<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Suspensi by adhitia</title>
      <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-15 00:11:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-02-15 01:48:59 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>niken salsabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047475407</link>
         <description><![CDATA[<div>definisi<br>•Metode Dispersi&nbsp;<br>Metode pembuatan suspensi dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam mucilago yang terbentuk kemudian diencerkan, dalam hal ini serbuk yang terbagi harus terdispersi dalam cairan pembawa, umumnya adalah air<br>•Metode Presipitasi&nbsp;<br>Metode ini dibagi menjadi 3 macam yaitu :<br>a) Presipitasi dengan pelarut organik&nbsp;<br>b) Presipitasi dengan perubahan pH dan media&nbsp;<br>c) Presipitasi dengan dekomposisi rangkap (Nash, 1996).&nbsp;<br>b. Formula Suspensi<br>perbedaan nya<br>Metode dispersi dilakukan dengan cara menambahkan kedalam mucilago yang terbentuk, kemudian baru diencerkan dengan air.&nbsp;<br>Metode presipitasi yaitu zat yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu kedalam pelarut oeganik yang hendak dicampur dengan air.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:52:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047475407</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifa Rizkia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047476849</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Metode pembuatan suspensi dapat dibuat dengan dua cara yaitu dengan cara dispersi dan presipitasi.&nbsp;<br>-Pada cara dispersi bahan-bahan suspensi dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi sedangkan&nbsp;<br>-pada&nbsp; metode presipitasi obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang dibutuhkan kemudian diendapkan. Kedua tipe pembuatan ini akan memberikan kondisi stabilitas suspensi yang berbeda.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:53:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047476849</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Siti Sheila AA Metode pembuatan suspensi dengan cara dispersi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477083</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode dispersi adalah metode campuran antara fase terdispersi( dada alam) dengan medium pendispersi ( FASA luar) yang bercampur secara merata.atau penyebaran yang merata dari dua bahan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:53:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reza Rahman A    (metode pembuatan Suspensi)             Suspensi dapat dibuat dengan metode sebagai berikut .Metode Dispersi Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam musilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersikan serbuk ke dalam pembawa.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477108</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:53:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Rohmah K</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477353</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Suspensi</strong> dapat dibuat dengan <strong>metode</strong> sebagai berikut : a. <strong>Metode Dispersi Metode</strong> ini dilakukan dengan <strong>cara</strong> menambahkan serbuk bahan obat ke dalam musilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersikan serbuk ke dalam pembawa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:53:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Metode pembuatan suspensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477512</link>
         <description><![CDATA[<div>Sifa Sonia Fadila R&nbsp;<br>a. Metode Pembuatan Suspensi :&nbsp;<br>1) Metode dispersi&nbsp;<br>Serbuk yang terbagi harus didispersi dalam cairan pembawa.&nbsp;<br>Umumnya sebagai cairan pembawa adalah air. Dalam formulasi suspensi&nbsp;<br>yang penting adalah partikel-partikel harus terdisperi betul di dalam fase&nbsp;<br>air. Mendispersi serbuk yang tidak larut dalam air kadang-kadang sukar.&nbsp;<br>Hal ini disebabkan karena adanya udara, lemak dan lain-lain kontaminan&nbsp;<br>pada permukaan serbuk.<br>2) Metode presipitasi&nbsp;<br>Dengan pelarut organik dilakukan dengan zat yang tidak larut&nbsp;<br>dalam air dilarutkan dulu dalam pelarut oegani yang dapat dicampur&nbsp;<br>dengan air, lalu ditambahkan air suling dengan kondisis tertentu. Pelarut&nbsp;<br>organik yang digunakan adalah etanol, metanil, propilenglikol dan&nbsp;<br>gliserin. Yang perlu diperhatikan dengan metode ini adalah kontrol&nbsp;<br>ukuran partikel yaitu terjadinya bentuk polimorfi atau hidrat dari kristal&nbsp;<br>(Anief, 1993)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:53:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477512</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Viola Octavia Rahmawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477658</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Pembuatan Suspensi<br><br><br>&nbsp;Pembentukan suspensi terdiri dari dua sistem yaitu sistem flokulasi dan sistem deflokulasi. Dalam flokulasi dan deflokulasi, peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi. Namun, endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali sedangkan endapan deflokulasi tidak karena telah terbentuk caking, hal ini disebabkan oleh ukuran partikel pada suspensi yang terdeflokulasi sangat kecil, hingga membentuk ikatan antar partikel yang erat dan padat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:54:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477658</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ryan Hidayat:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477764</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pembuatan suspensi :<br><br>Metode pembuatan suspensi dapat dibuat dengan dua cara yaitu&nbsp;<br>dengan cara dispersi dan presipitasi. Pada cara dispersi bahan-bahan suspensi&nbsp;<br>dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi sedangkan pada metode presipitasi obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang&nbsp;<br>dibutuhkan kemudian diendapkan. Kedua tipe pembuatan ini akan&nbsp;<br>memberikan kondisi stabilitas suspensi yang berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:54:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477764</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dinda Nazwa Maharani XI-FKK 1 Metode pembuatan suspensi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477993</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada cara dispersi bahan-bahan suspensi dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi.<br><br>Sedangkan, Metode presipitasi obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang dibutuhkan kemudian diendapkan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:54:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047477993</guid>
      </item>
      <item>
         <title>akbar fauzi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047478275</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Metode dispersi</strong> melibatkan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel-partikel berukuran koloid yang kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya. Ada tiga teknik yang termasuk dalam pembuatan sistem koloid <strong>metode dispersi</strong>, yaitu mekanik, peptisasi, dan busur Bredig.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:54:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047478275</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ane Cahyani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479083</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Metode Dispersi<br>&nbsp;Metode</strong> ini dilakukan dengan <strong>cara</strong> menambahkan serbuk bahan obat ke dalam musilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersikan serbuk ke dalam pembawa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti fatimah: Metode Pembuatan Suspensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479533</link>
         <description><![CDATA[<div> Metode pembuatan suspensi terbagi menjadi 2, diantaranya:<br>1. Metode Dispersi, metode ini dilakukan dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam musilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan.<br>2. Metode Presipitasi, yaitu zat yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu kedalam pelarut organik yang hendak dicampur dengan air.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479533</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resta (Metode pembuatan suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479735</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada metode dispersi, bahan bahan suspensi dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi.<br>Pada metode presipitasi, obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang dibutuhkan kemudian diendapkan. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479735</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Annisa Fitria Anggraeni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479881</link>
         <description><![CDATA[<div>Cara Pembuatan Sediaan Suspensi&nbsp;<br>1) Metode Dispersi&nbsp;<br>Metode pembuatan suspensi dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke&nbsp;<br>dalam mucilago yang terbentuk kemudian diencerkan, dalam hal ini serbuk&nbsp;<br>yang terbagi harus terdispersi dalam cairan pembawa, umumnya adalah air&nbsp;<br>2) Metode Presipitasi&nbsp;<br>Metode ini dibagi menjadi 3 macam yaitu :<br>a) Presipitasi dengan pelarut organik&nbsp;<br>b) Presipitasi dengan perubahan pH dan media&nbsp;<br>c) Presipitasi dengan dekomposisi rangkap<br>b. Formula Suspensi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Metode Pembuatan Suspensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479931</link>
         <description><![CDATA[<div>Virlie Aliffira Zahra // XI FKK 1<br><br>1) Metode Dispersi<br>Metode pembuatan suspensi dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam mucilago yang terbentuk kemudian diencerkan, dalam hal ini serbuk yang terbagi harus terdispersi dalam cairan pembawa, umumnya adalah air (Nash, 1996).<br><br>2) Metode Presipitasi<br>Metode ini dibagi menjadi 3 macam yaitu :<br>a) Presipitasi dengan pelarut organik<br>b) Presipitasi dengan perubahan pH dan media<br>c) Presipitasi dengan dekomposisi rangkap (Nash, 1996).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Angga wijaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479948</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Suspensi</strong> dapat dibuat dengan <strong>metode</strong> sebagai berikut : a. <strong>Metode Dispersi Metode</strong> ini dilakukan dengan <strong>cara</strong> menambahkan serbuk bahan obat ke dalam musilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersikan serbuk ke dalam pembawa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047479948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(Rahmalia Aqillah) Metode pembuatan Suspensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480124</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Metode dispersi</strong> melibatkan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel-partikel berukuran koloid yang kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya. Ada tiga teknik yang termasuk dalam pembuatan sistem koloid <strong>metode dispersi</strong>, yaitu mekanik, peptisasi, dan busur Bredig<br><br>Perbedaan metode pembuatan Suspensi : Metode dispersi dilakukan dengan cara menambahkan kedalam mucilago yang terbentuk, kemudian baru diencerkan dengan air. Metode presipitasi yaitu zat yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu kedalam pelarut oeganik yang hendak dicampur dengan air.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480124</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rieva (Metode Pembuatan Suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480133</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Dispersi&nbsp;<br>Metode pembuatan suspensi dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke&nbsp;<br>dalam mucilago yang terbentuk kemudian diencerkan, dalam hal ini serbuk&nbsp;<br>yang terbagi harus terdispersi dalam cairan pembawa, umumnya adalah air<br>Metode presipitasi<br>Metode presipitasi adalah metode pengendapan masing-masing material dasar dengan suatu reaktan. Hasil pengendapan tersebut kemudian digabungkan untuk pembentukan senyawa yang diharapkan secara stoikiometri</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480133</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480376</link>
         <description><![CDATA[<div>Delian Sabilah (XI-FKK1)<br><br>•&nbsp;Cara Pembuatan Sediaan Suspensi&nbsp; dengan Metode Dispersi&nbsp;<br>Metode pembuatan suspensi dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke&nbsp;<br>dalam mucilago yang terbentuk kemudian diencerkan, dalam hal ini serbuk&nbsp;<br>yang terbagi harus terdispersi dalam cairan pembawa, umumnya adalah air.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:55:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasna Hifa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480604</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pembuatan Suspensi<br>Ini dilakukan dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam musilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Kadang kadang perlu diketahui terjadi kerusakan pada saat mendispersikan serbuk ke dalam pembawa. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:56:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480604</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mufti Atul Akbar Fadilah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480612</link>
         <description><![CDATA[<div>• metode pembuatan suspensi<br>Ada 2 metode dalam pembuatan suspensi, yaitu metode dispersi dan praesipitasi<br><br>- Metode dispersi dilakukan dengan cara menambahkan kedalam mucilago yang terbentuk, kemudian baru diencerkan dengan air.&nbsp;<br>- Metode praesipitasi yaitu zat yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu kedalam pelarut oeganik yang hendak dicampur dengan air.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:56:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047480612</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chairilda (metode pembuatan suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047481055</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pembuatan suspensi dapat dibuat dengan dua cara yaitu dengan cara dispersi dan presipitasi. Pada cara dispersi bahan-bahan suspensi dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi sedangkan pada metode presipitasi obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang dibutuhkan kemudian diendapkan. Kedua tipe pembuatan ini akan memberikan kondisi stabilitas suspensi yang berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:56:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047481055</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sovi Aulia Ardhana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047481082</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pembuatan suspensi dapat dibuat dengan 2 cara, yaitu dengan cara dispersi dan presipitasi. Pada cara dispersi bahan bahan suspensi dicampur dan diaduk hingga semua bahan terdispersi sedangkan pada metode presipitasi obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang dibutuhkan kemudian diendapkan, kedua tipe pembuatan ini akan memberikan kondisi stabilitas suspensi yang berbeda</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:56:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047481082</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bunga ( Metode pembuatan Suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047482229</link>
         <description><![CDATA[<div>-Metode Dispersi&nbsp;<br>Metode pembuatan suspensi dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam mucilago yang terbentuk kemudian diencerkan, dalam hal ini serbuk yang terbagi harus terdispersi dalam cairan pembawa, umumnya adalah air<br><br>-Metode Presipitasi&nbsp;<br>Metode ini dibagi menjadi 3 macam yaitu :<br>a)Presipitasi dengan pelarut organik<br>&nbsp;b) Presipitasi dengan perubahan pH dan media&nbsp;<br>c) Presipitasi dengan dekomposisi rangkap</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:57:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047482229</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aulia Nadilla Alting </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047482561</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pembuatan sediaan suspensi<br>-Metode Dispersi&nbsp;<br>adalah metode pembuatan suspensi dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke&nbsp;dalam mucilago yang terbentuk kemudian diencerkan, jadi serbuk&nbsp;yang terbagi harus terdispersi dalam cairan pembawa, umumnya adalah air<br>-Metode presipitasi<br>&nbsp;yaitu zat yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu kedalam pelarut organik yang hendak dicampur dengan air.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:57:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047482561</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047482769</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode&nbsp;dispersi merupakan cara pembuatan koloid beasal dari suspensi, cara dispersi dapat dilakukan dengan cara bredig, mekanik, peptisasi dan homogenisasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:57:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047482769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lita Nur Latifah - Metode Pembuatan Suspensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047482985</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Dispersi<br>Pada cara dispersi bahan-bahan suspensi dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi / tercampur sehingga menjadi suspensi.<br>2. Presipitasi<br>Pada metode presipitasi, obat dilarutkan terlebih dahulu kemudian diendapkan.<br>Kedua metode ini mendapatkan hasil konsentrasi yang berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:57:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047482985</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vidya Agnisyia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047483520</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Suspensi dapat dibuat dengan metode sebagai berikut :<br>a.Metode Dispersi<br>Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam<br>musilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Hal tersebut karena adanya udara, lemak, atau kontaminan serbuk. Serbuk<br>yang sangat halus mudah termasuki udara sehingga sukar dibasahi tergantung pada besarnya sudut kontak antara zat terdispersi dengan medium. <br>&nbsp;b. Metode Presipitasi<br>Zat yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu ke dalam pelarut organik yang hendak dicampur dengaan air. Setelah larut dalam pelarut organik, larutan zat ini<br>kemudian diencerkan dengan larutan pensuspensi dalam air sehingga akan terjadi endapan halus tersuspensi dengan bahan pensuspensi. Cairan organik tersebut adalah<br>etanol, propilen glikol, dan polietilen glikol</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:58:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047483520</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahma Mekar M </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047483529</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Pembuatan Suspensi<br>1. Fase Dispersi<br>Yaitu bahan-bahan suspensi dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi.<br>2. Fase Presipitasi&nbsp;<br>Yaitu obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang dibutuhkan kemudian diendapkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:58:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047483529</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reva Putri Nabilah ( metode pembuatan suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047483697</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode dispersi dilakukan dengan cara menambahkan kedalam mucilago yang terbentuk, kemudian baru diencerkan dengan air. Metode presipitasi yaitu zat yang akan didispersikan dilarutkan dulu kedalam pelarut organik yang ingin dicampur  dengan air. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:58:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047483697</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggi Anggraeni </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047483752</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pembuatan suspensi dapat dibuat dengan dua cara yaitu:&nbsp;<br>1. pada cara dispersi bahan-bahan suspensi<br>dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi.&nbsp;<br><br>2. Metode presipitasi obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang<br>dibutuhkan kemudian diendapkan.<br><br>&nbsp;Kedua tipe pembuatan ini akan<br>memberikan kondisi stabilitas suspensi yang berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:58:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047483752</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Denia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047484601</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Pembuatan Suspensi ada 2 yaitu:<br>1. Metode Dispersi&nbsp;<br>Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam mucilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan.&nbsp; Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersikan serbuk ke dalam pembawa.<br>2. Metode Presipitasi&nbsp;<br>zat yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu ke dalam pelarut organik yang hendak dicampur dengan air, setelah larut dalam pelarut organik, larutan zat ini kemudian diencerkan dengan larutan pensuspensi dalam air sehingga akan terjadi endapan halus tersuspensi dengan bahan pensuspensi. Cairan organik tersebut adalah etanol, propilenglikol&nbsp; dan polietilenglikol</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:59:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047484601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hilda Lefaralia Kusumah (Metode Pembuatan Suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047485109</link>
         <description><![CDATA[<div>a. Metode Pembuatan Suspensi :&nbsp;<br>1) Metode dispersi&nbsp;<br>Serbuk yang terbagi harus didispersi dalam cairan pembawa.&nbsp;<br>Umumnya sebagai cairan pembawa adalah air. Dalam formulasi suspensi&nbsp;<br>yang penting adalah partikel-partikel harus terdisperi betul di dalam fase&nbsp;<br>air. Mendispersi serbuk yang tidak larut dalam air kadang-kadang sukar.&nbsp;<br>Hal ini disebabkan karena adanya udara, lemak dan lain-lain kontaminan&nbsp;pada permukaan serbuk.<br>2) Metode presipitasi&nbsp;<br>Dengan pelarut organik dilakukan dengan zat yang tidak larut&nbsp;<br>dalam air dilarutkan dulu dalam pelarut oegani yang dapat dicampur&nbsp;<br>dengan air, lalu ditambahkan air suling dengan kondisis tertentu. Pelarut&nbsp;<br>organik yang digunakan adalah etanol, metanil, propilenglikol dan&nbsp;<br>gliserin. Yang perlu diperhatikan dengan metode ini adalah kontrol&nbsp;<br>ukuran partikel yaitu terjadinya bentuk polimorfi atau hidrat dari kristal</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:59:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047485109</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Annisa Aulia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047485695</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode suspensi<br>Menjelaskan tentang dua metode yaitu metode Dispersi dan metode presipitasi&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 00:59:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047485695</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sofi Aurelia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486349</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembentukan suspensi terdiri dari dua sistem yaitu sistem flokulasi dan sistem deflokulasi. Dalam flokulasi dan deflokulasi, peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.<br><br>Metode dispersi melibatkan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel-partikel berukuran koloid yang kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya. Ada tiga teknik yang termasuk dalam pembuatan sistem koloid metode dispersi, yaitu mekanik, peptisasi, dan busur Bredig.<br><br>Metode peptisasi adalah cara pembuatan koloid dengan jalan memecah partikel zat yang mengendap dalam medium pendispersi air menjadi berukuran partikel koloid.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:00:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amelia Haura Salsabila(metode pembuatan suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486711</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Dispersi<br>Pada cara dispersi bahan-bahan suspensi dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi / tercampur sehingga menjadi suspensi.<br>2. Presipitasi<br>Pada metode presipitasi, obat dilarutkan terlebih dahulu kemudian diendapkan.<br>Kedua metode ini mendapatkan hasil konsentrasi yang berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:00:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anindhita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486782</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pembuatan suspen si terbagi emnjadi 2 yaitu;<br><strong>Metode dispersi</strong> melibatkan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel-partikel berukuran koloid yang kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya. Ada tiga teknik yang termasuk dalam pembuatan sistem koloid <strong>metode dispersi</strong> yaitu mekanik, peptisasi, dan busur Bredig.<br><strong>Metode presipitasi</strong> adalah metode pengendapan masing-masing material dasar dengan suatu reaktan. Hasil pengendapan tersebut kemudian digabungkan untuk pembentukan senyawa yang diharapkan secara stoikiometris.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:00:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486782</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sifa Sonia Fadila Ramadan Fkk 2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486824</link>
         <description><![CDATA[<div>CARA MENGERJAKAN OBAT DALAM SUSPENSI Metode dispersi Dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilago yang telah terbentuk kemudian baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersi serbuk dalam vehicle, hal tersebut karena adanya udara, lemak, atau kontaminan pada serbuk. Serbuk yang sangat halus mudah kemasukan udara sehingga sukar dibasahi. Mudah dan sukarnya serbuk terbasahi tergantung besarnya sudut kontak antara zat terdispers dengan medium. Bila sudut kontak ± 90o serbuk akan mengambang diatas cairan. Serbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob. Untuk menurunkan tegangan antar muka antara partikel zat padat dengan cairan tersebut perlu ditambahkan zat pembasah atau wetting age&nbsp;<br>CARA MENGERJAKAN OBAT DALAM SUSPENSI  Metode Presipitasi Zat yang hendak didispersi dilarutkan dahulu dalam pelarut organik yang hendak dicampur dengan air. Setelah larut dalam pelarut organik diencer- kan dengan larutan pensuspensi dalam air. Akan terjadi endapan halus dan tersuspensi dengan bahan pensuspensi. Cairan organik tersebut adalah : etanol, propilenglikol, dan polietilenglikol</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:00:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>akbr</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486883</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Metode Dispersi Metode</strong> ini dilakukan dengan <strong>cara</strong> menambahkan serbuk <strong>bahan</strong> obat ke dalam musilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersikan serbuk ke dalam pembawa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:00:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047486883</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahmalia Aqillah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047487022</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode presipitasi adalah metode pengendapan masing-masing material dasar dengan suatu reaktan. Hasil pengendapan tersebut kemudian digabungkan untuk pembentukan senyawa yang diharapkan secara stoikiometris</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:00:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047487022</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marsha Nabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047487301</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode dispersi melihat pemecahan partikel kasar menjadi partikel berukuran koloid yang didispersikan dalam medium pendispersinya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:01:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047487301</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Firyaldin Al Fikri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047487880</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Dispersi dilakukan dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilago yang telah terbentuk, kemudian diencerkan. Beberapa bahan padat dapat dibasahi dengan mudah oleh air, tetapi banyak bahan padat lain sukar untuk dibasahi (bersifat sangat hidrofobik atau menolak air) sehingga bahan tersebut mengambang pada permukaan. Hal ini terjadi karena adanya udara, lemak, atau kontaminan pada serbuk. Mudah atau sukarnya serbuk dibasahi bergantung pada besarnya sudut kontak antara zat terdispersi dan medium. Apabila sudut kontak kurang lebih dari 90 derajat, serbuk akan mengambang diatas cairan. Untuk menurunkan tegangan antarmuka antara partikel zat padat dan cairan tersebut atau menurunkan sudut kontak, perlu ditambahkan zat pembasah, misalnya gom arab dan bentotit. Selain itu, dapat pula menggunakan pelarut organik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:01:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047487880</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Astri Rahmawati ( Metode Pembuatan Suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047488335</link>
         <description><![CDATA[<div><br>1) Metode dispersi&nbsp;<br>Serbuk yang terbagi harus didispersi dalam cairan pembawa.&nbsp;<br>Umumnya sebagai cairan pembawa adalah air. Dalam formulasi suspensi&nbsp;<br>yang penting adalah partikel-partikel harus terdisperi betul di dalam fase&nbsp;<br>air. Mendispersi serbuk yang tidak larut dalam air kadang-kadang sukar.&nbsp;<br>Hal ini disebabkan karena adanya udara, lemak dan lain-lain kontaminan&nbsp;<br>pada permukaan serbuk.&nbsp;<br>2) Metode presipitasi&nbsp;<br>Dengan pelarut organik dilakukan dengan zat yang tidak larut&nbsp;<br>dalam air dilarutkan dulu dalam pelarut organik yang dapat dicampur&nbsp;<br>dengan air, lalu ditambahkan air suling dengan kondisi tertentu. Pelarut&nbsp;<br>organik yang digunakan adalah etanol, metanil, propilenglikol dan&nbsp;<br>gliserin. Yang perlu diperhatikan dengan metode ini adalah kontrol&nbsp;<br>ukuran partikel yaitu terjadinya bentuk polimorfi atau hidrat dari kristal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:01:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047488335</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KENZI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047492246</link>
         <description><![CDATA[<div>metode disperensi : dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilago yang telah terbentuk kemudian baru diencerkan. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:04:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047492246</guid>
      </item>
      <item>
         <title>syamia aulia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047498655</link>
         <description><![CDATA[<div>1.metode dispersi<br>dengan cara menambahkan serbuk bahan oba kedalam mucilago yang telah dibetuk kemudian baru di encerkan<br>2.metode presipitasi<br>zat yang akan di larutkan dlu dalam pelarut orgaik yang mau dicampur dengn air, setelah larut dalam pelarut organik diencerkan dengn larutan persuspensi dalam air. akan terjadi endapan halus dan tersuspensi dengan bahan pensuspensi<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:09:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047498655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>flokulasi &amp; deflokulasi (virlie // xi fkk 1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047534601</link>
         <description><![CDATA[<div>sistem flokulasi dan sistem deflokulasi adalah sistem pembentukan suspensi yg merupakan suatu peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper yg terjadi dalam rentang waktu yg berbeda</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:37:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047534601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahmalia Aqillah XI FKK 2(Sistem flokulasi dan Deflokulasi )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047535499</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:38:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047535499</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahma Mekar M </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047535621</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Pembuatan Suspensi<br>1. Fase Dispersi<br>Yaitu bahan-bahan suspensi dicampurkan dan diaduk hingga semua bahan terdispersi.<br>2. Fase Presipitasi&nbsp;<br>Yaitu obat dilarutkan terlebih dahulu sesuai kondisi yang dibutuhkan kemudian diendapkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:38:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047535621</guid>
      </item>
      <item>
         <title>akbrr</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047535881</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya atw mengendapnya fase terdisper  antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dlm rentang waktu yg berbeda. dmn pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dngn deflokulasi. Namun endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali sedangkan endapan deflokulasi tdk karena telah terbentuk caking, hal ini disebabkan oleh ukuran partikel pada suspensi yg terdeflokulasi sangat kecil, hingga membentuk ikatan antar partikel yang erat dan padat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:38:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047535881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Fatimah (Flokulasi dan Deflokulasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536079</link>
         <description><![CDATA[<div>Sistem Pembentukan Suspensi<br>1. Sistem Flokulasi<br>&nbsp; &nbsp;Dalam sistem flokulasi, partikel flokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan pada penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali.<br>2. Sistem Deflokulasi<br>&nbsp;   Partikel deflokulasi mengendap perlahan dan akhirnya membentuk sedimen, akan terjadi agregasi, dan akhirnya terbentuk cake yang keras dan sukar tersuspensi kembali.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:38:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536079</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marsha Nabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536097</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Flokulasi dan deflokulasi <br></strong>memisahnya atau mengendapnya fase terdisper<br>antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:38:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536097</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vidya Agnisyia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536742</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam flokulasi dan deflokulasi, peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:39:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536742</guid>
      </item>
      <item>
         <title>virlie // xi fkk 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536818</link>
         <description><![CDATA[<div>sistem flokulasi dan sistem deflokulasi adalah sistem pembentukan suspensi yg merupakan suatu peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper yg terjadi dalam rentang waktu yg berbeda</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:39:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536818</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Viola Octavia Rahmawati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536899</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Metode Flokulasi &amp; Deflokulasi <br><br><strong>Flokulasi</strong> dan <strong>deflokulasi</strong> adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:39:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047536899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Delian Sabilah (XI-FKK 1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047537340</link>
         <description><![CDATA[<div>sistem flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:39:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047537340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifa Rizkia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047537456</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Flokulasi dan deflokulasi</strong> adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:39:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047537456</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Sheila AA sistem suspensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047537817</link>
         <description><![CDATA[<div>Ada 2 sistem suspensi:<br>1. Deflokulasi&nbsp;<br>2.flokulasi<br>Flokulasi itu pembentukan gumpalan /endapan dengan partikel partikel halus,sedangkan deflokulasi itu dispersi/penyebaran gumpalan untuk membentuk koloid yang stabil.<br>Atau peristiwa memisahnya (mengendapnya pendispersi terjadi pada rentang waktu yang berbeda).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:40:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047537817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amelia Haura salsabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538266</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Flokulasi dan deflokulasi</strong> adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:40:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>niken salsabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538290</link>
         <description><![CDATA[<div>•Sistem flokulasi berarti partikel mengendap secara berkelompok dan mengendap bersama-sama. Dalam sistem flokulasi partikel yang mengendap tersebut akan mudah terdispersi kembali dengan pengocokan. Pengendapan jenis ini tidak membentuk endapan yang liat atau cake.<br>•Dalam sistem deflokulasi berarti partikel mengendap sindiri-sendiri secara perlahan tergantung pada jaraknya dari dasar dan perbedaan ukurannya. Suspensi deflokulasi tekanannya lebih besar pada dasar wadah, volume sedimentasi yang terbentuk kecil terlihat keruh jadi terlihat lebih stabil. Tetapi pengendapan ini kadang susah untuk terdispersi meski sudah dilakukan pengocokan terlebih dahulu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:40:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ane Cahyani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538606</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Flokulasi dan deflokulasi<br></strong> Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Demi menjaga kestabilan sediaan suspensi, sebaiknya sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan atau tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:40:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538606</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggi anggraeni (sistem suspensi) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538656</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Flokulasi dan deflokulasi</strong> adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.<br><br>perbedaan nya kalau flokulasi endapannya tidak rapat atau berongga sehingga ketika nanti sediaan dikocok maka akan lebih mudah terdipersi kembali.&nbsp;<br><br>sedangkan deflokulasi pengendapan terjadi secara perlahan lahan dan akhirnya mengeras sehingga sukar terdisperi kembali.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:40:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538656</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bunga P</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538776</link>
         <description><![CDATA[<div>-Dalam sistem flokulasi, partikel obat terflokulasi merupakan agregat yang bebas dalam ikatan lemah. Pada sistem ini peristiwa sedimentasi terjadi dengan cepat dan partikel mengendap sebagai flok (kumpulan partikel). Sedimen tersebut dalam keadaan bebas, tidak membentuk cake yang keras serta mudah terdispersi kembali ke bentuk semula. Sistem ini kurang disukai karena sedimentasi terjadi dengan cepat dan terbentuk lapisan yang jernih diatasnya<br><br>-Dalam sistem deflokulasi, partikel deflokulasi mengendap perlahan-lahan dan akhirnya membentuk cake yang keras dan sukar terdispersi kembali. Pada metode ini partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain, dan masing-masing partikel mengendap secara terpisah. Metode ini lebih banyak disukai karena tidak terjadi lapisan yang bening (berkabut) dan terbentuk endapan secara perlahan.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:40:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538776</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sifa Sonia Fadila ramadan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538870</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam sistem flokulasi, partikel mengendap secara berkelompok dan mengendap bersama-sama.Partikel tersuspensi saling terikat dengan ikatan yang lemah membentuk jaring; karena beratnya bertambah, maka pengendapan terjadi serta membawa partikel-partikel tersuspensi lainnya yang terjerat dibawahnya (tengah jaring), dalam sistem flokulasi partikel yang mengendap tersebut akan mudah terdispersi kembali dengan pengocokan. Pengendapan jenis ini tidak membentuk endapan yang liat (cake).<br><br></div><div>Sistem flokulasi yang dimaksudkan untuk penggunaan oral, parenteral, ophtalmik atau topikal biasanya mempunyai kemampuan mengalir yang buruk karena partikelnya berkelompok.Sifat ini diperbaiki dengan penambahan koloid pelindung.Koloid pelindung tidak mengurangi tegangan antar muka sehingga berbeda dengan surfaktan.Larutan koloid mempunyai viskositas yang berbeda dan digunakan dalam konsentrasi yang tinggi dibanding surfaktan. Koloid pelindung juga berbeda dari bahan pemflokulasi dalam hal efeknya sehingga tidak hanya berkemampuan meningkatkan zetha potensial tetapi juga membentuk penghalang mekanik atau melapisi sekeliling partikel, sehingga partikel tidak terikat kuat satu sama lainnya.Suspensi untuk pengobatan harus segera terdispersi dengan pengojokan lunak sehingga diperoleh takaran yang sama.<br><br></div><div>Kecenderungan partikel untuk terflokulasi tergantung pada kekuatan tarikan dan penolakan diantara partikel. Bila penolakan cukup kuat, partikel-partikel tetap terdipersi dan bila tidak, maka akan terjadi koagulasi. Misalnya : suspensi partikel-partikel tanah liat bila ditambah NaCl dalam jumlah yang semakin besar maka kekuatan penolakan semakin berkurang dan akhirnya kekuatan penolakan tersebut tidak bisa lagi melawan kekuatan tarikan London ( Van Der Waals ) sehingga system terflokulasi.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:40:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047538870</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Angga jr</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047539278</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Flokulasi dan deflokulasi</strong> adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Demi menjaga kestabilan sediaan suspensi, sebaiknya sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan atau tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:41:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047539278</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mufti Atul Akbar Fadilah (Flokulasi dan Deflokulasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047539542</link>
         <description><![CDATA[<div>Sistem Pembentukan Suspensi ada dua, yaitu :<br>1. Sistem Flokulasi<br>&nbsp; &nbsp;Dalam sistem flokulasi, partikel flokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan pada penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali.<br>2. Sistem Deflokulasi<br>&nbsp; Partikel deflokulasi mengendap perlahan dan akhirnya membentuk sedimen, akan terjadi agregasi, dan akhirnya terbentuk cake yang keras dan sukar tersuspensi kembali.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:41:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047539542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Annisa Fitria Anggraeni( Sistem Flokulasi &amp; Sistem Deflokuasi) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047539595</link>
         <description><![CDATA[<div>Sistem flokulasi</div><div>Dalam sistem flokulasi, partikel terflokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan</div><div>&nbsp;pada penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali.</div><div>&nbsp;</div><div>Sistem deflokulasi</div><div>Dalam sistem deflokulasi partikel deflokulasi mengendap perlahan dan akhirnya</div><div>membentuk sedimen, dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras</div><div>dan sukar tersuspensi kembali</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:41:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047539595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resta (Sistem Flokulasi dan Deflokulasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047539860</link>
         <description><![CDATA[<div>Sistem flokulasi, partikel mengendap secara berkelompok dan mengendap bersama sama. Pengendapan jenis ini tidak membentuk endapan yang liat (cake).<br><br>Sistem deflokulasi, partikel mengendap sendiri- sendiri secara perlahan tergantung pada jaraknya dasar dan perbedaan ukurannya.<br>Pengendapan ini dapat membentuk endapan yang liat (cake).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:41:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047539860</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sifa Sonia Fadila Ramadan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047540561</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.&nbsp; Demi menjaga kestabilan sediaan suspensi, sebaiknya sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan atau tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari. Dan hal penting dalam penggunaan sediaan suspensi adalah mengocoknya terlebih dahulu sebelum digunakan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:42:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047540561</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ramadhan Ihsan M</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047540583</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa mengendapnya fase terdisper antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:42:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047540583</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reva Putri Nabilah (pembentukan suspensi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047540884</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembentukan suspensi terbentuk dari dua sistem yaitu sistem flokulasi dan sistem deflokulasi. Yaitu&nbsp;<br>peristiwa memisahnya antara fase terdispersi dan fase pendispersi dalam waktu yang berbeda. Pada flokulasi dua fase itu terpisahnya lebih cepat dari pada deflokulasi, tapi endapan dari flokulasi bisa didispersikan lagi sedangkan endapan deflokulasi tidak karena telah terbentuk caking karena ukuran partikel pada suspensi yg terdeflokulasi sangat kecil, jadi membentuk ikatan antar partikel yang erat dan padat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:42:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047540884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fathira Raihan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047541351</link>
         <description><![CDATA[<div>Sistem suspensi secara flokulasi yaitu ketika suspensi mengendap waktu pengendapannya terjadi lebih cepat dibanding deflokulasi. Lalu endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali tetapi deflokulasi tidak dapat karena butiran dari zat tersebut saling lengket atau caking.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:42:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047541351</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Naila zhlwa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047541567</link>
         <description><![CDATA[<div>flokulasi adalah pembentukan gumpalan dengan penggumpalan partikel-partikel halus, sedangkan deflokulasi adalah dispersi gumpalan untuk membentuk koloid yang stabil. Flokulasi mengacu pada pembentukan rumpun dari partikel halus dalam koloid.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:43:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047541567</guid>
      </item>
      <item>
         <title>syamia aulia ( sistem flokulasi dan deflokulasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047541896</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi. Namun, endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali sedangkan endapan deflokulasi tidak karena telah terbentuk caking, hal ini disebabkan oleh ukuran partikel pada suspensi yang terdeflokulasi sangat kecil, hingga membentuk ikatan antar partikel yang erat dan padat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:43:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047541896</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sofi Aurelia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047541978</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi.&nbsp;<br><strong>flokulasi</strong> adalah pembentukan gumpalan dengan penggumpalan partikel-partikel halus, sedangkan <strong>deflokulasi</strong> adalah dispersi gumpalan untuk membentuk koloid yang stabil.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:43:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047541978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reza Rahman A </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047542132</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Demi menjaga kestabilan sediaan suspensi, sebaiknya sediaan suspensi disimpan pada suhu ruangan atau tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari. Hal penting dalam penggunaan sediaan suspensi adalah mengocoknya terlebih dahulu sebelum digunakan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:43:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047542132</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Neneng Reva</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047542336</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembentukan suspensi terdiri dari dua sistem yaitu sistem flokulasi dan sistem deflokulasi. Dalam flokulasi dan deflokulasi, peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi. Namun, endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali sedangkan endapan deflokulasi tidak karena telah terbentuk caking, hal ini disebabkan oleh ukuran partikel pada suspensi yang terdeflokulasi sangat kecil, hingga membentuk ikatan antar partikel yang erat dan padat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047542336</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahma Mekar M </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047542664</link>
         <description><![CDATA[<div>"Sistem Flokulasi dan Deflokulasi"<br><br>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.<br>1. Sistem Flokulasi&nbsp;<br>Yaitu terpisahnya dua fase lebih cepat dan endapan dapat didispersikan kembali.<br>2. Sistem Deflokulasi&nbsp;<br>Yaitu partikel mengendap sindiri-sendiri secara perlahan tergantung pada jaraknya dari dasar dan perbedaan ukurannya juga tidak dapat didispersikan kembali karena telah terbentuk caking, hal ini disebabkan oleh ukuran partikel pada suspensi yang terdeflokulasi sangat kecil, hingga membentuk ikatan antar partikel yang erat dan padat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:44:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047542664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Firyaldin Al Fikri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047543759</link>
         <description><![CDATA[<div>- Flokulasi adalah pembentukan gumpalan dengan agregasi partikel halus dalam suspensi. Gumpalan ini disebut flok atau serpihan. Flokulasi dapat terjadi secara spontan atau karena penambahan agen klarifikasi. Namun, pembentukan flok ini berbeda dengan pengendapan. Sebab, dalam presipitasi, komponen terlarut membentuk padatan sedangkan pada flokulasi, komponen terlarut membentuk padatan<br><br>- Deflokulasi adalah penyebaran flok dalam suspensi. Deflokulan dapat membuat hal ini terjadi dengan meningkatkan potensial zeta (perbedaan potensial yang ada antara permukaan partikel padat yang direndam dalam cairan konduksi (misalnya air) dan sebagian besar cairan) dan gaya tolak antar partikel<br><br>- Perbedaan utama antara flokulasi dan deflokulasi adalah bahwa flokulasi adalah pembentukan flok oleh penggumpalan partikel halus sedangkan deflokulasi adalah dispersi flok untuk membentuk koloid yang stabil. Selain itu, flokulasi terjadi ketika agen klarifikasi ditambahkan sementara deflokulasi terjadi ketika deflokulan ditambahkan<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:44:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047543759</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Denia ~ Sistem Pembentukan Suspensi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047544332</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Sistem Flokulasi&nbsp;<br>dalam sistem flokulasi, partikel flokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan pada penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali.<br>2. Sistem Deflokulasi&nbsp;<br>partikel deflokulasi mengendap perlahan dan akhirnya membentuk sedimen, akan terjadi agregasi, dan akhirnya terbentuk cake yang keras dan sukar tersuspensi kembali&nbsp;<br><br>Secara umum sifat partikel flokulasi dan deflokulasi :&nbsp;<br>- Flokulasi&nbsp;<br>1. partikel merupakan agregat yang bebas<br>2. Sedimentasi terjadi cepat<br>3. Sedimen terbentuk cepat<br>4. Sedimen tidak membentuk cake yang keras dan padat dan mudah terdispersi kembali seperti semula<br>5. wujud suspensi kurang bagus sebab sedimentasi terjadi cepat dan di atasnya terjadi daerah cairan yang jernih dan nyata<br>- Deflokulasi&nbsp;<br>1. partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lainnya<br>2. Sedimentasi yang terjadi lambat, masing-masing partikel mengendap terpisah dan prtikel berada dalam ukuran yang kecil&nbsp;<br>3. Sedimen terbentuk lambat<br>4. Akhirnya sedimen akan membentuk cake yang keras dan sukar terdispersi kembali&nbsp;<br>5. wujud suspensi bagus karena zat tersuspensi dalam waktu relatif lama. Terlihat bahwa ada endapan dan cairan atas berkabut </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:45:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047544332</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rieva (Flokulasi dan Deflokulasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047544705</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya atau mengendapnya fase terdisper antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi dan endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali sedangkan deflokulasi mengendap perlahan-lahan dan akhirnya membentuk caking yang keras dan sukar terdispersi kembali.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:45:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047544705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aulia Nadilla Alting</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047545376</link>
         <description><![CDATA[<div>Sistem suspensi flokulasi mengendap dalam bentuk kelompok sehingga endapan yang terbentuk kurang rapat/berrongga. Rongga inilah yang kemudian dimasuki oleh fase cair sehingga ketika sediaan suspensi dikocok akan lebih mudah didispersikan(tercampurkan) kembali. Sedangkan dalam sistem deflokulasi, partikelnya mengendap perlahan-lahan dan akhirnya membentuk massa yang keras dan sukar terdispersi kembali. Pada metode ini partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain, dan masing-masing partikel mengendap secara terpisah. Pengendapan jenis ini kesulitan dalam meredispersi sediaan walaupun sudah dilakukan pengocokan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:46:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047545376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dinda Nazwa Maharani </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047545683</link>
         <description><![CDATA[<div>Sistem Flokulasi dan Deflokuasi&nbsp;<br><br>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.<br><br>Perbedaan:<br>Dalam sistem flokulasi, partikel mengendap secara berkelompok.Partikel tersuspensi saling terikat dengan ikatan yang lemah membentuk jaring; karena beratnya bertambah, maka pengendapan terjadi serta membawa partikel-partikel tersuspensi lainnya yang terjerat dibawahnya, dalam sistem flokulasi partikel yang mengendap tersebut akan mudah terdispersi kembali dengan pengocokan.<br><br>Dalam sistem deflokulasi, partikel mengendap sendiri-sendiri secara perlahan tergantung pada jaraknya dari dasar dan perbedaan ukurannya. Partikel akan menyusun dirinya dan mengisi ruang-ruang kosong saat mengendap dan akhirnya membentuk sedimen tertutup dan terjadi agregasi, selanjutnya membentuk cake yang keras dan sulit terdispersi kembali.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:46:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047545683</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047545942</link>
         <description><![CDATA[<div>Ryan Hidayat<br><br>Perbedaan utama antara flokulasi dan deflokulasi adalah bahwa flokulasi adalah pembentukan flok oleh penggumpalan partikel halus, endapan lebih cepat. sedangkan deflokulasi adalah dispersi flok untuk membentuk koloid yang stabil.endapan lebih lambat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:46:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047545942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Astri Rahmawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047546039</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper)&nbsp; antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.</div><div>Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan&nbsp; deflokulasi. Namun, endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali sedangkan&nbsp; endapan deflokulasi tidak karena telah terbentuk caking, hal ini disebabkan oleh ukuran&nbsp; partikel pada suspensi yang terdeflokulasi sangat kecil, hingga membentuk ikatan antar&nbsp; partikel yang erat dan padat.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:46:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047546039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hilda Lefaralia K (Sistem Flokulasi dan Deflokulasi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047546074</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi. Namun, endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali sedangkan endapan deflokulasi tidak karena telah terbentuk caking, hal ini disebabkan oleh ukuran partikel pada suspensi yang terdeflokulasi sangat kecil, hingga membentuk ikatan antar partikel yang erat dan padat. Perbedaan utama antara flokulasi dan deflokulasi adalah itu flokulasi adalah pembentukan gumpalan dengan penggumpalan partikel-partikel halus, sedangkan deflokulasi adalah dispersi gumpalan untuk membentuk koloid yang stabil. Flokulasi mengacu pada pembentukan rumpun dari partikel halus dalam koloid.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:46:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047546074</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sovi Aulia Ardhana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047546123</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya (mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda. Dimana pada flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan dengan deflokulasi. Namun, endapan dari flokulasi dapat didispersikan kembali sedangkan endapan deflokulasi tidak karena telah terbentuk caking, hal ini disebabkan oleh ukuran partikel pada suspensi yang terdeflokulasi sangat kecil, hingga membentuk ikatan antar partikel yang erat dan padat.<br><br><br><br>1. Sistem flokulasi<br>-Partikel beragregat dengan ukuran besar<br>-Sedimentasi cepat&nbsp;<br>-Endapan longgar mudah diresuspensikan kembali (tidak terjadi cake)<br>-Volume sedimentasi besar<br><br>2. Sistem deflokulasi<br>-Partikel terdispersi sebagai unit terpisah&nbsp;<br>-Sedimentasi lambat<br>- Endapan kompak/memadat → terbentuk cake Volume&nbsp;<br>- sedimentasi kecil</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:46:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047546123</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasna Haifa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047547341</link>
         <description><![CDATA[<div>Sintem Flokulasi dan Deflokulasi adalah peristiwa memisahnya ( mengendapnya fase terdisper) antara fase terdisper dan fase pendisper terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.&nbsp;<br>Perbedaan nya flokulasi mengendap dalam bentuk agregat (kelompok) sehingga endapan yang terbentuk kurang rapat (berongga) rongga ini lah yang kemudian dimasuki oleh fase cair sehingga ketika sediaan suspendi dikocok maka akan lebih mudah didispersikan (tercampurkan)&nbsp;<br>Flokulasi terpisahnya dua fase tersebut lebih cepat dibandingkan Deflokulasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:47:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047547341</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lita Nur Latifah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047549402</link>
         <description><![CDATA[<div>Flokulasi dan deflokulasi adalah peristiwa memisahnya fase terdisper dan pendisper. (mengendapnya fase terdisper)<br>1. Flokulasi<br>Flokulasi adalah pembentukan gumpalan dengan agregasi partikel halus dalam suspensi. Gumpalan ini disebut flok atau serpihan. Flokulasi dapat terjadi secara spontan atau karena penambahan agen klarifikasi.<br>2. Deflokulasi<br>Deflokulasi adalah penyebaran flok dalam suspensi. Deflokulan dapat membuat hal ini terjadi dengan meningkatkan potensial zeta (perbedaan potensial yang ada antara permukaan partikel padat yang direndam dalam cairan konduksi (misalnya air) dan sebagian besar cairan) dan gaya tolak antar partikel.<br><br>Perbedaan antara flokulasi dan deflokulasi yaitu jika flokulasi adalah pembentukan gumpalan dengan penggumpalan partikel-partikel halus, sedangkan deflokulasi adalah dispersi gumpalan untuk membentuk koloid yang stabil.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-15 01:48:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhitiadoank/mq07pdddsjwh60f0/wish/2047549402</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
