<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Mitos B by Neneng Lahpan</title>
      <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3</link>
      <description>Setelah menyimak video materi, silakan diskusikan beberapa pertanyaan berikut.
1. Cerita yang pernah Anda tulis pada tugas sebelumnya, apakah termasuk cerita rakyat, legenda, atau mitos? Tulis alasannya. Apa ciri utama dalam cerita yang membuatnya masuk pada salah satu kategori tersebut.  
2. Apakah masyarakat Indonesia masih percaya mitos? Alasannya kenapa?</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-03 05:38:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-05-11 14:43:12 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1262233736</link>
         <description><![CDATA[<div>Gymnastiar (193233072)<br><br>1. Cerita yang terlampir menurut saya termasuk mitos.<br>2. Kenapa bisa disebut mitos. Salah satu alasannya karena kejadian atau penafsiran yang dimaksud hanya beberapa masyarakat yang percaya. Dan secara geografi mungkin masyarakat di kota besar sudah tidak percaya mitos karena sudah tergerus zaman.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054063130/447e9265ae4db4a409808a41254e53d3/Mitologi_dan_Religi_Gymnastiar_193233072.pdf" />
         <pubDate>2021-03-03 06:16:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1262233736</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alfisa Fadlika (193233077)</title>
         <author>alfisafadlika24</author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1262327377</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan tugas yang sudah dikumpulkan minggu lalu, dapat dijawab pertanyaan di atas sebagai berikut :<br>1. Tugas yang saya berikan berupa alur ritual yang masuk ke dalam mitos karena menurut Robert Segal (2004) dibukunya yang berjudul <em>Myth: A Very Short Introduction</em><br><em>"ritual dilaksanakan untuk mengenang kejadian yang diceritakan dalam mitos"</em>. <br>Mitos juga berkaitan dengan ritual ke agamaan ini sangat erat kaitannya dengan ritual yang dilakukan pada masyarakat keramat beji dalam memperingati hari besar Nabi Muhammad.<br>Kemudian dalam ritual ini juga seolah masyarakat ingin kembali mengingatkan tentang nilai-nilai moral yang diberikan sang empu Keramat Beji yaitu Mbah Raden Wujud Beji kepada masyarakat sekitar.<br>2. Menurut saya masyarakat Indonesia masih percaya akan mitos baik secara sadar maupun tidak sadar, karena sebetulnya meski arus globalisasi yang cukup kencang tanpa sadar mitos seolah masih jadi pedoman mereka dalam kehidupan sehari-hari.<br>Karena mitos bukan hanya ada pada adat istiadat budaya saja namun dalam beragama pun mitos juga jadi sesuatu hal yang dipercayai.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/75105281/5ab9a27fda8952e94dd67026746a5ab8/Alfisa_Fadlika_193233077___Ritual_di_sumur_tujuh_keramat_dalam_peringatan_maulid_nabi.pdf" />
         <pubDate>2021-03-03 06:51:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1262327377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upacara Pernikahan Adat Sunda</title>
         <author>kiranacahyawulandari</author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1268430547</link>
         <description><![CDATA[<div>Kirana Cahya W. (193232045)<br><br>          Pada tugas sebelumnya saya menceritakan tentang pengalaman Upacara Pernikahan Adat Sunda yang dialami oleh kakak sepupu saya. Setelah menyimak video materi, dapat saya simpulkan sebagai berikut:<br><br></div><div>1. Cerita yang saya tulis termasuk kedalam mitos, mengapa? Karena mitos mengartikulasikan nilai dan norma, dalam upacara pernikahan Adat Sunda terkandung nilai-nilai dan norma-norma yang berfungsi mengatur dan mengarahkan tingkah laku masyarakat. Contohnya dalam upacara seserahan, terdapat sambutan dari tamu (pihak pria) yang mengemukakan tentang pemenuhan janji saat melamar, hal ini termasuk dalam norma kesusilaan. Selain itu, salah satu ciri utama mitos yang dimiliki upacara ini adalah sifat otoritatif dalam masalah moral dan etika. Selain contoh dalam upacara seserahan ada pula pada upacara sungkeman, pada upacara ini kedua mempelai memohon maaf pada kedua orang tua sebagai tanda bakti dan mengungkapkan rasa terimakasih karena telah membimbing dan mengurus mereka hingga saat ini. Hal tersebut juga merupakan etika dasar, yang juga mengandung nilai moral.</div><div>            Selain itu terdapat elemen-elemen supranatural dalam upacara saweran. Terdapat benda-benda yang merupakan simbol-simbol, yang masing-masingnya memiliki makna dan mengandung doa baik untuk kehidupan baru kedua mempelai. Seperti beras putih yang menyimbolkan ketentraman dalam keluarga, lipatan sirih yang menyimbolkan kerukunan, serta benda lainnya dengan arti tersendiri.<br><br></div><div>2. Ya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempercayai mitos. Mengapa? Karena di Indonesia sendiri terdapat banyak wilayah-wilayah adat yang tentunya memiliki ritual-ritual yang berbeda tiap daerahnya, yang mereka yakini kebenarannya dan telah ada sejak zaman nenek moyang. Masyarakat di beberapa wilayah di kota besar juga masih banyak yang meyakini mitos, biasanya dari kalangan para sepuh atau orang tua yang merupakan penduduk asli sebelum daerah itu dibangun dan menjadi wilayah perkotaan. Selain itu menggunakan mitos juga dianggap lebih mudah untuk mendidik anak, karena lebih mudah untuk diterima, dipahami dan dipatuhi.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-04 11:33:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1268430547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Rohaeni F. (193233053)</title>
         <author>nurrrena</author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1268509156</link>
         <description><![CDATA[<div>Melalui tugas yang telah saya kerjakan sebelumnya dengan topik Ritual Tembuni yang masih dipraktekan menjadi tradisi keluarga saya. Kesimpulannya sebagai berikut:<br><br>1. Ritual Tembuni ini termasuk kedalam mitos karena didalamnya terdapat unsur yang menjelaskan asal-usul tradisi manusia yang mengandung nilai dan norma. Dalam ritualnya, penjelasan tersebut dimunculkan dalam penyediaan kelengkapan (uba rampe) untuk ritual. Setiap kelengkapan tersebut memiliki arti yang dianggap sebagai nilai dan norma dalam pelaksanaannya.<br><br>2. Masyarakat Indonesia masih percaya pada mitos itu terlihat dari tindakan atau kesehariannya. Kadang ada pula yang menyangkal bahwa mereka mempercayai mitos tersebut namun apa yang dilakukannya tetap saja dianggap mempercayai mitos yang ada. Hal itu dikarenakan mitos erat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Mitos juga menjadi alasan supaya masyarakat memiliki keseimbangan antara aktivitasnya dengan alam yang ditinggalinya. Hal tersebut kemudian membuat masyarakat Indonesia tidak bisa terlepas dari kepercayaannya akan mitos yang ada dilingkungan sekitar.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1057565207/0789d15061ea6cf8e7d034230b659ffa/Nur_Rohaeni_F___193233053__4B___Ritual_Tembuni.pdf" />
         <pubDate>2021-03-04 12:02:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1268509156</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pradipta Amaranggana Kurnianto (193232043)</title>
         <author>amara080701</author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1272770664</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Cerita yang Saya tulis pada tugas sebelumnya adalah ritual Aqiqah yang merupakan sebuah ritual penyembelihan hewan qurban dan pemotongan rambut bayi pada hari ketujuh. Ritual Aqiqah termasuk mitos karena dipercaya bahwa anak bayi yang telah diaqiqah maka terlindung dari gangguan setan yang sering mengganggu anak-anak. Aqiqah juga diartikan sebagai perayaan rasa syukur kepada Allah SWT dalam Islam. </div><div> </div><div>2.  Menurut saya, masyarakat Indonesia masih mempercayai mitos karena dari kecil mereka sudah dibuat untuk percaya terhadap tahayul. Hal tersebut kemudian berkembang sehingga mitos diterapkan sebagai aturan dalam kehidupan sehari-hari. Jika mitos itu dilanggar, nantinya dapat menimbulkan hal-hal buruk yang tidak diinginkan dan bisa berdampak pada diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, orang-orang yang mempercayainya merasa lebih baik jika mematuhi mitos dan larangan tersebut<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1059627969/551fd072404e83a54d6858876667ae0a/Mitologi_dan_Religi___4B___Pradipta_Amaranggana_K____193232043.docx" />
         <pubDate>2021-03-05 08:13:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1272770664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abi Insyirah Mauludiah ( 193233075 ) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1276748887</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1 . </strong>Cerita yang saya tulis pada tugas sebelumnya termasuk cerita mitos. Alasannya yaitu karna pada tradisi nujuh bulanan terdapat beberapa syarat dan larangan mitos yang terjadi pada zaman dahulu. Dengan adanya tugas ini saya semakin paham dan mendapatkan ilmu tentang mitos pada nujuh bulanan. Mitos tidak semua yg ada pada tradisi nujuh bulanan itu mitos , tetapi banyak juga kebenarannya . Ciri utama mitos pada tradisi nujuh bulanan yaitu terdapat salah satu mitos yang terjadi pada larangan nujuh bulanan contohnya : dilarang berbelanja kebutuhan si kecil (pamali ) , 7 bulan waktunya untuk rajin minum minyak keletik supaya persalinan lancar, pada waktu kandungan nujuh bulanan juga tidak di perbolehkan melakukan hubungan karena bisa terjadi prematur itu mitos karena Hormon <em>prostaglandin</em> yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Dan sebagainya, ada lagi mitos lain yang terdapat dalam tradisi ritual nujuh bulanan tergantung kepercayaan pada masyarakat setempat. Upacara nujuh bulanan, yaitu upacara yang diselenggarakan ketika kandungan dalam usia tujuh bulan, memiliki simbol-simbol atau makna atau lambang yang dapat ditafsirkan sebagai berikut:<br>• Sajen tumpeng, maknanya adalah penghormatan pada arwah leluhur yang sudah tiada.<br>• Kelapa muda yang diberi gambar Rama dan Shinta, mempunyai makna agar kelak kalau bayi lahir lelaki akan tampan seperti Rama. Dan kalau bayi lahir perempuan akan secantik Shinta.<br>• Kain dalam tujuh motif melambangkan kebaikan yang diharapkan bagi ibu yang mengandung tujuh bulan dan bagi si anak kelak kalau sudah lahir.<br>• Sajen berupa telur yang nantinya dipecah mengandung makna berupa ramalan, bahwa kalau telur pecah maka bayi yang lahir perempuan, bila telur tidak pecah maka bayi yang lahir nantinya adalah laki-laki.<br><strong>2. </strong>Alesan masyarakat Indonesia masih percaya mitos yaitu karena masyarakat Indonesia masih kental akan budaya / tradisi apalagi masyarakat pedesaan . Mitos ini sudah menjadi tradisi turun temurun di masing-masing daerah di Indonesia khususnya daerah saya sendiri yaitu Jawa barat (Sunda) . Kenapa sebagian besar masyarakat pedesaan kebanyakan percaya mitos karena mereka kurangnya informasi tentang modernisasi . Dalam fungsinya mitos memiliki peran sebagai simbol kedudukan atas perilaku atau status seseorang. Sebagai contoh, pada masa dulu untuk menjelaskan kedudukan kepala suku di beberapa tempat dikembangkannya mitos bahwa kepala suku tersebut adalah titisan dewa sehingga apa yang dikatakannya akan menjadi kenyataan. Dibalik sisinya sebagai simbol pada kebudayaan umat manusia di dunia, ternyata mitos juga bisa membawa permasalah bagi orang lain. Kebanyakan dari kita sebagai pendengar pun secara tidak sadar menelan mentah-mentah mitos itu tanpa menyaringnya terlebih dahulu sehingga ketika ada pembuktian dari mitos tersebut tidak benar, otak kita berusaha menolak menerima apa yang sudah dipercayai. Hal ini justru terjadi secara turun temurun dalam waktu yang sangat lama. Sehingga jangan heran jika kita masih bisa mendengar beberapa orang yang bercerita tentang mitos-mitos yang tidak benar kepada kita.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054057687/7ffa32654897da938513a98f5cd71db7/RITUAL_Abi_Insyirah_Mauludiah_193233075_4B.docx" />
         <pubDate>2021-03-06 15:08:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1276748887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abi Insyirah Mauludiah ( 193233075 ) </title>
         <author>mauludiinsyi</author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1276759530</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1 . </strong>Cerita yang saya tulis pada tugas sebelumnya termasuk cerita mitos. Alasannya yaitu karna pada tradisi nujuh bulanan terdapat beberapa syarat dan larangan mitos yang terjadi pada zaman dahulu. Dengan adanya tugas ini saya semakin paham dan mendapatkan ilmu tentang mitos pada nujuh bulanan. Mitos tidak semua yg ada pada tradisi nujuh bulanan itu mitos , tetapi banyak juga kebenarannya . Ciri utama mitos pada tradisi nujuh bulanan yaitu terdapat salah satu mitos yang terjadi pada larangan nujuh bulanan contohnya : dilarang berbelanja kebutuhan si kecil (pamali ) , 7 bulan waktunya untuk rajin minum minyak keletik supaya persalinan lancar, pada waktu kandungan nujuh bulanan juga tidak di perbolehkan melakukan hubungan karena bisa terjadi prematur itu mitos karena Hormon <em>prostaglandin</em> yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Dan sebagainya, ada lagi mitos lain yang terdapat dalam tradisi ritual nujuh bulanan tergantung kepercayaan pada masyarakat setempat. Upacara nujuh bulanan, yaitu upacara yang diselenggarakan ketika kandungan dalam usia tujuh bulan, memiliki simbol-simbol atau makna atau lambang yang dapat ditafsirkan sebagai berikut:<br>• Sajen tumpeng, maknanya adalah penghormatan pada arwah leluhur yang sudah tiada.<br>• Kelapa muda yang diberi gambar Rama dan Shinta, mempunyai makna agar kelak kalau bayi lahir lelaki akan tampan seperti Rama. Dan kalau bayi lahir perempuan akan secantik Shinta.<br>• Kain dalam tujuh motif melambangkan kebaikan yang diharapkan bagi ibu yang mengandung tujuh bulan dan bagi si anak kelak kalau sudah lahir.<br>• Sajen berupa telur yang nantinya dipecah mengandung makna berupa ramalan, bahwa kalau telur pecah maka bayi yang lahir perempuan, bila telur tidak pecah maka bayi yang lahir nantinya adalah laki-laki.<br><strong>2. </strong>Alesan masyarakat Indonesia masih percaya mitos yaitu karena masyarakat Indonesia masih kental akan budaya / tradisi apalagi masyarakat pedesaan . Mitos ini sudah menjadi tradisi turun temurun di masing-masing daerah di Indonesia khususnya daerah saya sendiri yaitu Jawa barat (Sunda) . Kenapa sebagian besar masyarakat pedesaan kebanyakan percaya mitos karena mereka kurangnya informasi tentang modernisasi . Dalam fungsinya mitos memiliki peran sebagai simbol kedudukan atas perilaku atau status seseorang. Sebagai contoh, pada masa dulu untuk menjelaskan kedudukan kepala suku di beberapa tempat dikembangkannya mitos bahwa kepala suku tersebut adalah titisan dewa sehingga apa yang dikatakannya akan menjadi kenyataan. Dibalik sisinya sebagai simbol pada kebudayaan umat manusia di dunia, ternyata mitos juga bisa membawa permasalah bagi orang lain. Kebanyakan dari kita sebagai pendengar pun secara tidak sadar menelan mentah-mentah mitos itu tanpa menyaringnya terlebih dahulu sehingga ketika ada pembuktian dari mitos tersebut tidak benar, otak kita berusaha menolak menerima apa yang sudah dipercayai. Hal ini justru terjadi secara turun temurun dalam waktu yang sangat lama. Sehingga jangan heran jika kita masih bisa mendengar beberapa orang yang bercerita tentang mitos-mitos yang tidak benar kepada kita.<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-06 15:16:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1276759530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rita Septiari(193233067)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1277275357</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pada tugas yang sebelumnya, tugas saya berupa mitos. Karena terdapatnya cerita yang sebenarnya tidak mungkin tapi di jadikan fakta dan hal itu selalu terbukti adanya. Seperti contohnya mengenai tidak boleh keluar dari rumah pada malam hari atau setelah adzan magrib, hal ini menyebabkan dapat bertemu dengan selain manusia atau di sesatkan oleh jin. Hal ini kadanga terjadi oleh beberapa orang dimana mereka tidak menaati hal tersebut, karena tidak menyakininya. Namun jika dipikir secara logisnya, karena malam hari cahaya kurang baik hal itu sangat memungkinkan seseorang mengalami tersesat.<br>2. Masih, mengapa demikian? Hal itu disebabkan karena di dalam mitos sendiri memiliki nilai dan norma yang gunanya untuk mudah dipahami, diterima, dan dipatuhi. Hal ini menyebabkan masyahat paham dan tidak ingin melanggar karena dikhawatirkan akan mendapatkan masalah. Selain itu juga sering dianggap dengan fakta yang tidak dapat di ganggu gugat. Selain itu hal ini merupakan kejadian yang telah terjadi di masa lalu. Mitos ini sendiri pun selalu di kaitkan dengan agama dan hubungan itu pun terdapat di kitab suci yang dipercayai.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-06 21:37:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1277275357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adinda Sephira R. A H (193233052)</title>
         <author>adelyaherman30</author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1278207153</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Tugas saya sebelumnya menceritakan tentang ibu hamil yang dianjurkan membawa benda tajam seperti gunting dan peniti agar bayi di dalam kandungan aman terhindar dari gangguan makhluk halus. Cerita tersebut termasuk ke dalam mitos, karena hal tersebut dinyatakan tidak logis dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.<br><br>2. Kenapa masyarakat Indonesia masih percaya mitos? Menurut saya, mitos sudah ada dari zaman dulu dan diturunkan pada anak-cucu sebagai tradisi. Pada dasarnya, manusia membutuhkan suatu hal yang dapat dipercaya untuk menjalani hidupnya (mengambil keputusan). Biasanya juga, mitos dipercaya karena sebelumnya pernah terjadi hal-hal yang berhubungan padahal terjadi karena </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-07 10:16:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1278207153</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1278372005</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054040529/9a45067dacfc27c40b89ed0c1f8f7667/Religi_dan_Mitologi__Nabillah.docx" />
         <pubDate>2021-03-07 12:03:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1278372005</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lisna Nurhaliza (193233071)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1278813820</link>
         <description><![CDATA[<div>Tugas saya sebelumnya menceritakan Mitos Ibu Hamil yang tidak boleh makan menggunakan piring dan sendok besar. Karena Ibu hamil yang makan menggunakan piring besar hanya akan berdampak buruk pada calon anaknya. Bayi yang lahir akan memiliki wajah yang besar seperti piring. Di zaman sekarang, mungkin mitos ini sudah tidak lagi dipercaya oleh masyarakat. Karena selain tidak adanya alasan yang logis mengenai hubungan makan menggunakan piring dan sendok besar dengan fisik bayi yang dikandung. Tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada masyarakat yang masih mempercayai mitos ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-07 15:48:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1278813820</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ajian Semar Mesem</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1279387474</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Roni Susilo_193233065<br><br>1. Tugas yang ada dalam artikel saya sebelumnya yakni Ajian Semar Mesem, Dalam masyarakat dulu melekat mitos yang sangat tragis yakni Santen, Pelet, dan Ngepet. dalam hal ini Semar Mesem masuk dalam Kategori Pelet, yakni salah satu cara untuk memikat suatu hal yang mana orang yang tidak sukapun konon dengan adanya pelet bisa akhirnya suka. semar mesem ini menjadi salah satu ajian yang digunakan untuk memikat lawan jenis, menurut cerita yang melekat dalam masyarakat lereng pegunungan hal ini jika di lakukan dengan sunguh-sungguh maka keberhasilan tidak di ragukan, tidak sedikit yang akhirnya merasakan keberhasilan dalam melakukan beberapa tata cara Ajian Semar mesem ini. Dengan Demikian maka ajian semar mesem ini dapat kita pahami sebagai cerita rakyat yang hingga kini di percayai dan melekat dalam lingkungan masyarakat.<br><br>2. Apakah rakyat indonesia masih percaya dengan mitos?<br>jika kita menelisik lebih dalam terkait dengn mitos-mitos yang melekat dalam masyaralat tentunya sangat banyak sekali mitos-mitos yang melekat dalam suatu daerah tertentu dengan kacamata kebudayaan masing-masing. namun mitos ini akan bersinggunan jika melihat modernisasi yang utamanya merubah hal-hal yang signifikan dalam kebudayaan yang melekat dalam daerah, belum lagi jika melihat kemunculan budaya-budaya baru yang akhrinya mengubah paradigma mitos. namun jika eksporasi dalam masyarakat pedesaan, kemungkinan besar mereka masih mempercayainya meski di terpa oleh kemajuan jaman, karena memang hal-hal yang berkaitan dengan leluhur masyarakat pedesaan sangat mengkeramatkan. jadi terkait dengan percaya apa tidak dengan mitos mungkin masyarakat moderen akan menemukan titik terang dalam memahami sebuah mitos yakni terkait dengan Tupoksinya bagaimana.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1063839599/27185d49fb8acfe2ce73153792352ade/Artikel_Religi_dan_Mitologi_Roni_Susilo_193233065_4B.docx" />
         <pubDate>2021-03-07 20:50:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1279387474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggi Primadia (193233056)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1279885766</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Tugas yang saya lampirkan dalam artikel yang sebelumnya yaitu membahas tentang Ritual Ngabungbang yang dilaksanakan di Desa Tambaksari, Ciamis. ritual ngabungbang ini merupakan sebuah ritual yang bertujuan untuk memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala dosa yang pernah dilakukan oleh umat manusia. ritual ngabungbang ini termasuk ke dalam mitos dikarenakan hal tersebut hanya dipercayai oleh sebagian masyarakat saja. <br><br><br>2. apakah masyarakat Indonesia masih mempercayai mitos? Alasannya? <br>Jawab : sebagian masyarakat di Indonesia masih mempercayai akan adanya sebuah mitos yang berlaku di daerah sekitarnya, hal ini dikarenakan manusia tidak dapat melepaskan diri dari takhayul, sehingga mereka selalu mencari jawaban dan makna dari sebuah peristiwa. </div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-08 01:42:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1279885766</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1279996983</link>
         <description><![CDATA[<div>Salma Tasnia Sarah (193233050) <br>1.Kepercayaan kepada sesuatu yang gaib bisa dikatakan mitos karena sebuah mitos bisa berhubungan dengan hal mistis sehingga dalam sebuah mitos ada perjalanan spritual manusia mencapai kebahagiaan dan ketentraman dalam kehidupannya di dunia. Dalam sebuah mitos juga mempunyai sebuah simbol yang mmeberikan gambaran terhadap suatu keburukan dan kebaikan. Sehingga mitos di pantai selatan salah satunya mitos memakai baju hijau di pantai  akan mendapatkan marabahaya. Hal ini berkaitan dengan spritual yang di yakini masyarakat setempat. <br> 2. Masyarakat di Indonesia masih mempercayai mitos kerena telah melekat pada diri orang yang mempercayai mitos meski tanpa disadari. Mitos juga berlangsung secara turun-temurun dan sebagai kepercayaan yang di mana ada sebuah tuntunan yang akan mendatangkan keberuntungan dalam menjalani proses kehidupan. sehingga banyak masyarakat yang engga untuk meninggalkan sebuah mitos itu. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054063077/87f3cba09e8ab191dff99aa124e47b06/MItologi_dan_Religi_Mitosnyirorokidul_salma_tasnia_s_193233050.docx" />
         <pubDate>2021-03-08 02:28:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1279996983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Restu Bunga Renjani </title>
         <author>restubungar</author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280039617</link>
         <description><![CDATA[<div>(193233060)<br><br>1. Tugas saya yang sebelumnya, menceritakan tentang tradisi Nujuh Bulanan. Tradisi tersebut dilaksanakan ketika ada seorang wanita yang sedang hamil dengan usia kandungannya menginjak ke 7 bulan. Cerita ini termasuk ke dalam mitos, karena tradisi Nujuh Bulanan sudah dilaksankan sejak zaman dahulu, juga karena adanya beberapa ketentuan dan mitos-mitos lainnya. Seperti misalnya gambar wayang yang dilukis di kelapa muda. Hal ini agar bayi yang akan lahir nanti jika berjenis kelamin perempuan akan memiliki wajah yang cantik seperti Shinta, dan jika berjenis kelamin laki-laki akan tangguh seperti Rama. Konon, dalam pemilihan tanggalnya pun biasanya terdapat angka 7 itu sendiri.<br><br>2. Terkait dengan mitos, menurut saya masyarakat Indonesia masih mempercayainya. Karena mitos ini terus disebar luaskan kepada generasi-generasi selanjutnya. Mereka juga mempercayai jika kita melanggar atau tidak mematuhi maka akan terjadi sesuatu hal yang buruk. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-08 02:45:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280039617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rosana Nabila K (193233058)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280118621</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Cerita yang saya lampirkan pada tugas sebelumnya yaitu mitos “kupu-kupu masuk rumah”, seiring perkembangan zaman mitos itu sering saya dengar dan beredar dalam masyarakat sekitar, terkadang saya juga masih mempercayai mengenai mitos itu, salah satu alasan saya menulis mitos itu karna setiap ada kupu-kupu yang memasuki rumah saya, saya jadi teringat akan mitos yang selalu saya dengar dari kecil hingga sekarang, jadi saya masih mempercayai ketika ada kupu-kupu yang masuk rumah itu pertanda akan kedatangan tamu. Menurut primbon Jawa, mitos kupu-kupu ini banyak diartikan dalam berbagai aspek, juga banyak dipercaya sebagai mitos yang memang keberadaannya dari telinga ke telinga masyarakat dan sudah menetap turun menurun sejak jaman dahulu. Jadi, jangan salah banyak yang masih mempercayai hal ini karna mitos menurut saya adalah apa yg beredar dalam masyarakat dan masih ia percaya. </div><div><br></div><div>2. Menurut saya pula, kebanyakan masyarakat mengapa masih mempercayai keberadaan mitos karena mereka masih terikat pada keyakinan yang dikembangkan oleh pemikiran nenek moyangnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pikiran manusia senang memiliki kontrol atas kejadian yang tidak terduga. Oleh karena itu, kepercayaan terhadap takhayul/mitos tersebut berkembang karena Masyarakat dapat menciptakan skenario yang menguntungkan, meskipun mereka tahu itu tidak masuk akal. </div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-08 03:20:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280118621</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Devi Sari A (1932330610</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280140173</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Mitos ontang-anting ( anak tunggal laki-laki )<br></strong><br></div><div>1. Tugas saya sebelumnya, menceritakan tentang mitos anak ontang-anting yang ada di Jawa Tengah. Cerita anak  ontang-anting ini merupakan sebuah mitos. Alasannya  karena, cerita ini berkaitan dengan masalah hidup, sakit dan kematian manusia, juga berkaitan dengan ritual keagamaan. karena dalam mitos ontang-anting ini terdapat ritual yang berkaitan dengan ritaul keagamaan, dimana dalam prosesnya terdapat doa-doa yang dipanjatkan kepada yang Maha Kuasa untuk memohon keselamatan. </div><div><br></div><div>2. Menurut saya masyarakat Indonesia masih mempercayai mitos, karena sebagian masyarakatnya masih terikat pada keyakinan leluhur mereka terdahulu yang sadar tidak sadar mitos ini terus diturunkan dari generasi kegenerasi, meski dizaman sekarang sudah banyak yang tidak mempercayainya, tapi tetap saja mereka masih merasa takut akan segala keburukan yang akan terjadi dari sebuah cerita mitos. Jadi ya saya rasa sebenarnya tanpa sadar mereka masih mempercayai mitos.  </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-08 03:29:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280140173</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Delia Nur Alfisyahrin (193233062)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280317622</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ritual yang saya tulis pada tugas sebelumnya adalah mengenai Ritual Mocor yang terdapat di Desa Sumber Kulon Blok Sibatok, Jatitujuh, Majalengka. Menurut saya , ritual itu termasuk pada cerita mitos.<br><br></div><div>Alasannya adalah, karena ritual ini terkait dengan ritual keagamaan yakni untuk memperingati Maulid Nabi  Muhammad SAW. Ritual ini juga dianggap sakral, dan sebagai sesuatu yang pernah terjadi pada masa lalu. Ritual ini mempercayai tentang keberadaan Sang Pencipta dan roh para leluhur. Banyaknya elemen yang dianggap supernatural pada ritual, Ritual ini dianggap suci dan menjadi salah satu praktik kegamaan.<br><br></div><div>Ciri utama yang membuatnya sebagai mitos adalah dari tata cara pelaksanaan ritual dan tujuan dari ritual tersebut, tata cara pelaksanaannya banyak menggunakan barang yang di sakralkan seperti keris dan air dari berbagai macam sumur juga kembang 7rupa, dan tujuannya adalah untuk keagamaan yakni memperingati Maulid Nabi.<br><br></div><div>2. Menurut saya, Masyarakat Indonesia masih banyak yang percaya dengan mitos,alasannya mungkin karena beberapa faktor, seperti faktor lingkungan yang mempengaruhi nya, keluarga yang turun temurun mempercayai hal tersebut, masih dilakukannya suatu kegiatan yang bersifat sakral dan dianggap supernatural, ditanamkannya pola pikir bahwa harus mempercayai hal tersebut, dan masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggapnya sebagai sesuatu yang jika tidak dipercaya bisa menyebabkan sesuatu hal/ dampak pada kehidupannya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1063236931/1888cfc96716416207fc3ea7e7960056/4B__Mitologi___Religi__pengalaman_ritual___193233062___Delia_N_A_.docx" />
         <pubDate>2021-03-08 04:52:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280317622</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ernsen Guthrie (193233047 )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280504181</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Tugas saya sebelumnya menceritakan tentang ritual Hari Raya Nyepi umat Hindu di Bali, perayaan hari raya nyepi ini termasuk mitos.<br>Alasannya karena ini termasuk ritual keagamaan yang dalam prosesnya dilakukan juga upacara Bhuta Yajna yaitu upacara yang mempunyai makna pengusiran terhadap roh roh jahat dengan membuat hiasan atau patung yang berbentuk atau menggambarkan buta kala ( Raksasa Jahat ).<br><br>2. menurut saya masyarakat Indonesia masih banyak yang mempercayai mitos terutama mitos yang bersangkutan dengan hal - hal mistis atau menyangkut dengan keagamaan, contohnya seperti pengusiran setan/jin melalui bacaan suci atau ritual-ritual.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-08 06:01:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280504181</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fikri Ramdhani (193233055)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280659527</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Tugas yang saya lampirkan minggu kemarin membahas tentang ritual tedhak sinten yaitu ritual turun tanah yang dilakukan bertujuan untuk memanjatkan rasa syukur karena sang anak akan belajar jalan. menurut saya ritual ini termasuk pada mitos. karena ritual ini melibatkan masa depan sang anak. karena pada salah satu prosesi ritual ini terdapat pemilihan barang oleh anak yang mana jika barang yang di pilih ini akan menentukan masa depan anak tersebut.<br>contohnya seperti bila anak mengambil uang maka anak tersebut akan kaya atau memiliki banyak uang di masa depanya. yang mana ini melibatkan elemen supranatural.<br><br><br>2. menurut saya sebagian besar masyarakat yang jauh dari kota masih banyak yang percaya dikarenakan sedangkan untuk - untuk orang yang hidup di perkotaan banyak yang sudah tidak percaya pada mitos, dikarenakan orang kota sudah banyak terpapar budaya - budaya modern dan pesatnya pekembangan teknologi sehingga mitos sudah tidak lagi dipercaya<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054055295/5d234922098b6ceba81e4121251eae35/Fikri_Ramdhani_4B_193233055_Religi_dan_Mitologi.docx" />
         <pubDate>2021-03-08 06:57:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280659527</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Annisa Rosiana (193233070)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280677912</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Tugas yang saya kerjakan sebelumnya termasuk ke dalam mitos karena aktivitas yang dilakukan pada saat upacara adat Nyangku merupakan sebuah ekspresi dari keinginan yang merupakan ketidaksadaran kolektif masyarakat Panjalu yang dimanifestasikan dalam sebuah ritual. Tidak mau hilangnya rasa memiliki terhadap peninggalan leluhur mereka; sebagai bentuk penyampaian nilai dan norma; pun sebagai pengingat sinergitas antara manusia dengan alam. Serta sebagai proses penyampaian sesuatu yang di luar pemahaman manusia kepada generasi penerus dan masyarakat lainnya agar dapat menerima ritual tersebut. Juga terdapat nilai dan norma yang disampaikan pada simbol-simbol yang dihadirkan dalam artefak kebutuhan ritual diantaranya mata air yang dibawa oleh kele, benda pusaka, sesajen, parupuyan dan lain-lain. Dalam upacara adat Nyangku terdapat suatu hal yang sakral seperti artefak pedang peninggalan Prabu Borosngora yang didapat dari Sayidina Ali sebagai hadiah dan saksi bisu atas perlawanan serta menyebarkan agama islam. Dalam ritual ini juga terdapat makna tersirat antara hubungan manusia dengan alam contohnya bagaimana manusia merawat mata air yang nantinya digunakan untuk menjamas pusaka serta merawat kawasan situ Panjalu sebagai tempat penunjang terjadinya ritual.</div><div>2. Sebagian masyarakat Indonesia mungkin masih mempercayai adanya ataupun terjadinya mitos itu sendiri. Pada masyarakat adat yang masih memegang teguh kepercayaan adatnya dan dekat dengan alam hal ini terjadi karena keinginan di alam bawah sadar atas kelangsungan hidupnya. Seperti masyarakat pertanian, terdapat mitos tentang Sri Pohaci atau dewi Padi yang ditimbulkan serta dipercayai atau diimani oleh masyarakat sebagai penjaga ladang tani mereka. Telah dijelaskan pula dalam video pembelajaran bahwa mitos ini mengandung nilai moral dan etika sehingga dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat baik dengan alam ataupun dengan sesama. Sedangkan dalam masyarakat perkotaan mulai lunturnya kepercayaan terhadap mitos dikarenakan masyarakat kota telah berfikiran rasional dan hidup dengan teknologi yang kian hari kian canggih sehingga kurang diindahkannya aturan-aturan yang dikemas dalam mitos tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-08 07:04:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280677912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Novi Nursari Nengsih (193233074) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280986880</link>
         <description><![CDATA[<div><br>1. tulisan pada tugas yang saya kerjakan sebelumnya termasuk ke dalam mitos, yaitu terkait ritual saweran. hal ini karena saweran yang tujuannya adalah memberikan pepatah petitih juga nasihat kepada pengantin agar kelak keluaraganya terhindar dari segala hal yang tidak diinginkan, tidak banyak masalah, tetapi hal itu juga tidak selalu berjalan dengan baik, selalu ada penikahan yang menemui akhir hubungannya atau bercerai. ritual saweran hanya semata-mata sebagai pengharapan yang diinginkan oleh kedua orang tua pengantin, dan yang mendoakan. salah satu contoh yang membuktikan bahwa saweran hanya mitos adalah pada kehidupan perekonomian, tidak segalanya dalam keluarga akan mengalami perekonomian yang baik, karena jelas saweran hanya sebuah pengharapan atau doa saja. <br><br>2. menurut saya mungkin ada beberapa masyarakat yang percaya akan adanya mitos, sebab kadang kala mitos itu bisa menjadi kenyataan dan hal itu menjadi bukti kuat bahwa mitos dapat di percaya. masyarakat dewasa ini lebih sering bersembunyi dibalik kebohongan tentang kepercayaan mereka terhadap mitos. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-08 08:40:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1280986880</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Ziovi Zukunft Addakhil - 193233051</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1283254411</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Cerita yang saya bahas termasuk ke dalam mitos karena pada akhirnya kebenaranya masih belum pasti, dan menurut saya mitos yang saya ceritakan pada tugas sebelumnya hanyalah sebagai pelajaran masyarakat tersebut guna membentuk kebiasaan atau adat yang baik, seperti dalam pembahasan saya adalah bagaimana agar orang - orang tidak menolak kebaikan seseorang, tapi entah karena apa rata rata masyarakat terdahulu indonesia selalu membungkus pelajaran hidup dengan hal hal berbau mistis, seperti yang saya bahas pada tugas sebelumnya ini, sehingga menurut saya apa yang saya bahas pada tugas sebelumnya adalah merupakan mitos.<br>2. Sebetulnya melihat zaman sekarang orang orang sudah mulai melupakan hal hal tentang mitos, mungkin menurut saya adalah karena pengaruh dari barat yang cenderung berpikir secara logika dan berkiblat pada sains, pengaruh pengaruh seperti ini kita dapatkan ketika berselancar di media internet, hal ini kemudian membentuk kita generasi muda menjadi berpikiran lebih luas dan terbuka, sedangkan mungkin pada zaman terdahulu ketika disebutkan oleh orang yang lebih tua mengenai 'A' maka ia akan mengiyakan hal tersebut, dan tak berpikir kemana mana lagi, paling jika ia menganalisis pun hasilnya paling akan sampai ke 'B' dan 'C', sementara saat ini kita banyak dibenturkan oleh banyak pemikiran dan banyak persepsi, sehingga membuat kita lebih terbuka akan segala macam, jadi hal mengenai 'A' tersebut dapat terus merambat bahkan hingga ke 'Z'. Tan Malaka juga pernah membahas mengenai pola pikir masyarakat Indonesia tentang mitos, jika tidak salah ucapan Tan Malaka seperti ini : "Masyarakat indonesia tidak akan berkembang/maju, jika kita terus mempercayai hal hal mistis" dan saya sangat sepakat dengan hal ini, namun bukan berarti hal seperi mitos ini buruk, tapi yang jadi permasalahan adalah bagaimana kita memahami dari mitos tersebut, bagaimana kita menemukan maksud/intisari dari mitos tersebut, seperti misal mengenai mitos "tong kaluar peuting bisi aya kulit katincak", ya mungkin dulu ketika masih kecil saya memahami mitos ini sebagai sesuatu yang menyeramkan, tapi sekarang saya berpikir bahwa orang tua menyebarkan mitos itu agar anak anak tidak keluyuran di malam hari, selain karena tak ingin ada hal yang tidak diinginkan terjadi, namun juga angin malam memang tak baik untuk anak anak.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-08 17:06:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1283254411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maulla Aulliya (193233049)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1284802983</link>
         <description><![CDATA[<div><br>1. Tugas  yang saya bahas mengenai "Kelongewe yang suka menculik anak"  tugas yang saya bahas termasuk kedalam mitos dikarenakan hal tersebut belum ditemukan kebeneranya hanya saja mitos mengenenai kelongwewe tersebut digunakan untuk para orang tua yang melarang anaknya untuk pulang larut malam dikarena kan takut anak nya sakit dan takut ada hal berbahaya yang menimpa anaknya ,  jika anak kecil bermain dan belum pulang pada waktu  magrib para orang tua memamakai mitos tersebut untuk menakuti anaknya .<br><br>2. Dengan kecanggihan teknologi dan semakin berkembangnya zaman masyarakat bukan berarti masyarakat tidak mempercai adanya mitos tersebut hanya saja pada zaman skrg beberapa masyarakat memiliki pikiran bahwa mitos yang tersebar  kurang bisa diterima dengan akal mereka berikut alasan di kota kota besar mereka tidak terlalu percaya mengenai mitos tetapi ada juga beberapa masyarakat yang masih mempercayai mitos tersebut dan menerapkan dalam kehidupanya sehari hari  dikarenakan mereka tidak terpengaruhi dengan perkembangan zaman .</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054049820/1cdc5010fe708c1684f944fcb84bf85a/Tugas_Mata_Kuliah_Mitologi_dan_Religi__Maulla_Aulliya__193233049_3B.docx" />
         <pubDate>2021-03-08 22:53:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1284802983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nyi Raden Puspita Ningrum (193233063) 4b </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1285676549</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Tugas yang saya tulis pada minggu lalau mengenai "jembatan merah kebun raya Bogor" dan cerita ini termasuk kedalam mitos karena jembatan merah ini konon ktanya jika ada pasangan yang melewatin jembatan Inii i maka hubunganya akan kandas Setelah menyebrangi sungai melalui jembatan ini atau sepulang nya, konon katanya cerita ini berkembang karena pada zaman masa oenajjahan belanda dulu ada dua sejoli yang menjalin hubungan namun tidak di setujui karena pasangan i i beda kasta sang wanita merupakan noni belanda yang mencintai pri bumi dan kisah cintanya di tentang oleh keluarga, setelah mengetahui hal itu pasangan ini memutuskn untuk bunuh diri dengancara loncat dari jembatan merah dan jatuh ke sungai yang ada di bawahnya maka dari itu banyak mitos yang mengatakan bahwa arwah dua sejoli ini masih ada di sekitar jembatan merah maka jika ada pasangan yang melewati atau menyebrangi jembatan ini akan di kutuk hubunganya tidak akan langgeng. <br>Dan hal ini dianggap sebagai mitos karena tidak semua hubungan berakhir karena campur tangan hal gaib bisa saja itu hanyalah sebuah kebetulan dan ada beberapa contoh sejoli yang melewati jembatan merah ini tetapi hubunganya tidak kandas. Jadi ini hanyalah mitos belaka. <br>2.  Ya masyarakat indonesia masih banyak yang mempercayai mitos hingga saat ini alasannya karena mitos biasanya di tanamkan sedari kecil hingga saat dewasa orang tersebut masih mengingat dan mempercayai omongan orang tua dahulu dan mitos juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk menjaga lingkungan agar tidak di rusak oleh manusia nya. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-09 04:29:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1285676549</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1286403161</link>
         <description><![CDATA[<div>Nabilahh Ayu Rizqi Shafira <br>(193233048)<br>4B<br><br>1. Tulisan yang saya lampirkan pada minggu kemarin, mengenai upacara "Mendak Taun" cerita saya termasuk kedalam mitos dikarenakan terdapat hal yang tidak logis pada saat upacara tersebut, terdapat makanan khusus  yang di siapkan oleh keluarga yang masih hidup sebagai sajian penghormatan pada keluarga yang sudah lebih dulu tiada, menurut nenek saya makanan tersebut dapat di icipi bahkan di rasa oleh lelembut keluarga yang sudah tiada. Hal iti tidak masuk diakan karena bagaimana mungkin seorang yang sudah tiada dapat memakan makanan yang masih nyata.<br>2. Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia yang bermukin di daerah tertentu masih kuat mempercayai mitos yang ada, hal ini terjadi karena budaya dimana tempat mereka tinggal masih terjaga dan utuh. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054040529/ff5152a66d503ba1db8352eb839ad618/Religi_dan_Mitologi__Nabillah.docx" />
         <pubDate>2021-03-09 08:32:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1286403161</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Zamriwardes - 193233068 - 4B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1286672211</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br>1. Tulisan yang saya kerjakan pada tugas sebelumnya termasuk ke dalam legenda dikarenakan tulisannya yang saya buat mengenai ritual mandi balimau yang dimana tujuan dari itu untuk mensucikan diri kita sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Kenapa saya bilang legenda karena pada dahulu kala tidak semua orang dapat mendapatkan air bersih dan sabun dirumah mereka maka oleh karena masyarakat melakukan mandi di sungai dengan menggunakan limau (jeruk nipis) maka disebutlah mandi tersebut mandi balimau.<br>2. Mungkin bagi sebagian masyarakat di Indonesia tepatnya di daerah-daerah tertentu yang masi menjaga kuat kebudayaan mereka, mereka menganggap mitos tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari-hari dikarenakan mitos tersebut warisan nenek moyang mereka yang mengendalikan tatanan hidup masyarakat tersebut.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-09 10:00:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1286672211</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1287221207</link>
         <description><![CDATA[<div>Nirmala Puspa Dewi Wista Kama (193233059)<br><br>1. Tulisan yang saya lampirkan pada tugas minggu lalu mengenai mitoa yang selalu saya dengar dari orangtua, saudara,teman dan orang-orang sekitar saya. Hal tersebut dikatakan mitos karena terdapat beberapa hal yang menurut saya tidak logis seperti 'duduk menghalangi pintu dapat membuat susah mendapatkan jodoh' hal ini dikatakan dapat mitos masih sulit untuk ditemukan kebenarannya. Mitos-mitos yang saya sebutkan diatas sebenarnya memiliki maksud agar tidak menghalangi orang yang akan keluar atau masuk menggunakan pintu.<br>2. Menurut saya sampai sekarang masih banyak masyarakat Indonesia yang mempercayai mitos. Ada yang mempercayai mitos diperuntukan menakut-nakuti, ada juga yang digunakan untuk memberi larangan, dan yang terakhir biasanya dikarenakan orang tua atau lingkungan sekitar yang masih melestarikan budaya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054074060/6b3925de7814a5101fcbd663a995cc42/Mitologi_Dan_Religi_4B_Nirmala_Puspa_193233059.docx" />
         <pubDate>2021-03-09 12:58:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1287221207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Samantha Yasmine (193233078)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1291600062</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Tulisan yang saya lampirkan pada minggu lalu adalah " Jangan Tidur Pada Saat Maghrib" merupakan mitos. Hal tersebut disebut mitos dikarenakan memiliki hal yang tidak dicapai dengan nalar manusia jika dibilang bisa terkena sial. karena menurut saya kesialan yang didapatkan oleh manusia sudah diatur oleh Sang Pencipta.<br>2. menurut saya, mengapa banyak masyarakat indonesia masih mempercayai mitos adalah karena mitos berkaitan erat dengan budaya yang dipegang oleh masyarakat itu sendiri</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-10 07:29:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1291600062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wisnu Pradana (193233066)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1293777746</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Tugas yang saya bahas kemarin merupakan tentang "Jangan Tidur Menghadap Pintu" karena Menurut masyarakat dahulu jika kita tidur dengan menghadap ke pintu maka kita akan mengalami ereup ereup, sepengalaman saya pribadi saya sering mengalami ereup ereup ketika sedang tertidur, saat terjadi ereup- ereup semua badan saya terasa kaku dan tak bisa bernafas hal yang pertama saya pikirkan setelah kejadian itu ialah mitos tersebut, namun setelah meninjau ulang , Ternyata ereup ereup merupakan hal biasa dalam medis, hal tersebut bisa terjadi ketika badan kita yang lelah ingin istirahat namun pikiran kita masih melakukan aktivitas seperti biasa<br><br>Dari hal diatas yang saya simpulkan mengapa hal tersebut adalah mitos karena hal tersebut karena kata kata itu sering diucapkan oleh orang terdahulu sebagai peringatan jangan tidur menghadap pintu karena pintu merupakan terjadinya sirkulasi angin yang masuk dan keluar dalam suatu ruangan namun dilebih-lebihkan kata katanya supaya orang yang diberi peringatan takut untuk melakukan hal tersebut</div><div><br><br></div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-10 16:24:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1293777746</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aghnya Via Rainny (193233057) 4B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1294287101</link>
         <description><![CDATA[<div>-&gt; Tugas yg buat minggu lalu yaitu mengenai ritual "Siraman" yg dilakukan sehari sebelum acara pernikahan. Ritual siraman ini merupakan salah satu yg termasuk ke dalam bentuk mitos karena didalamnya tidak ada bukti akurat yg menandakan bahwa itu benar, tujuan utama dalam siraman ini ialah sebagai bentuk mensucikan diri sebelum menjelang resepsi pernikahan atau bisa juga disebut pelepasan calon pengantin wanita dari kedua orang tuanya maka harus dibersihka dulu atau disucikan sebelum berlangsungnya kehidupan baru setelah pernikahan.<br><br>-&gt; Secara tidak langsung masyarakat Indonesia masih sangat mempercayai adanya sebuah mitos terlebih mereka yg sangat kental akan adat dan budayanya, dengan mengadakan semacam upacara adat, ritual, syukuran itu adalah bentuk sebuah mitos yg hanya kita percaya dengan ucapan "semoga" tanpa kita tahu kebenarannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1072285910/e0c8cc0bf3b70c52e3e0983d9cda8122/Pengalaman_Ritual_Siraman_RELIGI_DAN_MITOLOGI.docx" />
         <pubDate>2021-03-10 17:48:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1294287101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Razardie Ajimat Utama 18323079</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1309039020</link>
         <description><![CDATA[<div>Di ceuceh<br>Seperti tugas yang saya buat pada tugas tugas sebelumnya, di ceceuh adalah sebuah cerita rakyat yang termasuk cerita mitos, karena tidak semua masyarakat percaya akan ritual di ceceuh dan hanya beberapa sajah yang masih melakukan. <br>Mengaoa percaya mitos?<br>Karena masyarakat sudah ter dokrin oleh kebiasaan kebiasaan orang orang terdahulu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-15 05:09:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1309039020</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zaidhan Risyad Alfain Ramadhan (193232046)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1585240549</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Tugas yang saya bahas sebelumnya ialah mengenai Palang Pintu yang merupakan ritual pernikahan adat betawi. Palang Pintu merupakan tradisi yang menjadi bagian dari upacara pernikahan masyarakat Betawi. Palang pintu menggabungkan seni beladiri dengan seni sastra pantun. Dalam tradisi ini, jawara yang bertindak sebagai perwakilan mempelai laki-laki dan perempuan akan saling menunjukan kemampuan memperagakan gerakan silat dan melontarkan pantun satu sama lain. Setelah menunjukkan beberapa gerakan silat dan saling berbalas pantun, baru rombongan mempelai pria bisa masuk ke area rumah mempelai perempuan untuk melanjutkan prosesi pernikahan.<br>2. menurut saya, alasan mengapa masyarakat percaya dengan adanya mitos karna mitos tersebut telah menjadi budaya bahkan foklor dari generasi ke generasi sehingga telah melekat pada kehidupan masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1226636083/e5cf4ea9618e8b506cd83d421e531a3a/Ritual_Pernikahan_Betawi.docx" />
         <pubDate>2021-06-04 13:39:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1585240549</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1628103716</link>
         <description><![CDATA[<div>Titan Marvin S<br>193233076<br>Tulisan saya sebelum nya adalah tentang mitos yg berkembang di masyarakat,, terutama dilingkungan sekitar saya..<br>Saya mengambil mitos tentang menabrak kucing,, sering kali kita dengar bahwa jika kita menabrak kucing biasanya kita akan tertimpa suatu musibah,, hal ini cukup membuat kita waspada atau bahkan ketakutan ketika kita tidak sengaja menabrak kucing,, tapi dari sudut pandang saya,, mau hewan apapun itu kalo kita berniat baik dan bertanggung jawab pasti tidak akan terjadi apa apa,, jadi jangan berpikir kalo kita menabrak kucing akan sial tetapi kalo kita menabrak hewan lain tidak apa apa,, semua tergantung pada niat kita,, jiká kita berniat baik pasti Tuhan akan selalu melindungi kita.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-28 09:03:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/neneng_lahpan/kowlesng1vjgvcj3/wish/1628103716</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
