<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>berbagi hal baik tentang teori sosiologi by Lukman Nulhakim</title>
      <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-01 05:42:57 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-08 05:44:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Auguste Comte</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147630767</link>
         <description><![CDATA[<p>Bapak sosiologi dari kelompok 1</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2822317047/071e6a919a1154669c32011eaea26fae/20241001_135645.jpg" />
         <pubDate>2024-10-01 06:00:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147630767</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147634582</link>
         <description><![CDATA[<p>Auguste Comte, Bapak Sosiologi, mengembangkan positivisme, yang menekankan penggunaan metode ilmiah untuk mempelajari fenomena sosial. Ia mengusulkan Hukum Tiga Tahap, yang menggambarkan perkembangan pemikiran manusia dari teologis, metafisika, hingga positif. Comte berpendapat bahwa sosiologi harus menjadi ilmu terapan untuk mengatasi masalah sosial dan membangun masyarakat yang lebih baik. Pemikirannya memiliki pengaruh besar dalam sosiologi, meskipun beberapa kritikus mencatat bahwa ia terlalu menekankan objektivitas dan mengabaikan peran subjektivitas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 06:03:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147634582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147637291</link>
         <description><![CDATA[<p>Auguste Comte, seorang sosiolog Perancis, terkenal dengan Hukum Tiga Tahap yang menjelaskan kemajuan pemikiran manusia dan masyarakat.  Teorinya menyatakan bahwa manusia dan masyarakat berkembang melalui tiga tahap:</p><ol><li><p>Tahap teologis</p></li><li><p>Tahap metafisika</p></li><li><p>Tahap positivis</p></li></ol><p>menurut Comte, hukum kemajuan manusia adalah proses evolusi pemikiran dari penjelasan teologis dan metafisika menuju tahap positivis.  Tahap positivis, dengan penggunaan metode ilmiah, memungkinkan manusia untuk memahami dan mengendalikan dunia secara lebih efektif, sehingga membawa kemajuan bagi masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 06:05:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147637291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok dua emile durkhem</title>
         <author>lukmannurman8</author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147642347</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/323446266/22656aae5d3ef449621a71bd28940da8/photo.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-01 06:10:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147642347</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147661245</link>
         <description><![CDATA[<p>Emile Durkheim adalah seorang sosiologis yang pemikirannya sering dikategorikan dalam paradigma fakta sosial. Menurut Durkheim, fakta sosial adalah hal-hal yang berada di luar individu, seperti status, peran, institusi, hukum, norma, kepercayaan, dan nilai-nilai. Fakta sosial ini bersifat makro dan menekankan pada aspek tatanan masyarakat secara luas. Fakta sosial terdiri dari pemikiran kolektif dan harapan bersama yang memengaruhi tindakan individu</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 06:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147661245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147677113</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori konflik Marxis melihat masyarakat terbagi sepanjang garis kelas ekonomi antara kelas pekerja proletar dan kelas penguasa borjuis.</p><p>• Teori konflik memandang lembaga sosial dan ekonomi sebagai alat dalam perjuangan antar kelompok atau kelas, yang digunakan untuk mempertahankan ketidaksetaraan dan dominasi&nbsp;kelas&nbsp;penguasa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 06:37:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147677113</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147677518</link>
         <description><![CDATA[<p>Karl Marx, seorang filsuf dan ekonomi Jerman, melihat konflik sosial sebagai kekuatan pendorong utama dalam sejarah dan perkembangan masyarakat.  Teori konfliknya berpusat pada perbedaan kelas dalam sistem kapitalis, yang menurutnya menciptakan ketegangan dan konflik yang tak terhindarkan antara pemilik modal (borjuis) dan pekerja (proletar) Pembagian golongan kaya dan miskin. Golongan yang merasa di tindas akan mencari golongan yang sama" Di tindas. menurut Marx konflik sosial adalah hasil dari ketidaksetaraan ekonomi dan kekuasaan dalam sistem kapitalis.  Borjuis, yang mengendalikan alat produksi, mengeksploitasi proletariat dengan membayar upah yang rendah dan mengambil keuntungan dari hasil kerja mereka.  Konflik ini akan terus berlanjut hingga proletariat menyadari eksploitasi yang mereka alami dan melakukan revolusi untuk menggulingkan sistem kapitalis dan membangun masyarakat sosialis yang lebih adil</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 06:38:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147677518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147684416</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori konflik sosial Karl Marx menyatakan bahwa masyarakat selalu berada dalam keadaan konflik karena persaingan untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas. Teori ini didasarkan pada beberapa konsepsi, yaitu kelas sosial, perubahan sosial, kekuasaan, dan negara. </p><p> </p><p>Berikut beberapa hal yang dikemukakan Karl Marx mengenai konflik sosial: </p><p>1. Konflik sosial merupakan bentuk pertentangan kelas.</p><p>2. Konflik sosial muncul karena adanya kelompok yang berkuasa dan dikuasai. </p><p>3. Konflik sosial timbul karena adanya pertentangan kepentingan ekonomi.</p><p>4. Konflik sosial dapat dihapuskan jika ada kontrol dari masyarakat. </p><p>5. Konflik sosial dapat diatasi dengan menggantikan kapitalisme dengan sosialisme. </p><p>6. Konflik sosial dapat memicu perubahan sosial. </p><p>7. Konflik sosial merupakan hasil dari konflik kepentingan, bukan sesuatu yang acak. </p><p>8. Konflik sosial didasarkan pada kekuasaan. </p><p> </p><p>Konflik sosial terjadi karena individu dan kelompok dalam masyarakat berusaha memaksimalkan kekayaan dan kekuasaan mereka sendiri. </p><p> Karl Marx adalah filsuf asal Jerman yang mengembangkan teori konflik sosial.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 06:43:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3147684416</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan tentang Auguste Comte </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3152838801</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Sulastri </p><p>NIM: 230301101</p><p><br/></p><p>Auguste Comte yang nama aslinya Isidore Auguste Marie François Xavier Comte ia dikenal sebagai Bapak Sosiologi Dunia. Auguste Comte menyatakan bahwa dalam masyarakat ada pembangunan yang terus-menerus, tetapi perkembangan masyarakat secara keseluruhan tidak berlangsung dalam garis luru si. Comte mengemukakan tiga tingkat kecerdasan manusia, yaitu teori perkembangan atau yang biasa disebut tiga fase atau tahap , yaitu: </p><p>- fase teologis, yaitu tahap yang segala sesuatu terjadi didunia ini diyakini dan dikendalikan oleh roh, dewa, atau kekuatan gaib dewa.</p><p>- fase metafisika, pada tahap ini muncul konsep-konsep abstrak atau kekuatan selain tuhan yaitu alam. Segala yang terjadi di bumi ini adalah hukum alam yang tidak dapat diubah.</p><p>- fase positivisme, pada tahap ini semua fenomena alam yang terjadi dapat dipelajari, diuji, dan dibuktikan secara empiris atau secara ilmiah. Tahap ini membuat sains berkembang dan segalanya menjadi rasional dan menciptakan dunia yang lebih baik.</p><p><br/></p><p>Dari yang dikemukakan oleh comte ada juga beberapa kritik terhadap teori Auguste Comte, yaitu:</p><p>- Sosiologi Auguste Comte ditolak dalam persepektif Islam karena hanya mengandalkan akal dan pikiran. </p><p>- pendekatan positivisme kurang melibatkan perspektif kualitatif dan interpretatif dalam proses penelitian.</p><p>- positivisme sering kali terbatas dalam merespon evolusi kompleksitas pengetahuan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-04 01:20:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3152838801</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan Max weaber</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3152884201</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Adinda nazwa salsabilla</p><p>Nim : 230301102</p><p><br/></p><p>Max Weber adalah seorang sosiolog Jerman yang dikenal karena teorinya tentang tindakan sosial. Ia menekankan pentingnya memahami makna subjektif yang diberikan oleh individu terhadap tindakan mereka, dan bagaimana tindakan sosial selalu berorientasi pada orang lain. Weber mengidentifikasi empat jenis motivasi utama dalam tindakan sosial: tindakan rasional bertujuan, tindakan rasional bernilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Pemikiran Weber tentang tindakan sosial membantu kita memahami bagaimana individu berinteraksi dalam masyarakat dan bagaimana nilai-nilai dan budaya memengaruhi perilaku manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-04 01:58:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3152884201</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3152887213</link>
         <description><![CDATA[<p>nama: Siti mutmainah</p><p>Nim: 230301104</p><p><br/></p><p>Emile Durkheim, seorang sosiolog terkemuka asal Perancis, dianggap sebagai salah satu pelopor dalam mengembangkan sosiologi sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Kontribusi utamanya terletak pada konsep fakta sosial, yang menjadi dasar pemikirannya dalam memahami bagaimana masyarakat berfungsi dan saling berhubungan.</p><p><br/></p><p>Menurut Emile Konsep fakta sosial merupakan kontribusi pentingdalam pengembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu yang mapan. Melalui konsep ini, Durkheim memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana masyarakat berfungsi dan saling berhubungan. Fakta sosial bersifat eksternal, memaksa, dan umum, dan berperan penting dalam membentuk perilaku, pemikiran, dan perasaan individu dalam masyarakat. Dengan memahami konsep fakta sosial, sosiolog dapat mempelajari masyarakat secara objektif, menjelaskan perilaku manusia, dan memprediksi perubahan sosial yang mungkin terjadi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-04 02:00:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3152887213</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3152903509</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA: ST.MURNI</p><p>NIM:230301075</p><p>Kelompok: III</p><p><br/></p><p>Konflik sosial dalam pandangan Marx adalah proses dialektis yang terus-menerus, di mana perubahan dan perkembangan dalam masyarakat sering kali terjadi melalui pertentangan antara kelas-kelas sosial.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-04 02:12:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3152903509</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan Max Weber</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3153004895</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Mitahul Safitri</p><p>Nim : 230301080</p><p><br/></p><p>Teori sosial Max Weber memberikan perspektif yang penting untuk memahami tindakan sosial, proses perubahan sosial, dan stratifikasi sosial. Fokusnya pada pemahaman subjektif, tipe ideal, dan rasionalisasi memberikan alat analisis yang berharga untuk mempelajari masyarakat modern.</p><p>Teori Weber memiliki implikasi yang luas bagi berbagai bidang, seperti:<br></p><p>- Sosiologi ekonomi: Teori Weber tentang rasionalisasi dan kapitalisme membantu memahami perkembangan ekonomi modern.</p><p>- Sosiologi politik: Teori Weber tentang kekuasaan dan stratifikasi sosial memberikan kerangka kerja untuk menganalisis struktur kekuasaan dan konflik sosial.</p><p>- Sosiologi agama: Teori Weber tentang hubungan antara agama dan perubahan sosial memberikan perspektif yang menarik untuk mempelajari peran agama dalam masyarakat.</p><p><br>Penting untuk dicatat bahwa teori Weber telah menjadi subjek perdebatan dan kritik. Namun, sumbangannya yang signifikan terhadap sosiologi modern membuatnya tetap menjadi tokoh yang berpengaruh dalam pemikiran sosial. <br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-04 03:32:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3153004895</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan tentang Konflik Sosial menurut Karl Marx:  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3153354931</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Lana Fauziah </p><p>Nim: 230301105</p><p>Kelompok 3 </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Konflik sosial dalam pandangan Karl Marx berakar dari ketidakadilan dan ketimpangan dalam struktur ekonomi masyarakat kapitalis. Marx berpendapat bahwa konflik utama terjadi antara dua kelas sosial, yaitu borjuis (pemilik modal) dan proletar (kelas pekerja). Borjuis mengeksploitasi tenaga kerja proletar untuk memperoleh keuntungan, sementara proletar teralienasi dari hasil kerja mereka dan merasa tertindas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-04 08:50:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3153354931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan Max Weaber</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158007628</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Maelina Azzahra</p><p>Nim: 230301091</p><p><br/></p><p>Max Weber, seorang sosiolog terkemuka, mengembangkan teori tindakan sosial yang berfokus pada motif dan perilaku manusia dalam konteks sosial. Teori ini menekankan pentingnya pemaknaan subyektif dalam memahami tindakan manusia, di mana individu memberikan makna terhadap tindakan mereka dan tindakan orang lain. Weber berpendapat bahwa tindakan sosial merupakan tindakan yang diarahkan kepada orang lain dan dipengaruhi oleh perilaku mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-08 00:47:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158007628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kesimpulan tentang emile durkhim </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158040042</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Lalu Faiz Afzallurahman </p><p>Nim : 230301094</p><p><br/></p><p>Kesimpulan dari pemikiran Émile Durkheim tentang sosiologi menekankan bahwa sosiologi adalah studi tentang fakta sosial, yaitu norma dan institusi yang mempengaruhi perilaku individu. Ia mengidentifikasi dua bentuk solidaritas sosial: mekanis dan organik, serta memperkenalkan konsep anomie, yang menggambarkan ketidakstabilan sosial akibat lemahnya norma. Durkheim berargumen bahwa individu tidak dapat dipahami terpisah dari konteks sosialnya, dan menekankan pentingnya metode empiris dalam penelitian sosiologis untuk memahami dinamika masyarakat secara holistik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-08 01:06:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158040042</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KESIMPULAN MAX WEABER</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158075715</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Elza Syahrani Aulia</p><p>Nim: 230301113</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Maximilian Weber (21 April 1864 – 14 Juni 1920) adalah seorang ahli politik, ekonomi, geografi, dan sosiolog dari Jerman yang dianggap sebagai salah satu pendiri awal dari Ilmu Sosiologi dan Administrasi negara modern. Karya utamanya berhubungan dengan rasionalisasi dalam sosiologi agama dan pemerintahan, meski ia sering pula menulis di bidang ekonomi. Karyanya yang paling populer adalah esai yang berjudul Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme, yang mengawali penelitiannya tentang sosiologi agama. Weber berpendapat bahwa agama adalah salah satu alasan utama bagi perkembangan yang berbeda antara budaya Barat dan Timur. Dalam karyanya yang terkenal lainnya, Politics as a Vocations, Weber mendefinisikan negara sebagai sebuah lembaga yang memiliki monopoli dalam penggunaan kekuatan fisik secara sah, sebuah definisi yang menjadi penting dalam studi tentang ilmu politik Barat modern. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-08 01:24:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158075715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan teori sosial max Weber </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158149760</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Mirnawati </p><p>Nim: 230301099</p><p><br/></p><p>Teori sosial Max Weber berfokus pada tindakan sosial, yaitu perilaku manusia yang mempertimbangkan perilaku orang lain dan bertujuan untuk mencapai sesuatu. Ia mengklasifikasikan tindakan sosial menjadi empat jenis: rasionalitas tujuan, rasionalitas nilai, afektif, dan tradisional. Weber juga menekankan pentingnya interpretasi untuk memahami tindakan sosial.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-08 02:06:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158149760</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan Emile Durkheim</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158472830</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : lalu damar agung k</p><p>Nim : 230301083</p><p>Dari pemikiran-pemikiran diatas dapat disimpulkan bahwa ide-ide pokok Durkheim terhadap agama yakn Totemisme merupakan bentuk yang paling dasar atau primitif serta merupakan bentuk yang asli dari agama yang dikenal manusia, dengan maksud bahwa totemisme terdapat dalam masyarakat dengan kultur material dan struktur sosial yang paling sederhana yang harus dijelaskan tanpa meminjam elemen agama terdahulu. </p><p>Pandangan Durkheim tersebut terpusat pada klaimnya bahwa agama adalah sesuatu yang benar-benar bersifat sosial. Menurut Durkheim bahwa fungsi sosial agama tersebut ditemukannya melalui observasi terhadap bentuk-bentuk kepercayaan yang paling awal yaitu "totemisme". Dalam kepercayaan totemik tersebut terdapat ide-ide sosial dan keagamaan hanya hidup dalam kesadaran individu dan ide-ide tersebut perlu ditegaskan kembali melalui berbagai ritual agama agar hidup sosial terus berlanjut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-08 05:26:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158472830</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan Teori Karl Max</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158498357</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Hanis Salsabila</p><p>NIM:230301100</p><p>Kls/smt: D/3</p><p><a rel="noopener" href="https://tirto.id/mengenal-teori-teori-konflik-sosial-menurut-para-ahli-sosiologi-f92J">Karl Marx</a> memandang teori konflik sebagai bentuk pertentangan kelas. <strong>Teori konflik</strong> Karl Marx yang fokus pada pertentangan berkembang antara dua kelas sosial: <strong>borjuis</strong> (pemilik modal) dan <strong>proletar</strong> (pekerja). Menurut Marx, konflik ini muncul akibat eksploitasi buruh oleh kapitalis, di mana buruh menerima upah rendah dan bekerja dalam kondisi buruk. Dari sudut pandang itu, Marx memperkenalkan konsep struktur kelas di masyarakat. Marx menilai konflik di masyarakat berkaitan dengan adanya kelompok yang berkuasa dan dikuasai. Di teori Marx, konflik kelas dipicu oleh pertentangan kepentingan ekonomi.</p><p>Selain itu, setidaknya ada 4 konsep dasar dalam teori ini:</p><p><br/></p><ul><li><p>Struktur kelas di masyarakat;</p></li><li><p>Kepentingan ekonomi yang saling bertentangan di antara kelas yang berbeda;</p></li><li><p>Adanya pengaruh besar dilihat dari kelas ekonomi terhadap gaya hidup seseorang;</p></li><li><p>Adanya pengaruh dari konflik kelas terhadap perubahan struktur sosial.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-08 05:44:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lukmannurman8/lat4l0n41sfi6ego/wish/3158498357</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
