<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Manajemen Perawatan Penyakit Kronis-Kelas A by FITRIANI FITRIANI</title>
      <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec</link>
      <description>Share your ideas and comment on others!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-02-19 01:11:32 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-06 02:38:49 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f9e0.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 5 - Dampak Fisik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898430586</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok:</p><p>- Tessalonika Mamahit </p><p>- Indriani Bawangung </p><p>- Cherity Pantow</p><p>- Tiatira Poluakan</p><p>- Rifalda Rembet</p><p><br/></p><p>Dampak Fisik yang Dialami oleh Pasien dengan Penyakit Kronis:</p><p>- Sesak nafas</p><p>Pasien mungkin mengalami kesulitan bernafas atau napas pendek, yang dapat membatasi aktivitas fisik dan mengganggu kenyamanan sehari-hari.</p><p>- Anoreksia</p><p>Kehilangan nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan, kekurangan nutrisi, dan kelemahan.</p><p>- Rasa gatal pada kulit</p><p>Sensasi gatal yang persisten dapat mengganggu kenyamanan dan menyebabkan gangguan tidur serta perhatian yang terus-menerus.</p><p>- Kelemahan umum</p><p>Penurunan kekuatan dan energi secara keseluruhan, yang membuat pasien sulit untuk melakukan aktivitas fisik maupun mental.</p><p>- Kram otot</p><p>Kontraksi otot yang tidak terkendali atau nyeri pada otot tertentu, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.</p><p>- Edema</p><p>Pembengkakan yang disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam jaringan tubuh, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, keterbatasan gerak, dan komplikasi lainnya.</p><p>- Nyeri kronis</p><p>Sensasi nyeri yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan dan membatasi aktivitas fisik.</p><p>- Gangguan tidur </p><p>Kesulitan untuk tidur atau tidur yang tidak nyenyak, yang dapat menyebabkan kelelahan, gangguan konsentrasi, dan penurunan kualitas hidup secara umum.</p><p>- Kelelahan berkepanjangan </p><p>Rasa lelah yang terus-menerus dan tidak terkendali, yang dapat menyebabkan penurunan energi, kehilangan minat pada aktivitas, dan membatasi kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik.</p><p>- Kerontokan rambut</p><p>Penyakit kronis dapat menyebabkan kerontokan rambut karena stres fisik dan emosional yang dialami oleh tubuh. Selain itu, efek samping dari pengobatan tertentu atau kekurangan nutrisi juga dapat berkontribusi pada masalah ini.</p><p>- Perubahan warna kulit</p><p>Pasien dengan penyakit kronis mungkin mengalami perubahan warna kulit, seperti kemerahan, kecoklatan, atau pucat. Ini bisa disebabkan oleh peradangan kronis, gangguan sirkulasi darah, efek samping obat, atau penurunan kadar oksigen dalam darah.</p><p>- Masalah seksual</p><p>Pasien dengan kanker serviks sebagian besar mengalami masalah seksual, antara lain: penurunan minat dan aktivitas seksual, rasa sakit selama hubungan seksual, kesulitan untuk mencapai orgasme, kurangnya lubrikasi, dyspareunia serta perubahan pada vagina seperti vagina pendek, atrofi vagina dan vagina kering.</p><p><br/></p><p>Dampak-dampak ini secara signifikan mengganggu kemampuan Pasien dengan penyakit kronis dalam menjalani aktivitas sehari-hari.</p><p><br/></p><p>Terima kasih🙏🏻</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 02:01:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898430586</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 Dampak Spiritual </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898432264</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok</p><ol><li><p>Anugerah Sumampouw </p></li><li><p>Erlina Setyowati </p></li><li><p>Frincy Dimalaya</p></li><li><p>Juliana Sangkoy</p></li><li><p>Renaldi Worang</p></li></ol><p><br/></p><p>Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh</p><p>setiap manusia terutama yang memiliki masalah kesehatan. Respon masing-masing individu berbeda -beda  1. Dampak Positif : Apabila seseorang</p><p>dalam keadaan sakit, maka hubungan dengan Tuhan pun semakin dekat,</p><p>mengingat seseorang dalam kondisi sakit menjadi lemah dalam segala hal,tidak ada yang mampu membangkitkannya dari kesembuhan, kecuali sang</p><p>pencipta ( Hamid, 2009), 2. Dampak orang yang mengalami penyakit kronis bisa mengalami krisis spiritual (menjauh dari Tuhan,menyalakan Tuhan)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 02:02:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898432264</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7 - Dampak sosial</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898433556</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 02:03:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898433556</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2 - DAMPAK PSIKOLOGIS</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898435159</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok </p><ul><li><p>Novan Manansang</p></li><li><p>Mickha Tumuju </p></li><li><p>Claudia Taula</p></li><li><p>Kezia Giroth</p></li></ul><p>Dampak Psikologis pada pasien dengan penyakit kronis </p><ul><li><p>Klien menjadi pasif atau menarik diri </p></li><li><p>Emosi yang tidak terkontrol</p></li><li><p>Cemas, Depresi atau merasa menderita dan tdk nyaman dengan penyakit yang di derita </p></li><li><p>Perubahan perilaku </p></li><li><p>Gangguan pola pemikiran </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 02:05:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898435159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1_Dampak Fisik</title>
         <author>karuniaparuntu014</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898436885</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama-nama Anggota Kelompok 1 :</p><ul><li><p>Oktaviani Wowiling (210111040007)</p></li><li><p>Karunia G. D. Paruntu (210111040040)</p></li><li><p>Nehemia Liando (210111040005)</p></li><li><p>Manuela Liando (210111040004)</p></li><li><p>Ester Terok (210111040023)</p></li></ul><p><br/></p><p>Kebutuhan fisik adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh individu untuk mempertahankan fungsi fisik yang optimal dan menjaga kesehatan tubuh. Penyakit kronis sering kali memengaruhi sistem tubuh secara berkelanjutan.</p><p>Berikut ini beberapa dampak secara fisik yang dapat ditimbulkan bagi penderita penyakit kronis :</p><ol><li><p>Penurunan Fungsi Organ =</p><p>Pada penyakit jantung kronis, dapat terjadi penurunan fungsi pompa jantung.Penderita diabetes melitus sering mengalami kerusakan pada organ-organ penting seperti mata, ginjal, dan saraf perifer.</p></li><li><p>Kelelahan dan Penurunan Energi =</p><p>Penderita penyakit kronik sering merasakan kelelahan yang berlebihan, yang dapat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari, dan tentunya mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari.</p></li><li><p>Penurunan Berat Badan atau Kenaikan Berat Badan =</p><p>Penyakit kronis dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, seperti pada penyakit kanker atau juga HIV. Sementara penyakit lain, seperti penyakit tiroid, dapat menyebabkan kenaikan berat badan.</p></li><li><p>Nyeri Kronis =</p><p> Banyak penyakit kronis menyebabkan nyeri kronis, seperti arthritis, migrain, atau neuropati, kanker</p></li><li><p>Gangguan Pernapasan =</p><p> Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan penurunan kapasitas paru-paru.</p></li><li><p>Mobilitas Terbatas =</p><p>Beberapa penyakit kronik, seperti osteoarthritis, dapat membatasi kemampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas. Stroke mempengaruhi gerak aktivitas </p></li><li><p>Gangguan Sistem Kardiovaskular =</p><p>Penyakit jantung kronis dapat menyebabkan tekanan, hipertensi, penyempitan arteri, dan risiko serangan jantung.</p></li><li><p>Masalah Kulit =</p><p>Penderita penyakit autoimun seperti lupus dapat mengalami masalah kulit, termasuk ruam dan luka.</p></li><li><p>Gangguan Sistem Pencernaan =</p><p>Penyakit pencernaan kronis seperti dapat menyebabkan masalah pencernaan dan penyerapan nutrisi.</p></li><li><p>Gangguan Hormonal =</p><p>Beberapa penyakit kronis dapat memengaruhi keseimbangan hormonal, seperti pada diabetes atau penyakit tiroid.</p></li><li><p>Gangguan Body Image/Kecacatan = </p><p>Disebabkan oleh hilangnya bagian anggota tubuh dalam hal ini dapat terjadi pada pasien dengan kanker payudara, kecacatan/disabiliti dalam hal ini pada pasien yang mengalami amputasi karena pada penyakit dm</p></li><li><p>Rambut yang Rontok =</p><p>Atau sampai pada kebotakan, ini biasanya dialami oleh pasien kanker yang merupakan efek samping dari kemoterapi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 02:07:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898436885</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8 - Dampak Spiritual </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898455294</link>
         <description><![CDATA[<p>Perubahan spiritual </p><p>Spiritual self care merupakan salah satu upaya bagi seseorang untuk mengembangkan dan mensejahterahkan kesehatan serta menyembuhkan penyakit yang didasarkan pada praktik spiritual. </p><p>- Pendekatan terhadap Tuhan dapat mempengaruhi cara pandang terhadap penyakit, dimana kepercayaan dan harapan individu mempunyai pengaruh terhadap kesehatan nya dan itu menjdi penguatan dan motivasi klien untuk sembuh </p><p>- ⁠Pemusatan pikiran terhadap kalimat positif mampu untuk memutuskan siklus pikiran negatif dan kalimat positif yang diucapkan bisa menjadi kalimat doa atau permohonan terhadap kesembuhan  </p><p>-Spiritual anggota keluarga pada anggota kluarga yang mengalamai penyakit kronis merupakan  kebutuhan keluarga dalam mengekspresikan spritual mereka, ekspresi tersebut membuat anggota lebih dekat dengan tuhan, merasa lebih tenang dan damai.</p><ul><li><p>Orang yang menderita penyakit kronis mengalami perubahan spiritual yang berbeda-beda. Perubahan spiritual yang biasanya terjadi adalah semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Perasaan berserah dan pasrah membuat orang dengan penyakit kronis semakin sering berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan. Orang dengan penyakit kronis juga akan lebih serinh berdoa untuk meminta kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. </p></li><li><p>Perubahan spiritual lain yang dapat ditemukan oleh orang dengan penyakit kronis adalah orang-orang yang justru menjauhkan diri dari Tuhan. Perasaan yang tidak dapat menerima kondisi yang dialaminya serta menyalahkan Tuhan atas keadaan yang dialami membuat orang dengan penyakit kronis dapat menjauh dari Tuhan dan hal-hal spiritual. </p><p><br/></p></li></ul><p>Anggota Kelompok </p><p>Firsty Patandung </p><p>Fraulein Weismann</p><p>Keren Karinda </p><p>Fahira A. Salindeho</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 02:25:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898455294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6 - Dampak Psikologis</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898464761</link>
         <description><![CDATA[<p>Pasien kanker payudara setelah menjalani operasi mastektomi cenderung akan mengalami perubahan psikologis karena menghadapi perubahan baru yang sangat cepat. Berdasarkan hasil analisis mengenai sindrom depresi penderita kanker payudara post mastektomi, didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden berada pada kondisi sindrom depresi minimal yaitu sebesar 56,1%, diikuti dengan depresi ringan sebesar 29,3%, depresi sedang sebesar 12,2%, dan 2,4% yang mengalami depresi berat. Hal tersebut terkait dengan citra tubuh dan risiko hubungan sosial dan seksual jangka panjang akibat hilangnya salah satu organ penting pada tubuhnya. </p><p>Akan tetapi juga terdapat sedikit kekhawatiran adanya kekambuhan atau kemunculan benjolan dan sel kanker kembali walaupun sudah melakukan operasi mastektomi. </p><p>Masalah psikososial yang banyak dialami pasien kanker diantaranya kecemasan, depresi dan stress. Hasil penelitian menunjukkan masalah psikososial yang paling banyak dialami responden berdasarkan tingkat keparahannya yaitu <strong>ansietas</strong> (Utami &amp; Mustikasari, 2017), studi yang dilakukan Shankar, Dracham, Ghoshal&amp; Grover (2016) menemukan bahwa 46,4% penderita kanker memiliki morbiditas terhadap masalah depresi dan gangguan kecemasan umum (Generalized Anxiey Disorder/GAD) (Pasaribu et al., 2020). Saat dilakukan observasi diamati lebih banyak pasien menunjukkan<strong> </strong>perilaku berdiam diri, berinteraksi seperlunya, malas beraktivitas, melamun, motivasi menurun, merasa minder dan beberapa menunjukkan gejala sedih dan tidak berdaya. Masalah psikososial pada pasien dan keluarga jika tidak ditangani dengan tepat maka akan berdampak terhadap berbagai aspek lain dalam kehidupan pasien dan keluarga, seperti, penurunan kualitas hidup, keputusasaan, penurunan motivasi dalam menjalankan pengobatan, terhambatnya proses&nbsp;penyembuhan</p><p><br/></p><p>Penelitian yang dilakukan Salah H et al., (2023) bertujuan untuk mengevaluasi dampak psikologis pandemi COVID-19 pada pasien dengan kondisi kronis yang mungkin menderita kecemasan, depresi, dan stres selama COVID-19, yang mungkin mempengaruhi pola pencarian perawatan medis di kalangan penduduk Mesir. Peningkatan faktor risiko yang diketahui untuk masalah kesehatan mental telah dikaitkan dengan COVID-19. Karantina dan isolasi fisik juga terjadi, disertai keanehan dan ketidaknyamanan. Studi ini mengungkapkan bahwa 52,2% pasien tidak memantau penyakit kronis mereka secara teratur selama COVID-19; 63,2% pasien mengaitkan tidak adanya tindak lanjut dengan ketakutan mereka terhadap infeksi COVID-19, 21,3% pasien mengaitkan status tidak adanya tindak lanjut dengan biaya perawatan medis dengan sumber daya yang terbatas selama COVID-19. </p><p><br/></p><p>Khairani M et al., (2019) menjelaskan penyakit stroke dapat memengaruhi psikologis penderita pascastroke, ada beberapa masalah psikologis yang dirasakan oleh penderita pascastroke yaitu: kemarahan, isolasi, kelabilan emosi, kecemasan yang berlebihan dan depresi. Penderita pascastroke menghadapi banyak masalah fisik yang disertai dengan tekanan psikologis yang kemudian dapat</p><p>mengakibatkan stres, menimbulkan perasaan-perasaan kecewa, tertekan, susah, sedih, cemas, marah, malu, terhina, rendah diri, putus asa, hampa, tidak bermakna, serta penghayatan-penghayatan tidak menyenangkan&nbsp;lainnya.</p><p><br/></p><p>Ketidaksehatan yang merusak yang digambarkan dapat menimbulkan kekacauan biologis dan irasional dalam prospek seputar kekhawatiran individu yang terkena dampak dan keluarga mereka, sehingga menimbulkan risiko fatal bagi subjek dan pengasuh mereka. Keadaan ini, ditandai dengan defisit kognitif dan afektif, mencakup pengalaman seperti kemarahan, kebingungan, kekecewaan, ketidakmampuan membaca penampilan, jantung berdebar kencang, jantung berdebar cepat, kegelisahan, rasa sakit, desensitisasi, dan kekosongan dari sudut pandang yang lebih jauh berdasarkan pada pandangan yang tidak dapat mereka rasakan ke dalam atau berhubungan dengan tanggapan obyekti. Pasien dialisis pemeliharaan mungkin dipengaruhi oleh ketidaknyamanan yang parah, kesedihan umum, standar kenyamanan yang tidak banyak bergerak, dan sebagainya, yang penilaiannya disesuaikan dengan mekanisme penanggulangan di mana saluran saluran yang menuju ke otak besar terkunci, yang menimbulkan efek apatis dan terputus-putus. Penderita yang menjalani cuci darah menunjukkan peningkatan kegugupan terkait dengan paparan diagnostik secara teratur. Mereka juga mungkin mengalami kelelahan di luar jam kerja di rumah sakit. Mereka mungkin mengalami efek yang berbeda-beda seperti dorongan hati yang liar, ketidakmampuan untuk memahami dan mengekspresikan makna di balik perspektif, menentukan alternatif, respons takut terbang karena sentuhan, suara, penglihatan, ketidakmampuan untuk menandai apa yang mereka rasakan, sifat yang aneh dan asing</p><p><br/></p><p>Kesimpulan</p><p>berbagai Dampak Psikologis yang terjadi pada pasien dengan penyakit kronis berupa:</p><ul><li><p>depresi</p></li><li><p>Kekhwatiran adanya kekambuhan</p></li><li><p>Gangguan Kecemasan</p></li><li><p>perilaku berdiam diri</p></li><li><p>berinteraksi seperlunya, </p></li><li><p>malas beraktivitas, </p></li><li><p>melamun, </p></li><li><p>motivasi menurun, </p></li><li><p>merasa minder dan beberapa menunjukkan gejala sedih dan tidak berdaya</p></li><li><p>kemarahan, </p></li><li><p>isolasi, kelabilan emosi, </p></li><li><p>mengakibatkan stres, </p></li><li><p>menimbulkan perasaan-perasaan kecewa,</p></li><li><p> tertekan, </p></li><li><p>malu, terhina, rendah diri, putus asa, hampa, tidak bermakna</p></li><li><p>Kebingungan</p></li><li><p>Jantung berdebar cepat, </p></li><li><p>kegelisahan</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 02:36:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898464761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3 Dampak Sosial</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898465208</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Miranti Birahim</p></li><li><p>Gloria Sjawal</p></li><li><p>Anggi Rorong</p></li><li><p>Melianus Tekege</p></li><li><p>Federiko Muyu</p></li></ul><p><br/></p><p>Dampak sosial negatif dari penyakit kronis : </p><ol><li><p>Menghadapi suatu isolasi sosial ketika berinteraksi dengan orang, aktivitas, dan  tempat, dimana para penderita penyakit kronis akan menarik diri dari lingkungan sosialnya karena menganggap bahwa dirinya telah berbeda karena menderita penyakit misalnya tidak mampu berpartisipasi dalam aktivitas/lingkungan sosial seperti harus meninggalkan acara sosial lebih awal dan merasa khawatir terhadap tanggapan orang lain terkait kondisi mereka, misalnya seorang yang menderita penyakit kulit.</p></li><li><p>Penurunan pendapatan rumah tangga menyebabkan kemungkinan crowding-out dari konsumsi rumah tangga sehingga berdampak terhadap penurunan quality of life dari rumah tangga, sehingga akan berdampak terhadap kerentanan keluarga</p></li><li><p>Keterbatasan/ketidakmampuan dalam menjalani aktivitas sosial, misalnya mereka telah melakukan rencana untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan tetapi setelah menderita penyakit kronis mereka kesulitan dalam merencanakan apapun dan kehilangan kebebasan dalam hidup mereka, misalnya pada pasien cancer mereka biasanya memiliki jadwal liburan bersama teman atau keluarga di hari minggu, namun setelah menderita penyakit kronis mereka ternyata memiliki jadwal untuk pengobatan atau kemoterapi di hari tersebut, selain itu beberapa perubahan gaya hidup dalam diri mereka mempengaruhi mereka dalam melakukan berbagai aktivitas yang biasa dilakukan</p></li><li><p>Menerima stigma terkait penyakit yang dialami, anggapan buruk orang lain terhadap penyakit membuat pasien merasa enggan untuk bersosialiasi, merasa bahwa dirinya berbeda dengan orang lain, dan tidak diterima dalam lingkungan sosial karena menganggap penyakit yang diderita dapat ditularkan ke orang lain, misalnya seorang pasien penderita HIV/AIDS, karena kurangnya pemahaman masyarakat terkait penyakit sehingga menganggap bahwa seseorang yang menderita penyakit HIV/AIDS harus dijauhi karena dapat menularkan kepada orang lain</p></li></ol><p><br/></p><p>Dampak positif penyakit kronis :</p><ol><li><p>Adapun dampak sosial yang positif bisa dilihat dari dampak emosional dan hubungan. Hubungan dalam keluarga, kerabat, teman maupun komunitas menjadi membaik akibat penyakit yang diderita pasien, dan anggota keluarga menjadi lebih dekat saat bekerja sama untuk saling mendukung pasien baik dalam pengobatan maupun support untuk menjalani kehidupan sehari-hari sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 02:36:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2898465208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 (Improving Chronic Illness Care)</title>
         <author>erlinasetyowati014</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907433787</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2352014643/d582adc080a8eb3cb64d987497f4f6fd/Biru_Kuning_Simpel_Abstrak_Presentasi_Tugas_Kelompok_20240306_123808_0000.pptx" />
         <pubDate>2024-03-06 04:41:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907433787</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PPT KELOMPOK 3 STANFORD CHRONIC DISEASE SELF-MANAGEMENT PROGRAM MODEL (CDSMP)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907435181</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2352009749/58b92ecab526189cf833f17eb268fe33/A1_Kelompok_3_CDSMP.pdf" />
         <pubDate>2024-03-06 04:42:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907435181</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2 - FLINDERS MODEL OF CCSM</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907435346</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2352055204/66fe80b925559ce682d591afcb1d1ac1/White_Illustrative_Creative_Literature_Project_Presentation_20240306_124028_0000.pdf" />
         <pubDate>2024-03-06 04:42:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907435346</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907445363</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1607968449/1c0e9db263b25fae59232dc15179861c/Biru_minimalis_polos_tugas_presentasi_20240306_124401_0000.pdf" />
         <pubDate>2024-03-06 04:51:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907445363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 - Innovative Care for Chronic Conditions (ICCC)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907454640</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2183251845/ba01c57a41fe741d12430725b1de8612/Kelompok_5___ICCC.pdf" />
         <pubDate>2024-03-06 04:59:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907454640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CCM Model</title>
         <author>fitriani8</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907501990</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2135747158/914ee9a11b3652ac7d3d7eb8175a127f/CCM_Model.pdf" />
         <pubDate>2024-03-06 05:40:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907501990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Artikel ttg berbagai model pengelolaan penyakit kronis</title>
         <author>fitriani8</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907544492</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2135747158/e4362aa18e95a37926931fa3260f8492/An_Overview_of_Chronic_Disease_Models.pdf" />
         <pubDate>2024-03-06 06:03:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907544492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI KELOMPOK</title>
         <author>fitriani8</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907595693</link>
         <description><![CDATA[<p>Silahkan  kelompok upload file PDF yang berisi materi lengkap untuk model pengelolaan penyakit kronis yang dibahas (sertakan referensinya). Di akhir laporan, silahkan tambahkan jawaban dari pertanyaan sesi diskusi.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 06:50:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2907595693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Instrument pengkajian self-efficacy pada pasien penyakit kronis</title>
         <author>fitriani8</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974682215</link>
         <description><![CDATA[<p>Silahkan kelompok upload instrumen self-efficacy yang diperoleh!</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-30 03:05:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974682215</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Journal Reading</title>
         <author>fitriani8</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974803021</link>
         <description><![CDATA[<p>Berikut topik artikel bahan diskusi kelompok:</p><ol><li><p>Promoting self‐efficacy in patients with chronic disease beyond traditional education- A literature review</p></li><li><p>Self-efficacy in disadvantaged communities: Perspectives of healthcare providers and clients</p></li><li><p>Predictor of self-efficacy in individuals with chronic disease- Stress-coping strategies</p></li><li><p>The role of adherence in patients with chronic diseases</p></li><li><p>Adherence to Treatment in Patients with Chronic Diseases- From Alertness to Persistence</p></li><li><p>Adherence to treatment and related factors among patients with chronic conditions in primary care</p></li><li><p>Relationship between self-efficacy and adherence to self-management and medication among patients with chronic diseases in China: A multicentre cross-sectional study</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://drive.google.com/drive/folders/17CeiisPkLD56o_o5m7YXYULfk-rBElKG?usp=sharing" />
         <pubDate>2024-04-30 04:46:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974803021</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974924872</link>
         <description><![CDATA[<p>Self-efficacy in disadvantaged communities: Perspectives of healthcare providers and clients</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-30 06:22:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974924872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974950523</link>
         <description><![CDATA[<p>"Relationship between self-efficacy and adherence to self-management and medication among patients with chronic diseases in China: A multicentre cross sectional study" </p><p><br/></p><p>Anggota kelompok : </p><ul><li><p>Edelina Pongantung&nbsp;</p></li><li><p>Vonbora Makahingide&nbsp;</p></li><li><p>Marcella Manikome&nbsp;</p></li><li><p>Sellomita Mandagi&nbsp;</p></li><li><p>Nurhidayanti A. Hasan</p></li><li><p>Ismal Ismail</p></li><li><p>Clarita Dauhan</p></li></ul><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>   Efikasi diri berhubungan positif dengan kepatuhan manajemen diri pada pasien penyakit kronis, namun tidak berhubungan positif dengan kepatuhan pengobatan. Peningkatan pendidikan kesehatan pada pasien dengan satu penyakit kronis saja mungkin mempunyai hubungan dengan kepatuhan yang lebih baik terhadap manajemen diri dan pengobatan dalam kehidupan sehari-hari.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Pembahasan</strong></p><p>  Hasil penelitian ini menunjukkan manfaat dan pentingnya efikasi diri bagi pasien dalam hal manajemen diri. Temuan sebelumnya yang mendukung korelasi positif antara efikasi diri dan kepatuhan terhadap manajemen diri konsisten dengan penelitian sebelumnya&nbsp; yang melaporkan efikasi diri sebagai faktor penting yang mempengaruhi manajemen diri pasien.</p><p>Salah satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa pengetahuan pasien yang memadai tentang kondisi mereka dan peningkatan kesadaran tentang pemecahan masalah merupakan faktor kunci yang mempengaruhi kepatuhan terhadap manajemen mandiri. Efikasi diri dapat meningkatkan kepatuhan terhadap manajemen diri dengan mendorong pasien untuk belajar lebih banyak tentang kondisi kesehatannya dan meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam memecahkan masalah kesehatannya. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan pasien terhadap manajemen diri dapat dicapai dengan mengukur faktor-faktor seperti kebiasaan makan dan olahraga, hasil pengendalian berat badan, dan penghentian merokok dan alkohol, yang menunjukkan bahwa efikasi diri kemungkinan besar berhubungan dengan perbaikan perilaku kesehatan holistik dan terpadu.&nbsp;</p><p>Efikasi diri berpengaruh terhadap manajemen diri tapi tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan. Karena mereka menganggap dengan mengubah perilaku akan bermanfaat bagi kesehatan mereka.&nbsp;</p><p>Tidak adanya hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan pengobatan dikarenakan kepatuhan pasien dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap penyakitnya. Pasien cenderung mematuhi pengobatannya ketika mereka yakin bahwa pengobatan akan menyembuhkan penyakitnya. Pasien dengan efikasi diri yang lebih besar akan lebih percaya diri terhadap kondisi fisik mereka dan dengan demikian akan lebih mudah untuk mengalami penghentian pengobatan, dan hal ini, pada gilirannya, akan menghasilkan skor kepatuhan pengobatan yang lebih rendah. Hal ini mungkin diimbangi oleh rendahnya kepatuhan pengobatan pada individu dengan efikasi diri yang rendah, sehingga menyebabkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan kepatuhan pengobatan.Selain itu, beberapa penelitian melaporkan hubungan negatif antara efikasi diri dan kepatuhan pengobatan Alasannya adalah kepatuhan pasien dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap penyakitnya, yang berarti pasien cenderung mematuhi rejimen pengobatan ketika mereka yakin bahwa pengobatan akan memperbaiki gejalanya. Meskipun pengobatan dapat meningkatkan kesehatan fisik, pasien dapat mengalami keadaan yang buruk.&nbsp;</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-30 06:43:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974950523</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974970542</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Kelompok 1.:</p><p>Oktaviani Wowiling </p><p>Ester Terok </p><p>Nehemia Liando </p><p>Karunia Paruntu </p><p>Manuela Liando</p><p>Fahira A. Salindeho</p><p>Ibnu khaldun </p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1FBlj2Vm4rpfQ1YrgXH4mqsN99uQzRR17tlnA4ZMc01E/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2024-04-30 06:57:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974970542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 - Adherence to Treatment in Patients with Chronic Diseases: From Alertness to Persistence</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974973369</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok 5</p><p>- Tessalonika Mamahit</p><p>- Cherity Chareen Pantow</p><p>- Rifalda Rembet</p><p>- Indriani Bawangung</p><p>- Satri Maya Manariangkuba</p><p>- Ona Tinuwo</p><p>- Tiatira Poluakan</p><p>- Keren Karinda</p><p><br/></p><p>Kesimpulan<br>Temuan penelitian ini memberikan wawasan yang bermanfaat mengenai konsep kepatuhan terhadap pengobatan dan komponen-komponennya bagi penyedia layanan kesehatan, yang dapat digunakan untuk mengembangkan rencana perawatan terbaik dan dapat membantu penyedia layanan kesehatan untuk mendukung pasien agar memiliki aktivitas yang aktif. Peran untuk mengikuti pengobatan daripada hanya melakukannya. Oleh Karena itu , hal ini dapat membantu penyedia layanan kesehatan untuk mendukung pasien agar berperan aktif dalam mengikuti pengobatan, bukan sekedar&nbsp; melakukan.</p><p><br/></p><p>Hasil<br>Hasil penelitian mengungkapkan empat tema yang muncul sebagai berikut: motivasi, kohesi, komitmen, dan pemberdayaan. “Beralih dari kewaspadaan ke ketekunan” muncul sebagai tema utama.</p><p>1. Motivasi</p><p>Mereka menekankan bahwa ini adalah masalah penting pada awal pengobatan<br>1-a Kewaspadaan: Para pasien menggambarkan kekhawatiran mereka tentang kesehatan setelah menghadapi beberapa masalah terkait penyakit.<br>1-b. Kesediaan: Kesediaan mengacu pada kecenderungan pasien untuk masuk dan bertahan dalam pengobatan. Beberapa pasien menyatakan bahwa ketika mereka tahu apa yang perlu dilakukan, mereka sengaja mencoba mencari pengobatan. Kemudian, mereka lebih mungkin untuk terlibat perlakuan.</p><p><br/></p><p>2. Kohesi</p><p>Para peserta menunjukkan bahwa kekompakan pasien dan penyedia layanan kesehatan akan membantu pasien untuk menuruti nasihatnya. Berdasarkan penggambaran pasien, kohesi tema terdiri dari subtema sebagai berikut :<br>2-a. Interaksi pasien-penyedia layanan kesehatan : Pasien menjelaskan bahwa mereka merasa aman jika mereka dapat mengandalkan penyedia layanan kesehatan ketika mereka membutuhkan bantuan. Pasien percaya bahwa penyedia layanan kesehatan, sebagai sumber dukungan yang paling dapat diandalkan, harus meluangkan lebih banyak waktu dalam memberikan layanan lanjutan.<br>2-b. Kesesuaian pasien-penyedia layanan kesehatan : Kesesuaian antara pasien dan penyedia layanan kesehatan berarti mengurangi kesenjangan di antara mereka dalam hal pengobatan. Para peserta merujuk pada hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan kebutuhan mereka akan otonomi sebagai bagian dari membangun hubungan terapeutik. Dengan pengambilan keputusan bersama, pasien diberi kesempatan untuk mengekspresikan preferensinya. Pasien harus diberdayakan untuk membuat keputusan aktif dan kolaboratif.</p><p><br/></p><p>3. Komitmen</p><p>Tema “komitmen” mencakup tiga subtema : kesetiaan, partisipasi dan tanggung jawab.<br>3-a. Kesetiaan<br>Kesetiaan menyiratkan rasa kewajiban untuk meresepkan pengobatan tanpa menggoyahkan kesetiaan kepada mereka. Untuk mencapai tujuan tersebut, pasien harus percaya pada penyedia layanan kesehatan. Selain itu, semakin besar kesetiaan terhadap pengobatan menyebabkan semakin besar niat untuk mengikuti pengobatan. Rasa kesetiaan terhadap tugas pengobatan juga melekat pada komitmen pasien.<br>3-b. Partisipasi: Peserta <br>mengungkapkan bahwa pasien diharapkan dipandang sebagai peserta aktif dalam layanan kesehatan mereka sendiri. Mereka menjelaskan kebutuhan mereka untuk lebih terlibat dalam pengobatan; peran aktif mereka dalam proses pengobatan harus berkelanjutan. Mereka menyatakan bahwa partisipasi aktif dan berkelanjutan dalam pengobatan memungkinkan mereka mencapai tujuan yang berhubungan dengan kesehatan, namun hal ini juga memerlukan partisipasi penyedia layanan kesehatan.<br>3-c. Tanggung Jawab: Tanggung jawab adalah peran sukarela untuk mengikuti tujuan kesejahteraan.&nbsp; Salah satu peserta menunjukkan bahwa pasien dapat mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap perawatan mereka. Kesadaran pasien akan keunikan keadaannya sendiri dan potensi risikonya dapat meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kesehatan. Tanggung jawab tidak boleh dialihkan seluruhnya; tanggung jawab bersama antara pasien dan profesional kesehatan harus dipertimbangkan karena pasien memerlukan lebih banyak dukungan agar aman. Tanggung jawab harus diberikan kepada pasien secara wajar.</p><p><br/></p><p>4. Pemberdayaan</p><p>Menurut prinsip peserta, “kompetensi dalam perawatan diri”, “kemampuan beradaptasi”, dan “kegigihan dalam praktik” adalah subtema pemberdayaan pasien.<br>4-a. Kompetensi dalam perawatan diri: Beberapa orang yang diwawancarai menjelaskan tentang kepercayaan diri mereka mengenai kemampuan mereka untuk melakukan tugas tertentu. Temuan mengungkapkan bahwa sikap pasien terhadap kemampuan mereka merupakan faktor penting dalam menggunakan kemampuan mereka untuk mengatasi masalah terkait penyakit dan mengikuti pengobatan.<br>Mereka belajar berdasarkan pengalaman pribadi atau dengan mengamati orang lain yang mengalami situasi serupa. Mereka melaporkan bahwa penyedia layanan kesehatan cenderung <br>meremehkan pengetahuan dan keterampilan pengalaman mereka dalam perawatan diri.</p><p>4-b. Kemampuan beradaptasi: Kemampuan beradaptasi memiliki peran yang sangat penting dalam pemberdayaan pasien. Menurut prinsip peserta, mengikuti pengobatan berkaitan erat dengan kemampuan pasien untuk mengubah praktik atau keyakinan mereka tergantung pada arahan yang dipaksakan oleh orang lain.</p><p><br/></p><p>Sekian &amp; terima kasih Ners 🙏🏻</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-30 06:59:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974973369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3🤟🏻</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974976024</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok </p><ul><li><p>Gloria Sjawal</p></li><li><p>Miranti Birahim</p></li><li><p>Federiko Muyu</p></li><li><p>Anggi Rorong</p></li><li><p>Melianus Takege</p></li><li><p>Arniyati </p></li></ul><p><br/></p><p>Nama Artikel : </p><p><em>Predictor of self-efficacy in individuals with chronic disease: Stress-coping strategies</em></p><p><br/></p><p>Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara strategi mengatasi stress  individu dengan penyakit kronis dan kemanjuran diri mereka</p><p><br/></p><p>Nama Jurnal : </p><p><em>Journal of clinical nursing wiley</em></p><p><br/></p><p>Tahun terbit : 2021</p><p><br/></p><p>Hal : 874-881</p><p><br/></p><p>Penulis : </p><ul><li><p>Gulcan Bakan PhD</p></li><li><p>Fadime Hatice Inci PhD</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Pendahuluan</strong></p><p>Penyakit kronis didefinisikan sebagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh penyakit yang bersifat jangka panjang, sering kali berkembang lambat, dan tidak dapat disembuhkan serta dampak kumulatifnya, atau oleh kondisi penyakit yang laten (Meeton, 2008; Organisasi Kesehatan Dunia, 2020). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyoroti bahwa sebagian besar pengeluaran layanan kesehatan digunakan untuk mengobati penyakit kronis (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 2020. Saat memberikan perawatan bagi individu dengan penyakit kronis, pendekatan holistik harus diterapkan terhadap pasien dan keluarga mereka dengan mempertimbangkan status fisiologis, psikologis, ekonomi, sosial dan budaya mereka (Jadad et al., 2010; Mollaoglu.) </p><p><br/></p><p>Efikasi diri adalah persepsi yang kuat dan sumber motivasi yang mendorong individu untuk mengatasi tantangan dan pada akhirnya berhasil, daripada menghindari pekerjaan yang direncanakan individu (Bandura, 1989, 2004). Persepsi efikasi diri, salah satu komponen perilaku promosi kesehatan pada penyakit kronis, merupakan penentu penting dalam memulai dan mempertahankan perilaku kesehatan yang positif (BorjAlilu et al., 2017). Salah satu tujuan pelayanan kesehatan adalah untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam mengatasi permasalahannya (Knowles et al., 2020; Tielemans et al., 2015). Namun, penyakit kronis merupakan penyebab stres utama yang mengubah kemampuan individu untuk beradaptasi. Faktor-faktor seperti pengobatan, dapat memburuknya hubungan keluarga, perubahan citra tubuh, dan rasa sakit dapat menjadi sumber stres (Vancampfort et al. Mayoritas pasien dengan penyakit kronis menggunakan jaringan dukungan sosial mereka sendiri dan strategi koping yang khas ketika dihadapkan dengan peristiwa penyebab stres (Mollaoğlu, 20121. Strategi koping didefinisikan sebagai serangkaian respons perilaku dan kognitif terhadap situasi stres (Lazarus, 1995: Zhang et al., 2008). Pasien menggunakan strategi coping yang berorientasi pada masalah dan berorientasi pada emosi terhadap stres dan beban penyakit kronis serta faktor stres lainnya (Lazarus, 1995). Penggunaan problem-focused coping oleh individu dengan penyakit kronis merupakan solusi paling efektif dalam mengatasi stres yang berdampak negatif terhadap penyakit dan pengobatannya (Taiwo 2015). Pada Pasien diabetes mellitus dengan efikasi diri rendah ditemukan menggunakan strategi koping yang lebih berfokus pada emosi dan memiliki lebih banyak gejala kecemasan dan depresi (Knowles et al., 2020). Efikasi diri ini terbukti memainkan peran penting dalam mengatasi dan mengurangi kecemasan.</p><p><br/></p><p><strong>Hasil</strong></p><p>penelitian ini menemukan hubungan positif antara skor skala total mengatasi stres dan efikasi diri. Efikasi diri meningkat seiring dengan meningkatnya skor penanggulangan stres. Penelitian ini mengamati adanya korelasi signifikan positif antara efikasi diri dengan gaya percaya diri dan gaya optimis, serta korelasi signifikan negatif antara efikasi diri dengan gaya tidak berdaya dan tunduk. Studi ini tidak menemukan hubungan antara mencari dukungan sosial dan efikasi diri.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Pembahasan</strong></p><p>Prediktor efikasi diri pada individu dengan penyakit kronis adalah pendekatan percaya diri yang merupakan salah satu strategi coping yang berorientasi pada masalah. Oleh karena itu, pasien harus diajari untuk menggunakan metode yang efektif dalam mengatasi stres guna meningkatkan efikasi diri, dan kepercayaan diri mereka harus didukung.</p><p><br/></p><p>Pada individu dengan penyakit kronis, efikasi diri memiliki peran penting untuk mendapatkan adaptasi psiko-sosial yang lebih baik. Untuk menentukan tingkat efikasi diri pasien dan prediktornya akan memandu inisiatif keperawatan Penelitian ini menemukan bahwa prediktor paling penting dari efikasi diri adalah gaya pe rcaya diri, yaitu gaya mengatasi masalah yang berfokus pada masalah. Kepercayaan diri individu efektif dalam mengambil keputusan objektif mengenai perubahan dalam kehidupan individu. Keyakinan individu terhadap kekuatan mereka meningkatkan kekuatan untuk mengatasi masalah. </p><p><br/></p><p>Pasien dengan efikasi diri yang tinggi akibat latihan fisik atau pengobatan mempunyai adaptasi psikologis yang lebih baik, mampu mengelola kecemasannya dengan lebih baik dan kecemasannya menurun. Individu dengan efikasi diri yang tinggi mengeluarkan lebih banyak usaha dan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan mereka yang memiliki efikasi diri rendah terhadap kemungkinan kondisi buruk, dan mereka melanjutkan upaya mereka untuk mencapai tujuan mereka menggunakan strategi penanggulangan yang lebih efektif dalam kondisi buruk apapun (Ozdemir &amp; Tasci, 2013).</p><p><br/></p><p>Teori efikasi diri memperkenalkan dua jenis harapan: harapan efektivitas dan ekspektasi hasil yang mempengaruhi perilaku. Ekspektasi hasil berarti bahwa perilaku tertentu akan menimbulkan konsekuensi tertentu. Dari aspek ini, persepsi efikasi diri memegang peranan penting dalam menentukan aktivitas yang akan dilakukan atau dihindari individu. Ketika ekspektasi efikasi diri meningkat, upaya menjadi lebih kuat dan gigih (Bandura, 1989, 2004). Pasien dengan efikasi diri dan kepercayaan diri yang lebih besar memiliki lebih sedikit masalah psikologis (Benka et al., 2014). Gaya kepercayaan diri pasien harus didukung untuk membantu pasien mencapai kinerja yang sukses dan perilaku yang diinginkan dengan meningkatkan efikasi diri juga meningkatkan perawatan diri. Peningkatan tingkat efikasi diri menyebabkan peningkatan aktivitas sehari-hari dan penurunan tingkat depresi serta memudahkan individu untuk mengatasi situasi. Oleh karena itu, efikasi diri berperan penting dalam mengatasi dan mengurangi dampak stres terhadap kualitas hidup.</p><p><br/></p><p>Penelitian ini menetapkan bahwa variabel terpenting yang memprediksi efikasi diri mengikuti gaya percaya diri adalah gaya tidak berdaya dan gaya tunduk, yang merupakan strategi coping yang berfokus pada emosi. strategi kognitif digunakan pada gaya coping yang berfokus pada masalah, sedangkan gaya coping yang berfokus pada emosi bertujuan untuk menghilangkan pengaruh emosional dari faktor stres (Lazarus, 1995). Keterampilan koping yang terbatas dan tidak efektif menyebabkan stres (Mollaoglu, 2012). Efikasi diri merupakan fitur penting yang menentukan bagaimana seseorang merasa, berpikir dan bertindak. Perasaan efikasi diri yang rendah muncul bersamaan dengan perasaan depresi, cemas dan tidak berdaya. Selain itu, individu seperti ini memiliki rasa percaya diri yang rendah dan memiliki pemikiran negatif terhadap pencapaian dan perkembangan individunya (Ozdemir &amp; Tasci, 2013).</p><p><br/></p><p>Dalam  studi  yang dilakukan oleh Calÿk  Var  et  al.  (2016) tentang  kepuasan  hidup  dan  mengatasi  stres  pada  lansia,   menemukan  bahwa  strategi  dukungan  sosial  yang  optimis  dan  mencari  dukungan  sosial  secara  positif  memprediksi  kepuasan  hidup  pada  individu  dengan  usia  rata-rata  68  tahun  (Calÿk  Var  et  al.,  2016).  Strategi  ini  tidak  memberikan  kontribusi  yang  signifikan  dalam  penelitian  ini  karena  usia  rata-rata  pasien  adalah  58  tahun  dan  gaya  percaya  diri  digunakan  lebih  aktif. Pada  pasien  yang  lebih  muda dengan  penyakit  kronis  menunjukkan  bahwa  rasa  percaya  diri  lebih  efektif dalam  meningkatkan  efikasi  diri. Sementara,  penelitian lain menunjukkan  bahwa  dukungan  sosial  sangat  penting  pada  individu  berusia  lanjut.  Pelatihan  dan  pengaturannya  harus  spesifik  untuk  usia  individu.</p><p><br/></p><p>Penelitian  ini  menetapkan  bahwa  terdapat  hubungan  yang  kuat  antara  strategi  coping  yang  digunakan  oleh  individu  dengan  penyakit  kronis  dan  efikasi  diri  mereka,  dan  bahwa  variabel  yang  memprediksi  efikasi  diri  adalah  gaya  percaya  diri,  gaya  tidak  berdaya,  dan  gaya  tunduk.  dalam  urutan  kepentingannya.  Pasien  harus  diajari  untuk  menggunakan  metode  yang  efektif  dalam  mengatasi  stres  untuk  meningkatkan  efikasi  diri  mereka  dan  diberikan  dukungan  untuk  perawatan  psiko-sosial.  Mereka  harus  disadarkan  bahwa  strategi  penanggulangan  yang  berfokus  pada  emosi  tidak  boleh  dipilih  karena  akan  mengurangi  efikasi  diri.penggunaan metode penanganan berorientasi emosi dapat menimbulkan konsekuensi negatif yang serius pada kesehatan fisik dan mental individu memiliki lebih banyak gejala kecemasan dan depresi. Perawat  harus  memberikan  pendidikan  kesehatan  untuk  meningkatkan  persepsi,  kesadaran  dan  pengetahuan  pada  masyarakat. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-30 07:01:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974976024</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2</title>
         <author>fitriani8</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974981312</link>
         <description><![CDATA[<p>KESIMPULAN : Studi ini menggambarkan pentingnya efikasi diri dalam intervensi manajemen mandiri bagi masyarakat pedesaan berpendapatan rendah. Meskipun Profesi Kesehatan dan klien sama-sama menyadari pentingnya mengambil tanggung jawab atas kesehatan mereka, terdapat hambatan psikologis dan lingkungan yang menghalangi pengembangan efikasi diri. Keterbatasan sumber daya menjadi penghalang utama bagi banyak klien, sehingga membingungkan upaya untuk membangun kepercayaan diri dan optimisme. Hal ini menekankan perlunya meninjau kembali konsep 'dukungan pengelolaan mandiri' untuk menekankan 'dukungan' lebih dari sekadar 'manajemen mandiri'.</p><p><br/></p><p>Pengalaman masa lalu dan kondisi hidup saat ini dikaitkan dengan efikasi diri yang lebih rendah, terutama pada kelompok masyarakat kurang beruntung secara sosial dan ekonomi. Dukungan sosial, terutama dari teman sebaya, diakui penting dalam meningkatkan efikasi diri. Namun, ekspektasi hasil yang rendah mencerminkan realitas kondisi kesehatan yang buruk di pedesaan berpendapatan rendah. Meskipun demikian, baik Profesi Kesehatan maupun klien menekankan pentingnya memiliki tujuan yang bermakna untuk memberikan harapan dalam menghadapi ketidakpastian.</p><p><br/></p><p>Pembahasan juga menyoroti perbedaan antara pandangan Profesi Kesehatan dan pasien mengenai hasil yang diharapkan dari pengelolaan mandiri. Meskipun keduanya sepakat mengenai hasil yang diinginkan, pendekatan untuk mencapainya berbeda. Klien mengidentifikasi hambatan eksternal seperti keterbatasan sumber daya, sementara Profesi Kesehatan cenderung memandang solusi melalui perubahan perilaku. Ini menekankan pentingnya memperluas konsepsi SMS untuk mengakomodasi konteks yang lebih luas.</p><p><br/></p><p>Kekuatan studi ini terletak pada konsistensi data dari Profesi Kesehatan dan klien yang berasal dari komunitas pedesaan yang sama. Namun, ada keterbatasan dalam jumlah wawancara dan keterlibatan dokter umum dalam studi ini. Meskipun demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana efikasi diri memengaruhi manajemen mandiri penyakit kronis di pedesaan berpendapatan rendah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-30 07:05:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974981312</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974983110</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok :</p><p>Erlina Setyowati</p><p>Anugerah Sumampow </p><p>Frincy Dimalaya </p><p>Juliana Sangkoy</p><p>Renaldi Worang</p><p>Feby Liunsanda</p><p>Fraulein Weismann</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2455199515/9873969fd2136c9b8a7afe25f3035d6a/The_role_of_adherence_in_patients_with_chronic_disease_Kelompok_4.pdf" />
         <pubDate>2024-04-30 07:06:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974983110</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974985426</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama-nama kelompok:</p><ul><li><p>Bulan Onibala </p></li><li><p>Valentina Malonda </p></li><li><p>Ummaira Zafira </p></li><li><p>Ataciah Mulalinda </p></li><li><p>Ester Pardede</p></li><li><p>Aglin Mataputun</p></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1-1C1OkMoHloT6ebAvYCwDZbypqgFP3auh0lZ0kgKdMI/edit" />
         <pubDate>2024-04-30 07:08:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2974985426</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984629897</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 4</p><ol><li><p>Erlina Setyowati</p></li><li><p>Frincy Dimalaya</p></li><li><p>Anugerah Sumampow</p></li><li><p>Renaldi Worang</p></li><li><p>Juliana Sangkoy</p></li><li><p>Feby Liunsanda</p></li><li><p>Fraulein Weismann</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2469540047/abc0cc2f6d0f28cb4ee4589b68799a79/Salinan_dari_Ungu_Illustrasi_Lucu_Simple_Presentasi_Tugas_Kelompok_20240508_143559_0000.pdf" />
         <pubDate>2024-05-08 06:29:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984629897</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984635041</link>
         <description><![CDATA[<p>GLORIA SJAWAL&nbsp;</p><p>MIRANTI BIRAHIM</p><p>FEDERIKO MUYU</p><p>ANGGI RORONG</p><p>MELIANUS TAKEGE</p><p>ARNIYATI</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2455096323/de3eb6c4670014ad926d7ab835a79a8e/Instrumen_Self_Affecacy_dan_Self_Adherence_1.pptx" />
         <pubDate>2024-05-08 06:33:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984635041</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984636800</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok:</p><p>- Tessalonika Mamahit</p><p>- Cherity Chareen Pantow</p><p>- Rifalda Rembet</p><p>- Indriani Bawangung</p><p>- Satri Maya Manariangkuba</p><p>- Ona Tinuwo</p><p>- Tiatira Poluakan</p><p>- Keren Karinda</p><p><br></p><p>https://docs.google.com/document/d/1noJK2qi4W4MkswXhb7dNf-5wX45kGvfsgLiLDxitAA8/edit?usp=drivesdk</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-08 06:35:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984636800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984649347</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok </p><ul><li><p>Nurhidayanti A. Hasan</p></li><li><p>Ismal Ismail</p></li><li><p>Clarita J G Dauhan</p></li><li><p>Marcella Manikome</p></li><li><p>Edelina Pongantung</p></li><li><p>Vonbora</p></li><li><p>Sellomita</p></li></ul><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/13mYpyvX6om3lpXrEeCkQs3Z9fltnYNTz3v7u4VWrctY/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/document/d/13mYpyvX6om3lpXrEeCkQs3Z9fltnYNTz3v7u4VWrctY/edit?usp=sharing</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-08 06:44:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984649347</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984650912</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok </p><p>Novan Manansang</p><p>Mickha Tumuju</p><p>Claudia Taula</p><p>Kezia Giroth</p><p>Firsty Patandung</p><p>Hendrika Silulu</p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1kSak-KYQXo4XPszWYkhwjqcFEH2IH7DpVsKNHrRk1jA/edit?usp=drivesdk">https://docs.google.com/document/d/1kSak-KYQXo4XPszWYkhwjqcFEH2IH7DpVsKNHrRk1jA/edit?usp=drivesdk</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1kSak-KYQXo4XPszWYkhwjqcFEH2IH7DpVsKNHrRk1jA/edit?usp=drivesdk" />
         <pubDate>2024-05-08 06:45:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984650912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984652131</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok:</p><p>Bulan onibala</p><p>Valentina Malonda</p><p>Ataciah mulalinda</p><p>Ummaira Zafira</p><p>Esther Pardede</p><p>Wydia Wati Baraa</p><p>Aglin Mataputun</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1IFT2YwBen-8DZ2gW2iH9r-fy-TXlEl383mfkcZcMTuI/edit?usp=drivesdk" />
         <pubDate>2024-05-08 06:46:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984652131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984676749</link>
         <description><![CDATA[<p>Nehemia Liando</p><p>Manuela Liando</p><p>Oktaviani Wowiling</p><p>Karunia Paruntu</p><p>Ester Terok</p><p>Fahira Salindeho</p><p>Ibnu kaldun</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1-qt3pFPxpQW9cbvlGEkZlBQ5rIS3IBHcOd19GzxGQm4/edit" />
         <pubDate>2024-05-08 07:03:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2984676749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 A1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993461551</link>
         <description><![CDATA[<p> </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/108qfsMxdtlFP2d6kgXftI3wlGyMGnjUheaeGYiJRLKA/edit" />
         <pubDate>2024-05-15 01:13:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993461551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1 A1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993462562</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1DTiR_FFSjia9KgWHQwfkFfVve8GqMxTuG6tyiYOLeZQ/edit" />
         <pubDate>2024-05-15 01:14:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993462562</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1 KELAS A2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993463676</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1CnqjlhqfyiM_1qG3AI1wZGrKRteqjsrzsZclt1gGk0o/edit?usp=drivesdk">https://docs.google.com/document/d/1CnqjlhqfyiM_1qG3AI1wZGrKRteqjsrzsZclt1gGk0o/edit?usp=drivesdk</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1CnqjlhqfyiM_1qG3AI1wZGrKRteqjsrzsZclt1gGk0o/edit?usp=drivesdk" />
         <pubDate>2024-05-15 01:15:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993463676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2 KELAS A2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993468797</link>
         <description><![CDATA[<p>https://docs.google.com/document/d/11hEL_D4DPGPV2KWCIEzluw-FVgNUTznxFrkcG0ndITM/edit?usp=drivesdk</p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/11hEL_D4DPGPV2KWCIEzluw-FVgNUTznxFrkcG0ndITM/edit?usp=drivesdk" />
         <pubDate>2024-05-15 01:20:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993468797</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993783143</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1HIhhhRDTJtknOdMXMNYiGjGzCAho8DhVDEqEdFI4gxI/edit?usp=drivesdk" />
         <pubDate>2024-05-15 06:44:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993783143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1 Kelas Lanjutan VI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993790335</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/11MJbJYl_LiBtcTFQQyqwnXQyLUt_7r1IvRRMz50rawI/edit?usp=drivesdk" />
         <pubDate>2024-05-15 06:51:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993790335</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993790472</link>
         <description><![CDATA[<p>Aglin Mataputun</p><p>Hendrika Eflin Silulu</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1faMqrcSCwY_c4Dh9Iaez-IxYffcZKoUZu6qyphaP5GQ/edit?usp=drivesdk" />
         <pubDate>2024-05-15 06:51:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2993790472</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2994056294</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1uZiCsB_8ftKKW-qcZib3I96dv7EIm8EvYYoH7FLENhk/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2024-05-15 10:53:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2994056294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kasus Pasien dengan Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2</title>
         <author>fitriani8</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2996999812</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Tn.A.T, usia 74 tahun, beragama Kristen Protestan. Pasien ditemani istrinya datang ke poliklinik Endokrin dengan rujukan dari Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon untuk melakukan kontrol lebih lanjut. Tn.A.T mengatakan sering merasa cepat lelah, pada malam hari susah tidur karena sering buang air kecil, kaki kadang merasa kesemutan dan tidak terdapat luka pada pasien. Pasien mengatakan sering merasa lapar dimalam hari sehingga pasien bangun untuk makan. &nbsp;Tn A.T mengatakan menderita penyakit DM sudah sekitar 18 tahun lalu, memiliki riwayat hipertensi, riwayat jantung sekitar 2 tahun lalu dan mempunyai riwayat operasi katarak 7 tahun lalu. Riwayat kesehatan keluarga pasien Tn.A.T mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit yang sama. Tn.A.T menggunakan terapi insulin Novomix 10 Unit yang diberikan 2 kali sehari sebelum makan yaitu pagi dan malam. Pemeriksaan HbA1c 7.7 mg/dL.</p><p>Pasien mengatakan tidak menjaga pola makan dan suka mengonsumsi makanan yang manis-manis berupa brownies, roti, makanan bersantan. Keluarga mengatakan pasien suka mengonsumsi makanan secara sembarangan dengan tidak ada batasan karena tidak tahu makanan dan minuman yang tepat untuk penyakitnya, hanya tahu mengurangi makanan manis-manis. Keluarga mengatakan pasien makan 1 hari lebih dari 3 kali dengan frekuensi makan porsi besar bahkan dalam 1 kali makan bisa 2 kali tambah. Keluarga mengatakan jika sakit pasien pergi ke warung untuk membeli obat. Tampak pasien membawa roti untuk dikonsumsi saat antri di poli endokrin. Pasien kadang tampak bingung, pasien tampak kurang menunjukkan pemahaman tentang perilaku untuk kesehatannya. Berat badan pasien 57 kg tinggi badan 160 cm. Tn. A.T terlihat lemas dan pucat. GDS 321 mg/dL, GDP 157 mg/dL, HbA1c 7.7 %.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-17 04:09:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/2996999812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SELF-EFFICACY (KELOMPOK 2)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372124968</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3560406640/693ba2df6090c8ab2b9b2e4731c01a6b/JOIRNAL_READING_SELF_EFFICACY__KEL_2_.pdf" />
         <pubDate>2025-03-19 00:55:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372124968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372126195</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3560409480/e3553a37d0052a0b86f1e660965b805c/Biru_Ilustrasi_Presentasi_Seni_Berbicara_di_Depan_Umum.pdf" />
         <pubDate>2025-03-19 00:56:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372126195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1 (Quality Of Life)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372131004</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3560419875/fe513258b1cccb598f3e0049ae61ee8d/Quality_Of_Life_MPK_Kel_1_Kelas_A_pdf.pdf" />
         <pubDate>2025-03-19 00:59:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372131004</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 01 Kelas A (Self Adherence)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372133619</link>
         <description><![CDATA[<p>KELOMPOK 1 / KELAS A</p><p>Muharram Pin Bawon 220111040011</p><p>Adinda Patamani 220111040016</p><p>Auryn Wagiran 220111040017</p><p>Naya Naren 220111040024</p><p>Severnaya Awuy 220111040041</p><p>Tamara Chandra 220111040042</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3560411837/c068637aba907baac3befa3763377af8/PPT_Journal_Reading_MPK_Kelompok_01_Kelas_A_20250318_203923_0000.pdf" />
         <pubDate>2025-03-19 01:01:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372133619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Self Efficacy (Kelompok 1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372177650</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3560407373/5b6820a0f292ab2bf6d17f1f254033b8/PPT_SELF_EFFICACY.pdf" />
         <pubDate>2025-03-19 01:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372177650</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 (Quality of Life)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372187081</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3560430006/51011211e816259f9db7cd1c4bd14e49/Laporan_kelompok_3.pdf" />
         <pubDate>2025-03-19 01:28:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3372187081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LITERATUR REVIEW INTERVENSI PCC, FCC DAN CCC DIABETES MELITUS TIPE 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3430690837</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 02 / Kelas A</p><p>Laura Walewangko (220111040002)</p><p>Tiberias Warouw (220111040013) </p><p>Azmi Khoiriyah (220111040021) </p><p>Marcia Pangalila (220111040021) </p><p>Nicholle Filadelfia (220111040025) </p><p>Severnaya Awuy (220111040041) </p><p>Namira Bakari (220111040039)</p><p>Elsa Mangkey (220111040036) </p><p>Aurellya Mamesah (220111040045)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3764503000/db062a25e26ba937464fa1d970a4bb48/Intervensi_DM_2_MPK_Kel_2_A_compressed.pdf" />
         <pubDate>2025-04-30 00:47:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3430690837</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Artikel DM tipe 1 - Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3430702356</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3764547703/c8fb7f90c758250e497c736276c9cbf5/LITREV_MPPK__1_.pdf" />
         <pubDate>2025-04-30 00:55:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3430702356</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literature Review Kelompok 4 : PPOK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3430740822</link>
         <description><![CDATA[<p>Lusia Gorahe (220111040009) </p><p>Nanda Lambanaung (220111040023)</p><p>Victoria Kumayas (220111040014) </p><p>Friskilia Tondongsenggo (220111040030)</p><p>Abigail Taula (220111040015) </p><p>Chrisnalia Lempas (220111040035)</p><p>Gledis Kondong (220111040020) </p><p>Tamara Chandra (220111040042)</p><p>Nadya Djamal (220111040022) </p><p>Gratia Tulung (220111040047)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3764659979/01c5b5bd79fbdff1acfce8bcd396c607/literature_review__3_.pdf" />
         <pubDate>2025-04-30 01:16:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3430740822</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literature review PGK kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3430788712</link>
         <description><![CDATA[<p>Linri Assa 220111040008 </p><p>Muharram Pin Bawon 220111040011 </p><p>Adinda Patamani 220111040016 </p><p>Auryn Wagiran 220111040017 </p><p>Naya Naren 220111040024 </p><p>Sitinurhalisa 220111040026 </p><p>Wahyuti Mokoagow 220111040028 </p><p>Christy Wuwung 220111040032 </p><p>Tessalonika Tamon 220111040043</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3764770365/f7b302c879d8c167746d05e71eb6f098/Manajemen_penyakit_kronis_literature_review_20250430_093956_0000.pdf" />
         <pubDate>2025-04-30 01:42:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3430788712</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literature review PGK kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3438818891</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Linri Assa 220111040008</p><p>Muharram Pin Bawon 220111040011</p><p>Adinda Patamani 220111040016</p><p>Auryn Wagiran 220111040017</p><p>Naya Naren 220111040024</p><p>Sitinurhalisa 220111040026</p><p>Wahyuti Mokoagow 220111040028</p><p>Christy Wuwung 220111040032</p><p>Tessalonika Tamon 220111040043</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3797175078/141ee30193ffdaecb4a2e290017aad02/Manajemen_penyakit_kronis_literature_review.pdf" />
         <pubDate>2025-05-07 00:23:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3438818891</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3438873514</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3797267934/176c8e93a67ea0c0a4f2eb14e4078b98/LITREV_MPPK_new.pdf" />
         <pubDate>2025-05-07 00:53:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3438873514</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3573310515</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4329877926/0d88052672a9dade0ff4d30f663ac92b/PPT_manajemen_penyakit_kronis_1.pptx" />
         <pubDate>2025-09-08 06:24:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3573310515</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>windymiraclemaker</author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3573327687</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3462891076/458ac0dacb1ef0562408b525ee3bcffb/kel_2.pptx" />
         <pubDate>2025-09-08 06:35:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3573327687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3573340017</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4329862629/223d651706223e21069b5acf60f6bee1/MANAJEMEN_KEPERAWATAN_PENYAKIT_KRONIS_KEL_1.pptx" />
         <pubDate>2025-09-08 06:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3573340017</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3619191631</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4506421885/84cd91794383abc00f98659040066f69/Strategi_Global_dan_Nasional_dalam_pengelolaan_penyakit_kronis_1_095107.docx" />
         <pubDate>2025-10-06 02:35:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3619191631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3619194291</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4506431822/11e54499620ba58d11eb25f87474f038/strategi_global_n_nasional__Kel_2_.pptx" />
         <pubDate>2025-10-06 02:38:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3619194291</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3619195200</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4506431053/ec158086556708967680da01e75bbd08/KELOMPOK_1.pptx" />
         <pubDate>2025-10-06 02:39:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fitriani8/kxh217ky101fixec/wish/3619195200</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
