<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>KELOMPOK SOSIAL XI-B by evita mutmainah</title>
      <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m</link>
      <description>Post your response to the discussion topic by clicking the plus button below.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-29 06:21:37 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-07-30 00:38:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653088</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>KEL. 1 KELUARGA</mark></strong></p><p><br></p><p>Kelompok sosial keluarga memiliki beberapa ciri khas.</p><p>1. <strong>Ikatan emosional</strong>.</p><p>Keluarga seringkali memiliki ikatan emosional yang kuat, seperti cinta, kasih sayang, dan loyalitas.</p><p>2. <strong>Hubungan darah atau adopsi</strong>.</p><p>Keluarga biasanya terdiri dari individu yang memiliki hubungan darah atau adopsi.</p><p>3. <strong>Tanggung jawab bersama</strong>.</p><p>Anggota keluarga seringkali memiliki tanggung jawab bersama dalam memelihara dan melindungi satu sama lain.</p><p>4. <strong>Interaksi intensif.</strong></p><p>Keluarga seringkali memiliki interaksi yang intensif dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.</p><p><br></p><p>Didalam kehidupan sehari hari,  interaksi dalam kelompok sosial keluarga dapat berupa? </p><p>1. <strong>Komunikasi sehari hari.</strong></p><p>Bisa di mulai dari obrolan santai saat makan malam hingga diskusi serius tentang masalah keluarga.</p><p>2. <strong>Peran dan tanggung jawab.</strong></p><p>Setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Interaksi yang terjadi dalam keluarga melibatkan pembagian tugas, saling membantu, dan mendukung satu sama lain. </p><p>3. <strong>Ekspresi emosi.</strong></p><p>Keluarga adalah tempat yang aman bagi kita untuk mengekspresikan emosi kita, baik itu kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, maupun ketakutan. </p><p>4. <strong>Pengambilan Keputusan.</strong></p><p>Dalam keluarga, seringkali kita dihadapkan pada situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan bersama.</p><p><br></p><p>Interaksi sosial yang dilakukan kelompok sosial keluarga:</p><ul><li><p>Saling menyapa saat bertemu di rumah.</p></li></ul><ul><li><p>Berkumpul dan bercerita tentang pengalaman masing-masing.</p></li></ul><ul><li><p>Diskusi antara anak dan orang tua, baik tentang pelajaran maupun persoalan sehari-hari.</p></li></ul><ul><li><p>Orang tua memberikan nasihat dan membimbing anak-anaknya.</p></li></ul><ul><li><p>Membantu adik atau kakak mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah.</p></li></ul><ul><li><p>Mengajak anggota keluarga untuk beribadah bersama.</p></li></ul><ul><li><p>Membersihkan rumah atau lingkungan sekitar secara bersama-sama.</p></li></ul><ul><li><p>Berpamitan kepada orang tua sebelum keluar rumah.</p></li></ul><ul><li><p>Orang tua menemani anak belajar atau bermain.</p></li></ul><ul><li><p>Makan bersama saat sarapan atau makan malam.</p></li></ul><ul><li><p>Mengucapkan terima kasih, meminta izin, meminta maaf, dan menggunakan sapaan sopan seperti tolong ketika diperlukan.</p></li><li><p>Bermain bersama antara kakak dan adik.</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Sumber</strong> : </p><p><br></p><ol><li><p>Meta Ai</p></li><li><p>Blog UI An Nur Lampung <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://share.google/GJfEKpfBAI1op7FvC">https://share.google/GJfEKpfBAI1op7FvC</a></p></li><li><p>https://bobo.grid.id/read/083590910/15-contoh-interaksi-sosial-yang-terjadi-di-lingkungan-rumah-materi-kelas-5-sd-tema-4?page=all dengan modifikasi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://elvis.padletcdn.com/1/fetch/e_in/hive-data-prod-cdn.thehive.ai/image_generation%2F44162%2F39527b30-6c47-11f0-a1f9-3102464d8c38%2Fimage0_1024_1024.png?Expires=1769323360&amp;Policy=eyJTdGF0ZW1lbnQiOlt7IlJlc291cmNlIjoiaHR0cHM6Ly9oaXZlLWRhdGEtcHJvZC1jZG4udGhlaGl2ZS5haS9pbWFnZV9nZW5lcmF0aW9uJTJGNDQxNjIlMkYzOTUyN2IzMC02YzQ3LTExZjAtYTFmOS0zMTAyNDY0ZDhjMzglMkZpbWFnZTBfMTAyNF8xMDI0LnBuZyIsIkNvbmRpdGlvbiI6eyJEYXRlTGVzc1RoYW4iOnsiQVdTOkVwb2NoVGltZSI6MTc2OTMyMzM2MH19fV19&amp;Signature=ZH-2kYD3vwcxAHQRBP7rwmszqXWbs~6iHh3~ntBH8V2fj0yzedtTYUqmDBPRMzv2-7uiai8Jthj9D8Am-FzLxmMahqK9urGtVeu4EssEMhtWBh~ulE~GDbTCSq2sdkShQTgdCR3R0iF4W1SOW8y2LDcBICO9Sdr3IXL8rWfkZv2ZZegcan1G-ZgbV7rqTQ-wER-hjOu7eNDUvydpSLoAD0HToMqHf85JKg-p0yAWWBGJ~~-INoIIvBXFSkZknDPpaDoCD8sM~x-hLBD5yUY8KgQkg8BNBgm7MctwgAXaWGSOTzn6WOrQaFwZX4nfHcOg~YWcDkQR0rLCTj4N9g1gkA__&amp;Key-Pair-Id=APKAIWMTNWCLWHZZ525A" />
         <pubDate>2025-07-29 06:22:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653088</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653206</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL 2 TEMAN SEBAYA</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Berikut penjelasan mengenai kelompok sosial teman sebaya:</p><p><br/></p><p><strong>Ciri-ciri Kelompok Sosial Teman Sebaya:</strong></p><ol><li><p>Usia Sebanding<br>Anggota kelompok memiliki rentang usia yang hampir sama (biasanya anak-anak, remaja, atau dewasa muda).</p></li><li><p>Status Sosial Setara<br>Tidak ada hierarki kekuasaan yang ketat, mereka berinteraksi secara egaliter (setara).</p></li><li><p>Interaksi Intensif dan Informal<br>Sering melakukan aktivitas bersama secara santai dan tidak formal, seperti bermain, belajar, atau berdiskusi.</p></li><li><p>Nilai dan Norma Bersama<br>Memiliki kesamaan nilai, minat, atau gaya hidup yang mempengaruhi cara berpikir dan bertindak.</p></li><li><p>Saling Memengaruhi<br>Anggota kelompok saling memengaruhi dalam hal sikap, perilaku, hingga keputusan.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Apakah Ikatan dalam Kelompok Teman Sebaya Bisa Berubah?</strong></p><p>Ya, ikatan ini bisa berubah.</p><p>Perubahan bisa terjadi karena:</p><ul><li><p>Pertambahan usia (perbedaan minat, tujuan hidup, atau beda lingkungan)</p></li><li><p>Pindah sekolah, daerah, atau lingkungan</p></li><li><p>Perubahan nilai atau perilaku</p></li><li><p>Konflik atau perselisihan</p></li><li><p>Masuknya individu baru ke dalam kelompok</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Interaksi Kelompok Teman Sebaya dalam Kehidupan Sehari-hari:</strong></p><ol><li><p>Bermain dan bersosialisasi (misalnya saat istirahat sekolah atau nongkrong di luar)</p></li><li><p>Belajar bersama (diskusi tugas, kelompok belajar)</p></li><li><p>Berbagi pengalaman pribadi dan curhat</p></li><li><p>Mendiskusikan tren dan budaya populer (musik, media sosial, trend terkini.)</p></li><li><p>Saling memberi pengaruh terhadap keputusan (misalnya ikut ekskul, memilih jurusan, dll.)</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Hal-hal Unik dalam Interaksi Kelompok Teman Sebaya:</strong></p><ol><li><p>Bahasa Gaul<br>Punya istilah dan singkatan khas yang hanya dimengerti kelompok.</p></li><li><p>Candaan Internal<br>Lelucon pribadi yang hanya lucu bagi anggota kelompok.</p></li><li><p>Komunikasi Aktif di Grup Chat<br>Penuh curhat, meme, spam sticker, dan cerita receh.</p></li><li><p>Nongkrong Virtual<br>Mabar, nobar, atau voice chat jadi cara ngumpul online.</p></li><li><p>Rutinitas Unik<br>Kebiasaan khas seperti duduk di tempat tetap atau jajan bareng.</p></li><li><p>Kode Rahasia<br>Pakai istilah/kode tertentu buat menjaga privasi atau buat seru-seruan.</p></li><li><p>Curhat &amp; Dukungan Emosional<br>Jadi tempat saling cerita dan saling menyemangati.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Kelompok teman sebaya adalah kelompok sosial yang terdiri dari individu dengan usia dan status sosial yang setara, yang menjalin hubungan akrab melalui interaksi sehari-hari. Ikatan dalam kelompok ini bersifat dinamis dan bisa berubah seiring waktu, tergantung pada perubahan minat, lingkungan, atau konflik internal. Dalam kehidupan sehari-hari, kelompok teman sebaya tidak hanya menjadi tempat bersosialisasi, tetapi juga ruang untuk saling mendukung, berbagi cerita, hingga menciptakan kebiasaan dan bahasa khas. Keunikan-keunikan ini memperkuat solidaritas dan membuat hubungan mereka terasa lebih dekat dan bermakna.</p><p><br/></p><p><strong>Sumber Referensi:</strong></p><ol><li><p>Sumarsono, S. (2020). Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Kemendikbud.</p></li><li><p>Kemdikbud. (2021). Modul PJJ Sosiologi SMA Kelas XI Semester 1.</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4170933064/f2c4cd589a709e1e0fb7fe921cbcde3c/IMG_5911.jpeg" />
         <pubDate>2025-07-29 06:22:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653206</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653369</link>
         <description><![CDATA[<p><mark>KEL. 3 OSIS/EKSTRAKULIKULER 👅</mark></p><p>• Naohiko Hanifa P / 25</p><p>• Novalita Maulidya / 29</p><p>• Tita Aluna Putri / 34</p><p><br></p><p><strong>Ciri-ciri :</strong></p><p>1. Adanya interaksi sosial yang rutin. <br>2. Mempunyai norma dan nilai bersama. <br>3. Setiap anggota kelompok memiliki peranan dan tanggungjawabnya masing-masing. <br>4. Dibentuk dilingkungan sekolah. <br>5. Diakui dan dibina oleh sekolah. </p><p>6. Memiliki struktur yang jelas. </p><p><br></p><p><strong>Aktivitas dan interaksi yang dilakukan kelompok sosial tersebut berupa :</strong> <br>1. Pertemuan rutin. <br>2. Pelaksanaan sebuah kegiatan atau program kerja tertentu.</p><p>3. Saling mendukung untuk pengembangan diri. </p><p><br></p><p><strong>Yang membentuk ikatan kelompok sosial di OSIS/ ekstrakurikuler:</strong></p><p>1. Tujuan dan Kepentingan Bersama Anggota OSIS dan ekstrakurikuler memiliki tujuan yang sama, seperti membangun kepemimpinan, menambah pengalaman menyalurkan minat dan bakat, atau menyukseskan program sekolah.</p><p>2. Minat dan bakat yang sama </p><p>Anggota OSIS dan ekstrakurikuler biasanya memiliki minat dan bakat yang serupa yang lalu dipisahkan dari divisi/sie.</p><p>3. Solidaritas </p><p> Saat menyukseskan kegiatan bersama (seperti event dan lomba di sekolah) anggota menumbuhkan rasa solidaritas.</p><p><br></p><p>Ikatan tersebut bisa berubah, contohnya jika anggota OSIS lepas jabatan atau jika anggota ekskul keluar dari ekskulnya </p><p><br></p><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Kelompok sosial osis dan ekstrakurikuler terbentuk karena adanya tujuan yang sama, untuk setiap anggota osis memiliki tujuan untuk berorganisasi dan menyalurkan minat &amp; bakat, begitu juga dengan ekstrakurikuler yg terbentuk karena adanya kesamaan minat dan bakat yg ingin mereka kembangkan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-29 06:22:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653369</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653649</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 4 LEMBAGA HUKUM</p><ul><li><p>Anggraini (03)</p></li><li><p>Emelia Valentine (10)</p></li><li><p>Zahra Zahvicha.M (36)</p></li></ul><p>PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL LEMBAGA HUKUM</p><p><br/></p><p>Kelompok sosial lembaga hukum adalah kelompok formal yang terdiri dari orang-orang yang bekerja untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban dalam masyarakat.</p><p>Lembaga ini memiliki peraturan, struktur, dan tugas yang diakui secara resmi oleh negara.</p><p><br/></p><p>Contoh anggotanya: Polisi, jaksa, hakim, pengacara, notaris, petugas lapas, dan lembaga bantuan hukum (LBH).</p><p><br/></p><p>CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL LEMBAGA HUKUM</p><p><br/></p><p>1. Memiliki aturan tertulis dan diakui oleh negara (misalnya UUD, KUHP, UU Peradilan)</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Terdiri dari individu yang memiliki jabatan atau peran tertentu</p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Mempunyai struktur organisasi yang jelas dan formal</p><p><br/></p><p><br/></p><p>4. Tujuan utamanya adalah menegakkan hukum dan menciptakan keadilan</p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Memiliki sanksi hukum yang tegas bagi pelanggar</p><p><br/></p><p><br/></p><p>6. Bersifat mengikat secara hukum dan dilindungi negara</p><p><br/></p><p><br/></p><p>PERUBAHAN IKATAN KELOMPOK SOSIAL LEMBAGA HUKUM</p><p><br/></p><p>Ikatan dalam kelompok sosial lembaga hukum bisa mengalami perubahan, karena beberapa faktor berikut:</p><p><br/></p><p>1. Perubahan hukum atau perundang-undangan → revisi UU, aturan baru</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Perpindahan atau pergantian anggota → pensiun, mutasi, promosi</p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Pengaruh teknologi → digitalisasi proses hukum, e-Court</p><p><br/></p><p><br/></p><p>4. Perubahan nilai dan kondisi sosial masyarakat → hukum menyesuaikan kebutuhan zaman</p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Reformasi hukum → adanya perbaikan sistem hukum dari pemerintah</p><p><br/></p><p><br/></p><p> INTERAKSI LEMBAGA HUKUM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI</p><p><br/></p><p>Pihak yang Terlibat	Bentuk Interaksi</p><p><br/></p><p>Polisi – Masyarakat	Mengatur lalu lintas, menangani kriminalitas, sosialisasi hukum</p><p>Jaksa – Hakim – Pengacara – Terdakwa	Interaksi dalam proses persidangan</p><p>LBH – Masyarakat	Pemberian bantuan hukum gratis untuk warga tidak mampu</p><p>Notaris – Masyarakat	Pembuatan dokumen resmi seperti akta tanah, warisan</p><p>Petugas Lapas – Narapidana	Pembinaan, pengawasan, dan rehabilitasi napi</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Interaksi ini mencerminkan peran nyata lembaga hukum dalam menjaga keteraturan sosial.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan Singkat</p><p><br/></p><p>Kelompok sosial lembaga hukum adalah kelompok formal yang berperan menegakkan hukum dan menjaga ketertiban masyarakat. Kelompok ini memiliki aturan resmi, struktur jelas, serta anggota dengan peran khusus seperti polisi, hakim, dan pengacara.</p><p><br/></p><p>Interaksinya nyata dalam kehidupan sehari-hari, dan ikatannya bisa berubah seiring perkembangan hukum, teknologi, dan kebutuhan sosial. Peran lembaga hukum sangat penting untuk menciptakan keadilan dan keteraturan sosial</p><p><br/></p><p><br/></p><p> SUMBER MATERI</p><p>https://www.brainacademy.id/blog/lembaga-sosial?utm_source</p><p>https://www.slideshare.net/slideshow/makalah-kelompok-1-mata-kuliah-sosiologi/250039486?utm_source</p><p>https://cdn-gbelajar.simpkb.id/s3/p3k/IPS/Sosiologi/Per%20Pembelajaran/PEMBELAJARAN%203.%20Struktur%20Sosial.pdf?utm_source</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-29 06:22:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653649</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653738</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL 5 SEKOLAH</p><p><br/></p><p>Anggota kelompok:</p><p>Muhammad Fayatullah/24</p><p>Rahma sadjida/32</p><p>Zahra fianty D. /35</p><p><br/></p><p>Ciri-ciri:</p><p>memiliki tujuan yang sama, adanya interaksi sosial, merasa bagian dari kelompok atau solidaritas, adanya struktur dan peran, memiliki norma atau aturan tertentu. </p><p>Dijelaskan sebagai berikut:</p><p>Kesadaran anggota yang pertama misalnya sebagai guru sadar bahwa adanya profesi yang mengikat guru sehingga masuk dalam kelompok sosial (sekolah) dan siswa sadar sebagai siswa dengan mendaftar ke sekolah yang di tuju sehingga secara tidak langsung siswa telah menjalin ikatan dengan sekolah.</p><p><br/></p><p>Aktivitas:</p><p>Mereka menjalin interaksi sosial dengan tujuan yang sama di dalam satu tempat yakni sekolah misalnya siswa belajar untuk mendapatkan nilai yang berguna untuk rekam jejak pendidikan dan guru dengan tujuan untuk mengajar siswa hingga menyelesaikan pendidikannya. </p><p>contohnya aktivatas belajar kelompok, organisasi siswa seperti osis/pk, ekstrakurikuler</p><p>Ikatan:</p><p>Kelompok sosial di sekolah yang membuat ikatan tersebut adalah kumpulan siswa yang memiliki minat tujuan atau interaksi sosial yang teratur, contohnya kelompok belajar, kelompok ekstrakurikuler, ikatan dalam organisasi sekolah atau kelompok teman sebaya. Pentingnya ikatan sosial di sekolah adalah meningkatnya rasa memiliki, mendukung perkembangan sosial dan emosional, meningkatkan motivasi belajar, menciptakan lingkungan belajar yang positif. </p><p> ikatan ini akan berubah setiap setahun sekali biasanya berubah waktu penerimaan peserta didik baru dalam lingkup siswa namu bisa saja guru yang mengajar bisa berubah-ubah karena di pindah tugaskan ke tempat lain</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://elvis.padletcdn.com/1/fetch/e_in/pixabay.com/get/g2ebea0d0c29d6759d4cd090b3cfcd71090c794fff1b1721e37efae4f17f48f6d075e7bdbee8841448cf59f93cd1c014f.jpg" />
         <pubDate>2025-07-29 06:23:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653738</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653829</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 6 MASYARAKAT DESA</p><p><br/></p><p><mark>Anggota Kelompok</mark></p><ul><li><p>I Gusti Ayu Puspita Mahadewi ( 14 )</p></li><li><p>Keyshella Dwi Anggraini ( 17 )</p></li><li><p>Marshalia Cinta Gadis Melodiva I. ( 19 )</p></li></ul><p><br/></p><blockquote><p>Pengertian</p></blockquote><p>Sekelompok orang yang tinggal dan berinteraksi dalam suatu wilayah pedesaan.</p><p><br/></p><blockquote><p>Ciri-ciri Kelompok Masyarakat Desa</p></blockquote><ol><li><p>Menempati satu wilayah yang sama.</p></li><li><p>Memiliki jiwa solidaritas yang tinggi - biasanya warga desa senang membantu satu sama lain di berbagai keadaan, seperti gotong royong membersihkan desa hingga masalah-masalah di lingkungan sekitar.</p></li><li><p>Memiliki stratifikasi sosial sederhana - seperti pak RT/RW.</p></li><li><p>Memiliki kekentalan budaya dan norma yang kuat - setiap desa pasti memiliki budayanya masing², budaya tersebut telah diwariskan dari generasi sebelumnya dan dipercayai dengan kuat oleh warga desa.</p></li></ol><p><br/></p><blockquote><p>Ikatan Kelompok Masyarakat Desa</p></blockquote><p>Kelompok sosial warga desa bersifat dinamis yang berarti bisa berubah, berkembang, atau berkurang ikatannya tergantung pada situasi sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. kelompok sosial di desa bisa juga berubah karena urbanisasi. namun ikatan antarwarga tetap bisa dipertahankan jika nilai kebersamaan dan gotong royong terus dijaga lewat kegiatan bersama.</p><p><br/></p><p><br/></p><blockquote><p>Interaksi yang Terjadi</p></blockquote><ol><li><p>Gotong royong </p><p>Warga desa saling membantu dalam kegiatan sosial, seperti membangun rumah, membersihkan lingkungan, atau membantu acara desa. </p></li><li><p>Interaksi informal</p><p>Warga desa saling menyapa saat bertemu di jalan, saling bertukar cerita, atau membantu jika ada warga yang membutuhkan bantuan. </p></li><li><p>Interaksi formal</p><p>Warga desa berpartisipasi dalam kegiatan musyawarah desa, rapat RT/RW, atau kegiatan keagamaan yang diadakan di desa. </p></li><li><p>Interaksi ekonomi</p><p>Warga desa bertukar hasil pertanian atau perkebunan atau yang lainnya, seperti menjual hasil panen di pasar desa, atau saling membantu dalam kegiatan pertanian. </p></li><li><p>Interaksi sosial budaya</p><p>Warga desa saling berbagi tradisi, adat istiadat, dan kesenian. Misalnya, adanya acara desa seperti sedekah bumi, pentas seni, atau kegiatan keagamaan bersama. </p></li><li><p>Interaksi antar desa</p><p>Meskipun desa cenderung memiliki interaksi yang lebih kuat dengan desa lain dalam lingkup yang lebih kecil, interaksi antar desa juga terjadi melalui kegiatan ekonomi (pertukaran hasil bumi), sosial budaya (pernikahan antar desa), atau kegiatan keagamaan.</p></li></ol><p><br/></p><blockquote><p>Kesimpulan</p></blockquote><p>Kelompok warga desa adalah sekolompok orang yang menempati wilayah tempat tinggal yang sama dan saling berinteraksi. Kelompok warga desa memiliki ikatan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lingkugan dan permasalahan yang terjadi.</p><p><br/></p><p>Sumber Referensi :</p><ol><li><p>Deepseek ( namun hanya mengambil judulnya saja, isinya dari sudut pandang dan kondisi asli kelompok tersebut )</p></li><li><p>ChatGPT ( namun hanya mengambil inti pembahasan dan mengubahnya dengan kata-kata sendiri )</p></li><li><p>Google AI Overview ( isinya disaring )</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-29 06:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653829</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653944</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 8 MASYARAKAT KOTA</p><p><br/></p><p><strong>NAMA KELOMPOK :</strong></p><ul><li><p><strong> Adriel Evan / 01</strong></p></li></ul><ul><li><p><strong>Evan Qabidh / 11</strong></p></li><li><p><strong>Nayaka Vallerian / 28</strong></p></li></ul><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>CIRI MASYARAKAT KOTA</strong></p><p>1. Sifat individualisme yang tinggi dan egois </p><p>2. Norma sosial lebih longgar : Pengawasan sosial tidak seketat di desa</p><p>3. Gaya hidup bervariasi : Gaya hidup (lifestyle) masyarakat kota sangat beragam karena dipengaruhi oleh faktor seperti pendapatan, pendidikan, pekerjaan, budaya, dan akses teknologi</p><p>4. Mobilitas tinggi : Aktivitas harian bergantung pada transportasi umum/pribadi.</p><p>5. Ketergantungan teknologi : hidup serba digital </p><p>6. Spesialisasi pekerjaan : Banyak profesi berbasis keahlian khusus</p><p>7. Ketimpangan sosial ekonomi : Ada kesenjangan antara kelas atas dan kelas bawah.</p><p>8. Pendidikan dan kesehatan lebih maju : Fasilitas pendidikan dan rumah sakit lebih lengkap.  </p><p>9. Sistem sosial yang lebih terorganisir : Lembaga sosial seperti sekolah, rumah sakit, dan bank lebih terstruktur.  </p><p>10. Pola pikir rasional : Lebih menerima perubahan dan inovasi, Keputusan berdasarkan pertimbangan logis (bukan hanya tradisi).</p><p><br/></p><p><strong>AKTIFITAS MASYARAKAT KOTA</strong></p><ol><li><p> Aktivitas Ekonomi seperti Perdagangan di pasar modern maupun tradisional. </p></li></ol><ol start="2"><li><p> Aktivitas Sosial seperti Organisasi keagamaan (majelis taklim, pengajian, persekutuan doa)</p></li></ol><ol start="3"><li><p>Aktivitas Keamanan dan Ketertiban seperti Ronda malam atau siskamling</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>IKATAN YANG MEMBENTUK MASYARAKAT KOTA</strong></p><p>1. Ikatan Berdasarkan Wilayah/Lokasi : ada yang didasarkan oleh tempattinggal/lingkungan (RT, RW)</p><p>2. Ikatan Berdasarkan Kepentingan/Hobi: didasari oleh kepentingan atau kesamaan hobi </p><p>3. Ikatan Profesional (Pekerjaan): didasari hubungan pekerjaan</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>HAL HAL UNIK MASYARAKAT KOTA</strong></p><p> Warga kota terbiasa dengan kehidupan serba cepat (cepat kerja, cepat transportasi, cepat informasi). Banyak orang berpacu dengan waktu, sehingga interaksi sosial bisa terasa minim.</p><p><br/></p><p><strong>SUMBER REFERENSI :</strong></p><ol><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kota/#:~:text=2.-,Masyarakat%20Kota,apabila%20dibandingkan%20dengan%20penduduk%20desa">https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kota/#:~:text=2.-,Masyarakat%20Kota,apabila%20dibandingkan%20dengan%20penduduk%20desa</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/ragam-contoh-kelompok-sosial-di-masyarakat-perkotaan-20y6SxFKgKG">https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/ragam-contoh-kelompok-sosial-di-masyarakat-perkotaan-20y6SxFKgKG</a></p></li><li><p>Google Ai</p></li><li><p>Chatgpt</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-29 06:23:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530653944</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530654145</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 7 HATTERS🤬👹💩🤡😈</p><p><br/></p><p>Anggota Kelompok : </p><ol><li><p>Aulia Hayu Pangestu/4</p></li><li><p>Maharani Saskia Putri/18</p></li><li><p>Nasywa Aurelia Jasmine/27</p><p><br/></p></li></ol><p>"Haters" dalam bahasa Indonesia merujuk pada pembenci atau orang yang secara aktif menunjukkan kebencian terhadap seseorang, kelompok, atau entitas tertentu. Istilah ini sering digunakan dalam konteks media sosial dan dunia maya, di mana individu atau kelompok menyebarkan komentar negatif, ujaran kebencian, atau upaya untuk merendahkan orang lain.</p><p><br/></p><p>https://kumparan.com/ragam-info/mengenal-haters-individu-yang-menunjukkan-perilaku-kebencian-ke-figur-publik-20xNbqVzmLM</p><p><br/></p><p><strong>Ciri-Ciri Haters</strong></p><p>1. Selalu mencari kesalahan orang lain, dari hal kecil hingga besar.</p><p>2. Sering memberikan komentar negatif tanpa solusi.</p><p>3. Tidak menyukai pencapaian atau keberhasilan orang lain.</p><p>4. Suka menyebarkan rumor atau fitnah yang belum tentu kebenarannya.</p><p>5. Bertindak tanpa rasa empati dan cenderung provokatif.</p><p>6. Komentar mereka bisa merusak citra dan kepercayaan diri korban.</p><p>7. Identitasnya sering anonim di media sosial, karena mereka juga malu dan takut.</p><p><br/></p><p><strong>Aktivitas Haters</strong></p><p>1. Cyberbullying: Menyerang secara verbal melalui internet.</p><p>2. Menyebar hoax atau fitnah.</p><p>3. Membuat konten balasan seperti meme, video hinaan, atau parodi yang menjatuhkan.</p><p>4. Mengorganisasi serangan massa: Kadang haters membuat forum/grup untuk menjatuhkan satu pihak bersama-sama.</p><p>5. Komentar Negatif: Di media sosial, kolom komentar YouTube, TikTok, Instagram, dll.</p><p><br/></p><p><strong>Ikatan yang Membentuk Kelompok Sosial Haters</strong></p><p>1. Ikatan Tujuan: Bersatu untuk menjatuhkan, menyerang, atau mempermalukan target tertentu.</p><p>2. Ikatan Emosional Negatif: Sama-sama benci terhadap seseorang/hal tertentu.</p><p>3. Ikatan Platform: Bergabung di komunitas online seperti forum anonim, grub WhatsApp/Discord/Telegram.</p><p>4. Ikatan Nilai Negatif: Bersatu karena ketidaksukaan yang sama, walaupun mereka sendiri sering tidak saling mengenal secara pribadi.</p><p><br/></p><p><strong>Apakah kelompok sosial ini bisa Berubah?</strong></p><p>Jawabannya adalah bisa, karena : </p><p>1. Bubar : jika sudah tidak memiliki target bersama atau terjadi konflik internal diantara para haters itu sendiri.</p><p>2. Berubah arah : mereka bisa menjadi netral atau bahkan berubah menjadi pendukung ketika mereka mendapat perspektif baru, merasa malu, atau merasa bersalah.</p><p>3. Terpecah belah : mereka bisa terpecah belah karena perbedaan tujuan atau pandangan di dalam perkumpulan para haters. </p><p><br/></p><p><strong>Jenis Kelompok Sosialnya</strong></p><p>1. Kelompok Sekunder: Tidak ada hubungan emosional yang dekat antar anggotanya, hanya bersatu karena kebencian terhadap sesuatu.</p><p>2. Kelompok Informal: Tidak punya struktur resmi dan biasanya terbentuk spontan (misalnya dari komentar di media sosial).</p><p><br/></p><p>https://www.ruangguru.com/blog/klasifikasi-kelompok-sosial-berdasarkan-cara-pembentukannya</p><p><br/></p><p><strong>Pasal-pasal dalam hukum Indonesia yang terkait dengan perilaku haters terutama di media sosial:</strong></p><p><br/></p><ul><li><p><strong>UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik):</strong></p></li></ul><p>1. Pasal 27 ayat (3): Melarang distribusi konten yang menyerang kehormatan/martabat seseorang (fitnah/pencemaran nama baik).</p><p>2. Pasal 28 ayat (2): Melarang penyebaran kebencian berdasarkan SARA.</p><p>3. Pasal 45 ayat (3): Ancaman pidana untuk pencemaran nama baik melalui media elektronik.</p><p><br/></p><p>https://jdih-dprd.bekasikab.go.id/add/proses/produkhukum/data/lampiran/2021MNO3335Admin.pdf</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana):</strong></p></li></ul><p>1. Pasal 310–311 KUHP: Tentang pencemaran nama baik dan fitnah.</p><p>2. Pasal 315 KUHP: penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat peneemaran atau pencemaran tertulis</p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://kejari-sukoh">https://kejari-sukoh</a>arjo.go.id/file/087938fe4b830aeb386f318f3b605198.pdf</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4171055460/64c4b0d5a6942e07b4f042468d3be557/IMG_20250729_WA0028.jpg" />
         <pubDate>2025-07-29 06:23:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530654145</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530654223</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 11 FANS</p><p>KELOMPOK MIHU MIHU BORAHAE 💜</p><p><br/></p><p>Anggota: </p><p>Ananda ravina/02</p><p>Clara natalie/07</p><p>Elvira hanum/09</p><p><br/></p><ol><li><p>ciri :</p><ul><li><p>Ada rasa kebersamaan dan solidaritas</p></li><li><p>Memiliki minat/idola yang sama</p></li><li><p>Punya identitas khusus (nama fandom, warna, logo)</p></li><li><p>Sering berinteraksi antar anggota (online/offline)</p></li><li><p>Pengaruh pada gaya hidup dan perilaku</p></li><li><p>Loyal dan emosional terhadap idola</p></li></ul></li><li><p>Aktifitas :  </p><ul><li><p>Bergabung dalam Komunitas penggemar</p></li><li><p>Membuat Fanwork</p></li><li><p>Menciptakan konten</p></li><li><p>Mengikuti dan menghadiri acara yang berkaitan dengan idola atau hobi mereka</p></li><li><p>Membeli merchandise yang berkaitan dengan idola</p></li><li><p>Membela dan mendukung idola mereka</p></li></ul></li><li><p>Ikatan yang membentuk :</p><ul><li><p>kesamaan minat atau hobi terhadap suatu objek, seperti idola, band, film, atau olahraga.</p></li><li><p>⁠Interaksi dan komunikasi yang terjalin antar anggota kelompok, baik secara langsung maupun melalui media sosial</p></li><li><p>memperkuat ikatan dan membentuk identitas kelompok. </p></li></ul><p>Kesamaan Minat: </p><ul><li><p>Faktor utama yang menyatukan penggemar adalah kesamaan minat atau hobi terhadap suatu objek. </p></li></ul><p>Interaksi Sosial: </p><ul><li><p>Penggemar berinteraksi untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan membangun hubungan dengan penggemar lain yang memiliki minat serupa. </p></li></ul><p>Identitas Kelompok: </p><ul><li><p>Melalui interaksi dan identifikasi dengan objek yang digemari, penggemar membentuk identitas kelompok yang membedakan mereka dari kelompok lain.</p></li></ul></li><li><p>Keunikan : </p></li></ol><ul><li><p>Bisa bersifat global dan lintas budaya, fandom tidak terbatas pada satu wilayah atau negara.</p></li></ul><ul><li><p>Identitas dan simbol khusus</p></li></ul><p>Kelompok fans biasanya punya identitas atau simbol yang khas, seperti: </p><ul><li><p>Nama fandom (contoh: ARMY untuk fans BTS), Warna khusus (lightstick, baju), Logo atau slogan, Bahasa/slang khas dalam komunitas</p></li><li><p>Fanatisme dan Dedikasi Tinggi</p><p>Fans rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang untuk mengikuti aktivitas atau karya idolanya, bahkan secara ekstrem.</p></li><li><p>Rasa Kepemilikan dan Ikatan Emosional</p><p>Fans merasa punya ikatan personal dengan idola atau karya yang mereka gemari, meskipun tidak memiliki hubungan langsung.</p></li><li><p>Kekuatan Kolektif yang Besar </p><p>Fans dapat menjadi kekuatan sosial besar yang mampu memengaruhi opini publik, tren industri hiburan, bahkan kegiatan politik atau sosial.</p></li><li><p>adanya aktivitas kolektif yang kuat terhadap merchendise yang dikeluarkan oleh idola, maupun sesuatu yang diminati</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4171212287/a2baf5be1f1be92976b997c6e53f3f79/IMG_2873.jpeg" />
         <pubDate>2025-07-29 06:23:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530654223</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530654662</link>
         <description><![CDATA[<p>🤡💯♥️❤️‍🔥🫦🤩😘KEL. 10 BIMBEL</p><p>Karakteristik</p><p><br/></p><p>Nama anggota:</p><p>Fakhri danis r/13</p><p>M Fabian Maulana/23</p><p>Oscario Leon/30</p><p><br/></p><p>🇮🇩vs🇻🇳</p><ol><li><p><strong>Belajarnya Lebih Nempel</strong><br>Cara ngajar di bimbel tuh beda. Gurunya nggak cuma baca buku doang, tapi jelasin pakai cara yang gampang dimengerti. Kadang ada trik cepat, cerita lucu, bahkan singkatan aneh biar gampang hafal.</p></li><li><p><strong>Bisa Tanya Sampai Paham</strong><br>Nggak kayak di kelas sekolah yang rame, di bimbel kamu bebas tanya terus sampai bener-bener paham. Nggak ada tuh malu atau takut diketawain, soalnya suasananya lebih deket dan santai.</p></li><li><p><strong>Latihan Soal Kayak Ujian Asli</strong><br>Bimbel itu gudangnya latihan soal. Jadi pas ujian beneran, udah nggak kaget. Bahkan kadang soal tryout-nya lebih susah, biar pas ujian malah kerasa lebih ringan.</p></li></ol><p>Aktivitas</p><p>1. Belajar Bareng Tutor</p><p>Di bimbel, biasanya kita belajar ulang materi dari sekolah. Bedanya, tutor di bimbel biasanya ngajarin dengan cara yang lebih santai dan mudah dimengerti. Kalau ada bagian yang nggak paham dari pelajaran sekolah, kita bisa langsung tanya dan dijelasin sampai ngerti banget. Jadi, lebih nyaman dan nggak malu buat nanya.</p><p><br/></p><p>2. Latihan Soal dan Pembahasan</p><p>Setelah belajar teori, biasanya langsung lanjut ke latihan soal. Ini penting biar kita bisa ngerti cara ngerjain soal dengan cepat dan tepat. Soalnya juga sering mirip-mirip sama yang keluar di ujian. Kalau masih salah, tutor akan bantu bahas satu per satu sampai kita paham di mana letak salahnya.</p><p><br/></p><p>3. Try Out atau Simulasi Ujian</p><p>Bimbel juga sering ngadain try out, semacam latihan ujian kayak UTS, UAS, atau bahkan UTBK. Tujuannya biar kita terbiasa sama waktu dan tekanan saat ujian beneran. Hasil try out ini biasanya juga jadi bahan evaluasi biar tahu pelajaran mana yang masih perlu diperbaiki.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-29 06:24:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530654662</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evitamutmainah</author>
         <link>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530654725</link>
         <description><![CDATA[<p>KEL. 9 KARANG TARUNA</p><p><strong>Nama kelompok : </strong></p><ol><li><p>Eka Risma W  / 8 </p></li><li><p>Keysa Sakila I.H /16</p></li><li><p>Pebiyanti Andini / 31</p></li></ol><p>Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan diri dan berkontribusi dalam usaha kesejahteraan sosial di wilayah desa/kelurahan. Organisasi ini tumbuh atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama generasi muda.</p><p><br/></p><p>Keanggotaan:</p><p>Terbuka bagi semua pemuda dan pemudi (biasanya berusia 13-45 tahun), dengan pengurus berusia 17-35 tahun. Keanggotaan bisa bersifat aktif maupun pasif (otomatis bagi semua pemuda di wilayah tersebut). </p><p>Dasar:</p><p>Berdiri atas kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk generasi muda. </p><p>Tujuan:</p><p>Memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada generasi muda dalam berbagai bidang seperti organisasi, ekonomi, olahraga, keagamaan, dan kesenian. </p><p>Fungsi:</p><p>Mencegah masalah sosial, menyelenggarakan kesejahteraan sosial, meningkatkan usaha ekonomi produktif, serta menumbuhkan kesadaran sosial dan semangat kebangsaan. </p><p>Struktur:</p><p>Berada di tingkat desa/kelurahan, dengan pengurus yang dipilih dan dikukuhkan oleh kepala desa/lurah. </p><p>Kegiatan:</p><p>Meliputi berbagai kegiatan positif seperti pelatihan organisasi, kerja bakti, kegiatan olahraga, keagamaan, perlombaan, dan lain sebagainya. </p><p>Kemitraan:</p><p>Berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi lainnya, untuk mencapai tujuan bersama. </p><p>Non-profit:</p><p>Karang Taruna adalah organisasi non-profit yang berfokus pada pengembangan masyarakat.</p><p><br/></p><p>Ciri ciri : </p><p>adanya anggota yang berusia 11-45 tahun, sistem keanggotaan yang bersifat stelsel pasif (keanggotaan otomatis bagi semua pemuda di wilayah tersebut), serta kegiatan yang berfokus pada pengembangan potensi diri, keterampilan, dan kesejahteraan sosial.</p><p><br/></p><p>hal unik </p><p>peran ganda yang dimilikinya sebagai wadah pengembangan diri pemuda dan agen perubahan sosial di masyarakat.</p><p>Kelompok sosial Karang Taruna bisa terputus atau vakum jika tidak dikelola dengan baik, misalnya karena kurangnya regenerasi kepemimpinan, minimnya partisipasi pemuda, tidak adanya dukungan dari pemerintah setempat, konflik internal, atau kegiatan yang tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat. Meski demikian, Karang Taruna tetap bisa diaktifkan kembali melalui inisiatif pemuda, dukungan masyarakat, serta peran aktif pemerintah dalam membina dan memfasilitasi kegiatan sosial kepemudaan.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan: </p><p>Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia yang berperan penting dalam pembangunan masyarakat di tingkat desa/kelurahan.  Kesimpulannya, Karang Taruna berfungsi sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda,  jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta penggerak berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.  Keberhasilannya bergantung pada partisipasi aktif anggotanya dan dukungan dari lingkungan sekitar.  Secara singkat, Karang Taruna merupakan pilar penting dalam pembangunan masyarakat berbasis pemberdayaan pemuda.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-29 06:24:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/evitamutmainah/lnu93txdgls0jy0m/wish/3530654725</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
