<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Praktikum Sistem Indra by 007_ Chozy Eka Nur Yahya</title>
      <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-02-17 23:28:26 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-06-16 07:31:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 4 — XI-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3435823316</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Aliya Nuzha Azizah (03)</p></li><li><p>Areta Shafira Azalia P. (06)</p></li><li><p>Catur Setyo Muniarto (09)</p></li><li><p>Keyla Nur Aisyah (19)</p></li><li><p>M. Nabil Aditya (24)</p></li></ol><p><br/></p><p>bau terasi yang paling merangsang karena Bau terasi yang kuat dan khas merangsang indra penciuman karena mengandung senyawa-senyawa aromatik yang kompleks dan mudah menguap, serta memiliki konsentrasi tinggi dalam udara. Senyawa-senyawa ini, seperti amoniak, asam amino, dan berbagai senyawa sulfur, merangsang reseptor penciuman di hidung, mengirimkan sinyal ke otak yang kemudian diinterpretasikan sebagai bau khas terasi.</p><p><br/></p><p>kesimpulan : </p><p>1. Kepekaan bau manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti konsentrasi bau, jenis bau, dan kondisi lingkungan.</p><p>2. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kepekaan bau manusia dapat berbeda-beda tergantung pada individu dan kondisi percobaan.</p><p>3. Bau yang kuat dan khas dapat dideteksi dengan lebih mudah dan akurat dibandingkan dengan bau yang lemah dan tidak khas.</p><p>4. Kepekaan bau dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-05 02:20:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3435823316</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 4 —XI-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3435831478</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Aliya Nuzha Azizah (03)</p></li><li><p>Areta Shafira Azalia P. (06)</p></li><li><p>Catur Setyo Muniarto (09)</p></li><li><p>Keyla Nur Aisyah (19)</p></li><li><p>M. Nabil Aditya (24)</p><p><br/></p></li></ol><p>1. Resolusi sentuhan: Kulit memiliki resolusi sentuhan yang berbeda-beda tergantung pada area tubuh. Area tubuh dengan resolusi sentuhan yang lebih tinggi dapat mendeteksi sentuhan dengan lebih akurat.</p><p>2. jarak reseptor: Reseptor sentuhan pada kulit memiliki jarak tertentu antara satu sama lain. Jika dua titik sentuhan terlalu dekat, maka reseptor sentuhan tidak dapat membedakan antara dua titik tersebut dan akan menginterpretasikan sebagai satu titik sentuhan.</p><p>3. Pengolahan sinyal: Otak memainkan peran penting dalam mengolah sinyal sentuhan yang diterima dari reseptor sentuhan. Jika sinyal sentuhan terlalu lemah atau tidak jelas, maka otak dapat menginterpretasikan sebagai satu titik sentuhan.</p><p><br/></p><p>Pada jarak tertentu, sentuhan dua titik dapat dirasakan sebagai sentuhan satu titik karena:</p><p><br/></p><p>- Reseptor sentuhan tidak dapat membedakan antara dua titik sentuhan yang terlalu dekat.</p><p>- Otak mengolah sinyal sentuhan sebagai satu titik sentuhan karena sinyal yang diterima tidak cukup kuat atau jelas untuk membedakan antara dua titik.</p><p><br/></p><p>Fenomena ini dapat digunakan untuk memahami bagaimana tubuh memproses informasi sentuhan dan bagaimana kepekaan sentuhan dapat berbeda-beda tergantung pada area tubuh dan kondisi individu.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan:</p><p><br/></p><p>1. Kepekaan sentuhan manusia dapat berbeda-beda tergantung pada area tubuh dan individu.</p><p>2. Jarak antara dua titik sentuhan yang dapat dibedakan sebagai sentuhan yang terpisah berbeda-beda tergantung pada area tubuh.</p><p>3. Area tubuh dengan resolusi sentuhan yang lebih tinggi, seperti ujung jari, dapat mendeteksi sentuhan dengan lebih akurat dibandingkan dengan area tubuh dengan resolusi sentuhan yang lebih rendah.</p><p>4. Kepekaan sentuhan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-05 02:33:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3435831478</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6_Mekanoreseptor</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3435841537</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Praktikan merasakan sentuhan dua titik ketika jangka masih lebar, dan merasakan satu titik ketika jangka menyempit.</p></li><li><p>Karena jangka yang tidak begitu menempel kepada kulit yang mengakibatkan reseptor hanya menerima satu titik dari dua. </p></li><li><p>Kesimpulan yang kita dapat dari praktikum ini adalah, jangka yang semakin kecil akan diterima oleh reseptor sebagai satu titik, sedangkan jangka yang semakin lebar akan diterima oleh reseptor sebagai dua titik. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3784923607/98bf53d9f3b1ea81184d1e1e1b5ff82c/IMG_9531.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-05 02:48:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3435841537</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6_Kemoreseptor</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3435849408</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hasil dari percobaan kelompok kita ialah praktikan dapat mendengarkan suara dari arah manapun. </p></li><li><p>Pratikan dapat menebak dengan benar karena proses konversi gelombang suara menjadi sinyal listrik yang dapat dipahami oleh otak. Telinga menangkap getaran suara, memperkuatnya, lalu meneruskannya ke otak melalui jalur saraf pendengaran, yang kemudian menerjemahkannya menjadi suara yang dapat praktikan dengar.&nbsp;</p></li><li><p>Praktikan dapat mendengar karena adanya gelombang suara yang menjadi sinyal listrik sehingga dipahami oleh otak dan diterjemahkan oleh otak menjadi suatu kata atau arah. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-05 02:59:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3435849408</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7_Kemoreseptor</title>
         <author>mufidaalkhansaa</author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3436200337</link>
         <description><![CDATA[<p>Aisha Mufida A.</p><p>Dahlia Khumayroh</p><p>Kamilah Aulia S.</p><p>Fairuz Zidan F.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Tabel 4: </p><p>1. Menunjukkan kepekaan indra pencium terhadap berbagai bau, semua praktikan dapat mencium bahan - bahan yang ada.</p><p>2. Bau yang paling merangsang adalah terasi karena memiliki aroma yang sangat kuat dan khas. Terasi mengandung senyawa - senyawa hasil fermentasi yang mudah untuk menguap dan bau yang sangat tajam bagi hidung, sehingga cepat dikenali.</p><p>3. Simpulan: Semua bahan (parfum, minyak kayu putih, jahe, dan terasi) dapat tercium oleh praktikan, yang ditunjukkan dengan tanda centang. Hal tersebut menunjukkan bahwa indra penciuman manusia yang cukup peka terhadap berbagai jenis bau, baik yang tajam maupun ringan.</p><p><br/></p><p>Tabel 5:</p><p>1. Saat hidung tertutup praktikan dapat membedakan namun tidak secara akurat antara kentang dan apel Saat hidung terbuka, pratikan dapat dengan mudah mengenali kentang dan apel.</p><p>2. Indra pembau membantu indra pengecap mengenali rasa secara lebih spesifik. Jika tanpa indra penciuman, lidah hanya bisa membedakan rasa dasar, sehingga sulit membedakan makanan yang memiliki aroma mirip.</p><p>3. Simpulan: Indra penciuman sangat berperan untuk membantu indra pengecap mengenali rasa maupun bau makanan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-05 09:44:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3436200337</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2_fotoreseptor</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3436277569</link>
         <description><![CDATA[<p>nama: </p><p>1. AZZA NATASYA/07</p><p>2. CALYA SABRINA LIZATTE/08</p><p>3. MUHAMMAD ALEX FERNANDO/21</p><p>4. MUHAMMAD FAHMI FIRMANSYAH/22</p><p>5. ZASKIA Aslinya SAFITRI/32</p><p><br></p><p>1. Berdasarkan hasil percobaan yg telah kami lakukan, diperoleh data jarak awal pada praktik pertama 50 cm sedangkan jarak bintik buta 37 cm dan pada praktik kedua jarak awal 50 cm dan jarak bintik buta 39 cm. Hal ini menunjukkan bahwa letak titik buta tiap individu bisa sedikit berbeda, tergantung pada kondisi dan struktur anatomi mata masing-masing orang.</p><p>2. Hal ini terjadi karena adanya titik buta (blind spot) pada mata manusia, yaitu area pada retina yang tidak memiliki sel reseptor cahaya (sel batang atau kerucut). Saat cahaya atau gambar jatuh tepat di titik buta ini, mata tidak dapat mendeteksinya, sehingga huruf B tampak menghilang. Ketika jarak diubah lagi dan gambar tidak lagi jatuh di titik buta, huruf B akan terlihat kembali.</p><p>3. Kesimpulan dari praktikum ini adalah bahwa setiap manusia memiliki titik buta pada matanya, yaitu area pada retina yang tidak dapat menangkap cahaya karena tidak terdapat sel reseptor. Titik buta ini menyebabkan objek yang jatuh tepat pada area tersebut tidak terlihat, meskipun sebenarnya ada di depan mata.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-05 11:06:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3436277569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3437134603</link>
         <description><![CDATA[<p>Aisyah Hayyu Zakirah (02)</p><p>Almira Qonita Azmi (04)</p><p>Lovia Larashaty (20)</p><p>Yuka Alyrasyah (31)</p><p><br/></p><p>Tabel 2</p><ol><li><p>Pada praktikan pertama dengan jarak awal 50 cm, ia memiliki jarak bintik buta sebesar 7 cm. Sedangkan pada praktikan kedua memiliki yang jarak awal 50 cm, ia memiliki jarak bintik buta sebesar 4 cm.</p></li><li><p>Hal tersebut dapat terjadi akibat adanya jarak alat bintik buta terhadap mata.</p></li><li><p>Semakin jauh jarak antara alat bintik buta terhadap mata maka mata dapat menangkap semua gambar yang ada di alat bintik buta, sedangkan apabila semakin dekat dengan alat bintik buta mata tidak akan dapat melihat dengan saksama.</p></li></ol><p><br/></p><p>Tabel 5</p><ol><li><p>Pada praktikan A saat hidup tertutup ia dapat merasakan semua percobaan dan menebaknya dengan tepat, begitu pula saat hidungnya terbuka. Pada praktikan B saat hidung tertutup ia tidak dapat membedakan rasa apel dan kentang, namun saat hidungnya terbuka ia dapat merasakan dan mencium uji coba dengan tepat dan menebaknya dengan benar.</p></li><li><p>Ada, terkadang saat seseorang tidak dapat membau apa yang ia makan, ia terkadang dapat salah menebak apa yang sedang ia makan, namun hal tersebut dapat terbalik posisinya tergantung kepekaan pada indra pengecap dan indra penciuman nya.</p></li><li><p>Praktikan A dapat menebak semua uji coba dengan benar baik saat hidung tertutup maupun terbuka. Pada praktikan B ia salah menebak saat uji coba hidung tertutup namun saat hidung terbuka benar semua. Hal ini tergantung kepekaan masing masing indra pengecap dan indra penciuman tiap praktikan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3791235351/52d47d1001b97ec1833d2ddf4007c91d/IMG20250505093801.jpg" />
         <pubDate>2025-05-06 00:06:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3437134603</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3_pendengaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3439641443</link>
         <description><![CDATA[<p>•Anggi Dwi Ratnasari(05) </p><p>•Hudayah Alfi Rahma (15) </p><p>•Novita Putri Diah (26) </p><p>•Iqbal Dwi (23) </p><p>•Reyhansyah Fauzi (27)</p><p><br/></p><p>1. Hasil percobaan kelompok kami adalah, target dapat menebak arah suara dengan benar. </p><p>2. Target dari kelompok kami dapat menebak arah suara dengan benar karena telinga dapat menangkap getaran suara lalu diteruskan ke otak melalui saraf pendengaran. </p><p>3. Telinga dapat mendengar dengan benar karena adanya getaran bunyi yang ditangkap oleh telinga dan diteruskan ke otak kemudian diterjemahkan menjadi suara</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-07 09:01:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3439641443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3_indra pengecap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3439674090</link>
         <description><![CDATA[<p>•Anggi Dwi Ratnasari(05) </p><p>•Hudayah Alfi Rahma (15) </p><p>•Novita Putri Diah (26) </p><p>•Iqbal Dwi (23) </p><p>•Reyhansyah Fauzi (27)</p><p><br/></p><p>1. Hasil percobaan yang diperoleh adalah, para praktikan lebih mudah menebak suatu benda (apel/kentang) ketika hidung nya terbuka</p><p>2. Indra pembau dan pengecap memiliki hubungan yang erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Indra pembau membantu kita merasakan rasa makanan, sementara indra pengecap mendeteksi rasa dasar makanan. </p><p>3. Kesimpulan dari praktikum yang telah kami lakukan adalah, indra penciuman dan pembau memiliki hubungan antara satu sama lain. Kedua indra itu akan berfungsi dengan maksimal, jika keduanya dalam keadaan baik/normal</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3799630657/ad5db484d8b60245398ef7cbee132226/IMG_20250507_WA0029.jpg" />
         <pubDate>2025-05-07 09:25:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3439674090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3439692762</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Anggota:</p><p>- Faizatul Aliyah (13)</p><p>- ⁠Fharrel Febri (14)</p><p>- ⁠Kayla Fatimah (17)</p><p>- ⁠Sanil Dawai (29)</p><p>- ⁠Syayyida (30)</p><p>1. hasil praktikum yang telah dilakukan pada tabel 4 yaitu semua bahan tercium oleh kedua praktikan, yaitu parfum, minyak kayu putih, jahe, dan terasi, pada tabel 5, rata rata tidak tercium dari hidung tertutup maupun hidung terbuka, yaitu kentang dan apel</p><p>2. ⁠bau yang paling merangsang yaitu bau terasi, karena terasi hasil fermentasi dan dari jarak jauh saja sudah bisa tercium sangat pekat dan tidak enak</p><p>3. ⁠Kesimpulannya yaitu bahan2 di tabel 4, lebih pekat baunya dan bisa tercium smua oleh kedua praktikan, sedangkan bahan2 di tabel 5, baunya kurang pekat jadinya tidak bisa tercium oleh kedua praktikan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-07 09:40:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3439692762</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2_Mekanoreseptor</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3441087298</link>
         <description><![CDATA[<p>1. CALYA SABRINA LIZATTE/08</p><p>2. AZZA NATASYA/07</p><p>3. MUHAMMAD ALEX FERNANDO/21</p><p>4. MUHAMMAD FAHMI FIRMANSYAH/22</p><p>5. ZASKIA AS-ZAYLA SAFITRI/32</p><p><br></p><p>1. Berdasarkan tabel 6, jelaskan hasil percobaan yang diperoleh pada masing-masing praktikan!</p><p>Jawaban:</p><p>Berdasarkan Tabel 6, hasil percobaan menunjukkan bahwa:</p><p><br></p><p>* Bagian tubuh seperti *bibir dan ujung jari tangan memiliki jarak terpendek untuk merasakan dua titik sebagai satu, yaitu sekitar 0,5 – 1 cm, menandakan kepekaan tinggi terhadap sentuhan.</p><p>* Sebaliknya, bagian seperti ventral lengan bawah memiliki jarak yang lebih besar (1,5 – 2 cm), menandakan kepekaan yang lebih rendah.</p><p><br></p><p>2. Mengapa pada jarak tertentu, sentuhan dua titik dirasakan oleh tubuh sebagai satu titik?</p><p>Jawaban:</p><p>Karena pada jarak tersebut, kedua titik sentuhan jatuh dalam satu bidang reseptor yang sama di kulit. Reseptor sentuhan memiliki batas kepekaan tertentu, dan jika dua rangsangan terlalu dekat, sistem saraf tidak bisa membedakan bahwa itu berasal dari dua titik yang berbeda. Hal ini terjadi karena kepadatan dan distribusi reseptor di kulit berbeda-beda tergantung lokasi tubuh.</p><p><br></p><p>3. Buatlah kesimpulan dari hasil praktikum sederhana yang telah kalian lakukan!</p><p>Jawaban:</p><p>Kesimpulan dari praktikum ini adalah bahwa kepekaan sentuhan pada kulit manusia berbeda-beda tergantung lokasinya. Bagian tubuh yang sering digunakan untuk merasakan, seperti bibir dan ujung jari, memiliki reseptor sentuhan yang lebih padat, sehingga lebih peka terhadap rangsangan. Sebaliknya, bagian seperti lengan bawah memiliki reseptor yang lebih jarang, sehingga kurang peka terhadap sentuhan halus.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-08 03:46:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/chozyeka/l4yub5eyvu3n1yo/wish/3441087298</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
