<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kehidupan Politik dan Ekonomi Indonesia Pada Masa Awal Kemerdakaan hingga Masa Liberal by </title>
      <link>https://padlet.com/tasya040febriyanti/lq4jfwairld1kdur</link>
      <description>TASYA FEBRIYANTI FANANI (31)_XII-IPS 2</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-31 10:10:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-08-31 10:16:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Dinamika Politik pada Masa Awal Kemerdekaan hingga Masa Demokrasi Liberal</title>
         <author>tasya040febriyanti</author>
         <link>https://padlet.com/tasya040febriyanti/lq4jfwairld1kdur/wish/1706794103</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Sistem Pemerintahan<br>• Sistem pemerintahan yang berlaku pada masa awal kemerdekaan adalah sistem presidensial. Presiden berperan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Akan tetapi, sistem pemerintahan tersebut tidak berlangsung lama karena menerapkan sistem parlementer.<br><br>• Sistem parlementer bermula dari usulan BP-KNIP mengenai perubahan pertanggungjawaban menteri kepada KNIP. Usulan tersebut disampaikan melalui Maklumat BP-KNIP Nomor 5 Tanggal 11 November 1945 tentang perubahan sistem ketatanegaraan dari sistem presidensial menjadi sistem parlementer.<br><br>• Usulan tersebut disetujui oleh Presiden dengan dikeluarkannya maklumat pemerintah pada 14 November 1945 menyatakan pertanggungjawaban menteri kepada parlemen.<br><br>• Pada awal kemerdekaan terjadi perubahan fungsi KNIP. KNIP berfungsi sebagaimana pembantu presiden. Akan tetapi, sejak Wakil Presiden mengeluarkan Maklumat Wakil Presiden Nomor X Tanggal 16 Oktober 1945 tentang perubahan fungsi KNIP menjadi parlemen, fungsi KNIP menjadi majelis legislatif.<br><br>• Adanya kebijakan Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (RERA) pada masa pemerintahan Kabinet Amir Syarifuddin.<br><br>2. Kabinet pada Masa Demokrasi Liberal<br>Pada masa Demokrasi Liberal presiden hanya bertugas sebagai kepala negara. Adapun kabinet-kabinet pada masa Demokrasi Liberal:&nbsp;<br>- Kabinet Natsir<br>- Kabinet Sukiman<br>- Kabinet Wilopo<br>- Kabinet Ali Sastroamidjojo I<br>- Kabinet Burhanuddin Harahap<br>- Kabinet Ali Sastroamidjojo II<br>- Kabinet Djuanda/Karya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-31 10:10:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tasya040febriyanti/lq4jfwairld1kdur/wish/1706794103</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dinamika Ekonomi pada Masa Awal Kemerdekaan hingga Masa Awal Kemerdekaan hingga Masa Demokrasi Liberal</title>
         <author>tasya040febriyanti</author>
         <link>https://padlet.com/tasya040febriyanti/lq4jfwairld1kdur/wish/1706795774</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Masa Awal Kemerdekaan<br>Sejak memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Indonesia berupaya mandiri dalam mengatur keuangan, mengelola sumber daya dan mengeluarkan kebijakan ekonomi negara tanpa campur tangan bangsa asing. Akan tetapi, masa awal kemerdekaan kondisi perekonomian negara Indonesia diguncang berbagai permasalahan ekonomi.<br><br>a. Permasalahan Ekonomi<br>-Hiperinflasi menyebabkan nilai uang kertas mengalami kemerosotan secara berlebihan.<br>- Blokade Ekonomi Negara<br>Belanda melakukan blokade terhadap perekonomian Indonesia, sehingga&nbsp; mengacaukan perekonomian Indonesia, menciptakan kerusuhan sosial, menekan Indonesia agar bisa dikuasai kembali. Karena hal tersebut, menyebabkan pintu perdagangan Indonesia tertutup dan kegiatan ekspor terhenti.<br>- Kekosongan Kas Negara<br>Aksi Belanda tersebut menyebabkan kas negara Indonesia kosong serta pajak dan bea masuk berkurang dratis sehingga pendapatan pemerintah Indonesia tidak sebanding dengan pengeluaran.<br><br>b. Upaya Penyelamatan Perekonomian Indonesia<br>• Mengatasi Masalah Keuangan dengan cara menetapkan tiga mata uang yang berlaku di Indonesia yaitu&nbsp;<br>&nbsp; - Mata uang De Javasche Bank&nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; - Mata uang Hindia Belanda dan<br>&nbsp; - Mata uang&nbsp; Jepang.&nbsp;<br>Pada 1 Oktober 1946 pemerintah mengeluarkan uang kertas yang disebut Oeang Repoeblik Indonesia (ORI)<br>• Menembus Blokade Ekonomi Belanda:&nbsp;<br>&nbsp; - Melakukan operasi POPDA &amp; APWI<br>&nbsp; - Melakukan diplomasi ke India<br>&nbsp; - Membentuk Banking and Trading Corporation (BTC)<br>&nbsp; - Membentuk Indonesia Office (Indof)<br>&nbsp; - Membentuk Kementerian Pertahanan Usaha Luar Negeri (KPULN)<br>• Menyelenggarakan Konferensi Ekonomi<br>• Membentuk Planning Board (Badan Perancang Ekonomi)<br>• Melaksanakan Kasimo Plan<br>• Membentuk Persatuan Tenaga Ekonomi (PTE)<br>• Melaksanakan Program Pinjaman Nasional<br><br>2. Masa Demokrasi Liberal<br>Masa Demokrasi Liberal kondisi perekonomian Indonesia belum stabil. Situasi dalam negeri yang tidak menguntungkan turut memperkeruh kondisi perekonomian. Utang-utang makin melambung tinggi. Kondisi ini diperparah dengan kegiatan ekspor yang masih bergantung pada beberapa jenis perkebunan.<br><br>Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal:<br>a. Pemikiran Ekonomi Nasional<br>Soemitro Djojohadikusumo merupakan menteri keuangan pada masa pemerintahan Demokrasi Liberal. Soemitro Djojohadikusumo berusaha merangkul menumbuhkan kelas pengusaha pribumi. Diwujudkan melalui Rencana Urgensi Perekonomian (RUP) atau sering disebut Plan Soemitro<br><br>b. Sistem Ekonomi Liberal<br>Pada 1951 perekonomian Indonesia kembali tidak stabil karena menurunnya volume perdagangan internasional. Indonesia hanya mengandalkan komoditas ekspor berupa hasil perkebunan. Pemerintah belum mampu meningkatkan produksi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada untuk meningkatkan pendapatan nasional. Menghadapi permasalahan ekonomi tersebut, pemerintah Indonesia mulai menerapkan sistem ekonomi liberal.<br><br>c. Kebijakan untuk Mengatasi Permasalahan Ekonomi Masa Demokrasi Liberal:<br>• Kebijakan Gunting Syafruddin.<br>• Gerakan Benteng.<br>• Nasionalisasi perusahaan asing.<br>• Sistem Ekonomi Ali-Baba.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-31 10:12:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tasya040febriyanti/lq4jfwairld1kdur/wish/1706795774</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
