<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Peta persebaran SDA di Indonesia  by citrarahayuu araa</title>
      <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3</link>
      <description>Cindy/ XI B, Bayu/ XI L, Iqmal/XI D,Fitria/XI K</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-05 06:19:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-09-18 06:54:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Lokasi Budidaya Rumput Laut Lembongan, Jalan Raya Lembongan, Jungutbatu, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3103677753</link>
         <description><![CDATA[<p>Faktor alam dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan rumput laut, antara lain:</p><ol><li><p>Kondisi Perairan yang Jernih dan Bersih</p></li><li><p>Arus Laut yang Stabil</p></li><li><p>Perairan di sekitar Nusa Lembongan relatif dangkal, yang ideal bagi pertumbuhan rumput laut karena mereka membutuhkan lingkungan yang terpapar sinar matahari.</p></li></ol><p>Nusa Lembongan sendiri memiliki lahan budi daya seluas 157 hektar, namun baru sekitar 40% yang dimanfaatkan, dengan produksi sekitar 160 ton rumput laut kering per bulan.</p><p><br/></p><p>Untuk melestarikan budidaya rumput laut di Nusa Lembongan, Klungkung, Bali, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:</p><p>1. Peningkatan Kualitas Bibit.</p><p>2. Memanfaatkan teknologi modern seperti sistem pemantauan kondisi air dan kualitas nutrisi di laut akan membantu menjaga kelangsungan pertumbuhan rumput laut.</p><p>3. Pengelolaan Ekosistem Laut yang Berkelanjutan.</p><p><br/></p><p><em>Sumber: Antara news</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/7871d6f4922b05e7bb267a18c6cab676/20170308BUDIDAYA_RUMPUT_LAUT.png" />
         <pubDate>2024-09-05 06:22:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3103677753</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mebel Kayu Jati, Jetis Barat, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3107476066</link>
         <description><![CDATA[<p>Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 50-70 m. Kayu Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1.500 – 2.200 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.</p><p>Kayu jati banyak tumbuh di daerah Jawa Tengah karena daerah tersebut memiliki kondisi alam yang cocok untuk pertumbuhan pohon jati. Pohon jati memerlukan iklim tropis dengan curah hujan sedang, musim kemarau yang jelas, dan tanah yang gembur, berkapur, serta subur.</p><p><br></p><p>Ketersediaan kayu jati di Jawa Tengah saat ini masih cukup melimpah, meskipun mulai menurun dibandingkan dengan masa lalu. Hal ini dikarenakan permintaan kayu jati yang tinggi untuk keperluan industri seperti furnitur, konstruksi, dan kerajinan. Perhutani dan beberapa perusahaan swasta masih mengelola hutan jati di Jawa Tengah. Namun, eksploitasi berlebihan dapat mengancam keberlanjutan stok jati jika tidak diimbangi dengan penanaman kembali dan pengelolaan yang baik.</p><p><br></p><p>Cara melestarikan kayu jati : </p><ol><li><p>Penanaman kembali (reboisasi)</p></li><li><p>Pengurangan eksploitasi liar</p></li><li><p>Dengan teknologi modern, pengelolaan dan pembudidayaan kayu jati dapat ditingkatkan, misalnya melalui teknik silvikultur yang lebih efisien atau penggunaan varietas jati unggul yang lebih cepat tumbuh.</p></li><li><p>Pengelolaan hutan jati harus mengikuti prinsip-prinsip hutan lestari, dengan membatasi penebangan pohon dan memastikan pohon-pohon yang ditebang diganti dengan pohon-pohon baru.</p></li></ol><p><br></p><p><em>Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jati</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/51608933dbda4beee9a0222d05624f8f/Jati.jpg" />
         <pubDate>2024-09-07 17:32:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3107476066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pohon sagu, Maneo Rendah, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3107483321</link>
         <description><![CDATA[<p>Pohon sagu banyak tumbuh di daerah Maluku karena kondisi alam dan iklimnya sangat mendukung pertumbuhan tanaman ini. Sagu tumbuh dengan baik di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan lahan yang lembap atau basah, seperti lahan rawa dan daerah pinggiran sungai. Maluku memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang stabil dan tanah yang subur, sehingga cocok untuk habitat pohon sagu. Selain itu, pohon sagu memiliki adaptasi baik terhadap tanah yang tergenang, yang umum di kawasan-kawasan Maluku.</p><p><br/></p><p>Ketersediaan pohon sagu di Maluku saat ini masih cukup melimpah, terutama di wilayah Seram dan daerah sekitarnya, yang dikenal sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Maluku. Namun, ketersediaan sagu juga menghadapi ancaman akibat konversi lahan untuk perkebunan lain atau pemukiman, serta eksploitasi yang tidak berkelanjutan.</p><p><br/></p><p>Cara melestarikan pohon sagu di Maluku : </p><ol><li><p>Pemanenan sagu harus dilakukan dengan metode yang berkelanjutan, misalnya dengan tidak menebang pohon sagu sebelum mencapai usia panen yang ideal, serta memastikan ada regenerasi alami atau penanaman kembali setelah pemanenan.</p></li><li><p>Reboisasi atau penanaman kembali pohon sagu di lahan-lahan kritis atau yang telah rusak sangat penting untuk menjaga kelangsungan sagu sebagai sumber daya alam.</p></li><li><p>Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pohon sagu baik dari segi ekonomi maupun ekologi. Masyarakat lokal perlu didorong untuk tetap memanfaatkan sagu secara tradisional tanpa merusak keberlanjutan sumber daya ini.</p></li></ol><p><br/></p><p><em>Sumber : https://regional.kompas.com/read/2022/11/11/213105378/mengapa-sagu-menjadi-makanan-pokok-di-indonesia-timur?page=all</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/b414b20b853d04c1ca575d6b921d0448/warga_mengolah_sagu_menjadi_tepung_untuk_bahan_pangan_di_sen_ndbn.jpg" />
         <pubDate>2024-09-07 17:45:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3107483321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pohon Karet, Jalan Datuk Kandang Haji, Bangkal, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3109654429</link>
         <description><![CDATA[<p>Pohon karet tumbuh dengan baik di Kalimantan Selatan karena wilayah ini memiliki iklim tropis yang mendukung. Curah hujan yang tinggi, suhu yang hangat, serta tanah yang subur dan berdrainase baik menjadikan Kalimantan Selatan cocok untuk pertumbuhan pohon karet. Selain itu, adanya tradisi dan pengetahuan masyarakat setempat dalam mengelola perkebunan karet juga turut berkontribusi terhadap penyebaran pohon ini di wilayah tersebut.</p><p><br></p><p>Ketersediaan pohon karet di Kalimantan Selatan masih cukup melimpah, meskipun beberapa perkebunan karet menghadapi tantangan dalam hal harga karet yang fluktuatif dan perawatan tanaman yang memerlukan upaya lebih. Berdasarkan data dari pemerintah daerah dan dinas pertanian setempat, pohon karet masih menjadi salah satu komoditas penting di Kalimantan Selatan, terutama di wilayah pedesaan yang bergantung pada sektor perkebunan untuk penghidupan.</p><p><br></p><p>Cara melestarikan pohon karet:</p><ol><li><p>Mengupayakan peremajaan pohon karet yang sudah tua dengan menanam bibit unggul yang lebih produktif dan tahan penyakit.</p></li><li><p>Memberikan pelatihan kepada petani tentang cara mengendalikan hama dan penyakit yang dapat merusak pohon karet.</p></li><li><p>Memfasilitasi akses petani terhadap teknologi dan kredit pertanian yang dapat membantu meningkatkan hasil perkebunan karet secara lebih efisien.</p></li></ol><p><br></p><p><em>Sumber : https://diskominfomc.kalselprov.go.id/2024/02/05/bangsibun-bakaret-gubernur-sahbirin-noor-berikan-perhatian-kepada-para-pekebun-karet-di-kalsel/</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/e2cd7ad44b13fab6c46b233c77cb0183/Blog_Pohon_Karet.jpg" />
         <pubDate>2024-09-09 12:31:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3109654429</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Terumbu karang production, Samkai, Kabupaten Merauke, Papua</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3109685661</link>
         <description><![CDATA[<p>Terumbu karang tumbuh di Papua karena kondisi lingkungan yang mendukung, seperti:</p><ul><li><p>Terumbu karang tumbuh optimal di perairan dengan suhu antara <strong>23-29°C</strong>, yang cocok dengan perairan Papua.</p></li><li><p>Papua memiliki perairan yang relatif jernih dengan sedimen yang rendah, sehingga sinar matahari dapat menembus air dan mendukung fotosintesis zooxanthellae (alga simbiotik yang hidup di dalam terumbu karang).</p></li><li><p>Papua memiliki kualitas air yang tinggi dengan polusi yang relatif rendah dibandingkan dengan daerah lain, yang mendukung pertumbuhan karang.</p></li></ul><p><br/></p><p>Papua, khususnya di wilayah Raja Ampat, merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. <strong>Sekitar 75% spesies terumbu karang dunia dapat ditemukan di wilayah ini. </strong>Namun, meskipun masih memiliki keanekaragaman yang tinggi, terumbu karang di Papua menghadapi ancaman dari aktivitas manusia, perubahan iklim, penangkapan ikan dengan bahan peledak, serta sedimentasi akibat penebangan hutan.</p><p><br/></p><p><strong>Cara Melestarikan Terumbu Karang</strong> :</p><ol><li><p>Melarang penggunaan bahan kimia berbahaya dan mengurangi pembuangan limbah ke laut.</p></li><li><p>Memperluas kawasan perlindungan laut untuk menjaga habitat terumbu karang dari eksploitasi berlebihan.</p></li><li><p>Menginisiasi program restorasi dengan menanam kembali fragmen karang yang rusak.</p></li></ol><p><br/></p><p><em>Sumber : https://kkprajaampat.com/terumbu-karang/</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/9cdb5dcf2bc4bf463aab2b60a754f382/42144_terumbu_karang_yang_terancam_punah.jpg" />
         <pubDate>2024-09-09 12:47:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3109685661</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jalan Nasional 1, Kalianyar, Purworejo, Kec. Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3109714795</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Rembang merupakan salah satu daerah penghasil garam terbesar di Indonesia karena beberapa faktor, yaitu:</strong></p><ul><li><p>Rembang terletak di pesisir utara Pulau Jawa, yang memiliki wilayah pantai yang luas dan akses langsung ke laut. Wilayah ini cocok untuk tambak garam.</p></li><li><p>Wilayah Rembang mendapatkan sinar matahari yang cukup kuat dan stabil selama musim kemarau, yang penting untuk proses penguapan air laut menjadi kristal garam.</p></li></ul><p><br/></p><p>Saat ini, Rembang tetap menjadi salah satu produsen utama garam di Indonesia, dengan produksi yang cukup signifikan selama musim kemarau. Namun, beberapa tantangan seperti perubahan iklim (curah hujan yang tidak menentu), kualitas garam yang fluktuatif, dan persaingan impor garam dapat mempengaruhi ketersediaan garam lokal. Meskipun demikian, petani garam di Rembang terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan nasional.</p><p><br/></p><p><strong>Cara Melestarikan Produksi Garam:</strong></p><ol><li><p>Menerapkan teknologi geomembran untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas garam. Teknologi ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada cuaca dan mempercepat proses produksi.</p></li><li><p>Meningkatkan pengetahuan petani garam tentang teknik produksi modern dan praktik berkelanjutan agar hasil produksi tetap optimal.</p></li><li><p>Memastikan bahwa kebijakan impor tidak merugikan produksi garam lokal agar petani garam tetap dapat bersaing di pasar domestik.</p></li></ol><p><br/></p><p><em>Sumber : https://bappeda.rembangkab.go.id/sentra-kawasan-garam-akan-diterapkan-di-rembang/</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/7bcca1ba586c483092f35f2db71dd684/antarafoto_garam_terkontaminasi_microplastics_171119_ap_2_fe0b9285ede21988a6c234f957f7589b.jpg" />
         <pubDate>2024-09-09 13:02:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3109714795</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jl. Jendral Sudirman, Pasar Padi, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3110711160</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Bangka Belitung memiliki formasi batuan granit yang kaya akan mineral timah.</strong> Proses geologi selama jutaan tahun menyebabkan endapan timah terbentuk dalam jumlah yang signifikan di wilayah ini. Setelah proses pembentukan batuan granit, timah terkonsentrasi di aliran sungai dan kawasan pesisir karena erosi, menjadikan Bangka Belitung sebagai salah satu daerah dengan cadangan timah terbesar. Timah di Bangka Belitung sebagian besar ditemukan dalam bentuk endapan aluvial di sepanjang pantai dan dasar sungai, yang terbawa oleh aliran air dari formasi batuan asalnya.</p><p><br></p><p><strong>Cadangan timah di Bangka Belitung masih cukup besar</strong>, namun sudah mengalami penurunan karena penambangan yang terus-menerus selama beberapa dekade. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa produksi timah masih berlangsung, namun ada kekhawatiran mengenai keberlanjutan eksploitasi jika tidak diimbangi dengan upaya konservasi dan teknologi penambangan yang lebih efisien. Beberapa penambang skala kecil dan perusahaan besar masih aktif beroperasi di wilayah ini.</p><p><br></p><p><strong>Cara melestarikan timah</strong> :</p><ul><li><p>Memanfaatkan teknologi penambangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem dan mengoptimalkan pemulihan timah.</p></li><li><p>Program reklamasi harus dilakukan di lahan-lahan bekas tambang untuk memulihkan fungsi ekologis tanah dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada lingkungan.</p></li><li><p>Pemerintah harus menerapkan regulasi yang lebih ketat terkait izin penambangan agar eksploitasi sumber daya timah bisa dikendalikan dengan baik, serta memastikan hanya perusahaan yang memenuhi standar lingkungan yang diizinkan beroperasi.</p></li></ul><p><br></p><p><em>Sumber : https://dpmptsp.babelprov.go.id/content/timah-bangka-belitung-yang-mendunia</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/7ada497175ef0a2432e96c96354aebbf/6124d6290f00a.jpg" />
         <pubDate>2024-09-10 00:13:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3110711160</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sorong, Kota Sorong, Papua Barat</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3113033645</link>
         <description><![CDATA[<p>Daerah Sorong, Papua memiliki kondisi geologis yang mendukung pembentukan batubara, seperti adanya endapan organik dari hutan purba yang terkompresi oleh lapisan tanah dan batuan selama waktu yang sangat lama. Faktor seperti tekanan, panas, dan kondisi lingkungan tropis di masa lalu berperan penting dalam pembentukan batubara di wilayah tersebut.</p><p><br/></p><p>Saat ini, informasi detail tentang ketersediaan batubara di Sorong, Papua, terbatas, karena sebagian besar tambang batubara di Indonesia berpusat di Kalimantan dan Sumatera. Namun, Papua diyakini memiliki sumber daya batubara yang belum dieksplorasi secara signifikan. Ada potensi sumber daya mineral lain yang lebih banyak dieksplorasi di Papua seperti emas dan tembaga.</p><p><br/></p><p>Cara Melestarikan Batubara: </p><ol><li><p>Mengelola penambangan batubara dengan menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan efisien sehingga meminimalisir kerusakan lingkungan.</p></li><li><p>Setelah penambangan, lahan harus direhabilitasi dengan menanam kembali vegetasi lokal atau sesuai ekosistem asli.</p></li><li><p>Pemerintah daerah dan pusat perlu menetapkan regulasi yang ketat untuk memastikan bahwa eksploitasi batubara dilakukan dengan cara yang tidak merusak lingkungan dan memperhitungkan masa depan.</p></li></ol><p><br/></p><p>Batubara di Sorong, seperti di tempat lain, terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan purba yang hidup jutaan tahun lalu, yang kemudian terkubur di bawah lapisan tanah dan batuan. Proses ini terjadi selama zaman Karbon, di mana sebagian besar hutan purba mengendap di rawa-rawa. Setelah terkubur dalam waktu yang lama, material organik tersebut mengalami proses karbonisasi, yakni perubahan dari bahan organik menjadi batubara karena tekanan dan suhu tinggi.</p><p><br/></p><p>Sumber :</p><p>https://www.lensapapua.com/human-interest/batu-bara-salah-satu-hasil-tambang-dari-kabupaten-sorong/</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/e07bc3430ef5bbebc7b4f36262b45ae0/Perusahaan_Batu_Bara_Terbesar_di_Indonesia.webp" />
         <pubDate>2024-09-11 00:26:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3113033645</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Morowali, Sulawesi Tengah</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3113598435</link>
         <description><![CDATA[<p>Nikel tumbuh di Sulawesi Tengah karena wilayah ini memiliki kondisi geologi yang kaya akan batuan ultrabasa yang mengandung nikel laterit. Proses pelapukan yang berlangsung lama terhadap batuan ini mengakibatkan pembentukan nikel laterit yang melimpah. Selain itu, faktor iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi juga mempercepat pelapukan dan pengayaan mineral nikel di permukaan tanah.</p><p><br/></p><p>Sulawesi Tengah memiliki cadangan nikel yang signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa cadangan nikel laterit di Sulawesi Tengah adalah salah satu yang terbesar di dunia. Daerah ini menjadi pusat perhatian untuk penambangan nikel karena potensi sumber dayanya yang melimpah dan permintaan global yang tinggi, terutama untuk industri baterai kendaraan listrik.</p><p><br/></p><p>Cara melestarikan Nikel :</p><ol><li><p>Mengelola limbah dan air asam tambang dengan benar untuk mencegah pencemaran lingkungan.</p></li><li><p>Memastikan bahwa perusahaan tambang mematuhi peraturan lingkungan dan standar penambangan yang berkelanjutan.</p></li></ol><p><br/></p><p>Nikel di Sulawesi Tengah terbentuk melalui proses pelapukan batuan ultramafik yang kaya akan mineral magnesium dan besi. Proses pelapukan ini terjadi selama jutaan tahun di bawah kondisi iklim tropis yang lembab. Hujan yang tinggi menyebabkan pelarutan mineral yang tidak stabil, seperti olivin dan serpentin, meninggalkan konsentrasi tinggi nikel dalam bentuk nikel laterit. Proses ini membentuk lapisan bijih nikel yang kaya dan dapat diambil melalui penambangan terbuka.</p><p><br/></p><p><em>Sumber : https://gunbusternickelindustry.com/</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/16fd4ebd9a15e5790f089ffa1fc8ca2d/Largest_Nickel_Producer_in_Indonesia_Contributes_to_reach_77_1_1024x576_1_640x360.jpg" />
         <pubDate>2024-09-11 05:26:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3113598435</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur</title>
         <author>araacitrarahayuu</author>
         <link>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3113613895</link>
         <description><![CDATA[<p>Tembaga di Gresik bukan "tumbuh" secara alami, melainkan dihasilkan dari proses pengolahan dan industri. Gresik merupakan lokasi pabrik peleburan dan pemurnian tembaga yang dioperasikan oleh PT Smelting, sebuah perusahaan patungan antara Freeport-McMoRan dan Mitsubishi Materials. Tembaga yang diproses di sana berasal dari hasil tambang PT Freeport di Papua, yang kemudian diolah menjadi tembaga murni di fasilitas di Gresik.</p><p><br/></p><p>Ketersediaan tembaga di Gresik dalam bentuk produk jadi sangat tinggi karena proses produksi berkelanjutan, meskipun sumber bahan bakunya berasal dari luar Jawa Timur</p><p><br/></p><p>Cara melestarikan tembaga :</p><ol><li><p>Menerapkan teknologi yang lebih efisien dalam proses ekstraksi dan pengolahan tembaga.</p></li><li><p>Meningkatkan daur ulang tembaga dari produk yang sudah tidak digunakan seperti kabel listrik, pipa, dan barang elektronik.</p></li><li><p>Meminimalisir limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri dan menekan pencemaran lingkungan melalui standar produksi yang ketat.</p></li><li><p>Memulihkan kembali area yang terpengaruh oleh kegiatan penambangan dan pengolahan tembaga, termasuk penghijauan dan pengelolaan tanah.</p></li></ol><p><br/></p><p>Gresik, Jawa Timur, merupakan pusat pemrosesan dan peleburan tembaga melalui fasilitas PT Smelting, yang merupakan satu-satunya pabrik peleburan tembaga di Indonesia. Tembaga di Gresik tidak berasal dari tambang setempat, melainkan diimpor dalam bentuk konsentrat tembaga dari tambang Freeport di Papua dan beberapa tambang lain.</p><p>Setelah diproses di PT Smelting, tembaga dihasilkan dalam bentuk katoda tembaga murni, yang digunakan sebagai bahan baku untuk industri lain, seperti kabel, pipa, dan berbagai komponen elektronik.</p><p><br/></p><p>Sumber : </p><p>https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2024/smelter-tembaga-di-gresik-resmi-beroperasi-freeport-klaim-terbesar-di-dunia/?amp</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2696891471/809909b75700fde9c3ed39d3d7d780d2/tembaga_bloomberg_mtb__1_.jpg" />
         <pubDate>2024-09-11 05:35:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/araacitrarahayuu/KELOMPOK3/wish/3113613895</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
