<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>GL dan W/S Game Based Learning by Yudho Hartono</title>
      <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl</link>
      <description>Jelaskan apa yang menarik dari materi GL dan Workshop mengenai Game Design ini. Berikan refleksi anda dan berikan contoh beserta visual atau gambar sebagai bagian dari argumentasi anda</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-12-15 06:37:29 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-07-25 20:27:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Jonathan Tanoloe_13122010050</title>
         <author>jonathantanoloee</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1948988938</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari Guest Lecture dan Workshop hari ini, saya telah mendapatkan banyak insight menarik tentang dunia pembuatan game. Terutama setelah mengetahui bahwa game itu tidak sembarangan dibuat saat ada ide muncul. Melainkan, harus melalui proses-proses di mana kita melakukan riset pasar, potensi perkembangan pasar, dan jangkauannya. Kemudian, ada tahapan untuk proses mendesain game tersebut sedemikian rupa, agar game itu sistematis dan mudah dimengerti oleh pengguna atau pemainnya. Game yang berantakan dan sulit dimengerti, kemungkinan besar akan gagal. Sehingga, perlu adanya proses desain yang baik, penggambaran konsep yang jelas, sistem mekanik permainan yang bagus, pembuatan prototype dan tahap-tahap uji coba, sambil memberikan akses kepada developer, seperti misalkan game A versi beta, versi alpha, dll. Setelah sudah lolos tahap uji coba secara keseluruhan dan sudah matang untuk dirlis, barulah dilakukan eksekusi yang berkualitas, tentunya dengan pemasaran yang bagus, sehingga menarik orang untuk bermain game tersebut. Namun dari pengalaman dan observasi saya, pemasaran melalui iklan dalam game atau YouTube, terkadang malah membuat orang tidak tertarik, karena kita menganggap iklan itu mengganggu aktivitas kita. Contoh game yang sukses dan sudah mendunia adalah Minecraft. Sistem bermain di minecraft termasuk mudah dah kesulitannya bertahap seiring kita mengerti lebih dalam tentang mekanik gamenya, seperti membuat peralatan dengan berbagai resep yang disediakan dalam suatu benda bernama "Crafting Table". Di sini pemain bisa memilih mode kreatif atau survival. Mode kreatif memberikan peluang tak terbatas untuk seseorang membuat dunia nya sendiri dengan membangun apapun yang ia mau. Mode survival memberikan tantangan pemain harus mulai dari nol. Dari situ seseorang harus melakukan grinding untuk mendapatkan sumber daya alam yang dibutuhkan agar menjadi lebih kuat. Misi absolut dalam mode survival adalah untuk membunuh sebuah naga yang berada di dimensi lain. Game yang berbasis balok ini sangatlah unik, dan telah mengikat loyalty para pemainnya untuk menghabiskan waktunya bermain game ini, dan juga jika sudah pensiun pun, mereka bisa kembali kapan saja mereka mau, yang penting save data nya tidak hilang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1064926782/cb75c958d8c3b02ab1a5c936ef81b3d5/minecraft.jpeg" />
         <pubDate>2021-12-15 09:35:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1948988938</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi guest lecture dan workshop_SindyWijaya_13122010038_BRD3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1949028412</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, pada kesempatan kali ini, saya mendapat insight yang lebih dalam mengenai design game, melatih keterampilan dan kreativitas untuk dapat menghasilkan konsep game yang bermanfaat bagi dunia nyata, baik untuk pendidikan, pariwisata, maupun business serta mengetahui proses-proses di mana kita melakukan riset pasar, potensi perkembangan pasar, dan jangkauannya. Kemudian, ada tahapan untuk proses mendesain game agar game itu mudah dimengerti oleh pemainnya. Sehingga, perlu adanya proses desain yang baik, penggambaran konsep yang jelas, sistem mekanik permainan yang menarik dan kreatif, pembuatan prototype dan tahap uji coba sampai proses rilis dengan memperhatikan pemasaran yang bagus. Pada hari ini, saya dan kelompok membuat konsep design game berbasis pariwisata. Kami membuat konsep game builder simulator yaitu game pc membuat bangunan rumah adat Indonesia dan terdapat detail sejarah dari rumah adat tersebut. Tujuan dari game tersebut yaitu untuk melatih kreativitas serta mengenalkan budaya indonesia dalam bentuk rumah adat dan memberikan pengetahuan sejarah yang dikemas dalam bentuk game yang menyenangkan. Melalui webinar tersebut, saya jadi semakin paham bahwa game tidak hanya untuk kesenangan semata, namun juga dapat menjadi prospek bagus sebagai sarana pengetahuan bagi generasi muda untuk melatih skill keterampilan dan kreativitasnya terutama di bidang pendidikan dan pariwisata serta dapat menjadi peluang business. Maka dari itu, kita harus menghasilkan ide yang inovatif melalui design game yang dijelaskan pada webinar hari ini dan membuat konsep gameplay yang menarik.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1109185110/676e2624d20801d44ceb38e0b699c2e8/7B759B9D_8D34_400A_8C84_9F3910C76232.jpeg" />
         <pubDate>2021-12-15 10:01:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1949028412</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caroline Charles_13122010026</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1950049982</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pada guest lecture dan workshop hari ini, saya mendapatkan insights yang menarik, salah satunya mengenai game based learning mengenai marketing decisions berdasarkan posisinya masing-masing, menurut saya hal ini menjadikan edukasi menjadi tidak boring dan sangat insightful dengan cara yang berbeda dan menyenangkan. Game design yang dibentuk dengan sempurna dan benar dapat memberikan impact yang baik bagi sisi awareness, marketing ataupun edukasi terhadap brand hingga market (banyak orang). Walaupun game sering dikaitkan dengan "kesenangan" ternyata hal ini menjadi salah satu alat pendukung bagi para bisnis, brand, marketer ataupun orang-orang dalam dunia branding. Dalam proses concepting game design, saya menyadari bahwa bukan hanya kreativitas yang harus diutamakan, tetapi juga sebagai mahasiswa branding kita harus mengerti esensi, value dan alignment dari sisi brand dan juga konsumen sehingga dapat menciptakan branding yang kuat. Dalam prosesnya kita tidak dapat menjadikan inspirasi menjadi imitasi, ide orisinal dan out of the box menjadi goals dari pembentukan game design. Proses dalam game design ini juga tidak mudah, ide yang baik dapat diwujudkan dengan melakukan riset pasar yang baik, potensi dan jangkauannya serta memerhatikan details kecil hingga tantangan kedepannya sebagai antisipasi, dari konsep kita dapat mencoba merealisasikan hal tersebut ke tahap play test jika belum sempurna atau sesuai kita juga dapat terjebak dalam proses looping. Menurut saya, dunia game design ini sangat luas dan menjadi prospek yang baik kedepannya sehingga masih banyak yang perlu dieksplorasi terutama sebagai marketer/branding kita harus memanfaatkan hal ini untuk mengimplementasikannya ke dalam proses marketing, bisnis, edukasi dan sebagainya. Pada hari ini, saya dan kelompok saya juga melakukan brainstorming dalam meredesign game yang berhubungan dengan pariwisata, kami mengusulkan ide mengenai objective baru dengan mengangkat story mengenai seorang traveller. Sebagai mahasiswi branding, saya semakin menyadari bahwa dalam proses tersebut baik dalam game design yang berhubungan dengan marketing, esensi branding tidak dapat dihilangkan dan kita harus lebih jeli mengenai hal kecil yang berhubungan dengan konsumen, seperti penamaan produk/game “Let’s Travel” sebaiknya lebih disesuaikan dengan ciri/khas Indonesia sendiri ataupun konsumen, apakah hal ini familiar atau sinkron dengan konsep game tersebut. Maka dari itu, sebelum merealisasikan, saya menyadari bahwa riset pasar/konsumen itu sangat penting kemudian consumer behavior dan juga consumer journey menjadi komponen yang penting dalam prosesnya.&nbsp;</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344738060/a688631d9b246976660ff6b0e0b7159c/Screen_Shot_2021_12_15_at_15_57_42.png" />
         <pubDate>2021-12-15 17:38:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1950049982</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Guest Lecture_Christabella Chelsea Nathalie_13122010015</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1953902823</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div><br></div><div>Berdasarkan Guest Lecture yang telah saya dengarkan pada hari Rabu ini, saya belajar banyak mengenai game. Game selama ini dipandang hanya sekadar menjadi suatu hiburan semata namun dibalik layar pembuatan game tersebut terdapat suatu perjalanan pembuatan dan brainstorming yang tidak dilihat bagi kebanyakan orang. Suatu game tidak hanya dapat dinikmati sebagai tempat untuk bermain saja namun juga dapat membawa suatu nilai moral yang baik dan dapat di aplikasikan di kehidupan nyata. Proses dalam pembuatan game itu sendiri tidaklah mudah, bnayak tahap - tahap yang harus dilewati dan banyak hal detail yang patut diperhatikan. Sebuah game memiliki ciri khasnya tersendiri, suatu dunia fiktif maupun diambil dari kisah / setting nyata yang dikemas dalam satu game tersebut. Layaknya seperti bisnis, game juga memiliki brand imagenya sendiri yang membuat orang menjadi tertarik dan tertagih dengan dunianya. Sebuah game juga dapat dimanfaatkan sebagai suatu sarana marketing yang dapat digunakan oleh berbagai bidang dan sektor di dunia ini. Game membuat segala proses menjadi suatu hal yang menyenangkan untuk dijalankan. Salah satu implementasi game yang ditekankan dalam Guest Lecture ini merupakan game dalam dunia pariwisata. Kami diberikan kesempatan untuk brainstorming mengenai topik tersebut dalam breakout room lalu mempresentasikannya. Ide penggunaan game dalam pariwisata dapat membantu industri pariwisata agar orang lebih tertarik dan membentuk market baru dalam industri tersebut. Game dapat menjadi suatu sarana marketing dalam industri ini yang dapat meningkatkan pendapatan dari negara maupun tempat tujuan tersebut.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-17 15:32:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1953902823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alexander Omegavino_13122010065</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1954616891</link>
         <description><![CDATA[<div>Insight yang saya dapatkan pada Guest Lecture kemarin yang sangatlah menarik, adalah ketika Kak Brendan Satria memberikan tips and tricks mengenai inovasi seperti :<br><br>1. Only looking at innovation based on new products and not innovating around new services/improved processes.<br>2. Rejecting innovation that are not "blockbusters", when small changes can have a big impact on revenue growth.<br>3. Launching too many minor changes that end up confusing customers and increase internal complexity.<br>4. Strangling innovation by using the same tight planning, budgeting and reviews applied to existing business offerings.<br>5. Creating two classes of employees, those who innovate (having all the fun) and those who must drive revenue.<br>6. Listening to current customers can inhibit breakthrough innovation.<br><br>Penjelasan game menurut Kak Brendan adalah suatu media untuk menyelesaikan suatu permasalahan baik ada karena sengaja atau tidak, dengan cara yang playful. Karena Kak Brendan adalah seorang Lead Game Designer di Kummara Game Consultant, berikut adalah elemen yang harus ada ketika akan mendesign suatu game :<br><br>1. Narration/themes<br>2. Objective/goal<br>3. Components<br>4. Gameplay (game mechanics + rules)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-18 07:45:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1954616891</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Trisha Aurielle Andrea/ 13122010108</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1954787341</link>
         <description><![CDATA[<div>Guest Lecture, Rabu 15 Desember 2021</div><div>Pembicara : Bpk. Mohammad Brendan Satria A - PT Arka Buana Kummara</div><div>Dari materi yang disampaikan hari ini yang menurut saya banyak hal yang sangat menarik mulai dari proses pembuatan game sampai penerapan dari game itu sendiri. Dalam proses pembuatannya game melalui proses yang panjang mulai dari melakukan riset psar, targetnya, hingga proses design game tersebut agar dapat dimengerti dengan baik oleh para penggunanya. Proses design tersebut memerlukan gambaran konsep yang baik, sistem permainan yang jelas dan juga kreatif, hingga uji coba dan perilisan game tersebut. Game juga bukan hanya digunakan untuk bersenang-senang tetapi juga bisa digunakan untuk edikasi, bisnis, dan masih banyak lagi. Seperti yang dicontohkan/ dipraktekan facilitated game based learning (simulasi bisnis) merupakan inovasi baru yang sangat menarik, membantu untuk belajar dan menerapkan sedikit praktek mengenai bisnis.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344771503/a1c42ba3cea36e8f228c241957d3e36d/2C39C60F_6993_4DB4_BEAD_8A4FFDD8A8FA.png" />
         <pubDate>2021-12-18 13:07:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1954787341</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indra Jaya Salim_BRD3D_13122010103</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955419285</link>
         <description><![CDATA[<div>Materi GL yang dibawakan untuk mata kuliah Consumer Journey ini sangat menarik. Karena faktanya dalam proses pembuatan suatu permainan, memerlukan banyak riset, tahapan, dan juga pengalaman pribadi. Sebab memahami permainan adalah sama dengan memahami perilaku dan kesukaan dari konsumen itu sendiri. Hal yang saya pelajari dari game design adalah proses pembuatan game dapat dilalui melalui dua awalan yang berbeda yaitu gameplay ataupun tema/konsep. Dua hal ini merupakan kunci awal dari proses brainstorming lebih lanjut. Selanjutnya yang dapat dipikirkan adalah storyline, objective, gameplay, role, konsep karakter, dan juga goals dari permainan itu sendiri kepada konsumen. Game design tidak hanya berproses dan berfokus pada ingame saja. Namun juga perilaku pemain setelah atau ketika bermain, itulah hal yang juga penting. Banyak game yang bisa maju karena komunitas dan exposure yang besar dari masyarakat internet. Hal ini menjadi kelebihan dan keuntungan bagi provider game itu sendiri. Intinya game design melibatkan imajinasi yang ekstra dan karakter dari game yang kuat. Karakter game yang kuat akan membawa pada game yang unik, berbeda, dan cenderung memiliki target pasar yang jelas.&nbsp;<br>Game design memerlukan target yang jelas. Ingjn seperti apa game ini dibuat, oleh karena itu riset menjadi penting, mulai dari riset kompetitor, hingga riset atas selera pemain itu sendiri.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1506789528/843ff0924de789d7eb38a265eae8f9da/BA56DEE3_AF23_4273_A1BD_CDCEEB54AF09.jpeg" />
         <pubDate>2021-12-19 11:55:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955419285</guid>
      </item>
      <item>
         <title>13122010047_Viannka Amara_Guest Lecture</title>
         <author>viannkaamara</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955508218</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada kesempatan kali ini, di guest lecture yang menjelaskan tentang Game Design secara spesifik. Saya mendapatkan sebuah ilmu baru yang khususnya membahas tentang game based learning dimana pembelajaran disertai oleh element yang menarik seperti visual, challenges, dan juga kreativitas yang ditampilkan di game namun sekarang diaplikasikan pada platform yang mengedukasi penggunanya. Disini para pengguna dapat merasakan pengalaman baru yang mengundang mereka untuk lebih semangat untuk mendapatkan edukasi dari platform tersebut karena approach yang baru dan juga menyenangkan untuk digunakan. Oleh karena itu, design game seperti ini layak dikembangkan untuk kedepannya sebagai sarana pembelajaran yang baik untuk berbagai kalangan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-19 13:48:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955508218</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemala Azzahra_13122010183_BRD 3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955558017</link>
         <description><![CDATA[<div>dari Guest lecture kali ini saya banyak mendapat insight, pengetahuan serta pengalaman baru. dimana pada GL kali ini kita diajak untuk mengetahui bagaimana proses panjang tentang pembuatan game hingga dapat dimainkan.<br>Game design proses dimulai dari concepting phase dimana kita melakukan research &amp; game mechanics untuk mengetahui theme, content, goal dan constraint dari game yang kita design Setelah itu kita akan melakukan play test dan akan lanjut ke design phase dimana merupakan fase untuk menentukan visual concept, asset development, product design &amp; prototyping lalu akan dilakukan play test. jika experience yang dirasakan baik, make game tersebut dapat langsung diproduksi. namun semua fase ini dapat terjadi berulang-ulang hingga mendapat experience play test yang sangat baik. dalam men design game juga terdapat 4 element penting yaitu mulai dari narasi/tema dari game tersebut tentang apa cerita ataupun tema yang diangkat dari game tersebut. lalu ada objektif dan goal apa yang ingin dicapai game tersebut. lalu juga ada komponen penting seperti barang atau componen benda didalam game dan yang terakhir ada gameplay yang berisikan rules dari permainan tersebut. dengan 4 element tersebut kita harus dapat mengetahui siapa target player kita, tujuan dari game hingga waktu yang dibutuhkan untuk memainkan game tersebut.<br>saat workshop, saya dan kelompok breakout room saya mencoba me re design game ber temakan pariwisata sehingga kami memilih untuk me redesign game Pokemon go yang dikaitkan dengan destinasi wisata Indonesia dan juga animasi binatang khas Indonesia. sebelumnya kak brendan telah memberi tahun apa saja yang dapat kita redesign yaitu objective , rules hingga component dari suatu game. kita memilih untuk meredesign objective &amp; component dari pokemon go, kita memilih spot yang merupakan destinasi wisata yang ada di indonesia dengan animasi binatang khas indonesia dengan tujuan agar dapat mengenalkan destinasi wisata dan juga binatang khas Indonesia dimana kita juga&nbsp;mengikuti special event yang diadakan di Indonesia. dari workshop ini selain mendapat pengalaman baru saya juga menjadi mendapat perspective baru tentang bagaimana yang dirasakan oleh para pembuatan game sehingga game tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat luas.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1504117772/4e64497bd80c6f71761b9e4378a56d92/Screen_Shot_2021_12_18_at_23_14_47.png" />
         <pubDate>2021-12-19 14:38:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955558017</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AlfinDarmawan_13122010127_BRD3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955663096</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari Guest Lecture Consumer Journey pada Rabu, 15 Desember 2021 ini saya mendapatkan banyak masukan mengenai game. Membuat game bukanlah suatu hal yang mudah karena membuat game harus memiliki tahapannya dimana yaitu kita harus melakukan riset, tahapan, dan juga pengalaman pribadi. Jika tidak melalui hal tersebut maka game yang kita buat bisa tidak diminati oleh banyak orang. Saya juga mendapatkan ilmu mengenai game based learning dimana disertai oleh element-element yang menarik seperti visual, challenges, dan juga adanya kreativitas. Hal utama yang saya pelajari adalah mengenai game design dimana tidak hanya berproses dan berfokus pada ingame saja tetapi juga harus mempelajari tentang perilaku pemain setelah dan juga saat bermain game. Inti dari semuanya adalah game design harus melibatkan fantasi yang banyak dan juga karakter game yang kuat.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-19 16:38:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955663096</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sharen Vanessa_13122010163</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955692044</link>
         <description><![CDATA[<div>Guest Lecture dan Workshop yang dilaksanakan pada tanggal 15 December 2021, dibawakan oleh pembicara Kak Brendan Saputra sebagai seorang lead game designer di kummara game consultant, dengan topik mengenai games.&nbsp;</div><div><br></div><div>Seseorang yang hanya memainkan game sering sekali hanya menikmati alur cerita dari game tersebut tanpa berpikir seberapa jauh para pembuat game memikirkan konsep atau ide awal.Ternyata sebelum game itu diluncurkan ke masyarakat, mereka melakukan proses development yang dimulai dari konsep research, penelitian pada pasar, potensi pertumbuhan game, melakukan demo, pengaplikasikan, hingga akhirnya dilakukan uji coba.&nbsp;</div><div><br></div><div>Saya juga mendapatkan insight baru mengenai adanya tiga komponen penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sebuah serious game yaitu briefing, dimana para developer game tersebut memberikan pentunjuk atau perintah yang jelas agar pemain mengerti tentang konsep dan tujuan yang ingin disampaikan. Kemudian ada playing, dimana para pemain game tersebut diharapkan untuk dapat mengeksplorasi dan berfokus pada inti cerita game tersebut dan yang terakhir ada debriefing dimana pemain bisa mengerti konsep yang ingin disampaikan pada game sehingga para pemain mendapatkan kesenangannya. Selanjutnya ada pun elemen-elemen penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sebuah game yaitu adanya narasi cerita, tujuan permainan tersebut, komponen/objek permainan, serta aturan game yang harus diikuti oleh para pemain.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-19 17:11:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1955692044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>StevenBryan_13122010043_Branding3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1956923169</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah mendapat kesempatan untuk ikut Guest Lecture ini, saya mendapat beberapa poin atau insight yang menambah pengetahuan saya. Saya sebagai pemain game yang cukup lama mendapat pengetahuan tentang bagaimana sebuah game dibuat dari awal proses yang tentunya panjang dan perlu diperhatikan step by step nya. Awal mula concepting, menurut saya ini adalah konsep paling crusial dalam game. Hal ini dikarenakan sebuah konsep game menjadi sebuah nilai jual yang sangat tinggi bagi para pemain untuk mencoba ataupun stay untuk memainkan game ini. Concepting adalah tahap kita untuk melakukan research untuk mendapatkan tema, content, goal serta constraint yang akan digunakan sebagai dasar dari game tersebut. Di tahap ini menurut saya perlu adanya konsep yang catchy dan tidak hanya mengikuti zaman. Contoh jika kita ingin membuat game MOBA, map seperti apa yang membuat game kita menjadi beda dengan mobile legend, AOV dan sebagainya. Bukan hanya map, gameplay apa yang dapat menjadi pembeda? karena jika game kita sama-sama saja akan sulit untuk melawan game-game yang sudah dikenal terlebih dahulu dan susah untuk meraih market. Masuk ke tahap designing yaitu kita perlu menentukan seperti apa visual yang akan kita tawarkan dalam game yaitu dengan menentukan visual concept, asset development, product design dan kemudian prototype yang nantinya kita lanjutkan ke proses prototype. Setelah membuat prototype, kita akan masuk ke step play test atau kita mencoba game tersebut dalam mode Beta version untuk mengetahui apakah game ini memberikan experience yang baik atau malah membosankan. Setelah itu dirasa sudah cukup seru dan menjual, baru bisa dilaunching. Dari tahap-tahap ini, mungkin dirasa simple tapi kita membutuhkan ide yang kuat dan bertahan lama karena pastinya kita tidak ingin game yang kita publish play time nya hanya sedikit oleh para pemain.&nbsp;<br><br>Setelah mendapatkan teori, di GL tersebut kita mendapatkan workshop yang pastinya menjadi sebuah experience baru sebagai mahasiswa. Dalam tim yang terpilih secara acak, saya dan tim melakukan design ulang terhadap game House Builder yaitu sebuah game simulator yang menjadikan kita sebagai "kuli" yang membangun rumah dengan nuansa berbagai macam negara. Disini, tim saya melakukan design ulang, menjadikan game ini memiliki tema Indonesia yaitu dengan membangun berbagai macam rumah adat Indonesia. Dengan player membuat rumah , player akan membuka daerah baru untuk kembali membangun rumah adat dari daerah tersebut. Kemudian kita melakukan perubahan terhadap tool yang dipakai di game tersebut seperti semen kita ubah menjadi merk yang lebih indonesia seperti tiga roda dan sebagainya. Saat bermain juga kita akan menyisipkan fun fact tentang rumah adat yang sedang dibangun. Game ini bertujuan supaya para player lebih dapat mengenal berbagai jenis rumah adat serta asal nya. Tidak hanya melihat bentuk melainkan memiliki experience baru dalam mencoba membangun rumah adat tersebut supaya tidak membosankan. Dengan workshop ini mengasah kita sebagai mahasiswa untuk mencoba think out of the box sehingga game yang sudah ada kita re design untuk lebih menarik dari segi pariwisata dan tentunya sangat menarik bagi saya sebagai pemain game.  </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1505893240/7748adfc2c5c73f91ad6188817e4af55/3014868046.jpg" />
         <pubDate>2021-12-20 13:26:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1956923169</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Denise Alexa Rimbo_13122010197_BRD 3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1957280623</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada GL &amp; Workshop mengenai Game Design terdapat beberapa hal menarik yang saya dapatkan. Pada GL kak Brendan berbagi ilmunya dan memberi tahu bahwa perkembangan-perkembann yang terjadi di dunia itu berasal dari keseruan yang dialami oleh orang-orang seperti yang dijatakan oleh Steven Johnson. Selain itu, kak Brendan juga mengajrakan kami tentang Serious Game yang ada 2 tipe yaitu game based diamna game adalah medianya dan Gamification dimana digunakannya unsur game di dalam non-game environment. Kami juga diajarkan basic game design dimana game yang bagus itu harus memiliki gameplay &amp; content yang matching. Untuk game design process dimulai dari concepting phase, play test (bisa balik lagi ke concepting phase, bisa looping sampai play test dirasa sudah cukup), design &amp; layout, prototype, play test, lalu production. Elemen yang harus ada di game design adalah narasi/tema, objective/goal, components, dan gameplay (game mechanic + rules). Untuk kegiatan workshop kami ditantang untuk re-design sebuah game dengan cara mengganti salah satu dari objective, rule, atau component dalam sebuah game. Ini adalah pengalaman yang baru bagi saya karena sebelumnya saya belum pernah mencoba untuk memikirkan hal-hal seputar pembuatan game sehingga bisa dibiklang ini adalah workshop yang cukup berkesan untuk saya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1287994533/c3f13a35c1263cc927f2747ec89c41ad/image.png" />
         <pubDate>2021-12-20 16:17:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1957280623</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ammar Yaafi_13122010148_BRD3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1958115125</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah penyelenggaraan Guest Lecture dan Workshop ada banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan mengenai game. Dalam pembuatan suatu game, ada tahap development yang harus dilalui. Tahap ini terdiri dari konsep research, market research, game growth potential, demo, implication, dan test run. Dalam pembuatan game ada komponen yang harus diperhatikan dan bersifat penting, yaitu briefing (petunjuk/perintah jelas), playing (game exploration &amp; fokus terhadap game objective), dan debriefing (Mengerti konsep game). Pada perancangan game design harus terdapat banyak unsur fantasi, serta tokoh atau karakter yang kuat. Selain itu, dalam pengembangan suatu game ada beberapa hal yang harus dimasukkan, yaitu jalan cerita (narasi), objektif game, game component, dan rules set yang diaplikasikan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-21 03:56:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1958115125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ghafiki Keysha Firdaus_13122010171_Branding 3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1959235245</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah melakukan <em>Guest Lecture </em>mengenai <em>game based learning </em>yang dibawakan oleh Kak Brendan sangat menambah <em>insight </em>dan pelajaran baru mengenai bagaimana cara membuat <em>game</em> yang menarik. Salah satu materi yang menarik adalah yaitu tentang <em>game design process. </em>Kak Brendan menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan penting untuk menciptakan&nbsp; desain <em>game</em> yaitu kita harus mengenal <em>concepting phase</em> yaitu kita harus melakukan <em>research </em>dan <em>game mechanics</em>. Dalam <em>concepting phase </em>ada empat elemen penting yaitu <em>content, theme, goal, </em>dan <em>constraint</em>. Kak Brendan menjelaskan bahwa setiap <em>game </em>harus memiliki <em>themes/narration</em> yaitu membuat tema <em>game </em>yang kita buat sehingga konsumen dapat mengetahui <em>game </em>apa yang dipermainkan dan akan meminimalisir <em>miscommunication</em> dengan konsumen<em>. </em>Yang kedua, <em>objective/goal </em>yaitu kita harus menentukan tujuan dari permainan tersebut contohnya seperti mencari koin agar dapat meng-<em>upgrade</em> avatar yang digunakan. Yang ketiga adalah <em>components, </em>setiap <em>game </em>harus memiliki komponen yang penting seperti <em>multiplayer, open world, fighting game, </em>dll. Terakhir adalah <em>gameplay</em> yaitu setiap <em>game </em>harus mempunyai <em>gameplay </em>karena setiap <em>game </em>mempunyai karakteristik <em>gameplay</em> yang berbeda-beda seperti <em>sport, war, open world, mission, </em>dll. Oleh karena itu, <em>Guest Lecture </em>pada Minggu kemarin sangat menambah wawasan terhadap bagaimana cara membuat <em>game</em>. Kak Brendan mengajarkan hal-hal yang penting seperti mengajarkan tahapan-tahapan untuk membuat <em>game</em>.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-21 17:32:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1959235245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jovina Angelica_13122010123</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1959953426</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari guest lecture kali ini saya mendapatkan wawasan baru mengenai game base learning. Sebuah game yang terlihat simple sekalipun sudah melewati tahap-tahap seperti design concept dan narasi dari game itu sendiri. Sebuah game yang bagus adalah game yang dapat membuat invoasi baru, mendengar keluhan pemain, dan juga improving it’s quality. Game yang menurut saya telah sukses dalam melakukan hal ini adalah The Sims. Sejak dulu hingga sekarang Ia tidak tertinggal walaupun termasuk aalah satu game lama (sejak tahun 2000) Ia tetap tidak kalah dengan games baru yang ada. Dengan quality dari The Sims ayng terus improve namun tetap konsisten dalam hal-hal yang disukai pemain membuat game ini tetap relevan untuk waktu yang lama. Concept The Sims ini juga dapat dimainkan secara unisex sehingga tidak dibatasi oleh gender. The Sims bahkan memiliki beberapa inovasi seperti offline mode dan online mode. Dengan begitu para pemain dapat memilih untuk bermain multiplayer bersama orang lain atau offline dengn bot dalam game. Menurut saya ini improve yang sangat bagus karena banyak dari game hanya memiliki salah satu fitur saja. Hal lain yang saya pelajari adalah dalam game base learning kali ini adalah dalam pembuatan suatu game concept design dan narasi berperan sangat penting. Game dengan plot yang kurang akan cepat dilupakan orang-orang. Begitu juga dengan concept designnya, Dengan concept design yang menarik orang akan tertarik untuk mengunduh dan kemudian memainkannya. Contoh lain yang saya dapatkan adalah bahkan sekarang Netflix sudah mengadakan fitur baru yaitu game dalam netflix. Saya sendiri tertarik untuk memainkannya saat melihat fitur baru ini. Game dalam youtube atau facebook juga salah satu contoh inovasi game yang sukses menurut saya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-22 04:47:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1959953426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pandu Dwi Nugraha_13122010095_BRD 3D</title>
         <author>pandudn24</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1959980345</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah mengikuti sesi GL dan Workshop bersama kak Brenda, terdapat banyak hal dan informasi baru yang menurut saya menarik untuk dieksplor lebih dalam. Pembahasan mengenai game design merupakan hal yang krusial yang harus diketahui secara mendalam sebelum membuat sebuah game khususnya pada serious game. Kita sebagai pengguna hanya dapat excited dalam memainkan suatu game tanpa mengetahui betapa sulitnya dari tahap brainstorming hingga pengaplikasinya dalam membuat sebuah game. Ketika sesi workshop, kita diberi kesempatan untuk membuat sebuah konsep ide sebuah game yang bertemakan pariwisata Indonesia dan kelompok saya membuat inovasi dari game GTA namun tema dari tempat game tersebut menggunakan berbagai wilayah di Indonesia sehingga bertujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia melalui game tersebut. Pada saat itu, tantangan terberat dalam membuat sebuah rancangan konsep game adalah bagaimana kita dapat membuat suatu game yang berbeda dari dari game yang sudah ada namun sesuai dengan keinginan dari target pengguna kita sehingga diharapkan game yang akan kita buat dapat menarik perhatian dari target pengguna yang telah kita tetapkan.</div><div><br></div><div>Dalam membuat sebuah rancangan serious game, terdapat tiga tahapan penting yang harus dilalui. Tahapan awal yang harus dilakukan yakni Briefing yang berisi mengenai bagaimana cara bermain dari game tersebut, masalah yang akan disampaikan dan materi game. Selanjutnya yakni Playing merupakan tahapan ketika pengguna mulai mengeksplorasi dan melakukan interaksi pada saat game berlangsung, serta tahapan yang terakhir yakni Debriefing ketika pengguna dalam mengetahui dan mengumpulkan insight yang tersirat dalam game tersebut.&nbsp; &nbsp;</div><div>selain komponen dari gamenya sendiri, design dari game juga memiliki elemen penting didalamnya yaitu :</div><div>1. Narration (alur cerita dan tema dari game yang ingin dibuat),</div><div>2. Objective (tujuan yang harus dicapai dalam game tersebut),&nbsp;</div><div>3. Components (objek atau bagian dalam game yang digunakan untuk bermain),&nbsp;</div><div>4. Gameplay (aturan atau cara main yang harus diikuti pemain).&nbsp;</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1064925884/935b1445fdff3b4eff877e657e036ec1/1176cc524272f1f005910924bed3d344_4.png" />
         <pubDate>2021-12-22 05:20:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1959980345</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Azmy M Ariffin_13122010194</title>
         <author>azmyariffin46</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1960035633</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam kuliah Guest Lecture ini, saya selalu melihat perkembangan yang pesat, berbagai teknologi baru bermunculan dan memberikan banyak kesempatan bagi kita untuk membuat sebuah game. Berbagai platform game mulai tumbuh dan berkembang di mana-mana, menjanjikan peluang besar untuk sukses. Banyak pihak kemudian berlomba-lomba untuk menghasilkan game sebanyak mungkin secepat mungkin. Menggandakan permainan yang sukses dengan sedikit penyesuaian pada aset dan tema telah menjadi hal biasa. Alhasil, kami dibanjiri berbagai versi game yang kurang lebih sama. Itu adalah proses panjang yang akhirnya menghasilkan game yang disukai banyak orang.<br><br></div><div>Salah satunya adalah game pubg mobile yang mengajarkan kerja sama tim yang bisa bertahan sampai akhir dan menenangkan permainan, ada banyak strategi yang harus dipertimbangkan dan tidak mudah untuk memenangkan permainan ini oleh karena itu kerjasama tim dalam permainan ini diperlukan untuk dapat memenangkan permainan ini. permainan yang murah hati.<br><br></div><div>PlayerUnknown's Battlegrounds, juga dikenal sebagai PUBG, adalah judul penting dalam sejarah industri video game. Meskipun bukan game battle royale pertama di dunia, juga bukan yang terbesar, PUBG telah membantu menyebarkan tren dan mempopulerkan standar battle royale. Dalam dunia game, platform mobile sering diremehkan. Tapi mengapa PUBG mobile menjadi begitu populer di Indonesia?<br><br></div><div>Game di Indonesia tidak didominasi oleh konsol (Playstation, Xbox, Nintendo) tetapi lebih dominan di mobile dan PC. Banyak pemain di Indonesia memilih ponsel karena lebih memilih platform yang lebih mudah dimiliki. Daripada membeli komputer mahal untuk dimainkan, pemain lebih memilih menggunakan smartphone. Siapa pun yang memilih untuk bermain di ponsel juga lebih suka bermain di mana saja.<br><br></div><div>Terlepas dari preferensi pemain Indonesia di atas, game dengan genre battle royal sangat populer saat ini. Melihat tren, semakin banyak pemain yang merasa menjadi yang terbaik dalam model game ini. Dengan basis penggemar yang begitu besar, tidak butuh waktu lama bagi PUBG Mobile untuk menjadi cabang esports yang populer. Di Indonesia, Tencent menyelenggarakan PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC) 2018 Tak kalah sukses dengan versi aslinya, PUBG Mobile telah menjadi fenomena tersendiri di dunia game dan esports, dan tidak jarang bagi para penggemarnya. bahkan mengatakan bahwa PUBG Mobile lebih baik daripada PUBG asli.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1064925205/40a06b590c58146216abea23650d472b/download__7_.jpg" />
         <pubDate>2021-12-22 06:31:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1960035633</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dykov Dloryf O&#39; Kenzi_13122010173_BRD3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1960358778</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah mengikuti Guest Lecture dan Workshop tersebut saya mendapatkan wawasan yang cukup luas mengenai dunia game. Pada GL tersebut kami dijelaskan mengenai cara proses pembuatan game sampai game tersebut dapat dimainkan. Dalam pembuatan game, hal penting yang harus dicakupi yaitu 4 elemen adalah&nbsp;<br><br>1. Narration/Themes<br>2. Objective/Goal<br>3. Components<br>4. Gameplay (Game Mechanics + Rules)<br><br>Dengan adanya keempat elemen tersebut, sebuah game akan menjadi lebih hidup dan lebih seru untuk dimainkan. Pada saat GL tersebut juga kami dibagikan beberapa kelompok untuk ikut berpartisipasi dalam membuat konsep sebuah game yang bertemakan pariwisata. Disitu saya benar-benar mendapatkan wawasan lebih luas lagi bagaimana membuat konsep sebuah game itu tidak mudah dan dibutuhkannya kerja sama dan brainstorming antar anggota.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-22 11:44:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1960358778</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aurelio Ahmad Reyhan_13122010113_Branding 3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1961631026</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah saya mengikuti kegiatan Guest Lecture dan juga Workshop bersama narasumber kali ini yaitu kak Brendan, saya dapat menambah wawasan lagi mengenai game. Pada awal sesi kami mengikuti kegiatan Guest Lecture. Disana kami dijelaskan mengenai game design pada serious game. Setelah itu kami juga mendapatkan basic game design yang jika game tersebut mau bagus harus terdiri dari content dan juga gameplay yang sama sama bagus. Element-element yang dijelaskan kak Brendan yang harus ada dalam mendesign suatu game yaitu:&nbsp;<br>1.Themes<br>2. Objective / goal<br>3. Components&nbsp;<br>4. Gameplay<br><br>Setelah sesi Guest Lecture selesai. Kami memasuki sesi workshop yang dimana kami yang terdiri dari 2 kelas di random dan dimasukkan ke breakout room. Di breakout room tersebut kami disuruh brainstorming bersama satu kelompok dengan tema pariwisata. Kelompok saya akhirnya memilih dengan membuat game berbasis dari Mobile Legend lalu kami disana membuat mini game yang terdiri dari hero yang asal usulnya  berbeda-beda dan juga negaranya yang berbeda. Jadi setiap season jika misalkan gatotkaca, kita bisa memainkan mini game tersebut sambil mengetahui asal-usul dan lokasi dalam bentuk video pendek sebelum bermain. Setelah melihat video kita bisa memainkan game bertemakan gatotkaca yang berasal dari Indonesia. Semakin banyak mendapatkan poin dari mini game tersebut kita dapat menukarkan hadiah setelah game tersebut selesai.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1506862843/b7546d69f2b36949e06e66711ec4ce30/jangan_asal_main_ikuti_panduan_memainkan_karakter_gatotkaca_mobile_legends.jpg" />
         <pubDate>2021-12-23 05:41:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1961631026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ferrin Angelica_13122010168</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1961854091</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada tanggal 15 Desember, telah dilaksanakan Guest Lecture dan Workshop oleh Kak Brendan selaku lead game designer di Kummara. Guest Lecture pada kali ini berfokus pada game based dimana Kak Brendan memberikan wawasan baru tentang step-step untuk membuat sebuah game yang baik dan menarik. <br><br>Kak Brendan memberikan wawasan mengenai game design process dimana ada step yang sangat penting untuk dilaksanakan dalam membuat sebuah desain dari game. Pertama kita harus dapat mengetahui konsep game (concepting phase) dalam fase ini ada terdapat 4 komponen utama yaitu content, theme, goal, dan constraint. Kak Brendan mengatakan bahwa dalam sebuah game harus terdapat tema yang jelas agar konsumen dapat memahami keseluruhan komponen game dan dapat menjalankannya dengan baik. Kedua adalah goals atau objective dimana kita harus memiliki tujuan dari adanya permainan tersebut, contohnya seperti dalam permainan PUBG, apabila kita memenangkan sebuah battle, maka XP kita akan bertambah, dan dapat digunakan mereedem rewards. Selanjutnya adalah components dimana pada sebuah game harus mempunyai komponen seperti contohnya&nbsp;multiplayer, dll. Dan yang terakhir adalah gameplay dimana ciri khas dari sebuah game berbeda-beda contohnya pada game yang memiliki karakteristik battle, war, dan lain sebagainya.<br><br>Guest lecture tersebut telah menambahkan banyak insight lebih dalam mengenai desain game. Kak Brenden pun juga telah mengadakan workshop yang menarik dengan mengajak beberapa teman untuk bermain dalam sebuah web game. Workshop tersebut telah mengajarkan kami untuk berpikir lebih cermat dengan mencoba untuk men-desain ulang game agar lebih menarik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-23 10:00:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1961854091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CostaCakra_13122010035_Branding3D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1961875761</link>
         <description><![CDATA[<div>Guest Lecture yang diadakan pada tanggal 15 December 2021 dibawa oleh Kak Brenden. Kak Brenden merupakan sebuah game designer untuk Kummara. Dalam Guest Lecture ini Kak Brendan menjelaskan beberapa step yang ada dalam membuat dan mendesain sebuah game.&nbsp;<br><br>Untuk membuat dan mendesain game, mereka harus melakukan proses development. Dalam proses development, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, concept research, market research, game potential, demo, dan akhirnya uji coba.&nbsp;<br><br>Dalam guest lecture, kak Brenden juga membagikan kami kedalam breakout room untuk membahas games yang bertema pariwisata. Setelah itu beberapa dari kami juga diberikan kesempatan untuk bermain sebuah web game. Tujuan dari workshop ini adalah untuk menerapkan materi yang sudah diberikan pada guest lecture nya secara langsung. Kesempatan yang diberikan ini menambah insight saya dan pandangan saya terhadap pembuatan dan desain dari sebuah game<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-23 10:26:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1961875761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nicholas Jody Sun_13122010071</title>
         <author>nicholasjody20</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1962159680</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika saya mengikuti GL dan Workshop mengenai Game Design siang tadi, saya mendapatkan beberapa pengetahuan dari kak Brendan seperti 2 jenis dari serious game yakni game based dan gamification. Selain itu kak Brendan juga memperkenalkan pada kami adanya game yang baik seharusnya memiliki gameplay yang matching dengan content-nya yang disebutkan sebagai basic game design. Berbicara mengenai design, tidak lupa kak Brendan juga menjelaskan mengenai elemen-elemen penting yang harus ada dalam mendesain suatu game yaitu tema, tujuan, komponen, dan cara bermain. Dalam sesi workshop, kami dipindahkan ke breakout room yang mana kami diperintahkan untuk berpikir mengenai ide-ide apa yang dapat ditemukan tentang pariwisata. Masing-masing kelompok diwajibkan untuk membuat inovasi mengenai game online yang sudah ada, dimana kelompok kami memilih game online Let’s Get Rich. Adapun inovasi-inovasi yang hendak kami buat berupa penggantian nama game dari Let’s Get Rich menjadi Let’s Travel. Selain itu, kami juga mengubah peraturan, komponen, dan tujuan dari game tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-23 14:35:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1962159680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Naila Tsania Sumawiganda_13122010189</title>
         <author>13122010189</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1963595413</link>
         <description><![CDATA[<div>pada Guest Lecture dan workshop saya mendapatkan insight yang baru dan lebih mendalam mengenai game. pada GL tersebut dijelaskan bagaimana proses dan cara pembuatan game. game yang baik melalui proses juga yaitu dengan melakukan design, uji coba, dan marketing. topik yang terdapat pada GL yaitu membahas serious game, gamification, dan game based learning. pada GL yang diadakan dibahas mengenai 3 hal yang perlu diperhatikan ketika membuat sebuah game yaitu briefing dimana perlu dilakukan diskusi mengenai game yang akan dibuat, kedua playing yaitu ketika pemain memainkan game tersebut dan terakhir yaitu debriefing dimana pemain telah mendapatkan makna game. elemen penting yang dibahas dalam game design yaitu terdapat narration, objective, components dan game play. contoh game-based learning yaitu game Brain Age pada Nintendo yaitu game yang mengajarkan seperti perhitungan, menghafal, menggambar yang dapat melatih otak namun dengan cara menyenangkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344720763/71620bbc92bf990dd10213078c06a03e/bran.jpg" />
         <pubDate>2021-12-25 14:00:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1963595413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nicholas Justin_13122010135_Branding 3D</title>
         <author>nicojustin2002</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1966505454</link>
         <description><![CDATA[<div>Guest Lecture yang diadakan pada tanggal 15 December 2021 merupakan sebuah game designer untuk Kummara. Dalam Guest Lecture ini Kak Brendan menjelaskan beberapa step yang ada dalam membuat dan mendesain sebuah game.&nbsp;<br><br>Untuk membuat dan mendesain game, mereka harus melakukan proses development. Dalam proses development, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, concept research, market research, game potential, demo, dan akhirnya uji coba. Dengan adanya faktor tersebut, sebuah game akan menjadi lebih hidup dan lebih seru untuk dimainkan. Pada saat GL tersebut juga kami dibagikan beberapa kelompok untuk ikut berpartisipasi dalam membuat konsep sebuah game yang bertemakan pariwisata dan disitu saya benar benar mendapatkan wawasan Diana dalam game tersebut sangat bermanfaatnay kern saja Tim dan angora.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-28 12:29:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/3dgbl/wish/1966505454</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
