<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>ATHG delightful by Hanna Valentia</title>
      <link>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp</link>
      <description>wleawleo</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-06 04:54:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-03-13 14:18:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f351.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Noel &amp; Winsen 🌺🌺🌺🌷🌷</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907460933</link>
         <description><![CDATA[<div>Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan, yang selanjutnya disingkat ATHG adalah setiap upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang dinilai dan/atau dibuktikan dapat membahayakan keselamatan bangsa, keamanan, kedaulatan, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia<br>Ancaman Militer.   <br>Ancaman Politik. <br>Ancaman Ekonomi. <br>Ancaman Sosial. <br>Ancaman Lingkungan. <br>Ancaman Sains dan Teknologi. <br>Ancaman Diplomatik.<br>bentuk ancaman agresi, pelanggaran wilayah, pemberontakan bersenjata, sabotase, spionase, aksi teror bersenjata, ancaman keamanan laut dan udara serta konflik komunal.<br>3.a. Maraknya tindakan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan.<br>b. Percobaan invasi asing yang ingin menguasai Indonesia, baik dari segi sumber daya alam maupun lainnya<br>c. Maraknya tindakan kriminalitas dalam kehidupan masyarakat<br>d. Sistem pendidikan nasional yang tidak merata juga tidak memadai<br>e. Kemajuan komunikasi dan transportasi yang memengaruhi kehidupan maupun mobilitas masyarakat<br>f. Adanya birokrasi sipil dan militer.<br>Pengaruh Asing atau Globalisasi.<br>Persaingan Ideologis.<br>Perubahan Sosial dan Budaya.<br>Konflik Agama atau Etnis.<br>Teknologi dan Media Sosial. <br>Revolusi atau Pergolakan Sosial. <br>Ekonomi dan Kesenjangan Sosial.<br>Radikalisasi dan Ekstremisme.<br>Integrasi Nasional adalah proses penyatuan berbagai suku, agama, budaya, dan daerah yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia yang utuh dan berdaulat. Integrasi Nasional bertujuan untuk mempertahankan keutuhan dan keberlangsungan bangsa Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat dan mandiri. Memiliki Rasa Saling Membutuhkan Antar Sesama Masyarakat. <br>Nilai dan Norma Harus Dijalankan Secara Konsisten<br>Nilai dan Norma Diraih Melalui Kesepakatan Bersama.<br>Adanya Toleransi.<br>Memiliki Kesadaran Diri Sebagai Makhluk Sosial.<br>Mempunyai Visi dan Misi yang Sama. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu adalah sebagai berikut: Gotong royong; semangat gotong royong yang turun-temurun dalam budaya Indonesia menjadi pendorong penting, di mana orang-orang saling membantu satu sama lain secara sukarela.Tidak Menghargai Perbedaan.<br>Kurangnya kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan.<br>3. Berkurangnya toleransi<br>4. Kesenjangan sosial dan ekonomi.<br>Kurangnya keterbukaan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 05:05:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907460933</guid>
      </item>
      <item>
         <title>hanna - tiff🦧🦧</title>
         <author>hannavalentia</author>
         <link>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907468967</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan, yang selanjutnya disingkat ATHG adalah setiap upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang dinilai dan/atau dibuktikan dapat membahayakan keselamatan bangsa, keamanan, kedaulatan, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.<br><br>2. &gt; Jenis Ancaman:<br>• Agresi militer oleh negara lain.<br>• Pelanggaran wilayah oleh negara lain.<br>• Spionase.<br>• Sabotase.<br>• Aksi teror bersenjata.<br>• Gerakan separatis.<br>• Pemberontakan bersenjata.<br>• Perang saudara.<br>&gt; Sumber Ancaman: Ancaman merupakan kejadian atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau kerugian dan kehilangan jiwa manusia, ancaman dapat disebabkan oleh&nbsp;alam, teknologi, atau manusia.<br>&gt; Bentuk Ancaman:<br>• Ancaman&nbsp;Militer.&nbsp;<br>• Ancaman&nbsp;Politik.&nbsp;<br>• Ancaman&nbsp;Ekonomi.&nbsp;<br>• Ancaman&nbsp;Sosial.&nbsp;<br>• Ancaman&nbsp;Lingkungan.<br>• Ancaman&nbsp;Sains dan Teknologi.<br>• Ancaman&nbsp;Diplomatik.<br><br>3. Tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan integrasi sosial, yaitu antara lain: 1) ketidakadilan; 2) penegakan hukum ; 3) eksploitasi; 4) aspirasi masyarakat yangtidak tersalur; 5) kesenjangan sosial ; 6) KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme); 7) diskriminasi;&nbsp;8) kemiskinan; 9) keterasingan; Korupsi<br><br>4. Ancaman terhadap ideologi Pancasila bisa meliputi paham radikalisme dan ekstremisme yang menentang prinsip-prinsip pluralisme, toleransi, dan demokrasi yang terkandung dalam Pancasila. Tantangan termasuk upaya untuk mempertahankan kesatuan dan keberagaman dalam masyarakat yang semakin kompleks dan terkadang terfragmentasi. Hambatan dapat muncul dari ketidakkonsistenan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan praktik pemerintahan. Gangguan dapat berasal dari propaganda atau ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, serta ketidakkompakan dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila di kalangan masyarakat.<br><br>5. Integrasi nasional adalah proses penyatuan dan pembentukan kesatuan nasional yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, budaya, agama, dan wilayah yang berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh dalam sebuah negara.<br><br>Syarat-syarat integrasi nasional meliputi:<br><br>1. Kesadaran akan identitas nasional: Masyarakat harus memiliki kesadaran akan identitas bersama sebagai satu bangsa.<br>2. Pembangunan ekonomi yang merata: Pembangunan ekonomi yang merata di seluruh wilayah negara dapat membantu mengurangi disparitas ekonomi antar daerah.<br>3. Pemerataan pendidikan: Pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah negara dapat meningkatkan kesadaran akan identitas nasional dan memperkuat jalinan sosial antarberbagai kelompok masyarakat.<br><br>&nbsp;<br>Faktor-faktor pendorong integrasi nasional antara lain:<br><br>1. Pemerintah yang kuat dan stabil: Pemerintahan yang kuat dan stabil mampu menjaga kedaulatan negara serta mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah.<br>2. 2. Pembangunan infrastruktur: Pembangunan infrastruktur yang merata dapat memperkuat keterhubungan antarwilayah dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang merata.<br>3. Pembangunan sosial dan budaya: Pembangunan sosial dan budaya yang inklusif dapat memperkuat kesadaran akan identitas nasional dan memupuk rasa solidaritas di antara berbagai kelompok masyarakat.<br><br>Faktor-faktor penghambat integrasi nasional meliputi:<br><br>1. Konflik etnis, agama, dan suku bangsa: Konflik antarberbagai kelompok masyarakat dapat menghambat proses integrasi nasional.<br>2. Ketidakadilan sosial dan ekonomi: Ketidakadilan sosial dan ekonomi antarwilayah dan antarkelompok masyarakat dapat menyulitkan proses integrasi nasional.<br>3. Kesenjangan pendidikan: Kesenjangan pendidikan antarwilayah dan antarkelompok masyarakat dapat menghambat proses integrasi nasional dengan mengurangi kesadaran akan identitas nasional<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 05:13:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907468967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Joshua-Darren 🎀🎀🎀🎀🌸🌸🪷🌸🪷🌸🪷🪷💘🪷🌸🪷💘🪷</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907474125</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.</p><p><br/></p><p>Tantangan adalah situasi atau masalah yang memerlukan usaha dan pemecahan untuk diatasi.</p><p><br/></p><p>Hambatan adalah suatu hal atau usaha berasal dari diri sendiri yang bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.</p><p><br/></p><p>Gangguan adalah usaha dari luar yang bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.</p><p><br/></p><p>2.Agresi militer oleh negara lain.</p><p>Pelanggaran wilayah oleh negara lain.</p><p>Spionase.</p><p>Sabotase.</p><p><br/></p><p>Sumber ancaman 2 dalam negri dan luar negri </p><p><br/></p><p>Luar negri </p><p>potensi serangan militer dari negara lain, kelompok bersenjata, atau terorisme. </p><p><br/></p><p>Dalam negri </p><p>Pemberontakan senjata </p><p>Sabotase </p><p>sparatisme </p><p>Teror bersenjata</p><p><br/></p><p>3.tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan integrasi sosial </p><p>1) ketidakadilan</p><p>2) penegakan hukum </p><p>3) eksploitasi</p><p>4) aspirasi masyarakat yangtidak tersalur;</p><p>5) kesenjangan&nbsp;<strong>sosial</strong>&nbsp;</p><p><br/></p><p>4.  Ekstremisme dan Radikalisme</p><p>Ancaman ekstremisme dan radikalisme dapat merusak nilai-nilai Pancasila yang menekankan pada asas-asas persatuan, toleransi, dan keadilan. Gerakan-gerakan ekstrem dapat mengancam kerukunan antarumat beragama dan suku.</p><p><br/></p><p>      Imperialisasi Budaya</p><p>Pengaruh budaya asing yang dominan dapat menjadi ancaman terhadap nilai-nilai lokal dan asas-asas Pancasila. Hal tersebut dapat menggeser identitas nasional dan menghambat implementasi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara.</p><p><br/></p><p>     Globalisasi</p><p>Globalisasi melibatkan integrasi ekonomi dan budaya yang dapat menguji keberlanjutan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi arus global. Perubahan ini memerlukan adaptasi agar Pancasila bisa tetap relevan dengan segala bentuk perubahan.</p><p><br/></p><p>5.Integrasi Nasional adalah proses penyatuan berbagai suku, agama, budaya, dan daerah yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia yang utuh dan berdaulat.</p><p>Syarat terbentuknya integrasi nasional</p><p>Ada beberapa syarat yang diperlukan untuk mewujudkan integrasi nasional. </p><p><br/></p><p>Syarat-syarat terbentuknya integrasi nasional, yakni:</p><p><br/></p><p>Persamaan hak bagi setiap warga negara,</p><p>Jaminan keadilan bagi setiap warga negara,</p><p>Dukungan partisipasi masyarakat dalam proses penyelenggaraan negara,</p><p>Sikap keterbukaan yang dapat menumbuhkan saling pengertian, menghormati, dan kerja sama.</p><p><br/></p><p>Faktor yang pendorong integrasi nasional</p><p><br/></p><p>Adanya ancaman dari luar,</p><p>Gaya politik para pemimpin bangsa,</p><p>Kekuatan lembaga politik,</p><p>Ideologi nasional,</p><p>Pembangunan ekonomi yang merata.</p><p><br/></p><p>Faktor-Faktor Penghambat Integrasi Nasional</p><p><br/></p><p>Keberagaman Ke suku bangsaa.</p><p>Geografi yang Kompleks.</p><p>Ancaman Dalam dan Luar Negeri.</p><p>Ketidakmerataan Pembangunan. </p><p>Etnosentrisme. </p><p>Kurangnya Kesadaran Nasional. </p><p>Konflik SARA. </p><p>Separatisme dan Kedaerahan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 05:16:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907474125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iim-Gracio  🎀🌺🌸🪷🌺🎀🪷🎀🌺💘🪷</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907477075</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>ATHG merupakan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai dan/atau dibuktikan dapat membahayakan keselamatan bangsa, keamanan, kedaulatan, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. </p></li><li><p>Ancaman dapat bersumber dari dalam negeri ( internal ) ataupun luar negeri ( eksternal ). Terdapat 2 jenis ancaman, yaitu ancaman militer dan non militer. Ancaman militer adalah semacam sejenis ancaman yang dilakukan dengan kekuatan bersenjata dan terorganisir serta dapat mengancam kedaulatan negara. Beberapa bentuk ancaman militer antara lain seperti Agresi militer oleh negara lain, Pelanggaran wilayah, terorisme, gerakan separatis, pemberontakan bersenjata, upaya makar, dan perang saudara. Sementara ancaman non militer adalah jenis ancaman yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer di mana tidak bersifat fisik serta bentuknya adalah laten atau tidak terlihat. Beberapa jenis ancaman non militer antara lain seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dll.  </p></li><li><p>Terdapat beberapa jenis tantangan dalam mewujudkan integrasi sosial di Indonesia diantaranya seperti keanekaragaman suku, agama, dan budaya, Indonesia adalah bangsa yang multikultural dan terdiri dari berbagai suku bangsa yang diikat dalam satu kesatuan dalam bentuk sebuah negara, hal ini adalah sebuah tantangan  pemerintah untuk mengelola keragaman tersebut dengan baik, bila tidak maka akan menjadi sumber konflik. Selain perbedaan yang ada, yang kedua adalah ketimpangan pembangunan antar daerah, fenomena ini umumnya sering terjadi contohnya seperti ketimpangan pembangunan antara wilayah Pulau Jawa dengan luar Jawa dimana kalau kita bandingkan antara jawa dan pulau pulau lainnya, maka secara umum Pulau Jawa lebih lengkap secara fasilitas, infrastruktur, dan Industri hal ini menimbulkan istilah yang dikenal sebagai "Jawa Sentris". Ketimpangan ini dapat mengakibatkan ketidakpuasan, ketidakadilan, dan ketidakmerataan dalam distribusi sumber daya dan peluang ekonomi. Penting bagi pemerintah untuk menerapkan kebijakan pembangunan. Yang ketiga adalah ketimpangan sosial ekonomi, Ketimpangan pendapatan, kesempatan kerja, dan akses terhadap fasilitas publik dapat memperkuat kesenjangan sosial dan mengancam integrasi nasional.</p><p>Pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang mendorong pemerataan ekonomi, perlindungan sosial, dan pembangunan keterampilan. </p></li><li><p>Terdapat beberapa bentuk ATHG terhadap ideologi pancasila, diantaranya : </p><ul><li><p>Imperialisasi budaya </p><p>Pengaruh budaya asing yang dominan dapat menjadi ancaman terhadap nilai-nilai lokal dan asas-asas Pancasila. Hal tersebut dapat menggeser identitas nasional dan menghambat implementasi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara.</p><p><br></p></li><li><p>Ekstremisme dan Radikalisme. Ancaman ekstremisme dan radikalisme dapat merusak nilai-nilai Pancasila yang menekankan pada asas-asas persatuan, toleransi, dan keadilan. Gerakan-gerakan ekstrem dapat mengancam kerukunan antarumat beragama dan suku.  </p></li><li><p>Korupsi </p><p>Korupsi dapat menjadi masalah yang serius dalam menghadapi Pancasila terutama dalam hal keadilan dan kesejahteraan. </p></li><li><p>Globalisasi</p><p>Globalisasi melibatkan integrasi ekonomi dan budaya yang dapat menguji keberlanjutan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi arus global. Perubahan ini memerlukan adaptasi agar Pancasila bisa tetap relevan dengan segala bentuk perubahan.  </p></li></ul></li><li><p>Syarat Terciptanya Integrasi Nasional </p><p><br></p><p>Beberapa persyaratan yang diperlukan dalam proses integrasi nasional antara lain sebagai berikut :  </p><ul><li><p>Setiap anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan satu sama lain </p></li><li><p>Terciptanya kesepakatan bersama mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman </p></li><li><p>Norma-norma dan nilai-nilai sosial dijadikan aturan dalam proses integrasi sosial  </p></li></ul><p>Faktor Penghambat Integrasi Nasional :  </p><ul><li><p>Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat heterogen </p></li><li><p>Kurangnya toleransi antargolongan </p></li><li><p>Kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap ancaman dan gangguan dari luar </p></li><li><p>Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan hasil-hasil pembangunan </p></li></ul><p>Faktor pendorong integrasi nasional  : </p><ul><li><p>Rasa senasib dan seperjuangan oleh faktor sejarah</p></li><li><p>Tekad dan keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa indonesia </p></li><li><p>Adanya faktorancaman  yang menyebabkan munculnya semangat nasionalisme di kalangan bangsa Indonesia</p></li></ul></li></ol><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 05:19:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907477075</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ayungmichell 🌸💘🎀💘🌸💘🎀💘🌸</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907482417</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><ol><li><p><br></p><ul><li><p>Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.</p></li><li><p>Tantangan adalah hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah.</p></li><li><p>Hambatan adalah halangan atau rintangan untuk mencapai sasaran atau hasil yang akan dicapai (target).</p></li><li><p>Gangguan berarti suatu peristiwa yang menimbulkan ketidak-lancaran fungsi normal suatu proses.</p></li></ul></li><li><p>A. Jenis</p><ul><li><p>Ancaman Militer =Meliputi potensi serangan militer dari negara lain, kelompok bersenjata, atau terorisme.</p></li><li><p>Ancaman politik = Termasuk ancaman terhadap stabilitas pemerintahan, upaya penggulingan pemerintahan secara ilegal, atau konflik internal antar kelompok politik yang mengancam integritas negara.</p></li><li><p>Ancaman Ekonomi = Misalnya, kekacauan ekonomi, inflasi yang tinggi, defisit anggaran yang besar, atau upaya sabotase terhadap sektor ekonomi negara.</p></li></ul><p>B. Bentuk</p><ul><li><p>Agresi militer oleh negara lain.</p></li><li><p>Pelanggaran wilayah oleh negara lain.</p></li><li><p>Spionase.</p></li><li><p>Sabotase.</p></li><li><p>Aksi teror bersenjata.</p></li></ul><p>C. Sumber </p><ul><li><p>Ancaman dari dalam = Ancaman terhadap negara merujuk pada segala potensi atau situasi yang dapat membahayakan integritas, keamanan, stabilitas, dan keberlangsungan suatu negara</p></li><li><p>Ancaman dari luar = Potensi secara militer dari negara lain dengan terorisme.</p></li></ul></li><li><p>- Geografi yang Kompleks</p><p>Keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan lautan yang melingkupinya menambah kompleksitas dalam mencapai integrasi nasional. Transportasi dan komunikasi antar pulau menjadi sulit, menghambat pertukaran ide dan nilai antar daerah.</p><p>- Etnosentrisme</p><p>Paham etnosentrisme, di mana suku tertentu merasa lebih unggul dan merendahkan suku lain, turut menghambat integrasi nasional. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan dan konflik di tingkat sosial.</p><p>- Ancaman Dalam dan Luar Negeri</p><p>Adanya ancaman baik dari dalam maupun luar negeri dapat merusak integritas nasional. Tantangan keamanan, baik yang bersumber dari konflik internal maupun tekanan eksternal, dapat menghambat upaya penyatuan bangsa.</p></li><li><p><br></p><ul><li><p>Ekstremisme dan Radikalisme</p></li></ul></li></ol><p>Ancaman ekstremisme dan radikalisme dapat merusak nilai-nilai Pancasila yang menekankan pada asas-asas persatuan, toleransi, dan keadilan. Gerakan-gerakan ekstrem dapat mengancam kerukunan antarumat beragama dan suku.</p><ul><li><p>Imperialisasi Budaya</p></li></ul><p>Pengaruh budaya asing yang dominan dapat menjadi ancaman terhadap nilai-nilai lokal dan asas-asas Pancasila. Hal tersebut dapat menggeser identitas nasional dan menghambat implementasi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara.</p><ul><li><p> Kesenjangan Sosial dan Ekonomi</p></li></ul><p>Adanya kesenjangan sosial dan ekonomi dapat memicu ketidaksetaraan. Pancasila menekankan keadilan sosial, sehingga tantangan ini memerlukan upaya yang nyata untuk mewujudkannya.</p><ol start="5"><li><p>- Integrasi nasional adalah upaya atau proses untuk menyatukan berbagai unsur atau kelompok sehingga menjadi kesatuan nasional. Integrasi nasional berarti mengasimilasi berbagai kelompok menjadi satu kesatuan yang utuh.</p><p>- Syarat = Jaminan keadilan bagi setiap warga negara, sehingga tidak ada ketidakadilan dalam pemenuhan hak dan kewajiban. Dukungan partisipasi masyarakat dalam proses penyelenggaraan negara, sehingga tercipta kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk membangun negara.</p><p>- Faktor pendorong = Sejarah Perjuangan Kemerdekaan.</p><p>Kebijakan Pemerintah.</p><p>Identitas Nasional.</p><p>- Faktor penghambat integrasi nasional yang pertama adalah beraneka ragamnya masyarakat Indonesia, mulai macam-macam kelompok suku, agama, ras, dan golongan lainnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 05:23:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907482417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daven/Christian </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907497665</link>
         <description><![CDATA[<p>1.a. Ancaman: Ancaman yaitu usaha yang bersifat mengubah kebijaksanaan yang dilakukan secara konsepsional  </p><p>(terencana dan terarah) baik melalui tindak kriminal maupun politis.  </p><p>b. Tantangan: Tantangan adalah usaha-usaha yang bertujuan untuk menggugah kemampuan suatu bangsa  </p><p>atau negara.  </p><p>c. Hambatan: Hambatan adalah usaha yang berasal dari dalam dengan tujuan untuk  </p><p>melemahkan/menghalangi secara tidak konsepsional (tidak terarah).  </p><p>d. Gangguan: Gangguan yaitu usaha yang berasal dari luar dengan tujuan melemahkan/menghalangi secara  </p><p>tidak konsepsional.</p><p><br/></p><p>2. Ancaman</p><p>Ancaman bersumber dari ancaman militer dan ancaman non-militer. </p><p>Ancaman militer merupakan ancaman dengan menggunakan kekuatan bersenjata yang dinilai mampu membahayakan negara ( baik itu keutuhan negara, kedaulatan negara dan keselamatan segenap bangsa). </p><p>Ancaman non-militer (nirmiliter) adalah ancaman yang tidak menggunakan kekuatan bersenjata namun jika tetap dibiarkan akan merugikan negara, bahkan dapat membahayakan negara. memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer, yaitu tidak bersifat fisik dan bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer, karena ancaman ini lebih berbentuk pada dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi, dan keselamatan umum.</p><p>Ancaman militer dan ancaman non-militer sejatinya dapat berasal dari negara itu sendiri (internal) dan dari luar negeri (eksternal). </p><p><br/></p><p>3. a) Keanekaragaman Suku, Agama, dan Budaya</p><p>Tantangan utama dalam integrasi nasional adalah menghormati dan mengelola keberagaman ini dengan bijaksana. Perbedaan suku, agama, dan budaya dapat menjadi sumber konflik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang inklusif dan adil dalam memperlakukan semua kelompok masyarakat agar keberagaman tersebut menjadi kekuatan dan tidak memecah-belah bangsa.</p><p>         b) Kesetaraan pembangunan</p><p>Ketimpangan ini dapat mengakibatkan ketidakpuasan, ketidakadilan, dan ketidakmerataan dalam distribusi sumber daya dan peluang ekonomi. Penting bagi pemerintah untuk menerapkan kebijakan pembangunan yang merata dan inklusif, serta meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.</p><p>        c) serangan budaya asing</p><p>Salah satu hal penting yang dapat mengganggu integrasi nasional adalah serangan budaya asing. Serangan budaya asing tersebut dapat berupa film, gaya hidup, serta berbagai konser musik. Hal tersebut dapat mengakibatkan lunturnya nilai-nilai sosial, budaya, dan agama yang menjadi penopang persatuan dan kesatuan bangsa selama ini.</p><p><br/></p><p>4.     1) ancaman</p><p>Salah satu hal penting yang dapat mengganggu integrasi nasional adalah serangan budaya asing. Serangan budaya asing tersebut dapat berupa film, gaya hidup, serta berbagai konser musik. Hal tersebut dapat mengakibatkan lunturnya nilai-nilai sosial, budaya, dan agama yang menjadi penopang persatuan dan kesatuan bangsa selama ini.</p><p>         2) tantangan</p><p>Sejak dulu masyarakat Indonesia memiliki tantangan yang sama, yaitu Membumikan pancasila. Hal ini dapat dilakukan dengan menghadirkan nilai-nilai dan keutamaan Pancasila dalam praksis keseharian yang mana dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti mengenakan pakaian adat, memakan makanan daerah hingga memperkenalkan keberagaman bangsa Indonesia di mana terdapat nilai nilai pancasila di dalamnya lewat kemajuan teknologi. Dengan begitu, maka nilai-nilai pancasila akan terangkat/tergugah dengan dirinya. Dengan kita berupaya untuk mengangkat nilai-nilai pancasila, hal itu juga berarti kita telah melakukan bela negara untuk tetap mempertahankan nilai-nilai pancasila dan menjunjung negara Indonesia.</p><p>         3) hambatan</p><p>Hambatan yang kerap dialami oleh generasi Z jaman sekarang adalah gaya hidup yang kebarat-baratan/westernisasi. Westernisasi itu sendiri adalah sikap meniru mentah- mentah apa yang dilihat tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu dengan segala tata caranya mengacu pada dunia barat, dan proses pengambilan atau peniruan langsung tanpa dilihat dengan penyesuaian budaya setempat. Gaya hidup yang seperti ini cepat sekali merebak di kalangan remaja karena dianggap lebih trendy dan yang tidak mengikutinya dianggap ketinggalan jaman. Hal ini tentu akan berdampak terhadap melemahnya nilai-nilai pancasila akibat tidak sesuainya nilai-nilai tersebut terhadap pancasila, kita sebagai masyarakat Indonesia harus mulai menumbuhkan kecintaan terhadap budaya-budaya di indonesia. Selain itu, karena westernisasi salah satunya muncul akibat pola hidup konsumtif terhadap produk luar negeri, kita harus mulai membiasakan untuk bangga menggunakan produk-produk dalam negeri. Lebih baik lagi, jika kita mampu berkarya dan menyaingi produk-produk asing untuk membanggakan negara Indonesia. Hal ini juga merupakan salah satu langkah dalam bela negara.</p><p>           4) Gangguan</p><p>Salah satu gangguan terhadap nilai-nilai pancasila adalah adanya arus globalisasi dimana masyarakat dapat menerima informasi secara cepat, yang menjadi gangguan adalah ketika masyarakat Indonesia tidak menyaring mana informasi yang sesuai dan tidak sesuai dengan ideologi pancasila. Hal ini secara acak akan melemahkan peranan pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan jika berkelanjutan akan berdampak pada terhalangnya implementasi pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Seringkali ada pula oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan informasi yang bersifat memprovokasi untuk memecah kesatuan negara Indonesia. Oleh karena itu penting bagi masyarakat Indonesia untuk memahami dan memaknai pancasila lebih dalam lagi, serta berhati hati dalam menerima informasi sehingga tidak mudah terprovokasi dan tetap menjunjung nilai-nilai pancasila. Dengan bersikap kritis seperti ini, kita berarti telah melaksanakan bela negara.</p><p><br/></p><p>5. Integrasi Nasional adalah proses penyatuan berbagai suku, agama, budaya, dan daerah yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia yang utuh dan berdaulat. Integrasi Nasional bertujuan untuk mempertahankan keutuhan dan keberlangsungan bangsa Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat dan mandiri.</p><p>        Syarat sebagai penentu keberhasilan integrasi suatu negara:</p><p>1. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan antara satu dan lainnya.</p><p>   2. Terciptanya kesepakatan (konsesus) bersama mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman.</p><p>      3. Norma-norma dan nilai-nilai sosial dijadikan aturan baku dalam melangsungkan proses integrasi sosial.</p><p>Faktor pendorong:</p><p>-Penggunaan bahasa Indonesia.</p><p>-Adanya semangat persatuan dan kesatuan dalam bangsa, bahasa, dan Tanah Air Indonesia.</p><p>-Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama, yaitu Pancasila.</p><p>-Adanya jiwa dan semangat gotong royong, solidaritas, dan toleransi keagamaan yang kuat.</p><p>-Adanya rasa senasib sepenanggungan akibat penderitaan penjajahan.</p><p>-Adanya rasa cinta tanah air dan mencintai produk dalam negeri.</p><p>Faktor penghambat:</p><p>-Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat heterogen.</p><p>-Kurangnya toleransi antar golongan.</p><p>-Kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap ancaman dan gangguan dari luar.</p><p>-Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan hasil-hasil pembangunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 05:36:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hannavalentia/lnsg0q8mh609pbdp/wish/2907497665</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
