<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Paragraf Pembuka by Ana Puji Lestari</title>
      <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm</link>
      <description>Tuliskan paragraf pembuka dalam esai anda</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-02-17 08:17:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-17 13:15:36 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Contoh Paragraf Pembuka</title>
         <author>anapujilestari93</author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486070066</link>
         <description><![CDATA[<div>Satu diantara impian terbesar saya adalah mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Mendapat akses pendidikan S1 melalui program beasiswa, membuat saya lebih bersemangat lagi mengejar pendidikan magister. Kini saatnya mewujudkan impian itu dengan mengikuti seleksi beasiswa LPDP. Saya berharap bisa menuntaskan jenjang tinggi pada bidang yang sesuai dengan cita-cita saya di masa akan datang. Karena selepas kuliah saya pasti kembali ke (daerah) untuk berkarya yang memberi dampak bagi masyarakat di (daerah). Semoga hal ini dapat menjadi jembatan kontribusi untuk Indonesia.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 08:20:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486070066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Conth Paragraf Pembuka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486288612</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika saya merasa tantangan yang kita hadapi tiap hari semakin masif, baik di kehidupan pribadi maupun pekerjaan, sedih rasanya ketika sadar kapasitas diri kita terbatas hanya itu-itu saja. Ada 2 jalan, mau menyerah dan hidup begitu-begitu saja, atau bergerak mengembangkan diri, terutama dari sisi keilmuan.<br>Pilihan saya adalah untuk bertumbuh, mengejar jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk bisa memberi atas solusi masalah-masalah baik pribadi, lingkungan sosial, dan khususnya pekerjaan.<br>LPDP akan menjadi jalan saya dalam meraih peningkatan diri lewat beasiswa pendidikan magister. Semoga harapan saya bisa bermanfaat bagi sekitar dapat terwuju,</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 12:55:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486288612</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486292950</link>
         <description><![CDATA[<div>Saya menyelesaikan pendidikan Diploma III Akuntansi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 2013 dengan IPK 3,42. Akhir tahun 2014, saya mendapat surat keputusan penempatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan. Penugasan pertama saya adalah sebagai pelaksana di bagian pengolahan data anggaran kementerian/lembaga. Saya melaksanakan tugas seperti menyediakan data anggaran kementerian/lembaga sesuai permintaan dari pimpinan maupun dari unit lain yang membutuhkan data tersebut. Melalui penugasan tersebut, saya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal pengolahan dan penyajian data anggaran. Kemampuan pengolahan data yang saya miliki membuat pimpinan memberikan kesempatan untuk menjadi anggota tim pengembangan sistem pemantauan alokasi anggaran Bendahara Umum Negara (BUN). Sistem tersebut berhasil diimplementasikan dan menjadi salah satu inovasi yang mendapat respon positif dari pimpinan di DJA. Setelah bertugas di bagian pengolahan data selama kurang lebih 2,5 tahun, Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Diploma IV Akuntansi di Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dan lulus pada awal tahun 2019 dengan IPK 3,67. Saya mendapatkan beberapa mata kuliah terkait kebijakan ekonomi di bidang keuangan negara seperti ekonomi mikro, ekonomi makro, keuangan publik, hukum keuangan negara, dan manajemen keuangan pemerintah. Selama perkuliahan ini, mulai muncul ketertarikan saya terhadap kebijakan ekonomi khususnya kebijakan pengelolaan keuangan negara. Saya meyakini bahwa mata kuliah-mata kuliah tersebut telah memberikan saya dasar yang cukup kuat dari aspek teoritis kebijakan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan di program magister dan juga untuk menyalurkan ketertarikan serta menambah pengetahuan mengenai kebijakan ekonomi.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 13:00:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486292950</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Paragraf Pembuka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486295804</link>
         <description><![CDATA[<div>Menjadi ahli ekonomi yang berperan dalam suatu sistem ekonomi adalah salah satu mimpi saya dalam hidup. Saya sangat bersyukur dalam perjalanan menempuh pendidikan selalu masuk dalam sekolah negeri. Saat beranjak dewasa dan mengetahui bahwa biaya pendidikan yang dikotribusikan oleh orang tua saya termasuk murah karena mendapat bantuan dari negara, maka saya berkeinginan untuk ikut serta dalam mengelola keuangan negara untuk membantu anak muda yang memerlukan akses untuk mencapai cita-citanya. Selesai menyelesaikan S1, saya berpikir untuk meneruskan mimpi saya itu untuk melanjutkan ke jenjang magister. Keinginan saya adalah untuk mendapatkan ilmu yang lebih tinggi sehingga dapat masuk ke dalam sistem ekonomi negara dan membantu pengelolaan negara sehingga mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Harapan yang diinginkan adalah masyarakat dapat merasakan manfaat dari ilmu saya. Namun sayangnya saya memiliki keterbatasan ilmu untuk menghadapi berbagai tantangan yang terus berubah setiap waktu. Ilmu yang saya miliki saat ini belum cukup untuk menjawab tantangan tersebut sehingga saya berkeinginan untuk mencari ilmu dengan menempuh pendidikan formal lanjutan. Dengan keterbatasan yang saya miliki, saya berharap dapat memperoleh kesempatan mendapatkan beasiswa LPDP agar mimpi saya itu dapat terwujud dan dapat memberikan kontribusi berupa karya dan kebijakan yang dapat membantu menwujudkan kesejahteraan masyarakat dari ilmu yang diperoleh. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 13:03:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486295804</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Paragraf Pembuka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486296639</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama saya ......, berjenis kelamin laki-laki berusia ... tahun dan ...bulan. Saat ini saya bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara pada Kementerian Keuangan pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagai fungsional yang baru saja mendapatkan penugasan baru di Direktorat Anggaran Bidang .... setelah selama 8 tahun sebelumnya ditugaskan pada Direktorat .... pada bagian Subdirektorat Penerimaan ......<br><br></div><div>Lahir dan besar menempuh pendidikan sampai tingkat Sekolah Menengah Atas di Kota M, saya adalah anak tunggal dari kedua orang tua saya. Melihat kondisi keterbatasan ekonomi kedua orang tua, saya hampir mengubur mimpi saya untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi&nbsp; setelah lulus SMA. <em>Life changing moment </em>adalah ketika saya diterima di Program Diploma III Kebendaharaan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (sekarang Politeknik Keuangan Negara STAN) tempat dimana saya bisa melanjutkan jenjang pendidikan tinggi saya dengan tanpa biaya dan kepastian penempatan kerja setelah lulus di lingkungan Kementerian Keuangan.&nbsp;<br><br>Menyelesaikan pendidikan di STAN dalam waktu 3 tahun, penempatan pertama kali saya adalah di Direktorat Jenderal Anggaran. Unit Instansi kantor pusat tanpa kantor vertikal di daerah yang bagi sebagian rekan-rekan menjadi impian berkantor di Ibukota. Masa ikatan dinas saya dimulai dengan penugasan saya di Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. Selama kurun waktu 4 tahun kami bertugas dalam bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak utamanya di bidang Non Migas (Pertambangan, Perikanan, dan Kehutanan). Pada unit tersebut saya menjadi anggota dalam Tim Optimalisasi Penerimaan Negara Sektor Pertambangan Mineral dan Batubara bersama dengan BPKP dan Kem. ESDM. Dalam tim tersebut kami bertugas untuk mengawal penerimaan negara bukan pajak dari royalti dan iuran tetap sektor pertambangan mineral dan batubara. Pengalaman awal bekerja yang membuat saya menjadi semakin paham dalam bekerjasama dengan instansi lain, berkomunikasi utamanya dalam usaha meningkatkan potensi penerimaan negara dan mengamankan penerimaan negara lebih dari 1 Triliun Rupiah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 13:04:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486296639</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486299150</link>
         <description><![CDATA[<div>Saya merasa kemampuan saya saat ini masih banyak kekurangan baik dari segi keilmuan, pengetahuan dan wawasan. Hal tersebut mempengaruhi kinerja saya dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan atasan maupun kontribusi terhadap rekan-rekan kerja yang masih belum maksimal. Oleh karena itu, saya selalu memacu diri saya dalam belajar untuk meningkatkan kinerja saya dan juga belajar hal-hal baru untuk menambah wawasan saya. Usaha yang saya lakukan perlahan-lahan menunjukkan perkembangan, namun tuntutan pekerjaan yang tinggi membuat saya merasa perlu untuk berusaha lebih keras. Saya merasa apabila kompetensi dasar saya tidak dikembangkan maka saya akan terhenti di suatu titik. Maka dari itu, saya termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 terlebih dahulu, dimana besar harapan saya setelah lulus nanti kompetensi saya jauh meningkat dan dapat meningkatkan kinerja saya.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 13:07:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486299150</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Semenjak kelas 3 SMA saya bermimpi untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa membebani orang tua saya. Perjuangan saya dimulai dengan dengan mengikuti seleksi PMDK dan beasiswa Sampoerna Foundation. Namun ketika itu saya gagal untuk mendapatkan keduanya. Meskipun gagal dalam PMDK dan beasiswa Samporna Foundation, saya tidak patah arang, saya kemudian mencoba untuk mengikuti seleksi STAN dimana merupakan sekolah kedinasan yang tidak memungut biaya pendidikan. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan D3 Akuntansi STAN. Setelah lulus D3, saya langsung dapat berkerja sebagai ASN Kementerian Keuangan. Bekerja sebagai ASN Kementerian Keuangan khususnya pada Direktorat Jenderal Anggaran, saya jadikan sebagai pemicu semangat saya untuk berkontribusi pada negara yang telah memberikan kesempatan saya untuk dapat mengeyam pendidikan yang lebih baik. Semangat saya untuk melanjutkan pendidikan, saya lanjutkan ketika saya sudah bekerja 3 tahun di DJA. Saya mencoba untuk melanjutkan jenjang Sarjana saya melalui Beasiswa STAR BPKP. Kesempatan pertama saya untuk melanjutkan S1 Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman melalui beasiswa tersebut gagal. Namun, lagi-lagi saya tidak putus asa, saya mencoba untuk melanjutkan D4 Akuntansi PKN STAN dan Alhamdulillah berhasil. Setelah lulus dari D4 PKN STA, saya kembali bekerja di DJA dan semenjak tahun 2022 saya ditugaskan dalam pengelolaan PNBP Bidang Panas Bumi. Selama satu tahun di bidang PNBP Panas Bumi, saya menyadari bahwa potensi Panas Bumi di Indonesia yang nomor 1 di dunia belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal dalam rangka menuju green economy tahun 2060, pemanfatan potensi panas bumi di Indonesia perlu lebih dioptimalkan lagi. Kurang optimalnya pemanfaatan potensi panas bumi di Indonesia adala industri pertambangan panas bumi merupakan industri dengan risiko yang tinggi dan memerlukan modal yang tinggi seperti pada indusri hulu migas. Oleh karena hal tersebut, sebagai bentuk kontribusi dalam mengoptimalkan pemantaan potensi panas bumi di Indonesia, saya berencana untuk melanjutkan pendidikan saya di Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan. Dengan ilmu yang saya dapatkan tersebut, saya dapat berkontribusi aktif untuk merumuskan kebijakan dalam optimalisasi potensi panas bumi.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486301431</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 13:10:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486301431</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486301594</link>
         <description><![CDATA[<div><em>The ability to simplify means to eliminate the unnecessary so that the necessary may speak</em>. -&nbsp; Hans Hofmann<br><br></div><div>Saya menemukan kutipan di atas di satu momen ketika saya tengah berselancar di ruang maya. Kutipan dari Hans Hofmann, salah seorang pelukis ternama dari Jerman. Namun saya tidak akan bicara tentang Hans Hofmann, melainkan tentang kutipan di atas, bahwa kemampuan untuk menyedehanakan sesuatu berarti menghilangkan hal-hal yang tidak perlu, sehingga hal-hal yang perlu dapat disampaikan.<br><br></div><div>Kutipan di atas sejalan dengan pemikiran saya mengenai komunikasi, bahwa komunikasi yang baik dapat terjadi ketika pesan yang disampaikan seseorang dapat diterima oleh penerima pesan, serta dapat mempengaruhi si pemerima pesan tersebut. Dan pesan yang dikemas dengan sederhana dengan diksi yang tepat, diharapkan dapat diterima dan dapat memengaruhi si penerima pesan dimaksud. Dari situ, saya mulai memahami pentingnya komunikasi.<br><br></div><div>Di instansi tempat saya bekerja, yaitu Kementerian Keuangan khususnya DJA telah cukup banyak memiliki SDM yang berkompeten di bidang penyusunan kebijakan public. Namun, belum banyak memiliki SDM yang berkompeten di bidang komunikasi kebijakan publik. Terlebih, di DJA fungsi komunikasi dimaksud belum memiliki unit tersendiri, padahal DJA memiliki tugas dan fungsi yang cukup strategis, dalam hal perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. Dari sini, saya tergerak untuk mempelajari ilmu komunikasi. Saya berharap dapat memperoleh ilmu baru mengenai pengelolaan kegiatan komunikasi, dan memiliki kompetensi baru di bidang strategi komunikasi, komunikasi organisasi, kehumasan, serta komunikasi kirisis, yang sekiranya dapat diimplementasikan dalam pengelolaan kegiatan komunikasi di Kementerian Keuangan, khusunya di DJA.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 13:10:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486301594</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486306381</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah lulus SMA, saya melanjutkan studi ke jenjang D3 Program Studi Akuntansi. Kemudian saya melanjutkan Pendidikan S1 di jurusan yang sama, yaitu Akuntansi. 5 tahun menuntut ilmu dalam rumpun ekonomi, ternyata masih jauh dari cukup sebagai bekal saya dalam menjalankan tugas di Kementerian Keuangan, apalagi berpikir untuk mempunyai mimpi berkontribusi sebagai ekonom besar bangsa Indonesia. Selama 7 tahun saya bekerja di Ditjen Anggaran mulai 2014 sampai sekarang, saya menyadari bahwa pemahaman yang komprehensif dan mendalam akan suatu ilmu, terlebih lagi ilmu ekonomi, sangat diperlukan dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan publik di bidang pengelolaan fiskal. Selama 7 tahun itu juga saya mendapatkan pengalaman menjalankan tugas lingkup mikro internal Ditjen Anggaran juga lingkup makro berupa anggaran sebuah K/L dengan jumlah anggaran dan kantor vertikal yang sangat luas. Saya memahami bahwa setiap langkah yang diambil oleh ASN, terlebih pada posisi yang strategis dalam pengelolaan anggaran negara, akan sangat berdampak secara mikro maupun makro.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-17 13:15:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anapujilestari93/kctgpllmyfb80qfm/wish/2486306381</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
