<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Materi Biologi Kelas 10 by Talitha Tabina</title>
      <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks</link>
      <description>Stay positive while doing this :)))</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-26 07:16:49 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-30 15:00:35 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Bab 1 - Ruang Lingkup Biologi - Mengenal Biologi</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2114645525</link>
         <description><![CDATA[<div>Biologi berasal dari kata <strong>bios yang artinya kehidupan</strong> dan <strong>logos yang artinya ilmu.</strong> Maka biologi adalah <strong>ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. </strong><br><br>Ilmu sains adalah ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran dan pembuktian. Serta <strong>memiliki 4 karakteristik</strong>, yaitu:<br><mark>- Rasional = Dihasilkan dari kegiatan berpikir logis<br>- Empiris = Dapat dibuktikan dengan pengamatan, penelitian, dan eksperimen<br>- Objektif = Kebenaran sesuai data yang ada<br>- Akumulatif = Ilmu pengetahuan berkembang<br></mark><br>Objek kajian biologi adalah <strong>semua yang berkaitan dengan kehidupan.</strong> Seperti makhluk hidup, interaksi antar makhluk hidup, asal usul makhluk hidup.<br><br>Ciri - ciri makhluk hidup <br><strong>A. Pelajaran SMP:&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>1. Tumbuh dan berkembang&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; <br>2. Berkembang biak<br>3. Peka terhadap rangsang<br>4. Bergerak<br>5. Bernapas<br>6. Memerlukan makanan atau nutrisi<br>7. Mengeluarkan zat sisa <br><br><strong>B. Ketetapan peneliti:</strong><br>1. Tumbuh dan berkembang<br>2. Berkembang biak<br>3. Peka terhadap rangsang<br>4. Tubuh terstruktur (Sel, jaringan, organ)<br>5. Butuh energi (Bernapas)<br>6. Kemampuan regulasi (Mengeluarkan zat sisa)<br>7. Adaptasi dan evolusi&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-26 07:49:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2114645525</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab 2 - Keanekaragaman Hayati - Konsep Keanekaragaman Hayati</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2114748122</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Keanekaragaman hayati (biodiversitas)</strong> adalah keanekaragaman pada makhluk hidup yang menunjukkan adanya variasi ukuran, morfologi, dan ciri lain. <strong>Menurut UU Nomer 5 Tahun 1994</strong>, Variasi/keanekaragaman diantara makhluk hidup dari semua sumber, baik daratan lautan atau sumber akuatik lainnya. <br><br>Faktor penyebab keanekaragaman hayati:<br><mark>A. Genetik = Gen penentu sifat<br></mark>Faktor keturunan (genetik) disebabkan oleh adanya gen yang akan memberikan sifat dasar atau sifat bawaan. Sifat bawaan terkadang tidak muncul (tidak tampak) karena faktor lingkungan. Materi genetik yang sama dalam lingkungan yang berbeda akan menghasilkan sifat yang berbeda. <br><mark><br>B. Lingkungan = Iklim, alam, dan bentang alam</mark><br><strong>1. Faktor klimatik (iklim)</strong> seperti temperatur, kelembapan, curah hujan, dan angin dapat memengaruhi keanekaragaman hayati. <br><br><strong>2. Faktor edafik (tanah)</strong> seperti relief tanah atau tinggi rendahnya permukaan bumi yang diukur dari ketinggian air laut dapat memengaruhi keanekaragaman hayati. <br><br>3. <strong>Faktor fisiografik (keadaan bentang alam suatu negara)</strong> seperti adanya gunung, gurun, sungai, laut, atau tebing di suatu negara dapat memengaruhi persebaran flora dan faunanya. <br><br><mark>Interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan akan menghasilkan keanekaragaman hayati.</mark><br><br>Tingkat keanekaragaman hayati:<br><strong>A. Tingkat gen</strong><br>Keanekaragaman yang terjadi dalam satu jenis gen atau satu jenis spesies. <strong>Gen adalah unit fungsional dari DNA yang mengatur pewarisan suatu sifat makhluk hidup.</strong> Setiap spesies dapat berbeda-beda karena terdapat perbedaan susunan gen. <mark>Kunci = satu spesies dan bisa dikawinkan.</mark> Contoh:<br>- Manusia berambut lurus dan berambut keriting (Homo sapiens)<br>- Mangga harumanis dan mangga manalagi (Mangifera indica)<br>- Kucing persia dan kucing himalaya (Felis catus)<br>- Padi ketan dan padi rojolele (Oryza Sativa)<br>- Anjing bulldog, anjing labrador retriever, dan anjing poodle (Canis familiaris)<br>- Cabai merah besar, cabai keriting, cabai hijau, paprika (Capsicum annuum)<br><br><strong>B. Tingkat jenis/spesies</strong><br>Keanekaragaman yang dapat ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai spesies yang hidup di suatu tempat. <strong>Spesies adalah</strong> <strong>individu yang bisa saling kawin dan menghasilkan anakan fertil atau anaknya bisa menghasilkan keturunan lagi.</strong> <mark>kunci = satu genus.</mark> Contoh:<br>- Kucing, harimau, singa (Feliceae)<br>- Mawar berbeda warna (Rosa)<br>- Jeruk bali, keprok, nipis (Rutaceae)<br>- Rumput teki, padi, jagung (Graminae)<br>- Kentang, tomat, terung ungu, terung belanda (Solanaceae)<br>- Pohon kelapa, pinang, aren, sawit (Arecaceae)<br>- Cabai merah besar, cabai rawit, cabai gendol, cabai rocoto (Capsicum)<br><br><strong>C. Tingkat ekosistem</strong><br>Keanekaragaman yang terjadi akibat adanya perbedaan abiotik dan biotik dalam ekosistem. <strong>Ekosistem adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup sebagai faktor biotik dengan lingkungannya sebagai faktor abiotik.</strong> Contohnya:<br>- Ekosistem pada air tawar<br>- Ekosistem pada air laut<br>- Bioma hutan hujan<br>- Bioma gurun</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-26 11:20:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2114748122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab 3 - Klasifikasi pada Makhluk Hidup - Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2126941651</link>
         <description><![CDATA[<div>Klasifikasi makhluk hidup adalah p<strong>engelompokkan makhluk hidup berdasarkan karakteristik unik tertentu yang dimilikinya.</strong> Ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip atau aturan pengelompokkan/pengkalsifikasian makhluk hidup disebut <strong>taksonomi</strong>. Bapak taksonomi adalah <strong>Carolus Linnaeus.</strong><br><br>Tujuan klasifikasi makhluk hidup:<br>- Mempermudah dalam mempelajari objek studi<br>- Mengetahui hubungan kekerabatan<br>- Mengetahui peran atau manfaat makhluk hidup dalam ekosistem<br><br>Dasar pengelompokkan makhluk hidup:<br>- Morfologi (struktur bagian luar makhluk hidup)<br>- Anatomi (struktur bagian dalam makhluk hidup)<br>- Komponen biokimia (DNA atau protein)<br>- Cara reproduksi<br>- Filogeni (kekerabatan)<br>- Manfaat atau kegunaan<br><br>Sistem klasifikasi makhluk hidup<br><strong>A. Berdasarkan pengelompokkannya<br>1. Sistem klasifikasi artifisial</strong><br><mark>Pengelompokkan berdasarkan pada persamaan atau perbedaan satu atau beberapa karakter atau ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup.</mark> Berikut tokoh yang menganut sistem kalsifikasi artifisial.<br>&gt; <strong>Aristoteles</strong>, mengklasifikasikan hewan berdasarkan:<br>1. Habitat. Misalnya hewan akuatik dan hewan terestial.<br>2. Perkembangan embrio. Misalnya hewan vivipar, ovipar, dan ovovivipar.<br>3. Kebiasaan. Misalnya herbivora, karnivora, dan omnivora.<br><br>&gt; <strong>Theophrastus</strong>, mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan ukuran dan struktur. Misalnya tumbuhan herba, tumbuhan semak, dan tumbuhan pohon.<br><br>&gt; <strong>Carolus Linnaeus</strong>, mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan jumlah, susunan, dan bergabung atau tidaknya organ reproduksi yang dimiliki. Misalnya monandria, diandria, triandria, dan poliandria.<br><br>&gt; <strong>Manusia</strong>, mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan manfaat. Misalnya tanaman hias dan tanaman obat.<br><br><strong>2. Sistem klasifikasi natural</strong><br><mark>Pengelompokkan berdasarkan lebih banyak ciri, sehingga menunujukkan hubungan kekerabatan.</mark> Sistem klasifikasi natural dipertimbangkan dari ciri:<br>1. Morfologi<br>2. Anatomi<br>3. Sitologi<br>4. Fisiologi <br>5. Ontogeni<br>6. Biokimia<br><br>Berikut tokoh yang menganut sistem klasifikasi natural. <br>&gt; <strong>John Ray</strong>, mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan cara bereproduksi. Contohnya monokotil, dikotil, cryptogram. <br>&gt; <strong>George Bentham dan J. D. Hooker</strong>, mengklasifikasikan tumbuhan berbiji. Misalnya gymnospermae, monocotlydoneae, dan dycotiledoneae.<br><br>Contoh lainnya:<br>&gt; Pengelompokkan hewan <strong>berdasarkan</strong> <strong>ada atau tidaknya tulang belakang.</strong> Misalnya invertebrata dan vertebrata.<br>&gt; Pengelompokkan hewan <strong>berdasarkan alat gerak.</strong> Misalnya hewan berkaki dua, berkaki empat, bersayap, dan bersirip.<br>&gt; Pengelompokkan hewan <strong>berdasarkan penutup tubuh. </strong>Misalnya hewan berambut, berbulu, dan berisisik.<br><br><strong>3. Sistem klasifikasi filogenetik<br></strong><strong><mark>Pengelompokkan berdasarkan hubu</mark></strong><mark>ngan kekerabatannya secara genetik atau evolusinya.</mark>&nbsp; Sistem ini menggunakan kladogram/pohon filogeni. Charles Darwin adalah orang yang menunjukkan pohon filogeni pertama kali. Setelah itu dikembangkan lagi oleh Engler, Prantl, Hutchison, Takhtajan, dan Cronquist. <br><br><strong>Karakteristik sistem klasifikasi filogenetik:<br></strong>&gt; Tidak melibatkan nama spesies<br>&gt; Terbatas pada organisme yang memiliki hubungan dengan nenek moyang<br>&gt; Tujuan utamanya adalah untuk menunjukkan proses evolusi<br>&gt; Memberlakukan semua level di kladogram yang sama<br>&gt; Levek di pohon filogeni tidak terbatas <br><br>Takson adalah <strong>kelompok makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri yang dimilikinya.</strong> Ranking atau status tekson disebut <strong>kategori. <br><br></strong><mark>*Semakin ke bawah semakin banyak persamaannya. Sebaliknya, semakin ke atas semakin sedikit persamaannya.<br>*Semakin ke bawah semakin sedikit anggotanya. Sebaliknya, semakin ke atas semakin banyak anggotanya.</mark><br><br>Tokoh yang berperan dalam perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup:<br>1. Ernst Haeckel<br>2. Herbert Copeland<br>3. Robert Harding Whittaker<br>4. Carl Woese<br>5. Cavalier Smith<br>6. Michael Ruggiero<br><strong><br></strong>Tingkatan takson makhluk hidup:<br><strong>A. Domain (Superkingdom)<br></strong>Di dalam domain, terdapat 3 takson, yaitu:<br>1. Archae<br>2. Bacteria<br>3. Eukarya<br><br><strong>B. Kingdom (Kerajaan) <br></strong>Misalnya di dalam takson eukarya, terdapat 4 kingdom, yaitu:<br>1. Protista<br>2. Fungi<br>3. Plantae<br>4. Animalia<br><br><strong>C. Filum/Divisi<br></strong>Misalnya di dalam kingdom animalia terdapat filum chordata.<br>Sedangkan di dalam kingdom plantae terdapat divisi spermatophyta.<br><br><strong>D. Classis (Kelas)<br></strong>Misalnya di dalam filum chordata, terdapat 3 kelas:<br>1. Mamalia<br>2. Pisces<br>3. Aves <br><br>Sedangkan di dalam divisi spermatophyta, terdapat 2 kelas:<br>1. Monocotyledonae<br>2. Dicotyledonae<br><mark>*Pada divisi biasanya berakhiran -phyta.<br></mark><br><strong>E. Ordo (Bangsa)<br></strong>Misalnya di dalam kelas mamalia, terdapat 3 ordo:<br>1. Karnivora<br>2. Rodensia<br>3. Primata<br><br>Sedangkan di dalam kelas monotyledonae, terdapat 3 ordo:<br>1. Arecales<br>2. Poales<br>3. Zingiberales<br><mark>*Pada ordo tumbuhan biasanya berakhiran -ales.<br></mark><strong><br>F. Famili (Suku)<br></strong>Misalnya ordo mamalia memiliki famili felidae.<br>Sedangkan ordo poales memiliki famili poaceae.<br><mark>*Pada kategori famili hewan biasanya berakhiran -ae.<br>*Pada kategori famili tumbuhan biasanya berakhiran -aceae.<br></mark><strong><br>G. Genus (Marga)<br></strong>Misalnya famili felidae memiliki genus <em>felis</em>.<br>Sedangkan femili poaceae memiliki genus <em>oryza</em>.<br><strong><br>H. Spesies (Jenis)<br></strong>Misalnya genus <em>felis </em>memiliki spesies <em>felis catus</em>.<br>Sedangkan genus <em>oryza </em>memiliki spesies <em>oryza sativa</em>.<br><br></div><div><strong>Tahapan klasfikasi makhluk hidup:<br></strong>1. Identifikasi makhluk hidup<br>2. Pengelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang sesuai<br>3. Pemberian nama<br><br></div><div><mark>Binomial Nomenklatur = Sistem tata nama ganda.</mark> Sistem ini diperkenalkan pertama kali oleh <strong>Carolus Linnaeus</strong>. Binomial nomenklatur bertujuan supaya <strong>penyebutan suatu spesies antar wilayah atau negara sama. <br><br>Aturan Binomial Nomenklatur:<br></strong>1. Ditulis dalam bahasa latin<br>2. Terdiri dari dua kata, kata pertama sebagai penunjuk genus dan kata kedua sebagai penunjuk spesies<br>3. Kapital pada huruf pertama dan kata pertama<br>4. Ditulis miring atau diberi garis bawah secara terpisah<br>5. Nama deskriptor (penemu) ditulis dengan huruf tegak dan tanpa digarisbawah<br>6. Nama varietas ditulis setelah deskriptor dan ditulis miring<br><mark>Contoh: </mark><em><mark>Oryza Sativa </mark></em><mark>L. var. </mark><em><mark>glutinosa</mark></em><br><br>Penulisan pada makalah:<br>7. Disebut lengkap saat pertama disebutkan, tetapi boleh disingkat setelahnya. <br><mark>Contoh: </mark><em><mark>Felis Catus</mark></em><mark> -&gt; </mark><em><mark>F. catus<br><br></mark></em>8. Penulisan penunjuk spesies, boleh disingkat tidak spesifik. Ditulis dalam huruf tegak. <br><mark>Contoh: </mark><em><mark>Felis </mark></em><mark>sp.</mark><em><mark> </mark></em><mark>(sp jika tunggal)<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; </mark><em><mark>Felis </mark></em><mark>spp. (spp jika jamak)</mark><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-03 06:23:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2126941651</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gambar Kladogram</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2126944514</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1643351573/de28b3942cab2a24eeca169da9910866/image.png" />
         <pubDate>2022-04-03 06:31:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2126944514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penjelesan Kategori dan Takson</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2126945399</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1643351573/e6c08588a9309f897d2b509b2fab2f21/image.png" />
         <pubDate>2022-04-03 06:32:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2126945399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rumus Jitu Taksonomi</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2126956141</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1643351573/70955cfbb9150473a87c4e1d551f9a78/image.png" />
         <pubDate>2022-04-03 06:59:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2126956141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab 1 - Virus - Apa itu virus?</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2327692856</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>I. Sejarah Penemuan Virus<br></strong>Pada<mark> tahun 1883, Adolf Mayer</mark> melakukan penelitian pada tembakau yang terkena penyakit mosaik (TMV) dengan menumbuk tembakau yang terinfeksi dan mengoleskan getah yang dihasilkan ke tembakau yang masih sehat. Setelah berkali-kali melakukannya, dia mengambil kesimpulan bahwa <strong><mark>penyakit mosaik disebabkan oleh bakteri yang berukuran sangat kecil</mark></strong> karena tidak dapat dilihat oleh mikroskop kaca.<br><br>Pada <mark>tahun 1892</mark>, hipotesis Adolf kemudian diuji oleh<mark> Dmitri Ivanovsky</mark>, seorang ahli biologi dari Rusia. Ia mengambil ekstrak tembakau yang terinfeksi kemudian menuangkannya ke dalam tabung dengan penyaring lapisan lilin supaya menghilangkan segala macam bakteri yang terdapat pada tembakau. Namun hasilnya, ekstrak tanaman tersebut masih bisa menginfeksi tanaman tembakau lainnya. Dia mengambil kesimpulan bahwa <strong><mark>penyakit mosaik disebabkan oleh bakteri yang berukuran sangat kecil atau bakteri penyebab penyakit mosaik menghasilkan racun sehingga dapat menginfeksi meskipun telah disaring berkali-kali.</mark></strong><br><br>Pada <mark>tahun 1897</mark>, hipotesis kedua dari Dmitri Ivanovsky diuji oleh <mark>Martinus Beijerinck</mark>, seorang peneliti dari Belanda. Beijerinck melakukan penelitian terhadap ekstrak tembakau yang terinfeksi dimana agen hidup dalam getah tersebut dapat bereplikasi di dalam sel inang. Akan tetapi sifat dari agen hidup tersebut berbeda dari bakteri karena tidak dapat dikembangbiakkan layaknya bakteri. Dia kemudian berpendapat <strong><mark>agen tersebut lebih sederhana dan lebih kecil dari bakteri.</mark></strong> Dan menyebutnya dengan <strong><mark>cairan yang menular, kemudian diperkenalkan kembali sebagai virus.</mark></strong><br><br>Pada <mark>tahun 1935</mark>, seorang peneliti bernama <mark>Wendell Stanley </mark><strong><mark>berhasil mengkristalisasi agen hidup penyebab penyakit mosaik. </mark></strong>Namun belum bisa menggambarkan wujud tiga dimensi.<br><br>Pada <mark>tahun 1953</mark>, seorang peneliti bernama <mark>Rosalind Franklin</mark> melakukan x-ray terhadap agen hidup penyebab penyakit mosaik. Selang 5 tahun kemudian, akhirnya agen tersebut ditemukan visualnya. <strong><mark>Agen hidup tersebut memiliki bentuk helikal panjang, yang sekarang kita kenal sebagai Tobacco Mosaic Virus (TMV).</mark></strong> Ini adalah <strong>virus yang teridentifikasi pertama kali.</strong><br> <br><strong>II. Apa itu Virus?<br></strong>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Martinus Berjerinck adalah pencetus istilah virus yang merupakan bahasa latin dari cairan racun. Berbeda dengan bakteri, <br>- Virus <mark>tidak dapat dikembangbiakkan pada kultur pembiakkan</mark> layaknya bakteri<br>- Juga virus <mark>tidak tersusun oleh sel</mark>, virus hanya memiliki materi genetik berupa asam nukleat RNA atau DNA saja dan diselubungi oleh protein. Oleh karena itu virus disebut <strong><mark>partikel aseluler</mark></strong>.<br><br>Perkembangbiakkan virus disebut <strong><mark>replikasi virus</mark></strong>. Replikasi virus hanya bisa dilakukan pada <strong>sel inang yang spesifik</strong>. Virus dapat disebut <strong>parasit</strong>. Parasit adalah agen yang memanfaatkan nutrisi, komponen-komponen sel, hasil metabolisme, dan energi dari tubuh inang. V<strong><mark>irus sangat bergantung pada sel inang khusus</mark></strong> untuk berkembang biak, oleh karena itu virus disebut <strong>parasit obligat</strong>.<br><br><strong>III. Apakah Virus Makhluk Hidup?<br></strong>Dari ketujuh karakteristik makhluk hidup, <strong>virus hanya memenuhi 2 karakteristik</strong> yaitu <mark>memiliki tubuh terstruktur dan dapat beradaptasi dan evolusi</mark>. Sisanya tidak memenuhi dan bisa jadi (karena membutuhkan inang). Kesimpulannya <strong>virus bukan makhluk hidup</strong>. Para ahli biologi memiliki istilah baru untuk mendeskripsikan virus, yaitu <strong>mampu meminjam kehidupan</strong>. Jadi virus adalah benda atau partikel tak hidup, yang mampu meminjam kehidupan. Namun, bukan berarti virus mati karena kematian hanya terjadi pada makhluk hidup.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1643351573/4327a12a71f574de74917eacde87c230/image.png" />
         <pubDate>2022-10-05 14:25:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2327692856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Materi Kimia Sifat Keperiodikan Unsur</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2391388397</link>
         <description><![CDATA[<div>I. Sifat-sifat Keperiodikan<br>Sistem periodik unsur dikembangkan berdasarkan <strong>kemiripan sifat dan unsur-unsur </strong>berdasarkan <mark>urutan nomor atom dan kenaikan massa atom</mark>, baik dalam satu <strong>golongan maupun satu periode.</strong><br><br>Golongan<br>Seiring <strong>bertambahnya nomor atom, maka jumlah kulitnya juga akan bertambah</strong>. Namun <strong>jumlah elektron valensinya tetap sama.</strong><br><br>Periode <br>Berbeda dengan golongan, dalam satu periode <strong>seiring bertambahnya nomor atom, jumlah kulitnya tetap.</strong> Namun j<strong>umlah elektron valensinya bertambah.</strong><br><br>Jumlah elektron valensi suatu atom akan mempengaruhi muatan inti efektif. Muatan inti efektif adalah muatan total dari inti atom yang dirasakan oleh elektron terluar.<br><br>Dalam satu golongan<br>Bertambahnya kulit mengakibatkan posisi elektron semakin jauh dari inti. Sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil<br><br>Dalam satu periode<br>Sedangkan bertambahnya elektron valensi dalam satu periode mengakibatkan gaya tarik inti terhadap elektron semakin besar dan posisi elektron akan semakin dekat dengan inti<br><br><strong>A. Sifat reduktor<br></strong>Kemampuan suatu unsur untuk mereduksi unsur lain. Sifat reduktor akan semakin kuat jika unsur tersebut <mark>mudah melepas elektron.</mark> Dalam satu golongan, dari atas ke bawah sifat reduktornya semakin besar, artinya semakin mudah melepas elektron. Sedangkan dalam satu periode, dari kiri sampai ke kanan sifat reduktornya semakin kecil, artinya semakin mudah menangkap elektron.<br><br><strong>B. Sifat oksidator<br></strong>Kemampuan suatu unsur untuk mengoksidasi unsur lain. Sifat oksidator akan semakin kuat jika unsur tersebut <mark>mudah menangkap elektron.</mark> Dalam satu golongan, dari atas ke bawah sifat oksidatornya semakin kecil, artinya semakin mudah melepas elektron. Sedangkan dalam satu periode, dari kiri sampai ke kanan sifat oksidatornya semakin besar, artinya semakin mudah menangkap elektron.<br><br><strong>C. Titik leleh dan titik didih<br></strong>Titik leleh merupakan suhu dimana tekanan uap zat padat sama dengan tekanan uap zat cairnya. Sedangkan titik didih merupakan suhu dimana tekanan uap zat cair sama dengan tekanan di sekitarnya.<br><br>Dalam satu golongan (dari atas ke bawah):<br>Logam: titik didih dan titik leleh menurun<br>Non-logam: titik didih dan titik leleh meningkat<br><br>Dalam satu periode (dari kiri ke kanan):<br>Logam: titik leleh meningkat hingga golongan 4A kemudian turun secara teratur, sedangkan titik didih akan meningkat hingga golongan 3A kemudian turun secara teratur<br><br><strong>E. Sifat kelogaman<br></strong>Dalam satu periode (dari kiri ke kanan) sifat kelogamannya berkurang atau semakin bersifat nonlogam. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah) sifat kelogamannya bertambah. Antara logam dan nonlogam ada unsur semi logam (metaloid), memiliki sifat kelogaman secara terbatas.<br><br><strong>F. Kereaktifan<br></strong>Kemampuan suatu unsur atau senyawa untuk bereaksi dengan zat lain. Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menangkap elektron. Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan 7A atau halogen.&nbsp;<br><br>Dalam satu golongan logam semakin ke bawah semakin reaktif karena mudah melepas elektron. Sedangkan unsur-unsur nonlogam semakin ke bawah semakin sulit reaktif karena mudah menangkap elektron.&nbsp;<br><br>Dalam satu periode, mula-mula keraktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan 7A.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-20 12:38:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2391388397</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Materi Kimia Sifat Keperiodikan Unsur</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2391389955</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>I. Jari-jari Atom<br></strong>Jari jari atom merupakan <strong>jarak dari inti atom ke kulit terluar yang ditempati elektron</strong>. Semakin besar jari-jari atom maka semakin besar ukuran atom tersebut.<br><br>*Muatan inti efektif adalah muatan total dari inti atom yang dirasakan oleh elektron terluar. <br><br>Dalam satu golongan,<br>Nomor atom= bertambah<br>Jumlah kulit = bertambah<br>Jumlah elektron valensi = bertambah<br><mark>Dalam satu golongan, seiring bertambahnya nomor atom, jari-jari atom semakin besar.</mark><br><br>Jumlah kulit = bertambah<br>Posisi elektron = menjauh<br>Gaya tarik inti terhadap elektron = mengecil<br>Jari-jari atom = membesar<br><br>Dalam satu periode,<br>Nomor atom = bertambah<br>Jumlah kulit = tetap<br>Jumlah elektron valensi = bertambah<br><mark>Dalam satu periode, seiring bertambahnya nomor atom, jari-jari atom semakin kecil.</mark><br><br>Muatan inti (elektron valensi) = membesar<br>Posisi elektron = mendekat<br>Gaya tarik inti terhadap elektron = menguat<br>Jari-jari atom = mengecil<br><br><strong>2. Jari-jari Ion<br></strong>Ion terbentuk karena sebuah atom <strong>melepas atau menangkap elektron.</strong><br>Anion (ion negatif) = menangkap elektron<br>Kation (ion positif) = melepas elektron<br><br>Contoh 1: <sub>11</sub>Na<br><sub>11</sub>Na = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p<sup>6</sup> 3s<sup>1</sup><br><sub>11</sub>Na<sup>+</sup> = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2</sup> 2p<sup>6</sup> <br>Berkurangnya elektron mengakibatkan berkurangnya gaya tolak menolak antar elektron. Semakin sedikit elektron yang melindungi elektron valensi, maka semakin kuat gaya tarik inti terhadap elektron terluar, sehingga <strong><mark>jari-jari kation akan lebih kecil dari atom netralnya. <br></mark></strong><br>Contoh 2: <sub>9</sub>F<br><sub>9</sub>F = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p5<br><sub>9</sub>F<sup>-</sup> = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2</sup> 2p<sup>6</sup> <br>Bertambahnya elektron mengakibatkan bertambahnya gaya tolak menolak antar elektron. Menyebabkan elektron semakin jauh dari inti, sehingga <strong><mark>jari-jari anion akan lebih besar dari atom netralnya.<br><br></mark></strong><strong>3. Energi Ionisasi 1<br></strong>Energi ionisasi adalah <strong>energi minimum yang diperlukan oleh atom netral dalam keadaan gas agar dapat </strong><strong><mark>melepaskan satu elektron terluarnya.</mark></strong><strong> E</strong>nergi ionisasi dipengaruhi oleh<strong> muatan inti efektif dan susunan elektron dalam kulit valensinya. <br><br>Muatan inti efektif yang besar mengakibatkan jari-jari atom semakin kecil -&gt; gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kuat -&gt; pengeluaran elektron dari atom menjadi sulit -&gt; diperlukan energi yang besar<br><br></strong>Contoh 1: <sub>11</sub>Na<br><sub>11</sub>Na = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p<sup>6</sup> 3s<sup>1</sup><br><sub>11</sub>Na<sup>+</sup> = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2</sup> 2p<sup>6</sup> <br>E. ionisasi 1 = Na<sub>(g)</sub> + 495,86 kJ/mol&nbsp; -&gt;&nbsp; Na<sup>+</sup><sub>(g)</sub> + e<sup>-<br></sup>E. ionisasi 2 = Na<sub>(g)</sub> + 4.562,52 kJ/mol&nbsp; -&gt;&nbsp; Na<sup>2+</sup><sub>(g)</sub> + e<sup>-<br><br></sup>Dalam satu golongan,<br><strong>Jumlah kulit bertambah</strong> maka posisi <strong>elektron akan semakin jauh dari inti</strong>, yang mengakibatkan <strong>gaya tarik inti terhadap elektron semakin kecil.</strong> Sehingga elektron terluar <strong><mark>(e. valensi) akan semakin mudah lepas</mark></strong>, maka <strong><mark>energi ionisasi semakin kecil.<br><br></mark></strong>Dalam satu periode,<br><strong>Semakin besar muatan intinya,</strong> <strong>gaya tarik inti atom terhadap elektron akan lebih kuat.</strong> Sehingga elektron terluar <strong><mark>(e. valensi) akan semakin sulit lepas</mark></strong>, maka <strong><mark>energi ionisasi semakin besar.<br><br></mark></strong><strong>4. Energi ionisasi 2<br>Energi ionisasi pertama unsur golongan VIIIA </strong>adalah <strong>paling tinggi </strong>di antara golongan unsur yang lain, yaitu <strong>He.<br><br></strong>Seperti yang diketahui, bahwa dalam satu periode semakin besar nomor atom maka energi ionisasinya semakin besar. Namun terdapat pengecualian pada <strong>periode 3 golongan IIA dan IIIA yaitu Mg dan Al </strong>dimana energi ionisasinya menurun <strong>(dari 738 (Mg) ke 578 (Al)).&nbsp; <br><br></strong><sub>12</sub>Mg = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p<sup>6</sup> 3s<sup>2 </sup>Jika digambarkan ruangnya, terisi penuh (stabil)<br><sub>13</sub>Al = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p<sup>6</sup> 3s<sup>2 </sup>3p<sup>1 </sup>Jika digambarkan ruangnya, terisi tidak terisi penuh (tidak stabil)<br><br>Karena Mg <strong>lebih stabil</strong> daripada Al maka Mg <strong>membutuhkan lebih banyak energi ionisasi untuk melepas elektron.</strong> Sedangkan karena Al tidak stabil, lebih mudah melepas elektron sehingga tidak memerlukan energi ionisasi sebanyak Mg. <br>Kesimpulan: <strong>E. ionisasi Mg &gt; E. ionisasi Al</strong><br><br>Selain Mg dan Al, ada pengecualian lagi pada <strong>periode 3 golongan VA dan VIA, yaitu P dan S</strong> dimana energi ionisasinya <strong>(dari 1.012 (P) ke 1.000 (S)).<br><br></strong><sub>15</sub>P = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p<sup>6</sup> 3s<sup>2 </sup>3p<sup>3</sup>Jika digambarkan diagram orbitalnya, terisi setengah penuh (stabil)<br><sub>16</sub>S = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p<sup>6</sup> 3s<sup>2 </sup>3p<sup>4 </sup>Jika digambarkan diagram orbitalnya, tidak terisi penuh (tidak stabil)<br><br>Karena P <strong>lebih stabil</strong> daripada S maka Mg <strong>membutuhkan lebih banyak energi ionisasi untuk melepas elektron.</strong> Sedangkan karena S tidak stabil, lebih mudah melepas elektron sehingga tidak memerlukan energi ionisasi sebanyak P. <br>Kesimpulan: <strong>E. ionisasi P &gt; E. ionisasi S</strong></div><div><br><strong>5. Afinitas Elektron<br></strong>Afinitas elektron merupakan <strong>besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan </strong>apabila suatu atom atau ion dalam fase gas <strong><mark>menerima sebuah elektron. </mark></strong><br><br>Jika afinitas elektron bertanda <strong>positif (+)</strong>, artinya terjadi <strong>penyerapan energi. </strong><br>Jika afinitas elektron bertanda <strong>negatif (-)</strong>, terjadi <strong>pelepasan energi.</strong><br><br><strong>Semakin besar energi yang dilepas</strong>, atau <strong>semakin negatif nilai afinitas elektron</strong>, maka semakin besar pula kecenderungan atom tersebut <strong>menarik elektron dan menjadi </strong><strong><mark>ion negatif.</mark></strong><strong> </strong>Afinitas elektron biasanya dinyatakan dalam <strong>kJ/mol.<br><br></strong>Jika <strong>jari-jari atom </strong><strong><mark>kecil</mark></strong>, maka <strong>gaya tarik inti terhadap elektron terluarnya </strong><strong><mark>besar</mark></strong>. Ketika ada <strong>elektron yang akan masuk lebih </strong><strong><mark>mudah</mark></strong>, disertai <strong>pelepasan energi yang relatif </strong><strong><mark>besar</mark></strong><strong>.<br><br></strong>Jika <strong>jari-jari atom </strong><strong><mark>besar</mark></strong>, maka <strong>gaya tarik inti terhadap elektron terluarnya </strong><strong><mark>kecil</mark></strong>. Ketika ada <strong>elektron yang akan masuk lebih </strong><strong><mark>sulit</mark></strong>, disertai <strong>pelepasan energi yang relatif </strong><strong><mark>kecil</mark></strong><strong>.<br><br>Note: Secara umum afinitas elektron </strong><strong><mark>berbanding terbalik dengan jari-jari atom<br><br></mark></strong>Dalam <strong>satu golongan</strong>, afinitas elektron <strong>semakin kecil.</strong><br>Dalam <strong>satu periode</strong>, afinitas elektron <strong>semakin besar.<br></strong><strong><sup><br></sup></strong><strong>Pengecualian:<br>A. Golongan VIIA<br></strong>Terdapat pengecualian pada <strong>golongan VIIA periode 2 dan 3, yaitu F dan Cl d</strong>imana afinitas Cl lebih besar dibandingkan F<strong> (dari -328 (F) ke -349(Cl)).<br></strong><sub>9</sub>F = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p<sup>5</sup><br><sub>17</sub>Cl = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2 </sup>2p<sup>6</sup> 3s<sup>2 </sup>3p<sup>5<br></sup>Dikarenakan F memiliki 2 kulit maka jari-jari atomnya lebih kecil daripada Cl, sehingga afinitasnya lebih besar.<br><br><strong>B. Golongan VIIIA<br></strong>Pada konfigurasi elektron VIIIA, semua afinitas elektronnya<strong> bersifat positif </strong>sehingga <strong>sulit menerima elektron. </strong>Hal ini dikarenakan unsur gas mulai memiliki <strong>elektron yang stabil (terisi penuh semua). Sehingga saat elektron baru masuk, akan memasuki kulit yang lebih tinggi. Maka membutuhkan energi yang besar.<br><br>C. Golongan IIA<br></strong>Pada konfigurasi elektron IIA, semua afinitas elektronnya<strong> bersifat positif </strong>sehingga <strong>sulit menerima elektron. </strong>Hal ini dikarenakan golongan IIA berada pada <strong>subkulit s. Sehingga saat elektron baru masuk, akan memasuki subkulit yang lebih tinggi, yaitu p. Maka membutuhkan energi yang besar.<br><br>D. Golongan VA<br><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-20 12:41:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2391389955</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab 4 - Ikatan Kimia dan Bentuk Molekul - Teori Ikatan Lewis</title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2436741989</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejarah ikatan kimia berasal dari ilmuwan <mark>Gilbert N. Lewis.</mark> Struktur Lewis disimbolkan dengan<strong> titik pada sekeliling atom.</strong> <strong>Setiap titik mewakili satu elektron valensi</strong> atau elektron yang terdapat pada kulit terluar atom tersebut. Ada dua cara pembentukan elektron:<br><br><strong>1. Pembentukan ikatan ionik (serah terima elektron)<br></strong>Ikatan kimia yang terbentuk dari <strong>serah terima elektron pada kulit terluar antar atom. </strong>Ikatan ion terjadi pada<strong> senyawa NaF.<br></strong><sub>11</sub>Na = 1s<sub><sup>2</sup></sub> 2s<sup>2</sup> 2p<sup>6</sup> 3s<sup>1</sup><br><sub>9</sub>F = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2</sup> 2p<sup>5</sup><strong><br></strong>Atom Na melepas satu elektronnya dan atom F menerima satu elektron, sehingga konfigurasinya sama dengan gas mulia, <strong>Na</strong><strong><sup>+</sup></strong><strong> dan F</strong><strong><sup>-</sup></strong><strong>.</strong> Antara Na+ dan F- terjadi <strong>gaya elektrostatik (gaya tarik menarik antara ion negatif dan ion positif), sehingga terbentuk senyawa ion NaF.<br></strong><br><strong>2. Pembentukan ikatan kovalen (penggunaan elektron bersama)<br></strong>Ikatan kimia yang terbentuk dari <strong>penggunaan elektron bersama pada kulit terluar&nbsp; antar atom. </strong>Ikatan ion terjadi pada<strong> senyawa H</strong><strong><sub>2</sub></strong><strong>.<br></strong><strong><sub>2</sub></strong><strong>H = 1s</strong><strong><sup>1</sup></strong><strong><br></strong><strong><sub>2</sub></strong><strong>H = 1s</strong><strong><sup>1</sup></strong><strong><br></strong>Masing-masing atom H memerlukan 1 elektron tambahan untuk mencapai kestabilan, yaitu <strong>memenuhi aturan duplet.&nbsp; Masing-masing atom H meminjamkan atomnya sehingga membentuk senyawa H</strong><strong><sub>2.</sub></strong><strong><br><br></strong>Pada ikatan kovalen, elektron yang digunakan bersama selain membentuk ikatan tunggal, dapat membentuk ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. <strong>Satu tangan ikatan, terdiri dari 2 elektron. <br><br></strong>Struktur Lewis disimbolkan dengan<strong> titik pada sekeliling atom.</strong> Setiap titik mewakili satu elektron yang terdapat pada kulit terluar atom tersebut. Untuk unsur golongan utama, <strong>jumlah titik elektronnya sama dengan golongannya.<br><br>Cara penggambaran struktur lewis senyawa CH</strong><strong><sub>4<br></sub></strong><strong>1. Tentukan elektron valensi masing-masing atom<br></strong><strong><sub>6</sub></strong><strong>C = 1s</strong><strong><sup>2</sup></strong><strong> 2s</strong><strong><sup>2</sup></strong><strong> 2p</strong><strong><sup>2 </sup></strong><strong><sub>&nbsp; </sub></strong><strong>-&gt; (4 elektron valensi)<br></strong><strong><sub>1</sub></strong><strong>H = 1s</strong><strong><sup>1</sup></strong><strong><sub>&nbsp; </sub></strong><strong>-&gt; atom H (1 elektron valensi)<br><br>2. Tentukan atom yang menjadi atom pusat<br></strong>Dalam <strong>menentukan atom pusat </strong>dapat dilihat berdasarkan atom<strong> yang jumlahnya paling sedikit </strong>dalam suatu molekul. Dalam senyawa CH4, atom yang jumlahnya paling sedikit adalah atom C, maka atom C menjadi pusatnya dan atom H di sekelilingnya.<strong><br><br>3.&nbsp; Tentukan total elektron valensi<br></strong><sub>6</sub>C = 1s<sup>2</sup> 2s<sup>2</sup> 2p<sup>2&nbsp; </sup>-&gt; (4 elektron valensi)<br><sub>1</sub>H = 1s<sup>1&nbsp; </sup>-&gt; atom H (1 elektron valensi)<br><br>Dalam senyawa CH4, hanya ada satu atom C, maka<br>Elektron valensi C = 4 x 1 = <strong>4 elektron</strong><br><br>Dalam senyawa CH4, ada empat atom H, maka<br>Elektron valensi H = 1 x 4 = <strong>4 elektron</strong><br><br>Total elektron valensi = <strong>8 elektron</strong><br><strong><br>4. Tentukan struktur lewis berdasarkan simbol titik sebagai elektron<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; H</strong></div><div><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; X</strong></div><div><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; O<br>H X O C O X H</strong><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>O<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;X<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;H<br><br>5.&nbsp; Periksa jumlah elektron berdasarkan prinsip ikatan lewis<br></strong>Prinsip struktur lewis menggunakan aturan<strong> oktet dan duplet.&nbsp; Aturan oktet</strong> berlaku jika unsur yang melepas atau menerima elektron membentuk kestabilan (konfigurasi elektron) seperti unsur gas mulia Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn (8). Sedangkan <strong>aturan duplet</strong> berlaku jika unsur yang melepas atau menerima elektron membentuk kestabilan (konfigurasi elektron) seperti unsur gas mulia He (2).</div><div><br><strong>Atom C memenuhi aturan oktet sedangkan atom H memenuhi aturan duplet.</strong></div><div><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1643351573/fd26e3d9edee07e05fe8ed2d621ef1ff/image.png" />
         <pubDate>2023-01-08 12:32:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2436741989</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>tatabina87</author>
         <link>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2436742318</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1643351573/37f478de131800b158f4b4bb70569c2b/image.png" />
         <pubDate>2023-01-08 12:32:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tatabina87/Bookmarks/wish/2436742318</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
