<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TITAS  by </title>
      <link>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c</link>
      <description>AKTIVITI 4.1 (PADLET)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-10-30 00:25:46 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-02-21 00:49:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Hubung kait dengan Undang-undang Syariah Islam.</title>
         <author>047985</author>
         <link>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c/wish/201558521</link>
         <description><![CDATA[<div>Batu Bersurat Terengganu dianggarkan berusia 700 tahun dengan ukiran paling tua dan bertulisan jawi pertama ditemui di Malaysia membuktikan islam telah tiba ke Terengganu pada 1303 sebelum Masihi. Penemuan oleh Sayid Husin Bin Ghulam Al-Bokhari di tebing Sungai Teresat (Sungai Tara), Kampung Buluh di Kuala Berang menjadi bukti dan teks pada batu yang mengesahkan agama islam sudah bertapak dan menjadu anutan masyarakt dan pemerintah di Terengganu.<br>Kemunculan batu bersurat ini menandakan bahawa terdapat hukum-hukum atau undang-undang yang meliputi syariah islam atau dikenali sebagai hukum hudud. Hukum hudud merupakan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah kepada manusia dalam menjalankan hukuman yang sewajarnya kepada seseorang yang melanggar hukum Allah. Hukum ini ada dinyatakan dalam Batu Bersurat Terengganu. Hukumnya adalah wajib dan pertikai atau mengingkarinya boleh menjatuhkan seseorang kepada kekufuran. Tidak melaksanakan atas pelbagai sebab dan alasan tanpa mengingkarinya tidak menyebabkan kekufuran tetapi tidak melepaskan pemerintah untuk bersungguh-sungguh mencari jalan untuk melaksanakannya. Hudud meskipun adalah tuntutan syariat yang wajib ia perlu dilihat dalam perspektif Islam yang menyeluruh. Ia adalah sebahagian dari tuntutan perlaksanaan syariat yang lengkap (syumul) dan meliputi keseluruhan aspek kehidupan. Asasnya sudah pasti aqidah yang sempurna dan tidak mungkin tertegak tanpa di sana berdirinya sistem akhlak dan sosial Islam. Ini bermakna penegakkan syariat Islam yang sempurna tidak terpisah dari dakwah Allah.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-10-30 00:27:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c/wish/201558521</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah perkembangan Islam di Nusantara</title>
         <author>047985</author>
         <link>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c/wish/201560514</link>
         <description><![CDATA[<div>Bukti kemasukan islam                                                 tempat penyebaran agama islam<br>di Indonesia<br><br>                                                                                           Bukti-bukti awal penyebaran islam <br>                                                                                           di Indonesia                                     Berita Arab               Berita Eropah              Berita India                 Berita Cina                     Berita dalam Negeri</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-10-30 00:43:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c/wish/201560514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hubungan dan jalinan diplomatik dengan negara sekitar</title>
         <author>047985</author>
         <link>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c/wish/201561826</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1963">1963</a>: Pada tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1963">1963</a>, terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia. Perang ini berawal dari keinginan Malaysia untuk menggabungkan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brunei">Brunei</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sabah">Sabah</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sarawak">Sarawak</a>dengan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Persekutuan_Tanah_Melayu">Persekutuan Tanah Melayu</a> pada tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1961">1961</a> </li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2002">2002</a>: Hubungan antara <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a> juga sempat memburuk pada tahun 2002 ketika kepulauan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sipadan">Sipadan</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ligitan">Ligitan</a> diklaim oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a> sebagai wilayah mereka, dan berdasarkan keputusan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mahkamah_Internasional">Mahkamah Internasional</a> (MI) di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Den_Haag">Den Haag</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> bahwa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sipadan">Sipadan</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ligitan">Ligitan</a> merupakan wilayah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a>. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sipadan">Sipadan</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ligitan">Ligitan</a> merupakan pulau kecil di perairan dekat kawasan pantai negara bagian Sabah dan Provinsi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kalimantan Timur</a>, yang diklaim dua negara sehingga menimbulkan persengketaan yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sipadan">Sipadan</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ligitan">Ligitan</a> menjadi ganjalan kecil dalam hubungan sejak tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1969">1969</a> ketika kedua negara mengajukan klaim atas kedua pulau itu. Kedua negara tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1997">1997</a> sepakat untuk menyelesaikan sengketa wilayah itu di MI setelah gagal melakukan negosiasi bilateral. Kedua belah pihak menandatangani kesepakatan pada Mei 1997 untuk menyerahkan persengketaan itu kepada MI. MI diserahkan tanggung jawab untuk menyelesaikan sengketa dengan jiwa kemitraan. Kedua belah pihak juga sepakat untuk menerima keputusan pengadilan sebagai penyelesaian akhir sengketa tersebut.</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2005">2005</a>: Pada 2005 terjadi sengketa mengenai batas wilayah dan kepemilikan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ambalat">Ambalat</a>. Namun pada akhirnya Ambalat diakui sebagai milik Indonesia.</li><li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2007">2007</a>: Pada Oktober 2007 terjadi konflik akan kepemilikan lagu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rasa_Sayang-Sayange">Rasa Sayang-Sayange</a> dikarenakan lagu ini digunakan oleh departemen Pariwisata <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a> untuk mempromosikan kepariwisataan Malaysia, yang dirilis sekitar Oktober 2007. Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Nusantara">Kepulauan Nusantara</a> (Malay archipelago), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur">Gubernur</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a> Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu "Rasa Sayange" adalah milik <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>, karena merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi ini sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu hanya mengada-ada. Gubernur berusaha untuk mengumpulkan bukti otentik bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Maluku, dan setelah bukti tersebut terkumpul, akan diberikan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor menyatakan bahwa rakyat Indonesia tidak bisa membuktikan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Indonesia</li><li>April <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2011">2011</a>: Pada bulan April 2011 dua negara ini kembali digegerkan dengan kasus penangkapan nelayan Malaysia yang tertangkap tangan melanggar perbatasan oleh petugas Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia</li><li>April <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2011">2011</a>: Pada bulan yang sama, masyarakat Indonesia dikagetkan dengan didirikannya Museum Kerinci di Malaysia. Gedung ini berdiri atas kerjasama Malaysia dengan Pemkab Kerinci, Indonesia. Kedua pihak berharap keberadaan museum akan mempererat hubungan Kerinci-Malaysia. Namun masyarakat Indonesia banyak yang menyayangkan pendirian museum ini.</li><li>Oktober <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2011">2011</a>: Pada Oktober 2011 Komisi I DPR RI menemukan adanya perubahan tapal batas negara di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yaitu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Camar_Bulan">Camar Bulan</a> &amp; <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanjung_Datu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tanjung Datu</a>. Pemerintah Indonesia diminta untuk menginvestigasi masalah ini secara hati-hati.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-10-30 00:52:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c/wish/201561826</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c/wish/212565709</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://id.wikipedia.org/wiki/1963" />
         <pubDate>2017-12-03 07:06:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/047985/l97ubfei5q6c/wish/212565709</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
