<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Haykal Ibnu Shodiqin XI IBB 1 by Haykal Ibnu</title>
      <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi</link>
      <description>Untuk memenuhi tugas/materi sekolah MAN 2 CIREBON.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-01-15 02:06:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-20 04:01:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f34b.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>MATERI SOSIOLOGI SEMESTER GENAP</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851199810</link>
         <description><![CDATA[<p>Haykal Ibnu Shodiqin XI IBB 1</p>]]></description>
         <enclosure url="https://kampusimpian.com/rangkuman-materi-sosiologi-lengkap-kelas-11-sma-ma/" />
         <pubDate>2024-01-17 01:49:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851199810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PPT SOSIOLOGI SEMESTER GENAP</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851203745</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.amongguru.com/materi-ppt-sosiologi-kelas-11-sma-tahun-2023/" />
         <pubDate>2024-01-17 01:53:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851203745</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MATERI SOSIOLOGI SEMESTER GENAP YT</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851211038</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=n4qsjJBUEeE" />
         <pubDate>2024-01-17 02:00:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851211038</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gambar materi sosiologi Konflik Kekerasan Dan Perdamaian semester genap kelas 11 (Konflik Sosial)</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851214261</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.zenius.net/blog/wp-content/uploads/2022/01/penyelesaian-konflik-kompromi-1.webp" />
         <pubDate>2024-01-17 02:03:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851214261</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lagu yang dinyanyikan anak-anak Israel Dukung &#39;Pemusnahan&#39; Rakyat Gaza (Konflik Sosial)</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851220131</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=xRKNOQaQVTo" />
         <pubDate>2024-01-17 02:09:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851220131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Podcast tentang Konflik Sosial</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851243141</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=qbydCFFEkXo" />
         <pubDate>2024-01-17 02:33:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2851243141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh film konflik sosial</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2855291290</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=366E8Ny3UKw" />
         <pubDate>2024-01-20 05:16:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2855291290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 6 Haykal, Bayu, Inayah,Fina Afnan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2875877687</link>
         <description><![CDATA[<p>Argumentasi kekerasan seksual:</p><p>Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal, Penting untuk korban kekerasan seksual mencari informasi dari lembaga-lembaga atau informasi setempat terkait yang bisa memberikan bantuan kepada korban kekerasan seksual.&nbsp; Sebagai referensi, beberapa lembaga yang memberikan layanan adalah Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan sebagainya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-07 00:58:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2875877687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2875881437</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan mengapa perempuan sering lebih rentan mengalami kekerasan fisik maupun secara mental:</p><p><br></p><p>1. Kurang berpengalaman</p><p>Perempuan, terutama yang masih berusia muda, biasanya tidak berpengalaman, sehingga lebih sering terjebak dalam hubungan yang tidak sehat di mana mereka mengira kontrol dari pasangan sebagai wujud cinta.</p><p><br></p><p>2. Tingkat pendidikan yang lebih rendah</p><p>Rendahnya tingkat pendidikan juga sering kali membuat perempuan tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, sehingga cenderung untuk menikah dan menggantungkan hidup pada suami. Mereka juga sering mengambil keputusan untuk tetap bertahan dalam hubungan yang kasar karena takut akan kemiskinan. </p><p><br></p><p>3. Budaya yang meninggikan laki-laki</p><p>Adanya budaya atau norma-norma dalam masyarakat yang lebih mengistimewakan, atau menganggap laki-laki memiliki status yang lebih tinggi  dari perempuan, juga turut menjadi faktor risiko kekerasan terhadap perempuan. Dalam hubungan rumah tangga, perempuan juga diajarkan untuk tunduk pada suami, sehingga harus menerima apa pun perlakuan suami meskipun dengan kekerasan.</p><p><br></p><p>4. Kurangnya pendidikan seksual</p><p>Kurangnya pendidikan seksual yang memadai, baik di sekolah maupun dari orang tua juga menjadi salah satu alasan perempuan semakin berisiko mengalami kekerasan seksual. Pakar pendidik kesehatan seksual mengaitkan kejadian tersebut dengan pendidikan seks, khususnya ajaran seputar hubungan dan persetujuan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-07 01:02:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2875881437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2875882665</link>
         <description><![CDATA[<p>Perempuan harus memiliki perlindungan khusus dari pemerintah karena Perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban dalam konflik, baik secara fisik maupun mental. Maka dari itu dibutuhkannya perlindungan khusus dari pemerintah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-07 01:04:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2875882665</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Melakukan penyelidikan menjawab pertanyaan berikut ini. Kel6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2886571896</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Identifikasilah bentuk kekerasan fisik berdasarkan data pada infografis!</p><p>Jawaban:Bentuk kekerasan berdasarkan data pada infografis, yaitu fisik, verbal, dan psikologis. Bentuk kekerasan fisik misalnya, dipukul dan disuruh-suruh oleh peserta didik lain.</p><p><br></p><p>2.Identifikasilah bentuk kekerasan nonfisik berdasarkan data pada infografis!</p><p>Jawaban:Bentuk kekerasan nonfisik berdasarkan data pada infografis, yaitu verbal seperti diancam dan diejek. Adapun kekerasan psikologis, yaitu pengucilan dan penyebaran rumor.</p><p><br></p><p>3.Jelaskan dampak yang dirasakan anak-anak berdasarkan kasus pada infografis! (Sertakan juga sumber ilmiahnya).</p><p>Jawaban:Korban bisa depresi, stres, suka menyendiri, bahkan hingga gangguan mental.</p><p><br></p><p>4.Buatlah rekomendasi pencegahan kasus pada infografis</p><p>Jawaban: 1 Pengasuhan positif,  2 Membangun komunikasi efektif, perilaku yang menunjukkan perhatian dan saling menghargai, 3 Menjauhi lingkungan toxic, 4 Selalu mendekatkan diri kepada Allah dan melakukan kewajibannya dan menjauhi larangannya.</p><p><br></p><p>Sumber: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.tribunnews.com/pendidikan/2023/03/31/kunci-jawaban-sosiologi-kelas-11-halaman-105-106-kurikulum-merdeka-aktivitas">https://www.tribunnews.com/pendidikan/2023/03/31/kunci-jawaban-sosiologi-kelas-11-halaman-105-106-kurikulum-merdeka-aktivitas</a></p><p>https://paudpedia.kemdikbud.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/pencegahan-perundungan-terhadap-anak-usia-dini?ref=OTM0LTE2YWEwNWYw&amp;ix=NDctNGJkMWM0YjQ=</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-17 04:57:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2886571896</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2890244036</link>
         <description><![CDATA[<p>Tanggapan : Sudah muak dengan pembullyan padahal udah gede gede yang terdapat pada video tersebut masih melibatkan kelompok yang hanya mungkin masalah personal dan bisa menyelesaikannya dengan baik-baik tanpa adanya kekerasan, perundungan, pembullyan.</p><p><br></p><p>Usul / saran untuk mengatasi hal tersebut:</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2339699260/ff290de16a87e5d0f70d306fe43e1040/Screenshot_20240221_081302.jpg" />
         <pubDate>2024-02-21 01:18:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2890244036</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2979976020</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pada gambar tersebut terdapat beberapa orang yang sedang berkelahi (konflik)</p></li><li><p>Introspeksi diri sendiri suatu hal yang penting untuk dilakukan di mana pun kita berada. Bukan untuk menjadi menang atau kalah, tetapi belajar menahan ego dan lebih berdamai dengan konflik yang ada, sehingga kita akan selalu merasa tenang ketika menjalani berbagai aktivitas, Introspeksi diri membantu seseorang memahami nilai-nilai dan tujuan hidupnya. Dengan memahami diri sendiri dengan lebih baik, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan berdasarkan pada prioritas dan tujuan yang jelas, Introspeksi diri dapat membantu seseorang memahami emosi yang dirasakan, baik itu emosi positif maupun negatif. Dengan memahami dan mengelola emosi dengan lebih baik, seseorang dapat menyeimbangkan kehidupannya dan menghindari masalah yang terkait dengan emosi seperti stres, depresi, dan kecemasan.</p><p>Seseorang yang memahami dirinya, akan mudah mengendalikan diri. Seseorang yang mengenali dirinya akan menghindari hal-hal yang memicu terjadinya hal buruk.</p></li><li><p>Cara agar individu individu  yang terlibat dalam konflik pribadi dapat berkolaborasi untuk menyelesaikan konflik yaitu dengan cara meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi antara satu individu dengan individu yang lain sehingga bisa lebih terbuka, maksudnya, mereka percaya kalau  bisa mencapai tujuan bersama atau cita-cita bersama.Sehingga mereka menyadari kalau kepercayaan adalah salah satu komponen yang efektif untuk penyelesaian sebuah konflik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099689830/9c82d4293de191ef8a1b2b163a2c6f58/IMG_20240504_102940.jpg" />
         <pubDate>2024-05-04 03:38:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/2979976020</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PEMETAAN KONFLIK. Haykal XI IBB 1</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/3021878407</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>A.r Abdalla Mencetuskan teori</mark></strong> pemetaan konflik yang disebut model SIPABIO (Source, Issue, Parties, Attitudes, Behavior, Intervention, dan Outcome) dan juga SPITCEROW (Source, Parties, Interests, Tactics, Changes, Enlargement, Role, Outcome, dan Winner atau Looser).</p><p>Pembahasan</p><p><br></p><p><strong>SIPABIO</strong> :</p><p><br></p><p>Source (sumber konflik). Konflik disebabkan oleh sumber – sumber yang berbeda sehingga terdapat tipe – tipe konflik yang berbeda juga. Pada analisis sosiologi konflik, berbagai sumber konflik tersebut bisa muncul dari model hubungan sosial (analisis konstruksi sosial), nilai –nilai seperti identitas dan agama (analisis Coser), dan dominasi structural (analisis structural positivis dan kritis).</p><p>Issues (isu atau permasalahan). Isu menunjuk pada saling keterkaitannya tujuan – tujuan yang tidak sejalan di antara pihak yang bertikai. Isu ini dikembangkan oleh semua pihak bertikai dan pihak lain yang tidak teridentifikasi pada sumber – sember konflik.  Intinya adalah isu merupakan pokok permasalahan yang menjadi sumber konflik baik dari pihak - pihak yang berikai maupun pihak lainnya diluar pihak yang bertikai. Contohnya adalah konflik perebutan pacar dimana permasalahan disebabkan oleh pihak ke tiga.</p><p>Parties (pihak). Pihak berkonflik adalah kelompok yang berpartisipasi dalam konflik baik pihak konflk utama yang langsung berhubungan dengan kepentingan, pihak sekunder yang tidak secara langsung berhubungan dengan kepentingan, dan pihak tersier yang tidak berhubungan dengan kepentingan konflik. Pihak tersier ini yang sering dijadikan sebagai pihak netral untuk mengintervensi konflik.</p><p>Attitudes atau felling (sikap). Sikap adalah perasaan dan persepsi yang mempengaruhi pola perilaku konflik. Sikap bisa muncul dalam bentuk yang positif dan negatif bagi konflik.  Sikap yang kooperatif akan berdampak positif dalam penanganan konflik. Sikap kooperatif lahir dari perasaan ingin menyelesaikan permasalahan dengan tidak menambah masalah.</p><p>Behavior (perilaku atau tindakan). Perilaku adalah aspek tindak sosial dari pihak berkonflik, baik muncul dalam bentuk coercive action dan non - coercive action.</p><p>Intervention (campur tangan pihak lain). Intervesi adalah tindakan sosial dari pihak netral yang ditujukan untuk membantu hubungan konflik menemukan penyelesaian.</p><p>Outcome (hasil akhir). Outcome adalah dampak dari berbagai tindakan pihak – pihak berkonflik dalam bentuk situasi</p><p><br></p><p><strong>SPITCEROW</strong></p><p><br></p><p>Source (sumber konflik). Akar dari permasalahan yang ada serta apa yang menjadi pemikiran pihak - pihak yang berkonflik yang membuat hal tersebut menjadi masalah.</p><p>Parties (pihak yang berkonflik). Pihak berkonflik adalah kelompok yang berpartisipasi dalam konflik baik pihak konflk utama yang langsung berhubungan dengan kepentingan, pihak sekunder yang tidak secara langsung berhubungan dengan kepentingan, dan pihak tersier yang tidak berhubungan dengan kepentingan konflik. Pihak tersier ini yang sering dijadikan sebagai pihak netral untuk mengintervensi konflik.</p><p>Interests (kepentingan atau hal penting). Dalam poin ini hal penting yang dimaksud adalah masalah kecil yang menjadikan pokok atau inti masalah menjadi masalah utama. Contohnya adalah masalah pihak A tidak mau meminta maaf kepada pihak B. Hal ini disebabkan pihak A merasa gengsi untuk meminta maaf pada pihak B.</p><p>Tactics (taktik). Taktik dalam pemetaan konflik adalah bagaimana pihak yang berkonflik menekan pihak lainnya untuk setuju dengan apa yang ia inginkan.</p><p>Changes (perubahan). Terjadinya perubahan terhadap lingkungan atau relasi kedua belah pihak yang berkonflik. Contohnya adalah renggangnya hubungan pertemanan atau silahturahmi.</p><p>Enlargement (dampak dari konflik). Dampak negatif yang dirasakan setelah tahap changes atau perubahan. Contohnya adalah sepasang suami istri yang tengah berkonflik sehingga menyebabkan hubungan mereka merenggang. Dampak dari konflik tersebut adalah mereka tidak lagi makan di meja yang sama atau melakukan aktivitas bersama - sama.</p><p>Role of other parties (peran pihak lainnya). Pihak ketiga yang menjadi pihak netral yang membantu kedua pihak yang berkonflik untuk berdamai. Pihak ketiga bisa jadi teman, keluarga atau pihak yang ditunjuk oleh kedua pihak yang berkonflik.</p><p>Outcome of the conflict (imbas yang disebabkan oleh konflik). Hal ini memberikan gambaran bagaimana konflik tersebut mempengaruhi masa depan kedua belah pihak yang berkonflik.</p><p>Winner atau Looser (pihak yang menang atau pihak yang kalah). Menganalisis pihak yang menang dan pihak yang kalah dalam penyelesaian konflik. Referensi bacaan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://brainly.co.id/tugas/21583474">https://brainly.co.id/tugas/21583474</a></p><p><br></p><p>Dalam memahami konflik diperlukan pemetaan konflik <strong><mark>Menurut Wehr dan Bartos (2003:67-68)</mark></strong> melakukan pemetaan terhadap konflik yaitu (1) Specify the context yang menelusuri informasi mengenai sejarah konflik dan bentuk fisik dan tata organisasi yang berkonflik, (2) Indentify the parties; menemukan siapa yang menjadi piha</p><p><br></p><p><strong><mark>Pemetaan konflik itu memiliki beberapa tujuan</mark></strong> :1. Memahami situasi konflik secara lebih baik. Dengan menghadirkan hal-hal yang terkait dengan konflik, seperti para pihak yang terlibat dalam konflik (baik pihak utama maupun pihak di lingkar berikutnya, termasuk pihak ketiga yang berusaha menangani konflik).2. Melihat dengan lebih jelas hubungan antara para pihak yang terlibat atau terkait, baik langsung maupun tidak langsung dalam konflik, bahkan di mana posisi kita (pihak ketiga) yang berusaha untuk melakukan mediasi berada.3. Mengklarifikasi dimana kekuatan (utama) itu terletak. Maksudnya, dengan terpetakannya para pihak dan hubungan antara mereka dalam peta konflik, maka secara mudah pula diketahui kekuatan masing-masing pihak di dalam mempengaruhi (baik positif maupun negatif) terhadap keadaan dan perkembangan konflik.4. Melihat dimana sekutu atau aliansi atau sekutu potensial berada. Tergambarkannya bagaimana sifat dan keadaan hubungan antar para pihak yang terlibat dalam konflik, secara otomatis akan mempermudah pemetaan para pihak dalam kelompok-kelompok atau kategori-kategori tertentu, misalnya mana sekutu dan mana lawan dari para pihak yang terlibat dalam konflik.5. Mengidentifikasi pembukaan untuk intervensi atau pengambilan tindakan. Kapan waktu untuk melakukan intervensi dan darimana intervensi itu dilakukan juga akan dapat diketahui dengan lebih simpel melaui peta konflik ini.6. Mengevaluasi apa yang telah dilakukan. Segala hal yang telah dilakukan oleh pihak yang menangani konflik menyangkut konflik yang ditanganinya juga akan terpantau lewat simbol yang diberikan dalam peta konflik. Dengan demikian evaluasinya juga dapat dilakukan dengan tepat.Sumber: Pemetaan Konflik (Conflict Mapping), http://wmciainws.com/artikel/15-pemetaan-konflik-conflict-mapping, diakses Jumat 10 Mei 2024. Menyusun peta daerah rawan konflik sosial yang dapat digunakan sebagai referensi belajar memahami pemetaan konflik .8. Mendapatkan bahan rujukan bagi penyusunan kebijakan program pencegahan konflik kekerasan, terutama konflik kekerasan yang berulang. Sumber: Pedoman Pemetaan Daerah Rawan Konflik</p><p><br></p><p><strong><mark>Membandingkan pemetaan konflik sipabio dari A.r Abdal dengan model dari wehr. </mark></strong>A.r Abdal mecetuskan teori pemetaan konflik dengan penjelasan secara panjang dan deskriptif sedangkan Paul wehr menjelaskan secara padat (to the point) /singkat.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099689830/ddd76edd54ce799cffd63a1c1c405108/screenshot_244_62df9248a51c6f5f7a66e433_1.png" />
         <pubDate>2024-06-08 13:52:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/3021878407</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menganalisis konflik Laten dengan menggunakan teori konflik dari Amr Abdalla (sipabio). Haykal, Adi, Khaerul Anam,Halim,Nabil XI IBB 1.</title>
         <author>haykalibnu99</author>
         <link>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/3022558793</link>
         <description><![CDATA[<p><mark>TR4GEDI SAMBAS 1999 - Idul Fitri Berubah Menjadi TR4GEDI.</mark></p><p><strong>Source/Sumber</strong> <strong>Konflik</strong>: Awal mula konflik terjadi pada tahun 1992 warga Melayu memprotes pemerintah yang pada saat itu memonopoli pasar jeruk di mana sebagian masyarakat Melayu ekonominya bergantung dari bertani jeruk monopoli yang dilakukan oleh perusahaan BCM membuat masyarakat mengalami krisis hebat sementara pada saat yang sama harus bersaing dengan suku Madura yang di anggap ingin mendominasi di wilayah Sambas mereka menggap suku Madura yang paling mengancam anggapan masyarakat pada saat itu suku Madura menguasai dengan kekerasan saat itu terjadi perebutan pekerjaan dan sumber daya dalam keadaan seperti itu konflik kecil bisa merembet dan meluas dengan cepat hingga akhirnya apa yang di takutkan terjadi 17 Januari 1999.</p><p><br></p><p><strong>Issue/Isu:</strong> Perebutan pekerjaan dan sumber daya karena monopoli yang di lakukan pemerintah di pasar jeruk sehingga mengakibatkan terjadinya persaingan ekonomi antara suku Melayu dan Madura karena suku Melayu mengganggap suku Madura yang paling mengancam, anggapan  suku Melayu  terhadap suku Madura  pada saat itu suku Madura menguasai dengan cara kekerasan, pada 17 Januari 1999 seorang pemuda bernama Hasan Binia tertangkap akan mencuri sepeda motor di desa Paritsetia versi lain menyebut ia datang ke rumah warga Melayu dan memaki-maki ada pula versi lain ia mencuri seekor ayam apapun itu yang pasti kala itu Hasan di amuk masa dan akhirnya ke Polsek Jawai dan kemudian tiga orang dari desanya menjemput Hasan kemudian di sore hari pula hasan di bebaskan melihat Hasan pulang dalam keadaan lebam di mana mana keluarganya merasa sangat marah Hasan mengaku ia bukan akan mencuri Hasan mengaku salah masuk rumah dalam keadaan mabuk memang saat itu Hasan baru usai minum arak namun kebenarannya hanya Hasan yang mengetahui, namun yang pasti kala itu warga sudah terlanjur terbakar amarah apalagi isu yang telah beredar mengaitkan suku Madura dengan mencuri, Desa Sarimakmur dan desa Rambaya yang di dominasi oleh warga Madura bahkan kepala kampungnya juga Madura langsung berkumpul merencanakan pembalasan padahal di ketahui pada saat itu bulan Ramadhan inilah tindakan konflik yang memicu konflik jauhlebih besar mungkin tak terbayang oleh mereka kala itu 2 hari pasca kejadian 19 Januari 1999 menggunakan 3 bak mobil terbuka juga puluhan sepeda motor mereka beramai-ramai ke desa Paritsetia awalnya mereka ingin meminta pertanggung jawaban kepada pak Ayub yang ternyata adalah kepala desa ia bertanggung jawab atas kondisi Hasan sepanjang jalan menuju Desa Paritsetia mereka meneriakkan takbir dan mengacungkan senjata seolah suasana benar-benar akan berperang perkampungan yang mereka lewati merasa terheran bagaimana tidak menurut para saksi yang lewat jumblahnya ratusan orang sebelum datang warga Paritsetia lebih dulu mendengar bahwa kampung mereka akan di serang maka yang ada kepanikan yang luar biasa semua orang di suruh pulang dan mengunci pintu bagaimanapun desa Paritsetia tidak siap maka lebih baik menyelematkan diri masing-masing dan sesampai rombongan di desa, warga Madura dengan mudahnya mengobrak abrik desa semau mereka dan berteriak memanggil kepala desa meskipun pada saat itu ada aparat keamanan namun mereka tidak berkutik melawan ratusan orang ketika tengah mencari mereka bertemu seorang Melayu bernama Mahli di dekat sebuah jembatan Mahli di tanya dan di maki hingga akhirnya adu mulut beberapa orang Madura yang emosi mengejar pun dengan Sajam di tangan Mahli tumbang dalam keadaan yang sangat memperihatinkan kan saat itu suasana tidak terkontrol dan banya menumbangkan nyawa setelah berapa lama Madura pulang dan meneriakkan yel-yel pasca peristiwa terjadi peristiwa ketupat berdarah.</p><p><br></p><p><strong>Parties/pihak berkonflik: </strong>Tragedi ketupat berdarah yang berkonflik antara suku Madura dan Belanda yang di sebabkan oleh ketidaksalahpahaman yang dilakukan warga Madura yaitu Hasan karena dianggap berbuat menyimpang kepada suku Melayu.</p><p><br></p><p><strong>Attiitudes/sikap:</strong> </p><p>Pemerintah mencoba memfasilitasi perundingan namun beberapa konflik lainnya muncul dan membuat keadaan semakin mencekam, warga Melayu menolak untuk berdamai orang Melayu sambas diam-diam menggalang kekuatan termasuk konsiludasi dengan suku lain yang juga punya masalah dengan suku Madura, ribuan senjata dan amunisi disita, bahkan termasuk senjata Api standar ABRI.</p><p><br></p><p>Behavior/Upaya-tindakan: Pemerintah memfasilitasi perundingan, kepolisian dan bahkan tentara ikut serta mendamaikan kedua kubu yang berkonflik dengan upaya mendamaik selama bertahun-tahun,Demi menyelesaikan konflik antara kedua suku tersebut, pemerintah Kabupaten Sambas memutuskan untuk memindahkan warga Madura dari Kambas ke Kotamadya Pontianak.</p><p><br></p><p><strong>Intervention/campur tangan pihak lain: </strong>Pemerintah desa,pemerintah kecamatan,aparat kepolisian bahkan tentara ikut serta dalam penanganan konflik tsb.</p><p><br></p><p><strong>Outcome/hasil akhir: </strong>Demi menyelesaikan konflik antara kedua suku tersebut, pemerintah Kabupaten Sambas memutuskan untuk memindahkan warga Madura dari Kambas ke Kotamadya Pontianak.  Dari Kerusuhan Sambas sekitar 1.189 orang tewas dan sebanyak 58.544 warga Madura mengungsi dari Kabupaten Sambas ke Pontianak.  Selain itu, 168 orang mengalami luka berat, 34 luka ringan, 3.833 rumah dibakar dan dirusak, serta 12 mobil dan 9 motor dibakar atau dirusak.</p><p><br></p><p><strong>Referensi: </strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/vpNFZpd57Cw?si=ZitWeh8AZXtnxKd0"><em>https://youtu.be/vpNFZpd57Cw?si=ZitWeh8AZXtnxKd0</em></a></p><p><em>https://www.kompas.com/stori/read/2021/08/06/150000479/kerusuhan-sambas-1999-penyebab-kronologi-dan-dampak</em></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099689830/f2a22e8ace0648e0f5fe331a85a71203/images.jpeg" />
         <pubDate>2024-06-10 01:22:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/haykalibnu99/haykalsosiologi/wish/3022558793</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
