<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Fakta Pangan by arvieto luthfi</title>
      <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-30 12:03:22 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-04-20 13:50:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Apa itu gandum?</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1367646309</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Gandum merupakan sekelompok tanaman serealia dari suku padi-padian yang kaya akan karbohidrat.<br>Source:Wikipedia</div>]]></description>
         <enclosure url="https://healtysources.com/wp-content/uploads/2020/12/perbedaan-gandum-dan-oat.jpg" />
         <pubDate>2021-03-30 12:05:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1367646309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebutuhan Gandum Di indonesia</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1367657037</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia sepenuhnya masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan gandum.&nbsp; Sejak 2018, Indonesia menjadi negara pengimpor gandum terbanyak didunia dengan jumlah 10.096.299 juta ton. Ini merupakan 6,1 % dari jumlah total impor dunia (BPS,2019). Posisi Indonesia sebagai pengimpor gandum nampaknya tidak akan berubah karena pesatnya konsumsi kebutuhan domestik terhadap gandum baik untuk orang dan ternak. Diperkirakan Indonesia akan membutuhkan sekitar 11,3 juta ton gandum dari pasar global pada periode 2019-2020 (USDA, 2019).<br>Source: http://news.unair.ac.id</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 12:09:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1367657037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upaya Penanaman Gandum Di indonesia</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1367667978</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut data Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Kementan, potensi pertanaman gandum paling besar di papua sekitar 976 ribu ha, di NTT bisa dikembangkan sampai 52 ribu ha.&nbsp;<br><br></div><div>Kepala Subdirektorat Jagung dan Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Andi Muhammad Saleh menambanhkan, meskipun tanaman gandum memiliki potensi untuk bisa dikembangkan di Indonesia, masih terdapat banyak tantangan dalam usaha pengembangannya.<br><br></div><div>Menurutnya, salah satu kendala dalam upaya pengembangan tanaman gandum adalah terbatasnya tersedianya galur-galur gandum yang cocok ditanam di Indonesia, sesuai dengan karakteristik masing-masing lahan di Indonesia.<br><br></div><div>Terpisah, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Muhammad Azrai menegaskan sejumlah wilayah di Indonesia mempunyai prospek bagi pengembangan gandum, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang memiliki suhu rendah pada periode tertentu. Daerah tertentu di NTT (Soe) dan Papua (Merauke) cocok untuk pengembangan gandum.<br><br></div><div>Source:https://www.wartaekonomi.co.id</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 12:13:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1367667978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil Olahan Gandum</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1367674667</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Roti gandum.</li><li>Roti tawar.</li><li>Oatmeal.</li><li>Mie.</li><li>Pasta.</li><li>Kue kering.</li><li>biskuit.</li></ul><div>Source:https://www.ahyari.net</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-30 12:15:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1367674667</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa itu kedelai?</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371645644</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kedelai</strong>, atau <strong>kacang kedelai</strong>, adalah salah satu tanaman jenis polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Timur">Asia Timur</a> seperti <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sari_kedelai">susu</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kecap">kecap</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tahu">tahu</a>, dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tempe">tempe</a>. Berdasarkan peninggalan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Arkeologi">arkeologi</a>, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Timur">Asia Timur</a>.<br>Source: Wikipedia</div>]]></description>
         <enclosure url="https://doktersehat.com/wp-content/uploads/2011/12/doktersehat-kedelai-alergi.jpg" />
         <pubDate>2021-03-31 13:09:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371645644</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebutuhan Keledai Di indonesia</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371656754</link>
         <description><![CDATA[<div>produktivitas kedelai di Indonesia berkisar 1,5-2 ton per hektar, sedangkan produktivitas di AS mencapai 4 ton per hektar. Produktivitas di AS lebih tinggi lantaran tanaman kedelai mendapatkan penyinaran matahari sekitar 16 jam, sedangkan Indonesia berkisar 12 jam. Made memperkirakan, rata-rata impor kedelai Indonesia mencapai 2 juta-2,5 juta ton per tahun. Dari total volume impor itu, sekitar 70 persen di antaranya dialokasikan untuk produksi tempe, 25 persen untuk produksi tahu, dan sisanya untuk produk lain. Sementara itu, rata-rata kebutuhan kedelai di Indonesia mencapai 2,8 juta ton per tahun. Indonesia sebenarnya pernah mengalami swasembada kedelai pada tahun 1992. Saat itu produksi kedelai dalam negeri mencapai 1,8 juta ton. Tempe di Pasar Sudah Berkurang Sementara, saat ini produksi kedelai menyusut drastis tinggal di bawah 800.000 ton per tahun dengan kebutuhan nasional sebesar 2,5 juta ton, terbanyak untuk diserap industri tahu dan tempe. Dalam nota keuangan tahun anggaran 2021, pemerintah menargetkan produksi kedelai 420.000 ton pada tahun 2021. Pada tahun ini, produksi diperkirakan berkisar 320.000 ton atau lebih rendah dibandingkan produksi tahun 2019 yang mencapai 420.000 ton. Kedelai lokal unggul dari impor dalam hal bahan baku pembuatan tahu. Rasa tahu lebih lezat, rendemennya pun lebih tingi, dan resiko terhadap kesehatan cukup rendah karena bukan benih transgenik. Sementara kedelai impor sebaliknya. Sekalipun unggul sebagai bahan baku tahu, kedelai lokal punya kelemahan untuk bahan baku tempe. Tempe, Tapi Kedelainya Impor dari AS Penyebabnya, ukuran kecil atau tidak seragam dan kurang bersih, kulit ari kacang sulit terkelupas saat proses pencucian kedelai, proses peragiannya pun lebih lama. Lalu setelah berbentuk tempe, proses pengukusan lebih lama empuknya. Bahkan bisa kurang empuk. Dalam hal budidaya kedelai baik lokal maupun impor punya kelebihan masing-masing. Kedelai lokal memeliki umur tanaman lebih singkat 2,5 - 3 bulan daripada impor yang mencapai 5 - 6 bulan. Benihnya pun lebih alami dan non-transgenik. Akan tapi dalam hal produktivitas dan luas lahan, kedelai impor lebih tinggi. Bila varietes lokal umumnya masih berproduksi di bawah 2 ton per hektare, maka impor bisa mencapai 3 ton per hektarenya. Baca juga: Apa Kabar Janji Jokowi Turunkan Harga Daging Sapi Jadi Rp 80.000 Per Kg? Biji impor pun umumnya lebih besar. Lemahnya produktivitas kedelai lokal tersebut tidak didukung oleh industri perbenihan yang kuat, mekanisasi usaha tani berskala besar serta efisien, dan juga lahan khusus kedelai yang luas.&nbsp; Data Gabungan Asosiasi Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo), selain dari Amerika Serikat, kedelai yang dipasok untuk para pengusaha tahu dan tempe didatangkan dari Kanada, Brasil, dan Uruguai.<br>Source:https://money.kompas.com/read/2021/01/03/134256526/mengapa-indonesia-begitu-bergantung-pada-kedelai-impor-dari-as?p</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:12:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371656754</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan (Gandum)</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371683826</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi,Indonesia masih mengimpor gandum,negara yang biasanya mengimpor gandum adalah negara australia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:19:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371683826</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upaya penanaman Kedelai</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371704421</link>
         <description><![CDATA[<div>Dengan produktivitas kedelai yang bisa mecapai 3 ton/ha, Menteri Pertanian&nbsp; Dr. Suswono optimis sewasembada kedelai pada 2014 akan tercapai. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian pada acara panen perdana kedelai disela-sela hutan jati di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi (9/1/2012).<br><br></div><div>Kementerian Pertanian menyerahkan&nbsp; benih kedelai kelas FS sebanyak 3 ton kepada ketua Kelompok LMDH dari KPH Ngawi, Bojonegoro dan Blitar.&nbsp; Pengembangan kedelai pada MH I (Oktober/Nopember – Januari/Februari) memiliki nilai strategis, karena dapat menghasilkan&nbsp; benih sumber pada MH II (Februari-Mei). &nbsp; Apabila sebagian hasil produksi (70% nya) tersebut dijadikan benih, maka dari luasan 8,5 ha akan diperoleh benih kelas SS sebanyak 8.500 kg yang dapat di tanam untuk luasan 213 ha, dan diperkirakan dapat menghasilkan benih ES sebanyak 213.000 kg. &nbsp;<br><br></div><div>Menteri Pertanian mengharapkan agar para petugas perhutani dan petani LMDH mampu menerapkan teknologi budidaya kedelai di kawasan hutan dan akan memberikan tambahan produksi kedelai nasional.<br><br></div><div>Kementerian Pertanian berkerjasama dengan Kementerian Kehutanan dan Perhutani melaksanakan Gelar Teknologi Budidaya Kedelai di kawasan hutan jati dalam rangka a) mendiseminasikan inovasi teknologi kepada pengguna, khususnya di lahan hutan jati, b) melaksanakan Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Kemitraan (GP3K), c) meningkatkan pendapatan petani sekitar hutan (pesanggem = petani penggarap di kawasan hutan), dan d) pelestarian kesuburan lahan hutan karena dampak dari tanaman kedelai. Selain itu, pengembangan teknologi budidaya kedelai di kawasan hutan sangat mendukung program pengadaan benih melalui jalur benih antar lapang antar musim yang di kenal dengan Program JABALSIM.<br><br></div><div>Luas kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani memiliki potensi untuk ditanami tanaman pangan (padi, jagung, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau) sekitar 169.000 ha dengan pola tumpang sari, yang sebarannya sebagai berikut: 1) 49.000 ha di Unit I Jawa Tengah, 2) 78.000 ha di Unit II Jawa Timur, dan 3) 42.000 ha di Unit III Jawa Barat. Sedangkan potensi lahan dibawah tegakan yang dapat ditamai ubi-ubian (ubijalar dan ubi potensial lainnya) mencapai 350.000 ha. Seluruh areal tersebut apabila dibudidayakan tanaman pangan secara tumpang sari akan menambah produksi pangan daerah dan sekaligus memberikan tambahan pendapatan kepada petani yang berada di kawasan hutan tersebut.<br>Source:https://www.litbang.pertanian.go.id/info-aktual/1070/</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:24:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371704421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>apa itu  jagung?</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371722862</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Jagung</strong> (<em>Zea mays</em> ssp. <em>mays</em>) adalah salah satu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_pangan">tanaman pangan</a> penghasil <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat">karbohidrat</a> yang terpenting di dunia, selain <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gandum">gandum</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Padi">padi</a>. Bagi penduduk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Tengah">Amerika Tengah</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan">Selatan</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bulir">bulir</a> jagung adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pangan_pokok">pangan pokok</a>, sebagaimana bagi sebagian penduduk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a> dan beberapa daerah di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://mesinpertanian.id/wp-content/uploads/2019/08/Ilustrasi-jagung-@Kemendag.jpg" />
         <pubDate>2021-03-31 13:29:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371722862</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebutuhan jagung di indonesia</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371731430</link>
         <description><![CDATA[<div>Dewan Penasihat GPMT Sudirman berharap, jika memang harus melakukan impor, sebaiknya hal itu dilakukan segera. Tujuannya, agar kejadian yang sama seperti tahun lalu di mana impor tiba ketika panen sedang berlangsung tidak terjadi lagi.</div><div><br>"Idealnya impor sebelum Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020 atau Oktober sampai Desember 2019," katanya seperti dikutip Bisnis, Senin 22 Juli 2019.<br><br></div><div><br>Sudirman mengatakan, tanpa substitusi kebutuhan jagung dengan gandum untuk pakan ternak, Indonesia berpotensi mengimpor 2,5 hingga 3 juta ton jagung per tahun. Namun, dengan adanya substitusi jagung dengan produk lain seperti gandum atau olahan gandum, maka potensi impor jagung tahun ini tidak akan sebesar angka tersebut.<br><br></div><div><br>“Kemungkinan besar iya [akan impor], terutama untuk memenuhi kebutuhan peternak,” katanya.<br><br></div><div><br>Potensi impor tersebut mengacu pada data yang dikeluarkan oleh The United States Department (USDA) of Agriculture yang dirilis pada 26 Maret 2019 lalu. Adapun laporan USDA mencatat bahwa upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi jagung dengan menetapkan harga acuan terendah dan penyaluran subsidi telah meningkatkan luas tanam yang diestimasi mencapai 3,7 juta hektare (ha) pada kurun waktu 2018/2019.<br><br></div><div><br>Sebagai hasilnya, USDA memperkirakan produksi jagung Indonesia untuk 2018/2019 akan mencapai 11,9 juta ton. Kendati demikian, terdapat pergeseran pada musim tanam, khususnya musim tanam pertama yang seharusnya dimulai pada Oktober 2018.&nbsp;<br><br></div><div><br>Secara total, USDA memprediksi <a href="https://bisnis.tempo.co/read/1178185/kementan-jelaskan-perkara-impor-jagung-dan-gandum-pakan-ternak">impor jagung</a> Indonesia untuk segala kebutuhan akan mencapai 850.000 ton untuk kurun waktu 2018/2019, termasuk yang telah dilakukan sejak akhir 2018 lalu.<br>Source:https://bisnis.tempo.co/read/1227247/kebutuhan-tinggi-tahun-ini-indonesia-tetap-impor-jagung/full&amp;view=ok<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:31:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371731430</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil olahan Kedelai</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371737440</link>
         <description><![CDATA[<div>-Tempe<br>-Tahu<br>-kecap&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:32:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371737440</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upaya memenuhi pangan jagung</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371761394</link>
         <description><![CDATA[<div>Kementerian Pertanian (Kementan) diminta lebih rasional dalam upaya mengejar target swasembada pangan untuk beberapa komoditas, salah satunya jagung. Ini mengacu pada data ekspor-impor kepabeanan yang menunjukkan masih adanya impor jagung.<br><br></div><div>Impor jagung berdasar data Bea dan Cukai mencapai 330,8 juta Kg pada periode Januari-Juli 2018.<br><br></div><div>Pengamat Indef, Bhima Yudhistira menilai impor komoditas jagung sebenarnya masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Sebab, pasokannya belum dapat terpenuhi melalui produk lokal.<br><br></div><div>"Impor jagung masih dibutuhkan, khususnya untuk suplai ke pakan ternak ayam. Sekarang, ketika impor jagungnya dibatasi, akhirnya peternak mencari pakan gandum yang berasal dari impor," kata Bhima dikutip dari Antara, Rabu (15/8).<br><br></div><div>Bhima mengatakan impor komoditas jagung ini masih diperlukan untuk memenuhi pasokan dalam negeri daripada terjadi kenaikan harga yang memberatkan konsumen. Untuk itu, dia mempertanyakan klaim bahwa sudah terjadi swasembada jagung, meski pemenuhan impor masih terjadi.<br><br></div><div>Selain itu, tambah dia, kegaduhan mengenai pemenuhan kebutuhan dalam negeri selalu disertai oleh persoalan data ekspor impor pangan. "Soal data harusnya cuma BPS yang berhak keluarkan data pangan baik pasokan dan kebutuhan pangan," kata Bhima.<br><br></div><div>Tidak hanya untuk pakan ternak, kebutuhan jagung untuk bahan baku industri makanan dan minuman saat ini masih harus dipenuhi dari impor. Pasalnya, jagungï¿½"dent corn"ï¿½yang memiliki kadar tepung tinggi belum diproduksi di dalam negeri.<br><br></div><div>"Dent corn"ï¿½atau yang dikenal sebagai jagung gigi kuda memiliki kandungan tepung yang tinggi sehingga cocok untuk industri makanan seperti keripik jagung, tepung maizena, keripik tortilla maupun taco.<br><br></div><div>Berdasarkan data ekspor-impor kepabeanan, Indonesia ternyata tetap mengimpor jagung. Tercatat ada sebanyak 330,8 juta kg jagung yang diimpor sepanjang Januari-Juli 2018 dengan HS Code 10059090. Ada juga impor bibit jagung dengan HS Code 10051000 sebanyak 227,3 ribu kg.<br><br></div><div>Jumlah impor jagung tersebut bahkan lebih besar dibandingkan jumlah jagung yang telah dieskpor. Pada periode yang sama, jumlah ekspor jagung dengan HS Code 10059090 sebanyak 274,9 juta kg.<br><br></div><div>Ketua Dewan Jagung Maxdeyul Sola mengakui saat ini produksi jagung Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan industri pangan yang membutuhkan jagung jenis 'dent corn' sehingga impor tidak bisa dihindari.<br><br></div><div>Ketidakcocokan produksi dengan kebutuhan industri pangan ini disebabkan kandungan alfatoksin produksi jagung nusantara yang kerap melebihi batas kebutuhan industri pangan sebesar 20 ppg. "Jadi kita baru bisa menanam, tapi tidak bisa mengamankan produksi yang dihasilkan masyarakat," ujarnya.<br><br></div><div>Menurut Max, industri makanan dan minuman sepakat untuk membantu pengembangan jagung 'dent corn' sambil menunggu kebijakan mengenai larangan impor.<br><br></div><div>"Pasalnya, Dewan Jagung akan mengajukan. Kalau memang sudah ada produksi dalam negeri, kita akan ajukan stop impor,"<br>Source:https://www.merdeka.com/uang/indonesia-masih-butuh-impor-jagung-ini-sebabnya.html</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:38:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371761394</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil olahan jagung</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371765283</link>
         <description><![CDATA[<div>-tortila<br>-Tepung jagung<br>-jus jagung<br>Source:http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/75587/beberapa-contoh-pembuatan-produk-olahan-jagung/</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:39:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371765283</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan (Jagung)</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371773600</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia masih mengimpor jagung walaupun produksi  jagung di indonesia masih banyak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:41:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371773600</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan kedelai</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371776682</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia masih mengimpor kedelai dan pemerintah di indonesia belum terlalu memikirkan pangan kedelai dan memikirkan pangan lain terlebih dahulu sehingga produksi kedelai semakin menurun</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:42:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371776682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pangan alternatif di indonesia</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371783337</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Ubikayu (Manihot esculanta).</li><li>Ubi Jalar (Ipomea batatas).&nbsp;</li><li>Sagu (Metroxylon sagu Rottb.)</li><li>Sukun (Artocarpus altilis)</li></ol><div>Source:https://genagraris.id/post/kandungan-dan-keunggulan-lima-sumber-pangan-alternatif-pengganti-nasi</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 13:44:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1371783337</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Food Waste di indonesia </title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1437852846</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara penghasil food waste atau limbah makanan tertinggi di dunia. Hal tersebut tercantum dalam laporan berjudul “Fixing Food: Towards the More Sustainable Food System” yang dirilis The Economist pada 2011. Dalam laporan tersebut dinyatakan bahwa rata-rata orang Indonesia membuang pangan sekitar 300 kilogram setiap tahunnya. Baca juga: Apa Bedanya Food Loss dan Food Waste? Limbah Makanan yang Jadi Masalah “Suatu angka yang luar biasa dan memprihatinkan, yang jelas ini jadi ancaman bagi ketahanan pangan dan gizi Indonesia,” kata Vice Chairperson of CODEX Alimentarius Commission Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, MSc., CFS., narasumber dalam acara webinar “Foodcycle World Food Day 2020” pada Jumat (9/10/2020). Selain jadi hal yang memprihatinkan, hal tersebut juga sekaligus jadi ironi tersendiri. Pasalnya, di saat yang sama masih banyak orang Indonesia yang mengalami kekurangan pangan bahkan kelaparan. Kondisi status gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia Menurut Purwiyatno, ketahanan pangan dan gizi yang baik bisa tercermin dari jumlah individu yang mampu hidup sehat, aktif, dan produktif. Itu jadi indikator dari keamanan pangan dan keamanan nutrisi penduduk suatu negara. Baca juga: 5 Manfaat Zero Waste Cooking, Tren Kurangi Sampah Makanan Di Indonesia menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka balita yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk adalah 17,7 persen. Angka tersebut relatif turun jika dibandingkan pada data tahun 2013 yakni sekitar 19,6 persen. Lihat Foto Ilustrasi anak-anak kekurangan makanan(Shutterstock/coffee prince) Namun walau begitu, bisa dibilang angka tersebut masih cukup tinggi dan belum mencapai target. “Itu artinya sampai sekarang ini masih terdapat 18 dari 100 balita terindikasi adanya kekurangan konsumsi pangan dan kelaparan pada sebagian besar atau sebagian penduduk Indonesia,” papar Purwiyatno. Selain masalah kekurangan gizi, masalah stunting pada balita juga penting dalam hal ketahanan pangan dan gizi yang baik. Baca juga: Tips Kurangi Sampah Makanan, Olah Semua Bagian Bahan Makanan Menurut data Riskesdas yang sama, jumlah balita yang pendek dan sangat pendek dari tahun 2007 sekitar 37,2 persen telah menurun menjadi 30,8 persen pada 2018. Namun lagi-lagi jumlah ini belum juga mencapai target. Angka tersebut masih terlalu tinggi. “Data ini menunjukkan permasalahan mengenai kekurangan pangan dan kelaparan. Baik kelaparan yang kentara maupun yang tidak kentara,” tutur Purwiyatno. Kondisi status penduduk yang kelebihan berat badan Di sisi lain, data Riskesdas menunjukkan jumlah penduduk Indonesia yang mengalami kelebihan berat badan. Baca juga: Suka Coba Makanan dan ke Kafe Baru? Jangan Lupa Habiskan Makanannya Ada peningkatan jumlah individu dengan umur lebih dari 18 tahun yang mengalami berat badan berlebih. Disebutkan bahwa ada 8,6 persen orang dewasa yang mengalami berat badan berlebih pada 2007. Sementara pada 2018, jumlah tersebut meningkat menjadi 13,6 persen. Lihat Foto Ilustrasi obesitas yang memengaruhi tekanan darah tinggi.(SHUTTERSTOCK) Sementara untuk obesitas, ada sekitar 10,5 persen orang dewasa yang mengalami obesitas pada 2007. Jumlah tersebut naik dua kali lipat menjadi 21,8 persen pada 2018. Purwiyatno menyebutkan angkat tersebut adalah cerminan bahwa individu mempunyai status kesehatan, aktivitas, dan produktivitas yang kurang prima. “Kondisi ini tidak serta merta menunjukkan ketersediaan pangan telah melimpah, tetapi bisa mencerminkan kualitas pangan yang tersedia kurang baik,” jelas Purwiyatno. Obesitas bukan tanda pangan berkualitas Jumlah peningkatan orang Indonesia yang obesitas, disebutkan Purwayitno bisa menjadi tanda banyak individu yang mengonsumsi sumber pangan berkalori tinggi.&nbsp; Terutama makanan yang menganduk lemak dan minyak dalam jumlah banyak.&nbsp; Baca juga: FoodCycle Indonesia, Bantu Kurangi Limbah Makanan di Jabodetabek Sumber pangan tersebut secara umum memang punya harga pasaran yang lebih murah. Itu menunjukkan, kata Purwiyatno, bahwa Indonesia memiliki masalah soal ketersediaan pangan. Khususnya ketersediaan pangan yang aman dan bergizi. Hal tersebut semakin diperparah dan jadi ironi dengan adanya laporan The Economist tadi. Apalagi ada juga laporan sejenis dari Food Food and Agriculture (FAO) dari Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) yang berjudul “Global Food Losses and Food Wastes”. Laporan tersebut menyatakan bahwa secara global, kira-kira 1/3 pangan yang diproduksi untuk konsumsi manusia ternyata hilang karena tercecer atau susut sebelum diolah untuk konsumsi. Sampah bahan makanan dari panen, pasca-panen, sampai distribusi ini yang disebut food loss. Selain food loss, ada juga yang terbuang mubazir menjadi limbah (food waste) di mana jumlahnya sangat besar yaitu sekitar 1,3 miliar ton per tahunnya.<br>Source:https://www.kompas.com/food/read/2020/10/13/171900475/indonesia-negara-penghasil-limbah-makanan-peringkat-kedua-tertinggi-di?page=all<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 13:38:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1437852846</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketahanan pangan di indonesia</title>
         <author>arvietoluthfi</author>
         <link>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1437913901</link>
         <description><![CDATA[<div>Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Setiap manusia memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Agar kebutuhan pangan masyarakat bisa tercapai, maka perlu dilakukan beberapa usaha. Salah satunya adalah dengan cara mewujudkan ketahanan pangan. Dilansir dari buku Urban Farming untuk Ketahanan Pangan (2019) karya Sitawati, Euis Elih, dan Dewi Ratih, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan. Tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah dan mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Baca juga: Manajemen Sumber Daya Manusia: Tujuan dan Fungsinya Aspek ketahanan pangan terdiri dari ketersediaan jumlah, keamanan, dan keterjangkauan harga. Ketersediaan pangan dibagi menjadi dua, yaitu cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan masyarakat. Dari pembagian tersebut dapat diketahui bahwa masalah ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Masalah ketahanan merupakan salah satu masalah yang cukup serius. Sebab kesejahteraan masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan pangan. Oleh sebab itu, ketahanan pangan mutlak untuk diwujudkan. Ketahanan pangan yang kuat akan berdampak pada pembangunan ekonomi yang kuat pula. Strategi mewujudkan ketahanan pangan Upaya pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan terlihat dari pembentukan Badan Ketahanan Pangan yang bernaung di bawah Kementerian Pertanian. Baca juga: Potensi Sumber Daya Manusia dan Upaya Pemanfaatannya Program utama Badan Ketahanan Pangan adalah program diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat. Program tersebut diwujudkan melalui beberapa fokus kegiatan. Dilansir dari laman resmi Badan Ketahanan Pangan, dijelaskan beberapa fokus kegiatannya, yaitu: Pemerataan kesejahteraan dan penanganan kemiskinan dan rawan pangan Kegiatan ini diwujudkan melalui program pekarangan pangan lestari, pengembangan korporasi usaha tani, program lumbung pangan masyarakat, dan program pertanian keluarga. Stabilitas harga dan pasokan pangan Kegiatan ini diwujudkan melalui pengembangan usaha pangan masyarakat, monitoring harga dan pasokan pangan, serta cadangan pangan. Peningkatan diversifikasi pangan Kegiatan ini diwujudkan melalui pengembangan industri pangan lokal dan gerakan konsumsi pangan beragam bergizi seimbang dan aman. Baca juga: Mengelola Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Pengawasan keamanan pangan dan mutu pangan segar asal tumbuhan Kegiatan ini diwujudkan melalui pengawasan keamanan dan mutu pangan segar serta penguatan kelembagaan OKKP. Analisis, Kajian, dan Kebijakan Kegiatan ini diwujudkan melalui peta ketahanan dan kerentanan pangan, neraca bahan makanan, sistem kewaspadaan pangan dan gizi, serta monitoring stok beras di penggilingan dan di pedagang.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 13:50:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arvietoluthfi/kfwa3echt73nn0lv/wish/1437913901</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
