<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kesimpulan dan Refleksi Terhadap Pemikiran-Pemikiran Ki Hadjar Dewantara by </title>
      <link>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa</link>
      <description>By ; Teguh Saparinto
Angkatan  7</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-11-03 03:53:08 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-11-03 04:03:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>teguhsaparinto</author>
         <link>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa/wish/2367785172</link>
         <description><![CDATA[<div>Proses pembelajaran bahwa pendidikan dan pola asuh anak didik di keluarga menjadi cerminan karakter mereka di kelas. Walaupun karakter yang dimiliki anak merupakan kodrat lahiriah, namun sebagian besar sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan pola asuh orang tuanya masing-masing. Memahami bahwa anak didik memiliki keunikan dalam bersikap dan cara belajarnya. Hal ini dikarenakan kecerdasan majemuk yang mereka miliki. Sayangnya, hal tersebut tidak mendapatkan kesempatan untuk menggali potensi, minat, dan bakatnya. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan yang ada belum mengakomodasi kecerdasan majemuk tersebut secara sistematis. Kecenderungan orang tua yang masih memiliki keyakinan bahwa suksesnya pendidikan anaknya hanya ditinjau dari sisi pengetahuan saja, tanpa mau melihat potensi mereka yang sesungguhnya. Hal ini lah menjadi bahan renungan saya, kenapa banyak melihat siswa yang kurang motivasi dalam belajar, dan kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Untuk itu penguatan pemahaman akan peran guru sebagai fasilitator yang memfasilitasi potensi anak didik menjadi hal yang sangat penting. Hal ini pun menjadi pijakan utama dalam menggali segenap potensi, minat dan bakat anak didik disesuaikan dengan kodrat alam, kodrat zaman, dan kodrat anak itu sendiri. Sehingga peran guru sebagai ‘among’ sangat dibutuhkan dalam membimbing mereka menjadi pribadi yang dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mampu bereksplorasi dalam cipta, karya dan karya yang nantinya akan berguna bagi diri, keluarga, dan masyarakat.</div><div>Akhirnya, layaknya kepada anak kandung yang dengan sepenuh hati dan kasih sayang melayani dan memfasilitasi mereka sesuai dengan kebutuhannya, maka sebagai seorang guru mampu berupaya memerdekan anak didik untuk terus menggali segenap potensi yang dimilikinya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-03 03:59:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa/wish/2367785172</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>teguhsaparinto</author>
         <link>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa/wish/2367786295</link>
         <description><![CDATA[<div>Adanya saling&nbsp; pertukaran kebudayaan antar sesama (satu tempat dengan lainnya), serta keragaman budaya. Pertukaran kebudayaan ini bukan berarti merubah atau menghilangkan kebudayaan tersebut namun hal ini akan semakin menguatkan jati diri bangsa dan kebhineka tunggal ika</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-03 04:01:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa/wish/2367786295</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>teguhsaparinto</author>
         <link>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa/wish/2367787208</link>
         <description><![CDATA[<div>kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dalam diri anak. Seorang anak akan lahir dari kodrat alami (potensi, bakat, kemampuan) yang berbeda-beda satu sama lain sehingga sebagai seorang guru kita diharapkan mampu membantu, memotivasi dan memfasilitasi mereka, agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad 21 (Modern), untuk itu seorang pendidik harus mampu menguasai tehnologi serta memiliki keterampilan abad 21 (Modern) dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran dan membimbing mereka menjadi pribadi yang dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mampu bereksplorasi dalam cipta, karya dan karya yang nantinya akan berguna bagi diri, keluarga, dan masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-03 04:02:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa/wish/2367787208</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>teguhsaparinto</author>
         <link>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa/wish/2367788498</link>
         <description><![CDATA[<div>Maksudnya seorang pendidik harus memiliki rasa hormat, menghargai, mencintai serta memuliakan anak, apabila seorang pendidik dapat menimbulkan dan memanifestasikan perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh juga rasa senang, bahagia dan nyaman. Kondisi ini akan bisa memudahkan mereka untuk menerima dan menyerap ilmu pengetahuan yang pendidik ajarkan, sehingga akan membawa hasil yang memuaskan bagi anak dan pendidik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-03 04:03:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teguhsaparinto/mro53uksmqywhroa/wish/2367788498</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
