<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kelompok 5 PPDP by Mega Silvia</title>
      <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir</link>
      <description>Anggota Kelompok : Mega S. , Nova, Retno</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-09-26 02:22:55 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-10-02 03:18:27 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>             Teori Belajar</title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2720322660</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-26 02:25:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2720322660</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Behaviorisme</title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2720329255</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;teori belajar yang berfokus<br>pada perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil dari<br>proses pembelajaran. Menurut teori ini, perubahan perilaku<br>peserta didik disebabkan oleh adanya interaksi antara<br>stimulus dan respon.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-26 02:30:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2720329255</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Social Kognitif</title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2720329772</link>
         <description><![CDATA[<div>Teori Belajar Sosial menurut Albert Bandura<br>mengakomodasi kemampuan kognitif manusia dalam berpikir<br>dan belajar melalui pengamatan sosial.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-26 02:30:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2720329772</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Konstruktivisme</title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2720330288</link>
         <description><![CDATA[<div>Teori Belajar Konstruktivisme, dimana guru menempatkan peserta didik sebagai individu yang membangun pemahaman dan memahami informasi secara aktif sepanjang proses pembelajaran</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-26 02:31:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2720330288</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI KASUS II</title>
         <author>ppgretnoariani81</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727389593</link>
         <description><![CDATA[<div>Rata-rata usia siswa kelas 1 SD adalah 7 tahun, menurut Jean Piaget pada usia tersebut anak belum sepenuhnya sanggup menggunakan logika, mengubah, menggabungkan, atau memisahkan ide atau pikiran. Sehingga anak-anak di rentang usia tersebut baru bisa menerapkan logika pada objek fisik. Hal ini tentu harus menjadi perhatian Rani sebagai guru, agar bisa menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa.</div><div>Rani bisa menciptakan pembelajaran dengan menerapkan logika pada objek fisik agar bisa menstimulus kemampuan anak dalam berpikir. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menyediakan benda-benda di sekitar siswa seperti buku, pensil, spidol yang setiap harinya siswa gunakan dalam belajar. Rani bisa menggunakan benda-benda tersebut sebagai media untuk siswa berhitung. Dengan mengaitkan pelajaran berhitung dengan kehidupan sehari-hari tentu akan menjadi salah satu cara belajar berhitung cepat dan mudah karena anak-anak dapat mempraktikannya secara langsung. Selain itu, Rani juga bisa menyediakan permainan yang berkaitan dengan hitung-menghitung seperti congklak, dimana dalam permainan tersebut secara tidak langsung anak telah diajarkan berhitung.</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</div><div>Kegiatan pembelajaran yang kami sarankan di atas sangat erat kaitannya dengan Teori Belajar Konstruktivisme. Dengan menyediakan benda-benda di sekitar serta beberapa permainan yang berhubungan dengan hitung-menghitung secara tidak langsung siswa dihadapkan dengan situasi nyata yang ada di lingkungan sekitarnya. Sehingga tercipta pengalaman baru yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Hal ini tentu selaras dengan prinsip utama Teori Belajar Konstruktivisme, dimana guru menempatkan peserta didik sebagai individu yang membangun pemahaman dan memahami informasi secara aktif sepanjang proses pembelajaran.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-01 11:52:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727389593</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI KASUS I</title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727463655</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>Menurut kami siswa mampu mengerjakan soal pada percobaan kedua karena langkah-langkah yang diajarkan oleh guru sudah sangat jelas sehingga siswa mampu memahami konsep dasar cara mencari nilai rata-rata dengan baik melalui bimbingan yang diberikan guru saat awal pembelajaran sehingga mereka mampu menerapkan konsep tersebut dalam mengerjakan soal matematika pada percobaan kedua secara mandiri. Hal ini biasa disebut dengan teknik <em>scaffolding</em> atau pemberian sejumlah bantuan kepada siswa pada tahap awal pembelajaran kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan secara mandiri tanpa bantuan.<br><br>Hal ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky yang berbunyi <em>“What the child can do in cooperation today he can do alone tomorrow”</em> yang artinya “apa yang dilakukan atau dipelajari anak hari ini dengan bekerja sama (kelompok) dapat dilakukannya secara mandiri pada masa yang akan datang”<br><br></div><div>Dengan teori diatas metode yang dapat diterapkan pada pembelajaran tersebut adalah metode latihan soal, dan penugasan kelompok. Karena dapat memungkinkan siswa untuk berkolaborasi dengan teman sebaya dalam kelompok-kelompok kecil. Dengan pembelajaran kooperatif dapat memungkinkan terciptanya kelas yang interaktif dan kolaboratif yang membuat siswa saling berinteraksi dengan teman sebaya yang lebih berkompeten melalui arahan dan bimbingan dari guru. Suasana kelas dengan pembelajarn kooperatif dapat memfasilitasi siswa dalam membangun kualitas berpikir sekaligus membangun kultur sosialnya dalam pembelajaran berkelompok. Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi siswa dengan lingkungan sosial merupakan aktivitas bermakna yang dapat mengkonsruksi beragam pengetahuan.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-01 14:20:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727463655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KASUS I</title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727473400</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Bayangkan jika Anda adalah seorang guru matematika di kelas VII. Saat ini Anda hendak menyampaikan materi mengenai matematika sosial yakni mencari nilai rata-rata (<em>mean</em>). Untuk memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran, Anda mencoba untuk membuat urutan atau langkah-langkah yang perlu diikuti oleh peserta didik agar dapat mencari nilai rata-rata pada sebuah soal. Anda meminta kepada peserta didik untuk mengerjakan soal yang Anda berikan. Hasilnya, peserta didik mampu mengerjakan dengan benar, sesuai dengan langkah yang telah Anda siapkan. Beberapa saat kemudian, Anda meminta kepada peserta didik untuk mengulangi soal yang sama tanpa melihat urutan pengerjaan soal, dan peserta didik mampu mengerjakannya dengan benar.<br><br><br>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Menurut Anda, apa yang membuat peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik pada percobaan kedua (tanpa melihat urutan/langkah pengerjaan soal)?<br><br></div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Sebagai seorang calon guru, dalam kegiatan belajar yang seperti apa metode di atas dapat diterapkan? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-01 14:36:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727473400</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KASUS II</title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727474983</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Rina adalah seorang guru di kelas 1 SD. Sebagian besar peserta didiknya belum bisa berhitung dengan lancar. Rina sedang memikirkan cara yang sesuai untuk membantu setiap peserta didik menyelesaikan tantang belajarnya.&nbsp;<br><br>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Menurut Anda, apa yang dapat Rina lakukan untuk membantu peserta didiknya sesuai dengan tahapan perkembangan usia?<br><br></div><div>Mengapa Anda menyarankan hal tersebut? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-01 14:39:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727474983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KASUS III</title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727476157</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Made adalah seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah negeri wilayah Bali. Ia mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia. Ia hendak mengajarkan materi teks deskripsi pada peserta didiknya. Pada buku cetak yang menjadi panduannya saat mengajar, terdapat beberapa contoh teks deskripsi menceritakan tentang bangunan-bangunan pencakar langit yang ada di Ibu Kota. Dengan memperhatikan latar belakang setiap peserta didiknya, Made pun mencoba untuk memberikan contoh berbeda. Ia memberikan contoh teks deskripsi tentang pantai dan makanan khas di Bali.<br><br>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Menurut Anda, apakah pertimbangan dan keputusan Made sudah sesuai? Mengapa demikian?<br><br></div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Prinsip apa yang Made gunakan dalam kasus tersebut? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-01 14:40:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727476157</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>megaasilvia11</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727479090</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2154555048/c4b2d43745bb558ffce28cc6c3444882/image.png" />
         <pubDate>2023-10-01 14:45:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727479090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil Diskusi : Kasus III</title>
         <author>novanadila03</author>
         <link>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727559884</link>
         <description><![CDATA[<div>Pertimbangan dan keputusan Made untuk memberikan contoh teks deskriptif tentang pantai dan kuliner Bali sudah tepat. Contoh-contoh ini erat kaitannya dengan kehidupan pelajar di Bali, dimana pantai dan makanan merupakan bagian integral dari budaya Bali. Memberikan contoh yang familiar dapat membantu siswa lebih memahami materi teks deskriptif yang diajarkan. Sebaliknya, jika Made tidak memberikan contoh yang relevan kepada siswa, kemungkinan besar mereka akan kesulitan memahami materi teks deskriptif karena contoh tentang bangunan di ibu kota tidak akan familiar bagi siswa. Siswa belum terbiasa atau jarang mengamati contoh-contoh seperti itu. Teori Belajar Konstruktivisme adalah teori yang meyakini bahwa pengetahuan dibentuk oleh diri kita sendiri. Pengetahuan itu dibangun melalui pengalaman yang sudah ada dan dengan mengadaptasi informasi baru.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-01 16:50:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/megaasilvia11/l635vl8r59vtseir/wish/2727559884</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
