<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Bioteknologi keju by Haura Zahradeti</title>
      <link>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo</link>
      <description>Made with joy</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-01-26 02:11:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-01-26 02:25:21 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KEJU</title>
         <author>haurazahradeti</author>
         <link>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo/wish/2012569576</link>
         <description><![CDATA[<div>Keju (dari bahasa Portugis, queijo) adalah sebuah makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet. Hasil dari proses tersebut nantinya akan dikeringkan, diproses, dan diawetkan dengan berbagai macam cara. Dari sebuah susu dapat diproduksi berbagai variasi produk keju.</div><div>Produk-produk keju bervariasi ditentukan dari tipe susu, metode pengentalan, temperatur, metode pemotongan, pengeringan, pemanasan, juga proses pematangan keju dan pengawetan. Umumnya, hewan yang dijadikan sumber air susu adalah sapi. Air susu unta, kambing, domba, kuda, atau kerbau digunakan pada beberapa tipe keju lokal.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-26 02:13:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo/wish/2012569576</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tahapan-tahapan pembuatan keju tersebut adalah:</title>
         <author>haurazahradeti</author>
         <link>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo/wish/2012573573</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Pengasaman</li></ul><div>Susu dipanaskan agar bakteri asam laktat, yaitu Streptococcus and Lactobacillus dapat tumbuh. Bakteri-bakteri ini memakan laktosa pada susu dan merubahnya menjadi asam laktat. Saat tingkat keasaman meningkat, zat-zat padat dalam susu (protein kasein, lemak, beberapa vitamin dan mineral) menggumpal dan membentuk dadih.</div><ul><li>Pengentalan</li></ul><div>Bakteri rennet ditambahkan ke dalam susu yang dipanaskan yang kemudian membuat protein menggumpal dan membagi susu menjadi bagian cair (air dadih) dan padat (dadih). Setelah dipisahkan, air dadih terkadang dipakai untuk membuat keju seperti Ricotta dan Cypriot hallumi namun biasanya air dadih tersebut dibuang. Dadih keju dihancurkan menjadi butiran-butiran dengan bantuan sebuah alat yang berbentuk seperti kecapi, dan semakin halus dadih tersebut maka semakin banyak air dadih yang dikeringkan dan nantinya akan menghasilkan keju yang lebih keras.</div><div>Rennet mengubah gula dalam susu menjadi asam dan protein yang ada menjadi dadih. Jumlah bakteri yang dimasukkan dan suhunya sangatlah penting bagi tingkat kepadatan keju. Proses ini memakan waktu antara 10 menit hingga 2 jam, tergantung kepada banyaknya susu dan juga suhu dari susu tersebut. Sebagian besar keju menggunakan rennet dalam proses pembuatannya, namun zaman dahulu ketika keju masih dibuat secara tradisional, getah daun dan ranting pohon ara digunakan sebagai pengganti rennet.</div><ul><li>Pengolahan dadih</li></ul><div>Setelah pemberian rennet, proses selanjutnya berbeda-beda. Beberapa keju lunak dipindahkan dengan hati-hati ke dalam cetakan. Sebaliknya pada keju-keju lainnya, dadih diiris dan dicincang menggunakan tangan atau dengan bantuan mesin supaya mengeluarkan lebih banyak air dadih. Semakin kecil potongan dadih maka keju yang dihasilkan semakin padat.</div><div><br></div><div>Persiapan sebelum pematangan</div><div>Sebelum pematangan, dadih akan melalui proses pencetakan, penekanan, dan pengasinan. Saat dadih mencapai ukuran optimal maka ia harus dipisahkan dan dicetak. Untuk keju-keju kecil, dadihnya dipisahkan dengan sendok dan dituang ke dalam cetakan, sedangkan untuk keju yang lebih besar, pengangkatan dari tangki menggunakan bantuan sehelai kain. Sebelum dituang ke dalam cetakan, dadih tersebut dikeringkan terlebih dahulu kemudian dapat ditekan lalu dibentuk atau diiris.</div><div>Selanjutnya, keju haruslah ditekan sesuai dengan tingkat kekerasan yang diinginkan. Penekanan biasanya tidak dilakukan untuk keju lunak karena berat dari keju tersebut sudah cukup berat untuk melepaskan air dadih, demikian pula halnya dengan keju iris karena berat dari keju tersebut juga menentukan tingkat kepadatan yang diinginkan. Meskipun demikian, sebagian besar keju melewati proses penekanan. Waktu dan intensitas penekanan berbeda-beda bagi setiap keju</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-26 02:16:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo/wish/2012573573</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>haurazahradeti</author>
         <link>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo/wish/2012575590</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Pematangan</li></ul><div>Pematangan (mematangkan) adalah proses yang mengubah dadih-dadih segar menjadi keju yang penuh dengan rasa. Pematangan disebabkan oleh bakteri atau jamur tertentu yang digunakan pada proses produksi, dan karakter akhir dari suatu keju yang ditentukan dari jenis pematangannya. Selama proses pematangan, keju yang dijaga agar berada pada suhu dan tingkat kelembaban tertentu hingga keju siap dimakan. Waktu pematangan ini bervariasi mulai dari beberapa minggu untuk keju lunak hingga beberapa hari untuk keju keras seperti Parmigiano-Reggiano. Beberapa teknik sebelum proses pematangan yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi tekstur dan rasa akhir keju:</div><ol><li>Peregangan: Dadih diusung dan lalu diadoni dalam air panas untuk menghasilkan tekstur yang berserabut. Contoh keju yang melewati proses ini adalah keju Mozzarella dan Provolone.</li><li>Cheddaring: Dadih yang dipotong kemudian ditumpuk untuk menghilangkan kelembaban. Dadih tersebut lalu digiling untuk waktu yang cukup lama. Contoh keju yang mengalami proses ini adalah keju Cheddar dan Keju Inggris lainnya.</li><li>Pencucian: Dadih lihat dalam air hangat untuk menurunkan tingkatnya dan menikmati keju yang rasanya lembut. Contoh keju melalui proses pencucian adalah keju Edam, Gouda, dan Colby.</li></ol><ul><li>Pembakaran</li></ul><div>&nbsp;Bagi beberapa keju keras, dadih menyaksikan hingga suhu 35 °C)-56 °C (133 °F) yang kemudian mengakibatkan butiran dadih kehilangan udara dan membuat keju menjadi lebih keras teksturnya. Proses ini sering disebut dengan istilah pembakaran (burning). Contoh keju yang dipuji adalah keju Emmental, keju Appenzeller dan Gruyère</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-26 02:18:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo/wish/2012575590</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kandungan gizi</title>
         <author>haurazahradeti</author>
         <link>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo/wish/2012584816</link>
         <description><![CDATA[<div>Keju merupakan makanan yang penuh dengan nutrisi. Keju memiliki banyak elemen yang sama dengan susu, yaitu protein, lemak, kalsium dan vitamin. Satu pon keju memiliki protein dan lemak yang sama jumlahnya dengan satu galon susu. Keju dengan tingkat kelembaban yang tinggi memiliki konsentrasi nutrisi yang lebih rendah dibandingkan dengan keju yang tingkat kelembabannya rendah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-26 02:24:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haurazahradeti/kv9u2wipqt9pdxgo/wish/2012584816</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
