<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Teks Inspiratif by Natalia Astra Yudanti</title>
      <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-01-10 04:38:40 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-25 19:53:26 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Ms Astra</title>
         <author>nataliayudanti_sse</author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2438761883</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Bacalah teks “Tegak di Tengah Hantaman Badai” pada buku paket halaman 201.&nbsp;</li><li>Secara berpasangan, pilihlah 1 pertanyaan dari nomor 1 dan 2; 2 pertanyaan dari nomor 3 pada Aktivitas 3 halaman 206.&nbsp;</li><li>Jawablah pertanyaan tersebut dengan penjelasan yang logis berdasarkan teks yang telah dibaca.&nbsp;</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-10 04:40:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2438761883</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mima &amp; Skyla</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2445761653</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Baik hati dan pekerja keras. Saat ayahnya masih hidup, Affan selalu diarahkan untuk menjadi anak yang akrab dengan dunia keilmuan. Ia mengorbankan waktu dan energinya hanya untuk menempuh ilmu yang tinggi.&nbsp; Meski Affan hidup dengan perekonomian yang kurang baik, ia selalu bersyukur dan hidup dengan mandiri.<br><br>2a. Dari kecil, orang tua Affan selalu mendorong dia untuk mencapai pendidikan yang tinggi. Ibunya selalu memberi motivasi saat Affan mengalami kesulitan. Pada akhirnya, Affan dikirim ke Yogyakarta oleh ibunya untuk kuliah. Pencapaian pendidikan Affan sangat terpengaruh oleh kepedulian orang tuanya terhadap pendidikan.<br><br>3a. Pengarang selalu menjelaskan bahwa perekonomian keluarga Affan Gaffar kurang baik sejak kecil. Dari cerita ini, kita bisa lihat bahwa ungkapan seperti “Ibarat bahtera yang sedang berlayar tenang di lautan kehidupan, tiba-tiba ia dilanda topan dan badai besar yang menimbulkan guncangan dahsyat” menunjukkan sikap empati dari pengarang. Ia menunjukkan bahwa hidup Affan patut dikasihani karena hidupnya penuh dengan kesedihan dan kerja keras.<br><br>3b. Orang tua Affan Gaffar adalah sosok terpenting di hidupnya. Merekalah yang menjadi dasar dari cintanya terhadap pendidikan. Sejak ayahnya meninggal, ia tidak ingin membebani ibunya dengan biaya hidup dan sekolah. Affan selalu hidup dengan mandiri supaya ibunya tidak perlu bekerja terlalu keras. Inilah salah satu rasa empati Affan terhadap ibunya. Affan juga selalu bertujuan untuk memenuhi harapan ayahnya untuk menjadi dokter. Meskipun itu tidak berhasil, Affan memenuhi keinginan ibunya untuk menjadi guru sekolah tinggi.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://gamefinity.id/wp-content/uploads/2021/07/20210720_150110.jpg" />
         <pubDate>2023-01-16 14:58:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2445761653</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nicholas Matthew Tansah 9B/19</title>
         <author>sse_nicholastansah</author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2445792828</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Aktivitas 3:<br></strong><br>1. (a.) Ungkapan simpati pengarang terhadap pola pikir dan sikap Affan Gaffar dalam menjalani kehidupannya adalah Affan merupakan orang yang sabar, rajin, pantang menyerah, dan mau berusaha keras untuk mencapai cita-cita. Contohnya adalah walaupun Affan harus menempuh jarak sejauh lima kilometer menuju ke sekolahnya setiap hari, ia tetap tegar karena Affan peduli terhadap pendidikannya dan Ibunya selalu memberikan motivasi untuknya. Dari pola pikir dan sikap Affan yang baik, si pengarang mengungkapkan simpati terhadapnya dengan cara menyetujui pilihan Affan. Contohnya adalah menyetujui pilihan Affan untuk tetap ingin sekolah SMA walaupun hal ini bertentangan dengan keinginan Ibunya.<br><br>2. (b.) Kepedulian orang tua Affan dalam pendidikan anaknya adalah mengarahkan Affan untuk menjadi anak yang akrab dengan dunia keilmuan. Contohnya adalah membantu Affan untuk mengembangkan minat bacanya dan mengirim Affan ke sekolah dasar yang terbaik. Dari contoh ini, sudah terbukti bahwa orang tua Affan peduli terhadap pendidikan anaknya dan berusaha untuk melakukan segala hal supaya Affan bisa mencapai pendidikan yang tinggi.<br><br>3. (a.) Sikap empati pengarang terhadap kondisi ekonomi keluarga Affan adalah ikut merasakan perasaan keluarga Affan ketika mereka menghadapi kondisi perekonomian yang menurun. Contohnya adalah si pengarang menjelaskan seberapa besar dampak kematian ayah Affan terhadap perekonomian keluarga. Si pengarang bahkan membandingkan dampak ini dengan bahtera yang berada di badai besar melalui bahasa figuratif yaitu Simile. Jadi si pengarang menunjukkan sikap empati terhadap perekonomian keluarga Affan melalui penjelasan tentang kondisi perekonomian keluarga ini.&nbsp;<br><br>   (c.) Sikap empati pengarang terhadap pikiran dan perasaan Affan dalam menjalani pendidikan adalah si pengarang merasakan apa yang Affan rasakan ketika dia menjalani pendidikan dalam keadaan yang sulit. Contohnya adalah menjelaskan apa yang Affan lakukan secara detail untuk melanjutkan kuliah walaupun dengan kondisi perekonomian yang memprihatinkan. Jadi si pengarang mengungkapkan sikap empati terhadap pikiran dan perasaan Affan melalui penjelasan tentang perjalanan Affan dalam menjalani pendidikan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-16 15:29:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2445792828</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keizar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2445845623</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Pola pikir dan sikap Affan Gaffar dalam menjalani kehidupannya adalah pantang menyerah, selalu mempunyai mindset yg positif/optimis bahwa setiap masalah pasti ada cara menyelesaikannya.</div><div><br></div><div>2a. Kepedulian orang tua Affan Gaffar dalam dunia keilmuan adalah ayahnya menyukai buku-buku cerita, ilmiah hingga buku sastra dan budaya, yang akhirnya membuat Affan menyukai buku-buku tersebut juga.</div><div><br></div><div>2b. Kepedulian orang tua Affan Gaffar dalam pendidikan anaknya adalah, Ibunya bukan tidak mempeduli tentang pendidikan Affan, tetapi tidak bisa membiayi sekolah untuk SMA.</div><div><br></div><div>3a. Di opini saya, sikap empati pengarang terhadap kondisi ekonomi keluarga Affan Gaffar adalah,&nbsp; sedih dan ingin membantunya.</div><div><br></div><div>3c. Sikap empati pengarang terhadap pikiran dan perasaan Affan Gaffar dalam menjalani pendidikan adalah bersemangat tapi juga ingin membantu, karena Affan Gaffar tidak pernah sekalipun berputus asa dan tetap bekerja keras agar bisa mencapai tujuannya.</div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-16 16:24:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2445845623</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Janice &amp; Chelsea</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446184948</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Dia adalah orang yang bekerja keras dan dia bersedia melakukan apa saja untuk mencapai mimpinya. Dia tetap kuat meski masalah muncul dalam hidupnya dan masa depannya tidak pasti.&nbsp;</div><div><br></div><div>2B. Ia sering kali membaca buku-buku milik ayahnya. Mulai dari cerita, buku ilmiah, hingga buku sastra dan budaya.&nbsp;</div><div><br></div><div>3A. Ia sama sekali tidak putus asa ketika keluarganya mengalami depresi semasa ditinggal pergi ayahnya untuk selamanya dan ia pun menjadi yatim pada umur 10 tahun.</div><div><br></div><div>3c. Banyak penekanan yang diberikan pada perjuangan Affan Gaffar untuk mendapatkan pendidikan yang diinginkannya. Bahkan ketika dia tidak punya uang, dia tetap bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dan itu banyak disebutkan dalam teks tersebut.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 01:16:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446184948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Javier &amp; Eucharist</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446188973</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pola pikir Affan Gaffar dalam menjalani kehidupannya adalah mendapatkan apa yang ia inginkan. Dari cerita yang bisa kita baca. Affan Gaffar sangat bersikeras untuk mencapai cita citanya. Meskipun keluarganya mengalami depresi, ditinggal oleh ayahnya, dan menjadi yatim. Ia tetap mengejar mimpinya tanpa putus asa. Dan sikap yang Affan Gaffar miliki adalah sifat pantang menyerah.<br><br>2. Kepedulian orang tua Affan Gaffar terhadap pendidikan anaknya tidak perlu diragukan lagi. Tentunya mereka sangat peduli. Meskipun keadaan finansial keluarga tersebut tidak terlalu baik oleh karena meninggalnya Ayah Affan Gaffar, namun sang Ibu masih bisa menyekolahkan Affan Gaffar di SMP. Ibunya pun juga sering member motivasi dan menunjukan bahwa ia sangat mempedulikan pendidikannya. Namun sang Ibu terlalu memaksa anaknya untuk sekolah di SGA sedangkan anaknya ingin sekolah di SMA.<br><br>3a. Sikap empati pengarang terhadap kondisi ekonomi keluarga Affan Gaffar bisa dilihat dari cara pengarang mendeskripsikan kondisi ekonominya. Dalam cerita tersebut pengarang menggunakan kata-kata dan kalimat yang menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Affan Gaffar kurang baik seperti " Fakta itu menjadi pukulan telak bagi perekonomian Keluarganya. " Hal ini menunjukkan bahwa pengarang sedang menunjukkan empati.&nbsp;<br><br>3c. Sifat empati pengarang terhadap pikiran dan perasaan Affan Gaffar dalam menjalani pendidikan diceritakan dengan sangat baik oleh pengarang tersebut sehingga dapat merasakan empati. Pengarang menceritakan sangat teliti tentang pikiran dan perasaan Affan Gaffar mulai dari motivasi Affan Gaffar ke perjuangan Affan Gaffar saat ekonominya sulit dan menghadapai berbagai macam hantaman badai. Meskipun itu, Affan Gaffar tidak menyerah dan berjuang keras agar ia bisa sampai tujuannya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 01:22:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446188973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bryan &amp; Nathan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446191430</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Affan Gaffar diarahkan untuk menjadi anak yang akrab dengan keilmuan. Dia belajar dengan membaca buku lama ayahnya. Dia mulai mencintai ilmu. Ia menjalankan pembelajaran dengan sukacita, meskipun dia harus menjadi tulang belakang keluarga.<br><br>2a. Dari kecil orang tua Affan Gaffar memberi motivasi agar Affan Gaffar dapat mendorong untuk masa depannya untuk mencapai pendidikan tinggi, pada akhirnya Affan berhasil mencapai pendidikan tinggi di Yogyakarta berkat dorongan dan motivasi orang tua Affan Gaffar.<br><br>3a. Pengarang menulis dan menjelaskan bahwa perekonomian keluarga Affan Gaffar bisa dibilang kurang mampu sejak masa kecilnya, bukti tersebut bisa di lihat di bagian awal cerita, penulis menjelaskan bahwa masa kecil Affan Gaffar yang pantas di kasihani di karenakan betapa kurang mampunya keluarag Affan Gaffar.<br><br>3b. Orang tua Affan Gaffar menjadi sebuah fondasi untuk beliau. Mereka adalah alasan beliau bisa mencintai ilmu dan bisa meraih pendidikan tinggi yang membantu dia untuk mendapatkan pekerjaan sebagai profesor. Beliau pasti mengerti bahwa keluarganya terpukul dengan keras karena kematian ayahnya. Itulah sebabnya ia bekerja sangat keras untuk memenuhi harapan ibu dan ayahnya dan menjadi tulang belakang keluarga, meskipun kekuatan ekonomi mereka menurun dan beliau tidak dapat memenuhi harapan ayah. Beliau tetap tegak di tengah hantaman badai.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 01:25:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446191430</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reuben and Thomas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446276100</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pola pikir Affan adalah sifat empati dan pantang menyerah dalam kehidupan.<br>2. Kepedulian orang tua Affan Gaffar dalam pendidikan anaknya adalah mereka ingin anaknya berilmu karena mereka adalah keluarga miskin.<br>3.<br>-Sikap pengarang terhadpa kondisi ekonomi keluarga Affan Gaffar adalah membantu keluarga.<br>-Sikap empati pengarang terhadap pikiran dan perasaan adalah Affan Gaffar dalam menjalani pendidikan dalam toko yang menyebut terdapat 5 indikator dalam penilai apakah sebuah negara demokratif atau tidak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 03:29:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446276100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Javier &amp; Eucharist</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446280770</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Pola pikir Affan Gaffar dalam menjalani kehidupannya adalah mendapatkan apa yang ia inginkan. Dari cerita yang bisa kita baca. Affan Gaffar sangat bersikeras untuk mencapai cita citanya. Meskipun keluarganya mengalami depresi, ditinggal oleh ayahnya, dan menjadi yatim. Ia tetap mengejar mimpinya tanpa putus asa. Dan sikap yang Affan Gaffar miliki adalah sifat pantang menyerah.<br><br>2b. Kepedulian orang tua Affan Gaffar terhadap pendidikan anaknya tidak perlu diragukan lagi. Tentunya mereka sangat peduli. Meskipun keadaan finansial keluarga tersebut tidak terlalu baik oleh karena meninggalnya Ayah Affan Gaffar, namun sang Ibu masih bisa menyekolahkan Affan Gaffar di SMP. Ibunya pun juga sering member motivasi dan menunjukan bahwa ia sangat mempedulikan pendidikannya. Namun sang Ibu terlalu memaksa anaknya untuk sekolah di SGA sedangkan anaknya ingin sekolah di SMA.<br><br>3a. Sikap empati pengarang terhadap kondisi ekonomi keluarga Affan Gaffar bisa dilihat dari cara pengarang mendeskripsikan kondisi ekonominya. Dalam cerita tersebut pengarang menggunakan kata-kata dan kalimat yang menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Affan Gaffar kurang baik seperti " Fakta itu menjadi pukulan telak bagi perekonomian Keluarganya. " Hal ini menunjukkan bahwa pengarang sedang menunjukkan empati.&nbsp;<br><br>3c. Sifat empati pengarang terhadap pikiran dan perasaan Affan Gaffar dalam menjalani pendidikan diceritakan dengan sangat baik oleh pengarang tersebut sehingga dapat merasakan empati. Pengarang menceritakan sangat teliti tentang pikiran dan perasaan Affan Gaffar mulai dari motivasi Affan Gaffar ke perjuangan Affan Gaffar saat ekonominya sulit dan menghadapai berbagai macam hantaman badai. Meskipun itu, Affan Gaffar tidak menyerah dan berjuang keras agar ia bisa sampai tujuannya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 03:36:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446280770</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Giselle.H, Aurel, Charlene Giselle</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446282872</link>
         <description><![CDATA[<div>1. (a) Pengarang merasa kagum akan pola pikir dan sikap Affan Gaffar dalam menjalani kehidupannya. Affan Gaffar adalah orang yang pekerja keras dan pantang menyerah. Ia terus berjuang untuk mencapai cita-citanya meskipun menghadapi banyak permasalahan. Pengarang sangat kagum atas hal-hal yang telah dilakukan oleh Affan Gaffar dalam hidupnya.<br><br>2.b. Orang tua Affan Gaffar sangat peduli terhadap pendidikan Affan. Ini dibuktikan dengan mengirim Affan ke Sekolah Rakyat untuk menimba ilmu. Ayahnya menginginkan Affan menjadi dokter. Meskipun kemudian ayahnya meninggal, ibu Affan juga menginginkan Affan bersekolah di SGA (Sekolah Guru Atas). Ini menunjukkan kepedulian orang tua Affan terhadap pendidikan Affan.<br><br>3. (a) Pengarang menunjukkan sikap empati terhadap kondisi ekonomi keluarga Affan Gaffar. Kondisi perekonomian keluarga Affan Gaffar mulai menurun di saat ayah Affan meninggal. Meskipun kondisi ekonomi keluarga Affan mulai menurun ia tetap melanjutkan sekolah.<br><br>3. c. Pengarang mengungkapkan kekagumannya terhadap usaha keras Affan dalam menimba ilmu. Tekadnya yang kuat agar bisa meneruskan sekolahnya sampai ke jenjang yang tinggi. Meskipun kehidupannya diterpa badai, Affan tidak patah semangat. Affan terus berjuang sampai cita-citanya tercapai.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 03:39:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446282872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Janice dan Chelsea </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446284959</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Dia adalah orang yang bekerja keras dan dia bersedia melakukan apa saja untuk mencapai mimpinya. Dia tetap kuat meski masalah muncul dalam hidupnya dan masa depannya tidak pasti.&nbsp;</div><div><br></div><div>2B. Ia sering kali membaca buku-buku milik ayahnya. Mulai dari cerita, buku ilmiah, hingga buku sastra dan budaya.&nbsp;</div><div><br></div><div>3A. Ia sama sekali tidak putus asa ketika keluarganya mengalami depresi semasa ditinggal pergi ayahnya untuk selamanya dan ia pun menjadi yatim pada umur 10 tahun.</div><div><br></div><div>3c. Banyak penekanan yang diberikan pada perjuangan Affan Gaffar untuk mendapatkan pendidikan yang diinginkannya. Bahkan ketika dia tidak punya uang, dia tetap bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dan itu banyak disebutkan dalam teks tersebut.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 03:43:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446284959</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reagan &amp; Enzo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446290467</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Baik, karena dia selalu membantu dan menolong orang<br><br>2a. Orang tua tentu mengharapkan Affan Gaffar mampu bersosialisasi dengan kepedulian sosial yang tinggi<br><br>3a. Sikap pengarang khawatir dan peduli tentang ekonomi di keluarga Affan Gaffar<br><br>3c. Sikap pengarang khawatir tentang Affan Gaffar, karena Affan Gaffar tidak terlalu suka bersosialisasi sama orang</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 03:51:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446290467</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Audrey</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446291167</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Pola pikir affan memiliki sifat empati dan suka menolong sesama<br>2a. Orang tua Affan Gaffar yang membimbing anaknya hingga mendapatkan pendidkan dan ilmu yang baik dan orang tua Affan Gaffar menjadi panutan atau contoh yang baik bagi Affan Gaffar. Ayah Affan Gaffar bekerja di kantor pendidikan dan mempunyai sebuah toko buku.<br>3b. Empati adalah ketika kita meNolong teman atau keluarga yang terkena musibah tanpa meminta imbalan.&nbsp;<br>Peran orang tua:<br>Peran orang tua sangat penting karena sikap anak akan pintar/bodoh tergantung bagaimana orang tua itu mendidik anaknya.<br>3c. Affan Gaffar adalah tokoh yang menyebut terdapat 5indikator dalam menilai apakah sebuah negara demokratif atau tidak<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 03:52:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446291167</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Virendra &amp; Alfredo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446295383</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Affan Gaffar memmpunyai mindset yg positif. Ia juga adalah orang yang baik suka menolong antar sesama. Ia selalu berusaha untuk menampung banyak ilmu untuk masa depannya.<br>2a.<br>Orang tuanya tentu mengharapkan Affan Gaffar bisa bersosialisasi dengan sempurna dan mempunyai kepudulian sosial yang tinggi dan mempunyai pendidikan yang tinggi.<br>3a.<br>Penulis memberikan rasa empati kepada Affan Gaffar terhadap sisi ekonomi dengan memberikan detail keadaannya dengan detail dan dengan gaya tulisan yang membuat pembacanya merasa tersentuh, seperti ketika Affan menumpang tinggal di rumah orang lain demi bisa sekolah di SMA dan mengerjakan pekerjaan rumah disana.<br>3b.&nbsp;<br>Sikap Affan Gaffar bersimpati kepada orang tuanya adalah dengan cara belajar sepenuh hati dan tidak menyianyiakan kesempatan bisa berkuliah di Jogja, Dia tahu bahwa untuk bisa kuliah disana orang tuanya sangat sulit mengumpulkan biaya</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1936879206/0e4649fdde65e43448a5a5a652fa9052/images__20_.jpeg" />
         <pubDate>2023-01-17 03:58:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446295383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Janice dan Chelsea</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446297627</link>
         <description><![CDATA[<div>1a. Dia adalah orang yang bekerja keras dan dia bersedia melakukan apa saja untuk mencapai mimpinya. Dia tetap kuat meski masalah muncul dalam hidupnya dan masa depannya tidak pasti.&nbsp;</div><div><br></div><div>2B. Ia sering kali membaca buku-buku milik ayahnya. Mulai dari cerita, buku ilmiah, hingga buku sastra dan budaya.&nbsp;</div><div><br></div><div>3A. Ia sama sekali tidak putus asa ketika keluarganya mengalami depresi semasa ditinggal pergi ayahnya untuk selamanya dan ia pun menjadi yatim pada umur 10 tahun.</div><div><br></div><div>3c. Banyak penekanan yang diberikan pada perjuangan Affan Gaffar untuk mendapatkan pendidikan yang diinginkannya. Bahkan ketika dia tidak punya uang, dia tetap bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dan itu banyak disebutkan dalam teks tersebut.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 04:02:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446297627</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meireen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446300830</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1.</strong> <strong>Pola pikir dan sikap Affan Gaffar dalam menjalani kehidupannya.</strong></div><div>Dia selalu menjaga sikap positif. Bahkan keadaan ekonominya yang rendah, dia masih terus berjalan. Dia menetapkan tujuannya dengan benar, dan tidak pernah menyerah mengejar tujuan itu.</div><div><br><strong>2. Kepedulian orang tua Affan Gaffar dalam pendidikan anaknya.</strong></div><div>Saya akan mengatakan orang tuanya ketat terhadap pendidikannya. Mereka menginginkan yang terbaik untuknya. Ibunya bahkan mengirimnya ke perguruan tinggi meski kondisinya buruk.<br><br></div><div><strong>3.</strong> - <strong>Sikap empati pengarang terhadap kondisi ekonomi keluarga Affan Gaffar</strong></div><div>Penulis menggambarkannya di tempat yang sangat sulit. Tetapi penulis juga menggambarkannya sebagai seseorang yang tidak akan menyerah. Karena sekalipun menyentuh titik ekonomi dia tetap melanjutkan belajar.<br><br></div><div>- <strong>Sikap empati pengarang terhadap pikiran dan perasaan Affan Gaffar dalam menjalani pendidikan</strong><br>Penulis menunjukkan dia sebagai seseorang yang ambisius untuk studinya. Dia mencoba segalanya untuk terus maju, apakah itu untuk membayar sekolah menengahnya sendiri atau pergi ke perguruan tinggi yang dikirim ibunya. Dia masih terus berusaha untuk mencapai keinginannya.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-17 04:08:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446300830</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kimora &amp; adel</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446305212</link>
         <description><![CDATA[<div>1. a. Dia adalah orang yang sangat berjuang untuk memenuhi impiannya. Dia juga adalah orang yang sangat rajin dan dewasa, dia tahu apa yang harus dilakukan jika mau memasuki sekolah SMA dan harus memenuhi kewajibannya jika menumpang ke rumah orang. Pada akhirnya Affan bisa mengabulkan impian dari ibunya untuk menjadi sosok dosen yang tinggi karna kerajinannya.<br><br>2. a. Sejak kecil Affan dibesarkan untuk menuju dunia keilmuan, karna Affan kehilangan ayahnya ia harus berjuang lebih berat daripada anak anak lainnya agar bisa meningkatkan warisan keluarganya dimasa depan. Saat ia sudah dewasa, ia dikirim ibunya untuk berkuliah, pada akhirnya ia terus belajar untuk berjuang menjadi guru tinggi. Di sini kita bisa melihat bahwa orangtua Affan sangat mempengaruhi kehidupannya sampai akhir.<br><br>&nbsp; &nbsp;b. Affan Gaffar sering kali membaca buku-buku milik ayahnya. Ayah Affan juga sudah mengarahkan Affan untuk akrab dengan dunia keilmuan. Dari situ Affan menjadi gemar membaca dan rasa cintanya terhadap dunia keilmuan semakin bertambah.<br><br>3. a. Pengarang berempati terhadap kondisi ekonomi keluarga Affan Gaffar terlihat dari penjelasan jika Affan Gaffar kelelahan untuk menanggung kebutuhannya sendiri dan itu bukan hal yang mudah. Pengarang juga menjelaskan perjuangan Affan dengan detail.<br>&nbsp; &nbsp; b. Affan berusaha menekuni hal lain karena Affan tidak mampu meneruskan ke jurusan kedokteran. Selepas SMA, saat Affan berada di Yogyakarta, dia berusaha sekuat tenaga untuk tetap berjuang agar impian nya sejak kecil tidak akan sirna.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1936880683/953a47681df9f4cfcdd56ad8955e2532/CD46F14C_D6E6_4986_A287_8E1D48373A9E.jpeg" />
         <pubDate>2023-01-17 04:15:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nataliayudanti_sse/ld1wa2mauxiwhpva/wish/2446305212</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
