<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>LK 1 Penguatan Pembelajaran by yuliawati susana</title>
      <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-07 10:32:44 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-07-09 02:11:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>LK 1 (Pengimbasan Materi Penguatan Pembelajaran)</title>
         <author>ndoet81</author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512414185</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tuliskan tantangan yang Bapak dan Ibu mungkin hadapi ketika nanti menerapkan Pembelajaran Mendalam!</p></li><li><p>Langkah-langkah apa yang yang mungkin bapak ibu lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut!</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1741246923/f1c83e2fd93ba50a6e0c6af24a99b7c2/e872107b15674a63ab6de7a5a158cc65.jpg" />
         <pubDate>2025-07-07 10:42:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512414185</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban LK 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512434118</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran mendalam :</p><p>a. Kurikulum dan waktu (pembelajaran mendalam membutuhkan waktu lebih banyak sedangkan cakupan materi IPA luas sehingga terjadi "waktu yang kurang" untuk penyampaian pendalaman materi dalam 1 tahun serta keterbatasan waktu guru dalam mempersiapkan pembelajaran mendalam</p><p>b. Sumber daya dan fasilitas (ketersediaan sumber daya dan beragam alat teknologi atau sumber belajar yang beragam kurang memadai untuk semua peserta didik)</p><p>c. Peran guru dan metodologi pembelajaran : pergeseran fungsi guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator dan pembimbing membutuhkan latihan atau proses keterberhasilan, desain pembelajaran yang beragam perlu selalu dipelajari dan diadaptasikan pada materi yang sesuai)</p><p>d.  kesiapan siswa : transisi pembelajaran menuntut siswa menjadi lebih aktif dan kritis membutuhkan waktu dan bimbingan, motivasi dan minat siswa beragam dan bergantung pada materi, serta ketrampilan abad 21</p><p>e. Lingkungan belajar mencakup lingkungan sekolah, kebijakan sekolah atau dukungan rekan kerja.</p></li><li><p>Langkah untuk menghadapi tantangan :</p><p>a. pembentukan kombel atau FGD supaya lebih efektif dan efisien </p><p>b. Pembiasaan searah dari semua pihak (kolaborasi semua pihak terkait)</p><p>c. Dukungan sarana , prasarana, sumber daya</p></li></ol><p><br/></p><p>Nama : Yunita DF (IPA)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 11:10:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512434118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban LK 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512460013</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Tantangan yang saya hadapi dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam Pelajaran IPS</strong></p><p><strong>1.&nbsp;Rendahnya Minat Siswa:</strong></p><p>Siswa seringkali menganggap IPS membosankan dan kurang menarik, terutama jika pembelajaran hanya berfokus pada hafalan materi tanpa mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.&nbsp;</p><p><strong>2.&nbsp;Keterbatasan Sumber Belajar:</strong></p><p>Minimnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif, seperti video, presentasi interaktif, atau sumber belajar digital, dapat menghambat pemahaman mendalam siswa.&nbsp;</p><p><strong>3.&nbsp;Kurangnya Keterampilan Guru:</strong></p><p>Guru mungkin belum memiliki keterampilan yang memadai dalam menggunakan metode pembelajaran aktif, teknologi, dan sumber belajar yang beragam untuk mendukung pembelajaran mendalam.&nbsp;</p><p><strong>4.&nbsp;Kesulitan Memahami Materi Diluar Bidang Ilmu:</strong></p><p>Beberapa siswa mungkin mengalami kesulitan memahami materi IPS yang terkait dengan bidang ilmu lain, seperti geografi, ekonomi, atau sejarah.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Upaya Mengatasi Tantangan:</strong></p><p><strong>1.&nbsp;Penerapan Metode Pembelajaran Aktif:</strong></p><p>Menggunakan metode diskusi, simulasi, permainan peran, pembelajaran berbasis proyek, dan studi kasus untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.&nbsp;</p><p><strong>2.&nbsp;Pemanfaatan Teknologi:</strong></p><p>Mengintegrasikan teknologi seperti video, presentasi interaktif, platform pembelajaran online, dan sumber belajar digital untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.&nbsp;</p><p><strong>3.&nbsp;Pengembangan Kurikulum yang Relevan:</strong></p><p>Menyusun kurikulum yang relevan dengan isu-isu global dan kehidupan sehari-hari siswa, serta menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.&nbsp;</p><p><strong>4.&nbsp;Peningkatan Kualitas Guru:</strong></p><p>Memberikan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi IPS, metode pembelajaran aktif, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.&nbsp;</p><p><strong>5.&nbsp;Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan:</strong></p><p>Mengembangkan suasana belajar yang kondusif, kreatif, dan menyenangkan, serta memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa untuk belajar IPS dengan antusias.&nbsp;</p><p>Nama : Siti Maimunah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 11:47:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512460013</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban LK 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512514223</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tantangan yang saya hadapi dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam Pelajaran IPA :</p><p>a. Kurangnya Sarana Prasarana</p><p>Keterbatasan fasilitas dan peralatan laboratorium dapat menghambat pelaksanaan eksperimen dan kegiatan praktikum yang mendukung pembelajaran mendalam.</p><p>b. Keterbatasan Bahan Ajar</p><p>Kesulitan dalam mendapatkan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa dapat menghambat proses pembelajaran.</p><p>c. Materi yang dianggap sulit</p><p>Beberapa konsep dalam IPA, seperti rumus fisika atau biologi, mungkin sulit dipahami dan dimengerti oleh siswa.</p><p>d. Motivasi Belajar yang Rendah</p><p>Siswa kurang termotivasi untuk belajar IPA jika mereka merasa kesulitan atau tidak tertarik dengan materi pelajaran.</p></li><li><p>Langkah-langkah untuk mengatasi tantangan : </p><p>a. Perlu mengoptimalkan pemenuhan sarana prasarana pembelajaran, peralatan, dan bahan ajar yang mendukung kegiatan praktikum dan eksperimen.</p><p>b. Pengembangan Bahan Ajar</p><p>Perlu mengembangkan bahan ajar yang menarik, relevan, sesuai dengan kebutuhan siswa, dan memanfaatkan teknologi sumber belajar online.</p><p>c. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung, sehingga siswa merasa termotivasi untuk belajar IPA (merasa tertarik dan tidak menganggap sulit ).</p><p>d. Memberikan motivasi dan umpan balik positif kepada siswa, serta menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar.</p><p>e. Berkolaborasi dengan teman sejawat dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan dukungan dari rumah. Guru berusaha mengembangkan kompetensi dan pemanfaatan teknologi sesuai kurikulum yang relevan.</p><p><br/></p><p>Nama : Eri Sudaryanti</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 13:06:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512514223</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewi Ayu Ningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512537403</link>
         <description><![CDATA[<p>Jawaban LK-1 IHT 2025</p><p>1. Meningkatkan Kompetensi Guru</p><p>Permasalahan: Guru belum terbiasa dengan metode pembelajaran mendalam dan cenderung menggunakan pembelajaran tradisional.<br>Solusi:</p><ul><li><p>Mengadakan pelatihan atau workshop mengenai strategi pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Mendorong kolaborasi antar guru untuk saling berbagi praktik baik.</p></li><li><p>Memberikan waktu dan ruang bagi guru untuk mencoba dan mengevaluasi pendekatan baru.</p></li></ul><p>2. Merancang Kurikulum yang Mendukung</p><p>Permasalahan: Kurikulum terlalu padat dan berorientasi pada pencapaian target kognitif jangka pendek.<br>Solusi:</p><ul><li><p>Merancang kurikulum yang fleksibel dan memungkinkan eksplorasi materi secara mendalam.</p></li><li><p>Menyisipkan proyek, studi kasus, dan tugas reflektif sebagai bagian dari penilaian.</p></li><li><p>Fokus pada kompetensi berpikir kritis, analitis, dan kreatif, bukan sekadar hafalan.</p></li></ul><p>3. Meningkatkan Motivasi dan Kemandirian Belajar Siswa</p><p>Permasalahan: Siswa terbiasa dengan metode pasif dan belum terbiasa berpikir kritis.<br>Solusi:</p><ul><li><p>Menggunakan pendekatan yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa.</p></li><li><p>Memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan mengeksplorasi.</p></li><li><p>Memberikan umpan balik yang membangun dan mendorong pertumbuhan.</p></li></ul><p>&nbsp;</p><p>4. Menyediakan Fasilitas dan Teknologi yang Mendukung</p><p>Permasalahan: Sarana dan prasarana tidak mendukung penerapan pembelajaran mendalam.<br>Solusi:</p><ul><li><p>Mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk teknologi sederhana.</p></li><li><p>Mengembangkan media belajar kreatif, seperti video, podcast, atau simulasi.</p></li><li><p>Mendorong pemanfaatan Learning Management System (LMS) jika memungkinkan.</p></li></ul><p>5. Mengatur Waktu Pembelajaran dengan Efektif</p><p>Permasalahan: Waktu yang tersedia terbatas untuk pembelajaran yang mendalam.<br>Solusi:</p><ul><li><p>Fokus pada kualitas pembelajaran, bukan kuantitas materi.</p></li><li><p>Mengatur jadwal pembelajaran berbasis proyek atau blended learning.</p></li><li><p>Menerapkan prinsip “less is more” – sedikit materi, tapi dipahami secara mendalam.</p></li></ul><p>6. Evaluasi dan Refleksi yang Berkelanjutan</p><p>Permasalahan: Evaluasi masih berfokus pada hasil akhir (ujian).<br>Solusi:</p><ul><li><p>Menggunakan evaluasi formatif, seperti jurnal reflektif, presentasi, dan portofolio.</p></li><li><p>Melibatkan siswa dalam proses penilaian (peer assessment, self-assessment).</p></li><li><p>Melakukan refleksi bersama setelah setiap sesi pembelajaran.</p></li></ul><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 13:39:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512537403</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban LK-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512573574</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan pembelajaran mendalam bagi saya:</p><ol><li><p>Pembelajaran mendalam menuntut guru tidak hanya menyampaikan materi melainkan juga harus memahami proses berpikir siswa, memberi umpan balik yang tepat serta menilai seberapa dalam pemahaman siswa</p></li><li><p>Identifikasi kemampuan awal siswa (asesmen diagnostic) menjadi sangat penting dalam pembelajaran mendalam</p></li><li><p>Dalam pembelajaran mendalam tidak cukup taksonomi bloom untuk menganalisis capaian siswa. Untuk mengetahui seberapa dalam pemahaman siswa dibutuhkan taksonomi solo (bukan hal baru, tapi baru saya dengar sejak PM di<em>-launch)</em></p></li><li><p>Adanya profil lulusan yang harus termuat dalam RPP</p></li><li><p>Rasa enggan karena perubahan kurikulum yang berasa project 5 tahunan. Belum juga paham dengan yang lama sudah ganti dengan yang baru.</p></li></ol><p>Langkah-langkah yang akan saya lakukan:</p><ol><li><p>Mengajar diri untuk tumbuh dan belajar untuk memahami, berbagi Dan  bertumbuh dengan memulai Dari bagian paling kecil Dan sederhana serta perubahan kecil hari ini. Menanamkan pada diri bahwa bingung itu bukan dosa asal tidak berhenti mencoba Karena yang membuat kita stuck itu bukan kebingungannya melainkan merasa yakin bahwa kita tidak bisa.</p></li><li><p>Mencari tahu sebanyak2nya ttg bagaimana menetapkan tujuan pembelajaran, merancang kegiatan pembelajaran, menyusun asesmen Dan mengevaluasi hasil pembelajaran pada pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Belajar tentang taksonomi solo serta penerapannya dalam pembelajaran mendalam.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 14:29:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512573574</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizki Nur Amalia</title>
         <author>amaliarizki33</author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512582413</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan yang mungkin saya hadapi ketika nanti menerapkan pembelajaran mendalam:</p><p><strong>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterbatasan Waktu Pembelajaran</strong><br>Saya menyadari bahwa pembelajaran mendalam membutuhkan waktu lebih banyak untuk diskusi, eksplorasi, dan refleksi. Namun, waktu tatap muka yang terbatas dan target kurikulum yang padat bisa menjadi tantangan tersendiri.</p><p><strong>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>&nbsp;<strong>Tingkat Kesiapan Siswa yang Beragam</strong><br>Siswa saya memiliki latar belakang dan kemampuan berpikir yang berbeda-beda. Tidak semua siswa siap untuk terlibat dalam proses berpikir kritis dan mendalam. Hal ini bisa membuat proses pembelajaran menjadi tidak merata.</p><p><strong>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penyesuaian Peran Guru</strong><br>Dalam pembelajaran mendalam, saya dituntut untuk lebih berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, bukan hanya sebagai penyampai informasi. Ini memerlukan perencanaan dan strategi pembelajaran yang lebih kompleks dan mendalam.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Langkah untuk menghadapi tantangan ketika nanti menerapkan pembelajaran mendalam:</p><p><strong>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengelola Waktu Secara Efektif</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengintegrasikan kegiatan berpikir mendalam dalam aktivitas harian, tanpa harus menambah beban waktu.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menggunakan strategi pembelajaran kolaboratif atau berbasis proyek yang dapat menyentuh banyak aspek dalam satu kegiatan.</p><p><strong>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Melaksanakan Pembelajaran untuk Mengakomodasi Keberagaman Siswa</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan bimbingan tambahan atau scaffolding bagi siswa yang masih kesulitan berpikir kritis.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memfasilitasi kerja kelompok heterogen agar siswa bisa saling membantu dan belajar satu sama lain.</p><p><strong>c. Meningkatkan Kompetensi dan Peran sebagai Fasilitator</strong></p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengikuti pelatihan, webinar, atau lokakarya yang membahas strategi pembelajaran mendalam dan asesmen autentik.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Belajar untuk mengajukan pertanyaan terbuka yang merangsang berpikir kritis dan refleksi siswa.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 14:41:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512582413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban LK 1</title>
         <author>ibnusuhartanto60</author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512583930</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan yand saya hadapi dalam menerapkan pembelajaran Deeplearning pada mata pelajaran Bahasa Inggris.</p><ol><li><p>Kesiapan Guru</p></li></ol><p>Pemahaman konsep deep learning</p><p>Tidak semua guru sudah familiar dengan konsep pembelajaran mendalam yang menekankan critical thinking, analisis, dan penerapan dalam konteks nyata.</p><ol start="2"><li><p>Karakteristik Siswa SMP</p></li></ol><p>Tidak semua siswa SMP siap untuk berpikir kritis dan reflektif karena mereka masih dalam tahap concrete operational (berfikir secara masih hal-hal yang kongkret) menuju formal operational (bisa berpikir abstrak).</p><ol start="3"><li><p>Motivasi belajar</p><p>Banyak siswa lebih terbiasa dengan pembelajaran pasif (menerima materi) daripada aktif mengeksplorasi konsep, sehingga sulit untuk mengajak mereka terlibat.</p><p><br/></p></li><li><p>Keragaman kemampuan</p><p>Perbedaan kemampuan Bahasa Inggris di kelas membuat guru harus menyesuaikan strategi agar semua siswa bisa mengikuti.</p></li><li><p>Sarana dan Lingkungan Belajar</p><p>Tidak semua sekolah memiliki akses ke teknologi (komputer, internet) atau bahan ajar otentik untuk mendukung pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Dukungan orang tua</p><p>Banyak dari orang tua belum memahami pentingnya pembelajaran yang mendorong berpikir kritis sehingga mereka hanya fokus pada nilai akhir. Perhatian kepada perkembangan belajar siswa masih rendah. Kurangnya kontrol orang tua kepada siswa dirumah. </p><p><br/></p><p>Langkah -langkah yang perlu dihadapi untuk memecahkan masalah</p><ol><li><p>Guru harus terlebih dahulu memahami konsep dan penerapan pembelajaran deeplearning</p></li><li><p>Guru harus bisa memahami bagai mana cara berfikir siswa sesuai dengan usia perkembangannya.</p></li><li><p>Guru harus bisa memberikan motivasi belajar kepada siswa dengan contoh nyata yang ada di sekitar siswa.</p></li><li><p>Guru mampu memberikan pembelajaran yang adil bagi seluruh siswa sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.</p></li><li><p>Guru harus bisa menggunakan sarana belajar yang tersedia si lingkungan sekolah, tidak harus menggunakan basis IT pendekatan langsung pada lingkungan sekolah saya kira akan lebih berkesan kepada siswa</p></li><li><p>Disini sebetulnya hal yang paling menantang bagi guru, karena guru juga menjadi orang tua anaknya dirumah yang mungkin memiliki problematika yang sama yang di alami oleh kebanyakan orang tua siswa. Bagai mana susahnya meminta anak untuk belajar bagai mana mengkomunikasikan pembelajaran yang telah di peroleh disekolah. Belum lagi bagi keluarga dengan faktor ekonomi menengah kebawah, kebanyakan waktu dan energi orang tua sudah habis untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehingga perkembangan pendidikan anaknya menjadi ternomor sekiankan. Bagi kami sebagai sorang guru hanya bisa meminta dan menghimbau bantuan kepada orang tua untuk bisa bekerjasama dalam membimbing anak belajar dirumah.</p></li></ol><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 14:43:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512583930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban LK-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512773747</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tantangan yang bapak &amp; ibu mungkin hadapi saat menerapkan Pembelajaran Mendalam.</p></li></ol><p>a. <strong>Kesiapan Guru Berubah Peran</strong><br>Dalam pembelajaran mendalam, guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi, melainkan sebagai fasilitator. Perubahan peran ini membutuhkan kesiapan mental, waktu, dan pemahaman pedagogi yang lebih dalam.</p><p>b.<strong>Budaya Sekolah yang Masih Berorientasi pada Nilai Akademik</strong><br>Fokus sebagian sekolah atau orang tua masih pada capaian nilai ujian, bukan pada makna dan karakter. Hal ini bisa menjadi tantangan dalam menanamkan pentingnya pembelajaran bermakna dan reflektif.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Langkah-langkah apa yang mungkin bapak ibu lakukan untuk menghadapi tantangan &nbsp;&nbsp;</p><p>tersebut.</p><p>a.<strong>Meningkatkan Kompetensi Guru secara Bertahap</strong></p><p>🔹 <strong>Langkah:</strong> Mengikuti pelatihan, komunitas belajar guru, atau diskusi MGMP terkait pembelajaran bermakna, reflektif, dan kontekstual.<br>🔹 <strong>Tujuan:</strong> Agar guru semakin siap menjalankan peran sebagai fasilitator dalam proses berpikir dan eksplorasi siswa.</p><p>b. <strong>Membangun Dukungan Budaya Sekolah dan Orang Tua</strong></p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 🔹 <strong>Langkah:</strong> Mensosialisasikan pentingnya pembelajaran mendalam kepada</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; orang tua dan kolaborasi dengan wali kelas untuk memperkuat nilai-nilai</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; karakter.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 🔹 <strong>Tujuan:</strong> Agar ada pemahaman bersama bahwa belajar bukan hanya soal</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; angka, tapi soal makna dan pembentukan sikap hidup.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 22:06:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512773747</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban LK. 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512790587</link>
         <description><![CDATA[<p>Beberapa tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran mendalam</p><ol><li><p>Manajemen waktu</p><p>Pengaturan waktu dalam pembelajaran mendalam ini sesuatu yang hal yg sangat penting. Kita harus dapat mengatur kebutuhan waktu dengan sangat tepat. Ketika pengaturan waktu tidak tepat maka akan berdampak pada pencapaian target maupun pencapaian tujuan.</p></li><li><p>Pola pikir lama </p><p>Pola pikir lama ini sebagai tantangan yg berat bagi terjadinya perubahan. Ketika ini sudah menjadi bagian dari diri manusia, maka menyebabkan orang itu tidak mau berubah ketika ada sesuatu yang baru. Demkkian juga ketika ada model pembelajaran baru, mereka lebih memilih pada model pembelajaran yg lama. Jika ini terjadi akan berdampak pada sikap acuh tak acuh, statis tidak mau berkembang, tidak mau berubah ke arah lebih baik.</p></li><li><p>Karakteristik dan latar belakang murid yang beragam.</p><p>Keberagaman yg ada pada murid ini menjadi tantangan yang sangat berat untuk pembelajaran mendalam. Dengan latar belakang sosial (pergaulan murid di masyarakat, kehidupan murid dalam keluarga), latar belakang ekonomi, dll. Ini semua dapat membentuk karakter murid yg beragam (semangat, motiavasi, kemauan belajar, tanggung jawab).</p></li></ol><p>Langkah-langkah untuk mengatasi tantangan :</p><ol><li><p>Memperhitungkan dengan cermat waktu yg diperlukan untuk merealisasikan berbagai kegiatan yg direncanakan.</p></li><li><p>Mengidentifikasi berbagai hambatan yang akan terjadi dalam pelaksanaan dan mencari berbagai alternatif solusi untuk mengatasi hambatan yg terjadi.</p></li><li><p>Meningkatkan pemahaman yg benar terhadap pembelajaran mendalam sehingga dapat mengubah pola pikir lama.</p></li><li><p>Bersikap terbuka, mau menerima perubahan, dan berpikiran maju.</p></li><li><p>Menemukan sisi positif pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Memahami berbagai karakteritik murid.</p></li><li><p>Menerapkan pembebelajaran berdiferensiasi</p></li></ol><p><br/></p><p>Nama  : Sri Supartiningsih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-07 23:06:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512790587</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran Mendalam</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512938987</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tantangan yang harus dihadapi : Untuk mengembangkan minat siswa, diperlukan berbagai jenis gaya mengajar. Dalam skenario saat ini, teknologi digunakan di setiap bidang. Sekarang dalam pendidikan, guru menggunakan gadget dan animasi untuk mengembangkan daya ingat. Namun, masalah muncul ketika teknologi berubah sangat cepat dan tidak mungkin bagi guru untuk beradaptasi dengan mudah. ​​Oleh karena itu, pelatihan yang tepat diperlukan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang.</p></li><li><p>Langkah dalam penyelesaian : melakukan survei untuk mengetahui latar belakang budaya, minat dan kebutuhan siswa. </p></li></ol><p>Iin Rosi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 01:15:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512938987</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban lk 1.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512966019</link>
         <description><![CDATA[<p>Siswa sering melanggar aturan sekolah merokok, dan bolos sekolah,maka anak KLO di kelas sering tidak memperhatikan guru.</p><p>Guru sering mengasih saran pada siswa untuk tidak melanggaran aturan yang ada di sekolah.tetapi siswa masuk telinga kanan keluar telinga kiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 01:29:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3512966019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menerapkan pembelajaran mendalam meskipun sangat kuat, tidak lepas dari berbagai tantangan diantaranya; kebutuhan data, sumber daya, kurangnya interpretasi, dan waktu pelatihan yang lama. Sedangkan langkah-langkah yang dihadapi; strategi, pendekatan, manajemen waktu. Hendah N.U.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3513020163</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 02:01:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3513020163</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tantangan Saya dalam Menerapkan Pembelajaran Mendalam yaitu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3513135686</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Minat dan Motivasi Belajar Siswa yang Rendah:</p><ul><li><p>Banyak siswa yang kurang tertarik dengan pelajaran Bahasa Indonesia, menganggapnya membosankan atau sulit karena kurangnya minat literasi pada anak.</p></li></ul><ul><li><p>Kurangnya pemahaman siswa tentang pentingnya Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi penyebab rendahnya minat.&nbsp;</p></li><li><p>Beberapa siswa mungkin merasa bosan jika pembelajaran tidak sesuai dengan minat dan gaya belajar mereka.&nbsp;</p></li></ul><ol start="3"><li><p>Keterbatasan Sumber Daya dan Fasilitas:</p></li></ol><ul><li><p>Guru mungkin mengalami kesulitan dalam mencari dan menyediakan sumber belajar yang berkualitas dan relevan.</p></li><li><p>Kebutuhan siswa yang berbeda-beda menuntut guru untuk memiliki berbagai strategi pembelajaran dan sumber belajar.</p></li></ul><ol start="3"><li><p>Pengembangan Keterampilan Berbahasa yang Kurang:</p><ul><li><p>Beberapa siswa mungkin mengalami kesulitan dalam memahami teks, meskipun kemampuan membaca mereka sudah baik.</p></li><li><p>Kurangnya kemampuan siswa dalam menulis dengan baik dan benar, terutama dalam konteks penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah.</p></li></ul></li><li><p>Peran Orang Tua dalam Pembelajaran:</p><ul><li><p>Orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya pembelajaran mendalam dan mendukung kegiatan belajar anak di rumah.</p></li><li><p>Kerjasama antara guru dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa.</p></li></ul></li><li><p>Penggunaan HP/Gadget.</p><ul><li><p>Kurangnya Batasan terhadap penggunaan HP/Gadget di rumah karena HP sangat berpengaruh sekali pada tumbuh kembang anak.</p></li><li><p>Kurangnya pengawasan serta bimbingan orang tua kepada anak dalam menonton konten, video, dan gambar yang terdapat pada gadget.</p></li></ul></li></ol><p>Langkah-langkah untuk Menghadapi Tantangan:</p><ol><li><p>Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional.</p></li><li><p>Penyediaan sumber belajar yang berkualitas dan relevan.</p></li><li><p>Penciptaan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.</p></li><li><p>Peningkatan kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua baik dalam pembelajaran maupun dalam penggunaan HP/Gadget.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 03:02:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3513135686</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban LK 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3513153475</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Tantangan yang saya hadapi dalam menerapkan PM pada pelajaran Bahasa Inggris : </strong></p><p>A. <strong>Rendahnya minat siswa</strong>: siswa seringkali menganggap kalau pelajaran bahasa Inggris itu sulit</p><p>B. <strong>Siswa kesulitan memahami materi</strong>: masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca bahasa Inggris dan Menterjemahkan atau mengartikan kosakata bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia.</p><p>C. <strong>Kurangnya sarana dan prasarana :</strong> keterbatasan dan peralatan terutama kamus dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.</p></li><li><p><strong>Langkah-langkah apa yang mungkin bapak ibu lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut :</strong></p><p>A. Mengajak siswa bernyanyi lagu sederhana dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai pematik dan pentemangat siswa agar pembelajaran lebih menyenangkan dan menggembirakan sehingga siswa menganggap kalau pelajaran bahasa inggris itu mudah</p><p>B. Memanfaatkan teknologi dengan cara mengajak siswa melihat video pembelajaran dengan menggunakan 2 bahasa yaitu bahsa Ingris dn bahasa Indonesia</p><p>C. Mengoptimalkan pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran,bahan ajar,dan kamus untuk prosen pembelajaran bahasa Inggris.</p></li></ol><p><br/></p><p>Indah Lima Melati, S.Pd</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 03:12:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3513153475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ian Ardita Febryana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3513213873</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan yang saya hadapi adalah </p><ol><li><p>Keterbatasan sarana prasarana seperti koneksi internet yang tidak terjangkau di area kelas sehingga membutuhkan kuota pribadi untuk menggunakan gadget jika ingin memanfaatkan digital dalam pembelajaran</p></li><li><p>Keterbatasan alat dan bahan laboratorium yang dapat mengganggu kegiatan praktikum</p></li><li><p>Keterbatasan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam yang bermakna berkesadaran dan menggembirakan</p><p>Solusi yang dapat saya lakukan : menggunakan cara lain yang lebih efektif tanpa tergantung dengan akses internet, menggunakan media yang lebih kontekstual yang ada di lingkungan sekolah, mengganti media tanpa mengurangi kebermaknaan materi yang akan disampaikan, mengikuti pengembangan kompetensi melalui diklat, seminar atau workshop. </p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 04:02:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3513213873</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Atik A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3514276047</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan yang dihadapi dalam penerapan Pembelajaran mendalam</p><p>&nbsp;</p><ol><li><p>Kesiapan Guru</p></li></ol><p>Tidak semua guru terbiasa dengan metode ini. Banyak dari kami yang masih kesulitan beralih dari pola pembelajaran konvensional ke pembelajaran digital.</p><ol start="2"><li><p>Keterbatasan Fasilitas</p></li></ol><p>Ketersediaan infrastruktur teknologi yang belum merata terutama akses internet masih menjadi tantangan besar dalam upaya integrasi Deep Learning ke dalam pembelajaran</p><ol start="3"><li><p>Kultur Pembelajaran yang Belum Berubah</p></li></ol><p>Tidak hanya guru, tetapi juga siswa dan orang tua perlu beradaptasi. Selama ini, pendidikan lebih banyak menekankan hasil akhir seperti nilai ujian, bukan proses berpikir kritis yang lebih kompleks.</p><p>&nbsp;</p><p>Langkah untuk menghadapi tantangan tersebut</p><ol><li><p>Pelatihan Guru yang Berkelanjutan</p></li></ol><p>Dibutuhkan pelatihan dan pendampingan yang lebih konkret agar PM bisa diterapkan dengan baik.</p><p>Pelatihan yang dirancang secara tepat dapat membantu guru memahami konsep-konsep&nbsp;&nbsp; fundamental Deep Learning serta mendorong penerapannya secara efektif di ruang kelas.</p><ol start="2"><li><p>Dukungan Sarana dan Prasarana</p></li></ol><p>Pemerintah, sekolah, dan komunitas perlu bekerja sama untuk memastikan semua sekolah memiliki akses ke sumber daya yang mendukung terutama jaringan internet yang memadai.</p><ol start="3"><li><p>Pendekatan Bertahap dan Fleksibel</p></li></ol><p>PM tidak bisa diterapkan secara instan. Sekolah dan guru perlu diberikan kebebasan untuk menerapkannya secara bertahap, sesuai dengan kondisi dan kesiapan masing-masing.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-09 02:11:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ndoet81/kc3o64tzbiqk5vwj/wish/3514276047</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
