<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>analisis Imunitas HIV terhadap CD4 dan CD8 by Puri Arta Widhiasi</title>
      <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29</link>
      <description>mohon ditulis nama ketua dan anggotanya</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-07-26 06:57:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-01 08:09:09 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kiki, Tsani, Rena, Naura, Alya</title>
         <author>yasmintsan</author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064413364</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>HIV (Human Immunodeficiency Virus)</p></li></ul><p>HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel T helper (CD4). Tanpa pengobatan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yang ditandai dengan kerusakan sistem kekebalan yang parah.</p><ul><li><p> Sistem Imun Tubuh</p></li></ul><p>Sistem imun melindungi tubuh dari patogen seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Terdiri dari dua komponen utama:</p><ol><li><p>Sistem Imun Innate (Bawaan): Garis pertahanan pertama yang tidak spesifik, termasuk kulit, mukosa, makrofag, neutrofil, dan sel NK.</p></li><li><p>Sistem Imun Adaptive (Adaptif)**: Garis pertahanan kedua yang spesifik, melibatkan sel T (CD4 dan CD8) dan sel B yang menghasilkan antibodi.</p></li><li><p>CD4</p><p>CD4 adalah protein pada sel T helper yang mengoordinasikan respons imun dengan mengaktifkan sel imun lainnya.</p></li><li><p>CD8 </p><p>CD8 adalah protein pada sel T sitotoksik yang mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi virus atau sel yang rusak.</p></li><li><p>Dampak HIV pada Sistem Imun dan CD4</p><p>HIV menargetkan dan menginfeksi sel CD4, menyebabkan penurunan jumlah dan fungsi sel ini, sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap infeksi dan penyakit.</p></li><li><p>Pengobatan Antiretroviral (ARV/ART)</p><p>ART adalah pengobatan untuk HIV yang menghambat siklus hidup virus, mengurangi jumlah virus dalam tubuh, dan memungkinkan orang dengan HIV hidup sehat lebih lama. ART tidak menyembuhkan HIV, tetapi mengontrol infeksi.</p></li><li><p>Dampak ART pada Sistem Imun, CD4, dan HIV</p></li></ol><p>-sistem imun: ART membantu memulihkan fungsi sistem kekebalan dengan mengurangi viral load.</p><p>- CD4: ART meningkatkan jumlah sel CD4 dengan mengurangi kematian sel dan memungkinkan regenerasi.</p><p>- HIV: ART menghambat perkembangan HIV, mengurangi kerusakan pada sistem kekebalan.</p><ul><li><p>Peran CD4 pada Terapi</p></li></ul><p>Sel CD4 mengoordinasikan respons imun terhadap infeksi. Pemulihan jumlah sel CD4 melalui ART memungkinkan sistem kekebalan berfungsi efektif.</p><ul><li><p> Peran CD8 pada Terapi  </p></li></ul><p>Sel CD8 membunuh sel yang terinfeksi HIV dan sel yang rusak. Fungsi sel CD8 dapat membaik dengan peningkatan kesehatan sistem kekebalan.</p><p><br></p><ul><li><p>Rasio CD4/CD8 dan Status Imun</p></li></ul><p>Rasio CD4/CD8 adalah indikator kesehatan sistem kekebalan. Rasio ini biasanya lebih dari 1 pada individu sehat, tetapi menurun pada orang dengan HIV. ART dapat meningkatkan rasio ini, menunjukkan pemulihan fungsi kekebalan. Rasio yang lebih tinggi dikaitkan dengan prognosis yang lebih baik dan risiko infeksi oportunistik yang lebih rendah. Pemantauan ketat diperlukan untuk memastikan pemulihan optimal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-31 06:20:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064413364</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Deemas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064415312</link>
         <description><![CDATA[<p>HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan sebuah virus yang bisa menyebabkan infeksi pada sel darah putih dan menurunkan kekebalan imun tubuh pada manusia. Sedangkan kumpulan gejala yang muncul karena turunnya kekebalan tubuh manusia akibat terinfeksi oleh HIV disebut dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).&nbsp;</p><p><br></p><p>Salah satu pengobatan yang bisa diberikan kepada penderita HIV adalah terapi Antiretroviral (ARV) yang saat ini sudah ada lebih dari 40 jenis obat ARV dari beberapa golongan. Dalam pengobatan menggunakan terapi ARV, penderita akan menjalani pengobatan seumur hidupnya. Terapi ARV berfungsi untuk menekan perkembangan HIV di dalam tubuh. Antiretroviral Therapy (ART) merupakan salah satu penatalaksanaan medis yang digunakan untuk mengobati penderita HIV. Sebagai salah satu program Pasien Dalam Pengawasan (PDP), terapi ARV bertujuan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat HIV. Selain itu terapi&nbsp;ARV bertujuan untuk menurunkan angka kematian akibat AIDS (AIDS-related death), serta mampu meningkatkan kualitas hidup penderita HIV. Bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA), terapi ARV adalah sebuah solusi yang mampu mengurangi viral load serta mengurangi penularan HIV.&nbsp;</p><p><br></p><p>Dalam menjalani terapi ARV, faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan yaitu kepatuhan&nbsp;</p><p>karena pengobatan akan dijalani seumur hidup. Rendahnya kepatuhan terapi ARV pada ODHA menyebabkan pengobatan menjadi kurang maksimal (Mukarromah &amp; Azinar, 2021). Di Indonesia, kepatuhan optimal penderita HIV terhadap terapi ARV masih di bawah 80% sehingga infeksi protozoa usus bisa meningkat, perkembangan AIDS lebih cepat, adanya resistensi obat, bahkan&nbsp;mengalami kegagalan pengobatan. Ketidakpatuhan minum obat dalam menjalani terapi ARV bisa menyebabkan adanya potensi resistensi virus HIV terhadap terapi ARV yang diberikan. Hingga saat ini, HIV yang resisten&nbsp;terhadap terapi ARV masih menjadi ancaman yang serius di negara Indonesia. Resistensi bisa terjadi karena tingginya nilai viral load, rendahnya nilai CD4, dan ketidakpatuhan dalam menjalani terapi.&nbsp;</p><p><br></p><p>ODHA yang mengalami resistensi terhadap terapi ARV akan lebih sulit untuk menurunkan jumlah virus yang ada di dalam darah sehingga bisa menyebabkan kematian akibat infeksi oportunistik. Penelitian HIV-positif mengalami peningkatan jumlah CD4 setelah diberikan terapi ARV. Perlu diamati dalam hal jumlah CD4 dan CD8, rasionya, dan kejadian lesi oral. HIV menghabiskan sel CD4 dalam darah tepi dan jaringan limfoid, menyebabkan disfungsi sel CD8. Hasil penelitian ini juga menunjukkan peningkatan jumlah CD4 dan penurunan jumlah CD8 dari pra pengobatan hingga pasca pengobatan dengan ART pada ketiga kelompok (6, 12, dan 18 bulan) dengan rasio CD4/CD8 di bawah 1. Dengan bertambahnya lama pengobatan dari 6 menjadi 18 bulan, jumlah CD4 juga meningkat. Peningkatan yang signifikan dalam jumlah CD4 diamati pada 12 vs 18 bulan ini mungkin menunjukkan manfaat efek ART jangka panjang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-31 06:23:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064415312</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hafiza, Ranti, Nauri, Zaskia, Dira</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064417019</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2625682061/5dafdd2c32d396f208725cb0a7fb2c07/image.jpg" />
         <pubDate>2024-07-31 06:26:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064417019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adel, Ady, Aqsha, Daus, Roqib</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064423846</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam dokumen ini, akan diulas mengenai keefektifan terapi antiretroviral (ARV) dalam merawat pasien HIV melalui tinjauan literatur. Berikut adalah rangkuman dari beberapa poin penting:</p><p>1. Tujuan dan Metode:</p><p>- Tujuan: Mengukur keberhasilan terapi ARV dalam mengurangi tingkat viral load pada pasien HIV.</p><p>- Metode: Setelah dilakukan tinjauan literatur naratif menggunakan basis data PubMed, Cochrane Library, dan DOAJ, ditemukan 6 jurnal yang memenuhi syarat inklusi.</p><p>2. Hasil Utama:</p><p>- Terbukti efektif dalam menekan perkembangan HIV di dalam tubuh, terapi ARV dikarakteristikkan oleh penurunan viral load yang signifikan.</p><p>- Penelitian menunjukkan bahwa terapi ARV berdampak positif pada peningkatan jumlah CD4 yang signifikan dan penurunan jumlah CD8 yang signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan sistem kekebalan tubuh pasien HIV.</p><p>3. Faktor Kepatuhan:</p><p>- Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan seumur hidup sangat memengaruhi keberhasilan terapi ARV.</p><p>- Jika tidak patuh dalam mengonsumsi obat ARV, dapat menyebabkan resistensi terhadapnya. Hal ini meningkatkan risiko munculnya AIDS dan juga infeksi oportunistik yang lebih tinggi.</p><p>4. Dampak Sosial:</p><p>- Stigma negatif dan diskriminasi masih sering menimpa ODHA, yang berakibat buruk bagi kesejahteraan psikologis serta sosial mereka.</p><p>5. Kesimpulan:</p><p>- Pengobatan ARV adalah pendekatan medis yang efektif untuk mengelola HIV, tetapi kepatuhan pasien terhadap pengobatan sangatlah penting demi kesuksesan jangka panjang.</p><p>Sehingga, pengobatan ARV sangat berperan penting dalam mengelola HIV, sehingga perlu dilakukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kepatuhan pasien dan juga mengurangi stigmatisasi terhadap ODHA.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-31 06:37:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064423846</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Roane, Rai, Athar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064425541</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengaruh Terapi Antiretroviral (ART) terhadap Level CD4 dan CD8 pada Pasien HIV <br><br>=== Ringkasan ===<br>Penelitian dalam dokumen ini berfokus pada pengaruh terapi antiretroviral (ART) terhadap level CD4 dan CD8 pada pasien HIV. Penelitian ini menunjukkan bahwa ART efektif dalam meningkatkan jumlah sel CD4 dan menurunkan jumlah sel CD8 pada pasien HIV. <br><br>=== Temuan Utama ===<br>1. Peningkatan CD4:  Pasien HIV yang menjalani terapi ART mengalami peningkatan jumlah CD4 yang signifikan setelah pengobatan dibandingkan dengan sebelum pengobatan. Peningkatan ini teramati pada periode pengobatan 6, 12, dan 18 bulan, dengan peningkatan yang signifikan terutama pada periode 12 hingga 18 bulan&nbsp; <br>&nbsp;&nbsp; <br>2.Penurunan CD8:  Sejalan dengan peningkatan CD4, terdapat penurunan jumlah CD8 yang signifikan pada pasien yang menerima ART. Hal ini menunjukkan bahwa terapi ART tidak hanya meningkatkan jumlah sel CD4 tetapi juga membantu dalam mengatur keseimbangan sistem imun dengan menurunkan sel CD8 yang berlebih <br><br>3.Rasio CD4/CD8:  Rasio CD4/CD8 tetap di bawah 1 pada awal pengobatan namun menunjukkan peningkatan seiring dengan lamanya pengobatan. Hal ini menunjukkan pemulihan fungsi imun yang lebih baik pada pasien HIV yang menjalani ART dalam jangka panjang. <br><br>=== Kesimpulan ===<br>ART terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah sel CD4 dan menurunkan jumlah sel CD8 pada pasien HIV. Peningkatan rasio CD4/CD8 menunjukkan pemulihan sistem imun yang lebih baik, yang penting untuk kesehatan jangka panjang pasien HIV. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengobatan ART jangka panjang dalam mengelola HIV dan memperbaiki fungsi sistem imun pasien.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-31 06:40:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064425541</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Atasha, Nashwa, Razan, Sava</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064431301</link>
         <description><![CDATA[<p>• HIV (Human Immunodeficienct Virus)</p><p>Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyebabkan terjadinya infeksi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Penyakit HIV akan menyerang kekebalan tubuh dari penderitanya. Salah satu pelaksanaan medis yang digunakan untuk mengobati penderita HIV adalah Antiretroviral Therapy (ART). Infeksi HIV menyebabkan penurunan jumlah limfosit CD4 secara kuantitatif dan kualitatif, yang meningkatkan risiko infeksi oportunistik.</p><p><br/></p><p>• Antirerroviral Therapy (ART)</p><p>ARV bertujuan untuk menurunkan angka kematian akibat AIDS (AIDS-related death), serta mampu meningkatkan kualitas hidup penderita HIV. Terapi ART juga dapat mengurangi penularan HIV.</p><p><br/></p><p>• Hubungan rasio CD4:CD8 dan jumlah CD4</p><p>1. dalam pengujian HIV tes rasio CD4:CD8 dan jumlah sel CD4 membantu dalam menilai perkembangan infeksi. </p><p>2. Jumlah CD4 harus dilakukan pada semua pasien yang pertama kali didiagnosis mengidap penyakit HIV.</p><p>3. Ketika jumlah CD4 rendah, pasien tetap berisiko tinggi terhadap morbiditas dan mortalitas akibat kondisi terkait AIDS.</p><p><br/></p><p>• Cara meningkatkan CD4</p><p>Secara umum, satu-satunya cara untuk meningkatkan jumlah CD4 Anda adalah dengan menggunakan pengobatan HIV (ART). Obat ARV akan menekan replikasi virus, sehingga meningkatkan kadar CD4. Jumlah CD4 yang normal biasanya berkisar antara 500 dan 1.600.</p><p><br/></p><p>kesimpulan</p><p>Pasien yang menyerang HIV akan mengalami penurunan jumlah CD4. Penurunan CD4 akan mengakibatkan keterlambatan respon CD8. Selain itu penurunan CD4 juga mengakibatkan sistem imun melemah karena proksi pertamanya menurun (CD4).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-31 06:51:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064431301</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok : Alika, Daneen, Cia, Nana 👩🏻‍💻🌟</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064478908</link>
         <description><![CDATA[<p>HIV merupakan virus yang bisa menyebabkan infeksi pada sel darah putih dan menurunkan kekebalan imunitas tubuh pada manusia. Gejala yang muncul karena turunnya kekebalan tubuh manusia sering disebut sebagai AIDS.</p><p><br/></p><p>Pengobatan yang bisa diberikan untuk penderita HIV adalah terapi ART yang berfungsi untuk menekankan perkembangan HIV di dalam tubuh,  akan tetapi terapi ini tidak dapat menyembuhkan penyakit secara total.</p><p><br/></p><p>HIV merupakan virus yg mengakibatkan penurunan CD4 yaitu sel darah putih yg memiliki peran bagi sistem kekebalan tubuh. Penurunan CD4 ini menyebabkan kadar CD8 lebih tinggi dibandingkan dengan CD4. Oleh karena itu dibutuhkan terapi ART untuk menyeimbangkan kedua sel darah putih tersebut dengan menaikkan CD4 dan menurunkan CD8.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-31 08:11:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064478908</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keisha, Isha, Lunetta, Hanum, Tasya, Aya, Jihan, Urfi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064479307</link>
         <description><![CDATA[<p>HIV (Human Immunodeficiency Virus): virus yang bisa menyebabkan</p><p>infeksi pada sel darah putih dan menurunkan sistem kekebalan imun tubuh manusia. Turunnya sistem kekebalan tubuh manusia akibat terinfeksi oleh HIV disebut dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).</p><p><br/></p><p>Telah ditemukan terapi untuk menangani penyakit AIDS yaitu Antiretroviral Therapy (ART) adalah pengobatan yang dijalani seumur hidup untuk mengobati penderita HIV.</p><p><br/></p><p>Pada intinya, HIV akan menyerang sel CD4 dalam darah dan jaringan limfoid. Normalnya, rasio antara CD4 dan CD8 adalah 0,8-1,9. Level CD4 pada tubuh seseorang yang terkena virus HIV akan sangat rendah. Sehingga, jika rasio CD4:CD8 semakin rendah, maka kekebalan tubuh semakin rendah juga, tidak ada membantu tubuh untuk melawan patogen, dan pada akhirnya kemungkinan terkena penyakitnya semakin tinggi. Namun, setelah diberikan therapy ARV, sel CD4 akan meningkat dan sel CD8 menurun sehingga rasionya kembali normal. Penelitian juga, membuktikan bahwa semakin sering pengobatan ARV dilakukan, maka tingkat CD4 nya pun akan semakin banyak, dan rasio antara CD4:CD8 kembali normal.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2625763400/19367a2ff80c7738690d77a0dec9a0d2/image.jpg" />
         <pubDate>2024-07-31 08:12:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064479307</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aisa, Nadilla, Devina, Hasya, Fadilla</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064483237</link>
         <description><![CDATA[<p>HIV <em>(Human Immunodeficiency Virus) </em>merupakan sebuah virus yang bisa menyebabkan infeksi pada sel darah putih dan menurunkan kekebalan imun tubuh pada manusia. HIV pun bisa berkembang menjadi AIDS <em>(Acquired Immune Deficiency Syndrome)</em>. HIV masih belum bisa adisembuhkan, namun replikasi HIV dapat dicegah dengan ARV/ATV (Antiretroviral).</p><p><br/></p><p>Dari penelitian (Shu et al., 2022) menyimpulkan bahwa setelah penggunaan ARV, CD4 mengalami peningkatan sedangkan CD8 mengalami penurunan. HIV akan menyerang sel CD4 dalam darah tepi dan jaringan limfosit, menyebabkan disfungsi sel CD8. Jika kandungan CD4 dibawah ambang normal, HIV dapat terus berkembang biak dan penyakitnya akan semakin parah. Oleh karena itu, diperlukan ARV untuk merepresi dan mencegah perkembangbiakan virus HIV. ARV akan meningkatkan CD4 untuk menekan/merepresi perkembangan virus agar HIVnya tidak menyebar dan memburuk.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2625775542/5caac5843b43866a6c75e784d6b05d6b/photo.jpeg" />
         <pubDate>2024-07-31 08:19:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3064483237</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aria, Furkhan, Keiko</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3065248365</link>
         <description><![CDATA[<p>HIV kills by suppressing the immune system in which cause AIDS to infect as well</p><p>In a study of 248 patients after given a ARV Therapy, CD4 had a increase and a decrease of CD</p><p>8</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-01 08:09:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3065248365</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rayda , Nasa , Keiko , Ica </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3065248399</link>
         <description><![CDATA[<p>HIV : HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan sebuah virus yang bisa menyebabkan infeksi pada sel darah putih dan menurunkan kekebalan imun tubuh pada manusia. Sedangkan kumpulan gejala yang muncul karena turunnya kekebalan tubuh manusia akibat terinfeksi oleh HIV disebut dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).</p><p><br/></p><p>Sistem Imun Tubuh : Sistem imun adalah sistem daya tahan tubuh terhadap serangan substansi asing yang terpapar ke tubuh kita. Manusia secara umum memiliki 2 jenis imunitas atau sistem kekebalan tubuh, antara lain: Imunitas bawaan (innate) dan imunitas dapatan (adaptive). Semua anak terlahir dengan imunitas alami atau imunitas bawaan pada tubuhnya.</p><p><br/></p><p>Peran CD 4 / CD 8 pada terapi : Sel CD4 bertugas memimpin perlawanan terhadap infeksi. Sedangkan sel CD8 membunuh sel kanker dan penyerang lainnya .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-01 08:09:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/puriarta1/lknxn5ohwijnxz29/wish/3065248399</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
