<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>IN1.5.2. Kegiatan Pelatihan Luring 1 by FAUZAN FAUZAN</title>
      <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-23 00:51:22 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-14 05:39:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>REFLEKSI AWAL MODUL 5</title>
         <author>fauzan80</author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526396194</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 00:52:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526396194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ati&#39; Wahyuni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526509842</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Memahami TP, menganalisis Karakteristik murid, menentukan indikator keberhasilan, menentukan metode dan media, merancang materi pembelajaran dan mengevaluasi </p></li><li><p>Berpusat pada murid, akuntable, sesuai kebutuhan, sesuai dengan TP, bersifat  kontekstual.</p></li><li><p>Memvariasikan metode pembelajaran, memberikan problem solving/ study kasus, diskusi dan tanya jawab , mengajak murid terlibat langsung guru hanya fasilitator, serta memberikan pertanyaan yg  sifatnya terbuka.</p></li><li><p>Murid dilibatkan dalam pengambilan keputusan / kesepakaytan, murid sebagai activator dan kolaborator, murid sebagai subjek bukan objek dan murid adalah para pemikir kritis</p></li><li><p>Lingkungan dan budaya sekolah, target kurikulum, kesiapan guru , keterbatasan waktu, komitmen guru untuk terus belajar dan kontinyu, serta ekspetasi wali murid</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:18:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526509842</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Siska Anggraeni</title>
         <author>siskaanggraeni54</author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526516732</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;</p><p>JAWAB :&nbsp;Menentukan tujuan pembelajaran , menganalisis karakteristik siswa , menentukan materi, merancang strategi pembelajaran, menyiapkan media belajar , merancang kegiatan dan penilaian dalam pembelajaran.</p><p><br></p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>JAWAB : Prinsip pembelajaran yang digunakan yaitu Berpusat pada peserta didik , menciptakan pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Inovatif, dan Menyenangkan, Kontekstual dan Relevan, pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran .</p><p><br></p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;</p><p>JAWAB : Strategi yang digunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam dengan memberikan sebuah masalah kepada peserta didik  melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan masalah tersebut . Kemudian peserta didik melakukan presentasi dan diberikan feedback oleh guru.</p><p><br></p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;&nbsp;</p><p>JAWAB: dengan memposisikan murid menjadi pembelajar yang aktif yang berpusat pada peserta didik , murid sebagai kolaborator dan menjadikan murid untuk berfikir secara kritis dan kreatif</p><p><br></p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</p><p>JAWAB: Tantangan yang saya hadapi  yaitu keterbatasan waktu , beragam karakteristik siswa, motivasi siswa yang beragam.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:23:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526516732</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizki Herdiyanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526519114</link>
         <description><![CDATA[<p>1·&nbsp; <strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong><br>Perencanaan pembelajaran biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum, lalu menyusun materi, metode, dan strategi yang sesuai. Guru juga mempertimbangkan kebutuhan siswa, sumber daya yang tersedia, serta penilaian formatif dan sumatif yang akan digunakan. Biasanya perencanaan ini dituangkan dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).</p><p>2·&nbsp; <strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong><br>Beberapa prinsip yang digunakan antara lain: berpusat pada peserta didik, relevansi dengan kehidupan nyata, diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan individual, keberlanjutan, serta mengembangkan kompetensi literasi dan karakter. Selain itu, prinsip pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif juga menjadi dasar dalam perancangan.</p><p>3·&nbsp; <strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong><br>Sudah, tapi belum maksimal</p><p>4·&nbsp; <strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong><br>murid dilibatkan dalam eksplorasi pengetahuan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan refleksi. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, bukan satu-satunya sumber informasi.</p><p>5·&nbsp; <strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong><br>Tantangannya meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, perbedaan kemampuan siswa yang cukup jauh, kurangnya sumber daya atau media pembelajaran yang mendukung, serta tuntutan capaian kurikulum yang banyak. Selain itu, adaptasi guru terhadap pendekatan baru juga sering menjadi hambatan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:25:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526519114</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Magdalena Adiliya (Adel)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526520680</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan Pembelajaran Di kelas menggunakan desain pembelajaran. Di dalam desain pembelajaran ada instrumen yang memuat CP, TP, Tujuan Pembelajaran Khusus, Aspek Penilaian, Teknik Penilaian, Instrumen Penilaian, Analisis Siswa dan Konteks, Pengembanagn Strategi. Setelah itu baru membuat modul pembelajaran, dan LKPD. Sebelum pembelajaran dimulai diawali dengan asesmen diagnostik di semua pelarannya, sehingga melihat kemampuan awal siswa. Setelah itu guru membuat bahan ajar dapat berupa video, gambar, PPT dalam canva, atau yang lainnya.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan di dalam kelas yaitu menggembirakan, berpusat pada murid, pembelajaran yang aktif, pembelajaran yang saling kolaboratif antar siswa dengan siswa, dan siswa dengan guru, guru menjadi fasilitator, peserta didik memiliki keunikan sendiri dimana semua murid diberi peluang untuk menuangkan pikirannya, pembelajaran yang tidak kaku dan menggembirakan.</p></li><li><p>Strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam adalah mendorong anak untuk berfikir kritis contoh konkret yang ada di sekita kita, mereka didorong untuk berkreativitas dalam menyelesaikan segala sesuatu, dan terakhir pembelajaran di sekolah kami ada buku khusus Refleksi, dimana setiap hari mereka menuliskannya di setiap akhir pembelajaran sehingga mereka dapat merasakan pembelajaran hari ini, makna yang dapat diambil, dan aksi nyata untuk langkah kedepannya.</p></li><li><p>Memposisikan murid dalam proses belajar adalah siswa dibuat nyaman dalam proses belajar, ada keterbukaan anatara siswa dan guru, murid sebagai subjek belajar, murid sebagai penanya dan pemikir, murid sebangai penanya dan pemikir, murid sebagai reflektor.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan adalah ada murid yang pasif, beban administrasi guru yang tinggi, waktu pembelajaran yang terbatas</p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:26:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526520680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ms Mutia</title>
         <author>mutiamaharti78</author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526521697</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya merencanakan pembelajaran sebelum memulai pembelajaran, disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti analisis CP dan TP, hasil asesmen diagnostik, kebutuhan dan karakteristik murid, prinsip pembelajaran mendalam serta pengalaman belajar apa yang ingin diberikan ke murid. </p></li><li><p>Actually, ketiga prinsip pembelajaran mendalam sudah direncanakan untuk diaplikasikan di kelas. But, somehow, apa yang terjadi di kelas sedikit banyak mempengaruhi apakah prinsip itu berhasil dilaksanakan atau belum. </p></li><li><p>Ya, I guess so. Belum sepenuhnya. Ada saat-saat tertentu strategi pembelajaran mendorong siswa untuk berpikir kritis, seperti saat diskusi kelompok atau proyek kecil. Namun masih banyak kegiatan yang bersifat permukaan, seperti menghafal atau menjawab soal tanpa proses refleksi. Saya menyadari perlu lebih banyak memberikan ruang eksplorasi dan pertanyaan terbuka kepada siswa.. </p></li><li><p>Murid menempati posisi utama dalam proses belajar. Sebagai seorang pembelajar, murid harus dilibatkan dalam proses pembelajaran, berperan aktif, bisa memilih gaya belajar yang sesuai dengan minat mereka, merefleksi proses belajar mereka. Murid tidak hanya belajar dari guru, namun dapat belajar dari teman, pengalaman maupun lingkungan. </p></li><li><p>Tantangan yang sering dihadapi dalam menerapkan ketiga prinsip pembelajaran misalnya keterbatasan waktu mengajar yang hanya 2 JP per pekan dan adanya tekanan administrasi. Selain itu, dibutuhkan kreativitas ekstra untuk merancang pengalaman belajar yang benar-benar bermakna dan menggembirakan, terutama untuk siswa dengan latar belakang belajar yang beragam. Namun, saya percaya bahwa dengan kolaborasi, refleksi, dan kemauan belajar, tantangan ini bisa diatasi secara bertahap.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://live.staticflickr.com/65535/52841404890_27fe3456cd_b.jpg" />
         <pubDate>2025-07-23 02:27:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526521697</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526524166</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran di kelas</p><ul><li><p>Melakukan asesmen awal (diagnostik kognitif dan nonkognitif)</p></li><li><p>Menentukan TP</p></li><li><p>Menyusun materi</p></li><li><p>Menentukan metode dan media </p></li><li><p>Menentukan instrumen</p></li><li><p>Menyusun langkah pembelajaran</p><p><br></p></li></ul></li><li><p>Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran merujuk pada prinsip pembelajaran mendalam, yaitu :</p><ul><li><p>Bermakna</p></li><li><p>Berkesadaran</p></li><li><p>Menggembirakan</p></li></ul><p><br></p></li><li><p>Strategi yang digunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam dapat menggunakan pendekatan  Pembelajaran Mendalam.  Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan dengan </p><p>menggunakan berbagai :</p><ul><li><p>praktik pedagogis (Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran</p><p>Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi,</p><p>dan sebagainya. Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya)</p></li><li><p>Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran</p></li><li><p>Pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif,</p><p>kolaboratif, dan kontekstual. </p></li><li><p>kemitraan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan</p></li></ul></li><li><p>Posisi murid dalam proses belajar sebagai pusat pembelajaran yang aktif, kreatif, reflektif, dan bertanggung jawab.</p></li><li><p>Tantangan yang sering dihadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan</p><ul><li><p>Memahami karakteristik dan kebutuhan siswa yang beragam sehingga pembelajaran tetap inklusif</p></li><li><p>keterbatasan waktu</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:29:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526524166</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desy Indriani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526525106</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;</p><p>Guru menentukan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari itu, menyusun materi yang sistematis, memilih metode pembelajaran yang tepat, melakukan evaluasi/penilaian dan melakukan tindak lanjut. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.&nbsp;</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran? Menggunakan tiga prinsip yaitu</p><p>mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan).</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;Belum sepenuhnya diterapkan karena untuk mengetahui apakah strategi yang digunakan sudah mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, perlu dilakukan evaluasi. Beberapa indikator keberhasilan meliputi: apakah siswa mampu menganalisis informasi secara mendalam, apakah mereka dapat mengevaluasi berbagai perspektif, dan apakah mereka mampu menghasilkan ide-ide baru dan solusi inovatif. Selain itu,  siswa berani bertanya, berpartisipasi aktif dalam diskusi, dan mampu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.&nbsp;</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;Menempatkan mereka sebagai subjek aktif dalam pembelajaran bukan sebagai penerima pasif informasi.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan? kurangnya pemahaman guru terhadap kebutuhan belajar siswa, perbedaan kemampuan siswa. Selain itu, tantangan lain termasuk motivasi siswa yang rendah, kurangnya interaksi dalam pembelajaran, dan kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi.&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:30:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526525106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DWI TUSIANI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526526163</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran di kelas merupakan proses sistematis yang dilakukan guru untuk memastikan bahwa pembelajaran berjalan efektif, tujuan tercapai, dan kebutuhan siswa terpenuhi. Perencanaan pembelajaran bukan sekadar menyiapkan materi, tetapi merupakan proses menyeluruh yang mencakup perencanaan tujuan, strategi, aktivitas, dan penilaian untuk memastikan pembelajaran bermakna dan efektif.</p></li><li><p>prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran adalah bermakna, berkesadaran dan menggembirakan</p></li><li><p>Strategi ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, serta mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan reflektif yaitu merancang praktik pedagogis yang autentik, melibatkan kemitraan dalam pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel, memanfaatkan teknologi digital, merencanakan pembelajaran berbasis refleksi dan konteks.</p></li><li><p>Saya memposisikan murid sebagai <strong>pemeran utama dalam proses pembelajaran mendalam</strong>, yang diberi kebebasan dan kepercayaan untuk <strong>menggali informasi, menilai sumber secara kritis</strong>, dan <strong>menyusun pemahaman sendiri</strong>. Saya berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menggembirakan agar setiap murid dapat <strong>mengembangkan nalar, karakter, dan kesadaran terhadap kehidupan nyata</strong>."</p></li><li><p>ntangan yang sering saya hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan adalah <strong>menemukan keseimbangan antara tuntutan kurikulum, kebutuhan belajar siswa, dan keterbatasan waktu serta sumber daya</strong>. Seringkali, keinginan untuk menghadirkan pembelajaran yang menyentuh kesadaran dan relevan dengan kehidupan nyata murid berbenturan dengan padatnya materi, penilaian administratif, dan keterbatasan sarana belajar yang mendukung eksplorasi."</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:31:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526526163</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LILA KURNIAWATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526526224</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong><br>Perencanaan pembelajaran biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum, lalu menyusun materi, metode, dan strategi yang sesuai. Guru juga mempertimbangkan kebutuhan siswa, sumber daya yang tersedia, serta penilaian formatif dan sumatif yang akan digunakan.</p><p><br></p></li></ol><ol start="2"><li><p><strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong><br>Beberapa prinsip yang digunakan antara lain: berpusat pada peserta didik, relevansi dengan kehidupan nyata, diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan individual, keberlanjutan, serta mengembangkan kompetensi literasi dan karakter. Selain itu, prinsip pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif juga menjadi dasar dalam perancangan.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong><br>Sudah. Tetapi, belum maksimal. Karena ada beberapa hal yang menjadi tantangan atau kesulitan saya sebagi seorang guru. Perbedaan karakter anak-anak dalam proses pembelajaran memakan waktu banyak untuk mendampingi anak-anak yang masih butuh pendampingan ekstra.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong><br>Idealnya, murid diposisikan sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Mereka dilibatkan dalam eksplorasi pengetahuan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan refleksi. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, bukan satu-satunya sumber informasi.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong><br>Tantangannya meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, perbedaan kemampuan siswa yang cukup jauh, kurangnya sumber daya atau media pembelajaran yang mendukung, serta tuntutan capaian kurikulum yang banyak. Selain itu, adaptasi guru terhadap pendekatan baru juga sering menjadi hambatan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:31:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526526224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Handayani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526526554</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> <strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong><br>Perencanaan pembelajaran biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum, lalu menyusun materi, metode, dan strategi yang sesuai. Guru juga mempertimbangkan kebutuhan siswa, sumber daya yang tersedia, serta penilaian formatif dan sumatif yang akan digunakan. Biasanya perencanaan ini dituangkan dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).</p></li></ol><ol start="2"><li><p><strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong><br>Beberapa prinsip yang digunakan antara lain: berpusat pada peserta didik, relevansi dengan kehidupan nyata, diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan individual, keberlanjutan, serta mengembangkan kompetensi literasi dan karakter. Selain itu, prinsip pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif juga menjadi dasar dalam perancangan.</p></li></ol><ol start="3"><li><p> <strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong><br>Hal ini tergantung pada strategi yang diterapkan. Jika strategi yang digunakan mencakup pembelajaran berbasis masalah (PBL), diskusi terbuka, proyek kolaboratif, atau pembelajaran berbasis inkuiri, maka sangat mungkin murid terdorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam. Namun, jika strategi masih dominan ceramah satu arah, kemampuan tersebut belum tentu berkembang optimal.</p></li></ol><ol start="4"><li><p> <strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong><br>Idealnya, murid diposisikan sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Mereka dilibatkan dalam eksplorasi pengetahuan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan refleksi. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, bukan satu-satunya sumber informasi.</p></li></ol><ol start="5"><li><p> <strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong><br>Tantangannya meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, perbedaan kemampuan siswa yang cukup jauh, kurangnya sumber daya atau media pembelajaran yang mendukung, serta tuntutan capaian kurikulum yang banyak. Selain itu, adaptasi guru terhadap pendekatan baru juga sering menjadi hambatan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:31:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526526554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gregoria Nindya Ayu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526526710</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong><br>Perencanaan pembelajaran biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum, lalu menyusun materi, metode, dan strategi yang sesuai. Guru juga mempertimbangkan kebutuhan siswa, sumber daya yang tersedia, serta penilaian formatif dan sumatif yang akan digunakan. Biasanya perencanaan ini dituangkan dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).</p></li><li><p><strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong><br>Beberapa prinsip yang digunakan antara lain: berpusat pada peserta didik, relevansi dengan kehidupan nyata, diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan individual, keberlanjutan, serta mengembangkan kompetensi literasi dan karakter. Selain itu, prinsip pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif juga menjadi dasar dalam perancangan.</p></li><li><p><strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong><br>Strategi yang sudah digunakan belum maksimal. Hal ini tergantung pada strategi yang diterapkan. Jika strategi yang digunakan mencakup pembelajaran berbasis masalah (PBL), diskusi terbuka, proyek kolaboratif, atau pembelajaran berbasis inkuiri, maka sangat mungkin murid terdorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam. Namun, jika strategi masih dominan ceramah satu arah, kemampuan tersebut belum tentu berkembang optimal.</p></li><li><p><strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong><br>Idealnya, murid diposisikan sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Mereka dilibatkan dalam eksplorasi pengetahuan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan refleksi. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, bukan satu-satunya sumber informasi.</p></li><li><p><strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong><br>Tantangannya meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, perbedaan kemampuan siswa yang cukup jauh, kurangnya sumber daya atau media pembelajaran yang mendukung, serta tuntutan capaian kurikulum yang banyak. Selain itu, adaptasi guru terhadap pendekatan baru juga sering menjadi hambatan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:31:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526526710</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526529921</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanaya merencanakan pembelajaran di kelas ?</p><ol><li><p>Menetapkan Tujuan Pembelajaran</p></li><li><p>Menganalisis Kebutuhan Siswa</p></li><li><p>Merancang Kegiatan Pembelajaran</p></li><li><p>Menyiapkan Sumber Daya</p></li><li><p>Menyusun Rencana Pembelajaran</p></li><li><p>MelaksanakPembelajaran</p></li><li><p>Evaluasi dan Refleksi</p></li><li><p>Mengadaptasi dan Mengembangkan</p></li></ol></li><li><p>Prinsip ada yang digunakan dalam merancang pembelajaran?</p></li></ol><p>1. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna):</p><p>Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan nyata siswa, memungkinkan mereka untuk menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari. Ini berarti materi pelajaran harus dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa, termasuk budaya lokal dan isu-isu yang relevan. </p><p>2. Mindful Learning (Pembelajaran Sadar dan Aktif):</p><p>Siswa didorong untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Pembelajaran yang mendalam membutuhkan pemikiran kritis, analisis, dan penerapan konsep dalam situasi yang berbeda. Siswa juga perlu memahami bagaimana mereka belajar dan mengembangkan strategi belajar yang efektif. </p><p>3. Joyful Learning (Pembelajaran yang Menyenangkan dan Memotivasi):</p><p>Suasana belajar yang positif dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar dan mengeksplorasi materi pelajaran. Faktor-faktor seperti rasa ingin tahu, eksplorasi, dan pengalaman positif dapat berkontribusi pada suasana belajar yang menyenangkan.</p><p><br></p><ol start="3"><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis,kreatif, dan mendalam ?</p></li></ol><p>Seringkali, strategi yang kita gunakan cenderung berpusat pada transfer informasi dari guru ke murid. Meskipun ada upaya untuk diskusi atau kerja kelompok, terkadang masih kurang optimal dalam mendorong pemikiran kritis, kreativitas, atau pemahaman mendalam yang sesungguhnya. Murid mungkin cenderung mencari jawaban "benar" daripada mengeksplorasi gagasan mereka sendiri atau memecahkan masalah secara inovatif.</p><p> </p><ol start="4"><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p></li></ol><p>1. Siswa sebagai Pusat Pembelajaran</p><p>2. Keterlibatan Aktif</p><p>3. Kolaborasi</p><p>4. Refleksi Diri</p><p>5. Pemberian Tanggung Jawab</p><p>6. Penggunaan Teknologi</p><p>7. Umpan Balik Konstruktif</p><p>Dengan memposisikan siswa secara aktif dalam proses belajar, kita dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman mereka, sehingga menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan efektif.</p><p><br></p><ol start="5"><li><p>Tantangan ada yang sering kita hadapi dalam pembelajaran? </p><p>Tantangan yang sering muncul antara lain:</p><p>Tekanan kurikulum dan target: Terkadang kita merasa terburu-buru mengejar target materi.</p><p>Jumlah murid yang banyak: Sulit memberikan perhatian individual dan memfasilitasi kebutuhan beragam murid.</p><p>Keterbatasan waktu dan sumber daya: Merancang kegiatan yang inovatif butuh waktu dan fasilitas.</p><p>Kebiasaan dan zona nyaman: Terjebak pada pola mengajar yang sudah biasa.</p><p>Perbedaan latar belakang dan gaya belajar murid: Menyelaraskan pembelajaran untuk semua murid adalah tantangan besar.</p><p>Menghilangkan kejenuhan: Sulit menjaga antusiasme murid sepanjang proses belajar.</p><p><br></p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:34:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526529921</guid>
      </item>
      <item>
         <title>YOGI SDN 7 MP</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526530197</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>1.&nbsp;Menetapkan Tujuan Pembelajaran</p><p>2.&nbsp;Menganalisis Kebutuhan Siswa</p><p>3.&nbsp;Merancang Kegiatan Pembelajaran</p><p>4.&nbsp;Menyiapkan Sumber Daya</p><p>5.&nbsp;Menyusun Rencana Pembelajaran</p><p>6.&nbsp;Melaksanakan Pembelajaran</p><p>7.&nbsp;Evaluasi dan Refleksi</p><p>8.&nbsp;Mengadaptasi dan Mengembangkan</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p><strong>1. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna):</strong></p><p>Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan nyata siswa, memungkinkan mereka untuk menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari. Ini berarti materi pelajaran harus dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa, termasuk budaya lokal dan isu-isu yang relevan.&nbsp;</p><p><strong>2. Mindful Learning (Pembelajaran Sadar dan Aktif):</strong></p><p>Siswa didorong untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Pembelajaran yang mendalam membutuhkan pemikiran kritis, analisis, dan penerapan konsep dalam situasi yang berbeda. Siswa juga perlu memahami bagaimana mereka belajar dan mengembangkan strategi belajar yang efektif.&nbsp;</p><p><strong>3. Joyful Learning (Pembelajaran yang Menyenangkan dan Memotivasi):</strong></p><p>Suasana belajar yang positif dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar dan mengeksplorasi materi pelajaran. Faktor-faktor seperti rasa ingin tahu, eksplorasi, dan pengalaman positif dapat berkontribusi pada suasana belajar yang menyenangkan.&nbsp;</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;</p><p>Ini adalah pertanyaan penting. Seringkali, strategi yang kita gunakan cenderung berpusat pada transfer informasi dari guru ke murid. Meskipun ada upaya untuk diskusi atau kerja kelompok, terkadang masih kurang optimal dalam mendorong pemikiran kritis, kreativitas, atau pemahaman mendalam yang sesungguhnya. Murid mungkin cenderung mencari jawaban "benar" daripada mengeksplorasi gagasan mereka sendiri atau memecahkan masalah secara&nbsp;inovatif.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;&nbsp;</p><p>&nbsp;1.&nbsp;Siswa sebagai Pusat Pembelajaran</p><p>2.&nbsp;Keterlibatan Aktif</p><p>3.&nbsp;Kolaborasi</p><p>4.&nbsp;Refleksi Diri</p><p>5.&nbsp;Pemberian Tanggung Jawab</p><p>6.&nbsp;Penggunaan Teknologi</p><p>7.&nbsp;Umpan Balik Konstruktif</p><p>Dengan memposisikan siswa secara aktif dalam proses belajar, kita dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman mereka, sehingga menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan efektif.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</p><p>Tantangan yang sering muncul antara lain:</p><p>Tekanan kurikulum dan target: Terkadang kita merasa terburu-buru mengejar target materi.</p><p>Jumlah murid yang banyak: Sulit memberikan perhatian individual dan memfasilitasi kebutuhan beragam murid.</p><p>Keterbatasan waktu dan sumber daya: Merancang kegiatan yang inovatif butuh waktu dan fasilitas.</p><p>Kebiasaan dan zona nyaman: Terjebak pada pola mengajar yang sudah biasa.</p><p>Perbedaan latar belakang dan gaya belajar murid: Menyelaraskan pembelajaran untuk semua murid adalah tantangan besar.</p><p>Menghilangkan kejenuhan: Sulit menjaga antusiasme murid sepanjang&nbsp;proses&nbsp;belajar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:34:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526530197</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Awal Modul 5 Yeni Eka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526530478</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran di kelas merupakan proses sistematis yang dilakukan guru untuk memastikan bahwa pembelajaran berjalan efektif, tujuan tercapai, dan kebutuhan siswa terpenuhi. Perencanaan pembelajaran bukan sekadar menyiapkan materi, tetapi merupakan proses menyeluruh yang mencakup perencanaan tujuan, strategi, aktivitas, dan penilaian untuk memastikan pembelajaran bermakna dan efektif.</p></li><li><p>Prinsip dalam merancang pembelajaran adalah bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. </p></li><li><p>Strategi yang digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, serta mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan reflektif yaitu merancang praktik pedagogis yang autentik, melibatkan kemitraan dalam pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel, memanfaatkan teknologi digital, merencanakan pembelajaran berbasis refleksi dan konteks.</p></li><li><p>Dalam proses pembelajaran, saya memposisikan murid sebagai subjek aktif dan mitra belajar. Murid bukan sekadar penerima informasi, tetapi pencari makna, pengembang ide, dan pemecah masalah. Saya memberi ruang bagi mereka untuk bertanya, berpikir kritis, bereksplorasi, dan berkreasi, serta mendampingi mereka dalam menggali potensi diri secara&nbsp;optimal."</p></li><li><p> Dalam merancang pembelajaran yang menggugah kesadaran murid dan bermakna bagi kehidupan mereka, saya menghadapi beberapa tantangan, seperti memahami keragaman karakter siswa, memfasilitasi partisipasi aktif semua murid, serta mengubah kebiasaan belajar yang cenderung pasif menjadi aktif. Selain itu, menciptakan suasana yang menyenangkan namun tetap terarah juga tidak selalu mudah, terutama ketika siswa memiliki latar belakang dan minat belajar yang sangat&nbsp;bervariasi."</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:34:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526530478</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Tohir</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526530631</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Menentukan Tujuan Pembelajaran</strong></p><p><strong>Menganalisi kebutuhan siswa</strong></p><p><strong>Memilih Materi Pembelajaran</strong></p><p><strong>Menentukan Metode Pembelajaran</strong></p><p><strong>Merancang Kegiatan Pembelajara</strong></p><p><strong>Menyiapkan Bahan dan Sumber Belajar</strong></p><p><strong>Merancang Penilaian</strong></p><p><strong>Meninjau dan Merevisi Rencana</strong></p></li><li><p><strong>Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran,, bermakna dan menggembirakan</strong></p></li><li><p>Strategi yang untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, serta mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan reflektif yaitu merancang praktik pedagogis yang autentik, melibatkan kemitraan dalam pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel, memanfaatkan teknologi digital, merencanakan pembelajaran berbasis refleksi dan konteks.</p></li><li><p>Dalam proses pembelajaran, saya memposisikan murid sebagai subjek aktif dan mitra belajar. Murid bukan sekadar penerima informasi, tetapi pencari makna, pengembang ide, dan pemecah masalah. Saya memberi ruang bagi mereka untuk bertanya, berpikir kritis, bereksplorasi, dan berkreasi, serta mendampingi mereka dalam menggali potensi diri secara&nbsp;optimal."</p></li><li><p>Dalam merancang pembelajaran yang menggugah kesadaran murid dan bermakna bagi kehidupan mereka, saya menghadapi beberapa tantangan, seperti memahami keragaman karakter siswa, memfasilitasi partisipasi aktif semua murid, serta mengubah kebiasaan belajar yang cenderung pasif menjadi aktif. Selain itu, menciptakan suasana yang menyenangkan namun tetap terarah juga tidak selalu mudah, terutama ketika siswa memiliki latar belakang dan minat belajar yang sangat&nbsp;bervariasi."</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:34:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526530631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yusmiati</title>
         <author>yusti353</author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526531940</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran di kelas merupakan proses sistematis yang dilakukan guru untuk memastikan bahwa pembelajaran berjalan efektif, tujuan tercapai, dan kebutuhan siswa terpenuhi. Perencanaan pembelajaran bukan sekadar menyiapkan materi, tetapi merupakan proses menyeluruh yang mencakup perencanaan tujuan, strategi, aktivitas, dan penilaian untuk memastikan pembelajaran bermakna dan efektif.</p></li><li><p>Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, menggembirakan;</p></li><li><p>Strategi yang digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, serta mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan reflektif yaitu merancang praktik pedagogis yang autentik, melibatkan kemitraan dalam pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel, memanfaatkan teknologi digital, merencanakan pembelajaran berbasis refleksi dan konteks.</p></li><li><p> Dalam proses pembelajaran, saya memposisikan murid sebagai subjek aktif dan mitra belajar. Murid bukan sekadar penerima informasi, tetapi pencari makna, pengembang ide, dan pemecah masalah. Saya memberi ruang bagi mereka untuk bertanya, berpikir kritis, bereksplorasi, dan berkreasi, serta mendampingi mereka dalam menggali potensi diri secara&nbsp;optimal.</p></li><li><p>Dalam merancang pembelajaran yang menggugah kesadaran murid dan bermakna bagi kehidupan mereka, saya menghadapi beberapa tantangan, seperti memahami keragaman karakter siswa, memfasilitasi partisipasi aktif semua murid, serta mengubah kebiasaan belajar yang cenderung pasif menjadi aktif. Selain itu, menciptakan suasana yang menyenangkan namun tetap terarah juga tidak selalu mudah, terutama ketika siswa memiliki latar belakang dan minat belajar yang sangat&nbsp;bervariasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:35:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526531940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Hajar Suryani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526532108</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Langkah-langkah yang biasa digunakan adalah Menentukan Tujuan Pembelajaran, menganalisis karakteristik kebutuhan murid, menyusun materi, menentukan strategi dan metode pembelajaran, menentukan media dan sumber belajar, merancang kegiatan pembelajaran, merancang penilaian, menyusun modul ajar.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan adalah berpusat pada murid, aktif kreatif inovatif dan menyenangkan, kontekstual, berorientasi pada tujuan pembelajaran, kolaboratif dan interaktif, berbasis pengalaman dan refleksi, fleksibel, berbasis asesmen.</p></li><li><p>Strategi yang digunakan adalah Problem-Based Learning, dimana peserta didik belajar melalui proyek nyata yang menantang dan membutuhkan pemikiran analitis serta kreativitas.</p></li><li><p>posisi peserta didik adalah peserta didik terlibat langsung dalam kegiatan belajar, seperti bertanya, berdiskusi, bereksperimen, dan mengeksplorasi.</p></li><li><p>Tantangannya adalah mindset dan paradigma lama, keterbatasan waktu, fasilitas dan teknologi terbatas. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:36:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526532108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rischa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526532261</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;&nbsp;</strong></p><ol><li><p>Menetapkan Tujuan Pembelajaran</p></li><li><p>Menganalisis Kebutuhan Siswa</p></li><li><p> Merancang Kegiatan Pembelajaran</p></li><li><p>Menyiapkan Sumber Daya</p></li><li><p>Menyusun Rencana Pembelajaran</p></li><li><p>Melaksanakan Pembelajaran</p></li><li><p>Evaluasi dan Refleksi</p></li><li><p>Mengadaptasi dan Mengembangkan</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong></p><ol><li><p>Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan nyata siswa, memungkinkan mereka untuk menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari. Ini berarti materi pelajaran harus dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa, termasuk budaya lokal dan isu-isu yang relevan. </p></li><li><p>Mindful Learning (Pembelajaran Sadar dan Aktif): Siswa didorong untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Pembelajaran yang mendalam membutuhkan pemikiran kritis, analisis, dan penerapan konsep dalam situasi yang berbeda. Siswa juga perlu memahami bagaimana mereka belajar dan mengembangkan strategi belajar yang efektif. </p></li><li><p>Joyful Learning (Pembelajaran yang Menyenangkan dan Memotivasi): Suasana belajar yang positif dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar dan mengeksplorasi materi pelajaran. Faktor-faktor seperti rasa ingin tahu, eksplorasi, dan pengalaman positif dapat berkontribusi pada suasana belajar yang menyenangkan.</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong></p><ul><li><p>Seringkali, strategi yang kita gunakan cenderung berpusat pada transfer informasi dari guru ke murid. Meskipun ada upaya untuk diskusi atau kerja kelompok, terkadang masih kurang optimal dalam mendorong pemikiran kritis, kreativitas, atau pemahaman mendalam yang sesungguhnya. Murid mungkin cenderung mencari jawaban "benar" daripada mengeksplorasi gagasan mereka sendiri atau memecahkan masalah secara inovatif.</p><p><br></p></li></ul><p><strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;&nbsp;</strong></p><p>1. Siswa sebagai Pusat Pembelajaran</p><p>2. Keterlibatan Aktif</p><p>3. Kolaborasi</p><p>4. Refleksi Diri</p><p>5. Pemberian Tanggung Jawab</p><p>6. Penggunaan Teknologi</p><p>7. Umpan Balik Konstruktif</p><p>Dengan memposisikan siswa secara aktif dalam proses belajar, kita dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman mereka, sehingga menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan efektif.</p><p><br></p><p><strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</strong></p><ol><li><p>Tekanan kurikulum dan target: Terkadang kita merasa terburu-buru mengejar target materi.</p></li><li><p>Jumlah murid yang banyak: Sulit memberikan perhatian individual dan memfasilitasi kebutuhan beragam murid.</p></li><li><p>Keterbatasan waktu dan sumber daya: Merancang kegiatan yang inovatif butuh waktu dan fasilitas.</p></li><li><p>Kebiasaan dan zona nyaman: Terjebak pada pola mengajar yang sudah biasa.</p></li><li><p>Perbedaan latar belakang dan gaya belajar murid: Menyelaraskan pembelajaran untuk semua murid adalah tantangan besar.</p></li><li><p>Menghilangkan kejenuhan: Sulit menjaga antusiasme murid sepanjang proses belajar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:36:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526532261</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526532441</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;&nbsp;</p><ul><li><p>Mengidentifikasikan karakter peserta didik melalui asesmen diagnostic terlebih dahulu untuk mengatahui kemampuan awal peserta didik.</p></li><li><p>Menentukan Capaian Pembelajaran terlebih dahulu sesuai dengan karakter peserta didik.</p></li><li><p>Menentukan Tujuan Pembealajaran sesuai dengan karakter peserta didik.</p></li><li><p>Membuat pertanyaan esensial untuk pemahaman awal pembelajaran.</p></li><li><p>Menyusu asesmen pembelajaran</p></li></ul></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Prinsip yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran belum menggunakan prinsip pembelajaran mendalam, namun tidak sepenuhnya belum menggunakannya. Contohnya pada prinsip berkesadara sudah diterapkan pada saat refleksi kepada peserta didik, pada prinsip bermakna sudah digunakan pada saat praktik pembelajaran, dan pada prinsip berkesadaran sudah digunakan pada saat memberika ice breaking serta permaianan.</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;</p><p>Sudah, tapi belum sepenuhnya mendorong peserta didik untuk kritis, kreatif, dan mendalam.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;</p><p>Murid dalam proses belajar kita jadikan sebagai pusat pembelajaran dan siswa diminta untuk aktif dalam pembelajaran melalui bimbingan guru.&nbsp;</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;</p><p>Tantang yang sering saya hadapai dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan adalah saya harus paham dengan karakter masing-masing murid karena setiap murid memiliki gaya belajar, kemampuan awal, minat, dan lata belakang yang berbeda-beda.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:36:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526532441</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka Adinia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526532530</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Biasanya saat mau merancang pembelajaran, bertanya terlebih dahulu pada guru sebelumnya mapel yang dimaksud sudah sampai mana pembelajarannya. Mulai melihat Capaian pembelajaran, kemudian melakukan asesmen awal, menentukan TP. lalu mulai merancang pembelajaran dengan mencari metode yang tepat untuk TP tersebut.</p></li><li><p>Sebenarnya ketiga prinsip pembelajaran sudah masuk dalam rancangan pembelajaran, namun seringnya rencana tidak sesuai realita di lapangan. </p></li><li><p>Jika di bayangkan kembali, strategi dalam merancang pembelajaran sudah mendorong siswa untuk berpikir kritis meski harus dengan pancingan berupa pertanyaan pemantik, juga sudah kreatif dan mendalam.</p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai pembelajar sepanjang hayat, juga sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Artinya disini guru hanya sebagai fasilitator yang memfasilitasi muridnya untuk berkreasi, berkolaborasi, mengeksplor dan merefleksi.</p></li><li><p>Tentunya tantangan waktu itu paling utama. karena untuk merancang pembelajaran mendalam membutuhkan pemikiran yang mendalam juga untuk mencurahkan ide-ide brilian. Selain itu, tantangan kedua beragamnya siswa di kelas membuat guru juga harus memikirkan strategi pembelajaran yang sesuai.  Dan terakhir, tantangan saat mengaplikasikan rancangan pembelajaran kekurangan alat pendukung, murid sebagian besar belum terbiasa berpikir kritis dll.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:36:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526532530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Jayanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526533157</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab : kita merencanakan pembelajaran yang pertama tetapkan tujuan pembembelajaran yang jelas dan spesifik, kemudian pilih metode belajar yang sesuai dengan materi dan gaya belajar siswa, merancang kegiatan pembelajaran yang menarik.</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Jawab : Prinsip pembelajaran yang Bermakna, berkesadaran dan menggembirakan yang ada pada prinsip Pembelajaran Mendalam walaupun belum sempurna sesuai yang kita harapkan.</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab : Belum sepenuhnya karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda khususnya untuk anak berkebutuhan khusus.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab : murid tidak hanya menerima materi maupun informasi yang kita berikan tetapi kita harus memahami kebutuhan murid dan cara belajarnya dan juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab : tantangannya adalah aspek individual siswa, perbedaan gaya belajar siswa, kurangnya minat belajar dan kesulitan dalam mengelola kelas.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:36:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526533157</guid>
      </item>
      <item>
         <title>purwasih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526534334</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menganalisis Karakteristik Siswa kemudian melakukan <strong>asesmen awal</strong> untuk mengetahui tingkat perkembangan, hambatan belajar, dan gaya belajar masing-masing siswa.</p></li><li><p><strong>-Individualisasi Pembelajaran</strong></p><p>Setiap siswa memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kemampuan yang berbeda. Maka, pembelajaran dirancang sesuai dengan potensi masing-masing siswa.</p><p><strong>-Keterpaduan Layanan Khusus</strong></p><p>Menggabungkan aspek pembelajaran dengan layanan khusus seperti terapi wicara, okupasi terapi, dan layanan psikologis untuk mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.</p></li><li><p><strong>iya karena Mengajak siswa menyelesaikan masalah nyata (Problem Solving):</strong><br>Misalnya, melalui simulasi kehidupan sehari-hari, siswa diajak menganalisis situasi, membuat keputusan, dan menemukan solusi sesuai kemampuan mereka.</p><p><br></p></li><li><p>Murid dilibatkan dalam setiap tahap pembelajaran: mulai dari eksplorasi masalah, diskusi, praktik langsung, hingga refleksi</p></li><li><p>keragaman hambatan belajar peserta didik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:37:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526534334</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Norma Yurista</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526535622</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;</p><p>Mengidentifikasi karakteristik siswa dengan cara asesmen diagnostik, menetukan capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakterristik siswa, merancang strategi pembelajaran, membuat asesmen pembelajaran.</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Prinsip pembelajaran yang digunakan belum semua diterapakan dalam setiap pembelajaran, contohnya pada prinsip berkesadaran sudah diterapkan pada saat refleksi kepada siswa, prinsip bermakna sudah diterapkan pada saat pembelajaran, prinsip menggembirakan dengan memberikan ice breaking.</p></li><li><p>&nbsp;Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;</p><p>Sudah, tapi belum semua siswa terdorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;&nbsp;</p><p>Siswa dalam proses belajar kita jadikan sebagai pusat pembelajaran dan diminta aktif dengan bimbingan guru.</p></li><li><p>&nbsp;Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><p>Tantangan yang dihadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan adalah saya harus paham dengan akarekteristik siswa dikelas yang memiliki gaya belajar yang berbeda, dll.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:38:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526535622</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Nur Hidayati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526549009</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>Dengan menyiapkan administrasi kelas/kegiatan pembelajaran, materi yg akan dipelajari saat itu, menganalisis kebutuhan kelas. Mengadaptasi dan mengembangkan metode pembelajaran</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran</p></li></ol><p>Berkesadaran, PDKK didorong u/ terlibat aktif dlm proses pembelajaran,berpikir kritis. Bermakna, pembelajaran relevan dgn kehidupan nyata. dan menggembirakan menciptakan suasana belajar yg positif, dan menyenangkan u/ memotivasi PDKK</p><ol start="3"><li><p>Apa strategi yg digunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam. </p></li></ol><p>Ya sudah, hanya saya u/jenjang SDLB tentunya sangat sulit diimplementasikan dan diaplikasikan oleh peserta didik kami, karena hambatan yg mereka miliki. Membutuhkan strategi belajar yg adaptif dan modifikasi. </p><ol start="4"><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar. </p></li></ol><p>PDKK merupakan siswa yg aktif dlm belajar dan membutuhkan dukungan khusus, melihat PDKK sebagai individu yg unik, yg membutuhkan kegiatan pembelajaran sesuai kemampuan masing2. </p><ol start="5"><li><p>Tantangan apa yg sering dihadapi dalam merancang pembelajaran yg berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. </p></li></ol><p>Dalam jenjang SDLB tentunya yg memiliki beragam hambatan, tidak dpt menggunakan 1 pendekatan yg sama. Jadi sulit menciptakan pengalaman belajar yg bermakna. Keterbatasan ketersediaan alat bantu khusus, sehingga sulit membangun lingkungan belajar yg menggembirakan. Guru hrs menyusun RPP yg lebih spesifik u/hambatan yg di miliki PDKK. Sehingga membutuhkan waktu, tenaga, dan keahlian khusus dlm asesmen, perencanaan, dan pelaksanaan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 02:49:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526549009</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NANIK INDAYATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526568531</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut saya tahapannya adalah:</p><p>a. . Menentukan Tujuan Pembelajaran:</p><p>b.Mengidentifikasi Materi: </p><p>c. Memilih Metode Pembelajaran: </p><p>d. Mengembangkan Rencana </p><p>e. Menyiapkan Sumber Daya: Guru .</p><p>f. Mengembangkan Penilaian: Guru mi.</p><p>g. Implementasi dan Evaluasi:</p><p><br></p><ol start="2"><li><p>Prinsip yang sudah ada dalam perencanaan pembelajaran :</p><p>a. Prinsip belajar aktif ; siswa harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran</p><p>b. prinsip keterkaitan pembelajaran dengan pengalaman siswa sebelumnya</p><p>c. Prinsip deferensiasi: pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan dan gaya belajar siswa </p><p>yang berbeda-beda.</p><p>d. Prinsip Kolaborasi : pembelajaran dapat ditingkatkan melalui kerja sama dan interaksi antar siswa, guru, dan sumber daya lainnya. </p><p>e. Prinsip pembelajaran berbasis proyek</p><p>f. Prinsip pembelajaran berbasis masalah</p><p>g. prisip pembelajaran konstruktivis</p></li><li><p>strategi yang di rancang untuk mendorong murit kritis, kreatif dan mendalam:</p><p>a. <strong>Pertanyaan Terbuka dan Pemantik Kritis</strong></p><p><strong>Tujuan:</strong> Melatih siswa menganalisis dan mengevaluasi.</p><ul><li><p>Gunakan <strong>pertanyaan terbuka</strong> yang tidak hanya memiliki satu jawaban benar.</p></li><li><p>Contoh: <em>"Mengapa menurutmu air bisa mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah?"</em></p></li><li><p>Dorong siswa untuk <strong>berpendapat, membuktikan, dan merefleksi</strong>.</p><p><br></p><p><strong>b. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning / PBL)</strong></p><p><strong>Tujuan:</strong> Melatih pemecahan masalah nyata dan berpikir kritis.</p><ul><li><p>Sajikan <strong>masalah kontekstual dan kompleks</strong>.</p></li><li><p>Biarkan siswa menyusun langkah solusi secara mandiri atau berkelompok.</p></li><li><p>Contoh: <em>Bagaimana </em></p><p><em>mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah?</em></p><p><br></p><p><strong>c.  Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning / PjBL)</strong></p><p><strong>Tujuan:</strong> Mendorong kreativitas, kolaborasi, dan tanggung jawab.</p><ul><li><p>Siswa mengerjakan <strong>proyek nyata</strong> dalam waktu tertentu.</p></li><li><p>Produk akhir bisa berupa presentasi, video, karya tulis, dll.</p></li><li><p>Contoh: <em>Membuat kampanye hemat energi di sekolah.</em></p></li></ul><p><strong>d. Diskusi Reflektif dan Kolaboratif</strong></p><p><strong>Tujuan:</strong> Melatih mendengarkan, mengungkapkan ide, dan membangun pengetahuan.</p><ul><li><p>Dorong siswa untuk <strong>berdiskusi dalam kelompok kecil</strong>.</p></li><li><p>Gunakan metode seperti <strong>Think-Pair-Share</strong>, debat, atau role play.</p></li></ul><p><strong>e. Mind Mapping dan Visual Thinking</strong></p><p><strong>Tujuan:</strong> Mendorong keterhubungan konsep dan kreativitas visual.</p><ul><li><p>Ajak siswa membuat <strong>peta konsep</strong>, sketsa, atau diagram untuk menjelaskan gagasan.</p></li><li><p>Cocok untuk memahami konsep kompleks secara mendalam.</p></li></ul></li></ul><p><strong>f.  Inkuiri dan Eksplorasi Mandiri</strong></p><p><strong>Tujuan:</strong> Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemandirian belajar.</p><ul><li><p>Sediakan ruang untuk siswa <strong>meneliti, mencari informasi, dan menguji gagasan sendiri</strong>.</p></li><li><p>Guru berperan sebagai fasilitator, bukan pemberi informasi.</p></li></ul></li></ul><p><strong>g. Umpan Balik Konstruktif dan Refleksi</strong></p><p><strong>Tujuan:</strong> Menguatkan metakognisi (belajar tentang proses berpikir sendiri).</p><ul><li><p>Ajak siswa <strong>mengevaluasi proses belajarnya sendiri</strong>.</p></li><li><p>Gunakan pertanyaan reflektif seperti:</p><ul><li><p><em>Apa yang kamu pelajari hari ini?</em></p></li><li><p><em>Apa yang masih membingungkan?</em></p></li><li><p><em>Bagaimana kamu bisa belajar lebih baik?</em></p></li></ul></li></ul><ol start="4"><li><p>Bagaimana memposisikan murid dalam proses pembelajaran</p></li></ol><p><strong>a. Sebagai Subjek Aktif, Bukan Objek </strong></p><p><strong>     Pasif</strong></p><ul><li><p>Murid didorong untuk <strong>berpikir kritis</strong>, <strong>mengemukakan pendapat</strong>, dan <strong>terlibat langsung</strong> dalam proses belajar.</p></li><li><p>Guru bertindak sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber informasi.</p></li></ul><p>b.  <strong>Pahami Kebutuhan dan Gaya </strong></p><p><strong>       Belajar Murid</strong></p><ul><li><p>Gunakan <strong>differentiated instruction</strong> (pembelajaran terdiferensiasi) untuk mengakomodasi beragam gaya belajar dan kemampuan murid.</p></li></ul><p>c. <strong>Berikan Ruang untuk Suara dan </strong></p><p><strong>     Pilihan Murid</strong></p><ul><li><p>Libatkan murid dalam menentukan <strong>topik proyek</strong>, <strong>cara menyelesaikan tugas</strong>, atau <strong>cara mereka menunjukkan pemahaman</strong>.</p></li><li><p>Gunakan metode seperti <strong>inquiry-based learning</strong> atau <strong>project-based learning</strong>.</p></li></ul><p>d.  <strong>Dorong Kolaborasi Antar Murid</strong></p><ul><li><p>Gunakan model pembelajaran kooperatif agar murid belajar dari dan bersama teman-temannya.</p></li><li><p>Bangun budaya belajar yang mendukung kerja tim, diskusi terbuka, dan saling menghargai.</p></li></ul></li></ol><p>e. <strong>Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil</strong></p><ul><li><p>Hargai <strong>proses berpikir</strong>, upaya, dan refleksi diri murid.</p></li><li><p>Berikan <strong>umpan balik formatif</strong> yang membangun, bukan hanya penilaian angka.</p></li></ul><p>f.  <strong>Tumbuhkan Rasa Memiliki dan </strong></p><p><strong>     Tanggung Jawab</strong></p><ul><li><p>Dorong murid untuk <strong>menetapkan tujuan belajar pribadi</strong>, <strong>menilai kemajuan diri</strong>, dan <strong>membangun motivasi intrinsik</strong>.</p></li></ul><p>g.  <strong>Ciptakan Lingkungan Belajar yang </strong></p><p><strong>      Aman dan Inklusif</strong></p><ul><li><p>Pastikan semua murid merasa <strong>dihargai</strong>, <strong>didengar</strong>, dan <strong>nyaman untuk mencoba</strong> dan <strong>berbuat salah</strong>.</p></li><li><p>Hindari sikap otoriter yang membungkam kreativitas dan rasa ingin tahu.</p></li></ul><ol start="5"><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran bermakna dan menggembirakan</p><p><strong>a.  Keterbatasan Waktu</strong></p><ul><li><p><strong>Pembelajaran bermakna dan menggembirakan</strong> membutuhkan perencanaan yang mendalam dan pelaksanaan yang tidak tergesa-gesa.</p></li><li><p>Jadwal yang padat dan tuntutan penyelesaian kurikulum sering membuat guru <strong>terburu-buru</strong> menyampaikan materi.</p></li></ul><p><strong>b. Kurangnya Pemahaman tentang </strong></p><p><strong>    Pembelajaran Berkesadaran</strong></p><ul><li><p>Tidak semua guru memahami sepenuhnya makna <strong>pembelajaran berkesadaran (mindful learning)</strong> — yaitu pembelajaran yang hadir sepenuhnya di saat ini, menyentuh aspek afektif, dan mendorong refleksi.</p></li><li><p>Akibatnya, pembelajaran cenderung hanya menekankan aspek kognitif dan akademik.</p></li></ul><p><strong>e. Fokus pada Target Akademik dan </strong></p><p><strong>    Nilai</strong></p><ul><li><p>Tekanan dari sekolah, orang tua, dan sistem pendidikan yang berorientasi <strong>hasil (nilai/ujian)</strong> dapat mengabaikan esensi pembelajaran yang bermakna.</p></li><li><p>Guru sering merasa terdorong untuk mengejar "tuntutan nilai", bukan "kebutuhan belajar".</p></li></ul><p><strong>f. Perbedaan Kebutuhan dan </strong></p><p><strong>    Karakteristik Murid</strong></p><ul><li><p>Setiap murid memiliki <strong>minat, latar belakang, dan cara belajar</strong> yang berbeda.</p></li><li><p>Merancang pembelajaran yang menggembirakan dan bermakna untuk semua murid <strong>membutuhkan strategi yang fleksibel dan kreatif</strong>, yang kadang sulit diterapkan di kelas besar.</p></li></ul><p><strong>g. Minimnya Dukungan Fasilitas dan </strong></p><p><strong>    Sumber Daya</strong></p><ul><li><p>Kurangnya alat peraga, teknologi, atau ruang belajar yang nyaman dapat menghambat terciptanya suasana yang menyenangkan.</p></li><li><p>Pembelajaran kreatif seringkali terhambat oleh <strong>keterbatasan anggaran atau infrastruktur</strong></p></li></ul><p><strong>H. Peran Guru yang Terjebak sebagai Pemberi Materi</strong></p><ul><li><p>Sebagian guru terbiasa dengan peran sebagai <strong>pusat informasi</strong>, sehingga kesulitan menjadi <strong>fasilitator</strong> yang memberdayakan murid.</p></li><li><p>Ini membuat murid kurang dilibatkan secara aktif dan merasa jenuh.</p></li></ul><p><strong>i. Minimnya Refleksi dalam Pembelajaran</strong></p><ul><li><p>Pembelajaran yang berkesadaran memerlukan waktu untuk <strong>merenung, menyadari proses belajar</strong>, dan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata.</p></li><li><p>Sering kali bagian ini terabaikan karena waktu yang sempit atau tidak dianggap penting.</p></li></ul><p><strong>j. Kesulitan Membuat Pembelajaran "Menggembirakan" yang Tetap Edukatif</strong></p><ul><li><p>Ada anggapan bahwa “menyenangkan” = “bermain tanpa arah”, padahal <strong>pembelajaran yang menggembirakan tetap memiliki tujuan yang jelas</strong>.</p></li><li><p>Menciptakan suasana senang <strong>tanpa kehilangan makna dan arah belajar</strong> adalah tantangan tersendiri.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 03:04:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526568531</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Susi Mandasari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526577469</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita bisa merencanakan pembelajaran di kelas ?</p><p>Jawab : </p><p>Tentukan tujuan pembelajaran,membuat rencana materi, memilih metode pembelajaran, menyiapkan sumber belajar, menganalisis kebutuhan kelas.</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran ?</p><p>Jawab : </p><p>dalam merancang pembelajaran kita bisa menggunakan beberapa prinsip, seperti prinsip keterlibatan aktif, prinsip keterkaitan, prinsip berdiferensiasi, dan prinsip evaluasi.</p></li><li><p>Apa strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam ?</p><p>Jawab :</p><p>bisa menggunakan strategi pertanyaan terbuka, diskusi kelompok, proyek berbasis, pembelajaran berbasis masalah.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar ?</p><p>Jawab :</p><p>untuk mempososisikan murid dalam proses belajar kita bisa menggunakan pendekatan seperti, murid sebagai pusat,murid sebagai penemu, murid sebagai pemecah masalah dan murid sebagai kolaboratif.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan ?</p><p>Jawab :</p><p>tantangan yang dihadapi keterbatasan sumber daya, keterbatasan waktu,perbedaan kemampuan waktu, keterlibatan murid, dan penilaian efektif.</p></li><li><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-23 03:12:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fauzan80/lky35j4i85hjx6dm/wish/3526577469</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
