<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Lesson Learn by Neny Rahmawati</title>
      <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t</link>
      <description>Apa pendapat saudara tentang nilai-nilai kepemimpinan / Lesson Learnt dari tayangan Video Tikus di racun Arman kaitan dengan  materi Agenda I terkait nilai nilai dasar bela Negara dan Pengelolaan Konflik Kepentingan!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-02-11 02:37:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-06 09:14:10 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>unineny</author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3351845516</link>
         <description><![CDATA[<p>Link Video ada di bahan tayang </p><p><strong>Link Video:</strong></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/LZZRImt0oGg?si=SmF-cd2t25zsZ4PE">https://youtu.be/LZZRImt0oGg?si=SmF-cd2t25zsZ4PE</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/LZZRImt0oGg?si=SmF-cd2t25zsZ4PE" />
         <pubDate>2025-03-05 04:10:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3351845516</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3615378563</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Guslian Erlangga</p><p>NDH : 13</p><p>AKT: 54</p><p>Nilai-nilai kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam video tersebut merefleksikan secara kuat materi <strong>Agenda I Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS</strong>, terutama terkait Nilai-Nilai Dasar Bela Negara dan Pengelolaan Konflik Kepentingan.</p><p>Kaitannya terlihat jelas dalam konsistensi moral, totalitas pengorbanan, dan tindakan tegas yang dilakukan untuk melindungi kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.</p><p><br/></p><p>1. Nilai-Nilai Dasar Bela Negara</p><p><br/></p><p>Kepemimpinan Amran Sulaiman menunjukkan praktik nyata dari nilai-nilai Bela Negara, khususnya pada aspek <strong>Rela Berkorban</strong> dan <strong>Sadar Berbangsa dan Bernegara</strong>.</p><p><br/></p><p>A. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara</p><p><br/></p><p>Nilai ini ditunjukkan melalui pengorbanan material dan pribadi yang dilakukan untuk menjamin integritas jabatannya:</p><ol><li><p><strong>Pengorbanan Harta/Bisnis (Totalitas Integritas):</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Ia secara permanen <strong>menutup perusahaan racun tikusnya (Tiran)</strong> segera setelah menjabat menteri, meskipun itu adalah sumber kekayaannya ([00:31:36]).</p></li><li><p><strong>Kaitan Bela Negara:</strong> Menjaga kehormatan jabatan dan mencegah <em>conflict of interest</em> (CoI) adalah bentuk pengorbanan tertinggi, menempatkan kepentingan negara bebas dari <em>stigma</em> bisnis pribadi.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pengorbanan Sosial (Tegaknya Prinsip):</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Ia membatalkan proyek 5 miliar Rupiah milik sahabat kakaknya, meski secara prosedur benar, karena khawatir akan menimbulkan <strong>sanksi sosial</strong> dan keraguan staf ([00:23:13]–[00:24:41]).</p></li><li><p><strong>Kaitan Bela Negara:</strong> Amran memilih mengorbankan hubungan personal dan satu pengusaha demi menyelamatkan keyakinan <strong>200 juta rakyat</strong> terhadap integritas kepemimpinannya. Ia berani "mengorbankan yang kecil untuk menyelamatkan yang besar."</p></li></ul></li><li><p><strong>Pengorbanan Finansial:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Menyatakan gaji menteri diserahkan kepada yatim dan membiayai sendiri seluruh biaya operasional jet pribadi, membandingkan pengorbanan itu lebih kecil daripada pengorbanan pahlawan yang gugur ([00:16:11]–[00:17:17]).</p></li><li><p><strong>Kaitan Bela Negara:</strong> Totalitas tanpa pamrih, menjauhkan fasilitas negara dari kepentingan pribadi.</p></li></ul></li></ol><p><br/></p><p>B. Sadar Berbangsa dan Bernegara</p><p><br/></p><p>Nilai ini terwujud dalam tanggung jawabnya terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, yang merupakan pondasi negara:</p><ol><li><p><strong>Melawan Kejahatan Pangan:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Menindak tegas 4 perusahaan mafia pupuk palsu yang merugikan 400.000 petani hingga Rp3,2 triliun, menyebut tindakan pembiaran sebagai <strong>"beternak kejahatan"</strong> ([00:43:47]–[00:45:00]).</p></li><li><p><strong>Kaitan Bela Negara:</strong> Pangan adalah isu vital kedaulatan negara. Melawan mafia adalah bentuk pertahanan ekonomi negara dan pertahanan hak rakyat miskin.</p></li></ul></li><li><p><strong>Visi Pertanian Masa Depan:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Mengajak dan merekrut <strong>generasi muda</strong> untuk bertransformasi ke pertanian modern, menjanjikan pendapatan Rp15–20 juta per bulan ([00:54:32]–[00:56:46]).</p></li><li><p><strong>Kaitan Bela Negara:</strong> Berpikir jangka panjang dan memastikan keberlanjutan sektor vital negara melalui regenerasi dan teknologi.</p></li></ul></li></ol><p><br/></p><p>2. Pengelolaan Konflik Kepentingan</p><p><br/></p><p>Kepemimpinan Amran Sulaiman memberikan teladan tentang manajemen Konflik Kepentingan (CoI) melalui <strong>Integritas Antikorupsi</strong> dan <strong>Mekanisme Pencegahan Dini</strong>.</p><p><br/></p><p>A. Integritas dan Antikorupsi sebagai <em>Core Value</em></p><p><br/></p><p>Amran menempatkan integritas sebagai prinsip hidup yang tidak dapat dinegosiasikan:</p><ol><li><p><strong>Konsistensi Moral:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Prinsip yang ditanamkan sejak kecil: <strong>"Jangan pernah mengambil hak orang"</strong> dan didikan keras ayahnya karena mengambil uang yang tercecer di pasar ([00:13:24]–[00:14:34]).</p></li><li><p><strong>Kaitan CoI:</strong> Pengelolaan CoI dimulai dari keyakinan moral yang kuat. Memiliki batasan moral yang hitam-putih membantu dalam pengambilan keputusan ketika dihadapkan pada godaan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Tindakan Preventif Total:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Mengundurkan diri dari BUMN karena menolak <em>mark-up</em> proyek senilai 74 miliar Rupiah ([00:06:06]–[00:07:17]).</p></li><li><p><strong>Kaitan CoI:</strong> Memilih melepaskan jabatan dan kekuasaan daripada terlibat dalam potensi CoI, menunjukkan integritas pribadi di atas ambisi karir.</p></li></ul></li></ol><p><br/></p><p>B. Mekanisme Pencegahan dan Transparansi</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Membentengi Institusi:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Secara terbuka <strong>menyebarkan nomor HP-nya</strong> untuk menerima laporan dari masyarakat (termasuk guru besar dan calon bupati) tentang praktik korupsi di internal kementerian ([00:08:09]).</p></li><li><p><strong>Kaitan CoI:</strong> Membangun sistem <strong>akuntabilitas publik</strong> dan mekanisme <em>whistleblowing</em> yang melibatkan masyarakat, menjadikan transparansi sebagai alat pencegahan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Membentengi Diri dan Keluarga:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Melarang keluarga, adik ipar, dan kerabatnya mengganggu tugasnya. Menerapkan sanksi tegas bagi staf yang menggunakan fotonya untuk <strong>memeras</strong> pengusaha ([00:22:12]–[00:25:52]).</p></li><li><p><strong>Kaitan CoI:</strong> CoI seringkali masuk melalui jalur keluarga atau kolega dekat. Memotong jalur ini adalah manajemen risiko CoI yang paling efektif.</p></li></ul></li><li><p><strong>Hukuman Tanpa Kompromi:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Memutasi dan memberhentikan puluhan pejabat (Dirjen, Direktur, Eselon 2/3) yang terlibat, bahkan menantang mereka untuk menuntutnya di pengadilan, dengan keyakinan lebih baik dituntut di dunia daripada di akhirat ([00:49:54]–[00:51:32]).</p></li><li><p><strong>Kaitan CoI:</strong> Menerapkan meritokrasi dan sanksi yang keras (tidak kompromi) untuk memastikan integritas tetap menjadi norma dan CoI tidak ditoleransi.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4487248899/5555d100cadab9251d460a70fbd35f37/image.png" />
         <pubDate>2025-10-02 13:17:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3615378563</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3615535428</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Putri Handayani</p><p>Angkatan : LIV_26</p><p>Kelompok : 2</p><p>Agenda 1 : Terkait Nilai-Nilai Dasar Bela Negara dan Pengelolaan Konflik Kepentingan.</p><p><br/></p><p>Dalam buku <em>Dasar Kepemimpinan</em>, Dr. Lelo Sintani, M.M., dkk. (2022) pengertian kepemimpinan adalah kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.</p><p>Definisi ini menunjukan bahwa sebuah kepemimpinan menggunakan suatu pengaruh yang ditujukan kepada peningkatan kemampuan seorang bawahan.</p><p>Efektivitas seorang pemimpin dalam menghadapi aktivitas <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="components__StyledLink-sc-il899o-0 gceLxA _918c86772 enabled" href="https://kumparan.com/topic/organisasi">organisasi</a> pada jaman sekarang ini sangat ditentukan oleh kualitas hubungan antara pemimpin dan bawahan.</p><p><br/></p><p>Berdasarkan rangkuman cerita Menteri Pertanian, <strong>Andi Amran Sulaiman</strong> di atas, berikut adalah <strong>nilai-nilai kepemimpinan</strong> yang dapat diambil:</p><p>✅ <strong>1. Integritas</strong></p><p>Bapak Amran menunjukkan integritas tinggi dengan menolak mark-up anggaran Rp74 miliar meskipun itu bisa membahayakan kariernya. Ia berpegang teguh pada nilai kejujuran dan tidak mau mengkhianati amanah.</p><p>✅ <strong>2. Ketegasan</strong></p><p>Sebagai menteri, Bapak Amran berani mengambil tindakan tegas, seperti menonaktifkan pejabat dan mem-blacklist perusahaan pupuk palsu. Ia tidak ragu menindak siapapun yang terlibat dalam korupsi.</p><p>✅ <strong>3. Keteladanan</strong></p><p>Bapak Amran memberi contoh langsung melalui tindakan nyata, bukan hanya ucapan. Ia tidak hanya memerintah, tapi memimpin dengan memberi contoh moral dan etika yang kuat.</p><p>✅ <strong>4. Kepedulian Sosial</strong></p><p>Dari kecil, ia sudah peduli dengan nasib orang lain. Ia menciptakan racun tikus bukan semata-mata untuk bisnis, tapi untuk membantu petani menghadapi hama.</p><p>✅ <strong>5. Kerja Keras dan Gigih</strong></p><p>Bapak Amran bekerja serabutan sejak kecil dan pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan. Usahanya menjual racun tikus yang awalnya ditolak menjadi bukti kegigihan luar biasa.</p><p>✅ <strong>6. Visioner</strong></p><p>Ia memiliki pandangan jangka panjang. Alih-alih hanya mengejar jabatan, ia memilih membangun usaha yang bermanfaat untuk orang banyak.</p><p>✅ <strong>7. Tanggung Jawab</strong></p><p>Bapak Amran menyadari bahwa kekuasaan dan jabatan adalah amanah. Ia merasa bertanggung jawab tidak hanya pada negara, tetapi juga kepada Tuhan.</p><p>✅ <strong>8. Keberanian Moral</strong></p><p>Ia berani menentang sistem yang korup, bahkan saat harus berhadapan dengan atasan. Keputusannya keluar dari BUMN adalah bukti bahwa dia lebih memilih kebenaran daripada kenyamanan.</p><p>✅ <strong>9. Rendah Hati</strong></p><p>Meski sukses, Amran tetap mengingat masa lalunya dan pesan-pesan moral dari sang ayah. Ia tidak sombong atas pencapaiannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4488113560/3f9ebb844ec4bb803d3964e8ad38dec6/WhatsApp_Image_2025_10_02_at_21_45_51.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-02 14:47:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3615535428</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616147039</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Risky Hamdani Khusayri Lubis</p><p>Angkatan : LIV</p><p>NDH         : 30</p><p>Kelompok : 1</p><p><br></p><p>Nilai-Nilai bela Negara dari Video diatas:</p><p><br></p><p>Saya menonton seluruh video dengan seksama dan mencatat pendapat saya dengan Jujur</p><p><br></p><p>Setelah saya selesai nonton tadi, saya merasa kisahnya benar-benar bikin saya kagum. Pak Amran cerita banyak tentang masa kecilnya yang serba terbatas, sampai pernah harus bikin racun tikus demi bisa bertahan hidup. Awalnya kedengarannya sangat sulit, tapi dari situ saya bisa lihat kalau kesulitan hidup justru yang membentuk dia jadi pribadi yang tangguh, kerja keras, dan nggak gampang menyerah.</p><p><br></p><p>Yang paling saya tangkap, pengalaman pahit itu ternyata ngaruh banget ke cara Pak Amran memimpin ketika menjadi Menteri Pertanian. Pak Amran menekankan soal integritas, keberanian, dan sikap tegas buat lawan mafia serta praktik korupsi di sektor pertanian. Menurut dia, pemimpin itu harus siap ambil risiko dan nggak boleh kalah sama tekanan kepentingan.</p><p><br></p><p>Menurut pendapat saya, nilai-nilai kepemimpinan yang ditunjukkan Pak Amran dalam tayangan tersebut sangat relevan dengan materi Agenda I terkait nilai dasar bela negara dan pengelolaan konflik kepentingan. Dari sisi bela negara, beliau mencontohkan sikap cinta tanah air, rela berkorban, berintegritas, serta keberanian melawan praktik yang merugikan bangsa. Sedangkan dari aspek pengelolaan konflik kepentingan, sikap tegas Pak Amran yang tidak tunduk pada tekanan kepentingan pribadi maupun kelompok menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus bisa menjaga objektivitas, mengutamakan kepentingan rakyat, serta konsisten menjalankan amanah. Lesson learn yang bisa saya ambil adalah bahwa pemimpin sejati bukan hanya harus cerdas dan tangguh, tetapi juga berani menegakkan nilai kebenaran meskipun penuh risiko, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai energi untuk melayani bangsa dengan tulus.</p><p><br></p><p>Kalau saya simpulkan, kisah “tikus diracun” bukan cuma cerita masa lalu yang unik, tapi simbol perjuangan Pak Amran untuk bangkit dan berani berdiri di jalan yang benar. Dari video ini saya belajar, ternyata kesulitan bisa jadi modal penting kalau kita bisa ambil hikmahnya. dan yang bikin saya makin yakin, pemimpin sejati itu lahir dari ketulusan, keberanian, dan kejujuran.<br><br>KEMENTAN Mantab!! 👍🏻👍🏻</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491312504/d79f1415c96a8cfcab73e646f60a5183/IMG_20251003_080149.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 01:22:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616147039</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616160952</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Ferry Alam Purnomo</p><p>Angkatan : LIV_11</p><p>Kelompok : 1</p><p><strong>Nilai nilai Bela Negara</strong></p><p>Berdasarkan video tersebut nilai-nilai bela negara yang di terapkan diantaranya:</p><p>1. Cinta tanah air kesadaran dan kasih sayang kepada bangsa dan negara seperti prinsip orang tuanya yang menanamkan tidak mengambil hak orang lain, walau hal kecil, menjadi fondasi moral yang kuat dalam hidupnya, nilai-nilai moral seperti kejujuran dan keadilan.</p><p>2. Sumbangan untuk anak yatim piatu dari sebagian penghasilan menunjukkan semangat berkorban untuk kemaslahatan orang lain/masyarakat, bagian dari bela negara secara sosial-moral.</p><p>3. Pemimpin yang menghargai bela negara akan menjunjung tinggi nilai-nilai seperti integritas, pengorbanan, keadilan, dan cinta tanah air Setia kepada Pancasila dan UUD 1945<strong>, </strong>mempertahankan nilai-nilai dasar negara.</p><p>4. Rela berkorban untuk bangsa dan negara<strong> </strong>baik secara waktu, tenaga, materi, bahkan moral.</p><p>5. Sadar bela negara / kemampuan bela negara kesiapan fisik, mental, intelektual untuk mempertahankan kelangsungan negara.</p><p><br/></p><p><strong>Pengelolaan Konflik Kepentingan</strong></p><p>Berdasarkan video tersebut nilai-nilai bela negara yang di terapkan diantaranya:</p><p>1. “perangi mafia inport” ini merupakan salah satu sumber konflik kepentingan poin pertama yaitu Kepentingan Bisnis/finansial</p><p>2. Ia memilih meninggalkan usaha yang bisa menimbulkan konflik kepentingan ketika ia menjadi pejabat publik. Ini menunjukkan integritas, pengabdian, dan keberanian menjaga kepentingan publik di atas keuntungan pribadi.</p><p>3. Keluarga “tidak boleh ikut apapun” dalam proyek pemerintah ini merupakan salah satu sumber konflik kepentingan poin kedua yaitu &nbsp;Hubungan keluarga/kerabat</p><p>4. Konflik Kepentingan: Situasi dimana pejabat publik memiliki kepentingan pribadi/keluarga/afiliasi yang bisa atau tampak bisa mempengaruhi keputusan publiknya.</p><p>5. Regulasi dan aturan hukum: Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Menteri PANRB No. 17 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Konflik Kepentingan yang menggantikan regulasi sebelumnya, untuk memastikan pejabat publik menjaga transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas.</p><p>6. Pencegahan &amp; mitigasi: Beberapa langkah termasuk deklarasi konflik kepentingan, pembatasan kepemilikan dari pihak terkait, pembatasan hadiah/gratifikasi, larangan atau regulasi rangkap jabatan, dan keberadaan pengawasan eksternal atau lembaga pengawas.</p><p><br/></p><p>#KEMENTAN_JAYA 🌾👩‍🌾👨‍🌾🌾🌾</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491237655/7f6b2c21520fe2ab4fd8878d63e2a8d7/Gambar_WhatsApp_2025_10_03_pukul_07_36_20_b272e871.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 01:35:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616160952</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616238144</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Putri Febrilla Solehah</p><p>NDH: 25</p><p>Angkatan: LIV</p><p>Kelompok: 1</p><p>Berdasarkan video Kick Andy Special Guest - Tikus Diracun Amran, <em>lesson learnt</em> yang dapat diambil adalah:</p><p><strong>1. Nilai Kepemimpinan Menteri Pertanian Pak Andi Amran Sulaiman</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kerja keras dan inovatif, ditunjukkan dari sikapnya yang sejak muda berusaha mencari solusi bagi masyarakat agar bermanfaat melalui penelitian pupuk, biogas, racun tikus, dll.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berorientasi pada kemanfaatan, ditunjukkan dari sikapnya yang tidak hanya mencari keuntungan pribadi, tapi menciptakan inovasi agar bermanfaat untuk orang banyak.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Integritas tinggi, ditunjukkan dari sikapnya dalam menolak perintah mark-up harga pupuk pada pekerjaannya dan tidak melakukan pembiaran pada timnya yang melakukan perbuatan menyimpang.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tegas dan berani mengambil keputusan, ditunjukkan dari sikapnya yang berani menindak timnya yang melakukan pelanggaran.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berani berproses dan pantang menyerah, ditunjukkan dari sikapnya yang banyak mencoba usaha, mengalami kerugian namun tetap terus berusaha.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menjaga diri dari penyimpangan, ditunjukkan dari sikapnya yang meskipun menjabat sebagai menteri, tetap membentengi diri dan keluarganya dari suap atau gratifikasi.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengorbanan pribadi, ditunjukkan dari sikapnya yang rela memakai biaya pribadi untuk menunjang tugas kenegaraan (misalnya operasional jet pribadi).</p><p><br/></p><p><strong>2. Nilai Dasar Bela Negara yang Bisa Diteladani Dari Menteri Pertanian Pak Andi Amran Sulaiman</strong></p><p>1. Cinta Tanah Air</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Membuat inovasi untuk menjawab masalah masyarakat pertanian Indonesia (pupuk, biogas, racun tikus).</p><p>2. Sadar Berbangsa dan Bernegara</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menolak mark-up harga pupuk, menunjukkan kesadaran bahwa tindakan korupsi merusak tatanan bangsa.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menindak tegas tim yang menyimpang, agar lembaga yang dipimpinnya tetap bersih.</p><p>3. Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menjunjung tinggi nilai keadilan (tidak mengambil hak orang lain).</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menunjukkan sikap integritas dan kejujuran</p><p>4. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menggunakan uang pribadi untuk operasional pesawat demi memudahkan tugas kenegaraan.</p><p>5. Kemampuan Awal Bela Negara</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Senantiasa bersyukur dan berdoa atas kenikmatan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa</p><p><br/></p><p><strong>3. Pengelolaan Konflik Kepentingan yang Dilakukan Menteri Pertanian Pak Andi Amran Sulaiman</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menutup bisnis pestisidanya setelah menjadi Menteri Pertanian, agar tidak ada benturan kepentingan antara jabatan publik dengan usaha pribadi.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menunjukkan komitmen integritas dengan tidak membiarkan praktik mark-up maupun penyimpangan di lingkup kerjanya.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menjadi teladan bahwa kepentingan bangsa harus selalu diutamakan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.</p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Perjalanan hidup Pak Andi Amran menggambarkan sosok pemimpin yang berintegritas, tegas, berani berkorban, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Nilai-nilai tersebut selaras dengan nilai dasar bela negara sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana seorang pemimpin mengelola konflik kepentingan dengan mengedepankan kepentingan bangsa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491196300/a0b90d27bd55b95a0b1d521243280a0c/WhatsApp_Image_2025_10_03_at_9_27_20_AM.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 02:48:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616238144</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616437787</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Zhafirah Azzahrawaani</p><p>Angkatan: LIV</p><p>NDH: 38</p><p>Kelompok: 2</p><p>Dari video Pak Menteri Pertanian di Kick Andy ada beberapa poin yang saya tangkap: </p><p><br/></p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tegas dalam memimpin</p><p>Terlihat dari bagaimana Pak Menteri sangat berhati-hati dalam bertindak. Kemudian tegas Ketika terlihat adanya kesalahan, khususnya yang berkaitan dengan korupsi. Ada salah satu <em>&nbsp;</em>yang menjelaskan bagaimana Beliau tidak akan berkompromi dengan korupsi dan kolusi dalam suatu system. Dalam video, ada <em>scene </em>yang menjelaskan bahwa beliau membuktikan tidakan “nyata” dalam menghukum/mendindak suatu pelanggaran.</p><p>Kutipan: “Anda melakukan korupsi dan kolusi, akan kami tindak. Yang menindak bukan saya, tapi sistem.”</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tanggung jawab dan kontribusi terhadap masyarakat</p><p>Beliau meyakini bahwa kerja beliau saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan para pahlawan. Beliau beranggapan bahwa semua yang dimilikinya adalah titip Allah, maka gambarannya, Beliau harus mengerjakan dengan <em>ikhlas</em> apapun yang sudah ditanggungjawabkan. Beliau juga menekankan pada pentingnya kualitas pekerjaan dan manajemen risiko, alih-alih keuntungan yang besar.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Konflik kepentingan</p><p>Beliau sempat ditawari dengan “uang” maupun proyek dengan satu/beberapa perusahaan yang pernah bekerja dengan beliau, namun ditolak. Hal ini memperlihatkan bagaimana beliau mampu menyadari dan bertindak tegas dalam hal-hal yang berkaitan dengan konflik kepentingan. Beliau menceritakan bagaimana sikap-sikap integritas moral yang baik untuk negeri.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491204956/c6892d38d9a06bf6619c5654e699ac30/photo.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 06:56:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616437787</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616445895</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Hanif Nur Azizah</p><p>Angkatan: LIV</p><p>NDH: 14</p><p>Kelompok: 2</p><p>&nbsp;</p><p>Dalam acara Kick Andy Show yang berjudul Tikus Diracun Amran dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai Narasumber, saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan mengenai pengaplikasian Bela Negara yang dilaksanakan oleh Bapak Amran. Dari penjelasan dan pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Andri Amran banyak sekali pengetahuan dan pelajaran moral yang dapat diambil.</p><p>Aplikasi Bela Negara yang dapat dijabarkan dari video tersebut antara lain Adalah sebagai berikut:</p><p><strong>1. Cinta Tanah Air</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bapak Andi Amran Sulaiman menyampaikan sikap cinta tanah air melalui karya dalam mencari solusi bagi masalah pertanian dengan menciptakan racun tikus TIRAN untuk melindungi hasil panen petani.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menjaga nama baik bangsa dengan menolak segala bentuk praktik korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian merupakan komitmen yang Pak Amran pegang. Bukti nyata rasa bangga dan cinta beliau terhadap Indonesia termasuk kontribusi Bapak Amran dalam memajukan pertanian di Indonesia melalui Kementerian Pertanian.</p><p><strong>2. Sadar Berbangsa dan Bernegara</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bapak Amran mengabdikan diri dalam pemerintahan. Beliau menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dengan disiplin, bahkan menolak untuk menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi. Korupsi adalah musuh bersama yang dapat menghancurkan kedaulatan bangsa.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pak Amran tidak segan membuka nomor pribadinya untuk menerima laporan dari rakyat langsung, sebagai wujud partisipasi menjaga integritas lembaga negara.</p><p>Semua itu mencerminkan kesadaran tinggi bahwa bangsa dan negara harus dijaga dengan pengabdian yang tulus.</p><p><strong>3. Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Bangsa</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam wawancara ini setia pada Pancasila terlihat dari prinsip hidup Pak Amran yang diwariskan ayahnya: “Jangan makan hak orang lain meski kita miskin.” Prinsip ini adalah wujud nyata pengamalan sila ke-2 dan ke-5 Pancasila, Kemanusian yang Adil dan Beradab.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Beliau mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dalam sektor pertanian kebijakan yang beliau buat mengarah untuk pemerataan, bukan hanya menguntungkan golongan tertentu namun setiap kalangan masyarakat khususnya para petani.</p><p><strong>4. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rela berkorban adalah sikap yang sangat menonjol dari Bapak Amran. Beliau rela menutup perusahaan pertaniannya setelah menjadi menteri agar tidak menimbulkan konflik kepentingan. Pak Amran juga kerap menggunakan dana pribadinya untuk menunjang tugas dinas, termasuk ketika menggunakan jet pribadi agar lebih efisien.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gajinya sebagai menteri pun disumbangkan untuk anak yatim yang membutuhkan. Menurut Pak Amran pengorbanan untuk bangsa tidak akan pernah sia-sia. Melawan korupsi dan memperjuangkan kesejahteraan petani adalah bentuk perjuangan nyata, meskipun harus mengorbankan kenyamanan pribadi.</p><p><strong>5. Kemampuan Awal Bela Negara</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sejak kecil, Bapak Amran sudah terbiasa hidup keras, membantu orang tua dengan berjualan ikan, ubi, hingga mengangkat batu gunung. Proses tersebut telah membentuk mental yang tangguh, disiplin, dan tahan banting.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan keteguhan jiwa dan raga, beliau mampu menghadapi berbagai tantangan, baik saat berusaha di dunia bisnis maupun ketika menjalankan tugas sebagai pejabat negara. Setiap pengalaman itu jadi modal penting yang membuat beliau siap mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara.</p><p><br/></p><p>Selain itu Pak Amran yang sangat menjunjung tinggi Integritas memberikan pesan bagi para pemuda menjaga integritas dengan berani memulai, konsisten, pantang menyerah, dan tidak mudah mengeluh. Saat ini bidang pertanian terjadi transformasi menuju pertanian modern yang didukung teknologi, lahan luas, serta potensi pendapatan tinggi, bahkan lebih dari 10 juta per bulan. Pegangan moral sangat penting bagi para pemuda, dengan adanya semangat para pemuda pasti bangsa ini akan dapat ikut bersaing di kancah internasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491519675/9f2a4c54f2baf10a91f0c79d0f43ef9f/image.png" />
         <pubDate>2025-10-03 07:04:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616445895</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616453520</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Rizky Fernando</p><p>NDH : 31</p><p>Angkatan : LIV</p><p>Kelompok : 2</p><p><br/></p><p>Dalam video yang dipaparkan dengan tema " Mampukah mewujudkan cita - cita menuju Indonesia Emas dengan tantangan krisis moral memanfaatkan jabatan, kedudukan untuk kepentingan pribadi dengan cara yang salah " </p><p>Nilai - nilai Bela Negara dapat kita pelajari dan implementasikan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui :</p><ol><li><p>Cinta tanah air, dalam bentuk memberikan manfaat kepada orang banyak atau masyarakat walaupun dengan hal - hal kecil dengan kondisi keterbatasan sekalipun bukan menjadi halangan.</p><p>yang beliau contohkan seperti : hal kecil yang memberikan peran besar dengan pembuatan Racun Tikus, menyisihkan gaji untuk diserahkan ke anak yatim dan orang miskin, keberuntungan tertinggi adalah bisa mengabdi kepada masyarakat, mengutamakan kepentingan kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.</p></li><li><p>Sadar berbangsa dan bernegara, dalam bentuk mengimplementasikan bahwa menuju bangsa yg lebih baik harus berani dalam memerangi hal yang merugikan negara</p><p>yang beliau contohkan seperti : menolak segala idealisme yang tidak sesuai dengan upaya memajukan bangsa, memerangi segala bentuk kecurangan yang merugikan negara contohnya korupsi, kolusi dan nepotisme.</p></li><li><p>Setia kepada Pancasila sebagai Ideologi Negara, dalam bentuk mengimplementasikan melalui sikap yang mendukung nilai - nilai pancasila</p><p>yang beliau contohkan seperti :</p><p>Keberanian dalam memberikan peradilan terhadap segala bentuk kecurangan melalui hukuman yang berlaku, membentengi idealisme yang baik dengan iklas, integritas, dan tidak mengikut campurkan kepentingan pribadi atau keluarga dalam tugas. </p></li><li><p>Rela berkorban untuk bangsa dan negara, dalam bentuk memberikan segala tenaga, materi, pemikiran dan tindakan yang membangun bangsa ke arah yang lebih baik sekalipun penuh resiko</p><p>yang beliau contohkan seperti :</p><p>Memerangi, meyakini, dan menindak lanjuti tanpa kompromi segala bentuk kecurangan yang merugikan negara ( negara tidak boleh kalah dari mafia ), membongkar kasus dengan terjun langsung ke lapangan, melawan mafia berat namun daripada mengorbankan kesejahteraan jutaan warga negara indonesia.</p></li><li><p>Kemampuan awal bela negara, dalam bentuk membangun dan memberikansikap positif yang dibawa sejak awal untuk kepentingan bangsa dan negara</p><p>yang beliau contohkan seperti :</p><p>Senantiasa mengamalkan sikap ikhlas, bersyukur, doa dan restu orang tua, berorientasi bahwa segala tindakan didunia ada peradilan di akhirat sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa</p></li></ol><p>Dalam hal Konflik Kepentingan hal yang perlu kita contoh yaitu :</p><ol><li><p>Rela mengorbankan usaha pribadi demi menjaga Integritasnya sebagai pejabat negara</p></li><li><p>Tidak mengkaitkan segala bentuk kepentingan keluarga, teman dekat, kenalan dan lainya sebagai ajang menguntungkan kepentingan ataupun keuntungan pribadi </p></li></ol><p><br/></p><p>Kesimpulanya bahwa dalam mewujudkan nilai - nilai bela negara kita seharusnya memberikan upaya yang maksimal dalam mendukung kemajuan bangsa dan negara Indonesia melalui tindakan yang bisa menjadi tauladan masyarakat, membentengi idealisme yang baik terhadap potensi - potensi masuknya idealisme yang salah seperti kecurangan yang merugikan negara, dan senantiasa mendukung dan berkontribusi terhadap upaya - upaya dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491504353/d1444d46b711afecf74e9bc0eeb18d6b/RIZKY_FERNANDO.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 07:11:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616453520</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616472887</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Muh. Taufik Akbar Junaidi</p><p>Angkatan: LIV</p><p>NDH: 22</p><p>Kelompok: 1</p><p><br/></p><p>Dalam wawancara bersama di Kick Andy, Pak Andi Amran Sulaiman menceritakan perjalanan hidupnya dari keluarga sederhana hingga menjadi Menteri Pertanian. Ia berbagi kisah masa kecil yang penuh kerja keras, jatuh bangun dalam usaha, hingga penemuan racun tikus yang menyelamatkan petani. Saat menjabat menteri, ia menutup bisnis pribadinya demi integritas, menolak korupsi, dan berani mengambil keputusan tegas meski tidak populer. Kepemimpinannya ditandai dengan keberanian, ketegasan, pengorbanan pribadi, serta komitmen besar untuk petani dan bangsa Indonesia.</p><p>Nilai-nilai bela negara yang dapat kita ambil pelajaran sebagai CASN adalah:</p><p><br/></p><p><strong>1. Cinta Tanah Air</strong></p><ul><li><p>Pak Amran sejak mahasiswa bertekad untuk menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang, dimulai dari penelitian racun tikus untuk membantu petani.</p></li><li><p>Menutup bisnis pestisida pribadi ketika menjadi Menteri Pertanian agar tidak menimbulkan konflik kepentingan, demi menjaga integritas sektor pertanian Indonesia.</p></li><li><p>Menegaskan bahwa membantu petani berarti menjaga pangan Indonesia, salah satu bentuk nyata cinta tanah air.</p></li></ul><p><strong>Sadar Berbangsa dan Bernegara</strong></p><ul><li><p>Pak Amran menyadari bahwa korupsi adalah penyakit bangsa yang menghambat kemajuan. Karena itu ia membuka saluran pengaduan langsung ke publik untuk memberantas penyimpangan.</p></li><li><p>Ia menekankan bahwa membiarkan korupsi sama dengan "beternak kejahatan", yang akan merusak bangsa secara jangka panjang.</p></li><li><p>Dalam kepemimpinannya, ia tidak segan menindak eselon 2, 3, bahkan staf, demi menjaga marwah bangsa.</p></li></ul><p><strong>3. Setia pada Pancasila</strong></p><ul><li><p>Ayah dari Pak Amran berpesan: “Jangan pernah ambil yang bukan hakmu” prinsip tersebut menjadi prinsip hidup Pak Amran yang sejalan dengan nilai Keadilan Sosial dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.</p></li><li><p>Beliau menolak suap dan proyek triliunan karena itu melanggar nilai keadilan dan kejujuran.</p></li></ul><p><strong>4. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara</strong></p><ul><li><p>Pak Amran menolak menggunakan fasilitas negara (misalnya bahan bakar jet pribadi) dan menanggung biaya sendiri.</p></li><li><p>Menutup perusahaan racun tikus meskipun itu sumber kekayaan, demi menghindari fitnah dan menjaga kepercayaan publik.</p></li><li><p>Beliau mengorbankan kenyamanan keluarga dan jaringan sosial, bahkan membatalkan proyek sahabat kakaknya demi menjaga integritas kementerian.</p></li></ul><p><strong>5. Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara</strong></p><ul><li><p>Semasa kecil Pak Amran terbiasa bekerja keras (menggali batu, menjual ikan/ubi, hingga bangkrut berulang kali) yang membentuk mental tangguh dan daya juang.</p></li><li><p>Sebagai pemimpin, beliau membangun sistem meritokrasi: siapa pun yang salah harus dihukum. Itu mencerminkan disiplin, ketegasan, dan keberanian yang merupakan unsur penting dalam kemampuan bela negara.</p></li><li><p>Beliau juga membekali diri dan organisasinya dengan sistem antikorupsi yang transparan (nomor HP publik, KPK di kementeriannya), sebagai “pertahanan” moral dan institusional.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4492566956/fc52a7eef038e2dc73b8590ce5e54973/WhatsApp_Image_2025_10_03_at_15_08_02_be815271.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 07:30:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616472887</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616500567</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Muhammad Rizqi Darmawan</p><p>Angkatan : 54</p><p>NDH : 23</p><p>Kelompok : 2-B</p><p><br/></p><p>Tayangan “Tikus di Racun Arman” mengingatkan kita bahwa kepemimpinan sejati tidak dibangun dengan tipu daya atau kepentingan sesaat, melainkan dengan integritas, kejujuran, dan keberanian untuk berlaku adil. Seorang pemimpin sejati adalah mereka yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, menjaga loyalitas, serta mampu mengelola konflik dengan bijaksana. Inilah wujud nyata nilai-nilai bela negara: cinta tanah air, setia pada Pancasila, rela berkorban, dan sadar berbangsa. </p><p><br/></p><p>1. Cinta Tanah Air</p><p>Video tersebut menggambarkan perjalanan Pak Mentan - Andi Amran yang berasal dari latar belakang sederhana dan berjuang sendiri sejak muda—memunculkan rasa kuat bahwa sukses bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi sebagai kontribusi terhadap bangsa. Dari sini kita belajar bahwa cinta tanah air bukan sekadar kata, melainkan tindakan nyata: mengembangkan potensi diri agar bisa memberi manfaat bagi negara.</p><p><br/></p><p>2. Sadar Berbangsa &amp; Bernegara</p><p>Pak Mentan - Andi Amran menampilkan kesadaran bahwa sebagai warga negara, setiap individu punya tanggung jawab untuk ikut membangun bangsa—termasuk melalui inovasi (misalnya racun tikus) dan pengabdian publik. Kesadaran ini mendorong seseorang tidak hanya fokus pada kepentingannya sendiri, tetapi pada bagaimana perannya bisa memperkuat negara secara kolektif.</p><p><br/></p><p>3. Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Bangsa</p><p>Nilai-nilai Pancasila seperti keadilan sosial, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah bisa tercermin dalam cara Pak Mentan - Andi Amran menjalankan hidup dan karier: tidak mengambil jalan pintas, menjaga integritas, serta memperlakukan orang lain secara adil. Kepemimpinan yang setia pada Pancasila berarti: memegang teguh nilai-nilai dasar bangsa saat membuat keputusan, tidak mudah terombang-ambing oleh kepentingan sesaat.</p><p><br/></p><p>4. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara</p><p>Dari masa kecil Pak Mentan - Andi Amran yang penuh perjuangan dan tantangan, kita lihat bahwa keberhasilan datang dari kerja keras, pengorbanan waktu, tenaga, bahkan menghadapi kegagalan. Pemimpin yang baik tidak menuntut kenyamanan pribadi semata, tetapi siap menghadapi risiko dan jatuh-bangun agar bisa memberikan pengabdiannya untuk kemajuan bersama.</p><p><br/></p><p>5. Kemampuan Awal Bela Negara</p><p>Video ini juga menunjukkan pentingnya kemampuan dasar: etos kerja tinggi, kreativitas, ketekunan, dan moral kuat. Sebagai “kapasitas awal bela negara,” kemampuan tersebut menjadi modal dasar agar seseorang sanggup berkontribusi maksimal dalam menghadapi tantangan, termasuk meredam konflik kepentingan atau godaan korupsi.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan inspiratif:</p><p>Dari kisah “Tikus Diracun Amran” kita diingatkan bahwa kepemimpinan yang unggul tumbuh dari akar nilai patriotisme, kesetiaan ideologi, dan pengorbanan. Pemimpin sejati melampaui kepentingan diri sendiri dan mampu membangun mekanisme transparan agar konflik kepentingan tidak merusak visi dan kepercayaan. Dengan demikian, nilai-nilai dasar bela negara menjadi landasan moral dan spirit agar kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari tetap mulia dan bermakna.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4492658155/3439df180093cb813bdc5be533b2ef09/A7BC02D1_216D_4805_8D71_0D07F8B93EAF.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 07:56:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616500567</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616684566</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Safuna Arnita</p><p>NDH: 33</p><p>Angkatan: LIV</p><p>Kelompok: 1</p><p><br/></p><p><strong>Nilai Kepemimpinan</strong></p><ul><li><p>Integritas tinggi : sejak kecil diajarkan oleh ayahnya untuk tidak mengambil hak orang lain.</p></li><li><p>Keberanian dan ketegasan : berani menolak mark-up pengadaan, bahkan memilih mundur daripada ikut arus korupsi</p></li><li><p>keteladanan nyata : tidak hanya melarang korupsi, tetapi juga menolak proyek yang melibatkan kerabatnya.</p></li><li><p>kepedulian pada rakyat : fokus pada kesejahteraan petani, inovasi racun tikus.</p><p>disiplin dan kerja keras : ditempa sejak kecil dengan kerja kasar, terbiasa berproses, dan tidak mudah menyerah.</p></li></ul><p><strong>Kaitan dengan Nilai Dasar Bela Negara</strong></p><ul><li><p>Cinta Tanah Air : Menganggap jabatan menteri sebagai amanah untuk membangun bangsa, bukan untuk memperkaya diri.</p></li><li><p>Kesadaran Berbangsa dan Bernegara : Membuka kanal pengaduan publik (nomor pribadi) agar masyarakat bisa turut mengawasi jalannya pemerintahan.</p></li><li><p>Setia pada Pancasila dan UUD 1945 : Konsisten menegakkan keadilan sosial dan menolak segala bentuk penyalahgunaan jabatan, sejalan dengan nilai Pancasila.</p></li><li><p>Rela berkorban : Menolak gratifikasi hingga triliunan, bahkan menggunakan dana pribadi untuk operasional tertentu, menunjukkan orientasi pengabdian.</p></li><li><p>Kemampuan Bela Negara : dengan inovasi (seperti racun tikus TIRAN) dan kebijakan antikorupsi, mentan amran turut memperkuat ketahanan pangan nasional—salah satu bentuk bela negara non-militer.</p></li></ul><p><strong>Kaitannya dengan Pengelolaan Konflik Kepentingan:</strong></p><ul><li><p>Pencegahan nepotisme : menolak proyek untuk sahabat kakaknya walaupun secara prosedur sah, demi menjaga kepercayaan publik.</p></li><li><p>Membatasi akses keluarga/kerabat : sejak awal memberi peringatan pada keluarga agar tidak ikut cawe-cawe dalam urusan jabatan, sebuah cara manajemen konflik kepentingan.</p></li></ul><p><strong>Pendapat</strong></p><p>Nilai kepemimpinan Mentan Amran adalah contoh nyata kepemimpinan berkarakter dalam konteks bela negara: mengutamakan kepentingan rakyat, menjaga integritas pribadi dan institusi, serta berani menghadapi risiko demi memberantas “tikus” baik yang nyata (hama) maupun simbolik (korupsi). Dalam hal pengelolaan konflik kepentingan, pendekatan tegas, transparan, dan pencegahan dini yang beliau lakukan bisa menjadi role model bagi pejabat lain agar institusi tetap bersih dan rakyat mendapat keadilan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493207132/e152883a59170caa455ac79df76c3af4/6.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 10:52:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616684566</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616853828</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Gabriella Priscilia Barus</p><p>Angkatan : LIV</p><p>NDH : 12</p><p>Kelompok : 1</p><p><br/></p><p><strong>Makna &amp; Lesson Learned dari Tayangan Video Tikus Diracun Arman</strong></p><p><br/></p><p>Video ini biasanya menggambarkan bahwa ketika ada <strong>tikus (masalah kecil/ancaman)</strong> diabaikan, lama-lama akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Bahkan, cara penyelesaiannya (meracun) bisa berbalik membahayakan pihak lain yang sebenarnya tidak bersalah.</p><p>✨ Nilai-Nilai Kepemimpinan yang Bisa Dipetik</p><ol><li><p><strong>Kewaspadaan sejak dini</strong> → Pemimpin harus mampu membaca ancaman sekecil apapun sebelum berkembang menjadi krisis besar.</p></li><li><p><strong>Bijak dalam mengambil keputusan</strong> → Solusi yang diambil tidak boleh reaktif, tapi harus memperhitungkan dampak jangka panjang.</p></li><li><p><strong>Tanggung jawab &amp; keberanian</strong> → Pemimpin wajib bertindak tegas, tapi tetap adil dan proporsional.</p></li><li><p><strong>Mengedepankan kepentingan bersama</strong> → Tidak hanya menyelesaikan masalah “sekarang”, tapi juga menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat luas.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Kaitannya dengan Wawasan Kebangsaan &amp; Bela Negara</strong></p><ol><li><p><strong>Cinta Tanah Air</strong> → Sama seperti menjaga rumah dari tikus, bela negara berarti melindungi bangsa dari ancaman kecil maupun besar.</p></li><li><p><strong>Kesadaran Berbangsa dan Bernegara</strong> → Masalah bangsa (korupsi, intoleransi, radikalisme, narkoba) jangan diabaikan karena bisa merusak persatuan.</p></li><li><p><strong>Rela Berkorban</strong> → Kadang perlu mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa.</p></li><li><p><strong>Keyakinan pada Ideologi Pancasila</strong> → Pancasila menjadi panduan pemimpin dalam menentukan solusi yang adil dan tepat.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Analisis Isu Kontemporer</strong></p><ul><li><p><strong>Korupsi, radikalisme, intoleransi, dan disinformasi</strong> adalah “tikus” dalam kehidupan berbangsa.</p></li><li><p>Jika dibiarkan, akan berkembang dan merusak sistem dari dalam.</p></li><li><p>“Racun” berupa kebijakan reaktif tanpa kajian matang bisa berbalik menjadi konflik horizontal, perpecahan, atau krisis kepercayaan.</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Kesiapsiagaan Bela Negara</strong></p><ul><li><p>Membutuhkan <strong>deteksi dini ancaman</strong>, edukasi masyarakat, dan penguatan karakter bangsa.</p></li><li><p>Pemimpin dan ASN harus sigap menghadapi ancaman dengan solusi yang cerdas, bukan sekadar reaktif.</p></li><li><p>Kolaborasi antar elemen bangsa diperlukan agar masalah kecil tidak membesar.</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Pengelolaan Konflik Kepentingan</strong></p><ul><li><p>Tikus bisa dianalogikan sebagai <strong>kepentingan pribadi/kelompok</strong> yang merusak kepentingan bangsa.</p></li><li><p>Pemimpin harus <strong>adil, transparan, dan mengutamakan kepentingan publik</strong>.</p></li><li><p>Penyelesaian konflik harus mengedepankan musyawarah dan nilai keadilan sosial sesuai sila ke-4 dan ke-5 Pancasila.</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Tayangan <em>“Tikus Diracun Arman”</em> memberi pelajaran bahwa dalam kepemimpinan dan bela negara:</p><ul><li><p><strong>Ancaman kecil jangan diremehkan</strong>.</p></li><li><p><strong>Solusi harus bijak, adil, dan berorientasi pada kepentingan bangsa</strong>.</p></li><li><p><strong>Nilai dasar bela negara (cinta tanah air, kesadaran berbangsa, rela berkorban, percaya pada Pancasila, kemampuan awal bela negara)</strong> wajib ditanamkan agar bangsa siap menghadapi isu kontemporer dan mampu mengelola konflik kepentingan dengan baik.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493472267/84730924722dd2beb6b76688462e67b9/E245098C_5C51_469E_BAC9_11AA6B1E34BF.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 13:12:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616853828</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616910937</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Sheirinda Akhirusani Samsuri</p><p>NDH : 34</p><p>Kelompok : 2</p><p>Angkatan LIV (54)</p><p>Berdasarkan video wawancara Kick Andy bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, tampak jelas nilai-nilai kepemimpinan yang selaras dengan semangat bela negara, yaitu:</p><ol><li><p>Pak Amran menunjukkan integritas dan kejujuran dengan menolak praktik korupsi, termasuk saat mendapat tekanan untuk melakukan mark-up pengadaan pupuk bernilai besar. Sikap ini mencerminkan pemimpin yang berpegang teguh pada nilai kejujuran, sebagaimana semangat bela negara menuntut kesetiaan kepada prinsip dan kebenaran. </p></li><li><p>Beliau juga menampilkan ketegasan dan keberanian moral dengan mencopot pejabat yang menyimpang dan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Keberanian moral ini adalah cerminan pemimpin yang siap mengambil risiko demi menjaga kepentingan bangsa.</p></li><li><p>Kerja keras dan ketekunan sejak kecil hingga berhasil menciptakan inovasi racun tikus TIRAN untuk membantu petani. Kepeduliannya terhadap kesejahteraan rakyat mencerminkan cinta tanah air dan pengorbanan demi kepentingan bangsa, sedangkan upaya “bersih-bersih” birokrasi memperlihatkan kepemimpinan transformasional yang memperkuat sistem negara.</p></li></ol><p>Nilai-nilai tersebut sejalan dengan esensi bela negara, yakni cinta tanah air, kesetiaan pada Pancasila dan UUD 1945, kerelaan berkorban, kedisiplinan, serta tanggung jawab warga negara dalam menjaga martabat bangsa. Sehingga saya mendapatkan <em>lesson learning </em>yaitu ketekunan yang akhirnya bisa menghasilkan inovasi, kejujuran yang akan menghasilkan lingkungan yang aman serta kepercayaan dari sekitar, ketegasan untuk memproteksi prinsip hidup agar tetap sejalan dengan Pancasila, keberanian untuk terus berjalan sesuai dengan prinsip hidup dan juga mengajarkan bahwa tidak ada hasil yang benar-benar instan, semua dimulai dari kerja keras dan kerja cerdas.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4494026178/5d714f9c9eeff9edd7541e4e85381b70/a3e4f5bf_d8e6_406b_bfc0_36aba4c9dbd8.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 13:48:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616910937</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616946288</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Dea Permata Sari Br Bangun</p><p>NDH : 6</p><p>Akt : 54 / LIV</p><p><br/></p><p>Acara ini berjudul “Tikus Diracun Amran”, yang mengangkat kisah perjuangan hidup dan perjalanan karier Andi Amran Sulaiman  dari masa sulit hingga menjadi Menteri Pertanian. Dalam cerita ini memiliki kaitannya terhadap wawasan kebangsaan dan nilai nilai bela negara :</p><p><br/></p><p><strong>1. Cinta Tanah Air</strong></p><p>Pak Amran menciptakan <em>racun tikus TIRAN</em> bukan semata bisnis, tapi berangkat dari kepedulian terhadap penderitaan petani Indonesia. Itu wujud nyata cinta tanah air: berinovasi untuk menyelesaikan masalah bangsa sendiri.</p><p><br/></p><p><strong>2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara</strong></p><p>Meski berasal dari desa terpencil, ia tetap berusaha memberi kontribusi pada ketahanan pangan nasional. Kesadarannya bahwa keberhasilan pertanian adalah bagian dari kekuatan bangsa menunjukkan pemahaman mendalam tentang pentingnya kedaulatan pangan.</p><p><br/></p><p><strong>3. Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara</strong></p><p>Dalam praktiknya, Amran menolak korupsi, menjunjung tinggi kejujuran, serta memperjuangkan keadilan bagi petani. Sikap ini mencerminkan kesetiaan pada nilai Pancasila, terutama sila keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab.</p><p><br/></p><p><strong>4. Rela Berkorban</strong></p><p>Masa sulit di awal bekerja serabutan, meneliti 3 tahun tanpa hasil, bahkan hampir putus asa memperlihatkan sikap rela berkorban tenaga, waktu, dan pikiran demi keberhasilan yang bisa dinikmati oleh banyak petani.</p><p><br/></p><p><strong>5. Kemampuan Awal Bela Negara</strong></p><p>Amran menunjukkan kemampuan bela negara melalui disiplin, tanggung jawab, dan daya juang. Dari masa kecil penuh keterbatasan hingga menjadi menteri, ia terus mengasah keteguhan mental, kreativitas, dan integritas sebagai bekal bela negara</p><p><br/></p><p><strong>Ketahanan Nasional (Wawasan Kebangsaan)</strong></p><p>Kisah “tikus diracun Amran” menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional. Jika hama bisa diatasi, produksi meningkat, kesejahteraan petani terjamin, dan kedaulatan pangan Indonesia makin kuat.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan:</p><p>Kisah “Tikus Diracun Amran” menunjukkan bahwa bela negara tidak hanya lewat angkat senjata, tetapi juga melalui inovasi, integritas, dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. Amran menjadi teladan cinta tanah air, kesadaran berbangsa, kesetiaan pada Pancasila, rela berkorban, serta disiplin dan tanggung jawab sebagai wujud sikap dan perilaku bela negara yang memperkuat wawasan kebangsaan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493819998/1ae7740400d4c83f9c4824b4ce7e3dd0/IMG_1955.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 14:10:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616946288</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616969111</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Kevin Omar Amrullah Ismail</p><p>Gelombang: X</p><p>Angkatan: LIV (54)</p><p>Kelompok: 2</p><p>Instansi: Ditjen TP</p><p><br/></p><p><br/></p><ol><li><p>Nilai Kepemimpinan Pak Amran</p><p>• Integritas: sejak kecil beliau dididik orang tua untuk tidak mengambil hak orang lain. Ini membentuk sikap jujur dan anti-korupsi.</p><p>• Kerja keras dan kemandirian: pengalaman masa kecilnya yang penuh perjuangan menjadikannya sosok pemimpin yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan selalu berupaya mencari solusi.</p><p>• Kepedulian sosial: gaji sebagai pejabat yang disumbangkan kepada yatim piatu menunjukkan bahwa kepemimpinannya berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan pribadi.</p><p>• Ketegasan dalam mengelola usaha: berani menutup bisnis racun tikusnya ketika menjabat Menteri, karena menyadari adanya potensi benturan kepentingan.</p><p><br/></p></li><li><p>Kaitannya dengan Nilai Dasar Bela Negara</p><p>• Cinta Tanah Air: diwujudkan dengan kontribusinya di bidang pertanian demi ketahanan pangan nasional.</p><p>• Kesadaran Berbangsa dan Bernegara: mengambil keputusan yang mendahulukan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi.</p><p>• Setia kepada Pancasila: perilaku anti-korupsi dan adil mencerminkan nilai keadilan sosial dan kejujuran.</p><p>• Rela Berkorban: menyumbangkan penghasilan pribadi untuk masyarakat yang membutuhkan.</p><p>• Kemampuan Awal Bela Negara: melalui kebijakan di bidang pertanian, beliau ikut memperkuat kemandirian bangsa dalam pangan sebagai bagian dari pertahanan non-militer.</p><p><br/></p></li><li><p>Kaitannya dengan Pengelolaan Konflik Kepentingan</p><p>• Pak Amran menunjukkan contoh good governance dengan memutuskan berhenti dari bisnis pribadi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.</p><p>• Keputusannya itu menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus mampu membedakan kepentingan publik dengan kepentingan pribadi, serta berani mengorbankan keuntungan pribadi demi menjaga integritas jabatan.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4494381355/54af79e160b8dec298533bb0ac4803e3/IMG_0015.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 14:25:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3616969111</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3617053000</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Alid Hakiki</p><p>NDH: 4</p><p>Angkatan: LIV</p><p>Kelompok: 2</p><p><br/></p><p><strong>1. Nilai Kepemimpinan Pak Amran</strong></p><p>Pak Amran merupakan figur pemimpin yang menunjukkan keteladanan melalui sikap dan tindakan nyata. Sejak kecil beliau telah dibentuk dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kejujuran, sehingga terbiasa untuk menjunjung integritas dan menolak segala bentuk penyimpangan. Pengalaman hidup yang penuh perjuangan turut membentuk karakter kerja keras dan kemandirian, menjadikannya sosok yang ulet, tangguh, serta berorientasi pada penyelesaian masalah.</p><p>Kepedulian sosial beliau tercermin melalui konsistensi dalam menyalurkan sebagian penghasilan untuk membantu anak-anak yatim piatu. Hal ini menunjukkan orientasi kepemimpinannya tidak semata-mata pada kepentingan pribadi, melainkan pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ketegasan beliau tampak jelas ketika memilih menghentikan usaha pribadinya demi menghindari potensi benturan kepentingan pada saat menjabat sebagai Menteri.</p><p><br/></p><p><strong>2. Kaitan dengan Nilai Dasar Bela Negara</strong></p><p>Nilai-nilai kepemimpinan yang ditunjukkan Pak Amran memiliki keterkaitan erat dengan prinsip dasar Bela Negara. Kontribusinya dalam sektor pertanian merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Kesadaran berbangsa dan bernegara tercermin dari sikap beliau yang selalu mendahulukan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.</p><p>Kesetiaan kepada Pancasila tercermin melalui sikap adil, jujur, serta konsistensi dalam menegakkan prinsip anti-korupsi. Nilai rela berkorban diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Adapun kemampuan awal Bela Negara beliau tunjukkan melalui kebijakan di bidang pertanian yang mendukung kemandirian bangsa dalam penyediaan pangan, sebagai bagian penting dari pertahanan non-militer.</p><p><br/></p><p><strong>3. Kaitan dengan Pengelolaan Konflik Kepentingan</strong></p><p>Dalam aspek pengelolaan konflik kepentingan, Pak Amran memberikan teladan yang patut dicontoh. Keputusan beliau untuk melepaskan usaha pribadi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan menunjukkan sikap konsisten dalam menjaga profesionalitas dan integritas jabatan.</p><p>Hal ini sekaligus menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu membedakan kepentingan pribadi dengan kepentingan publik. Keberanian untuk mengorbankan keuntungan pribadi demi menjaga kepercayaan masyarakat merupakan bentuk nyata dari prinsip kepemimpinan yang beretika serta berorientasi pada tata kelola pemerintahan yang baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4494662334/89703574369ebff9cec1931fae143be0/IMG_3120.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 15:22:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3617053000</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3619516759</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Yohana Grace Cristianingtyas</p><p>NDH : 37 </p><p>Angkatan : LIV </p><p>Instansi : Sekretariat BRMP </p><p><br/></p><p>Inti dari tayangan ini adalah kisah hidup beliau yang berpusat pada integritas, pengorbanan, dan keberpihakan pada rakyat kecil.</p><p><br/></p><p>---</p><p><br/></p><p>1. Nilai-Nilai Kepemimpinan</p><p><br/></p><p>Pelajaran kepemimpinan yang paling menonjol dari kisah Amran Sulaiman adalah:</p><p>a. Integritas sebagai Benteng Utama: Prinsip hidup yang dipegang teguh sejak kecil ("jangan pernah mengambil hak orang") menjadi landasan dalam jabatan. Beliau menceritakan keputusannya untuk mundur dari pekerjaan di masa lalu karena menolak praktik mark up dan manipulasi.</p><p>b. Kepemimpinan Berbasis Empati: Pengalaman hidup susah dan tumbuh sebagai anak miskin menumbuhkan empati yang mendalam terhadap nasib petani. Hal ini memotivasi perjuangannya untuk memberantas mafia pupuk palsu dan mafia impor yang merugikan jutaan rakyat.</p><p>c. Berani Berkorban dan Berproses: Keberanian untuk memulai sesuatu dari nol dan memandang kesulitan/kerugian sebagai bagian dari proses</p><p>d. Kesetaraan dalam Pelayanan: Prinsip tidak membedakan status sosial, seperti tindakannya menukar tempat makan VIP dengan para sopir dan ajudan, mengajarkan bahwa semua orang memiliki harkat martabat yang sama.</p><p><br/></p><p>---</p><p><br/></p><p>2. Relevansi dengan Agenda I: Nilai-Nilai Dasar Bela Negara</p><p>a. Cinta Tanah Air: Diwujudkan melalui komitmen penuh dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi petani sebagai penopang kedaulatan pangan. Perlawanan terhadap mafia adalah bentuk pertahanan terhadap ancaman internal yang merusak stabilitas dan ekonomi bangsa.</p><p>b. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara: Kesediaan untuk berkorban secara finansial dan karir. Beliau menyebut pengabdian dan pengorbanan yang dilakukan (termasuk membayar sendiri biaya operasional seperti bahan bakar jet) adalah keberuntungan tertinggi karena dapat melayani 280 juta penduduk Indonesia. Beliau membandingkan pengorbanannya yang kecil dengan pengorbanan para pahlawan yang menyerahkan nyawa.</p><p>3.  Kesadaran Berbangsa dan Bernegara: Keyakinan bahwa "negara tidak boleh kalah" melawan kejahatan dan mafia, serta penolakan keras terhadap pembiaran korupsi karena dianggap "beternak kejahatan" yang akan menghambat kemajuan bangsa.</p><p><br/></p><p>---</p><p><br/></p><p>## Relevansi dengan Agenda I: Pengelolaan Konflik Kepentingan</p><p><br/></p><p>Dalam hal Pengelolaan Konflik Kepentingan, Menteri Amran Sulaiman menunjukkan komitmen integritas yang mengenai kepatuhan hukum. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4507667524/3b0e8fa16e0a5276d090479297a5bbc3/17597368393684985105651835236312.jpg" />
         <pubDate>2025-10-06 07:55:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3619516759</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3619531840</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Jeri Indriyantoro </p><p>NDH: 18</p><p>Angkatan: LIV</p><p>Kelompok: 1</p><p>——————————————————</p><p><strong>Nilai Kepemimpinan Menteri Pertanian: Cerminan Bela Negara dalam Aksi</strong></p><p>Wawancara Kick Andy bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, secara gamblang memperlihatkan bagaimana <strong>semangat Bela Negara</strong> diterjemahkan melalui aksi nyata kepemimpinan.</p><p><br></p><p><strong>Integritas sebagai Garda Terdepan</strong></p><p>Pak Amran menunjukkan <strong>integritas</strong> yang tak tergoyahkan. Ia secara tegas menolak godaan korupsi, bahkan saat dihadapkan pada tekanan untuk melakukan mark-up dalam pengadaan pupuk skala besar. Sikap <strong>kejujuran</strong> dan kepatuhan pada prinsip ini adalah inti dari bela negara, yang menuntut <strong>kesetiaan mutlak pada kebenaran dan konstitusi</strong>.</p><p><br></p><p><strong>Keberanian Moral untuk Transformasi</strong></p><p>Kepemimpinan beliau juga dicirikan oleh <strong>ketegasan</strong> dan <strong>keberanian moral</strong>. Beliau tak ragu mencopot pejabat yang terindikasi menyimpang atau pihak-pihak yang menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi. Tindakan "bersih-bersih" birokrasi ini merupakan wujud <strong>kepemimpinan transformasional</strong> yang berani mengambil risiko demi menjaga kepentingan dan martabat bangsa, sekaligus memperkuat sistem negara dari dalam.</p><p><br></p><p><strong>Dedikasi, Inovasi, dan Cinta Tanah Air</strong></p><p>Perjalanan hidup Pak Amran menonjolkan <strong>kerja keras</strong> dan <strong>ketekunan</strong> yang luar biasa. Dedikasi ini terbukti dari keberhasilannya menciptakan <strong>TIRAN</strong>, inovasi racun tikus yang secara langsung membantu kesejahteraan petani. Kepedulian terhadap rakyat kecil ini adalah manifestasi konkret dari <strong>cinta tanah air</strong> dan <strong>kerelaan berkorban</strong> demi kemajuan sektor pertanian nasional.</p><p><br></p><p><strong>Pelajaran Utama (Lesson Learned)</strong></p><p>Dari teladan kepemimpinan ini, kita mendapatkan beberapa poin pembelajaran penting:</p><p>1. <strong>Ketekunan</strong> adalah prasyarat yang tak terhindarkan untuk menghasilkan <strong>inovasi</strong> dan capaian yang berkelanjutan.</p><p>2. <strong>Kejujuran</strong> menciptakan <strong>kepercayaan</strong> dan membangun lingkungan kerja yang aman dan suportif.</p><p>3. <strong>Ketegasan</strong> diperlukan untuk memproteksi prinsip hidup dan memastikan tindakan kita selalu selaras dengan nilai-nilai Pancasila.</p><p>4. <strong>Keberanian</strong> adalah dorongan untuk terus melangkah maju sesuai prinsip.</p><p>5. Tidak ada keberhasilan yang sifatnya <strong>instan</strong>; semua prestasi sejati merupakan hasil dari <strong>kerja keras dan kerja cerdas</strong> yang konsisten.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4507627809/be27862891b57f6a9a31908c845eda5f/IMG_9299.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-06 08:06:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3619531840</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3619552022</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : A. Beny Rama Putra</p><p>NDH : 1</p><p>Angkatan : LIV</p><p>Kelompok :1</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Nilai Kepemimpinan Menteri Pertanian yaitu  Berintegritas</strong>,Menolak Gratifikasi: Beliau secara konsisten menolak suap, bahkan mengembalikan atau menyumbangkan gaji dan fasilitas yang seharusnya menjadi haknya (seperti membayar sendiri biaya operasional jet pribadi), menunjukkan bahwa kekayaan pribadi bukanlah tujuan, melainkan pengabdian.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Uraian Lima Nilai Dasar Bela Negara dari Video</p><p><br/></p><p><br/></p><p>1. Cinta Tanah Air</p><p><br/></p><p>Nilai ini diwujudkan melalui komitmen untuk menjaga kekayaan alam dan melindungi masyarakat, terutama petani, dari pihak-pihak yang merugikan.</p><p>Upaya menciptakan racun tikus (Tiran) untuk mengurangi kerugian petani akibat hama [<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="traceable-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=LZZRImt0oGg&amp;t=245">04:05</a>]. Tindakan tegas melawan <strong>mafia pupuk palsu</strong> yang merugikan 400.000 petani dan menyebabkan kerugian Rp3,2 triliun [<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="traceable-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=LZZRImt0oGg&amp;t=2627">43:47</a>].</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Sadar Berbangsa dan Bernegara</p><p><br/></p><p>Nilai ini ditunjukkan melalui penegakan sistem meritokrasi, disiplin, dan keberanian untuk mengambil tindakan yang sulit demi kepentingan rakyat yang lebih besar.</p><p><strong>Menonaktifkan 11 orang pejabat</strong> (Eselon 2, 3, dan staf) di Kementerian Pertanian karena dugaan korupsi, menegaskan bahwa yang bertindak adalah sistem, bukan dirinya pribadi [<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="traceable-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=LZZRImt0oGg&amp;t=464">07:44</a>]</p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Yakin Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara</p><p><br/></p><p>Nilai ini tercermin dari keyakinan terhadap etika moral, penolakan terhadap krisis moral, dan menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</p><p>Mengatakan bahwa krisis moral (korupsi) adalah persoalan utama yang menghambat tercapainya cita-cita Indonesia Emas [<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="traceable-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=LZZRImt0oGg&amp;t=21">00:21</a>]. Ia menegaskan: <strong>"Justru kita malu di depan Tuhan kalau kita melakukan pembiaran"</strong> terhadap korupsi [<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="traceable-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=LZZRImt0oGg&amp;t=556">09:16</a>].</p><p><br/></p><p><br/></p><p>4. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara</p><p><br/></p><p>Nilai ini diwujudkan melalui pengorbanan harta, kenyamanan, dan peluang bisnis demi menghindari konflik kepentingan dan menjalankan tugas dengan bersih.</p><p><strong>Menutup perusahaan pestisida/racun tikusnya</strong> yang telah membesarkannya untuk menghindari konflik kepentingan di Kementerian Pertanian [<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="traceable-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=LZZRImt0oGg&amp;t=1906">31:46</a>].</p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara</p><p><br/></p><p>Nilai ini dicontohkan melalui ketahanan mental, kerja keras, dan integritas yang dibangun sejak kecil, menjadi modal untuk memimpin perjuangan.</p><p>Menekankan pesan kepada generasi muda untuk <strong>"berani berproses"</strong>, "jangan pernah menyerah", dan "jangan pernah mengeluh" [<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="traceable-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=LZZRImt0oGg&amp;t=3245">54:05</a>]. Ia mencontohkan pengalamannya menggali batu gunung dan bangkrut berkali-kali dalam berbisnis [<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="traceable-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=LZZRImt0oGg&amp;t=1138">18:58</a>].</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4507749403/ebd1725045a9570a4310c719590fc72e/WhatsApp_Image_2025_10_06_at_15_13_22.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-06 08:21:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3619552022</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3619621833</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Dara Fakhira Dwimareta</p><p>NDH : 5</p><p>Angkatan : LIV</p><p>Kelompok : 1</p><p><br/></p><p><strong>Nilai-nilai Kepemimpinan kaitannya dengan Nilai Bela Negara dari  Bapak Andi Amran Sulaiman yang dapat saya ambil setelah menonton video Kick Andy dengan judul Tikus Diracun Amran adalah sebagai berikut:</strong></p><ul><li><p><strong>Berani mengakui kesalahan.</strong><br>Bapak Andi Amran memiliki keberanian untuk mengakui apabila terdapat kesalahan di lingkungan instansi pemerintahan yang dipimpinnya.</p></li><li><p><strong>Tegas memberantas korupsi.</strong><br>Beliau menegaskan bahwa tidak boleh mengambil hak yang bukan milik sendiri dan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pandang bulu. Bapak Amran juga tidak menutupi apabila terjadi kasus korupsi di Kementerian Pertanian.</p></li><li><p><strong>Sederhana dan merasa cukup.</strong><br>Meskipun memiliki jabatan tinggi, beliau tetap hidup sederhana dan tidak serakah. Bapak Amran selalu bersyukur dan merasa cukup dengan penghasilan yang diperoleh dari hasil kerja kerasnya.</p></li><li><p><strong>Pekerja keras dan pantang menyerah.</strong><br>Sejak muda, beliau dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tidak mudah puas dengan hasil yang telah dicapai. Berawal dari kondisi ekonomi yang sederhana, beliau berusaha keras hingga berhasil membangun berbagai usaha yang kini berkembang pesat, terutama di bidang pertanian.</p></li><li><p><strong>Menjaga integritas.</strong><br>Beliau memberikan pemahaman kepada istri dan anak-anaknya agar tetap hidup sederhana dan tidak terpengaruh oleh praktik korupsi maupun gratifikasi, sehingga dapat fokus menjalankan tanggung jawab dengan baik.</p></li><li><p><strong>Menjadikan iman sebagai landasan hidup.</strong><br>Dalam setiap langkahnya, Bapak Amran selalu melibatkan Tuhan Yang Maha Esa. Setiap keputusan dan pekerjaannya didasari dengan mengingat Allah SWT.</p></li><li><p><strong>Menegakkan prinsip anti konflik kepentingan.</strong><br>Ketika menjabat sebagai Menteri Pertanian dan memiliki bisnis di sektor yang sama, beliau memilih menutup usaha yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Meski demikian, beliau tetap memperhatikan kesejahteraan karyawan dengan mencarikan peluang kerja baru bagi mereka yang terdampak.</p></li><li><p><strong>Bermanfaat bagi masyarakat.</strong><br>Pernah merasakan kesulitan hidup sebagai rakyat kecil, Bapak Amran memahami betul perjuangan petani dan senantiasa berupaya memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan mereka.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4507808549/4381dd8bcafdc402ce417f8d0920b9aa/WhatsApp_Image_2025_10_06_at_16_05_23_9adfaca1.jpg" />
         <pubDate>2025-10-06 09:10:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pa010096/l0sglxkqrvyv5p9t/wish/3619621833</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
