<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Raja Pendukung Dhamma by Wiji Lestari</title>
      <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma</link>
      <description>Uraikan bagian penting dan menarik dari raja Pendukung dhamma berikut: 
1. Raja Bimbisara
2. Raja Ajatasattu
3. Raja Asoka</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-08 23:32:39 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-25 06:59:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Grace Alicia 8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876862157</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara : Ia adalah penguasa dari Kerajaan Magadha. Ia pernah menawarkan setengah harta dari kerajaannya terhadap Pangeran Gotama apabila ia bersedia untuk berhenti menjadi petapa. Namun Pangeran Gotama menolak dan berjanji ketika dia sudah menjadi Buddha, Ia akan datang mengunjungi Raja Bimbisara. Akhirnya Buddha datang dan membabarkan Dhamma. Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama (Sotapanna). Lalu dia membangun sebuah wihara untuk tempat tinggal Buddha dan para siswa-nya yang dikenal dengan nama "Veluvanarama." Raja Bimbisara semakin giat belajar Dhamma dan sering bederma. Ia juga mengizinkan ratunya, Khemma untuk menjadi seorang Bhikkuni.<br><br>Raja Ajatasattu : Ia adalah anak dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Raja Ajatasattu pernah memberontak merebut takhta kerajaan dan menyiksa Raja Bimbisara sampai meninggal karena terhasut oleh Bhikku Devadatta yang pada saat itu ingin membunuh Buddha. Raja Ajasattu menyesali perbuatannya dan tidak dapat hidup dengan tenang sampai dia bertemu dengan Buddha. Buddha menerima pengakuan dan pertobatannya. Lalu Raja Ajasattu mendengarkan Dhamma yang dapat membuat hidup dia menjadi tenang. Raja Ajasattu pun menjadi umat setia ajaran Buddha dan menjadi pelindung utama dalam penyelenggaraan Sidang Sangha pertama di Rajagaha.<br><br>Raja Asoka : Ia adalah seorang penguasa ketiga dari Dinasti Maurya yang memerintah pada tahun 300-232 SM di India. Awalnya Raja Asoka adalah raja yang kejam, namun Ia sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha dan menjadi seorang "Raja Dhamma". Ia melakukan pengabdian yang luar biasa terhadap Buddha dan Dhamma. Ia juga membangun banyak sekali fasilitas Dhamma serta berbagai fasilitas umum. Raja Asoka menjadi penyokong Sidang Sangha ketiga di Pataliputta. Raja Asoka juga membangun pilar dengan singa di atasnya di tempat bersejarah seperti Taman Lumbini, Taman Rusa Isipatana dan sekarang pilar tersebut dijadikan lambang nasional India. Raja Asoka juga pernah mengirimkan putra-putra nya sendiri yang telah menjadi anggota Sangha ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:46:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876862157</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kenji Luman 8C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876864958</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara<br><br></div><div>Raja Bimbisara adalah raja dari Kerajaan Magadha. Raja Bimbisara pernah bertemu dan menawarkan setengah dari kerajaannya untuk Petapa Gotama apabila Pangeran Gotama bersedia berhenti menjadi petapa. Namun, Petapa Gotama menolak. Petapa Gotama berjanji kepada Raja Bimbisara bahwa setelah menjadi Buddha, Petapa Gotama akan mengunjungi Kota Rajagaha. Setelah menjadi Buddha, Beliau menepati janjinya dan membabarkan Dhamma di Kota Rajagaha. Pada akhir ceramahnya, Raja Bimbisara mencapai tingkat kesucian Sotapanna. Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu dan vihara Veluvanarama kepada Buddha dan para siswanya.&nbsp;<br><br></div><div>2. Raja Ajatasattu<br><br></div><div>Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pada masa mudanya, Raja Ajatasattu terhasut oleh Bhikkhu Devadatta yang sedang mencari sekutu untuk membunuh Buddha. Karena itu, ia membunuh ayah kandungnya sendiri, Raja Bimbisara. Tetapi, pada akhirnya, ia menyesali perbuatannya dan hidupnya menjadi sangat menderita. Raja Ajatasattu lalu mengenal Buddha dari tabib istana bernama Jivaka. Tabib Jivaka membawa Raja Ajatasattu bertemu dengan Buddha. Ia menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan Buddha menerimanya. Buddha membabarkan Dhamma padanya dan membuatnya hidup dengan tenang. Raja Ajatasattu menjadi umat Buddha yang tidak segan-segan menoong para Bhikkhu. Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraaan Sidang Sangha Pertama di Rajagaha, tiga bulan setelah Buddha Parinibbana.&nbsp;<br><br></div><div>3. Raja Asoka<br><br></div><div>Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurya. Pada awalnya, Raja Asoka adalah raja yang kejam. Tetapi, setelah sadar akan perbuatannya, ia menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjadi vegetaris, mendirikan banyak fasilitas untuk kepentingan rakyat, dan membangun banyak vihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha di tempat-tempat suci. Raja Asoka pernah mengirimkan putranya sendiri yang telah menjadi anggota Sangha ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Raja Asoka adalah penyokokng Sidang Sangha Ketiga di Pataliputta. Walaupun berkuasa, Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama Buddha. Ia mengatakan bahwa, “Bagaimana kita hidup, itulah tujuan agama.”<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:47:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876864958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anderson</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876869428</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara&nbsp;<br>Raja Bimbisara adalah penguasa kerajaan Magadha. Raja Bimbisara pernah menawarkan setengah kerajaannya kepada buddha namun buddha Gotama menolak. buddha membabarkan dhamma dan pada akhir ceramah buddha Gotama, Raja bimbisara mencapai kesucian pertama. Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan wihara buddha dan para siswa-siswanya. Wihara tersebut di beri nama Veluvanarama. Dari raja Bimisara kita dapat belajar bahwa kita tidak boleh sombong dan tidak merasa bahwa kita adalah yang terhebat<br><br>2. Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu adalah putra dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pangeran Ajatasattu pernah membuat kesalahan karena terpengaruh hasutan bhikkhu Devadatta yang saat itu sedang mencari sekutu untuk membunuh buddha. Pangeran Ajatasattu siksa raja bimbisara hingga meninggal. Pada akirnya Raja Ajatasattu merasa menyesal. Atas bantuan tabib istana yang bernama Jivaka,&nbsp; Raja Ajatasattu mengenal buddha. sejak mengenal buddha, dhamma, sangha,&nbsp; Raja Ajatasattu menjadi umat setia pada ajaran buddha.&nbsp; Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraab sidang sangha pertama di rajagaha. Dari raja Ajatasattu kita dapat belajar bahwa jangan cepat percaya kepada hasutan atau nasihat orang.<br><br>3. Raja Asoka<br>Raja Asoka adalah penguasa ketika dinasti Maurya. Arti kata Asoka adalah tidak sedih. Awalnya Asoka adalah raaj yang kejam. Pada akhirnya, raja asoka sadar dan menjadi penganut ajaran buddha. Ia menjadi seorang raja dhamma. Pengabdian raja Asoka kepada buddha dan dhamma sangat luar biasa. Ia bangun sangat banyak sekali wihara dan stupa. Raja Asoka pernah mengirim putranya sendiri menjadi anggota sangha yaitu bhikkhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamita. Walaupun berkuasa raja Asoka tidak memaksa rakyat untuk memeluk agama buddha. seperti yang terpahat di batu Kalingga :<br>"Barang siapa menghormati agamanya sendiri dan mencela agama orang lain berarti merugikan agamanya sendiri dan orang lain</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:49:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876869428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rainhard</title>
         <author>rainhard202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876869743</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara pernah menawarkan setengah kerajaanya apabila Pangeran Gotama berhenti jadi petapa.Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan wihara Buddha dan para siswa-Nya.Raja Bimbisara Mengizinkan Khema putrinya untuk menjadi bhikkhuni<br><br>Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu merupakan anak raja Bimbisara dan Ratu Vadehi.Merebut takhta Raja Bimbisara sampai dia disiksa dan dipenjara karena dia dihasut.Dia mengenal Buddha karena tabib istana .Raja Ajatasattu bertobat dan akhirnya dia merasakan ketenangan<br><br>Raja Asoka<br><br>Raja Asoka adalah raja yang kejam akhirnya raja Asoka sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha.Raja Asoka membangun banyak wihara sebagai penyembahannya kepada Buddha Raja Asoka mengirim anaknya untuk menjadi anggota Sangha <br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:49:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876869743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jonathan Alvaro</title>
         <author>jonathan202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876874854</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara<br>- Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha.<br>- Raja Bimbisara pernah bertemu dan menawarkan setengah kerajaan kepada pertapa gotama apabila pertapa gotama berhenti menjadi petapa.<br>- Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama setelah mendengarkan Dhamma yang dibabarkan Buddha.<br>- Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu nya untuk tempat tinggal dan wihara Buddha dan para siswa-nya yang dikenal bernama Veluvanarama.<br>- Raja Bimbisara merupakan seorang raja yang tidak sombong.<br>- Raja Bimbisara tetap ingin belajar Dhamma sehingga kebijaksanaanya bertambah.<br>- Raja Bimbisara mendorong anggota kerajaannya untuk mempelajari Dhamma.<br>- Raja Bimbisara mengizinkan istrinya untuk menjadi Bhikkhuni<br>2. Raja Ajatasattu<br>- Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi.<br>- Pada masa mudanya, Pangeran Ajatasattu pernah berbuat kesalahan karena di hasut oleh Bhikkhu Devadatta.<br>- Pangeran Ajatasattu terkesan oleh kesaktain yang sengaja dipertontonkan oleh Bhikkhu Devadatta.<br>- Karena terhasut oleh Bhikkhu Devadatta, Pangeran Ajatasattu melakukan pemberontakan kepada ayahnya, dengan menyiksa ayahnya sampai meninggal, dan merebut takhta kerajaannya.<br>- Pangeran Ajatasattu menyesali perbuatanya, karena dia tidak dapat merasakan ketenangan, dan selalu mengalami mimpi buruk.<br>- Berkat tabib istanan yang bernama Jivaka, Raja Ajatasattu bertemu dengan buddha, dia langsung menyatakan penyesalannya.<br>- Sejak mengenal Buddha, Dhamma, dan Sangha, Raja Ajatasattu menjadi umat yang setia pada ajaran buddha.<br>- Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraan Sidang Saha pertama di Rajagaha.<br>- Karena mengakui kesalahannya, dia menjadi lebih bahagia, bahkan menjadi pendukung Buddha.<br>3. Raja Asoka<br>- Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurya.&nbsp;<br>- Raja Asoka memerintah pada tahun 300-232 SM di India.<br>- Pada awalnya, Raja Asoka adalah raja yang kejam, banyak orang yang terbunuh dan terluka karena dia.<br>- Raja Asoka sadar dan menjadi penganut Dhamma.<br>- Raja Asoka menjadi vegetaris, mendirikan banyak rumah sakit, wihara, dan asrama.<br>- Pengabdian Raja Asoka terhadap buddha dan Dhamma sangat luar biasa.<br>- Raja Asoka membangun banyak wihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha.<br>- Raja Asoka adalah penyokong Sidang Sangha ketiga di Pataliputta.<br>- Raja Asoka pertama mengirimkan putranya sendiri untuk menjadi anggota sangha yaitu Bhikhhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha.<br>- Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama buddha.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:51:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876874854</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>filbert202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876887536</link>
         <description><![CDATA[<div>raja bimbisara adalah penguasa kerajaan Magadha. ia membangun sebuah wihara yang dikenal dengan nama "veluvanarama".<br><br>raja ajatasattu adalah putra raja bimbisara dan ratu vedehi, dia pernah berbuat kesalahan karena terpengaruh hasutan bhikkhu devadatta yang pada saat itu.<br><br>raja asoka adalah penguasa ke-3 dinasti maurya. ia memerintah pada tahun 300 - 232 sm di india.<br>&nbsp;dan artinya tidak sedih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:57:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876887536</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Janicelie 8B</title>
         <author>Janice_Jane</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876889039</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara<br>Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha. Sebelum Pangeran Gotama menjadi Buddha, Raja Bimbisara pernah bertemu dan menawarkan setengah dari kerajaannya untuk Pangeran Gotama jika Pangeran Gotama berhenti menjadi Pertapa. Pangeran Gotama dengan rendah hati menolak Raja Bimbisara. Ia berjanji akan mendatang mengunjungi Raja Bimbisara apabila telah menjadi Buddha. Buddha akhirnya menempati janjinya dan mengunjungi Kota Rajagaha. Buddha kemudian membabarkan Dhamma dan Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama (Sotapanna). Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan vihara para siswanya. Di hutan itu ia membangun vihara bernama Veluvanarama. Raja Bimbisara tetap ingin belajar Dhamma, sehingga kbijaksanaannya bertambah. Raja Bimbisara menjadi gemar bederma dan selalu mendukung Buddha. Ia juga mendorong anggota kerjaannya untuk mempelajari Dhamma, bahkan ia mengizinkan Khema untuk menjadi Bhikkhuni.<br>2. Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vehedi. Pada masa mudanya , Pangeran Ajasattu pernah membuat kesalahan karena terpengaruh hasutan Bhikkhu Devadatta yang pada saat itu sedang mencari sekutu untuk membunuh Buddha. Pangeran Ajasattu sangat terkesan denagn penampilan dan kesaktian yang sengaja dipertontonkan oleh Bhikkhu Devadatta. Pangeran Ajatasattu melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri untuk merebut harta dan membuat ayahnya sendiri tertangkap dan tersiksa hingga meninggal dipenjara tersebut. Pada akhirnya Raja Ajatasattu menyesali perbuatannya, hidupnya menjadi sangat menderita. Atas bantuan tabib istana, Ia kemudian mengenal Buddha. Buddha menerima pengakuannya dan pertobatannya. Kemudian Buddha membabarkan Dhamma kepada Raja Ajatasattu dan dia pun hidup dengan tenang. Raja ajatasattu menjadi umat yangsetia kepada ajaran Buddha dan pelindung utama dalam penyelenggaraan.<br>3. Raja Asoka<br>Raja&nbsp; Asoka adalah raja yang kejam. Banyak orang terbunuh dan tersakiti oleh aksinya. Setelah sadar, ia menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjalani cinta kasih, menjadi vegetaris, mendirikan banyak rumah sakit, wihara, dan asrama. Ia membangus banyak fasilitas umum dan menanam pohon buah-buahan untuk para rakyat. Pengabdian Raja Asoka terhadap Buddha dan Dhamma sangat luar biasa. Ia membangun banyak&nbsp; tempat suci. Raja Asoka adalah penyokong Sidang Sangha Ketiga di Pata liputta. Raja Asoka pernah mengirim putranya yang telah menjadi anggota Sangha yaitu Bhikkhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agam Buddha. Berkat jasanya, ajaran Buddha tersebar luas di luar India.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:57:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876889039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>jessicateesha</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876891529</link>
         <description><![CDATA[<div>1 =	Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha. Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama (Sotapanna).<br>	Raja Bimbisara memberi tempat hutan bambu kepada Buddha dan para siswanya yaitu Hutan Veluvanarama.<br>	Raja Bimbisara walaupun raja ia tidak sombong atau berasa ia paling hebat.<br>	Raja Bimbisara gemar bederma dan selalu mendukung Buddha. Ia juga mendorong anggota kerajaan untuk mempelajari Dhamma.<br><br>2 =	Raja Ajasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Dulu ia terkena pengaruh hasutan Bhikkhu Devadatta yang pada saat itu ingin membunuh Buddha.<br>	Ia melakukan lebih banyak hal buruk seperti membunuh ayahnya sendiri. Ia menderita sekali karena kejadian tersebut.<br>	Raja Ajasattu mengenal Buddha dan menyatakan penyesalan membunuh ayahnya.<br>	Buddha menerima pengakuan dan pertobatnya dan membabarkan Dhamma yang membuat Raja Ajasattu hidup dengan tenang.<br>	Raja Ajasattu mulai menolong para Bhikkhu dan ia hidup lebih bahagia.<br><br>3 =	Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurya. Pada awalnya, Raja Asokka sangat kejam dan banyak yang terluka sebab itu.<br>	Raja Asoka akhirnya sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha.<br>	Ia menjalani cinta kasih, menjadi seorang "Raja Dhamma", menjadi vegetaris, mementingkan rakyatnya dan membangun banyak wihara.<br>	Walaupun sangat berkuasa, ia tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama Buddha. Ia berkata "Bagaimana kita hidup, itulah tujuan agama."</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:58:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876891529</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876896167</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara pernah menawarkan setengah kerajaanya apabila Pangeran Gotama berhenti jadi petapa.Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan wihara Buddha dan para siswa-Nya.Raja Bimbisara Mengizinkan putrinya (Khema) untuk menjadi bhikkuni<br><br>Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu merupakan anak raja Bimbisara dan Ratu Vadehi. Beliau Merebut takhta Raja Bimbisara sampai dia disiksa dan dipenjara karena dia dihasut.<br><br>Raja Asoka<br><br>Raja Asoka adalah raja yang kejam akhirnya raja Asoka sadar kejahatanya dan menjadi penganut ajaran Buddha.Raja Asoka membangun banyak wihara sebagai penyembahannya kepada Buddha Raja Asoka mengirim anaknya untuk menjadi Bhikkuni</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:00:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876896167</guid>
      </item>
      <item>
         <title>valent 8C</title>
         <author>valent202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876896559</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara<br>&nbsp; &nbsp;Raja Bimbisara pernah bertemu Pangeran Gotama dan menawar kan setengah dari kerajaannya apabila Pangeran Gotama berhenti menjadi Buddha, namun di tolak oleh Pangeran Gotama. Setelah menjadi Buddha, Buddha membabarkan Dharma di kerajaan Raja Bimbisara, setelah mendengar Dharma Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama. Setelah itu Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk menjadi tempat tinggal dan wihara Buddha dan para siswanya.<br><br>2. Raja Ajatasattu<br>&nbsp; &nbsp; Raja Ajatasattu pernah di hasut oleh Bhikku Devadatta untuk merebut takhta kerajaan, Raja Bimbisara (ayah dari Raja Ajatasattu) disiksa dan dibunuh. Ia menyatakan penyesalannya ke sang Buddha, dan mendalami Dharma.<br><br>3. Raja Asoka<br>Dulu Raja Asoka adalah raja yang kejam, dan akhirnya Raja Asoka sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha. Ia membangun banyak sekali wihara dan stupa. Raja Asoka pernah mengirimkan anaknya untuk menyebarkan agama Buddha.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:00:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876896559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hayden 8C</title>
         <author>hayden202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876897541</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara: Buddha membabarkan Dhamma, dan pada akhir ceramahnyaRaja Bimbisara mencapai kesucian pertama. Raja Bimbisara mendermaka hutan bambu untuk tempat tinggal dan wihara buddhadan paea siswanya. dia membangun sebuah wihara untuk tempat tinggal Buddha dan para siswa-nya yang dikenal dengan nama "Veluvanarama." Raja Bimbisara semakin giat belajar Dhamma dan sering bederma.<br><br>Raja Ajatasattu: Raja Ajatasattu adalah putra dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pangeran Ajatasattu pernah membuat kesalahan karena terpengaruh hasutan bhikkhu Devadatta yang saat itu sedang mencari sekutu untuk membunuh buddha. Pangeran Ajatasattu siksa raja bimbisara hingga meninggal. Raja Ajatasattu menjadi umat setia pada ajaran buddha.&nbsp; Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraab sidang sangha pertama di rajagaha. Dari raja Ajatasattu kita dapat belajar bahwa jangan cepat percaya kepada hasutan atau nasihat orang.<br><br>Raja Asoka: Raja Pasenadi Kosala&nbsp;<br>Raja Pasenadi Kosala adalah raja yang berkuasa di kerajaan Kosala. Pengabdian Raja Asoka terhadap Buddha dan Dhamma sangat luar biasa. Ia membangun banyak sekali wihara dan stupa sebagai tempat penyimpanan relik Buddha. Raja Asoka membangun pilar dengan singa di atasnya. Raja Asoka pernah mengirimkan putranya sendiri yang telah menjadi anggota Sangha yaitu Bhikkhu Mahinda and Bhikkhuni Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Berkat jasanya ini, agama Buddha menjadi terbesar luas di luar India. Walaupun sangat berkuasa, Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama buddha.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:01:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876897541</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Markhend</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876899484</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara mengatakan bahwa ia adalah penguasa dari Kerajaan Magadha. Ia pernah menawarkan setengah harta dari kerajaannya untuk Pertapa Gotama apabila ia bersedia untuk berhenti menjadi petapa. Namun Pertapa Gotama menolak dan berjanji ketika dia sudah menjadi Buddha, Ia akan datang mengunjungi Raja Bimbisara. Akhirnya Buddha datang dan membabarkan Dhamma kepada Raja Bimbisara hingga mencapai kesucian pertama (Sotapanna). Lalu dia membangun sebuah wihara untuk tempat tinggal Buddha dan para siswa-nya yang dikenal dengan nama "Veluvanarama." Raja Bimbisara semakin giat belajar Dhamma dan sering bederma. Ia juga mengizinkan ratunya, Khemma untuk menjadi seorang Bhikkuni.<br><br>2. Raja Ajatasattu merupakan anak raja Bimbisara dan Ratu Vadehi. Ia merebut takhta Raja Bimbisara sampai dia disiksa dan dipenjara karena dia dihasut. Dia mengenal Buddha karena tabib istana. Raja Ajatasattu akhirnya bertobat dan akhirnya dia merasakan ketenangan<br><br>3. Raja Asoka adalah penuasa ketiga Dinasti Maurya. Pada awalnya, Ia adalah raja yang kejam. Tetapi, setelah sadar akan perbuatannya, ia menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjadi vegetarian dan mendirikan banyak fasilitas untuk kepentingan rakyat, dan membangun banyak vihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha di tempat-tempat suci. Raja Asoka pernah mengirimkan putranya sendiri yang telah menjadi anggota Sangha ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Raja Asoka adalah penyokong Sidang Sangha Ketiga di Pataliputta. Walaupun berkuasa, Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama Buddha. Ia mengatakan bahwa, “Bagaimana kita hidup, itulah tujuan agama.”</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:02:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876899484</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Calvin F</title>
         <author>calvin202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876908811</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara:<br>Raja Bimbisara adalah penguasa kerajaan Magadha. Raja Bimbisara pernah menawarkan setengah kerajaannya kepada buddha namun buddha Gotama menolak. buddha membabarkan dhamma dan pada akhir ceramah buddha Gotama, Raja bimbisara mencapai kesucian pertama. Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan wihara buddha dan para siswa-siswanya. Wihara tersebut di beri nama Veluvanarama. Dari raja Bimisara kita dapat belajar bahwa kita tidak boleh sombong dan tidak merasa bahwa kita adalah yang terhebat<br><br>Raja Ajatasattu:<br>Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pada masa mudanya, Raja Ajatasattu di hasut oleh Bhikkhu Devadatta yang sedang mencari sekutu untuk membunuh Buddha. Karena itu, ia membunuh ayah kandungnya sendiri, Raja Bimbisara. Tetapi, pada akhirnya, ia menyesali perbuatannya dan hidupnya menjadi sangat menderita. Raja Ajatasattu lalu mengenal Buddha dari tabib istana bernama Jivaka. Tabib Jivaka membawa Raja Ajatasattu bertemu dengan Buddha. Ia menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan Buddha menerimanya. Buddha membabarkan Dhamma padanya dan membuatnya hidup dengan tenang. Raja Ajatasattu menjadi umat Buddha yang tidak segan-segan menolong para Bhikkhu. Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraaan Sidang Sangha Pertama di Rajagaha, tiga bulan setelah Buddha Parinibbana.&nbsp;<br><br>Raja Asoka:<br>Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurya.&nbsp;Raja Asoka memerintah pada tahun 300-232 SM di India. Pada awalnya, Raja Asoka adalah raja yang kejam, banyak orang yang terbunuh dan terluka karena dia. Raja Asoka sadar dan menjadi penganut Dhamma. Raja Asoka menjadi vegetaris, mendirikan banyak rumah sakit, wihara, dan asrama. Pengabdian Raja Asoka terhadap buddha dan Dhamma sangat luar biasa. Raja Asoka membangun banyak wihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha. Raja Asoka adalah penyokong Sidang Sangha ketiga di Pataliputta. Raja Asoka pertama mengirimkan putranya sendiri untuk menjadi anggota sangha yaitu Bhikhhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama buddha.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:05:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876908811</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vanessa Vidita Tanzil 8B tesla</title>
         <author>mvsvanessavidita</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876926350</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara<br>Sebelum Pangeran Gotama menjadi Buddha, Raja Bimbisara pernah bertemu dan menawarkan setengah dari kerajaannya untuk Pangeran Gotama apabila Pangeran Gotama bersedia berhenti menjadi petapa, tetapi dengan kerendahan hati, Pangeran Gotama menolak tawaran tersebut. Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama setelah Buddha selesai membabarkan Dhamma. Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan vihara Buddha dan para siswa-Nya. Di hutan itu, ia membangun sebuah vihara yang bernama "Veluvanarama". Kita patut mencontoh sifat Raja Bimbisara yang tidak sombong, bijak, gemar bederma dan selalu mendukung Dhamma.<br><br>2.&nbsp; Raja Ajatasattu<br>Pada masa mudanya, ia pernah terpengaruh hasutan Bhikkhu Devadatta untuk membunuh Buddha. Pangeran Ajatasattu sangat terkesan dengan penampilan dan kesaktian yang sengaja diperlihatkan oleh Bhikkhu Devadatta. Dalam pemberontakan Pangeran Ajatasattu terhadap Raja Bimbisara, Raja Bimbisara ditangkap dan disiksa sampai akhirnya meninggal di penjara. Tabib Jivaka membawa Raja Ajatasattu menjumpai Buddha. Buddha membabarkan Dhamma yang membuat Raja Ajatasattu hidup tenang. Dari Raja Ajatasattu, kita harus belajar untuk jangan cepat percaya atas hasutan atau nasihat orang.&nbsp;<br><br>3. Raja Asoka<br>Pada awalnya, Raja Asoka adalah raja yang kejam. Tetapi pada akhirnya ia sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjadi cinta kasih dan vegetaris, ia mendirikan banyak rumah  sakit, vihara dan asrama. Ia juga membangun sumur, jalanan, berbagai fasilitas umum dan menanam pohon. Ia juga membangun pilar prasasti, tugu atau stupa di Taman Lumbini dan Taman Rusa Isipatana. Raja Asoka pernah mengirimkan putranya sendiri ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Dari Raja Asoka, kita harus belajar untuk menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi terhadap agama lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:13:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876926350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ryuhan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876935236</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara&nbsp;<br>Raja Bimbisara pernah bertemu dengan Pangeran Gotama dan menawarkan setengah dari kerajaanya agar Pangeran Gotama tidak menjadi Petapa. Namun, Pangeran Gotama menolak tawaran tersebut.<br>Setelah Pangeran Gotama menjadi Buddha, Dia datang ke Kerajaan Magadha untuk membabarkan Dhamma, dan Raja Bimbisara mencapain kesucian pertama&nbsp; dan mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan vihara bernama Veluvanarama untuk Buddha dan Para Siswanya.<br><br>Raja Ajatasattu&nbsp;<br>Raja Ajatasattu adalah Putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Raja Ajasattu pernah membuat kesalahan karena dihasut oleh Bhikkhu Devadatta untuk membunuh Buddha. Karena dihasut oleh Bhikkhu Devadatta, Pangeran Ajatasattu pun melakukan pemberontakan yang mengambil nyawa ayahnya. Namun ia menyesal dan hidupnya menjadi menderita&nbsp; dan tidak bisa merasa tenang. Buddha pun datang dan membabarkan Dhamma pada Raja Ajatasattu.<br><br>Raja Asoka<br>Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurya. Pada awalnya, Raja Asoka adalah Raja yang kejam. Banyak orang yang terbunuh karena perbuatanya. Tetapi Raja Asoka sadar perbuatanya adalah salah dan menjadi Penganut Ajaran Buddha. Ia lalu menjadi Vegetaris, mendirikan banyak rumah sakit, vihara, stupa, asrama, jalanan, sumur, dan berbagai fasilitas umum lainya.<br>Di Taman Lumbini, Ia membangun Pilar Prasasti dan Tugu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:16:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876935236</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelsey 8b tesla</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876940480</link>
         <description><![CDATA[<div>raja bimbisara&nbsp;<br>kisahnya raja bimbasara pernah menawarkan setengah dari kerajaanya apabila pangeran gotama bersedia berhenti menjadi petapa, namun dengan rendah hati pangeran gotama menolak tawaran tsb dan berjanji apabila ia telah menjadi buddha pngeran gotama akan mengunjungi kerajaan magadha. demikian akhirnya buddha mengunjungi kota rajagaha diiringi oleh bhikkhu mahakassapa bersaudara dan seribu bhikkhu lainya. nuddha kemudian membabarkan dhamma dan di akhir ceramahnya raja bimbisara mebcapai kesucian pertama . walau raja bimbisara memiliki tahta yang tinggi namujn ia tidak pernah sobong dan tidak merasa bahwa ialah yang terhebat, raja tetap ingin belajar dhamma dan hingga akhirnya mencapai kesucian&nbsp;<br><br>raja ajatasattu. kisahnya raja ajatasttu pernah membuat kesalahan karna terhasut bhikkhu devadata yang sat itu sedang mencari sekutu untuk membunuh buddha. raja ajasattu tertarik dengan penampilan dan kesaktian yang di pertontonkan oleh devadatta. pangeran ajatasattu memberontak tahta ayahnya dan menagmbil ahi paksa tahta kerajaan dan ia memenjarakan ayahnya dan menyiksanya hingga wafat. namun ia telah menyesali perbuatanya, hidupnya sangat menderita&nbsp; bahkan tida dapat tenang sekejapun, mimpi dan bayangan mengerikan selalu mengahtuinya. akhirnya raja ajatasattu mencari buddha di depan buddha ia menyesali perbuatanya&nbsp; karna telah membunuh ayah kandunya sedndiri, buddha akhirnya membabarkan dhamma dan akhirnya raja ajatasattu hidup dengan tenang<br><br> raja asoka, kisahnya raja asoka merupakan raja yang kejam, banyak yang terlukan dan mterbunuh akibat aksinya, namun pada akhirna raja asoka sadar dan ikut menganut ajaran buddha ia menjalani cinta kasih, menjadi seorang raja dhamma dan ia menjadi vegetaris, ia membangun banyak fasilitas untuk rakya" nya </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:18:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876940480</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evan 8C</title>
         <author>evan202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876941737</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara :&nbsp;<br>Seorang raja yang menguasai Kerajaan Magadha dan seorang pendukung dhamma sejati juga memiliki banyak istri yang mendukung dhamma dengannya. Walaupun Raja Bimbisara adalah seorang raja, ia tidak sombong dan merasa bahwa dialah yang paling hebat diantara yang lain. Raja Bimbisara tetap belajar Dhamma, sehingga kebijaksanaannya bertambah. Raja Bimbisara juga mendukung Buddha, Dhamma, dan Sangha hingga dia mengajak rakyatnya untuk berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha.<br><br>Raja Ajatasattu :&nbsp;<br>Seorang putra dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Ia telah di hasut oleh Devadatta untuk membunuh kedua orang tuannya dan mengambil ahli taktha untuk mendapatkan kesaktian tinggi. Dia dilihat mencoba untuk membunuh orang tuannya. Ayahnya bangun dan menanyakan mengapa dia ingin melakukan hal tersebut. Dia menjawab bahwa ia ingin menjadi seorang raja yang sakti. Raja Bimbisara kemudian memberikan mahkota kepada Raja Ajatasattu dan disiksa di penjara oleh Raja Ajatasattu hingga mati. Raja Ajatasattu menyesal atas pebuatannya dan menderita. Sejak mengenal Buddha, Dhamma, dan Sangha, Raja Ajatasattu kemudian menjadi tertarik dan mempelajari Dhamma lebih dalam. Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraan sidang Sangha pertama di Rajagaha, tiga bulan setelah Buddha Parinibbana.<br><br>Raja Pasenadi Kosala :&nbsp;<br>Raja Pasenadi adalah raja yang berkuasa di Kerajaan Kosala, Oleh sebab itu dia dikenal dengan nama Pasenadi Kosala. Raja Pasenadi memiliki seorang ratu yang sangat bijaksana bernama Ratu Savatthi. Raja Pasenadi pertama kali melihat Buddha di Vihara Jetavana, dan menanyakan banyak hal kepada Buddha. Ia sangat puas dengan jawaban Buddha. Akhirnya dia memutuskan untuk berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha. Raja Pasenadi juga menjadi seorang penyantun bagi Buddha dan para Bhikku. Suatu ketika, buddha pernah menasehati Raja Pasenadi bahwa ada empat hal kecil yang tidak boleh dipandang remeh. Seorang kesatria muda. Walaupun muda, seorang kesatria dapat membunuh banyak orang, Seekor ular. walaupun kecil, dapat membunuh dengan satu patuk, Sebuah api. Memulai dari bentuk kecil, kemudian dapat menyebabkan bencana dashyat, dan Seorang Bhikku muda. Hidupnya masih lama sehingga dapat berbuat banyak kebaikan. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 02:19:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1876941737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rachelle K.R 8C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1877067512</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Pendukung Dhamma<br>1. Raja Bimbisara<br>Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha.&nbsp; Sebelum Pangeran Gotama menjadi Buddha, Raja Bimbisara pernah menawarkan setengah dari kerajaaannya untuk Pangeran Gotama apabila Pangeran Gotama berhenti menjadi petapa. Namun, Pangeran Gotama menolak tawaran tersebut dan berjanji kepada Raja Bimbisara, apabila telah menjadi Buddha, Buddha akan datang mengunjungi Kerajaan Magadha.&nbsp; Akhirnya Buddha mengunjungi Kerajaan Magadha. Buddha kemudian membabarkan Dhamma, dan Raja Bimbisara mencapai kesucian Sotapanna. Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu dan di hutan itu, Raja Bimbisara membangun sebuah wihara yang dikenal dengan nama "Veluvanarama". Walapun, Raja Bimbisara adalah seorang raja, ia tidak sombong dan ia selalu belajar Dhamma, sehingga kebijaksanaannya bertambah. Setelah berbahagia mengenal Dhamma, Raja Bimbisara menjadi gemar bederma , ia juga selalu mendukung Buddha, dan Raja Bimbisara juga mengizinkan ratunya, Khema untuk menjadi seorang Bhikkhuni.<br>2. Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pangeran Ajatasattu pernah membuat kesalahan karena terpengaruh oleh hasutan Bhikkhu Devadatta. Karena Bhikkhu Devadatta, Pangeran Ajatasattu melakukan pembrontakan terhadap ayahnya sendiri untuk merebut takhta kerajaan. Namun pada akhirnya, Raja Ajatasattu menyesali perbuatannya. Atas bantuan tabib istana, Jivaka, Raja Ajatasattu kemudian mengenal Buddha. Di depan Buddha, Raja Ajatasattu menyatakan penyesalan karena telah membunuh ayah kandungnya. Buddha membabarkan Dhamma yang membuat Raja Ajatasattu dapat hidup dengan tenang. Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraan Sidang Sangha Pertama di Rajagaha, tiga bulan setelah Buddha Parinibbana. Hal yang harus dipelajari dari Raja Ajatasattu adalah jangan cepat percaya atas hasutan atau nasihat orang .<br>3. Raja Asoka<br>Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurya. Ia memerintah pada tahun 300-232 SM di India. Pada awalnya, Raja Asoka adalah raja kejam. Akhirnya Raja Asoka sadar dan menjadi penganut Buddha. Pengabdian Raja Asoka terhadap Buddha dan Dhamma sangat luar biasa. Ia membangun banyak sekali vihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha. Ia juga membangun pilar prasasti, tugu, atau stupa di Taman Lumbini, Taman Rusa Isipatana, dan tempat suci lainnya. Raja Asoka membangun pilar dengan singa di atasanya.&nbsp; Pilar Asoka kini dijadikan lambang nasional India. Raja Asoka juga pernah mengirimkan putrannya sendiri yaitu Bhikkhu Mahinda dan Bhikkuni&nbsp; Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Berkat jasanya ini, agama Buddha tersebar luas di luar India. Walaupun sangat berkuasa, Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama Buddha. Agama Buddha menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi terhadap agama lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 03:13:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1877067512</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wynnie Urika 8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1877133097</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara : Ia adalah penguasa dari Kerajaan Magadha. Ia pernah menawarkan setengah harta dari kerajaannya terhadap Pangeran Gotama apabila ia bersedia untuk berhenti menjadi petapa. Namun Pangeran Gotama menolak dan berjanji ketika dia sudah menjadi Buddha, Ia akan datang mengunjungi Raja Bimbisara. Akhirnya Buddha datang dan membabarkan Dhamma. Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama (Sotapanna). Lalu dia membangun sebuah wihara untuk tempat tinggal Buddha dan para siswa-nya yang dikenal dengan nama "Veluvanarama." Raja Bimbisara semakin giat belajar Dhamma dan sering bederma. Ia juga mengizinkan ratunya, Khemma untuk menjadi seorang Bhikkuni.<br><br>Raja Ajatasattu : Ia adalah anak dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Raja Ajatasattu pernah memberontak merebut takhta kerajaan dan menyiksa Raja Bimbisara sampai meninggal karena terhasut oleh Bhikku Devadatta yang pada saat itu ingin membunuh Buddha. Raja Ajasattu menyesali perbuatannya dan tidak dapat hidup dengan tenang sampai dia bertemu dengan Buddha. Buddha menerima pengakuan dan pertobatannya. Lalu Raja Ajasattu mendengarkan Dhamma yang dapat membuat hidup dia menjadi tenang. Raja Ajasattu pun menjadi umat setia ajaran Buddha dan menjadi pelindung utama dalam penyelenggaraan Sidang Sangha pertama di Rajagaha.<br><br>Raja Asoka : Ia adalah seorang penguasa ketiga dari Dinasti Maurya yang memerintah pada tahun 300-232 SM di India. Awalnya Raja Asoka adalah raja yang kejam, namun Ia sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha dan menjadi seorang "Raja Dhamma". Ia melakukan pengabdian yang luar biasa terhadap Buddha dan Dhamma. Ia juga membangun banyak sekali fasilitas Dhamma serta berbagai fasilitas umum. Raja Asoka menjadi penyokong Sidang Sangha ketiga di Pataliputta. Raja Asoka juga membangun pilar dengan singa di atasnya di tempat bersejarah seperti Taman Lumbini, Taman Rusa Isipatana dan sekarang pilar tersebut dijadikan lambang nasional India. Raja Asoka juga pernah mengirimkan putra-putra nya sendiri yang telah menjadi anggota Sangha ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 03:43:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1877133097</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Stanley 8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1877298016</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara : Ia adalah Raja dari Kerajaan Magadha. Ia Menawarkan setengah harta dari kerajaannya kepada Pangeran Gotama jika dia bersedia berhenti menjadi pertapa. Tetapi Pangeran Gotama menolak dan berjanji saat dia menjadi Buddha Ia akan datang ke Raja Bimbisara. Akhirnya Buddha datang dan membabarkan Dhamma. Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama. Lalu ia membangun sebuah vihara untuk tempat tinggal Buddha dan para siswanya yang dikenal dengan nama Veluvanarama. Raja Bimbisara semakin sering belajar Dhamma dan sering berderma. Ia juga membolehkan ratunya, Khemma untuk menjadi seorang Bhikkhuni.</div><div><br></div><div>Raja Ajatasattu : Ia adalah anak dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Raja Ajatasattu pernah melawan merebut takhta kerajaan dan menyiksa Raja Bimbisara sampai meninggal karena terhasut oleh Bhikkhu Devadatta yang ingin membunuh Buddha. Raja Ajatasattu menyesali perbuatannya dan tidak hidup dengan tenang sampai ia bertemu dengan Buddha. Buddha menerima taubatnya. Lalu Raja Ajatasattu mendengarkan Dhamma dan hidup dia menjadi tenang.&nbsp;</div><div><br></div><div>Raja Asoka : dia adalah raja ketiga Dinasti Maurya yang memerintah pada tahun 300-232 SM di India. Awalnya Raja Asoka adalah raja yang jahat, namun Ia taubat dan menjadi pengikut ajaran Buddha dan menjadi "Raja Dhamma". Ia melakukan hal yang luar biasa kepada Buddha dan Dhamma. Ia juga membangun banyak fasilitas Dhamma serta fasilitas umum. Raja Asoka menjadi pendukung Sidang Sangha ketiga di Pataliputra. Raja Asoka membuat pilar dengan singa di atasnya di Taman Lumbini, Taman Rusa Isipatana dan sekarang pilar tersebut menjadi lambang nasional India. Raja Asoka juga mengirimkan putra-putra nya sendiri yang menjadi anggota Sangha ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 05:17:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1877298016</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anabela Anjali 8C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1877682061</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara :&nbsp;<br>Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha. Raja Bimbisara pernah bertemu dan menawarkan setengah dari kerajaannya untul Pangeran Gotama apabila pangeran Gotama bersedia berhenti menjadi petapa. Namun Pangeran Gotama menoalk dan berjanji kepada Raja Bimbisaraa apabila telah menjadi Buddha, Ia akan datang mengunjungi Kerajaan Magadha. Demikian Buddha mengunjungi Kota Rajagaha. Buddha kemudian membabarkan Dhamma dan pada akhri ceramahnya, Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama. Raja Bimbisara membangun sebuah wihara yang dikenal denagn nama "Veluvanarama" di hutan bambu untuk tempat tinggal dan wihara Buddha dan para siswanya.<br>Dari Raja Bimbisara patut kita contoh. Walaupun ia seorang raja , ia tidak sombong dan tidak merasa bahwa ialah yang terhebat.<br><br>Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pada masa mudanya, Pangeran Ajatasattu pernah berbuat keslahan karena terpengaruh hasutan Bhikkhu Devadatta yang pada saat itu sedang mencari sukutu untuk membunuh Buddha. Pangeran Ajatasattu melakukan pemberontakam terhadap ayahnya sendiri untuk merebut tahta dan menyiksa Raja Bimbisara hingga meninggal. Raja Ajatasattu menyesali perbuatannya. Hidupnya menjadi menderita. Raja Ajatasattu kemudian mengenal Buddha. DI depan Buddha, Raja Ajatasattu menyatakan penyesalannya. Buddha menerima pengakuan dan pertobatannya. Sejak mengenal Buddha, Dhamma, dan Sangha, Raja Ajatasattu menjadi umat yang setia pada ajaran Buddha. Raja Ajatasattu adalah pelindung utama penyelenggaraan Sidang Sangha pertama di Rajagaha. Dari Raja Ajatasattu kita dapat belajar bahwa jangan cepat percaya begitu saja atas hasutan atau nasihat orang.<br><br>Raja Asoka<br>Raja Asoka adalah penguasa ketia Dinasti Muarya. Ia memerintah pada tahun 300-232 SM di India. Arti kata "asoka" adalah "tidak sedih". Pada awalnya, Raja Asoka adalah raja yang kejam. Banyak orang yang terluka dna terbunuh karena aksinya. Akhiranya Raja Asoka sadar dan menjadi penganut ajaran BuddhaIa menjalani cinta kasih, menjadi seorang "Raja Dhamma". Raja Asoka menjadi vegetaris, mendirikan banyak rumah sakit, wihara, dan asrama.  Pengabdian Raja Asoka terhadap Buddha dan Dhamma sangat luar biasa. Ia membangun banyak wihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha. Raja Asoka adalah penyokong Sidang Sangha Ketiga di Pataliputta. Raja Asoka mengirimkan anaknya yang telah menjadi anggota Sangha yaitu Bhikkhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Berkat jasanya, agam Buddha menjadi tersebar luas di luar India. Walaupun berkuasa, Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama Buddha. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 09:00:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB8Tesla_Raja_Pendukung_Dhamma/wish/1877682061</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
