai guru adalah bahwa sebagai guru harus bisa memilki sikap hormat, memuliakan anak, mencintai,menyayangi, menghargai memaafkan serta memberikan anak kasih sayang agar anak bisa tumbuh dengan senang dan bahagia dalam diri mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:06:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040636548</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban Refleksi Modul 1.1. (Abdul Khoer-SDN Ciheuleut 1 Kota Bogor)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040641944</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2554698971/797294769d6cc9a8c754863aaba9c30e/Jawaban_Refleksi___Abdul_Khoer__Kota_Bogor_.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 08:14:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040641944</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Munabbi Riasah (Fasil dan CGP Rekognisi)</title>
         <author>munabbiriasah</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040642354</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang saya lakukan adalah memberikan kebebasan anak untuk memilih minat dan bakatnya di bidang seni, semisal dalam materi pertunjukan, ada beberapa pilihan pengembangan diri anak yang dapat dipilih seperti seni musik, rupa, tari, atau teater. Jika menemukan murid yang tidak memiliki minat dan bakat di seluruh cabang seni tersebut dapat memilih sebagai pengelola pertunjukan. Sehingga seluruh murid berkontribusi kedalam kesuksesan pertunjukan dengan kemampuan masing-masing.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun adalah mendampingi anak dengan memberikan pengalaman pembelajaran melalui kearifan lokal/sosial budaya setempat untuk mendapatkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sosial budaya setempat dalam membangun karakter murid</p></li><li><p>Kodrat alam adalah dengan memperhatikan sifat dan karakter lingkungan murid yang membentuk murid hal ini akan memberikan gambaran potensi yang dapat ditumbuh kembangkan dari murid tersebut sedangkan kodrat zaman pentingnya memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan memperhatikan 2 hal ini kita dapat membentuk pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan murid sehingga tumbuh kembang murid akan optimal dan yang terpenting keselamatan dan kebahagian dalam proses pembelajaran terwujud.</p></li><li><p>Pendidikan berhamba kepada murid adalah dimana pendidik harus memperhatikan kebutuhan murid, fokus kepada murid dan berpihak kepada murid. dengan menjaga lingkungan belajar murid dan memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna sesuai dengan kodratnya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:15:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040642354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi-Nur Nugrahani S.-CGP 11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040643187</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalamproses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah, sebelum memulai awal belajar saya membiasakan diskusi awal dengan siswa untuk menggali informasi terkait potensi siswa, karakter siswa, sebagai bentuk melihat siswa sesuai kodrat alam sehingga saya mengetahui keunikan siswa saya. Karena saat ini abad 21, secara kodrat zaman siswa telah mengetahui danmenggunakan teknologi sehingga dalam pembelajaran memanfaatkan teknologi dan kondisi zaman saat ini tanpa meninggalkan latar belakan sosial,budaya kota bekasi salah satunya kebersamaan, solidaritas.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di kota bekasi adalah saya membimbing, siswa dan memotivasi siswa dengan menghadirkan sosial budaya kota bekasi dalam pembelajaran baik teori atau praktek, materi pembelajaran dihubungkandalam kehidupan nyata. Misalnya: memberikan tugas kelompok, hari jumat pagi melakukan sarapan bersama,  untuk mengembangkan sifat sosialnya kebersamaan, gotongroyong, berbagi dsb., pada hari batik siswa dan guru memakai bahan batik bekasi, pada jurusan grafika atau animasi  di mapel produktif bisa diberikan tugas untuk mendesain batik bekasi dan membuat film untuk mengangkat seni batik sebagai bentuk bekasi sebagai bentuk menggali kreatifitas dan kompetensi siswa, di mapel kewirausahaan/PKK siswa diberikan tugas merancang usaha makanan dan minuman khas bekasi kemudian menerapkannya dalambentuk bazar sekolah (market day)</p></li><li><p>pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman, karena siswa merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki keunikan masing-masing anak dengan latar belakang yang berbeda-beda di setiap daerah dan mereka lahir di zaman yang berbeda. Sehingga dalam memberikan pendidikan guru harus memperhatikannya dengan cara memberikan pendidikan yang berpihak pada murid dengan pendidikan yang relevan (sesuai zaman)</p></li><li><p>sebagai pendidik saya harus memberikan pendidikan dengan lebih bijaksana, memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membimbing, menuntun, memotivasi mereka agar tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia sesuai zamannya (Ing ngarso sung tulodho, ing mado mangunkarso, tut wuri handayani)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:16:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040643187</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ati Susiawati , S.Pd.SD (CGP A.11)Guru SDN.Bintara Jaya VII</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040644577</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Ynag Pernah saya lakukan adalah Penerapan di kelas dengan Pembelajaran yang asik dan menyenangkan dengan permainan-permainan di kelas seperti bermain peran dan di selingi Ice breaking  agar tujuan pembelajaran tercapai</p></li><li><p>Menuntun Yaitu Mengarahkan anak dan memberi contoh perilku baik di mulai dari diri kita sebagai Pendidik dan membimbing anak untuk tumbuh kembang sesuai bakat dan minatnya melalui Kegiatan Eskul yang ada seperti Pramuka,seni Tari,BTQ dll</p></li><li><p>Perlu mempertimbangkan Kodrat Alam dan Kodrat Zaman maksudnya anak lahir sudah memiliki kekuatan dan bakatnya masing-masing Allah ciptakan sempurna di bandingkan Makhluk lainnya dan sesuuai dengan lingkungan sekitarnya ,Kodrat Zaman sesuai dengan perkembangan dan Teknologi dan kita harus peka akan kebutuhan mereka di sertai kemajuan Zaman</p></li><li><p>Berpihak pada murid artinya memahami karakteristik murid dan menjadikan murid seperti raja yang kita layani, kita penuhi  kebutuhannya dan berkomunikasi dari hati ke hati agar lebih menyatu persaan sehingga pembelajaran bernkna anak merasa di hargai  </p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:18:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040644577</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040645626</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>PERTANYAAN</strong></p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya?</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p><p><strong>JAWABAN</strong></p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menuntun merupakan proses mendidik seorang anak/murid menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara mengarahkan, mengiringi, mendamping, memberi contoh yang baik sampai seorang anak/siswa mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Contoh hal yang telah saya lakukan untuk mewujudkan semua itu adalah Selalu datang tepat waktu, solat zuhur berjamaah, buang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, berbicara dengan kata-kata yang baik. &nbsp;agar dicontoh oleh siswa karena mereka semua dilatih melakukan itu semua agar menjadi suatu kebiasaan. Selain itu untuk tetap memperkenalkan sosial budaya di daerah saya dengan cara mengarahkan peserta didik untuk memilih ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Adapun ekstrakurikuler yang ada di sekolah kami adalah panahan, silat, tari, kaligrafi, drum band, futsal, dan renang.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan perlu pempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena pada dasarnya seorang anak terlahir dan tumbuh berbeda dengan manusia lainnya. sehingga peran seorang guru adalah terus &nbsp;mengarahkan apa yang menjadi minat dan bakat seorang anak.</p><p>Dilain itu perkembangan zaman teknologi sudah sangat berkembang, dikarenakan &nbsp;anak/siswa saat ini sudah melek teknologi, maka peran sekolah harus memfasilitasi pendidikan informatika. Peran lainnya seorang guru dan orangtua adalah harus membekali &nbsp;mereka cara mengunakan teknologi dengan bijak. Selain itu, guru benekerjasama dengan &nbsp;orang tua untuk memantau anak dalam penggunaan teknolongi agar bisa menggunakan dengan bijaksupaya &nbsp;tidak merugikan siswa dan orang lain.Insyaallah hal demikian akan membantu anak untuk menjadi individu yang kreatif, inovatif dan mampu bersaing di eranya.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Maksud dari pendidikan berhamba pada anak adalah bahwa seornag pendidik harus mendedikasikan cinta, kasih sayang, kesabaran, dan keikhlasan dalam mendidik. Agar anak/siswa tersebut merasakan apa yang kita persebahakan. Sehingga mereka mau menerima, mengikuti arahan, dan pengajaran yang kita berikan.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Guru yang masih menerapkan sistem pembelajaran dengan <em>teacher center</em> segera mengubah menjadi <em>student center</em></p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:20:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040645626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurita CGP Angkatan 11, Kota Bekasi Jawa barat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040647254</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Sebagai guru PAI saya menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid salah satunya dengan cara menstimulasi bakat siswa. Seperti mengajak diskusi siswa dan kegiatan yang menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran.</p></li></ol><p>Contoh : Kegiatan bermain peran pada materi Menghindari pergaulan bebas. </p><p>Siswa dipersilahkan menyampaikan ide-ide mereka dan pemahaman mereka tentang materi tersebut dan menemukan dampak negatifnya dalam kehidupan dalam bentuk drama singkat. Siswa diberikan kebebasan peran mereka yang bertujuan mengembangkan kreatifitas, kemandirian dan pengetahuan mereka tentang materi tersebut.</p><ol start="2"><li><p>Di Bekasi, "menuntun"  tertanam kuat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Contoh pada budaya gorong royong, di sini masyarakat saling membantu dalam membangun rumah, membersihkan lingkungan dan mengadakan acara bersama seperti sedekahan ketupat dan lainnya.</p><p>Di samping itu pada budaya menghormati orang tua pada tradisi salaman pada hari hari iedul fitri. Hal ini jelas menggambarkan tentang budaya masyarakat bekasi yang menggambarkan proses menuntun.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, dikarenakan setiap anak memiliki bakat, minat dan kemampuan yang unik. Pendidikan harus dirancang untuk mengakomodir keragaman ini dan membantu setiap anak berkembang sesuai dengan potensinya.  Memaksakan anak untuk belajar diluar atau hal-hal yang tidak sesuaidengan kodrat alamnya akan menghambat perkembangannya dan membuatnya frustasi.</p><p>Dan disamping itu pula, pendidikan harus menyesuaikan dengan tahap perkembangan anak, karena setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda. Memberi materi yang terlalu sulit bagi anak yang belum siap akan membuatnya bingung dan bosan.</p><p>Demikian halnya dengan kebutuhan masyarakat, yang akan berubah. Pendidikan haruslah mampu mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan dan harus relevan dengan masa kinidan masa datang.</p><p>Dengan demikian, pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dapat  mempersiapkan murid untuk menjadi individu yang sukses dan berprestasi dan membantu murid untuk berkembang secara optimal dan mencapai potensi penuh.</p><p>contohnya adalah dengan melaksanakan pembelajaran yang berpusat murid.</p></li><li><p>KHD menekankan bahwa pendidikan harus berpuisat pada anak, bukan pada kurikulum atau kepentingan orang dewasa. Sebagai pendidik, saya perlu memahami kebutuhan, minat, dan bakat setiap anak. </p><p>"Pendidikan Berhamba pada Anak" artinya pendidik harus melayani dan membantu anak untuk mencapai potensinya. Semua yang kita lakukan harus berorientasi pada murid. </p><p>Sebagai pendidik, saya perlu:</p><ul><li><p>Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak.</p></li><li><p>Menjadi fasilitator dan pembimbing bagi anak dalam proses belajarnya.</p></li><li><p>Menghargai dan menghormati anak sebagai individu yang unik dan berharga.</p></li></ul><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:22:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040647254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amanatul Chikmah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040650195</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya berhamba pada anak , pemberian tugas disesuaikan dengan kemampuan anak/gaya belajarnya ketika memberikan suatu tugas. selanjutnya melakukan diagnostik pribadi anak untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan peserta didik sebelum mengajar.</p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mendampingi, membimbing anak untuk memiliki sikap mencintai budayanya meliputi gotong royong, saling menghargai, saling menghormati dll.</p></li><li><p>Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian yang tak terpisahkan , memiliki hubungan konvergensi.seorang anak lahir dari kodrat alam yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga sebagai seorang pendidik diharapkan mampu membantu, memotivasi agar mereka tumbuh maksimal.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD pendidikan yang berpihak pada anak yakni pendidikan harusnya berpusat pada peserta didik yakni bukan peserta didik bukan dilihat sebagai obyek namun dijadikan sebagai subjek. memberikan mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:26:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040650195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mimin Mintarsih CGP Angkatan 11 SDN Bantargebang 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040651159</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD):</p><p>Guru berpihak pada murid. </p><p>Guru memberikan kebebasan terhadap murid disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak.</p><p>Selanjutnya melakukan diagnostik pribadi anak untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan peserta didik sebelum mengajar. Membuat konsep bermain untuk keterkaitan anak dalam KBM.</p><ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya :</p><p>*Guru menuntun anak mengenalkan : Muatan Lokal Bahasa Sunda di Bekasi berada di wilayah Jawa Barat.</p><p> *Makanan ciri khas Bekasi seperti Pecak Bandeng, Dodol, Gegeplak dll.</p><ul><li><p>Adat Istiadat yang ada di daerah Bekasi : Ngadongdang. Mengikuti Pawai yang diadakan di daerah setempat.</p></li><li><p>Tarian Topeng dan Pakaian Tariannya.</p></li><li><p>Dipembelajaran dikaitkan dengan budaya Bekasi.</p><ol start="3"><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman:</p><p>Kodrat Alam : Setiap Individu siswa memiliki keunikan, kelebihan, bakat dan minat yang berbeda-beda.</p><p>Kodrat zaman: Pendidikan menyesuaikan berdasarkan kebutuhan manusia.</p><p>Guru melakukan pembelajaran disesuiakan dengan tuntutan alam  dan  zaman. Sehingga menghasilkan anak didik yang bermanfaat sesuia dengan kebutuhan yang dialami.</p></li><li><p>Relevansi Pemikiran KHD " Pendidikan yang berhamba ( Berpihak) pada anak dalam peran saya :</p><p>Guru memberikan kebebasan dan keluasaan kepada siswa untuk belajar mengeksplorasi, membuat siswa aktif berinovasi sesuai dengan minat dan bakatnya.</p><p>Sehingga terkembang dan menciptakan lingkungan yang menyenangkan.</p></li></ol><p><br/></p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:28:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040651159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ida, S.Pd., M.Sas CGP Angkatan 11_SMAN 3 Kota Bekasi. Refleksi Modul 1.1. BBGP Jabar Group 23 Instruktur Ibu Sari Suksesi</title>
         <author>ida32_1</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040653804</link>
         <description><![CDATA[<p>Bismillah, assalamu'alaikum Ibu Instruktur Ibu Sari Suksesi, izin menjawan ke 4 pertanyaan refleksi.</p><p>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah: Menerapkan konsep berpihak kepada murid atau berhamba pada anak dan menganalogikan pendidik sebagai tukang kebun. Alhamdulillah selama saya mengajar di Sekolah Taman Siswa yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara, tentunya saya harus betul - betul paham dan khatam dengan pemikiran dan hal-hal yang berkaitan dengan Ki Hajar Dewantara, meskipun sebelum ikut pelatihan CGP pengetahuan saya hanya khatam di 3 slogan KHD yaitu Ing karso sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani, tetapi alhamdulillah sekarang pengetahuan saya bertambah. Baiklah kembali ke pertanyaan tadi,  pengalaman saya saat proses pembelajaran yang mereflesikan pemikiran dari KHD yaitu Saya senantiasa memberikan kesempatan kepada anak yang seluas-luasnya untuk menunjukan dan meningkatkan potensi dan bakat yang mereka miliki dikaitkan dengan hal ini saya sebagai seorang pendidik harus bisa menjadi seorang tukang kebun, yang artinya:</p><p>1. Saya harus merawat dan membimbing yakni merawat tanaman dengan memberikan perawatan yang tepat, seorang pendidik juga harus merawat dan membimbing siswa agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pendidik memberikan pembelajaran, bimbingan, dan motivasi kepada siswa agar mereka dapat mencapai potensi terbaik mereka.</p><p><br></p><p> 2. Mengenali Kebutuhan anak yakni dengan memahami berbagai kebutuhan tanaman yang berbeda, seorang pendidik juga harus memahami kebutuhan, kemampuan, dan keunikkan setiap siswa. Dengan memahami perbedaan tersebut, pendidik dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang sesuai dan efektif. </p><p><br></p><p>3. Menciptakan Lingkungan Optimal yakni dapat menciptakan lingkungan yang optimal bagi tanaman untuk tumbuh dengan baik. Begitu pula seorang pendidik harus menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, aman, dan mendukung untuk pertumbuhan siswa secara holistik. </p><p><br></p><p>4. Pemantauan dan Penilaian atau evaluasi yakni Sebagaimana tukang kebun memantau pertumbuhan tanaman dan mengevaluasi kondisi kebun secara berkala, pendidik juga perlu memantau perkembangan dan kemajuan siswa. Evaluasi tersebut membantu pendidik untuk menyesuaikan strategi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa.</p><p><br></p><ol start="2"><li><p>Bagaiman perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</p></li></ol><p><br></p><p>Karena pertanyaan no 2 ini adalah umum tidak fokus kepada anak di sekolah, maka saya akan menjawab bahwa implementasi dari kata 'menuntun' dalam konteks sosial budaya di daerah saya tidak terlepas dari beberapa aspek.  </p><p><br></p><p> 1. Aspek Adat Istiadat: Di daerah saya yaitu bekasi, adat istiadat menjadi pedoman bagi perilaku dan interaksi sosial masyarakat. Perwujudan 'menuntun' biasanya terlihat dalam upacara adat, tradisi, atau norma-norma yang mengatur tata cara berperilaku dalam masyarakat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam momen-momen penting. </p><p><br></p><p>2. Aspek Sistem Kelembagaan: Di beberapa daerah, terdapat lembaga-lembaga keagamaan, sosial, atau adat yang bertugas untuk memberikan arahan, bimbingan, dan nasihat kepada masyarakat. Perwujudan 'menuntun' ini terjadi melalui peran tokoh agama, kepala adat, atau pemuka masyarakat yang memberikan panduan dalam berbagai aspek kehidupan.</p><p><br></p><p> 3. Aspek  Pendidikan Budaya: Pendidikan budaya dan nilai-nilai lokal juga dapat menjadi wadah untuk 'menuntun' generasi muda agar memahami dan melestarikan warisan budaya daerah. Melalui pengajaran tentang sejarah, tradisi, dan kearifan lokal, masyarakat dapat dipandu untuk memahami identitas budaya mereka dan menghargai nilainya. </p><p><br></p><p>4. Gotong Royong: Konsep gotong royong yang sering ditemui dalam budaya Indonesia juga mencerminkan 'menuntun' dalam bentuk kerjasama dan saling membantu antaranggota masyarakat. Gotong royong memberikan panduan bagi masyarakat untuk saling mendukung dalam berbagai kegiatan seperti kebersihan lingkungan, pembangunan infrastruktur, atau perayaan hari besar. Perwujudan 'menuntun' dalam konteks sosial budaya di daerah tertentu menunjukkan pentingnya nilai-nilai tradisional, arahan dari tokoh masyarakat, dan kearifan lokal dalam membimbing masyarakat untuk hidup secara berdampingan dan harmonis. Melalui pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai ini, masyarakat dapat terus menjaga dan mengembangkan identitas budaya mereka untuk generasi selanjutnya.</p><p><br></p><ol start="3"><li><p>Mengapa pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p></li></ol><p>Baiklah, jawabannya simpel saja, mengapa pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan, Indonesia dapat menciptakan sistem pendidikan yang holistik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat baik bagi manusia maupun lingkungan. Pendidikan yang menyelaraskan nilai-nilai alam dan kebutuhan zaman dapat memberikan landasan yang kokoh bagi pengembangan potensi generasi muda untuk menjadi pemimpin yang berwawasan lingkungan, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.</p><p><br></p><ol start="4"><li><p>Apa relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik</p></li></ol><p><br></p><p>Dengan menerapkan pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik, saya senantiasa harus dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, relevan, dan berdampak bagi perkembangan siswa. Hal ini juga akan membantu saya dalam membentuk generasi muda/penerus yang memiliki potensi untuk berkembang secara optimal dan menjadi kontributor yang berarti dalam masyarakat.</p><p><br></p><p>Hal ini dapat terwujud dengan menimplementasikan langak-langkah:</p><p><br></p><p>1. Memahami Kebutuhan Siswa: Dengan memegang prinsip "berhamba pada anak", saya sebagai pendidik harus dapat memahami secara mendalam berbagai kebutuhan  anak seperti: fisik, mental, emosional, dan sosial. Apabila hal ini dapat dijalankan ini memungkinkan saya untuk merancang pembelajaran yang relevan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa/anak. </p><p><br></p><p>2. Mendorong Keberagaman (Tut wuri Handayani): Dalam hal ini, saya harus dapat mengakui dan menghargai keberagaman setiap anak/siswa. Saya harus menyadari bahkan mengakui bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunikan yang berbeda-beda, sehingga pendekatan pendidikan yang berpihak pada anak akan memberikan ruang bagi setiap anak/siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi dan bakat mereka masing-masing.</p><p><br></p><p> 3. Memberikan Dukungan dan Bimbingan: Sebagai pendidik yang berpihak pada anak, saya harus memberikan dukungan, bimbingan, dan dorongan kepada siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka hal ini tentunya sesuai dengan slogannya Ing Madya Mangun Karso (memberikan motivasi dan dukungan). Peran saya pada poin nomor tiga ini adalah untuk menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran siswa dan membantu mereka mengatasi tantangan serta mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki. </p><p><br></p><p>4. Menciptkan, menumbuhkan dan membangun Hubungan yang Positif: Dengan pendekatan pendidikan yang berhamba pada anak, saya harus membangun hubungan yang positif dan berempati dengan siswa. Ini adalah kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung pertumbuhan dan pengembangan siswa secara holistik.</p><p><br></p><p><br></p><p>Terima kasih, mohon koreksinya apabila terdapat banyak kekurangan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:32:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040653804</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irwan Syahripudin_CGP11_Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040653895</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran ki hajar dewantara adalah kemerdekaan belajar dimana saya memberikan kesempatan kepada siswa berargumentasi sesuai pemikiranya serta dapat menggali informasi dari berbagai sumber belajar, baik saat diskusi denga guru maupun presebntasi sesama rekannya.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya ialah mendampingi dan membimbing siswa sesuai minat dan bakatnya serta dalam kegiatan-kegiatan disekolah seperti kegiatan gotong royong, bakti sosial maupun pendampingan sebuah projek tertentu.</p></li><li><p>pendidikan diindonesia perlu mempertimbangakan kodrat alam dan jaman karena setiap anak tumbuh di wilayah dengan kultur yang berbeda, serta setiap anak memiliki bakat alamiah masing-masing yang seharusnya kita kita bimbing dan tuntun agar mampu mencapai potensi terbaiknya, serta juga harus disesuaikan dengan kodrat jaman dimana kita sebagai pendidik harus memberikan pendidikan seseuai dengan jamannya menyesuaikan teknologi yang sedang berkembang.</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD terkait pendidikan yang berpihak pada murid memang seharusnya seperti itu bahwa siswa bukanlah objek pendidikan melainkan subjek pendidikan supaya anak dapat mencapai kemerdekaan belajar guna mendapatakan keselamata dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:33:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040653895</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.saya akan melakukan pendekatan terhadap siswa agar minat dan bakat siswa muncul dan potensi berkembang sesuai harapan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040654384</link>
         <description><![CDATA[<p>2.Menuntun berarti membimbing peserta didik sesuai kodratnya, sehingga dapat berkembang sesuai harapan</p><p>3.Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan zaman, Indonesia dapat membangun kebijakan yang lebih holistik dan berkelanjutan, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga menjaga keberlanjutan untuk generasi mendatang.</p><p>4.maksudnya Pendidikan harus dilakukan secara lemah lembut, agar hasil yang di capai bisa sesuai harapan,misalkan seperti padi, memelihara padi haruslah dengan metode yang baik dan benar, pupuk yang bagus, benih yang premium misalkan, tempat yang mendukung. Begitupun dengan siswa, kita harus memperlakukan siswa dalam belajar seperti kita mengurus padi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:33:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040654384</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ati Sumiati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040654875</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman anda terkait proses pembelajaran yang mereflesikan pemikiran Ki Hajar Dewantara?</p><p>Jawab: Pengalaman saya yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah bahwa pendidik harus mendidik anak selayaknya kita menanam benih. Dimana benih itu harus diberikan tempat yang sesuai dengan bakat mereka, dirawat dengan baik serta perlu diberi pupuk supaya tumbuh subur sesuai dengan kodrat alamnya masing-masing.</p></li><li><p>Bagaimana perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</p><p>Jawab : Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya adalah Indonesia kaya dengan berbagai budayanya masing-masing. Di Bekasi pun banyak sekali budaya yang bisa kita terapkan kepada peserta didik. Misalnya saling menghargai, kita bisa membiasakan kepada peserta didik untuk saling menghargai teman-temannya yang berbeda suku bangsa.</p></li><li><p>Mengapa pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman? </p><p>Jawab : Kodrat alam setiap anak-anak berbeda-beda. Untuk itulah peserta dididik sesuai bakatnya dengn memberikan ruang yang seluas-luasnya pada mereka untuk berkembang. Sedangkan kodrat zaman, kita harus mendidik anak sesuai zaman yang berlaku sekarang, misalnya metode pengumpulan tugas anak dengan menggunakan media sosial/teknologi.</p></li><li><p>Apa relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara "Pendidikan yang berhamba kepada anak" dalam peran saya sebagai pendidik?</p><p>Jawab : Pada saat pembelajaran, seorang pendidik haruslah berpusat pada peserta didik. Mendidik dengan memperhatikan kebutuhan belajar peserta didik. Disini kita bisa menggunakan Pembelajaran Diferensial untuk memenuhi kebutuhan belajar anak tersebut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:34:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040654875</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.saya akan melakukan pendekatan terhadap siswa agar minat dan bakat siswa muncul dan potensi berkembang sesuai harapan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040655092</link>
         <description><![CDATA[<p>2.Menuntun berarti membimbing peserta didik sesuai kodratnya, sehingga dapat berkembang sesuai harapan</p><p>3.Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan zaman, Indonesia dapat membangun kebijakan yang lebih holistik dan berkelanjutan, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga menjaga keberlanjutan untuk generasi mendatang.</p><p>4.maksudnya Pendidikan harus dilakukan secara lemah lembut, agar hasil yang di capai bisa sesuai harapan,misalkan seperti padi, memelihara padi haruslah dengan metode yang baik dan benar, pupuk yang bagus, benih yang premium misalkan, tempat yang mendukung. Begitupun dengan siswa, kita harus memperlakukan siswa dalam belajar seperti kita mengurus padi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:34:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040655092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.saya akan melakukan pendekatan terhadap siswa agar minat dan bakat siswa muncul dan potensi berkembang sesuai harapan.</title>
         <author>rickychandra16</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040655676</link>
         <description><![CDATA[<p>2.Menuntun berarti membimbing peserta didik sesuai kodratnya, sehingga dapat berkembang sesuai harapan</p><p>3.Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan zaman, Indonesia dapat membangun kebijakan yang lebih holistik dan berkelanjutan, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga menjaga keberlanjutan untuk generasi mendatang.</p><p>4.maksudnya Pendidikan harus dilakukan secara lemah lembut, agar hasil yang di capai bisa sesuai harapan,misalkan seperti padi, memelihara padi haruslah dengan metode yang baik dan benar, pupuk yang bagus, benih yang premium misalkan, tempat yang mendukung. Begitupun dengan siswa, kita harus memperlakukan siswa dalam belajar seperti kita mengurus padi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:35:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040655676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yosi Andarin CGP A.11 SMPN 50 KOTA BEKASI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040656341</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2554698987/e38b5bf8c64a50000c1f6f1cbbf20936/REFLEKSI_MODUL_1_1.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 08:36:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040656341</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ricky Chandra CGP A.11 kota Bekasi</title>
         <author>rickychandra16</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040657023</link>
         <description><![CDATA[<p>1.saya akan melakukan pendekatan terhadap siswa agar minat dan bakat siswa muncul dan potensi berkembang sesuai harapan.</p><p>2.Menuntun berarti membimbing peserta didik sesuai kodratnya, sehingga dapat berkembang sesuai harapan</p><p>3.Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan zaman, Indonesia dapat membangun kebijakan yang lebih holistik dan berkelanjutan, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga menjaga keberlanjutan untuk generasi mendatang.</p><p>4.maksudnya Pendidikan harus dilakukan secara lemah lembut, agar hasil yang di capai bisa sesuai harapan,misalkan seperti padi, memelihara padi haruslah dengan metode yang baik dan benar, pupuk yang bagus, benih yang premium misalkan, tempat yang mendukung. Begitupun dengan siswa, kita harus memperlakukan siswa dalam belajar seperti kita mengurus padi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:37:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040657023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Maemunah, SMP Islam REJIS</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040663744</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada saat pembelajaran bahasa Indonesia di kelas sebelum dimulai saya membiasakan anak-anak untuk selalu berdoa baik ketika jadwal saya jam pertama maupun jam terakhir. Untuk menuntun siswa menanamkan nilai karakter beriman kepada Tuhan YME serta kepemimpinan. Selain itu, saya membuat pembelajaran student center dengan membagi menjadi beberapa kelompok. Siswa berdiskusi dan berkolaborasi, bersosialisasi bersama kelompok/timnya. Karena kodrat zaman anak-anak sekarang adalah bermain game dan teknologi . Setelah itu saya menggunakan metode games cerdas cermat, mereka bermain games cerdas cermat dengan teknologi canva/ppt yang ditampilkan pada infokus untuk mengetahui hasil diskusi mereka. Apabila ada yang salah mendapat masukan dari teman kelompok lain dan penguatan dari saya sebagai guru. Yang benar akan mendapat tepuk tangan sebagai apresiasi dari semua. Mereka pun belajar dengan tuntan guru, merdeka, dan menyenangkan.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah Budaya Bekasi terkenal dengan suku betawi, di mana dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dikaitkan dengan materi Puisi Lama yaitu pantun. Pantun berdasarkan pesannya memiliki berbagai jenis, diantaranya adalah Pantun Nasihat dan Pantun Agama. Dengan belajar atau bermain pantun, anak dapat kita berikan pilihan ingin menampilkan secara lisan atau secara tertulis. Dalam pantun nasihat dan agama tersebut terdapat banyak budi pekerti yang bisa diambil.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gotong royong dan musyawarah mufakat apabila anak menulis/mendemonstrasikan berbalas pantun</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kejujuran karena pantun yang ditampilkan karya mereka sendiri</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mencintai kebudayaan daerahnya</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dari pantun tersebut juga guru dapat menuntun cipta (kreativitas siswa ketika membuat / membacakan pantunnya)</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; rasa (nasihat dari pantun yang dibuat atau cinta kebudayaannya)</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; karsa (mau berkolaborasi dengan temannya)</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan raganya (mendemonstrasikan pantun hasil karyanya).</p><p>Apabila ada siswa yang belum bisa, bukan berarti mereka tidak bisa tapi saya sebagai guru harus menuntun (menebalkan garis samar-samar siswa dengan cara memberikan kata-kata pemantik baik sampiran atau isi dan siswa melanjutkannya). Itulah perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya Bekasi.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan sangat mementingkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pada kodrat/fitrahnya anak memiliki bakat dan minat masing-masing. Guru hanya menjadi penuntun dan pendamping untuk menebalkan(menggali, mendampingi, memotivasi, melatih, mendidik, dan mengajarkan) siswa sesuai bakat dan minatnya tersebut mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Contoh apabila seorang anak memiliki ketertarikan dengan puisi, guru hanya dapat menggali, mendampingi, memotivasi, melatih, melatih, dan mengajarkan siswa tersebut untuk mengeskplor tentang puisi. Kelak siswa akan menjadi penulis puisi atau sastrawan bukanlah kehendak guru. Guru hanya bisa menuntun kodrat alam siswa yang terbaik. &nbsp;</p><p>Pendidikan juga sangat mementingkan kodrat zaman, jika dahulu siswa hanya belajar dengan 1 sumber yaitu ceramah guru di kelas. Sesuai dengan zaman saat ini, di mana teknologi sangat berkembang pesat berikan kesempatan kepada siswa untuk bernalar kritis mencari informasi sendiri dari rumah belajar kemdikbud, perpusnas online, google, youtobe, atau platform lainnya. Contoh lain saat pelajaran Bahasa Indonesia, saya memberikan pilihan anak ketika Meresensi Buku / menulis puisi / membuat berita dengan pilihan menggunakan LKPD cetak atau membuat dengan ppt, word, canva, flip book, atau lainya. Juga penggunaan gadgetnya ingin menggunakan HP atau Laptop. Sesuai zamannya siswa dapat lebih kreatif dan inovatif. Pastinya hal tersebut dengan bimbingan guru agar teknologi yang ada tidak disalahgunakan.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Peran saya sebagai pendidik merelevansikan pendidikan KHD yang berpusat pada murid</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menjadi teman cerita, belajar, dan diskusi siswa (Teks deskripsi siswa bercerita tentang anggota keluarganya atau hewan kesayangannya)</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Membuat pembelajaran yang menyenangkan dengan berbagai model pembelajaran berbasi games learning (contoh pelajaran Teks Eksplanasi menggunkan model pembelajaran mencari harta karun dan word square / TTS)</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan ruang berdiskusi kepada siswa tentang materi apa dulu yang akan dipelajari</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan ruang berdiskusi kepada siswa pemilihan asemen yang akan dilakukan berbasis teknologi, papper, atau games (penilaian harian b. Indonesia pernah dalam bentuk games cerdas cermat babak rebutan)</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pastinya hal tersebut dalam bimbingan guru, siswa tetap memiliki budi pekerti, dan tujuan pembelajaran tercapai</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:49:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040663744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nacep Sukarta  A11 ( SDN Jatiranggon I kota Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040663754</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman terkait proses pembelajaran yang mereflesikan ( mencermimkan )pemikiran ki hajar Dewantara adalah kita sebagai guru sebaikanya harus dalam pembelajaran harus berpusat pada murid, murid diberikan kebebas dalam berpendapat, menyampaikan ide serta dalam belajar harus menyenangkan,nyaman dan bahagia. </p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam kontek sosial budaya adalah seorang guru harus mengetahui  bakat dan minat murid kemudian menggali bakat yang dimiliki murid kemudian di eksplore. membimbing,mengajari serta mengarahkan dalam pembelajaran.</p></li><li><p>karena anak dilahirkan dan memiliki karakter dari zaman kodrat,mereka tumbuh di era zaman nya atau zaman sekarang,oleh karena ini tugas seorang guru harus menuntun anak - anak disesuaiakan dengan kodrat tersebut agar pendidikan atau pembelajaran yang disampaikan relevan dengan kondisi zaman</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD ''pendidikan yang berhamba ( berpihak) pada anak dalam peran saya sebagai pendidik adalah :</p><p>a. fokus kepada kebutuhan anak dan minat anak. pemikiran KHD menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada peserta didik Ini berarti memahami kebutuhan dan minat anak serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing</p><p>b. peran sebaagai pembimbing. sebagai pendidik saya tidak hanya berperan sebagai pengajar tapi juga sebagai fasilitator dan motivator. saya harus menghormati anak sebagai subjek yang aktif dalam proses KBM</p><p>c. Menghormati dan memuliakan anak. relevansi pemikiran KHD bahwa pendidikan harus berhamba pada anak juga memiliki makna yang lebih luas. Seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:49:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040663754</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tintin Rahmawati_CGP A11_SMAN 2 Bekasi_Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040667734</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya yang terkait dengan proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu membimbing peserta didik serta memberikan kebebasan memahami materi pembelajaran sesuai dengan minatnya. kemudian mengelompokan anak didik agar bisa belajar mandiri dan mempresentasikan hasil kelompok dengan cara yang berbeda sesuai kesepakatan kelompok, ada yang dalam bentuk video,ppt atau pun poster.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu mencoba mengenali anak didik dengan berbagai macam karakter kemudian membimbing mereka  untuk mengenali adat budaya palang pintu yang di dalamnya terdapat norma agama,budaya, sosial. Anak belajar gotong royong, sopan santun dan mamahami agama yang dianutnya.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda sesuai dengan kodratnya masing-masing, sementara mengikuti kodrat zaman karena zaman ini terus berkembang kita sebagai pendidik harus mampu beradaptasi agar bisa mengajari anak didik sesuai dengan zamannya.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD pendidikan berpihak pada anak sangat relevan dengan peran saya sebagai pendidik yang memberikan keleluasaan kepada anak agar bisa belajar sesuai minta dan bakatnya masing-masing.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:56:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040667734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nunung Hermawati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040668723</link>
         <description><![CDATA[<p>setelah saya mempelajari modul ini, saya merasa sebagai seorang guru saya punya banyak kekurangan dan kelemahan dalam menuntun murid murid saya. untuk mulai membenahi diri saya akan memulai dengan meyakinkan diri sendiri bahwa setiap anak memiliki bakat dan minat masing-masing sesuai kodrat alamnya. Tugas saya sebagai pendidik adalah menuntun kodrat alam tersebut agar dapat berkembang ke arah yang lebih baik dan bisa mengikuti kodrat zamannya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:58:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040668723</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ajeng Bunga Pujiyana, S.Pd - CGP A1 1ST (Bekasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040672731</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman Saya terkait prose's pembelajaran yang merefleksikan pemikirannya KHD yaitu saat memberikan kesepakatan siswa untuk membuat hasil Karya sesuai dengan potensi, Minat, dan bakatnya.</p></li><li><p>Menurut Saya, perwujudan "menuntun" dalam konteks sosial budaya ialah mencontohkan budi pekerti yang baik kepada peserta didik, dimanapun dan kapanpun.</p></li><li><p>Karena menurut saya, setiap peserta didik memilki latar belakang yang berbeda, potensi, dan minat bakat yang berbeda, penanganan yang berbeda. Lalu pendidikan juga perlu dinamis sesuai dengan perkembangan zaman</p></li><li><p>Peran saya sebagai pendidik adakah memfasilitasi kebutuhan minat dan bakat peserta didik untuk membangun potensi yang dimilikinya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:04:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040672731</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komukai Ria Sagara CGP Angkatan 11 Kota Bekasi (Fasil Ibu Septriyani/PP Ibu Ribka)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040674244</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya pada proses pembelajaran merefleksikan pemikiran KHD, saya menciptakan suasana belajar yang mengikuti gaya belajar siswa dari macam-macam kecerdasan siswa, sehingga mampu memantik kemauan belajar siswa dan kreatifitas siswa. </p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah bekasi ini, saya melihat banyak dari adat daerah saya ini yaitu bekasi, seperti ondel-ondel yang memiliki salah satu makna yaitu gotong royong, sehingga saya aplikasikan dalam pembelajaran bahwa salah satu makna ondel-ondel adalah gotong royong, kita sebagai warga sekolah harus saling mengutamakan gotong royong di berbagai hal, misal piket kelas, kebersihan lingkungan sekolah, berpartisipasi pada organisasi OSIS, Paskibra, dll. Begitu pun siswa akan mengenal budaya daerahnya.</p></li><li><p>Perlu kita mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan sangatlah penting. Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang unik sehingga kita perlu memahami itu semua, seperti ragam kecerdasan, minat, dan gaya belajar siswa, agar kita dapat memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan. Dunia terus berkembang dan berubah dengan cepat, kemajuan teknologi, tren sosial, tantangan masa depan, kita harus mampu mempersiapkan siswa untuk menghadapi  itu semua.</p></li><li><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang "pendidikan yang berhamba pada anak" memiliki relevansi yang sangat kuat dengan peran sebagai pendidik di masa kini. Kita harus memahami kebutuhan, minat, dan bakat individu anak, dan menggunakannya sebagai dasar untuk merancang pembelajaran yang tepat dan efektif. Kita harus mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar dan kebutuhan individual anak agar semua anak dapat belajar secara optimal. Dengan menerapkan prinsip-prinsip pendidikan KHD, pendidik dapat membantu anak untuk mencapai potensi terbaik mereka dan menjadi individu yang siap menghadapi masa depan dengan penuh optimisme dan keyakinan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:07:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040674244</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MARIYADI SOSIAWAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040674990</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2544366475/89a33d989669a505969ec91e69935e17/ELABORASI.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 09:08:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040674990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Riris, CGP Angkatan 11 Kota Bekasi SMK Negeri 9 Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040684327</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemikiran Ki Hajar Dewantara, atau lebih dikenal sebagai pendiri pendidikan di Indonesia, sangat menekankan pada konsep pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam melaksanakan proses pembelajaran saya menerapkan memberdayakan siswa untuk menjadi mandiri dan kritis terhadap pengetahuan serta realitas sosialnya, melakukan pengembangan semua aspek ini agar siswa dapat berkembang secara menyeluruh, melibatkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Senantiasa menciptakan lingkungan yang inklusif dan adil bagi semua siswa, senantiasa mendorong siswa untuk berpikir kritis, bertindak mandiri, dan mengembangkan ide-ide baru serta solusi terhadap masalah yang mereka hadapi. Serta mengembangkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan beretika pada siswa.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan “Menuntun” dalam konteks sosial budaya saya melakukan dengan senantiasa membimbing dan mengarahkan individu atau kelompok dalam memahami, menghargai, dan mempraktikkan nilai-nilai, norma, serta adat istiadat yang ada dalam masyarakat. Serta melibatkan berbagai aspek, termasuk pendidikan, pengembangan karakter, dan integrasi sosial.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses pendidikan relevan, efektif, dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi alam dan perubahan zaman yang terus berlangsung. kedua hal ini menjadi pertimbangan utama dalam Pendidikan dikarenakan. Pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori dan konsep semata, tetapi juga mendorong siswa untuk memahami hubungan mereka dengan alam serta dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan. Pendidikan yang memperhatikan hal ini mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan kepada siswa, seperti pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana dan upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Pendidikan perlu mempertimbangkan hal ini agar dapat menghasilkan individu yang siap menghadapi tantangan dan peluang yang muncul dalam masyarakat yang berkembang pesat dan global. Pendidikan harus menyediakan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja saat ini dan masa depan, termasuk keterampilan digital, kewirausahaan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi. Pendidikan harus mengakomodasi perubahan sosial dan mengatasi ketimpangan yang ada, memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi mereka sepenuhnya. Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan, institusi pendidikan dapat memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya relevan tetapi juga memberdayakan siswa untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab, peka terhadap lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p><p>Dalam mengimplementasikan dan melaksanakan Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" memiliki relevansi yang kuat dalam konteks pendidikan modern yang saya lakukan kegiatan pembelajaran dilakukan berfokus pada kebutuhan, potensi, dan perkembangan individual setiap anak, mendorong pemberdayaan siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka secara optimal. Hal ini sejalan dengan upaya untuk melahirkan individu yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi dalam berbagai aspek kehidupan, memastikan bahwa lingkungan belajar yang mendukung dan kondusif diciptakan untuk mempromosikan kepuasan belajar dan kesejahteraan siswa, peningkatan akses dan mutu pendidikan bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya mereka, senantiasa menanamkan nilai-nilai moral dan etika diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini penting dalam menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga bertanggung jawab, berempati, dan memiliki integritas yang tinggi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:24:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040684327</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maman Sulaeman (CGP-11)

SD Islam Al Hilal Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040684585</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Jawaban:</strong></p><p>&nbsp;1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya saat melakukan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, kita sebagai guru membimbing dan menuntun sesuai dengan kodratnya (potensinya masing-masing). Praktiknya melakukan pembelajaran IPA (tentang pencemaran lingkungan) menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PBL) dimulai dari perencanaan sampai penyajian produk dilakukan oleh peserta didik dengan memanfaatkan alata dan bahan yang ada dilingkungan sekitarnya.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menuntun pembelajaran peserta didik berdasarkan budaya dan sosial yang berlaku dimasyarakat, seperti budaya (Jawa Barat) asah asih dan asuh dalam berinteraksi dan bersosialisasi baik kepada orang tua, guru, teman, orang yang lebih tua, orang lebih muda, dan lingkungan sekitar.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Agar potensi tumbuh dan kembang peserta didik sesuai dengan kodratnya, baik kodrat alam yaitu karakter peserta didik dan lingkungan yang membentuknya dan kodrat zaman yaitu keadaan mereka tumbuh sesuai dengan era atau zamannya, sehingga kita menuntun sesuai dengan kodratnya tersebut agar pendidikan yang kita berikan selalu relevan dan dapat diterima disegala zaman.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, diantaranya pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan gaya belajar peserta didik yang berbeda-beda (kinestetik, audio, atau visual).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:24:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040684585</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farhah Millati Kamalia, CGP A11_Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040688006</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KH Dewantara adalah ketika saya membebaskan siswa untuk menggunakan media yang mereka suka dan kuasai ketika mereka mempresentasikan hasil diskusi mereka. Mereka boleh menggunakan canva, google slide, poster, wayang, lagu dan lain lain</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya saya adalah membimbing, memfasilitasi dan mengarahkan seseorang agar dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi bagian dari masyarakat, mencangkup di dalamnya nilai-nilai luhur budaya, norma sosial, dan etika yang dijunjung tinggi dalam masyarakat daerah kota Bekasi. Hal itu dapat dilakukan dengan cara menyisipkan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran misal dalam mapel SBKmengenalkan tarian tradisional bekasi dengan mempraktekannya lengkap dengan baju daerahnya, mengenalkan makanan betawi pada mapel PKWU dengan praktek masak kemudian menjualnya pada marketday dengan dibuat terlebih dahulu bisnis plan nya, menghormati kodrat alam dan kodrat zaman peserta didik</p></li><li><p>Kodrat alam mengacu pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan mencangkup potensi, kekuatan, kelemahan yang secara alami melekat pada diri peserta didik sebagai individu. kita sebagai pendiidk harus menghormati kodrat alam setiap anak, mengakui keunikan masing-masing anak yang berbeda itu dan kita mengajar dengan menggunakan pendekatan, media yang sesuai. Kita memahami kodrat alam peserta didik membuat kita dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang personal dan efektif. KOdrat zaman berkaitan dengan kondisi dan tuntutan zaman yang selalu berubah perkembangan teknologi, budaya, dan lingkungan mempengaruhi cara hidup kita dan cara kita berinteraksi. melalui pendidikan kita mempersiapkan peserta didik memiliki soft skill yang relevan dengan perkembangan zmana, ini termasuk kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi</p></li><li><p>Sebagai pendiidk saya bukan hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, saya harus menghormati anak dengan segala keunikan dan perbedaannya sebagai subyek yang aktif dalam proses pembelajaran. Relevansi pemikiran KHD bahwa pendidikan harus menghamba pada anak juga memiliki makna lebih luas, Seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka, juga dapat membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:31:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040688006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Budi wahono </title>
         <author>budiwahono92</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040694783</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait pada proses pembelajaran merefleksikan pemikiran KHD adalah saya memberikan kesempatan pada peserta didik untuk dapat mengumpulkan tugas berdasarkan apa yang mereka bisa, seperti dalam bentuk, tulisan, video, PPT atau yang lainnya.</p></li><li><p>Menuntun pada konteks sosial budaya adalah sikap peserta didik kita dimana letak mereka tinggal sihingga nilai dan sikap mereka akan timbul seperti kebiasaan bergotong royong di daerah rumah mereka </p></li><li><p>Karena peserta didik kita lahir pada zaman yang berbeda dengan kita, sehingga mmenurut Ali bin Abi Thalib mengatakan "Didik lah anak mu dengan zamannya bukan pada zamanmu" </p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada peserta didik relevansi nya dengan saya sebagai pendidik adalah memberikan kebebasan pada peserta didik untuk dapat belajar dengan bahagia dan merasa nyaman di sekolah </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:45:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040694783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ainun Mutiah (SMPIT Raudhatul Muttaqin, Bekasi)</title>
         <author>ainunmutiah23</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040695306</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yang pernah saya lakukan adalah merdeka berpendapat, saya tidak pernah merasa menjadi pendidik yang selalu benar karena terkadang saya pun dapat belajar dari murid. Saya pun selalu bertanya kepada murid tentang kesepakatan belajar yang akan disepakati sebelum pembelajaran di mulai sehingga anak merasa ikut dilibatkan dalam proses pembelajaran.</p></li><li><p>Perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan memberikan pembelajaran yang menanamkan nilai gotong royong atau kebersamaan, salah satunya yaitu berdiskusi dalam menyelesaikan suatu persoalan. Selain itu, menerapkan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan, dan sntun) kepada seluruh civitas sekolah tanpa terkecuali bahkan berlanjut di lingkungan masyarakat.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena seorang murid sudah memiliki kodrat alamnya (minat dan bakat) masing-masing, kita sebagai pendidik hanya mengarahkan agar kodrat alam tersebut terarah dengan baik. Selain itu, pendidik juga menuntun murid untuk mengikuti kodrat zaman, di mana setiap zaman memiliki kemajuannya masing-masing sehingga pendidik harus mampu menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan zamannya dan mengarahkan murid agar jangan sampai terhanyut oleh perkembangan zaman.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD " Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" adalah bahwa sebagai pendidik kita tidak boleh memaksa anak untuk mengikuti semua kehendak yang kita mau. Adakalanya kita mendengarkan apa keinginan dan kemauan anak sehingga di sini anak juga merasa ikut dilibatkan dalam pembentukan dirinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:46:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040695306</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adam Darmawan, S.Pd</title>
         <author>kreasisosiologi2018_</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040711953</link>
         <description><![CDATA[<p>CGP Angkatan 11 </p><p>SMAN 21 KOTA BEKASI </p><p>Jawaban:</p><ol><li><p>Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil karya siswa dari hasil kerja kelompok</p></li><li><p>Menyediakan media pembelajaran yang akan digunakan siswa untuk mencari dan menggali informasi mengenai nilai kearifan lokal yang ada di sekitar, contohnya media padlet. Setiap siswa dapat melihat jawaban antarteman sebagai bahan referensi dan bahan diskusi ketika pembahasan di kelas.</p></li><li><p>Indonesia perlu melihat kodrat alam agar potensi yang dimiliki oleh daerah tidak hilang, melainkan dapat dikembangkan dan dilestarikan oleh siswa. Sedangkan Kodrat zaman berguna bagi siswa untuk mempromosikann berbagai kearifan lokal yang mereka pahami menggunakan berbagai macam media yang menarik serta menyesuaikan dengan perkembangan yang ada di masyarakat.</p></li><li><p>Kita sebagai pendidik melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan melihat potensi dan minat dari setiap siswa, dan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang ada</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:13:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040711953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solihan_CGP A 11 SMAN 2 Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040731235</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saat kegaiatn praktikum banyak karakter yang ditmbuhkembangkan_dipertebal laku murid, diantaranya tanggungjawab, jujur saling membantu/menolong dll</p></li><li><p>menuntun murid, misalnya menyambut murid dipintu gerbang di pagi hari, mereka membiasakan diri salam kepada yang lebih tua</p></li><li><p>sangat perlu karena setiap murid mempunyai ke khasan dan keistimewaan masing-masing, sehingga kita perlu mempertimbangkan kodrat alam dan menyesuaiakan kebutuhan zaman atau sesuai zaman</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD terkait pendidikan yang berhamba pada murid, maksudnya semua kegiatan didsarkan pada kepentingan dan kebutuhan murid itu sendiri, jadi kita mempersiapkan semua nya dari persiapan mengajar, bimbingan dan lain-lain</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:45:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040731235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ROBIUL ERNAWATI_SMAN 14 BEKASI-CGPA11 Kota Bekasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040731671</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman konkret yang saya miliki adalah ketika saya terlibat dalam sebuah proyek pendidikan komunitas di mana kami mencoba untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah. Tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga berusaha untuk membangun rasa percaya diri dan motivasi pada anak-anak tersebut.</p><p>Selama proses ini, saya merasakan betapa pentingnya pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademis semata, tetapi juga pada pengembangan karakter dan potensi individu secara menyeluruh. Saya belajar bahwa inklusi bukan hanya tentang fisik dan aksesibilitas, tetapi juga tentang sikap, perhatian, dan empati terhadap kebutuhan dan keunikan setiap individu.</p></li><li><p>Konsep "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah saya tercermin dalam berbagai tradisi dan nilai-nilai yang dianut masyarakatnya. Perwujudan dari konsep "menuntun", yaitu keluarga sebagai pusat pendidikan, adat istiadat, peran guru dalam pendidikan formal, serta keterlibatan masyarakat.</p></li><li><p>Pertimbangan terhadap kodrat alam dan kodrat zaman sangat penting dalam konteks pendidikan di Indonesia karena hal ini berkaitan erat dengan keberlanjutan dan relevansi pembelajaran bagi perkembangan masyarakat dan bangsa.</p><p>Kodrat alam mengajarkan kesadaran akan lingkungan, keberlanjutan, dan cara beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Kodrat zaman mengacu pada perubahan-perubahan dan perkembangan zaman yang cepat.</p></li><li><p>Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang pendidikan yang berfokus pada anak dan membebaskan anak dari hambatan serta ketidakadilan dalam proses pendidikan memiliki relevansi yang besar dalam konteks pendidikan modern. Seperti, menghargai potensi anak, mengatasi ketidakadilan pendidikan, pendekatan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, serta pendidikan yang menyeluruh.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:46:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040731671</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dede Kurniasari SDN Kayuringin Jaya XVI Kota Bekasi</title>
         <author>dedekurniasari86</author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040875627</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran merefleksikan pemikiran KHD adalah melaksanakan pembelajaran dengan berkelompok di mana mereka membahas atau berdiskusi kemudian mampu mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas bergantian.</p></li><li><p>Kata Menuntun adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaanyang setinggi tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai masyarakat</p></li><li><p>pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman betul sekali karena kita harus menyesuaikan pendidikan berdasarkan zaman nya sehingga pendidikan akan terus maju dan tidak tertinggal.</p></li><li><p>Guru harus selalu berkreasi untuk membuat pembelajaran menyenangkan dan memberi contoh teladan yang baik kepada murid</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 15:06:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3040875627</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Erfi Lorraine CGP 11 Jabar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3045923513</link>
         <description><![CDATA[<p>Elaborasi Pemahaman Modul 1.1.</p><p>Erfi Lorraine</p><p>SMAN 5 Bekasi</p><p>CGP 11 Jabar</p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana perwujudan ‘<strong>menuntun</strong>’ yang saya lihat dalam konteks&nbsp;<strong>sosial budaya</strong>&nbsp;di daerah saya? Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya?</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan&nbsp;<em>kodrat alam</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>kodrat zaman</em>?</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa relevansi pemikiran KHD “<em>Pendidikan yang berhamba pada anak</em>” dengan peran saya sebagai pendidik?</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah penerapan 5S yaitu senyum, salam, sapa, sopan &amp; santun dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan yang saya lakukan ialah selalu memberi teladan dengan melakukan 5S di sekolah</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam &amp;zaman agar Pendidikan relevan dengan kondisi peserta didik sehingga lebih mudah dalam dipahami.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Peran saya sebagai pendidik adalah memprioritaskan kebutuhan peserta didik. Sebagai guru BK saya akan memperhatikan latar belakang siswa serta karakteristik yang berbeda-beda sehingga pelayanan setiap siswa akan disesuaikan dengan kondisinya</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah pembelajaran yang berdiferensiasi, yang memperhatikan kemampuan &amp; kondisi siswa, sehingga pembelajaran dapat lebih efektif dan tepat sasaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-05 03:43:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sarisukses22/mwtyjegch22rbu1k/wish/3045923513</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
