<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PAI by Zahra Annisa Yuhyi</title>
      <link>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd</link>
      <description>Meniti Hidup Dengan Kemulian</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-11-19 01:26:48 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-09-05 16:18:06 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>zahraannisayuhyi</author>
         <link>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939493162</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>A. Membuat Relung Hati<br></strong>Cermati kisah berikut,<br>     Hidup mulia atau mati syahid sebuah ungkapan yang bermakna ajakan untuk hidup secara mulia atau mati secara syahid. Jika direnungkan, ungkapan tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Mati Syahid adalah salah satu cara mendapatkan anugrah Allah SWT kelak di akhirat. Seperti kisah Nabi Yusuf AS sebagai berikut:<br>     Ketika usianya sangat belia, ia dicemplungkan dengan sengaja kesebuah prigi oleh saudara-saudaranya sendiri. Ia memang selamat setelah ditemukan oleh serombongan kafilah. Namun, mereka membawa Yusuf kecil ke Mesir dan menjualnya sebagai hamba sahaya. Untuk beberapa lama ia pun hidup sebagai pembantu di rumah seorang pejabat Mesir.<br>     Sejalan dengan usianya yang tumbuh meranjak dewasa, ujianpun mendatanginya. Istri si pejabat bersiasat merayu dan menggoda si tampan Yusuf. Yusuflah yang kemudian menjadi tertuduh melakukan perbuatan mesum kepada majikannya. Kata Yusuf,<br>" <em>Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.."(Q.S Yusuf/12:13). </em>Akhirnya Nabi Yusuf pun dipenjara, tetapi lihatlah, penjara justru menjadi batu ujian terhadap Nabi Yusuf as dan Allah SWT mempertemukan kembali dengan orang tua </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-19 01:36:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939493162</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B. Ayat Al-Quran Allah Subhanahu Wa Ta&#39;ala berfirman:يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّا بٌ رَّحِيْمٌyaaa ayyuhallaziina aamanujtanibuu kasiirom minazh-zhonni inna ba&#39;dhozh-zhonni ismuw wa laa tajassasuu wa laa yaghtab ba&#39;dhukum ba&#39;dhoo, a yuhibbu ahadukum ay ya`kula lahma akhiihi maitang fa karihtumuuh, wattaqulloh, innalloha tawwaabur rohiim&quot;Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.&quot;(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)</title>
         <author>zahraannisayuhyi</author>
         <link>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939496419</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-19 01:38:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939496419</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>zahraannisayuhyi</author>
         <link>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939497839</link>
         <description><![CDATA[<div>C. Hadist-hadist.<br>1. Hadist tentang pengendalian diri<br>Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:<br><br>“Orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang perkasa adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)<br><br>2. Hadist tentang prasangka baik<br>لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ  ( رواه مسلم، رقم  2877<br>“Janganlah seseorang di antara kalian meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah.” (HR Muslim).<br><br>3. Hadist tentang persaudaraan<br>وَعَنْ أنَسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عليهِ وسلم : لاَتَقَا طَعُوا وَلاَتَدَا بَرُوا وَلَاتَبَا غَضُوا وَلاَتَحَا سَدُوا ، وَكُونُواعِبَادَ اللهِ إخْوَانًا ، وَلاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أنْ يَهْجُرَ أخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .<br><br>Artinya :Anas r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: jangan putus-memutus hubungan dan jangan belakang-membelakangi dan jangan benci-membenci, dan jangan hasud-menghasud dan jadilah kamu hamba Allah sebagai saudara, dan tidak dihalalkan bagi seorang muslim memboikot saudaranya sesama muslim lebih dari tiga hari. (Muttafaq Alaih) </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-19 01:39:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939497839</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>zahraannisayuhyi</author>
         <link>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939500179</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Mengkritisi Sekitar Kita</strong><br>Cermati gambar berikut!  </div><div>Alam Semesta adalah anugrah Allah SWT</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/858457816/15629adf78921414ea12c491b113699b/Asal_usul_alam_semesta_Kehidupan.JPG.jpg" />
         <pubDate>2020-11-19 01:40:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939500179</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>zahraannisayuhyi</author>
         <link>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939501355</link>
         <description><![CDATA[<div>Memberikan shodaqoh atau hadiah kepada orang lain sebagai tanda persaudaraan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/858457816/5d463a5d5c776ae6f9b07956a8577ca5/Ibadah_dan_Aktivitas_Anak_Soleh_Memberi_sedekah_pada_bulan_ramadhan.jpg" />
         <pubDate>2020-11-19 01:41:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939501355</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>zahraannisayuhyi</author>
         <link>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939502537</link>
         <description><![CDATA[<div>Tetap berbaik sangka kepada Allah SWT, walaupun sedang sakit.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/858457816/3d44e18314fb4320ccb9efea0740cf4a/sakit.jpg" />
         <pubDate>2020-11-19 01:41:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939502537</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>zahraannisayuhyi</author>
         <link>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939503576</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Memperkaya Khazanah Peserta Didik<br>1. Pengendalian Diri (Mujahadah An-Nafs)<br>    </strong>Pengendalian diri atau kontrol diri adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain, seperti sifat serakah atau tamak. Dalam literatur islam, pengendalian diri dikenal dengan  istilah As-saum, atau puasa. Puasa adalah salah satu mengendalikan diri. Seperti hadis Rasulullah SAW "<em>Wahai golongan pemuda!barang siapa dari antaramu mampu menikah, hendaklah dia menikah, yang demikian itu amat menunjukan pemandangan dan amat memelihara kehormatan, tetapi barang siapa tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu menahan nafsu baginya."(Hr.Bukhori)</em><br><strong>2. Prasangka Baik (Husnuzon)<br></strong>Prasangka baik atau husnuzon berasa dari kata arab, yaitu husnu yang artinya baik, dan zon yang artinya prasangka. Jadi, prasangka baik atau positif thinking dalam terminologi islam dikenal dengan istilah husnuzon. Istilah husnuzon adalah sikap orang yang selalu positif terhadap apa yang telah diperbuat oleh orang lain. Dalam ilmu akhlak, husnuzon dikelompokan kedalam tiga bagian, yaitu husnuzon kepada Allah SWT, kepada diri sendiri, dan kepada orang lain.<br><strong>3. Persaudaraan (ukhuwwah</strong>)<br>Persaudaraan dalam islam dimaksudkan bukan sebatas hubungan kekerabatan atau faktor keturunan, tetapi yang dimaksud persaudaraan dalam aqidah sesama muslim, seperti Rasulullah SAW mencontohkan antara Kaum Muhajirin dan </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-19 01:42:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahraannisayuhyi/m4tbay64j6j83whd/wish/939503576</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
