<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Rakyat Kalimantan by Lee Kynooo</title>
      <link>https://padlet.com/kynooleee/laxbdz0o0dkn3r2c</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-11 11:38:49 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-06 01:14:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Latar Belakang Perlawanan Rakyat Kalimantan</title>
         <author>kynooleee</author>
         <link>https://padlet.com/kynooleee/laxbdz0o0dkn3r2c/wish/2291263001</link>
         <description><![CDATA[<div>Penyebab perlawanan rakyat Kalimantan terhadap Jepang sangat kompleks. Pasukan Jepang pertama kali mendarat di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 19 Desember 1941.</div><div><br></div><div>Setelah berhasil mengusir Belanda tanpa mendapat perlawanan berarti, Jepang pun mudah menguasai kota-kota pedalaman seperti Putussibau dan Sanggau, hingga kota besar seperti Banjarmasin.</div><div><br></div><div>Kedatangan Jepang segera menyebabkan kondisi perekonomian menjadi macet hingga menimbulkan bencana kelaparan yang merajalela.<br><br>Selain itu, pada awal pendudukan Jepang di Kalimantan Barat, ada dua buah perusahaan yang masuk, yaitu Nomura (pertambangan) dan Sumitomo (perkayuan).</div><div><br></div><div>Untuk menjalankan kedua perusahaan itu, Jepang mempekerjakan sekitar 80.000 rakyat dengan sistem kerja paksa (romusha). Hal inilah yang kemudian memicu perlawanan.</div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800059982/a378587b6e57fe4799ea1dee70feaa8e/2B06801F_5472_4F2D_ACDB_B198D159D123.jpg" />
         <pubDate>2022-09-11 16:39:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kynooleee/laxbdz0o0dkn3r2c/wish/2291263001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perlawanan Rakyat Kalimantan</title>
         <author>kynooleee</author>
         <link>https://padlet.com/kynooleee/laxbdz0o0dkn3r2c/wish/2291267128</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Tidak tahan dengan kekejaman Jepang, pada akhir 1944, orang-orang Dayak mulai melancarkan serangan.</div><div><br></div><div>Meski berhasil membunuh beberapa orang Jepang, perlawanan mereka belum memberikan hasil yang berarti.</div><div><br></div><div>Bahkan perlawanan rakyat dibalas oleh Jepang dengan akibat-akibat yang sangat buruk.</div><div><br></div><div>Pada awal 1945, orang-orang Dayak di daerah hulu Kapuas di pedalaman Kalimantan Barat bangkit melawan Jepang.</div><div><br></div><div>Salah satu tokoh perlawanan rakyat Kalimantan terhadap Jepang adalah Pang Suma, yang mulai melancarkan aksinya pada pertengahan Februari 1945.</div><div><br></div><div>Hingga 13 Mei 1945, kondisi di Kalimantan Barat kian memburuk, terutama setelah kedatangan mandor perusahaan kayu Jepang, Osaki.</div><div><br></div><div>Selain kejam, Osaki memaksa ingin menikahi gadis Dayak. Apabila niatnya itu ditolak, ia mengancam akan membunuh ayah gadis itu.</div><div><br></div><div>Pada akhirnya, Pang Suma memenggal Osaki dan membakar satu perusahaan ekspedisi yang dikelola komandan Kempeitai Kaisu Nagatani di Meliau.</div><div><br>Gerakan perlawanan pun berkembang luas ke segenap rumpun Dayak di hulu, pesisir, dan pedalaman Kapuas hingga Melawai, Barito, dan Mahakam.</div><div><br></div><div>Sementara itu, Jepang yang semakin panik segera mengerahkan pasukannya dan terjadilah pertempuran hebat antara laskar Pang Suma dan militer Jepang di Meliau.</div><div><br></div><div>Sayangnya, Pang Suma gugur di medan perang bersama sebagian pasukannya dan perlawanan berhasil dipadamkan Jepang.</div><div><br></div><div>Kendati demikian, harapan rakyat Kalimantan untuk mengusir Jepang terkabul. Pasalnya, tiga bulan setelah kematian Pang Suma, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800059982/68ac8bbba4145da9c2835395e9d37392/978D84B0_2E6C_4A83_A63E_104C4EFC4858.jpg" />
         <pubDate>2022-09-11 16:45:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kynooleee/laxbdz0o0dkn3r2c/wish/2291267128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kisah Balik Perlawanan Rakyat kalimantan</title>
         <author>kynooleee</author>
         <link>https://padlet.com/kynooleee/laxbdz0o0dkn3r2c/wish/2291921321</link>
         <description><![CDATA[<div>Pangeran Antasari adalah pemimpin tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar). Gelarnya yaitu Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. Pangeran Antasari juga menjadi panglima perang, pemuka agama tertinggi, dan pemimpin pemerintahan.Kesultanan Banjar adalah kerajaan Islam di Kalimantan yang didirikan oleh Raden Samudera atau Sultan Suriansyah.</div><div><br></div><div>Kerajaan Banjar berdiri pada abad ke-16 hingga abad ke-20, lebih tepatnya dari tahun 1520 hingga 1905.</div><div><br></div><div>Selama hampir empat abad berdiri, kesultanan ini mengalami beberapa kali perpindahan ibu kota pemerintahan, hingga yang terakhir di Kayu Tangi atau sekarang dikenal sebagai Martapura, Kalimantan Selatan.</div><div><br></div><div>Puncak kejayaan Kerajaan Banjar berlangsung pada masa pemerintahan Sultan Mustain Billah (1595-1638 M).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800059982/f66f40e3719f863748e515a204a2c777/DF6AE0CA_7AC3_416E_83CD_7849165405AC.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:23:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kynooleee/laxbdz0o0dkn3r2c/wish/2291921321</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
