<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLP KLS XII IPS 4 by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl</link>
      <description>POLA KERUANGAN </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-10-31 05:48:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-19 22:47:58 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Condos.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Pola Keruangan Kota Makassr berdasarkan Teori Sektoral</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202012897</link>
         <description><![CDATA[<div>1.aura chaerunnisa<br>2.nabila rahmadanti<br>3.noer adhityanthi<br>c4.nurindah<br>5.yasmin triana<br>6.afifah tasya<br><br>Teori Sektoral<br>teori ini pertama kali dikemukakan oleh Hoyt pada tahun 1939. Teori ini merupakan pengembangan dari teori konsentris karena masih menunjukkan persebaran zona konsentrisnya.Menurut teori ini, ruang kota dibagi menjadi 5 zona yaitu:<br><br>Zona 1: Daerah Pusat Bisnis</div><div>Deskripsi anatomisnya sama dengan zona 1 dalam teori konsentris, merupakan pusat kota dan pusat bisnis.contoh nya yang berada di wilayah sentral yang dapatt menghubungkan berbagai daerah dan daerah panakukkang yang terdapat banyak bisnis-bisnis dan terdapat mall serta supermarket<br><br>Zona 2:Daerah industri</div><div>Terdiri dari kegiatan pabrik ringan, terletak diujung&nbsp; kota dan jauh dari kota menjari ke arah luar. Persebaran zona ini dipengaruhi oleh peranan jalur transportasi dan komunikasi yang berfungsi menghubungkan zona ini dengan pusat bisnis.contohnya yang berada di KIMA kecamatan biringkanaya dan kecamatan wajo</div><div><br>Zona 3: Daerah pemukiman kelas rendah</div><div>Dihuni oleh penduduk yang mempunyai kemampuan ekonomi lemah. Sebagian zona ini membentuk persebaran yang memanjang di mana biasanya sangat dipengaruhi oleh adanya rute transportasi dan komunikasi. Walaupun begitu faktor penentu langsung terhadap persebaran pada zona ini bukanlah jalur transportasi dan komunikasi melainkan keberadaan pabrik-pabrik dan industri-industri yang memberikan harapan banyaknya lapangan pekerjaan.<br>contohnya:<br>Daerah kumuh di Makassar adalah Kelurahan Tallo dan Pannampu, yakni tidak mempunyai fasilitas sanitasi kesehatan, MCK (Mandi, Cuci, Kakus), saluran air kotor dan air bersih kawasan pemukiman cenderung mengikuti garis pantai ke Utara dan Barat Daya mengikuti kegiatan penimbunan sampah</div><div><br>Zona 4: Daerah pemukiman kelas menengah</div><div>Kemapanan Ekonomi penghuni yang berasal dari zona 3 memungkinkanya tidak perlu lagi bertempat tinggal dekat dengan tempat kerja. Golongan ini dalam taraf kondisi kemampuan ekonomi yang menanjak dan semakin baik.<br>contohnya:<br>Seperti perumahan yang ada di Kecamatan Rappocini yakni perumnas&nbsp; Tamalate. Perumnas Tamalate merupakan salah satu perumnas paling lama di Makassar. Keberadaan perumnas Tamalate awalnya hanya di Kelurahan Mappala kemudian menyebar ke Kelurahan Kassi2</div><div><br>Zona 5: Daerah pemukiman kelas tinggi</div><div>Daerah ini dihuni penduduk dengan penghasilan yang tinggi. Kelompok ini disebut sebagai “status seekers”, yaitu orang-orang yang sangat kuat status ekonominya dan berusaha mencari pengakuan orang lain dalam hal ketinggian status sosialnya<br>contohnya:<br>Bukit Baruga. Meskipun terbilang masih dalam tahap pembangunan,namun terbukti kawasan yang kini dihuni oleh ribuan penduduk Makassar kelas menengah ke atas itu menjadi kawasan perumahan terbesar di kota Makassar.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/217201258/ffc7bc1cda52449e94afca972c8e15bb/IMG_20171107_131452.jpg" />
         <pubDate>2017-10-31 05:52:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202012897</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202013014</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-10-31 05:53:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202013014</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri Sosial Kota Makassar (</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202013045</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Tasya Ainun Julia<br>2. Melyna<br>3. Aprianti Etxlesia<br>4. Erisfa Ramadhani<br>5. Fiqri Fahrezi<br><br>Beberapa ciri sosial kehidupan masyarakat kota, antara lain:<br><br></div><div>1) Masyarakatnya heterogen.</div><div>2) Bersifat individualistis dan materialistis.</div><div>3) Mata pencaharian nonagraris.</div><div>4) Corak kehidupannya bersifat gesselschaft (hubungan kekerabatan mulai pudar).</div><div>5) Terjadi kesenjangan sosial antara golongan masyarakat kaya dan masyarakat miskin.</div><div>6) Norma-norma agama tidak begitu ketat.</div><div>7) Pandangan hidup lebih rasional.</div><div>8) Menerapkan strategi keruangan, yaitu pemisahan kompleks atau kelompok sosial masyarakat secara tegas.<br><br>Ciri - ciri fisik sosial pada kota Makassar yaitu :<br>1. Bersifat Heterogen<br>Keadaan masyarakat di kota makassar mempunyai latar belakang atau suku-suku yang beragam.<br>Contohnya : suku Bugis, suku Toraja, suku Makassar, suku Mandar, suku jawa, <br>suku batak<br>2. Bersifat individualistis dan materialistis. <br>Masyarakat di kota Makassar kebanyakan lebih mementingkan Materi dan diri sendiri (individual).Contohnya : egois dan kurangnya keinginan untuk bergotong royong<br>3. Mata pencaharian non agraris. Kebanyakan Masyarakat kota makassar bekerja di perkantoran dan perindustrian<br>4. Corak kehidupannya bersifat gesselschaft (hubungan kekerabatan mulai pudar). Contohnya : Pada pernikahan sepasang pengantin tidak lagi meminta restu pada keluarga besar melainkan hanya pada kedua orang tua saja<br>5. Terjadi kesenjangan sosial antara golongan masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Contoh : pemberian fasilitas umum lebih mengutamakan masyarakat kaya dibanding masyarakat miskin. Sehingga terjadi konflik antar masyarakat kaya dan masyarakat miskin<br>6.Norma-norma agama tidak begitu ketat.<br>Sebagian penduduk kota makassar tidak terlalu mementingkan norma-norma agama. Karena sibuk dengan persaingan yang ada di kota, secara tidak langsung mereka juga semakin jarang mengikuti acara keagamaan. Contohnya : mencuri, tidak melaksanakan ibadah wajib, melakukan perjudian dan tidam menghormati orang tua.<br>7. Pandangan hidup lebih rasional. Karena keadaan kota makassar yang menunjukkan persaingan ketat , penduduk lebih dituntut untuk bertindak rasional daripada sekedar mengikuti perasaan.Contohnya : </div><ul><li><em>Seorang penjahat diadili karena kejahatannya</em></li><li><em>Seseorang tidak mempercayai hal - hal yang belum dilihatnya</em></li></ul><div><br>8. Menerapkan strategi keruangan, yaitu pemisahan kompleks atau kelompok sosial masyarakat secara tegas.<br>Contohnya : terdapat  tempat tinggal khusus bagi kelompok kelas sosial atas ( baruga, citra land, tanjung)dengan berbagai sarana dan prasarana yang cukup lengkap dibandingkan dengan kelompok kelas bawah ( rumah di pinggir tol<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-10-31 05:54:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202013045</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Inti Ganda Harris - Ullman Kota Makassar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202013333</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Habib Mahfudz Ismail<br>2. Muhammad Riri Praja Firdmansyah<br>3. Muhammad Naufal Assegaf<br>4. Muhammad Maula Aby Hudzayfah<br>5. Farhan Rahmad Triputra<br><br>Teori Inti Ganda<br><br><strong>Teori inti ganda</strong> (<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>multiple nuclei model</em>) adalah model ekologi kota yang dibuat oleh <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Chauncy_Harris&amp;action=edit&amp;redlink=1">Chauncy Harris</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Edward_Ullman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Edward Ullman</a> pada tahun 1945 dalam artikel "The Nature of Cities." Teori ini dibuat berdasarkan fakta bahwa ada kota-kota modern yang memiliki pusat bisnis, daerah industri dan pemukiman sendiri.<br><br>Teori ini dibuat berdasarkan gagasan bahwa orang memiliki pergerakan yang lebih besar karena meningkatnya kepemilikan mobil. Peningkatan ini membuat terjadinya spesialisasi pusat-pusat regional (seperti pusat bisnis, daerah industri).<br><br>Ada 9 pembagian zona di Makassar :<br><br>a. Zona 1 (Zona Pusat Kegiatan) :<br>Adalah zona pusat bisnis dan komersial. Daerah pusat bisnis dan komersial di Makassar adalah Panakkukang dan Metro Tanjung Bunga yang dimana&nbsp;<br>banyak pelaku bisnis di daerah itu.&nbsp;<br><br>B. Zona 2 (Zona Daerah Grosir dan Manufaktur) Adalah zona grosir barang dan manufaktur. Daerah tersebut di Makassar adalah Pasar Sentral dan Pasar Butung<br><br>C. Zona 3 (Daerah Permukiman Kelas Rendah) Adalah daerah permukiman yang memiliki ekonomi lemah. Daerah tersebut di Makassar adalah sekitar jalan Maccini dan Pampang<br><br>4. Zona 4 (Zona Permukiman Kelas Menengah) adalah daerah permukiman yang kemampuan ekonominya menanjak dan semakin baik. Daerah tersebut di Makassar adalah sekitar jalan Veteran, Latimojong, Bawakaraeng, Cenderawasih, dll.&nbsp;<br><br>5. Zona 5 (Zona Permukiman Kelas Tinggi) Daerah ini dihuni oleh penduduk dengan penghasilan yang tinggi. Daerah tersebut di Makassar adalah Hertasning, Pettarani, Boulevard, Pengayoman, Bukit Baruga, Metro Tanjung Bunga, dll.&nbsp;<br><br>6. Zona 6 (Daerah Manufaktur Berat) Adalah daerah pabrik-pabrik besar yang mengalami berbagai permasalahan lingkungan. Daerah di Makassar yaitu daerah KIMA<br><br>7. Zona 7 (Daerah di luar PDK) adalah daerah yang muncul seiring munculnya daerah pemukiman kelas tinggi yang lokasinya jauh dari daerah pusat kegiatan bisnis. Daerah tersebut di Makassar adalah daerah Hertasning yang jauh dari pusat bisnis&nbsp;<br><br>8. Zona 8 (Zona SubUrban) Daerah tempat ini hanya khusus digunakan untuk tempat tinggal. Daerah tersebut di Makassar adalah salahsatunya daerah Kecamatan Tallo.&nbsp;<br><br>9. Zona 9 (Daerah industri SubUrban) adalah daerah industri di daerah pinggiran. Daerah tersebut di Makassar adalah daerah Sudiang.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/212759257/5ccee6191413666f1a7cc88a0516c127/14_04_59_teori_inti_ganda_harris_ullman.jpg" />
         <pubDate>2017-10-31 05:57:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202013333</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri Fisik Kota Makassar (90-85)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202013366</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Andi Muh Ryaas<br>2. Nur Azizah Amir<br>3. Nilasary<br>4. Nur Atira Ramadani<br>5. Dania<br><br>Sebelum kita membahas tentang ciri fisik Kota Makassar. Kota Makassar terletak strategis karna sebagai jalur perdagangan sebab Makassar sebagai jalur penghubung antara Indonesia bagian Barat dan Indonesia bagian Timur. <br><br>Ciri Fisik Kota yaitu :<br>1.Tersedianya tempat" untuk pasar. 2. Tersedia tempat" untuk pertokoan<br>3. Tersedianya tempat" parkir<br>4. Terdapat sarana rekreasi dan sarana olahraga.<br><br>Sebagai contoh ciri fisik kota Makassar salah satunya yaitu, Tersedianya tempat" untuk pasar. Di Makassar sekarang sudah banyak pasar baik pasar tradisional atau pasar modern.<br><br>Contoh Pasar Tradisional yaitu <br>1. Pasar Terong yg berlokasi di jln Gunung Bawakaraeng<br>2. Pasar Sentral yg bertempat di jln Hos Cokroaminoto. Pasar ini tempatnya strategis karna berada dekat dengan pusat kota<br>3. Pasar Karuwisi berada di jalan Maccini Raya<br>4. Pasar butung berada di jalan pasar butung dimana pasar ini juga strategis krn berada dekat Pelabuhan<br>5. Pasar Daya yg berlokasi di jalan poros makassar-maros<br>6. Pasar Panamppu berada dijalan Panammpu<br><br>Contoh Pasar Modern yaitu :<br>1. Mall panakukkang berada dijalan Boulevard<br>2. Mall Ratu Indah berada di jalan Dr. Ratulangi. Mall ini tempatnya juga strategis karna berada dekat dengan pusat kota Makassar <br>3. Mall Trans Studio berada dijalan Metro Tj. Bunga. Mall ini bisa disebut sebagai Mall yg paling bagus diantara mal2 yg ada di Makassar karna selain tempat nya strategis dekat dari pantai di Mall trans studio juga terdapat Wahana Bermain yg sangat modern dan itulah yg menjadikan mall ini bukan hanya sebagai tempat berbelanja tetapi untuk tempat ber rekreasi.<br><br>Selanjutnya kita membahas tentang tempat pertokoan. Di Makassar sudah banyak pertokoan dari berbagai jenis contohnya yaitu<br>1. Toko Pusat Sepatu berada dijalan Cendrawasih dekat dengan jalan Rajawali<br>2. Toko alat bagunan sekira toko alat bangunan sudah tersebar di beberapa jalan di Makassar contohnya jalan Urip sumiharjo dll<br> <br>Poin selanjutnya yaitu tersedianya tempat2 parkir di Makassar sudah mulai bertingkah contohnya parkiran Mall Panakukkan, Mall Gtc, Mall Mari yang bertingkat. Sedangkan Parkiran yang seadanya yaitu parkiran di sekolah,klinik,rumah sakit dll<br><br>Selanjutnya terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga. Di Makassar sudah banyak terdapat sarana rekreasi yaitu 1. Bugis Waterpark yg berlokasi di bukit baruga<br>2. Pantai Akkarena berada di jalan metro Tj bunga<br>3. Tanjung Angin Mandiri berada di jalan metro tj bunga<br>4. Pannampu Pak berada di jalan Pannampu. <br>Sedangkan tempat sarana olahraga yaitu<br>1. Stadion Andi Mattalata berada dijalan Kakaktua<br>2. Gor Anugerah berada dijalan Jln Sultan dg raja<br>3. Gor Sudiang berada dijalan Sudiang<br>4. Taman Macan dijalan Sultan Hasanuddin<br>5. Dan terdapat tempat ngejym yg sudah ada Di Mall2 dan di hotel <br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-10-31 05:58:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202013366</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Klasifikasi KOTA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202372458</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama kelompok:&nbsp;<br>Andi dian ekawaty<br>Ariani<br>Asti reski<br>Tasya syafira<br><br>Menurut Lewis mumford, tingkat perkembangan kota ada 6 tahap, yaitu sebagai berikut:<br>1. Tahap eopolis, yaitu tahapan perkembangan desa yang sudah teratur menuju arah kehidupan kota.&nbsp;<br>2. Tahap polis, yaitu suatu kota yang sebagaian penduduknya masih agraris.<br>3. Tahap metropolis, yaitu kota kehidupannya sudah mengarah industri.<br>4. Tahap megapolis, yaitu&nbsp; perkotaan yang terdiri atas beberapa dari beberapa kota metrapolis.<br>5. Tahap tryanopolis, yaitu suatu kota yang ditandai dengan adanya kekacauan, kemacetan lalu lintas, dan tingkat kriminalitas.<br>6. Tahap nekropolis, yaitu suatu kota yang mulai ditinggalkan penduduknya/kota mati.<br><br>&nbsp;Menurut kelompok kami, makassar dapat digolongkan sebagai kota Metrapolitan untuk indonesia bagian timur. Perkembangan kota makassar saat ini sanga pesat, pusat perbelanjaan hampir tersebar disemua tempat, contohnya semakin banyaknya mall dimakassar (pusat perbelanjaan). Seiring dengan perkembangan tersebut masyarakatpun (terpaksa) mau tidak mau mengikuti arus, sehingga mereka mempunyai daya beli terhadap barang dan jasa yang semakin meningkat. Tempat wisata dimakassarpun banyak, bagus, dan indah hal itu dapat menarik perhatian turis, dan sudah berdatangan dimakassar untuk berlibur.<br><br>Berdasarkan karakteristik &nbsp;<br>Dinamika fungsionalnya:<br>1. Tahap awal/infantil<br>&nbsp;Pada tahap ini, pembagian mengenai daerah daerah pemukiman dengan daerah daerah perdagangan belum terlihat jelas. Selain itu, perbedaan kawasan pemukiman kelas bawah dan keatas juga belum terlihat. Bangunan bangunan masih belum teratur<br>2.tahap muda/juventil<br>&nbsp;Pada tahap ini, sudah terlihat adanya proses pengelompokan pertokoan pada bagian tertentu. Selain itu juga sudah bermunculan pemukiman kelas menengah kebawah di pinggir kota. Kawasan pabrik juga sudah mulai ada.<br>3.Tahap dewasa&nbsp;<br>&nbsp;Pada tahap ini, sudah terlihat adanya gejala segregasi (pemisahan fungsi fungsi). Pemukiman kelas atas dan kelas bawah sudah terlihat.<br>4.Tahap ketuaan&nbsp;<br>&nbsp;Tahap ini ditandai dengan adanya pertumbuhan yang terhenti, kemunduran dari beberapa distrik dan kesejahteraan ekonomi penduduknya menunjukkan gejala gejala penurunan. Kondisi ini dapat dilihat di daerah daerah industri.<br><br>&nbsp; &nbsp;Menurut kelompok kami, makassar dapat digolongkan ditahap muda, karena di kota makassar sudah terdapat beberapa pabrik yang besar,dan pabrik tersebut terdapat di daerah kima.Di makassar juga sudah banyak ruko (pertokoan),bisa diliat di pinggir jalan contohnya seperti indomaret,konter,dll.Bagian kelas rendah yang berada di&nbsp; makassar contohnya rumah susun yang berada di daerah metro tanjung bunga.Bagian kelas menengah di Makassar contohnya&nbsp;di daerah todopuli,perumnas,da BTP.Sedangkan bagian kelas atas berada di boulevard, hertasning dan baruga.<br><br><br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-01 03:04:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202372458</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202372593</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-01 03:05:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202372593</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fungsi Kota</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202375742</link>
         <description><![CDATA[<div><br>1.Muh Yusuf<br>2.Indrayanto<br>3.Danu Tirta<br>4.Fajar R<br><br>Kota memiliki beberapa fungsi diantaranya:<br>1.&nbsp; &nbsp; Kota pusat produksi, yaitu kota yang memiliki fungsi sebagai pusat produksi atau pemasok, baik berupa bahan mentah, barang setengah jadi, maupun barang jadi.&nbsp;<br>2.&nbsp; &nbsp; pusat perdagangan di wilayah makassar , yaitu yang memiliki fungsi sebagai pusat perdagangan, misalnya pasar sentral dan pasar segar<br>3.&nbsp; &nbsp; Kantor pusat pemerintahan, yaitu yang memiliki fungsi sebagai pusat pemerintahan atau sebagai ibu, misalnya,Kantor gubernur, kantor DPRD<br>4.&nbsp; &nbsp; Kota pusat kebudayaan, yaitu kota yang memiliki fungsi sebagai pusat kebudayaan misalnya: Kota Maros yaitu Bantimurung Leang leang<br>5.&nbsp; &nbsp; Kota pusat kesehatan dan rekreasi, yaitu kota yang memiliki fungsi sebagai pusat kesehatan dan rekreasi, umumnya terletak di dataran tinggi yang sejuk atau di tepi pantai, misalnya Siloam Hospital di Kota Makassar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-01 03:35:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/202375742</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Poros</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/203550715</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Muhammad Alfarizi<br>2.Muhammad Sahriyal<br>3.Muhammad Arif Ramadhan<br>4.Muhammad Dirga Indika<br>5.Dandy Wahyu Nugraha<br><br></div><div>Teori poros dikemukakan oleh Babcock (1932), yang menekankan pada peranan transportasi dalam memengaruhi struktur keruangan kota.<figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:186,&quot;url&quot;:&quot;http://4.bp.blogspot.com/-WSvzu4uORow/UMLGvU_BMdI/AAAAAAAAA7k/9nQiRt6VHlY/s400/g7.jpg&quot;,&quot;width&quot;:400}" data-trix-content-type="image"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-WSvzu4uORow/UMLGvU_BMdI/AAAAAAAAA7k/9nQiRt6VHlY/s400/g7.jpg" width="400" height="186"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure><br><br>pola ke ruangan kota Makassar dilihat dari TEORI POROS<br><br>-Zona 1 diakatakan sebagai&nbsp; Daerah Pusat Kegiatan atau DPK. Daerah ini memiliki mobilitas poros transportasi yang tinggi sehingga bisa&nbsp; menghubungkan CBD dengan daerah bagian luarnya.Misalnya di KIMA di Daya yang menjadi kawasan industri bisnis di Makassar seperti penghasil tripleks,coca-cola,makanan instant dan lain-lain. Dan terlayani fasilitas umum terutama transportasi seperti angkutan umum<br><br>-Zona 2 dikatakan sebagai peralihan. Yaitu zona yang tidak juauh berbeda dengan yang pertama, zona aksesibilitas&nbsp; yang memperhatikan biaya waktu dalam sistem transportasi yang ada,&nbsp; sepanjang poros transportasi akan mengalami perkembangan lebih besar dibanding zona 3 dan 4. Misalnya Jln.Ratulangi dan Urip Sumoharjo yang membatasi waktu transportasi kendaraan melebihi roda empat<br>dari jam 06.00-10.00 malam.<br><br>-Zona 3 adalah zona yang perumahan dengan pendapat rendah ataau atau kelas menengah kebawah, zona yang tidak terlayani dengan fasilitas transportasi yang cepat. Misalnya Jln. Kandea dan Bara-baraya yang&nbsp; tidak memiliki fasilitas transportasi umum.<br><br>Zona 4 dikatakan sebagai perumahan dengan pendapatan yang cukup/menengah. Zona yang memliki fasilitas transportasi lumayan cepat, karena zona ini langsung terhubung dengan semua zona. Zona ini hampir meliputi seluruh daerah di Makassar dan transportasi yang selalu terhubung di setiap jalanan Makassar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-04 16:42:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/203550715</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/391816385</link>
         <description><![CDATA[na sebagai jalur perdagangan sebab Makassar sebagai jalur penghubung antara Indonesia bagian Barat dan Indonesia bagian Timur]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-01 12:21:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/391816385</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/391817302</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/414354159/d65cc6bb4092c63c55e58c42dc45cc9c/image.png" />
         <pubDate>2019-10-01 12:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/391817302</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/395592270</link>
         <description><![CDATA[Adalah daerah permukiman yang memiliki ekonomi lemah. ]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-09 13:48:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/395592270</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/750243945</link>
         <description><![CDATA[4.	Bagaimana peran sebuah desa dalam perkembangan/kemajuan sebuah negara]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-16 02:24:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/750243945</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/843562201</link>
         <description><![CDATA[:Da]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-20 04:42:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/843562201</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/845439540</link>
         <description><![CDATA[ang. ]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-20 15:53:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/845439540</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/907110419</link>
         <description><![CDATA[sebagai perumahan dengan pendapatan yang cukup/menengah. Zona yang memliki fasilitas transportasi lumayan cepat, karena zona ini langsung terhubung dengan semua zona. Zona ini hampir meliputi seluruh daerah di Makassar dan transportasi yang selalu terhubung di setiap jalanan Makassar.]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-10 05:13:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/907110419</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/955749489</link>
         <description><![CDATA[<div>Tugas geografi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-24 11:17:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/955749489</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/1427929972</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Chauncy_Harris&amp;action=edit&amp;redlink=1" />
         <pubDate>2021-04-17 08:53:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/1427929972</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/1437140375</link>
         <description><![CDATA[Boulevard, Pengayoman, Bukit Baruga, ]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 10:05:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/m1f6o2j2xbvl/wish/1437140375</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
