<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>1. Dari seluruh modul pelatihan yang diberikan (teori, praktik, sharing), bagian manakah yang paling signifikan mengubah pola pikir Anda tentang peran guru? Mengapa?                        2. Aspek mana dari pelatihan (materi, durasi, atau metode fasilitasi) yang menurut Anda paling perlu ditingkatkan atau disesuaikan agar lebih relevan dengan kondisi sekolah?             3. Apa satu strategi Aksi Implementasi Pembelajaran Mendalam yang Anda terapkan dan benar-benar berhasil mengubah siswa yang pasif menjadi siswa yang eksploratif? Ceritakan momen kunci tersebut. by KETUT MERTAMI</title>
      <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-18 01:45:00 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-04 09:15:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Ni Luh Kadek Sri Utari,S.Pd. (SDN 1 Pejeng Kawan)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617571619</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah praktik dan sharing. Karena melalui praktik saya bisa langsung merasakan penerapan strategi pembelajaran mendalam, sementara sharing membuka wawasan dari pengalaman nyata guru lain sehingga peran guru lebih sebagai fasilitator, bukan sekadar pemberi materi.</p><p><br/></p><p>2. Aspek yang perlu ditingkatkan adalah durasi. Waktu yang lebih panjang akan memberi ruang untuk menggali praktik lebih dalam dan mendiskusikan relevansinya dengan kondisi nyata di sekolah.</p><p><br/></p><p>3. Strategi yang berhasil adalah inkuiri kolaboratif, yaitu memberi kesempatan siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mencari solusi dari masalah nyata. Awalnya ada siswa yang pasif, tetapi ketika diberi peran khusus dalam kelompok, mereka mulai aktif bertanya, mengemukakan ide, dan mengeksplorasi informasi. Momen kuncinya adalah saat siswa berani menyampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas dengan percaya diri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:28:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617571619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Ambariati,S.Pd</title>
         <author>masihcantik908</author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617571823</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Bagian pelatihan yang paling mengubah pola pikir</strong></p><p>Bagian praktik penyusunan dan penerapan RPP Pembelajaran Mendalam mengubah pandangan saya bahwa guru bukan hanya penyampai materi, tetapi fasilitator yang menuntun siswa berpikir dan menemukan makna belajar sendiri.</p><p><strong>2. Aspek pelatihan yang perlu ditingkatkan</strong></p><p>Durasi dan metode fasilitasi perlu disesuaikan. Waktu praktik di kelas sebaiknya lebih banyak agar guru bisa langsung mencoba dan mendapat pendampingan nyata sesuai kondisi sekolah.</p><p><strong>3. Strategi implementasi yang berhasil</strong></p><p>Saya menerapkan pertanyaan pemantik dalam model PBL saat membandingkan banyak benda. Awalnya siswa pasif, tetapi setelah diajak berpikir dan berdiskusi, mereka menjadi lebih aktif dan berani mengeksplorasi ide.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:29:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617571823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Sulastri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617572541</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya tentang peran guru adalah <strong>Modul 5: Perencanaan Pembelajaran Mendalam. </strong></p><p>Alasannya: </p><p>Melalui modul 5 saya belajar menyusun RPPM sesuai prinsip dan pengalaman belajar PM. Kegiatan dalam modul ini juga saya mengetahui kerangka pembelajaran Mendalam. Dalam modul ini saya belajar bahwa perencanaan bukan sekadar menyusun langkah-langkah kegiatan belajar, tetapi merupakan proses berpikir kritis untuk memastikan setiap kegiatan benar-benar bermakna bagi siswa.</p><ol start="2"><li><p>Menurut saya, aspek yang paling perlu ditingkatkan dari pelatihan adalah <strong>metode fasilitasi</strong>. Meskipun materi yang diberikan sudah sangat bermanfaat dan aplikatif, metode penyampaian terkadang masih terlalu teoritis dan belum sepenuhnya menyesuaikan dengan kondisi nyata di sekolah. Selain itu, perlu juga adanya <strong>pendampingan lanjutan</strong> setelah pelatihan agar guru bisa mendapatkan umpan balik nyata saat menerapkan pembelajaran mendalam di sekolah.</p></li><li><p>Penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) berbantuan video edukatif dan LKPD inovatif. Momen kunci terjadi ketika siswa diminta berdiskusi dalam kelompok kecil. Dari kegiatan ini saya menyadari bahwa memberi ruang bagi siswa untuk menemukan dan menciptakan pengetahuannya sendiri jauh lebih efektif daripada sekadar memberikan jawaban. Strategi ini benar-benar membantu menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemandirian belajar siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:32:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617572541</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NI PUTU RATNA KUSUMA DEWI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617572542</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah ketika </strong> sesi sharing saya menyadari bahwa peran guru bukan hanya sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk berpikir kritis dan mandiri.</p><p><strong>2. Aspek yang perlu di tingkatkan adalah </strong></p><p> <strong>durasi waktu yang lebih panjang </strong> sehingga akan memberikan ruang menggali praktik lebih dalam. </p><p><strong>3.Strategi yang berhasil adalah </strong></p><p> <strong>pembelajaran berbasis proyek (project-based learning)</strong> dengan topik yang relevan bagi kehidupan sehari-hari siswa. Momen ini terjadi ketika saya memberikan tugas proyek membuat model sederhana tentang siklus air. Awalnya, siswa terlihat pasif dan ragu-ragu, namun setelah mereka mulai melakukan eksplorasi dan bekerja sama dalam kelompok, antusiasme mereka meningkat drastis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:32:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617572542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Jesica Dewi Sugradana, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617572793</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagian yang paling signifikan yang mengubah pola pikir saya adalah pada teori ,praktik dan sharing. </p><p>1. Sebelum melakukan praktik, saya mendapatkan bekal ilmu ttg pembelajaran mendalam  teori dan penjelasan dari modul harus dikuasai terlebih dahulu sebelum melakukan praktik. Dengan melakukan kegiatan praktik mengajar di sekolah sendiri dan kegiatan OJT saya jadi bisa membandingkan dimana letak kekuarangan yang saya miliki dan hal-hal apa </p><p>saja yang bisa saya ATM dari guru lainnya. Pada kegiatan sharing hal yang didapat adalah bisa meniru hal-hal baik yang sudah guru lain lakukan di sekolahnya.\</p><ol start="2"><li><p>Metode fasilitasi karena perlunya pendampingan selanjutnya agar penerapa disekolah bisa maksimal.</p></li><li><p>Strategi yang berhasil saya terapkan adalah PjBl karena mendorong kreativitas siswa dalam memecahkan masalah dan melakukan kegiatan diskusi kelompok  berbasis projek.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:33:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617572793</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Putu Yasmini </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617573181</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian yang mengubah peran guru adalah sharing dan berbagai praktek baik, karena dari kegiatan itu kita bisa membenah diri untuk peran kita sebagai guru agar lebih baik lagi, intinya saya belajar dan terus belajar.</p></li><li><p>Aspek durasi waktu lebih panjang dengan kegiatan untuk menggali praktik lebih dlm lagi</p></li><li><p>Strategi yang berhasil adalah menerapkan pembelajaran pematik dengan PBL. Siswa yg awalnya pasif menjadi lebih kreatif dan berfikir kritis serta aktif dalam kegiatan pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:35:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617573181</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pande Ayu Krisna Yulia Sari, S.Pd.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617573248</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah praktik dan refleksi pembelajaran mendalam. Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa peran guru bukan hanya sebagai pemberi materi, tetapi sebagai fasilitator yang menuntun siswa menemukan makna belajar secara mandiri.</p><p><br/></p><p>2. Aspek yang perlu ditingkatkan adalah durasi pelatihan. Waktu yang lebih panjang akan memberi ruang bagi peserta untuk mencoba, merefleksi, dan mendiskusikan hasil implementasi di sekolah agar penerapannya lebih kontekstual dan berkelanjutan.</p><p><br/></p><p>3. Saya menerapkan strategi Project Based Learning (PjBL). Momen kuncinya terjadi saat siswa yang awalnya pasif mulai aktif berdiskusi dan berinisiatif mencari informasi sendiri ketika membuat proyek sederhana tentang perubahan energi. Mereka tampak antusias, berani berpendapat, dan bangga mempresentasikan hasilnya di depan kelas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:35:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617573248</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Krisma Devi Yunika Manik, S.Pd.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617573310</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dari keseluruhan modul yang diberikan yang paling sugnifikan mengubah pola pikir saya yaitu sharing. Karena saya secara langsung mendapatkan ilmu dan bisa saya ATM (amati, tiru dan modifikasi) untuk di sekolah saya. selain itu juga dapat menambah wawasan saya dan memberikan pengalaman nyata</p></li><li><p>Aspek yang perlu ditingkatkan yaitu durasi, karena  dengan durasi yang tepat akan memberikan peserta untuk menggali ilmu dan lebih banyak waktu untuk berdiskusi</p></li><li><p>Strategi implementasi yang berhasil penerapan 3 prinsip pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. dengan menerapkan 3 prinsip  itu siswa semua ikut terlibat, sudah berani tampil untuk menyampaikan hasil diskusinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:35:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617573310</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Komang Ekawati, S. Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617574067</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Bagian yang pling signifikan mengubah pola pikir saya adalah sharing. Karena banyak pengalaman teman yang menginspirasi. </p><p>2.Aspek yang perlu ditingkatkan adalah durasi yang disesuaikan dengan kondisi disekolah. </p><p>3.Strategi yang pernah say terapkan adalah PBL dengan percobaan sederhana. Karena siswa senang untuk mencoba-coba. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:37:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617574067</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewa ayu sri widiari </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617574921</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Bagian yang paling berkesan yaitu disaat sharing dan praktek karena bisa merubah pola pikir kita dan menambah wawasan dalam membuat kegiatan pembelajaran yang lebih bermakna ,berkesadaran dan juga mengembiraka sehinga menrik minat anak didik</p><ol start="2"><li><p>aspek yang perlu ditingkatkan waktu yang lebih panjang ,sharing dan praktek di kelas lebih banyak dengan pengalaman yang berbeda.</p></li><li><p>strategi yang berhasil adalah inkuiri kolaboratif dengan belajar bekerja sama untuk mengerjakan tugas proyek serta memberikan pertanyaan pemantik bisa memancing siswa yang enggan berbicara atau mengungkapkan pendapat sehingga anak bisa aktif dengan diberikan pertanyaan pemantik .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:40:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617574921</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek melinda Dewi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575030</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya tentang peran guru adalah bagian <em>sharing</em> karena melalui cerita pengalaman rekan-rekan dari daerah yang berbeda dan kondisi sekolah yang berbeda juga saya menyadari bahwa peran guru tidak lagi sebatas sebagai pemberi materi, tetapi sebagai fasilitator pembelajaran dan pendamping tumbuh kembang karakter siswa.</p></li><li><p>Menurut saya aspek yang perlu ditingkatkan atau disesuaikan agar lebih relevan dengan kondisi sekolah adalah durasi pelatihan perlu disesuaikan. Banyak materi yang sangat relevan dan bermakna, namun seringkali waktu untuk mendalami dan mempraktikkannya terasa terbatas. </p></li><li><p>Strategi Implementasi Mendalam yang saya terapkan dan benar-benar berhasil mengubah siswa yang pasif menjadi siswa yang eksploratif adalah pembelajaran berbasis proyek. Dari pengalaman pribadi saya dalam pembelajaran saya membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan mengarahkan setiap kelompok agar menyelesaikan suatu proyek dengan berkolaborasi untuk menyusun kartu domino dengan kata-kata sinonim dan antonim agar menjadi pasangan kartu yang benar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:41:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575030</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desak Nyoman Oka Triadhi, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575039</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian shering pengalaman antar guru<strong> </strong>adalah yang paling signifikan mengubah pola pikir saya. Hal ini karena melalui cerita nyata dari rekan-rekan, saya menyadari bahwa tantangan dalam kelas sangat beragam dan tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan teori. di samping iti diskusi nyata membuat saya lebih sadar bahwa guru perlu fleksibel, reflektif, dan terbuka untuk terus belajar dari praktik baik orang lain. </p></li><li><p>Menurut saya, aspek yang paling perlu ditingkatkan adalah  durasi. Walaupun materi yang diberikan sudah relevan, namun durasi perlu lebih disesuaikan. banyak materi relevan dan bermakna namun seringkali waktu mendalami dan mempraktikkan terasa terbatas.</p></li><li><p>Salah satu strategi Aksi Implementasi Pembelajaran Mendalam yang saya terapkan adalah pembelajaran berbasis masalah (PBL). Saya meminta murid untuk melakukan observasi di lingkungan sekolah tentang rantai makanan. Ketika mereka melakukan observasi mereka sangat antusias untuk menemukan tumbuhan dan hewan yang kemudia di rangkai menjadi jaring-jaring makanan. momen kuncinya adalah dimana  ada salah satu siswa yang biasanya pendiam ketika presentasi dia mau menyampaikan pendapatnya ketika berdiskusi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:41:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Pande Kadek Dwijayanti, S.Pd (SDN 1 Tulikup)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575427</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Bagian modul yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah modul 1: Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara</strong></p><p>Mengapa?</p><ul><li><p>Modul ini menekankan bahwa <strong>guru bukan pusat pengetahuan</strong>, melainkan <em>pamong</em> yang mendampingi murid sesuai kodrat alam dan zamannya.</p></li><li><p>Menggeser pola pikir dari guru sebagai “pemberi materi” menjadi guru sebagai <strong>fasilitator, pengarah, dan teladan</strong>.</p></li><li><p>Menekankan asas <em>ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani</em>—yang memposisikan guru tidak selalu di depan, tapi juga di tengah bahkan di belakang untuk memberi dorongan.</p></li></ul><ol start="2"><li><p>Aspek yang paling perlu ditingkatkan atau disesuaikan agar lebih relevan dengan kondisi sekolah, adalah:</p><p><strong>Metode Fasilitasi</strong></p></li></ol><ul><li><p>Inilah aspek yang biasanya <strong>paling perlu disesuaikan</strong>.</p></li><li><p>Kadang pelatihan terlalu bersifat <em>ceramah</em> atau instruksional, padahal guru lebih terbantu dengan <strong>diskusi berbasis kasus nyata</strong>, <em>peer sharing</em>, atau simulasi pembelajaran.</p></li><li><p>Metode fasilitasi yang <strong>kolaboratif, partisipatif, dan berbasis praktik nyata</strong> akan jauh lebih relevan dengan kebutuhan guru di sekolah dasar.</p></li></ul><var>3. Strategi implementasi yang berhasil yaitu Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

Murid diajak membuat produk nyata (poster, drama, karya seni, percobaan sederhana).

Hasil: murid lebih antusias karena belajar terasa nyata dan menyenangkan.

3. Keterlibatan Aktif Murid (Student Agency)

Memberi ruang murid untuk memilih cara belajar atau cara menyampaikan hasil.

Contoh: saat menulis cerita, ada yang menulis panjang.

Hasil: murid lebih percaya diri, belajar sesuai gaya masing-masing.</var>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:42:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575427</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni ketut Nuriani, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575589</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1. Dari seluruh modul pelatihan yang diberikan bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya tentang peran guru adalah bagian praktik dan sharing karena melalui praktik kita sebagai guru dapat langsung mempraktikkan PM dan melalui sharing guru dapat mengambil praktik baik yang telah dilakukan teman sejawat untuk kemudian kita terapkan di tempat tugas kita.</p><p>2. Bagian yang perlu ditingkatkan atau disesuaikan agar lebih relevan adalah durasi waktu yang lebih panjang untuk dapat lebih banyak menerapkan ilmu yang dimiliki.</p><p>3.Penerapan pembelajaran based lerning (PBL) dengan vidio inovatif mampu mengubah siswa yang pasif menjadi aktif dan meningkatkan motivasi belajar siswa.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:42:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Wayan Yulianita, S.Pd</title>
         <author>niyulianita97</author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575607</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Bagian pelatihan yang paling penting mengubah pola pikir</strong></p><p>Bagian praktik penyusunan penerapan RPP pembelajaran mendalam mengubah pandangan saya bahwa guru bukan hanya sebagai penyampai materi tapi guru juga sebagai fasilitator yang membingbing siswa berpikir kritis , bermakna, dan mengembirakan.</p></li><li><p><strong>Aspek pelatihan yang perlu di tingkatkan</strong></p><p>fasilitas dan durasi waktu yang yang masih benyak harus di tingkatkan seperi ketersediaan proyektor di sekolah dan media ajar yang berfariasi dan beragam.</p></li><li><p><strong>Strategi implementasi yang berhasil</strong></p><p>saya menerapkan pertanyaan sebelum memulai pelajaran dalam model pembelajaran BJBL saat menjelaskan materi siklus hidup makluk hidup, awalnya mereka sangat pasif tetapi setelah diajak membuat rangkaian  daur hidup mengunakan LKPD mereka menjadi antusias dalam pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:42:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ni made ksamawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575695</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Bagian Pelatihan yang Paling Signifikan Mengubah Pola Pikir tentang Peran Guru</strong></p><p>Bagian <strong>"Sharing/Berbagi Praktik Terbaik"</strong> (atau modul yang menekankan peran guru sebagai <strong>Kolaborator dan Pengembang Budaya Belajar</strong>) adalah yang paling signifikan mengubah pola pikir saya.</p><ul><li><p><strong>Mengapa:</strong> Bagian ini menantang pandangan tradisional guru sebagai penyampai ilmu tunggal (<em>sumber utama</em>) dan mengubahnya menjadi <strong>Fasilitator, Kolaborator Inkuiri</strong>, dan <strong>Aktivator Budaya Belajar</strong>. Saya menyadari bahwa peran utama bukanlah 'mengajar' (memberikan informasi), tetapi <strong>menciptakan kondisi</strong> agar siswa dapat <em>mengembangkan</em> pembelajaran mendalam mereka sendiri, mengambil risiko, dan berkolaborasi secara nyata, mirip dengan apa yang akan mereka lakukan di dunia kerja.</p><ol start="2"><li><p>spek <strong>Durasi waktu</strong></p><p><strong>Peningkatan yang Diperlukan:</strong> <strong>Memperpanjang durasi sesi praktik implementasi langsung di kelas</strong> dengan pendampingan intensif (<em>coaching</em> individual) oleh fasilitator/mentor.</p></li><li><p>Strategi yang diterapkan adalah <strong>PBL ( Problem Base Learning ) Lintas Disiplin</strong> yang berfokus pada <strong>masalah nyata</strong> di lingkungan sekolah.</p></li></ol></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:43:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575695</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Wayan Apriliawati, S.Pd (SD Negeri 3 Pejeng Kawan)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575699</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah menyaksikan guru model pada saat mengajar mampu membuat saya mendapkan perspektif baru yang dapat memicu refleksi mendalam dan mengispirasi perubahan pola pikir dalam menerapkan pembelajaran yang lebih menarik di kelas.  </p><p>2.Aspek pelatihan yang perlu ditingkatkan yaitu durasi waktu sebaiknya parktik di kelas lebih banyak sehingga kita akan mendapatkan lebih banyak inspirasi dalam mengajar di kelas .</p><p>3. Strategi Impelementasi yang berhasil yaitu penerapan pembelajaran PBL karena dapat meningkatkan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:43:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Wiwin Tiras Sugi Artawan</title>
         <author>putuartawan91</author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575734</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menurut saya bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah teori dan praktik. sebelumnya saya memandang peran guru lebih banyak sebagai penyampai materi agar siswa memahami isi pelajaran. Namun setelah mengikuti PM, saya menyadari bahwa peran guru adalah sebagai fasilitator dan penggerak sehingga siswa mampu menemukan makna belajar, mengaitkan dengan kehidupan nyata, dan membangun pengetahuan secara mandiri. kemudian berkaitan dengan praktik, dengan adanya praktik saya mampu menyusun RPPM sesuai dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam.</p></li><li><p>Aspek yang menurut saya paling perlu ditingkatkan atau disesuaikan agar lebih relevan dengan kondisi sekolah yaitu aspek durasi waktu ketika praktik di kelas, supaya guru bisa langsung mendapat pendampingan sesuai dengan situasi nyata yang ada di sekolah.</p></li><li><p>Strategi pembelajaran yang sudah saya terapkan adalah strategi PBL yang mampu memicu berpikir kritis dan kolaborasi siswa dengan kelompok serta siswa mampu mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:43:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Wayan Lusman Antara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575743</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut saya yang paling mengubah pola pikir adalah praktik pembelajaran karena melalui praktek tersebut saya mengetahui dimana kekurangan diri saya pada saat mengajar dan hal apa yang saya dapatkan dan menurut saya bisa diterapkan disekolah saya sendiri.</p><ol start="2"><li><p>yang relevan dan perlu ditingkatkan disekolah menurut saya adalah fasilitas mengeingat kami disekolah fasilitas masih belum memadai seperti laptop, lcd, wifi dan teknologi lainnya, itu yang perlu ditingkatkan untuk menunjang kelancaran penerapan PM</p></li><li><p>strategi implementasi yang berhasil adalah membuat proyek dengan menggunakan metode PBL yaang awalnya siswa hanya belajar di dalam kelas dan pasif setelah saya mengajak siswa untuk belajar diluar ruangan dengan magsud siswa menemukan sendiri misalnya seperti perubahan bentuk energi dengan cara seperti itu pembelajaran jadi bermakna, bukan cuma menghafal materi saja.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:43:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Putu Indra Yustika,S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575868</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagian pelatihan yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah praktik penyusunan praktik aksi nyata. Hal ini karena melalui praktik, guru secara langsung merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif.</p><p>2. Aspek yang perlu ditingkatkan adalah waktu metode fasilitasi. Agar pada waktu praktik dikelas guru lebih interatif dan relevan dengan kondisi sekolah dapat meningkatkan keterlibatan peserta dan hasil belajar.</p><p>3.Menurut saya strategi implementasi pembelajaran mendalam yang berasil mengubah siswa pasif menjadi lebih aktif , antusias, dan mampu berkolaborasi dalam kelompok.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:43:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617575868</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desak Putu Putri Krisnawati, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576044</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dari seluruh modul pelatihan yang diberikan (teori, praktik, sharing) bagian yang dapat mengubah yaitu  praktik dan sharing dikarenakan dapat berbagi secara langsung dan menambah pengalaman baru bagi guru lain. </p></li><li><p>Aspek pelatihan yang perlu ditingkatkan yaitu durasi yang perlu ditingkatkan supaya guru memiliki waktu yang lebih untuk mempelajari materi secara mendalam. </p></li><li><p>Strategi yang berhasil diterapkan yaitu pembelajaran berbasis PBL, dimana siswa mampu menyelesaikan masalah secara sederhana yang mampu dikaitkan dengan kehidupan nyata (sehari-hari).</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:44:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Made Sri Rahayu Weda Wati,S.Pd. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576060</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> Dari seluruh model pelatihan  yang dapat mengubah yaitu bagian praktik dan sharing, karena dengan melakukan praktik langsung saya dapat menemukan kendala dan permasalahan yang saya alami  dengan penerapan pembelajaran mendalam </p><p>sedangkan  dengan sharing dapat menjadikan saya pribadi menambah pengalaman dan pengetahuan baru. </p></li><li><p>Aspek pelatihan yang perlu di tingkatkan durasi waktu  yang lebih panjang dalam pelatihan yang dapat  menjadikan semua guru untuk mencoba inovasi baru. </p></li><li><p>Strategi Implementasi yang berhasil  adalah saya menerapkan pembelajaran dengan model PBL yang dimana siswa mampu  menyelesaikan masalah dengan berhitung dari angka 1 sampai dengan 50 menggunakan  penjumlahan yang dimana siswa mampu berfikir secara kritis dan aktif di dalam kelompok dengan pembelajaran yang menyenangkan. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:44:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576060</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Putu Indah Wahyuni, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576232</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Yang paling signifikan bagi saya adalah praktik. Sebelumnya saya sering berpikir peran guru hanya sebagai penyampai materi, tetapi lewat praktik pembelajaran mendalam saya menyadari bahwa guru justru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk menemukan konsep sendiri. Hal ini mengubah pola pikir saya dalam merancang pembelajaran, dari sekadar memberi penjelasan menjadi menyediakan pertanyaan pemantik, aktivitas kolaboratif, dan ruang eksplorasi bagi siswa.</p><p>2. Menurut saya, yang perlu ditingkatkan adalah durasi. Jika durasi praktik diperpanjang, guru bisa lebih banyak mencoba strategi, mendiskusikan tantangan nyata, sekaligus mendapatkan umpan balik dari fasilitator agar lebih siap diterapkan di kelas.<br>3. Strategi yang saya terapkan adalah observasi dengan media gambar dan kartu urutan metamorphosis. Awalnya siswa hanya diam ketika saya menjelaskan tahap metamorfosis. Namun, saat saya membagi kartu bergambar (telur, ulat, kepompong, kupu-kupu) dan meminta mereka menyusunnya sesuai urutan, siswa yang biasanya pasif mulai aktif berdiskusi dan menunjukkan kartunya dengan percaya diri. Momen kunci terjadi ketika siswa bisa menjelaskan sendiri urutan metamorfosis di depan kelas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:44:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576232</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cok Istri Sri Paramita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576240</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian praktik<strong> </strong>(khususnya yang berfokus pada metode pembelajaran aktif) paling signifikan mengubah pola pikir tentang peran guru karena:</p><p>Melalui praktik langsung, dapat merasakan bagaimana strategi pembelajaran aktif memengaruhi keterlibatan dan pemahaman siswa, yang sulit didapatkan hanya dari teori.</p></li><li><p>aspek pelatihan yang perlu ditingkatkan adalah metode fasilitasi khususnya lebih banyak sesi praktik langsung dan studi kasus yang relevan dengan fasilitas terbatas</p></li><li><p>strateginya menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang fokus pada pemecahan masalah nyata.</p><p>momen kunci : memberikan tugas proyek tentang masalah lingkungan di sekitar sekolah kepada siswa yang cenderung pasif. Melalui proyek ini, siswa yang awalnya enggan berpartisipasi mulai berdiskusi, mencari solusi, dan berkolaborasi dalam kelompok. Mereka tidak lagi hanya menerima informasi, tetapi aktif mengidentifikasi masalah, meneliti solusi, dan mempresentasikan hasil kerja mereka secara penuh semangat, menunjukkan transformasi dari pasif menjadi eksploratif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:44:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESAK KETUT SRIWAHYUNI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576708</link>
         <description><![CDATA[<p>BAGIAN MODUL 1 DAN MODUL  7</p><p>KARENA PADA MODUL 1 TELAH MAMPU MERUBAH POLA PIKIR SAYA  DARI POLA PIKIR TETAP MENJADI POLA PIKIR BERTUMBUH, PADA MODUL 7 BISA MEMBERI SAYA PENGETAHUAN TENTANG BAGAI MANA MELAKUKANA ASESMEN,</p><p>SEDANGKAN PADA SELURUH KEGIATAN SAYA ANGGGAP PALING SIGNIFIKAN YAITU DALAM PENYUSUN RPPM, SAAT KEGIATAN OJT DIMANA SAYA BISA MELIHAT LANGSUNG BAGAIMANA TEMAN YANG MENJADI GURU MODEL MENERAPKAN PM DIKELAS.</p><p>SAYA JUGA MEMPEROLEH PENGETAHUAN LEBIH DARI KEGIATAN SHARING. KARENA MELALUI KEGIATAN ITU SAYA BISA MELIHAT JUGA MENDENGAR DAN MENGALAMIN BAGAIMANA PEMBELAJARAN MENDALAM YANG DILAKUKAN  DAN DITERAPKAN DIMASING MASING  SEKOLAH.</p><ol start="2"><li><p>Aspek pelatihan yang perlu ditingkatkan adalah</p><p>waktu pengerjaan tugas perlu ditambah lagi, dan fasilitas perlu perlu ditingkatkan lagi ditingkatkan.</p><p>Perlu diadakan lebih banyak praktik pratik di kelas dan juga presentasi didepan kelas sehingga makin banyak sumber dan banyak  contoh. sehingga bisa mencari perbandingan yang sesuia dengan kondisi sekolah.</p></li><li><p>Strategi implementasi yang berhasil</p><p>Saya menggunakan pertanyaan pematik dalam pembelajaran matematika menghitung angka samapai 50, yang mana diawal - awal siswa masih pasif namaun setelah diberi pertanyaan pematik dan dijelakan tujuan pembelajaran siswa menjadi lebih aktif dan atosias mereka lebih berani untuk berpikir secara kritis,menjawab serta penyampaikan hasil penugasannya seperti presentasi, dan juga makin berani untuk mengekplorasi tentang apa yang mereka pelajari.</p></li></ol><p>2.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:46:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617576708</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Made Dewantari, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577062</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian yang paling mengubah pola pikir saya adalah bagian praktik dan sharing . Karena melalui praktik langsung saya bisa merasakn bagaimana strategi pembelajaran mendalam yang diterapkan dikelas, kalau melalui sahring saya mendapat ide - ide baru dari rekan kerja sejawat.</p></li><li><p>Aspek yang perlu ditingkatkan adalah durasi dan metode fasilitasi. Durasi pelatihan menggunakan waktu yang fleksibel agar peserta lebih leluasa mendalami materi, sedangkan metode bisa disesuaikan dengan kondisi nyata sekolah .</p></li><li><p>Saya menerapkan strategi model PBL. Dari yang awalnya siswa tampak pasif, namun ketika mereka diminta membuat proyek sederhana yang bisa berhubungan dengan kehidupan sehari - hari , mereka mulai antusias , berdiskusi dan berani menyampaikan ide. Disini murid lebih berani dan percaya diri . </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:47:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Putu Ita Ulandari, S.Pd (SD Negeri 3 Petak)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577131</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya yaitu bagian praktik dan sharing, dimana melalui sesi ini saya menenjadi mengerti bahwa mengajar bukan sekedar penyampaian materi, namun memfasilitasi proses berpikir siswa. sharing dengan sesama guru membuka wawasan saya bahwa setiap guru memiliki cara yang beraneka ragam dalam menerapkan pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Aspek pelatihan yang perlu ditingkatkan yaitu durasi waktu yang lebih panjang agar dapat menggali praktik lebih dalam dan mendiskusikannya dengan relevansinya dengan kenyataan di sekolah.</p></li><li><p>strategi aksi implementasi pembelajaran mendalam yaitu ketika awalnya siswa yang kurang aktif menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran serta berani mengemukakan pendapat dan tidak takut salah</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:48:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>P. Prima Bella, S.Pd </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577147</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian pelatihan yang mengubah pola pikir tentang peran guru yaitu bagian penyusunan dan penerapan RPPM karena dalam perencanaan pembelajaran guru tidak hanya menyusun langkah-langkah pembelajaran dimana guru harus memastikan proses pembelajaran harus menggembirakan dan pembelajaran tersebut bermakna bagi siswa.</p></li><li><p>Durasi, dimana durasi pelatihan bisa dibuat lebih singkat mengingat kondisi sekolah dimana guru sangat terbatas. </p></li><li><p>Strategi yang berhasil diterapkan adalah PBL dimana dalam penerapan strategi ini siswa yang pasif bisa aktif dan siswa bisa berdiskusi satu sama lain menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengemukakan pendapat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:48:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ida I Dewa A. Trisna Arisanti, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577400</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian yang paling signifikan bagi saya adalah praktek dan sharing. karena saat terjun langsung ke sekolah untuk menerapkan pembelajaran mendalam saya merasakan secara langsung dampaknya terlihat siswa sangat senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran serta para guru mendapatkan pengimbasan pembelajaran dan bisa mempraktekkannya dikelas masing-masing. dalam kegiatan sharing saya dapat memecahkan beberapa masalah yang ditemukan disekolah bersama peserta pelatihan mendalam.</p></li><li><p>Durasi yang diperlukan untuk memahami pembelajaran mendalam perlu di perpanjang. </p></li><li><p>Strtegi implementasi yang sudah berhasil dilakukan yaitu menggunakan nyanyian yang berkaitan dengan materi yang diajarkan dan pemutaran video yang sangat membuat siswa menjadi fokus untuk mengikuti pembelajaran dikelas. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:48:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577400</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luh Eka Sukma Sari,S.Pd.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577942</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal yang p paling signifikan mengubah pola pikir say adalah praktik langsung di lapangan dan berbagi pengalaman dengan sesama guru (sharing) memberikan wawasan nyata tentang tantangan dan keberhasilan dalam mengimplementasikan peran guru yang efektif. karena dengan praktek langsung kita dapat mengetahui hal yang memang perlu kita perbaiki dan kita adoptsi dari Pelatihan Pembelajaran mendalam.dan dengan pelatihan PM kita dapat menyusun RPM yang sesuai dengan kebutuhan murid.</p></li><li><p>Aspek yang perlu di tingkatkan agar lebih relevan dengan kondisi sekolah adalah durasi dari pelatiahan lebih fleksibel agar peserta lebih leluasa memahami materi dan metode fasilitasi lebih ditingkatkan lagi agar pelaksanaan dapat terlaksana dengan baik.</p></li><li><p>Strategi yang saya lakukan dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam yang dapat menggubah siwa yang pasif menjadi aktif adalah dengan metode pembelajaran PjBL, memberika contoh benda kongkrit yang berkaitan dengan kehidupan nyata siswa. dengan demikian siswa menjadi lebih termotivasi dalam belajar dan aktif dalam pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:50:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617577942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lilik Ma`nunah S.Pd.SD</title>
         <author>lilikmanunah81</author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617578256</link>
         <description><![CDATA[<p>1) Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah praktik baik dan sharing karena saya mendapatkan gambaran nyata terkait pelaksanaan PM.</p><ol start="2"><li><p>Aspek yang perlu ditingkatkan adalah durasi waktu pelatihan bisa di perpendek agar guru bisa melaksanakan pembelajaran di sekokolah sehingga siswa tidak terabaikan</p></li><li><p>Strategi Implementasi yang berhasil adalah penerapan  kolaborasi dalam game pada pembelajaran.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:51:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617578256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni wy sri kusuma dewi//SDN 2 Gr</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617578577</link>
         <description><![CDATA[<p>1. bagian yg paling mengubah pola pikir saya adalah  bagian sharring dan praktik Karena melalui sharing, saya dapat mendengar pengalaman dan perspektif dari guru lain, yang membuka wawasan baru tentang tantangan dan solusi di kelas. Sementara itu, praktik memberikan kesempatan untuk mencoba langsung strategi-strategi baru yang tidak hanya teoritis, sehingga saya dapat merasakan dampaknya secara nyata. Hal ini membuat saya menyadari bahwa peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang memandu siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri.</p><p>2 sejauh ini yg saya rasakan sudah bagus baik dari durasi pelaksanaan maupun metode fasilitasi</p><ol start="3"><li><p>karena saya mengajar dikelas rendah jadi metode yang sudah saya terapkan dan berhasil adalah belajar sambil bermain dimana saat itu pelajaran bahasa indonesia saya mengajak siswa untuk belajar dikelas menemukan kertas yang sudah saya gulung dan saya taruh secara acak ditempat2 tersembunyi, anak2 berusaha mencari dan menulis jawabannya bersama kelompoknya, mereka sangat senang setelah saya gunakan metode tersebut bahkan anak yang pasif dikelas semangat untuk ikut menjawab</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:52:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617578577</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Ketut Merti .S.Pd . AUD</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617578864</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah tentang pola pikir tetap dan pola pikir bertumbuh , ini dapat mengubah pola pikir saya sendiri menjadi berubah dan bertumbuh dalam mengajar dan menyusun pembelajaran </p><p>saya menjadi tahu tentang perinsip pm dan pengalaman belajar ,dalam penyusunan rpp pembelajaran merubah pandangan saya bahwa guru bukan sebagai fasilitator juga sebagai pengembang budaya.</p></li><li><p>Aspek pelatihan yang perlu ditingkatkan </p><p> Fasilitas perlu disesuaikan , durasi waktu lebih panjang agar dapat memberi ruang untuk menggali praktek lebih dalam dan mendiskusikan dengan kondisi nyatra sekolah .</p></li><li><p>Strategi implementasi yang berhasil </p><p>saya menerapkan metode proyek, pertanyaan pemantik agar anak lebih termotivasi untuk menjawb pertanyaan dan anak dapat berpikir kritis , bereksplorasi dalam suatu kegiatan belajar .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 05:53:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617578864</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Wayan Widiartha,S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617582744</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Bagian yang paling signifikan mengubah pola pikir saya adalah saat praktik pembelajaran mendalam, karena di sana saya benar-benar merasakan peran guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan fasilitator yang mendorong siswa berpikir kritis, berkolaborasi, dan menemukan sendiri pengetahuannya. Pengalaman ini membuka pandangan baru bahwa keberhasilan belajar tidak hanya diukur dari hasil tes, tetapi juga dari proses tumbuhnya kemandirian dan rasa ingin tahu siswa</p></li><li><p>Menurut saya, aspek yang paling perlu ditingkatkan adalah <strong>metode fasilitasi</strong>. Jika penyampaian dilakukan lebih kontekstual, interaktif, dan berbasis praktik nyata di sekolah, maka materi akan lebih mudah dipahami dan langsung relevan untuk diterapkan. </p></li><li><p>Saya menerapkan strategi <strong>Project Based Learning dengan peran nyata bagi siswa</strong>. Saat membahas rangka dan sendi, siswa pasif saya tugaskan sebagai “pengamat gerakan” dalam kelompok. Dari yang awalnya diam, ia mulai mencatat, mencoba gerakan, hingga berani mempresentasikan hasil. Momen itu menunjukkan bahwa <strong>pemberian peran dan tanggung jawab</strong> mampu mengubah siswa pasif menjadi lebih eksploratif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 06:04:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617582744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NI MADE DAYUH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617617514</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagian penyusunan RPP pembelajaran mendalam mengubah pandangan saya bahwa guru bukan sebagai penyampai materi melaikan juga sebagai fasilitator untuk membimbing siswa</p></li><li><p>aspek yang perlu ditingkatkan sarana prasarana dan waktu yang masih perlu ditingkatkan seperti proyektor disekolah masih minim</p></li><li><p>strategi pembelajaran nyang sudah saya gunakan pjbl memberikan pertanyaan diawal pembelajaran mereka menjadi lebih aktif dan ada rasa kritis mereka saya harus bisa jawab itu yang terpikir di benak mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 07:36:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617617514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desi Anisyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617669484</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagian yang paling signifikan bagi saya yaitu tetap memfasiliasi siswa dengan baik, sebaik apapun guru, media atau rpp jika tidak diterapkan juga akan nol, jadi jaga pola pikir untuk bertumbuh mengajar siswa sesuai dengan zamanya dan memberikan pembelajaran yang bermakna ,bepikir kritis dan yang pasti bahagia.</p><p>2.Aspek yang perlu ditingkatkan menurut saya metode fasilitasi karena sangat berperan penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif baik pada keterlibatan siswa ,metode, media dll.</p><p>3.Penerapan pembelajaran kontekstual yang mengaiktakn materi pembelajaran dalam kehidupan sejari-hari menurut  saya siswa lebih mudah untuk mengaplikasikanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 09:15:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ketutmertami8/kdu1ahgbnm3mh4mr/wish/3617669484</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
