<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Plot Almightish &amp; Seductreiss by </title>
      <link>https://padlet.com/kqarina/l2bhe133z1elhigi</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-06-09 02:39:26 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-06-18 14:10:35 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Plot 1</title>
         <author>kqarina</author>
         <link>https://padlet.com/kqarina/l2bhe133z1elhigi/wish/3482885341</link>
         <description><![CDATA[<p>Siang itu, teriknya matahari seperti sedang menantang kesabaran siapa pun yang berani keluar rumah. Bulir-bulir keringat menetes pelan dari pelipis Luna, membasahi ujung rambutnya. “Panas banget,” gumamnya pelan sambil mengemasi laptop dan beberapa barang lain ke dalam tas.</p><p><br/></p><p>Hari ini ia berencana mengerjakan tugasnya di outdoor lounge kampus — mencari suasana baru agar pikirannya lebih segar.</p><p><br/></p><p>Biasanya, Luna tidak pernah sendiri saat mengerjakan tugas. Dua atau tiga teman biasanya setia menemaninya, mengobrol atau sekadar jadi penyemangat. Tapi untuk tugas esai kali ini, ia memang ingin menyendiri, menata fokus tanpa gangguan.</p><p><br/></p><p>Langkah kakinya yang ringan menyusuri area lounge, di mana para mahasiswa berkerumun — sebagian serius mengerjakan tugas, sebagian lagi hanya duduk santai menikmati teduhnya pepohonan dan hembusan angin sore. </p><p><br/></p><p>Ada sesuatu yang khas dari tempat itu; tempat di mana cerita dan tawa sering tercipta.</p><p><br/></p><p>Matanya mengamati sekeliling, mencari sudut yang pas untuk duduk dan mulai berkutat dengan pikirannya. Namun, tiba-tiba pandangannya berhenti pada sosok yang cukup familiar: seorang pemuda yang beberapa bulan terakhir sering ia lihat di lounge ini.</p><p><br/></p><p>Pemuda itu selalu tampil stylish dengan pakaian yang rapi dan wajah yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Bisa dibilang, ia amat, sangat, tampan. Namun, Luna tak mengenalnya.</p><p><br/></p><p>Biasanya, dia selalu dikelilingi oleh banyak teman, tawa dan obrolan memenuhi ruang di sekelilingnya. Namun hari ini, hanya ada satu orang yang menemani.</p><p>Dan yang menarik, orang itu adalah seseorang yang Luna kenal.</p><p><br/></p><p>Seorang lelaki cukup tinggi, dengan rambut halus yang tertata rapi dan ekspresi wajah yang ramah. Kevin. Nama yang sudah familiar sejak mereka bertemu di acara ospek kampus tahun pertama.</p><p><br/></p><p>Tatapan mereka bertemu, dan tiba-tiba wajah Kevin tampak berbinar, jelas sekali bahwa ia ingin menyapa Luna. Tanpa berpikir panjang, Luna pun menghampiri meja tempat Kevin berada.</p><p><br/></p><p>"Luna! Abis dari mana, mau kerjain tugas?" tanya Kevin pada Luna. Terdapat jeda sebelum Luna mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Kevin, dan di jeda itu, Luna melirik ke arah pemuda yang belum ia ketahui namanya.</p><p><br/></p><p>"Sini gabung sama kita! Meet my friend, ini namanya Rakai." Oh.. Rakai. Ternyata namanya Rakai. "Gue sama Rakai juga lagi kerjain tugas kok, ayo gabung aja daripada sendirian kayak kutu. Kai, ini Luna" ujar Kevin berusaha mengenalkan Luna pada Rakai.</p><p><br/></p><p>Sementara itu, Luna cekikikan mendengar ucapan Kevin, meskipun demikian, Luna tetap memberikan tangannya untuk berjabat kepada Rakai. "Salam kenal, gue Luna"</p><p><br/></p><p>(@Almightish)</p><p>Fokusnya kabur tatkala pemuda di hadapannya, Kevin, memanggil seseorang yang nampaknya adalah kawannya karena suara Kevin terdengar antusias. Rakai yang sedari tadi hanya berkutat dengan rangkaian kata untuk laporannya pun akhirnya memalingkan pandang secara tak langsung ke sisi samping tempat seorang wanita itu berdiri, posisi duduknya masih sama, namun bola matanya yang bekerja. Tak berani tatap wajahnya, Rakai hanya menatap sekelebat postur tubuhnya yang tampak ramping dan tinggi, sampai, Kevin akhirnya memperkenalkannya pada kawan wanitanya itu. </p><p><br/></p><p>Ulurkan tangan, Rakai tersenyum segan saat lihat wajah jelitanya, “Kai” ucapnya singkat. Oh wanita ini, rambutnya hitam legam dan sering ia ikat ke belakang. Ya, sama sekali tidak asing baginya, karena Rakai sering melihat Luna berada di kafe ini—kadang sendiri, kadang dengan teman-temannya. Sebetulnya tidak begitu memperhatikan, hanya saja Rakai hafal orang-orang yang sering datang. Mengingat, bisa dibilang Rakai merupakan pelanggan tetap kafe ini yang hampir setiap hari tak pernah absen.</p><p><br/></p><p>(@Seductreiss)</p><p><br/></p><p>Ada sedikit hangat yang merayap di pipi Luna ketika mendengar Rakai memperkenalkan diri—bukan yang mengganggu, tapi semacam semburat malu yang manis. 'Keren ya, ni cowok', pikirnya dalam hati.</p><p><br/></p><p>Luna tersenyum kecil, merasa lega karena suasana yang tercipta ternyata jauh lebih cair dari yang ia bayangkan. Tidak ada jeda canggung, tidak ada sorotan mata yang membuatnya kaku. Hanya tawa ringan dan sapaan hangat yang membuat dadanya sedikit lebih tenang.</p><p><br/></p><p>Tanpa banyak pikir, Luna pun menarik kursi di sebelah Kevin, sekaligus di hadapan Rakai dan duduk dengan santainya. Suasana hatinya yang tadi sempat kikuk, kini menjadi keputusan paling natural yang bisa ia ambil sore itu.</p><p><br/></p><p>“Btw, kalian lagi ngerjain tugas apa?” tanyanya sambil menyandarkan diri sedikit ke meja, matanya melirik ke arah layar laptop Rakai yang terbuka. Suaranya ringan, seperti ingin memastikan kalau ia juga bisa menjadi bagian dari percakapan yang sedang berlangsung.</p><p><br/></p><p>(@Almightish)</p><p><br/></p><p>Kehadiran Luna saat itu membuat suasana terasa berbeda, entah Rakai seperti harus lebih jaim ketimbang biasanya. Padahal tak akan banyak yang ia lakukan hari ini, hanya sibuk dengan laptopnya “ngerjain laporan tidak berguna” ucapnya sembarangan dengan nada meledek karena ia sudah lelah dan kesal dengan tugas yang diberikan dosen pengajar yang bisa dibilang paling killer di semester saat ini. EH— Rakai lupa pesan minum, “mau pesen apa?” Tawar Rakai dengan ekspresi yang berubah menatap Kevin dan satu teman barunya, Luna.</p><p><br/></p><p>(@Seductreiss)</p><p><br/></p><p>Luna yang ikutan membuka laptopnya 'tuk mengerjakan tugas, mengalihkan perhatiannya pada Rakai. Ia berpikir sejenak untuk memberikan jawabannya: "gue mau iced americano aja. Kai sama Kevin mau apa? Biar gue aja deh yang pesenin" cengir Luna dengan polos.</p><p><br/></p><p>(@Almightish)</p><p><br/></p><p>Jawaban dari Luna lantas membuat Rakai berdiri dari tempat duduknya, “Kev, lo yang biasanya kan?” Tanyanya yang kemudian direspon anggukan oleh Kevin. Melirik ke arah Luna, Rakai pun berlalu pergi untuk memesan kopi. Sengaja, agar tak keduluan Luna. </p><p><br/></p><p>(@Seductreiss)</p><p><br/></p><p>Luna berkedip tak percaya saat Rakai berlalu begitu saja untuk memesan minuman mereka, nafasnya terhela sedikit khawatir.</p><p><br/></p><p>"Aduh.. apa dia nggak nyaman ya Kev sama gue?" tanya nya pada Kevin yang langsung disambar dengan bantahan. "Nggak kok! Itu dia baik maksudnya, bukan nggak nyaman sama lo atau gimana."</p><p><br/></p><p>Luna yang lega mendengarnya lanjut membuka laptopnya untuk mengerjakan esai selagi menunggu es kopinya datang. Pun dengan Kevin yang lanjut dengan kesibukannya sendiri.</p><p><br/></p><p>Saat menggulir dokumen tugasnya di laptop, ia menemui tugas video yang sudah ia tunda beberapa hari ini. Tanpa disadari, Luna jadi menggerutu sendiri, "kenapa sih harus ada tugas edit video segala".</p><p><br/></p><p>Kekesalan Luna membuat Kevin menoleh padanya, "edit video? Lu nggak bisa Lun?" tanya nya. Merasa seperti akan dibantu, Luna langsung bersemangat. "Iyaa, mau bantu gue Kev?"</p><p><br/></p><p>Kevin yang mendengarnya hanya tertawa dan menggelengkan kepala. "Kalau edit video mah si Rakai noh dewanya" tunjuk Kevin ke arah Rakai yang sedang berjalan di kejauhan. Rakai nampaknya telah selesai memesan minuman, karena ia terlihat memegang sebuah beeper dan struk.</p><p><br/></p><p>(@Almightish )</p><p><br/></p><p>Melihat 2 orang kawannya melihat ke arahnya, Rakai memasang ekspresi bingung, “kenapa?” Tanya nya lalu duduk di tempat semula, diremasnya struk minuman yang ia bawa  lalu ia lempar tempat ke dalam tempat sampah yang ada di pojok ruang. “mau pesen yang lain?” Tawarnya pada kedua temannya.</p><p><br/></p><p>(@Seductreiss)</p><p><br/></p><p>Luna dan Kevin tertawa karena pertanyaan Rakai yang polos, Kevin mengibaskan tangannya di udara tanda ia tak ingin memesan makanan atau minuman lainnya.</p><p><br/></p><p>"Tadi Luna ngeluh katanya nggak bisa ngedit video, terus gue bilang, lo udah level dewa kalau ngedit." Luna sedikit tergagap karena malu tapi akhirnya mengakuinya. "Iya.. susah banget, sih"</p><p><br/></p><p>Posturnya merosot, hidungnya berkerut dan ia menghela nafas perlahan, "tapi kalau gue minta bantuan ke lo kak Rakai, pasti nggak bisa ya? Sibuk kan pastinya" Luna bertanya sekaligus berpikir.</p><p><br/></p><p>Mahasiswa tingkat dua seperti Rakai pasti banyak juga tugasnya, hingga ia tidak berani berharap terhadap apa pun jawaban yang akan diberikan Rakai.</p><p><br/></p><p>(@Almightish)</p><p><br/></p><p>Tersenyum merapatkan bibirnya sambil menatap Luna, Rakai kerutkan dahinya. “Tugas apa Lun? Suruh ngapain?” Tanya nya penasaran namun terkesan ramah. Tanpa aba-aba pramusaji datang untuk menyajikan minum dan percakapan sempat menggantung di sana. Memegang gelas miliknya, Rakai menyeruput iced-latte sembari menunggu jawaban dari Luna. “Gimana?” Tanya nya lagi</p><p><br/></p><p>(@Seductreiss)</p><p><br/></p><p>Setelah menghaturkan terima kasih pada sang pramusaji, Luna mengambil gelas kopinya dan menyesapnya sedikit sebelum merespon pertanyaan Rakai.</p><p><br/></p><p>"Ini, buat matkul Pengenalan Teknik Lingkungan. Gue udah take video nya sih, tinggal edit. Videonya harus ada captionnya gitu katanya.."</p><p><br/></p><p>Raut wajah Luna sedikit menunjukkan rasa khawatir karena rasa tidak enakㅡ namun mau bagaimana lagi, Kevin sudah duluan membuka percakapan ini.</p><p><br/></p><p>(@Almightish)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-09 02:49:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kqarina/l2bhe133z1elhigi/wish/3482885341</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
