<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Brand Communication by Syaamzuri Hidayat</title>
      <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-04-23 22:50:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-05-12 05:39:40 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422559064</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap : Mariana Nadhira Yuli Suprapto</p><p>Program Studi: Psikologi</p><p>Universitas: Universitas Negeri Surabaya</p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tapi bagaimana sebuah brand membangun hubungan emosional jangka panjang dengan audiensnya melalui pesan yang konsisten dan terintegrasi.</p><p><br/></p><p>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.</p><p>Insight paling mengena adalah pentingnya "tone of voice" dalam menyampaikan pesan brand. Ternyata, cara kita berbicara bisa memengaruhi persepsi audiens secara signifikan.</p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Sangat penting. Konsistensi membuat brand lebih mudah dikenali dan dipercaya. Tanpa itu, brand bisa kehilangan identitas dan loyalitas audiens.</p><p><br/></p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</p><p>Contoh brand yang berhasil adalah Nike—mereka selalu konsisten dalam menyampaikan pesan motivasi dan empowerment, baik di iklan, media sosial, maupun event sponsorship.</p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Saya ingin membangun tone of voice yang hangat, positif, dan inspiratif, karena saya percaya audiens lebih tertarik dan loyal pada brand yang terasa dekat secara emosional.</p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Journey Map paling powerful menurut saya, karena membantu kita memahami pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir, sehingga bisa menciptakan interaksi yang lebih relevan dan berkesan.</p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Saya akan mulai dengan membuat Tone Guide yang jelas agar semua konten dan pesan brand saya memiliki suara yang konsisten di berbagai platform.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:53:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422559064</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Khalisa alifya azzahra </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422561263</link>
         <description><![CDATA[<p>Prodi : Digital Public Relations </p><p>Univ : Telkom University </p><p><br/></p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong>  </p><p>Hari ini saya jadi memahami bahwa komunikasi merek bukan sekadar promosi atau iklan, tapi bagaimana sebuah brand membangun hubungan emosional dan narasi yang konsisten di berbagai touchpoint. Ini bukan hanya soal menyampaikan pesan, tapi soal menciptakan pengalaman yang relevan dan bermakna bagi audiens.</p><p><br/></p><p><strong>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.</strong>  </p><p>Insight yang paling mengena adalah pentingnya "tone of voice" dalam membentuk kepribadian brand. Ternyata, gaya bicara brand bisa memengaruhi persepsi dan kedekatan emosional audiens secara signifikan. Ini sering diabaikan, padahal krusial.</p><p><br/></p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong>  </p><p>Sangat penting. Konsistensi menciptakan rasa percaya dan memperkuat identitas brand di mata publik. Kalau pesannya berubah-ubah, audiens bisa bingung dan kehilangan koneksi emosional.</p><p><br/></p><p><strong>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</strong>  </p><p>Contoh merek yang berhasil: <strong>Nike</strong>. Mereka konsisten dengan pesan "Just Do It" dan semangat pemberdayaan individu.  </p><p>Contoh yang gagal: <strong>Yahoo!</strong>. Perubahan arah dan pesan yang tidak konsisten membuat brand-nya kehilangan relevansi dan arah yang jelas.</p><p><br/></p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong>  </p><p>Saya ingin membangun tone yang <strong>inspiratif, jujur, dan hangat</strong>, karena saya ingin audiens merasa dekat dan termotivasi tanpa merasa digurui. Saya percaya brand yang bisa membangun koneksi emosional akan lebih tahan lama.</p><p><br/></p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong>  </p><p><strong>Tone Guide</strong>, karena konsistensi dalam komunikasi brand adalah kunci untuk membangun identitas yang kuat dan hubungan emosional jangka panjang. Dengan tone yang jelas dan sesuai nilai brand, audiens bisa merasa “nyambung” dan akhirnya loyal.</p><p><br/></p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong>  </p><p>Saya ingin mulai membuat <strong>Content Calendar</strong> agar komunikasi saya lebih terstruktur, konsisten, dan strategis. Ini bisa bantu menjaga alur komunikasi tetap sejalan dengan tujuan brand dan kebutuhan audiens.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:54:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422561263</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422563940</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya jadi lebih paham bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi atau iklan, tetapi tentang bagaimana brand membangun hubungan dengan audiens secara konsisten melalui berbagai media dan pesan yang selaras.</p><p><br/></p><p>2. Ulaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu!</p><p>Insight yang paling mengena adalah pentingnya tone of voice dalam menciptakan kepribadian brand. Ternyata, suara brand yang khas bisa membuat pelanggan merasa lebih dekat dan percaya dengan produk kita.</p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa penting konsistensi pesan dalam cara media komunikasi sebuah brand?</p><p>Sangat penting, karena konsistensi membentuk persepsi yang kuat di benak audiens. Jika pesan brand tidak konsisten, orang bisa bingung dan kehilangan kepercayaan.</p><p><br/></p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil (atau gagal) dalam hal ini.</p><p>Contoh brand yang berhasil adalah Starbucks. Mereka konsisten dalam menyampaikan pesan tentang “pengalaman kopi” yang nyaman dan premium, tidak hanya dari visual tetapi juga dari cara mereka menyambut pelanggan.</p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, bagaimana kamu akan atur tone of voice yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Untuk brand saya, BrewBucks, saya ingin membangun tone of voice yang hangat, ramah, dan elegan. Karena saya ingin pelanggan merasa diterima dan nyaman saat menikmati kopi, seperti ngobrol santai tapi tetap berkelas.</p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipaparkan, mana yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Menurut saya, Content Calendar paling powerful karena dengan perencanaan konten yang teratur, brand bisa terus hadir di benak audiens dan menjaga hubungan yang konsisten.</p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkretnya yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah mengikuti sesi ini?</p><p>Saya ingin langsung menyusun Tone Guide dan Content Calendar untuk BrewBucks agar komunikasi brand saya lebih rapi dan terarah di media sosial.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:55:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422563940</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422566549</link>
         <description><![CDATA[<p>Sonia Simanjorang </p><p>Sistem Informasi </p><p>STMIK INDO DAYA SUVANA </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Berikut jawaban dari pertanyaan refleksi di atas:</p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya memahami bahwa komunikasi merek yang efektif dan konsisten sangat penting untuk membangun loyalitas pelanggan.  Konsistensi dalam pesan dan media komunikasi membantu merek untuk menciptakan identitas yang kuat dan mudah diingat oleh konsumen.</p><p>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.)</p><p>Konsistensi dalam tone of voice sangat penting untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan.  Tone of voice yang konsisten membantu merek untuk menyampaikan pesan yang jelas dan autentik.</p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sangat penting.  Ini membantu merek untuk membangun identitas yang kuat dan mudah diingat, serta membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.</p><p>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</p><p>Berhasil:  Nike berhasil membangun citra merek yang kuat dan konsisten melalui pesan-pesan inspiratif dan desain yang ikonik.</p><p>Gagal: Beberapa merek kecil mungkin gagal dalam hal konsistensi karena perubahan strategi pemasaran yang sering.</p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Jika saya memiliki brand sendiri, saya ingin membangun nada suara yang ramah, jujur, dan informatif.  Ini akan membantu saya untuk membangun hubungan yang kuat dan terpercaya dengan pelanggan.</p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Menurut saya, Journey Map adalah tools yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan.  Dengan memahami perjalanan pelanggan, kita dapat mengidentifikasi titik-titik penting dan peluang untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.  Hal ini akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan pada akhirnya membangun loyalitas.</p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Saya akan fokus untuk membangun tone of voice yang konsisten di semua media komunikasi untuk proyek pribadi atau tugas branding saya.  Hal ini akan membantu saya untuk menciptakan identitas merek yang kuat dan mudah diingat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:56:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422566549</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422571918</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama : Nasywa Tabita Rasyid</strong></p><p><strong>P. Studi : S1 - Informatika</strong></p><p><strong>Universitas : Amikom Surakarta</strong></p><p><br/></p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br><strong>Jawaban:</strong><br>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang promosi, tetapi tentang membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pesan yang konsisten dan media yang tepat.</p><p><strong>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong><br><strong>Jawaban:</strong><br>Insight paling mengena adalah pentingnya menyampaikan pesan brand yang emosional, karena emosi dapat meningkatkan keterlibatan dan membuat brand lebih diingat oleh audiens.</p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br><strong>Jawaban:</strong><br>Konsistensi sangat penting karena menciptakan kepercayaan, memperkuat identitas brand, dan menjaga loyalitas pelanggan. Tanpa konsistensi, brand akan terlihat tidak profesional dan membingungkan.</p><p><strong>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br><strong>Jawaban:</strong><br>Tokopedia berhasil menjaga konsistensi komunikasi dengan tone yang ramah, visual hijau yang khas, dan pesan “Mulai Aja Dulu” yang mudah diingat.</p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br><strong>Jawaban:</strong><br>Saya ingin membangun tone yang santai dan menyemangati agar brand terasa dekat, positif, dan relevan bagi audiens muda yang suka semangat dan gaya kasual.</p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br><strong>Jawaban:</strong><br>Menurut saya, Tone of Voice Guide adalah yang paling powerful karena menjaga keselarasan komunikasi antar tim dan platform, serta menciptakan keunikan dan identitas brand yang kuat dan konsisten.</p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br><strong>Jawaban:</strong><br>Saya akan mulai membuat dan menggunakan Content Calendar untuk merencanakan konten secara strategis dan menjaga konsistensi pesan serta visual brand saya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 02:59:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422571918</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422576419</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap  : Muhammad Daruquthni</p><p>Program Studi : Bisnis Digital </p><p>Universitas   : Universitas Garut</p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Setelah sesi hari ini, aku jadi makin paham kalau komunikasi merek itu lebih dari sekadar promosi. Intinya adalah bagaimana sebuah brand bisa membangun hubungan emosional yang kuat dan konsisten sama audiensnya lewat berbagai saluran komunikasi.</p><p>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</p><p>Yang paling ngena buat aku adalah soal pentingnya konsistensi. Ternyata, seberapa konsisten kita menyampaikan pesan, visual, dan gaya bicara brand itu sangat berpengaruh ke kepercayaan orang terhadap brand kita.</p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Menurutku, konsistensi itu super penting. Kalau pesan brand berubah-ubah, orang bisa bingung dan akhirnya kehilangan kepercayaan. Tapi kalau konsisten, orang jadi lebih mudah mengenali dan merasa lebih dekat sama brand itu.</p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</p><p>Coca-Cola menurutku berhasil banget. Dari dulu sampai sekarang, pesan mereka soal kebahagiaan dan kebersamaan tuh konsisten banget. Sebaliknya, pernah ada kasus Gap ganti logo tiba-tiba tanpa penjelasan—dan itu malah bikin pelanggan bingung dan backlash besar, sampai akhirnya mereka balik lagi ke logo lama.</p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Kalau aku punya brand sendiri, aku pengen tone of voice-nya itu hangat, santai, dan jujur. Soalnya aku pengen audiens ngerasa dekat dan nyaman, kayak ngobrol sama teman. Menurutku itu bisa bikin mereka lebih percaya dan loyal sama brand kita.</p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Menurutku, Customer Journey Map yang paling powerful. Soalnya dari situ kita bisa tahu banget gimana pengalaman pelanggan dari awal sampai akhir, dan itu penting banget buat bikin mereka merasa diperhatikan dan dihargai. Kalau pengalaman mereka positif, kemungkinan besar mereka bakal balik lagi.</p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Satu hal konkret yang langsung kepikiran adalah bikin Content Calendar. Dengan perencanaan konten yang rapi dan konsisten, aku bisa pastiin pesan yang disampaikan itu selaras terus sama branding yang aku bangun, dan audiens juga jadi lebih engaged.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:01:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422576419</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Purwita_115_Unesa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422577795</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Purwita Widi H</p><p>Absen: 115</p><p>S1 Sastra Jerman</p><p>Universitas Negeri Surabaya</p><p><br/></p><p>1. Saya menyadari bahwa komunikasi merek bukan sekadar aktivitas promosi, melainkan tentang membangun ikatan emosional yang kuat dan berkelanjutan dengan audiens melalui pesan yang konsisten dan menyatu di berbagai saluran</p><p><br/></p><p>2. Hal yang paling membekas bagi saya adalah pentingnya penggunaan “tone of voice” dalam menyampaikan pesan brand. Ternyata, gaya berbicara sangat berpengaruh terhadap bagaimana audiens memandang sebuah merek</p><p><br/></p><p>3. Konsistensi sangat krusial. Dengan konsistensi, brand menjadi lebih mudah dikenali dan dipercaya. Tanpanya, brand bisa kehilangan identitas serta kesetiaan dari audiens</p><p><br/></p><p>4. Salah satu brand yang berhasil menurut saya adalah Nike—mereka selalu konsisten mengusung pesan motivasi dan pemberdayaan, baik melalui iklan, media sosial, maupun dukungan acara</p><p><br/></p><p>5. Saya ingin membentuk tone of voice yang ramah, positif, dan menginspirasi, karena saya yakin audiens akan lebih tertarik dan setia pada brand yang mampu menghadirkan kedekatan emosional</p><p><br/></p><p>6. Menurut saya, Journey Map adalah alat yang paling kuat karena dapat membantu kita memahami perjalanan pelanggan secara menyeluruh, sehingga memungkinkan kita menciptakan interaksi yang lebih tepat dan bermakna</p><p><br/></p><p>7. Langkah awal saya adalah menyusun panduan tone of voice yang komprehensif agar seluruh konten dan komunikasi brand saya terdengar selaras di semua platform.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:01:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422577795</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422578512</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap: Kurniati Yulia Putri<br>Program Studi: Manajemen<br>Universitas: Universitas Kebangsaan Republik Indonesia</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Aku baru sadar kalau komunikasi merek itu nggak cuma soal iklan doang, tapi lebih ke cara brand menyampaikan nilai, janji, dan identitas mereka secara konsisten lewat berbagai media.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong><br>Insight yang paling ngena itu tentang pentingnya konsistensi dan emosi dalam menyampaikan pesan brand. Ternyata emosi bisa ningkatin engagement, dan konsistensi itu bikin brand makin dipercaya.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Penting banget! Karena tanpa konsistensi, audiens bisa bingung dan susah buat percaya atau inget sama brand tersebut. Konsistensi itu bikin brand lebih kuat dan gampang dikenali.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br>Contoh yang berhasil tuh kayak <em>Nike</em> – dari slogan “Just Do It” sampai visual dan gaya komunikasinya tuh konsisten banget. Sementara contoh yang pernah gagal menurutku <em>Yahoo</em> dulu sempat kehilangan arah brand-nya karena pesannya berubah-ubah.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Buat brand aku, <em>Dulce Delights</em>, aku pengen tone of voice-nya itu manis, hangat, dan cheerful. Soalnya Dulce Delights tuh identik sama dessert yang nggak cuma enak, tapi juga bisa jadi mood booster. Jadi, tone-nya aku bayangin kayak ngobrol sama sahabat yang suka ngasih vibes positif dan bikin nyaman. Kayak “cobain yuk, biar harimu makin manis!” gitu.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br>Menurutku <em>Customer Journey Map</em> paling powerful, karena bisa bantu kita ngerti kebutuhan pelanggan di setiap tahap, jadi kita bisa kasih konten dan pesan yang relevan terus-menerus.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Aku bakal mulai bikin <em>Tone of Voice Guide</em> buat nentuin gaya bahasa yang konsisten di semua konten branding yang aku buat, supaya identitas brand-ku lebih kuat dan bisa nyambung sama audiens.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:02:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422578512</guid>
      </item>
      <item>
         <title>refleksi lecture 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422579729</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Dede Nisa Laila Nurazizah</p><p>Program studi: Kewirausahaan</p><p>Universitas Pendidikan Indonesia</p><p><br/></p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang promosi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Komunikasi merek menyampaikan nilai, identitas, dan janji brand secara konsisten di berbagai platform untuk menciptakan kepercayaan dan loyalitas.</p><p><strong>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong><br>Insight yang paling mengena adalah pentingnya <em>konsistensi</em> dalam komunikasi merek, baik dari pesan maupun visual. Konsistensi ini membantu menciptakan identitas brand yang kuat dan memudahkan pelanggan merasa terhubung secara emosional.</p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Konsistensi sangat penting karena membangun kepercayaan dan menghindari kebingungan. Ketika sebuah brand memiliki pesan dan tampilan yang seragam di semua media, audiens akan lebih mudah mengenali dan mengingat brand tersebut.</p><p><strong>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br>Contoh yang berhasil: <strong>Nike</strong>, dengan pesan “Just Do It” yang konsisten menyampaikan semangat dan pemberdayaan.<br>Contoh yang gagal: <strong>Yahoo!</strong>, yang beberapa kali melakukan rebranding dan perubahan identitas tanpa arah yang jelas, membuat audiens bingung terhadap citra brand-nya.</p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Saya ingin membangun tone of voice yang ramah, inspiratif, dan suportif. Tujuannya adalah agar brand saya terasa dekat dengan audiens, memberikan semangat, dan membangun hubungan yang hangat dan personal.</p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br>Customer Journey Map adalah tools yang paling powerful menurut saya. Karena dengan memetakan perjalanan pelanggan, kita bisa menyusun strategi komunikasi yang relevan di setiap tahap, sehingga membangun pengalaman pelanggan yang lebih personal dan berkesan.</p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Saya akan menerapkan pembuatan Tone of Voice Guide dalam proyek branding saya. Ini akan membantu menjaga gaya bahasa yang konsisten, terutama jika proyek dikerjakan oleh tim yang berbeda-beda.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:02:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422579729</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422580907</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama: Graceya Dana Sugi</strong></p><p><strong>No. Absen: 78</strong></p><p><strong>Prodi: Administrasi Bisnis</strong></p><p><strong>Universitas: Universitas Katolik Parahyangan</strong></p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahanan baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini? </strong></p><p>Hari ini saya memahami komunikasi merek bukan hanya sekadar menyampaikan informasi produk, tetapi lebih dalam: seperti membangun relasi emosional jangka panjang dengan audiens melalui pesan yang konsisten, relevan, dan menyentuh emosi.</p></li><li><p><strong>(Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.)</strong></p><p>Insight yang paling mengena adalah bahwa pentingnya konsistensi dalam suara dan visual brand di semua platform. Hal ini ternyata menjadi fondasi utama agar para audiens mengenal, mempercayai, dan akhirnya loyal terhadap brand.</p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Konsistensi sangat penting karena menjadi kunci dalam membangun identitas yang kuat dan kredibel. Ketika pesan brand yang selaras di setiap media, maka brand lebih mudah untuk diingat dan dipercaya oleh para pelanggannya.</p></li><li><p><strong>(Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</strong></p><p>Contoh brand yang berhasil adalah <strong>Starbucks.</strong> Mereka konsisten dalam tone ramah dan personal, baik di aplikasi, media sosial, maupun di toko fisik. Mereka juga menggunakan data pelanggan untuk personalisasi pesan. Sebaliknya, <strong>Blackberry</strong> adalah contoh brand yang gagal menjaga relevansi dan konsistensi pesan di tengah perkembangan teknologi</p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? mengapa?</strong></p><p>Saya ingin membangun tone of voice yang <strong>ramah, optimis, dan inklusif</strong>, agar brand terasa hangat dan mudah didekati. Menurut saya, brand yang bisa “ngobrol” seperti teman lebih disukai dan lebih mudah menjalin ikatan dengan audiens.</p></li><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? jelaskan alasannya.</strong></p><p>Yang paling powerful menurut saya adalah <strong>Customer Journey Map</strong>. Karena dengan memahami perjalanan emosional dan rasional pelanggan dari awal hingga menjadi loyal, kita bisa merancang komunikasi yang lebih tepat dan berdampak di setiap tahap.</p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p>Saya ingin mulai membuat <strong>Content Calendar</strong> agar konten yang saya buat lebih terstruktur dan konsisten, serta sesuai dengan kebutuhan audiens di setiap tahap journey mereka. Ini akan membantu menjaga ritme komunikasi dan kualitas pesan brand saya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:03:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422580907</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>adamtsabat</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422584524</link>
         <description><![CDATA[<p>102_Adam Tsabat Bakhri</p><p>Desain Komunikasi Visual</p><p>Universitas Negeri Surabaya</p><p><br/></p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong></p><p>Saya baru benar-benar paham bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang menyampaikan informasi produk, tapi tentang <strong>menyampaikan nilai, emosi, dan identitas</strong> merek secara konsisten ke audiens.</p><p><strong>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong></p><p>Insight yang paling mengena adalah konsep <strong>“Brand Communication Pyramid.”</strong> Ternyata, menyusun komunikasi itu ada strukturnya — mulai dari esensi brand, nilai, kepribadian, sampai ke pesan utama. Ini bikin semua pesan lebih terarah dan terasa otentik.</p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Konsistensi itu <strong>sangat penting</strong> karena jadi fondasi kepercayaan dan pengenalan brand. Tanpa konsistensi, audiens akan kesulitan mengenali siapa kita dan apa yang kita perjuangkan sebagai brand.</p><p><strong>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong></p><p>Contoh yang berhasil: <strong>Tokopedia.</strong> Mereka konsisten pakai tone yang ramah dan optimistik di semua platform, dari iklan sampai sosial media, dengan tagline “Mulai Aja Dulu” yang sangat mencerminkan nilai mereka.<br>Contoh yang kurang berhasil: Beberapa brand lokal yang sering ganti-ganti gaya visual dan pesan tiap bulan. Ini bikin audiens bingung dan sulit membangun emotional connection.</p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong></p><p>Saya ingin membangun tone of voice yang <strong>hangat, informatif, dan empowering.</strong> Karena saya ingin audiens merasa nyaman sekaligus mendapatkan nilai dari setiap komunikasi — seolah sedang ngobrol sama teman yang bisa dipercaya dan menginspirasi.</p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong></p><p><strong>Customer Journey Map</strong> menurut saya yang paling powerful. Karena dengan memahami perjalanan pelanggan dari awal kenal sampai jadi loyal, kita bisa bikin komunikasi yang <strong>relevan dan tepat sasaran</strong> di setiap tahap. Ini bikin pelanggan merasa dipahami dan dilayani dengan lebih personal.</p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p>Saya ingin mulai menerapkan <strong>Content Calendar &amp; Tone of Voice Guide</strong> dalam setiap proyek konten. Jadi setiap postingan punya tujuan jelas, gaya yang konsisten, dan bisa membangun identitas brand dengan lebih kuat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:05:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422584524</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422584607</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Khosibul anam </p><p>Program studi : manajemen </p><p>Universitas: universitas Islam malang </p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi tentang membangun hubungan emosional yang kuat dan konsisten dengan audiens. Salah satu insight yang paling mengena adalah pentingnya menjaga keselarasan antara pesan, visual, dan nada suara di berbagai platform agar brand tetap kuat dan dipercaya.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Konsistensi sangat penting karena menciptakan identitas brand yang kuat dan mudah dikenali. Dalam digital marketing, inkonsistensi dapat membingungkan audiens dan merusak kepercayaan. Konten yang konsisten memperkuat citra brand dan memudahkan audiens mengingat serta mengasosiasikannya.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br><strong>Berhasil:</strong> Nike – selalu konsisten dengan pesan “Just Do It”, menghadirkan semangat dan keberanian dalam semua kampanye.<br><strong>Gagal:</strong> Yahoo – inkonsistensi dalam strategi dan rebranding membuatnya tertinggal dari pesaing seperti Google.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Saya ingin membangun nada suara yang <strong>inspiratif dan hangat</strong>, karena ini mencerminkan nilai brand saya yang ingin membantu audiens tumbuh dan merasa dihargai. Nada suara ini juga relevan dengan tren pemasaran yang lebih human-centric.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br><strong>Customer Journey Map</strong> paling powerful, karena membantu brand memahami titik sentuh (touchpoints) pelanggan dari awal hingga akhir, sehingga strategi komunikasi bisa disesuaikan dan lebih personal. Ini meningkatkan pengalaman dan loyalitas pelanggan secara langsung.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Saya akan membuat <strong>Tone of Voice Guide</strong> untuk proyek brand saya, agar semua konten dan komunikasi (baik digital maupun offline) memiliki karakter dan gaya bahasa yang sama. Ini penting agar pesan brand lebih kuat dan mudah dikenali di tengah persaingan pasar yang padat.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Satu hal konkret yang bisa saya terapkan adalah membuat dan mengimplementasikan <strong>Content Calendar</strong> secara konsisten untuk media sosial brand saya. Dengan kalender konten, saya bisa merencanakan jenis konten yang relevan dengan audiens, menentukan waktu posting yang optimal, dan memastikan pesan brand disampaikan secara konsisten. Ini akan meningkatkan engagement, memperkuat brand identity, dan memudahkan evaluasi performa konten secara berkala.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:05:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422584607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>👤 Reyhan Nur Ikhsan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422586066</link>
         <description><![CDATA[<p>Prodi: Manajemen</p><p>Universitas Jenderal Soedirman </p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya jadi lebih sadar kalau komunikasi merek bukan cuma soal promosi atau iklan, tapi bagaimana sebuah brand membangun hubungan dan persepsi jangka panjang lewat pesan yang konsisten di berbagai touchpoint. </p><p><br/></p><p>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.)&nbsp; </p><p>Insight yang paling mengena adalah pentingnya tone of voice yang sesuai dengan kepribadian brand. Karena tone itu bisa memengaruhi apakah audiens merasa brand ini relatable atau enggak, dan itu bisa jadi penentu loyalitas juga. </p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?&nbsp; </p><p>Menurut saya, konsistensi itu sangat penting karena bisa membangun kepercayaan. Kalau brand sering ganti-ganti gaya atau pesan, audiens jadi bingung dan kehilangan koneksi emosional dengan brand tersebut. </p><p><br/></p><p>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.) </p><p>Contoh yang berhasil menurut saya adalah Gojek. Dari awal mereka konsisten membangun tone yang kasual, ramah, dan lokal banget. Kampanye mereka seperti #UninstallKhawatir atau #PastiAdaJalan selalu relevan dan dekat sama kehidupan sehari-hari. </p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa? </p><p>Saya ingin tone yang hangat, jujur, dan sedikit playful. Karena menurut saya, pendekatan seperti itu bisa bikin brand terasa lebih manusiawi dan dekat sama audiens, apalagi kalau targetnya anak muda. </p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.&nbsp; </p><p>Menurut saya, Tone Guide adalah yang paling powerful. Karena tone guide menentukan cara brand bicara dan terhubung langsung dengan audiens. Kalau tone-nya tepat dan konsisten, itu bisa membangun emotional attachment yang bikin pelanggan balik lagi. </p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini? </p><p>Saya akan mulai dari membuat Tone of Voice Guide untuk brand saya, agar semua konten dan komunikasi yang dibuat memiliki benang merah dan lebih terasa ‘jiwa’ dari brand-nya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:06:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422586066</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422586203</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Ratna Intan Putri</p><p>Program studi: Hubungan Internasional</p><p>Universitas: UPN Veteran Jawa Timur</p><p><br/></p><p>Jawaban soal:</p><ol><li><p>Pemahaman baru yang saya dapatkan dari kelas hari ini adalah ternyata ada 82% konsumen yang lebih suka menonton video promosi daripada membaca teks promosi.</p></li><li><p>Salah satu insight yang paling <em>ngena </em>bagi saya adalah Brand Communication Pyramid.</p></li><li><p>Konsistensi pesan dan media komunikasi sebuh brand sangat penting. Itu dikarenakan dapat membuat pelanggan mengingat sebuah curi khas dari brand tersebut.</p></li><li><p>Sebagai contoh brand yang berhasil dalam konsistensi pesan dan media komunikasi adalah Le Mineral dengan pesan "ada manis-manisnya" yang menyatakan bahwa dalam air minum Le Mineral terdapat hint rasa manis yang berbeda dari air minum lainnya. Dan pesan ini berhasil mengikat hati para konsumen.</p></li><li><p>Apabila saya memiliki brand sendiri, saya akan membangun tone of voice yang santai namun masih memiliki pesan tersirat di dalamnya.</p></li><li><p>Menurut saya tools yang paling powerfull untuk membangun loyalitas terhadap pelanggan adalah tone guide. Karena dengan membuat tone guide pelanggan akan dengan mudah mengingat brand kita, dan dengan hal itu secara tidak sengaja kita bisa membuat branding dengan itu.</p></li><li><p>Bukan cuma satu hal saja, tetapi semua hal dalam materi ini akan saya terapkan dalam proyek pripadi saya apabila saya membangun sebuah brand sendiri. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:06:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422586203</guid>
      </item>
      <item>
         <title>47_Nurul Azizah Amni_Ilmu Komunikasi_Universitas Andalas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422588798</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Pemahaman baru tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini</strong>  </p><p>Saya menyadari bahwa komunikasi merek bukan sekadar menyampaikan pesan, tetapi tentang menciptakan <strong>koneksi emosional</strong> dengan audiens. Penting untuk memastikan bahwa setiap pesan, visual, dan interaksi merek mencerminkan nilai (values) dan tujuan (purpose) yang konsisten. Komunikasi yang kohesif juga melibatkan pemahaman mendalam tentang <strong>customer journey</strong> dan penggunaan alat strategis seperti <strong>brand pyramid</strong> untuk menyelaraskan identitas merek.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Satu ide yang paling "mengena"</strong>  </p><p>Insight tentang <strong>"Tone of Voice"</strong> sebagai ciri khas merek sangat berkesan. Misalnya, merek seperti <em>Nike</em> ("Just Do It") menggunakan nada yang motivasional dan energik, sementara <em>Tupperware</em> lebih hangat dan familier. Tone of voice bukan hanya tentang kata-kata, tetapi juga tentang bagaimana merek "berbicara" kepada pelanggan di setiap titik kontak.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Pentingnya konsistensi dalam pesan dan media komunikasi</strong>  </p><p>Konsistensi sangat kritis karena membangun <strong>kepercayaan dan pengenalan merek</strong>. Ketidakonsistenan bisa menyebabkan kebingungan audiens dan melemahkan positioning merek. Contoh:  </p></li></ol><ul><li><p><strong>Sukses</strong>: <em>Apple</em> konsisten dengan pesan minimalis dan inovatif di semua media (iklan, website, packaging).  </p></li><li><p><strong>Gagal</strong>: <em>Gap</em> pernah mengganti logo secara tiba-tiba (2010), menyebabkan protes pelanggan setia karena dianggap meninggalkan identitas klasiknya.</p></li></ul><p><br/></p><ol start="4"><li><p><strong>Tone of voice untuk brand pribadi</strong>  </p><p>Saya ingin membangun nada suara yang <strong>inspiratif namun relatable</strong>, seperti teman yang ahli di bidangnya. Misalnya, menggunakan bahasa santun tetapi berbasis data (jika merek di bidang edukasi). Alasannya: audiens muda lebih responsif terhadap pendekatan yang tidak kaku tetapi tetap kredibel.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="5"><li><p><strong>Tools paling powerful untuk loyalitas pelanggan</strong>  </p><p><strong>Journey Map</strong> adalah alat paling efektif karena membantu memahami <strong>touchpoints kritis</strong> di mana pelanggan berinteraksi dengan merek. Dengan memetakan pengalaman pelanggan (dari awareness hingga advocacy), kita bisa menyisipkan pesan yang memperkuat emosi positif dan meminimalkan rasa frustrasi.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="6"><li><p><strong>Hal konkret yang akan diterapkan</strong>  </p><p>Menerapkan <strong>Content Calendar</strong> untuk merencanakan komunikasi secara sistematis. Misalnya, menjadwalkan konten di media sosial dengan tema mingguan yang selaras dengan nilai merek, sehingga pesan tidak ad-hoc dan tetap relevan dengan tujuan jangka panjang.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Add notes*</strong>  </p><ul><li><p><strong>Brand Pyramid</strong> dan <strong>Tone Guide</strong> juga penting untuk memastikan koherensi antara nilai inti merek dan eksekusi kreatif.  </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:07:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422588798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi lecture 9</title>
         <author>ulinovariasitanggang</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422589611</link>
         <description><![CDATA[<p>nama : Uli Novaria sitanggang </p><p>prodi : Agribisnis </p><p>universitas : Udayana </p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong></p><p><br>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tetapi membangun hubungan emosional melalui pesan yang konsisten, suara merek yang khas, dan media yang sesuai dengan audiens.</p></li><li><p><strong>Jelaskan satu ide atau wawasan yang paling “mengena” buat kamu.</strong></p><p><br>Pentingnya personalisasi dalam membangun komunikasi yang kuat sangat “mengena”. Fakta bahwa 91% konsumen lebih tertarik dengan merek yang memberi rekomendasi khusus menunjukkan kekuatan pendekatan yang relevan dan manusiawi.</p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah merek?</strong></p><p><br>Konsistensi itu sangat penting karena membantu membentuk identitas merek yang kuat di benak konsumen. Ketika suara, visual, dan pesan selalu sejalan, pelanggan lebih mudah mengenali dan mempercayai merek tersebut.</p></li><li><p><strong>Berikan contoh merek yang mengkonfirmasi berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong></p><p><br/></p><p><strong>Berhasil : Apple</strong><br>Apple selalu konsisten menyampaikan pesan tentang <strong>inovasi, kesederhanaan, dan premium experience</strong>. Dari desain produk, iklan, hingga kemasan dan website-nya—semua menggunakan estetika minimalis dan elegan. Suara mereknya tenang, profesional, dan fokus pada bagaimana produknya bisa "mengubah cara hidup".</p><p><em>Hasil:</em> Konsumen bisa langsung mengenali brand Apple hanya dari gaya visual dan pendekatannya—tanpa perlu melihat logonya sekalipun.<br><strong>gagal : Yahoo!</strong><br>Yahoo! sempat menjadi pemimpin di dunia internet, tapi seiring waktu, mereka gagal menjaga arah komunikasi yang konsisten. Mereka sering berganti logo, desain situs, bahkan layanan utama mereka tanpa kejelasan pesan merek.</p><p><em>Hasil:</em> Pengguna bingung dengan identitas dan posisi Yahoo! dibanding kompetitor seperti Google yang tetap fokus dan konsisten.<br></p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki merek sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br></p><p>Saya ingin membangun nada suara yang <strong>ramah dan memotivasi</strong>, agar audiens merasa dekat dan terdorong untuk berkembang bersama merek saya. Ini juga mencerminkan nilai inklusivitas dan semangat.</p></li><li><p><strong>Dari semua alat yang dipelajari, mana yang paling kuat untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan penjelasannya</strong></p><p><br><strong>Peta Perjalanan Pelanggan</strong> menurut saya paling kuat, karena membantu memahami pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Dengan memahami titik-titik kontak pelanggan, kita bisa menciptakan komunikasi yang lebih relevan dan berdampak di setiap tahap.</p></li><li><p><strong>Apa satu hal beton yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p><br>Saya akan mulai membuat <strong>kalender konten</strong> untuk mengatur jadwal unggahan media sosial agar pesan merek lebih konsisten dan terstruktur, serta bisa terhubung lebih baik dengan audiens yang saya sasar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:08:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422589611</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Melati Kinantika_Hubungan Internasional_Universitas Singaperbangsa Karawang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422590050</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pemahaman baru yg saya dapatkan adalah tentang bagaimana brand dikenal oleh customer step by step mulai dari brand awerness hingga merekomendasi brand tersebut. Serta bagaimana mengenalkan brand kepada audiens agar lebih identik dan mudah dikenali.</p></li><li><p>Ide yang dapat saya sampaikan yaitu bagaimana brand harus diperkenalkan berdasarkan keunikannya. Perkenalan brand ini bisa dilakukan di berbagai platform yang menyediakan iklan. Dari situ, audiens akan mengenal brand tersebut. Kemudian brand harus mengoptimalkan sesuatu yang di promosikan agar meningkatkan kepercayaan customer. Selanjutnya pertahankan konsistensi yang telah dijalankan agar brand tetap dikenal dengan baik.</p></li><li><p>Menurut saya, konsistensi adalah hal terpenting dari pengenalan suatu brand. Karena dengan konsistensi terhadap suatu brand akan memudahlan audiens dalam mengenali brand tersebut. Konsistensi juga diperlukan dalam penyediaan layanan suatu brand. Jika brand sudah cukup mempertahankan indentiknya maka akan memudahkan audeins dan brand itu sendiri untuk adanya retention.</p></li><li><p>Contoh brand yang berhasil dalam hal ini yaitu brand adidas. Karena brand tersebut memiliki satu slogan yang dikenal semua orang yaitu “just do it” dengan slogan itu mampu mengantarkan adidas sebagai salah satu brand terbesar di dunia. Dengan konsistensinya juga mampu meningkatkan kepercayaan customer adidas sehingga terus terjadi retention.</p></li><li><p>Jika saya memiliki brand sendiri tone of voice yang akan saya bangun adalah jenis tone of voice informal. karena akan mempernudah pelanggan untuk mengingat dengan adanya tone of voice informal yang biasa digunakan sehari hari. Tone of voice jenis ini juga akan dengan mudah dilakukan karna tidak akan tertinggal oleh perkembangan zaman.</p></li><li><p>Menurut saya yang paling powerfull yaitu Journey Map. Karena perlu adanya planing terkait brand yang akan dipasarkan. Baik dari segi promosi perkenalan, promo yang dijalankan, samapai konsistensi dari brand tersebut. Jika rangkaian journey map dijalankan dengan baik maka akan lebih mudah dikenali.</p></li><li><p>Tentunya hal yang akan saya terapkan adalah cara membangun pesan pada brand di sosial meda dan melalukan promosi dengan strategi journey map.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:08:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422590050</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422590060</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : inovanti chelsea ponglabba </p><p>no absen: 67</p><p>Prodi : bisnis diital</p><p>Universitas: pendidikan nasional denpasar </p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang promosi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Komunikasi merek menyampaikan nilai, identitas, dan janji brand secara konsisten di berbagai platform untuk menciptakan kepercayaan dan loyalitas.</p><p><strong>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong><br>Insight yang paling mengena adalah pentingnya <em>konsistensi</em> dalam komunikasi merek, baik dari pesan maupun visual. Konsistensi ini membantu menciptakan identitas brand yang kuat dan memudahkan pelanggan merasa terhubung secara emosional.</p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Konsistensi sangat penting karena membangun kepercayaan dan menghindari kebingungan. Ketika sebuah brand memiliki pesan dan tampilan yang seragam di semua media. </p><p><strong>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br>Contoh yang berhasil: <strong>Nike</strong>, dengan pesan “Just Do It” yang konsisten menyampaikan semangat dan pemberdayaan.<br>Contoh yang gagal: <strong>Yahoo!</strong>, yang beberapa kali melakukan rebranding dan perubahan identitas tanpa arah yang jelas, membuat audiens bingung terhadap citra brand-nya.</p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Saya ingin membangun tone of voice yang ramah, inspiratif, dan suportif. Tujuannya adalah agar brand saya terasa dekat dengan audiens, memberikan semangat, dan membangun hubungan yang hangat dan personal.</p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br>Customer Journey Map adalah tools yang paling powerful menurut saya. Karena dengan memetakan perjalanan pelanggan, kita bisa menyusun strategi komunikasi yang relevan di setiap tahap, sehingga membangun pengalaman pelanggan yang lebih personal dan berkesan.</p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Saya akan menerapkan pembuatan Tone of Voice Guide dalam proyek branding saya. Ini akan membantu menjaga gaya bahasa yang konsisten, terutama jika proyek dikerjakan oleh tim yang berbeda-beda.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAGlfj2MKZg/vKYcVOoDmvsenN9tTrAP-A/edit?utm_content=DAGlfj2MKZg&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton" />
         <pubDate>2025-04-24 03:08:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422590060</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422596582</link>
         <description><![CDATA[<p>Indah Rosalia </p><p>Kewirausahaan </p><p>Universitas Pendidikan Indonesia </p><p><br/></p><p>Refleksi Pembelajaran Brand Communication</p><p> </p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br> Saya baru menyadari bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tapi lebih dalam lagi bagaimana merek menyampaikan nilai, janji, dan kepribadiannya secara emosional dan konsisten ke audiens melalui berbagai saluran.</p><p> </p><p> </p><p><strong>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.)</strong><br> Insight yang paling mengena adalah <em>kekuatan storytelling dalam membangun engagement</em>. Ternyata cerita yang menyentuh emosi bisa meningkatkan interaksi hingga 22%, dan ini jauh lebih efektif dibanding konten statis biasa.</p><p> </p><p> </p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br> Konsistensi sangat penting untuk menciptakan identitas merek yang kuat dan terpercaya. Konsistensi membuat brand mudah dikenali dan memberi kesan profesional di mata audiens.</p><p> </p><p> </p><p><strong>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</strong><br> Contoh yang berhasil: <strong>Tokopedia</strong> – mereka konsisten dengan pesan “Mulai Aja Dulu” di berbagai platform, menunjukkan karakter yang optimis dan mendukung keberanian memulai usaha.<br> Contoh yang gagal: <strong>BlackBerry</strong> – di masa transisi ke smartphone layar sentuh, mereka tidak konsisten dalam menyampaikan keunikan dan keunggulan mereka dibanding pesaing seperti Apple atau Android, sehingga kehilangan identitas merek.</p><p> </p><p> </p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br> Saya ingin tone of voice yang <em>inspiratif, ramah, dan informatif</em>. Supaya audiens merasa dekat, termotivasi, dan mendapatkan nilai dari setiap komunikasi yang saya sampaikan—baik konten edukasi maupun promosi.</p><p> </p><p> </p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br> <strong>Customer Journey Map</strong> adalah yang paling powerful karena membantu kita memahami dan merancang pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Dengan begitu, kita bisa menyampaikan pesan dan solusi yang tepat di setiap tahap, sehingga membangun hubungan yang lebih kuat dan loyalitas jangka panjang.</p><p> </p><p> </p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br> Saya akan membuat <strong>Tone of Voice Guide</strong> untuk proyek pribadi agar gaya bahasa dan cara komunikasi merek saya tetap konsisten di semua platform, baik itu media sosial, email, hingga iklan.</p><p> </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:11:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422596582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Pembelajaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422601823</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Aditya Maulana Yusuf</p><p>Prodi : Manajemen</p><p>Universitas : Universitas Trunojoyo Madura</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong></p><p>komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tapi tentang membangun hubungan jangka panjang. </p></li><li><p><strong>Jelaskan 1 ide/insight yang paling mengena buat kamu!</strong></p><p>Insight paling mengena adalah Customer Journey Map. Memberikan saya pandangan strategis tentang bagaimana pelanggan berinteraksi dengan brand dari awal hingga menjadi pelanggan setia.</p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Konsistensi sangat penting karena membentuk persepsi yang kuat dan terpercaya di benak pelanggan. Tanpa konsistensi, brand bisa terlihat membingungkan atau tidak profesional.</p></li><li><p><strong>berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini!</strong></p><p>Contoh brand yang berhasil: Nike dengan “Just Do It”—pesannya konsisten di semua platform dan kampanye.</p></li><li><p><strong>jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara yang ingin kamu bangun?mengapa?</strong></p><p>Saya ingin membangun tone of voice yang praktis, ramah, dan meyakinkan, seperti slogan “Belanja sekali, stok auto ready.”. Dengan gaya yang simpel dan bersahabat, pelanggan akan merasa dimudahkan dan percaya bahwa semua kebutuhan mereka bisa dipenuhi dalam satu tempat, tanpa ribet. Nada ini juga memperkuat citra brand sebagai solusi belanja yang cepat dan lengkap.</p></li><li><p><strong>dari semua tools yang dipelajari, mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan?jelaskan alasannya!</strong></p><p>Menurut saya, Customer Journey Map paling powerful karena membantu kita memahami kebutuhan pelanggan di setiap tahap dan menyusun strategi komunikasi yang sesuai dan relevan.</p></li><li><p><strong>apa 1 hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p>Saya akan mulai menerapkan Customer Journey Map untuk merancang strategi konten dan promosi yang lebih tepat sasaran. Dengan memetakan perjalanan pelanggan, saya bisa menyusun komunikasi yang relevan di setiap tahap dan meningkatkan loyalitas pelanggan secara bertahap.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:14:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422601823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Identitas Mahasiswa : </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422601877</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap : Rica Titi Nurkhasanah</p><p>Program Studi : Sistem Informasi</p><p>Universitas : STMIK Jakarta STI&amp;K</p><p><br/></p><p>Soal : </p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>jawaban : Komunikasi merek harus konsisten di semua kanal agar pesan yang disampaikan kuat dan mudah diingat oleh audiens.</p><p><br/></p><p>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.)</p><p>jawaban : Satu ide yang paling mengena buat saya adalah pentingnya membangun kepribadian merek (brand personality) yang autentik dan konsisten, karena merek bukan lagi sekadar logo atau slogan, tapi seperti "sosok" yang berinteraksi dengan audiens.</p><p>Insight ini mengubah cara pandang saya—bahwa komunikasi merek yang berhasil bukan hanya tentang tampil keren atau informatif, tapi tentang bagaimana merek “berperilaku”, berbicara, dan terasa nyata bagi audiens.</p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>jawaban : Menurut saya, konsistensi dalam pesan dan media komunikasi brand itu sangat penting, bahkan bisa dibilang fondasi dari brand yang kuat.</p><p><br/></p><p>4. (Berikan contoh merek menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</p><p>jawaban : Satu contoh merek yang menurut saya berhasil banget dalam hal konsistensi komunikasi adalah Nike. contoh yang kurang berhasil mungkin Yahoo! (terutama di era setelah kejayaannya). Brand ini sering berubah arah—baik logo, strategi produk, maupun komunikasinya.</p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice)</p><p>yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>jawaban : Kalau saya punya brand sendiri, saya ingin membangun tone of voice yang hangat, percaya diri, dan mudah didekati.</p><p><br/></p><p>6.Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content</p><p>Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk</p><p>membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>jawaban : Menurut saya, Brand Pyramid adalah tools yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan.</p><p>alasannya:</p><p>Brand Pyramid membantu kita membangun fondasi yang kuat dan mendalam tentang siapa brand kita sebenarnya—mulai dari fitur produk, manfaat emosional, hingga nilai inti dan brand essence.</p><p><br/></p><p>7.Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau</p><p>tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>jawaban : Satu hal konkret yang bisa saya terapkan adalah: membangun dan menggunakan Tone of Voice Guide secara konsisten di semua materi komunikasi proyek branding saya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:14:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422601877</guid>
      </item>
      <item>
         <title>74_Safiqul Faiz Al Fatah</title>
         <author>safiqulfaiz767</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422605619</link>
         <description><![CDATA[<p>Identitas Mahasiswa:</p><ul><li><p>Nama Lengkap: Safiqul Faiz Al Fatah</p></li><li><p>Program Studi: Ekonomi Pembangunan</p></li><li><p>Universitas: Universitas Jenderal Soedirman</p></li></ul><p>🧠 Pertanyaan Refleksi:</p><ol><li><p>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek<br>setelah sesi hari ini?</p><p>Pemahaman baru yang saya dapat adalah tentang komunikasi merek adalah bagaimana kita mengenalkan merek kita ke pelanggan, mengenalkan jati diri merek kita supaya brand kita dikenal pelanggan akan suatu hal yang dimana menjadi ciri khas brand kita. </p></li><li><p> (Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.)</p><p>Insight yang paling mengena buat saya adalah tentang pemilihan pesan merek atau key messege di mana sangat berpengaruh terhadap awareness thd brand. Banyak contoh brand yang mengguankan kata2 khas dan itu benar2 diingat oleh para konsumennya.</p></li><li><p>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan<br>media komunikasi sebuah brand?</p><p>Penting sekali menurut saya, karena dengan pesan dan media komunikasi brand yang konsisten kita dapat membangun identitas brand yang benar2 sesuai dengan keinginan kita dan mempunyai prinsip tersendiri sehingga tidak terombang ambing dalam menghadapi arus tren baru.</p></li><li><p> (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal<br>ini.)</p><p>Nike sukses karena komunikasinya sederhana, kuat, dan emosional melalui slogan “Just Do It”. Mereka konsisten menyampaikan pesan motivasi di berbagai platform. Hal ini membangun koneksi emosional dengan konsumen dan memperkuat loyalitas. Sebaliknya, Pepsi gagal karena iklannya bersama Kendall Jenner dianggap tidak peka terhadap isu sosial. Pesannya terkesan meremehkan perjuangan masyarakat, sehingga menimbulkan kritik dan merusak citra merek.</p></li><li><p>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice)<br>yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Tone of voice dari brand yang saya ingin bangun sendiri yaitu inspiratif dan menghibur, karena tren sekarang banyak yang menyukai branding dengan komedi yang menghibur.</p></li><li><p>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content<br>Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk<br>membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Menurut saya yang paling powerful yaitu customer journey map. Karena journey map ini menjelaskan perjalanan pelanggan dari mengenal brand sampai setia dan dengan branding ini sangat berpotensi untuk meningkatkan branding. </p></li><li><p>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau<br>tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Yang bisa saya terapkan dalam materi ini ke brand saya yaitu salah satunya menentukan key of messege. Karena dengan memiliki key of messege brand kita memiliki identitas dan ciri khas yang membedakan dari brand lain serta dapat menunjukan komitmen brand kita sesuai dengan key of messege yang disampaikan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:16:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422605619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>108_ Dzakira Laily</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422606926</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap: Dzakira Laily Kusuma Negeri</p><p>Program Studi: Desain Komunikasi Visual</p><p>Universitas: Universitas Negeri Surabaya</p><p>&nbsp;</p><ol><li><p>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek<br>setelah sesi hari ini?</p></li></ol><p>Brand Communication merupakan salah satu dari banyaknya elemen penting dalam mengembangkan suatu bisnis, komunikasi merek memberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan sebuah brand tentang nilai dan identitas mereka kepada audiens secara konsisten melalui berbagai saluran.</p><ol start="2"><li><p>&nbsp;(Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.)</p></li></ol><p>Fakta bahwa miro-influencer lebih mudah diterima daripada influencer besar</p><ol start="3"><li><p>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan<br>media komunikasi sebuah brand?</p></li></ol><p>Konsistensi brand sangat penting karena menunjukkan seberapa serius suatu brand dalam meningkatkan visi misi mereka.</p><ol start="4"><li><p>&nbsp;(Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal<br>ini.)</p></li></ol><p>Contoh brand yang berhasil dalam komunikasi brand adalah marjan, marjan menunjukkan eksitensinya dengan kuat melalui iklan-iklan berkualitas tinggi yang hanya rilis di bulan ramadhan. Mereka selalu berhasil memukau audiencenya dan menyelipkan pesan-pesan mengenai semangat dan kebersamaan melalui skenario-skenario yang surealism,hal ini membuat. marjan sebagai brand yang menjadi top of mind di masyarakat Indonesia.</p><ol start="5"><li><p>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice)<br>yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p></li></ol><p>Jika saya memiliki brand saya akan menyesuaikan tone of voice tergantung pada audience yang saya targetkan</p><ol start="6"><li><p>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content<br>Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk<br>membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p></li></ol><p>Content planning callender, membantu memahami rencana dan menganalisis arah konten.</p><p>&nbsp;</p><ol start="7"><li><p>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau<br>tugas branding setelah memahami materi ini?</p></li></ol><p>Saya menggunakan content planning untuk meningkatkan produktivitas konten dan menaikkan engagement instagram bisnis</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:17:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422606926</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422610171</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Ika Lista Fadila </p><p>Prodi: S1 Manajemen </p><p>Universitas: Universitas Singaperbangsa Karawang </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Berikut jawaban dari pertanyaan refleksi:</p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya jadi memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tapi tentang membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Ternyata, menyampaikan pesan secara konsisten bisa memperkuat identitas brand dan membuat pelanggan lebih percaya.</p><p><br/></p><p>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.</p><p>Ide yang paling mengena adalah pentingnya mengenali audiens sebelum menyusun pesan. Dengan memahami siapa yang dituju, komunikasi jadi lebih tepat sasaran dan mampu menyentuh sisi emosional pelanggan.</p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Konsistensi sangat penting karena bisa membantu brand terlihat lebih profesional, mudah dikenali, dan menciptakan kepercayaan. Kalau pesan brand sering berubah-ubah, pelanggan bisa bingung dan kehilangan minat.</p><p><br/></p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</p><p>Contoh merek yang berhasil adalah Gojek. Mereka selalu konsisten menggunakan gaya bahasa yang santai dan mudah dipahami, baik di aplikasi maupun media sosial. Ini membuat pelanggan merasa dekat dengan brand-nya.</p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Saya ingin tone of voice yang hangat dan bersahabat, supaya brand saya terasa dekat dan nyaman di mata pelanggan. Nada seperti ini menurut saya bisa membangun kepercayaan dan membuat pelanggan lebih loyal.</p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Menurut saya, Customer Journey Map paling powerful karena membantu kita memahami setiap langkah pengalaman pelanggan. Dengan begitu, kita bisa memberikan pesan atau layanan yang sesuai di setiap tahap perjalanan mereka.</p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Saya akan mulai menyusun konten dengan tone of voice yang konsisten dan menyesuaikan pesan dengan tahap customer journey. Ini akan membantu brand saya terlihat lebih profesional dan terarah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:19:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422610171</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Lengkap: Bintang Putra Aryatama                                                              Program Studi: S1 Teknik Informatika Universitas: STMIK AMIKOM Surakarta     </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422611714</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>Tugas Refleksi:</strong></p><p>1. <strong>Pemahaman baru</strong>  </p><p>   Saya baru menyadari bahwa komunikasi merek bukan hanya soal menyampaikan informasi produk, tapi juga membangun persepsi dan hubungan emosional dengan audiens.</p><p>2. <strong>Insight paling mengena</strong>  </p><p>   Insight yang paling mengena adalah pentingnya “brand tone of voice” yang konsisten. Ternyata, suara brand bisa membuat audiens merasa lebih dekat dan percaya.</p><p>3. <strong>Pentingnya konsistensi dalam komunikasi brand</strong>  </p><p>   Konsistensi itu sangat penting. Tanpa konsistensi, brand bisa terlihat membingungkan dan kehilangan identitas. Konsistensi menciptakan kepercayaan dan loyalitas.</p><p>4. <strong>Contoh merek yang berhasil atau gagal</strong>  </p><p>   Contoh brand yang berhasil menurutku adalah <em>Somethinc</em>. Mereka sangat konsisten di Instagram, TikTok, dan website dalam menyampaikan pesan yang empowering dan informatif.</p><p>5. <strong>Tone of voice untuk bran sendiri</strong>  </p><p>   Aku ingin membangun tone of voice yang santai, ramah, dan sedikit lucu. Tujuannya supaya audiens merasa nyaman dan tidak terintimidasi, apalagi kalau target market-nya anak muda.</p><p>6. <strong>Tools paling powerful</strong>  </p><p>   Menurutku, <em>Content Calendar</em> paling powerful karena bisa membantu merencanakan komunikasi yang konsisten dan relevan. Dengan itu, audiens jadi merasa brand-nya hadir dan peduli.</p><p>7. <strong>Penerapan konkret</strong>  </p><p>   Aku jadi ingin membuat <em>tone of voice guide</em> untuk projek brand makanan yang sedang aku bangun, supaya komunikasinya lebih terarah dan mudah dikenali audiens.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:21:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422611714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kenan Kilian Rumapea</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422614058</link>
         <description><![CDATA[<p>Kenan Kilian Rumapea</p><p>10</p><p>Kalbis University, Desain Komunikasi Visual</p><p><br/></p><ol><li><p>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek<br>setelah sesi hari ini?</p></li><li><p>Jelaskan Satu ide yang paling mengena buat kamu?</p></li><li><p>Menurut kamu, pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p></li><li><p>Berikan contoh brand yang gagal atau berhasil dalam hal ini?</p></li><li><p>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun?</p></li><li><p>Dari semua tools yang dipelajari , mana yang menurutmu paling kuat untuk membagun loyalitas pelanggan?</p></li><li><p>Apa satu hal kongkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:22:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422614058</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422616644</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Aditya Prayuda</p><p>Program Studi : Informatika</p><p>Universitas Wiraraja Madura</p><p><br/></p><p><strong>1.</strong> Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan sekadar kegiatan promosi, melainkan merupakan proses membangun hubungan emosional yang kuat dan berkelanjutan dengan audiens melalui pesan yang konsisten di berbagai media.</p><p><strong>2.</strong> Hal yang paling berkesan bagi saya adalah pentingnya <em>tone of voice</em> dalam menyampaikan pesan brand. Gaya komunikasi ternyata sangat menentukan bagaimana citra brand terbentuk di mata audiens.</p><p><strong>3.</strong> Konsistensi memiliki peran yang sangat penting. Ketika brand konsisten, audiens lebih mudah mengenali dan mempercayainya. Sebaliknya, ketidakkonsistenan bisa menyebabkan kehilangan identitas dan menurunnya loyalitas konsumen.</p><p><strong>4.</strong> Menurut saya, Nike adalah contoh brand yang sukses karena mereka selalu menyampaikan pesan yang konsisten—yakni motivasi dan pemberdayaan—baik dalam iklan, media sosial, maupun kegiatan yang mereka sponsori.</p><p><strong>5.</strong> Saya ingin mengembangkan tone of voice yang hangat, optimis, dan membangkitkan semangat, karena saya percaya pendekatan emosional seperti ini akan membuat audiens merasa lebih terhubung dan setia terhadap brand.</p><p><strong>6.</strong> Journey Map menurut saya merupakan alat yang paling efektif, karena mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang perjalanan pelanggan, sehingga kita bisa menciptakan interaksi yang lebih relevan dan berdampak.</p><p><strong>7.</strong> Langkah nyata yang ingin saya lakukan adalah membuat panduan tone of voice secara mendalam, agar semua bentuk komunikasi dan konten brand saya memiliki suara yang konsisten di setiap platform.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:24:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422616644</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422616911</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Yudha Prawira Kusuma</p><p>Program Studi: Ekonomi Pembangunan</p><p>Universitas Jenderal Soedirman</p><p><br/></p><ol><li><p>hari ini saya dapat memhami bahwa membangun pesan merek yang akan di berikan kepada konsumen itu sangat penting dan yang paling penting adalah menjaga konsisten</p></li><li><p>Yang paling mengena pada saya adalah kegunaan tone of voice yang sangat penting bagi suatu brand karena tone of voice adalah suatu identitas brand yang akan di kenal di masyarakat.</p></li><li><p>Sangat penting, karena apabila suatu brand konsiten akan menyampaikan pesan, maka konsumen akan mudah menangkap dari pesan apa yang ingin kita akan sampaikan.</p></li><li><p>Salah satu brand yang berhasil menurut saya adalah Samsung, dengan slogan “Inspire the World, Create the Future.” mereka berhasil menjadi salah satu pionir dalam dunia handphone.</p></li><li><p>Kalau saya punya brand sendiri, menurut saya , saya akan menggunakan tone of voice yang optimis, informatif dan jujur karena apa bila menggunakan tone of voice yang seperti itu maka audiens akan mempunyai rasa percaya pada brand saya.</p></li><li><p>Menurut saya, Customer journey map adalah tools yang paling powerfull karena dari tools tersebut, saya bisa tau bagaimana pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir, karena pengalaman pelanggan lah yang dapat membuat suatu brand akan bertahan dan dapat membuat suatu uprgade pada brand.</p></li><li><p>hal konkret yang bisa saya terapkan adalah saya ingin membuat content calendr agar supaya konten saya akan lebih terstruktur dan konsisten, danjuga dapat menyesuaikan kebutuhan audiens sehingga menjaga kualitas pesan dari brand saya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:24:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422616911</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422621128</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>NAMA : HONGGO NEGORO S S S</strong></p><p><strong>PRODI : S1 INFORMATIKA</strong></p><p><strong>UNIV : STMIK AMIKOM SURAKARTA </strong></p><p><strong>ABSEN : 27</strong></p><p><br/></p><ul><li><p>Saya belajar bahwa komunikasi merek itu penting untuk menyampaikan nilai dan identitas merek secara konsisten. Ini membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan.</p></li></ul><ol><li><p><strong>Insight yang Mengena:</strong></p><ul><li><p>Salah satu hal yang paling mengena bagi saya adalah pentingnya konsistensi dalam pesan merek. Ketika pesan merek jelas dan konsisten, pelanggan lebih mudah mengenali dan mempercayai merek tersebut.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pentingnya Konsistensi:</strong></p><ul><li><p>Konsistensi itu sangat penting! Jika pesan dan media komunikasi tidak konsisten, pelanggan bisa bingung dan kehilangan minat. Merek yang konsisten lebih mudah diingat.</p></li></ul></li><li><p><strong>Contoh Merek:</strong></p><ul><li><p>Contoh merek yang berhasil dalam hal ini adalah Nike dengan slogan "Just Do It". Mereka selalu menyampaikan pesan yang sama tentang keberanian dan motivasi. Sebaliknya, merek yang gagal bisa jadi yang sering ganti-ganti logo atau pesan tanpa alasan jelas.</p></li></ul></li><li><p><strong>Nada Suara yang Diinginkan:</strong></p><ul><li><p>Jika saya punya merek sendiri, saya ingin nada suara yang ramah dan inspiratif. Saya ingin pelanggan merasa dekat dan termotivasi saat berinteraksi dengan merek saya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Tool Paling Powerful:</strong></p><ul><li><p>Menurut saya, Customer Journey Map adalah yang paling powerful. Dengan memahami perjalanan pelanggan, kita bisa menyusun pesan yang tepat di setiap tahap dan meningkatkan loyalitas.</p></li></ul></li><li><p><strong>Satu Hal Konkret:</strong></p><ul><li><p>Saya akan mulai menggunakan Content Calendar untuk merencanakan konten media sosial saya. Ini akan membantu saya menjaga konsistensi dan efisiensi dalam komunikasi merek saya.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:27:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422621128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>92_Mulyani Siti Karmini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422627357</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Mulyani Siti Karmini</strong></p><p><strong>Prodi Pemasaran Digital</strong></p><p><strong>Universitas Negeri Jakarta </strong></p><p><br/></p><p><strong>1.Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong></p><p>Dari materi pertemuan hari ini, saya sadar kalau komunikasi merek itu ternyata bukan soal yang paling banyak bicara. Tetapi yang bicara tepat dan dirasakan dalam oleh audiensnya. Kemudian hubungan emosional jangka panjang dengan audiens itu penting. Konsistensi + relevansi + emosi = kunci keberhasilan! </p><p><br/></p><p><strong>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.)</strong></p><p>Yang paling diingat itu Brand Pyramid, insight ini bikin sadar, kalau membangun merek itu seperti naik gunung, misalnya harus mulai dari nilai esensial paling dalam dulu (brand essence), baru kemudian naik ke personality, sampai akhirnya ke pesan publik. Kemudian, pentingnya Tone of Voice Guide. Ternyata, dari cara kita berbicara sebagai brand bisa menciptakan persepsi yang kuat, misalnya apakah kita terlihat ramah, profesional, atau inspiratif, dsb, semuanya dimulai dari nada suara. </p><p><br/></p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Konsistensi itu jadi inti dari kepercayaan dari pelanggan. Tanpa adanya konsistensi, audiens bisa bingung dengan identitas merek. Tapi kalau pesan dan gaya komunikasi selaras di semua platform, brand jadi lebih kuat, mudah dikenali, dan bisa pula membangun loyalitas. </p><p><br/></p><p><strong>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini)</strong></p><p>Ada contohnya yaitu, Brand Ecinos. Ecinos itu merupakan merek lokal yang berhasil menjaga konsistensi komunikasi mereka. Dengan tone yang clean dan elegan di Instagram, ditambah visual yang seragam dan pesan yang terus menekankan "everyday timeless wear", Ecinos bisa sukses membangun image yang kuat sebagai brand fashion minimalis dan premium. Konsistensi ini juga bikin audiens langsung mengenali gaya mereka hanya dari satu kali lihat. </p><p><br/></p><p><strong>5.Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong></p><p>Jika memiliki brand sendiri, misalnya brand dengan produk nails art yang bisa lepas pasang saat wudhu. Inginnya saya bisa membangun nada suara yang lembut, empowering, dan penuh afirmasi positif. Karena brand ini ditujukan untuk muslimah yang ingin tampil cantik tanpa mengorbankan nilai kesah-an berwudhu. Nada suara yang ramah dan suportif akan membuat mereka merasa diterima, percaya diri, dan tetap on-point dalam menjalani gaya hidup halal. </p><p><br/></p><p><strong>6.Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Jjourney Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong></p><p>Salah satunya, Customer Journey Map, ini karena yang paling powerful bisa bantu kita memahami emosi dan kebutuhan pelanggan di setiap tahap. Maka dari itu, kita bisa menyusun konten yang tepat, di waktu yang tepat, dengan pesan yang pas </p><p><br/></p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkar dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p>Saya akan membuat Content Calendar dengan media planning yang terjadwal, agar komunikasi brand saya tetap konsisten, efisien, dan strategis. Tidak lagi posting asal-asalan!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3736590754/b6a26c3f058c268c04de3c889c18f519/dd2b5c33e97410a3b5d74857ef6d0079.jpg" />
         <pubDate>2025-04-24 03:32:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422627357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>157_Nahda Nurul Jauza (Kewirausahaan, Universitas Pendidikan Indonesia)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422633004</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi pembelajaran Brand Communication </p><p><br/></p><p>1. Pemahaman yang saya dapat ialah memahami bahwa komunikasi merek adalah proses strategis yang mencakup penyampaian pesan secara konsisten untuk memperkuat identitas dan nilai brand. Bukan sekadar promosi atau kampanye, tapi bagaimana sebuah brand membangun hubungan emosional jangka panjang dengan audiens melalui pesan, media, dan pengalaman pelanggan. Hal ini mencakup banyak elemen seperti brand voice, media yang digunakan, dan keterlibatan pelanggan. Konsistensi, kejelasan, dan relevansi adalah kunci keberhasilan komunikasi merek.</p><p><br/></p><p>2. Insight yang paling mengena buat saya adalah bahwa audiens saat ini tidak hanya ingin mendengar cerita tentang produk, tapi mereka ingin menjadi bagian dari cerita itu. Komunikasi brand yang efektif bukan lagi satu arah, tapi kolaboratif—di mana audiens diajak terlibat, bahkan ikut membentuk narasi brand. Contohnya bisa dilihat dari tren user-generated content, di mana pelanggan dengan senang hati mempromosikan brand karena mereka merasa punya andil di dalamnya. Bagi saya, ini mengubah cara pandang bahwa komunikasi brand bukan soal “mengendalikan pesan”, tapi soal membangun koneksi yang hidup dan dinamis.</p><p><br/></p><p>3. Menurut saya, Konsistensi sangat penting karena membangun kepercayaan dan pengenalan merek. Jika pesan dan gaya komunikasi berubah-ubah, audiens bisa bingung dan kehilangan kepercayaan pada merek tersebut.</p><p><br/></p><p>4. Contoh merek yang berhasil adalah merek Indomie, Indomie sebagai salah satu brand lokal yang berhasil menjaga konsistensi komunikasi mereka. Dari kemasan, iklan televisi, media sosial, sampai kolaborasi dengan brand fashion atau konten kreator, mereka selalu menyampaikan pesan yang fun, dekat dengan keseharian masyarakat, dan penuh kreativitas. Tone yang digunakan juga konsisten: ceria, ringan, dan penuh semangat. Hal ini membuat brand mereka sangat kuat dan mudah dikenali lintas generasi.</p><p><br/></p><p>5. Saya ingin membangun tone of voice yang hangat, inspiratif, dan sedikit humoris. Saya percaya tone ini membuat brand terasa humanis dan mudah diakses, terutama jika target audiens saya adalah anak muda atau komunitas kreatif. Tone seperti ini juga mendorong keterlibatan yang lebih tinggi di media sosial dan menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi pelanggan, tanpa kehilangan profesionalitas.</p><p><br/></p><p>6. Menurut saya, Customer Journey Map paling powerful karena membantu kita memahami kebutuhan dan emosi pelanggan di setiap tahap. Dengan begitu, kita bisa menyusun pesan dan konten yang lebih relevan dan tepat sasaran untuk membangun hubungan jangka panjang.</p><p><br/></p><p>7. Satu hal konkret yang ingin saya terapkan adalah membuat konten brand yang berbasis pada tahapan perjalanan pelanggan (customer journey). Artinya, saya akan merancang konten berbeda untuk audiens yang baru kenal brand, yang sedang mempertimbangkan, dan yang sudah loyal. Misalnya, konten edukatif untuk tahap awareness, testimoni di tahap consideration, dan program referral untuk mereka yang sudah jadi pelanggan tetap. Dengan pendekatan ini, saya bisa memastikan bahwa komunikasi yang saya bangun lebih tepat sasaran dan berdampak nyata dalam membentuk loyalitas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:36:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422633004</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422633051</link>
         <description><![CDATA[<p>Dela Aprilia Fauziah </p><p>Kewirausahaan </p><p>Universitas Pendidikan Indonesia </p><p>JAWAB : </p><ol><li><p>Memahami tentang brand awereness sangat penting dan komunikasi antara owner-customer akan lebih terjalin (tidak ada miskom) dengan dilaksanakannya komunikasi brand seperti iklan (tradisional, kekinian seperti sosmed) </p></li><li><p>komunikasi brand akan berjalan jika melakukan segala kegiatan dengan konsisten. karna akan membangun kepercayaan customer, meningkatkan penilaian merk dan memperkuat citra merk</p></li><li><p>komunikasi merek yang efektif membutuhkan disiplin untuk menjaga konsistensi di setiap aspeknya, karena inilah yang pada akhirnya akan membangun kepercayaan dan pengenalan merek yang langgeng.</p></li><li><p>brand camille selalu konsisten terhadap kualitas dan komunikasi dengan customer. brand tersebut selalu memberikan diskon rutin atau bahkan menyelipkan hadiah tambahan pada beberapa customer yang beruntung. konten yang di upload juga merupakan konten yang dapat menggugah simpati customer untuk membeli beberapa produk mereka </p></li><li><p>mudah dipahami (Komunikasikan pesan Anda dengan cara yang lugas dan mudah dicerna oleh target audiens), positif dan optimis (positif dan optimis dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan audiens), menarik (menggunakan bahasa yang hidup, menarik, dan mendorong interaksi), responsif dan ramah (Ketika berinteraksi langsung dengan audiens misalnya di media sosial atau layanan pelanggan, tunjukkan responsif dan keramahan.</p></li><li><p><em>brand pyramid</em> (piramida merek) adalah kemampuannya untuk menyediakan kerangka kerja yang jelas dan terstruktur dalam membangun dan memahami identitas merek yang kuat dengan kelebihan memberikan struktur yang jelas, fokus pada elemen dari bawah ke atas, memfasilitasi pengambilan keputusan, mengukur kekuatan merk</p></li><li><p>Setelah mempelajari komunikasi merek, sYa dapat menerapkan pemahaman ini untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif dan konsisten, menciptakan konten merek yang lebih relevan dan menarik, serta menganalisis dampaknya. Dalam konteks profesional, berarti berkontribusi pada pengembangan identitas merek yang kuat, memastikan konsistensi di seluruh interaksi pelanggan, dan mengintegrasikan komunikasi merek dengan upaya pemasaran lainnya. Bagi pemilik usaha atau proyek pribadi, pengetahuan ini memberdayakan untuk membangun merek yang dikenali, menyampaikan pesan yang jelas, terhubung dengan audiens, dan membedakan diri dari pesaing. Intinya, pemahaman komunikasi merek memungkinkan kita membangun dan mengelola merek secara lebih strategis untuk mencapai tujuan yang diinginkan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:36:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422633051</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422647133</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap : Ike Sulistiyaningrum<br>Absen : 143</p><p>Program Studi : Administrasi Bisnis<br>Universitas : Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jatim</p><p>&nbsp;</p><p><strong>1.&nbsp;&nbsp; Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong></p><p>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga membangun persepsi dan hubungan emosional yang kuat dengan audiens. Komunikasi merek yang efektif harus konsisten, autentik, dan sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh brand.</p><p><br/></p><p><strong>2.&nbsp;&nbsp; (Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.)</strong></p><p>Insight yang paling mengena bagi saya adalah pentingnya <em>tone of voice</em> dalam komunikasi merek. Karena <em>Tone of voice</em> dapat membentuk kepribadian brand dan membuatnya terasa lebih hidup, dan bisa terhubung secara emosional dengan konsumen. Bahkan, dalam beberapa kasus, audiens bisa langsung mengenali identitas brand hanya dari gaya bahasanya, tanpa perlu melihat logo atau nama brand itu sendiri. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh tone suara dalam menciptakan kesan yang melekat di benak konsumen.</p><p><br/></p><p><strong>3.&nbsp;&nbsp; Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Sangat penting, karena konsistensi merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan dan identitas yang kuat. Ketika brand terus menyampaikan pesan yang selaras dalam berbagai platform, audiens akan lebih mudah mengenali dan mengingat brand tersebut. Sebaliknya, komunikasi yang tidak konsisten bisa membuat audiens bingung dan bahkan kehilangan kepercayaan.</p><p><br/></p><p><strong>4.&nbsp;&nbsp; (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</strong></p><ul><li><p>Contoh merek yang berhasil adalah <strong>Coca-Cola</strong>. Coca-Cola mampu bertahan lama dengan citra ceria, kebersamaan, dan kebahagiaan. Dengan warna merah yang khas dan iklan yang penuh keceriaan, mereka berhasil menciptakan asosiasi emosional yang kuat di benak konsumen. Konsistensi mereka dalam tema kebahagiaan dan kehangatan tercermin di berbagai kampanye sepanjang tahun.</p></li><li><p>Contoh merek yang gagal adalah <strong>Nokia. </strong>Setelah dominan di awal 2000-an, Nokia tidak konsisten dalam menyampaikan inovasi atau arah yang jelas saat pasar mulai beralih ke smartphone. Pesan brand-nya jadi kabur dan tidak relevan lagi dengan kebutuhan konsumen modern.</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>5.&nbsp;&nbsp; Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong></p><p>Saya ingin membangun tone of voice yang ramah, inspiratif, dan percaya diri. Ramah agar audiens merasa nyaman dan dekat, inspiratif untuk memberikan nilai lebih dan semangat dalam setiap konten, dan percaya diri agar brand terlihat profesional dan kompeten. </p><p><br/></p><p><strong>6.&nbsp;&nbsp; Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong></p><p>Bagi saya, Journey Map adalah tools paling powerful karena membantu kita memahami pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Dengan memetakan setiap langkah interaksi, kita bisa mengetahui kebutuhan dan emosi pelanggan di tiap tahap, sehingga strategi komunikasi bisa lebih personal, relevan, dan membangun hubungan jangka panjang.</p><p><br/></p><p><strong>7.&nbsp;&nbsp; Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami&nbsp;materi&nbsp;ini?</strong></p><p>Saya ingin mulai menerapkan Content Calendar agar komunikasi brand lebih terencana, konsisten, dan strategis. Dengan kalender konten, saya bisa mengatur tema mingguan, menyesuaikan tone sesuai momen, serta menjaga kesinambungan antara pesan promosi, edukasi, dan inspirasi. Sehingga sangat berguna terutama untuk membangun engagement jangka panjang di media sosial.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:46:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422647133</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama  : Alansi Tonda Mbitu</title>
         <author>alansipanda</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422648627</link>
         <description><![CDATA[<p>Prodi     : S1 Manajemen </p><p>P. Tinggi: Universitas Darwan Ali</p><p><br/></p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Saya baru memahami bahwa komunikasi merek yang efektif bukan hanya soal promosi, tetapi juga tentang membangun hubungan emosional yang konsisten dengan konsumen.</p><p><strong>2. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Konsistensi sangat penting karena menciptakan kepercayaan. Contohnya, <em>Wardah</em> selalu menggunakan pesan yang sesuai dengan nilai-nilai halal dan kecantikan alami di semua media mereka, sehingga konsumen merasa yakin dan loyal.</p><p><strong>3. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Saya ingin menggunakan nada suara yang hangat, sopan, dan meyakinkan. Karena saya ingin pelanggan merasa nyaman, dihargai, dan percaya dengan produk saya.</p><p><strong>4. Dari semua tools yang dipelajari, mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br>Menurut saya, <em>Content Calendar</em> paling kuat karena bisa membantu saya merencanakan komunikasi yang teratur dan tepat waktu, sehingga konsumen tetap terhubung dengan merek saya.</p><p><strong>5. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Saya akan mulai membuat panduan nada suara (Tone Guide) agar pesan yang saya sampaikan selalu konsisten dan mencerminkan identitas merek saya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:47:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422648627</guid>
      </item>
      <item>
         <title>169_Dini Safira Wulandari </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422654734</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Dini Safira Wulandari</p><p>Prodi : Psikologi</p><p>Universitas : Universitas Semarang</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tetapi tentang bagaimana membangun koneksi emosional dan konsisten dengan audiens di berbagai media yang mempunyai pendekatan yang berbeda. </p></li><li><p><strong>Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong></p><p>T<em>one of voice</em> yang konsisten itu sangat pentinv dalam menyampaikan pesan brand agar lebih mudah dikenali dan membangun kepercayaan target audiens</p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Sangat penting karena konsistensi membuat brand lebih mudah dikenali dan diingat, serta membangun kredibilitas di mata konsumen.</p></li><li><p><strong>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br>Contoh yang berhasil: <strong>Gojek</strong>, karena selalu konsisten dengan warna, logo, dan tone komunikasinya yang santai tapi profesional.</p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Saya ingin membangun tone of voice yang ramah, suportif, dan inspiratif. Karena saya ingin audiens merasa dimengerti dan didukung.</p></li><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari, mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br>Menurut saya, <em>Brand Pyramid</em> paling kuat karena membantu menyusun identitas brand dari dasar hingga emosi pelanggan, yang jadi fondasi untuk loyalitas.</p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Saya ingin menerapkan tone of voice yang konsisten di setiap caption, visual, dan interaksi dengan audiens di media sosial.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:51:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422654734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>184_Rudianto</title>
         <author>rudiantorud234</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422661822</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama: Rudianto</strong></p><p><strong>Prodi: Teknik industri</strong></p><p><strong>Universitas: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Saya menyadari bahwa komunikasi merek bukan sekadar menyampaikan pesan promosi, tapi bagaimana membangun hubungan emosional dan konsisten dengan audiens. Komunikasi merek yang kuat bisa meningkatkan loyalitas pelanggan secara jangka panjang. Ternyata, pemilihan media dan gaya penyampaian juga sangat menentukan efektivitas pesan. Saya juga paham bahwa setiap elemen dalam komunikasi harus sejalan dengan identitas merek. Intinya, komunikasi merek adalah tentang menyampaikan nilai dan janji merek dengan cara yang tepat dan menyentuh.</p><p><strong>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong><br>Insight yang paling mengena adalah pentingnya <em>tone of voice</em> yang konsisten dalam seluruh saluran komunikasi. Ini seperti “suara khas” dari sebuah merek yang membuatnya mudah dikenali dan dirasakan oleh audiens. Saya baru sadar bahwa gaya bahasa yang tepat bisa membuat pesan terasa lebih dekat dan personal. Contohnya Ruangguru yang selalu terdengar ramah dan menyemangati. Ini membuat interaksi dengan brand terasa lebih manusiawi dan hangat.</p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Konsistensi itu sangat penting karena membentuk persepsi yang kuat di benak konsumen. Kalau pesan dan visual brand sering berubah-ubah, audiens bisa bingung dan kehilangan kepercayaan. Konsistensi juga menunjukkan profesionalisme dan keseriusan brand dalam membangun relasi. Ini bukan soal repetisi, tapi soal menjaga identitas dan kejelasan arah komunikasi. Tanpa konsistensi, brand bisa kehilangan arah dan koneksi emosional dengan pelanggannya.</p><p><strong>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br>Nike adalah contoh brand yang sangat berhasil menjaga konsistensi. Slogannya “Just Do It” sudah melekat kuat, dan semua kampanyenya selalu membawa pesan pemberdayaan dan semangat pantang menyerah. Visualnya juga khas dan mudah dikenali di mana pun. Di sisi lain, beberapa startup baru sering berganti gaya dan pesan, sehingga sulit membentuk citra yang kuat. Konsistensi seperti yang dilakukan Nike jelas memberi dampak besar dalam membangun loyalitas.</p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Saya ingin membangun nada suara yang ramah, hangat, dan memotivasi. Karena menurut saya, brand yang bisa menginspirasi dan dekat secara emosional akan lebih mudah diterima oleh audiens. Nada seperti ini juga cocok untuk produk edukasi atau pengembangan diri. Saya ingin audiens merasa seperti sedang diajak ngobrol oleh teman, bukan sekadar ditawari produk. Itu akan membuat hubungan lebih personal dan bermakna.</p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari, mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br>Menurut saya, <em>Customer Journey Map</em> adalah yang paling powerful. Karena dengan memetakan perjalanan pelanggan, kita bisa tahu kapan dan bagaimana harus menyampaikan pesan yang tepat. Setiap tahap butuh pendekatan berbeda, dan tools ini sangat membantu dalam menyusun strategi yang relevan. Kita bisa lebih memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman yang lebih personal. Loyalitas dibangun dari pengalaman yang menyenangkan dan sesuai harapan.</p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Saya ingin mulai membuat <em>tone guide</em> untuk proyek pribadi saya agar komunikasi lebih konsisten di semua platform. Selama ini saya belum pernah membuat panduan gaya bahasa secara tertulis. Dengan adanya tone guide, saya bisa lebih mudah menjaga keselarasan antara konten media sosial, deskripsi produk, hingga interaksi dengan audiens. Ini akan memperkuat identitas brand dan meningkatkan kepercayaan. Langkah kecil tapi berdampak besar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:56:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422661822</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>Nabastalaby</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422664507</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Roh Ainur Bima Elisa </strong></p><p><strong>Sastra Jerman</strong></p><p><strong>Universitas Negeri Surabaya </strong></p><p><br/></p><p>1. Yang saya pahami setelah sesi hari ini adalah, ternyata membangun Brand Communication mempunyai pyramid agar komunikasi brand yang disampaikan lebih terstruktur</p><p>2. Brand Communication Pyramid </p><p>3. Sangat penting, karena sebagai branding utama yang akan menjadi identitas suatu brand. Karena jika tidak konsisten, maka customer akan merasa bingung dan mulai meninggalkan brand tersebut.</p><p>4. Brand Gramedia</p><p>5. "Where Ideas Take Shape" selain singkat dan to the point, kalimat ini mudah diingat dan mudah untuk dipahami.</p><p>6. Menurut saya Tone Of Voice Guide, karena meningkatkan kepercayaan customer, meningkatkan customer experience serta membangun ikatan emosional dengan customer.</p><p>7. Content planner adalah hal yang akan bisa terus saya terapkan karena sebagai orang yang mudah lupa, content calendar sangat membantu dalam tugas branding yang berkaitan dengan upload sosial dan keberlanjutan untuk brand saya sendiri</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 03:59:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422664507</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422695253</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Lady Cristal Beauty Aqluilera</p><p>Program studi: D4 Manajemen Informatika</p><p>Universitas: Universitas Negeri Surabaya</p><p><br/></p><p>1. Satu hal yang paling mengena buat saya adalah pentingnya tone of voice dalam membentuk persepsi audiens terhadap brand. Saya baru menyadari bahwa bukan hanya apa yang dikomunikasikan, tapi juga bagaimana cara menyampaikannya bisa menentukan apakah audiens merasa terkoneksi atau tidak.</p><p>2. Satu ide yang paling mengena buat saya adalah bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang promosi, tapi tentang membangun hubungan jangka panjang dengan audiens. Cara brand berbicara, memilih kata, bahkan gaya visualnya, semuanya membentuk persepsi dan emosi audiens terhadap brand tersebut. Saya jadi sadar bahwa komunikasi merek yang kuat harus konsisten, relevan, dan punya nilai yang bisa dirasakan oleh audiens.</p><p>3. Konsistensi itu sangat penting karena membantu audiens mengenali dan mengingat brand dengan mudah. Contoh yang berhasil adalah Nike—pesan mereka tentang keberanian dan semangat berolahraga selalu hadir di semua media, dari iklan TV hingga media sosial. Sebaliknya, brand yang terlalu sering mengubah pesan dan gaya komunikasinya membuat audiens bingung dan kehilangan kepercayaan.</p><p>4. Contoh merek yang menurut saya berhasil dalam hal konsistensi pesan dan media adalah <strong>Apple</strong>. Dari iklan televisi, website, hingga kemasan produknya, Apple selalu menampilkan pesan yang sederhana, elegan, dan berfokus pada inovasi serta gaya hidup premium. Nada komunikasinya konsisten—tenang, percaya diri, dan modern.</p><p>5. Saya ingin membangun tone yang ramah, inspiratif, dan otentik. Karena saya percaya audiens lebih mudah terhubung dengan brand yang terasa seperti “teman”—bukan sekadar penjual produk.</p><p>6. Menurut saya, Journey Map paling powerful karena membantu kita benar-benar memahami pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir. Dengan memahami titik-titik krusial dan emosi pelanggan di setiap tahap, kita bisa menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan, yang pada akhirnya membangun loyalitas.</p><p>7. Saya ingin mulai menyusun Tone Guide untuk proyek pribadi saya, agar pesan yang disampaikan di berbagai platform tetap konsisten dan mencerminkan kepribadian brand saya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 04:24:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422695253</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brand Communication </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422712734</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi Pembelajaran: Brand Communication</p><p><br/></p><p>Nama Lengkap : Yayang Maulud Subagja  </p><p>Program Studi : Bisnis Digital S1  </p><p>Universitas : Universitas Garut  </p><p>No. Absen : 63</p><p><br/></p><ol><li><p>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Menurut pemahaman saya, saya menyadari bahwa komunikasi merek bukan <strong>sekadar promosi</strong>, tetapi <strong>proses strategis untuk menyampaikan nilai, identitas, dan janji merek secara konsisten</strong> melalui saluran yang tepat. Kunci utamanya meliputi konsistensi, kejelasan, relevansi, dan emosi. Contoh: Nike dengan "Just Do It" yang menginspirasi audiens melalui pesan sederhana namun powerful.  </p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu?</p><p>Satu ide atau insight yang paling menarik menurut saya adalah Konsep <strong>Brand Communication Pyramid (dari Brand Essence</strong> <strong>hingga Key Messages)</strong> membantu saya memahami bagaimana merek seperti Apple dan Tokopedia membangun kohesi pesan di semua platform. Ini menunjukkan bahwa setiap interaksi dengan pelanggan harus mencerminkan nilai inti merek.  </p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Menurut saya sangat penting! Konsistensi dapat menciptakan kepercayaan dan pengenalan merek yang kuat. Menurut <strong>data menunjukkan 86% </strong>konsumen memilih merek yang autentik dan konsisten. Tanpa konsistensi, pesan bisa terfragmentasi dan membingungkan audiens.  </p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini?</p><ul><li><p>Berhasil : <strong>Starbucks</strong> dengan personalisasi melalui aplikasi mobile. Mereka konsisten dalam menyampaikan pengalaman "third place" yang nyaman</p></li><li><p>Gagal : Brand yang sering berganti gaya komunikasi (contoh: perubahan logo dan tagline terlalu sering) bisa kehilangan identitas, seperti kasus Gap pada 2010.  </p></li></ul></li></ol><p><br/></p><ol start="5"><li><p>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Saya ingin membangun nada suara yang ramah, edukatif, dan memotivasi secara halus dan ceria (seperti <strong>Ruangguru</strong>) karena sesuai dengan target audiens Gen Z dan milenial yang menyukai komunikasi santai namun informatif. Contoh kalimat: "Belajar digital marketing jadi mudah dan menyenangkan!"  </p></li></ol><p><br/></p><ol start="6"><li><p>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya?</p><p><strong>Customer Journey Map</strong>, karena membantu memahami kebutuhan pelanggan di setiap tahap (awareness hingga advocacy). Contoh: Gojek berhasil menggunakan peta ini untuk menyusun strategi dari iklan hingga program loyalitas GoPay Coins.  </p></li></ol><p><br/></p><ol start="7"><li><p>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini ?</p><p>Saya akan menerapkan <strong>Content Calendar</strong> untuk merencanakan konten media sosial proyek bisnis digital saya. Misal:</p><ul><li><p>Senin: Konten edukasi tentang tren <strong>bisnis digital</strong>  </p></li><li><p>Rabu: Testimoni pelanggan  </p></li><li><p>Jumat: Promo spesial dengan CTA jelas  </p></li></ul></li></ol><p>Tools ini memastikan konsistensi dan relevansi konten.  </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 04:37:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422712734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadila Vira Savitri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422713403</link>
         <description><![CDATA[<p>B-916</p><p><br/></p><ol><li><p>Komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tapi bagaimana brand bisa membangun hubungan emosional jangka panjang dengan audiens secara konsisten</p></li><li><p>Tone of voice karena bagaimana cara kita berbicara bisa memengaruhi persepsi audiens</p></li><li><p>Sangat penting agar rasa percaya terhadap brand tercipta dan agar brand lebih mudah dikenali di mata publik </p></li><li><p>Nike, selalu berhasil dalam menyapaikan pesannya baik dalam iklan maupun media sosial</p></li><li><p>Positif dan inspiratif</p></li><li><p>Journey map, karena bisa membantu dalam memahami pengalaman pelanggan dari awal sampai akhir</p></li><li><p>Content calendar</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 04:37:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422713403</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ichatarissa55</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422721011</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Tarissa Diyah Pramudita</p><p>Program Studi: S1 Sastra Indonesia<br>Universitas: Universitas Negeri Surabaya <br><br>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek?</p><p>Pemahaman baru yang saya dapat mengenai komunikasi merek adalah bahwa komunikasi merek bukan hanya sekedar promosi dan iklan tetapi tentang bagaimana sebuah brand membangun hubungan emosional dengan audiensi melalui pesan yang konsisten  <br><br>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu!<br>Insight yang paling "mengena" menurut saya adalah pentingnya "tone of voice" dalam menyampaikan pesan brand. Ternyata, bagaimana kita berbicara bisa memengaruhi persepsi audiens secara signifikan. <br><br>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?<br>Menurut saya konsistensi dalam pessn dan media komunikasi sebuah brand sangat penting, karena membuat brand lebih mudah dikenali dan dipercaya. Tanpa hal tersebut brand bisa kehilangan identitas dan loyalitas audiensi <br><br>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini!<br>Salah satu contohnya adalah Tokopedia. Tokopedia konsisten menggunakan tone yang ramah dan optimistik di semua platform, dari iklan sampai sosial media, dengan tagline "Mulai Aja Dulu" yang sangat mencerminkan nilai mereka <br><br>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa? <br>Saya ingin membangun tone yang informatif dan inspiratif karena saya ingin meningkatkan brand awareness untuk brand saya. Menurut saya brand yang bisa membangun koneksi emosional dengan audiensi dapat bertahan lebih lama <br><br>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.<br>Menurut saya Tone Guide, karena konsistensi dalam komunikasi brand adalah kunci untuk membangun identitas brand yang kuat. Dengan tone yang jelas dan sesuai nilai brand akan terbangun hubungan emosional dengan audiens <br><br>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini? Salah satu hal konkret yang akan saya terapkan adalah membuat Tone Guide yang jelas dan konsisten agar semua konten dan pesan brand saya memiliki suara yang konsisten di berbagai platform.<br> </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 04:41:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422721011</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422721386</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama : Zepriliana Try Khoirunnisa</strong></p><p><strong>Progdi : Desain Komunikasi Visual</strong></p><p><strong>Univ     : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur</strong></p><p><strong>Absen  : 141</strong></p><p><br></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong></p><p>Lewat materi ini saya jadi mengerti bahwa Brand Communication ini bukan hanya sekedar serta-merta membangun komunikasi untuk menarik minat pelanggan. Melainkan ada berbagai cara dan strategi yang diperlukan agar brand communication ini dapat berjalan secara optimal.  Mulai dari memahami seperti apa target audiens kita hingga mempertahankan kepercayaan pelanggan terhadap brand yang kita bangun.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Jelaskan satu insight yang paling "mengena" buat kamu.</strong></p><p>Insight yang paling "mengena" untuk saya adalah pada kalimat "73% of millennials are willing to pay more for sustainable brands, and posts related to sustainability see an average of 43% higher engagement rates." Saya cukup terkejut, ternyata di luar sana banyak sekali orang-orang muda yang lebih suka atau tertarik pada brand yang menyuarakan tentang produk berkelanjutan (misal brand yang memperhatikan isu lingkungan, brand yang menyuarakan produknya rendah lemak dan kalori, dan lain sebagainya).</p><p><br></p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Konsistensi pesan dan media komunikasi pada sebuah brand sangatlah penting. Hal ini dapat menunjukkan kepada para pelanggan atau audiens seberapa bisa brand ini dapat dipercaya. Seberapa profesionalnya sebuah brand dalam memberikan pelayanannya kepada para konsumennya. Jadi konsistensi pesan dan media komunikasi ini menurut saya adalah salah satu wajah atau pondasi sebagaimana produk bisa dipercaya.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong></p><p>Contoh merek yang menurut saya berhasil dalam hal ini adalah Tolak Angin milik PT. Sidomuncul. Tembus ke pasar global mereka selain tetap konsisten dalam mempertahankan kualitas merek, mereka juga sangat konsisten dalam penyampaian pesan "Orang Pintar Minum Tolak Angin" di berbagai media, baik itu tradisional maupun modern. Sehingga hal ini membuat para audiens menyadari dan mengingat bahwa pesan ini pasti milik dari produk Tolak Angin. Hal ini menunjukkan seberapa berhasilnya brand Tolak Angin dalam menanamkan identitasnya kebenak para audiens, bahkan pesan ini bisa menanamkan mindset kepada masyarakat bahwa saat kita masuk angin maka solusinya adalah minum Tolak Angin.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong></p><p>Jika saya memiliki brand sendiri tone of voice yang ingin saya bangun adalah humoris, tapi juga kalem. Nada yang terlalu menggebu-gebu tidak cocok dengan personal branding yang saya miliki. Saya lebih suka hal yang santai, kalem, tenang agar lebih bisa membentuk sebuah komunikasi yang lebih dalam dengan orang lain. Akan tetapi bersikap tenang dan kalem saja tidaklah cukup, terlalu kaku dan formal bukanlah pilihan yang tepat untuk brand yang akan saya miliki nantinya. Karena target pasar saya bukanlah orang tua atau orang yang memiliki usia diatas 30 tahun. Melainkan anak muda-lah yang ingin saya jadikan target pasar, mungkin diusia 18-27 tahun. Sisi humoris diperlukan karena saya ingin menciptakan konten untuk promosi yang lebih interaktif dan juga menyenangkan, agar dapat membantu mereka (target audiens) untuk sedikit mengurangi beban hidupnya (stres karena sekolah, kuliah, atau pekerjaan).</p><p><br></p></li><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Conten Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong></p><p>Menurut saya yang paling powerful adalah Brand Communication Pyramid, yang merupakan sebuah tools berfungsi untuk membantu pendiri brand dalam membedah brand mereka akan seperti apa didengar dan dilihat oleh para audiens. Ada satu hal yang kerap kali luput dari orang-orang yang baru mulai melakukan branding, yaitu konsistensi akan personalitas. Tak jarang dipertengahan jalan brand kerap berganti personalitas. Misalkan, dulu sebuah Brand menggemborkan bahwa produk mereka A (karena dulu populernya A), tapi sekarang berpindah haluan menjadi B (karena zaman sudah tidak berminat akan isu A, jadi mereka mengganti pesan produknya atau wajah produknya menjadi B agar tetap mengikuti tren yang berlaku). Kesimpang siuran atau ketidak konsistenan inilah yang bisa saja menyebabkan branding produk yang dibangun menjadi hancur karena kehilangan kepercayaan dari konsumen. Jadi menurut saya perlu adanya pembedahan atau penganalisisan secara mendalam terkait brand seperti apa yang ingin kita jual kepada masyarakat di luar sana.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p>Berkaca dari brand Tolak Angin PT. Sidomuncul, saya sepertinya akan memulai dari menganalisis dan merencanakan secara matang tentang citra brand seperti apa yang akan saya jual kepada para audiens, hal ini saya lakukan agar konsistensi pesan inti yang ingin saya sampaikan atau jual kepada audiens tetaplah sama dan mereka tidak akan kebingungan membeli produk saya untuk penyelesaian masalah mereka. Karena mereka tau tempat mana yang harus dituju sebagai opsi awal untuk menyelesaikan masalah yang dialami.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 04:42:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422721386</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brand Communication</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422739815</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap: 164_Rivaldo Lukman</p><p>Program Studi: S1 Teknik Informatika</p><p>Universitas: Universitas Prima Indonesia</p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya sekadar menyampaikan informasi, tapi juga membangun hubungan emosional dengan audiens secara konsisten melalui berbagai saluran komunikasi.</p><p><br/></p><p>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</p><p>Insight paling mengena adalah pentingnya tone of voice yang selaras di seluruh tim—baik itu konten, CS, maupun iklan. Hal ini membentuk pengalaman pelanggan yang kohesif.</p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Sangat penting. Konsistensi menciptakan kepercayaan, meningkatkan pengenalan merek, dan membuat audiens lebih mudah memahami nilai dan kepribadian brand.</p><p><br/></p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</p><p>Ruangguru adalah contoh yang berhasil. Gaya bahasanya selalu konsisten: ramah, semangat, dan edukatif di semua platform, dari Instagram hingga aplikasi.</p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Saya ingin tone of voice yang ramah dan menginspirasi. Karena saya ingin brand saya terasa dekat dan memotivasi audiens untuk berani berekspresi melalui produk yang saya tawarkan (seperti parfum di Shop_Zhip).</p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Tone of Voice Guide menurut saya paling powerful. Dengan tone yang tepat dan konsisten, pelanggan merasa lebih terhubung secara emosional dan merasa brand memahami mereka.</p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Saya akan mulai menyusun tone guide untuk Shop_Zhip agar komunikasi di Instagram, TikTok, dan marketplace tetap seragam dan mencerminkan kepribadian brand yang sebenarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 04:51:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422739815</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ahmdfjr0234</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422828781</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Mohammat Fajar</p><p>Prodi : Manajemen S1</p><p>Universitas Garut </p><p>Refleksi </p><ol><li><p>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Komunikasi merek bukan sekadar menyampaikan pesan, tetapi tentang membangun pengalaman dan persepsi yang konsisten di setiap titik interaksi dengan audiens. Ini melibatkan:</p></li></ol><p>Storytelling yang autentik (bukan hanya iklan, tapi narasi yang relevan dengan nilai pelanggan).</p><p>Multisensori (visual, verbal, bahkan emosional).</p><p>Two-way communication (merek harus mendengar, bukan hanya berbicara).</p><ol start="2"><li><p>Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</p><p>"Pelanggan tidak membeli produk, mereka membeli ‘diri mereka yang lebih baik’."</p><p>Contoh: Nike tidak menjual sepatu, tapi "kemenangan atas diri sendiri" (Just Do It). Ini mengubah cara memposisikan merek—fokus pada manfaat emosional, bukan fitur.</p></li><li><p>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Sangat kritis! Konsistensi:</p></li></ol><p>Membangun kepercayaan (audiens tidak bingung dengan identitas merek).</p><p>Meningkatkan daya ingat (seperti McDonald’s yang selalu identik dengan warna kuning/merah dan "I’m Lovin’ It").</p><p>Menghindari dilusi makna (misal: jika merek mewah tiba-tiba diskon besar, citra rusak).</p><ol start="4"><li><p>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</p><p>Berhasil: Apple</p></li></ol><p>Konsistensi pesan ("Think Different", minimalis, inovasi) di semua media (iklan, packaging, retail store).</p><p>Gagal: Pepsi (Kendall Jenner ad)</p><p>Pesan tidak konsisten dengan nilai merek (dianggap memanfaatkan isu sosial secara dangkal).</p><ol start="5"><li><p>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Saya akan memilih "Friendly Mentor":</p></li></ol><p>Bahasa: Santai tapi informatif (seperti obrolan dengan pakar yang ramah).</p><p>Alasan: Membangun kedekatan tanpa kehilangan kredibilitas (cocok untuk merek edukasi/kreatif).</p><p>Contoh: "Kamu pasti bisa! Ini caranya..."</p><ol start="6"><li><p>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Brand Pyramid (karena mengkristalkan nilai inti yang jadi dasar semua komunikasi):</p></li></ol><p>Mulai dari functional benefits hingga emotional payoff (contoh: Starbucks bukan sekadar kopi, tapi "third place" antara rumah/kantor).</p><p>Jika pelanggan merasakan nilai tertinggi (misal: rasa memiliki), loyalitas terbentuk alami.</p><ol start="7"><li><p>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Membuat Customer Journey Map sebelum merancang konten:</p></li></ol><p>Identifikasi touchpoints (dari aware sampai beli).</p><p>Sesuaikan pesan di tiap fase (misal: fase "consideration" butuh testimoni, bukan hard sell).</p><p>Contoh: Untuk proyek UMKM, saya akan analisis pain points pelanggan di sosial media sebelum buat konten</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 05:40:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422828781</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422864167</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Ratih Humaira Kusuma</p><p>No. Absen: B-207</p><p>Program Studi: Manajemen</p><p>Univ: Nusa Mandiri</p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini? </p><p>Dengan adanya sesi pembelajaran pada hari ini, saya lebih memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya perihal promosi ataupun sekedar iklan, tetapi bagaimana sebuah brand dapat membangun hubungan emosional dalam jangka panjang dengan seorang audiens melalui pesan yang konsisten dan penggunaan media yang tepat.</p><p><br/></p><p>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu. </p><p>Menurut saya, insight yang paling mengena adalah penggunaan tone of voice dalam menciptakan kepribadian suatu brand. Karena dengan adanya tone of voice ini, suatu brand dapat memengaruhi persepsi dan kedekatan emosional terhadap audiens. Selain itu, tone of voice juga berperan dalam membuat brand menjadi lebih diingat oleh audiens. </p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand? </p><p>Menurut pendapat saya, konsistensi pada sebuah pesan dan media komunikasi dalam sebuah brand memiliki peran yang sangat penting. Karena dengan adanya konsistensi, dapat meningkatkan rasa percaya audiens terhadap brand dan membantu brand dalam membangun identitas yang kuat. </p><p><br/></p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini. </p><p>Menurut saya, contoh brand yang berhasil dalam melakukan konsistensi pada sebuah pesan dan penggunaan media komunikasi adalah brand Apple. Karena dalam hal ini, brand Apple berhasil menjaga konsistensi komunikasi mereka dengan penggunaan pesan "innovation, simplicity, premium experience" dan penggunaan media komunikasi yang serba putih dengan video produk yang simple dalam tampilan iklan. </p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa? </p><p>Jika saya memiliki brand sendiri, saya ingin membangun dan menggunakan tone of voice yang inspiratif, hangat, dan nyaman. Karena saya yakin, bahwa dengan tone of voice yang seperti ini, dapat membuat audiens merasa lebih dekat dan tertarik pada brand. Selain itu, saya ingin membuat tone of voice yang dapat relevan dengan audiens muda seperti sekarang ini. </p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (brand pyramid, journey map, content calendar, tone guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya. </p><p>Menurut saya, tools yang paling powerful dalam membangun loyalitas pelanggan adalah customer journey map. Karena dengan adanya tools ini, sebuah brand dapat lebih mudah dalam memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan, sehingga dapat menciptakan pengalaman yang berkesan kepada pelanggan. </p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini? </p><p>Menurut saya, satu hal yang dapat saya terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi pada hari ini adalah dengan membuat content calendar. Karena dengan adanya content calendar ini, komunikasi yang saya ciptakan dapat menjadi lebih terstruktur, konsisten, dan sejalan dengan kebutuhan audiens.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 06:01:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422864167</guid>
      </item>
      <item>
         <title>24_Aprisca Ananda Rosdianty</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422902461</link>
         <description><![CDATA[<p>Aprisca Ananda Rosdianty</p><p>Teknik Informatika</p><p>Stmik Amikom Surakarta</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Saya jadi mengerti bahwa komunikasi merek bukan sekadar kegiatan promosi, melainkan tentang bagaimana sebuah brand membangun koneksi emosional yang kuat dan berkelanjutan dengan audiens melalui pesan yang terkoordinasi dan konsisten.</p></li><li><p><strong>Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.</strong><br>Hal yang paling membekas bagi saya adalah pentingnya "tone of voice" dalam menyampaikan pesan brand. Ternyata, gaya berbicara yang digunakan bisa sangat memengaruhi cara audiens memandang dan merespons brand tersebut.</p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Menurut saya, konsistensi sangat krusial. Dengan menyampaikan pesan yang konsisten, brand menjadi lebih mudah dikenali dan mendapatkan kepercayaan. Jika tidak konsisten, identitas brand bisa menjadi kabur dan audiens pun bisa kehilangan rasa percaya.</p></li><li><p><strong>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br>Nike adalah salah satu contoh brand yang sukses dalam hal ini. Mereka selalu konsisten dalam menyampaikan pesan-pesan tentang motivasi dan pemberdayaan, baik melalui iklan, media sosial, maupun kerja sama dalam berbagai acara.</p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Saya ingin menciptakan tone of voice yang terasa ramah, membangkitkan semangat, dan penuh kehangatan, karena saya percaya pendekatan emosional seperti itu dapat membuat audiens merasa lebih terhubung dan setia dengan brand.</p></li><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br>Menurut saya, Journey Map adalah alat yang paling kuat untuk membangun loyalitas, karena memungkinkan kita melihat dan memahami setiap langkah pengalaman pelanggan, sehingga kita bisa memberikan interaksi yang lebih personal dan berkesan.</p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Langkah nyata yang akan saya ambil adalah membuat panduan nada suara (Tone Guide) agar pesan-pesan brand saya memiliki gaya komunikasi yang seragam di semua platform.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 06:28:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422902461</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422961856</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Bamba Gusniara Harahap</p><p>Prodi : Sistem Informasi</p><p>Universitas: Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 07:07:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3422961856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA : MUH RAFLY FATCHUROHMAN </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423000624</link>
         <description><![CDATA[<p>PRODI : S1 INFORMATIKA </p><p>NO. ABSEN : 1</p><p>STMIK AMIKOM SURAKARTA. </p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Pemahaman Baru:</strong> Komunikasi merek bukan sekadar promosi, tetapi membangun narasi kohesif yang mencerminkan nilai, tujuan, dan kepribadian brand secara konsisten di semua touchpoint.</p></li><li><p><strong>Insight Paling "Mengena":</strong></p><ul><li><p><em>Emotional connection</em> lebih kuat daripada sekadar fitur produk. Contoh: Nike dengan "Just Do It" yang menginspirasi, bukan hanya menjual sepatu.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pentingnya Konsistensi:</strong></p><ul><li><p>Krusial untuk membangun kepercayaan dan pengenalan merek. Ketidakonsistenan bisa membingungkan audiens dan melemahkan identitas brand.</p></li></ul></li><li><p><strong>Contoh Brand:</strong></p><ul><li><p><strong>Sukses:</strong> Apple (desain &amp; pesan minimalis di semua media).</p></li><li><p><strong>Gagal:</strong> Pepsi (kampung "Live for Now" 2017 dianggap dangkal dan tidak autentik).</p></li></ul></li><li><p><strong>Tone of Voice untuk Brand Sendiri:</strong></p><ul><li><p>Ramah, informal, namun informatif (seperti Warby Parker) untuk mendekatkan diri dengan audiens muda.</p></li></ul></li><li><p><strong>Tool Paling Powerful:</strong></p><ul><li><p><strong>Brand Pyramid</strong> karena membantu mendefinisikan inti brand (purpose, nilai, manfaat) yang jadi fondasi loyalitas pelanggan jangka panjang.</p></li></ul></li><li><p><strong>Aksi Konkret:</strong></p><ul><li><p>Membuat <em>content calendar</em> untuk menjamin konsistensi pesan dan evaluasi touchpoint brand menggunakan <em>journey map</em>.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 07:36:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423000624</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423120075</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Nelly Dwi Adisti</p><p>Program Studi : Administrasi Bisnis</p><p>Universitas : Universitas Yudharta Pasuruan</p><p>&nbsp;</p><ol><li><p>Komunikasi merek merupakan proses menyampaikan pesan yang mencerminkan nilai, identitas, dan janji sebuah merek kepada audiens target melalui berbagai saluran secara konsisten. Dalam proses ini, terdapat beberapa kunci utama yang harus diperhatikan, yaitu konsistensi pesan, kejelasan informasi, relevansi dengan kebutuhan audiens, serta kemampuan membangun keterikatan emosional. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, komunikasi merek dapat berjalan efektif dan memperkuat posisi merek di benak konsumen.</p></li><li><p>Satu ide yang paling mengena bagi saya adalah pentingnya konsistensi dalam komunikasi merek. Konsistensi membuat pesan yang disampaikan selalu selaras di berbagai saluran, sehingga audiens mudah mengenali dan mempercayai merek. Dengan menjaga konsistensi, identitas dan nilai merek akan semakin kuat tertanam di benak konsumen.</p></li><li><p>Konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand sangat penting karena menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan dan pengenalan merek. Ketika pesan disampaikan secara konsisten, audiens akan lebih mudah mengingat dan memahami nilai serta identitas brand tersebut. Selain itu, konsistensi membantu menciptakan pengalaman yang harmonis di berbagai titik kontak, sehingga memperkuat hubungan emosional dengan konsumen. Tanpa konsistensi, pesan bisa menjadi membingungkan dan melemahkan citra merek di mata publik.</p></li><li><p>Bear Brand berhasil menempel kuat di benak konsumen dengan menjaga kualitas susu yang melalui proses pemurnian UHT ketat, sehingga rasa dan manfaatnya selalu konsisten. Identitas visual seperti logo beruang, warna merah khas, dan slogan “Selalu Jadi Andalan” digunakan secara konsisten di kemasan, iklan televisi, dan media sosial, membuat merek ini mudah dikenali. Kampanye iklan Bear Brand menampilkan sosok naga putih yang melambangkan kemurnian susu dan kekuatan melawan penyakit, memperkuat pesan keandalan produk. Strategi ini menjadikan Bear Brand bukan hanya produk susu biasa, tetapi simbol kepercayaan dan kualitas yang melekat kuat di pikiran konsumen.</p></li><li><p>Jika saya memiliki brand sendiri, saya ingin membangun nada suara yang ramah, inspiratif, dan percaya diri. Nada ini akan menciptakan hubungan yang hangat dan dekat dengan audiens, sekaligus memotivasi mereka untuk percaya pada nilai dan produk yang saya tawarkan. Dengan tone yang konsisten seperti ini, brand saya dapat terlihat autentik dan mudah diingat, sehingga membangun loyalitas jangka panjang. Saya percaya bahwa komunikasi yang bersahabat namun profesional akan membuat audiens merasa dihargai dan terinspirasi untuk terus terhubung dengan brand.</p></li><li><p>Menurut saya, Brand Pyramid adalah tools yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan. Hal ini karena Brand Pyramid membantu merek memahami dan mengkomunikasikan nilai inti, manfaat, serta alasan emosional yang membuat pelanggan merasa terhubung secara mendalam dengan brand. Dengan fondasi yang kuat dari Brand Pyramid, strategi komunikasi dan pengalaman pelanggan dapat dirancang secara konsisten dan relevan, sehingga menciptakan ikatan emosional yang langgeng. Loyalitas pelanggan tumbuh ketika mereka tidak hanya puas secara fungsional, tetapi juga merasa bahwa brand tersebut mewakili nilai dan identitas yang mereka hargai.</p></li><li><p>Satu hal konkret yang bisa saya terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding adalah memastikan konsistensi tone of voice di semua saluran komunikasi. Dengan menjaga nada suara yang sama, pesan merek akan lebih mudah dikenali dan membangun hubungan emosional yang kuat dengan audiens. Konsistensi ini juga membantu memperkuat identitas brand dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Saya percaya bahwa komunikasi yang terarah dan konsisten akan membuat proyek branding saya lebih efektif dan berdampak jangka panjang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 09:18:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423120075</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423163767</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Ade Raffa</p><p>Prodi : Manajemen</p><p>Universitas Terbuka </p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Pemahaman baru tentang komunikasi merek:</strong></p><p>Pemahaman baru yang saya dapatkan adalah bahwa <strong>komunikasi merek harus punya arah dan kepribadian yang konsisten</strong>, bukan hanya fokus pada promosi. Komunikasi yang baik itu bukan sekedar menyampaikan informasi, tapi tentang bagaimana sebuah brand bisa <em>bercerita</em>, membangun kedekatan, dan menciptakan pengalaman emosional bagi audiensnya.</p><p><br/></p></li><li><p> (Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.) : </p><p>Satu ide yang paling “ngena” buat saya dari sesi hari ini adalah pentingnya <em>brand voice</em> yang konsisten dan autentik dalam membangun hubungan emosional dengan audiens. </p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Menurut saya, konsistensi adalah <em>kunci utama</em> dalam membangun kepercayaan dan pengenalan merek. Kalau sebuah brand bisa mempertahankan pesan, tone, dan visual yang sama di berbagai platform, audiens jadi lebih mudah mengenali dan mengingat brand tersebut. Konsistensi menciptakan kesan profesional dan meyakinkan.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p> (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.) : </p><ul><li><p>Contoh brand yang sangat berhasil dalam hal ini adalah <strong>Nike</strong>. Dari iklan, media sosial, hingga kemasan produknya — mereka selalu menyampaikan pesan yang berfokus pada semangat sportivitas, keberanian, dan dorongan untuk "Just Do It". Bahkan ketika mereka bicara tentang isu sosial, tone-nya tetap selaras dengan identitas brand.</p></li><li><p>Sebaliknya, brand yang sering berubah-ubah pesannya bisa bikin audiens bingung. Misalnya, ada beberapa startup yang awalnya branding-nya casual dan dekat dengan anak muda, tapi tiba-tiba berubah jadi super korporat — hal ini bisa bikin kehilangan basis audiens yang awalnya tertarik.</p><p><br/></p></li></ul></li><li><p>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice)<br>yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Kalau saya punya brand sendiri, saya ingin membangun tone yang <strong>hangat, optimis, dan empowering</strong>. Saya ingin audiens merasa brand ini seperti teman dekat yang bisa dipercaya, memberi semangat, dan hadir di saat mereka butuh inspirasi. Tone seperti ini cocok untuk brand yang ingin membangun komunitas atau lifestyle yang positif dan suportif.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="6"><li><p><strong>Tools yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan:</strong></p><p>Menurut saya, <strong>Tone Guide</strong> adalah yang paling powerful. Soalnya, tone yang konsisten akan membentuk kepribadian brand dalam jangka panjang. Dengan tone yang tepat dan terjaga di setiap touchpoint, brand jadi terasa lebih "hidup" dan punya karakter yang bisa dikenali. Ini penting banget buat membangun emotional connection, yang jadi kunci loyalitas jangka panjang.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="7"><li><p><strong>Hal konkret yang bisa saya terapkan setelah materi ini:</strong></p><p>Saya ingin mulai menyusun <strong>Tone Guide</strong> dan menerapkannya secara konsisten dalam semua materi komunikasi di proyek pribadi saya, terutama di media sosial. Saya sadar selama ini kadang tone-nya masih berubah-ubah. Dengan panduan yang jelas, saya bisa lebih konsisten dan membuat audiens merasa lebih terhubung dengan pesan yang saya sampaikan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 09:55:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423163767</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423287621</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Bezaliel Digdaya Putra Yeningmas</p><p>No. Absen : 106</p><p>PRODI : S1 Musik</p><p>Universitas Negeri Surabaya</p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?<br>Saya jadi lebih paham bahwa komunikasi merek bukan hanya soal desain logo atau slogan menarik, tapi juga bagaimana sebuah brand membangun hubungan emosional dan pengalaman yang konsisten di setiap titik interaksi dengan audiensnya.</p><p>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu!<br>Insight paling mengena adalah bahwa brand bukan hanya apa yang kita katakan tentang diri kita, tapi apa yang orang lain rasakan dan katakan tentang kita. Ini membuat saya sadar pentingnya empati dalam menyusun pesan brand.</p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?<br>Sangat penting. Konsistensi membuat audiens lebih mudah mengenali dan mempercayai brand. Tanpa konsistensi, brand bisa terlihat membingungkan atau tidak profesional.</p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini!<br>Contoh brand yang berhasil: Apple – konsisten dari desain, pesan iklan, hingga cara berkomunikasi di media sosial.<br>Contoh yang kurang berhasil: Yahoo! – sering berubah logo dan arah komunikasi, jadi membingungkan audiens.</p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?<br>Saya ingin membangun tone of voice yang friendly, insightful, dan sedikit playful, karena saya ingin brand saya terasa dekat tapi tetap memberi nilai tambah dan tidak membosankan.</p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand pyramid, journey map, content calendar, tone guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.<br>Menurut saya, journey map paling powerful karena membantu kita memahami pengalaman pelanggan secara menyeluruh – dari sebelum kenal brand sampai jadi pelanggan setia. Ini jadi dasar untuk menciptakan komunikasi yang relevan di setiap tahap.</p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?<br>Saya ingin mulai membuat content calendar agar komunikasi brand saya lebih terstruktur, konsisten, dan bisa direncanakan berdasarkan kebutuhan dan momen penting audiens.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 12:00:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423287621</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423294021</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap: Maria Glori Talan</p><p>Program studi: S1 Manajemen</p><p>Universitas: Perbanas Institute</p><p><br/></p><ol><li><p>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek<br>setelah sesi hari ini?</p><p>: komunikasi merek bukan hanya sekedar berkomunikasi melalui promosi atau iklan yang kita tawarkan, tetapi bagaimana kita membangun hubungan jangka panjang dengan audiens, dengan komunikasi yang konsisten, emosional sehingga dapat menciptakan suatu loyalitas pelaggan. </p><p><br/></p></li><li><p> (Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.)</p><p>: Costumer Journey Map, hal yang penting, karena dari pelanggan memiliki story dari tingkat awareness sampai advocacy yang membutuhkan pendekatan yang berbeda, hal ini membuat saya sadar bahwa membuat konten adalah hal penting supaya tepat sasaran pada audiens yang kita targetkan. </p><p><br/></p></li><li><p>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan<br>media komunikasi sebuah brand?</p><p>: bicara soal konsistensi merupakan hal yang sangat berpengaruh kepada audiens, kalau tidak ada konsistensi maka pesan yang kita sampaikan tidak akan tersampaikan dan menjadi dampak yang negatif bagi brand kita dengan kebingungan yang dialami oleh audiens dan hilangnya kepercayaan. </p><p><br/></p></li><li><p> (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal<br>ini.)</p><p>: apple, selalu menyampaikan komunikasi yang simple, elegan dan fokus kepada inovasi, muali dari desai kemasan, gaya iklan, gaya bicara peluncuran produk, semuanya menggambarkan nilai simplicity dan premium quality. </p><p><br/></p><p>yang gagal : </p><p>BlackBerry, yang dulunya dikenal sebagai ponsel profesional dengan keyboar fisik, tetapi mereka gagal menjaga narasi itu di saat tren smarthphone mulai berkembang, komunikasi yang diberikan tidak jelas, dan sampai sekarang produk itu tertinggal jaman dan sudah tidak lagi dilihat oleh dunia. </p><p><br/></p></li><li><p>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice)<br>yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>: Costumer Journey Map, positif, menyemangati, menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan brand saya secara konsisten, supaya pesannya tersampaikan. </p><p><br/></p></li><li><p>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content<br>Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk<br>membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>: menurut saya adalah journey map, karena melalui ini kita bisa mengenal dan menjalin interaksi, menyiapkanpesan apa yang ingin kita sampaikan dan strategi yang tepat. </p><p><br/></p></li><li><p>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau<br>tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>: tone of voice guide untuk personal branding untuk di media sosial, bisa konsisten dan sesuai dengan apa yang saya mau. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 12:06:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423294021</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423304573</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Nurul Istiqomah</p><p>Prodi: Informatika</p><p>Universitas: Universitas Perwira Purbalingga</p><p><br/></p><ol><li><p>Berdasarkan pemaparan materi hari ini, saya jadi paham bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi atau iklan, tapi tentang membangun hubungan emosional jangka panjang dengan audiens.</p></li><li><p>Insight yang paling mengena adalah pentingnya konsistensi dan storytelling dalam membentuk loyalitas pelanggan. </p></li><li><p>Konsistensi sangat penting karena membantu menciptakan identitas merek yang kuat dan mudah dikenali. </p></li><li><p>Contohnya<em> </em>adalah tokopedia berhasil mempertahankan pesan “Mulai Aja Dulu” di berbagai platform dengan gaya visual dan nada suara yang konsisten. Sebaliknya, beberapa merek lokal sering berubah-ubah gaya kontennya sehingga membingungkan audiens. </p></li><li><p>Jika saya memiliki brand sendiri, saya ingin tone of voice yang ramah dan jujur. Karena saya percaya, brand yang bisa berkomunikasi baik dengan audiensnya secara hangat dan otentik lebih mudah mendapatkan kepercayaan.</p></li><li><p>Menurut saya yang paling powerful adalah Customer Journey Map karena membantu memahami kebutuhan dan pengalaman pelanggan di tiap tahap. Dengan memahami ini, kita bisa menyusun strategi konten dan promosi yang lebih tepat sasaran dan relevan.</p></li><li><p>Saya ingin mulai membuat kalender konten untuk proyek branding saya agar komunikasi yang saya bangun lebih terstruktur, konsisten, dan tepat waktu. Ini juga membantu dalam kolaborasi tim.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 12:16:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423304573</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423318886</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama asep kuswendi</p><p>no absen 61</p><p>manajemen s1</p><p>Universitas Garut</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p> 1. Pemahaman baru tentang komunikasi merek</p><p>Dari sesi hari ini, saya  memahami kalau komunikasi merek itu tida cuma soal bikin iklan yang keren atau logo yang bagus. Ternyata komunikasi merek yang bagus itu harus nyambung ke perasaan konsumen dan konsisten di semua tempat. Yang penting juga adalah gimana cara menyampaikan nilai-nilai merek dengan cara yang mudah diingat dan bikin orang percaya sama produk kita.</p><p> 2. Insight yang paling mengena</p><p>Yang paling bikin dapat  menurut saya adalah bahwa "merek yang kuat itu dibangun dari dalam". Maksudnya, nilai-nilai internal perusahaan harus tercermin dalam komunikasi eksternal. Kalau karyawan dan tim internal nggak "hidup" sesuai nilai merek, konsumen bakal bisa merasakan ketidaktulusan itu. Jadi membangun merek yang kuat harus dimulai dari budaya internal dulu.</p><p>3. Pentingnya konsistensi dalam komunikasi brand</p><p>Menurut saya, konsistensi itu sangat penting karena jika kita melihat atau mengambil contoh McD hari ini pakai warna merah-kuning, besok tiba-tiba jadi biru-hijau, terus pesannya juga berubah-ubah. Kita sebagai konsumen jadi bingung dan nggak percaya sama mereknya.</p><p>Contoh sukses: Teh Botol Sosro - dari dulu konsisten dengan pesan "Ahlinya Teh" dan rasa yang sama, kemasan yang evolusinya pelan, dan komunikasi yang selalu mengedepankan kehangatan kebersamaan.</p><p>Contoh gagal: Ruangguru yang pernah berubah fokus komunikasi dari platform belajar jadi lebih ke layanan private. Banyak orang yang jadi bingung dengan positioning mereka yang berubah-ubah.</p><p>5. Tone of voice :</p><p>Untuk brand minuman lemon yang pengen saya buat, saya mau punya tone of voice yang:</p><p>Segar dan ceria: Kayak rasa lemon yang bikin seger!</p><p>Ramah dan santai: Ngobrol sama temen, nggak kaku</p><p>menjelaskan manfaat dari lemon itu sendiri</p><p>Alasannya karena saya pengen brand minuman lemon ini jadi temen sehari-hari konsumen yang bikin mood mereka naik dan mengandung manfaat yang besar. Lemon kan seger, asem-asem gimana gitu, jadi tone of voice-nya juga harus segar  yang bikin orang semangat!</p><p> 6. Tools yang paling powerful untuk loyalitas pelanggan</p><p>Menurut saya Content Calendar yang paling berpengaruh atau mempermudah Karena:</p><p>1. Content Calendar bikin kita konsisten posting konten, jadi orang terus-terusan inget sama brand kita</p><p>2. Kita bisa rencanain konten yang sesuai sama momen tertentu (kayak Ramadhan, liburan, back to school)</p><p>3. Dengan posting rutin, kita bisa interaksi terus sama pelanggan</p><p>4. Kita jadi lebih terstruktur dan nggak kehabisan ide konten</p><p>5. Gampang ngukur mana konten yang berhasil dan mana yang enggak</p><p> 7. Hal konkret yang bisa diterapkan</p><p>Satu hal yang langsung bisa aku terapin adalah bikin Brand Guideline sederhana untuk semua proyek branding yang aku kerjain. Jadi mulai dari warna, font, gaya foto, sampai cara penulisan caption, semuanya aku standarisasi. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 12:28:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423318886</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Padlet Refleksi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423346671</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Dian Johan Partogi</p><p>No. Absen : 28</p><p>Asal Universitas : STMIK Indo Daya Suvana</p><p>Jurusan : Sistem Informasi</p><p>Divisi Junior Design Brand &amp; Mkt</p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan sekadar promosi, tapi tentang bagaimana brand menyampaikan nilai dan kepribadiannya secara konsisten di semua titik kontak dengan pelanggan.</p><p><br/></p><p>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.)</p><p>Insight yang paling mengena adalah bahwa sebuah brand harus punya “suara” yang unik dan otentik, karena hal ini bisa jadi pembeda utama di tengah banyaknya kompetitor.</p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Sangat penting. Konsistensi membuat brand lebih mudah dikenali, membangun kepercayaan, dan menciptakan pengalaman yang utuh bagi pelanggan.</p><p><br/></p><p>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</p><p>Contoh yang berhasil adalah Gojek. Mereka konsisten dalam tone komunikasinya yang santai dan relatable, baik di media sosial maupun aplikasi, sehingga terasa dekat dengan pengguna.</p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Saya ingin membangun tone yang ramah, optimis, dan ringan. Karena saya ingin brand saya terasa hangat dan membumi, sehingga pelanggan merasa nyaman dan terhubung secara emosional.</p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Menurut saya Journey Map paling powerful karena bisa membantu memahami apa yang dirasakan dan dibutuhkan pelanggan di setiap tahap interaksi dengan brand, sehingga kita bisa menciptakan pengalaman yang lebih personal dan memuaskan.</p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Saya akan mulai menyusun Tone Guide untuk memastikan semua konten dan komunikasi dari brand saya konsisten dan sesuai dengan kepribadian brand.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 12:50:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423346671</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423377798</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama : Wakhid Pramadya Putra</strong></p><p><strong>Prodi : Sistem Informasi</strong></p><p><strong>Universitas : Universitas Amikom Yogyakarta</strong></p><p><br/></p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Saya jadi paham kalau komunikasi merek itu bukan cuma soal promosi, tapi lebih ke bagaimana membangun hubungan jangka panjang sama audiens lewat pesan yang konsisten dan platform yang pas.</p><p><strong>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong><br>Yang paling ngena buat saya itu pentingnya menyampaikan pesan brand yang punya sisi emosional. Karena lewat emosi, orang bisa lebih terhubung dan lebih gampang ingat sama brand-nya.</p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Menurut saya, konsistensi itu penting banget. Soalnya bisa ngebangun kepercayaan, memperkuat identitas brand, dan bikin audiens lebih loyal. Kalau nggak konsisten, brand bisa kelihatan nggak serius dan bikin bingung.</p><p><strong>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br>Saya lihat Tokopedia berhasil banget dalam hal ini. Dari tone komunikasinya yang ramah, warna hijau yang khas, sampai pesan “Mulai Aja Dulu” itu semuanya konsisten dan gampang dikenali.</p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br>Kalau saya punya brand sendiri, saya pengen tone-nya santai tapi tetap semangat. Supaya bisa terasa dekat sama audiens, dan cocok buat anak muda yang suka gaya kasual tapi tetap positif.</p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br>Menurut saya yang paling powerful itu Tone of Voice Guide. Soalnya bisa bantu nyatuin gaya komunikasi di semua platform dan tim, jadi brand-nya terasa lebih kuat dan khas.</p><p><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Saya bakal mulai bikin dan pakai Content Calendar supaya bisa lebih teratur dalam bikin konten dan tetap jaga konsistensi pesan brand yang saya kerjain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 13:11:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423377798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas Refleksi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423445007</link>
         <description><![CDATA[<p>Abel Aprilia Suryadana</p><p>102</p><p>S1 Sastra Jerman</p><p>Universitas Negeri Surabaya</p><p><br/></p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setelah mempelajari materi komunikasi merek hari ini, saya dapat memahami bahwa komunikasi merek adalah cara sebuah Perusahaan atau merek menyampaikan siapa mereka, apa yang mereka tawarkan, dan apa yang mereka janjikan kepada pelanggan. Tujuannya adalah agar orang-orang mengenali, percaya, dan menyukai merek tersebut. Komunikasi ini bisa disampaikan melalui iklan, media sosial, logo, warna, slogan, kemasan, dan cara perusahaan berbicara dengan pelanggan. Hal yang penting dalam komunikasi merek adalah menyampaikan pesan yang jelas dan konsisten, sehingga orang bisa mengenali dan mengingat merek tersebut dengan baik.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Insight yang paling “mengena” dari materi ini, menurut saya pribadi, bahwa <em>brand</em> atau merek bukan hanya perihal logo atau warna, tapi juga perihal perasaan yang ditinggalkan di hati audiens atau pelanggan. <em>Brand</em> atau merek yang sukses dalam mengomunikasikan pesannya, akan memberikan pengalaman dan emosi tersendiri kepada audiens atau pelanggan yang dirasakan saat berinteraksi dengan brand tersebut. Dan pengalaman dan emosi ini akan senantiasa diingat oleh mereka.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pentingnya konsistensi dalam komunikasi merek adalah; 1. Untuk membangun identitas yang jelas (misalnya warna, logo, gaya bahasa) agar audiens atau pelanggan bisa mengenali dan mengingat suatu merek; 2. Menumbuhkan kepercayaan kepada audiens; 3. Memperkuat pesan utama dengan terus mengulang pesan yang sama (misalnya slogan, nilai, atau kelebihan produk), audiens atau pelanggan akan lebih mudah memahami apa yang ingin disampaikan oleh merek atau <em>brand</em>; 4. Efektivitas lebih tinggi di berbagai media; 5. Menciptakan pengalaman <em>brand</em> atau merek yang terpadu di setiap media sosial kepada audiens atau pelanggan.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut saya, salah satu merek yang berhasil dalam aspek komunikasi merek adalah “Erigo”. “Erigo” berhasil menjaga konsistensi dalam membangun citra sebagai <em>brand fashion</em> anak muda yang <em>trendy</em>, simpel, dan terjangkau. “Erigo” aktif banget di media sosial dan berhasil masuk ke pasar internasional, bahkan sampai ikut New York Fashion Week. Aspek lain yang mendorong kesuksesan “Erigo” adalah kolaborasinya dengan <em>influencer</em> dan selebriti, gaya konten yang <em>edgy</em> dan menampilkan representatif anak muda, serta visual yang konsistensi di semua kanal.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jika saya memiliki <em>brand</em> sendiri, saya akan menggunakan gaya bahasa informal yang santai, ramah, dan gaul, namun tetap mengutamakan kaidah berbahasa yang baik. Tujuan utama penggunaan gaya bahasa ini agar <em>brand</em> atau merek saya dapat menjangkau audiens yang lebih luas di kalangan anak muda. Selain itu, gaya bahasa seperti ini bisa memberikan kesan bahwa <em>brand</em> saya merupakan <em>brand</em> yang mengikuti tren dan <em>timeless</em>.</p><p>&nbsp;</p><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut saya, <em>tool</em> yang paling kuat untuk membangun loyalitas pelanggan adalah Customer Journey Map. Adapaun alasannya adalah; 1. Kita jadi mengerti perjalanan pelanggan, karena <em>tool</em> ini membantu kita melihat langkah-langkah yang dilalui pelanggan, dari pertama kenal <em>brand</em> sampai setelah beli; 2. Mengetahui letak kekecewaan atau kepuasan pelanggan atau audiens; 3. Dapat memberikan pengalaman yang lebih pribadi, karena <em>tool</em> ini melihatkan kebutuhan audiens atau pelanggan di setiap tahap, sehingga kita bisa memberikan informasi, layanan, atau promo yang sesuai; 4. Membuat pengalaman jadi konsisten, karena <em>tool</em> ini memberikan pemahaman atas perjalanan audiens atau pelanggan, maka pelayanan dan komunikasi <em>brand</em> bisa lebih rapi dan konsisten.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Satu hal konkret yang dapat diterapkan setelah mempelajari materi ini adalah menjaga konsistensi merek dalam mengomunikasikan sebuah produk atau karya di setiap media sosial agar identitas kita dapat dikenali oleh audiens.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 13:56:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423445007</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Lengkap: Moh Ihsan Al Mizani Program Studi: Ekonomi SyariahUniversitas: Universitas Suryakancana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423539666</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Hari ini aku menyadari bahwa komunikasi merek tidak sekadar aktivitas promosi, tetapi lebih pada membangun ikatan emosional jangka panjang dengan audiens lewat pesan yang terstruktur dan konsisten.</p><p>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.</p><p>Hal yang paling membekas buatku adalah pentingnya gaya bicara atau tone of voice dalam menyampaikan pesan brand. Cara penyampaian ternyata sangat berpengaruh terhadap cara audiens memandang sebuah brand.</p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Konsistensi itu krusial. Dengan pesan yang konsisten, brand lebih mudah dikenali dan menumbuhkan kepercayaan. Kalau tidak konsisten, brand bisa kehilangan identitas serta hubungan dengan audiensnya.</p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</p><p>Nike menurutku jadi contoh sukses—mereka selalu menunjukkan pesan motivasi dan pemberdayaan secara konsisten di berbagai platform, mulai dari iklan, sosial media, sampai acara-acara besar.</p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Aku ingin menghadirkan tone yang hangat, optimis, dan memotivasi. Karena aku percaya, audiens akan merasa lebih terhubung dan nyaman dengan brand yang memberi kesan positif dan menyentuh hati.</p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Journey Map menurutku paling berpengaruh karena memungkinkan kita memahami perjalanan pelanggan secara menyeluruh. Dengan begitu, kita bisa menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan bermakna di tiap tahapnya.</p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Langkah pertama yang akan aku ambil adalah menyusun Tone Guide yang jelas, supaya semua pesan dan konten brand-ku bisa terdengar konsisten di berbagai media.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 15:01:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423539666</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas Refleksi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423601445</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Salsabila Fi Baiti </strong></p><p><strong>Desain Mode Batik </strong></p><p><strong>Institut Seni Indonesia Surakarta </strong></p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p><br/></p><p>Setelah sesi ini, pemahaman saya tentang komunikasi merek semakin mendalam. Saya menyadari bahwa komunikasi merek bukan hanya sekadar menyampaikan pesan tentang produk atau layanan, tetapi juga tentang membangun <strong>hubungan emosional </strong>yang kuat dengan audiens. Hal ini melibatkan pemahaman mendalam tentang <strong>nilai-nilai merek, kepribadian merek, dan target audiens </strong>untuk menciptakan narasi yang <strong>konsisten, autentik, </strong>dan <strong>relevan</strong> di seluruh titik kontak. Saya juga lebih memahami pentingnya <strong>strategi komunikasi yang terintegrasi </strong>untuk memastikan pesan merek tersampaikan secara efektif dan berdampak.</p><p><br/></p><p>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.)</p><p><br/></p><p>Salah satu insight yang paling mengena bagi saya adalah pentingnya <strong>"mendengarkan" audiens</strong> dalam komunikasi merek. Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang memahami kebutuhan, keinginan, dan percakapan yang terjadi di sekitar merek kita. Dengan aktif mendengarkan dan merespons audiens, merek dapat membangun <strong>loyalitas, advokasi, </strong>dan <strong>hubungan jangka panjang</strong> yang lebih kuat. Ini mengubah pandangan saya dari komunikasi satu arah menjadi dialog yang berkelanjutan.</p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p><br/></p><p>Menurut saya, <strong>konsistensi</strong> adalah <strong>sangat penting</strong> dalam pesan dan media komunikasi sebuah merek. Konsistensi menciptakan <strong>kejelasan, kepercayaan, dan pengakuan </strong>di benak konsumen. Ketika pesan merek disampaikan secara konsisten melalui berbagai saluran komunikasi, audiens akan lebih mudah memahami <strong>identitas merek</strong>, <strong>nilai-nilai</strong>, dan <strong>janji merek</strong>. Inkonsistensi dapat menyebabkan kebingungan, merusak kredibilitas merek, dan bahkan menjauhkan konsumen. Konsistensi membangun <strong>koherensi</strong> dan memperkuat <strong>citra merek</strong> secara keseluruhan.</p><p><br/></p><p>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</p><p><strong>Merek Berhasil (Konsisten):</strong></p><p><strong>Dove: </strong>Dove secara konsisten mengkomunikasikan pesan tentang kecantikan yang sesungguhnya dan penerimaan diri melalui kampanye "Real Beauty." Mereka menggunakan berbagai media, mulai dari iklan televisi, media sosial, hingga produk mereka sendiri, dengan pesan dan visual yang senada. Fokus mereka pada representasi tubuh yang beragam dan menentang standar kecantikan konvensional telah membangun citra merek yang kuat dan loyalitas pelanggan yang menghargai nilai-nilai tersebut. Nada suara mereka selalu positif, inklusif, dan memberdayakan.</p><p><br/></p><p><strong>Merek Gagal (Tidak Konsisten):</strong></p><p>Salah satu contoh merek yang menurut saya pernah mengalami tantangan dalam hal konsistensi komunikasi adalah <strong>RadioShack</strong>.</p><p><br/></p><p>Dahulu dikenal sebagai toko elektronik yang menjual berbagai komponen dan perangkat, RadioShack berjuang untuk mempertahankan relevansinya di era digital dan perubahan perilaku konsumen. Salah satu masalah yang mereka hadapi adalah kurangnya konsistensi dalam pesan dan positioning merek mereka.</p><p><br/></p><p>Akibat kurangnya konsistensi dalam pesan, pengalaman, dan positioning merek, RadioShack kesulitan untuk mempertahankan basis pelanggan mereka dan bersaing dengan peritel elektronik lain yang memiliki identitas merek yang lebih jelas dan komunikasi yang lebih terarah. Hal ini berkontribusi pada penurunan bisnis mereka dan akhirnya pengajuan kebangkrutan beberapa kali.</p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p><br/></p><p>Jika saya memiliki merek sendiri, saya ingin membangun nada suara yang <strong>ramah</strong>, <strong>informatif</strong>, dan <strong>otentik</strong>.</p><p><br/></p><p><strong>• Ramah</strong>: Nada suara yang ramah akan membuat audiens merasa diterima dan dihargai, membangun hubungan yang lebih dekat dan personal.</p><p><strong>• Informatif</strong>: Menyediakan informasi yang relevan dan bermanfaat akan menunjukkan keahlian dan membangun kepercayaan audiens terhadap merek.</p><p><strong>• Otentik</strong>: Menjadi diri sendiri dan jujur dalam berkomunikasi akan menciptakan koneksi yang lebih tulus dan menghindari kesan dibuat-buat.</p><p><br/></p><p>Saya memilih nada suara ini karena saya percaya bahwa merek yang sukses adalah merek yang membangun <strong>komunitas</strong> dan memberikan nilai kepada audiensnya, bukan hanya sekadar menjual produk atau layanan.</p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p><br/></p><p>Menurut saya, <strong>Journey Map</strong> adalah salah satu tools yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan. Journey Map memungkinkan kita untuk memvisualisasikan seluruh<strong> pengalaman pelanggan</strong> saat berinteraksi dengan merek, dari awal hingga akhir. Dengan memahami setiap tahapan, emosi, dan pain point pelanggan, kita dapat mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan pengalaman mereka di setiap sentuhan. Ketika pelanggan merasa dipahami, dilayani dengan baik, dan memiliki pengalaman yang positif secara konsisten, ini akan membangun kepercayaan dan loyalitas yang kuat. Dengan memetakan perjalanan pelanggan, kita dapat merancang komunikasi dan layanan yang lebih relevan, personal, dan memenuhi kebutuhan mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan retensi dan advokasi pelanggan.</p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p><br/></p><p>Satu hal konkret yang bisa saya terapkan adalah mengembangkan Tone Guide yang detail dan terdokumentasi untuk setiap proyek branding yang saya kerjakan. Setelah memahami betapa pentingnya konsistensi dalam komunikasi merek, saya akan memastikan bahwa setiap elemen komunikasi, baik tulisan, visual, maupun interaksi, memiliki panduan nada suara yang jelas. Ini akan membantu saya dan tim untuk menyampaikan pesan merek secara konsisten, autentik, dan sesuai dengan kepribadian merek di berbagai platform dan dalam berbagai jenis konten. Dengan adanya Tone Guide, saya dapat memastikan bahwa setiap komunikasi merek memperkuat identitas dan membangun hubungan yang lebih baik dengan audiens.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 15:48:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423601445</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423617553</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama : Jessi Ananta Simanjuntak</strong></p><p><strong>Prodi : Agribisnis</strong></p><p><strong>Universitas : Universitas Udayana</strong></p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek<br>setelah sesi hari ini?</strong></p><p>Saya jadi lebih memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tapi tentang bagaimana sebuah brand membangun hubungan emosional yang konsisten dan bermakna dengan audiens. Semua elemen komunikasi visual, pesan, hingga platform harus selaras dengan identitas merek.</p></li><li><p><strong>Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu!</strong></p><p>Insight yang paling mengena bagi saya adalah pentingnya <em>tone of voice</em> dalam menciptakan persepsi yang tepat di benak konsumen. Nada suara yang konsisten bisa membentuk karakter merek yang kuat dan mudah diingat.</p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan<br>media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sangat penting karena bisa memperkuat identitas merek, membangun kepercayaan, dan menciptakan pengalaman yang utuh bagi pelanggan di berbagai touchpoint.</p></li><li><p><strong>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini!</strong></p><p>Salah satu merek yang menurut saya berhasil adalah <strong>Gojek</strong>. Mereka konsisten dalam menyampaikan pesan bahwa mereka hadir untuk mempermudah hidup sehari-hari, baik lewat visual, bahasa, maupun media kampanye mereka yang dekat dengan keseharian masyarakat.</p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice)<br>yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong></p><p>Jika saya punya brand sendiri, saya ingin membangun tone of voice yang hangat, bersahabat, dan jujur. Karena saya ingin brand saya terasa dekat dengan pelanggan dan memberikan kesan nyaman serta bisa dipercaya.</p></li><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya!</strong></p><p>Menurut saya, <strong>Tone Guide</strong> adalah tools paling powerful karena ia menjadi fondasi komunikasi brand ke luar. Tone Guide membantu semua pihak yang terlibat menjaga konsistensi cara brand berbicara, baik di media sosial, iklan, maupun layanan pelanggan.</p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau<br>tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p>Saya akan mulai membuat Content Calendar untuk proyek branding saya agar komunikasi lebih terstruktur, terencana, dan tetap konsisten sesuai dengan brand identity.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 16:00:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423617553</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yarraherenda</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423617799</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Yarra Air Herenda</p><p>Program Studi : Fotografi </p><p>Universitas : Isi Surakarta</p><p><br/></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya menyadari bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang membangun hubungan emosional yang konsisten dengan audiens. Setiap elemen komunikasi, mulai dari visual hingga nada suara, harus selaras untuk menciptakan identitas merek yang kuat dan terpercaya.​</p><p><br/></p><p>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.</p><p>Salah satu insight yang paling mengena adalah pentingnya konsistensi dalam nada suara (tone of voice). Nada suara yang konsisten membantu merek membangun kepribadian yang dapat dikenali dan dipercaya oleh audiens, sehingga memperkuat hubungan emosional dan loyalitas pelanggan. ​</p><p><br/></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</p><p>Konsistensi sangat penting karena membantu membangun kepercayaan dan pengenalan merek. Ketika pesan dan media komunikasi tidak konsisten, audiens bisa merasa bingung atau kehilangan kepercayaan terhadap merek tersebut. Sebaliknya, konsistensi memperkuat identitas merek dan memudahkan audiens mengenali serta mengingat merek tersebut. ​</p><p><br/></p><p>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</p><p>Berhasil: Nike adalah contoh merek yang konsisten dalam komunikasinya. Dengan slogan "Just Do It" dan pesan yang memberdayakan, Nike berhasil membangun identitas merek yang kuat dan inspiratif di berbagai platform.​</p><p><br/></p><p>Gagal: Pada tahun 2010, Gap mengganti logo ikoniknya tanpa penjelasan, yang menyebabkan reaksi negatif dari pelanggan. Perubahan mendadak ini menunjukkan kurangnya konsistensi dan pemahaman terhadap nilai emosional yang dimiliki pelanggan terhadap merek tersebut.</p><p>Allegrow</p><p>​</p><p><br/></p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Saya ingin membangun nada suara yang ramah, autentik, dan inspiratif. Nada suara seperti ini dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan audiens, menunjukkan bahwa merek saya peduli dan memahami kebutuhan mereka, serta menginspirasi mereka untuk mencapai tujuan mereka bersama merek saya.​</p><p><br/></p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Menurut saya, Tone Guide adalah alat yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan. Dengan panduan nada suara yang konsisten, merek dapat menyampaikan pesan dengan cara yang selaras dengan nilai dan kepribadian merek, sehingga menciptakan pengalaman yang kohesif dan dapat dipercaya oleh pelanggan.</p><p>​</p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Saya akan membuat panduan nada suara (Tone Guide) untuk proyek pribadi saya, yang mencakup karakteristik, gaya bahasa, dan contoh komunikasi yang sesuai dengan identitas merek. Ini akan memastikan bahwa semua konten yang saya buat konsisten dan mencerminkan kepribadian merek saya, sehingga membantu membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.​</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 16:00:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423617799</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423681451</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap : Aurellia Warna Persada</p><p>Program Studi Administrasi Bisnis</p><p>Universitas : Universitas Brawijaya</p><ol><li><p>Saya memperoleh pemahaman bahwa komunikasi merek tidak hanya sekadar promosi, tetapi merupakan upaya membangun hubungan jangka panjang yang kuat dan konsisten dengan pelanggan.</p></li><li><p>Insight yang paling berkesan bagi saya adalah pentingnya menjaga konsistensi pesan dan gaya komunikasi di berbagai saluran, agar brand tetap mudah dikenali dan dipercaya.</p></li><li><p>Konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sangat penting karena membantu memperkuat identitas merek dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.</p></li><li><p>Contoh merek yang berhasil menjaga konsistensi adalah Nike, dengan slogan “Just Do It” dan komunikasi yang selalu menginspirasi audiens.</p></li><li><p>Jika saya memiliki merek sendiri, saya ingin membangun tone of voice yang ramah dan memotivasi, agar dapat menciptakan kedekatan emosional dengan audiens.</p></li><li><p>Menurut saya, <em>Customer Journey Map</em> adalah tools yang paling efektif, karena membantu menyusun strategi komunikasi yang tepat di setiap tahap perjalanan pelanggan.</p></li><li><p>Satu hal konkret yang akan saya terapkan adalah membuat <em>content calendar</em> sederhana untuk merencanakan konten secara konsisten dan strategis.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 16:53:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423681451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ulya Imroatu Tafdhila_Universitas Negeri Surabaya_119</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423707906</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pemahaman baru yang telah Saya pahami mengenai komunikasi merek pentingnya memberikan kesan tersendiri dalam suatu <em>brand</em> yang sedang dibangun dalam beberapa aspek; konsistensi, kejelasan, relevansi, dan emosi; sehingga target pasar dapat merasa bahwa mereka diikutsertakan (inklusivitas).</p></li><li><p><em>Insight</em> menarik dalam topik kali ini mengajarkan pentingnya membangun audiens yang loyal dan mampu membuat potensi pelanggan tetap mengikuti perkembangan <em>brand</em>, entah itu melalui media komunikasi maupun pesan yang disampaikan secara terselubung melalui berbagai konten.</p></li><li><p>Konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah <em>brand</em> diperlukan agar tidak terjadi risiko (ketika suatu prinsip ditinggalkan demi meraup target pasar lebih banyak, akan tetapi hal tersebut malah berpotensi melawan balik dan jadi tidak berhasil)</p></li><li><p>Contohnya dapat dilihat dari seorang <em>influencer</em> Clara Dao, yang semenjak era pandemi telah menggaungkan konten pada <em>body positivity</em> yang mendorong audiens untuk lebih menyayangi bentuk tubuh <em>flat</em>/kurus, akan tetapi akhir-akhir ini malah melakukan perombakan tubuh dengan alasan "just for fun" yang mana kontradiksi dengan konsep seluruh konten yang telah ia bangun selama beberapa tahun ke belakang.</p></li><li><p>Jika Saya memiliki <em>brand</em> sendiri, maka Saya akan mengatur <em>tone of voice</em> yang santai, konten video memiliki narasi dengan gaya bicara lesu tetapi memiliki karakteristik nyentrik yang tidak sabaran untuk menarik benang humor dalam konten.</p></li><li><p>Jika paham cara untuk <em>stand out</em>, maka <em>tone of voice</em> dapat menjadi aset terpenting dalam suatu <em>brand</em>, sebab hal tersebut dapat membiasakan audiens dalam membedakan <em>brand</em> satu dengan yang lain.</p></li><li><p>Hal yang bisa Saya terapkan dari materi ini; <em>tone guide</em> yang dapat menjadi <em>outline</em> keseluruhan <em>brand</em> tanpa harus direvisi secara berulang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 17:18:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3423707906</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3424431264</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Nama : Dwiningsih</p></li><li><p>No.LoA : 26</p></li><li><p>Program Studi: S1 Teknik Informatika</p></li><li><p>Universitas: Amikom Surakarta</p><p><br/></p></li></ul><p><strong>Pertanyaan Refleksi:</strong></p><ol><li><p>Pemahaman baru yang saya dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini adalah bahwa komunikasi merek bukan hanya sekadar menyampaikan informasi tentang produk atau layanan. Lebih dari itu, komunikasi merek adalah tentang membangun narasi yang konsisten dan menarik, menciptakan hubungan emosional dengan audiens, serta membedakan merek dari para pesaing. Saya juga menyadari pentingnya memahami nilai-nilai merek dan bagaimana mengkomunikasikannya secara efektif melalui berbagai saluran.</p></li><li><p>Satu ide atau <em>insight</em> yang paling "mengena" buat kamu adalah pentingnya <strong>konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah merek</strong>. Sebelum sesi ini, saya mungkin tidak terlalu memikirkan betapa krusialnya setiap elemen komunikasi merek (visual, verbal, dan pengalaman) harus selaras untuk membangun citra merek yang kuat dan terpercaya di benak konsumen. Inkonsistensi dapat membingungkan audiens dan merusak kredibilitas merek.</p></li><li><p>Menurut saya, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah merek adalah <strong>sangat penting</strong>. Konsistensi menciptakan kejelasan dan pengakuan merek. Ketika pesan dan media komunikasi selaras, audiens akan lebih mudah memahami apa yang ditawarkan merek, apa yang diyakininya, dan bagaimana merek tersebut ingin dilihat. Konsistensi juga membangun kepercayaan dan loyalitas, karena audiens merasa familiar dan yakin dengan apa yang mereka harapkan dari merek tersebut.</p></li><li><p>(Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini).</p><ul><li><p><strong>Contoh Merek Berhasil:</strong> <strong>Apple</strong>. Mereka sangat konsisten dalam desain produk, pesan pemasaran, dan pengalaman pengguna di seluruh platform mereka. Mulai dari tampilan minimalis produk, bahasa pemasaran yang menekankan inovasi dan kemudahan penggunaan, hingga desain toko fisik dan layanan pelanggan, semuanya mencerminkan identitas merek Apple yang kuat dan konsisten.</p></li><li><p><strong>Contoh Merek Gagal (hipotetis):</strong> Sebuah merek pakaian yang menggunakan logo dan warna cerah dan <em>playful</em> di media sosial mereka, namun menggunakan bahasa yang formal dan eksklusif di situs web mereka, serta memiliki desain toko yang mewah dan mahal. Inkonsistensi ini dapat membingungkan target pasar mereka dan membuat mereka sulit untuk mengidentifikasi nilai dan kepribadian merek yang sebenarnya.</p></li></ul></li><li><p>Jika kamu memiliki merek sendiri, seperti apa nada suara (<em>tone of voice</em>) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Jika saya memiliki merek sendiri, saya ingin membangun nada suara yang <strong>ramah, informatif, dan otentik</strong>.</p><ul><li><p><strong>Ramah:</strong> Saya ingin merek saya terasa mudah didekati dan membangun hubungan positif dengan pelanggan. Komunikasi yang ramah menciptakan kesan bahwa merek peduli dan menghargai pelanggannya.</p></li><li><p><strong>Informatif:</strong> Saya ingin merek saya menjadi sumber informasi yang berguna bagi pelanggan terkait produk atau layanan yang ditawarkan, serta nilai-nilai yang diusung merek. Ini membantu membangun kepercayaan dan otoritas.</p></li><li><p><strong>Otentik:</strong> Saya ingin merek saya berbicara dengan jujur dan transparan, tanpa dibuat-buat. Keaslian membangun koneksi yang lebih dalam dengan audiens dan membedakan merek dari yang lain.</p></li></ul><p>Kombinasi ketiga elemen ini akan membantu merek saya terasa relevan, terpercaya, dan membangun loyalitas pelanggan jangka panjang.</p></li><li><p>Dari semua <em>tools</em> yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide, dll.), mana yang menurutmu paling <em>powerful</em> untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Menurut saya, <strong>Journey Map</strong> adalah salah satu <em>tool</em> yang paling <em>powerful</em> untuk membangun loyalitas pelanggan. Alasannya adalah karena <em>Journey Map</em> membantu kita memahami secara mendalam seluruh pengalaman pelanggan berinteraksi dengan merek, mulai dari kesadaran awal hingga menjadi pelanggan setia.</p><p>Dengan memvisualisasikan setiap tahap perjalanan pelanggan, kita dapat mengidentifikasi <em>pain points</em>, peluang untuk meningkatkan pengalaman, dan momen-momen kunci di mana kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat. Memahami apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dilakukan pelanggan di setiap tahap memungkinkan kita untuk merancang komunikasi dan interaksi yang lebih relevan, personal, dan memuaskan. Ketika pelanggan merasa dipahami dan dihargai di setiap interaksi, kemungkinan besar mereka akan menjadi loyal dan merekomendasikan merek kita kepada orang lain.</p></li><li><p>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dari proyek pribadi atau tugas <em>branding</em> setelah memahami materi ini?</p><p>Satu hal konkret yang bisa saya terapkan dari proyek pribadi atau tugas <em>branding</em> setelah memahami materi ini adalah <strong>menciptakan <em>Tone Guide</em> yang jelas dan komprehensif</strong>. Sebelumnya, saya mungkin hanya memikirkan sekilas tentang bagaimana merek saya "berbicara". Namun, setelah memahami pentingnya konsistensi, saya akan meluangkan waktu untuk mendefinisikan secara spesifik bagaimana merek saya harus berkomunikasi dalam berbagai situasi dan melalui berbagai saluran. Ini akan mencakup pilihan kata, gaya bahasa, kepribadian merek yang ingin ditonjolkan, serta contoh-contoh komunikasi yang sesuai dan tidak sesuai dengan merek. Dengan adanya <em>Tone Guide</em> yang jelas, saya dapat memastikan bahwa semua komunikasi merek, baik visual maupun verbal, akan selaras dan memperkuat identitas merek yang ingin saya bangun.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-25 04:01:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3424431264</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas Refleksi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3424436804</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Raisya Tiara Nurradyarahma</p><p>Universitas: Universitas Pendidikan Indonesia </p><p>Prodi: Pendidikan Bahasa Perancis </p><p><br/></p><ol><li><p>Menurut paham saya, brand communication adalah segala bentuk komunikasi yang dilakukan sebuah brand untuk membangun persepsi, menyampaikan nilai, dan menciptakan hubungan emosional dengan target audiensnya. Ini mencakup visual, pesan, media, dan interaksi langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan membentuk identitas brand yang kuat dan mudah dikenali.</p></li><li><p>Salah satu insight paling mengena adalah dari <em>Nike</em> dengan slogan “Just Do It.” Mereka tidak hanya menjual sepatu, tapi </p><p>semangat juang dan keberanian melampaui batas. Komunikasi brand-nya sangat konsisten dan powerful, karena menyentuh sisi emosional dan psikologis audiensnya—mengajak mereka menjadi versi terbaik dari diri sendiri.</p></li><li><p>Bagi saya konsistensi suatu brand itu sangat penting. Konsistensi menciptakan kepercayaan dan pengenalan yang kuat. Ketika brand terus-menerus menyampaikan pesan dengan gaya dan media yang selaras, audiens akan lebih mudah mengingat dan merasa terhubung. Inkonsistensi bisa menyebabkan kebingungan, bahkan kehilangan kepercayaan.</p></li><li><p>Salah satu contoh brand yang gagal dalam brand communication adalah <em>Pepsi</em> dengan iklan Kendall Jenner tahun 2017. Mereka mencoba menyampaikan pesan tentang perdamaian dan kesetaraan, tapi eksekusinya justru dianggap meremehkan gerakan sosial dan menuai banyak kritik. Ini menunjukkan pentingnya sensitivitas dan pemahaman konteks sosial dalam brand communication.</p></li><li><p>Saya akan membangun tone of voice yang <em>hangat, bersahabat, dan sedikit playful</em>. Karena saya ingin brand saya terasa dekat dan relatable, terutama jika audiensnya Gen Z yang suka dengan gaya komunikasi yang ringan tapi tetap punya makna. Gaya ini bisa membantu membangun emotional connection dan engagement yang lebih kuat.</p></li><li><p>Menurut saya, <em>brand journey map</em> adalah yang paling powerful untuk membangun loyalitas. Karena dengan memahami perjalanan pelanggan dari pertama kali tahu hingga menjadi loyal, kita bisa menyusun strategi komunikasi yang tepat di setiap tahap. Ini membantu brand memberikan pengalaman yang relevan dan memuaskan secara konsisten.</p></li><li><p>Saya akan mulai membuat <em>content calendar</em> agar komunikasi brand lebih terstruktur dan konsisten. Ini membantu menjaga keselarasan tone of voice, frekuensi posting, dan fokus pesan di berbagai platform, sekaligus memudahkan evaluasi dan penyesuaian strategi ke depannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-25 04:08:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3424436804</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3424582057</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Ananda Mochammad Rizky</p><p>Program Studi : Bisnis Digital</p><p>Universitas : Universitas Negeri Jakarta</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek<br>setelah sesi hari ini?</strong></p><p>Saya Memahami bahwa komunikasi merek bukan sekedar promosi, tetapi bagaimana membangun sebuah hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pesan dan konsistensi dari berbagai saluran</p></li><li><p><strong>Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</strong></p><p>insight yang paling mengena buat saya adalah pentingnya penggunaan tone of voice dalam menyampaikan pesan brand. </p></li><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan<br>media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>Menurut saya penting dikarenakan konsisten dalam menyampaikan pesan dat menarik kepercayaan kepada pelanggan, dan brand akan mudah dikenali oleh pelanggan.</p></li><li><p><strong>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong></p><p>Contoh berhasil : Iphone</p><p>Iphone konsisten dalam penggunaan tone of voice untuk menarik perhatian customer</p><p>Contoh gagal : Blackberry</p><p>Blackberry gagal dalam konsisten untuk memasarkan produk mereka dan juga tertinggal dalam perkembangan produk dibanding kompetitor lainnya</p></li><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice)<br>yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong></p><p>Untuk nada suara, saya ingin menggunakan nada yang lembut dan informatif. karena saya ingin pembeli menikmati suara yang enak untuk didengar sekaligus mendapatkan informasi yang jeals.</p></li><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content<br>Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk<br>membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong></p><p>Menurut saya adalah customer journey map. alasannya adalah kita dapat mengetahui pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir. kita bisa mengatur komunikasi yang tepat untuk calon pembeli</p></li><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau<br>tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p>Menurut saya, saya ingin membuat content calendar untuk mengatur alur konten yang ingin di upload setiap bulannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-25 06:00:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3424582057</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3429252094</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Nama Lengkap: Nenden Nursiti</p><p>No absen: 17</p><p>Program Studi: Manajemen Komunikasi</p><p>Universitas: Sekolah tinggi ilmu komunikasi bandung</p><p><br></p><p>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</p><p>Saya jadi paham kalau komunikasi merek itu bukan cuma soal jualan atau iklan, tapi lebih tentang gimana caranya membangun hubungan sama audiens lewat pesan yang konsisten dan nyambung. Ternyata semua aspek kayak suara brand, media yang dipakai, sampai gaya penyampaian itu harus dipikirin biar brand bisa terasa "hidup."</p><p><br></p><p>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.)</p><p>Yang paling ngena buat saya adalah pentingnya tone of voice. Ternyata cara ngomong brand itu bisa bikin audiens merasa nyaman atau malah ilfeel. Kalau tone-nya cocok, audiens bisa lebih gampang percaya dan loyal.</p><p><br></p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand? (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</p><p>Menurut saya konsistensi itu wajib banget. Karena tanpa konsistensi, brand bakal kelihatan plin-plan dan susah buat diingat. Contohnya Tokopedia, dari dulu sampai sekarang mereka konsisten banget pakai warna hijau, gaya bahasa yang optimis, dan tagline “Mulai Aja Dulu.” Tapi ada juga kayak Yahoo!, yang menurut saya agak berantakan branding-nya, jadi makin lama makin ditinggal pengguna.</p><p><br></p><p>4. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Kalau punya brand sendiri, saya pengen tone-nya santai tapi tetap semangat dan positif. Soalnya saya pengen audiens merasa kayak ngobrol sama temen yang selalu support mereka, bukan kayak diceramahin atau jualan mulu.</p><p><br></p><p>5. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Buat saya, Customer Journey Map itu paling powerful. Karena dengan ngerti perjalanan pelanggan dari awal kenal brand sampai jadi fans berat, kita bisa lebih ngerti kapan harus kasih promo, kapan harus ngajak ngobrol, atau kapan cukup kasih apresiasi kecil. Jadi hubungan sama pelanggan bisa dibangun lebih alami.</p><p><br></p><p>6. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Saya mau mulai bikin Content Calendar. Karena selama ini sering asal posting tanpa arah, jadi sekarang mau lebih teratur biar pesan yang saya bawa tetap konsisten dan audiens juga ngerti apa yang mau saya sampaikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 05:02:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3429252094</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(Repost) Tugas Refleksi: Brand Communication</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3429265619</link>
         <description><![CDATA[<p><em>*Sepertinya punya saya terhapus, izinkan saya mengupload ulang jawaban saya</em></p><p><br/></p><p>Nama: Muhammad Rifqi Muzakki</p><p>No. Absen: 128</p><p>Prodi: S1 Sastra Jerman</p><p>Universitas: Universitas Negeri Surabaya</p><p>————————————————————</p><p>Berikut adalah jawaban dari perspektif saya sebagai marketing di sebuah perusahaan:</p><p><em>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</em></p><p>Setelah sesi hari ini, saya mendapatkan pemahaman baru bahwa komunikasi merek bukan hanya tentang mempromosikan produk atau jasa, tetapi juga tentang membangun hubungan dengan pelanggan dan menciptakan pengalaman yang konsisten dan berkesan. Saya juga memahami bahwa komunikasi merek harus selaras dengan nilai dan misi perusahaan, serta harus dapat menjangkau target audiens dengan efektif.</p><p><br/></p><p><em>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling “mengena” buat kamu.</em></p><p>Satu ide yang paling "mengena" buat saya adalah bahwa konsistensi dalam komunikasi merek sangat penting untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Saya menyadari bahwa jika pesan dan tone of voice sebuah merek tidak konsisten, maka pelanggan akan merasa bingung dan tidak yakin tentang apa yang merek tersebut tawarkan.</p><p><br/></p><p><em>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</em></p><p>Menurut saya, konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand sangat penting. Konsistensi membantu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan, serta memastikan bahwa pesan yang disampaikan jelas dan efektif. Jika sebuah merek tidak konsisten dalam komunikasi, maka pelanggan akan merasa tidak yakin tentang apa yang merek tersebut tawarkan, dan ini dapat merusak reputasi merek.</p><p><br/></p><p><em>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</em></p><p>Contoh merek yang berhasil dalam hal konsistensi komunikasi adalah Apple. Apple memiliki tone of voice yang konsisten dan jelas, serta pesan yang selaras dengan nilai dan misi perusahaan. Apple juga menggunakan media komunikasi yang konsisten, seperti desain minimalis dan bahasa yang sederhana, untuk membangun citra merek yang kuat dan konsisten.</p><p>Di sisi lain, contoh merek yang gagal dalam hal konsistensi komunikasi adalah Gap. Gap memiliki beberapa kali perubahan logo dan kampanye pemasaran yang tidak konsisten, yang membuat pelanggan merasa bingung dan tidak yakin tentang apa yang merek tersebut tawarkan.</p><p><br/></p><p><em>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</em></p><p>Jika saya memiliki brand sendiri, saya ingin membangun tone of voice yang ramah, profesional, dan inovatif. Saya ingin brand saya dapat menjangkau pelanggan dengan cara yang santun dan menyenangkan, serta dapat membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Saya percaya bahwa tone of voice yang ramah dan profesional dapat membantu membangun citra merek yang kuat dan konsisten.</p><p><br/></p><p><em>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</em></p><p>Menurut saya, Journey Map adalah tool yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan. Journey Map membantu memahami pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir, serta dapat membantu mengidentifikasi titik-titik yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan memahami journey pelanggan, kita dapat membangun strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatkan loyalitas pelanggan.</p><p><br/></p><p><em>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</em></p><p>Satu hal konkret yang bisa saya terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini adalah membuat content calendar yang konsisten dan efektif. Saya akan menggunakan content calendar untuk memastikan bahwa pesan dan tone of voice merek saya konsisten dan jelas, serta dapat menjangkau target audiens dengan efektif. Saya juga akan menggunakan journey map untuk memahami pengalaman pelanggan dan membangun strategi pemasaran yang lebih efektif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 05:10:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3429265619</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3432342681</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Lengkap: Cindy Marcellina</p><p>Program Studi: Teknik Informatika</p><p>Universitas: Universitas Teknologi Bandung</p><p>&nbsp;</p><p>Pertanyaan Refleksi:</p><p>1.Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek</p><p>setelah sesi hari ini?</p><p>Jawab</p><p>Komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tapi tentang membangun hubungan jangka Panjang dengan Pesan yang konsisten dan media yang tepat akan menghasilkan &nbsp;&nbsp;fondasi</p><p>loyalitas pelanggan</p><p>&nbsp;</p><p>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu)</p><p>Jawab</p><p>Suara dan visual brand yang konsisten akan sangat menjaga loyalitas pelanggan.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand</p><p>Jawab</p><p>Sangat penting karena konsistensi dalam pesan dan media komunikasi akan menjaga kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap sebuah brand</p><p>&nbsp;</p><p>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</p><p>Jawab</p><p>Dove berhasil branding dengan iklan storytelling nya yaitu cerita yang menyentuh hati</p><p>&nbsp;</p><p>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of vaice)</p><p>yang ingin kamu bangun? Mengapa?</p><p>Jawab</p><p>Jika saya memiliki brand liptint atau make up maka saya akan membuat tone of voice “Your skin tone is a best skin” karena semua warna kulit akan bisa menggunakan produk saya.</p><p>&nbsp;</p><p>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide, mana yang menurutmu paling powerful untuk</p><p>membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</p><p>Jawab</p><p>Brand pyramid dan content calender karena brand pyramid akan menjaga kohesi pesan dan gaya komunikasi semua platform sedangkan content calender menjamin konsistensi komunikasi dan efisiensi tim konten</p><p>&nbsp;</p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau</p><p>tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>Jawab</p><p>Content calender dan media planning akan membantu untuk merencanakan dan menjadwalkan konten komunikasi secara strategis dan teratur.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-01 00:38:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3432342681</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adista Dea Rosana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3432426788</link>
         <description><![CDATA[<p>Adista Dea Rosana</p><p>Ekonomi Pembangunan</p><p>Universitas Andalas</p><p><br/></p><p>1. Saya memahami bahwa komunikasi merek bukan hanya soal promosi, tapi tentang menyampaikan nilai dan identitas brand secara konsisten di berbagai titik interaksi dengan audiens.</p><p>2. Insight paling mengena adalah pentingnya tone of voice yang sesuai dengan karakter brand, karena hal itu menciptakan kedekatan emosional dengan audiens.</p><p>3. Konsistensi sangat penting karena membangun kepercayaan, memperkuat identitas, dan membuat brand mudah dikenali.</p><p>4. Contoh brand yang berhasil adalah Gojek mereka konsisten menggunakan gaya bahasa santai dan lokal di berbagai platform, sehingga terasa dekat dengan masyarakat.</p><p>5. Jika saya punya brand sendiri, saya ingin membangun tone of voice yang ramah, informatif, dan optimis agar audiens merasa nyaman dan percaya.</p><p>6. Brand Pyramid paling powerful karena membantu membangun fondasi brand yang kuat, sehingga strategi komunikasi dan konten lebih terarah dan relevan untuk membangun loyalitas.</p><p>7. Saya akan mulai menerapkan tone guide agar komunikasi dalam proyek branding saya tetap konsisten dan mencerminkan kepribadian brand.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-01 02:00:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3432426788</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3432550803</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama : Regina Videla Maharani M</strong></p><p><strong>Prodi : Sastra Inggris</strong></p><p><strong>Univ : Universitas Bosowa</strong></p><p><strong>No. Absen : 220</strong></p><p><br/></p><p><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong></p><p>》Pemahaman baru yang saya dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini adalah bahwa komunikasi merek bukan hanya sekadar menyampaikan informasi tentang produk atau layanan, tetapi juga tentang membangun hubungan emosional dan menciptakan persepsi yang kuat di benak konsumen. Saya jadi lebih memahami bahwa setiap elemen komunikasi merek, mulai dari pesan verbal hingga visual, harus terintegrasi dan konsisten untuk membentuk identitas merek yang solid dan diingat.</p><p><br/></p><p><strong>2. (Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.)</strong></p><p>》Ide atau "insight" yang paling "mengena" buat saya adalah pentingnya memahami customer journey (perjalanan pelanggan) dalam merancang komunikasi merek. Dengan memetakan setiap interaksi pelanggan dengan merek, kita dapat menyampaikan pesan yang relevan dan efektif di setiap tahap, sehingga meningkatkan peluang untuk membangun hubungan jangka panjang.</p><p><br/></p><p><strong>3. Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong></p><p>》Menurut saya, konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand adalah hal yang sangat penting. Konsistensi menciptakan kejelasan, membangun kepercayaan, dan memperkuat identitas merek. Ketika pesan dan tampilan merek selalu sama di berbagai platform, konsumen akan lebih mudah mengenali dan mengingat merek tersebut. Inkonsistensi dapat menimbulkan kebingungan, mengurangi kredibilitas, dan melemahkan citra merek.</p><p><br/></p><p><strong>4. (Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.)</strong></p><p>》Contoh merek yang menurut saya berhasil dalam hal konsistensi adalah Apple. Mulai dari desain produk, kemasan, iklan, hingga pengalaman di toko ritelnya, Apple selalu mempertahankan estetika minimalis dan pesan tentang inovasi serta kemudahan penggunaan. Contoh merek yang menurut saya kurang berhasil dalam hal konsistensi (berdasarkan pengamatan umum) adalah beberapa merek yang sering berganti-ganti logo atau pesan kampanye tanpa alasan yang jelas , sehingga konsumen mungkin kesulitan untuk mengenali dan memahami nilai inti merek tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong></p><p>》Jika saya memiliki brand sendiri, nada suara (tone of voice) yang ingin saya bangun adalah ramah, informatif, dan memberdayakan. Saya ingin merek saya terasa seperti teman yang memberikan solusi dan inspirasi. Nada suara yang ramah akan menciptakan kedekatan, informatif akan membangun kepercayaan melalui pengetahuan, dan memberdayakan akan memberikan nilai lebih kepada konsumen, membuat mereka merasa lebih baik atau mampu setelah berinteraksi dengan merek saya.</p><p><br/></p><p><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong></p><p>》Dari semua "tools" yang dipelajari, menurut saya "Journey Map" (Peta Perjalanan Pelanggan) adalah yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan. Dengan memahami secara mendalam setiap tahapan interaksi pelanggan, kita dapat mengidentifikasi pain points (titik kesulitan) dan peluang untuk memberikan pengalaman yang positif dan memuaskan. Ketika pelanggan merasa dipahami dan dilayani dengan baik di setiap tahap perjalanan mereka, kemungkinan besar mereka akan menjadi pelanggan yang loyal dan bahkan menjadi "advocate" (pendukung) merek.</p><p><br/></p><p>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</p><p>》Satu hal konkret yang bisa saya terapkan dalam proyek pribadi atau tugas "branding" setelah memahami materi ini adalah membuat "content calendar (kalender konten)" yang terencana dan konsisten untuk mempromosikan karya tulis atau proyek sastra saya. Saya akan menjadwalkan postingan di media sosial dengan tema yang relevan, gaya bahasa yang konsisten, dan waktu yang strategis untuk menjangkau audiens yang tepat dan membangun "engagement" (keterikatan).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-01 03:57:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3432550803</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3437846969</link>
         <description><![CDATA[<p>Alfiatus Sholihah</p><p>Sasta Jerman</p><p>Universitas Negeri Surabaya</p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Komunikasi merek bukan hanya sekedar promosi, tapi tentang menciptakan hubungan emosional dengan audiens melalui penyampaian pesan ayang konsisten di platfrom-platfrom yang digunakan sebagai media promosi.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hal yang paling berkesan adalah peran penting dari tone of voice atau gaya komunikasi yang digunkan brand saat promosi dalam menyampaikan pesan. Gaya komunikasi yang digunkan akan sangat memengaruhi presepsi audiens terhadap brand.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Konsistensi menjadi bagian penting dari sebuah merek. Dengan konsistensi, sebuah merek menjadi lebih mudah dikenali dan mendapat kepercayaan audiens. Tanpa konsistensi merek beresiko kehilangan identitas dan loyalitas audiens.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; New balance merupakan salah satu merek yang sukses secara konsisten menyuarakan pesan motivasi baik melalui iklan ataupun sosial media. Kampanye yang dilakukan tidak hanya menekankan kualitas produk tapi juga mengajak audiens untuk percaya diri menjadi diri sendiri. Selain itu mereka juga aktif mendukung atlet dan komunitas.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya ingin membentuk tone of voice yang ceria, energik, dan penuh semangat, karena saya percaya audiens akan lebih tertarik dan setia pada merek yang bisa menghadirkan kegembiraan dan memberi inspirasi positif.</p><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Journey Map adalah alat yang sangat efektif karena dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang perjalanan pelanggan, yang memungkinkan kita untuk menciptakan interaksi yang lebih relevan dan bernilai.</p><p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Langkah pertama saya adalah menyusun panduan tone of voice yang menyeluruh, sehingga seluruh konten dan komunikasi brand saya dapat terdengar konsisten di berbagai platform.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-06 11:05:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3437846969</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3439172214</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama		: Resa Emilia Indriyani</p><p>Program studi	: Ilmu Komunikasi</p><p>Universitas	: Universitas Negeri Malang</p><p>1.	Pemahaman baru yang saya dapat yaitu bagaimana cara mengembangkan pesan merek yang kuat dan konsisten sehingga pelanggan bisa tetap konsisten juga kepada merek kita.</p><p>2.	Satu insight yang paling mengena buat saya yaitu brand voice, di mana sebuah brand itu juga memiliki suara, gaya berbicara yang khas untuk bisa dengan mudah dikenali oleh konsumen.</p><p>3.	Konsistensi pesan dan media komunikasi sebuah brand itu sangat penting karena itu bisa memberi ciri khas tersendiri pada sebuah brand, mempertahankan pelanggan kita, dan memudahkan pelanggan baru untuk dengan mudah mengingat brand kita. Itu semua bisa tercapai jika sebuah brand bisa konsisten dari segi penyampaian pesan, visual yang digunakan, dan media komunikasi yang diterapkan.</p><p>4.	Brand yang gagal: Burger King yang menawarkan french fries rendah kalori. Ini karena brand Burger King memiliki branding makanan cepat saji, yang tidak mempedulikan kandungan gizi, yang penting rasa. Sehingga french fries yang rendah kalori ini otomatis memiliki rasa yang kurang di lidah konsumen dibandingkan dengan menu yang lain, akhirnya produk tersebut berhenti dalam waktu kurang dari setahun setelah rilis.</p><p>Brand yang berhasil: Indomie. Ini karena dia berhasil mempertahankan brandingya yang murah dan rasanya tetap konsisten. Selain itu, brand ini juga memiliki slogan yang khas yaitu “Indomie Seleraku”.</p><p>5.	Nada suara yang ingin saya bangun yaitu brand dengan warna yang ceria, penyampaian pesan yang kasual, menggunakan bahasa seperti seorang teman. Pesan yang akan saya gunakan yaitu dengan kalimat hiperbola tetapi tetap bersifat memotivasi. Hal tersebut karena generasi zaman sekarang menyukai hal-hal yang terdengar hiperbola tetapi mereka tetap menganggap itu hal yang malah lucu dan sering jadi joks, hal ini membuat peluang besar produk saya dikenal lebih banyak orang melalui konten-konten para konten kreator yang menjadikan gaya komunikasi brand saya sebuah joks.</p><p>6.	Customer Journey Map. Hal tersebut karena dengan menggambarkan perjalanan pelanggan dari pertama kali mengenal brand hingga menjadi pelanggan setia, pemilik brand itu sudah tahu pelanggannya seperti apa, sudah tahu alasan pelanggan memilih setia dengan brand ini, sehingga pemilik brand harus bisa mempertahankan faktor tersebut. Dan karena sudah mengenal pelanggan, pemilik brand pasti juga akan tahu apa yang diinginkan pelanggan setianya, yang kemungkinan keinginan itu juga bisa menarik pelanggan baru.</p><p>7.	Pertama yaitu saya harus memahami audiens brand saya. Saya akan berusaha terus berinovasi mengikuti keinginan dan kebutuhan konsumen. Saya harus menciptakan ciri khas brand saya supaya lebih mudah diingat audiens. Saya harus membangun brand dan mempertahankan apa yang menjadi ciri khas brand saya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-07 03:34:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3439172214</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Modul 9</title>
         <author>yuliandwinugroho07</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3444363268</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama: Yulian Dwi Nugroho<br>Program Studi: Sastra Inggris<br>Universitas: Universitas Negeri Surabaya <br></strong><br><strong>1. Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br>Hari ini saya menyadari bahwa komunikasi merek lebih dari sekadar promosi atau periklanan. Ini berkaitan dengan bagaimana brand membentuk keterikatan emosional serta menciptakan narasi yang konsisten di berbagai titik interaksi. Fokusnya bukan hanya menyampaikan pesan, tapi juga membangun pengalaman yang relevan dan berarti bagi audiens. <br><br><strong>2. Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu?</strong><br>Insight yang paling berkesan bagi saya adalah betapa pentingnya tone of voice dalam menciptakan karakter brand. Gaya penyampaian pesan ternyata sangat berpengaruh terhadap cara audiens memandang dan merasakan kedekatan dengan brand, meski sering kali hal ini dianggap sepele. <br><br><strong>3. Menurut kamu seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br>Menurut saya, konsistensi sangat krusial. Ini membantu membangun kepercayaan dan memperkuat identitas brand di mata audiens. Jika pesan yang disampaikan tidak konsisten, hal itu bisa menimbulkan kebingungan dan melemahkan ikatan emosional dengan audiens. <br><br><strong>4. Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br>Salah satu brand yang sukses adalah Nike. Mereka berhasil menjaga konsistensi dalam pesan "Just Do It" yang penuh semangat dan pemberdayaan. Sebaliknya, Yahoo! adalah contoh brand yang kurang berhasil, karena seringnya perubahan arah dan pesan membuat identitas mereka menjadi tidak jelas dan kehilangan relevansi. <br><br><strong>5. Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun?</strong><br>Saya ingin menciptakan nada suara yang menginspirasi, tulus, dan bersahabat. Harapannya, audiens bisa merasa dekat dan termotivasi, tanpa merasa digurui. Menurut saya, hubungan emosional yang kuat adalah kunci keberlanjutan sebuah brand. <br><br><strong>6. Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya</strong><br>Bagi saya, Tone Guide adalah alat yang paling berpengaruh karena konsistensi dalam cara berkomunikasi sangat menentukan keberhasilan membentuk identitas brand. Dengan tone yang selaras dengan nilai-nilai brand, audiens akan merasa lebih terhubung dan cenderung menjadi pelanggan setia. <br><br><strong>7. Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong><br>Saya berencana untuk mulai menggunakan Content Calendar agar strategi komunikasi saya lebih rapi, teratur, dan fokus. Ini akan membantu menjaga pesan brand tetap konsisten dengan tujuan serta harapan audiens.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-10 11:34:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3444363268</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Brand Communication</title>
         <author>andik4pr4s</author>
         <link>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3445909605</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Andika Prasetyo</p><p>Prodi : S1 Sastra Inggris</p><p>Univ : Universitas Negeri Surabaya</p><p>Nomor Absen : B-827<br></p><ol><li><p><strong>Apa pemahaman baru yang kamu dapatkan tentang komunikasi merek setelah sesi hari ini?</strong><br></p></li></ol><p>Komunikasi merek dan branding itu saling berkaitan. Ketika kita menciptakan sebuah branding, kita harus memastikan bahwa branding kita masuk ke dalam hati dari audiens, yang dapat dilakukan dengan komunikasi merek. Komunikasi merek adalah bagaimana supaya audiens dapat merasakan bahwa pertanyaan atau masalahnya terjawab dengan jawaban atau solusi, yang pada akhirnya menciptakan pengalaman yang lebih bermakna.<br></p><ol start="2"><li><p><strong>Jelaskan satu ide atau insight yang paling "mengena" buat kamu.</strong><br></p></li></ol><p>Tone of Voice sangat penting dalam branding dari usaha yang dijalankan. Audiens melihat gaya bicara kita sebagai starting point pemahaman mereka terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan. Tone of voice menentukan brand kita seperti apa.<br></p><ol start="3"><li><p><strong>Menurut kamu, seberapa pentingkah konsistensi dalam pesan dan media komunikasi sebuah brand?</strong><br></p></li></ol><p>Konsistensi dalam pesan sangat penting, begitupun dengan media komunikasi sebuah brand. Secara tidak langsung, konsistensi menunjukkan usaha dan determinasi dari brand tersebut, sehingga membuat audiens lebih menghargai kinerja dari brand yang mereka temui. Identitas brand juga semakin lebih kuat.<br></p><ol start="4"><li><p><strong>Berikan contoh merek yang menurutmu berhasil atau gagal dalam hal ini.</strong><br></p></li></ol><p>Kahf berhasil dalam konsistensinya dalam menunjukkan pesan moral dan fisik melalui produk kosmetik halalnya. Tidak hanya itu, Kahf juga berhasil dalam konsistensinya untuk menciptakan pola hidup yang sehat dan halal bagi audiensnya, menciptakan rasa bahwa audiens juga diperhatikan oleh brand tersebut. Berbeda dengan Blackberry, yang tidak bisa berkembang lebih jauh dikarenakan ketidakkonsistenan mereka pada keinginan audiens yang membutuhkan teknologi lebih canggih.<br></p><ol start="5"><li><p><strong>Jika kamu memiliki brand sendiri, seperti apa nada suara (tone of voice) yang ingin kamu bangun? Mengapa?</strong><br></p></li></ol><p>Jika saya memiliki brand sendiri, nada suara (tone of voice) yang ingin saya bangun adalah inspiratif, edukatif, dan friendly. Saya percaya bahwa audiens perlu mengetahui produk kita lebih jauh dengan memberikan pemahaman ekstra kepada mereka. Hal ini juga dilakukan untuk membuat audiens merasa bahwa ada solusi yang hadir untuk mengatasi permasalahan mereka dengan cara yang sangat ramah dan menginspiratif.<br></p><ol start="6"><li><p><strong>Dari semua tools yang dipelajari (Brand Pyramid, Journey Map, Content Calendar, Tone Guide), mana yang menurutmu paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan? Jelaskan alasannya.</strong><br></p></li></ol><p>Tone Guide adalah tools yang paling powerful untuk membangun loyalitas pelanggan. Tone of Voice yang baik dapat membuat pelanggan lebih loyal terhadap brand kita. Tidak hanya itu, dengan Tone Guide, komunikasi sebuah brand terhadap audiens akan lebih jelas, sehingga audiens memahami produk, jasa, dan nilai brand yang dimaksud.<br></p><ol start="7"><li><p><strong>Apa satu hal konkret yang bisa kamu terapkan dalam proyek pribadi atau tugas branding setelah memahami materi ini?</strong></p><p>Satu hal konkret yang bisa diterapkan adalah menjaga konsistensi brand yang dimiliki untuk tetap dapat sama dengan perasaan dan pemikiran audiens. Konten-konten yang terstruktur dan mengandung unsur tone of voice yang konsisten dapat dibuat dengan memanfaatkan beberapa sumber daya yang tersedia. Hal ini membuat komunikasi antara brand dengan audiens tetap terjaga seperti yang diinginkan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-12 05:37:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/syaamzurihidayat/lblrl3gflnjmw1or/wish/3445909605</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
