<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLP KELAS IX.2 by Sudarni Sir</title>
      <link>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup</link>
      <description>ATOM DAN PARTIKEL PENYUSUNNYA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2019-02-27 01:15:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-26 15:34:10 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Planets.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Atom dan partikel penyusunnya</title>
         <author>sudarnisir38</author>
         <link>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup/wish/335718143</link>
         <description><![CDATA[<div>=Hanafi<br>=Rika<br>=Anwar<br>=Rini<br>Jelaskan teori atom manakah yang di gunakan saat ini dan akankah ada kemungkinan berkembang teori atom yang lain.?</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/359291123/48309768c7d38328d2fddd2010b3cf05/1551233865121.jpg" />
         <pubDate>2019-02-27 02:08:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup/wish/335718143</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup/wish/335778434</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br>Atom dan partikel penyusunnya<br></strong><br></div><div>Nama kelompok:<br>Ivan firdaus<br>Irfan<br>Selvina<br>Wandi<br>Jelaskan teori atom manakah yang digunakan saat ini dan akankah akan ada kemungkinan berkembang teori atom yang lain?<br>Jawab:macam macam teori atom yg digunakan saat ini adalah:1. Teori Atom John Dalton<br><br>Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”.<br>2. Teori Atom J. J. Thomson<br><br>Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.<br>Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:<br><br>“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”</div><div><br>3. Teori Atom Rutherford<br><br>Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.<br><br>4. Teori Atom Bohr<br><br>ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:<br><br>Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.<br>Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.<br>Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.<br>Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.<br>Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.<br><br>5. Teori Atom Modern<br>Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.<br><br>Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.<br><br><br><br>Persamaan Schrodinger.<br><br><br><br><br><br><br>x,y dan z    :  Posisi dalam tiga dimensi<br>Y               :  Fungsi gelombang<br>m               :  Massa<br>ђ                :   h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14<br>E                :  Energi total<br>V               :  Energi potensial<br><br>Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.<br><br>Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.<br><br>Ciri khas model atom mekanika gelombang<br><br>Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)<br>Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)<br>Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.<br>Kemungkinan munculnya teori atom yang baru sangat besar karena seiring dengan perkembangan zaman maka alat semakin canggih sehingga memudahkan para ilmuwan untuk meneliti atom lebih dalam<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-02-27 08:09:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup/wish/335778434</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup/wish/335953314</link>
         <description><![CDATA[<div>Atom Dan partikel<br>Penyusunan<br>= Hanafi <br>= RIka <br>= Anwar <br>= Rink <br>Jelaskan teori atom manakah yang digunakan saat ini Dan akankah ada kemungkinan berkembang teori atom yang lain.? <br><br>1. John dalton pada tahun 1803 mengemukakan pendapatnya tentang atom.  Teori atom dalton di dasarkan pada dual hukum,  yaitu hukum kekekalan massa ( hukum lovoisier). Levosier mennyatakan bahwa "massa total zat-zat sebelumx reaksi."  Sedangkan prouts mennyatakan bahwa " perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. " <br><br>Kelebihan: <br>Mulai membankitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom. <br><br>Kelemahan: <br>Teori atom dalton tidak dapat menerankan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. <br>Bagai mana mungkin bolt pejal dapat menghantarkan arus listrik?  Padahal listrik Adakah elektronik yang bergerak.  Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik.  <br><br>2. Thomson pada awal 1900an,  mengemukakan teori baru tent in atom. Menurutnya di dalam atom terdpat partikel elektronik Dan proton. <br>Berdasarkan hasil eksperimennya, proton memilikimu massa yang jauh lebih besar dibandingkan elektronik,  sehingga model atom Thomson menggambarkan atom sebagai proton tinggal yang besar. <br><br>Kelebihan: <br>Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negative dalam atom bukan merupakan bagikan terkecil Dari suatu unsure.  <br><br>Kelemahan: <br>Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif Dan negatif dalam bola atom tersebut.  <br><br>3.Rutherford pada tahun 1910 bersama dual orang muritnya (Hans gaiger Dan erners masreden)  melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lengpen tipis emas.  Dari hasil pengamatanya  ditemukan bahwa sebagian besar partikel alfa mampu menembus lembaran emas tanpa dibelokkan.  <br><br>Kelebihan: <br>Membuat hipotesa bahwa atom tersusun Dari intimate atom Dan elektron yang mengelilingi intimate atom ini memberikan inspiration pada penemuan baru berikutnya yaitu tentang lintasan/ kedudukan elektron yang selanjutnya dikenal sebagai kulit elektron. <br><br>Kelemahan: <br>Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak gjatuh kedalam inti  atom.  Berdasarkan teori  ggbbbvhvvcvbhgffffggfgttGerald, apabiaGeraldgerarapabila electronic bergerak mengitari inti disertai pemancaran energized mama lama- kelamaan energized elektron akan berkuran Dan lintasannya making lamaakan mendekati inti Dan jatuh kedalam inti. <br><br>4. Niels Bohr pada tahun 1913,  memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang sprektumatom hidrogen. Berdasarkan hasil percobaannya Bohr memberikan gambaran keadaan / kedudukan orbit elektron dalam menempati daetah disekitar inti atom. Menurutnya Bohr elektron mengelilingi inti atom pada orbit tertentu,  hanya terdapat orbit dalam jumlah tertentu dan perbedaan antar orbit satu dengan yang lain Adakah jarak orbit Dari inti atom. <br><br>Kelebihan: <br>Atom Bohr Adakah bahwa atom terdiri Dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron <br><br>Kelemahan: <br>Model atom ini Adakah tidak dapat menjelaskan efek zeeman dan efek stack. <br><br>5. Atom modern berdasarkan pengertian dasar yang diperoleh Dari model-model atom klasik bahwa atom terdiri Dari elektron,froton, dan neutrin, mana dapat di mungkinkan adanya model yang lebih rumit dan lengkap mengenai atom yang hingga sekarang masi dikatakan misterius. <br><br>Salah seorang yang menjelaskan tentang model atom modern Adakah Erwin Schrodinger (1926). Sebelumx Erwin schrodinger, seorang ahli Dari jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidak pastian yaitu "Tidak mungkin dapat di temukan kedudukan dan momentum suara benda secara seksama pasta saat bersamaan, yang dapat ditemukan adalah keboleh jadian menemukan elektron pada jarak tertentu Dari inti atom."<br>X,y dan z =posisi dalam tiga dimensi<br>Y= fungsi gelombang <br>M= Massa <br>π= h/2p Dimana h= konstanta plank dan P= 3,14<br>e= energi total <br>V= energi potential<br><br>Model atom dengan orbital lintasan elektron disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini. <br><br>Awan elektron di sekitar inti menunjukkan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. <br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-02-27 15:49:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup/wish/335953314</guid>
      </item>
      <item>
         <title>atom dan partikel peyusunan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup/wish/336268117</link>
         <description><![CDATA[<div>:wawan saputra<br>:selvi<br>:santi<br>:sudirman<br>jelaskan teori atom manakah yg digunakan saat dan akankah ada kemungkinan berkembang teori atom yg lain.? </div><div>Pengertian Atom</div><div>Atom merupakan partikel paling kecil yang memiliki sifat unsur. Jari-jari suatu atom sekitar 3 – 15 nm (1 nm = 10<sup>-9</sup> meter). Saat ini atom telah dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop STM (<em>Scanning Tunneling Microscope</em>) dan AFM (<em>Atomic Force Microscope</em>) sehingga sifat dan karakteristik dari bentuk atom dapat diamati dengan lebih jelas. Gejala yang ditimbulkan atom dapat dipelajari, seperti warna nyala, difraksi, sifat listrik, sifat magnet, dan gejala lainnya.</div><div>Teori atom pertama kali dikemukakan oleh John Dalton pada tahun 1803, yaitu atom adalah partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Kemudian ternyata atom terdiri dari partikel-partikel yang lebih kecil lagi yaitu proton, elektron, dan neutron. Partikel pembentuk atom ini disebut dengan partikel sub atom. Model atom terus berkembang mulai dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, hingga model atom modern yang kita gunakan sekarang.</div><div>Partikel Penyusun Atom</div><div>Apakah Anda pernah menggosok-gosokkan penggaris plastik ke rambut kering dan mendekatkannya ke potongan kertas kecil-kecil? Jika pernah apa yang terjadi? Ya, penggaris tersebut menarik potongan-potongan kertas. Bagi yang belum pernah melakukannya, cobalah! Maka Anda akan melihat penggaris tersebut menarik potongan kertas. Kenapa hal itu bisa terjadi?</div><div><br></div><div>Peristiwa tersebut membuktikan bahwa penggaris memiliki sifat listrik, karena penggaris merupakan materi yang tersusun atas atom-atom. Dengan demikian dapat disimpulkan pula bahwa atom memiliki sifat listrik. Penyelidikan mengenai sifat kelistrikan atom telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh beberapa ahli, di antaranya J.J. TThompson, Eugen Goldstein, Rutherford, dan Bathe &amp; Becker.</div><div>1. Elektron</div><div>Tabung sinar katode (Gambar ini diambil dari akun Flickr <a href="http://www.flickr.com/photos/msittig/">Micah Sittig</a> dan berlisensi CC BY 2.0)</div><div>Sir William Crookes (1879) melakukan percobaan sinar katode. Dalam percobaannya, Crookes menggunakan alat yang disebut tabung sinar katode atau disebut juga tabung Crookes.</div><div>Jika tabung sinar katode dihubungkan dengan sumber arus searah tegangan tinggi maka katode akan memancarkan berkas sinar menuju anode. Sinar itu dinamakan <em>sinar katode</em>. George Johnstone Stoney (1891) mengusulkan nama sinar katode dengan “elektron”.</div><div><br></div><div>Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes dan menemukan bahwa sinar katode dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. Hal ini membuktikan terdapat partikel bermuatan negatif dalam suatu atom.</div><div>Pembelokan sinar katode oleh medan listrik</div><div>Besarnya muatan dalam elektron ditemukan oleh Robert Andrew Milikan (1908) melalui percobaan tetes minyak Milikan. Dari hasil Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron -1 dan massa elektron 0.</div><div>2. Proton</div><div>Jika massa elektron itu 0 (nol), bagaimana mungkin partikel materi dapat memiliki massa jika hanya terdapat elektron saja? Selain itu, jika muatan elektron itu -1, bagaimana mungkin atom bersifat netral jika hanya ada elektron saja?</div><div>Eugene Goldstein (1886) membuktikan keberadaan proton melalui percobaan tabung Crookes yang dimodifikasi. Tabung Crookes diisi dengan gas hidrogen tekanan rendah (lihat gambar di samping). Hasil eksperimen membuktikan bahwa pada saat terbentuk elektron yang menuju anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melewati lubang pada katode. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogen-lah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecilbaik massa maupun muatannya. Sehingga partikel ini disebut dengan “proton”. Massa proton adalah 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton adalah +1.</div><div>3. Inti Atom</div><div><br></div><div><br></div><div>Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest Rutherford melakukan penelitian penembakan lempeng tipis emas (lihat gambar disamping). Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negatif, seharusnya sinar alfa yang ditembakkan tidak ada yang menembus lempeng sehingga muncullah istilah “inti atom”. Ernest Rutherford dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan konsep inti atom didukung oleh penemuan Sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan penemuan zat radioaktif (1896).</div><div>4. Neutron</div><div>Hasil percobaan Rutherford pada penelitian penembakan lempeng emas di atas menyatakan bahwa atom tersusun dari inti atom bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral. Massa inti atom tidak seimbangdengan massa proton yang ada di dalam inti atom. Sehingga dapat diprediksi ada partikel lain dalam inti atom. Prediksi tersebut memacu W. Bothe dan H. Becker (1930) melakukan eksperimen penembakan partikel alfa pada inti atom berilium (Be) dan dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus tinggi. Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick (1932).  Ternyata partikel yang menimbulkan radiasi tersebut bersifat netral dan massanya hampir sama dengan proton. Partikel ini disebut “neutron”.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-02-28 06:10:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sudarnisir38/partikel_penyusun_benda_dan_makhluk_hidup/wish/336268117</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
