<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Latihan 2 by Tim PA Jakarta</title>
      <link>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go</link>
      <description>PA Narasi PL ( 2 Tawarikh 26 : 1-23)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-05-11 15:52:01 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-05-14 12:06:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4d6.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 7 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183779377</link>
         <description><![CDATA[<div>Outline:&nbsp;<br>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;2 Tawarikh 26:1-5 = Raja Uzia&nbsp;<br>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;2 Tawarikh 26:6-15 = Peperangan dan tentara Uzia<br>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;2 Tawarikh 26:16-23 = Ketidaksetiaan Uzia dan akhir pemerintahannya<br><br>Interpretasi:&nbsp;<br>Ketika hidup manusia (Raja Uzia) dekat dengan Allah, Mencari Tuhan dan mengikuti jalan-jalan-Nya yang benar, maka diberikan kasih karunia, kekuatan, dan pertolongan<br>Ketika hidup manusia (Raja Uzia) jauh dari Allah maka akan diberikan hukuman dari Tuhan. (Seperti kisah Salomo)<br><br>Aplikasi<br>Finish<br>•Walaupun dalam kehidupan tidak selalu bersikap tabur tuai (dalam arti kalau kita baik pasti hidup kita berhasil) tetapi Janji Tuhan untuk menyertai hidup umatNya tidak pernah dilalaikanNya, sehingga tugas ku untuk tetap hidup takut akan Allah, melakukan apa yang benar di hadapan Allah,mencari Allah</div><div>•Ketika dalam perjalanan hidup, kemudian berubah setia, mau terus diajar oleh wakil Tuhan, dan tidak bebal. &nbsp;<br><br>Sanjaya<br>1. Berjuang untuk terus melekat kepada Tuhan Yesus (berdoa, bersyukur, melakukan apa yang benar di mata Tuhan)<br>2.&nbsp; 	Tetap berpusat pada Tuhan apapun yg menjadi pencapaian kedepannya<br><br>Michael<br>Tetap terus mengejar perkenanan Tuhan, ketika dikasi promosi jangan tinggi hati sampe melupakan Tuhan. Dimanapun Tuhan tempatkan, itu semata2 karena Tuhan, bukan diri sendiri<br><br>Bunga:&nbsp;<br>Diingatkan untuk merespon keberhasilan dalam pekerjaan saat ini dengan tetap hidupnya dekat dengan Tuhan, tidak mudah untuk mengeluh dengan pekerjaan saat ini, lebih mudah untuk bersyukur, bertanggung jawab atas apa yang telah Tuhan kasih dan tidak sombong atas pekerjaan saat ini.&nbsp;<br><br>full doc: https://bit.ly/RPAI2022-7<br><br></div><div><br></div><div><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-14 10:55:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183779377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183784478</link>
         <description><![CDATA[<div>Outline:<br>Ayat 1 - 5:<br>Profil dasar Raja Uzia<br>• Anak Raja Amazia (melakukan yang benar di mata Tuhan seperti ayahnya)<br>• Segala usahanya berhasil selama ia mencari Tuhan<br><br>Ayat 6 - 15<br>Perjuangan Raja Uzia&nbsp;<br>• Berhasil berperang<br>• Banyak ternak, petani, penjaga kebun anggur<br>• Punya tentara yang terlatih berperang, alat perang yang canggih<br>• Namanya termasyur sampai ke negeri yang jauh<br><br>16 - 23<br>Kejatuhan Raja Uzia<br>• Tinggi hati dan berubah setia<br>• melanggar Hukum Taurat<br>• Tidak mendengar teguran imam<br>• Terkena penyakit kusta, diasingkan dan mati<br><br>Interprerasi:<br>Selama Raja Uzia mencari Tuhan, ia berhasil dalam segala perjuangannya. Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan berubah setia Tuhan masih menegurnya melalui para imam. Raja Uzia tidak mau mendengarkan teguran itu sehingga Allah menghukumnya dengan penyakit kusta sampai ia mati.<br><br>Aplikasi:<br>1. Harus tetap bersyukur dan mempunyai penguasaan diri apapun kondisinya.<br>2. Mau memperbaiki hubungan dengan Tuhan melalui saat teduh dan bible reading dengan jadwal yang sudah dibuat.<br>3. Komitmen untuk tetap bersekutu dengan teman seiman di tengah - tengah kesibukan. Agar saling menegur dan mengingatkan di dalam Tuhan.<br>4. Saya akan mau mengandalkan Tuhan selalu dalam hal - hal kecil dan kehidupan saya, seperti pengerjaan skripsi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-14 11:09:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183784478</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183787705</link>
         <description><![CDATA[<div>Interpretasi:<br><br></div><div>Ketika Raja Uzia memimpin dengan mencari Tuhan, Allah membuatnya berhasil. Tetapi saat raja Uzia berubah menjadi tinggi hati dan tidak taat, Tuhan terlebih dahulu memberikan peringatan dari imam-imam agar Raja Uzia bertobat. Namun Raja Uzia tidak mengindahkan peringatan tersebut sehingga Tuhan menimpakan tulah kepadanya sampai hari kematiannya.<br><br>Aplikasi:<br>1. Tetap setia dalam pelayanan tidak suam-suam kuku</div><div>2. Sikap rendah hati saat ditolong Tuhan. Itu bukan hasil usaha tapi karena pertolongan Tuhan</div><div>3. Memiliki kerendahan hati saat teman ada minta untuk diajarkan dan mau memberikan waktu</div><div>4. Setiap hari punya waktu untuk berelasi dengan Tuhan, melakukan segala sesuatu dengan rasa takut akan Tuhan<br><br>Link full google docs:<br>https://docs.google.com/document/d/1eBTx-z9oR89-m1vpzxjI0mx_Xm0l1gQVYe4n2nkRC_A/edit#</div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1eBTx-z9oR89-m1vpzxjI0mx_Xm0l1gQVYe4n2nkRC_A/edit#" />
         <pubDate>2022-05-14 11:17:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183787705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183787819</link>
         <description><![CDATA[<div>Interpretasi<br>Yang awalnya Uzia berkenan dan mencari Allah (semasa hidup nabi Zakharia yang mengajarnya) tiba-tiba saat<strong> ia merasa dirinya cukup kuat (</strong><strong><em>powerful</em></strong><strong>),</strong> Uzia <strong>menjadi TINGGI HATI dan mengandalkan diri sendiri dan tidak lagi takut akan Allah</strong></div><ul><li>Data: dari <em>2 Chronicles 26:15-16 (NET) </em>ditegaskan saat Uzia merasa dirinya <em>powerful, </em>ia tidak lagi taat kepada Allah salah satunya dengan menistakan kekudusan pembakaran ukupan di atas mezbah yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh para imam keturunan Harun</li><li>Sebagai akibatnya, tulah kusta diberikan oleh Tuhan kepada Uzia sampai akhir hayatnya, membuatnya harus dikucilkan, diusir dan bahkan dikuburkan secara tidak terhormat, tidak dikuburkan pada makam-makam para raja.</li><li>Melalui kisah Uzia, juga memperlihatkan bagaimana Tuhan ialah Allah yang setia pada Janjinya yang akan menyertai orang yang mencariNya/dekat denganNya, dan ketika ada pelanggaran Tuhan pun juga menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang adil (suci dan Kudus). Kasih Allah masih nyata (lewat teguran Nabi Azarya) kpd Uzia, namun ia justru mengambil sikap yang salah.&nbsp;</li></ul><div><br><br><strong>Aplikasi</strong><br>Celine</div><ul><li>Tidak menjadi sombong karena kesombongan itu adalah awal dari kehancuran. Selalu rendahkan diri di hadapan Tuhan. Mengutamakan Tuhan, karena segalanya itu adalah bantuan dan pertolongan Tuhan.</li><li>Tidak memainkan kekudusan Tuhan, seperti saat ibadah tidak bermain-main dan beribadahlah dengan khusyuk.</li></ul><div><br></div><div>Ganda</div><ul><li>Tidak melewatkan ibadah. Selalu merasa membutuhkan Tuhan sebagai sumber pertolongan dalam hidup.&nbsp;</li></ul><div><br></div><div>Tama</div><ul><li>Berlajar untuk terus mengandalkan Tuhan dalam segala hal yang dilakukan agar tidak mengandalkan diri sendi, contoh konkrit sederhana yaitu memulai dan menutup setiap yang dikerjakan dengan DOA, sebagai bentuk permohonan pertolongan kepada Tuhan dan bentuk rasa syukur atas penyertaan Tuhan</li></ul><div>Sherin</div><ul><li>Belajar untuk tetap melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan senantiasa mencariNya. Jangan mudah tinggi hati karena semua keberhasilan diberikan dari Tuhan bukan dari kekuatan diri sendiri. Jangan menutup hati jika mendapat teguran ketika melakukan suatu kesalahan tetapi berbalik dan meminta pengampunan Tuhan.</li></ul><div><br>Grace</div><ul><li>Belajar untuk mulai tekun berdoa untuk -&gt; lebih berelasi sama Tuhan, karena melalui doa, artinya aku mengandalkan Tuhan, krna blkgan ini udh jarang doa, dan aku merasa sering sekali mengandalkan diri sendiri</li></ul><div><br>Yolanda : Bersyukur atas anugerah dan karunia dari Allah dan terus belajar rendah hati<br><br>Full Doc : https://bit.ly/RPAI2022-4</div>]]></description>
         <enclosure url="https://bit.ly/RPAI2022-4" />
         <pubDate>2022-05-14 11:18:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183787819</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183789769</link>
         <description><![CDATA[<div>Interpretasi:<br>- Yesaya menulis riwayat raja Uzia yang setengah hati dalam mengikut Tuhan<br>- Allah memberikan penyertaan ya pada masa pemerintahan Uzia, namun Uzia jatuh dalam dosa (merasa diri kuat)<br>-Uzua mendapat murka Allah (kusta), namun kasih dn anugerahNya tetap menyertai walaupun Uzia sudah berubah hati (tidak taat)<br>- Di akhir hayatnya, Uzia tidak bertobat. Ditandai dengan kematiannya yang tragis (diasingkan di akhir hidupnya)<br><br>Aplikasi :<br>1. Komitmen untuk setia dan taat akan Tuhan (dalam doa &amp; mengasihi)<br>2. Mau mengenal diri lebih awal, untuk bagaimana mempertahankan iman saya.<br>3. Memiliki sikap hati yang bersyukur dan mawas diri, bahwa segala sesuatu datangnya dari Tuhan bukan karena kekuatan diri sendiri.<br>4. Segera bertobat dari segala dosa ya g dilakukan, besar ataupun kecil.<br>5. Tidak mengandalkan kekuatan sendiri<br>6. Menyadari segala sesuatu karena anugerah Tuhan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-14 11:22:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183789769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183798740</link>
         <description><![CDATA[<div>Interpretasi: <br>2 Tawarikh 26: 1:23 bisa dibagi ke dalam 3 sections: overview (ayat 1-5), kehebatan Raja Uzia (ayat 6-15), dan kejatuhan Raja Uzia (ayat 16-23)<br><br>Overview:<br>- Uzia diangkat menjadi raja di umur 16 tahun dan dia melakukan hal yang benar di mata Tuhan selama Zakharia masih hidup. <br>- Karena dia mencari Allah --&gt; apa yang dia dikerjakan selalu berhasil <br><br>Kehebatan Raja Uzia:<br>- Dia berhasil mengalahkan bangsa2 lain<br>- Orang2 Amon membayar upeti kepada bangsa Yehuda<br>- Membangun menara di Jerusalem dan di segala penjuru<br>- Punya banyak hewan ternak<br>- Punya banyak petani2 dan penjaga penjaga <br>- Memiliki tentara yang banyak yang siap untuk berperang<br>- Memiliki segala macam alat perang<br>- Membuat alat2 perang dimana itu semla diciptakan melalui seorang ahli<br>- Nama Raja Uzia dikenal di segala penjuru<br><br>Kejatuhan Raja Uzia: <br>- Setelah dia menjadi hebat, Uzia menjadi sombong dan hal ini membawa Uzia kepada kehancuran<br>- Kejadiannya adalah saat Raja Uzia memasuki bait Tuhan untuk membakar ukupan di atas mesbah pembakaran yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh imam2 keturunan Harun<br>- Azarya + 80 imam2 lainnya masuk dan menegur Uzia<br>- Ada 2 interpretasi yang bisa kita tarik dari perkataan imam2 berdasarkan terjemahan alkitab English dan Indonesia:<br><br><strong>LAI ayat 18</strong>: "<strong>Engkau</strong> tidak akan memperoleh kehormatan dari Tuhan Allah karena hal ini!" <br>(jika kita translate ke English: <strong>You</strong> will not gain honour from the Lord God because of this!)<br>Maksud: berpusat pada Uzia --&gt; Uzia merasa berhak untuk melakukan pembakaran ukupan karena dia orang hebat)<br><br><strong>ESV ayat 18</strong>: "<strong>It</strong> will not bring you honour from the Lord God!"<br>Maksud: berpusat pada aktivitas yang dilakukan --&gt; Uziah melakukan pembakaran ukupan supaya semakin "disukai" oleh Tuhan.&nbsp;<br><br>- Raja Uzia mendapat hukuman dari Tuhan berupa sakit kusta<br>- Imam2 mengusir Uzia dari bait Allah<br>- Raja Uzia menderita sakit kusta sampai dia mati dan dikucilkan dari rumah Tuhan (context: sakit kusta --&gt; penyakit najis)<br>- Anaknya, Yotam, menggantikan kedudukan dia&nbsp;<br><br><br><br>Aplikasi:<br>- Tetap rendah hati dan mengandalkan Tuhan, bukan kekuatan diri sendiri saat menghadapi permasalahan di dalam hidup, karena mungkin masalah tsb membawa kita&nbsp; kepada kesombongan<br>- Rutin saat teduh dan berdoa untuk mengingatkan diri agar terus bergantung kepada Tuhan<br>- Berlapang dada dan bersyukur terhadap kakak rohani yang mengingatkan kita untuk memperbaiki diri dalam Tuhan&nbsp;<br>- Ketika dipercayakan menjadi pemimpin, tetaplah mencari Tuhan dan bersikap rendah hati<br>- Melayani Tuhan tidak memandang usia (Tuhan memanggil dan pasti memperlengkapi)&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-14 11:38:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183798740</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183810476</link>
         <description><![CDATA[<div>Interpretasi:</div><ol><li><strong>Kita memerlukan relasi yang selalu intim dengan Tuhan</strong> sehingga kita selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang kita perbuat tidak lepas/luput dari campur tangan Tuhan</li><li><strong>Kualitas kepemimpinan seseorang sangat bergantung pada bagaimana sikapnya/cara pandangnya kepada Allah</strong>. Apakah memimpin dengan takut akan Allah atau cenderung mengandalkan diri sendiri dan menganggap dirinya hebat?</li><li><strong>Perlu belajar dari orang lain</strong> (raja sebelumnya) tentang pengalaman yang dialami/dilewati</li></ol><div><br>Aplikasi:</div><ol><li>Rutin menikmati persekutuan dengan Tuhan yang berkualitas/disiplin rohani (saat teduh, ibadah minggu, PA pribadi, KTB, dan lain-lain)</li><li>Rendah hati dan perbanyak sharing dengan orang-orang sekitar yang lebih dulu (berpengalaman) dalam suatu hal (di pekerjaan, pelayanan, kehidupan bermasyarakat, dll..)</li><li>Mengambil waktu untuk evaluasi diri terhadap hal-hal yang sudah dilakukan</li></ol><div><br>Full docs: https://docs.google.com/document/d/18pr5WNnz0ZOMRmJlGXnA-c5-w1vFsLM-n1Boh3ea4-A/edit#heading=h.2umhfdc3wehi</div>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/18pr5WNnz0ZOMRmJlGXnA-c5-w1vFsLM-n1Boh3ea4-A/edit#heading=h.2umhfdc3wehi" />
         <pubDate>2022-05-14 12:04:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/timpajkt/lbrywnsyvt09e2go/wish/2183810476</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
