<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Does the Lehman Brothers collapse and the VW case have any connection with accounting activities? Explain your statement! by BERNADETA SUSILO MARTANTI</title>
      <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-05-29 11:09:31 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-29 11:54:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Nama : Tia Marianti.                        Pada kasus lehman brothers terdapat kegiatan akuntansi yaitu terdapat rekayasa akuntansi untuk menutupi hutang perusahaan dan memanupulasi neraca dan pihak KAP mengeluarkan opini audit wajar sehingga tidak terlihat krisis pada perusahaan tersebut.  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011617156</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Untuk perusahaan VW saya kira dikarenakan penurunan penjualan barang produksi yang disebabkan oleh pendemi yang diluar kuasa perusahaan. </p><p><br/></p><p>Dri kedua kasus tersebut sangat berbeda penyebab perusahaan tersebut mengalami kebangkitan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:20:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011617156</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban Case Vicon 1  (Lehman Brothers and VW) Novia Stephani - 2502141220</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011618285</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, kedua kasus tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas akuntansi.</p><p><strong>Lehman Brothers Collapse:</strong></p><p>Kejatuhan Lehman Brothers pada tahun 2008 terkait erat dengan praktik akuntansi yang tidak transparan dan manipulatif. Lehman menggunakan transaksi Repo 105, yang memungkinkan mereka untuk meminjam uang dengan menjual aset dan kemudian membeli kembali aset tersebut beberapa hari kemudian. Praktik ini memungkinkan Lehman untuk mengurangi jumlah utang yang terlihat pada neraca mereka, membuat posisi keuangan mereka tampak lebih baik daripada yang sebenarnya. Manipulasi ini melibatkan pelaporan keuangan yang menyesatkan, sehingga para investor dan regulator tidak dapat menilai risiko yang dihadapi oleh perusahaan dengan tepat.</p><p><br/></p><p><strong>Volkswagen Emissions Scandal:</strong></p><p>Kasus Volkswagen (VW) pada tahun 2015, di mana perusahaan ini ketahuan telah memasang perangkat lunak untuk memanipulasi hasil uji emisi kendaraan mereka, juga memiliki aspek akuntansi yang signifikan. Manipulasi data emisi ini memengaruhi laporan keuangan VW, karena perusahaan tersebut harus mengeluarkan dana besar untuk menghadapi denda, tuntutan hukum, dan biaya penarikan kembali kendaraan (recall). Akuntansi untuk biaya-biaya ini dan dampaknya terhadap laporan laba rugi serta neraca VW menunjukkan pentingnya kejujuran dan transparansi dalam pelaporan keuangan. Manipulasi data teknis yang akhirnya mempengaruhi keuangan perusahaan menunjukkan bagaimana penyimpangan dalam satu area dapat berdampak luas pada aspek keuangan dan akuntansi perusahaan.</p><p><br/></p><p>Dalam kedua kasus tersebut, pelaporan keuangan yang tidak jujur dan praktik akuntansi yang tidak etis berkontribusi pada krisis yang dialami oleh perusahaan tersebut, menunjukkan pentingnya integritas dan transparansi dalam aktivitas akuntansi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:22:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011618285</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011625047</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Felisia Senen</p><p>Menurut saya VW case tidak ada kaitannya dengan accounting activities karena pihak VW memberikan keterangan / informasi palsu atau manipulasi emisi yang digunakan pada kendaraan diesel mereka. Sedangkan Lehman Brothers collapse berkaitan dengan accounting activities karena melaporkan hasil audit palsu pada laporan keuangan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:29:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011625047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Case vw dan lehman brothers (Mita -2502162111)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011630055</link>
         <description><![CDATA[<p>Case Vw dan lehman brothers ada kaitannya dengan akuntansi yang melibatkan pelaporan keuangan dan praktik akuntansi.</p><p>Case volkswagen:</p><p>volkswagen tidak mengungkapkan resiko dan potensi biaya dari memanipulasi uji coba emisi yang curang dalam laporan keuangan, sehingga  setelah terungkap harus membayar denda dan biaya yg mempengaruhi keadaan keuanganny, hal ini menunjukan pentingnya mencatat dan mengungkapkan liabilitas secara tepat sesuai dengan standar akunyansi. Transparansi dan kejujuran dalam laporan keuangan merupakan prinsip dasar akuntansi dan manipulasi adalah sebuah pelanggaran yg serius.</p><p><br/></p><p>Case lehman brothers:</p><p>Lehman brothers menggubakan repo 105 untuk menyembunyikan utang, mencatat transaksi penjualan sementara yg sebenarnya itu adalah pinjaman jangka pendek agar terlihat laporan keuangannya lebih baik. Hal ini membuat laporan lehman terlihat lebih haik karena aset dan kewajiban yg besar dihapus dari neraca untuk sementara.</p><p>Laporan keuangan lehman tidak secara akurat mencerminkan resiko yg sedang dihadapi, hal ini menyesatkan untuk investor dan para pemegang saham mengenai kondisi keuangan perusahaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:35:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011630055</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011631265</link>
         <description><![CDATA[<p>Dyah Wijayanti-2502155485 
</p><p>Kebangkrutan perusahaan lehman disebabkan kredit macet yang terjadi pada perusahaan property dan real estate yang berada di Amerika Serikat. Dan berakibat kepada krisis ekonomi global 2008. 
</p><p>Pada bulan September 2015, Perusaahan pembuat mobil asal Jerman Volkswagen AG diketahui menggunakan perangkat lunak untuk mencurangi uji emisi di Amerika Serikat atas 11 juta kendaraan Volkswagen dan Audi bermesin disel yang dipasarkan antara tahun 2009 dan 2015. Perangkat lunak tersebut mendeteksi kondisi apakah kendaraan sedang menjalani uji emisi, lalu menyalakan panel elektronik untuk mengendalikan kinerja mesin dan perangkat kendali emisi sedemikian rupa sehingga emisi yang dikeluarkan berada dalam jangkauan batas aman. Hal ini mengakibatkan mobil-mobil tersebut lolos uji EPA (United States Environmental Protection Agency). Sedangkan pada penggunaan sehari-hari perangkat kendali emisi tidak bekerja seperti saat uji emisi sehingga mobil keluaran tahun antara tahun 2009 dan 2015 tersebut mengeluarkan hingga 40 kali batas resmi Nitrogen Oksida (NOx).
</p><p><strong>Dari kedua kasus tersebut memiliki permasalah yang berimbas kepada aktivitas akuntansi karena pada kasus lehman terjadi ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban dan menjadikan terlilit serta krisis ekonomi global karena perusahaan lehman termasuk 4 perusahaan berpengaruh di AS, untuk kasus perusahaan VW, perusahaan tersebut melakukan kecurangan dalam berjualan yang akan merusak nama brand di pasaran, dan berakibat ditinggalkan konsumen karenaketidak jujuran tersebut. Dari kedua kasus tersebut akhirnya dapat mengakibatkan kebangkrutan jika tidak bisa membayar kewajiban dan tidak bisa menjaga nama baik di mata konsumen. 
</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:36:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011631265</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jane Fransisca Karta Djaya_2502163985</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011631375</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Isu yang terjadi pada Volkswagen adalah Volkswagen dituduh menipu uji emisi dengan menggunakan perangkat lunak yang dapat mendeteksi ketika kendaraan sedang diuji. Perangkat lunak ini mengubah kinerja kendaraan untuk meningkatkan hasil emisi, membuatnya tampak lebih ramah lingkungan daripada yang sebenarnya. Skandal ini, sering disebut sebagai "Dieselgate," melibatkan jutaan kendaraan di seluruh dunia dan menyebabkan dampak hukum dan keuangan yang signifikan bagi Volkswagen.</p><p>Hubungan dengan aktivitas akuntansi adalah dengan adanya penipuan tersebut, pihak VW menurunkan reputasi (brand awareness) perusahaan itu sendiri dan merusak laporan keuangan itu sendiri, selain itu, hal yang sudah dilakukan pihak VW menyebabkan rusaknya lingkungan. Seharusnya hal yang dilakukan pihak VW memprioritaskan kepercayaan dan kewajiban moral dalam setiap aspek hubungan dengan masyarakat. Selain itu, pihak VW perlu melakukan penyesuaian potensi kewajiban akibat hal tersebut</p></li><li><p>Isu pada Lehman brother adalah pengajuan bangkrut yang dilakukan pada tahun 2008 yang menjadikan pengajuan terbesar pada jamannya. Hal ini disebabkan oleh subprime mortgage, yang dimana pemberi pinjaman memberikan pinjaman hipotek berisiko tinggi kepada peminjam yang tidak mampu bayar serta perbedaan strategi pada divisi banking dan trading.</p><p>Dampak yang terjadi adalah krisis ekonomi di negara AS pada saat itu.</p><p>Hal ini dapat digaris bawahi bahwa secara akuntansi perlu adanya akuntantibilitas, transparansi dan stabilitas di laporan keuangan. Sehingga dapat menjaga kreditibilitas perusahaan dan praktik manajemen yang kuat.</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:36:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011631375</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JAWABAN PAULA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011631526</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama: Paula Nihana M</strong></p><p><strong>NIM: 2502141473</strong></p><p><br/></p><p>Jawaban: Benar ada kaitannya.</p><p><br/></p><p><strong>LEHMAN BROTHERS COLLAPSE</strong></p><p>Bank tersebut menggunakan praktik Repo 105, yang mana menjual aset secara sementara dan pada akhir kuartal kembali membeli aset tersebut untuk memberikan gambaran yang tidak akurat sesuai dengan keadaan keuangan perusahaan saat itu demi memenuhi target neraca, yang mana neraca banknya meningkat sebanyak $50 miliar.</p><p><strong><em>Sumber</em></strong>: Clark, Andrew. 2010. Lehman Brothers bosses could face court over accounting 'gimmicks'.</p><p><br/></p><p><strong>VW CASE</strong></p><p>Permasalahan utamanya adalah penipuan emisi, yang mana dari sini timbul biaya-biaya karena Volkswagen terlibat dalam penipuan yang rumit, yang mencakup pemasangan perangkat lunak pada kendaraan diesel untuk mengelabui uji emisi pemerintah. Dari kasus ini, kita bisa melihat bagaimana pengendalian internal yang lemah karena kasus penipuan ini berlangsung bertahun-tahun. Lebih lanjutnya, berdasarkan Laporan SEC, dikatakan bahwa PwC sebagai auditor eksternal VW juga gagal untuk mendeteksi penipuan tersebut.</p><p><strong><em>Sumber</em></strong>: Jacobs, dkk. 2019. Skandal dan Akuntabilitas Emisi Diesel Volkswagen</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:36:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011631526</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011631743</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Arika Aurania Metta</strong></p><p>Terkait case Lehman Brothers mempunyai keterkaitan akuntansi di mana mereka memanipulasi data keuangan mereka atau yang bisa disebut dengan istilah window dressing.Adapun manipulasi dilakukan agar kondisi perusahaan mereka dapat terlihat kuat secara artificial dengan memanipulasi para pemegang saham dan menutupi skandal mereka melalui rekayasa keuangan berupa menjadikan pinjaman sebagai penjualan untuk menutupi kesulitan mereka dalam melunasi kewajiban sekuritas yang diterbitkan pasar modal</p><p>Kasus Lehman Brother ini berfokus pada pentingnya transparasi serta kejujuran praktik di dalam akuntansi.</p><p><br/></p><p><strong>Dan pada kasus Volkswagen</strong>, mempunyai keterkaitan akuntansi di mana mereka memanipulasi perangkat lunak diesel terhadap hasil uji emisi kendaraan mesin diesel . Terkait manipulasi yang mereka lakukan menimbulkan pertanyaan oleh para user mengenai &nbsp;penyajian laporan mengingat tindakan yang mereka lakukan sudah terbukti merupakan tindak kecurangan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:36:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011631743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kasus volkswagen berhubungan dengan manipulasi emisi yg dikeluarkan mobil diesel jauh lebih tinggi dari hasil pengujian ada perangkat lunak khusus yg dipasang untuk dimanipulasi hasil uji emisi. Sehingga VW mengalami masalah dalam stabilitas finansial perusahaan untuk membiayai denda, membiayai proses hukum dan biaya lainnha terkait skandal ini.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011634468</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Untuk kasus lehman brothers karena tergiur besarnya keuntungan, Lehman Brothers juga menyalurkan KPR kepada masyarakat berpenghasilan rendah maupun tidak tetap yang disebut sebagai subprime mortgage. Kategori ini memiliki risiko besar menyumbang kredit bermasalah karena ketidakmampuan membayar cicilan.</p><p><br/></p><p>Dibutakan oleh hitungan keuntungan, jika konsumen memiliki risiko gagal bayar yang tinggi karena skor kreditnya rendah, maka bunga kredit yang dikenakan terhadap nasabah tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata. Bagi perseroan, itu artinya keuntungan. Meski di saat yang bersamaan, risiko kredit macet mengintai. Pengembang yang sudah terlanjur membangun properti dalam jumlah besar harus mengalami penurunan permintaan, karena bunga KPR tak lagi murah. Kombinasi properti baru yang belum terjual dan hunian hasil sita bank membuat pasar properti "kembung" alias "bubble". </p><p><br/></p><p>Natasya Indriyani (2502161771)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:40:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011634468</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rismayanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011637326</link>
         <description><![CDATA[<p>Kedua kasus tersebut memiliki kaitannya dengan aktivitas akuntansi.</p><ol><li><p>Kasus Lehman Brothers memiliki kaitan dengan aktivitas akuntansi dalam hal kegagalan bank dalam memperhitungkan risiko dan menjalankan praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab. Kebangkrutannya dipicu oleh salah satunya adanya penyesatan informasi yang material dalam akuntansi Lehman Brothers. Lehman menggunakan rekayasa akuntansi untuk menutupi utang sebesar 50 miliar dollarAS di pembukuannya yang dilakukan secara sadar baik oleh manajemen bank maupun pihak KAP.</p></li><li><p>Kasus VW, terlibat dalam emisi gas buang atau dieselgate pada produk-produk VW Group. VW menyematkan perangkat ilegal pada ratusan ribu mesin untuk membantu mobil/produknya memenuhi standar emisi gas buang saat dilakukan tes uji coba emisi. Padahal pada kenyataannya gas buang mereka tak lolos uji emisi. Dalam kaitannya dengan akuntansi, menurut saya terdapat kelalaian pada internal proses dengan secara sadar menggunakan perangkat ilegal yang akan berdampak pada pencatatan laporan keuangan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-29 11:43:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bernadetamartanti1/mumlhsn40k187ofo/wish/3011637326</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
