<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Narasi Diskusi Charlotte Mason Vol. 1 Batch 1 by CMid Jakarta</title>
      <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge</link>
      <description>&quot;Home Education&quot;</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-07-02 14:43:49 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-06 06:17:58 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4d3.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>22-09-22</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589044</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pendahuluan<br></strong><br>Sepertinya masalah yang dihadapi dunia pendidikan sejak masa Charlotte Mason hingga saat ini masih sama.<br><br></div><div>Tidak adanya tujuan pendidikan yang terpadu, tidak ada filosofi pendidikan yang sejati, tujuan pendidikan masih sekedar untuk bisa memberikan anak bekal untuk bekerja saat mereka dewasa.<br><br></div><div>Tujuan pendidikan yang sedanya tersebut yang mungkin menjadi alasan mengapa sistem&nbsp; pendidikan&nbsp; kita belum berhasil melahirkan manusia manusia yang magnanimous<br><br></div><div>Terdapat sebuah hukum di balik pendidikan. Hukum tersebut menyentuh seluruh aspek kehidupan. Hukum tersebut tidak kaku, ia mengakui apa pun hal-hal yang benar dan baik tanpa batas, kecuali di mana bila terlalu banyak, akan membahayakan.&nbsp; Ia mampu menunjukan sistem nilai apa yang ada di balik sistem dan rencana pendidikan kita. Hukum tersebut juga dapat menjadi ukuran yang menjadi standar pengukuran pendidikan kita.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:36:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-11-23</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589210</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pentingnya Udara</strong><br><br>Miss Mason mengingatkan betapa pentingnya oksigen bagi kesehatan&nbsp; tubuh manusia. Bahwa seorang anak membutuhkan banyak waktu berada di luar ruangan, melatih anggota badan dan paru parunya, ditengah udara terbuka yang kaya akan udara bersih dan oksigen sambil.<br>Ketika membaca hal ini saya membayangkan arsitektur rumah Eropa di tahun 1800-an yang berdinding tebal dengan jendela tertutup untuk menghalau udara dingin masuk, yang mengakibatkan tidak lancarnya sirkulasi udara masuk dan keluar.<br><br>Permasalahan yang saya yang sering saya temui dalam keseharian saat ini. Bangunan bangunan dengan jendelanya tertutup rapat, untuk menghalau udara panas dan menjaga ruangan tetap sejuk dalam buaian penyejuk udara.&nbsp;<br><br>Keterbatasan sirkulasi udara akan berpengaruh terhadap tingkat oksigen yang terkandung di dalamnya.<br>Itu sebabnya penting bagi seorang anak untuk menghabiskan waktu dan beraktifitas di luar ruangan.&nbsp;<br><br>Terbersit kekhawatiran lain di benak saya, terkait tingginya polusi di lingkungan tempat tinggal saya. Tingginya arus kendaraan yang melintasi perumahan kami tentunya berpengaruh terhadap kualitas udara dan kadar oksigen yang terkandung di dalamnya.<br><br>Selalu timbul keinginan untuk pindah ke daerah yang memiliki kualitas udara yang lebih baik setiap mengingat hal ini. Keinginan yang berpotensi menuju kearah kekecewaan mengingat kondisi saat ini&nbsp; yang belum memungkinkan.<br><br>Untungnya saya teringat kepada salah seorang teman di CMJ yang selalu mensyukuri apapun kondisi yang di jalaninya. Beliau selalu melakukan berbagai usaha untuk meminimalisir hal negatif dari kondisi yang dihadapinya.&nbsp;<br><br>Terkait kualitas udara, beliau memelihara beraneka ragam tanaman di rumahnya. Anak anaknya pun sering diajak untuk beraktifitas di tempat tempat yang rimbun yang bisa dijangkaunya.&nbsp;<br><br>Melalui beliau kembali saya diingatkan untuk;&nbsp; berpegang pada prinsipnya, usahakan yang terbaik, tidak perlu mengejar kesempurnaan, jalani, nikmati &amp; syukuri.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:37:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589210</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-11-30</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589322</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Perspirasi&nbsp;<br></strong><br></div><div>Salah satu panca indra yang sering saya lupakan peranannya adalah kulit.&nbsp;</div><div><br></div><div>Pada bagian ini dibahas tentang peranan kulit dan pori porinya yang membantu mengeluarkan racun dari tubuh kita melalui keringat .&nbsp;</div><div><br></div><div>Kita diingatkan untuk menjaga agar pori pori kita dapat menjalankan tugasnya dengan baik dengan cara enjaga kebersihan dan menggunakan pakaian yang tidak menghambat proses pengeluaran uap dari tubuh kita&nbsp;</div><div><br></div><div>Self reminder.. Jangan malas mandi 😀</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:37:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589322</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-12-06</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589574</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>VII - 'Kekuasaan Hukum’ dalam Pendidikan<br></strong><br>Yang harus menjadi prinsip&nbsp; semua pendidikan adalah ; prinsip kemajuan yang teratur dan tertib di bawah tuntunan Hukum.</div><div><br>Alasan mengapa pendidikan memiliki sangat sedikit pengaruh terhadap seseorang adalah karena 90% orang tua&nbsp; terlalu percaya pada akal sehat dan niat baik mereka.<br><br></div><div>Mereka lupa&nbsp; bahwa akal sehat secara alami harus&nbsp; mendapatkan informasi yang benar. Niat baik akan sia sia jika dilakukan tanpa kepatuan terhadap hukum ilahi.<br><br></div><div>Hukum ilahi akan lebih sering kita temui dalam kehidupan sehari hari dari pada dalam kitab suci.<br><br></div><div>Sering kali kita temui orang orang yang tidak mempercayai Tuhan,&nbsp; menjalani kehidupan yang tidak bercela, terbebas dari sifat buruk temperamen &amp; keegoisan, daripada banyak orang yang tulus beragama&nbsp;<br><br></div><div>Anak anak dapat dengan mudah melihat orang orang itu dikasihi dan dihormati dalam kehidupan mereka. Hal ini akan lebih berpengaruh bagi mereka dibandingkan doktrin doktrin yang mereka terima sepanjang hidupnya.<br><br></div><div>Ancaman terbesar terhadap agama bukanlah kejahatan di sekitar kita, tetapi kebaikan yang datang dari sumber yang menolak Tuhan.<br><br></div><div>&nbsp;Hukum alam tidak akan terlepas dari hukum Tuhan. Setiap orang yang menaati hukum tersebut akan mendapati berkat. Jika tidak mempelajari hukum hukum tersebut kita&nbsp; tidak akan mendapatkan berkatnya meskipun kita&nbsp; umat beragama.<br><br></div><div>Sering terjadi, orang yang merasa dirinya beragama mengabaikan hukum hukum ini. Mereka menolak hukum hukum alam karena menganggap hukum-hukum tersebut adalah milik dunia sekuler. &nbsp;<br><br></div><div>Mereka tidak peduli tentang bagaimana otak bekerja, atau bagaimana akal budi berevolusi dan berkembang sesuai dengan hukum alami.<br><br></div><div>Mereka hanya berfokus pada hukum yang terlihat jelas sebagai hukum religius, dan menganggap hukum di luar itu merupakan hanya milik kaun sekuler dan merupakan perbuatan yang tidak menghormati hukum Tuhan.<br><br></div><div>Hal ini dapat mengajak anak berpikir : “Mengapa orang-orang tidak percaya Tuhan, bertingkah laku lebih baik darip<br><br></div><div>Orang tua seharusnya tidak menempatkan anak anak dalam kebimbangan tersebut.<br><br></div><div>Orang tua harus membiasakan diri dengan prinsip fisiologi dan hukum moral.<br><br></div><div>Bagaimana kita bisa mengharapkan anak anak kita tumbuh jujur dan memiliki integritas, disaat&nbsp; kita&nbsp; sendiri tidak mengenal&nbsp; prinsip-prinsip prinsip-prinsip ilmu moral yang akan memberikan bimbingan menuju kebenaran, ketekunan, dan kejujuran Yang mana termasuk juga dalam hukum Tuhan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:39:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589574</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-10-04</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589893</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>III - Menyakiti Hati Anak-anak</strong><br><br></div><div>Ayah-Ibu pastinya ingin memberikan yang terbaik pada anaknya, menyenangkan mereka dan&nbsp; memberikan apa pun pada anaknya, walau tanpa kita sadari, yang kita lakukan justru menyakiti hati anak. Saat anak lahir kita terkadang lupa untuk tidak menyelipkan agenda kita, kita terlalu euphoria menyambut kehadiaran sosok mungil yang polos dan lugu, dan dengan tergesa-gesa, kita menuliskan, mempersiapkan segalanya agar sang anak selamat, berhasil menapaki jalan kehidupan tanpa kekurangan. Hingga kita lupa, apa yang kita lakukan bisa jadi membuatnya tersandung.<br><br></div><div>Pengetahuan yang kita miliki ini pulalah yang dapat menjadi salah satu batu sandungan pada anak. Tanpa disadari, perkataan dan perilaku kita menyakiti mereka. Mengajari mereka sebuah sikap bahwa jika ibu ku melakukan hal ini, aku pun bisa melakukannya. Anak menjadi belajar membentuk keinginannya, dan ia pun belajar pula untuk menentang keinginan orang tuanya. Bukankah kita pun demikian, dan bercerminkah kita dalam melihat perilaku anak kita, yang kemudian kita tepis dan dengan mengatasnamakan otoritas kita menyalahkan perilaku mereka. Ditambah dengan tanggung jawab yang banyak pula, kita menjadi terlalu lelah untuk berhenti sejenak dan berrefleksi, dan sang anak semakin belajar mengeraskan hati untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.<br><br></div><div>Sikap kita yang berpikir bahwa kita memiliki otoritas yang tinggi pada anak, yang dengan bebas bisa melakukan apa saja pada merekalah yang membuat anak bingung bagaimana mereka menerapkan hal yang benar dan yang salah yang sejatinya ada pada diri mereka sejak kecil. Umumnya anak taat pada aturan dan menyukai keteraturan. Saat orang tua dapat memilah mana yang prinsip dalam aturan rumah mereka, dan konsisten menegakkannya, anak pun dapat mengikutinya tanpa perlawanan. Seolah ia pun tahu bahwa apa yang orang tuanya lakukan bukan atas keinginan mereka sendiri tetapi ada otoritas yang perlu sama-sama mereka ketahui dan ikuti.<br><br></div><div>Tidak mudah menampu peran ini, bagaimana menjadi Ayah-Ibu yang tidak terlalu membiarkan, dan juga tidak terlalu mengengkang anak. Ayah-Ibu yang berperan seimbang dan menyadari perannya, bahwa ada otoritas yang lebih tinggi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:40:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636589893</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-11-23</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636591045</link>
         <description><![CDATA[<div>Kali ini diskusi vol 1 berbicara seputar udara. Ternyata kita pun perlu menyadari akan kebutuhan udara segar sama seperti pentingnya menyiapkan makanan yang bernutrisi. Ayah-Ibu yang peka akan kebutuhan ini bisa menyiapkan rumah dengan ventilasi terbaiknya, atau dengan keterbatasan tinggal di perkotaan yang semakin menyulitkan kita untuk memilih tempat tinggal dengan kriteria pedesaan, kita bisa mulai memfasilitasi anak untuk semakin dekat dengan sumber penghasil oksigennya. Membawa anak ke alam membantu tubuh menjadi lebih segar dan pikiran pun dapat membuat relasinya sendiri.<br><br></div><div>Seorang anak yang sering terpapar sinar matahari, udara yang segar, jauh lebih baik dari pada anak yang hanya berdiam di dalam ruangan, ditambah apabila ruangan itu tidak berventilasi dengan baik. Anak akan menjadi rentan dan sensitif. Selain itu, keinginan anak untuk berelasi dengan pengetahuan alam pun semakin surut. Anak menjadi tidak dapat terhubung dan berinteraksi langsung dengan yang nyata di sekitarnya.&nbsp;<br><br></div><div>Kita yang tinggal di perkotaan bisa mengupayakan memenuhi rumah dengan tanaman, mengisi kegiatan anak dengan memperkenalkan benda-benda alam - seperti membuat sebuah prakarya, menyiapkan mainan yang terbuat dari kayu - atau hanya mengamati serangga dan hewan lainnya melalui sebuah kotak pengamatan. Tetapi kita pun diingatkan untuk tidak melupakan kebutuhan anak untuk berelasi dengan pengetahuannya secara nyata. Semakin lama kita membiarkan mereka berada dalam ruangan, anak semakin jauh dari keinginannya untuk dekat dengan alam, membuat mereka menjadi tidak menarik untuk mengamati atau pun berelasi dari apa yang mereka lihat dan rasakan secara nyata di alam yang sesungguhnya.&nbsp;<br><br></div><div>Pergi ke alam pun hanya menjadi sekedar rekreasi. Sesungguhnya, kita dapat melihat bagaimana binar-binar mata mereka saat melihat sebuah serangga kecil membangun sebuah rumah di bawah pohon, atau bagaimana ia melihat hal-hal lain yang mungkin di mata orang dewasa adalah hal yang sepele dan tidak penting, lalu kita memburu-buru mereka untuk tidak hanya terpaku pada hal seperti itu. Hal ini membuat kita lupa dan memutuskan hasrat pengetahuan anak untuk berelasi.&nbsp;<br><br></div><div>Miss Mason seakan mengingatkan bahwa kebutuhan kita akan udara segar dan membawa anak-anak ke alam bukan hanya soal kita sudah melakukannya, tetapi sudahkah kita melihatnya dari sisi berbeda? Bagaimana hal ini membuat kita menyatu dengan keindahan ciptaan Sang Pencipta, yang membuat anak pun bersyukur dan berelasi secara tidak langsung dengan Tuhan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:44:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636591045</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-12-06</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636591495</link>
         <description><![CDATA[<div>Menyediakan apa yang dibutuhkan dan apa yang terbaik bagi kesehatan fisik tubuh mempengaruhi akal budi, demikian CM menutup penjelasannya bahwa kerja akal budi bersumber dari aktivitas otak yang sehat. Otak yang sehat akan mendorong pekerjaan-pekerjaan akal budi yang mulia. Karena itu dalam pendidikan anak, CM mengajak orang tua atau pengasuh anak untuk memperhatikan apa yang dapat membuat otak anak menjadi sehat.CM mengakui bahwa pendidikan yang memperhatikan dengan detil tentang apa yang dibutuhkan fisik anak adalah pendidikan yang tidak menarik. Itu pun yang menjadi awal mula bagaimana saya menilai isi dari Volume 1 CM, ditambah menurut saya konteks kondisi CM saat itu tidaklah sama atau tidaklah sesuai dengan kondisi negara, kondisi iklim, kondisi zaman saat ini.<br><br>Mendengarkan saran atau pemikiran CM tentang bagaimana menyehatkan otak anak, akan dengan cepat saya respon: “Ah, itu kan dulu”, atau “Ah, itu kan di sana”, “Ah, mana bisa itu dilakukan sekarang”.&nbsp; Dan kemudian dengan lekas menyerah karena menengok kesusahan dan kendala untuk menyajikan itu semua untuk anak. Mirip dengan kecondongan yang saya katakan juga saat mendengarkan pengajaran di Kitab-kitab Perjanjian Lama atau khususnya 5 Kitab Musa, yang isinya mengenai peraturan-peraturan, hukum-hukum yang mendetil tentang bagaimana beribadah kepada Allah. “Itu kan konteks masa itu”, tanpa berpanjang memikirkan apa dibalik atau apa tujuan dari detilnya aturan-aturan yang diajarkan lewat kitab Musa. Dan dengan cepat berkata, “Ya, itu untuk Israel masa itu, tapi tidak untuk saya saat ini”.&nbsp;<br><br>Bersyukur ada satu waktu saya dicerahkan kembali bahwa segala aturan-aturan dan hukum-hukum yang Allah berikan adalah supaya umat-Nya tetap berada dalam jalur mengingat Tuhan, menghormati Tuhan, menyembah Tuhan. Momen itu mengingatkan saya juga terhadap cara saya&nbsp; menyepelekan Volume 1 CM, dan berusaha untuk tidak asal lalu terhadap detilnya pengaturan-pengaturan pemberian nutrisi yang bersifat fisik dalam pendidikan anak, yang ternyata bekerja secara spiritual, karena entah bagaimana mempengaruhi akal budi anak.<br><br>Apa sajakah nutrisi fisik yang dapat mempengaruhi akal budi anak? Dari banyaknya aspek yang dapat menutrisi otak, CM memilih menjelaskan tentang asupan dan proses makan anak, lalu asupan &amp; sirkulasi udara bersih, asupan sinar matahari, juga kebersihan dan kesehatan kulit. Hal-hal yang ternyata rutin namun sering disepelekan, atau sekedarnya disajikan, karena memang untuk menerapkannya membutuhkan banyak pengaturan dan usaha. Saya rasa CM mengerti itu, ketika CM mengatakan sudah cukup apabila satu atau dua aturan kesehatan diperhatikan dan&nbsp; kemudian diterapkan. Selain itu, sebagaimana diskusi bersama dengan teman-teman pembaca Volume 1, kami yakin CM akan setuju apabila dalam pengaturan dan usaha menutrisi anak secara fisik, para orang tua terus meng-update ilmu kesehatan yang juga terus berkembang. Dan, bahkan ditengah pro dan kontra para pakar Kesehatan, kemudian memilih apa yang dipercayainya sebagai hukum kesehatan.<br><br>Prinsip yang CM berikan terkait makanan adalah bagaimana anak dapat mencerna sebaik-baiknya nutrisi dari makanannya, dari komposisi yang dimakannya, kapan dia memakannya,&nbsp; dan bagaimana dia memakannya. Pikirkan apa yang menunjang optimal penyerapan nutrisi dari setiap kegiatan makan, bagi tubuh dan otak. Kemudian terkait udara, CM mengingatkan bahwa darah kita harus mengangkut Oksigen dan itu diasup dari udara yang dihirup oleh paru-paru kita, karena itu pikirkanlah apa yang dapat membuat paru-paru terus sehat dan bekerja. Karena itulah CM menyarankan aktivitas di luar rumah bagi anak, namun tentu di luar rumah dalam artian yang banyak memberikan udara yang kaya Oksigen. Dalam diskusi dengan teman-teman pembaca Vol 1, yang adalah warga kota besar, menemukan area kaya oksigen tidaklah banyak dan tidaklah mudah diakses.<br><br>Namun kemudian mendapatkan masukan bagaimana memberikan pasokan Oksigen di lingkungan rumah, yaitu dengan memiliki tanaman-tanaman yang dapat menjadi pemasok Oksigen, atau kalau perlu memiliki air purifier di rumah, mahalnya usaha kita, haha. Banyak jenis tanaman yang diklaim sebagai pembersih udara, saya rasa jika CM ada saat ini, CM akan memberikan list jenis tanaman yang baik ditanam di lingkungan rumah, hehe. Lalu jika saya, maka saya akan tambahkan type tanaman itu, juga adalah tanaman yang tidak manja perawatan, haha.Selain asupan yang kaya Oksigen, CM juga mengajak untuk memikirkan bagaimana aliran udara kotor dapat keluar dengan baik, adanya sirkulasi udara. Dalam diskusi dengan teman-teman pembaca Volume 1 solusi mudah yang muncul adalah mari kita renovasi rumah, ataupun ganti rumah agar jendela terpasang di posisi tepat, dan optimal, suatu solusi yang mahal dan hampir sulit terlaksana bukan? hehe.<br><br>Secara prinsip, CM mengingatkan untuk beri perhatian pada kualitas udara yang dihirup sehari-hari oleh anak &amp; usahakanlah. Hal ini juga telah mengingatkan saya untuk memikirkan bagaimana mengatur sampah rumah tangga di rumah, posisi tempat sampah dan pengangkutan sampah yang rutin harian, sehingga bau sampah tidak mengisi udara di dalam atau lingkungan rumah. Selain itu, juga mengingatkan pada bagaimana tidak memilih sekedar taman bermain atau lokasi nature walk, tetapi letaknya di tengah kemacetan kota atau yang jumlah pohonnya pun tidak banyak, ataupun yang kebersihan lokasinya kurang terjaga. Namun, bagaimanapun bermain di luar rumah memberikan banyak asupan Oksigen daripada berada di dalam rumah yang ventilasinya tidak memadai. Bahkan CM mengatakan bahwa menghirup udara luar rumah adalah baik juga saat dimalam hari, dimana anak-anak tidur dengan jendela yang terbuka sedikit agar udara malam menjadi asupannya.&nbsp;<br><br>Namun hal ini masih menjadi PR bersama untuk dicaritahu ketepatannya dan kesesuainnya dengan kondisi bawaan anak, karena suhu udara malam hari lebih lembab daripada siang hari. Kemudian mengenai Sinar matahari yang juga penting untuk anak. Kita sudah banyak mendengar di masa pandemi ini bahwa Vitamin D yang baik untuk kekebalan tubuh dapat diperoleh dari sinar matahari. Berjemur di jam terbaiknya sinar matahari jangan lagi disepelekan, karena itu juga dapat mencegah banyak penyakit. CM memberikan penjelasan akan manfaat sinar matahari adalah untuk pembentukan sel darah merah dalam tubuh, yang dapat membuat darah itu sehat. Darah yang sehat untuk otak yang sehat, juga dipengaruhi oleh perspirasi kulit yang baik, karena darah memiliki siklus membuang sampah yang tidak diperlukan tubuh melalui pori-pori kulit kita juga. Berkeringat itu baik, sehingga menanggani keringat adalah penting.&nbsp;<br><br>Pilihan pakaian berpori juga menjadi bagian untuk dipikirkan untuk menjaga kesehatan pori-pori kulit, begitu juga dengan mandi setiap hari yang selalu menggosok kulit sehingga tidak ada sumbatan pada pori-pori kulit. Apakah hal ini berkaitan dengan slogan “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Karena kebersihan entah bagaimana secara spiritual memberikan dampak, bukan hanya bentuk Kesehatan, tetapi keramahan hati, pikiran jernih, ketenangan jiwa dll. Dan begitu juga sebaliknya, sebagaimana CM katakan bahwa “orang yang brilian dan baik pasti telah berinvestasi bertahun-tahun pada praktik Kesehatan yang masuk akal untuk menjadikan dirinya sehat membangun kebijaksanaan dan moralnya.”Adalah juga menjadi perhatian dalam mendidik anak, untuk tidak asal lalu atau cepat menyerah untuk memberikan nutrisi bagi Kesehatan fisik anak. “Tuhan berikanlah kami hikmat, jalan terbuka, kemampuan dan kemauan.”</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:46:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636591495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-04-13</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636591840</link>
         <description><![CDATA[<div>Makin kubaca vol 1 nih, makin butuh alam, matahari dan udara segar untuk anak under 9 th&nbsp;</div><div><br></div><div>Plus kebiasaan baik akan membuat nature bawaan yang nggak baik jadi bener</div><div><br></div><div>Habit is 10 nature</div><div>Asal mamak konsisten ya</div><div><br></div><div>Kalau kupretelin si 3 instrumen</div><div>1. <strong>Atmosfer</strong>: kan keadaan di rumah ya, kalau mamak karakternya mumpuni, anak ngikut dengan kebiasaan mamak ya. Juga kondisi rumah dengan anggota di dalamnya. Kalau Oma opa nggak bisa diapa2in lagi kan, jadi kalau lagi mentok, kita pindah aja dulu. Biar atmosfer positif lebih aman.</div><div><br></div><div>2. <strong>Disiplin</strong></div><div>Ini yang harus tiap hari konsisten, karena kalau lalai kasihan udah HS tapi kok kebiasaan baiknya nggak dibenerin, ngapain pula HS. Keuntungan HS kan banyak waktu untuk melatih ini semua biar jadi nantinya karakter anak lebih better tanpa dia lebih sulit mengubah nature jelek saat dewasa.</div><div><br></div><div>3. <strong>Living Ideas</strong></div><div>Ok, ini kalau tergantung budget banget tapi ya. Bisa buku. Film. Pertunjukan. Konser. Pameran.</div><div>Tp at least ada perencanaan misal 1 pertunjukan per bulan. Karena kalau nggak direncanakan suka bablas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:47:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636591840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-01-17</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592019</link>
         <description><![CDATA[<div>Kita mungkin memiliki banyak kenangan indah sepanjang pertumbuhan kita sejak anak anak hingga dewasa. Banyak pemandangan pemandangan indah yang kita nikmati, namun sering kali hal hal tersebut hanya menjadi sebuah gambaran samar ketika kita dewasa. Hal ini disebabkan karena kita tidak pernah memperhatikan dengan seksama berbagai detil hal hal yang ada di depan kita.</div><div><br></div><div>Berlatih membuat gambaran mental tentang keindahan alam dapat menjadi hal yang sangat berharga ketika anak telah dewasa. Anak bisa mengeluarkan detil detil penting tentang keistimewaan di sekitar mereka, dan merasakan kebahagiaannya&nbsp; bertahun tahun setelah peristiwa tersebut berlalu.&nbsp;</div><div><br></div><div>Ajarkan anak untuk melihat dengan seksama hal hal detil yang ada di depannya sambil juga memperhatikan detil pada hal hal yang lebih jauh. Minta mereka untuk menutup mata dan membuat gambaran di benak mereka. Jika ada gambaran yang kurang jelas, maka minta anak membuka mata dan melangkapi deti detil yang kurang dari gambaran mereka. Jika sudah lengkap, minta mereka untuk mendeskripsikannya.&nbsp;</div><div><br></div><div>Melukis gambaran mental merupakan permainan yang disukai anak anak namun cukup melelahkan karena membutuhkan perhatian serius - mengingat merupakan tindakan yang memerlukan upaya.&nbsp;</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:48:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-01-24</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592121</link>
         <description><![CDATA[<div>Latihlah anak untuk membuat gambaran mental tentang keindahan alam. Ajak anak untuk melihat sebuah pemandangan dengan seksama. Minta mereka untuk menutup mata lalu menggambarkan pemandangan yang mereka lihat dalam benak mereka dengan detil. Jika ada bagian yang kurang jelas mereka dapat membuka mata untuk melihat kembali detil detil yang mereka butuhkan. Setelah gambaran mental mereka lengkap mintalah mereka untuk mendeskripsikannya. Mulailah dengan objek yang sederhana namun lakukan dengan sedetil mungkin.&nbsp;</div><div><br></div><div>Pada awalnya anak anak akan membutuhkan bantuan untuk melakukan kegiatan ini,&nbsp; Ibu dapat membantu dengan memulainya terlebih dahulu, lalu minta anak untuk membuat gambaran mental pada objek yang sama. Pada awalnya anak akan meniru dengan meniru variasi detil ibu dalam versi mereka sendiri.</div><div><br></div><div>Ibu juga dapat memperkenalkan permainan ini dengan mendeskripsikan tentang “sebuah galeri indah yang pernah ku lihat” di dalam galeri ini terdapat gambaran indah tentang sebuah pemandangan anak anak yang sedang&nbsp; bermain, wanita tua yang sedang menjahit. Gambar gambar ini tidak memiliki bingkai dan tidak dilukiskan di kanvas. Galeri ini berada di dalam benaknya&nbsp; dan selalu bersamanya. Setiap melihat sesuatu yang indah, dia akan mempelajarinya sampai ia dapat membuat gambar mentalnya. Sehingga keindahan tersebut menjadi miliknya dan dapat dilihat kapanpun ia menginginkannya.&nbsp;</div><div><br></div><div>Kebiasaan membuat gambar gambar mental dapat memberikan kenyamanan dan kesegaran bagi pemiliknya. Sehingga ketika kita berada di masa masa paling sibuk, kita dapat mengambil mengambil liburan mini di alam kita sendiri. Jenis rehat seperti ini sebenarnya tersedia bagi semua orang. Sayangnya tidak semua orang&nbsp; mampu menyimpan kesan yang kuat dan tahan lama. Namun keterampilan ini bisa dimiliki dengan berusaha benar benar melihat dan menyimpannya.</div><div><br></div><div>Penting untuk diingat untuk tidak merusak kegembiraan polos anak anak dengan memamerkan kemampuan anak dalam membuat gambaran mental kepada orang lain termasuk ayahnya. Setidaknya tidak disaat anak dapat mendengarnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:48:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592121</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-03-30</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592361</link>
         <description><![CDATA[<div>Perbedaan antara pemandangan di kota dengan atmosfer alam pedesaan sangatlah jauh. Perkotaan memang memiliki banyak hal yang dapat diperhatikan, Namun hal hal tersebut hanya berkaitan dengan kota itu sendiri dan&nbsp; tidak berkaitan dengan hal lain di dunia luas.</div><div><br></div><div>Berbeda dengan obbjek objek yang berada dialam pedesaan. Dengan melakukan pengamatan pada berbagai objek alam pedesaan kita dapat merelasikannya dengan objek lain yang mirip di belahan dunia manapun. Kita bisa menemukan berbagai relasi tentang tumbuhan, bebatuan dan lain sebagainya. Selain itu gagasan gagasan yang terasa rumit tentang terjadinya proses alam,&nbsp; dapat dipahami perlahan melalui proses pengamatan langsung oleh sang anak.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:49:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592361</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-04-06</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592476</link>
         <description><![CDATA[<div>Charles Kinsley menyatakan orang yang memahami sains&nbsp; akan menguasai dunia karena alam akan menunjukan ketidak tahuan diri mereka yang sebenarnya.&nbsp; Hukum hukum alam akan membantu sesoarang menjadi bijaksana dalam bertindak. Seorang anak&nbsp; yang mencintai alam akan memiliki minat yang memperkaya hidupnya selamanya. Menjaga jiwanya dari hal hal keduniawian yang sia sia karena akal budinya selalu sibuk dengan hal hal menarik yang terjadi disekitarnya.</div><div><br></div><div>Anak anak perlu mempelajari bentangan bentangan di sekitar rumahnya, apa saja yang terdapat di atasnya dan apa pengaruh dari aktivitas setiap makhluk pada lingkungan tersebut (topografi). Berbagai bentangan juga dapat menjadi ilustrasi sederhana untuk menggambarkan keadaan geografi sebuah tempat yang sedang dipelajari sang anak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:50:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592476</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-04-13</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592715</link>
         <description><![CDATA[<div>Anak anak perlu mempelajari bentangan bentangan di sekitar rumahnya, apa saja yang terdapat di atasnya dan apa pengaruh dari aktivitas setiap makhluk pada lingkungan tersebut (topografi). Berbagai bentangan juga dapat menjadi ilustrasi sederhana untuk menggambarkan keadaan geografi sebuah tempat yang sedang dipelajari sang anak.</div><div><br></div><div>Pertama-tama anak dapat mempelajari konsep jarak di sekitar rumah. Anak dapat mempelajari jarak dengan menghitung jumlah langkah yang kemudian dikonversi ke dalam ukuran baku. Misalnya 4 langkah anak = 1 m, anak dapat mengukur panjang lapangannya dengan jumlah langkah yang kemudian disetarakan dengan ukuran langkah / meter. Kemudian dia juga dapat belajar mengenai jarak tempuh ; berapa lama yang dibutuhkan anak untuk menempuh jarak tertentu sehingga ia dapat memperkirakan lamanya sebuah perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki.&nbsp;</div><div><br></div><div>Lalu anak dapat mempelajari tentang pergerakan matahari. Kita dapat mempelajari arah dan dan waktu melalui pergerakan matahari. Anak diminta mengenali arah mata angin tempat terbit dan tenggelamnya matahari, serta mempelajari 2 arah mata angin lainnya. Dari posisi matahari dan jatuhnya bayangan anak dapat mempelajari konsep waktu. Anak juga dapat mempelajari nama angin melalui arah datangnya angin.</div><div><br></div><div>Selanjutnya anak dapat mempelajari tentang batasan batasan wilayah dengan menyebutkan benda benda dan arah dari wilayah yang dipelajarinya. Sehingga anak mempelajari bahwa batas tidak lebih dari bidang yang ditandai oleh apapun yang menyentuhnya. Hal ini dapat membantu pemahaman anak ketika mereka mempelajari batasan batasan wilahah dalam pelajaran geografinya.&nbsp;</div><div><br></div><div>&nbsp;Anak dapat melanjutkannya dengan membuat sketsa dengan memberikan tanda tanda arah mata angin pada sketsa tersebut. Selanjutnya anak dapat berlatih membuat denah ruang terbuka dengan ukuran (semacam peta dengan skala ukuran)sehingga anak dapat belajar memperkirakan jarak dari setiap objek yang digambarkannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:51:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-04-17</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592832</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika berada diudara terbuka biarkan anak berkomunikasi langsung dengan alam. Berikan waktu anak untuk terkoneksi dengan alam dengan caranya, sebagian anak akan menikmati waktu tenang dengan melakukan berbagai pengamatan. Sebagian lagi mungkin akan bergembira dengan menirukan binatang binatang di sekitarnya atau berlari lari bebas. Alam akan melakukan bagiannya untuk memberikan pengaruh bagi anak anak tersebut.</div><div>Ibu sebaiknya menghindari ceramah atau penjelasan panjang kepada anak anak di saat ini. Sesekali kita dapat memberikan pemantik dengan menunjukan penemuan penemuan kita di alam. Sesekali juga kita dapat memberikan komentar menyenangkan untuk menarik perhatian anak pada hal hal tertentu. Kita juga dapat melontarkan komentar atau doa yang menghubungkan keindahan alam tersebut dengan kebesaran tuhan. Hal seperti ini lebih dapat menyentuh anak dibandingkan khotbah tentang keilahian.</div><div><br></div><div>Kita perlu juga menyelipkan pelajaran padat yang singkat berdurasi waktu 10 menit. Pelajaran yang ideal biasanya berupa pelajaran bahasa. Dalam hal ini CM menyarankan pelajaran bahasa Perancis. Waktu 10&nbsp; menit ini dapat digunakan untuk mengenalkan beberapa kosakata baru terutama yang berkaitan dengan penemuan penemuan hari itu. Hal ini dapat membantu anak untuk mengekspresikan hal hal yang ada dipikirannya. Mereka juga terbiasa untuk menjaga lidah dan telinga mereka dalam bahasa asing tersebut.&nbsp;</div><div><br><br></div><div>Kegiatan di luar rumah juga bermanfaat untuk memperkuat tubuh dan organ dalam. Pilihlah tempat yang memungkinkan anak untuk berteriak teriak dengan kuat. Kegiatan ini dapat dibuat terdengar menyenangkan dengan tarian dan nyanyian.&nbsp; Untuk anak anak yang lebih dewasa kita dapat mengajak permainan olah raga yang terorganisir untuk dapat melatih disiplin dan mengikuti peraturan seperti basebal, sepak bola dan tenis. Sedangkan untuk anak dibawah usia 9 tahun kita bisa mengajak mereka untuk berlari, melompat atau berbagai jenis permainan menyenangkan yang mereka buat.biarkan mereka memanjat untuk melatih otot dan melatih mereka untuk berhati hati. Latih mereka berenang untuk melatih otot dan menjaga mereka agar tetap aman ketika berada di air.</div><div><br></div><div>Untuk menunjang berbagai kegiatan tersebut berikanlah anak anak pakaian yang nyaman sesuai dengan kondisi alam dan kebutuhan mereka dalam melakukan berbagai aktifitasnya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:51:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-05-02</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592925</link>
         <description><![CDATA[<div>Umumnya kita akan lebih menyukai berjalan jalan di alam terbuka ketika cuaca baik. Dalam cuaca yang baik kita dapat mengamati berbagai hal yang menarik dengan kondisi lingkungan yang nyaman. Diperlukan tekad yang lebih kuat untuk mengajak diri kita keluar dan mengamati alam dalam kondisi cuaca yang buruk. Hal ini sangat wajar mengingat kecenderungan otak manusia yang memilih segala hal yang mudah dan nyaman.</div><div><br></div><div>Berbagai kegiatan yang dilakukan pada saat cuaca cerah dapat dilakukan pula saat cuaca kurang baik. Dengan melakukan pengamatan alam pada kondisi cuaca yang kurang nyaman kita dapat mempelajari banyak hal. Kita bisa mempelajari bagaimana kondisi alam sekitar pada saat itu. Kita juga dapat melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan dengan memanfaatkan kondisi alam saat itu.&nbsp;</div><div>Sama seperti hidup yang tidak selalu dalam kondisi baik dan menyenangkan, kita dapat belajar menjalani dan menikmati alam dalam kondisi yang ideal maupun kurang ideal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:52:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592925</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-05-10</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592999</link>
         <description><![CDATA[<div>Disaat musim hujan kita tetap berlatih untuk melakukan pengamatan. Sebagai contoh kita bisa mengamati benda benda yang ada di sebuah toko dalam kurun waktu tertentu kemudian menyebutkan kembali benda benda yang berada di toko tersebut. Kemudian kita dapat melakukan pengecekan berapa banyak dan akurat pengamatan kita tersebut.</div><div><br></div><div>Anak anak pun dapat dibiarkan bermain dibawah hujan selama kondisi tubuh mereka dalam keadaan sehat. Yang perlu diperhatikan jangan sampai pakan mereka yang basah karena hujan sampai mengering kembali. Hal tersebutlah yang dapat mengganggu kesehatan mereka.&nbsp;</div><div><br></div><div>Berikan pakaian yang memungknkan kulit mereka tetap bernafas. Namun jika dalam perjalanan ke satu kegiatan yang tidak memungkinkan mereka berganti pakaian kering, gunakanlah jas hujan.&nbsp;</div><div><br></div><div>XIII Kehidupan Indian Merah&nbsp;</div><div><br></div><div>Setiap keluarga perlu memiliki buku panduan kepramukaan unuk membantu menangkap kembali keterampilan indian yang telah menghilang dalam kehidupan modern sehingga kita mengetahui cara untuk terampil dan waspada di alam liar.</div><div><br></div><div>Mengamati burung.</div><div>CMelakukan penguntitan&nbsp; tanpa suara jauh lebih baik daripada mengintai sarang dan mengumpulkan telur burung. ara melakukan pengamatan burung yang terbaik adalah dengan memperhatikan jenis suara dari burung burung tersebut.&nbsp;</div><div><br></div><div>Kunci mengenali burung adalah dengan mengenali kicauannya. Fokuslah mendengarkan kicauan burung yang masih asing bagi kita. Kuntitlah suara burung sampai akhirnya menemukan sumber suaranya. Hal ini juga melatih kita dalam melatih kebiasaan fokus. Jika kita terdistraksi, kita akan kehilangan jejak burung tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:52:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636592999</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-05-17</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593063</link>
         <description><![CDATA[<div>Seni menguntit burung dibutuhkan oleh semua orang, hal ini karena hal ini bukan hanya memuaskan mata tapi juga dapat menghindari hasrat serakah untuk mengoleksi dan tidak membunuh makhluk hidup. Hal ini juga juga memberikan kenangan dan gambaran mental yang dapat dinikmati selamanya.&nbsp;</div><div><br></div><div>CM juga mengingatkan pentingnya udara yang segar dan sinar matahari bagi kesehatan. Pelajari bagaimana seharusnya ciri ciri fisik anak yang sehat, jangan hanya bergantung pada mitos semata. Namun perlu diingat bukan hanya kesehatan fisik yang perlu diperhatikan. Perhatikan juga perkembangan pikiran, moralitas dan kebahagiaan anak.&nbsp;</div><div><br></div><div>&nbsp;Beliau mengingatkan bahwa anak anak dilahirkan dengan kecenderungan dan bawaan tertentu. Setiap kecenderungan dapat menjadi kelemahan karakter atau kekuatan dan berkah, tergantung bagaimana cara ia dibesarkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:52:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593063</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-05-24</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593136</link>
         <description><![CDATA[<div>Pendidikan dapat memberikan pengaruh hanya ketika diberikan kepada otak yang terpelihara dengan baik. Pada 6 - 7 tahun pertama tujuan seorang anak adalah mempelajari segala hal yang berada di sekitarnya. Penting untuk memaparkan anak pada alam sesering mungkin. Pendidikan akademis&nbsp; anak&nbsp; harus sepenuhnya terdiri dari kebebasan untuk mengamati berbagai hal.&nbsp;</div><div><br></div><div>Pendidik yang bijaksana akan mengakui desain tuhan dalam cara individu berevolusi dan bertumbuh, serta melakukan pekerjaan mereka sesuai dengan desain itu.&nbsp;</div><div><br></div><div>Anak anak cenderung bertindak sesuai dengan sifat bawaan mereka. Mereka memiliki potensi besar untuk melakukan hal hal baik, nemun mereka belum bisa konsisten karena belum memiliki kehendak yang cukup kuat. Tugas pendidikan adalah menemukan cara untuk meningkatkan kekuatan kehendak mereka.&nbsp;</div><div><br></div><div>Dalam melakukan berbagai aktivitas, hal yang paling sulit dan melelahkan adalah membuat keputusan. Dengan membangun kebiasaan, kita membantu otak kita untuk mengurangi aktivitas dalam membuat keputusan. Bangunlah serangkaian langkah kecil dalam membangun kebiasaan baik setiap harinya. Sehingga aktivitas otak yang diperlukan untuk mebuat keputusan dalam aktivitas tersebut tidak lagi dibutuhkan dan dapat dialihkan pada aktivitas lain.&nbsp;</div><div><br></div><div>Kebiasaan yang terlatih dapat mengatasi banyak sifat bawaan. Melalui kebiasaan orang tua dapat membantu anak menjadi sosok ideal yang diharapkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:53:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593136</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-05-31</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593195</link>
         <description><![CDATA[<div>Hasrat akan pengetahuan, hasrat akan kebersamaan, hasrat akan penghargaan itu adalah hasrat hasrat yang dimiliki semua orang tanpa terkecuali. Terkadang hasrat hasrat tersebut bisa menjauhkan kita dari tujuan hidup kita untuk hidup dalam kebaikan dan kebenaran. Namun diingatkan bahwa kebiasaan memiliki kekuatan 10 kali lebih kuat dari sifat bawaan. Dengan melatihkan kebiasaan kebiasaan baik dan terus memeriksa arah dan tujuan hidup kita kita akan dapat terus berjalan kearah identitas ideal yang kita inginkan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:53:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23-06-07</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593296</link>
         <description><![CDATA[<div>Semua orang memiliki kasih sayang, kerinduan&nbsp; dan suari hati dan rasa tanggung jawab yang sama jika dirangsang. Hal ini dibuktikan dengan David Livingstone yang menemukan hukum suku Zambezi di Afrika mirip dengan hukum yang berlaku di Inggris. Mereka memahami bahwa bicara jahat, dusta , benci, tidak menaati atau mengabaikan orang tua itu salah, meskipun belum mendapat pengaruh agama kristen atau nilai sopan santun lain. Rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pencipta ada pada diri setiap orang meskipun hanya samar. Hal ini merupakan dasar dalam natur dan merupakan bagian yang melekat pada manusia.&nbsp;</div><div><br></div><div>Manusia dapat mewarisi kecenderungan sifat dari orangtua atau kakeknya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:53:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593296</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-09-13</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593457</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pendahuluan&nbsp;</strong></div><div><br>Sepertinya masalah yang dihadapi dunia pendidikan sejak masa Charlotte Mason hingga saat ini masih sama.<br><br></div><div>Tidak adanya tujuan pendidikan yang terpadu, tidak ada filosofi pendidikan yang sejati, tujuan pendidikan masih sekedar untuk bisa memberikan anak bekal untuk bekerja saat mereka dewasa.<br><br></div><div>Tujuan pendidikan yang sedanya tersebut yang mungkin menjadi alasan mengapa sistem&nbsp; pendidikan&nbsp; kita belum berhasil melahirkan manusia manusia yang magnanimous<br><br></div><div>Terdapat sebuah hukum di balik pendidikan. Hukum tersebut menyentuh seluruh aspek kehidupan. Hukum tersebut tidak kaku, ia mengakui apa pun hal-hal yang benar dan baik tanpa batas, kecuali di mana bila terlalu banyak, akan membahayakan.&nbsp; Ia mampu menunjukan sistem nilai apa yang ada di balik sistem dan rencana pendidikan kita. Hukum tersebut juga dapat menjadi ukuran yang menjadi standar pengukuran pendidikan kita.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:54:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636593457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-10-04</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636594300</link>
         <description><![CDATA[<div>Seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya dapat sangat menyakiti anaknya dengan cara membiarkan sang anak melakukan perbuatan yang salah. Misalnya membiarkan anak melakukan hal hal yang menyenangkan namun merusak kesehatannya. Saat ini segala informasi telah tersedia, sehingga ketidaktahuan bukanlah alasan untuk mengabaikan kesehatan anak.</div><div><br></div><div>Hal yang sama buruknya adalah membiarkan akal budi anak mengembangkan ketidak sukaan akan belajar. Membiarkan anak mempelajari hal hal yang kering dapat membangkitkan ketidak suakaan ini.</div><div><br></div><div>Selain itu, orang tua yang tidak memberikan kasih sayang kepada anaknya juga dapat mengakibatkan penderitaan akibat pengabaian. Anak anak yang tumbu dengan pengabaian akan menjadi orang dewasa yang selalu merasa dirinya tidak diterima dan sulit dicintai.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:57:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636594300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22-10-18</title>
         <author>cmidjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636594440</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika kita tidak memberikan pengasuhan terbaik kepada anak kita, berarti kita telah memandang rendaha anak. Kita menilai lebih rendah anak dengan tidak memberikan pengasuhan tyang terbaik. Jika kita terpaksa memberikan tanggung jawab kepada orang lain, pastikan bahwa kita menyerahkan tanggungjawab tersebut kepada pihak yang dapat dipercaya melakukan pengasuhan sesuai nilai yang kita pegang dan terus melakukan pengawasan yang baik.</div><div><br></div><div>Karena setiap tindakan dan kata yang dingkap oleh anak akan meninggalkan kesan dalam benaknya. Jika pola pengasuhan yang dijalankan memberikan atmosfir yang buruk, maka nilai nilai itulah ayang akan dipegang oleh anak hingga ia dewasa.</div><div><br></div><div>Selain itu orang tua juga perlu menangani kesalahan kesalahan anak secara serius. Cabut kebiasaan atau perilaku buruknya sejak awal. Menganggap remeh pelanggaran kecil hanya karena anak masih belia akan mengakibatkan masalah besar di kemudian hari.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-02 15:57:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/lekf5vmlrq7gjpge/wish/2636594440</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
